Bp. Samsudin (48 tahun), pekerjaan sebagai buruh pembuat tahu. Istrinya bernama Komsiatun (46 tahun) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Beralamatkan di Ngabean RT 01 RW 01 Krajan 1 Secang Magelang Jawa Tengah. Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala sejak sekitar 2 tahun yang lalu. Awal mula dulu mimisan yang cukup serius dan kemudian di bawa ke RS.Sardjito untuk penindakan biopsy. Akan tetapi untuk pengobatan Pak Samsudin ini di RS.Sardjito menghabiskan biaya sekitar 50juta sehingga pihak keluarga, karena keterbatasan biaya, beralih ke pengobatan alternatif. Ternyata pengobatan alternatif yang dilakukan tidak membuahkan perkembangan baik dan justru sebaliknya semakin parah. Akhir bulan maret lalu kami kurir sedekah rombongan bertemu Pak Samsudin sudah dengan kondisi yang sudah parah (dengan luka di mata kiri membesar). Kam langsung membawanya ke RS.Sarjito dan sudah dilakukan perbaikan KU. Dokter menyarankan untuk dilakukan Penyinaran (Radioterapy) dan kemoterapy. Bantuan ini adalah biaya awal rawat inap di Rs. Sardjito.

Jumlah Bantuan : Rp.6.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @rizkyaditya4
Tanggal : 7 Januari 2014

Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala

Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala



———————————————————–

RATIH DEWI, 30 tahun. Alamat: Kp.Kali Jeruk, RT.2/3, Kali Jaya, Cikarang Barat, Bekasi. Ibu muda ini sungguh malang nasibnya, manakala kehidupannya sulit ia juga harus melawan penyakit Kusta yang dideritanya. Ratih bersama Suaminya, Ade Setiawan (30) sama-sama berprofesi sebagai Pemulung Limbah di kawasannya mereka tinggal. Sudah pernah berobat setahun lalu ke RS.Sitanala Tangerang namun terputus karna tak lagi memiliki biaya dan juga Jaminan Kesehatan dari Pemerintah, mafhum memang keluarga ini sangat miskin dan belum lagi harus menanggung seorang anak yang masih kecil. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk mengurus Jaminan Kesehatan agar bu Ratih Dewi dapat kembali berobat, Bismillah… Semoga ihtiar ini membawa hasil bu Ratih dapat kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @suharnayana
Tanggal: 5 Januari 2014.

Ibu Ratih menderita penyakit Kusta

Ibu Ratih menderita penyakit Kusta

———————————————————–

KUSWANDI, 47 tahun. Alamat: Kp.Kali Jeruk RT.2/3, Kali Jaya, Cikarang Barat, Bekasi. 3 tahun lalu pak Kuswandi tertabrak mobil dan kakinya patah, Kemudian ia dioperasi dan dipasang Ven hingga saat ini belum sempat diangkat. Sehari-hari pak Kuswandi bekerja sebagai Pemulung Limbah dan saat ini ia sudah jarang bekerja karna derita yang sedang dialaminya, Ven di kakinya seharusnya sudah diangkat maka saat ini timbul sakit yang mengganggunya. Istrinya, Omah Maryamah (37) menceritakan kesulitan mereka saat ini, Ingin mengobati suaminya tapi tak ada biaya dan Surat Jaminan Kesehatan disamping itu mereka harus membiayai anak-anaknya 3 orang. Sungguh sedih dirasakan keadaan meeka saat ini, Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka dan bantuan awalpun disampaikan untuk mengawali perobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @suharnayana
Tanggal: 5 Januari 2014.

pak Kuswandi tertabrak mobil dan kakinya patah

pak Kuswandi tertabrak mobil dan kakinya patah

———————————————————–

Bapak KAMAN yang berusia 38 tahun dan tinggal di Kp. Menes Rt 004 RW 004 Desa Warakas, Kec. Binuang, Kab. Serang, Banten ini harus meninggalkan kampung halamannya dan menemani istrinya, Ibu Tisah yang berusia 34 tahun untuk berobat ke RSCM Jakarta. Sakit ca Servik yang diderita Ibu Tisah ini sudah cukup serius, hingga harus dilakukan tindakan kemo. Sementara ini Bapak KAMAN dan Ibu TISAH tinggal di Rumah Singgah Jakarta, Bapak KAMAN yang bekerja sehari hari mengajar ngaji anak-anak di kampungnya itu kebingungan mengenai biaya, walau Jamkesda membantu biaya medis, namun biaya hidup sehari hari selama berada di Jakarta tetap harus mencari sendiri. Kurir sedekahrombongan.com menyampaikan bantuan ke dua untuk meringankan biaya, setelah sebelumnya pernah mendapat bantuan dari SR pada rombongan 477 lalu

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry via @endangnumik

Ibu Tisah Sakit ca Servik

Ibu Tisah Sakit ca Servik

———————————————————–

Bu Wati (35 th) yang beralamatkan di RT 02 / 03, kelurahan babakan, kecamatan setu, kemarin, 3 Januari 2013 kita masukkan ke RSUD Tangerang Selatan melalui UGD. Pasien sudah muntah darah dan mendapatkan penangan tim dokter RS. Jam 11 kemarin, pasien tiba-tiba muntah-muntah dan mengeluarkan darah,lalu keluarga, pak Micang (34 th) yang bekerja sebagai buruh ini membawanya ke puskesmas terdekat. Namun oleh pihak Puskesmas, pasien dirujuk ke RSUD Tangerang Selatan karena membutuhkan penanganan lebih lanjut dikarenakan ada indikasi TBC. Pasien saat ini masih berbaring di RSUD dan membutuhkan bantuan obat dan selang yang tidak ditanggung. Pasien menggunakan JAMKESDA kota Tangerang Selatan. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membeli selang dan obat-obatan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry via @nu_maulana @ririn_restu

Ibu Wati membutuhkan penanganan lebih lanjut dikarenakan ada indikasi TBC

Ibu Wati membutuhkan penanganan lebih lanjut dikarenakan ada indikasi TBC

———————————————————–

Rizky Ramadhan (3 th) tahun, Alamat: Jl. AC Lengkeng , RT. 01/02, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Sakit yang diderita Laringomalasia grade 1, suspek stenosis supraglottis, pasca trakeostomi, atresia esophagus pasca esofagotomi, torakotomi dan gastrostomi, gizi buruk marasmik, Secara umum penjelasannya bahwa hidung dan mulut Rizky itu tidak dapat berfungsi, jadi untuk benafas, anak mungil itu harus dibuatkan lubang pernafasan di tenggorokannya. Sungguh nyeri melihat anak sekecil itu harus di “bolongi” di tenggorokannya untuk membantu pernafasannya dan harus dibuat dua, satunya lagi untuk menghisap lendir. Untuk makan dan minumnya Rizkypun harus melalui lubang lain yang dibuat di bagian perut sebelah kirinya yang kemudian dimasukkan menggunakan selang yang harus steril.

Ini adalah bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 351, sampai saat kini proses pengobatan Rizky masih berlanjut dan sebagian besar biaya pengobatan sudah ditanggung oleh pemerintah daerah melalui SKTM, namun Ibu Tuti dan Ibu Paini masih berhutang puluhan juta rupiah untuk biaya pengobatan dan operasi awal rizky yang kala itu belum dibantu oleh Pemda dan juga kini Rizky masih harus menjalani rawat jalan ke RSCM beberapa kali dalam sebulan yang tentunya ongkos dari rumah ke RSCM tidak ditanggung Pemda, selain itu, Rizky yang menderita Gizi buruk itu harus mengkonsumsi susu padat gizi.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry

hidung dan mulut Rizky itu tidak dapat berfungsi

hidung dan mulut Rizky itu tidak dapat berfungsi

———————————————————–

Bapak Boman berusia 58 tahun, seorang buruh harian lepas yang beralamat di Botokan, Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten, mengalami pendarahan otak karena serangan stroke. Awalnya beliau terjaga dari tidurnya dan minta diambilkan minum, setelah minum beliau seperti tersedak dan berakibat tidak sadarkan diri. Keluarga panik karena tubuh bapak boman digoyang-goyong tidakm bangun dan diam saja. Malam itu juga jam 23.00 pasien dibawa ke rumah sakit dan dirawat di ruang ICU stroke. Menurut keterangan dokter telah terjadi pendarahan pada syaraf otaknya. Pasien akhirnya Meninggal dunia, Semoga semua kesalah dan dosa-dosa nya di ampuni ALLAH SWT, dan di terima semua amal kebaikan nya.

Jumlah Bantuan : Rp 4.000.000,-
Kurir: @dhe_mang Via @Bang_widji
Tanggal: 7-01-2014

Bapak Boman mengalami pendarahan otak karena serangan stroke

Bapak Boman mengalami pendarahan otak karena serangan stroke

———————————————————–

Ibu Sujiati (36 tahun) menderita sakit benjolan di leher selama 6 tahun terakhir. Karena keterbatasan biaya sehingga tidak mampu berobat, 3 anak nya masih usia sekolah. Suaminya yaitu bapak Yuli Rianto (41) bekerja sebagai supir proyek, pendapatan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Bantuan dari #Sedekah Rombongan digunakan untuk pemeriksaan awal. Setelah dilakukan pemeriksaan, tes lab medis dan patologi anatomi diagnosa dokter Bu Sujiati menderita pembengkakan kelenjar gondok dan membutuhkan tindakan operasi. Bantuan dari sedekaholic sangat diharapkan untuk kelanjutan tindakan operasi. Keluarga ini tinggal di Desa Ringinangung RT 4 RW 3 Magetan

Jumlah Bantuan : Rp 1.200.000,-
Kurir: @dhe_mang Via @ervin_survive
Tanggal: 9-1-2014

Ibu Sujiati (36 tahun) menderita sakit benjolan di leher selama 6 tahun

Ibu Sujiati (36 tahun) menderita sakit benjolan di leher selama 6 tahun

———————————————————–

Vicentius Ferdinand Loko (22th) atau Muhammad Hanafi (nama mualaf) asli Bajawa Nusa Tenggara Timur. Di Yogyakarta tinggal ditempat kerja di Pastagio warung Pasta Di Jl Lempongsari Ngaglik Sleman Yk. Mas Ferdi ini adalah anak dari Bp. Rafael Bajawa (40th) & Ibu. Maria KoretiIhtu (39th) yang berprofesi sebagai Petani. Mas Ferdi mengalami kecelakaan saat mengendarai motor di daerah Denggung Sleman. Kemudian dirawat di RS PKU Kodya Yogyakarta diruang ICU selama 4 hari mengalami kritis dan menurut diagnosa dokter dia mengalami patah tulang. Biaya sementara 8,5 juta sampai saat ini & utk biaya operasi membutuhkan 15 juta itupun menjadi tanggung jawab rekan-rekan kerjanya serta secara bergantian menjaganya di RS.

Jumlah Bantuan : Rp.3.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @KdunkUSSIL
Tanggal : 8 Januari 2014

Bapak Ferdinand mengalami patah tulang

Bapak Ferdinand mengalami patah tulang

———————————————————–

Mbah Giyem, alamat Srunggo 2 RT 1,Imogiri. Beliau sakit tumor kandungan dan pernah dioperasi 2 tahun yang lalu. Akan tetapi setahun setelah operasi masih terdapat keluhan lagi dengan perutnya dan kembali membesar. Mbah Giyem kami bawa ke RS dan sekarang dalam proses pengembalian kondisi fisik sebelum menjalani tindakan lanjutan. Sampai Mbah Giyem sembuh nanti kami akan mendampingi. Dan bantuan ini adalah untuk pembelian obat, kontrol rutin dan biaya laboratorium.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @awansan123
Tanggal : 8 Januari 2014

Mbah Giyem sakit tumor kandungan

Mbah Giyem sakit tumor kandungan

———————————————————–

Mbah Soesmito (90 tahun) adalah warga Rt 001 Rw 03 Mojosari Hargosari Tanjungsari. Beliau beristrikan Mbah Saerah dan memiliki 2 orang anak, tetapi anak pertamanya sudah meninggal. Sedangkan anak kedua yang masih hidup hanya bekerja sebagai petani. 10 tahun yang lalu ketika sedang berladang secara tidak sengaja tahi lalatnya tertusuk kayu yang menyebabkan infeksi namun tidak dipedulikan. Setahun terakhir ini baru mulai parah infeksinya yang kemudian di bawa ke RSUD Wonosari, dan juga dibawa ke dokter praktek. Diagnosa awal hanya infeksi biasa, namun lama kelamaan infeksi semakin menjalar dan hidungnya mulai hilang. Sekarang sehari-harinya yang mencukupi kebutuhan keluarga adalah istrinya yakni mbah Saerah dengan mengerjakan apa yang bisa dikerjakan di ladang dan putranya yang hanya bekerja sebagai petani. #SR sempat mendampingi pengobatan Mbah Soesmito selama beberapa pekan, namun karena mbah Soesmito dan keluarganya menghendaki pengobatan di rumah, akhirnya diputuskan untuk menyantuni Mbah Soesmito. Bantuan ini adalah santunan untuk Mbah Soesmito.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @fatah
Tanggal : 7 Januari 2014

Mbah Soesmito Diagnosa awal hanya infeksi biasa, namun lama kelamaan infeksi semakin menjalar dan hidungnya mulai hilang

Mbah Soesmito Diagnosa awal hanya infeksi biasa, namun lama kelamaan infeksi semakin menjalar dan hidungnya mulai hilang

———————————————————–

CATUR SIGIT NUGROHO, 29 tahun, Warga Desa Mulyosari RT.1/3 Kec. Prembun, Kab. Kebumen, Jawa tengah. Sigit memiliki seorang anak usia 6 tahun dan seorang istri. Selama 3 tahun tergolek tak berdaya di tempat tidur karena menderita kelumpuhan. Pada tahun 2009, Sigit menderita Spondilitis TB, sampai pada akhirnya penyakit tersebut menyerang syaraf tulang belakang dan mengakibatkan kelumpuhan sampai sekarang. Beberapa tahun yang lalu Sigit disarankan untuk operasi, namun karena kendala biaya akhirnya tidak dilakukan mengingat biayanya yang sangat besar. Usaha untuk mendapatkan kepesertaan Jamkesmas dan jamkesda pun sudah ditolak, Padahal Sigit hanya menggantikan kepesertaan ibunya yang sudah meninggal karena kanker. Sampai pada akhirnya Kurir #Sedekahrombongan membawa Sigit ke Jakarta untuk dioperasi di RSUP Fatmawati, Jakarta. Setelah lebih dari 1 tahun Sigit didampingi #SedekahRombongan, melalui beberapa operasi tulang dan mengikuti therapi dalam waktu yang agak lama. Kini ia sudah dapat duduk dan mulai belajar berdiri jalan menggunakan tongkat., Alhamdulillah ia telah sembuh setelah beberapa tahun hanya bisa berbaring di tempat tidur. Bantuan terakhir disampaikan di Rombongan 470.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik

Bapak Sigit menderita Spondilitis TB

Bapak Sigit menderita Spondilitis TB

———————————————————–

KASTEM, 39 tahun, Ibu 2 anak warga kampung Jengkol RT.3/7, Kel. Bojen, Kec. Sobang, Pandeglang ini sudah 20 tahun lebih menderita sakit Tumor di Pipi. Awal sakit tahun 1991 dan pengobatan pertama dilakukan di RSHS Bandung, operasi pertama pengangkatan tumornya dilakukan tahun 1992, pengobatan lanjutan dengan rawat jalan namun karna tidak mempunyai bekal yang cukup selama berada di Bandung, pengobatannyapun sering tidak dilanjutkan. Awal tahun 2013 Tumor di Pipi bu Kastem tumbuh dan membesar kembali. Melihat kondisi ini pak Rokim suami bu Kastem yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani di kampungnya berusaha kembali melakukan pengobatan untuk istrinya, berbekal Jamkesmas yang dimiliki pengobatanpun dilakukan di RSUD Berkah Pandeglang yang kemudian dirujuk ke RSCM jakarta. Tanggal 10 Juni 2013, Operasi ke 2 pengangkatan Tumor bu Kasnem berhasil dilakukan, namun pasca operasi pengobatan akan dilanjutkan dengan rencana beberapa kali penyinaran. Pengobatan yang panjang dan lama menguras bekal mereka selama berada di Jakarta, selain berobat selama tinggal di Jakarta merekapun harus membayar uang sewa kosan dan biaya makan sehari-hari, sementara selama berada di Jakarta pak Rokim praktis sudah tidak bekerja dan harus mendampingi istrinya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan telah mendampingi bu Kastem beberapa bulan lamanya walau keputusan dokter ia tidak bisa sembuh atau kembali normal pada bagian mulutnya sebagai fungsi untuk makan, bu Kastem harus tetap makan melalui selang dan ia diperkenankan pulang. Bantuan lanjutanpun disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 493.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 7 Januari 2014.

Ibu Kastem menderita sakit Tumor di Pipi

Ibu Kastem menderita sakit Tumor di Pipi

———————————————————–

M. FATAH MUBINA (1 thn 8 bln), bersama orang tuanya tinggal masih menumpang di rumah neneknya di Kp. Cibodas Pasar RT 1/2 Desa Mekarwangi Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Ayahnya Pak Jalaludin Ahmad (36) bekerja sebagai buruh harian di sebuah pabrik topi di daerah Banjaran, Kabupaten Bandung. Sehari-hari ia dirawat dan diasuh oleh nenek dan ibunya, Bu Habsah (29), ibu rumah tangga. Dik Fatah, begitu ia dipanggil, terlahir dengan kelainan tidak punya lubang anus. Ia pernah menjalani operasi sewaktu usianya baru beberapa hari, namun operasi tersebut tidak berhasil. Sampai saat ini sudah hampir setahun ia ditangani oleh tim dokter RSHS Bandung dibantu dengan fasiltas Jamkesda dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang ia miliki. Saat ini Dik Fatah sudah memasuki tahap persiapan operasi ke-3. Jamkesda tadinya hanya menjamin 75% dari biaya pengobatan Dik Fatah, sehingga Pak Jalal masih harus menanggung 25% kekurangannya, yang dirasakan kian hari semakin memberatkan keluarga ini. Satu per satu peralatan rumah tangga pun mereka jual demi untuk kesembuhan anak satu-satunya ini, sementara proses pengobatan Dik Fatah masih cukup panjang. Melihat kondisi keluarga ini #SedekahRombongan membantu mengupayakan tambahan jaminan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, alhamdulillah permohonan keluarga miskin ini dikabulkan, dan sekarang Pemda menjamin 100% biaya pengobatannya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga Dik Fatah yang digunakan untuk biaya persiapan operasi ke-3 dan transportasi ke RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 490.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 7 Januari 2014

Adik Fatah terlahir dengan kelainan tidak punya lubang anus

Adik Fatah terlahir dengan kelainan tidak punya lubang anus

———————————————————–

DELA (8), alamat: Kp. Ranjeng RT.2/5, Desa Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya. Putri dari Bapak Jajak (54), Buruh tani, tukang mencangkul di sawah dan Ibu: Empat, ini mengalami luka bakar yang cukup berat di hampir sekujur tubuhnya. Gadis kecil malang ini sudah sekitar sepuluh bulan terbaring di tempat tidur dan tidak dapat bersekolah. Penghasilan Pak Jajak, yang memiliki tanggungan 4 orang anak ini, hanya sekitar 20-30 ribu rupiah per hari, itu pun tidak setiap hari ia dapatkan, karena kadang dapat pekerjaan kadang tidak. Luka bakar tingkat 3 yang dialami Dik Dela diderita ketika ia tersiram thinner saat sedang bermain masak-masakan dengan temannya dan tersulut api yang kemudian membakar badannya. Ia sempat dirawat di RSUD Tasikmalaya selama 5 hari, namun terpaksa dibawa pulang sebelum pengobatannya selesai, karena meskipun memiliki fasilitas Jamkesmas, mereka tidak mempunyai biaya untuk transport dan bekal selama Dik Dela dirawat. Waktu itu ayahnya tidak bisa bekerja karena harus menunggui Dik Dela di Rumah Sakit. Hampir setaun Dela terbaring di rumahnya, di atas ubin dengan hanya beralaskan tikar dan kain sarung yang ditumpuk-tumpuk berselimutkan kain gorden. Alhamdulillah…ada sedekaholic yang tergugah melihat kondisi Dik Dela yang sangat menyedihkan ini, dan memberikan santunan untuk membeli karpet, kasur, bantal dan obat-obatan untuk Dik Dela. Sekarang luka bakar Dik Dela sudah membaik dan sudah masuk ruangan untuk persiapan menjalani jadwal operasi lutut kaki kiri yang ternyata mengalami dislokasi dan terlalu lama (lebih dari satu tahun) tidak digerakkan sehingga menjadi kaku. Alhamdulillah operasi lutut Dik Dela telah selesai dilakukan, namun ia masih harus bolak-balik RSUD untuk melakukan kontrol pasca operasi. Luka bekas operasi Dik Dela belum sembuh dan memerlukan perawatan khusus karena lukanya belum kunjung mengering. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan dan transportasi Dik Dela setelah sebelumnya masuk di Rombongan 483.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal: 7 Januari 2014

Adik Dela mengalami luka bakar yang cukup berat di hampir sekujur tubuhnya

Adik Dela mengalami luka bakar yang cukup berat di hampir sekujur tubuhnya

———————————————————–

KULIAH, 49 tahun. Alamat: Desa Sidosih RT.5/2, Kempang, Lampung Selatan. Bu Kuliah datang ke RS.Abdul Moeloek Lampung bersama suaminya, Nasub (61), maksudnya akan berobat dengan keluhan perutnya membesar sejak 2 bulan lalu serta bengkak pada kakinya – Riwayat Hepatitis B, Melena atau BAB Hitam. Belum sempat ia berobat panjang dengan tindakan-tindakan medis ia telah dipanggil Sang Kuasa setelah sebelumnya sering kondisinya tak sadarkan diri atau penurunan kesadaran, ternyata diagnosanya ia terkena Tumor Ganas pada Hatinya. Pak Nasub yang Petani ini dan kedua anaknya begitu sedih namun mereka pasrah melepaskan Istri dan Ibunya tercinta, #SedekahRombongan membantu keluarga ini memulangkan jenazahnya ke rumah keluarga. Bantuan disampaikan sebagai uang duka karna saat di rumah sakit mereka sedang kebingungan tak memiliki uang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @akuokawai
Tanggal : 6 Januari 2014.

Ibu Kuliah terkena Tumor Ganas pada Hatinya

Ibu Kuliah terkena Tumor Ganas pada Hatinya

———————————————————–

ISRO, 50 tahun, Alamat: Kp. Bakung RT.2/4, Ds. Karangpatri, Kec. Pebayuran Kab. Bekasi. Suspect Tumor kulit belakang (Soft tissue Carcinoma), pekerjaan hanya Kuli Tani serabutan. Saat kurir #SedekahRombongan silaturahmi di kediamannya yang sederhana, Pak Isro dan keluarganya sedang berkumpul di atas balai bambu depan rumah. Di sebabkan Tumor yang besar dan membentuk luka, dalam kesehariannya suami dari Esni, 47 tahun, tidak bisa berpakaian meski hanya kaos, karena pakaian yang dikenakan bisa nempel di luka tumornya. Bu Esni yang seorang ibu rumah tangga, menuturkan awal mula tumor yang diderita pak Isro, 10 tahun yang lalu, hanya bisul kecil atau dikenal dengan bisul menir. Saat terlihat sudah matang, dipecahkan dengan dipencet dan dikorek dengan peniti/jarum pentol, nanah yang keluar menimbulkan bau, hanya saja tumor yang dikira bisul tersebut bukannya sembuh malah membesar. Pernah juga saat tumornya sebesar kepalan tangan di sedot di sebuah klinik di daerah Karawang, tapi sekali lagi tumornya malah semakin membesar. Akhirnya karena terbentur biaya, keluarga miskin dengan tanggungan masih 2 orang ini hanya bisa pasrah. Apalagi sawah satu petak miliknya sudah beberapa tahun yang lalu digadaikan untuk mengobati luka pak Isro, sampai saat ini belum bisa ditebus. Kembali @SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi pak Isro berobat ke RSHS Bandung setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 453, Kini pak Isri sedang berobat jalan di RSHS dan tinggal sementara di RSSR Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal : 8 Januri 2014.

Bapak Isro Suspect Tumor kulit belakang (Soft tissue Carcinoma)

Bapak Isro Suspect Tumor kulit belakang (Soft tissue Carcinoma)

———————————————————–

MARSIAH, (16 tahun). Setelah lulus SLTP, Marsiah tidak meneruskan sekolah dan saat ini belum bekerja. Wanita muda yang beralamat di Kp. Kendayakan 02/02, Desa Sukakersa, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi ini sampai saat ini masih menderita Sakit Kanker pada telinga, yang di deritanya sejak balita, dengan bermodalkan Jamkesmas. Marsiah pernah berobat ke RSCM ketika usia kelas 4 Sekolah Dasar, rutin berobat tiap minggu selama 2 bulan tapi karena ketiadaan dana akhirnya berhenti berobat. Saat ini setiap satu bulan sekali telinganya membengkak berwarna merah kemudian pecah, bahkan bisa sampai pingsan karena banyaknya darah yang keluar. Upaya yang dilakukan keluarga hanya pengobatan lewat mantri utk mengurangi sakit kankernya. Sang Bapak, Nasen, 35 tahun, hanya Petani buruh yang jangankan membawa buah hatinya, Marsiah berobat ke Rumah sakit besar, sementara untuk membiayai tanggungan yang berjumlah 3 orang sudah kerepotan. Sedangkan Ibunda,sudah meninggal dunia. #Sedekahrombongan kembali menyampaikan bantuan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 493, Bantuan ini dipergunakan untuk melanjutkan berobat ke RSUD Cibitung, Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal : 8 Januari 2014.

Adik Marsiah menderita Sakit Kanker pada telinga

Adik Marsiah menderita Sakit Kanker pada telinga

———————————————————–

ESTI SETIAWATI (17), Kp. Karang Resik RT.2/1, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Sungguh malang nasib gadis cantik dengan segudang prestasi anak ke-4 dari 5 bersaudara pasangan Pak Adih (51), seorang karyawan pom bensin, dan Bu Rusliah (46) ini. Siswi salah satu SMA Negeri di Tasikmalaya ini selain selalu masuk rangking di kelasnya juga adalah seorang atlet pencak silat yang sejak masih bersekolah di SMP sudah sering menjuarai berbagai macam kejuaraan di tingkat Kota Tasikmalaya. Bahkan pada tahun 2013 ia menjadi Juara I kejuaraan pencak silat tingkat Provinsi Jawa Barat dan kejuaraan antar sekolah O2SN Tingkat Provinsi Jawa Barat, serta berhak untuk mewakili Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional. Namun malang, sekitar 3 bulan yang lalu ia mengalami kecelakaan lalu lintas sepulangnya dari latihan, sepeda motor yang ia kendarai bersama temannya terserempet truk dan sempat diberikan pertolongan pertama di RS swasta , yang terdekat dari tempat kejadian.
Diagnosa Dokter mengatakan bahwa Dik Esti mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangannya, ia pun dirujuk ke RSHS Bandung. Keluarga Dik Esti kebingungan, karena dari informasi yang diterima, biaya perawatannya mungkin bisa mencapai puluhan juta rupiah. Akhirnya, karena khawatir dengan biaya yang jauh di luar kemampuan keluarga, dan tadinya diperkirakan hanya bagian kaki dan tangannya saja yang patah, mereka membawanya ke pengobatan patah tulang tradisional. Namun ternyata kemudian diketahui bahwa tulang belakang Dik Esti juga mengalami patah, sehingga mengakibatkan sebagia badannya dari bagian dada ke bawah tidak dapat digerakkan dan tidak dapat merasakan apa-apa. Setelah selama hampir 2 bulan dirawat dengan pengobatan tradisional, namun tidak menunjukkan kemajuan berarti dan juga karena kehabisan biaya, akhirnya Dik Esti dibawa pulang.
Ketiadaan biaya memaksa Dik Esti hanya dirawat seadanya di rumah, hampir 1 bulan lebih (3 bulan sejak kecelakaan) berlalu tidak ada perbaikan berarti bahkan malah muncul luka melepuh yang dalam menganga di bagian belakang badannya (pantat) yang kian hari kian membesar. Sungguh sangat tragis nasib pendekar silat yang biasanya garang di arena ini, sekarang ia hanya terbaring di tempat tidur, lemah tak berdaya… Alhamdulillah, Allah jualah yang mempertemukan Dik Esti dengan #SedekahRombongan, saat ini ia dalam dampingan penuh #SR yang langsung mengurus pengobatan Dik Esti. Ia dibawa ke RSUD Tasikmalaya untuk perawatan luka di bagian belakang badannya sebelum menjalani pengobatan yang lebih intensif patah tulang yang dideritanya. Setelah sektar 2 minggu dirawat di RSUD Tasikmalaya dengan menghabiskan biaya Rp 17.544.529, lukanya mulai membaik, dan Dik Esti pun diperbolehkan pulang. Pada tanggal 4 Desember 2013, setelah kesepakatan keluarga dan kesiapan Jamkesmas serta kurir pendamping Tasikmalaya dan Solo – Esti berangkat ke RS Orthopedi Solo atas rujukan RSUD Tasikmalaya menggunakan Ambulance dan kini sudah dalam perawatan intensif disana. Bantuan disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari selama di Solo setelah sebelumnya masuk di Rombongan 482, Esti sudah dioperasi pemasangan Ven pada tulang belakangnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin
Tanggal: 10 Januari 2014.

Dik Esti mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangannya

Dik Esti mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangannya

———————————————————–

NABILA ZAHRA RAMDHANIA, 8 tahun. Alamat: Kp.Belentuk, Desa Lengansari RT.2/1, Parungkuda, Sukabumi. Ayah: Pendi Suhendi (36) dan Ibu: Ati Renawati (30), Nabila sejak lama tersuspect Leukimia dan selama ini sudah kontrol berobat di RSUD Sukabumi, Ingin rasanya kedua orangtuanya melihat anaknya tercinta ini sembuh karna jenis penyakit ini sangat berbahaya buat anaknya tercinta. Namun apa daya setelah RSUD memintanya untuk dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, maka buat kedua orangtuanya rencana ini menjadi beban baru yang harus dihadapi, maklum saja Pendi hanya seorang Buruh Tani. Alhamdulillah, #SedekahRombongan diinfokan untuk menjenguk keluarga ini dan langsung keesokan harinya mereka berangkat bersama ke RSHS. Namun setelah beberapa minggu Nabila dirawat di RSHS, Kondisinya melemah sudah beberapa kali dan pada tanggal 7 Nabila meninggal dunia. Bantuan lanjutan disampaikan sebagai uang duka setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 491.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @deri_darusman
Tanggal : 9 Januari 2014.

Nabila sejak lama tersuspect Leukimia

Nabila sejak lama tersuspect Leukimia

———————————————————–

KANO KUSUMA ISMAIL, 3 bulan. Alamat: Jl. Sunter Muara RT.14/15, Sunter Agung, Jakarta Utara. Bayi Kano adalah buah yang lahir dari pasangan Rahmad Widodo (29) seorang Buruh Harian Lepas dan Fitrianingsih (26)yanghanya seorang Ibu Rumah Tangga. Pada awal November RS MAA, Menteng Jakarta adalah tempat dimana Kano lahir, Saat itu Kano lahir dalam keadaan tidak normal – Ia terkena Atresia Ani dan telah dibuatkan Colostomi di perut bagian kirinya. Dimana ia tak mempunya lubang dubur. Hingga ia pulang ke rumah kakeknya yang memang masih menjadi rumah tumpangan orangtua bayi. Karna kondisinya yang masih kecil dan belum bisa dioperasi pembuatan lubang duburnya, maka Kano harus sering kontrol ke Rumah Sakit. Inilah yang menjadi beban kedua orangtuanya, dimana sering mereka tak memiliki uang untuk transport ke rumah sakit membawa bayinya. Begitulah nasib keluarga prasejahtera, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya transport mereka. Semoga proses operasi Kano dimudahkan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis via Kodar Malik
Tanggal : 9 Januari 2014.

Adik Kano terkena Atresia Ani

Adik Kano terkena Atresia Ani

———————————————————–

ROTIPAH. 40 tahun. Alamat: Jl.Tanah Pasir Bakti, RT.7/7, Penjaringan, Jakarta Utara. Rotipah adalah seorang janda beranak 1, saat ini sudah 6 hari dirawat di RSUD Koja karna terkena stroke ringan. Sungguh menderita nasih ibu paruh baya ini, yang berprofesi sebagai pedagan makanan keliling saat ini harus berhenti dan tak dapat mencari uang karna penyakitnya. Ia berobat menggunakan KJS dan biaya hariannya untuk membantu anaknya dibantu tetangga-tetangga, Ia mengeluhkan jika nanti sembuh dari mana ongkos untuk pulang. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk bu Rotipah, Semoga ia lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal : 9 Januari 2014.

Ibu Rotipah terkena stroke ringan.

Ibu Rotipah terkena stroke ringan.

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 25,700,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 500 ROMBONGAN

Rp. 15,875,167,883,-