Siti khoiriyah 49 th suami : pak marikun 65 th ibu siti sakit kurah lebih 1 tahun yang lalu. awal mula seperti gondongen di leher setelah 5 bulan. pindah ke payudara sisi kiri. kondisi diperparah dengan tulang punggung keluarga pak marikun yang terserang sakit stroke. jadi pemasukan untuk penghidupan sehari2 yang mencari adalah ibu siti. pekerjaan sang suami adalah blantik kambing. untuk makan sehari-hari dari tetangga. beliau dengan sisa uangnya berobat kedokter disekitar rumahnya. dan terakhir ke dokter yasin di tulungagung. dan diagnosa dokter adlah kanker payudara alias c.a mamae. dan diberi solusi untuk operasi dengan biaya lebih dari 20 jt. namun beliau mngurungkan diri krena ketidak ada’an biaya dan tidak mendapatkan jamkesmas. anak dari pak marikun 3 orang dengan istrinya yang dulu. dan udah menikah semua dan tinggal di nganjuk. sedangkan ibu siti punya anak 2 dari suami yang dulu.anak pertama sudah menikah dan tinggal diblitar dan anak terakhir bernama ade cakra sakti 14 th masih bersekolah diMTsN karang rejo kelas 2. Kami mmbawa bu siti ke malang untk melakukan pngobatan. Saat ini bu siti baru saja selesai melakukan kemoterapi ketiganya. alamat : desa gendingan dusun pucang songo. rt 02 rw 01 kec.kedung waru. kab.tulung agung. Bantuan ini dipergunakan untk pelunasan biaya RS serta beli obat kemo ketiga.

Jumlah Bantuan : Rp.4.288.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal : 19/2/2014

Ibu Khoiriyah menderita kanker payudara alias c.a mamae

Ibu Khoiriyah menderita kanker payudara alias c.a mamae



———————————————————–

Pak budi hartono usia 38thn alamat desa jurangsapi,kec tapen kabupaten bondowoso adalah seorang buruh tani yg tanpa disadari beliau mengidap penyakit leukimia,awalnya pak budi sering mengeluh sakit pada perutnya,belakangan ini sering tidak bekerja karena merasa badannya lemas & tdk punya tenaga. Pk budi sendiri tinggal bersama ibunya,istri dan kedua anaknya. Pk budi adalah pasien dengan pemegang kartu jamkes. Saat ini pak budi sebulan sekali ke malang untk melakukan kontrol rutin dan beli obat. Meskipun pemegang kartu jamkes ada beberapa obat yang tidak masuk dalam kuota jamkes. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya transportasi dan obat kemo diluar jamkes. 1 bulan lagi beliau akan kembali ke malang untuk melakukan pemeriksaan rutin dan tindakan rutin

Jumlah Bantuan : Rp.3.500.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan
Tanggal : 19/2/2014

Bapak Budi mengidap penyakit leukimia

Bapak Budi mengidap penyakit leukimia

———————————————————–

Vera Fernanda (2th) nama ibu : komsatun (39th) nama ayah : sutarno (22th) alamat : dsn.Caktuk RT/RW : 03/04 ds.Kepuhrejo kec.Ngantru kab.Tulungagung. sakit : hemanium A Labialis Superior (tumor bibir) dek vera lahir dengan berat badan 2,9kg. sejak lahir bibir dek vera sudah membesar sebesar bola pimpong, dan dek vera dirujuk ke RSU Tulungagung, tetapi tidak ada jawaban ttg penyakit dek vera, dan oleh pihak keluarga dek vera dirujuk ke RS dr.sutomo dan difonis hemanium. setelah ikhtiar lama sekitar 1th di dr.sutomo tdak ada hasil dan bantuan dari pemerintah (jamkesda) habis, keluarga tidak melanjutkan pengobatan karena terbentur biaya. tetapi setelah berhenti dr pengobatan, keluarga masih mempunyai hak jamkesmas, dan akhirnya ketemu dg tim SR, dengan penghasilan yang minim sebafai petani serabutan, keluarga ini sanggat bergantung pada bantuan pemerintah, selain itu penyakit dek vera tidak mudah di sembuhkan dg cara mudah. Setelah melakukan berbagai pemeriksaan dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi pertama dilakukan tanggal 20 /8/2013. Saat ini dek vera berada di malang untk kontrol rutin sambil pemeriksaan lanjutan. Bantuan ini dipergunakan untk uang saku,biaya pemeriksaan dn kontrol

Jumlah Bantuan : Rp.1.648.400,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan
Tanggal :19/2/2014

bibir dek vera sudah membesar sebesar bola pimpong

bibir dek vera sudah membesar sebesar bola pimpong

———————————————————–

Mbah Marto/Saginem adalah janda umur 68 tahun, suami meninggal 12 tahun yang yang lalu, sekarang hidup sendirian dirumah semi permanen bantuan dari bapak camat karena rumah sebelumnya hancur saat gempa jogja beberapa tahun silam. Mempunyai seorang putri dan putra yang bekerja buruh kasar di semarang, jarang menjenguk karena masalah ekonomi, Sehari hari bekerja sebagai buruh tani dengan upah 20 ribu per hari, itupun jarang sekali tiap hari mendapat orderan buruh tani karena basanya tergantung musim panen dan tanam. Untuk kebutuhan makan sehari hari biasanya kalau tidak punya beras ataupun lauk sering ikut makan di tetangga. Sedekahrombongan memberikan santunan untuk mbah Marto untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari hari

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir :@KarmanMove via @anniesanorma
Tanggal : 17 Februari 2014

Mbah Marto sekarang hidup sendirian dirumah semi permanen bantuan dari bapak camat

Mbah Marto sekarang hidup sendirian dirumah semi permanen bantuan dari bapak camat

———————————————————–

Mbah Ngadimin atau Mbah Wignyo Harjono adalah janda berusia 76 tahun. Tinggal di Kersan RT 08 tirtonirmolo Kasihan Bantul. Putranya bekerja sebagai buruh Pabrik Gula Madukismo, dan buruh pembuat mebel. Hidup dalam kondisi sangat minim, Mbah Ngadimin juga masuk dalam daftar janda dhuafa di Aisyiyah. Sedekahrombongan memberikan santunan untuk mbah Ngadimin untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari hari

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir :@KarmanMove via @anniesanorma
Tanggal : 17 Februari 2014

Mbah Ngadimin Hidup dalam kondisi sangat minim

Mbah Ngadimin Hidup dalam kondisi sangat minim

———————————————————–

Mbah Tukir hidup sebatang kara. Beliau seorang janda berusia 70 tahun yang tidak memiliki anak. Mbah Tukir hidup dalam gubuk, berdinding anyaman bambu dalam kondisi yang sudah reyot. Tanah tempat tinggalnya adalah hibah dari seorang pengusaha.Sehari-hari Mbah Tukir membantu membungkus penganan (snack) dan mengandalkan upah kecil dari pekerjaan tersebut untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Kehidupan Mbah Tukir semakin sulit karena sudah beberapa bulan ini beliau terserang stroke sehingga menghambat aktivitasnya. Untuk hidup sehari-hari saat ini Mbah Tukir mengandalkan bantuan masjid sebesar Rp.50.000 setiap bulan. Sedekahrombongan memberikan santunan untuk mbah Tukir untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari hari

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir :@KarmanMove via @anniesanorma
Tanggal : 17 Februari 2014

Mbah Tukir hidup sebatang kara

Mbah Tukir hidup sebatang kara

———————————————————–

Adi Romansa (12 th) tinggal di desa Mlobo 2/2 Karangkajen Secang Magelang. Adik piatu yang satu ini sejak lahir menderita hispopadia (kelainan saluran kencing). Dulu sudah pernah operasi sebanyak 3x untuk upaya kesembuhanya tapi karena keterbatasan biaya tidak dilanjutkan proses penyembuhannya. Beberapa bulan yang lalu tim sedekah rombongan dipertemukan dik Adi anak dari ibu Barliyah (45 th) untuk kelanjutan proses penyembuhannya. Bantuan ini diperuntukkan untuk biaya operasi lanjutan di RS. Nur Hidayah Bantul.

Jumlah Bantuan : Rp.4.650.000,-
Kurir : @KarmanMove via @RofiqSILVER
Tanggal : 18 Februari 2014

Adik Adi sejak lahir menderita hispopadia (kelainan saluran kencing)

Adik Adi sejak lahir menderita hispopadia (kelainan saluran kencing)

———————————————————–

Bu Tabarok (47), warga Desa Karangsari Kecamatan Boja Kabupaten Pekalongan, adalah seorang janda yang hidup seorang diri di rumah tuanya. Sejak ditinggal suaminya (Alm. Samuri) lima tahun silam, sehari-harinya beliau menjajakan makanan kecil di depan MI dan TK di dekat rumah beliau. Beliau mengaku rata-rata setiap harinya memperoleh untung lima ribu rupiah. Uang tersebut beliau gunakan untuk membeli makan setiap hari. Sebenarnya beliau memiliki seorang putra, Rizkiyanto (15), yang kini duduk di bangku SMA. Akan tetapi karena khawatir tidak mampu merawat dan membiayai pendidikan anaknya, Bu Tabarok dan suaminya yang seorang tukang becak memutuskan untuk menyerahkan putranya kepada keponakannya (Rondiyah) sejak putranya berumur 50 hari. Akhir tahun 2012 lalu, beliau sering terjatuh tiba-tiba dan mengalami nyeri di perut. Setelah mencoba berobat ke seorang tukang pijat, beliau dinyatakan terkena “usus kraket” (usus lengket-red). Karena dukun tersebut tidak mampu mengobati, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan penyakitnya ke RSUD Kota Pekalongan. Hasil diagnosa dokter menyatakan beliau terkena typus, sehingga dokter hanya memberinya obat. Setelah pengobatan typus selesai, beliau tidak merasa kondisi sakitnya tak juga membaik. Atas saran tetangganya, pada awal 2013 beliau pergi ke dokter praktek yang dinilai memiliki peralatan yang cukup lengkap. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa beliau menderita kista ovarium. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi. Akan tetapi, karena ketiadaan biaya, beliau membiarkan penyakit tersebut bersarang di tubuhnya. Hingga pada akhir 2013, perut beliau sudah menbuncit dan terlihat seperti wanita hamil yang kontras dengan tubuhnya yang sangat kurus. Pembesaran perut pada kista ovarium disebabkan karena adanya cairan yang terdapat pada jaringan ovarium, dan terus bertumbuh. Pada akhir tahun 2013 beliau bertemu dengan tim Sedekah Rombongan Sejak saat itu hingga sekarang, Bu Tabarok masih dalam dampingan Sedekah Rombongan. Beliau harus menjalani serangkaian pengobatan dan tindakan sebelum operasi dilakukan. Bantuan ini digunakan untuk biaya RS dan pembelian obat bu Tabarok.

Jumlah Bantuan : Rp.2.441.300,-
Kurir : @KarmanMove via @RofiqSILVER
Tanggal : 18 Februari 2014

Ibu Tabarok menderita kista ovarium

Ibu Tabarok menderita kista ovarium

———————————————————–

Ibu Tasmiyati (40 th) adalah istri dari pak Sarmono yang bekerja sebagai buruh serabutan. pasangan ini mempunyai anak 1 berumur 3th. Mereka tinggal di dusun Sabrang kel. Margoyooso kec. Salaman kab. Magelang. ibu Tasmiati menderita Sakit perut yang membesar, yang diderita sejak 4th dan terkena penyakit herves serta hepatitis C.Pernah operasi kiret karena melahirkan prematur, sebelum operasi pernah mengalami muntah-muntah darah, setelah operasi ternyata plasentanya ada yang ketinggalan dan membuat perut ibu tasmiati semakin hari semakin membesar, sebelumnya pernah dirawat di sardjto memakai jamkesmas pada tahun 2009 waktu itu sempat mengecil tapi karena kekurangan biaya, berhenti kontrol dan akhirnya perutnya membesar lagi.untuk saat ini Ibu Tasmiati di tangani oleh RS.Sardjito dan dikarenakan proses panjang dan lama,sama dokter disarankan obat jalan dan perlu penanganan khusus. Bu Tasmiati kami antar pulang penyedotan cairan diperutnya akan dilakukan setiap 2 minggu sekali, Berobat jalan dan segala kebutuhan sampai Bu Tasmiati sembuh akan kita dampingi. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi, pembelian obat dan kontrol rutin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 18 Februari 2014

ibu Tasmiati menderita Sakit perut yang membesar, yang diderita sejak 4th dan terkena penyakit herves serta hepatitis C

ibu Tasmiati menderita Sakit perut yang membesar, yang diderita sejak 4th dan terkena penyakit herves serta hepatitis C

———————————————————–

Mbah Giyem, alamat Srunggo 2 RT 1, Imogiri. Beliau sakit tumor kandungan dan pernah dioperasi 2 tahun yang lalu. Akan tetapi setahun setelah operasi masih terdapat keluhan lagi dengan perutnya dan kembali membesar. Mbah Giyem kami bawa ke RS dan sekarang dalam proses pengembalian kondisi fisik sebelum menjalani tindakan lanjutan. Sampai Mbah Giyem sembuh nanti kami akan mendampingi. Dan bantuan ini adalah untuk pembelian obat dan biaya laboratorium.

Jumlah Bantuan : Rp.600.000,-
Kurir : @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 18 Februari 2014

Mbah Giyem sakit tumor kandungan

Mbah Giyem sakit tumor kandungan

———————————————————–

Ibu Enah Rohanah atau biasa dipanggil ibu Enah ini adalah warga kuningan yang menderita kanker payudara. Istri dari bapak Yasin ini sudah 1,5 tahun menderita kanker payudara. Kondisinya pada saat itu sedang hamil dan oleh pihak dokter diberikan 2 pilihan antara menyelamatkan anaknya tetapi tidak bisa menjalani pengobatan atau melakukan operasi dan anaknya dalam kandungan harus digugurkan. Dalam kondisi tersebut Ibu Enah lebih memilih menyelamatkan anaknya dan tidak menjalani pengobatan medis. Selama masa kehamilan itu pula ibu Enah menjalani pengobatan herbal. Tetapi kondisi Ibu Enah semakin parah saat ini. Ibu Enah pernah akan di rujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, tetapi dari dinas kesehatan dan dinas sosial setempat tidak mau memberikan jaminan untuk biaya pengobatan dan menyerahkan seluruh biaya pada keluarga pasien, mendapat jawaban itu pak Yasin mengurungkan niatnya untuk membawa istrinya ke RS Hasan Sadikin karena terbayang biaya pengobatan yang mahal dan jauh dari jangkauannya. Ibu Enah tidak mendapatkan kartu jamkesmas dari Pemerintah setempat karena tidak terdaftar sebagai penerima Jamkesmas. Setelah mendapatkan laporan tentang keadaan dan keberadaan Ibu Enah, Tanggal 4 Januari lalu Tim Sedekah Rombongan menjemput Ibu Enah dari kuningan dan di bawa ke Jogja untuk diberi pengobatan secara maksimal hingga sembuh. Bantuan ini digunakan untuk biaya rawat inap dan proses kemotherapy di RS. Sardjito.

Jumlah Bantuan : Rp.7.000.000,-
Kurir :@KarmanMove via @awansan123
Tanggal: 21 Februari 2014

Ibu Enah menderita kanker payudara

Ibu Enah menderita kanker payudara

———————————————————–

Puji Astuti (30 th) tinggal di Dusun Kanggan Rt 1 Rw 14, Wringin Putih Borobudur, Magelang. Seorang Janda yang ketika hamil anaknya ke 3 ditinggal oleh suaminya yang sampai saat ini tak ada kabar dan tanggung jawabnya. Saat bertemu tim SR Mbak Puji sudah mengalami patah tulang bagian paha karena sudah 5 bulan didiamkan dan hanya menjalani pengobatan non medis (pijit) karena terbentur keadaan ekonomi. Akhirnya setelah menjalani pendampingan #SedekahRombongan mbak puji dibawa ke rumah sakit dan sudah menjalani 3 kali operasinya untuk penyembuhanya, alhamdulillah sekarang sudah dalam masa pembaikan. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol rutin, fisioterapi dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @rofiqsilver
Tanggal : 21 Februari 2014

Biaya kontrol rutin, fisioterapi dan akomodasi Mbak Puji

Biaya kontrol rutin, fisioterapi dan akomodasi Mbak Puji

———————————————————–

Umu Fakhiyah, 36 tahun Alamat di Jayan RT 09/ 03 Jetak Getasan Kabupaten semarang Getasan Kab. Semarang. Cobaan berawal dari kecelakaan yang dialami oleh keluarga Ibu Fakhiyah. Setelah mendapat perawat dokter, selain mengalami luka-luka karena kecelakaan, Ibu Fakhiyah juga divonis mengidap penyakit kanker darah atau leukemia. Sealama tiga tahun,Penyakit tersebut memaksa Ibu FaKhiyah tidak bisa banyak beraktifitas dan menghabiskan banyak waktunya ditempat tidur. Berbagai ikhtiar untuk mencari kesembuhan telah dilaksanakan. Tercatat beliau sudah 6 kali keluar masuk Rumah sakit Muwardi Surakarta dan dan tidak sedikit dana yang telah dikeluarkan. Namun keadaanya belum stabil sehingga harus melakukan pemeriksaan rutin. Ibu Fakhiyah juga berikhtiar dengan berobat melalui pengobatan alternatif maupun herbal. tentu dengan biaya tambahan yang terhitung jumlah yang besar mengingat uang Rp. 500.000/minggu dikeluarkan rutin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,- untuk membantu pengobatan.
21 Februari 2014
@marjunulNP via @youdanok

Ibu Fakhiyah juga divonis mengidap penyakit kanker darah atau leukemia

Ibu Fakhiyah juga divonis mengidap penyakit kanker darah atau leukemia

———————————————————–

Ibu SURYATI, usia 47 tahun, beralamatkan di kampung jaha kiray rt 002 rw 004 desa malang nengah kecamatan pagedangan tangerang selatan. Ibu Suryati merupakan janda, setelah suaminya meninggal karena sakit beberapa tahun lalu. Pada juni tahun 2012 ibu suryati dioperasi pengangkatan kista dan terjadi kesulitan saat pengambilan darah, beberapa bulan setelah dioperasi terdapat rasa nyeri disekitar tubuh, setelah didiagnosa ternyata ibu mengidap tumor yang sudah ganas sampai saat ini tumor bahkan mulai menjalar ke anggota tubuh yang lain, setelah sebelumnya hanya di tangan, kini bertambah di leher dan payudara. Menggunakan jamkesmas untuk berobat. Kurir sedekah rombongan membantu untuk bantuan biaya pengobatan pada hari selasa 18 Februari 2014 kemarin untuk biaya operasional ke RSCM yang dijadwalkan pada jumat 21 Februari ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry

Ibu Suryati mengidap tumor yang sudah ganas sampai saat ini tumor bahkan mulai menjalar ke anggota tubuh yang lain, setelah sebelumnya hanya di tangan, kini bertambah di leher dan payudara

Ibu Suryati mengidap tumor yang sudah ganas sampai saat ini tumor bahkan mulai menjalar ke anggota tubuh yang lain, setelah sebelumnya hanya di tangan, kini bertambah di leher dan payudara

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 29,627,700,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 520 ROMBONGAN

Rp. 16,501,283,533,-