RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan. Sekilas kita review tentang keberadaan RSSR di Bandung, Pada bulan Maret 2013 #SedekahRombongan menyewa Rumah di sekitar RS Hasan Sadikin Bandung yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS yang berasal dari daerah luar kabupaten Bandung. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Jakarta, Malang dan kota lainnya, maka melihat dari kebutuhan tersebut kini Bandung telah memiliki RSSR untuk tempat istirahat sementara para pasien dari: Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat, dengan luas bangunan sekitar 150m2, berkapasitas 7 kamar besar yang bisa diextend menjadi 15 kamar. Alamat RSSR Bandung, di Jl.Suka Galih RT.5/9, Gang Pak Elas No.7, Cipedes, Sukajadi, Bandung. Kini kita sudah perpanjang lagi untuk setahun ke depan dan Biaya Kontrak Rumah Singgah berasal dari para sedekaholics #SedekahRombongan dan semoga Allah SWT. membalas amal baik bagi semuanya dengan membahagiakan para dhuafa. Laporan Kontrakan tahun 2013 bisa dilihat di Rombongan 338.

Jumlah Bantuan : Rp. 18.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal : 5 Maret 2013.

Biaya sewa RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung

Biaya sewa RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung



———————————————————–

JUDI MARTIN TIMBELONG, 49 tahun, Alamat: Perum Taman Jaya Asri, Blok B2/20, RT.3/15, Batu Aji, Batam. Bapak paruh baya ini sudah tidak dapat mencari nafkah lagi karna penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh: Batu Ginjal, Hypertensi dan Diabetes. Selama ini yang mencari nafkah dan membiayai adala Istrinya, Hartati, 45 tahun, yang baru saja bekerja sebagai Karyawati di Perusahaan swasta yang belum memiliki fasilitas kesehatan keluarga dari kantornya, sungguh berat biaya yang dicita-citakan mereka sementara masih ada 2 anak yang harus terus disekolahkan juga memerlukan biaya. Pak Judi pernah sekali dibawa ke Jakarta dan dioperasi namun belum maksimal, untuk itu ia akan dioperasi lagi di Batam yang memerlukan persiapan biaya operasionalnya. #SedekahRombongan melalui Kurirnya membantu menguruskan Jamkesmasnya dan kini pak Judi sudah berhasil dioperasi, Semoga ia lekas sembuh dan bantuanpun disampaikan untuk biaya persiapan pak Judi kembali ke rumahnya setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 449.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @ieda_salim
Tanggal : 1 Maret 2014.

Bapak Judi menderita komplikasi Batu Ginjal, Hypertensi dan Diabetes

Bapak Judi menderita komplikasi Batu Ginjal, Hypertensi dan Diabetes

———————————————————–

Panti Asuhan Sayap Ibu yang ada di dusun Kadirojo Purwomartani Kalasan Sleman Jogjakarta memiliki 26 anak asuh yang dari usia Balita sampai dengan usia sekolah setingkat Sekolah Menengah Umum. Panti Asuhan Sayap Ibu Kadirojo yang dipimpin oleh Ibu Latifa Iskandar , khusus menampung anak – anak yg memiliki keterbatasan ,baik mental maupun fisik yang tidak diharapkan oleh orang tuanya, ,bahkan ada beberapa anak yang sengaja dititipkan orang tuanya untuk di asuh di Panti Asuhan karena alasan ekonomi.Biaya operasional Panti Asuhan ini mengandalkan dari kebaikan para donator yg ber empati terhadap nasib anak – anak asuh berkebutuhan khusus yang sudah secara rutin maupun yang sifatnya insidentil, #SedekahRombongan hadir untuk memberikan bantuan dana Tunai dan 3 unit sepeda yang sudah di modifikasi untuk penyandang cacat.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 5.000.000,- (Cash on Hand Rp. 3.150.000 Berupa 3 Sepeda senilai Rp.1.850.000)
Tanggal Penyerahan: 8 Februari 2014
kurir: @Saptuari Via @kissherry

Bantuan Sepeda untuk anak – anak ber kebutuhan Khusus

Bantuan Sepeda untuk anak – anak ber kebutuhan Khusus

———————————————————–

Beliau, sepasang suami istri yang menjalani sisa hidupnya dengan ujian sakit stroke, usia terpaut tiga tahun, mereka bapak Pardi ( 60 tahun ) dan Ibu Parmi ( 57 tahun ). Selama hampir 3 tahun berjuang tetap hidup dalam kondisi seperti itu. Mereka saat ini tinggal berdua, mengarungi bahtera rumah tangga tanpa anak yang mereka besarkan. Sesaat ketika melihat raut wajah mereka, hanyut hati dalam gejolak iba, dan terbayang saat kemudian mungkin kita nanti seperti mereka, saat tua dan tidak ada yang merawat kita. Bagaimana ketika kita menjalani hidup seperti mereka, pejamkan mata anda dan resapi. Apa yang ada dalam diri kita, mari selalu kita syukuri apapun itu, yang kaya tetap bersyukur dan banyak berbagi, yang miskin tetap bersyukur dan selalu bersabar, TUHAN tidak akan memberi ujian melebihi kemampuan umat-Nya. Mereka saat ini tinggal bersama dalam sebuah rumah di jetis, doho, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.Semoga, dengan bantuan para sedekaholics melalui sedekah rombongan memberikan makna bagi hidup mereka, memberikan sebuah semangat untuk tetap menjalani garis hidupnya. Indah jika kita mampu berbagi, memberi arti serta jalan harapan bagi orang – orang seperti itu. Akankah kita hanya diam ? Untuk sebuah harapan…untuk sebuah doa bagi mereka yang berbagi. Berkah bagi para sedekaholics yang ikhlas bersama, terpadu saling membantu. Semoga…ALLAH SWT membaikkan, memberi rejeki bagi Beliau dan bagi para sedekaholics. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : Mawan Probodipuro

Bapak Pardi menderita sakit stroke

Bapak Pardi menderita sakit stroke

———————————————————–

SEMBAKO RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, yang terletak di sekitar RS Hasan Sadikin Bandung yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS yang berasal dari daerah luar kabupaten Bandung. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Jakarta, Malang dan kota lainnya, maka melihat dari kebutuhan tersebut kini Bandung telah memilik RSSR untuk tempat istirahat sementara para pasien dari: Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Tentunya memerlukan persediaan makanan pokok untuk pasien, utamanya beras dan sembako lainnya dimana pasien kita siapkan makan mereka setiap hari. Biaya harian Rumah Singgah berasal dari para sedekaholics #SedekahRombongan dan bantuan disampaikan untuk kebutuhan sembako disana. Kembali bantuan untuk bahan pokok makan pasien di RSSR Bandung disampaikan setelah sebelumnya masuk di laporan Rombongan 507, Santunan untuk sembako saat ini ditujukan untuk para pasien anak dampingan #SR yang menderita Cancer dan berada di Rumah Cinta Anak Cancer, Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal : 5 Maret 2014.

SEMBAKO RSSR Bandung

SEMBAKO RSSR Bandung

———————————————————–

ASEP APANDI NUGRAHA, 26 tahun. Alamat: Blok Ahad, RT.5/2, Maja Selatan, Maja, Kab.Majalengka. Sejak 8 tahun lalu Asep didiagnosis terkena TB Tulang/Antilosing Spontilitis, saat ini sedang dirujuk ke RSCM Jakarta dari RSUD Cideres Majalengka. Awal keluhan Asep mengalami sakit pinggang dan ditherapi dengat urut, kemudian pada tahun 2009 ia terkena penyakit Paru-paru basah hingga diperiksakan dan dirawat di RSUD Cideres kemudian RSHS Bandung yang akhirnya harus ditangani RSCM karna tak kunjung sembuh. Anak muda yang tidak bekerja ini dan tinggal dengan Ibunya: Eni (61) terus semangat berjuang untuk kesembuhannya dan kembali ingin sehat dapat bekerja mencari nafkah, berbekal Jamkesmas didampingi saudaranya tinggal di sekitar RSCM karna harus rawat jalan. #SedekahRombongan ikut merasakan derita Asep, Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya harian Asep selama berobat di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 518. untuk saat ini Asep selain kontrol rutin di poli bedah ortopedi, Asep masih menunggu penjadwalan operasi yang kedua di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 2 Maret 2014

Bapak Asep didiagnosis terkena TB Tulang/Antilosing Spontilitis

Bapak Asep didiagnosis terkena TB Tulang/Antilosing Spontilitis

———————————————————–

TIAS B. CAHYANINGSIH, 10 tahun, Gadis malang ini terkena Tumor Medula sejak tahun 2008, yang berakibat syaraf motoriknya di bagian tulang belakang tidak berfungsi dan hanya dapat berbaring – Saking lamanya berbaring bagian pinggul/pantat Tias membusuk dan berdarah. Anak yatim ini tinggal bersama ibunya Nurhayati/30 tahun di Jl.Asem Raya, RT.8/8, Duri Kepa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, beserta 2 orang saudaranya yang salah satunya juga terkena Tumor Otak namun tak mampu berobat. Sungguh iba kita melihat keluarga ini sampai-sampai untuk makanpun mereka kesulitan. Difasilitasi Gakin hanya untuk perobatannya, saat bu Nurhayati ibunda Tias bertemu di RSCM dengan Kurir #SedekahRombongan beliau sedang makan sisa jatah Tias makan dari RSCM. Sudah setahun lebih Tias dalam dampingan #SR namun kondisi kesehatan Tias tidak ada perubahan kearah kesembuhan malah kedua belah kakinya sudah tidak bisa digerakkannya lagi/lumpuh permanen. Kembali #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya operasional dan juga kebutuhan-kebutuhan untuk keperluan perobatan seperti membeli kain kasa, diapers yang memang rutin dipergunakannya juga obat-obatan rujukan dokter, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 505.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 3 Maret 2014.

Adik Tias menderita Tumor Medula

Adik Tias menderita Tumor Medula

———————————————————–

YAYAT SUMIYATI, 29 tahun, Alamat: Kampung Lamaran 1, RT.8/4, Solokan, Pakis Jaya, Karawang. Yayat Sumiati menderita Tumor Kista yang begitu membebaninya, Perutnya besar melebihi orang hamil. Saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Yayat mengeluhkan keadaannya yang ingin berobat namun tak mempunyai biaya karna Yayat hanya seorang Janda dan sudah tidak bekerja lagi karna terhalang oleh penyakitnya tersebut. Alhamdulillah, #SedekahRombongan terus mendampingi Yayat di RSCM Jakarta, Berbagai tindakan telah dilaksanakan selama kurang lebih 1 tahu Yayat dalam dampingan #SR dan kini ia hanya melanjutkan tindakan kontrol untuk terus memastikan penyakitnya telah sembuh. Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya sehari-hari selama rawat jalan dan tinggal di sekitar RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 518. Yayat saat ini sudah berada kembali di Rumah Singgah Jakarta. Untuk jalani kontrol rutin di poli kebidanan pasca operasi setelah sebelumnya sudah diperbolehkan pulang oleh team dokter RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal: 3 Maret 2014.

Ibu Yayat Sumiati menderita Tumor Kista

Ibu Yayat Sumiati menderita Tumor Kista

———————————————————–

DANYELLA RIFKI FARISA, Alamat: Dukuh Sumberejo RT.4/4, Ringinagung, Magetan Jawa Timur. Putra bapak Mulyono (40) dan ibu Rubiani (31) ini menderita kelainan jantung. Gejala ini baru diketahui pada saat umur 2 tahun. Kondisi fisik lemah, apabila melakukan aktivitas sedikit berat selalu tersengal-sengal dan sesak nafas. Pada usia 10 tahun keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga upaya membagikan kondisi Rifki bisa dilakukan dengan merujuknya ke RSCM Jakarta. Selama ini bapak dan ibunya tidak mampu mengobatkan Rifki karena pekerjaan ayahnya yang sebagai kuli bangunan dan ibunya berjualan mracang di depan rumah. Kini Rifki sudah berada di Jakarta dalam dampingan Kurir #SR dan akan memulai tindakan-tindakan praoperasi di RSCM, Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk kebutuhan makan sehari-harinya yang sebelumnya masuk di Rombongan 518, Semoga ikhtiar yang dilakukan oleh keluarga Rifki bersama #Sedekah Rombongan dimudahkan Allah dan Rifki kembali sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal: 2 Maret 2014.

Adik Danyella menderita kelainan jantung

Adik Danyella menderita kelainan jantung

———————————————————–

ABDUL MUKTI, 66 tahun, Alamat: Kav. Bangsam Lestari, RT.3/12, No.80, Duri Angkang, Batam. Bapak yang sudah beranjak tua ini tidak bekerja namun berupaya keras melawan Tumor Parutis yang dideritanya sejak 2011. Pernah hampir 1 tahun menetap di Rumah Singgah pasien RSCM karna harus efektif berobat jalan melalui penyinaran dan lainnya dengan fasilitas Jamkesda. Ditemani setia oleh anaknya yang bernama Yudi, Pak Abdul Mukti sabar berobat namun untuk biaya hari-harinya selama ini dengan tidak berpenghasilan semakin membuatnya menderita. Alhamdulillah setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan 514 kembali #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk keperluan sehari-hari pak Abdul Mukti yang saat ini sudah berada di RSCM untuk lakukan beberapa tindakan kemoterapi lanjutan dan terapi penyinaran tambahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 2 Maret 2014

Bapak Abdul Mukti melawan Tumor Parutis

Bapak Abdul Mukti melawan Tumor Parutis

———————————————————–

ERNA, 42 tahun, Alamat: Jl.Tipar Kampung Baru, RT.9/8, Cakung, Jakarta Timur. Ibu Erna adalah warga Jakarta Utara yang saat ini sedang berobat jalan ke RS Koja, karna pada bulan Oktober 2012 pernah dioperasi disana. Suami: Endang, 43 tahun, adalah seorang Sopir. Kini mereka sudah dapat melanjutkan kontrol paska operasinya ke RS Koja setelah sebelumnya menyampaikan kesulitan biaya mereka kepada #SedekahRombongan. Kini bu Erna sudah dirujuk ke RSCM Jakarta dan sudah mulai berobat jalan, Terakhir dijenguk saat berobat jalan di RSCM kondisi bu Erna semakin memburuk penyakitnya – Lukanya sudah melebar kebagian belakang punggungnya dan tangan kanan bu Erna membengkak akibat dari penyebaran sel kankernya. Bantuan lanjutanpun kembali disampaikan untuk kebutuhan transportasi bu Erna selama rawat jalan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 497, bu Erna hingga saat ini masih rawat jalan di RSCM dan melakukan tindakan Kemoterapi lanjutan sebanyak 6 kali pada protokol kedua.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis,
Tanggal : 5 Maret 2014.

tangan kanan bu Erna membengkak akibat dari penyebaran sel kankernya

tangan kanan bu Erna membengkak akibat dari penyebaran sel kankernya

———————————————————–

PUTRI HANA HANIFAH, Usia 6 tahun, Alamat: Blok 10, RT.1/7, Wanakarya, Haur Geulis, Indramayu. Ayah: Tatang (29) seorang Pedagang Es Keliling dan Ibu: Asri (31). Mereka tinggal di rumah kontrakan dengan 4 orang anak. Sebulan lalu, Putri anak tercinta mereka terkena penyakit yang menurut pemahaman mereka Tumor. Hingga upaya berobatpun dilakoni kedua orangtua Putri demi kesembuhannya. Ahirnya dirujuk ke RSHS Bandung dan positif Putri terkena Rabdomiosarcoma, sungguh pilu perasaan kedua orangtuanya dimana ketiadaan biaya menjadi semakin berat dirasa tinggal dan menunggu Putri berobat di Bandung. #SedekahRombongan terus mendampingi mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan membeli obat yang tidak ditanggung Jamkes dan untuk transportasi selama berobat di RSHS Bandung setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 434.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung
Tanggal : 3 Maret 2014.

Adik Putri terkena Rabdomiosarcoma

Adik Putri terkena Rabdomiosarcoma

———————————————————–

ERINA NURFADILAH, 4 tahun. Alamat: Dusun Sukasari RT.8/4, Cibadak, Rawamerta, Karawang. Balita malang pasangan Ahmad (37) dan Dedeh Ropiah (35) ini menderita Leukimia, Saat ini berada di RS. Hasan Sadikin Bandung dan sedang menjalani tindakan kemoterapi. Berawal beberapa bulan lalu dari keluhan Erina yang saat itu dirawat di RSUD Karawang, Namun dirujuk untuk melanjutkan ke RSHS Bandung. Kedua orangtuanya mendampingi Erina berobat dengan berbekal Jamkesda dan saat ini kesulitan mereka hidup di daerah yang tidak dekat dengan rumahnya tentunya membutuhkan biaya-biaya yang tak terduga karna rencana Erina harus 8 kali kemoterapi yang dijadwalkan. Ahmad dan Istrinya memendam kesulitan akan biaya tersebut dengan berdoa agar ada jalan keluar, maklum saja profesinya sebagai Buruh Harian harus terhenti selama ia mendampingi anaknya tercinta – Sementara dia harus menanggung 4 jiwa dalam keluarganya. Alhamdulillah. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi mereka dalam merawat jalan Erina 4X dalam sebulan dari Karawang-RSHS, Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 514, Semoga Erina lekas sembuh….

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung,
Tanggal: 3 Maret 2014

Adik Erina menderita Leukimia

Adik Erina menderita Leukimia

———————————————————–

HILMAN FEBRIANTO, 16 tahun, Beralamat di Kp. Baru 03/03 Ds. Sukarahayu, Kec. Tambelang, Kab. Bekasi. Ayah: Haryanto (alm). Ibu: Ratna, 44 tahun, IRT dengan 2 orang anak. Hilman yang berpenampilan masih kekanak-kanakan ini sesungguhnya usianya sudah memasuki remaja, namun karna lamanya sakit yang di derita, menyebabkan pertumbuhan fisik Hilman terganggu. Limpanya bengkak Kondisi semakin memperihatinkan dengan perut semakin membesar. Gejalanya sudah terlihat sejak usia 6 tahun, namun karna keberadaan keluarganya yang tergolong dhuafa maka Hilman tak pernah ditangani secara serius ke Rumah Sakit. Saat ini Jaminan Kesehatan sudah diupayakan untuk segera dapat mengantarkan Hilman ihtiar berobat dengan sungguh-sungguh dan didampingi oleh #SedekahRombongan karna ia sudah mendapatkan rujukan ke RSHS Bandung. Keluarga Hilman tidak pernah membayangkan sebelumnya atas kesulitan Transportasi dan Operasional untuk mengobati anaknya, Bantuan awalpun disampaikan untuk Hilman memulai berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @romli_iyom
Tanggal : 25 Febuari 2014.

pertumbuhan fisik Hilman terganggu

pertumbuhan fisik Hilman terganggu

———————————————————–

SITI ZELA, 7 tahun. Sejak lahir ia sudah akrab dengan derita karena kemiskinan orangtuanya, Di masa yang mestinya penuh canda tawa riang dan gembira, SITI ZELA justru semakin meradang. Anak manis dan pendiam ini divonis menderita kanker darah (ALL). Bersama kedua orangtua dan lima saudara kandungnya mereka tinggal berdesakan di rumah kontrakan di kawasan kumuh kota Bandung, tepatnya di Jl.Mekarsari RT.6/7, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Ayah Zela, TATANG. Sampai usia 45 tahun kini, ia menjalani hidupnya sebagai pemulung. Ibunya, NINING (38) lebih banyak disibukkan dengan urusan rumah tangga. Tanggungan 6 anak sudah pasti sangat merepotkan, Kerap kali biaya sewa rumah perbulan pun telat terbayar dan mereka disuruh pindah ke kontrakan lain. Potret kemiskinan kaum urban di tanah harapan! Harapan mereka untuk bisa mengubah kualitas hidup di kota Bandung semakin tipis saat Zela divonis mengidap leukemia lima bulan yang lalu. Maka sampai saat ini Zela harus menjalani rutinitas kemoterapi, menggunakan fasilikat SKM Kota Bandung. Walau biaya pengobatan Zela terjamin, keluarganya sering terlambat mendampingi kemoterapi karena tidak ada biaya transportasi dan operasional. Berkat rahmat Allah #SedekahRombongan dipertemukan keluarga dhuafa ini dan jalinan kasihpun berlanjut, bantuan awal disampaikan untuk kebutuhan operasional dan transportasi selama Zela rawat jalan di RSHS Bandung. Siti Zela harus 4x dalam sebulan masuk ruang Rawat Inap guna selesaikan fase induksi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung,
Tanggal: 3 Maret 2014

Adik Zela divonis menderita kanker darah (ALL)

Adik Zela divonis menderita kanker darah (ALL)

———————————————————–

RANGGA SAPUTRA, 14 bulan. Bersama orangtua dan saudara kandungnya, ia tinggal, numpang di rumah uwanya di Kampung Saninten RT.4/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Ayahnya, Dadan (30) sampai saat ini belum mampu membuatkan anak istrinya rumah. Ayahnya hanya buruh tani yang kerap menggarap lahan berpindah-pindah, Ibunya, Yati (23) sehari-hari disibukkan dengan mengurusi anak-anaknya. Tanggungan 2 anak sudah cukup berat mereka rasakan. Keluarga dhu’afa ini semakin terpuruk dalam kubangan kemiskinan ketika si bungsu, Rangga Saputra diduga kuat menderita hernia. Gejalanya muncul beberapa bulan yang lalu. Setiap beraktivitas dan kecapaian anak ini kerap memegang “alat vital”nya sambil meregang kesakitan, Bahkan jika ia menangis kerap terjadi pembengkakan. Dua kali ia diperiksakan di Puskesmas Pasirjambu, tetapi ia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit. “Tak berani kami membawanya ke rumah sakit., Kami tidak akan mampu dan tidak punya jaminan apa-apa. KTP dan KK pun belum punya,” kata ibunya. Keluarga ini sangat miskin, bahkan tempat tinggal pun ikut di rumah uwaknya. Bapaknya sering nganggur karna tak ada yg mempekerjakan. Mereka juga tak punya Jaminan Kesehatan. Setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 517 untuk persiapan Rangga berobat hinga bantuan lanjutan kembali disampaikan, Kini Rangga selesai dioperasi dan masih memerlukan biaya tambahan untuk melunasinya. #SedekahRombongan menyegerakan bantuan pelunasan untuk Rangga agar ia dapat pulang dan sembuh seperti sediakala.

Jumlah Bantuan: Rp.1.800.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 3 Maret 2014.

Adik Rangga Saputra diduga kuat menderita hernia

Adik Rangga Saputra diduga kuat menderita hernia

———————————————————–

Dik M. FATAH MUBINA (1 thn 9 bln), bersama orang tuanya tinggal masih menumpang di rumah neneknya di Kp. Cibodas Pasar RT 1/2 Desa Mekarwangi Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Ayahnya Pak Jalaludin Ahmad (36) bekerja sebagai buruh harian di sebuah pabrik topi di daerah Banjaran, Kabupaten Bandung. Sehari-hari ia dirawat dan diasuh oleh nenek dan ibunya, Bu Habsah (29), ibu rumah tangga. Dik Fatah, begitu ia dipanggil, terlahir dengan kelainan tidak punya lubang anus. Ia pernah menjalani operasi sewaktu usianya baru beberapa hari, namun operasi tersebut tidak berhasil. Sampai saat ini sudah hampir setahun ia ditangani oleh tim dokter RSHS Bandung dibantu dengan fasiltas Jamkesda dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang ia miliki. Saat ini Dik Fatah sudah memasuki tahap persiapan operasi ke-3. Jamkesda tadinya hanya menjamin 75% dari biaya pengobatan Dik Fatah, sehingga Pak Jalal masih harus menanggung 25% kekurangannya, yang dirasakan kian hari semakin memberatkan keluarga ini. Satu per satu peralatan rumah tangga pun mereka jual demi untuk kesembuhan anak satu-satunya ini, sementara proses pengobatan Dik Fatah masih cukup panjang. Melihat kondisi keluarga ini #SedekahRombongan membantu mengupayakan tambahan jaminan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, alhamdulillah permohonan keluarga miskin ini dikabulkan, dan sekarang Pemda menjamin 100% biaya pengobatannya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga Dik Fatah yang digunakan untuk biaya memperpanjang surat jaminan serta persiapan operasi ke-3 dan transportasi kontrol ke RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 513.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 5 Maret 2014.

Dik Fatah, begitu ia dipanggil, terlahir dengan kelainan tidak punya lubang anus

Dik Fatah, begitu ia dipanggil, terlahir dengan kelainan tidak punya lubang anus

———————————————————–

Dik RAYHAN AHSAN NURHIDAYAT (2 th), Kampung Salamnunggal Kelurahan Parakan Nyasag Kecamatan Indihian Kota Tasikmalaya. Anak dari pasangan Bapak Dayat (44) dan Ibu Yati Mulyati (31) ini terlahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani). Pak Dayat sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan, atau kadang-kadang kalau sedang tidak ada pekerjaan ia berjualan tahu. Penghasilannya yang tidak menentu membuat keadaan ekonomi keluarganya sulit, apalagi PAk Dayat harus membiayai keempat orang anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Keadaan ekonomi yang sudah sulit dirasakan tambah berat dengan kondisi Dik Rayhan yang memerlukan biaya perawatan yang cukup memperberat kesulitan keluarga mereka. Keluarga Pak Dayat tercatat sebagai penerima fasilitas Jamkeskinda dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, namun hal ini tidak serta merta menjamin pengobatan Dik Rayhan dapat dengan mudah dilakukan, karena pengobatannya harus dirujuk ke RSHS Bandung yang membutuhkan biaya transportasi yang lumayan besar dan cukup memberatkan untuk ukuran keluarga ini. Setelah empat kali melakukan pemeriksaan ke RSHS, mereka hampir menyerah dan nyaris menghentikan pengobatan Dik Rayhan. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dik Rayhan ke Bandung, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 506.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 5 Maret 2014

Adik Rayhan terlahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani)

Adik Rayhan terlahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani)

———————————————————–

Dik ALTRIANDO BAROKAH (9 bln), Kp Cidurian RT 3/2 Desa Parung Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Putera dari Bapak Suryana (33) buruh tani dan ibu Dina Kusmia (28) ibu rumah tangga, tanggungan 3 orang, fasilitas jaminan kesehatan UPCPK dari PemKab Tasikmalaya. Dik Altriando seak dilahirkan menderita beberapa penyakit, seperti anemia, hernia dan terindikasi menderita gizi buruk, sehingga Pak Suryana dan Bu Dina sering bolak-balik ke Rumah Sakit untuk mengobati anaknya. Pertengahan Februari 2014, kembali Dik Altriando harus dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya karena menderita dengue fever dan anemia-nya kambuh. Ia dirawat di RAB RSUD Kota Tasikmalaya. Pemkab Tasikmalaya sendiri sangat membantu dalam memfasilitasi pengobatan pasien dengan indikasi gizi buruk, namun Dik Altriando memiliki beberapa penyakit penyerta yang tidak dapat sepenuhnya dijamin dengan fasilitas jaminan kesehatan dari Pemkab Tasikmalaya. Keluarga Dik Altriando tergolong keluarga miskin, namun luput dari pendataan penerima Jamkesmas, sehingga kemudian pemerintah daerahlah yang menjaminnya. Walaupun demikian, mereka tetap merasa terbebani dengan biaya transportasi dan biaya sehari-hari selama dirawat di RSUD, sehingga dikhawatirkan akan pulang paksa karena sudah tidak punya bekal lagi. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan bekal sehari-hari Dik Altriando agar pengobatannya bisa ditempuh sampai tuntas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir :@pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal: 20 Februari 2014.

Adik Altriando menderita dengue fever dan anemia-nya kambuh

Adik Altriando menderita dengue fever dan anemia-nya kambuh

———————————————————–

Dik SHELA MARSELINA (14 th), Kp. Cinangsi RT 1/8 Kelurahan Sukalaksana Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Puteri dari Bapak Eni (41) pekerjaan buruh galian pasir, ibu Juju Jumiati (39) ibu rumah tangga, tanggngan 4 orang. Dik Shela pernah mengalami kejadian terjatuh kira-kira 2 tahun yang lalu. Tadinya ia tidak merasakan perubahan apa-apa, namun dalam beberapa bulan terakhir ia merasakan punggungnya sering sakit, sehingga diperiksakan ke Puskesmas terdekat yang kemudian merujuknya ke RSUD Kota Tasikmalaya. Dengan fasilitas BPJS-JKN, ia pun diperiksakan ke RSUD Tasikmalaya, dan dari hasil rontgen ternyata tulang belakangnya mengalami pembengkokan, sehingga kemudian ia dirujuk ke RSHS Bandung. Keluarga Dik Shela kebingungan karena merasa tidak mampu untuk melanjutkan pengobatan anaknya jika harus dirawat di RSHS Bandung, mereka tidak memiliki biaya untuk transportasi dan biaya akomodasi selama dirawat di sana, akhirnya mereka memilih untuk mengobati Dik Shela dengan pengobatan alternatif. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya operasional pengobatan Dik Shela.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal: 21 Februari 2014.

adik Shela hasil rontgen ternyata tulang belakangnya mengalami pembengkokan

adik Shela hasil rontgen ternyata tulang belakangnya mengalami pembengkokan

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 34,800,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 524 ROMBONGAN

Rp. 16,611,041,336,-