Anang fachur rahman putra dari bapak Kaseman 50 th Pekerjaan buruh tani dan Ibu Siti aminah 38 th Pekerjaan buruh tani. Adek anang mengalami benjolan dibawah matanya saat lahir dibagian bawah mata bagian kiri dan kanan sejak lahir dan sempa diperiksakan di rumah sakit terdekat dengan rumah,namun pemeriksaan terhenti karena terkendala biaya.. dek anang kami bawa ke malang untuk melakukan ikhtiar pengobatan foto rongten,cek lab dan MRI pun sudah dilakukan.. Dan sudah diperiksa oleh dokter.. Dokter mendiagnosa dek anang menderita kelainan tempurung kepala,jadi ada lubang disekitar mata yang menyebabkan cairan otak keluar lewat mata yg mnyebabkan di bawah mata dek anang terdapat benjolan.. Ikhtiar yang dilakukan adalah dg cara operasi dan operasi bisa dilakukan di surabaya.. Kami membawa dek anang ke surabaya untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya.. operasi akan dilakukan oleh dokter bedah syaraf dan dokter bedah mata. Alhamdulillah operasi dek anang selesai dilakukan.. Saat ini dek anang pulang ke rumahnya dan tinggal melakukan kontrol rutin saja.. Bantuan ini dipergunakan untuk pelunasan biaya RS,uang saku,obat dan kontrol

Jumlah Bantuan : Rp.15.100.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @estata2 @shelgi @LukmanArifS
Tanggal : 30/1/2014

dek anang menderita kelainan tempurung kepala

dek anang menderita kelainan tempurung kepala



———————————————————–

Dapur Umum Warga Desa Welahan, Jepara, Jawa Tengah Koordinator: Dany Prasetyo – 081.745.1015
Alamat: Desa Welahan, Jepara, Jawa Tengah. Pada tanggal 24 januari 2014 kami mendapatkan informasi bahwa telah terjadi banjir di daerah welahan jepara dari seorang teman yg bernama Nur Rohmat. Informasi mengabarkan bahwa daerah welahan telah dilanda banjir sejak lima hari yg lalu dengan ketinggian air mencapai atap rumah warga, warga telah mengungsi kedaerah yg lebih tinggi dan aman. Mas rohmat dan bebrapa teman yg lain berinisiatif untuk melihat kondisi korban banjir ke welahan dengan membawa sembako hasil dari penggalangan dana yg mereka usahakan dari komunitas orang jepara yg tinggal di Yogyakarta. Melalui regu semut, #SedekahRombongan, kami menitipkan amanat donator #SedekahRombongan yang berwujud sembako senilai Rp. 1.000.000 untuk warga Desa Welahan, Jepara, Jawa Tengah. Rombongan itu berangkat dari Yogyakarta sekitar jam 3 sore menuju lokasi dan sampai lokasi jam 9 malam. Mereka langsung menuju ke dapur umum untuk menyerahkan bantuan, berupa mie instan, beras, sarden, roti kering, bikuit dan pembalut wanita.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Rudianto, Nur Rohmad dan Anjib
Tanggal Pemberian: 24 Januari 2014

Dapur Umum Warga Desa Welahan, Jepara, Jawa Tengah

Dapur Umum Warga Desa Welahan, Jepara, Jawa Tengah

———————————————————–

Amatyadi, 87 tahun Alamat : Gulon RT. 07/RW. 05, Muntilan, Magelang Awal Desember 2013, Mbah Amat yadi mengalami tekanan darah tinggi dan susah buang air kecil. Periksa di RSUP Sarjito didiagnosa tumor prostat dan opname 32 hari menunggu operasi. Operasi dilaksanakan 9 Januari 2014. Selang sehari yakni 10 Januari, Alloh berkendaj lain, Mbah Amat akhirnya meninggal.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
5 Januari 2014
@marjunulNP via @youdanok

Mbah Amat Yadi didiagnosa tumor prostat

Mbah Amat Yadi didiagnosa tumor prostat

———————————————————–

Mbah Dirja adalah seorang janda berusia 80 tahun yang tinggal di Kersan RT 04 Tirtonirmolo Kasihan Bantul, Yk. 5 (lima) anaknya telah berkeluarga. Saat ini Mbah Dirja tinggal bersama putranya yang bernama Kamjani, seorang tukang becak. Anak-anaknya yang lain bekerja sebagai tukang (buruh bangunan) dan buruh tani.Setahun yang lalu, Mbah Dirja sempat mengalami kecelakaan di rumah sehingga tangannya patah. Sempat dirawat beberapa pekan di RS Bantul, namun tangannya tidak berhasil sembuh. Karena keterbatasan biaya, Mbah Dirja saat ini menjalani keseharian dengan tangan yang bengkok, dan kesulitan untuk berkerja ataupun berjualan di pasar. Hari Rabu, 29 Januari 2013 Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk bantuan biaya hidup dan pengobatan Mbah Dirja.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @anniesanorma @aji_kristanto
Tanggal: 29 Januari 2014

Mbah Dirja sempat mengalami kecelakaan di rumah sehingga tangannya patah

Mbah Dirja sempat mengalami kecelakaan di rumah sehingga tangannya patah

———————————————————–

Mbah Harjo adalah seorang janda berusia 87 tahun. Saat ini beliau tinggal bersama putranya yang bekerja sebagai seorang penjahit, di Kersan RT 07 Tirtonirmolo Kasihan Bantul Yk. Dua tahun lalu Mbah Harjo masih bekerja sebagai penjual sayur bayam di Pasar Legi. Namun karena kondisi yang semakin tua dan pikun, sekarang Mbah Harjo tidak dapat bepergian lagi dan hanya berdiam diri di rumah. Mbah Harjo tinggal dalam kamar sederhana yang menjadi satu dengan dapur, bersekat sebuah lemari. Malam hari tanggal 29 Januari 2014 Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membantu kebutuhan hidup dan kesehatan Mbah Harjo.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @anniesanorma @aji_kristanto
Tanggal: 29 Januari 2014

Mbah Harjo masih bekerja sebagai penjual sayur bayam di Pasar Legi

Mbah Harjo masih bekerja sebagai penjual sayur bayam di Pasar Legi

———————————————————–

Mbah Tego (Ibu Wagirah) adalah seorang pembantu rumah tangga yang telah berusia 65 tahun. Beliau tinggal di Kersan Tirtonirmolo Kasihan Bantul Yk Setiap bulan mendapat bayaran 100.000 bekerja pada sebuah keluarga. Dengan upah yang minim, Mbah Tego tinggal bersama suaminya yang sakit-sakitan. Dulu suami Mbah Tego adalah seorang penarik becak, namun saat ini kondisinya sudah tua dan tidak dapat bekerja. Putri satu-satunya (Ningsih, 35 tahun) juga bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Untuk menyambung hidupnya, Mbah Tego juga berjualan nasi kering (karak) yang didapatnya dari berbagai tempat makan. Kamis pagi tanggal 30 Januari 2014, Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membantu biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @anniesanorma @aji_kristanto
Tanggal: 30 Januari 2014

Mbah Tego juga berjualan nasi kering (karak) yang didapatnya dari berbagai tempat makan

Mbah Tego juga berjualan nasi kering (karak) yang didapatnya dari berbagai tempat makan

———————————————————–

Dek Desi tinggal bersama Ibu n kakak perempuannya di Tegal Lembut, Giripeni, wates Kulonporo. Ibunya bekerja serabutan sebagai buruh cuci/masak di rumah tetangga dengan penghasilan seminggu antara 20-50rb, kakaknya bekerja sebagai penjaga counter pulsa. Dek desi mempunyai keinginan untuk dapat sekolah sampai tinggi, tetapi apabila tidak ada yang mampu membiayai maka dia memilih untuk tidak sekolah karena Ibunya tidak mampu lagi utk membiayainya, selama ini beberapa remaja di kampungnya patungan untuk membantu biaya sekolahnya. Rabu 29 Januari 2013, Tim #SedekahRombongan datang menyampaikan bantuan dana pendidikan untuk biaya Les, LKS dan persiapan Ujian kelulusan SMP

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @anniesanorma @aji_kristanto
Tanggal: 29 Januari 2014

Bantuan biaya Pendidikan Adik Desi

Bantuan biaya Pendidikan Adik Desi

———————————————————–

Ibu Ambar Novitasari (35 tahun, buruh) adalah warga Pedes, Argumulyo, Sedayu, Bantul. Suaminya adalah Bapak Akroni (36 tahun, bekerja serabutan di kebun). Pasangan ini memiliki 3 orang anak yang masih kecil berusia 10, 4, dan 2,5 tahun. Keluarga ini masih tinggal bersama kedua orang tuanya dan 3 keluarga adik-adiknya. Sehingga dalam satu rumah tersebut dihuni oleh 5 keluarga. Ibu Ambar ini menderita kanker payudara sejak setahun yang lalu. Dan saat ini sedang menjalani proses kemotherapy yang ke 4 dari 6x yang dijadwalkan oleh dokter. Selama ini Ibu Ambar menjalani kemotherapy di RS. Mahardika Jogja yang separuh dari biayanya dibantu oleh Jamkesta. Sedekah Rombongan mendampingi dan membantu kekurangan biaya kemotherapy yang dijalani Ibu Ambar diluar Jamkesta. Bantuan ini digunakan untuk membayar kekurangan biaya kemotherapy yang ke 5.

Jumlah Bantuan : Rp.2.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @arizafuadi
Tanggal : 30 Januari 2014

Ibu Ambar ini menderita kanker payudara

Ibu Ambar ini menderita kanker payudara

———————————————————–

Dik Dimas Bekti Pratama (9th) adalah putra Bapak Kaswadi warga Dk. Kaligawe Susukan RT.2 RW.5 Ungaran Timur Kab. Semarang Jawa Tengah. Dik Dimas menderita penyakit langka bernama Tumor Willms yaitu sejenis tumor di perut. Awal sakit adalah saat setahun yang lalu sekitar bulan Maret 2013 Dik Dimas mengalami kecelakaan kecil saat bersepeda, bagian ulu hatinya terkena luka dalam dan kemungkinan mengakibatkan infeksi. Dari situ beberapa bulan kemudian pada perut Dik Dimas terdapat benjolan dan terus membesar. Orang tua Dik Dimas sempat beberapa kali membawa Dik Dimas berobat hingga kemoterapi sampai terakhir dilakukan bulan Juli 2013 di RSUP.Kariadi Semarang namun karena ketiadaan biaya, pengobatan untuk Dik Dimas pun tidak dilanjutkan. Ayah Dik Dimas Bapak Kaswadi adalah pekerja bangunan dan ibunya hanya tinggal di rumah merawat Dik Dimas. Bantuan ini sebagai santunan untuk membantu Dik Dimas.

Bantuan: Rp 2.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @indrades
Tanggal 30 Januari 2013

Dik Dimas menderita penyakit langka bernama Tumor Willms yaitu sejenis tumor di perut

Dik Dimas menderita penyakit langka bernama Tumor Willms yaitu sejenis tumor di perut

———————————————————–

Ibu Buami usia 51 thn alamat dusun klampes,kajar,tenggarang kab bondowoso ini sakit kanker payudara.. Pekerjaan beliau sebagai seorang buruh,meskipun dalam kondisi sakit beliau menjadi tulang punggung keluarga yang menghidupi suami & anaknya yg duduk di bangku SMP.. Suami beliau tidak bisa melakukan aktivitas sebagai mana biasanya karena mengalami gangguan jiwa.. Saat ini bu buami sudah melakukan pengobatan di malang.. Bu buami adalah pasien dengan menggunakan jamkesmas.. Tindakan yang dilakukan oleh dokter adalah dengan cara kemoterapi.. Kemoterapi pun sudah dilakukan sampai dengan 6x.. Stlah mlakukan bbrp pemeriksaan psca kemo keenam slsai dokter menyarankan untk dilakukan tindakan operasi untk operasi pengangkatan tumor yang ada di payudarany.. Dan karena waktu antrian operasi untuk jamkesmas terlalu lama akhirnya kami menjadikan bu buami menjadi pasien umum dan operasi akan dilakukan hari kamis besok di rs lavalette. Tanggal 21 januari 2014 bu buami mrs d lavalette untk prsiapn operasi pengangkatan tumor.. Dan operasi dilakukan tanggal 22 januari 2014 jam 13.00 wib d RS lavalette, dan alhamdulillah operasi sukses dilakukan.. Saat ini bu buami berada d RSSRmalang sembari menunggu jadwal kontrol.. Bantuan ini dipergunakan untk pelunasan biaya RS untuk operasi pengangkatan kanker di payudaranya

Jumlah Bantuan : Rp.9.387.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan
Tanggal 29/1/2014

Ibu Buami sakit kanker payudara

Ibu Buami sakit kanker payudara

———————————————————–

Bu Ami berusia 56 tahun beralamat di dusun pecut RT 38 / RW 05 Desa Sugerlor Kec. Maesan Bondowoso janda beranak 2 ini sudah 1,5 tahun menderita kanker hidung.. Di hidung bagian dalam terdapat benjolan.. Sudah berada di Malang untuk melakukan pengobatan dan ikhtiar yang sudah dilakukan dengan cara kemoterapi.. Bu Ami dulunya adalah pasien pemegang kartu jamkes,namun karena jamkesny tidak berlaku lagi menjadikan bu Ami menjadi pasien umum.. Bu ami telah melakukan kemoterapi sampai keenam.. Dokter menyarankan untuk melakukan penyinaran dan proses penyinaran pun telah dilakukan sampai dengan seri ketujuh.. Saat ini bu ami melakukan kontrol rutin dan setelah melakukan kontrol rutin ketiga dokter mendiagnosa kanker bu ami masih ada dan saat ini bu ami telah melakukan biopsi.. Tindakan selanjutnya menunggu hasil biopsi keluar.. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya kontrol,biaya pemeriksaan,obat,uang saku dan transportasi..

Jumlah Bantuan : Rp.1.698.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal 29/1/2014

Ibu Ami menderita kanker hidung

Ibu Ami menderita kanker hidung

———————————————————–

Fahmi Auriza umur. 1 tahun dua bulan nama ayah muslimin (42 tahun/tukang Ojek). ibu bernama Awalina (37.tahun/IRT), alamat Jl.Banawa Kelurahan Maleni RT 02 RW 03 Kec. Banawa Kab. Donggala Sulawesi Tengah. Dik Fahmi mengalami kelainan pada usus besar sehingga sulit buang air selama hampir seminggu. Saat ini dik Fahmi dirawat di RSUD Kabelota Donggala. Bantuain ini untuk membantu meringankan biaya selama perawatan di RS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
1 Februari 2014.

Dik Fahmi mengalami kelainan pada usus besar

Dik Fahmi mengalami kelainan pada usus besar

———————————————————–

Rajab (5 tahun), anak ke 3 dari pasangan samhudin (41 tahun/Tukang Panjat Kelapa) dan asni (38 tahun/IRT). Alamat Dusun Kabotubaya Desa Tosale kec. Banawa Selatan Kab. Donggala Sulawesi Tengah. Dik Rajab sudah 2 hari terbaring di RS kabelota Donggala akibat terserang penyakit infeksi pada bagian dalam perut (belum diketahui jenis penyakitnya karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium). Awalnya bapak Samhudin berinisiatif untuk merawat rajab dirumah dengan obat tradisional, namun karena melihat kondisi bocah 5 tahun semakin parah, maka keluarga pun melarikannya ke RSUD Kabelota Donggala. Jumlah Bantuan : untuk membantu meringankan biaya berobat bagi dik Rajab.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
1 Februari 2014.

Dik Rajab sudah 2 hari terbaring di RS kabelota Donggala akibat terserang penyakit infeksi pada bagian dalam perut

Dik Rajab sudah 2 hari terbaring di RS kabelota Donggala akibat terserang penyakit infeksi pada bagian dalam perut

———————————————————–

Dirwan (30 tahun/buruh toko), istri bernama Saima (28 tahun/IRT), anak 1 orang. Alamat Jl.Kasolo Kelurahan Boneoge Kec. Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Pak Dirman sudah seminggu di rawat di RSUD Kabelota Donggala akibat pembengkakan di bagian rahang sebelah kanan. Dengan penghasilan hanya sebagai buruh tokoh maka masa perawatan terasa berat dijalani karena memikirkan kebutuhan anak dan istri yang ditinggkalkan di rumah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,- untuk membantu meringankan beban hidup pak Dirwan.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
1 Februari 2014.

Pak Dirman sudah seminggu di rawat di RSUD Kabelota Donggala akibat pembengkakan di bagian rahang sebelah kanan

Pak Dirman sudah seminggu di rawat di RSUD Kabelota Donggala akibat pembengkakan di bagian rahang sebelah kanan

———————————————————–

Mada (umur 11 bulan), nama ayah Manda (23 tahun/petani), ibu bernama Kalni (22 tahun/IRT), alamat Dusun 3 Desa Powelua Kec. Banawa Tengah Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Dik Manda menderita Infeksi saluran pencernaan dan sulit makan. Sehingga harus dilarikan ke RSUD Kabelota, dimana sudah sehari di Mada dirawat kedua orang tua hanya berbekal seadanya (hanya makan roti karena belum ada penghasilan yang dibawa si ayah).

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,- untuk membantu meringankan biaya selama perawatan dik Mada.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
1 Februari 2014.

Dik Manda menderita Infeksi saluran pencernaan dan sulit makan

Dik Manda menderita Infeksi saluran pencernaan dan sulit makan

———————————————————–

Yuliyana umur 17 tahun, ayah bernama Mahfut (50 tahun/buruh), ibu bernama Hajira umur 48 tahun/IRT. Yuliana mengalami penyakit asma akut sehingga sudah tiga bulan lamanya tidak bersekolah, hanya dirawat dirumah seadanya karena kedua orang tua merasa berat untuk membawa ke RSUD akibat kondisi ekonomi yang difikirkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,- untuk membantu meringankan beban hidup bagi Yuliana.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
1 Februari 2014.

Yuliana mengalami penyakit asma akut

Yuliana mengalami penyakit asma akut

———————————————————–

Candra usia 40 pekerjaan nelayaan nama istri Darma (38 tahun/IRT), anak berjumlah 5 orang. Alamat Desa Palau Kec. Balaesang Tanjung Kab. Donggala Sulawesi Tengah. Pak Candra sudah tidak bekerja lagi akibat lumpuh yang dialami sejak sebulan yang lalu. Kondisi ini menyebabkan Istri dan 5 orang anaknya hanya mengharapkan bantuan dari saudara-saudaranya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,- untuk membantu meringankan beban hidup pak Cadra.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
1 Februari 2014

Pak Candra sudah tidak bekerja lagi akibat lumpuh

Pak Candra sudah tidak bekerja lagi akibat lumpuh

———————————————————–

Bapak Ambo Upe’ Umur 56 Tahun beralamat di Dusun Carangki Utara, Desa Lekopancing, Kec. Tanralili, Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Batok kepala Ambo Upe terbuka/luka dan mengalami koma selama 5 bln. Kesadaran menurun sejak 5 jam setelah Ambo Upe’ mengalami musibah terjatuh saat gotongroyong memperbaiki plafond Masjid sebelum masuk bulan Ramadhan pada tanggal 6 Juli 2013. Saat itu Ambo Upe langsung dibawa ke Puskesmas terdekat lalu dirujuk ke RS. Sallewangang Maros, Kemudian dirujuk lagi ke RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Operasi pada batok kepala telah dilakukan sebanyak 2 kali dan untuk operasi berikutnya telah dijadwalkan. Namun, mengingat Ambo Upe mengalami Bronhitis maka operasi di tunda. Pada waktu penundaan itu Ambo Upe diminta keluar dan disarankan rawat inap. Namun, kondisi sebenarnya masih sangat mengkhawatirkan karena keluarga pasien tidak tahu cara merawat beliau dirumah. Akhirnya Ambo Upe meninggalkan RS. Wahidin pada tanggal 9 Desember 2013 dengan alasan telah lama dirawat dan memang aturan Rumah Sakit seperti itu. Sejak keluar dari RS. Wahidin Ambo Upe belum pernah melakukan kontrol karena keterbatasan biaya. Biaya yang digunakan di rumahpun sangat tinggi berupa obat-obatan lepas dan perban serta popok. Luka di batok kepala terus melebar dan basah (membusuk) bahkan beberapa bagian batok kepala terbuka dan sangat mengkhawatirkan. Semoga bantuan awal yang diberikan bisa meringankan derita beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Kurir : @areefy_dip dan @wangi_kemuning
Tanggal : 2 Januari 2014

Batok kepala Ambo Upe terbuka/luka dan mengalami koma selama 5 bln

Batok kepala Ambo Upe terbuka/luka dan mengalami koma selama 5 bln

———————————————————–

Ibu MIMI, 63 tahun. Seorang Janda tua warga Kampung Warung Bambu RT.1/9, Desa Telaga Murni, Kec. Cikarang Barat, Bekasi, sudah 1 tahun menderita sakit Liver, komplikasi jantung dan ginjal. Hidup sehari-hari ibu Mimi dibantu oleh 4 orang anak-anaknya yang sudah berkeluarga semua, keadaan ekonomi mereka yang miskin menjadikan tak mampu berbuat banyak untuk membantu Ibu Mimi dalam menjalani pengobatannya di Rumah Sakit. Sudah 3 hari ini Ibu Mimi dirawat di RS. Annisa Cikarang, kondisi bu Mimi yang sering drop dan sering membuat panik keluarga, anak-anaknya membawa ibu Mimi ke rumah sakit. Kondisi ibu Mimi saat itu dalam keadaan darurat dan langsung mendapat perawatan intensive dan di ruang ICU, Tingginya biaya perawatan tak sanggup dijangkau oleh mereka dan akhirnya bu Mimi harus pulang paksa pengobatannya tidak dilanjutkan. Alhamdulillah dalam keadaan terjepit, keluarga ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan awalpun disampaikan untuk melanjutkan perobatan ibu Mimi dan meringankan tagihannya yang saat itu sudah dibayar mencapai Rp. 4.200.000. Ibu Mimi selanjutnya akan diuruskan BPJSnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @suharnayana

Ibu Mimi menderita sakit Liver

Ibu Mimi menderita sakit Liver

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 40,385,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 510 ROMBONGAN

Rp. 16,223,627,933,-