Karista maulida, umurnya 4 thn , sakit sejak berumur 3 tahun. Aslinya berasal dari morome konda kab konawe sulawesi tenggara.. Di diagnosis tumor otot oleh dokter di sulawesi tenggara. Karena dokter di rs daerah sulteng tidak sanggup kemudian dek karista dirujuk ke surabaya.. Tepatnya di rs dr. Soetomo akhirnya diketahui diagnosis small round cell carcinoma.. Dokter di rs soetomo karista diharuskan utk melakukan kemoterapi sebanyak 8x tapi pada kemoterapi yg ke 5 harus berhenti karena jamkesmas yang selama ini dipakai tdk berlaku lagi.. Beberapa kali keluarga kesulitan untuk mengurusi jamkes yg baru.. Sehingga terhentilah pengobatan dek karista.. Selama pengobatan di surabaya, karista tinggal di rumah saudara neneknya di desa singkul, kec karang tawar, Lamongan.. Kami membawa dek karista ke malang untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya.. Alhamdulillah kemoterapi sampai seri kedelapan sudah dilalui sesuai protokol kemo yang sudah diterbitkan oleh dokter.. Pasca kemo selesai dek karista diharuskan melakukan CT scan setelah dilakukan CT scan dokter menambah kemo karista menjadi 3x lagi.. Saat ini karista sudah selesai melakukan melakukan kemoterapi tambah dan dokter menyarankan untuk melakukan MRI.. MRI sudah dilakukan dan tindakan selanjutnya adalah dengan cara operasi.. Operasi pengambilan sisa tumor dilakukan tanggal 28 november 2013.. Dan setelah operasi dek karista diharuskan melakukan kemoterapi 11x dg protokol baru.. Saat ini dek karista baru selesai melakukan kemoterapi kedelapan dengan protokol baru.. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya RS dn obat kemo kdelapan serta uang saku selama di malang

Jumlah Bantuan : Rp.12.097.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal :5/3/2013

Adik Karista didiagnosis tumor otot

Adik Karista didiagnosis tumor otot



———————————————————–

Bayi AKMAL (3,5 bulan), Kampung Nangoh RT 1/ 9 Kelurahan Bungursari Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Ayah: Ohik (30), pekerjaan buruh bangunan, Ibu Elis (25) ibu rumah tangga, tanggungan 4 orang. Bayi Akmal lahir di Bidan Desa secara prematur pada usia kandungan memasuki usia delapan bulan, berat badannya hanya 1,5 kg. Selain itu ia juga kerap mengalami sesak nafas sehingga segera dirujuk ke RSUD Tasikmalaya, namun karena RSUD Tasikmalaya penuh, Bayi Akmal akhirnya dirawat di RS Al Islam Tasikmalaya. Dokter menduga ada kelainan pada paru-parunya sehingga ia harus dirawat secara intensif. Keluarga Bapak Ohik memiliki fasilitas Jampersal, namun RS Al Islam hanya bisa melayani rawat inap pasien Jampersal selama 3 hari, sisanya harus bayar sesuai dengan fasiitas umum. Untuk menghindari biaya membengkak, #SedekahRombongan segera memindahkan Bayi Akmal ke RSUD Tasikmalaya, namun lagi-lagi masih penuh, sehingga akhirnya dibawa ke RS Prasetya Bunda. Alhamdulillah setelah 2 hari dirawat di RS Prasetya Bunda, ada Kamar kosong di RSUD Tasikmalaya, Bayi Akmal pun segera dibawa ke sana dan saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif Tim Dokter RSUD Tasikmalaya. Alhamdulillah setelah 10 hari dirawat di Ruang NICU dan PONEK RSUD Kta Tasikmalaya kondisi DIk Akmal mulai membaik dan sudah mulai bisa diberi ASI. Sepulangnya dari RSUD Tasikmalaya, Dik Akmal harus bolak balik lagi ke RSUD, selain untuk kontrol juga karena kadang kondisinya menurun, suhu badannya panas atau kesulitan bernafas. Tanggal 19 Februari 2014 Dik Akmal kembali sakit dan ia pun segera dibawa ke Puskesmas terdekat. Namun karena kondisinya tidak juga membaik, Puskesmas pun merujuknya untuk segera dibawa ke IGD RSUD Tasikmalaya. Menurut hasil pemeriksaaan RSUD Dik Akmal menderita bronchitis sehingga mengalami kesulitas pernafasan. Setelah 2 hari dirawat di IGD, Dik Akmal dpindahkan ke Ruang perawatan anak RAB. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya pembelian obat yang tidak dijamin Jamkeskinda dan transportasi Dik Akmal setelah sebelumnya masuk di Rombongan 473, 477, 487.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal: 20 Februari 2014

Dik Akmal menderita bronchitis sehingga mengalami kesulitas pernafasan

Dik Akmal menderita bronchitis sehingga mengalami kesulitas pernafasan

———————————————————–

SITI SENANGSIH, 30 tahun, Kampung Lebakwangi RT.1/1, Sekarwangi, Soreang, Bandung. Suami: Sukandi, 30 tahun, Buruh Pabrik Sepatu. 3 bulan lalu bu Senangsih didiagnosa terkena Tumor di pahanya dan sangat mengganggu karna sakit yang dirasa, Keluarga miskin ini berihtiar menggunakan Jamkesmas untuk berobat karna kebutuhan harian yang tidak cukup untuk berangkat dan operasional ke RS maka perobatanpun belum dimulai lagi. Mereka hidup di tumah orangtuanya dan juga anaknya yang masih bayi terkena penyakit Paru-paru menjadi beban tambahan buat mereka. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya mereka berobat ke Rumah Sakit setelah sebelumnya masuk bantuan di Rombongan 462. Terapi untuk bu Senangsih kini sudah dirubah dan akan menggunanakan sinar, Kondisinya ada perbaikan walau belum signifikan dan bu Senangsih masih harus transfusi darah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 22 Februari 2014.

bu Senangsih didiagnosa terkena Tumor di pahanya

bu Senangsih didiagnosa terkena Tumor di pahanya

———————————————————–

NABILA SYAWAL, usia 8 tahun. Bersama kedua orangtua dan ketiga saudara kandungnya, ia tinggal di Gang Pahlawan RT.4/18, Desa Muka, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Ayahnya Nanang, 38 tahun, sehari-hari berjualan Cilok. Ibunya, Ai Nurohmah, 35 tahun, tak ada kerjaaan lain selain melayani urusan rumah rangga. Empat anak yang menjadi tanggunan sudah cukup merepotkannya, Terbayang betapa repotnya mereka menjalani hidup dalam ketakberdayaan ekonomi. Mereka kian terhempas dalam kubangan kemiskinan saat salah seorang anaknya diduga terserang kanker yang tak pernah mereka bayangkan: Retinoblastoma. Cerita pilu berawal sembilan bulan yang yang lalu. Mata anak pendiam ini sering memerah dan pada bagian retinanya ada titik putih, matanya juga terus membengkak. Orangtua Nabila mengira itu hanya penyakit mata biasa, Mereka tak berani memeriksakannya ke rumah sakit. Pertimbangan ekonomi menjadi alasan utama, selain ketidaktahuan mereka memanfaatkan Jaminan Kesehatan (JAMKESMAS) yang sudah mereka miliki. Pertolongan Allah datang melalui seorang tetangganya yang peduli. Dengan bantuannya, kedua orangtua Nabila akhirnya membawa anak manis ini ke RSUD setempat. Karena memang bukan penyakit mata biasa, pengobatannya langsung dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung. Saat menjalani proses penanganan di RSM Cicendo yang memakan waktu cukup lama, mata Nabila terus membesar dan akhirnya pecah. Berdasarkan hasil diagnosa RSM Cicendo, ia positif mengidap retinoblastoma yang perawatan dan pengobatannya akan dilakukan di kedua rumah sakit: RSHS dan RSM Cicendo. Untuk tahapan pengobatannya, ia harus dikemoterapi, sebelum akhirnya mendapat tindakan operasi. Keluarga dhu’afa ini cukup lama menderita, Mereka adalah saudara kita yang ditimpa kemiskinan dan penyakit yang amat berat. Bahkan untuk pengobatannya ada obat kemoterapi yang harus dibeli, yaitu VINCRISTINE & Mesna (Dalam regulasi BPJS, untuk pasien Kelas 3 tidak mendapatkan jaminan obat tersebut). #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk Nabil, yang akan dipergunakan membeli obat kemoterapi setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 517.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal : 18 Februari 2014.

Adik Nabila menderita Retinoblastoma

Adik Nabila menderita Retinoblastoma

———————————————————–

Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Mafaza yang di asuh oleh Ustadz Andri Efriadi, beralamat di Jalan Veteran 93 Warungboto Umbulharjo Yogyakarta. Panti Asuhan ini memiliki 55 anak asuh yang semuanya laki – laki . Semuanya merupakan anak usia sekolah, dari mulai Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Umum. Karena keterbatasan sarana dan juga minimnya dana, aktifitas belajar di sekolah formal ditempuh dengan jalan kaki. Kondisi inilah yang mengundang #SedekahRombongan untuk hadir memberikan bantuan berupa 10 unit sepeda untuk anak asuh yang sedang menempuh belajar di sekolah setingkat Sekolah Menengah Umum ( MAN ) yang memang jaraknya Jauh dari Panti

Jumlah Bantuan : Rp. 6.250.000,- ( Berupa 10 Unit Sepeda – @Rp.625.000 )
Tanggal Penyerahan: 8 Maret 2014
kurir: @Saptuari Via @kissherry

Bantuan Sepeda untuk sarana sekolah Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa

Bantuan Sepeda untuk sarana sekolah Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa

———————————————————–

Ika Hana Dewanti 24 th Alamat di Mangkuyudan, MJ III/ 242 Yogyakarta. Mbak Hana mahasiswa semester ahir jurusan Musik di ISI yogyakarta. Dari bea siswa sekolah di SMM. Menderita kanker lidah stadium 3. Anak pertama dari pak Dwi Wahyono 50 th.. tukang batu yg menghidupi istri dan 2 anaknya. Awalnya 6 bulan lalu mbak Hana merasakan sariawan di lidah bagian bawah. Diperiksakan sampai 3 kali tidak sembuh-sembuh. Oleh dokter dilakukan biopsi, terdeteksi kanker stadium 3. Solusinya adalah potong lidah. Karena takut dan tidak ada biaya maka hanya dirawat dirumah dengan mengandalkan obat herbal. Setelah 2 bulan dirumah mengalami pembengkaan besar di leher dan pada tgl 7 Februari ahirnya pecah. Dibawa lagi ke RS Bethesda langsung mondok 17 hari. Berat badan turun drastis dari 75kg menjadi 30kg.

Saat ini sedang dilakukan penyinaran di RS DR Sardjito yogyakarta dg biaya mandiri. Kalau menggunakan Jamkes dapat antrian di bulan Juni. Sekarang penyinaran sudah berlangsung 15x dari rencana 30x. Selama ini biaya berobat mengandalkan bantuan handai tolan.. dan teman2 di kampus dan seniman dg cara mengamen. Efek dari penyinaran adl luka yg meluas ini mengering dan sekarang dibagian mulut mulai pecah.. menimbulkan kesakitan yang luar biasa. Bantuan diterima ibu mbak Hana, Bu Tri Handayani.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,- untuk meringankan beban keluarga ini.
6 Maret 2014
@MarjunulNP via Tata Ipul Lestari

Adik Nana Menderita kanker lidah stadium 3

Adik Nana Menderita kanker lidah stadium 3

———————————————————–

Wadia (52 tahun/IRT) suami bernama Ashar (55 tahun/pekerjaan tukang becak), anak berjumlah 6 orang. Alamat Lrg.1 Jl.Poros Sulawesi Kec. Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Ibu wadia sudah seminggu sulit buang air kecil dan disertai sakit yang tidak tertahan apabila hendak buang air. Belum pernah memeriksakan diri ke rumah sakit karena kekhawatiran biaya yang ditimbulkan. Sedekah rombongan memberi bantuan untuk meringankan beban hidup ibu Wadia.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid
6 Maret 2014.

Ibu wadia sudah seminggu sulit buang air kecil

Ibu wadia sudah seminggu sulit buang air kecil

———————————————————–

Dewi Fitri (21 tahun/IRT), suami bernama Karim (34 tahu/pekerjaan buruh bangunan), anak 1 orang, alamat Jl.Poros Palu-Donggala Dusun Pangga Kelurahan Kabongan Besar Kec. Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Dewi mengalami pendarahan dan membutuhkan 2 kantong darah akibat penyakit pada rahim. Sedekah rombongan memberi bantuan untuk membantu pembiayaan 2 kantung darah bagi Ibu Dewi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid
6 Maret 2014.

Ibu Dewi mengalami pendarahan dan membutuhkan 2 kantong darah akibat penyakit pada rahim

Ibu Dewi mengalami pendarahan dan membutuhkan 2 kantong darah akibat penyakit pada rahim

———————————————————–

Usrin (51 tahun/buruh), istri bernama Indo (47 tahun/IRT), anak berjumlah 4 orang 3 laki-laki dan 1 perempuan (kelas 3 SD). Alamat Lrg.2 km.3 Maleni Kec. Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Pak Usrin mengalami kecelakaan (tertabrak mobil saat berkendara motor bersama anak) dan menyebabkan patah tulang dibagian pinggul, sehingga hanya mampu untuk dipapah. Dengan kondisi ini maka pak Usrin sudah tidak dapat bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sedekah rombongan memberi bantuan untuk membantu meringankan beban hidup pak Usrin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid
6 Maret 2014.

Bapak Usrin mengalami kecelakaan menyebabkan patah tulang dibagian pinggul

Bapak Usrin mengalami kecelakaan menyebabkan patah tulang dibagian pinggul

———————————————————–

Jasmine, 2 Tahun alamat di Sidorejo Rt. 8, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Adik Jasmine memiliki riwayat sakit pertama saat usia 4 bulan sakit Demam berdarah dan pengobatan sebesar Rp. 4.000.000 ..kemudian sakit kejang dan dehidrasi saat usia 9 bulan, pengobatan habis Rp. 7.000.000..Pengobatan tersebut sampai detik ini masih memiliki hutang. Dan kemudian 1 minggu lalu mengalami kejang dan dehidrasi lagi dengan biaya Rp. 4.750.000. karena kondisi orang tua serabutan dengan pendapatan Rp. 300.000/bulan..sehingga kemaren orang tua Jasmine belum bisa membayar pengobatan..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
3 Maret 2014
Kurir : @marjunulNP via @youdanok

Adik Jasmine mengalami kejang dan dehidrasi

Adik Jasmine mengalami kejang dan dehidrasi

———————————————————–

Tuwalmi, 37 Tahun tinggal di Petarangan, RT 06 RW 01 kecamatan Kledung, Temanggung. Tuwalmi menderita kanker sejak tahun 2003, sudh dibawa ke RS Sarjito jogja serta RS Karyadi Semarang tetapi belum ada tindak lanjutnya dikarenakan belum adanya biaya. Sekarang mata sudah membesar.
Sedekah Rombongan bergerak memberikan santuanan kepada keluarga Ibu Tuwalmi sebesar untuk membantu pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
28 Februari 2014
Kurir : @marjunulNP via @youdanok

Ibu Tuwalmi menderita kanker

Ibu Tuwalmi menderita kanker

———————————————————–

Ibu Minah, 53 Tahun tinggal di Tegaljoho Mojotengah Kedu Temanggung. Pada tahun 2008, Ibu Minah masuk Rumah Sakit dengan diagnosa awal dari tenaga kesehatan desa tensi darah tinggi, kemudian opname di rumah sakit selama 7 hari dan diagnosa dokter sakit strock. Selama ini rawat jalan, dengan pengobatan herbal dan tradisional dikarenakan tidak mampu untuk membayar biaya di rumah sakit pusat karena seorang suami berpenghasilan sebagai buruh bangunan. Ibu Minah membutuhkan kursi roda. Sedekah rombongan bergerak membelikan kursi roda untuk Ibu Minah

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
28 Februari 2014
Kurir : @marjunulNP via @youdanok

Ibu Minah diagnosa dokter sakit strock

Ibu Minah diagnosa dokter sakit strock

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 30,347,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 525 ROMBONGAN

Rp. 16,641,388,336,-