AKBAR PANGESTU, 14 tahun. Alamat: Gang Bakti IV, RT.10/5, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Meriahnya Ibukota Jakarta tak pula menjamin masyarakatnya sejahtera, Sebuah potret kehidupan yang tergambar dari sebuah keluarga. Akbar Pangestu terlahir tanpa daksa, tak bisa berjalan dan mengalami kelainan jantung. Ia bukan lagi anak normal bagai pelajar seusianya, Ibunya, Alfin, hanya seorang Pemulung yang terkadang menyambi sebagai buruh cuci gosok demi membiayai anak-anaknya serta orangtuanya. Mereka tinggal bersama Kakeknya atau Ayah dari ibu Alfin yang bernama Supangkat (60) dan sudah 2 tahun menderita stroke. Saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Akbar sudah 4 hari mengalami keluhan yang berakibat badannya panas dan sering mengigau. Mereka ingin Akbar berobat menggunakan fasilitas sebagai layaknya masyarakat Jakarta, namun mereka tak memiliki biaya untuk penunjang ihtiarnya seperti ongkos dan biaya lainnya. #SedekahRombongan langsung menyampaikan Tititpan Langit dari para #Sedekaholics, Dana disampaikan untuk kebutuhan transportasi berobat dan lainnya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal : 8 Februari 2014.

Adik Akbar Pangestu terlahir tanpa daksa, tak bisa berjalan dan mengalami kelainan jantung

Adik Akbar Pangestu terlahir tanpa daksa, tak bisa berjalan dan mengalami kelainan jantung



———————————————————–

ADELIA APRILIANI, 2.5 tahun. Alamat: Kp. Batu Loceng RT.01/10, Desa Suntenjaya, Cibodas, Kecamatan Lembang, Bandung Barat. Balita dari pasangan Kadarisman (35) dan Anisah (30) ini sungguh dalam kondisi lemah tak sadarkan diri di ruang PICU Jantung, Rencananya harus dioperasi karna ada pelebaran pembuluh darah di kepalanya – Arteno Lerais Malfarmateis. Berawal sebulan lalu kepalanya sering panas dan muntah-muntah, Sebelumnya tak sempat dibawa ke rumah sakit karna alasan biaya. Saat ini biaya terestimasi sebesar 10juta harus dipersiapkan pak Kadarisman, Dia pun meregang pemikirannya buntu entah kemana harus dia cari dana dadakan tersebut untuk operasi anaknya. Maklum saja dia hanya seorang buruh harian yang tegolong keluarga prasejahtera dengan tanggungan 3 orang, sementara Jaminan Kesehatanpun (BPJS) tidak maksimal untuk mengcover obat-obatan dan pelayanan. #SedekahRombongan mendampingi agar proses pengobatan dan tindakan tidak terhambat demi keselamatan Adelia, serta bantuanpun disampaikan untuk sementara membeli obat-obatan yang harus disiapkan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @abahlutung
Tanggal : 5 Februari 2014.

Adik Adelia menderita Arteno Lerais Malfarmateis

Adik Adelia menderita Arteno Lerais Malfarmateis

———————————————————–

Pak Bastian Asbanu, 42 tahun, menderita kanker paru-paru. Penyakitnya sudah diderita sejak 2 tahun lalu, dan karena tidak telaten minum obat, akhirnya Pak Bastian sering mengalami muntah darah. Selain kanker parunya, ternyata Pak Bastian juga mengidap kencing batu yang membuat sulit buang air kecil. Pak Bastian tinggal bersama istri dan 2 orang anak di Desa Polo, Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten TTS Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Bastian adalah peladang, berhubung iklim di NTT yang curah hujannya terbatas maka biasanya mereka membersihkan kebun dimusim panas sehingga bila hujan dapat menanam jagung dan singkong.sebagai petani. Namun dengan demikian pemasukan Pak Bastian tidak banyak, sehingga untuk berobatpun sangat berat. #sedekahrombongan menyalurkan santunan untuk biaya pengobatan Pak Bastian.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 31 Januari 2014

Bapak Bastian Asbanu menderita kanker paru

Bapak Bastian Asbanu menderita kanker paru

———————————————————–

Yorim Nesimnasi, 24 tahun, menderita hernia 1,6 tahun terakhir ini. Karena penyakitnya ini terpaksa Yorim putus kuliah dan kembali ke kampung. Awalnya hendak membantu keluarganya dengan bertani namun menjadi sangat sulit dengan kondisinya sekarang ini. Yorim beralamat di Desa Polo Kecamatan Amanuban Selatan Kabupates TTS Nusa Tenggara Timur. Bantuan dari para sedekaholic via #sedekahrombongan ditujukan untuk membantu sedikitnya biaya berobat Yorim.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 31 Januari 2014

Bapak Yorim Nesimnasi, 24 tahun, menderita hernia

Bapak Yorim Nesimnasi, 24 tahun, menderita hernia

———————————————————–

Bu Kristina Hokuyoku, 66 tahun, seorang petani yang mengalami kesulitan berjalan karena gangguan sakit pada kakinya. Apabila berjalan hanya mampu beberapa meter saja dan terasa sangat sakit diulu hati. Walaupun sudah sangat mengganggu penyakitnya ini, Bu Kristina belum mau memeriksakan kondisinya ke rumah sakit karena khawatir pembiayaannya. Bersama suami tanpa ada anak, Bu Kristina tinggal di Kampung Butung Sentani provinsi Papua. Kurir #sedekahrombongan berupaya membujuk Bu Kristina kerumah sakit saat menyalurkan santunan dari para sedekaholic.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 31 Januari 2014

Bu Kristina Hokuyoku, 66 tahun, seorang petani yang mengalami kesulitan berjalan karena gangguan sakit pada kakinya.

Bu Kristina Hokuyoku, 66 tahun, seorang petani yang mengalami kesulitan berjalan karena gangguan sakit pada kakinya.

———————————————————–

Adik Yustus Urong Dumutu, 22 bulan, menderita malaria tropika disertai muntah dan diare sudah 4 hari berselang. Karena alasan tidak mempunyai uang, orangtuanya tidak membawa Adik Yustus ke rumah sakit. Ayahnya bernama Paulus Borju mempunyai pekerjaan tidak tetap, dan ibunya bernama Katrin. Yustus adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara. Alamat Adik Yustus di Jl. Karafan (belakang SMA Koinonia) Sentani Provinsi Papua. Santunan #sedekahrombongan disalurkan untuk membantu adik Yustus berobat ke rumah sakit setempat.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 31 Januari 2014

Adik Yustus Urong Dumutu, 22 bulan, menderita malaria tropika

Adik Yustus Urong Dumutu, 22 bulan, menderita malaria tropika

———————————————————–

Agustina Kalakmabin, 52 tahun, didiagnosa mempunyai paru-paru basah, disertai bercak pada paru. Selain itu gejala yang lainnya yaitu sesak nafas. Sebulan yang lalu Bu Agustina memeriksakan kondisinya kepada dokter dan masih belum ada perubahan. Pekerjaan Bu Agustina sebagai petani menanam ubi jalar dan keladi. Bu Agustina berasal dari Oksibil, karena sakit pergi ke Jayapura dan tinggal dikompleks kumuh yang berdinding triplek dari Masyarakat Pegunungan Bintang, Yahim Sentani Papua. #sedekahrombongan bantu salurkan dana sedekaholic untuk berobat.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 31 Januari 2014

Agustina Kalakmabin, 52 tahun, didiagnosa mempunyai paru-paru basah

Agustina Kalakmabin, 52 tahun, didiagnosa mempunyai paru-paru basah

———————————————————–

Adik Maria Moi Lida, 11 tahun, didiagnosa mempunyai tumor dileher berdasarkan diagnose dokter 5 bulan lalu. Penyakitnya ini menyebabkan Adik Maria sulit beraktifitas walaupun masih tetap bisa sekolah dan saat ini duduk di kelas 5 SD. Orangtua Maria bernama Mreri bekerja sebagai buruh bangunan. Belum banyak yang dillakukan orangutanya Adik Maria untuk mengobati tumornya karena masih berjibaku dengan pemenuhan kebutuhan harian. Adik Maria tinggal di Kambajawa RT/RW 17/08 Waingapu Sumba Timur NTT. Bantuan biaya pengobatan disalurkan melalui #sedekahrombongan dan berharap Adik Maria tetap semangat untuk sembuh.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 31 Januari 2014

Adik Maria Moi Lida, 11 tahun, didiagnosa mempunyai tumor dileher

Adik Maria Moi Lida, 11 tahun, didiagnosa mempunyai tumor dileher

———————————————————–

Bu Solfina Rihi Dao, 39 tahun, menderita kanker payudara sejak 2 tahun lalu, Suaminya Bu Solfina bekerja sebagai sopir. Keluhan yang dirasakan selama ini seperti ditusuk benda tajam dibagian lokasi kankernya. Bu Solfina tinggal di Jl. Adi Sucipto Mauhau RT/RW 04/02 Waingapu Kabupaten Sumba Timur NTT. Dukungan dana diberikan via #sedekahrombongan untuk keringanan Bu solfina berobat.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 31 Januari 2014

Bu Solfina Rihi Dao, 39 tahun, menderita kanker payudara

Bu Solfina Rihi Dao, 39 tahun, menderita kanker payudara

———————————————————–

DEDI SUTARDI, Panggilannya Mang Daseng. Sampai usianya kini 50 tahun, ia amat akrab dengan kemiskinan. Ia terlahir dari keluarga miskin di rumah yang kini jadi tempat tinggalnya, di Pasar Kidul RT.1/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Keenam saudaranya pun hidup dalam kekurangan. Ia tinggal berdesakan dengan ketiga saudaranya yang sama-sama tak memiliki pasangan hidup. Pak Dedi Sutardi sendiri ditinggalkan istrinya yang tak tahan dengan penderitaan. Dua anak mereka sampai kini dibesarkan Pak Dedi tanpa sentuhan kasih ibu. Belenggu yang memasung kehidupan keluarganya seolah tiada henti, Sejak lama Pak Dedi Sutardi mengidap ashma. Karena itu, ia tak pernah bisa konsentrasi menjalankan usahanya berjualan kaos kaki dari kampung ke kampung. Ia lebih sering menganggur daripada bekerja. Yang lebih mengenaskan, rumah warisan yang ditinggali bersama saudaranya itu, terbakar habis pada bulan Ramadan tahun lalu. Berbulan-bulan mereka tinggal di pengungsian, di kantor RW. Dengan upaya warga dan Pemerintah, rumah mereka kini sudah hampir rampung dibangun kembali selayaknya untuk ditinggali. Akan tetapi baru saja tiga minggu menempati rumah bedengnya yang baru, ia terpuruk sakit. Berkali-kali ia berobat ke Puskesmas Ciwidey. Tim medis di Puskesmas menduga Pak Dedi Sutardi mengidap TB Paru, Ia belum pernah berobat ke rumah sakit karena identitas yang asli (KTP dan Kartu Keluarga) bahkan Kartu Jamkesma miliknya ikut terbakar bersama rumahnya. Tanggal 6 Februari 2014 menandai puncak kegetiran hidup Pak Daseng. Sebelum tidur, ia merasakan yang aneh pada mulutnya: mulutnya terus saja terbuka. Kurir #SedekahRombongan mendapatinya tengah mengerang kesakitan dalam keadaan lemas saat dijenguk. Pagi harinya ia segera didampingi ke Puskesmas dan akhirnya dirujuk ke IGD RSUD Soreang menggunakan Ambulan Desa Ciwidey. Ia didaftarkan sebagai pasien umum. Ternyata, Dedi mengalami dislokasi pada rahang, Dokter dan tim menannganinya hampir 3 jam dan Alhamdulillah, berhasil. Sungguh mengharukan!. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya Ambulance.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 6 Februari 2014.

Pak Dedi Sutardi mengidap TB Paru

Pak Dedi Sutardi mengidap TB Paru

———————————————————–

M. MALIK FADILAH, 5 tahun, Alamat: Kp.Bengkok, RT.2/8, Sukaluyu, Cianjur. Ayah: Candra Nurcahya, 43 tahun dan Ibu: Ihat Solihat, 38 tahun. Kebahagian pasangan ini tidak mengurangi rasa syukur mereka pada saat anaknya, Malik Fadilah divonis terkena ALL. HR. Mereka 10 hari sekali harus mengantarkan Malik berobat jalan dari kampungnya di Cianjur demi sang buah hati tercinta. Kesulitan mereka hadapi walau berobat sudah dapat menggunakan Jamkesmas, ialah transportasi yangmembebani dimana terkadang mereka tak mempunyai uang saat Malik masuk jadwal berobat. Maklum Chanda hanya seorang Buruh harian yang masih mempunyai tanggungan jiwa dengan 3 orang anak. #SedekahRombongan kembali menyampaikan Titipan Langit buat mereka setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 468, Bantuan Lanjutan telah Disampaikan kepedà Muhamad Malik Fadillah (ALL) asal Cianjur. Bantuan yang disampaikan di rumah singgah ini digunakan untuk pembelian obat Mercapto yang tidak dijamin Pemerintah.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @abahlutung
Tanggal : 9 Februari 2014.

Adik Malik Fadilah divonis terkena ALL. HR

Adik Malik Fadilah divonis terkena ALL. HR

———————————————————–

LISNAWATI, 36 tahun, Telah 1 tahun lebih melawan penyakitnya “Tumor Ovarium” terlihat perutnya yang semakin hari semakin membesar, beberapa kali berobat ke RS.Hasan Sadikin Bandung dan rencana bulan Oktober 2013 ini akan menjalani operasi. Suaminya: Bpk. Nurdin (46) saat ini sudah tidak bekerja karena harus merawat isterinya yang sering keluar masuk Rumah Sakit. Tinggal di sebuah Kontrakan rumah di Perumahan Alamanda Blok B 10 No.11 RT.2/12, Tambun Selatan – Bekasi bersama dengan 3 orang anak yang masih sekolah membuat beban pak Nurdin semakin berat. Tapi demi kesembuhan isterinya, pak Nurdin selalu berdoa dan berusaha sekuat tenaga berharap ada setitik harapan untuk kesembuhan isterinya. Allah telah mengatur semuanya dan Allah tidak memberikan ujian ke hambanya tanpa jalan keluar dari ujian tersebut, dengan hanya berbekal Jamkesda dari Dinkes Bekasi pak Nurdin kembali membawa isterinya Ibu Lisnawati untuk dirawat di RSUD Cibitung karena kondisinya sempat menurun. Alhamdulillah setitik harapan pak Nurdin diperlihatkan oleh Allah dengan mempertemukannya dengan #Sedekah Rombongan, Kini bu Lisnawati masih melakukan rawat jalan di RSUD Cibitung dan RSHS Bandung. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk keperluan biaya operasional selama di RSHS setelah sebelumnya masuk di Rombongan 505.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @SuharnaYana via @abahlutung
Tanggal: 7 Februari 2014

Ibu Lisnawati menderita Tumor Ovarium

Ibu Lisnawati menderita Tumor Ovarium

———————————————————–

DANY ELLA RIFKI FARISA, Alamat: Dukuh Sumberejo RT.4/4, Ringinagung, Magetan Jawa Timur. Putra bapak Mulyono (40) dan ibu Rubiani (31) ini menderita kelainan jantung. Gejala ini baru diketahui pada saat umur 2 tahun. Kondisi fisik lemah, apabila melakukan aktivitas sedikit berat selalu tersengal-sengal dan sesak nafas. Pada usia 10 tahun keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga upaya membagikan kondisi Rifki bisa dilakukan dengan merujuknya ke RSCM Jakarta. Selama ini bapak dan ibunya tidak mampu mengobatkan Rifki karena pekerjaan ayahnya yang sebagai kuli bangunan dan ibunya berjualan mracang di depan rumah. Kini Rifki sudah berada di Jakarta dalam dampingan Kurir #SR dan akan memulai tindakan-tindakan praoperasi di RSCM, Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk penginapannya di RSSR Jakarta dan kebutuhan makan sehari-harinya. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 509, Semoga ikhtiar yang dilakukan oleh keluarga Rifki bersama #Sedekah Rombongan dimudahkan Allah dan Rifki kembali sembuh.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal: 9 Februari 2014.

Adik Dany menderita kelainan jantung

Adik Dany menderita kelainan jantung

———————————————————–

CITRA RUSWANTI, 2.5 tahun. Alamat: Kp.Pasir Kolotok RT.2/1, Cikadu, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Balita cantik ini sungguh malang nasibnya, ia menderita Rabdomiosarcoma. Bermula 7 bulan lalu ada benjolan di pelipis kirinya dan semakin membesar, berbekal BPJS kedua orangtuanya pun memeriksakan Citra ke RSUD Bunut. Dari hasil biopsi ia harus ditangani serius di RSHS Bandung sebagai Rumah Sakit Pusat rujukan daerah Jawa Barat. Ayahnya, Ruswandi (42) yang hanya seorang Tukang Ojek dan Ibunya, Siti Nurjanah setia menemani Citra di Bandung selama ini. Walaupun sudah memiliki BPJS sebagai jaminan pembayarannya, namun mereka berdua mengemukakan kesulitan biaya hariannya yang selama ini mereka butuhkan baik makan atau transportasinya, sementara di rumah mereka tinggalkan anak-anaknya yang lain. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka, Bantuan awalpun disampaikan untuk kebutuhan harian mereka selama di Bandung.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @abahlutung
Tanggal : 8 Februari 2014.

Adik Citra menderita Rabdomiosarcoma

Adik Citra menderita Rabdomiosarcoma

———————————————————–

ERINA NURFADILAH, 4 tahun. Alamat: Dusun Sukasari RT.8/4, Cibadak, Rawamerta, Karawang. Balita malang pasangan Ahmad (37) dan Dedeh Ropiah (35) ini menderita Leukimia, Saat ini berada di RS. Hasan Sadikin Bandung dan sedang menjalani tindakan kemoterapi. Berawal beberapa bulan lalu dari keluhan Erina yang saat itu dirawat di RSUD Karawang, Namun dirujuk untuk melanjutkan ke RSHS Bandung. Kedua orangtuanya mendampingi Erina berobat dengan berbekal Jamkesda dan saat ini kesulitan mereka hidup di daerah yang tidak dekat dengan rumahnya tentunya membutuhkan biaya-biaya yang tak terduga karna rencana Erina harus 8 kali kemoterapi yang dijadwalkan. Ahmad dan Istrinya memendam kesulitan akan biaya tersebut dengan berdoa agar ada jalan keluar, maklum saja profesinya sebagai Buruh Harian harus terhenti selama ia mendampingi anaknya tercinta – Sementara dia harus menanggung 4 jiwa dalam keluarganya. Alhamdulillah. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk mereka makan dan kebutuhan sehari-hari, Semoga Erina lekas sembuh….

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @abahlutung,
Tanggal: 3 Februari 2014

Adik Erina menderita Leukimia

Adik Erina menderita Leukimia

———————————————————–

PULUNG, 60 tahun. Warga Kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kec.Cimarga, Kab.Lebak, Banten ini menderita sakit Tumor pada Lidahnya, Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Suami dari Ibu Sawnah yang sudah dikarunia 3 orang anak ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya, sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung, Banten namun kondisi bapak Pulung tidak alami banyak kemajuan dari RSUD Dr Adjidarmo pengobatan lanjutannya bapak Pulung dirujuk ke RSCM Jakarta. Sudah beberapa bulan Bapak Pulung dan Ibu Sawnah ada di Jakarta untuk melakukan pengobatan di RSCM, Pengobatan dengan Fasilitas Jamkesmas yang sudah dimilikinya memang sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya, namun kadang ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain obat kendala biaya makan sehari-hari dan tempat tinggal adalah masalah yang sangat dominan untuk keluarga ini selama berobat jalan, praktis bapak Pulung sudah tidak punya penghasilan lagi, untuk sementara bapak Pulung dan ibu Sawnah tinggal di Rumah Singgah RSCM, namum biaya sewa Rp. 30.000/hari membuat keluarga ini tak sanggup lagi untuk membayarnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya sehari-hari mereka di Jakarta selama masih dalam jadwal perobatan di RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 507.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 10 Februari 2014.

Bapak Pulung menderita sakit Tumor pada Lidahnya

Bapak Pulung menderita sakit Tumor pada Lidahnya

———————————————————–

ABDUL MUKTI, 66 tahun, Alamat: Kav. Bangsam Lestari, RT.3/12, No.80, Duri Angkang, Batam. Bapak yang sudah beranjak tua ini tidak bekerja namun berupaya keras melawan Tumor Parutis yang dideritanya sejak 2011. Pernah hampir 1 tahun menetap di Rumah Singgah pasien RSCM karna harus efektif berobat jalan melalui penyinaran dan lainnya dengan fasilitas Jamkesda. Ditemani setia oleh anaknya yang bernama Yudi, Pak Abdul Mukti sabar berobat namun untuk biaya hari-harinya selama ini dengan tidak berpenghasilan semakin membuatnya menderita. Alhamdulillah setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan 506 kembali #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk keperluan sehari-hari pak Abdul Mukti yang saat ini sudah berada di RSCM lagi karna Tumor Parutisnya terindikasi kambuh lagi. Pengobatan pak Abdul Mukti masih memerlukan waktu untuk tindakan-tindakan seperti Kemoterapi dan Cek yang dilakukan setiap minggunya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 9 Februari 2014

Bapak Abdul Mukti menderita Tumor Parutis

Bapak Abdul Mukti menderita Tumor Parutis

———————————————————–

Ibu NINA (38 th), merupakan istri dari Bpk. Aang (52 th) seorang buruh parkir di kawasan Tanggerang Selatan, beralamatkan di Jalan damai RT 1 RW 3 No 25, Kelurahan Babakan Klapa dua, Kecamatan Setu, tanggerang Selatan, Banten.Bantuan kali ini merupakan bantuan lanjutan untuk Bu Nina dari Sedekah Rombongan setelah sebelumnya telah mendapatkan bantuan dalam rombongan 511, bantuan digunakan untuk biaya operasional dari tempat tinggalnya ke RSCM, yang berjarak sangat jauh sekitar 60 km. Bu Nina sebelumnya telah menjalani Teropong anus (bedah digestif), teropong saluran air kencing (onkologi) dan rontgen ginjal. bu Nina akan dilakukan penyinaran sebanyak 27 kali untuk menghilangkan kankernya. Saat ini Bu Nina melakukan tahap CT SCAN dan kontrol rutin di poli kebidanan RSCM

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry @nu_maulana @endangnumik

Ibu Nina menderita kanker

Ibu Nina menderita kanker

———————————————————–

Ibu AMINAH BAHARA, usia 37 tahun, istri dari Bpk. Samsudin (40) seorang buruh pengirim pada sebuah perusahaan ekspedisi. Beralamatkan di jalan cendrawasih 3 no 32, RT 5 RW 12, kel cibodas sari, kota tangerang. Ibu dari dua anak ini menderita sakit kanker payudara sudah 2 tahun lalu. Awalnya sakit yang diderita Bu Aminah tidak diperiksakan ke dokter karena takut biayanya nanti sangat besar. selama ini blm berobat karena takut dengan biaya yg besar. Akhirnya disempatkan untuk berobat namun berhenti. Kemudian mencoba minum ramuan tradisional. Namun hasilnya belum menunjukkan kearah yang baik. Karena kondisinya semakin parah akhirnya Bu Amina dibawa ke klinik terdekat rumah. Kemudian oleh klinik tersebut, Bu Aminah dirujuk ke RS Daerah Jakarta. Menurut Suami Bu Amina, Pak Samsudin, karena penanganannya lama, Bu Aminah dipindahkan ke RS Mulya Ciledug atas bantuan dari kerabat yang mempunyai kenalan seorang dokter. Hal itu dilakukan karena tidas tega melihat kondisi Bu Amina. Kankernya menunjukkan sudah stadium tinggi (4). Hari ini bu aminah akan di biopsi di RSU Omni dan menunggu hasilnya hingga 3 hari. Setelah itu Bu Amina akan menjalani pemeriksaan apakah kankernya menjalar ke indung telur. Karena kalo menjalar ke indung telur otomatis indung telur itu juga harus diangkat. Menurut dokter, Bu Aminah tidak bisa dioperasi melainkan harus melakukan kemo. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk operasional selama di RS serta untuk pengurusan BPJS. Bu Aminah kita sarankan agar didaftarkan sebagai peserta BPJS. Bu Aminah di RS Mulya menggunakan jaminan umum.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry @nu_maulana

Ibu Aminah menderita sakit kanker payudara

Ibu Aminah menderita sakit kanker payudara

———————————————————–

Bu Sujiati (36 tahun) menderita pembengkakan pada leher. Pemeriksaan awal menunjukkan ada kelainan hormon kelenjar gondok dan membutuhkan tindakan operasi. Suaminya, bpk Yuli Riyanto (42 tahun) bekerja sebagai supir proyek yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sedangkan 3 anaknya masih kecil2. Bantuan dari #SR digunakan untuk biaya operasi. Keluarga ini tinggal di RT 4 RW 3 Desa Ringinagung Magetan Jatim.

Jumlah bantuan : Rp 3.500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via @Ervin_survive
Tanggal: 11-02-2014

Bu Sujiati (36 tahun) menderita pembengkakan pada leher

Bu Sujiati (36 tahun) menderita pembengkakan pada leher

———————————————————–

Ibu Ponijah (50/buruh) sudah setahun mengalami sakit vertigo yang beliau rasakan seperti berputar dan tidak bisa tidur. Bu Ponijah yang tinggal di Gondang Kidul, Kaligatuk, Srimulyo, Piyungan ini sudah berobat ke beberapa rumah sakit di Jogja namun sakitnya tidak kunjung sembuh, bahkan beliau sudah menjual tiga ekor sapinya untuk biaya berobat. Segala upaya untuk kesembuhannya telah beliau tempuh namun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Suaminya yang seorang buruh urug tanah sudah tidak mampu membiayai pengobatannya. Saat ini ibu Ponijah berobat jalan dan harus kontrol rutin di rumah sakit Nur Hidayah Jogja. Semoga Ibu Ponijah sabar dengan dakitnya dan lekas sembuh.

Jumlah bantuan : Rp 1.500.00,-
Kurir: @dhe_man Via @bang_widji
Tanggal: 11-02-2014

Ibu Ponijah (50/buruh) sudah setahun mengalami sakit vertigo

Ibu Ponijah (50/buruh) sudah setahun mengalami sakit vertigo

———————————————————–

Ibu pakiem seorang janda umur 73th yang hanya buruh sawah saat panen, yang berpenghasilan tidak tetap ini harus menanggung beban biaya sekolah seorang cucu yang bernama Yudha Eka Pratama 18th. Dalam keadaan terbatas, rumah yang belum ada listrik harus mereka jalani. Beliau hanya tinggal berdua dengan seorang cucu nya, yang bertempat tinggal di Dalem,Widomartani,Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Bantuan ini untuk meringankan biaya pemasangan listrik di rumah beliau.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Kurir: @dhe_mang
Tanggal: 11-02-2014

Biaya pemasangan listrik di rumah Ibu Pakiem

Biaya pemasangan listrik di rumah Ibu Pakiem

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 17,500,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 514 ROMBONGAN

Rp. 16,326,343,833,-