Karnianto 49 th alamat di Ds Gledug Rt 01 Rw 08 kec sanan kulon Kab Blitar Jawa Timur. Dahulu Pekerjaan pak karnianto sebagai sopir bus pariwisata , namun beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan di nganjuk dengan bus pariwisata lain. Namun pihak bus tidak mau bertanggung jawab. Sudah pernah melakukan pengobatan namun tidak tuntas karena kekurangan biaya. Dan sekitar 1 tahun ini beliau hanya tidur2an. Kami membawa pak karnianto ke malang prtama x nya bulan oktober 2012 dan prtengan bulan november 2012 pak karnianto melakukan operasi prtama (operasi pemasangan pen ekternal spanjang 40an cm) dan semenjak bulan desember 2012 sampai desember 2013 pak karni melakukan kontrol rutin setiap bulannya untuk mengetahui prkembangan jaringan di kakinya.. Saat ini pak karni sedang brada di malang untk operasi kedua pemasangan tulang sintetis dan penyuntikan obat anti biotik yg dilakukan hari sabtu,11 Januari 2014 d RS lavalette malang.. Perkiraan biaya operasi sekitar 15 – 20 jt.. Pendampingan jangka waktu yg panjang untk pak karnianto mengingat kakinya yg remuk akibat kecelakaan bus.. Dan operasi pun telah dilakukan,saat ini pak karni berada d RSSR untk mnunggu jadwal kontrol pasca operasi

Jumlah Bantuan : Rp.18.336.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal : 17/1/2014

Bapak Karnianto kakinya remuk akibat kecelakaan bus

Bapak Karnianto kakinya remuk akibat kecelakaan bus



———————————————————–

Nursia (63 Tahun/IRT), suami bernama Lanonci (66 tahun/petani), anak 7 orang. Alamat Desa Palau Kec. Balaesang Tanjung Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Nursia mengalami pembengkakan pada perut yang sudah diderita selama 3 bulan. Belum memeriksakan diri ke dokter karena jarak antara desa dan rumah sakit yang cukup jauh (sekitar 5-6 jam perjalanan darat).

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,- untuk membantu meringankan beban hidup bagi Ibu Nursia.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
8 Januari 2013.

Ibu Nursia mengalami pembengkakan pada perut yang sudah diderita selama 3 bulan

Ibu Nursia mengalami pembengkakan pada perut yang sudah diderita selama 3 bulan

———————————————————–

Ianggarisi (umur 80 tahun pekerjaan tukang panjat kelapa) istri bernama Kidamomi, anak berjumlah 7 orang, alamat Desa Tondo Kec. Sirenja Kab. Donggala Sulawesi Tengah. Bapak Ianggarisi mengalami kelumpuhan yang dialami sejak 2 tahun lalu. Saat ini hanya dirawat oleh istrinya di rumah dengan pengobatan seadanya tanpa pernah memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,- untuk membantu meringankan beban hidup bagi pak Ianggarisi.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
8 Januari 2013.

Bapak Ianggarisi mengalami kelumpuhan yang dialami sejak 2 tahun lalu

Bapak Ianggarisi mengalami kelumpuhan yang dialami sejak 2 tahun lalu

———————————————————–

DIAN PERMANA (18), Pelajar. Alamat: Kp. Cihareuday RT 1/2, Desa Margamulya, Kec. Pasirjambu, Kab. Bandung. Senin 10 Juni 2013, Dian mengalami kecelakaan tunggal sekitar pukul 23.00 di daerah Rancabali Ciwidey, Kabupaten Bandung. Putera dari pasangan Bapak Encang (60), buruh tani dan Ibu Tati S (50), yang memiliki tanggungan 4 orang anak ini, dirujuk ke RSHS dari RSUD Kab. Bandung karena luka-lukanya cukup parah. Kondisinya sangat mengkhawatirkan: tangan, kaki, dan dagu patah, sementara kemampuan keluarga miskin ini untuk membiayai pengobatan Dian sangat minim. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan biaya operasional pengobatan Dian setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 451.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 10 Januari 2014.

Mas Dian mengalami kecelakaan tunggal

Mas Dian mengalami kecelakaan tunggal

———————————————————–

DIDIN, 38 tahun, Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Pekerjaan: Kuli Bangunan. Kang Didin tak berdaya saat ini, jangankan untuk menghidupi anak istrinya bahkan untuk berjalanpun ia tak mampu karena tulang/otot pinggangnya bermasalah tak berfungsi. Mungkin karena terlalu sering memaksakan memikul beban di luar kemampuannya, Sampai saat ini belum ada kepastian diagnosa rumah sakit karena ia belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Walaupun memiliki Jamkesmas, keluarganya tak mampu mengupayakan kesembuhannya karena ketiadaan biaya. Pak Mamat, bapaknya, juga terkena stroke hampir 9 bulan. Saat bertemu dengan Kurir #SedekahRombongan, mereka menuturkan kisah hidupnya sambil sesekali menyeka air mata: Terlihat juga kepiluan, rasa malu, dan harapan. Saat pertama kali Pak Didin merasakan duduk di kursi roda, tak henti-hentinya ia mengucapkan terimakasih dan doa bagi semua. Bantuan lanjutan disampaikan untuk pak Didin yang saat ini masih berobat jalan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 479.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 10 Januari 2014.

Bapak Didin untuk berjalanpun ia tak mampu karena tulang/otot pinggangnya bermasalah tak berfungsi

Bapak Didin untuk berjalanpun ia tak mampu karena tulang/otot pinggangnya bermasalah tak berfungsi

———————————————————–

MIKA, Usianya baru 18 tahun. Masih amat muda, Ia anak pertama dari tiga bersaudara buah cinta Pak Dadang Mulyana (44) dan Bu Cacah (43). Mereka tinggal berdesakan di rumah kontrakan yang sangat sempit, Sampai saat ini orangtuanya tak mampu memberi perlindungan anak-anaknya di rumah sendiri yang lebih layak. Maklum ayahnya hanya pekerja serabutan dan ibunya hanya berkutat mengurusi anak-anaknya. Apalagi setelah MIKA sakit-sakitan selama beberapa bulan ini, Ia kini tak bisa berbicara secara normal. Kehidupan mereka semakin terpuruk di rumah gubuk di Kampung Ciseupan RT.4/4, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung.
Penyakit yang diderita Mika berawal dari demam hebat yang dialaminya selama dua minggu, Orangtuanya sempat membawa Mika ke dokter dan dua kali ke Puskesmas. Paramedis di Puskesmas Ciwidey sejak awal telah merujuk Mika untuk diperiksakan ke RSUD Soreang, Akan tetapi karena ketiadaan biaya orangtuanya menunda-nunda pengobatannya.
Berdasarkan informasi dari seorang kader PKK di Kecamatan Ciwidey, akhirnya Mika dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan dan Alhamdulillah, harapan untuk meneruskan pengobatan ke rumah sakit pun kembali dimulai. Berbekal JAMKESMAS akhirnya ia bisa diperiksakan ke RSUD Soreang bahkan kini ia tengan menjalani pemeriksaan dan diagnosa di RSHS Bandung, dengan suspect Ca Nasoparing.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 10 Januari 2014.

Adik Mika tak bisa berbicara secara normal

Adik Mika tak bisa berbicara secara normal

———————————————————–

DANIA ATIELIA, USIA 17 hari, bayi mungil buah cinta pasangan muda ini terlahir ke dunia. Tanpa kehadiran sang bapak yang tengah mengembara, persalinannya dibantu bidan desa di Kampung Ciloa RT.4/10, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Ayahnya, Elan (34) dikontrak kerja 2 tahun sebagai buruh bangunan di negara tetangga, Malaysia. “Tapi, hampir 6 bulan bapaknya tidak kasih kabar dan tidak memberi kiriman untuk biaya sehari-hari. Kami bingung, Apalagi orok ini dirawat lama di sini. Untuk beli susu dan pampers pun kami gak punya,” kata ibunya, Dini Mulyani (28) sambil menangis saat bertemu kurir #SedekahRombongan di RS. Hasan Sadikin Bandung. Sungguh berat derita ibu muda ini! Selama di rumah sakit dia berjuang sendirian. Anak-anak lainnya ia titipkan di saudaranya di kampung, Tanggungannya cukup banyak: 3 orang. Masih untung ia tidak harus membayar biaya rumah sakit sepenuhnya karena difasilitasi JAMPERSAL.
“Dua hari setelah dilahirkan di bidan desa, saya diberi tahu bahwa anak saya terlahir dengan kelainan bawaan. Ususnya tidak normal dan tidak berfungsi, Ada banyak penyempitan,” kenang Bu Dini. Akhirnya bayi merah itu dirujuk perawatannya ke RSUD Soreang. Tak lama diperiksa, ia dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Tindakan operasi kolostomi terpaksa dilakukan Tim dokter RSHS Bandung, Kini bayi Dania dirawat inap di RSHS dengan penanganan khusus serta diinkubator sudah hampir 2 minggu. #SedekahRombongan merasakan betul kepedihan mereka dan menyampaikan santunan untuk biaya sehari-hari karna Dania sepertinya akan lama perobatannya. Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 490, Kondisi terakhir Dania memerlukan obat yang harus ditebus di luar Jaminan Kesehatan yang dimilikinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @abahlutung
Tanggal: 13 Januari 2014.

Adik Dania menderita kolostomi

Adik Dania menderita kolostomi

———————————————————–

SUKAEMI, 56 tahun. Ibu Sukaemi adalag seorang janda beranak 2 yang bekerja sebagai penunggu mesjid di sekitar ia tinggal di kawasan Kampung Sapan RT.3/2, Bojong Emas, Solokan Jeruk, Bandung dan hidup sehari-hari dari bantuan masyarakat. Saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan ia sudah 9 hari dirawat di ruang Urologi akibat penyakit Jantung dan Diabetes dan dinyatakan sembuh, namun ia tidak bisa pulang karna terbentur administrasi yang saat itu selisih dari nilai plafond Jamkesda yang ia miliki. Anak-anaknya sangat kebingungan saat kegembiraan atas kesembuhan ibunya belum punah akibat pelunasan biaya tersebut, Alhamdulillah tetangga-tetangganya mengumpulkan dana untuk kekurangan tersebut walaupun masih juga kurang dan belum dapat melunasinya. #SedekahRombongan ikut membahagiakan ibu dhuafa ini, Bantuan disampaikan dan Ibu Sukaemi diperbolehkan pulang.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @abahlutung
Tanggal : 14 Januari 2014.

Ibu Sukemi menderita penyakit Jantung dan Diabetes

Ibu Sukemi menderita penyakit Jantung dan Diabetes

———————————————————–

RAMADHANI, Bayi dari pasangan Edi Wiharja (25) dan Devi (20) yang menikah tahun 2012, Warga asal Kp. Cibadak. RT.14/6. Kel/Desa Bojong. Kec. Cikupa. Kab Tangerang. Banten ini sangat bahagia saat istrinya mengandung anak pertamanya, namun proses kelahiran anaknya yang belum cukup umur ini lahir prematur dalam usia 8 bulan menjadi cobaan yang panjang bagi pasangan muda ini. Ramadhani lahir 28 Juni 2013 di sebuah Bidan di kampungnya dengan berat 2,4 kg dan 1 jam setelah kelahirannya bayi Ramadhani diberikan asupan susu formula, namun setelah 1 jam minum susu Ramadhani mengalami muntah-muntah. Oleh suster kembali bayi Ramadhani diberikan susu, namun kembali bayi Ramadhani mengalami muntah-muntah sampai 4x suster memberikan susu formula bayi Ramdhani kembali muntah-muntah. Kali ini kondisi seluruh tubuhnya membiru, melihat kondisi ini suster melarikan ke IGD RSUD Tangerang dan langsung ditangani oleh tim dokter, dari hasil pemeriksaan dokter dan hasil rongent thorax, paru-paru bayi Ramadhani terendam air susu yang diminumnya, baru diketahui bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus. Setelah 5 hari dirawat di perinatologi RSUD Tangerang, bayi Ramadhani dirujuk ke RSCM Jakarta untuk dilakukan tindakan operasi. Bayi Ramadhani langsung ditangani tim dokter dan operasi penyambungan rongga tenggorokaan ke lambung sudah dilakukan, namun biaya pembelian obat antibiotik dan susu formula yang dibutuhkan bayi Ramadhani sangatlah memberatkan pak Edi yang hanya seorang buruh limbah, sekali suntik pak Edi harus mengeluarkan biaya 1juta belum lagi biaya sehari-hari dan juga tempat tinggal sementara di Jakarta yang juga memberatkan keluarga ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuan lanjutanpun disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari selama di RSCM setelah sebelumnya masuk di Rombongan 496. Ramadhani saat ini masih dalam penanganan rawat jalan di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 14 Januari 2014.

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

———————————————————–

DANY ELLA RIFKI FARISA, Alamat: Dukuh Sumberejo RT.4/4, Ringinagung, Magetan Jawa Timur. Putra bapak Mulyono (40) dan ibu Rubiani (31) ini menderita kelainan jantung. Gejala ini baru diketahui pada saat umur 2 tahun. Kondisi fisik lemah, apabila melakukan aktivitas sedikit berat selalu tersengal-sengal dan sesak nafas. Pada usia 10 tahun keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga upaya membaikan kondisi Rifki bisa dilakukan dengan merujuknya ke RSCM Jakarta. Selama ini bapak dan ibunya tidak mampu mengobatkan Rifki karena pekerjaan ayahnya yang sebagai kuli bangunan dan ibunya berjualan mracang di depan rumah. Kini Rifki sudah berada di Jakarta dalam dampingan Kurir #SR dan akan memulai tindakan-tindakan praoperasi di RSCM, Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk penginapannya di RSSR Jakarta dan kebutuhan makan sehari-harinya. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 494, Semoga ikhtiar yang dilakukan oleh keluarga Rifki bersama #Sedekah Rombongan dimudahkan Allah dan Rifki kembali sembuh.
Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal: 14 Januari 2014.

Adik Dany menderita kelainan jantung

Adik Dany menderita kelainan jantung

———————————————————–

MULYADI, 27 tahun. Profesinya hanya tukang ojeg, Siang malam ia berjuang untuk melawan kerasnya kehidupan jalanan – terpaan angin bahkan dinginnya malam yang menusuk persendian ia lalui untuk mangantar-jemput pelanggannya. Sejak menikah sampai kini dititipi satu anak perempuan, Istriya, Lastri Sulastri, (20) sehari-hari hanya menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Sampai saat ini juga ia hanya tinggal berdesakan di rumahnya yang amat sederhana di Kampung Sinumbra RT.1/4, Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Hari itu, 28 Desember 2013 adalah hari yang takkan pernah dilupakan keluarga miskin ini. Pada hari itu, MULYADI mengalami kecelakaan berat. Sepulang mengantarkan penumpang, ia terjerembab ke dasar jurang. Selain mengalami patah kaki, selama lima hari ia tak sadarkan diri. Berbekal Jamkesmas dibawa langsung ke IGD RSUD Soreang dan akhirnya dirujuk ke RSHS Bandung. Di rumah sakit yang disebut terakhir ini, ia juga sempat koma dua hari dan dinyatakan dalam keadaan kritis. Pada tanggal 5 Januari ia mulai sadar dan esoknya ia diperbolehkan pulang. Untuk jangka waktu yang tak sebentar dia harus menjalani pengobatan berkelanjutan. Apalagi, kini ia mengalami kelainan tidak bisa berbicara normal. Ini akibat benturan keras yang menimbulkan pendarahan pada otaknya. #SedekahRombongan hadir untuk merasakan penderitaan Mulyadi, Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya tranport ke RSHS Bandung rencana Mulyadi akan kontrol.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 10 Januari 2014.

Bapak MULYADI mengalami kecelakaan berat. Sepulang mengantarkan penumpang, ia terjerembab ke dasar jurang

Bapak MULYADI mengalami kecelakaan berat. Sepulang mengantarkan penumpang, ia terjerembab ke dasar jurang

———————————————————–

DEDE RAHMAT (25), Kampung Gunung Kiara RT 11/2 Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Pekerjaan Buruh Jahit, tanggungan 1 orang istri. Kang Dede masih pengantin baru, ia baru sebulan yang lalu menikah dengan Ai Yulia (24), yang sehari-harinya mengurus rumah tangga keluarga baru ini. Kang Dede disuga menderita penyakit TB paru-paru sehingga harus dirawat di RSUD Kab Tasikmalaya sejak tgl 4 Januari 2014, karena kondisinya sangat mengkhawatirkan, sulit bernafas dan batuk terus menerus, bahkan kadang ia tak sadarkan diri. Setelah seminggu lebih dirawat di RSUD dengan berbekal Jamkesmas, keluarga baru ini sudah kehabisan bekal untuk biaya sehari-hari dan berencana untuk membawa pulang Kang Dede, meskipun perawatannya belum selesai. #SedekahRombongan yang mendapatkan kabar mengenai keadaan Kang Dede dari Kepala Desa Cintaraja segera mendatanginya dan menyampaikan santunan untuk membantu kelanjutan perawatan Kang Dede. Alhamdulillah Kang Dede dapat meneruskan perawatannya sampai akhirnya beberapa hari kemudian dinyatakan boleh pulang oleh Dokter yang merawatnya di RSUD Kabupaten Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via Rahmat Muzakki
Tanggal : 10 Januari 2014.

Kang Dede disuga menderita penyakit TB paru-paru

Kang Dede disuga menderita penyakit TB paru-paru

———————————————————–

Ibu KIKI (47) ibu rumah tangga biasa, tinggal di rumah berukuran sekitar 6 x 7 m, berbilik bambu, dengan genteng yang sudah pada bocor, di daerah Kampung Pengkolan RT 1/5 Desa Cipawitra Kecamatan Mangkubumi Kabupaten Tasikmalaya. Suami Nandang (70), buruh tani, namun sudah sering sakit-sakitan, sehingga tidak bisa bekerja selayakya ketika ia masih sehat. Selain itu keluarga miskin ini masih memiliki tanggungan 3 orang. Bu Kiki diperkirakan menderita penyakit Tumor pada saluran pencernaannya yang menyebabkan saluran pembuangannya tersumbat sehingga ia susah BAB, bahkan kadang keluar dari alat kelaminnya. Setelah diperiksa di RSUD Tasikmalaya, Bu Kiki dirujuk ke RSHS Bandung sejak sebulan yang lalu, namun ia belum bisa berangkat karena ketiadaan biaya. Meskipun memiliki fasilitas Jamkesmas, namun ia tidak memiliki biaya untuk transport dan biaya sehari-hari kalau nanti sampai harus dirawat inap di RSHS. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga miskin ini yang digunakan untuk pembelian obat-obatan dan persiapan untuk pemeriksaan ke RSHS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem via Rahmat Muzakki
Tanggal : 11 Januari 2014.

Bu Kiki diperkirakan menderita penyakit Tumor pada saluran pencernaannya

Bu Kiki diperkirakan menderita penyakit Tumor pada saluran pencernaannya

———————————————————–

TUTI ALAWIYAH (34), Alamat Perum Rancapaku Blok K/67B RT 3/4, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, tinggal menumpang di rumah kakaknya. Ayah Engkar Sudarman, sudah almarhum, ibu Oneng Kurniasih (60) ibu rumah tangga, tanggungan 2 orang. Diagnosa dan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Tuti menderita penyakit asma dan ada cairan masuk ke paru-parunya. Sejak lahir ia memang menderita kelainan paru-paru. Tahun 1996 Tuti pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka dalam, sejak saat itulah ia kerap sakit-sakitan. Kamis tanggal 22 Agustus 2013 penyakitnya kambuh dan kondisinya memburuk, wajahnya membiru dan kesulitan bernafas. Melihat kondisi Tuti seperti ini, keluarganya panik dan segera membawanya ke klinik yang terdekat dari tempat tinggalnya, Zarra Medika di Jalan Raya Timur Singaparna, Cintaraja. Ia pun masuk IGD dan setelah dilakukan pertolongan pertama dan kondisinya membaik, langsung masuk ruang rawat inap sampai akhirnya diperbolehkan pulang. Hari Selasa tanggal 14 Januari 2014, kondisi Tuti kembali memburuk, #SedekahRombongan segera membawanya ke IGD RSUD Kabupaten Tasikmalaya dan ia pun diharuskan menjalani rawat inap untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. #SedekahRombongan memahami kesulitan keluarga yang tergolong tidak mampu ini, dengan kembali menyampaikan santunan untuk meringankan beban biaya transprtasi dan pengobatannya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 436.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 14 Januari 2014.

Ibu Tuti menderita penyakit asma dan ada cairan masuk ke paru-parunya

Ibu Tuti menderita penyakit asma dan ada cairan masuk ke paru-parunya

———————————————————–

HAURA SYUHAROTUL DALFA (2,5), gadis kecil mungil yang beralamat di Kampung Cimacan RT 6/1, Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya ini selalu mengenakan jilbab, lucu dan menggemaskan. Siapa nyana Haura, demikian dia biasa dipanggil, semenjak lahir menderita penyakit Hemangomia, Tumor pada pembuluh darah di bagian leher sebelah kanannya. Sejalan dengan pertambahan usia, tumor yang awalnya hanya seperti bercak kecil, yang dianggap orang tuanya hanya tanda lahir, lama kelamaan tambah membesar. Orang tua Haura, Undang Gunawan, 36 tahun, Guru honorer Madrasah dan ibunya Noneng Rustini, 24 tahun, sebenarnya ingin sekali mengobatinya. Namun ketiadaan biaya menghalangi niat mereka, untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka cukup sulit. Meskipun memiliki fasilitas Jamkesmas, tetap saja perlu biaya untuk ongkos-ongkos dan bekal selama Haura mendapatkan pengobatan dan saat ini harus kontrol 2 minggu sekali ke RSHS yang harus ia tempuh dari rumahnya di Kabupaten Tasikmalaya. Jadwal operasi dari RSHS Bandung sudah didapat yaitu sekitar 1,5 bulan mendatang. Pemeriksaan Dik Haura memang tergolong panjang karena Tim Dokter harus ekstra hati-hati mengingat posisi tumornya sangat dekat dengan kelenjar ludah, sehingga dikhawatirkan akan terganggu. Selain itu juga ternyata dari hasil pemeriksaan dokter kemudian diketahui bahwa Dik Haura juga menderita kelainan di paru-parunya sehingga sekarang tim dokter RSHS sedang berusaha untuk mengobati paru-parunya terlebih dahulu sebelum Hemangiomanya dioperasi. Saat ini Dik Haura sedang menjalani pengobatan rawat jalan dan check up rutin 2 minggu sekali ke RSHS. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan kepada Dik Haura untuk biaya operasional dan transportasi, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 490.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 15 Januari 2014

Adik Haura menderita penyakit Hemangomia

Adik Haura menderita penyakit Hemangomia

———————————————————–

Siti Ram (umur 59 tahun/Janda) tidak memiliki anak, alamat Desa Saleati Kec. Liang Kabupaten Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah. Ibu Siti mengalami lumpuh dan menderita diabetes, hanya tinggal sendiri di rumah tanpa ada yang merawat, sehingga terkadang ibu Siti tidak makan sehari jika tetangga lagi sedang keluar bepergian.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,- untuk membantu meringankan beban hidup bagi bu Siti.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
11 Januari 2013.

Ibu Siti mengalami lumpuh dan menderita diabetes

Ibu Siti mengalami lumpuh dan menderita diabetes

———————————————————–

Pak budi hartono usia 38thn alamat desa jurangsapi,kec tapen kabupaten bondowoso adalah seorang buruh tani yg tanpa disadari beliau mengidap penyakit leukimia,awalnya pak budi sering mengeluh sakit pada perutnya,belakangan ini sering tidak bekerja karena merasa badannya lemas & tdk punya tenaga. Pk budi sendiri tinggal bersama ibunya,istri dan kedua anaknya. Pk budi adalah pasien dengan pemegang kartu jamkes. Saat ini pak budi sebulan sekali ke malang untk melakukan kontrol rutin dan beli obat.. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya transportasi dan obat diluar jamkes. 1 bulan lagi beliau akan kembali ke malang untuk melakukan pemeriksaan rutin dan tindakan rutin

Jumlah Bantuan : Rp.2.550.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan
tanggal : 17/1/2014

Bapak Budi mengidap penyakit leukimia

Bapak Budi mengidap penyakit leukimia

———————————————————–

Bu Tumilah, 56 tahun, tinggal di desa Tiwir, RT 05, RW 20, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Jogjakarta. Suami beliau bernama Bapak Musiran yang bekerja sebagai buruh tani. Bu Tumilah ini mengalami sakit kanker payudara yg sudah dideritanya sejak 30 tahun yang lalu. Awalnya sektar tahun 1985 saat itu hanya terlihat sebagai benjolan dan dioperasi oleh seorang mantri dengan alat seadanya. Setelah 27 tahun tidak ada keluhan, Bu Tumilah mengalami kecelakaan tunggal jatuh dari sepeda motor, beliau mengalami gagar otak kecil, patah tulang, dan mata kiri nya tidak bisa terbuka dan harus melakukan terapy dimata kirinya selama 3 bulan. Dalam proses terapynya, kanker payudara yang selama ini tidak ada keluhan, pecah dan semakin membesar. Bu Tumilah, kami bawa ke RS Sarjito Jogja, di bagian kanker. Dari hasil pemeriksaan dokter, Ibu Tumilah harus menjalani kemotherapy dan penyinaran, Kankernya sudah berada di Stadium 4. Alhamdulillah saat ini proses kemotherapy dan penyinaran telah selesai dijalani oleh Bu Tumilah. Bantuan ini merupakan biaya kontrol dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Kurir: @karmanMove via @aniesanorma
Tanggal : 13 Januari 2014

Bu Tumilah mengalami sakit kanker payudara

Bu Tumilah mengalami sakit kanker payudara

———————————————————–

Bu Kami, 55 tahun, beralamatkan di klaci 3 Rt 01/12Margoluwih Seyegan Sleman Yogyakarta. Suami beliau adalah seorang buruh pembuatan genteng press di desanya. Bu Kami menderita Kanker Payudara besar. Selama sakit pernah diikhtiarkan untuk operasi sebanyak satu kali tapi setelah tiga tahun penyakitnya ini kambuh lagi. Namun karena tidak adanya biaya untuk operasi, pengobatanya jadi berhenti. Bu Kami atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SR sudah menjalani tindakan kemo terapi sebanyak 30x. Bantuan ini merupakan biaya kontrol dan pembelian obat selama 1 bulan.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Kurir: @karmanMove via @aniesanorma
Tanggal : 13 Januari 2014

Bu Kami menderita Kanker Payudara

Bu Kami menderita Kanker Payudara

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 31,886,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 504 ROMBONGAN

Rp. 16,003,869,733,-