Pondok Pesantren Al Anwar yang ada di dusun Bolon Palbapang Bantul memiliki 70 santri yang belajar disana, mereka mayoritas dari kalangan tidak mampu, bahkan ada beberapa anak yang ditinggal orang tuanya di pondok ini dan tidak dijenguk lagi. Pondok ini dipimpin oleh KH Aris Munawar yang merintis dari bangunan dari bambu, dan sekarang pelan pelan dibangun dan menjadi tempat belajar para penghapal Quran. Selama ini anak2 ini tidur hanya beralas tikar, terlentang di sembarang tempat. #SedekahRombongan hadir dengan memberikan bantuan dana untuk pembangunan ruang tidur dan belajar mereka di lantai 2. agar semakin rapi dan tidak gampang sakit dan makin semangat belajar sebagai penghafal Quran.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal Penyerahan: 21 Januari 2014
kurir: @Saptuari

Pondok Pesantren Al Anwar yang ada di dusun Bolon Palbapang Bantul

Pondok Pesantren Al Anwar yang ada di dusun Bolon Palbapang Bantul



———————————————————–

Dik DHEA RAHAYU (2 thn), Alamat: Jln. Galunggung RT 1/4, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawangsari, Kota Tasikmalaya. Dhea dan ibunya tinggal di rumah neneknya yang sudah terkena penyakit stroke sehingga tidak bisa berjalan. Sungguh malang nasib gadis kecil putri dari pasangan Bobby (27) seorang karyawan swasta dan Fitri (24) ini. Sejak lahir didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus. Berat badannya pun jauh dari bayi normal seusianya karena ia hanya bisa mengkonsumsi susu formula tanpa asupan tambahan. Dhea selalu kesakitan setiap BAB, karena kotoran keluar melalui lubang vaginanya. Bukan hanya itu saja, ia juga terlahir dengan bibir sumbing, beruntung dengan bantuan dari sebuah yayasan pada usia 5 bulan ia mendapakan fasilitas operasi bibir sumbing gratis. Namun penderitaan Dhea tidak selesai sampai di situ, ayahnya sejak 5 bulan yang lalu pergi meninggalkan rumah entah ke mana dan tidak pernah ada komunikasi lagi. Kurir #SR membantu melobby Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk memberikan fasilitas Jamkeskinda yang tadinya hanya mendapatkan 75% menjadi full 100%. Dhea sudah mulai serangkaian pemeriksaan dan pengobatan di RSHS Bandung, alhamdulillah saat ini sudah mendapatkan jadwal operasi. Alhamdulillah, #SR telah memberangkatkan Dik Dhea ke Bandung untuk menjalani operasi pertama tanggal 10 September 2013. Tahap selanjutnya Dik Dhea akan menjalani operasi kedua yang dijadwalkan sekitar 2 bulan lagi, mudah-mudahan prosesnya dimudahlancarkan Allah SWT, amiiin. Dik Dhea tanggal 5 November badannya demam tinggi dan bekas operasi colostominya membengkak. Ia pun segera dibawa ke RSUD Tasikmalaya untuk diperiksa Dokter. Tanggal 7 November kembali Dik Dhea diperiksa Dokter RSUD Tasikmalaya, yang akhirnya merujuknya ke RSHS Bandung. Hari itu juga Dik Dhea diberangkatkan ke RSHS Bandung untuk dirawat Tim Dokter di sana. Setelah mendapatkan perawatan di RSHS, Dik Dhea sekarang kondisinya sudah membaik, dan sudah bisa pulang ke Tasikmalaya, dan selanjutnya akan kembali kontrol ke RSHS untuk cek darah akhir November ini. Awal Februari 2014 ini Dik Dhea akan kembali menjalani pemeriksaan dan kontrol ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan biaya sehari-hari, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 477.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 1 Februari 2014.

Adik Dhea didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus

Adik Dhea didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus

———————————————————–

Dik M. FATAH MUBINA (1 thn 9 bln), bersama orang tuanya tinggal masih menumpang di rumah neneknya di Kp. Cibodas Pasar RT 1/2 Desa Mekarwangi Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Ayahnya Pak Jalaludin Ahmad (36) bekerja sebagai buruh harian di sebuah pabrik topi di daerah Banjaran, Kabupaten Bandung. Sehari-hari ia dirawat dan diasuh oleh nenek dan ibunya, Bu Habsah (29), ibu rumah tangga. Dik Fatah, begitu ia dipanggil, terlahir dengan kelainan tidak punya lubang anus. Ia pernah menjalani operasi sewaktu usianya baru beberapa hari, namun operasi tersebut tidak berhasil. Sampai saat ini sudah hampir setahun ia ditangani oleh tim dokter RSHS Bandung dibantu dengan fasiltas Jamkesda dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang ia miliki. Saat ini Dik Fatah sudah memasuki tahap persiapan operasi ke-3. Jamkesda tadinya hanya menjamin 75% dari biaya pengobatan Dik Fatah, sehingga Pak Jalal masih harus menanggung 25% kekurangannya, yang dirasakan kian hari semakin memberatkan keluarga ini. Satu per satu peralatan rumah tangga pun mereka jual demi untuk kesembuhan anak satu-satunya ini, sementara proses pengobatan Dik Fatah masih cukup panjang. Melihat kondisi keluarga ini #SedekahRombongan membantu mengupayakan tambahan jaminan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, alhamdulillah permohonan keluarga miskin ini dikabulkan, dan sekarang Pemda menjamin 100% biaya pengobatannya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga Dik Fatah yang digunakan untuk biaya persiapan operasi ke-3 dan transportasi kontrol ke RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 500.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 2 Februari 2014.

Dik Fatah, begitu ia dipanggil, terlahir dengan kelainan tidak punya lubang anus

Dik Fatah, begitu ia dipanggil, terlahir dengan kelainan tidak punya lubang anus

———————————————————–

Dik MUHAMMAD DILLAH MAULANA (4), Kampung Sukasari Girang RT 2/6 Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang Kab Tasik, Ayah Kohar (45), pekerjaan berjualan sendal keliling, Ibu Yani (39) Ibu rumah tangga, tanggungan 3 orang anak. Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya (susp. Rhabdomyosarcoma) sejak ia masih berusia 1 tahun, bermula dari benjolan kecil. Pada saat usianya 1,5 tahun ia pernah diperiksa di RSUD Tasikmalaya dan dirujuk ke RSHS, namun keluarga belum bisa membawanya ke RSHS krn ketiadaan biaya. Mereka berupaya untuk mengobati Dik Dillah dengan pengobatan alternatif, namun penyakitnya tidak kunjung sembuh. Karena mereka tidak mendapatkan fasiitas Jamkesmas, akhirnya mereka mengupayakan untuk mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya. Alhamdulillah akhirnya Dik Dillah mendapatkan fasilitas Jamkesda. Saat ini benjolannya semakin membesar dan keluarga Dik Dillah berniat untuk mengobati penyakitnya sampai ia sembuh, namun mereka kesulitan untuk biaya sehari-hari dan transportasinya. Dik Dillah sempat dirawat di RSUD Tasikmalaya selama 2 hari, kemudian dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung. Di sana ia menjalani pemeriksaan selama sehari penuh, dan akhirnya kembali dirujuk ke RSHS Bandung. Saat ini Dik Dillah sedang menjalani serangkaian pemeriksaan di RSHS dan untuk sementara tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga Dik Dillah yang dipergunakan untuk biaya transport Tasikmalaya-Bandung dan bekal sehari-hari selama di Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 509.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 3 Februari 2014.

Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya (susp. Rhabdomyosarcoma) sejak ia masih berusia 1 tahun

Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya (susp. Rhabdomyosarcoma) sejak ia masih berusia 1 tahun

———————————————————–

MUH. RIZKI, 2 tahun, Alamat: Kp.Pabuaran RT.1/5, Kertajaya, Rumpin, Bogor. Sungguh menyedihkan nasib bayi Rizki, Sejak kecil sudah terkena penyakit yang sangat menyakitinya. Terdiagnosa Rabdomiosarcoma OS, Mata sebelah kirinya menonjol keluar dan saat ini sedang berobat jalan ke RSCM Jakarta. Sepertinya akan mengalami tindakan perobatan panjang, begitu kata ibunya: Siti Solihat, 39 tahun menyatakan kesulitan yang mereka hadapi dimana tanggungan anakpun semuanya 5 orang masih kecil-kecil. Ayahnya: Acang, 41 tahun adalah seorang Supir Truk pengangkut pasir, Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan membeli obat serta operasional rawat jalan di RSCM Jakarta setelah sebelumnya masuk di Rombongan 496, Semoga anak Dhuafa ini diberikan kesehatan yang pulih hingga dapat tumbuh besar dan jadi harapan kedua orangtuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 30 Januari 2014.

Adik Rizki Terdiagnosa Rabdomiosarcoma OS

Adik Rizki Terdiagnosa Rabdomiosarcoma OS

———————————————————–

AGUSTINI, 32 tahun, Alamat: Talang Batu, RT.1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Suami: Nurman, 35 tahun, Profesi Nelayan. Riwayat penyakit sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya dan sempat 2 kali dioperasi di RSCM Jakarta menggunakan fasilitas Jamkesmas. Belum sembuh total penyakitnya karena harus terus dilakukan penyinaran untuk mematikan jaringan tumornya, Agustini kembali ke Lampung karena merasa tidak mampu menanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Akhirnya awal 2012 Tumor itu kembali tumbuh dan membesar dan RS. Abdul Muluk merujuknya kembali ke RSCM. Bismillah… #SedekahRombongan kembali membantu biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, Saat ini operasi tahap pertama pembuangan Tumor yang ada di pipi Agustini telah dilakukan dan selanjutnya tindakan kemoterapi terus dilakukan sambil menunggu jadwal operasi perbaikan bagian hidung dan pipinya. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya operasional dan transport mereka setelah sebelumnya masuk di Rombongan 505. Saat ini Agustini masih menjalani rangkaian pemeriksaan sebelum nanti masuk tahap operasi rekonstruksi hidung dan wajahnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal: 5 Febuari 2014.

Adik Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

Adik Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

———————————————————–

RICA YUNITA, 24 tahun. Alamat: Perum Yeyes RT.3/8, Kenali Besar, Kota Baru, Jambi. Sejak usia 10 tahun menderita Tumor Pembuluh Darah, diawali benjolan kecil yang tumbuh di lehernya dan semakin membesar. Gejala awal sering dialami Yunita dengan demam dan rasa nyeri pada benjolan tersebut, Operasi pertama dilakukan di RS.Lubuk Linggau, Palembang saat ia masih kelas 4 SD. 2 tahun kemudian operasi kedua namun tumor itu belum juga musnah bahkan makin membesar, begitu juga dengan operasi ke 3 hingga ke 4 namun paska operasi tumornya belum juga sembuh. Rumah orangtuanya hingga habis terjual demi ihtiar pengobatan Yunita yang tak juga kunjung sembuh, sakit ia rasakan seopeti ditusuk-tusuk jarum disertai dengan demam sering dirasakan. Agustus 2013 ia berobat kembali ke RSUD Mataher, Jambi hingga mendapat rujukan untuk dirawat jalan di RSCM Jakarta, diagnosanya ia terkena Limfangioma dan harus rawat jalan yang cukup memakan waktu serta jauh dari rumahnya di seberang pulau. Datang ke Jakarta berbekal seadanya dan harus beradaptasi dengan kondisi ibukota, hingga ia kehabisan dana dan tidur di emperan/selasar RSCM karna tak bisa mengontrak rumah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan Tuhan – Bantuanpun lanjutanpun disampaikan dan kini Yunita sudah berada di RSSR Jakarta atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan dapat melanjutkan perobatannya di RSCM. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 505.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 5 Februari 2014.

Sdri Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

Sdri Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

———————————————————–

RAMADHANI, Bayi dari pasangan Edi Wiharja (25) dan Devi (20) yang menikah tahun 2012, Warga asal Kp. Cibadak. RT.14/6. Kel/Desa Bojong. Kec. Cikupa. Kab Tangerang. Banten ini sangat bahagia saat istrinya mengandung anak pertamanya, namun proses kelahiran anaknya yang belum cukup umur ini lahir prematur dalam usia 8 bulan menjadi cobaan yang panjang bagi pasangan muda ini. Ramadhani lahir 28 Juni 2013 di sebuah Bidan di kampungnya dengan berat 2,4 kg dan 1 jam setelah kelahirannya bayi Ramadhani diberikan asupan susu formula, namun setelah 1 jam minum susu Ramadhani mengalami muntah-muntah. Oleh suster kembali bayi Ramadhani diberikan susu, namun kembali bayi Ramadhani mengalami muntah-muntah sampai 4x suster memberikan susu formula bayi Ramdhani kembali muntah-muntah. Kali ini kondisi seluruh tubuhnya membiru, melihat kondisi ini suster melarikan ke IGD RSUD Tangerang dan langsung ditangani oleh tim dokter, dari hasil pemeriksaan dokter dan hasil rongent thorax, paru-paru bayi Ramadhani terendam air susu yang diminumnya, baru diketahui bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus. Setelah 5 hari dirawat di perinatologi RSUD Tangerang, bayi Ramadhani dirujuk ke RSCM Jakarta untuk dilakukan tindakan operasi. Bayi Ramadhani langsung ditangani tim dokter dan operasi penyambungan rongga tenggorokaan ke lambung sudah dilakukan, namun biaya pembelian obat antibiotik dan susu formula yang dibutuhkan bayi Ramadhani sangatlah memberatkan pak Edi yang hanya seorang buruh limbah, sekali suntik pak Edi harus mengeluarkan biaya 1juta belum lagi biaya sehari-hari dan juga tempat tinggal sementara di Jakarta yang juga memberatkan keluarga ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuan lanjutanpun disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari selama di RSCM setelah sebelumnya masuk di Rombongan 504. Ramadhani saat ini masih dalam penanganan rawat jalan di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 4 Februari 2014.

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

———————————————————–

ELMA TIANA, 7 tahun, Alamat: Lingkungan VII, RT.2/2, Bukit Kemuning, Lampung Utara. Ayah: Abadi, 50 tahun dan Ibu: Mariana, 42 tahun. Elma saat ini berada dalam perawatan jalan di RSCM Jakarta, Karna mengalami jantung bocor – Elma juga lumpuh kedua kakinya. Dirujuk dari RS Abdul Muluk Lampung berbekal Jamkesmas, Kedua Orangtua Elma berihtiar melewati jarak yang begitu jauh dilalui dari rumahnya. Pengorbanan waktu dan tenaga demi ihtiar kesebuhan Elma tercinta, Walau mereka hidup dalam kesulitan – Abadi hanya seorang Buruh Tani dan masih menanggung 5 orang anaknya yang saat ini ditinggalkan. #SedekahRombongan ikut meringankan beban mereka dengan menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan selama di Jakarta setelah sebelumnya masuk bantuan di Rombongan 505. Saat terakhir ditemui, Elma masih dalam tindakan rawat jalan serta persiapan untuk operasi yang kedua.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 4 Februari 2014.

Adik Elma mengalami jantung bocor

Adik Elma mengalami jantung bocor

———————————————————–

ANGGUN NUGRAHA, 17 tahun, Alamat: Desa Serdang RT.10/5, Toboali, Bangka Selatan, Babel. Ayah: Sutopo, 44 tahun dan Ibu: Sulyani 40 tahun. Pada awal Tahun 2011, Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah hingga serius dan harus dirawat di RSUD Toboali kemudian RSUD Pangkal Pinang hingga akhirnya saat ini berada di RSCM Jakarta. Kesulitan mereka berihtiar menyembuhkan anaknya sangat penuh pengorbanan waktu , tenaga dan biaya hingga karna tempat tinggal yang bergitu jauh, Sutopo hanyalah seorang Petani yang penghasilannya cukup untuk keluarganya makan saja. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk Anggun Nugraha selama berobat di Jakarta setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 412.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik,
Tanggal: 4 Februari 2014.

Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah

Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah

———————————————————–

NADIROH, 50 tahun, Alamat: Kampung Melayu, RT.3/3, Tanah Baru, Pakis Jaya, Karawang. Derita Ibu Nadiroh seorang janda yang 10Th sudah bergelut dengan Kanker Payudara. Pada tahun 2009 pernah dioperasi 1X di RSUD Dukuh Ringin Slawi kemudian dirujuk ke RSUD Margono untuk dilanjut Kemoterapi. Namun karna ketiadaan biaya transportasi dan operasional untuk rawat jalan tersebut maka tindakannya hanya baru 2X dilakukan, hingga saat ini dia sering kesakitan di bagian dadanya dimana terdiagnosa Kankernya terus tumbuh dan harus segera dilakukan tindakan kembali ke RS. Bu Nadiroh tidak bekerja, mempunyai tanggungan 3 orang anak dan berobat menggunakan Jamkesmas. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan operasional selama rawat jalan di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 497.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @zerinabanu via @abahlutung
Tanggal : 5 Februari 2014.

Ibu Nadiroh menderita Kanker Payudara

Ibu Nadiroh menderita Kanker Payudara

———————————————————–

YUDISTIRA PRATAMA, 3,5 tahun, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karna teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Beberbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery paska operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan makan sehari-hari Yudistira setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 505.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @zerinabanu via @endangnumik
Tanggal: 5 Februari 2014.

Adik Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

Adik Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

———————————————————–

RAHMANSYAH, 5 tahun, Alamat: Blok Nyongat RT.8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Ayahnya, Martono (55) berprofesi sebagai buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Ibunya, Aisyah (37) adalah ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan 3 orang, Sampai usianya 5 tahun kini, ia tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena ditimpa sakit yang berat. Saat usia satu tahun ia didiagnosa mengalami hydrocepalus, Berkat pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, penyakit ini bisa terlewati dan dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Belum lama ia merasakan kondisi sehat, pada usia 2 tahun ia didiagnosa mengidap TB Tulang Kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini tiga tahun sudah orangtuanya mengikhtiarkan kesembuhan bagi anak keduanya ini. RSHS Bandung menjadi runah kedua untuk merawat dan membesarkan Rahmansyah dalam bayang-bayang ancaman penyakit yang melelahkan. Satu minggu sekali dia kontrol bahkan dirawat di RSHS, Kini ia sudah menjalani beberapa kali operasi dan tinggal di RSSR serta mendapatkan dampingan Kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, Bantuan lanjutan untuk Rahmansyah disampaikan untuk keperluan sehari-hari selama di RSHS setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 498. Rahmansyah masih dirawat di RSHS Bandung untuk menunggu persiapan operasi yang ke-7 kalinya, Semoga penyembuhannya dimudahkan Allah SWT, Amiin.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda via @abahlutung
Tanggal : 5 Februari 2014.

Adik Rahmansyah didiagnosa mengalami hydrocepalus

Adik Rahmansyah didiagnosa mengalami hydrocepalus

———————————————————–

HANI NURHAWATI, 33 tahun, Alamat: Jl.Cicadas Girang, RT.1/6, Cikutra, Cibeunying Kidul, Bandung. Bu Hani adalah seorang Buruh Cuci Pakaian dan tinggal mengontrak dengan suaminya: Aji Hendratna, 39 tahun, Berprofesi sebagai Pedagan Asongan. Saat ini bu Hani sedang berobat jalan ke RSHS Bandung karna ia sudah 14 bulan mengidap Kanker pada Kulitnya dan Lupus, saat kambuh keluar darah dari kulit kepalanya hingga saat ini dia harus rutin membeli obat yang tidah tercover Jamkesda yang dimilikinya. Aji Hendratna begitu setia menemani bu Hani berobat, mereka masih mempunyai tanggungan anak 4 orang. bu Hani sangat tawaqal, meski dalam kondisi sakit dan hidup serba kekurangan namun ia masih berjuang mencari nafkah menjadi kuli cuci baju. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit untuk bu Hani setelah sebelumnya masuk di bantuan Rombongan 490.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 5 Februari 2014.

Ibu Hani mengidap Kanker pada Kulitnya dan Lupus

Ibu Hani mengidap Kanker pada Kulitnya dan Lupus

———————————————————–

MARDI, “Tak Henti-henti Diuji.” Mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan perjuanangan hidup keluarga Pak MARDI (61), buruh pengolahan kayu asal Kampung BCI RT.02/19, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Betapa tak berat beban mereka! Penghasilannya sebagai pekerja harian, paling tinggi 50.000 per hari; sedangkan keempat anaknya belum ada yang mandiri. Di rumahnya yang amat sederhana, ia tinggal bersama istrinya, Juanah (51) dan anak-anaknya yang beranjak dewasa. Dengan tanggungan sebanyak itu, tentu Istrinya tak sempat mencari tambahan penghasilan. Kesibukan sehari-hari mengurusi rumah tangga sudah menyita sebagian besar waktunya. Menghadapi ujian berupa kemiskinan ini tampaknya mereka cukup tegar. Kini mereka diuji lagi ketika ayah mereka, Pak Mardi mengalami kecelakaan pada hari Minggu 26-01-2014. hari Minggu yang satu ini menjadi Minggu Kelabu bagi keluarga pekerja keras ini. Pada hari itu Pak Mardi tersengat aliran listrik saat bekerja di rumahnya, ketika ia mengerjakan pesanan palet (wadah utk bibit teh yang terbuat dari kayu). Warga segera mmbawanya langsung ke RSUD Soreang. Alhamdulillah nyawanya terselamatkan namun aa diharuskan rawat inap sampai sembuh total. Akan tetapi, sehari kemudian keluarga Pak Mardi membawanya pulang paksa. “Kami merasa takkan mampu membayar biaya rumah sakit, Karena SKTM pun kami tak punya. Sekarang kaki bapak belum bisa digerakkan, seperti lumpuh” jelas istrinya dengan suara parau. Alhamdulillah #SedekahRombongan merasakan derita mereka, bantuan pun segera disampaikan untuk pembuatan surat jaminan kesehatan BPJS . “Nuhun, Pak. Rezeki nu teu disangi-sangki!. Mugia janten kasaean ka sadaya nu ngabantos keluarga abdi. Jazakumlloh” doa Pak Mardi sambil menangis.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 2 Februari 2014.

Pak Mardi tersengat aliran listrik

Pak Mardi tersengat aliran listrik

———————————————————–

IPAH SARIPAH, usia 60 tahun. Bersama suaminya, Bapak Atju Sutjarpan (68), ibu yang telah melahirkan 6 anak ini tinggal berdua di Kampung Kaum Kidul Barat RT.02/16, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Berpuluh-puluh tahun ia dikenal warga sebagai pedagang nasi di terminal Ciwidey. Sampai setua ini, ia setia menjalani profesinya dibantu suaminya yang juga sudah lanjut usia. Terukur berapa penghasilan mereka per hari! “Mung cekap kanggo sadidinten we, Cep,” Anak-anaknya memang sudah berkeluarga, Tetapi mereka juga termasuk warga yang kurang mampu. Potret kemiskinan darerah pinggiran yang mengebaskan! Bagi mereka kemiskinan ini memang tak membuat mereka terhina. Mereka tampak tabah menjalaninya. Tetapi, yang pasti kemiskinan ini membuat mereka kesulitan menjalani kehidupan. Apalagi ketika harus berurusan dengan biaya rumah sakit. Kenyataan ini sungguh mereka rasakan saat Ibu Ipah mulai sakit-sakitan. Tiga bulan yang lalu rasa sakit di ulu hati kerap membuatnya tak bisa tidur – Suspect Hepatomeguli, Bu Ipah berkali-kali diperiksakan ke Puskesmas dan dokter praktek dengan biaya dari anak-anaknya, Dugaan sementara penyakitnya berbeda-beda. Sayang, ia belum pernah mendapatkan pemeriksaan medis secara maksimal karena mereka takut tak mampu membiayainya. “Kami belum punya jaminan kesehatan,” kata Pak Atju. Bu Ipah dan Pak Atju kini bisa lebih lega setelah #SedekahRombongan menjenguknya dan menyampaikan bantuan untuk memulai berobat ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 6 Februari 2014.

Ibu Ipah Suspect Hepatomeguli

Ibu Ipah Suspect Hepatomeguli

———————————————————–

WINI WINDIYANI, usia 11 tahun, pelajar SD. Bersama ketiga saudara kandungnya, ia tinggal di rumah sederhana di kawasan pertanian, Kampung Langkob RT.3/7, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Ayahnya, Herman (40) memang berprofesi sebagai petani, Tapi bukan Petani pemilik tanah. Ia hanya buruh tani yang sekali-kali bekerja sebagai tukang ojek juga. Ibunya, Ani (40) hanya ibu rumah tangga biasa yang terkadang memaksakan diri juga bekerja di kebun/sawah sampai dzuhur. Tanggungan 4 anak cukup melelahkan mereka dalam menjalani kehidupan, Mereka semakin terpuruk di kubangan kemiskinan ketika salah satu anaknya, Wini Windiyani, divonis mengidap Lupus sejak delapan bulan yang lalu. Menggunakan jaminan yang sangat terbatas plafonnya/3 juta (SKTM Kabupaten Bandung), orangtua anak periang ini dengan tekun merawat dan mendampinginya kemoterapi rutin di RSHS Bandung. Keluarga dhu’afa ini sangat layak dibantu. Secara ekonomi, mereka miskin bahkan sejak mereka membangun keluarga. Penyakit De Wini termasuk penyakit berbahaya yang penanganannya akan lama, Mereka juga tak memiliki jaminan kesehatan yang memadai. Kita berharap anak ini bisa sembuh agar bisa bersekolah seperti teman sebayanya. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka dengan menyampaikan bantuan awal untuk membeli obat-obatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 6 Februari 2014.

Wini Windiyani, divonis mengidap Lupus sejak delapan bulan yang lalu

Wini Windiyani, divonis mengidap Lupus sejak delapan bulan yang lalu

———————————————————–

SIDIK, 61 tahun. Alamat : Jl. Lemah Abang RT.10/2, Kel. Lemah Abang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Istri: Ema (41). Pak Sidik sehari-hari berprofesi sebagai Tukang Becak di Kampungnya ia tinggal, bersama istrinya ia mengontrak di rumah kecil sederhana dan memiliki tanggungan 2 orang anak yang sudah tidak serumah. Sudah 1 bulan ia terbaring lemah di rumahnya karna menderita sakit Hipertensi, pernah jatuh dan tak sadarkan diri. Namun belum pernah berobat serius ke Rumah Sakit karna tak ada biaya, Selema ini ia hanya berobat ke klinik dan tak mampu menebus obatnya. Derita ini berdampak pada kehidupan ekonomi di keluarganya, karna ia sudah tak mampu menarik becak lagi dan istrinya belum ternafkahi. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuanpun disampaikan agar ia segera melanjutkan perobatannya dan menebus obat-obatan untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumikn
Tanggal : 6 Februari 2014.

Bapak Sidik menderita sakit Hipertensi

Bapak Sidik menderita sakit Hipertensi

———————————————————–

SANAH, 38 tahun, hasil pemeriksaan dan diagnosa dokter menyatakan istri dari pak Anwar, 40 tahun ini terkena kanker payudara atau Ca mamae sinistra, istilah medisnya. Bu Sanah hanya seorang Ibu rumah tangga, wanita malang yang tinggal di Kp. Kandang RT. 4/6, Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kab. Bekasi ini Alhamdulillah telah memiliki jaminan kesehatan berupa Jamkesmas. Dimana ia sudah tidak kesulitan lagi dengan biayanya untuk berobat, Hanya saja ia masih terkendala dengan biaya operasional transport ke rumah sakit untuk kontrol dan rawat jalan. Maklum saja pak Anwar hanya seorang sopir Elf, itupun hanya sopir pengganti, dimana penghasilannya belum menentu dan bila ia dapatkan pun belum bisa menyisakan buat istrinya beobat. Biaya sehari-haripun sudah berat, sementara tanggungan 3 orang anak yang masih sekolah dan tinggal bersama di gubuknya, keluarga kurang beruntung ini sangat membutuhkan bantuan untuk transport ke RSHS Bandung. Saat ini harus menjalani proses kemoterapi yang kedua sebelum nanti menjalani operasi. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk bu Sanah yangakan digunakan untuk biaya transportasi ke Bandung, Semoga bu Sanah lekas sembuh…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal : 4 Februari 2014

Ibu Sanah menderita penyakit kanker payudara atau Ca mamae sinistra

Ibu Sanah menderita penyakit kanker payudara atau Ca mamae sinistra

———————————————————–

ANDREA SAPIRA, 11 tahun. Alamat: Dusun Krajan Selatan RT.19/8, Karyasari, Kecamatan Rengas Dengklok, Karawang. Gadis kecil ini buah dari pasangan – Ayah: Sanam (41) dan Ibu: Kurniawati (35) menderita penyakit yang sungguh perlu perhatian, Andrea terkena Leikimia Limpoblastic. Derita ini sudah lama dirasakan dan upaya pengobatanpun sudah dijalani di RSUD Karawang yang akhirnya dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Ihtiar pak Sanam menjadi suatu ibadah tatkala berjuang mengobati anaknya tatkala ekonomi rumahtangganya pun dalam keseharian yang pas-pasan, maklum saja ia hanya seorang buruh pabrik dan juga tanggungan di rumahnya sebanyak 4 orang. Pak Saman tak putus asa, berbekal Jamkesda ia menemani anaknya berobat di Bandung walau terkadang mereka tak makan karna bekalnya habis. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk mereka makan, Semoga ihtiar mereka dimudahkan Allah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @zerinabanu via @abahlutung
Tanggal : 3 Februari 2014.

Adik Andrea terkena Leikimia Limpoblastic

Adik Andrea terkena Leikimia Limpoblastic

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 13,000,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 513 ROMBONGAN

Rp. 16,308,843,833,-