Esti Setiawati, 17 tahun putri ke 4 dari pasangan Bapak Adih dan Ibu Rusliah yang beralamat Kampung Karang Resik Rt 02 Rw 1, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya ini sudah 2 bulan lebih berada di Solo utnuk pengobatan luka-luka pasca kecelakaan yang di alami nya. Selama di Solo, Esti menjalani operasi penyambungan tulang punggung dan operasi penutupan luka decubitusnya. Luka yang bisa di bilang besar dan berada di bnayak tempat inilah yang menghampat proses pengobatan pada patah tulang yang lain. Di karenakan operasi luka decubitus yang pertama tidak berhasil, maka dilakukan operasi penutupan luka decubitus yang kedua. Support obat-obat herbal penambah protein selalu di berikan kepada Esti untuk menunjang pemulihan luka decubitusnya.

Setelah mendapat keterangan dari dokter bahwa operasi selanjutnya menunggu luka decubitus nya kering terlebih dahulu, Esti dan keluarga memilih untuk kembali ke Kota Tasikmalaya dahulu. Proses pengobatan Esti masih sangat panjang, mohon do’anya #Sedekaholic untuk kesembuhan serta menambah semangat Esti sekeluarga untuk tabah menghadapi cobaan tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp.5.066.500,-
Kurir : @KarmanMove via : @aisyahnka
Tanggal : 23/2/2014

Esti menjalani operasi penyambungan tulang punggung dan operasi penutupan luka decubitusnya

Esti menjalani operasi penyambungan tulang punggung dan operasi penutupan luka decubitusnya



———————————————————–

YUDISTIRA PRATAMA, 3,5 tahun, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karna teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Beberbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery paska operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan makan sehari-hari Yudistira setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 513. Saat ini Yudistira masih terus menjalani therapy di RSCM untuk perkembangan kesehatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @zerinabanu @endangnumik
Tanggal: 21 Februari 2014.

Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

———————————————————–

RICA YUNITA, 24 tahun. Alamat: Perum Yeyes RT.3/8, Kenali Besar, Kota Baru, Jambi. Sejak usia 10 tahun menderita Tumor Pembuluh Darah, diawali benjolan kecil yang tumbuh di lehernya dan semakin membesar. Gejala awal sering dialami Yunita dengan demam dan rasa nyeri pada benjolan tersebut, Operasi pertama dilakukan di RS.Lubuk Linggau, Palembang saat ia masih kelas 4 SD. 2 tahun kemudian operasi kedua namun tumor itu belum juga musnah bahkan makin membesar, begitu juga dengan operasi ke 3 hingga ke 4 namun paska operasi tumornya belum juga sembuh. Rumah orangtuanya hingga habis terjual demi ihtiar pengobatan Yunita yang tak juga kunjung sembuh, sakit ia rasakan seopeti ditusuk-tusuk jarum disertai dengan demam sering dirasakan. Agustus 2013 ia berobat kembali ke RSUD Mataher, Jambi hingga mendapat rujukan untuk dirawat jalan di RSCM Jakarta, diagnosanya ia terkena Limfangioma dan harus rawat jalan yang cukup memakan waktu serta jauh dari rumahnya di seberang pulau. Datang ke Jakarta berbekal seadanya dan harus beradaptasi dengan kondisi ibukota, hingga ia kehabisan dana dan tidur di emperan/selasar RSCM karna tak bisa mengontrak rumah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan Tuhan – Bantuan lanjutanpun disampaikan dan kini Yunita sudah berada di RSSR Jakarta, Operasi Tumornya telah berhasil dilaksanakan. Semoga proses paska operasinya bisa segera selesai dan Rica sembuh, Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 513.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 23 Februari 2014.

Adik Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

Adik Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

———————————————————–

IWAN MAULUDIN, seorang remaja berusia 20 tahun. Warga Kp Cibeureum RT.3/1, Desa Cibeureum. Kec. Cisarua, Kab. Bogor ini sudah setahun lebih menderita sakit Anemia Aplastik. Gejala awal sakit, Iwan hanya merasakan badan sering lemas tak bertenaga yang disertai dengan mata berkunang-kunang, awalnya Iwan hanya mengira sakit yang dialaminya ini penyakit kurang darah biasa, namun makin hari dirasakannya kondisi badannya makin melemah. Bapak Burhanuddin (45), bapak 7 anak ini – yang bekerja sehari-harinya sebagai buruh bangunan, membawa Iwan ke puskesmas terdekat dan dari puskesmas Iwan dirujuk pengobatannya ke RSUD PMI Bogor. Hasil pemeriksaan dari dokter, Iwan terdiagnosa Anemia Aplastik yang harus membutuhkan waktu lama untuk jalani perawatan dan pengobatannya, dari RSUD PMI Bogor, Iwan dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Selama berobat jalan ke RSCM menggunakan Jamkesmas, Iwan selalu pulang pergi Jakarta Bogor dan sudah 1 tahun lebih Iwan berobat untuk transfusi darah dan kontrol rutin di poli Hematologi penyakit dalam RSCM, biaya transportasi sangat memberatkan Iwan apalagi Iwan Mauludin selama ini tidak bekerja. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Iwan Mauludin dan bantuanpun disampaikan. Iwan masih sangatlah muda umurnya, tentunya diharapkan keluarganya untuk sembuh agar dapat membantu keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 20 Februari 2014.

Adik Iwan menderita sakit Anemia Aplastik

Adik Iwan menderita sakit Anemia Aplastik

———————————————————–

SENAN, 62 tahun, Riwayat penyakit Prostat dan Kencing batu. Kakek dengan 4 orang cucu ini tinggal di Kp. Srengseng 12/05 Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, tempat tinggal saat ini ikut anak paling tua yang memiliki rumah berupa gubuk bilik di bantaran kali Cikarang-Sukatani. Sehari-hari pak Senan bekerja serabutan. Sedangkan sang Istri, Arwinah sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sejak 3 tahun yang lalu, setiap prostatnya kumat, buang air kecil tidak bisa normal dan harus menggunakan selang, adapun untuk memasangnya harus ke klinik dengan biaya 100ribu setiap kali pasang. Dokter menyaran agar penyakit pak Senan segera diatasi serius dengan dioperasi di Rumah Sakit. Hanya saja dengan kondisi saat ini ia sudah tua, tidak punya usaha, sementara anak-anak pak Senan juga hanya kerja serabutan, tidak terbayang biaya harus dari mana untuk ke Rumah Sakit. Alhamdulillah, #SedekahRombongan bertemu dengan orangtua yang miskin ini dan bantuan awalpun disampaikan kepada pak Senan agar ia mulai berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @romli_iyom
Tanggal : 23 Februari 2014.

Bapak SENAN, 62 tahun, Riwayat penyakit Prostat dan Kencing batu

Bapak SENAN, 62 tahun, Riwayat penyakit Prostat dan Kencing batu

———————————————————–

RUDY, 13 tahun, Kelas 1 SMP di Kp. Kalibaru RT.11/3, Cilangkahan, Malingping, Banten. Anak dari bapak Harun/32 tahun seorang Buruh Tani ini sudah menderita Tumor Maksila setahun lalu. Berawal dari luka kecil yang digaruk saat bermain dan tak kunjung sembuh malah melebar menutupi hampir sebagian mukannya. Pada pertengahan Agustus 2012 #SedekahRombongan bertemu Rudi saat sedang berobat di RSCM Jakarta dalam kondisi terlantar tidak ada tempat tinggal – Rudy sampai saat ini masih rutin berobat kemoterapi 9X lagi menggunakan fasilitas JAMKESDA dan tinggal di kontrakan sekitar RSCM. Rudy sudah lebih setengah tahun menghentikan perobatannya karna saat itu dirasa sudah baik dan bias melanjutkan sekolahnya, namun kini ia harus kembali berobat ke RSCM karna saat diperiksa terakhir ia harus melakukan pengecekan ke RSCM kembali, #SR memberi bantuan lanjutan untuk biaya menebus obat Kemo Vincristin dan Pradnisos yang tidak tercover Jamkesda setelah sebelumnya masuk pada Rombongan 517.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 23 Februari 2014

Adik Rudy menderita Tumor Maksila

Adik Rudy menderita Tumor Maksila

———————————————————–

SOPA NUR PAOJA, 6 tahun. Anak ketiga dari 6 bersaudara ini tinggal bersama kedua orangtuanya di Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Ayahnya, Amin (44), buruh harian lepas yang dipekerjakan para pemilik sawah/kebun untuk menggarap usaha pertanian mereka. Ibunya Ikoh (32) tak punya pekerjaan lain selain mengurus rumah tangga dan membesarkan keenam anaknya dengan segala keterbatasan. Tanggungan Pak Amin cukup banyak: 7 orang. Menggunakan JAMKESMAS, sejak 12 bulan lalu ia dibawa berobat ke Puskesmas Cisurupan dan RSUD Dr. Slamet Garut. Divonis mengidap lupus, akhirnya dirujuk ke RSHS Bandung. Hanya mampu berjalan 3 bulan, orangtua Sopa mengobatinya ke RSHS Bandung. Mereka menghentikan usahanya karena kehabisan biaya. Hampir 9 bulan ia tak mwndapatkan perawatan dan pengobatan medis. Alhamdulillah keluarga miskin ini mendapatkan dampingan dan bantuan #SedekahRombongan agar mereka bisa membebaskan dirinya dari belenggu penderitaan hidup akibat kemiskinan dan penyakit yang dialami anggota keluarga tercintanya. Bantuan lanjutan disampaikan untuk membeli obat penguat tulang (OSCAL) setelah sebelumnya masuk di Rombongan 505.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal: 24 Februari 2014.

Adik Sopa mengidap lupus,

Adik Sopa mengidap lupus,

———————————————————–

MUHAMMAD MANARUL HUDA, 2 tahun. Bersama orangtuanya, ia tinggal di Kampung Cimanuk Kaduhauk Barat, RT.1/1, Desa Cimanuk, Pandeglang Provinsi Banten. Ayahnya, Kalim (29) menghidupi keluarga dengan bekerja sebagai kenek truk. Ibunya Ruwaidoh (25) sehari-hari hanya disibukkan dengan urusan rumah tangga. Keluarga miskin ini memiliki tanggungan 3 orang. Tanggungan kehidupan keluarga kecil dan miskin ini semakin berat saat anaknya diduga menderita kanker yang menyerang matanya. Dalam kemiskinan, tertatih-tatih mereka berupaya melawan serangan mematikan dan melumpuhkan tubuh anak periang ini, 10 bulan lebih mereka bergelut dalam perjuangannya itu. Akhirnya, bola mata Manarul Huda diangkat ?î RS Cicendo 4 bulan lalu dengan menggunakan jaminan kesehatan dari Pemerintah Pusat (JAMKESMAS). Penanganan kanker yang dialami Huda ditangani dua rumah sakit: RS Cicendo dan RSHS Bandung. Ketika kondisinya drop beberapa bulan lalu, ia langsung difasilitasi ke IGD RSHS didampingi kurir #SR. Sampai saat ini dia masih dirawat di RSHS untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan kemotrapi. Dijadwalkkan ia harus mengikuti terapi kemo selama 2 tahun (105 siklus atau 44 kali kemoterapi). Alhamdulilah, Bantuan lanjutan disampaikan kembali untuk keperluan Manarul Huda membeli obat kemoterapi Vincristine setelah sebelumnya masuk Rombongan 505. Manarul Huda masih terus mengikuti jadwal kemoterapi dengan rutin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal: 24 Februari 2014.

Adik Manarul diduga menderita kanker yang menyerang matanya

Adik Manarul diduga menderita kanker yang menyerang matanya

———————————————————–

KURNIAWAN, 2 bulan, Terlahir dari seorang ibu muda Imas Ilah (23) dan ayah, Rahmat Kurnia (45), beralamat di Kp. Tegalparang RT.2/3, Desa Tegalparang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Bayi Kurniawan terlahir kurang beruntung, jauh dari sempurna dengan kepala membesar terdiagnosa Hydrocepalus, mata tertutup ke dalam dan yang lebih mengiris hati adalah Bapaknya seakan tidak menerima dianugrahi Kurniawan dalam keadaan seperti itu. Sedangkan sang ibu masih dirawat intensif di RSUD Garut pasca operasi cesar yang dilakukan, bayi malang tersebut tergolek lemah dalam perwatan di ruang Kenanga kamar 10A 1 3 RSHS dengan ditunggu oleh paman dan bibinya yang masih belia dan belum punya penghasilan. Jangankan buat membeli obat yang patent di luar jaminan pemerintah buat bertahan hidup pun mereka sangat kesusahan, Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka, Bantuan lanjutanpun disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 507. Biaya ini akan dipergunakan untuk membayar biaya operasi pemasangan selang di kepala Kurniawan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal : 24 Februari 2014.

Adik Kurniawan kepala membesar terdiagnosa Hydrocepalus

Adik Kurniawan kepala membesar terdiagnosa Hydrocepalus

———————————————————–

Ibu ENTUR TURWIYAH (57) Kp. Negla RT 2/11, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Suami Bu Entur, Pak Itok Warsita (62) sehari-harinya bekerja sebagai buruh sarabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit tambah berat karena Pak Itok memiliki 6 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Tidak cukup sampai di situ kesulitan keluarga miskin ini, karena sudah bertahun-tahun Bu Entur menderita penyakit paru-paru kronis, sehingga sejak 4 bulan yang lalu harus bolak-balik ke RSUD Tasikmalaya untuk mengobatinya. Walaupun memiliki fasilitas Jamkesmas, tetap saja memerlukan biaya untuk transportasi dan operasional yang tambah memperberat kondisi ekonomi keluarga ini. Tanggal 21 Februari 2014 kondisi Bu Entur menurun drastis sehingga keluarga segera membawanya ke IGD RSUD Tasikmalaya, dan kemudian diharuskan menjalani perawatan intensif di sana. #SedekahRombongan sangat memahami kesulitan keluarga miskin ini dengan segera menyampaikan santunan untuk membantu kelancaran pengobatan Bu Entur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal: 24 Februari 2014.

Bu Entur menderita penyakit paru-paru kronis

Bu Entur menderita penyakit paru-paru kronis

———————————————————–

Bayi MUHAMAD RIZAL ROHMAN (1 bln), Kp Nagrog Kidul RT.4/4, Kelurahan Indihiang, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Malang nasib Bayi Muhamad Rizal ini, karena sejak saat lahir ia belum pernah merasakan kasih sayang seorang ayah. Menurut cerita ibunya, Ibu Nurul Jadidah (23), ayah Bayi Muhammad Rizal pergi meninggalkan Bayi Muhammad Rizal saat ia masih berada dalam kandungan. Sampai saat ini entah kemana karena tidak ada kabar tentang dirinya. Sepeninggal suaminya praktis Bu Nurul hanya menggantungkan hidup kepada orang tuanya, tinggal pun menumpang di rumah orang tuanya, walaupun ia sadar hal ini akan menambah berat beban kedua orang tuanya yang sebenarnya juga termasuk keluarga pra sejahtera. Sejak lahir Bayi Muhamad Rizal sering mengalami kesulitan bernafas, menurut diagnosa dokter ia menderita Broncho pneumonia, namun karena ketiadaan biaya ia hanya dirawat di rumah saja. Tanggal 20 Februari 2014 kondisinya memburuk, Bayi Muhamad Rizal mengalami sesak berkepanjangan, akhirnya dengan berbekal fasilitas Jamkeskinda ia pun dirawat di RAB RSUD Kota Tasikmalaya. Sudah 11 hari dirawat, nyaris pulang paksa meskipun pengobatannya belum selesai karena kehabisan bekal. Alhamdulillah, atas izin Allah keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan Bayi Muhamad Rizal Rohman yang digunakan untuk bekal sehari-hari dan pembelian obat yg tidak dijamin oleh Jamkeskinda.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal: 24 Februari 2014.

Adik Rizal menderita Broncho pneumonia

Adik Rizal menderita Broncho pneumonia

———————————————————–

Pak OHIM (55), Gg H Edi, Jl Cipicung RT 1/7, Kelurahan Tugu Jaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Pak Ohim tadinya bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, namun sejak ia mengalami stroke ia tidak mampu bekerja lagi, karena sebagian anggota tubuh dan inderanya tidak berfungsi normal lagi. Tangan dan kaki Pak Ohim nyaris lumpuh, penglihatannya menjadi kabur, hampir tak dapat melihat, pendengaran berkurang dan bicara pun menjadi tidak jelas. Ia pernah dirawat di RSUD Tasikmalaya dengan fasilitas Jamkesmas, namun terpaksa pulang sebelum ada izin pulang dari dokter yang merawatnya karena tidak ada biaya untuk bekal dan biaya operasionalnya. Istrinya yang selalu setia mendampingi Pak Ohim, Ibu Noneng (49), saat ini juga sakit, ia mengalami gangguan pendengaran. Keluarga miskin yg masih memiliki tanggungan 2 orang ini sekarang hanya mampu merawat Pak Ohim di rumahnya saja dengan pengobatan seadanya. Saat ini Pak Ohim dan keluarganya tinggal menumpang di rumah tetangganya karena rumah Pak Ohim, yang tergolong keluarga pra sejahtera ini sedang direnovasi atas bantuan Pemkot Tasikmalaya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan Pak Ohim yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi untuk melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal: 24 Februari 2014.

Tangan dan kaki Pak Ohim nyaris lumpuh, penglihatannya menjadi kabur, hampir tak dapat melihat

Tangan dan kaki Pak Ohim nyaris lumpuh, penglihatannya menjadi kabur, hampir tak dapat melihat

———————————————————–

Ibu Dewi Karyati (45 th) adalah warga di BTN Klangenan RT 03 RW 04 No B-42 Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Beliau tinggal bersama suaminya, Bapak Mulyadi yang bekerja sebagai buruh dan 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah, yaitu: Nadia Rohadatul Aisyi (15 th, pelajar SMP kelas 3) dan Abdul Hafidz (12th, kelas 6 SD). Sejak bulan Maret tahun 2011, Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri. Dalam waktu 1 bulan, benjolan tersebut semakin membesar sebiji salak. 2 bulan menjalani pengobatan alternatif, benjolan semakin membesar. Berbagai pengobatan alternatif dijalani Bu Dewi hingga akhir tahun 2011, namun benjolan semakin membesar dan pecah. Tahun 2011, Bu Dewi berobat di RS Arja Winangun (Cirebon) dan menjalani biopsi serta obat jalan. Sebenarnya dokter menyarankan untuk operasi, namun karena ketiadaan biaya Bu Dewi menghentikan upaya pengobatan medis dan menjalani kembali pengobatan alternatif tanpa hasil. Melalui Koran Radar Cirebon, Tim Sedekah Rombongan mendapatkan informasi tentang Bu Dewi dan mensurvey kondisinya di pertengahan bulan Oktober 2013. Tanggal 4 November 2013 Tim Sedekah Rombongan membawa Bu Dewi ke Yogyakarta untuk menjalani pengobatan. Saat ini, Bu Dewi telah memulai proses pengobatan di RS Sarjito dan menjalani kemoterapi serta proses pengobatan selanjutnya. Bantuan ini digunakan untuk cek lab, kontrol, pembelian obat dan biaya kemotherapy.

Jumlah Bantuan : Rp.5.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @nurazizrohman
Tanggal :26 Februari 2014

Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri yang semakin membesar

Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri yang semakin membesar

———————————————————–

Dik Rahmad Eko Ramadhan umur 1thn, adalah warga di Jogotamu RT 01 RW 07 Lowanu Purworejo. Orang Tuanya bernama Ibu Siti Zulaiha (25 tahun, Ibu Rumah Tangga), sedangkan bapaknya adalah Winarto (26 tahun, buruh bangunan dan sejak 4 bulan yang lalu meninggalkan istri dan anaknya tanpa sebab). Adik Rahmad menderita Antresiani Ani sejak lahir, pernah di operasi di RS Sardjito 1,5 bulan yang lalu dengan bantuan Jamkesmas. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 26 Februari 2014.

Adik Rahmad menderita Antresiani Ani sejak lahir

Adik Rahmad menderita Antresiani Ani sejak lahir

———————————————————–

Bu Suminah (60) adalah warga Desa Kalibawang Kulonprogo. Sejak ditinggal suaminya (alm. Moh.Zamroni) 20 tahun lalu, bu Minah bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya. Pada tahun 2006 lalu, bu Minah mendapati benjolan kecil di lehernya. Merasa hanya benjolan biasa, beliau membawanya ke pengobatan alternatif. Akan tetapi, pengobatan tersebut tidak memberi perubahan yang berarti. Alhasil, benjolan tersebut semakin membengkak. Melalui pemeriksaan di RSUD Wates, benjolan tersebut didiagnosa sebagai pembengkakan kelenjar getah bening. Dokter mengharuskan beliau untuk menjalani operasi. Akan tetapi karena ketiadaan biaya dan tidak adanya jamkes, beliau memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Di tahun 2012 benjolan tersebut sudah semakin membesar dan menyulitkan aktifitas beliau. Melalui pemeriksaan di RSUP Dr.Sardjito, benjolan tersebut dinyatakan telah berkembang menjadi tumor jinak sehingga harus segera dilakukan operasi pengangkatan tumor. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, beliau memutuskan untuk menunda tindakan operasi tersebut. Hingga pada awal tahun 2013, beliau bertemu dengan sedekah rombongan. Saat ini, bu Minah masih dalam dampingan #sedekahrombongan dan beliau harus menjalani serangkaian pengobatan sebelum operasi pengangkatan tumor dilakukan. Bantuan ini digunakan untuk biayacek laborat, kontrol, obat dan simulator sebelum penyinaran.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @sinta_murtina
Tanggal : 26 Februari 2014

Ibu Suminah menderita pembengkakan kelenjar getah bening

Ibu Suminah menderita pembengkakan kelenjar getah bening

———————————————————–

Ibu Sri Mulyani (30 th) tinggal di Karakan 4 Sidoagung Godean Sleman Yogyakarta. Beliau bekerja sebagai IRT dan suaminya Bp.Mulyadi (34th) bekerja sebagai Sales Freelance makanan kecil untuk anak-anak. Sejak 2 Minggu yang lalu Ibu Sri Mulyani melahirkan 2 anak kembar di RSUD Sleman Yogyakarta. Adapun proses persalinannya 1 secara normal & 1 secara bedah caesar dikarenakan kondisi bayi kembar ini berat badannya kurang normal ( terlalu kecil) sehingga membutuhkan perawatan secara intensive. Namun 1 bayi meninggal & 1 bayi selamat tetapi harus di incubator. Hal ini tentuna membutuhkan biaya yang besar apalagi penghasilan Bp.Mulyadi yg tidak tetap. pada kesempatan ini #SedekahRombongan memberikan santunan untuk meringankan beban keluarga Ibu.SriMulyani.

Jumlah Bantuan : Rp.3.675.000-
Kurir : @KarmanMove Via @nggimoet
Tanggal : 25 Februari 2014

Ibu Mulyani tak mampu membayar biaya persalinan

Ibu Mulyani tak mampu membayar biaya persalinan

———————————————————–

Dek Mustova (12 tahun) putra ke dua dari bapak sado. Keluarga ini tinggal di Girisubo, Kabupaten Gunungkidul DIY. Kakaknya sudah bekeja buruh di jogya sedangkan adiknya masih sekolah. Dek Mustova sejak lahir sudah memiliki kelainan pada punggung dan kakinya. Kedua orang tuanya yg hanya sebagai buruh tani tidak memiliki uang untuk membawa dek mustova berobat. Awalnya ketika lahir benjolan tidak begitu besar, seiring dg pertambahan usia benjolan di punggungnya semakin membesar, tulang punggungnya pun ikut bengkong karena benjolan ini. Namun dek mustova tidak mengalami kesakitan sama sekali akibat benjolan ini. Hari-harinya dilaluinya seperti anak-anak pada umumnya. Kepala sekolahnya yang mengetahui keadaan ini membawa dek mustova periksa ke puskesmas terdekat, dan disarankan untuk dibawa ke rumah sakit. Karena kendala biaya orang tua dek mustova tidak membawa dek mustova ke rumah sakit. Saat ini dek Mustova sedang dalam dampingan Sedekah Rombongan. bantuan ini digunakan untuk biaya USG, cek Lab, kontrol dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @imamnurhuda
Tanggal : 26 Februari 2014

Dek Mustova sejak lahir sudah memiliki kelainan pada punggung dan kakinya

Dek Mustova sejak lahir sudah memiliki kelainan pada punggung dan kakinya

———————————————————–

Mbah sami adalah seorang janda yang berusia 68 tahun. Mbah sami tinggal di widoro rt 54 rw 12 sragen wetan bersama anak perempuannya yang sudah berkeluarga, Menantunya bekerja sebagai penjual angkringan didepan rumahnya. Dulu mbah sami sakit dan tidak bisa berjalan, kini sudah mulai bisa berjalan walaupun harus merambat pelan mencari pegangan jika ingin berjalan, dan keadaan mbah sami juga sedikit kurang normal. Mbah sami kini hanya bisa tinggal di rumah tanpa penghasilan karena memang fisiknya yang tidak memungkinkan untuk bekerja. Dalam kehidupan sehari-hari keluarga ini hanya bertumpu pada hasil berjualan angkringan.Pagi hari tanggal 19 Februari 2014 Sedekah Rombongan memberikan bantuan sebesar Rp. 500.000,- untuk kebutuhan hidup sehari-hari

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @anniesanorma
Tanggal : 19 Februari 2014

Mbah sami kini hanya bisa tinggal di rumah tanpa penghasilan karena memang fisiknya yang tidak memungkinkan untuk bekerja

Mbah sami kini hanya bisa tinggal di rumah tanpa penghasilan karena memang fisiknya yang tidak memungkinkan untuk bekerja

———————————————————–

Sri Yeti Rahayu, 36 Tahun Alamat di Semingin, Sumbersari, Moyudan, Sleman. Ibu Sri Yeti Rahayu awalnya 6 bulan lalu mengalami demam dan pegal badan, kemudian periksa di Rsud dan dirujuk ke Rsup Sarjito, dan diketahui sakit kanker payudara. Pengobatan di rumah sakit sudah diupayakan termasuk alternatif dan sudah menghabiskan Rp. 10.000.000. Dana diperoleh dari keluarga besar. Sekarang kondisi untuk jalan beberapa meter sudah tidak kuat, dan berobat alternatif tetap jalan dimana perminggu obat sekitar Rp. 500.000. Sedekah Rombongan bergerak memberikan santuanan kepada keluarga Ibu Sri Yeti Rahayu untuk membantu pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
27 Februari 2014
@marjunulNP via @youdanok

Ibu Sri sakit kanker payudara

Ibu Sri sakit kanker payudara

———————————————————–

PULUNG, 60 tahun. Warga Kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kec.Cimarga, Kab.Lebak, Banten ini menderita sakit Tumor pada Lidahnya, Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Suami dari Ibu Sawnah yang sudah dikarunia 3 orang anak ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya, sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung, Banten namun kondisi bapak Pulung tidak alami banyak kemajuan dari RSUD Dr Adjidarmo pengobatan lanjutannya bapak Pulung dirujuk ke RSCM Jakarta. Sudah beberapa bulan Bapak Pulung dan Ibu Sawnah ada di Jakarta untuk melakukan pengobatan di RSCM, Pengobatan dengan Fasilitas Jamkesmas yang sudah dimilikinya memang sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya, namun kadang ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain obat kendala biaya makan sehari-hari dan tempat tinggal adalah masalah yang sangat dominan untuk keluarga ini selama berobat jalan, praktis bapak Pulung sudah tidak punya penghasilan lagi, untuk sementara bapak Pulung dan ibu Sawnah tinggal di Rumah Singgah RSCM, namum biaya sewa Rp. 30.000/hari membuat keluarga ini tak sanggup lagi untuk membayarnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya sehari-hari mereka di Jakarta selama masih dalam jadwal perobatan di RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 514

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik,
Tanggal: 27 Februari 2014

Bapak Pulung menderita sakit Tumor pada Lidahnya

Bapak Pulung menderita sakit Tumor pada Lidahnya

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 26,441,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 522 ROMBONGAN

Rp. 16,553,981,626,-