Ibu Jaer 56 th adalah seorang janda 2 anak yang tinggal di Jemurwonosari Gg Salafiyah awalnya tinggal di gang yang lain. Namun karena kontrakan tanahnya habis dan pemilik tanah tidak mau diperpanjang akhirnya terpaksa mencari tanah baru untuk disewa. Alhamdulillah dapat tanah sewaan sehingga rumah yg lama dibongkar dan dipindah ke tanah yang baru. Sayangnya, mungkin karena kayu-kayunya sudah tua, setelah mendirikan kembali rumahnya di tanah yang baru, tiba-tiba rumahnya ambruk berantakan sehingga bahan-bahan pendirian rumah hancur semua. Padahal uang untuk sewa tanah dan beli bahan-bahan yg rusak adalah uang terakhir peninggalan alm. suaminya. Sedekah Rombongan bergerak cepat memberikan bantuan pembelian bahan-bahan baru untuk membangun rumah sederhana agar bu Jaer dapat mendirikan rumahnya kembali.

Jumlah bantuan : Rp. 7.000.000,-
Kurir : @PakarBlog
Tanggal : 18 Januari 2014

Ibu Jaer rumahnya ambruk karena kayu2-nya sudah tua

Ibu Jaer rumahnya ambruk karena kayu2-nya sudah tua



———————————————————–

DEDIH (39), Kampung Gunung Panghulu RT 2/6 Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Pekerjaan Buruh galian pasir, Istri Tati (35) Ibu Rumah Tangga, tanggungan 3 orang. MUsibah memang bisa datang kapan saja, seperti yang dialami oleh Pak Dedih 2 minggu yang lalu. Ia mengalami kecelakaan saat sedang bekerja, kakinya tertimpa batu sehingga mengalami patah tulang. Pak Dedih sempat dirawat dan dioperasi di RSUD dengan bantuan fasilitas Jamkesmas, namun sebelum perawatannya selesai ia terpaksa pulang karena ketiadaan biaya. Keadaan ekonomi yang sulit semakin berat dirasakan oleh keluarga ini karena sebagai tulang punggung keluarga Pak Dedih sekarang tidak bisa bekerja lagi. Bahkan untuk sekedar ongkos transport kontrol ke RSUD mereka kesulitan. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya transport dan bekal agar Pak Dedih dapat melanjutkan perawatan dan pengobatannya di RSUD Tasikmalaya, karena dikhawatirkan ia mengalami infeksi di bekas luka operasinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via Rahmat Muzakki
Tanggal : 12 Januari 2014.

Bapak Dedi kakinya tertimpa batu sehingga mengalami patah tulang

Bapak Dedi kakinya tertimpa batu sehingga mengalami patah tulang

———————————————————–

ELMA TIANA, 7 tahun, Alamat: Lingkungan VII, RT.2/2, Bukit Kemuning, Lampung Utara. Ayah: Abadi, 50 tahun dan Ibu: Mariana, 42 tahun. Elma saat ini berada dalam perawatan jalan di RSCM Jakarta, Karna mengalami jantung bocor – Elma juga lumpuh kedua kakinya. Dirujuk dari RS Abdul Muluk Lampung berbekal Jamkesmas, Kedua Orangtua Elma berihtiar melewati jarak yang begitu jauh dilalui dari rumahnya. Pengorbanan waktu dan tenaga demi ihtiar kesebuhan Elma tercinta, Walau mereka hidup dalam kesulitan – Abadi hanya seorang Buruh Tani dan masih menanggung 5 orang anaknya yang saat ini ditinggalkan. #SedekahRombongan ikut meringankan beban mereka dengan menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan selama di Jakarta setelah sebelumnya masuk bantuan di Rombongan 493. Saat terakhir ditemui, Elma sedang dalam tindakan rawat jalan serta persiapan untuk operasi yang kedua.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 15 Januari 2014.

Adik Elma mengalami jantung bocor dan lumpuh kaki

Adik Elma mengalami jantung bocor dan lumpuh kaki

———————————————————–

ISRO, 50 tahun, Alamat: Kp. Bakung RT.2/4, Ds. Karangpatri, Kec. Pebayuran Kab. Bekasi. Suspect Tumor kulit belakang (Soft tissue Carcinoma), pekerjaan hanya Kuli Tani serabutan. Saat kurir #SedekahRombongan silaturahmi di kediamannya yang sederhana, Pak Isro dan keluarganya sedang berkumpul di atas balai bambu depan rumah. Di sebabkan Tumor yang besar dan membentuk luka, dalam kesehariannya suami dari Esni, 47 tahun, tidak bisa berpakaian meski hanya kaos, karena pakaian yang dikenakan bisa nempel di luka tumornya. Bu Esni yang seorang ibu rumah tangga, menuturkan awal mula tumor yang diderita pak Isro, 10 tahun yang lalu, hanya bisul kecil atau dikenal dengan bisul menir. Saat terlihat sudah matang, dipecahkan dengan dipencet dan dikorek dengan peniti/jarum pentol, nanah yang keluar menimbulkan bau, hanya saja tumor yang dikira bisul tersebut bukannya sembuh malah membesar. Pernah juga saat tumornya sebesar kepalan tangan di sedot di sebuah klinik di daerah Karawang, tapi sekali lagi tumornya malah semakin membesar. Akhirnya karena terbentur biaya, keluarga miskin dengan tanggungan masih 2 orang ini hanya bisa pasrah. Apalagi sawah satu petak miliknya sudah beberapa tahun yang lalu digadaikan untuk mengobati luka pak Isro, sampai saat ini belum bisa ditebus. Demikian sekilas cerita tentang bapak tua miskin yang baru beberapa kali didampingi perobatannya, hingga pada tanggal 14 Januari kondisinya melemah dan akhirnya meninggal dunia. Kembali @SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk uang duka setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 500. Semoga pak Isro mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT, Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal : 14 Januari 2014.

Bapak Isro Suspect Tumor kulit belakang (Soft tissue Carcinoma)

Bapak Isro Suspect Tumor kulit belakang (Soft tissue Carcinoma)

———————————————————–

Adik Andunara, 10 tahun, menderita luka lambung dan lemah jantung. Penyakitnya sudah dirasakan 1 tahun lamanya. Saat ini, Adik Andunara dirawat dirumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Adik Andunara berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tinggal bersama orangtuanya yang bekerja sebagai petani di Tabungdung RT/RW 08/04 Sumba Timur, NTT. #sedekahrombongan memberikan santunan untuk biaya-biaya perawatan diluar Jamkesmas.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 9 Januari 2014

Adik Andunara, 10 tahun, menderita luka lambung dan lemah jantung.

Adik Andunara, 10 tahun, menderita luka lambung dan lemah jantung.

———————————————————–

Yublina Koni Londa, 30 tahun, menderita tumor wajah sejak 10 tahun lalu. Tinggal bersama keluarga di Praihora RT/RW 10/03 – Sumba Timur. NTT. Pekerjaan suami sebagai buruh bangunan, dan penghasilan hariannya tidak mencukupi untuk pengobatan Yubilina. Dana #sedekahrombongan dari para sedekaholic disalurkan untuk menambah biaya kontrol rutin ke rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 9 Januari 2014

Ibu Yublina Koni Londa, 30 tahun, menderita tumor wajah

Ibu Yublina Koni Londa, 30 tahun, menderita tumor wajah

———————————————————–

Kurniawan, 18 tahun, menderita Malaria Tersiana. Sudah 1 minggu dirawat di RSUD Sorong untuk pengobatan dan pemulihan. Saat ini Kurniawan masih sekolah di SMKN 2 Sorong dan terpaksa tidak sekolah untuk penyembuhan penyakitnya. Ayahnya Kurniawan bekerja di gudang alat-alat kapal dan ibunya membuka warung kecil. Selama dirumahsakit, kurniawan mengandalkan dana dari orangtuanya dan tidak mencukupi untuk pengobatan selama dirumah sakit. #sedekahrombongan bantu Kurniawan untuk meringankan biaya rumah sakit serta menyarankan orangtua Kurniawan mendaftar Jamkesmas.Bersama orangtuanya, Kurniawan tinggal di Jl. Kpt. Tendean belakang Toko Mega.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, @ibe_yapari
Tanggal: 11 Januari 2014

Kurniawan, 18 tahun, menderita Malaria Tersiana

Kurniawan, 18 tahun, menderita Malaria Tersiana

———————————————————–

REKSA MUHAMMAD RAMADAN, Usianya 15 tahun. Pelajar SLTP Kelas 3 ini adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia tinggal di rumah sewaan (tanah milik PJKA) bersama keluarga di Kampung Cimuncang Utara RT.1/8, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Ayahnya, Rahmat Taufik (46 tahun) yang penghidupannya berdagang di kalangan siswa SD dikenal dengan panggilan “Rahmat Cireng”. Ibunya Eulis (40) hanya ibu rumah tanggga biasa yang sekali-kali membantu menyiapkan dagangan suaminya. Keluarga dhu’afa ini masih punya kewajiban menanggung kehidupan 2 orang, Kehidupan yang teramat berat! Apalagi, sejak Eja, panggilan anak bungsunya diduga kuat mengalami gangguan kejiwaan pasca kecelakaan saat naik ojeg setahun lalu. Berbekal SKTM keluarganya memeriksakan Eje ke puskesmas, RSUD Soreang, bahkan sElama 8 bulan ia pernah dirawat melalui pengobatan anternatif khusus yang mengalami kelainan jiwa dan telah menghabiskan biaya 11 juta. Karena tidak mendapatkan hasil memuaskan, akhirnya Eja dirawat di Rumah Sakit Jiwa Cisarua Lembang Kota Cimahi. Dua minggu satu kali dia harus kontrol ke rumah sakit ini. “Beurat Jang Cucu, bapak teh! Tos seep nanaon,” kata Pak Rahmat kepada Kurir #SedekahRombongan sambil menitikkan air mata. Mereka layak kita bantu karena kondisi ekonominya yang sangat lemah serta penyakit yang diderita anaknya cukup berat dan memerlukan proses penyembuhan yang tidak sebentar. Alhamdulillah, #SR kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk Reksa setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 450. Bantuan disampaikan untuk biaya transportasi berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 19 Januari 2014.

Adik Reksa mengalami gangguan kejiwaan pasca kecelakaan

Adik Reksa mengalami gangguan kejiwaan pasca kecelakaan

———————————————————–

SOPA NUR PAOJA, 6 tahun. Anak ketiga dari 6 bersaudara ini tinggal bersama kedua orangtuanya di Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Ayahnya, Amin (44), buruh harian lepas yang dipekerjakan para pemilik sawah/kebun untuk menggarap usaha pertanian mereka. Ibunya Ikoh (32) tak punya pekerjaan lain selain mengurus rumah tangga dan membesarkan keenam anaknya dengan segala keterbatasan. Tanggungan Pak Amin cukup banyak: 7 orang. Menggunakan JAMKESMAS, sejak 12 bulan lalu ia dibawa berobat ke Puskesmas Cisurupan dan RSUD Dr. Slamet Garut. Divonis mengidap lupus, akhirnya dirujuk ke RSHS Bandung. Hanya mampu berjalan 3 bulan, orangtua Sopa mengobatinya ke RSHS Bandung. Mereka menghentikan usahanya karena kehabisan biaya. Hampir 9 bulan ia tak mwndapatkan perawatan dan pengobatan medis. Alhamdulillah keluarga miskin ini mendapatkan dampingan dan bantuan #SedekahRombongan agar mereka bisa membebaskan dirinya dari belenggu penderitaan hidup akibat kemiskinan dan penyakit yang dialami anggota keluarga tercintanya. Bantuan lanjutan disampaikan untuk keperluan sehari-hari selama berobat di RSHS setelah sebelumnya masuk di Rombongan 480.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 17 Januari 2014.

Adik Sopa mengidap lupus

Adik Sopa mengidap lupus

———————————————————–

MUHAMMAD MANARUL HUDA, 2 tahun. Bersama orangtuanya, ia tinggal di Kampung Cimanuk Kaduhauk Barat, RT.1/1, Desa Cimanuk, Pandeglang Provinsi Banten. Ayahnya, Kalim (29) menghidupi keluarga dengan bekerja sebagai kenek truk. Ibunya Ruwaidoh (25) sehari-hari hanya disibukkan dengan urusan rumah tangga. Keluarga miskin ini memiliki tanggungan 3 orang. Tanggungan kehidupan keluarga kecil dan miskin ini semakin berat saat anaknya diduga menderita kanker yang menyerang matanya. Dalam kemiskinan, tertatih-tatih mereka berupaya melawan serangan mematikan dan melumpuhkan tubuh anak periang ini, 10 bulan lebih mereka bergelut dalam perjuangannya itu. Akhirnya, bola mata Manarul Huda diangkat ?î RS Cicendo 4 bulan lalu dengan menggunakan jaminan kesehatan dari Pemerintah Pusat (JAMKESMAS). Penanganan kanker yang dialami Huda ditangani dua rumah sakit: RS Cicendo dan RSHS Bandung. Ketika kondisinya drop, dua bulan lalu, ia langsung difasilitasi ke IGD RSHS didampingi kurir #SR. Sejak masuk IGD sampai saat ini, 69 hari dia dirawat di RSHS untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan kemotrapi. Dijadwalkkan ia harus mengikuti terapi kemo selama 2 tahun (105 siklus atau 44 kali kemoterapi). Alhamdulilah, Bantuan lanjutan disampaikan untuk keperluan berobat Manarul Huda setelah sebelumnya masuk Rombongan 484. Manarul Huda masih terus mengikuti jadwal kemoterapi dengan rutin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 17 Januari 2014.

Adik Manarul Huda menderita kanker yang menyerang matanya

Adik Manarul Huda menderita kanker yang menyerang matanya

———————————————————–

AGUSTINI, 32 tahun, Alamat: Talang Batu, RT.1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Suami: Nurman, 35 tahun, Profesi Nelayan. Riwayat penyakit sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya dan sempat 2 kali dioperasi di RSCM Jakarta menggunakan fasilitas Jamkesmas. Belum sembuh total penyakitnya karena harus terus dilakukan penyinaran untuk mematikan jaringan tumornya, Agustini kembali ke Lampung karena merasa tidak mampu menanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Akhirnya awal 2012 Tumor itu kembali tumbuh dan membesar dan RS. Abdul Muluk merujuknya kembali ke RSCM. Bismillah… #SedekahRombongan kembali membantu biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, Saat ini operasi tahap pertama pembuangan Tumor yang ada di pipi Agustini telah dilakukan dan selanjutnya tindakan kemoterapi terus dilakukan sambil menunggu jadwal operasi perbaikan bagian hidung dan pipinya. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya operasional dan transport mereka setelah sebelumnya masuk di Rombongan 499. Saat ini Agustini masih menjalani rangkaian pemeriksaan sebelum nanti masuk tahap operasi rekonstruksi hidung dan wajahnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal: 19 Januari 2014.

Ibu Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

Ibu Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

———————————————————–

RICA YUNITA, 24 tahun. Alamat: Perum Yeyes RT.3/8, Kenali Besar, Kota Baru, Jambi. Sejak usia 10 tahun menderita Tumor Pembuluh Darah, diawali benjolan kecil yang tumbuh di lehernya dan semakin membesar. Gejala awal sering dialami Yunita dengan demam dan rasa nyeri pada benjolan tersebut, Operasi pertama dilakukan di RS.Lubuk Linggau, Palembang saat ia masih kelas 4 SD. 2 tahun kemudian operasi kedua namun tumor itu belum juga musnah bahkan makin membesar, begitu juga dengan operasi ke 3 hingga ke 4 namun paska operasi tumornya belum juga sembuh. Rumah orangtuanya hingga habis terjual demi ihtiar pengobatan Yunita yang tak juga kunjung sembuh, sakit ia rasakan seopeti ditusuk-tusuk jarum disertai dengan demam sering dirasakan. Agustus 2013 ia berobat kembali ke RSUD Mataher, Jambi hingga mendapat rujukan untuk dirawat jalan di RSCM Jakarta, diagnosanya ia terkena Limfangioma dan harus rawat jalan yang cukup memakan waktu serta jauh dari rumahnya di seberang pulau. Datang ke Jakarta berbekal seadanya dan harus beradaptasi dengan kondisi ibukota, hingga ia kehabisan dana dan tidur di emperan/selasar RSCM karna tak bisa mengontrak rumah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan Tuhan – Bantuanpun lanjutanpun disampaikan dan kini Yunita sudah berada di RSSR Jakarta atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan dapat melanjutkan perobatannya di RSCM. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 499.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 20 Januari 2014.

Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

———————————————————–

YUDISTIRA PRATAMA, 3,5 tahun, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karna teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Beberbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery paska operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan makan sehari-hari Yudistira setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 499.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @zerinabanu via @endangnumik
Tanggal: 20 Januari 2014.

Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

———————————————————–

TIAS B. CAHYANINGSIH, 10 tahun, Gadis malang ini terkena Tumor Medula sejak tahun 2008, yang berakibat syaraf motoriknya di bagian tulang belakang tidak berfungsi dan hanya dapat berbaring – Saking lamanya berbaring bagian pinggul/pantat Tias membusuk dan berdarah. Anak yatim ini tinggal bersama ibunya Nurhayati/30 tahun di Jl.Asem Raya, RT.8/8, Duri Kepa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, beserta 2 orang saudaranya yang salah satunya juga terkena Tumor Otak namun tak mampu berobat. Sungguh iba kita melihat keluarga ini sampai-sampai untuk makanpun mereka kesulitan. Difasilitasi Gakin hanya untuk perobatannya, saat bu Nurhayati ibunda Tias bertemu di RSCM dengan Kurir #SedekahRombongan beliau sedang makan sisa jatah Tias makan dari RSCM. Kembali #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk membelikan keperluan perobatan seperti membeli kain kasa dan obat-obat rujukan dokter dan operasional untuk melanjutkan perobatan jalan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 490.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 20 Januari 2014.

Adik Tias terkena Tumor Medula

Adik Tias terkena Tumor Medula

———————————————————–

TAMARA TRI WARDANA, 4 tahun. Alamat: Jl.Budi Mulia RT.12/4, Pademangan Barat, Jakarta Utara. Ayah: Mardiayana (32) berprofesi sebagai Supir dan Ibu: Ita (26) hanya seorang ibu rumahtangga. Malang nasib anak kecil nan cantik ini, saat #SedekahRombongan mendampingi kakaknya berobat, ia juga mengidap penyakit Tumor Kelenjar Getah Bening. Di bagian lehernya sudah terlihat gundukan daging yang membesar dan mengganggu gerak bagian kepalanya, Tamara saat ini sudah mulai berobat ke RSUD Jakarta Utara didampingi orangtuanya menggunakan KJS. Biaya transportasi untuk kontrol rutin dan jadwal tindakan rawat jalan sangat dibutuhkan olehnya karna maklum saja mereka hidup pas-pasan dan rumahpun hanya mengontrak dengan ukuran yang sangat minim. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk Tamara setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 497, Semoga anak cantik ini bisa segera sembuh dan dapat kembali beraktifitas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal : 20 Januari 2014..

Adik Tamara mengidap penyakit Tumor Kelenjar Getah Bening

Adik Tamara mengidap penyakit Tumor Kelenjar Getah Bening

———————————————————–

LISNAWATI, 36 tahun, Telah 1 tahun lebih melawan penyakitnya “Tumor Ovarium” terlihat perutnya yang semakin hari semakin membesar, beberapa kali berobat ke RS.Hasan Sadikin Bandung dan rencana bulan Oktober 2013 ini akan menjalani operasi. Suaminya: Bpk. Nurdin (46) saat ini sudah tidak bekerja karena harus merawat isterinya yang sering keluar masuk Rumah Sakit. Tinggal di sebuah Kontrakan rumah di Perumahan Alamanda Blok B 10 No.11 RT.2/12, Tambun Selatan – Bekasi bersama dengan 3 orang anak yang masih sekolah membuat beban pak Nurdin semakin berat. Tapi demi kesembuhan isterinya, pak Nurdin selalu berdoa dan berusaha sekuat tenaga berharap ada setitik harapan untuk kesembuhan isterinya. Allah telah mengatur semuanya dan Allah tidak memberikan ujian ke hambanya tanpa jalan keluar dari ujian tersebut, dengan hanya berbekal Jamkesda dari Dinkes Bekasi pak Nurdin kembali membawa isterinya Ibu Lisnawati untuk dirawat di RSUD Cibitung karena kondisinya sempat menurun. Alhamdulillah setitik harapan pak Nurdin diperlihatkan oleh Allah dengan mempertemukannya dengan #Sedekah Rombongan, Kini bu Lisnawati masih melakukan rawat jalan di RSUD Cibitung dan RSHS Bandung. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk keperluan biaya transport dan operasional setelah sebelumnya masuk di Rombongan 502. Terakhir kondisi bu Lisnawati memburuk, badannya semakin kurus dan membutuhkan perhatian khusus dari RSUD Cibitung.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @SuharnaYana,
Tanggal: 20 Januari 2014

Ibu Lisnawati menderita Tumor Ovarium

Ibu Lisnawati menderita Tumor Ovarium

———————————————————–

M. ANGGA, 7 tahun. Alamat: Kampung Tirtalaya RT.3/2, Bungursari, Purwakarta. Ayahnya, Muh. Halimi (49) hanyalah seorang buruh dan ibunya, Yayah (45) sehari-hari disibukkan dengan urusan rumah tangga. Lima orang yang menjadi tanggungan mereka sudah sangat memberatkan keluarga miskin ini, Apalagi salah satu anaknya divonis mengidap kanker, retinoblastoma. Penyakitnya berawal ketika muncul titik putih di retina mata M. Angga setahun yang lalu. Seiring perkembangan waktu, titik putih itu semakin membesar dan terus membesar, karena tidak ada biaya untuk berobat keadaan anak ini semakin buruk. Angga pernah dibantu oleh aparatur desa untuk diperiksakan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, Berdasarkan hasil diagnosa di rumah sakit daerah ini yang akhirnya ia dirujuk ke RSHS Bandung untuk mendapatkan penanganan, pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. RSHS Bandung dan RS. Mata Cicendo bahkan memberinya pelayanan bersama untuk anak ini dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan, Setiap bulan orangtuanya memaksakan diri merawatnya di RSHS untuk menjalani kemoterapi dan rawat inap – Mereka sangat membutuhkan biaya harian selama berada di Bandung. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, Bantuanpun disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 17 Januari 2014.

Adik Angga mengidap kanker, retinoblastoma

Adik Angga mengidap kanker, retinoblastoma

———————————————————–

ANNISA, 2 tahun, Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT.2/13, Kopo, Kutawaringin, Bandung. Ayah: Wawan, 29 tahun, Pekerjaan Kusir Delman. Pada usia 1 bulan sudah terdiagnosa Hydrochepalus dan sudah dilakukan pemasangan selang namun saat ini harus dirawat lagi karna kambuh dan tersuspect Viningitis. Treatment terhadap kesehatan Annisa sepertinya cukup memakan waktu lama dan perlu moril dan materil, Kedua orangtuanya sangat tidak mampu untuk mengobatinya lagi karna alasan biaya yang sangat mahal. Dan saat ini upaya mendapatkan Gakinda telah mereka miliki serta Annisapun sudah berobat jalan ke RSHS, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk keluarga ini untuk keperluan transport ke Rumah Sakit dan membeli susu setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 479. Sudah 3 kali Annisa mendapat tindakan dioperasi untuk menyembuhan penyakitnya, Akan tetapi perkembangan kesehatannya sampai saat ini belum menggembirakan. Bahkan kini, ia juga divonis epilepsi serta mata dan pendengarannya tak berfungsi. Dia mati dalam hidup, Haruskan putus asa dan berhenti berharap? “Tidak!” Kata ibunya, Ishma. “Sampai batas kemampuan dan keputusanNYA, kami akan terus berobat”. #SedekahRombongan sudah mendampingi Annisa selama setahun, Semoga ada perkembangan baik untuk anak malang ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal 20 Januari 2014.

Adik Annisa terdiagnosa Hydrochepalus

Adik Annisa terdiagnosa Hydrochepalus

———————————————————–

Ibu Dewi Karyati (45 th) adalah warga di BTN Klangenan RT 03 RW 04 No B-42 Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Beliau tinggal bersama suaminya, Bapak Mulyani yang bekerja sebagai buruh dan 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah, yaitu: Nadia Rohadatul Aisyi (15 th, pelajar SMP kelas 3) dan Abdul Hafidz (12th, kelas 6 SD). Sejak bulan Maret tahun 2011, Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri. Dalam waktu 1 bulan, benjolan tersebut semakin membesar sebiji salak. 2 bulan menjalani pengobatan alternatif, benjolan semakin membesar. Berbagai pengobatan alternatif dijalani Bu Dewi hingga akhir tahun 2011, namun benjolan semakin membesar dan pecah. Tahun 2011, Bu Dewi berobat di RS Arja Winangun (Cirebon) dan menjalani biopsi serta obat jalan. Sebenarnya dokter menyarankan untuk operasi, namun karena ketiadaan biaya Bu Dewi menghentikan upaya pengobatan medis dan menjalani kembali pengobatan alternatif tanpa hasil. Melalui Koran Radar Cirebon, Tim Sedekah Rombongan mendapatkan informasi tentang Bu Dewi dan mensurvey kondisinya di pertengahan bulan Oktober 2013. Tanggal 4 November 2013 Tim Sedekah Rombongan membawa Bu Dewi ke Yogyakarta untuk menjalani pengobatan. Saat ini, Bu Dewi telah memulai proses pengobatan di RS Sarjito dan menjalani kemoterapi serta proses pengobatan selanjutnya. Bantuan ini digunakan untuk cek lab, kontrol rutin, pembelian obat dan paket kemotherapy.

Jumlah Bantuan : Rp.6.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @N_jidda
Tanggal : 17 Januari 2014

Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri yg semakin membesar

Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri yg semakin membesar

———————————————————–

Dwi Cahyono (25 tahun) beralamat di Kedundang 1 Rt 027/Rw 012 Temon Kulon Progo. Bekerja sebagai sebagai buruh pabrik di Jakarta. Sudah berkeluarga dengan Dwi Astuti (23 tahun) dan dikaruniai anak Rafkah (6bulan). Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya. Semasa tinggal di Jakarta pernah diperiksakan berobat namun tidak tuntas. Kondisi lidahnya saat ini semakin serius yang menyebabkan dia kesulitan untuk berbicara. Dalam kondisi tersebut Mas Dwi pulang ke Kulonprogo untuk melakukan pengobatan alternatif baik di Purwokerto maupun di Tawangmangu. Praktis, semenjak pulang ke Jogja, kondisi ekonominya berubah karena dia tidak lagi bekerja. Saat ini istrinya pulang ke rumah orang tuanya bersama anakna, sedangkan Mas Dwi menjadi tanggungan Ibunya yang hanya berdagang sayuran kecil-kecilan. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir: @KarmanMove via @nugie_vqz
Tanggal : 17 Januari 2014

Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya

Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 22,500,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 505 ROMBONGAN

Rp. 16,026,369,733,-