RSSR Jakarta 2, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, Pada akhir bulan Juni 2013 #SedekahRombongan telah menyewa Rumah di sekitar RSCM yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Namun para pasien rawat jalan dari Kabupaten-kabupaten yang berasal dari luar Jakarta seperti Lampung, Banten, Bogor, Bandung, Cirebon, Jambi, Riau, Bintan, dan pulau-pulau serta propinsi lainnya semakin banyak dan RSSR yang ada sebelumnya sangat tidak mencukupi kapasitas tampungnya. Alhamdulillah, semakin banyak muzakih mengamanahkan sedekah kepada #SedekahRombongan dalam kebersamaan memberikan kebahagian para pasien dhuafa dan pada awal Januari 2014 sebuah lembaga ZIS bernama BAZMA PERTAMINA membiayai sewa rumah berkapasitas 7 kamar untuk menampung para pasien dhuafa yang sebelumnya tidak tertampung. BAZMA PERTAMINA adalah Lembaga Zakat yang dibentuk oleh PERTAMINA, yang bergerak untuk mengangkat harkat hidup para dhuafa dengan memaksimalkan potensi dana zakat dan infaq dari insan muslim Pertamina.

Alamat RSSR Jakarta 2, di Jl.Inspeksi Kali Ciliwung, Jakarta Pusat.
Biaya Kontrak Rumah Singgah selama setahun : Rp. 38.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin
Tanggal : 29 Januari 2014.

RSSR Jakarta 2 kerjasama Sedekah Rombongan dan BAZMA PERTAMINA

RSSR Jakarta 2 kerjasama Sedekah Rombongan dan BAZMA PERTAMINA



———————————————————–

Dek Helmy Taqiyudin (3 tahun) adalah putra dari bapak Turisman (35 tahun) seorang buruh harian lepas dan Ibu Kamsiyah (33 tahun) seorang Ibu Rumah Tangga. Keluarga ini tinggal di Desa Danasri RT 002 Rw 001,Kelurahan Buayan, Kecamatan Buayan. Dek Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata. Oleh keluarganya hanya diberi obat tetes mata. Namun lama kelamaan mata kirinya semakin membesar seperti bola pingpong. Saat ini dek Helmy sudah dioperasi dan menjalani serangkaian kemotherapy yang ke 51 dari 105 yang dijadwalkan oleh dokter yang juga bertepatan dengan ulang tahun dek Helmy yang ke 3. Kami akan terus mendampingi dek Helmy hingga kesembuhannya kelak. Bantuan ini merupakan biaya kemotherapy dan rawat inap di RS. Sardjito.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.600.000,-
Kurir : @KarmanMove via @emaanggita
Tanggal : 25 Januari 2014

Dek Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata

Dek Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata

———————————————————–

Pak Ivon Gunawan (35 tahun) adalah seorang yang hidup sendirian di kamar kontrakan karena sudah dikucilkan keluarganya. Bahkan istrinya pergi dengan pria lain. Pak Ivon ini bekerja sebagai OB di SPBU kebumen Kota. Sekitar 1 bulan yang lalu beliau jatuh dari tangga di SPBU tempat dia bekerja yang menyebabkan kakinya patah pada bagian paha. Karena tidak ada biaya untuk mengobatinya, maka lukanya dibiarkan saja. Akibatnya kemudian menjadi infeksi. Penyakitnya ini kemudian diperiksakan di RS. Orthopedi dan oleh dokter disarankan untuk segera dioperasi karena infeksinya sudah semakin membesar yang membuat kakinya harus diamputasi. RS. Siaga Medika Banyumas memperkirakan biaya operasinya sekitar 20-25 juta. Saat ini Pak Ivon sudah dalam dampingan SedekahRombongan dan sudah dioperasi pada tahap awal. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol dan obat rutin di RS Nurhidayah Bantul.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @karmanMove via @emaanggita
Tanggal : 25 Januari 2014

Bapak Ivon jatuh di tempat kerja menyebabkan kakinya patah pada bagian paha

Bapak Ivon jatuh di tempat kerja menyebabkan kakinya patah pada bagian paha

———————————————————–

Mbak Mujiyem (27 tahun) adalah anak terakhir dari 2 bersaudara yang tinggal di Karang Asem, Sendang Tirto, Berbah Sleman. Ibunya bernama Supriyatni dan bapak bernama Kardiono yang keduanya bekerja sebagai buruh lepas. Sejak tanggal 29 september 2013 lalu, Mbak Mujiyem mengalami kecelekaan jatuh di dapur yang mengakibatkan kaki kirinya terkena kayu untuk masak yang masih ada apinya. Mbak Mujiyem kemudian dibawa ke Rumah Sakit Rajawali untuk pemeriksaan lebih lanjut, Di RS.Rajawali langsung ditangani oleh dokter dan dianjurkan untuk segera dioperasi. Akan tetapi karena tidak ada biaya, pemeriksaan lanjutan tersebut dan pengobatan tertunda. Bantuan ini digunakan untuk pembiayaan kontrol dan obat rutin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @emaanggita
Tanggal : 25 Januari 2014

Mbak Mujiyem mengalami kecelekaan jatuh di dapur yang mengakibatkan kaki kirinya terkena kayu untuk masak yang masih ada apinya

Mbak Mujiyem mengalami kecelekaan jatuh di dapur yang mengakibatkan kaki kirinya terkena kayu untuk masak yang masih ada apinya

———————————————————–

Nicholas Alvero Andrianto atau biasa dipanggil dik Niko Lahir di Kebumen, 17 April 2012. Orangtuanya adalah Ibu bernama Ratna Diana Wati ( 30 tahun, IRT) dan ayah bernama Irfan Andrianto (33 tahun,swasta-sales). Dik Niko merupakan bungsu dari 4 bersaudara, yaitu: 1. Kelvin Rafli Smith (13th). 2. Revando Afrianto (8th). 3. Jonathan Valentino (7th). Keluarga ini tinggal di Gang Soka RT 05 RW 03 No. 55 Kebumen. Dik Niko ini menderita kelainan fisik sejak lahir sehingga pada usianya yang baru 4 hari, Dik Niko harus menjalani menjalani operasi colostomi di Sarjito yakni pada tanggal tanggal 21 April 2012. Operasi kedua yang dijalani Dik Niko dilaksanakan tanggal 27 Juni 2012, yaitu operasi PRSAP (pembuatan anus buatan). Saat ini dik Niko sedang dalam masa pendampingan dengan Sedekah Rombongan untuk operasi lanjutan. Bantuan ini digunakan untuk cek laboratorium dan kontrol dan biaya pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @awansan123
Tanggal : 25 Januari 2014

Dik Niko ini menderita kelainan fisik sejak lahir

Dik Niko ini menderita kelainan fisik sejak lahir

———————————————————–

Narizka Firma Vidiananta (21 bulan) adalah putri dari Bapak Teguh Suranto (32 tahun) yang bekerja sebagai buruh dan Ibu Sukismiyati ( 30 tahun, IRT). Keluarga ini tinggal di Cepoko Rt 05 Trirenggo Bantul. Dik Narizka ini mengalami kebocoran jantung yang sudah mencapai 4, 76 mm. Saat ini berat badannya 4.6 kg. Sejak dikandungan sebenarnya dik Narizka ini sudah ada tanda-tanda bahwa beratnya tidak normal, kemudian pada saat lahir dengan berat 2,4 kg. Lahir secara Cesar di RS.Panembahan Senopati Bantul, kemudian dikatakan memburuk dan dibawa ke Bethesda di ruang ICU selama 2 minggu karena ada cairan di paru-paru. Dokter kemudian menyarankan untuk dibawa ke RS.Sardjito. Setelah dicek di RS.Sardjito diketahui penyakitnya yaitu Jantung bocor. Dianjurkan untuk operasi di RS Jantung Harapan Jakarta dengan biaya sekitar 100 juta. Saat ini bapak Teguh sedang dalam proses mengupayakan jamkes dari BPJS untuk menanyakan apakah bisa untuk meringankan operasinya. Bantuan ini digunakan untuk meringankan beban penderitaan yang dialami keluarga bapak Teguh.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @dodymantoro
Tanggal : 26 Januari 2014

Dik Narizka ini mengalami kebocoran jantung

Dik Narizka ini mengalami kebocoran jantung

———————————————————–

Pada tanggal 26 Januari 2014 yang lalu para kurir SR berkunjung ke Panti Darul Ilmi Al Fadhila di Tidar Baru RT 04, RW 08 Magersari, Magelang. Panti ini adalah cabang dari Panti Nur Fadhila di Jogja yang baru berjalan mulai bulan Juli 2013 lalu. Para santri yang tinggal di sini masih 8 orang yang duduk di bangku SMA. Mereka pada umumnya berasal dari lereng Merbabu yang mayoritas orang tuanya merupakan petani sayur. Aktivitas sehari-hari mereka masih kegiatan sekolah biasa, dan pendampingan belajar. Belum ada aktivitas/program khusus karena Panti Darul Ilmi ini masih angkatan pertama. Untuk bahan makanan, santri membawa sendiri dari kampungnya setiap 3 pekan sekali (sayur-sayuran dari ladang). Biaya pendidikan banyak menunggak karena biaya buku dll tidak gratis, walaupun BOS sempat mengcover beberapa siswa. Bantuan ini diberikan sebagai kepedulian SR terhadap panti asuhan dalam program RUPO SR.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @imamnurhuda @Ismaumari @anniesanorma @rofiqSILVER
Tanggal : 26 Januari 2014

Panti Darul Ilmi Al Fadhila di Tidar Baru RT 04, RW 08 Magersari, Magelang

Panti Darul Ilmi Al Fadhila di Tidar Baru RT 04, RW 08 Magersari, Magelang

———————————————————–

Hariyono (27 tahun). Alamat di Jagalan Cangkrep Lor Purworejo. Mengalami kecelakaan di Brebes pada bulan Agustus 2013 kemudian langsung dibawa ke rumah sakit dan disarankan amputasi, namun pasien tidak mau diamputasi. Akhirnya dibawa ke sangkal putung. Karena biaya terbatas, kemudian dibawa pulang. Sekarang mas Hariyono dirawat di rumah sendiri. Kami membujuk untuk membawanya ke Rumah Sakit untuk penanganan lebih lanjut, akan tetapi beliau tidak mau. Akhirnya kami memberi bantuan ini untuk membantu biaya perawatan lukanya di rumahnya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @Tya_Nurulendah
tanggal : 26/1/2014

Bapak Hariyono Mengalami kecelakaan di Brebes

Bapak Hariyono Mengalami kecelakaan di Brebes

———————————————————–

Anjili Rohmah ( 2 tahun) alamat desa Semawung Kembaran Kutoarjo Purworejo. Nama orang tua Agus Sulaiman yang bekerja sebagai penjual roti keliling. Dek anjili dari lahir mengalami kelainan. Sampai umur 2 tahun ini, dia belum bisa berjalan dan berbicara, matanya pun tidak bisa melihat. Dulu sewaktu kecil pernah diperiksa dokter, namun tidak dilanjutkan karena tidak mempunyai biaya. Kami memberi santunan ini untuk membantu biaya pemeriksaan yang akan dilakukan, agar dek Anjili dapat terdeteksi kelainan apa yang dideritanya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @Tya_Nurulendah
tanggal : 26/1/2014

Dek anjili dari lahir mengalami kelainan

Dek anjili dari lahir mengalami kelainan

———————————————————–

EUNIKE MANDUALI, 20 tahun, setelah dirawat 1 bulan di rumah sakit dan diketahui mengidap tumor di kepala sebelah kanan. Sekarang Eunike sudah 5 bulan dirawat di RSUD DOK II Jayapura, Hari Senin tanggal 27 ia direncanakan menjalani operasi. Eunike tinggal di Jl. Bastur Post RT/RW 01/09, Sentani, Papua. Orangtua Eunike yang ada hanya sebagai kader Posyandu dan tidak memiliki pemasukan tetap dan keluarga ini tergolong miskin, mereka kesulitan untuk mendapatkan biaya berobat. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan untuk keperluan biaya-biaya selama perawatan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids
Tanggal: 23 Januari 2014

Sdri Eunike mengidap tumor di kepala sebelah kanan

Sdri Eunike mengidap tumor di kepala sebelah kanan

———————————————————–

FENSINA DEDA, 60 tahun, seorang Ibu Tua yang sudah janda ini suspect menderita radang paru. Tinggal di Kampung Sereh, Sentani, Papua. Pekerjaan sehari-hari hanya sebagai petani, namun semenjak terkena radang paru-paru praktis pencarian nafkahnya terganggu. Bu Fensina sering mengalami sesak nafas apabila udara dingin dan pusing sehingga membuat beliau tidak berdaya dan hanya berbaring. Karena kesulitan biaya, Bu Fensina jarang memeriksakan kondisinya ke puskesmas setempat. #SedekahRombongan menyampaikan Tititpan Langit dan menyarankan Bu Fensina untuk memulai berobat ke Rumah Sakit secara intensif agar ia lekas sembuh.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids
Tanggal: 23 Januari 2014

Ibu Fensina suspect menderita radang paru

Ibu Fensina suspect menderita radang paru

———————————————————–

Bu MURIA, 63 tahun, Ibu tua ini yang sebatangkara ini menderita diabetes melitus sejak lama, tinggal sendiri tanpa keluarga di Jl. Sungai Kais, Kota Sorong, Papua Barat dan pekerjaannya sehari-hari sebagai pemulung. Kadang pencarian nafkahnya sering terganggu bila penyakitnya sedang kambuh, Saat dijenguk ternyata tidak mempunyai Jamkesmas sehingga sulit sekali untuk berobat apalagi mengandalkan penghasilan hariannya, Bantuan sementara hanya didapat dari tetangga yang peduli dan berobat ala kadarnya saja untuk mengurangi sakitnya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk ibu Muria agar dapat memulai berobat dan semoga ia lekas sembuh.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Hamdani
Tanggal: 12 Januari 2014

Ibu Muria menderita diabetes melitus

Ibu Muria menderita diabetes melitus

———————————————————–

ALEXANDER, 80 tahun, Kakek yang sudah tua ini menderita katarak dan batuk-batuk dalam 2 tahun terakhir. Istrinya, Bu Neltje Sabath (76) baru keluar dari rumah sakit karena darah tinggi dan maag kronis. Penghasilan bulanan hanya bersumber dari dana pensiunan yang hanya cukup untuk kebutuhan makan harian. Pak Alexander dan Bu Neltje tinggal di Kampung Oebesa, Soe Kabupaten TTS Provinsi NTT. Di sisa umurnya ia masih punya semangat untuk dapat berobat dan menyembuhkan penyakit yang menderita matanya, namun apa daya biayalah yang menjadi kendala buat bapak tua yang sangat tidak mampu ini. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk menambah biaya pengobatan Pak Alexander dan Bu Neltje.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 18 Januari 2014

Bapak Alexander menderita katarak dan batuk-batuk

Bapak Alexander menderita katarak dan batuk-batuk

———————————————————–

Bu SUSI, 65 tahun, Nasib malang hinggap di ibu yang di usianya sudah tua dan sebatangkara ini, ia menderita sakit ginjal. Tinggal sendiri di Jl. Sungai Kais, Kota Sorong tanpa keluarga dan tidak mempunyai pekerjaan, Kehidupan sehari-harinya hanya dari bantuan tetangga-tetangga yang peduli padanya. Apalagi untuk berobat ia sangat kesulitan sekali karena belum mempunyai Jamkesmas yang seharusnya didapatkan sebagai warga miskin disana. Alhamdulillah, #SedekahRombongan hadir dan merasakan derita bu Susi, bantuanpun disampaikan untuk ia dapat mulai berobat, Semoga upaya bersama ini dapat memudahkannya untuk sembuh..

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Hamdani
Tanggal: 12 Januari 2014

Ibu Susi menderita sakit ginjal

Ibu Susi menderita sakit ginjal

———————————————————–

Bu AXAMINA ORANCE, 42 tahun, Bu Axamina sudah 3 kali masuk rumah sakit dalam setahun ini karna menderita typhus yang selalu kambuh. Ingin rasanya impiannya terkabul untuk dapat sembuh dari penyakitnya, kembali masalah biaya berobat yang tak ia miliki sehingga ia harus terus sering bergelut dengan deritanya, maklum saja profesinya beliau hanya sebagai guru honorer PAUD. Tiinggal di Kampung Oebesa, Kecamatan Soe, Kabupaten TTS, Provinsi NTT. #SedekahRombongan ikut merasakan derita Bu Axamina dan santunanpun disampaikan untuk membantu ihtiar berobatnya, Semoga ibu muda yang dibutuhkan ilmunya oleh anak-anak di kampungnya ini lekas sembuh..

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 18 Januari 2014

Ibu Axamina menderita typhus yang selalu kambuh

Ibu Axamina menderita typhus yang selalu kambuh

———————————————————–

Ibu Tukinah Umur: 55 tahun Alamat: Srandakan RT 01 RW 01 Tri Murti Srandakan Bantul Yogyakarta Pekerjaan Pengumpul Barang Bekas Kondisi Penerima Duafa/ Janda. Bu Tukinah seorang janda mempunyai seorang anak perempuan bernama agustina winarni, suaminya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Sebelum suaminya meninggal kehidupan bu kinah dan dik tina masih ayem tentrem ada kepala dan tulang punggung keluarga, namun semenjak suami dan ayah dik tina meninggal kehidupan mereka menjadi sulit dan sempit, yang membuat mereka terjerat hutang konsumtif kepada rentenir/lintah darat. bu kinah bekerja sebagai pengumpul barang bekas dan rosok, tiap pagi sampai siang berkeliling kampung dengan sepeda jengki dengan keranjang bambunya, mendatangi tiap rumah untuk membeli barang bekas yang tidak dipakai dengan harga yg disepakati, setelah terkumpul banyak baru bu kinah menjualnya lagi ke pengepul rosok langganannya. Dari laba penjualan rosok dan barang bekas itulah bu kinah mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan yg istimewa bu kinah dapat membiayai kuliah dik Tina di UGM. Dik tina sangat beruntung, dia anak yg pandai di sekolah, karena itu dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke UGM di Fakultas Peternakan jurusan peternakan. Beasiswa yg didapat dik tina adalah beasiswa penuh dari awal kuliah sampai lulus, dan yang membanggakan sekarang dik tina sudah lulus S-1 Peternakan, Memang perjalanan untuk menyelesaikan kuliah tidak mulus, tetap butuh biaya dari bu kinah sendiri, laba dari penjualan barang bekas tidak lah banyak sehingga bu kinah terpaksa meminjam uang karena keadaan yg mendesak. ketika tim regu semut #SedekahRombongan dating, bu kinah baru saja menjual pohon kelapa yg ada di depan rumah untuk membayar hutang yang sudah jatuh tempo. Pada saat yg sama bu kinah harus memberi uang dik tina untuk mengurus dokumen ke kampus sebagai syarat melamar pekerjakan. melihat kondisi yg mendesak itu tim regu semut kemudian bergerak cepat, kita kemudian melakukan koordinasi dan diputuskan untuk dieksekusi dengan menyampaikan amanat dari para donatur #SedekahRombongan

Jumlah Bantuan: Rp. 2.500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Rudianto, Irfan Rohudin dan Sutrisno
Tanggal Pemberian: 28 Januari 2014

bu kinah bekerja sebagai pengumpul barang bekas dan rosok

bu kinah bekerja sebagai pengumpul barang bekas dan rosok

———————————————————–

MUHAMMAD DILLAH MAULANA (4), Kampung Sukasari Girang RT 2/6 Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang Kab Tasik, Ayah Kohar (45) Jualan sendal keliling, Ibu Yani (39) Ibu rumah tangga, tanggungan 3 org anak. Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya sejak ia masih berusia 1 tahun, bermula dari benjolan kecil. Pada saat usianya 1,5 tahun ia pernah diperiksa di RSUD Tasikmalaya dan dirujuk ke RSHS, namun keluarga belum bisa membawanya ke RSHS krn ketiadaan biaya. Mereka berupaya untuk mengobati Dik Dillah dengan pengobatan alternatif, namun penyakitnya tidak kunjung sembuh. Karena mereka tidak mendapatkan fasiitas Jamkesmas, akhirnya mereka mengupayakan untuk mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya. Alhamdulillah akhirnya Dik Dillah mendapatkan fasilitas Jamkesda. Saat ini benjolannya semakin membesar dan keluarga Dik Dillah berniat untuk mengobati penyakitnya sampai ia sembuh, namun mereka kesulitan untuk biaya sehari-hari dan transportasinya. Dik Dillah sempat dirawat di RSUD Tasikmalaya selama 2 hari, kemudian dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung. Di sana ia menjalani pemeriksaan selama sehari penuh, dan akhirnya kembali dirujuk ke RSHS Bandung. Saat ini Dik Dillah sedang menjalani serangkaian pemeriksaan di RSHS dan untuk sementara tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga Dik Dillah yang dipergunakan untuk biaya pembelian obat yang tidak dijamin Jamkesda, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 499.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem via @abahlutung
Tanggal : 15 Januari 2014

Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya sejak ia masih berusia 1 tahun

Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya sejak ia masih berusia 1 tahun

———————————————————–

FUJIYANTI, 29 tahun, seorang Ibu rumah tangga dengan status sudah tidak bersuami atau janda. Wanita malang yang memiliki tanggungan 2 orang anak ini beralamat Jl. Imam bonjol 2, Kp.Rawa Maju RT.8/13, No. 100, Desa Sukadanau, Kec. Cikarang Barat, Bekasi ini saat dijenguk #SedekahRombongan sedang terbaring lemas paska melahirkan dan ia saat itu blm ada jaminan apapun bahkan uang tunai yang seharusnya sudah dipersiapkan. Sejak hamil anak ke-2 umur 5 minggu, dia harus rela bercerai dengan suaminya dan hidup menanggung beban keluarga dilaluinya sendiri demi anaknya tercinta. Senin 13 Januari 2014, Ibu Fujiyanti terpaksa harus melahirkan dengan cara caecar krn sudah darurat posisi bayinya miring, Saat ini beliau masih dirawat di RS.Siti Zahra, ruang 3 dan membutuhkan darah gol A karna HB ya rendah. Biaya yang sudah tercatat di Administrasi RS sudah mencapai 8juta dan ibu Fujiyanti sungguh kebingungan, Ayahnya yang seorang Tukang Ojek hanya bisa membantu sedikit untuk pembiayaan anaknya tersebut. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, Bantuan disampaikan untuk Ibu Fujiyanti.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @Romli_Iyom
Tanggal : 25 Januari 2014.

Ibu Fujiyanti terpaksa harus melahirkan dengan cara caecar krn sudah darurat posisi bayinya miring

Ibu Fujiyanti terpaksa harus melahirkan dengan cara caecar krn sudah darurat posisi bayinya miring

———————————————————–

M.RAFLI DEDISTIYADI, 10 tahun. Alamat: Perum Bukit Raya, Blok Mandala 18, Pinang Kencana RT.1/5, Tanjung Pinang, Kepri. Anak Yatim ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar Kelas IV menderita suspect Tumor pada Hidung dan Tenggorokannya, gejalanya sudah terlihat dan membuatnya menderita. Setiap sore ia serir demam tinggi, muntah-muntah dan hidungnya mimisan mengeluarkan darah. Ibunya, Dede Oktaviana (34) mencari nafkah hanya berjualan kue dan menjadi buruh setrika di kawasan rumah tinggal mereka, Ayahnya sudah meninggal 4 tahun lalu. Rencana Rafli akan diuruskan dulu Jaminan Kesehatannya agar ia bisa berobat gratis di Rumah Sakit. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk Rafli agar ia dapat mulai berobat, Semoga Rafli lekas sembuh.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @ieda_salim
Tanggal : 25 Januari 2014.

Adik Rafli menderita suspect Tumor pada Hidung dan Tenggorokannya

Adik Rafli menderita suspect Tumor pada Hidung dan Tenggorokannya

———————————————————–

DANY ELLA RIFKI FARISA, Alamat: Dukuh Sumberejo RT.4/4, Ringinagung, Magetan Jawa Timur. Putra bapak Mulyono (40) dan ibu Rubiani (31) ini menderita kelainan jantung. Gejala ini baru diketahui pada saat umur 2 tahun. Kondisi fisik lemah, apabila melakukan aktivitas sedikit berat selalu tersengal-sengal dan sesak nafas. Pada usia 10 tahun keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga upaya membagikan kondisi Rifki bisa dilakukan dengan merujuknya ke RSCM Jakarta. Selama ini bapak dan ibunya tidak mampu mengobatkan Rifki karena pekerjaan ayahnya yang sebagai kuli bangunan dan ibunya berjualan mracang di depan rumah. Kini Rifki sudah berada di Jakarta dalam dampingan Kurir #SR dan akan memulai tindakan-tindakan praoperasi di RSCM, Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk penginapannya di RSSR Jakarta dan kebutuhan makan sehari-harinya. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 504, Semoga ikhtiar yang dilakukan oleh keluarga Rifki bersama #Sedekah Rombongan dimudahkan Allah dan Rifki kembali sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal: 27 Januari 2014.

Adik Dany menderita kelainan jantung

Adik Dany menderita kelainan jantung

———————————————————–

EYEH SADIAH, usia 58 Tahun. Sehari-harinya tak ada kegiatan lain, selain mengurusi rumah tangga. Walau usianya sudah tua ia tetap semangat menjalani kehidupannya dalam kemiskinan. Sayang, serangan Kanker Hati sejak beberapa bulan ini telah merobohkan kekuatan fisiknya. Bersama suami dan dua anaknya yang masih serumah, ia tinggal di rumah sangat sederhana yang tanahnya dimiliki PJKA, yaitu di Kampung Pasir Tilil, RT.1/2, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Suaminya, Pak Anung S (61) hanya Buruh Tani yang pekerjaannya tak menentu. Walau anak yang menjadi tanggungannnya tinggal dua (dari 6 anak), mereka rasakan beratnya ongkos kehidupan. Kesejahteraan adalah barang yang sangat mahal bagi mereka! Apalagi, Pak Anung kini dihadapkan dengan beban tambahan membiayai pengobatan istri setianya. Berbekal Jamkesmas dari Pemerintah, Pak Anung tak bosan-bosan menunjukkan tanggungjawab dan ikhtiarnya untuk kesembuhan Ma Eyeh. Sejak 3 bulan yang lalu Ma Eyeh mengalami sakit di ulu hati dibarengi demam berkepanjangan. Suaminya pernah memeriksakan istrinya ke dokter praktek dan alternatif. Ia juga diperiksan ke Puskesmas Ciwidey dan dirawat inap di RSUD Soreang selama 14 hari. Tim medis RSUD Soreang akhirnya merujuk pengobatannya ke RSHS Bandung dengan suspect Kanker Hati/Ca Herper. Ibu rumah tangga ini dirawat di RSHS Bandung sejak seminggu lalu sampai saat ini. Ma Eyeh dan keluarganya sangat layak dibantu. Selain miskin, Ma Eyeh harus menghadapi hari-harinya sambil digerogoti penyakit yang cukup ganas. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka, Bantuan awalpun disampaikan untuk transportasi ke rumah sakit dan kenutuhan lainnya selama berobat.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 27 Januari 2014.

Ibu Eyeh menderita Kanker Hati

Ibu Eyeh menderita Kanker Hati

———————————————————–

WIYANTI, 6 tahun. Bersama kedua orangtua dan keempat saudara kandungnya, ia tinggal di Jalan Gunung Batu, Kampung Rancabali RT.6/3, Kelurahan Pasir Kaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Mereka menempati rumah kontrakan yang tak layak dihuni 7 tanggungan jiwa. Ukuran Luas 7 m2, kumuh, pengap, sempit. Potret kemiskinan kota yang teramat nyata. Betapa tidak? Ayahnya Yadi, 34 tahun, dua tahun ini kehilangan pekerjaannnya, Kerjaannya serabutan. Ibunya, Risma, walau usianya masih muda, 32 tahun, ia telah melahirkan 5 anak hasil pernikahannya, Tak sempat ia berpikir untuk bekerja membantu pendapatan suaminya. Ibu muda ini sehari-hari hanya disibukan dengan urusan rumah tangga saja. Orangtua Wiyanti tampak kelimpungan mengurus keluarganya, Apalagi pada Desember 2012 Wiyanti divonis mengidap leukemia (ALL H.R.). Mereka semakin menderita, Padahal untuk biaya hidup sehari-hari pun tak pasti. Hampir 7 bulan Wiyanti dirawat di RSHS Bandung dan menjalani kemoterapi dan sampai akhir Juli 2013 ia terdaftar sebagai pasien SKTM, yang plafonnya hanya 3 juta. 15 kali sudah anak ini merasakan betapa sakitnya dikemoterapi. Keluarganya kini sedang memproses jaminan kesehatan yang plafonnya lebih besar (Gakinda/Jamkesmas) dibantu Kurir #SedekahRombongan beserta santunan tunai untuk kebutuhan mereka sehari-hari karna hutang mereka sudah menumpuk tak terbayar. “Melihat kondisi saat ini, anak saya takkan bertahan, Kang” kata bapaknya sambl menangis. Pada pukul 19, Wiyanti akhirnya meninggal di Ruang IGD RSHS Bandung disaksikan ayah, ibu dan kakeknya. Innaa lillaahi wa Innaa ilaihi rooji’uuun.
Alhamdulillaah keluarga dhu’afa ini mendapatkan kemudahan utk penyelesaian administrasi pembayarannya hingga pengambilan jenazahnya. Walau status Wiyanti sebagai pasen umum, berhasil “dinego”, dikembalikan ke status semula sebagai pasen Gakinda Kota Cimahi. Bantuan lanjutan disampaikan sebagai uang duka setelah sebelumnya masuk di Rombongan 436.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 27 Januari 2014.

Adik Wiyanti divonis mengidap leukemia (ALL H.R.)

Adik Wiyanti divonis mengidap leukemia (ALL H.R.)

———————————————————–

WIWI KARTIWI, 55 Tahun. Pekerjaan sehari-harinya tak jelas, lebih sering menjadi buruh cuci di tetangga sekitar yang membutuhan tenaganya, “Ngabantos kabutuhan sapopoe,” jawabnya ketika ditanya mengapa ia harus bekerja. Penghasilan suaminya, Entis S (58), memang takkan mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka walau tanggungan anaknya hanya dua. Kang Entis hanyalah Pedagang Kaki Lima. “Saya juga belum mampu memberi anak istri rumah yang layak,” kata Pak Entis sambil tersedu-sedu. Ukuran rumahnya kurang lebih 8 meter persegi, peninggalan orangtuanya yang terletak di Kampung Kaum Kidul Barat RT.1/16, Desa Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sungguh berat hidup mereka, Apalagi kini Bi Iwi ia biasa dipanggil tak bisa menjalankan aktivitasnya meringankan beban keluarga dengan maksimal lagi. Tangan kanannya tak bisa bergerak normal, Dokter Puskesmas dan Tabib alternatif urut menduganya mengalami serangan stroke. Suami Ma Iwi belum pernah memeriksakannya lebih lanjut ke rumah sakit. Padahal, Bi Iwi ingin sekali berobat tuntas agar bisa kembali beraktivitas membesarkan dan mendidik anak-anaknya supaya menjadi anak saleh yang berhasil mengeluarkan keluarganya dari kubangan kemiskinan. #Alhamdulillah, berbekal Jamkesmas yang telah ia miliki dan #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuknya digunakan transportasi ke RSUD Soreang. Bi Iwi pun akan mulai berobat, Semoga kesembuhan akan terkabul seperti keinginannya lewat ihtiar bersama ini. Amiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 27 Januari 2014.

Ibu Wiwi diduga mengalami serangan stroke

Ibu Wiwi diduga mengalami serangan stroke

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 61,600,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 509 ROMBONGAN

Rp. 16,183,242,933,-