Bapak Sunarto, 57 tahun, beralamatkan di dusun Jetak Sendangtirto Berbah, Sleman. Beliau bekerja sebagai kuli bangunan dan merawat istrinya yang sudah lansia dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Kurang lebih 3 tahun yang lalu mulai merasakan batuk batuk namun hanya dirawat jalan karena tidak adanya biaya. Pernah di periksakan di RS Paru namun hanya dikasih obat batuk dan sesak. Pernah juga di bawa ke RS Hidayatulloh juga hanya diberi obat namun tidak terdiagnosa TB tulang. Kurang lebih sejak 1 tahun yang lalu mulai batuk lebih sering dan mulai 6 bulan yang lalu mengalami kelumpuhan. Setelah dibawa ke RS Bethesda oleh #SR, dokter mendiagnosa penyakit pak Narto sebagai TB tulang. Karena sakit TB tulang yang tidak segera diobati sehingga menyerang beberapa tulang punggung hingga ada yang patah. #SedekahRombongan membantu pengobatan setelah dirawat di RS Bethesda. Pak Sunarto sudah menjalankan protokol untuk penyakit TB tulang selama 3 bulan dan masih terus minum obat penahan rasa nyeri. Alhamdulillah sudah ada kemajuan dimana tadinya Pak Sunarto hanya bisa baringan ditempat tidur saja, sekarang sudah bisa duduk. Terima kasih #Sedekaholics, mari kita bantu terua dhuafa – dhuafa lainnya. Bantuan ini digunakan untuk membantu pengobatan Pak Narto di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.4.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @fajardeddy
Tanggal : 29 Desember 2013

Bapak Sunarto menderita TB tulang

Bapak Sunarto menderita TB tulang


———————————————————–

Bapak Sarono (alm)(43 tahun). Bekerja sebagai pedagang pasar. Dan istrinya Ibu Tri Wahyuni (alm) (37 tahun) juga bekerja sebagai pedagang pasar. Keduanya adalah korban kecelakaan di daerah Tegalombo. Kronologi kecelakaan tersebut adalah bahwa kedua korban sehabis mengikuti pengajian di daerah Tundan Kalasan pada tanggal 28 Desember 2013 acaranya mau pergi ke pasar berjualan ke Pasar Srago Klaten sekitar pukul 01.00 dini hari 29 Desember 2013. Akan tetapi sampai di Tegalombo keduanya terserempet oleh motor lain namun kemudian didepannya dihantam oleh truk dan truk tersebut melarikan diri. Kedua orang ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya seketika di tempat. Keduanya meninggalkan 2 putra kelas 6 SD dan usia 4 tahun. Kemudian kedua anaknya sekarang diasuh oleh kakak dari pasangan suami istri ini.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @Donny_arch
Tanggal : 5 Januari 2014

Bapak Sarono dan istri meninggal karena kecelakaan

Bapak Sarono dan istri meninggal karena kecelakaan

———————————————————–

Ibu Ambar Novitasari (35 tahun, buruh) adalah warga Pedes, Argumulyo, Sedayu, Bantul. Suaminya adalah Bapak Akroni (36 tahun, bekerja serabutan di kebun). Pasangan ini memiliki 3 orang anak yang masih kecil berusia 10, 4, dan 2,5 tahun. Keluarga ini masih tinggal bersama kedua orang tuanya dan 3 keluarga adik-adiknya. Sehingga dalam satu rumah tersebut dihuni oleh 5 keluarga. Ibu Ambar ini menderita kanker payudara sejak setahun yang lalu. Dan saat ini sedang menjalani proses kemotherapy yang ke 4 dari 6x yang dijadwalkan oleh dokter. Selama ini Ibu Ambar menjalani kemotherapy di RS. Mahardika Jogja yang separuh dari biayanya dibantu oleh Jamkesta. SedekahRombongan mendampingi dan membantu kekurangan biaya kemotherapy yang dijalani Ibu Ambar diluar Jamkesta. Bantuan ini digunakan untuk membayar kekurangan biaya kemotherapy.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @arizafuadi
Tanggal : 6 Januari 2014

Ibu Ambar menderita kanker payudara

Ibu Ambar menderita kanker payudara

———————————————————–

Ibu Ponariah atau Ibu Pon 86 tahun adalah seorang yang tidak memiliki suami yang tinggal di Jetak 006/029 Sendangtirto Berbah, Yogyakarta. Sehari-hari aktifitas Ibu Pon adalah merawat beberapa ekor ayam. Pada hari selasa tanggal 17 desember lalu Ibu Pon terjatuh dirumahnya ketika sedang memberi makan untuk ayamnya. Pada awalnya beliau tidak merasakan sakit apa-apa, namun keesokan harinya di pangkal paha kirinya terjadi pembengkakan dan beliau tidak dapat duduk ataupun berdiri. Setelah mendapatkan bantuan dari #SedekahRombongan pada hari kamis, 19-12-2013 yang mengantarkan beliau ke RS Wirosaban untuk di rontgen, ternyata terjadi patah tulang di paha kiri Ibu Pon dan dokter menyarankan untuk segera melakukan operasi. Keesokan harinya, pada hari jumat 20-12-2013 beliau dioperasi di RS PKU Muhammadiyah. Alhamdulillah operasi berjalan lancar namun dokter mengatakan bahwa Ibu Pon juga memiliki kanker payudara dan itulah yang menyebabkan tulang ibu Pon kropos dan rentan patah. Dokter juga mengatakan bahwa kankernya sudah parah dan menjalar ke tubuhnya, bahkan payudaranya ibu Pon pun sudah sangat keras dan harus segera diangkat. Dokter menyarankan untuk melanjutkan treatment untuk kankernya setelah kaki kiri ibu Pon mulai membaik. Pihak keluarga yang menjaga beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan untuk kanker payudaranya karena dianggap terlalu berisiko dengan umur beliau yang sudah renta. Bantuan ini adalah biaya perawatan di RS.

Jumlah Bantuan : Rp.1.133.000,-
Kurir : @KarmanMove via @n_jidda
Tanggal : 4 Januari 2014

Ibu Ponariah menderita patah tulang di paha kiri

Ibu Ponariah menderita patah tulang di paha kiri

———————————————————–

Dek Helmy Taqiyudin (3 tahun) adalah putra dari bapak Turisman (35 tahun) seorang buruh harian lepas dan Ibu Kamsiyah (33 tahun) seorang Ibu Rumah Tangga. Keluarga ini tinggal di Desa Danasri RT 002 Rw 001,Kelurahan Buayan, Kecamatan Buayan. Dek Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata. Oleh keluarganya hanya diberi obat tetes mata. Namun lama kelamaan mata kirinya semakin membesar seperti bola pingpong. Saat ini dek Helmy sudah dioperasi dan menjalani serangkaian kemotherapy yang ke 51 dari 105 yang dijadwalkan oleh dokter yang juga bertepatan dengan ulang tahun dek Helmy yang ke 3. Kami akan terus mendampingi dek Helmy hingga kesembuhannya kelak. Bantuan ini merupakan biaya kemotherapy yang ke 52

Jumlah Bantuan : Rp.3.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @ismaumari
Tanggal : 4 Januari 2014

Dek Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata

Dek Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata

———————————————————–

Dewi Shofianawati biasa dipanggil Mbak Dewi lahir pada tanggal 8 Juli 1994. Dia adalah putri pasangan Bapak Umardiyanto (51 th, seorang penjual aksesoris dan mainan keliling) dan ibu Shofiyah (47th, seorang IRT). Mbak Dewi bertempat tinggal di Kubangjati I RT 3, RW 1. Kec.Ketanggungan Kab. Brebes Jawa Tengah. Mbak Dewi mulai merasakan sakit berupa benjolan di mata kiri tahun 2003 ketika duduk di kelas 3. Ketika SMA benjolan di mata Mbak Dewi semakin membesar. Sempat berobat di RS Cirebon dan RS Jakarta. Ketika berobat di RS Jakarta tahun 2002 inilah Mbak Dewi didiagnosa tumor mata. Saat ini mbak Dewi sudah dalam dampingan Sedekah Rombongan karena tidak Jamkes apapun. Dan ini adalah biaya untuk akomodasi dan pemeriksaan awal di RS. Sardjito Yogya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @ismaumari
Tanggal : 5 Januari 2014

Mbak Dewi didiagnosa tumor mata

Mbak Dewi didiagnosa tumor mata

———————————————————–

Dek Andre lahir tanggal 15 April 1999 yang tinggal di Desa Mekarjaya, Kec. Pancalang, Kab. Kuningan. Nama ayahnya kandung adalah Bapak Udin, 45 tahun seorang supir. Namun ayahn kandungnya sudah meninggalkan keluarga karena tahu penyakitnya Dik Andre. Ayahnya yang sekarang Pak Suhendri atau suami kedua Bu Oom. Bekerja sebagai tukang bangunan. Ibunya bernama Bu Oom Romlah. Usia 40 tahun. Hanya sebagai Ibu Rumah Tangga. Dik Andre ini sakit sejak dari lahir. Operasi pertama dan kedua di RS Gunung Jati, Cirebon. Dibawa ke Sedekah Rombongan oleh Pak Karso. Guru SMPnya Dik Andre. Alhamdulillah operasi ketiga lancar. Tinggal menunggu pesan dokter untuk pulang. Bantuan ini adalah biaya untuk operasi di RS. Nurhidayah Bantul.

Jumlah Bantuan : Rp.4.829.850,-
Kurir : @KarmanMove via @ismaumari
Tanggal : 5 Januari 2014.

Dik Andre ini sakit sejak dari lahir

Dik Andre ini sakit sejak dari lahir

———————————————————–

Bu Surahni berusia 65thn warga dusun kelapa sawit desa wonosari kabupaten bondowoso ini menderita sakit kanker serviks.. Beliau adalah seorang janda dengan pekerjaan.sehari-hari sebagai buruh tani di.desanya dan.penghasilannya hanya cukup untuk biaya sehari-hari.. Kami membawa bu surahni ke malang untuk melakukan ikhtiar pengobatan.. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan secara lengkap dan.maraton dpastikan bahwa.bu surahni.menderita kanker serviks dan ikhtiar yang dilakukan dokter adalah dengan cara penyinaran..penyinaran sampai seri ketujuh telah selesai dilakukan.. Saat ini bu surahni melakukan kontrol rutin pasca pengobatan.. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya kontrol,obat dan transportasi

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan
Tanggal : 4-1/2014

Ibu Surahni menderita sakit kanker serviks

Ibu Surahni menderita sakit kanker serviks

———————————————————–

Karista maulida, umurnya 4 thn , sakit sejak berumur 3 tahun. Aslinya berasal dari morome konda kab konawe sulawesi tenggara.. Di diagnosis tumor otot oleh dokter di sulawesi tenggara. Karena dokter di rs daerah sulteng tidak sanggup kemudian dek karista dirujuk ke surabaya.. Tepatnya di rs dr. Soetomo akhirnya diketahui diagnosis small round cell carcinoma.. Dokter di rs soetomo karista diharuskan utk melakukan kemoterapi sebanyak 8x tapi pada kemoterapi yg ke 5 harus berhenti karena jamkesmas yang selama ini dipakai tdk berlaku lagi.. Beberapa kali keluarga kesulitan untuk mengurusi jamkes yg baru.. Sehingga terhentilah pengobatan dek karista.. Selama pengobatan di surabaya, karista tinggal di rumah saudara neneknya di desa singkul, kec karang tawar, Lamongan.. Kami membawa dek karista ke malang untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya.. Alhamdulillah kemoterapi sampai seri kedelapan sudah dilalui sesuai protokol kemo yang sudah diterbitkan oleh dokter.. Pasca kemo selesai dek karista diharuskan melakukan CT scan setelah dilakukan CT scan dokter menambah kemo karista menjadi 3x lagi.. Saat ini karista sudah selesai melakukan melakukan kemoterapi tambah dan dokter menyarankan untuk melakukan MRI.. MRI sudah dilakukan dan tindakan selanjutnya adalah dengan cara operasi.. Operasi pengambilan sisa tumor dilakukan tanggal 28 november 2013.. Dan setelah operasi dek karista diharuskan melakukan kemoterapi.. Saat ini kemoterapi pertama pasca operasi sdh slsai dilakukan.. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya RS,uang saku dan obat kemo

Jumlah Bantuan : Rp.4.129.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan
Tanggal : 4-1-2014

Adik Karista didiagnosis tumor otot

Adik Karista didiagnosis tumor otot

———————————————————–

Ahmad Ma’ruf lahir tanggal 28/07/2001 anak dari Soim (30 th) bekerja sebagai buruh deres kelapa dan ibunya Ngatikoh (20 th). Alamat di RT 001/RW 001 Lubang Indangan, Butuh kab Purworejo. Dek Makhruf menderita hidrocepalus dan spinabibida (benjolan di tulang belakang) sejak bayi. Sewaktu bayi, sudah dipasang selang untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Sementara untuk penyakit spinabibida.nya belum dilakukan operasi. Beberapa bulan lalu sudah pernah dirawat di RS Margono namun tidak dioperasi karena kondisi anak demam tinggi. Akhirnya dipulangkan dan dirawat di rumah. Karena tidak ada biaya, dek Makhruf tidak dibawa ke rumah sakit lagi. Akhirnya dek Mahkruf kami dampingi untuk dirawat di RS Sardjito. Setelah sekitar 2 minggu di Sardjito, dek Mahkruf demam dan kulit di punggungnya mengalami infeksi sehingga operasi belum bisa dilakukan. Operasi akan dilakukan jika infeksinya sudah sembuh. Dokter menyarankan untuk dirawat di rumah terlebih dahulu sampai infeksinya sembuh baru dilakukan operasi spinabibidanya. Bantuan ini digunakan untuk melunasi biaya rawat inap di Sardjito dan akomodasinya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.700.000,-
Kurir : @KarmanMove via @ismaumari
Tanggal : 4 Januari 2014

Dek Makhruf menderita hidrocepalus dan spinabibida (benjolan di tulang belakang)

Dek Makhruf menderita hidrocepalus dan spinabibida (benjolan di tulang belakang)

———————————————————–

Kusuparti, 57 tahun, beralamatkan di Mayungan 2, Murtigading, Sanden, Bantul. Beliau sudah tidak mempunyai orangtua dan mengalami lumpuh sejak kecil (folio). Bu Kusuparti tinggal dirumahnya sendirian dan untuk kesehariannya dibantu oleh bibinya. Untuk biaya sehari hari selama ini dibantu oleh 3 saudara-saudaranya yang bekerja sebagai guru dan PNS. Akan tetapi ketiga saudaranya tersebut juga tidak bisa maksimal membantu karena mereka berada di luar kota. Santunan ini digunakan untuk meringankan beban Ibu Kusuparti.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @donny_arch
Tanggal : 5 Januari 2014

Ibu Kusuparti mengalami lumpuh sejak kecil (folio)

Ibu Kusuparti mengalami lumpuh sejak kecil (folio)

———————————————————–

Muhammad Aldiano Alfara Marle (5 tahun) adalah putra ketiga dari pasangan suami istri Bapak Slamet Santosa (seorang buruh di gudang sepeda di Surabaya) dan Ibu Luna Yulianti (buruh di warung susu murni Jogja). Keluarga ini tinggal di Kemutuk Rt 1, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Dek Aldi ini menderita sakit tetanus dan di rawat di ICU Sardjito selama sekitar satu minggu. Awalnya Dek Aldi mengalami panas dalam, kemudian sariawan dan tidak mau makan sehingga asam lambungnya meningkat. Tetanusnya menyerang bagian giginya. Sebelumnya Dek Aldi dibawa ke wirosaban dan langsung dirujuk ke RS. Sardjito. Sedekah Rombongan bertemu dek Aldi di RS. Sardjito dan segera memutuskan untuk pendampingannya. Akan tetapi sore hari setelah Dek Aldi di survey oleh kurir Sedekah Rombongan, dek Aldi dipanggil yang kuasa dan dinyatakan meninggal dunia. Bantuan ini disalurkan untuk meringankan beban yang dirasakan oleh keluarga Dek Aldi.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Kurir : @karmanMove via @KedunkUSSIL
Tanggal : 6 Januari 2014

Dek Aldi ini menderita sakit tetanus

Dek Aldi ini menderita sakit tetanus

———————————————————–

KUSNADI (38), Kp. Kaum Kidul RT 3/1 Desa Ciawi Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Mas Kusnadi tadinya bekerja sebagai buruh serabutan, kadang sebagai kuli bangunan, buruh tani di sawah, atau kadang ia juga berjualan makanan kecil jajanan anak-anak di Sekolah Dasar dekat rumahnya. Namun sejak ia terserang stroke 2 tahun yang lalu, ia tidak dapat bekerja lagi. Apalagi Mas Kusnadi sudah bertahun-tahun menderita penyakit TB paru-paru, ia sempat mendapatkan program perawatan di RSUD Tasikmalaya, namun terhenti di tengah jalan karena lokasi rumahnya yang cukup jauh dari RSUD, ia terbentur biaya transportasinya. Mas Kusnadi belum pernah menikah, selama ini ia tinggal menumpang di rumah panggung ibunya, Bu Een (54), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan tanggungan 2 orang. Ayahnya sendiri sudah lama meninggal, sehingga praktis ekonomi keluarga ini terpuruk. Keadaan keseharian keluarga ini serba kekurangan, untuk makan sehari-hari pun kadang harus mengandalkan belas kasihan tetangga dan saudara-saudaranya. #SedekahRombongan bertemu Mas Kusnadi ketika ia dengan berbekal Kartu Jamkesmas, sedang berobat di RSUD Tasikmalaya diantar oleh saudaranya. Tim #SedekahRombongan sempat berkunjung ke rumah Mas Kusnadi dan melihat kondisi keluarganya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga miskin ini yang digunakan untuk biaya transportasi dan pengobatan Mas Kusnadi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 29 Desember 2013

Bapak Kusnadi terserang stroke 2 tahun yang lalu

Bapak Kusnadi terserang stroke 2 tahun yang lalu

———————————————————–

MUHAMMAD DILLAH MAULANA (4), Kampung Sukasari Girang RT 2/6 Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang Kab Tasik, Ayah Kohar (45) Jualan sendal keliling, Ibu Yani (39) Ibu rumah tangga, tanggungan 3 org anak. Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya sejak ia masih berusia 1 tahun, bermula dari benjolan kecil. Pada saat usianya 1,5 tahun ia pernah diperiksa di RSUD Tasikmalaya dan dirujuk ke RSHS, namun keluarga belum bisa membawanya ke RSHS krn ketiadaan biaya. Mereka berupaya untuk mengobati Dik Dillah dengan pengobatan alternatif, namun penyakitnya tidak kunjung sembuh. Karena mereka tidak mendapatkan fasiitas Jamkesmas, akhirnya mereka mengupayakan untuk mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya. Alhamdulillah akhirnya Dik Dillah mendapatkan fasilitas Jamkesda. Saat ini benjolannya semakin membesar dan keluarga Dik Dillah berniat untuk mengobati penyakitnya sampai ia sembuh, namun mereka kesulitan untuk biaya sehari-hari dan transportasinya. Dik Dillah sempat dirawat di RSUD Tasikmalaya selama 2 hari, kemudian dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung. Di sana ia menjalani pemeriksaan selama sehari penuh, dan akhirnya kembali dirujuk ke RSHS Bandung. Saat ini Dik Dillah sedang menjalani serangkaian pemeriksaan di RSHS dan untuk sementara tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga Dik Dillah yang dipergunakan untuk biaya transportasi, pengurusan surat-surat dan biaya sehari-hari, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 487.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 30 Desember 2013

Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya sejak ia masih berusia 1 tahun

Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya sejak ia masih berusia 1 tahun

———————————————————–

ABDUL HOLIK (60), Alamat: Kp.Sukasari, RT.2/13, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Pekerjaan utama Pak Abdul Holik adalah sebagai buruh tani namun kadang ia nyambi sebagai tukang ojek. Pak Abdul Holik sudah bertahun-tahun mengidap penyakit diabetes dan lambungnya juga bermasalah, namun saat ini penyakit tersebut sudah sangat mengganggu aktivitasnya mencari nafkah. Tinggal bersama istrinya berdua di rumah berdinding bilik menahan derita penyakit yang sebetulnya sangat ingin disembuhkan, Jamkesmas sudah ia miliki namun jarak rumahnya yang berada di lereng Gunung Galunggung serta kondisinya yang tidak memungkinkan untuk berangkat dengan kendaraan umum memerlukan dana untuk operasional mereka serta transportasi ke RSUD Tasikmalaya. Pertengahan Desember 2013 kondisi Pak Abdul Holik kembali memburuk. Namun karena keterbatasan ekonomi keluarga ini hanya mampu mengupayakan pengobatan Pak Abdul Holik dengan obat-obatan kampung alakadarnya. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, keluarga pun menghubungi #SedekahRombongan yang kemudian segera mendampinginya berobat ke RSUD Tasikmalaya, akhirnya Pak Abdul Holik dirawat inap. Setelah sepuluh hari dirawat kodisi Pak Abdul Holik mulai membaik, kadar gulanya sudah turun dan keluarganya pun berinisiatif untuk membawanya pulang. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk Pak Abdul Holik setelah sebelumnya masuk di Rombongan 493, yang digunakan untuk biaya transporasi dan pembelian obat-obatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 2 Januari 2014

Pak Abdul Holik sudah bertahun-tahun mengidap penyakit diabetes dan lambungnya juga bermasalah

Pak Abdul Holik sudah bertahun-tahun mengidap penyakit diabetes dan lambungnya juga bermasalah

———————————————————–

RIO SAPUTRA (8), Kp. Sikiridit Kubang Hurang, Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Putera pertama dari pasangan Bapak Apip (36), buruh bengkel, dan Ibu Dedeh (31) ini sejak kecil didiagnosa menderita penyakit Jantung bocor. Ia pernah menjalani operasi jantung dua kali, yaitu sewaktu berusia 1,5 tahun dan 2 tahun di RSCM. Setelah itu kondisi Dik Rio mulai membaik, tetapi sebulan yang lalu ia menderita penyakit typhus, dan setelah 4 hari muka dan badannya bengkak-bengkak. Keluarga yang memiliki tanggungan 2 orang anak yang masih kecil-kecil ini segera membawanya ke dokter, dan setelah diperiksa, dokter menyarankan agar Dik Rio segera dibawa ke rumah sakit karena diperkirakan kondisi jantungnya terganggu dan ada cairan di paru-parunya sehingga Dik Rio kerap batuk-batuk. Pak Apip dan Bu Dedeh tidak segera membawa Dik Rio ke rumah sakit karena mereka kesulitan untuk biayanya. Hampir 4 hari sejak disarankan dokter untuk membawa Dik Rio ke rumah sakit, ia belum juga dibawa ke RS. Allah jualah Sang Maha Pengatur, sehingga keluarga miskin ini dipertemukan dengan Kurir SR. Atas persetujuan keluarga, Dik Rio segera dilarikan ke IGD RSUD Tasikmalaya. Setelah mendapatkan penanganan di IGD, malamnya Dik Rio langsung dirawat inap. Karena belum memiliki fasilitas Jaminan Kesehatan, #SedekahRombongan hari Senin 9 Desember 2013 segera membantu pengajuan Jaminan Kesehatan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, alhamdulillah sekarang Dik Rio pengobatannya sudah dijamin PEMKAB Tasikmalaya. Setelah 2 minggu dirawat di RSUD Tasikmalaya, akhirnya Dik RIO diperbolehkan pulang dan untuk selanjutnya menjalani rawat jalan sebelum dirujuk ke RS Provinsi. Hari Jum’at pagi Tanggal 3 Januari 2014, kondisi Dik Rio memburuk. Ia mengalami sesak nafas dan sempat tidak sdarkan diri. Mendapat laporan kondisi Dik Rio yang mengkhawatirkan, #SedekahRombongan segera menjemputnya untuk dilarikan ke IGD RSUD Tasikmalaya. Setibanya di RSUD Tasikmalaya, DIk Rio mendapatkan pertolongan pertama dan segera ditangani oleh Tim Dokter. Ikhtiar maksimal telah dilakukan, namun takdir berkata lain. Sekitar pukul 15.30 hari Jum’at sore Dik Rio menghembuskan nafas terakhirnya, innalillaahi wainna ilaihi rojiuun. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transport, oksigen, dan perawatan almarhum Dik Rio setelah sebelumnya masuk di Rombongan 491.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 3 Januari 2014

Adik Rio didiagnosa menderita penyakit Jantung bocor

Adik Rio didiagnosa menderita penyakit Jantung bocor

———————————————————–

KURNIASARI (15), Alamat; Kp Sukasari RT. 1/7, Desa Mangunsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Ayahnya Gunawan (51), pekerjaan buruh tani dan Ibunya Tati (38), ibu rumah tangga biasa, dengan tanggungan 3 orang anak. Salah satu anak mereka Kurniasari yang masih seorang pelajar SMP mempunyai riwayat penyakit Leukimia sudah hampir 1 tahun. Harta yg tak seberapa yg dikumpulkannya susah payah akhirnya habis dipakai biaya berobat anak tercintanya. Rawat inap dan bolak-balik Bandung-Tasikmalaya jadi rutinitas yg menguras segalanya walaupun Jamkesmas telah mereka miliki. Sebelum mendapat musibah berat, keluarga ini termasuk fakir miskin dan penyakit yg diderita anaknya membuat mereka makin terpuruk. Pada 21 Juni 2013, Anak manis ini mengalami kritis, HB-nya hanya 2. Dengan tanggap dan atas izin keluarga Tim #SR Tasikmalaya segera membawanya ke RSHS, selanjutnya disambut Tim #SR Bandung. Alhamdulillah, ia terselamatkan dan pada hari yg sama sedekaholic #SR memberinya santunan untuk transportasi dan biaya sehari-hari. Ibunya hanya terpana menyaksika bagaimana Allah memberinya rezeki tanpa diduga. Setelah beberapa kali bolak-balik Bandung-Tasikmalaya, akhirnya Dik Kurniasari kembali dirawat untuk pemeriksaan dan perawatan penyakit lainnya, suspect kista. Saat ini Dik Kurniasari kembali harus dirawat di RSHS Bandung karena kondisinya ngedrop. Akhir Desember Dik Kurniasari sempat mengalami pendarahan cukup serius, sehingga keluarganya segera membawanya ke dokter spesialis kandungan. Setelah mendapatkan serangkaian pemeriksaan akhirnya kembali Dik Kurniasari dibawa ke RSHS BAndung dan dirawat selama 4 hari. #SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan untuk kebutuhan transportasi dan biaya sehari-hari selama ia dirawat di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 466.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 4 Januari 2013

Adik Kurniasari menderita penyakit Leukimia

Adik Kurniasari menderita penyakit Leukimia

———————————————————–

AGUSTINI, 32 tahun, Alamat: Talang Batu, RT.1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Suami: Nurman, 35 tahun, Profesi Nelayan. Riwayat penyakit sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya dan sempat 2 kali dioperasi di RSCM Jakarta menggunakan fasilitas Jamkesmas. Belum sembuh total penyakitnya karena harus terus dilakukan penyinaran untuk mematikan jaringan tumornya, Agustini kembali ke Lampung karena merasa tidak mampu menanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Akhirnya awal 2012 Tumor itu kembali tumbuh dan membesar dan RS. Abdul Muluk merujuknya kembali ke RSCM. Bismillah… #SedekahRombongan kembali membantu biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, Saat ini operasi tahap pertama pembuangan Tumor yang ada di pipi Agustini telah dilakukan dan selanjutnya tindakan kemoterapi terus dilakukan sambil menunggu jadwal operasi perbaikan bagian hidung dan pipinya. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya operasional dan transport mereka setelah sebelumnya masuk di Rombongan 490. Saat ini Agustini masih harus menyelesaikan beberapa kali lagi rangkaian kemoterapi yang nantinya akan dilanjut pada tahap operasi rekonstruksi wajahnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal: 6 Januari 2014

Ibu Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

Ibu Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

———————————————————–

RICA YUNITA, 24 tahun. Alamat: Perum Yeyes RT.3/8, Kenali Besar, Kota Baru, Jambi. Sejak usia 10 tahun menderita Tumor Pembuluh Darah, diawali benjolan kecil yang tumbuh di lehernya dan semakin membesar. Gejala awal sering dialami Yunita dengan demam dan rasa nyeri pada benjolan tersebut, Operasi pertama dilakukan di RS.Lubuk Linggau, Palembang saat ia masih kelas 4 SD. 2 tahun kemudian operasi kedua namun tumor itu belum juga musnah bahkan makin membesar, begitu juga dengan operasi ke 3 hingga ke 4 namun paska operasi tumornya belum juga sembuh. Rumah orangtuanya hingga habis terjual demi ihtiar pengobatan Yunita yang tak juga kunjung sembuh, sakit ia rasakan seopeti ditusuk-tusuk jarum disertai dengan demam sering dirasakan. Agustus 2013 ia berobat kembali ke RSUD Mataher, Jambi hingga mendapat rujukan untuk dirawat jalan di RSCM Jakarta, diagnosanya ia terkena Limfangioma dan harus rawat jalan yang cukup memakan waktu serta jauh dari rumahnya di seberang pulau. Datang ke Jakarta berbekal seadanya dan harus beradaptasi dengan kondisi ibukota, hingga ia kehabisan dana dan tidur di emperan/selasar RSCM karna tak bisa mengontrak rumah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan Tuhan – Bantuanpun lanjutanpun disampaikan dan kini Yunita sudah berada di RSSR Jakarta atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan dapat melanjutkan perobatannya di RSCM. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 497.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 6 Januari 2014.

Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

———————————————————–

YUDISTIRA PRATAMA, 3,5 tahun, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karna teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Beberbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery paska operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan makan sehari-hari Yudistira setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 493.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @zerinabanu via @endangnumik
Tanggal: 6 Januari 2014.

Adik Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

Adik Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 30,241,850,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 499 ROMBONGAN

Rp. 15,849,467,883,-