RSSR Jakarta 2, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, Alamat RSSR Jakarta 2, di Jl.Inspeksi Kali Ciliwung, RT.4/4 No.15, Kenari, Jakarta Pusat. Pada akhir bulan Juni 2013 #SedekahRombongan telah menyewa Rumah di sekitar RSCM yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta seperti Lampung, Banten, Bogor, Bandung, Cirebon, Jambi, Riau, Bintan, dan pulau-pulau serta propinsi lainnya Alhamdulillah, semakin banyak muzakih mengamanahkan sedekah kepada #SedekahRombongan dalam kebersamaan memberikan kebahagian para pasien dhuafa dan setelah pada Januari 2014 lalu BAZMA PERTAMINA membiayai sewa rumah untuk menampung para pasien dhuafa, Kini sedekah kembali diterima dan disampaikan untuk pembelian kelengkapan Peralatan Rumah Singgah untuk Sarana Penunjang Pasien seperti: Kasur, Bantal, Sprei, Tikar, Magic Jar, Kulkas, Exhaust Fan, Dipan, Kursi Roda, Dll.

Jumlah bantuan : Rp. 10.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin
Tanggal : 1 Februari 2014.

RSSR Jakarta 2, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan

RSSR Jakarta 2, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan



———————————————————–

M.ALI AKBAR, Alamat: Jl.Kampung Melayu, RT.5/1, Gerunggang, Kabupaten Bangka, Babel. Ayah: Yunus (41), Pekejaan sebagai Petani di kampungnya dan Ibu: Bakiah (38). Sejak empat bulan lalu menderita sakit pada kaki sebelah kiri, karna terdapat benjolan. Kemudian Ali Akbar memeriksakan ke RSUD Defati Hamzah, dari hasil pemeriksaan tersebut Ali Akbar divonis mengalami tumor ganas di bagian kaki kirinya dan tumor sudah menjalar dari telapak kaki hingga lutut. Ternyata RSUD tidak dapat menangani penyakitanya hingga akhirnya dirujuk ke RSCM. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di poli bedah RSCM, tim dokter memutuskan untuk mengambil tindakan amputasi pada kaki sebelah kirinya. Ali Akbar pada tanggal 17 Januari 2014 kaki kirinya diamputasi oleh tim dokter yang menanganinya di RSCM. Untuk menunjang kemudahan rawat jalan orang tua Ali Akbar memohon bantuan kepada #SedekahRombongan untuk dibelikan kursi roda, karna orang tua Ali Akbar kehabisan biaya selama berobat di RSCM Jakarta. Bantuanpun disampaikan untuk keperluan membeli Kursi Roda.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal: 28 Januari 2014

Adik Ali Akbar menderita sakit pada kaki sebelah kiri

Adik Ali Akbar menderita sakit pada kaki sebelah kiri

———————————————————–

ANGGUN NUGRAHA, 17 tahun, Alamat: Desa Serdang RT.10/5, Toboali, Bangka Selatan, Babel. Ayah: Sutopo, 44 tahun dan Ibu: Sulyani 40 tahun. Pada awal Tahun 2011, Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah hingga serius dan harus dirawat di RSUD Toboali kemudian RSUD Pangkal Pinang hingga akhirnya saat ini berada di RSCM Jakarta. Kesulitan mereka berihtiar menyembuhkan anaknya sangat penuh pengorbanan waktu , tenaga dan biaya hingga karna tempat tinggal yang bergitu jauh, Sutopo hanyalah seorang Petani yang penghasilannya cukup untuk keluarganya makan saja. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan Anggun membeli obat setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 412.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik,
Tanggal: 31 Januari 2014.

Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah

Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah

———————————————————–

Bayi Ny. SAPUTRI, Alamat: Gang Nian RT.1/3, Bantar Gebang, Bekasi. Bayi malangini ahir pada tanggal 26 Januari 2014 di bidan setempat namun mengalami gangguan pada anusnya. Bidan yang menangani proses kelahirannya menyatakan bahwa bayi Ny Saputri tidak mempunyai anus (atresia ani), dengan kondisi panik bidan langsung membawa bayi tersebut ke IGD RSCM, Jakarta. Kemudian bayi Ny Saputri dirawat di ruang BCH RSCM dan telah dilakukan tindakan colostomi pada tanggal 28 Januari 2014. Bayi Ny Saputri dilarikan ke RSCM tanpa surat jaminan kesehatan, untuk itu status pengobatannya dinyatakan menggunakan biaya umum. Total biaya pengobatan selama di BCH sebanyak Rp.22jt sehingga orangtua bayi tidak dapat melunasi biaya tersebut, pihak RSCM mengharuskan orangtua bayi untuk membuta Surat Perjanjian Hutang untuk membayar uang persyaratan yang diwajibkan oleh pihak RSCM. Kebingungan pun menyelimuti keluarga ini karna maklum suami nyonya Saputri hanya seorang petugas cleaning service, Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan derita Ny.Saputri dan menyampaikan bantuan untuk meringankan biayanya. Merekapun diarahkan mengurus Surat Jaminan Kesehatan dari Pemerintah yang seharusnya mereka peroleh.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal: 28 Januari 2014

Bayi Ny. Saputri mengalami gangguan pada anusnya

Bayi Ny. Saputri mengalami gangguan pada anusnya

———————————————————–

RATNA NINGSIH, Usia 40 Tahun. Sehari-hari hanya berkutat mengurusi rumah tangga yang telah dibinanya hampir 25 tahun. Ketiga anaknya masih belum mandiri bahkan masih belum dewasa. Tak mudah, sungguh tak mudah membesarkan dan mendidik anak-anaknya di tengah himpitan kemiskinan yang lama membelenggu mereka. Suaminya, Dede Wardiman (40) hanya buruh tani kecil yang mengandalkan upah kerja harian. Itu pun kalau ada yang memperkerjakannya. Belenggu kepedihan mereka makin tarasa saat Ibu Ratna tak bisa membantu suaminya menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga. Sejak empat bulan yang lalu, ia terpuruk dirundung sakit yang semakin memupus harapan keluarga ini akan kesejahteraan. Gejalanya muncul akhir November 2013, dimulai dengan adanya rasa sakit di sekitar perut. Sebulan kemudian perut Bu Ratna mengembung. “Kalau penyakitnya muncul, saya sangat tersiksa, bahkan tak bisa tidur. Badan pun lemas,” kata Bu Ratna. Suami bu Ratna pernah memeriksakan istrinya 3 kali ke Puskesmas Pasirjambu, Bandung. Dokter Puskesmas akhirnya merujuk pemeriksaan penyakitnya ke RSUD Soreang pada 30-01-14, Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Soreang dan Laboratorium Klinik Media Test diduga ia mengidap Kista Ovarium. Senin 3-2-2014, ia harus ke RSUD Soreang Lagi. Tak kuasa kami menyaksikan penderitaan keluarga miskin ini, Mereka amat layak dibantu. Penyakit Bu Ratna berat dan pengobatannya akan berlangsung lama. Lebih dari itu, mereka belum punya jaminan kesehatan yang memadai untuk mengobati penyakit ibu pendiam ini. SKTM nya baru dibuat dan BPJS masih diproses. Alhamdulillah #SedekahRombongan menjenguknya ke gubuk mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk melanjutkan peobatannya yang lebih serius, Semoga ihtiar kita bersama untuk kesembuhan bu Ratna dimudahkan Allah…

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 1 Februari 2014.

perut Bu Ratna mengembung

perut Bu Ratna mengembung

———————————————————–

YATI KARYATI (51). Ibu rumah tangga yang asli Sunda ini tinggal bersama keluarga intinya (suami dan keempat anaknya) di rumah sempit, di Kampung Kaum Kidul Barat RT.1/16, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Suaminya, Enjang S, (52) adalah Pedagang Kaki Lima di sekitar kota Ciwidey, Untuk menambah penghasilan, Pak Enjang juga dikenal sebagai pengumpul rongsokan untuk dijual ke pengepul. “Masih ada 4 anak yang menjadi tanggungan kami. Kami harus banting tulang menghidupi mereka, Pak” kata Pak Enjang. Sepintas lalu tampak di wajah mereka beratnya beban menghadapi kehidupan, Apalagi, selama tiga tahun Bu Yati kerap merasakan gangguan di punggungnya. “Benjolan ini semakin membesar. Semula hanya menjolan kecil yang muncul tiga tahun lalu. Berkali-kali kami memeriksakannya ke puskesmas Ciwidey. Pernah juga ke alternatif,” papar Bu Yati. Sebulan lalu Puskesmas memberi rujukan untuk diperiksa di RSUD Soreang. Akan tetapi karena ketidakmampuan membiayainya, keluarga miskin ini belum sempat melanjutkan pengobatannya. “Punya Jamkesmas saja tidak cukup, Pak, untuk berobat,”. Keluarga ini layak dibantu untuk melanjutkan ikhtiar mereka mendapatkan kesembuhan. Mereka amat miskin. Bahkan tempat tinggal pun sebenarnya masih rumah milik keluarga yang tidak layak dihuni 6 orang. Luasnya hanya 12m. Pertemuan mereka dengan Kurir #SedekahRombongan telah membukakan harapan mereka untuk menghilangkan benjolan di punggung Bu Yati, Bantuan awal disampaikan untuk keperluan transportasi bu Yati memeulai berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 26 Januari 2014.

Ibu Yati memiliki benjolan di punggungnya

Ibu Yati memiliki benjolan di punggungnya

———————————————————–

YULNIDA, 45 tahun, Alamat: Karees Kulon RT.5/6, Malabar, Lengkong, Bandung. Bu Yulnida adalah seorang janda yang mempunyai anak 2, Tinggal di kontrakan dengan anak-anaknya. Sudah 2 tahunan ia menderita penyakit pada ginjalnya yang mengharuskannya Hemodialisa/Cuci Darah pada setiap minggunya. Kasihan sekali ibu yang miskin ini, satu sisi harus menghidupi anak-anaknya dan juga bergelut dengan penyakitnya. Ditemui di RS.Hasan Sadikin Bandung saat berobat menggunakan menggunakan fasilitas SKTM dan kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya opeasional bu Yulnida setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 502 Saat ini bu Yulnida masih mengikuti tindakan cuci darah seminggu 2 kali dan ternyata juga ia bermasalah dengan retina matanya. Rencana ia akan dioperasi matanya di RS.Cicendo Bandung. Ya Allah kuatkan ibu Yulnida menjalankan perobatannya dan angkat segera penyakitnya. Amiin…

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 1 Februari 2014.

Ibu Yulnida menderita penyakit pada ginjalnya yang mengharuskannya Hemodialisa/Cuci Darah

Ibu Yulnida menderita penyakit pada ginjalnya yang mengharuskannya Hemodialisa/Cuci Darah

———————————————————–

RINA HAPSAH. Bayi perempuan nan mungil ini berusia 2 tahun, Bersama kedua orangtuanya ia tinggal di Kampung Pangkalan RT.2/11, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Ayahnya Cucu Cuanda, usia 49 tahun. Sehari-hari ia dikenal sebagai buruh tani di kampungnya, Ibunya adalah Nyai Supratika (45), ibu rumah tangga yang hari-hari hidupnya disibukkan dengan tugas seorang ibu membesarkan 5 anaknya. Balutan kemiskinan keluarga Cucu Cuanda ini seolah tak ada akhirnya, apalagi saat anaknya diduga mengidap penyait yang “tak biasa”. Sejak enam bulan lalu balita malang ini mengalami susah buang air besar dan sering demam, Karena ketidakadaan biaya orangtuanya hanya mampu membawa Rina berobat ke Puskesmas terdekat – sementara itu perut Rina semakin membesar dan ke biru-biruan. Dokter Puskesmas merujuk Rina untuk berobat ke RSUD Lembang, Karena penyakit Rina tak bisa ditangani di RSUD setempat, akhirnya ia langsung dirujuk tim medis untuk didiagnosa di RSHS Bandung dengan suspect: Tumor Abdomen. Penyakit Rina cukup berat dan akan memperberat beban hidup orangtuanya yang tergoong papa. Keluarga dhuafa ini layak dibantu, Apalagi Jaminan kesehatan yang mereka miliki sangat terbatas plafonnya: Gakinda Kab.Bandung Barat. Kini Kurir#SedekahRombongan sedang berupaya mengganti jaminannya dengan BPJS supaya mereka bisa mendapatkan jaminan kesehatan yang lebih memadai. Selain tergolong penyakit berat, penanganan penyakitnya akan berjalan lama. Sampai saat ini saja bayi ini sudah dirawat hampir dua bulan. Alhamdulillah, Bantuan awal disampaikan untuk operasional pengurusan BPJS agar bu Rina dapat segera berobat kembali.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 30 Januari 2014.

Adik Rina suspect Tumor Abdomen

Adik Rina suspect Tumor Abdomen

———————————————————–

ASNI , beralamat di Kp. Bakung RT.2/4, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Seorang ibu rumah tangga yang sejak 4 tahun yang lalu Dokter menyatakan wanita berusia 41 tahun ini menderita kanker rahim. Upaya pengobatan sudah pernah di lakukan sampai menjual barang-barang berharga di rumahnya, satu tahun yang lalu pernah menjalani operasi di RSCM Jakarta untuk mengangkat kankernya, Hanya saja saat proses laser yang seharusnya di lakukan pasca operasi untuk membunuh akar dari penyakitnya, keluarga sudah kehabisan biaya. Hingga saat ini penyakit itu timbul kembali, sehingga Bu Asni sering mengeluarkan darah dari organ vitalnya. Tapi apa daya, Mardani, 46 tahun, suami dari Bu Asni seorang buruh harian yang penghasilannya tidak tetap dengan tanggungan 2 orang anak, Ia hanya bisa berupaya melakukan pengobatan seadanya dengan membeli obat-obatan dari warung atau klinik untuk mengobati nyeri yang diderita Bu Asni. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan bu Asni diuruskan BPJSnya hingga ia dapat melanjutkan perobatannya dengan serius ke Rumah Sakit, Bantuan disampaikan untuk operasional mengurus BPJS.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal: 1 Februari 2014

Ibu Asni menderita kanker rahim

Ibu Asni menderita kanker rahim

———————————————————–

Dik RIZKI RAMDANI (7 thn) Kp Lebak Gede RT 3/8 Desa Sukasukur Kecamatan Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya. Dik Rizki adalah anak ketiga dari pasangan Pak Rudi Gunawan (34) dan ibu Popoh (32) yang memiliki tanggungan 3 orang anak. Pak Rudi sehari-harinya bekerja sebagai pedagang asongan dengan penghasilan yang tidak menentu. hari Sabtu, 25 Januari 2014, Dik Rizki mengalami kecelakaan terjatuh dari sepedanya ketika sedang bermain yang mengakibatkan terluka tembus sampai ke perutnya. Sesaat setelah kejadian keluarga hanya mengupayakan pengobatan di kampungnya saja. Karena kondisi Dik Rizki tidak kujung membaik keluarganya kemudian membawa Dik Rizki ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya. Ternyata pihak RSUD Kabupaten Tasikmalaya kemudian merujuk Dik Rizki ke RSUD Kota Tasikmalaya karena ternyata luka Dik Rizki cukup parah sehingga harus dioperasi. Karena panik dan kekurangtahuan mereka menggunakan fasilitas umum sehingga uang simpanan Pak Rudi yang tidak seberapa pun habis. Sesampainya di IGD RSUD Kota Tasikmalaya Dik Rizki segera ditangani tim perawat dan dokter. Setelah mengetahui mereka kesulitan untuk biaya pengobatan Dik Rizki, Kurir #SR yang kebetulan bertemu di sana segera mengurus fasilitas jaminan Kesehatan BPJS-JKN-nya. Hari Rabu tanggal 29 Januari 2014 Dik Rizki menjalani operasi pengangkatan sebagian ususnya yang terluka. Setelah melewati masa kritis, Dik Rizki akhirnya masuk ruang rawat inap dan sampai saat ini (1 Februari 2014) masih dirawat di sana. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya transport dan bekal sehari-hari selama dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 1 Februari 2014.

Dik Rizki mengalami kecelakaan terjatuh dari sepedanya

Dik Rizki mengalami kecelakaan terjatuh dari sepedanya

———————————————————–

Dik RENA SETIAWATI (4 thn), Kp. Dadaha Gunung Jati RT 4/3 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Dik Rena tinggal di rumah bilik milik neneknya, karena ayahnya meninggalkannya sejak 3 tahun yang lalu, meninggalkan tanggung jawab untuk menafkahi ibu dan dirinya sampai saat ini, bahkan sudah menikah lagi. Meskipun harus bergelut dengan kerasnya kehidupan, ibunya, Tia Maesaroh (22) berusaha sekuat tenaga berikhtiar untuk merawat Dik Rena yang terlahir tidak memiliki anus (atresia ani). Dik Rena pernah menjalani sekali operasi sewaktu ia berusia satu tahun, dan seharusnya menjalani perawatan dan kontrol rutin ke RSHS Bandung tempat ia menjalani operasi pertama. Namun, jangankan untuk biaya transportasi bolak-balik ke Bandung, untuk makan sehari-hari saja keluarga miskin ini sudah sangat kesulitan, meskipun untuk biaya pengobatan dan rumah sakit mereka memiliki fasilitas Jamkesmas. #SedekahRombongan sangat prihatin dengan kondisi Dik Rena dan keluarganya, apalagi setelah melihat keadaan rumah tempat tinggalnya yang sempit dan kurang layak huni. Sekarang Dik Rena sudah berada di Rumah Singgah SR di Bandung untuk mulai rangkaian pemeriksaan pra operasi. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu keluarga Dik Rena agar dapat melanjutkan pengobatannya ke RSHS Bandung yang sempat tertunda selama 3 tahun, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 506.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 1 Februari 2014.

Dik Rena terlahir tidak memiliki anus (atresia ani)

Dik Rena terlahir tidak memiliki anus (atresia ani)

———————————————————–

SIFARA ANDINITA PUTRI (3 th) Putri dari Bpk. Hendra Permana (32 thn) seorang karyawan swasta dan Ibu Sri Mulyani (30 thn) seorang apoteker, Tinggal di Jalan Wadasari II, RT 007/02 No 47, kelurahan Pondok Betung, Pondok Aren, Tanggerang Selatan, Banten. Syifara menderita Retina Blastoma, Pada awalnya Sifara mengalami penyakit tersebut pada Desember 2012. Di mana sebelumnya Mata sebelah kanan Sifara mengalami gangguan penglihatan dan selalu mengeluarkan kotoran. Oleh orang tuanya dibawa ke RS Aini yang berada di daerah Kuningan, Jakarta selatan. Kemudian divonis oleh dokter bahwa Sifara mengidap penyakit tersebut dan diharapkan agar segera dilakukan operasi. Operasi dilaksanakan pada Januari 2013. Sampai saat ini Sifara kontrol 1 bulan sekali dan pada mata Sifara sebelah kanan dipasangkan mata palsu di Jakarta Eye Centre. Setiap 6 Bulan sekali mata palsu tersebut harus diganti. Menurut keterangan dari Kakek Syifara, biaya pengobatan selama di RS ditanggung oleh asuransi yang dimiliki orang tuanya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,- untuk biaya operasional ke Rumah Sakit
#kurir @pitungmasakini @wirawiry @nu_maulana

Adik Syifara menderita Retina Blastoma

Adik Syifara menderita Retina Blastoma

———————————————————–

Ibu NINA (38 th), merupakan istri dari Bpk. Aang (52 th) seorang buruh parkir di kawasan Tanggerang Selatan, beralamatkan di Jalan damai RT 1 RW 3 No 25, Kelurahan BabakanKlapa dua, Kecamatan Setu, tanggerang Selatan, Banten.Bantuan kali ini merupakan bantuan lanjutan untuk Bu Nina dari Sedekah Rombongan setelah sebelumnya telah mendapatkan bantuan paa rombongan 487, bantuan digunakan untuk biaya operasional dari tempat tinggalnya ke RSCM, yang berjarak sangat jauh sekitar 60 km. Bu Nina sebelumnya telah menjalani Teropong anus (bedah digestif), teropong saluran air kencing (onkologi) dan rontgen ginjal. bu Nina akan dilakukan penyinaran sebanyak 27 kali untuk menghilangkan kankernya.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry @nu_maulana

Bu Nina sebelumnya telah menjalani Teropong anus (bedah digestif), teropong saluran air kencing (onkologi) dan rontgen ginjal

Bu Nina sebelumnya telah menjalani Teropong anus (bedah digestif), teropong saluran air kencing (onkologi) dan rontgen ginjal

———————————————————–

Ibu TISAH yang berusia 34 tahun untuk berobat ke RSCM Jakarta. Sakit ca Servik yang diderita Ibu Tisah ini sudah cukup serius, hingga harus dilakukan tindakan kemo. Sementara ini Bapak KAMAN dan Ibu TISAH tinggal di Rumah Singgah Jakarta, Bapak KAMAN yang bekerja sehari hari mengajar ngaji anak-anak di kampungnya itu di Kp. Menes Rt 004 RW 004 Desa Warakas, Kec. Binuang, Kab. Serang, Banten ini harus meninggalkan kampung halamannya dan menemani istrinya untuk berobat ke RSCM, Bpk. Kaman dan Bu Tisah kebingungan mengenai biaya, walau Jamkesda membantu biaya medis, namun biaya hidup sehari hari selama berada di Jakarta tetap harus mencari sendiri. Kurir sedekahrombongan.com menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya, setelah sebelumnya pernah mendapat bantuan dari SR pada rombongan 500 lalu. Kondisi terakhir Ibu Tisah sudah mulai membaik setelah beberapa hari lalu sempat drop akibat kemotherapi pertamanya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry @endangnumik

Sakit ca Servik yang diderita Ibu Tisah ini sudah cukup serius

Sakit ca Servik yang diderita Ibu Tisah ini sudah cukup serius

———————————————————–

MIJIH (089663574251) usia 31 tahun, seorang pekerja keamanan di daerah Tanggerang Selatan, Putra dari Bpk. Satiri (45 th) seorang Buruh lepas dan Ibu Otih (45 th) tinggal di Jl.Baru L.U.K. RT 06/07 No 55 kelurahan bhakti jaya, kecamatan setu, Tangerang Selatan, Banten. Diagnosa sementara : TB Tulang. Mijih menderita sakitnya sekitar 1 tahun yang lalu. Keadaan tersebut ditambah nafsu makan yang tidak baik dan badan sering keluar keringat. Sebelumnya sempat berobat ke puskesmas sampai tahap rontgen namun tidak sampai selesai. Karena kondisi yang terbilang gawat, Mijih dibawa ke RSUD Tangerang Selatan melalui UGD. Mijih menggunakan JAMKESMAS selama berobat di RSUD Tangerang Selatan. Bantuan dari SR digunakan untuk operasional ke RS dan membeli obat yang tidak dicover Jamkesmas

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry @endangnumik

Bapak Mijih menderita TB Tulang

Bapak Mijih menderita TB Tulang

———————————————————–

Ibu ERNY, (081311042698) usia 44 tahun, istri dari Bpk. Marjuardi (45 th) beralamatkan di Jl. Panti Asuhan No. 142 RT 01 RW 11 Kel. Jurang Mangu, Kec. Pondok Aren, tanggerang Selatan Banten. Ibu erni merupakan relawan yang sering membantu masyarakat dhuafa di sekitar tempat tinggalnya dalam pengurusan jaminan kesehatan. Ibu Erny menderita sakit jantung, Berobat dengan fasilitas Jamkesmas melalui RSUD Tangsel dan sempat dirawat di RS Fatmawati, dan kini sedang dirujuk ke RS Dharmais jakarta untuk tindakan lebih lanjut. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membantu biaya operasional sehari hari yang tidak ditanggung oleh Jamkesmas

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry

Ibu Erny menderita sakit jantung

Ibu Erny menderita sakit jantung

———————————————————–

Dik Bintang 6 tahun beralamat di Randusari Prambanan Klaten mengalami sakit gatal pada sekujur tubuhnya. kedua orang tua dik Bintang sudah meninggal dan saat ini diasuh oleh kakek dan neneknya. Kedua kakek dan Neneknya hanya buruh tani, yang berpenghasilan saat panen tiba. Selama ini Adik Bintang hanya di obati alakadarnya, sesekali di bawa ke puskesmas saat kakek dan neneknya ada yang membutuhkan jasa nya di sawah.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Kurir: @dhe_mang
Tanggal: 3-02-2014

Adik Bintang mengalami sakit gatal pada sekujur tubuhnya

Adik Bintang mengalami sakit gatal pada sekujur tubuhnya

———————————————————–

Bapak Suprapto 71 tahun seorang duda yang hidup sebatang kara dalam keadaan sakit karena lanjut usia dan kurang terjamin untuk kebutuhan makan sehari-hari. Untuk kebutuhan makan keseharian banyak dibantu oleh tetanggannya bahkan sering hutang makanan di warung tetangga. Bapak Suprapto tinggal di Tlogosono,Setritis Rt:03/06, Gebang, Purworejo. Beliau dalam keterbatasannya tetap sabar dan ikhlas dengan kondisinya saat ini. Dengan santunan dari #sedekahrombongan ini beliau mengucapkan banyak terima kasih dan akan mempergunakannya dengan baik untuk mencukupi kebutuhan kesehariannya.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Kuri: @dhe_mang Via Yadi
Tanggal: 04-02-2014

Bapak Suprapto 71 tahun seorang duda yang hidup sebatang kara dalam keadaan sakit karena lanjut usia

Bapak Suprapto 71 tahun seorang duda yang hidup sebatang kara dalam keadaan sakit karena lanjut usia

———————————————————–

Mas Basuki berusia 33 tahun beralamat di Ngaglik, Segondang, Gebang, Purworejo beliau bekerja sebagai buruh serabutan, namun sudah dua tahun beliau tidak bisa bekerja karena menderita sakit batu ginjal. Mas Basuki sebelumnya sudah memeriksakan penyakitnya di rumah sakit setempat, menurut diagnosa dokter beliau menderita batu ginjal dan harus dioperasi. Saat ini mas Basuki sudah menjalani operasi pengangkatan batu ginjal dan sudah diperkenankan pulang untuk rawat jalan. Ini adalah bantuan yang kedua untuk mas Basuki.

Jumlah bantuan : Rp 700.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Yadi
Tanggal: 04-02-2014

Bapak Basuki menderita sakit batu ginjal

Bapak Basuki menderita sakit batu ginjal

———————————————————–

Dik Muhammad Gilang 6 bulan putra dari Bapak Wahyu dan ibu Lanjar beralamat di Semangkak Kulon, Sekarsuli, Klaten Utara. Dik Gilang mengalami kelainan anus yaitu lubang anusnya tidak ada. Ia sudah menjalani 3 tahap operasi, yaitu pembuatan lubang anus sementara, pembuatan lubang anus permanen dan menutup lubang anus sementara. Ini adalah operasi yang terahir dan semua biaya di back-up jamkesmas.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Yadi
Tanggal: 04-02-2014

Dik Gilang mengalami kelainan anus

Dik Gilang mengalami kelainan anus

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 20,700,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 511 ROMBONGAN

Rp. 16,244,327,933,-