Anis Desiyanti 26thn alamat dusun kampung baru RT 11 RW 03 desa kalisat kec.sempol kab bondowoso. Suami mbak anis hanya seorang pencari kayu bakar di hutan sekitar pegunungan kawah ijen,bondowoso. Sejak usia 4 thn sudah timbul benjolan kecil,besarnya benjolan makin membesar seiring bertambahnya usia. Kondisi ini berubah dari benjolan kecil menjadi tumor hingga 3 thn terakhir ini menjadi kanker yang terus mengeluarkan darah segar dari benjolan tersebut. Kami membawa mbak anis dari rumahnya d pegunungan ijen ke malang pada hari minggu tanggal 13 januari 2014 dan langsung masuk RS mengingat kondisinya yang mengeluarkan darah terus. Saat ini mbak anis telah melakukan CT scan dan biopsi. Tindakan selanjutnya adalah dengan cara operasi pengambilan benjolan. Bantuan ini dipergunakan untuk tambahan DP RS dn uang saku selama di malang

Jumlah Bantuan : Rp.9.300.000,-
Kurir: @karmanmove @adist_ramadhan @ilmaaanh
Tanggal :23/1/2014

Adik Anis menderita tumor

Adik Anis menderita tumor



———————————————————–

Mbah Noto Suwito umur 92 Tahun beralamat di RT 02 Depok Gilangharjo Pandak, Bantul, Yogyakarta pekerjaan Tidak Punya kondisi Duafa. Mbah Noto Suwito atau yg sering dipanggil mbah kaum tinggal di sebuah rumah yg dindingnya hanya setengah terbuat dari anyaman bambu, lantai rumahnya masih tanah. Kondisi rumah yg seperti itu pasti dingin jika di malam hari, apalagi kalau pas hujan air hujan bisa masuk terbawa angin (tampu). Mbah kaum tinggal berdua dengan anaknya yang ragil bernama pak wagiran umur 44 tahun, dia lah yg sehari-hari merawat mbah kaum. Pak wagiran sudah berkeluarga, istri dan anaknya tidak tinggal di rumah itu, tetapi tinggal dirumah orang tuanya. Hal itu terjadi karena mertua pak wagiran juga sudah sepuh dan yg bertugas merawat adalah istrinya, mereka berbagi tugas untuk merawat orang tua mereka masing-masing. Sebagai mbah kaum, mbah noto sering diundang ke acara kenduri di kampungnya untuk memimpin doa, walau usianya sudah 90 tahunan tetapi masih sanggup untuk berjalan melewati jalan kampung yang berbatu dan naik turun karena letak perkampungannya di sebuah perbukitan

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @IqbalRekarupa Via Rudianto dan Irfan Rohudin
Tanggal Pemberian: 16 januari 2014

Mbah Noto Suwito atau yg sering dipanggil mbah kaum tinggal di sebuah rumah yg dindingnya hanya setengah terbuat dari anyaman bambu

Mbah Noto Suwito atau yg sering dipanggil mbah kaum tinggal di sebuah rumah yg dindingnya hanya setengah terbuat dari anyaman bambu

———————————————————–

Mbah Karso Inangun umur 70 Tahun beralamat di RT 06 Ngajaran, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta pekerjaan Tidak Punya kondisi Duafa, Sakit Katarak (Buta). Mbah Karso tinggal berdua dengan anaknya bernama bu inah, dialah yang merawat mbah karso sehari-hari. Mbah karso saat ini sedang sakit-sakitan, kedua matanya sudah tidak dapat melihat karena penyakit katarak yg suda lama diderita dan terlambat untuk diobati. Mbah karso sudah tidak dapat berjalan sediri, dia harus dituntun untuk bisa berjalan jika ingin pindah dari tempat tidurnya. Mbah karso dan bu inah tinggal disebuah rumah yang berdinding gedeg, lantainya dari tanah, rumah itu tidak ada jendelanya, jika musim hujan lantainya pasti basah dan lembab, udara di dalam terasa pengap, penerangan disitu hanya menggunakan lampu pijar yg tidak terang mungkin hanya 15 watt. Dipan untuk tidur mbah karso yg sedang sakit terbuat dari lincak bambu. Saat kurir datang untuk menyerahkan sedekah dari #SR, mbah karso sedang tiduran di tempat tidurnya, karena lantai lembab mbah karso menggunakan penutup kaki dari plastik kresek yg sebelah kiri warna putih yang sebelah kanan warna hitam, hal itu dilakukan biar kakinya tidak kedinginan dan kotor jika menginjak lantai tanah yang lembab. Bu inah sebenarnya mempunyai suami yg bekerja sebagai tukang becak di kota yogyakarta, suaminya tidak setiap hari pulang biasanya seminggu sekali pulang, jika pulang suaminya tidak mesti membarikan uang belanja untuk istrinya, oleh karena itu bu inah harus bekerja sebagai buruh tani untuk merawat ibunya yg sudah sepuh dan sakit-sakitan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @IqbalRekarupa Via Irfan Rohudin dan Rudianto
Tanggal Pemberian: 16 Januari 2014

Mbah Karso Sakit Katarak (Buta)

Mbah Karso Sakit Katarak (Buta)

———————————————————–

Dik Mita umur 13 tahun, kelas 1 SMP Bapak : Sukijo umur 45 thn beralamat di RT.06 Ngajaran, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta pekerjaan Tukang becak dan buruh garap sawah kondisi Piatu ( tidak punya ibu). Adik Mita saat ini berumur 13 tahun, ibunya meninggal ketika dik mita berumur 2 bulan, ibunya meninggal karena penyakit flu tulang. Keluarga dik mita termasuk keluarga yg tidak mampu sehingga tidak dapat membawa ibunya yang sakit untuk berobat ke rumah sakit, ibunya hanya diberi pengobatan semampunnya, hingga akhirnya dik mita harus merelakan ibunya pulang (meninggal). Saat ini dik mita tinggal dengan bapaknya yang bernama pak sukijo, pak sukijo bekerja sebagai buruh garap sawah milik orang lain jika sedang musim tanam padi, jika sedang tidak sedang musim tanam pak sukijo bekerja sebagai tukang becak, dari hasil bekerja itulah pak sukijo menghidupi dan membiayai sekolah dik mita yang saat ini duduk di kelas 1 SMP. Dik mita termasuk anak yang pandai, nilainya pelajaran di sekolah cukup bagus, untuk berangkat sekolah dik mita naik sepeda ontel.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @IqbalRekarupa Via Irfan Rohudin dan Rudianto
Tanggal Pemberian: 16 Januari 2014

pak sukijo bekerja sebagai buruh garap sawah milik orang lain jika sedang musim tanam padi

pak sukijo bekerja sebagai buruh garap sawah milik orang lain jika sedang musim tanam padi

———————————————————–

Evita Retno Rahayu umur 5 Tahun Bapak : Suwandi umur 48 thn beralamat di RT.02 Depok, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta pekerjaan tukang becak dan atau buruh garap sawah kondisi Piatu ( tidak punya ibu) Tumirah. Adik Evita Retno Rahayu yg biasa dipanggil dik Vita saat ini berumur 5 tahunan, ibunya meninggal setahun yg lalu karena penyakit komplikasi. Keluarga dik vita sudah berusaha melakukan berbagai macam pengobatan untuk ibunya, tetapi karena keterbatasan biaya dan sakit yg sudah akut, akhirnya dik vita harus merelakan ibunya pulang (meninggal). Saat ini dik vita tinggal dengan bapak dan kakaknya, bapaknya bernama pak suwandi yg bekerja sebagai buruh garap sawah milik orang lain jika sedang musim tanam padi, namun jika tidak ada yg memintanya menggarap sawah pak wandi biasanya bekerja menarik becak, dari hasil bekerja itulah pak wandi menghidupi dik vita dan kakaknya. Sebelum istrinya meninggal kebutuhan keluarga pak wandi masih bisa dipikul berdua dengan istrinya, namun semenjak istrinya meninggal, pak wandi harus menjadi bapak dan ibu sekaligus untuk dik vita. Tidak mudah bagi pak wandi untuk menjadi bapak dan ibu sekaligus, untung ada tetangga bernama ibu tumirah yg bersimpati untuk momong dik vita yg masih kecil selagi ditinggal pak wandi bekerja. Bu tumirah tidak menuntut bayaran dari kegiatan momong dik vita, semua didasari rasa kasihan pada dik vita yg telah ditinggal ibunya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @IqbalRekarupaVia Irfan Rohudin dan Rudianto
Tanggal Pemberian: 16 Januari 2014

pak suwandi yg bekerja sebagai buruh garap sawah milik orang lain

pak suwandi yg bekerja sebagai buruh garap sawah milik orang lain

———————————————————–

Bapak Pardi umur 50 Tahun Alamat : Rewulu Wetan RT 01/RW 20 Sidokarto, Godean, Sleman, Yogyakarta pekerjaan Tidak Punya kondisi Duafa/ Sakit Stroke dan Ginjal. Pak Pardi saat ini menderita penyakit stroke dan ginjal, penyakit tersebut sudah dideritanya selama 2 tahun terakhir ini. Kondisi peyakit ginjal pak pardi yang sudah parah mengharuskannya untuk cuci darah setiap 2 kali seminggu. Biaya untuk cuci darah selama ini gratis ditanggung oleh jamkesmas namun untuk operasional dan biaya menebus obat memakai biaya sendiri. Pak pardi biasanya melakukan cuci darah di RS Sarjito Sleman Yogyakarta. Pak Pardi tidak mempunyai pekerjaan tetap, untuk mencukupi kebutuhan keluarga bu pardi lah yang harus bekerja. Bu Pardi saat ini berjualan jajan pasar yaitu cemplon, makanan yang terbuat dari ketela yang didalamnya ada gula jawanya, dari hasil berjualan cemplon itu digunakan untuk membiayai sekolah 3 anaknya dan untuk biaya berobat suaminya. Kondisi ekonomi keluarga pak pardi yang pas-pasan di tambah penyakit yang dideritanya, menimbulkan simpati dari saudara-saudara pak Pardi dengan membantu biaya pengobatan namun bantuannya juga terbatas. Tahun ini pak pardi tidak lagi mendapatkan bantuan dari jamkesmas. Saat kurir #SR bertandang kerumahnya, beliau dan istri sedang tepat berada dirumah. Kondisi pak pardi tersengal-sengal saat sedang berbicara, hal itu disebabkan minggu ini beliau belum cuci darah, meski mendapatkan program jamkesmas terbaru tapi untuk operasional pak Pardi kesulitan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Kurir: @IqbalRekarupaVia Yuli Teguh
Tanggal Pemberian: 18 Januari 2014

Bapak Pardi Sakit Stroke dan Ginjal

Bapak Pardi Sakit Stroke dan Ginjal

———————————————————–

Mbah Sugiyem umur 80 Tahun beralamat di Tunjungan RT. 05 Caturharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta pekerjaan Tidak Punya kondisi Duafa/Janda . Mbah Sugiyem tinggal sendiri di sebuah rumah lama yang kondisinya memprihatinkan, walaupun beratap genting tapi jika hujan deras pasti bocor yang membuat banjir lantainya karena itu jika hujan mbah sugi memilih tidur di gardu poskamling dekat rumah itu. Bangunan belakang sudah hancur karena usia rumah yang tersisa cuma ruangan depan yang dipakai untuk tidur dan merebus air. Rumah itu bukan miliknya, mbah sugi hanya menempatinya. Semenjak suaminya meninggal mbah sugi tinggal sendiri, beliau tidak punya anak kandung, hanya anak pupon dari suaminya. Anak itu sekarang sedang merantau sehingga tidak perhatian dan peduli dengan mbah sugi. Sekarang ini mbah sugi tidak ada keluarga yang mengurus, untuk makan sehari-hari beliau hanya berharap dari kebaikan tetangga yang peduli dengan kondisi mbah sugi. Kondisi fisik mbah sugi cukup sehat, masih bisa berjalan dan berbicara lancar, namun kurus sekali badannya. Saat kurir #SR datang mbah sugi langsung menangis dan meratapi kehidupannya saat ini yang sendirian tidak ada keluarga yang menanggung, mbah sugi terharu saat menerima titipan sedekah dari teman-teman #SR. Ngrantes sekali rasanya mendengar keluh kesah mbah sugi, dulu beliau sudah menanam benih, merawat dan memupuknya sehingga menjadi sebuah pohon yang sekarang telah berbuah, namun sayang mbah sugi tidak dapat mencicipi dan menikmati manisnya buah dari pohon itu.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @IqbalRekarupaVia Rudianto dan Bendra
Tanggal Pemberian: 19 Januari 2014

Mbah Sugiyem tinggal sendiri di sebuah rumah lama yang kondisinya memprihatinkan

Mbah Sugiyem tinggal sendiri di sebuah rumah lama yang kondisinya memprihatinkan

———————————————————–

Ibu Minten umur 70 Tahun beralamat di Biru Demangan RT 09 RW 31 Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta pekerjaan Tidak Punya kondisi Janda/Sakit Stroke tangan sebelah kiri lumpuh . Bu Minten tinggal sendirian di sebuah gubug dari gedeg yang berdiri diatas tanah yang bukan miliknya. Suami Bu minten sudah sejak lama meeninggal. Sebenarnya bu minten mempunyai seorang putra, namun tidak peduli dengan ibunya, walau tinggal masih di jogja tetapi tidak pernah menjenguk ibunya. Bu minten sudah tiga tahun belakangan ini menderita stroke yang mengakibatkan tangan sebelah kiri lumpuh. Karena penyakit stoke itu bu minten tidak dapat melakukan aktivitas memasak, sehingga untuk makan sehari-hari bu minten mengandalkan pemberian dari tetangga sekitar atau membeli makanan dari sebuah warung yang tagihannya akan dibayar oleh Bu giyono, pemilik tanah dari gubug yang ditempati bu minten yang baik hati. Saat kurir #SR datang menyerah bantuan bu minten merasa sangat senang dan terharu, apalagi setelah menerima kursi roda, harapannya untuk duduk diteras sambil melihat ke luar rumah bisa terwujud.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-(kursi roda seharga Rp.870.500 dan uang tunai Rp 629.500)
Kurir: @IqbalRekarupaVia Sutrisno, Bu Giyono dan Irfan Rohudin
Tanggal Pemberian: 19 Januari 2014

Ibu Minten Sakit Stroke tangan sebelah kiri lumpuh

Ibu Minten Sakit Stroke tangan sebelah kiri lumpuh

———————————————————–

Seorang nenek bernama mbah sri hidup serba kekurangan, rumahnya pun hampir roboh. Karena untuk kebutuhan makan pun sulit baginya, apalagi berpikir untuk memperbaiki rumah pun tidak mampu. Tidak ada sanak saudara. Ber alamat di dusun Njendi, Ngelo RT.RW 04/08 selogiri,wonogiri. Dan suaminya pun mengalami sakit dan tidak bisa berjalan. Sakit sudah cukup lama, akan tetapi karena tidak punya biaya maka suami mbah sri pun tidak bisa berobat.Tuhan menunjukkan bagi manusia lain untuk peka terhadap lingkungan, kepekaan yang mestinya di ikuti dengan rasa keperdulian, sehingga muncul rasa keihlasan untuk berbagi. Jika tidak mampu sendiri, kebersamaan lah yang menjadi tumpuan bagi rasa keperdulian itu. Kebersamaan yang kemudian menimbulkan rasa keterpaduan untuk membantu. Bersama sedekah rombongan, para sedekaholics saling membantu. Bantuan untuk hidup mbah sri semoga dapat meringankan beban hidupnya, dan semoga ALLAH SWT selalu melimpahkan rejeki bagi para sedekaholics yang menyedekahkan harta nya bersama sedekahrombongan.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir @saptuari @mawanhananto @yuliantonuzul

mbah sri hidup serba kekurangan, rumahnya pun hampir roboh

mbah sri hidup serba kekurangan, rumahnya pun hampir roboh

———————————————————–

Seorang janda hidup sendirian di sebuah rumah di dusun Sumber RT 01, ged0ng, ngadirojo, wonogiri. Nenek itu bernama Ibu tutik, seorang yang tidak mampu dan selama tiga bulan tidak mampu membayar listrik rumahnya, dan hanya dua puluh satu ribu rupiah saja, tetangga nya menagih kepada nenek itu. Sungguh, ketidakpekaan yang membuat miris bagi sesama insan. Hidup itu untuk berbagi, untuk saling memberi, untuk saling menolong. Di saat mbah tutik tiada punya kemampuan seperti itu akankah kita diamkan saja, terimakasih bagi para sedekaholics yang telah bersama sedekahrombongan menyampaikan rejeki padanya, untuk meringankan beban beliau, agar supaya bisa digunakan untuk membeli beras serta membayar tanggungan listrik rumahnya. Semoga ALLAH membaikkan dan selalu menambah rejeki untuk kita semua, meridhoi langkah kita bersama, bisa berbagi dan saling membantu untuk sesama, selamanya. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Kurir @saptuari @mawanhananto @yuliantonuzul

Ibu tutik, seorang yang tidak mampu dan selama tiga bulan tidak mampu membayar listrik rumahnya

Ibu tutik, seorang yang tidak mampu dan selama tiga bulan tidak mampu membayar listrik rumahnya

———————————————————–

Ibu ini sedang hamil dan sangat membutuhkan bantuan, ketika memberi informasi melalui mas saptuari, dan kemudian kami tindak lanjuti untuk survey ke lokasi dan memang beliau sangat membutuhkan uluran tangan yang bisa memberikan kebaikan untuk hidupnya. Hidup ini sebenarnya singkat, kepekaan tanpa kepedulian itu hanya kemudian menjadi fatamorgana dalam kehidupan kita. Ketika amanah para sedekaholics yang bersama dengan @srbergerak memberikan manfaat dan berbagi untuk para sesama, harta hanyalah titipan dari ALLAH SWT. Dimanapun,ketika ALLAH memberi kesempatan untuk berbagi,untuk berbuat baik, itulah rasa sayang-Nya kepada kita bahwa kita dianggap mampu oleh-Nya. Ibu fitri, berlamatkan di RT 29, dusun barang, desa banaran, kecamatan sambungmacan, kabupaten sragen. Saat butuh dana untuk mempersiapkan kehamilan, saat itu diberikan cobaan oleh ALLAH melalui para rentenir yang mendesaknya, melalui tangan para sedekaholics tersampaikan sebagai bentuk berbagi melalui sedekahrombongan. Kondisi keluarga yang memprihatinkan, ketika kami datang beliau menangis bercerita tentang hidupnya, kisah yang begitu mengharu biru suasana. Tidak banyak yang bisa kami sampaikan pada laporan ini, hanya rasa yang begitu mendalam,bahwa memang hidup ini hanya sejenak saja dan berbagi membuat insan bisa tersenyum.bisa memberi arti pada sesama. Bisa memberi jalan harapan bagi umat Tuhan, yang percaya bahwa dengan doa, maka DIA akan mengabulkan. Keyakinan itu menjadi pembelajaran bagi kami yang selalu mencoba mencari jati diri, bahwa berbagi itu sangat indah. Bantuan disampaikan semoga ALLAH selalu memberikan kekuatan dan rejeki yang berkah bagi para sedekaholics dan sedekahrombongan untuk selalu bergerak dan bergerak.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Kurir @saptuari @mawanhananto @parwotosekcam

Ibu Fitri membutuhkan dana untuk persalinan tapi terjebak rentenir

Ibu Fitri membutuhkan dana untuk persalinan tapi terjebak rentenir

———————————————————–

SAIN (40), beralamat di Desa/Kel Kadu Enggang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Istrinya Bu Uen (33), tidak bekerja, Jumlah tanggungan 2 orang anak. Pak Sain sudah 9 tahun menderita penyakit TB Tulang, saat ini sedang berobat di RSCM Jakarta, rujukan didapat dari RSUD Berkah Pandeglang dengan fasilitas Jamkesmas. Pak Sain berasal dari keluarga miskin, sangat membutuhkan bantuan untuk biaya sehari-hari dan tempat tinggal sementara selama berobat di Jakarta. Keadaan ekonomi yang pas-pasan karena selama sakit Pak Sain sudah tidak bisa bekerja maksimal. Berbekal keinginan untuk berikhtiar dalam menyembuhkan penyakitnya, terpaksa Pak Sain meminta bantuan dari tetangga sekitar untuk membekali biaya transportasi agar bisa berobat ke RSCM Jakarta. Saat awal ditemui #SedekahRombongan pak Sain sedang kebingungan untuk menginap di sekitar RSCM karna tidak mempunyai uang, bantuan lanjutan kembali disampaikan melalui istrinya pak Sain untuk transport dan biaya operasional berobat setelah sebelumnya masuk di Rombongan 486.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 22 Januari 2014.

Pak Sain sudah 9 tahun menderita penyakit TB Tulang

Pak Sain sudah 9 tahun menderita penyakit TB Tulang

———————————————————–

Pak FATAH (50), Kp. Petir RT 2/8 Desa Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Pekerjaan Tukang Becak, istri Ecin (47), ibu rumah tangga, tanggungan 4 orang anak yang masih tinggal bersama di rumah kontrakannya, belum ada yang menikah bahkan yang 3 orang masih usia sekolah, dan seorang istri. Pak Fatah mengalami musibah tertimpa dahan pohon yang mengakibatkan tulang pipi dan pundaknya patah. Kejadian itu ia alami ketika sedang bekerja menarik becak dan melihat ada pohon tumbang. Kemudian ia berusaha memotong ranting-rantingnya untuk dijadikan kayu bakar. Namun malang tiba-tiba dahan yang cukup besar jatuh dan menimpanya. Orang -orang yang melihatnya segera menolong dan membawanya ke IGD RSUD karena lukanya cukup parah dan ternyata ia mengalami patah tulang di bagian rahang dan pundak. Ia pun dirawat di IGD RSUD dengan menggunakan fasilitas Jamkesda yang ia miliki. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu keluarga Pak Fatah agar dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 22 Januari 2014

Pak Fatah mengalami musibah tertimpa dahan pohon yang mengakibatkan tulang pipi dan pundaknya patah

Pak Fatah mengalami musibah tertimpa dahan pohon yang mengakibatkan tulang pipi dan pundaknya patah

———————————————————–

WIWIN (37), Kp. Bojong RT 3/7 Kelurahan Sukamantri Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Suami Warnadi (37), pekerjaan buruh serabutan, tanggungan 3 orang, jaminan kesehatan sudah dibantu #SR dibuatkan UPCPK dari Pemkab Tasikmalaya. Bu Wiwin menderita penyakit berupa adanya benjolan di bagian lehernya sejak beberapa bulan yang lalu. Ia samasekali belum pernah berobat ke Rumah Sakit karena tidak memiliki biaya untuk transportasi dan bekalnya. Suami Bu Wiwin, Pak Warnadi hanya mampu memeriksakan istrinya ke Puskesmas terdekat, dan Puskesmas pun sudah merujuknya untuk berobat ke RSUD Tasikmalaya. #SedekahRombongan membantu membuatkan jaminan kesehatan ke Pemkab Tasikmalaya dan menyampaikan santunan agar ia dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 23 Januari 2014

Bu Wiwin menderita penyakit berupa adanya benjolan di bagian lehernya sejak beberapa bulan yang lalu

Bu Wiwin menderita penyakit berupa adanya benjolan di bagian lehernya sejak beberapa bulan yang lalu

———————————————————–

Dik RISKA APRILIANI (2 thn), Kp. Sindang Hurip RT 2/9 Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Ayah Dik Riska, Kang Suparman (28) sehar-hari bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak tentu. Ibunya Kokom Komala (21) meninggalkan Dik Riska dan Kang Suparman beberapa bulan yang lalu sebelum Dik Riska sakit. Praktis sekarang ia hanya diurus oleh Kang Suparman dan neneknya, mereka berdualah yang mengurus dan menunggui Dik Riska selama dirawat di Rumah Sakit. Dik Riska didiagnosa menderita penyakit abses thorax dx dan sudah 2 kali dioperasi. Selain itu ternyata ia juga menderita penyakit TB kulit, sehingga diprogram pengobatannya untuk selama 6 bulan ke depan. Saat ini ia dirawat untuk menjalani operasi yang ketiga kalinya dengan bantuan fasilitas Jamkesmas, namun kesulitan untuk biaya transport dan bekal selama dirawat karena Kang Suparman selama ini harus menunggui anak tercintanya sehingga tidak bisa bekerja mencari nafkah. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk transport dan biaya bekal sehari-hari selama Dik Riska dirawat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 24 Januari 2014

Dik Riska didiagnosa menderita penyakit abses thorax dx dan sudah 2 kali dioperasi.

Dik Riska didiagnosa menderita penyakit abses thorax dx dan sudah 2 kali dioperasi.

———————————————————–

Dik MOHAMMAD AL FATIH (3 bln), Kp. Sukamanah RT 3/2 Desa Sukamanah Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. Ayahnya, Kang Deni (26) bekerja sebagai karyawan toko di Bekasi, sedangkan Ibunya, Bu Cucu Suniari (22), ibu rumah tangga, tinggal dan mengurus Dik Fatih di Malangbong. Keluarga muda ini baru memiliki anak pertama, Dik Fatih yang lahir secara prematur 3 bulan yang lalu dengan berat badan hanya 1,5 kg. Sewaktu lahir mereka menggunakan fasilitas Jampersal, namun karena sejak awal 2014 sudah tidak berlaku lagi, mereka pun mendafarkan diri sebagai peserta BPJS-JKN. Sejak lahir divonis BBLR, karena beratnya yang hanya 1,5 kg, dan sampai usianya yang ke-3 bulan berat badan Dik Fatih tidak juga bertambah bahkan sering sakit-sakitan, sehingga Kang Deni dan istrinya kembali membawanya ke RSUD Tasikmalaya. Dokter memperkirakan ada kelainan dan berencana melakukan serangkaian pemeriksaan karena berat badan bayi masih tetap tidak bertambah, sama dengan pada saat ia lahir. Untuk sementara kondisi Dik Fatih yang terus memburuk dupayakan dirawat dulu di Ruangan khusus yang ada d RSUD Tasikmaaya. Namun sayang setelah beberapa hari dirawat di RSUD akhirnya Dik Fatih meninggal dunia. #SedekahRombongan menyampaikan santunan yang digunakan untuk transportasi dan pengurusan jenazah almarhum Dik Fatih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 26 Januari 2014

Dik Fatih yang lahir secara prematur 3 bulan yang lalu dengan berat badan hanya 1,5 kg

Dik Fatih yang lahir secara prematur 3 bulan yang lalu dengan berat badan hanya 1,5 kg

———————————————————–

Bapak ini sakit akibat terjatuh saat memperbaiki genteng, beliau memang hidup kekurangan. Saat menjadi buruh atau membantu rumah tetangga, naas baginya tidak bisa terhindarkan. Saat itu kemudian langsung di bawa ke RSUD wonogiri namun kemudian di rujuk ke RS moewardi solo. Hampir 40 hari menjalani perawatan dan sepertinya kondisi semakin parah. Beliau, bapak suwadi umur 37 tahun, tergolek lemah tak berdaya saat ini di rumah nya di dusun Glonggong, Gunungan, Manyaran. RT/RW 01/09 kabupaten wonogiri. Dia mengalami penderitaan patah tulang leher. Dalam satu keluarga, sang kakak pun sakit. Bapaknya buta, dan kakak nya mengalami pengapuran tulang. Sungguh, ketika ALLAH telah memberikan ujian, kesabaran dan ketabahan menjadi hal yang wajib bagi umat manusia. Sehingga datang kesempatan sesama untuk saling berbagi. Bantuan untuk meringankan beban bapak ini, kami sampaikan sebagai amanah para sedekaholics melalui sedekahrombongan. Semoga ALLAH membaikkan beliau. Dan rejeki melimpah berkah bagi para sedekaholics yang berbagi bersama @srbergerak untuk orang miskin tak mampu seperti beliau.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir @saptuari @mawanhananto @yuliantonuzul

Bapak Suwadi terjatuh saat memperbaiki genteng

Bapak Suwadi terjatuh saat memperbaiki genteng

———————————————————–

Ibu martini, sedang dalam kedukaannya. Ibu dua anak ini, mengalami musibah kebakaran rumah di dusun mlokowetan, rt02/1, ngadirojo, wonogiri. Nasib naas tak dapat di pungkiri, musibah bergantian datang menghampirinya. Setelah beberapa minggu yang lalu anaknya sakit karena jatuh, giliran rumah yang di tempatinya mengalami kebakaran. Manusia tempatnya salah, akan tetapi hidup harus tetap berjalan, berbagi tak harus memberi sebanyak apa yang diinginkan. Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi ibu tersebut, dan dapat meringankan beban beliau. Semoga ALLAH SWT selalu memberikan rejeki berkah melimpah bagi para sedekaholics yang berbagi bersama sedekahrombongan untuk kebaikan bersama.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @saptuari @mawanhananto @wahyudi

Ibu Martini mengalami musibah kebakaran rumah

Ibu Martini mengalami musibah kebakaran rumah

———————————————————–

Bu sutinah berumur 44 tahun beralamat di jalan tlogosari 03/04desa tosari kabupaten pasuruan jawa timur. Beliau adalah janda beranak 3 menderita kanker payudara sejak 4 tahun yang lalu. Pengobatan pun dlu sudah sempat dilakukan dengan cara kemoterapi dengan menggunakan jamkesda. Namun sayang pengobatan dan kontrol rutin pun tidak diterskan oleh bu sutinah. Bbrp bulan terakhir bu sutinah mengeluh nyeri hebat dan sedikit pendarahan disertai nanah dbenjolan yang sama. Kami membawa bu sutinah ke malang untuk berobat lagi dan dokter mengharuskan bu sutinah untuk melakukan kemoterapi lagi. Kemoterapi sampai keenam sudah selesai dilakukan, dan ikhtiar selanjutnya adalah dengan cara penyinaran. Bantuan ini dipergunakan untk biaya kontrol,pemeriksaan,obat dan uang saku selama di malang

Jumlah Bantuan : Rp.4.351.200,
Kurir: @karmanmove @adist_ramadhan @ilmaaanh
Tanggal : 24/1/2014

Ibu Sutinah menderita kanker payudara

Ibu Sutinah menderita kanker payudara

———————————————————–

Ibu Mahrus Manisa beralamat di desa mlandingan wetan kecamatan bungatan kabupaten situbondo. Beliau di diagnosa dokter mengalami Kanker payudara (ca mamae) stadium 4 dan sudah di deritanya kurang Lebih 1 tahun. Bu manisa sudah melakukan kemoterapi sampai enam kali. Ikhtiar selanjutnya adalah dengan cara penyinaran. Penyinaran seri ketiga sudah selesai dilakukan. Stelah dilakukan pemeriksaan ulang dokter menyarankan bu manisa untuk melakukan penyinaran tambahan setelah lebaran. Penyinaran tambahan pun sudah selesai dilakukan. Saat ini bu manisa berada di malang untuk melakukan kontrol rutin tiap bulan. Dn hasilnya baik. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pemeriksaan,biaya kontrol,obat,transportasi dn uang saku selama di malang

Jumlah Bantuan : 4.902.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @ilmaaanh
Tanggal : 24/1/2013

Ibu Mahrus mengalami Kanker payudara (ca mamae) stadium 4

Ibu Mahrus mengalami Kanker payudara (ca mamae) stadium 4

———————————————————–

Ibu Buami usia 51 thn alamat dusun klampes,kajar,tenggarang kab bondowoso ini sakit kanker payudara. Pekerjaan beliau sebagai seorang buruh,meskipun dalam kondisi sakit beliau menjadi tulang punggung keluarga yang menghidupi suami & anaknya yg duduk di bangku SMP. Suami beliau tidak bisa melakukan aktivitas sebagai mana biasanya karena mengalami gangguan jiwa. Saat ini bu buami sudah melakukan pengobatan di malang. Bu buami adalah pasien dengan menggunakan jamkesmas. Tindakan yang dilakukan oleh dokter adalah dengan cara kemoterapi. Kemoterapi pun sudah dilakukan sampai dengan 6x. Stlah mlakukan bbrp pemeriksaan psca kemo keenam slsai dokter menyarankan untk dilakukan tindakan operasi untk operasi pengangkatan tumor yang ada di payudarany. Dan karena waktu antrian operasi untuk jamkesmas terlalu lama akhirnya kami menjadikan bu buami menjadi pasien umum dan operasi akan dilakukan hari kamis besok di rs lavalette. Tanggal 21 januari 2014 bu buami mrs d lavalette untk prsiapn operasi pengangkatan tumor. Dan operasi dilakukan tanggal 22 januari 2014 jam 13.00 wib d RS lavalette, dan alhamdulillah operasi sukses dilakukan. Perkiraan biaya 15-17jt. Bantuan ini dipergunakan untk tambahan dp RS dan uang saku selama di malang

Jumlah Bantuan : Rp.3.760.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @ilmaaanh
Tanggal : 25/1/2014

Ibu Buami sakit kanker payudara

Ibu Buami sakit kanker payudara

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 39,813,200,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 508 ROMBONGAN

Rp. 16,121,642,933,-