KURNIAWAN, 1 bulan, Terlahir dari seorang ibu muda Imas Ilah (23) dan ayah, Rahmat Kurnia (45), beralamat di Kp. Tegalparang RT.2/3, Desa Tegalparang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Bayi Kurniawan terlahir kurang beruntung, jauh dari sempurna dengan kepala membesar terdiagnosa Hydrocepalus, mata tertutup ke dalam dan yang lebih mengiris hati adalah Bapaknya seakan tidak menerima dianugrahi Kurniawan dalam keadaan seperti itu. Sedangkan sang ibu masih dirawat intensif di RSUD Garut pasca operasi cesar yang dilakukan, bayi malang tersebut tergolek lemah dalam perwatan di ruang Kenanga kamar 10A 1 3 RSHS dengan ditunggu oleh paman dan bibinya yang masih belia dan belum punya penghasilan. Jangankan buat membeli obat yang patent di luar jaminan pemerintah buat bertahan hidup pun mereka sangat kesusahan, Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka, Bantuanpun disampaikan untuk melanjutkan proses pengobatan yang akan memakan waktu yang cukup panjang ini.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @abahlutung
Tanggal : 23 Januari 2014.

Adik Kurniawan terdiagnosa Hydrocepalus

Adik Kurniawan terdiagnosa Hydrocepalus



———————————————————–

Jaleha (63 tahun/IRT), suami bernama Aminudin Lamuse . Alamat Desa Malei Kec. Balaesang Tanjung Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Jaleha sudah 1 bulan lamanya tidak bisa berjalan dan ketiak mengalami pembengkakan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,- untuk membantu meringankan beban hidup bagi ibu Jaleha.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid
Tanggal : 22 Januari 2014.

Ibu Jaleha sudah 1 bulan lamanya tidak bisa berjalan dan ketiak mengalami pembengkakan.

Ibu Jaleha sudah 1 bulan lamanya tidak bisa berjalan dan ketiak mengalami pembengkakan.

———————————————————–

Muhnar (55 tahun/pekerjaan nelayan), istri bernama Hatia (40 tahun/IRT), anak berjumlah 7 orang, alamat Jl. Trans Sulawesi Desa Towale Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Pak munhar menderita penyakit Jantung dan harus selalu menjalani pemeriksaan. Kondisi saat ini membutuhkan biaya berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,- untuk membantu meringankan biaya berobat bagi Pak Munhar.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid
Tanggal : 22 Januari 2014.

Pak munhar menderita penyakit Jantung

Pak munhar menderita penyakit Jantung

———————————————————–

YAYASAN REHABILITASI CACAT MENTAL “GALUH”, beralamat di Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT 3/2, kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi. Ketua: Bpk. Suhanda Gendu, 59 tahun anak dari Gendu Mutalip(Pendiri). Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/Gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan sejak tahun 1980, Diatas Tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 3.200m, saat ini ada sekitar 300an pasien dari Bekasi dan luar kota, Kebutuhan beras dalam sebulan mencapai 4 Ton + Lauk Pauk mereka siapkan dibantu relawan sebanyak 25 orang. Mereka adalah orang-orang yang terpilih Tuhan dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang yang cacat mentalnya atau gila dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah setelah kita bantu pada Rombongan 497 kini #SedekahRombongan akan terus rutin memberikan bantuan setiap bulannya.

Jumlah bantuan : Rp. 2.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @Romli_Iyom
Tanggal : 24 Januari 2014.

YAYASAN REHABILITASI CACAT MENTAL “GALUH”

YAYASAN REHABILITASI CACAT MENTAL “GALUH”

———————————————————–

SEMBAKO RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, yang terletak di sekitar RS Hasan Sadikin Bandung yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS yang berasal dari daerah luar kabupaten Bandung. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Jakarta, Malang dan kota lainnya, maka melihat dari kebutuhan tersebut kini Bandung telah memilik RSSR untuk tempat istirahat sementara para pasien dari: Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Tentunya memerlukan persediaan makanan pokok untuk pasien, utamanya beras dan sembako lainnya dimana pasien kita siapkan makan mereka setiap hari. Biaya harian Rumah Singgah berasal dari para sedekaholics #SedekahRombongan dan bantuan disampaikan untuk kebutuhan sembako disana. Kembali bantuan untuk bahan pokok makan pasien di RSSR Bandung disampaikan setelah sebelumnya masuk di laporan Rombongan 502, Saat ini RSSR Bandung dihuni 18 orang pasien dan keluarganya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @abahlutung
Tanggal : 24 Januari 2014.

SEMBAKO RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung

SEMBAKO RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung

———————————————————–

NURSEHAN, 53 tahun, Alamat Kontrakan: Griya Asri, Blok F6/25, Sumber Jaya, Tambun, Bekasi. Suami: Soma, 56 tahun, Pekerjaan Buruh. Bu Nursehan menderita Kanker Payudara dan kondisinya saat ini sangat mengenaskan, Payudara kirinya sudah pecah dan membusuk. Bu Nursehan hanya bisa menahan perih dan sakit sementara kebingungan untuk ke Rumah Sakit karna tidak ada biaya operasionalnya walau Gakinda sudah dimilikinya. Kurir #SedekahRombongan langsung tanggap mempersiapkan MTSR untuk membawa bu Nursehan ke RSHS Bandung dan Alhamdulillah saat ini sudah dirawat disana. Sekelumit cerita tentang bu Nursehan sejak bulan April 2013 didampingi #SedekahRombongan perobatannya di RSUD Bekasi dan RSHS Bandung sampai akhirnya ia tak kuat lagi menahan deritanya, Pada tanggal 23 Januari 2014 bu Nursehan dipanggil sang Kuasa Selamat jalan Ibu, Semoga Surga menantimu. Bantuan lanjutan disampaikan untuk uang duka setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 486.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @suharnayana via @emmalk3
Tanggal: 24 Januari 2014.

Bu Nursehan menderita Kanker Payudara

Bu Nursehan menderita Kanker Payudara

———————————————————–

PULUNG, 60 tahun. Warga Kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kec.Cimarga, Kab.Lebak, Banten ini menderita sakit Tumor pada Lidahnya, Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Suami dari Ibu Sawnah yang sudah dikarunia 3 orang anak ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya, sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung, Banten namun kondisi bapak Pulung tidak alami banyak kemajuan dari RSUD Dr Adjidarmo pengobatan lanjutannya bapak Pulung dirujuk ke RSCM Jakarta. Sudah beberapa bulan Bapak Pulung dan Ibu Sawnah ada di Jakarta untuk melakukan pengobatan di RSCM, Pengobatan dengan Fasilitas Jamkesmas yang sudah dimilikinya memang sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya, namun kadang ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain obat kendala biaya makan sehari-hari dan tempat tinggal adalah masalah yang sangat dominan untuk keluarga ini selama berobat jalan, praktis bapak Pulung sudah tidak punya penghasilan lagi, untuk sementara bapak Pulung dan ibu Sawnah tinggal di Rumah Singgah RSCM, namum biaya sewa Rp. 30.000/hari membuat keluarga ini tak sanggup lagi untuk membayarnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya hidup mereka di Jakarta selama masih dalam jadwal perobatan di RSCM.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 22 Januari 2014.

Bapak Pulung menderita sakit Tumor pada Lidahnya

Bapak Pulung menderita sakit Tumor pada Lidahnya

———————————————————–

MAMAT, 58 tahun, Pekerjaan Buruh Tani. Di usianya yang mulai senja, anak pertama dari dua bersaudara ini masih juga menempati rumah ibunya, Ma Emin yang berusia 99 tahun. Tinggal di rumah yang hampir ambruk di Kampung Mumunggang RT.1/14, Desa Ciwidey, Kec.Ciwidey, Kab. Bandung. Ibunya kini diurus keluarganya di Cianjur. Dua kali ia berumahtangga, dua kali juga ia gagal. Anaknya hanya satu dan sudah lama dibawa pindah istrinya ke Cianjur jadi dia benar-benar terasing dalam kemiskinan dan penderitaan. Bagaimana tidak menderita? Delapan bulan ia teronggok sendirian di kamarnya yang pengap, kecil dan kotor karena sakit stroke. “Ya Rabbi, beri kami kemampuan mendampinginya menuju kesembuhan! Bukakan pintu rezekiMu”. Jaminan kesehatan yang ia miliki hanya berupa SKTM Kab. Bandung yang plafonnya cuma Rp. 3 juta, Sekalipun ia belum pernah mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Diperiksakan ke Puskesmas pun menurut pengakuannya belum pernah. “Saya memilih yang murah saja. Diurut dan pakai obat warung,” katanya. Selama ia sakit, kebutuhan sehari-hari bergiliran dibantu beberapa warga termasuk memandikannya. Tragis! Salah satu warga, Bu Neneng S, yang menghubungi kurir #SedekahRombongan untuk bersama-sama mendampinginya berobat ke rumah sakit. “Betul-betul sengsara Pak Mamat ini, Dia tidak punya penghasilan apa-apa dan sakitnya sudah lama,” Penjelasan Bu Neneng pada kurir #SR. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk transportasi pak Mamat selama masa perawatan setelah sebelumnya masuk Rombongan 496, Kondisi pak Mamat saat belum memperlihatkan perkembangan yang baik – Mungkin karna sudah cukup berat penyakitnya, namun upaya berobat terus dijalankan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 24 Januari 2014.

Bapak Mamat sakit stroke

Bapak Mamat sakit stroke

———————————————————–

KARTINI, 63 tahun. beralamat di Kp.Selang Cau, RT.4/12, Wanasari, Cibitung, Bekasi. Janda berusia 60 tahun ini sungguh menderita dimasa tuanya, Menderita akibat penyakit Kanker Payudara/CA Mamae sudah berbulan-bulan. Akhirnya berbekal SKTM dari Dinkes Bekasi diapun dirujuk berobat ke RSHS Bandung, namun persoalan biaya transportasi dan akomodasi yang menjadi tambahan derita buat Ibu Rumah Tangga ini yang sehari-harinyapun sudah sulit ekonominya. Kembali #SedekahRombongan ikut meringankan beban si Ibu tua miskin ini dengan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi ke RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan 466. Ibu Kartini sudah 1 tahun dalam dampingan #SedekahRombongan dan saat bantuan ini disampaikan kondisinya masih belum membaik, Semoga Allah segera angkat penyakitnya.. Amiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini@ddsyaefudin via @suharnayana via Emma Rahmawati
Tanggal : 24 Januari 2014.

Ibu Kartini Menderita akibat penyakit Kanker Payudara/CA Mamae

Ibu Kartini Menderita akibat penyakit Kanker Payudara/CA Mamae

———————————————————–

FAUZAN MUHAMMAD RAMDAN, 6 tahun, beralamat di Cimuncang Selatan, RT.2/8, Ciwidey, Bandung. Ayah: Agus Ramdan, 30 tahun dan bekerja sebagai Pedagang Asongan serta nyambi menjadi guru ngaji, Ibu: Kristina Nuamanah, 28 tahun, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga. Sejak usia 1 tahun Fauzan Menderita Tumor di perut – Intra Abdomen serta komplikasi dengan penyakit lainnya, pernah berobat namun tidak dilanjut karna alasan tidak punya biaya. Maklum memang penghasilan Agus yang hanya bisa mencukupi keluarga mereka untuk makan saja sudah sangat pas-pasan. Alhamdulillah berbekal Surat Kesehatan Gakinda Fauzan sudah mulai berobat jalan praoperasi di RSHS Bandung dan #SedekahRombongan memberi bantuan lanjutan untuk operasional mereka setelah sebelumnya masuk di Rombongan 484. Ia juga ternyata mengalami gangguan hidroneprosis dextra, Setiap hari ia dipasangi Urine Bag untuk membuang cairan dari ginjalnya, Tindakan lainnya yang ia jalani adalah rongent ulang juga CT Scan urograpi, nuklir dan terakhir operasi. Secara berangsur terlihat ada perkembangan menggembirakan dan update terakhir saat dijenguk selang urine yang dipasang berbulan-bulan sudah dilepas dan rangkaian operasi sudah dilewati, Semoga Fauzan segera disembuhkan total sehat seperti semula.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 24 Januari 2014.

Adik Fauzan Menderita Tumor di perut – Intra Abdomen

Adik Fauzan Menderita Tumor di perut – Intra Abdomen

———————————————————–

AMIR, 88 tahun. Bapak tua ini sendiri sudah lupa persisnya usia tepatnya berapa, tak ada lagi teman sebayanya. Aki AMIR, Itulah nama panggilannya yang dikenal di kampung dan jamaah masjid tempat aktivitasnya. Ia dikenal paling rajin memakmurkan mesjid. Kini ia tinggal bersama di kontrakan anaknya di Kampung Makbul RT.3/4, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Anaknya banyak: 11 orang dan 3 di antaranya masih belum mandiri. Satu bulan yang lalu Aki Amir tak terlihat ke mesjid, bahkan beberapa hari kaki dan tangannya tak bisa digerakkan. Hasil pemeriksaan dokter ia diduga menderita stroke, Ia pernah diperiksakan ke Puskesmas dan klinik juga berobat alternatif Puskesmas Pasir Jambu merujuknya ke RSUD Soreang. Berbekal Jamkesmas, keluarga Aki Amir bertekad untuk membawanya berobat secara maksimal. Karena masalah biaya upayanya kerap terhambat. Alhamdulillah kini aki Amir dapat mulai berobat ke RSUD Soreang, #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal untuk transportasi berobat mereka. Semoga aki Amir segera sembuh…

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 23 Januari 2014.

Aki Amir menderita stroke

Aki Amir menderita stroke

———————————————————–

Mas Basuki berusia 33 tahun beralamat di Ngaglik, Segondang, Gebang, Purworejo beliau bekerja sebagai buruh serabutan, namun sudah dua tahun beliau tidak bisa bekerja karena menderita sakit batu ginjal. Mas Basuki sebelumnya sudah memeriksakan penyakitnya di rumah sakit setempat, menurut diagnosa dokter beliau menderita batu ginjal dan harus dioperasi. Mas Basuki seorang buruh dan ibunya seorang janda yang bekerja sebagai pencari kayu bakar tidak memiliki biaya untuk operasi, sehingga penyakitnya hanya dibiarkan saja sampai mas Basuki mengalami kencing darah. Hingga akhirnya tim#sedekahrombongan mengevakuasi mas Basuki ke RSKB Diponegoro Klaten, setelah diperiksa mas Basuki positif terkena batu ginjal dan juga prostat dan harus dioperasi. Untuk operasi batu ginjal sudah berhasil dilakukan dengan lancar dan nanti operasi berikutnya adalah prostat.

Jumlah bantuan : Rp. 4.000.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Yadi
Tanggal: 24-01-2014

Mas Basuki menderita batu ginjal

Mas Basuki menderita batu ginjal

———————————————————–

Adik Luthfi Azka Fauzan, umur 11bln mengalami demam tinggi, malam itu juga langsung di larikan ke RS. Setelah sampai UGD ternyata Adik Fauzan terjangkit Demam berdarah. Orang tua yang hanya buruh pabrik sempat panik mengenai biaya. Namun setelah berembug ternyata anggota keluarga ada yang mau menanggung beban biaya RS tersebut. Bantuan dari #SedekahRombongan hanya untuk penyemangat. Semoga lekas sembuh dik..

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir: @dhe_mang
Tanggal: 23-01-2014

Adik Fauzan terjangkit Demam berdarah

Adik Fauzan terjangkit Demam berdarah

———————————————————–

Mbah Ngajinem umur 70 Tahun beralamat di RT.05/10 Tegal Layang, Caturharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta Pekerjaan: Buruh Garap Sawah Kondisi Penerima: Duafa/Janda. Mbah Jinem tinggal dengan anaknya, laki-laki sudah berkeluarga mempunyai istri dan anak, tetapi sayang istri anaknya meninggal 2 tahun lalu karena penyakit kanker payudara. Karena itu mbah jinem harus menjadi nenek dan ibu untuk cucunya. Cucunya saat ini berumur 8 tahun dan bersekolah SD kelas 3. Mbah jinem bekerja sebagai buruh garap sawah, beliau biasanya menggarap sawah orang lain dari mulai menanam, merawat dan panen. Setelah panen mbah jinem harus menjemur padi sampai kering barulah disetor ke orang yang punya sawah. Kemudian mbah jinem akan mendapat upah berupa uang atau sebagian dari padi yang disetorkannya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir Pemberi: @IqbalRekarupa Via Irfan Rohudin dan Rudianto
Tanggal Pemberian: 09 Januari 2014

Mbah jinem bekerja sebagai buruh garap sawah

Mbah jinem bekerja sebagai buruh garap sawah

———————————————————–

Adik Galuh Dwi Ariyani umur 8 tahun, kelas 3 SD Bapak : Widanu umur 45 thn beralamat di RT.05/10 Tegal Layang, Caturharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta Pekerjaan: buruh garap sawah Kondisi Penerima: Piatu ( tidak punya ibu). Adik Galuh saat ini berumur 8 tahun, ibunya meninggal 2 tahun lalu karena penyakit kanker payudara. Keluarga dik galuh termasuk tidak mampu sehingga tidak dapat membawa ke rumah sakit untuk ibunya, hanya diberi pengobatan semampunnya, hingga akhirnya dik galuh harus merelakan ibunya pulang (meninggal). Saat ini dik galuh tinggal dengan bapak dan neneknya, bapaknya bernama widanu bekerja sebagai buruh garap sawah milik orang lain, dari hasil bekerja itulah pak danu menghidupi dan membiayai sekolah dik galuh yang saat ini duduk di kelas 3 SD. Dik galuh termasuk anak yang pandai, nilainya pelajaran di sekolah bagus.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir Pemberi: @IqbalRekarupa Via Irfan Rohudin dan Rudianto
Tanggal Pemberian: 09-01-2014

Adik Galuh saat ini berumur 8 tahun, ibunya meninggal 2 tahun lalu karena penyakit kanker payudara

Adik Galuh saat ini berumur 8 tahun, ibunya meninggal 2 tahun lalu karena penyakit kanker payudara

———————————————————–

Mbah Giyem umur 70 Tahun beralamat di Depok RT. 02 Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta Pekerjaan: Tidak Punya Kondisi Penerima: Duafa/Janda. Mbah Giyem tinggal sendiri di sebuah gubug yang kondisinya memprihatinkan, dinding anyaman bambu, lantai tanah, atap sering bocor sehingga di dalam lembab karena lembab mbah Giyem memilih tidur di teras yang lebih terang dan segar, tetapi pasti dingin jika malam tiba. Semenjak suaminya meninggal mbah Giyem tinggal dengan putra satu-satunya, tetapi sayang putranya tidak perhatian dan peduli dengan ibunya. Sekarang putranya sedang merantau ke lampung, istri dan anaknya tidak ikut tetapi tidak tinggal dengan mbah giyem, sehingga mbah Giyem tidak ada keluarga yang mengurus, beruntung ada tetangga yang peduli dengan kondisi mbah Giyem, untuk makan sehari-hari diberi sesuai kemampuan, pagi dan sore. Jika mbah Giyem lg sendiri dan kangen dengan putranya, dia hanya menangis dan meratap menyebut nama anaknya. Keadaan mbah Giyem masih bisa berjalan dengan ditemani tongkat bambu, masih bisa bercerita dengan lancar namun pendengarannya sedikit berkurang. Jika sedang tidak sehat mbah Giyem minta untuk diantar ke dokter, dengan uang tabungan dari pemberian tetangga, dengan uang itu mbah Giyem membayar dan membali obat.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir Pemberi: @IqbalRekarupa Via Irfan Rohudin dan Rudianto
Tanggal Pemberian: 09 januari 2014

Mbah Giyem tinggal sendiri di sebuah gubug yang kondisinya memprihatinkan

Mbah Giyem tinggal sendiri di sebuah gubug yang kondisinya memprihatinkan

———————————————————–

Ibu Tugiyah dan Mbak Titik Rahayu umur 65 thn dan 25 thn beralamat di Bibis RT. 01 Poncosari, Srandakan, Bantul, Yogyakarta Pekerjaan: Pencari rumput Kondisi Penerima: Janda (ibu), Cacat tangan (Putri). Bu Tugi dan anaknya Mbak Titik tinggal berdua di sebuah rumah, rumah hasil dari kebaikan saudara bu tugi yang berkenan memperbaiki karena rumah milik bu Tugi sendiri telah rusak akibat gempa tahun 2006. Mbak Titik menderita cacat bawaan sejak lahir, tangan sebelah kanan tidak normal bentuknya kecil dan melengkung (thiker : jawa), karena itu mbak Titik tidak bisa beraktifitas normal. Mbak Titik saat ini tidak bekerja, untuk makan dan kebutuhan sehari2 bergantung pada hasil yg diperoleh ibunya. Bu Tugi seorang janda, suaminya meninggalkan dia semenjak kelahiran anaknya yaitu mbak Titik, ketika mengetahui anak yg dilahirkan istrinya ada yang tidak normal suaminya malah pergi meninggalkan istri dan anaknya. Semenjak kepergian suaminya, bu Tugi dengan cinta dan harapan mengasuh dan membesarkan anaknya, sampai saat ini. Sebuah harapan dari bu Tugi untuk mbak Titik, semoga bisa merawat dirinya jika sudah tua nanti, seperti dia merawat mbak titik dari kecil hingga dewasa seperti saat ini. Sebuah harapan lumrah dari seorang ibu untuk anaknya, namun jika mbak Titik tidak dapat pekerjaan, bagaimana nanti akan menanggung hidup ibunya kelak. Semoga ada jalan keluar yang baik untuk mbak Titik.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir Pemberi: @IqbalRekarupa Via Irfan Rohudin dan Rudianto
Tanggal Pemberian: 09 Januari 2014

Mbak Titik menderita cacat bawaan sejak lahir

Mbak Titik menderita cacat bawaan sejak lahir

———————————————————–

Ibu Suratmi umur 50 Tahun beralamat di RT. 12 RW. 03 Warung Boto, Umbulharjo, Kota Madya Yogyakarta, Yogyakarta Pekerjaan: Tidak Punya Kondisi Penerima: Duafa dan Sakit Gagal Ginjal. Ibu suratmi biasa dipanggil bu umi tinggal disebuah gubug yang berdinding anyaman bamboo , berlantaikan tanah, beratap genteng yang jika ada hujan pasti bocor dan kebanjiran karena posisi tanahnya lebih rendah dari jalan. Jika ada hujan dan banjir bu umi biasanya mengungsi ke teras tetangga atau diteras musolah. Bu umi memiliki dua anak yang satu laki-laki berumur 36 tahun belum menikah bekerja sebagai juru parkir di sebuah warnet, sedang anak kedua perempuan masih bersekolah kelas 2 SMA tetapi tidak tinggal serumah dengan bu umi karena ikut dengan orang tua asuhnya, seminggu sekali biasanya menjenguk bu umi yang sedang sakit. Sakit ginjal yang di derita bu umi sudah sejak 8 tahun yang lalu, setahunan terakhir di vonis gagal ginjal sehingga harus cuci darah, biasanya bu umi cuci darah 3 kali seminggu dengan biaya yang ditanggung jamkesmas di rumah sakit wirosaban bantul, tetapi untuk menebus obat dari resep dokternya memakai biaya sendiri. Uangnya bu umi peroleh dari para tetangga dan donatur yang bersimpati melihat keadaan bu umi, anaknya juga ikut membantu sebisanya dari hasil juru parkir. Biaya untuk menebus obat sebulan kira-kira 300ribu sampai 500ribu, tergantung keadaan tubuh bu umi. Untuk cuci darah yang harus ke RS Wirosaban bu umi biasanya dianter anaknya jika ada waktu, tetapi lebih sering berangkat sendiri dengan naik bis, untuk makan sehari-hari bu umi mendapat jatah dari tetangga atau beli ke warung makan jika ada uang, karena sudah tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas memasak, jika sedang kambuh untuk merebus air saja susah, karena itu bu umi biasanya datang kerumah tetangga untuk minta air panas. Kondisi perut bu umi saat ini buncit seperti ibu yang sedang hamil 5 bulan karena berisi cairan yang tidak bisa dik Kondisi perut bu umi saat ini buncit seperti ibu yang sedang hamil 5 bulan karena berisi cairan yang tidak bisa dikeluarkan secara normal harus disedot lewat urat nadi tangan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir Pemberi: @IqbalRekarupa Via Sutrisno, Irfan Rohudin dan Rudianto
Tanggal Pemberian: 10 januari 2014

Ibu Suratmi menderita Sakit Gagal Ginjal

Ibu Suratmi menderita Sakit Gagal Ginjal

———————————————————–

Mbah Udi Raharjo umur 78 Tahun. Alamat : Glagah RT 07 Umbul Harjo, Kodya Yogyakarta, Yogyakarta Pekerjaan : Tidak ada Kondisi : Dhuafa Kondisi sakit prostat yang dialami mbah Udi saat ini sangat memprihatinkan, bagian kemaluannya menyimpan luka dan nanah yang menyebabkannya tak bisa berjalan. Sakit prostat yang beliau derita sudah berlangsung lama, namun karena keterbatasan biaya mbah Udi hanya sekali mondok di rumah sakit. Beliau memilih untuk berobat jalan agar dapat mengurangi biaya sehingga dapat meringankan beban keluarga yang menanggungnnya. Tetapi melihat kondisi yang semakin memburuk akhir-akhir ini, penyakit prostat mbah Udi sudah tidak bisa dirawat lagi dengan antiseptik saja, dibutuhkan tindakan lebih lanjutan yaitu operasi yang tentu saja membutuhkan banyak biayanya. Untuk menekan biaya yang begitu banyak, mbah Udi memutuskan untuk tidak mondok. Barulah besok hari sabtu, 12 Januari, akan ada jadwal penanganan operasi. Ketika kurir #SedekahRrombongan mendatangi mbah Udi dan menyerahkan bantuan, beliau merasa bersyukur dan punya semangat untuk berani menjalini operasi yang akan dilakukan. Hal tersebut bisa kita maklumi karena kehidupan saat ini hanya di topang oleh cucunya yang berkerja sebagai penyuluh pertanian dengan penghasilan yang tidak tetap. Saat pembiayaan operasi ke-1 menggunakan jamkesmas tapi sangatlah terbatas pembiyaannya beberapa saat yang lalu mbah Udi harus melakukan tranfusi darah. Hal itu membuat keluarganya sangat khawatir memikirkan dari mana biaya untuk operasi mbah udi.

Jumlah bantuan: Rp .1.000.000,-
Kurir Pemberi: @IqbalRekarupa Via Yuli Teguh dan Asrowi
Tanggal Pemberian: 10 Januari 2014

Mbah Udi mengidap sakit prostat

Mbah Udi mengidap sakit prostat

———————————————————–

Bapak Widodo umur 45 Tahun beralamat di Ds. Pletuk Lor, Bagelan, Purworejo, Jawa Tengah Pekerjaan: Tidak Punya Kondisi Penerima: Sakit Stroke. Pak Widodo saat ini sedang menderita penyakit stroke, penyakit itu sudah sejak setahun yang lalu dideritanya, pengobatan yang di lakukan saat ini dengan terapi ke dokter saraf yaitu dr. Edi di Brosot, Kulonprogo. Terapi yang dilakukan sebulan 2 kali dengan biaya sendiri, dengan melalui perjalanan yang cukup jauh dari Purworejo ke Kulonprogo kira-kira 1,5 jam dengan menggunakan mobil sewaan. Sampai saat ini pak widodo sudah 8 kali melakukan terapi, dengan menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Pak widodo tinggal disebuah rumah di desa yang terpencil, dia tinggal dengan bapak dan ibunya yang berumur 70 tahunan, mereka berdualah yang saat ini merawat pak widodo. Jika harus berangkat terapi ke Kulonprogo, bapaknya harus mendatangi tetangga terdekat untuk minta tolong menggendong pak widodo dari rumah ke jalan besar yang berjarak 500 meteran dimana telah menunggu mobil yang akan membawa pak widodo pergi menuju tempat terapi. Bapak dari pak widodo bekerja sebagai tukang deres kelapa, sedang ibunya bertugas memasak nira untuk dijadikan gula jawa, dari hasil menjual gula jawa itu mereka memenuhi kebutuhan hidup dan untuk biaya terapi pak widodo, terkadang saudara pak widodo yang merantau ke jakarta juga membantu untuk biaya terapi. Pada saat kurir #SR datang untuk melihat kondisi dan menyampaikan titipan sedekah dari teman-teman #SR, pak widodo merasa senang dan terharu, terlihat semangat pak widodo untuk sembuh bertambah kuat.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir Pemberi: @IqbalRekarupa Via Sutrisno dan Irfan Rohudin
Tanggal Pemberian: 14 Januari 2014

Bapak Widodo menderita Sakit Stroke

Bapak Widodo menderita Sakit Stroke

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 20,000,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 507 ROMBONGAN

Rp. 16,081,829,733,-