Ibu Siti mahmudah (34) sakit sejak 2th yg lalu, pertamanya ada 3 benjolan pada payudaranya, saat itu dilakukan pengobatab alternatif dan hasilnya kurang memuaskan, pada pada bulan april bu siti hamil anak yang pertama, sejak saat itu ca.mamae busiti semakin membesar, dan diperiksakan ke salahsatu dokter di jember, tindakan selanjutnya tidak ada, dengan alasan “masih mengandung”.

Akhirnya busiti melahirkan premature saat umur kehamilan ke 7, bayi sempat kritis 6hari karena kelainan jantung, dan akhirnya meninggal dunia. Sejak saat itu bu siti tidak pernah berobat,karena alasan keuangan dan ca.mamae bu siti semakin membesar. Saat ini bu siti merasakan sesak yang sangat, untuk mengurangi sesak bu siti dibantu oleh temannya oksigen, yang setiap 2hari sekali harus isi ulang seharga 60rb. dengan penghasian suaminya yg minim sebagai buruh tani tentunya sangat kurang. Hr ini tnggl 29 desember 2013 kami mnjemput bu siti ke malang untk memulai ikhtiar pengobatan. Karena kondisinya yang memburuk begitu sampai malang kami langsung membawany k RS Lavalette dn stlah dlakukan bbrp pemeriksaan dokter menyarankan untuk melakukan biopsi. Ikhtiar yang dapat dilakukan untuk pengobatan bu siti adalah dengan cara kemoterapi. Tp allah berkehendak lain,saat rencana kemo akan dimulai allah lebih dl memanggil beliau. Dan innalillahi wa innailaihi rojiun tanggal 02 januari 2014 pas sesaat sblm adzan ashar wilayah malang beliau meninggal dunia.

Jumlah Bantuan : Rp.12.975.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
tanggal : 3/1/2014

Ibu Siti Mahmudah menderita ca mamae

Ibu Siti Mahmudah menderita ca mamae



———————————————————–

ILHAM NURYASIN, 8 tahun. Pelajar SD kelas 2 ini tinggal di Kampung Giri Mukti RT.1/2, Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Tempat tinggalnya bersama kedua orang tua dan satu adiknya cukup jauh dari pusat kota Bandung, berada di daerah perkebunan teh yang udaranya sejuk, dingin. Ayahnya: Sutia (43) adalah buruh harian perkebunan teh PTPN VIII dan Ibunya Imas (27) pernah juga bekerja di tempat yang sama dangan suaminya, namun 3 balan ini ia lebih fokus mengurus rumah tangga serta kedua anaknya yg masih kecil dan perlu perhatian khusus, apalagi untuk Ilham, anak pertamanya yang saat ini sedang meregang kesakitan akibat retinoblastoma kambuh. Padahal, dua tahun lalu ia dinyatakan sembuh dari penyakit berbahaya ini setelah berbulan-bulan dikemo dan dioperasi dengan biaya dari rereongan warga istilah gotong royong dalam bahasa sunda dan bantuan perusahaan orangtuanya. Keluarga miskin ini hampir tak bisa menerima takdir ini, Pak Sutia hampir saja mempertanyakan keadilan Tuhan; “Asa teungteuingeun Gusti ka Abdi?. Itu kata yang sempat terlontar saat Kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumahnya, yg lebih tepat disebut “saung” (warga menyebutnya “bedeng”, kompleks rumah sangat sederhana tuk para pekerja perkebunan). Kita bisa merasakan beban kemiskinannya yang semakin berat karna pihak perusahaan sudah menghentikan bantuannya, begitu juga donasi sekali-sekali dari warga tak mesti diharapkan. Saat disampaikan bantuan dari #SR, Ia tersyungkur bersujud sambil mendoakan para sedekaholik dan para kurir semua: “Teu sangka. Gusti masihan ieu rizki, Abdi tiasa lalandong deui.”. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk kesekian kalinya demi keperluan mereka sehari-hari setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 462., Ilham masih menunggu jadwal lanjutan untuk Kemoterapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 3 Januari 2014

Adik Ilham menderita retinoblastoma

Adik Ilham menderita retinoblastoma

———————————————————–

AAN KARMINI, 47 tahun, Alamat: Kampung Karamat, RT.2/25, Alam Endah, Rancabali, Bandung. Bertahun-tahun bu Aan sudah menderita Tumor Payudara, Sering mengeluarkan darah dan benjolan-benjolan yang dirasanya sangat menyakitkan. Pernah beberapa kali berobat ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD namun tidak berlanjut karna alasan transportai biaya dan membeli beberpa kelengkapan perobatan yang tidak tercover Jamkesmas, Kini Payudaranya sudah membengkak dan Kronis serta bu Aan sudah dirawat inapkan di RSHS Bandung. Janda miskin ini mempunyai anak 1 orang dan bu Aan bekerja sebagai Buruk Pengepak Stoberi di kampungnya.

“Saya ingin berobat lagi supaya bisa kuat salat yang sempurna!” Itulah kalimat yang terucap dari bibir Bu Aan sambil menahan tangis, saat kurier #SR menanyakan alasan ingin melanjutkan ihtiar kesembuhannya. Bu Aan Karmini memang salah satu pasien dampingan #SR yang sebelumnya sudah dinyatakan sembuh. Berbekal fasilitas Jamkesmas, pada bulan Maret 2013 ia mulai didampingi #SR untuk mendapatkan pelayanan medis dari rumah sakit. Pada April 2013 kanker di payudara Bu Aan Karmini akhirnya berhasil diangkat. Walaupun ia belum dinyatakan sembuh total dan harus kontrol rutin untuk tindakan selanjutnya, kurier Bandung telah membuat dokumen Before-After -nya. Sayang, waktu itu ia menghentikan usahanya; “Saya merasa sembuh sekarang, sudah bosan berobat terus dan segera ingin bekerja,” alasannya saat ia menolak untuk kontrol rutin ke RSHS. Penyakitnya kambuh, menyerang bagian yang sama terjadi pada akhir bulan September! Berminggu-minggu ia menahan rasa sakit, lapar dan kepedihan dalam kesendirian di gubuknya. Anak satu-satunya yang biasa mendampinginya kini sudah menikah dan dibawa suaminya ke Bekasi. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk bu Aan yang saat ini masih dirawat, Setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 469. Bu Aan, kini tengah dirawat di ruang inap RSHS guna menjalani persiapan operasi kedua paska munculnya penyebaran di sekitar payudaranya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 3 Januari 2014

Ibu Aan menderita Tumor Payudara

Ibu Aan menderita Tumor Payudara

———————————————————–

RAHMANSYAH, 5 tahun, Alamat: Blok Nyongat RT.8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Ayahnya, Martono (55) berprofesi sebagai buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Ibunya, Aisyah (37) adalah ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan 3 orang, Sampai usianya 5 tahun kini, ia tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena ditimpa sakit yang berat. Saat usia satu tahun ia didiagnosa mengalami hydrocepalus, Berkat pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, penyakit ini bisa terlewati dan dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Belum lama ia merasakan kondisi sehat, pada usia 2 tahun ia didiagnosa mengidap TB Tulang Kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini tiga tahun sudah orangtuanya mengikhtiarkan kesembuhan bagi anak keduanya ini. RSHS Bandung menjadi runah kedua untuk merawat dan membesarkan Rahmansyah dalam bayang-bayang ancaman penyakit yang melelahkan. Satu minggu sekali dia kontrol bahkan dirawat di RSHS, Kini ia sudah menjalani beberapa kali operasi dan tinggal di RSSR serta mendapatkan dampingan Kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, Bantuan lanjutan untuk Rahmansyah disampaikan untuk keperluan sehari-hari selama di RSHS setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 467. Rahmansyah masih dirawat di RSHS Bandung untuk menunggu persiapan operasi yang ke-7 kalinya, Semoga penyembuhannya dimudahkan Allah SWT, Amiin.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda via @abahlutung
Tanggal : 1 Januari 2014.

Adik Rahmansyah didiagnosa mengalami hydrocepalus

Adik Rahmansyah didiagnosa mengalami hydrocepalus

———————————————————–

RUDY, 13 tahun, Kelas 1 SMP di Kp. Kalibaru RT.11/3, Cilangkahan, Malingping, Banten. Anak dari bapak Harun/32 tahun seorang Buruh Tani ini sudah menderita Tumor Maksila setahun lalu. Berawal dari luka kecil yang digaruk saat bermain dan tak kunjung sembuh malah melebar menutupi hampir sebagian mukannya. Pada pertengahan Agustus 2012 #SedekahRombongan bertemu Rudi saat sedang berobat di RSCM Jakarta dalam kondisi terlantar tidak ada tempat tinggal – Rudy sampai saat ini masih rutin berobat kemoterapi 9X lagi menggunakan fasilitas JAMKESDA dan tinggal di kontrakan sekitar RSCM. Rudy sudah lebih setengah tahun menghentikan perobatannya karna saat itu dirasa sudah baik dan bias melanjutkan sekolahnya, namun kini ia harus kembali berobat ke RSCM karna saat diperiksa terakhir ia harus melakukan pengecekan ke RSCM kembali, #SR memberi bantuan lanjutan untuk biaya menebus obat yang tidak tercover Jamkesda setelah sebelumnya masuk pada Rombongan 493.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 3 Januari 2014

Adik Rudy menderita Tumor Maksila

Adik Rudy menderita Tumor Maksila

———————————————————–

SRI ATIH, 53 tahun, adalah warga Bulian Baru RT.6/2, Desa/Kel Buliaan Baru. Kec. Batin XXIV. Kab. Batang Hari, Prov Jambi. Ia bekerja sehari-harinya membantu suaminya yang bernama TANI (58) sebagai buruh tani (penyadap karet)di kampungnya. Kesibukan sehari-hari bu Sri Atih memang menghabiskan waktunya di hutan, menjadi buruh penyadap karet dengan upah yang pas-pasan sudah digelutinya selama 35 tahun lebih. Keseharian bekerja di hutan adalah hal yang biasa dilakukan oleh ibu 1 anak ini, namun bertemu Beruang di hutan adalah sebuah pengalaman baru bagi bu SRI ATIH hingga menjadi suatu bencana. Kecelakaan atau musibah kadang dimana saja bisa terjadi, seperti apa yang dialami oleh bu Sri Atih, ketika sedang bekerja dihutan, bu Sri Atih tiba-tiba bertemu dengan seekor beruang hutan, belum habis rasa kaget bu Sri Atih melihat apa yang ada dihadapannya, tiba-tiba beruang hutan tersebut menyerang dan melukai bu Sri Atih, bu Sri Atih alami luka sobek pada bagian kepalanya, pak Tani yang melihat kondisi Istrinya yang terluka langsung membawanya ke IGD RSUD Raden Mataher Jambi dan setelah dirawat oleh tim dokter RSUD Raden Mataher Bu Sri Atih dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Sudah 1 bulan lebih bu Sri Atih dirawat intensif di RSCM dan sudah 3x lakukan operasi di kepalanya. Hidup yang jauh dari kampung halamannya juga menjadi kendala untuk keluarga ini, biaya sehari-hari selama pengobatan dirasakan sangat membebani, Alhamdulillah Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan bu Sri Atih dan Bantuan lanjutanpun disampaikan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 490, bantuan ini untuk keperluan transportasi bu Sri Atih pulang ke kampungnya karna Alhamdulillah ia dapat melaksanakan rawat jalan di RSUD setempat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal : 4 Januari 2014.

Ibu Sri diserang beruang hutan

Ibu Sri diserang beruang hutan

———————————————————–

Ibu Siti khoiriyah 49 th sakit kurah lebih 1 tahun yang lalu. awal mula seperti gondongen di leher setelah 5 bulan. pindah ke payudara sisi kiri. kondisi diperparah dengan tulang punggung keluarga pak marikun yang terserang sakit stroke. jadi pemasukan untuk penghidupan sehari2 yang mencari adalah ibu siti. pekerjaan sang suami adalah blantik kambing. untuk makan sehari-hari dari tetangga. beliau dengan sisa uangnya berobat kedokter disekitar rumahnya. dan terakhir ke dokter yasin di tulungagung. dan diagnosa dokter adlah kangker payudara alias c.a mamae. dan diberi solusi untuk operasi dengan biaya lebih dari 20 jt. namun beliau mngurungkan diri krena ketidak ada’an biaya dan tidak mendapatkan jamkesmas. Anak dari pak marikun 3 orang dengan istrinya yang dulu. dan udah menikah semua dan tinggal di nganjuk. sedangkan ibu siti punya anak 2 dari suami yang dulu.anak pertama sudah menikah dan tinggal diblitar dan anak terakhir bernama ade cakra sakti 14 th masih bersekolah diMTsN karang rejo kelas 2. Kami mmbawa bu siti ke malang untk melakukan pngobatan. Saat ini bu siti berada d RS lavalette lagi untuk menjalani kemoterapi pertamanya. alamat : desa gendingan dusun pucang songo. rt 02 rw 01 kec.kedung waru. kab.tulung agung. Bantuan ini dipergunakan untk beli obat kemo dan uang saku

Jumlah Bantuan : Rp.3.250.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal : 4/1/2014

Ibu Khoiriyah menderita ca mamae

Ibu Khoiriyah menderita ca mamae

———————————————————–

Dik Hejra Asyura Nadhra Sarera (13 bulan) adalah anak dari pasangan Bapak Amin Fauzi (33 tahun) dan Ibu Nur Muhayati (31 tahun). Kedua orang tuanya ini sampai hari ini masih belum bekerja. Dik Hejra tinggal di Panti Asuhan Al Fadila. Dik Hejra sejak lahir menderita microcepalus (pengecilan otak) dan Citomegaloviruz (turunan herpes yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan). Namun kedua penyakitnya ini baru teridentifikasi pada saat dik Hejra berusia 6 bulan. Per 1 januari lalu Dik Hejra di rawat di RS. Sardjito setelah mendapatkan rujukan dari klinik Sedap Malam Kotagedhe. SedekahRombongan santunan untuk meringankan beban yang dialami keluarga Bapak Amin Fauzi dalam merawat Dik Hejra.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @KdunkUSSIL
Tanggal : 2 Desember 2014

Dik Hejra sejak lahir menderita microcepalus (pengecilan otak) dan Citomegaloviruz (turunan herpes yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan)

Dik Hejra sejak lahir menderita microcepalus (pengecilan otak) dan Citomegaloviruz (turunan herpes yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan)

———————————————————–

Niken Utami Ningsih (18 tahun) adalah putri dari Bapak Suraja (tani) dan Ibu Siti Nasriyah (IRT), yang beralamatkan di Semampir, RT 04 , Panjangrejo, Pundong, Bantul. Dik Niken ini divonis dokter menderita tumor jinak. Awalnya bermula sekitar 8 bulan lalu dia mengalami muntah-muntah yang kemudian dibawa ke RS Rahma Husada dan dilanjutkan dibawa ke PKU Muh Bantul. Diagnosa kedua RS tersebut adalah Gastritis. Kemudian dibawa berobat ke kimia farma dan sempat membaik. Namun beberapa waktu kemudian penyakitnya kambuh lagi. Oleh keluarganya terus dibawa berobat ke Dokter praktek di Pakualaman. Dokter mendiagnosa ada penyempitan syaraf yang mengarah ke gigi. kemudian dibawa ke RS. Panembahan Senopati Bantul. Oleh Dr. Ismail dari pada waktu itu praktek di Apotek Astuti, Dik Niken didiagnosa menderita tumor jinak di bagian otak kecil. Dia kemudian disuruh ke Sardjito untuk CT Scan atas bantuan Jamkesda. SedekahRombongan turut membantu meringankan beban yang dialami dik Niken dan Keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @donny_arch
Tanggal : 3 Desember 2014

Dik Niken ini divonis dokter menderita tumor jinak

Dik Niken ini divonis dokter menderita tumor jinak

———————————————————–

Ibu Siti khoiriyah 49 th sakit kurang lebih 1 tahun yang lalu. awal mula seperti gondongen di leher setelah 5 bulan. pindah ke payudara sisi kiri. kondisi diperparah dengan tulang punggung keluarga pak marikun yang terserang sakit stroke. jadi pemasukan untuk penghidupan sehari2 yang mencari adalah ibu siti. pekerjaan sang suami adalah blantik kambing. untuk makan sehari-hari dari tetangga. beliau dengan sisa uangnya berobat kedokter disekitar rumahnya. dan terakhir ke dokter yasin di tulungagung. dan diagnosa dokter adlah kangker payudara alias c.a mamae. dan diberi solusi untuk operasi dengan biaya lebih dari 20 jt. namun beliau mngurungkan diri krena ketidak ada’an biaya dan tidak mendapatkan jamkesmas. Anak dari pak marikun 3 orang dengan istrinya yang dulu. dan udah menikah semua dan tinggal di nganjuk. sedangkan ibu siti punya anak 2 dari suami yang dulu.anak pertama sudah menikah dan tinggal diblitar dan anak terakhir bernama ade cakra sakti 14 th masih bersekolah diMTsN karang rejo kelas 2. Kami mmbawa bu siti ke malang untk melakukan pngobatan. Saat ini bu siti berada d RS lavalette lagi untuk menjalani kemoterapi pertamanya. alamat : desa gendingan dusun pucang songo. rt 02 rw 01 kec.kedung waru. kab.tulung agung. Bantuan ini dipergunakan untk pelunasan biaya RS

Jumlah Bantuan : Rp.2.140.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
tanggal : 5/1/2014

Ibu Khoiriyah menderita ca mamae

Ibu Khoiriyah menderita ca mamae

———————————————————–

Adik nurulaini berumur 4thn berasal dari dusun sumbernangka,ledokombo,jember. Dia adalah anak yg normal pd saat lahir,pd usia 2thn ada benjolan di mata kanannya yg semakin membesar,setelah di periksakan ke RS jember akhirnya di rujuk ke RS soetomo surabaya utk dilakukan pengangkatan mata kanannya menggunakan jamkesmas ortunya pada bln juli,seharusnya bln agustus kontrol utk dilakukan kemotherapy tp karna ortunya yg buruh serabutan tidak punya biaya lg utk ongkos&hidup selama disurabaya akhirnya tdk kontrol,pada bulan september 2012 benjolan dilehernya muncul hingga membesar sampai sekarang,ortunya hanya bisa pasrah krna ortunya sudah tidak mendapat jatah jamkesmas yang baru tahun 2013. Kami membawa dek nurulaini untuk melanjutkan pengobatan yang sempat terputus. Dan tindakan yang dilakukan dokter adalah dengan cara kemoterapi. Saat ini protokol kemo nurulaini dganti karena setelah dilakukan pemeriksaan kanker diindikasikan menyebar ke mata yang satu nya. Saat ini nurulaini sudah selesai melakukan kemo kesebelas dg protokol baru. Bantuan ini dipergunakan biaya RS dan beli obat untuk kemo kesebelas serta uang saku selama di malang.

Jumlah Bantuan : Rp.6.685.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
tanggal : 5/1/2014

Adik Nurulaini menderita kanker mata

Adik Nurulaini menderita kanker mata

———————————————————–

M. ABDUL JABBAR, 5 tahun, Kp. Pulotanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Semenjak lahir jenis kelaminnya tidak jelas, Saat usia 1 tahun baru terlihat ada kelamin laki-laki dan itupun kecil dan pertumbuhannya menempel di kantung air kemih. Masalah yang dialami anak dari pasangan Rosyid (28) dan Inah Sri H (26) ini saat buang air kecil tidak bisa lewat kelamin laki-lakinya, melainkan lewat lubang yang timbul di sekitar kantung kemihnya. Jika sedang bermain dengan teman sebayanya kemudian ingin buang air kecil, maka Abdul, panggilan M. Abdul Jabbar harus pulang karena malu dengan teman-temannya yang lain. Keluarga yang kepala keluarganya berpenghasilan sebagai buruh tani dan sang Ibu yang seorang Ibu Rumah Tangga, hanya bisa pasrah karena tiada dana untuk berobat. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk M. Abdul Jabbar dalam rangka membantu pengobatan kelainan yang dideritanya, bantuan untuk mengurus BPJS dan akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal : 4 Januari 2014.

Adik Abdul memiliki kelainan pada alat kelaminnya

Adik Abdul memiliki kelainan pada alat kelaminnya

———————————————————–

ELIYANTI, 29 tahun. Alamat: Pulau Galang, Batam. Sudah berbulan-bulan sakit Typus dan baru sempat dibawa ke Puskesmas, Suami: Rajap, yang hanya bekerja sebagai Nelayan menitipkan istrinya ini ke rumah adiknya di Tanjung Uban karna ia harus mencari uang untuk makan dan berobat istrinya. Rajap beberapa waktu lalu harus meninggalkan kerjaannya melaut karna harus menemani istrinya di rumah, Eliyanti terlihat sangat parah sekali kondisinya. Terus berbaring hingga untuk mengankat kepalanya pun tak mampu ia lakukan, Untungnya berbekal Jamkesmas dan bantuan dari #SedekahRombongan untuk transportasi ke RS.Batam maka Rajap akan segera mendampingi istrinya berobat – Semoga Eliyanti, Ibu muda ini segera sembuh dan dapat beraktifitas kembali untuk keluarganya

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @ieda_salim
Tanggal : 4 Januari 2014.

Ibu Eliyanti berbulan-bulan sakit Typus dan baru sempat dibawa ke Puskesmas

Ibu Eliyanti berbulan-bulan sakit Typus dan baru sempat dibawa ke Puskesmas

———————————————————–

SARTINAH, 37 tahun. Seorang ibu rumah tangga yang sudah 2 tahun diuji dengan penyakit Anemia Hemolitik, beralamat di Kp.Srengseng Jaya RT.3/2, Sukadarma, Sukatani, Bekasi. Sementara pekerjaan suaminya, Sutarji (42) yang hanya seorang penarik becak odong-odong dan juga memiliki tanggungan 2 orang anak yang masih kecil dan usia sekolah – Merasakan beban yang berat dalam membiayai istrinya berobat selama ini. Berulangkali ia antarkan istrinya bulak-balik ke RSUD Bekasi dan seminggu ini kondisi Sartinah drop dengan HB mencapai 2,6, kemudian ia dibawa ke RSUD Bekasi kembali untuk dirujuk ke Ruang ICU. Sayangnya ICU saat itu kondisinya penuh dan harus menunggu antria, iapun dipindahkan ke RS.Karya Medika. Sutarji tambah kebingungan dari mana ia harus membiayai ini semua, Alhamdulillah #SedekahRombongan memberikan dana transportasi untuk mereka karna untuk perobatannya mereka sudah memiliki SKTM. Semoga bu Sartinah lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @suharnayana
Tanggal : 4 Januari 2014

Ibu Sartinah menderita penyakit Anemia Hemolitik

Ibu Sartinah menderita penyakit Anemia Hemolitik

———————————————————–

Terkadang, sakit itu tidak bisa kita tolak atas apa yang ditentukan-Nya, semua orang pasti ingin sehat, dan berbagai cara dilakukan untuk menjaga kesehatannya. Dulu, ibu ini bekerja sebagai Wiyata Bhakti sebuah sekolah dasar, namun semenjak sakit kanker hidung maka beliau pun tidak bisa berbuat apa – apa, penghasilan kecil pun tak bisa memback-up biaya dokter yang semakin mahal,Ibu mursidah kelahiran 9 Nov 1958 alamat Meger, Ceper, Klaten sudah 3 th sakit kangker hidung, badannya terus menyusut sampe tinggal 25kg. Suaminya bekerja sebagai buruh srabutan,selain itu menjadi buruh tani di sawah, tetangga yang terkadang mengandalkan bantuannya untuk membantu mencangkul sawah. Dengan imbalan yang hanya cukup untuk makan, bu mursidah pun tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi sakit yang di deritanya saat ini. Bantuan dari para sedekaholics via @srbergerak #sedekahrombongan semoga bisa sedikit membantu meringankan beban mereka,dan semoga amal ibadah sedekah para sedekaholics selalu ditambah rejeki, menjadikan amalan pahala yang baik. Semoga ALLAH membaikkan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @saptuari via @mawanhananto via @endro

Ibu Mursidah menderita sakit kanker hidung

Ibu Mursidah menderita sakit kanker hidung

———————————————————–

Anak kecil ini sakit leukimia, saat ini sedang berobat di sardjito jogjakarta, harapan bangsa,masih punya masa depan yang cerah. Dengan kondisi tak mampu,orang tuanya sebisa mungkin mengobatkannya. Sherly amelia erlinda (3th) , alamat : bugel cilik rt 14,plupuh,plupuh sragen. Nama ayah : erwan,ibu : anik dwi lestari. Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu meringankan beban orang tua nya, saat kurir @srbergerak sragen datang ke rumah nya , kebetulan saat itu sherly sedang menjalani operasi di rumah sakit, bantuan pun di serahkan kepada salah satu keluarga yang saat itu sedang di rumah nya. Semoga ALLAH membaikkan kondisi dek sherly.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir @saptuari via @mawanhananto via endang

Adik Sherly menderita sakit leukimia

Adik Sherly menderita sakit leukimia

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 35,300,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 498 ROMBONGAN

Rp. 15,819,226,033,-