Pak Robby Alfons, 57 tahun, seorang sopir angkutan kakinya tertembus besi. Pak Alfons baru dibawa kerumah sakit setelah 7 hari kemudian dan langsung dioperasi. Selain itu Pak Alfons ternyata menderita diabetes juga. Dirumah sakit 2 jam seklai harus mendapatkan suntikan tetanus yang harganya 250 ribu/ampul dikiri dan kanan. Walaupun mendapatkan fasilitas Jamkesmas, ternyata obat tetanusnya ini tidak ditanggung. #sedekahrombongan bantu Pak Alfons untuk biaya pengobatan kakinya. Alamat Pak Alfons di Kampung Baru dekat SMKK Kota Sorong, Papua Barat.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, @ibe_yapari
Tanggal: 25 Desember 2013

Pak Robby Alfons, 57 tahun, seorang sopir angkutan kakinya tertembus besi

Pak Robby Alfons, 57 tahun, seorang sopir angkutan kakinya tertembus besi



———————————————————–

Bu Surahni berusia 65thn warga dusun kelapa sawit desa wonosari kabupaten bondowoso ini menderita sakit kanker serviks. Beliau adalah seorang janda dengan pekerjaan.sehari-hari sebagai buruh tani di.desanya dan.penghasilannya hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Kami membawa bu surahni ke malang untuk melakukan ikhtiar pengobatan. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan secara lengkap dan.maraton dpastikan bahwa.bu surahni.menderita kanker serviks dan ikhtiar yang dilakukan dokter adalah dengan cara penyinaran.penyinaran sampai seri ketujuh telah selesai dilakukan. Saat ini bu surahni melakukan kontrol rutin pasca pengobatan. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya kontrol,obat dan transportasi

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan
Tanggal : 29-12-2013

Ibu Surahni menderita sakit kanker serviks

Ibu Surahni menderita sakit kanker serviks

———————————————————–

Karista maulida, umurnya 4 thn , sakit sejak berumur 3 tahun. Aslinya berasal dari morome konda kab konawe sulawesi tenggara. Di diagnosis tumor otot oleh dokter di sulawesi tenggara. Karena dokter di rs daerah sulteng tidak sanggup kemudian dek karista dirujuk ke surabaya. Tepatnya di rs dr. Soetomo akhirnya diketahui diagnosis small round cell carcinoma. Dokter di rs soetomo karista diharuskan utk melakukan kemoterapi sebanyak 8x tapi pada kemoterapi yg ke 5 harus berhenti karena jamkesmas yang selama ini dipakai tdk berlaku lagi. Beberapa kali keluarga kesulitan untuk mengurusi jamkes yg baru. Sehingga terhentilah pengobatan dek karista. Selama pengobatan di surabaya, karista tinggal di rumah saudara neneknya di desa singkul, kec karang tawar, Lamongan. Kami membawa dek karista ke malang untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya. Alhamdulillah kemoterapi sampai seri kedelapan sudah dilalui sesuai protokol kemo yang sudah diterbitkan oleh dokter. Pasca kemo selesai dek karista diharuskan melakukan CT scan setelah dilakukan CT scan dokter menambah kemo karista menjadi 3x lagi. Saat ini karista sudah selesai melakukan melakukan kemoterapi tambah dan dokter menyarankan untuk melakukan MRI. MRI sudah dilakukan dan tindakan selanjutnya adalah dengan cara operasi. Operasi pengambilan sisa tumor dilakukan tanggal 28 november 2013. Dan setelah operasi dek karista diharuskan melakukan kemoterapi. Saat ini kemoterapi pertama pasca operasi sdh slsai dilakukan. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya RS,uang saku dan obat kemo

Jumlah Bantuan : Rp.4.129.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan
Tanggal : 29/12/2103

Adik Karista didiagnosis tumor otot

Adik Karista didiagnosis tumor otot

———————————————————–

MUH. RIZKI, 2 tahun, Alamat: Kp.Pabuaran RT.1/5, Kertajaya, Rumpin, Bogor. Sungguh menyedihkan nasib bayi Rizki, Sejak kecil sudah terkena penyakit yang sangat menyakitinya. Terdiagnosa Rabdomiosarcoma OS, Mata sebelah kirinya menonjol keluar dan saat ini sedang berobat jalan ke RSCM Jakarta. Sepertinya akan mengalami tindakan perobatan panjang, begitu kata ibunya: Siti Solihat, 39 tahun menyatakan kesulitan yang mereka hadapi dimana tanggungan anakpun semuanya 5 orang masih kecil-kecil. Ayahnya: Acang, 41 tahun adalah seorang Supir Truk pengangkut pasir, Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan melalui ibunya untuk kebutuhan membeli obat setelah sebelumnya masuk di Rombongan 487, Semoga anak Dhuafa ini diberikan kesehatan yang pulih hingga dapat tumbuh besar dan jadi harapan kedua orangtuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 26 Desember 2013.

Adik Rizki Terdiagnosa Rabdomiosarcoma OS, Mata sebelah kirinya menonjol keluar

Adik Rizki Terdiagnosa Rabdomiosarcoma OS, Mata sebelah kirinya menonjol keluar

———————————————————–

RAMADHANI, Bayi dari pasangan Edi Wiharja (25) dan Devi (20) yang menikah tahun 2012, Warga asal Kp. Cibadak. RT.14/6. Kel/Desa Bojong. Kec. Cikupa. Kab Tangerang. Banten ini sangat bahagia saat istrinya mengandung anak pertamanya, namun proses kelahiran anaknya yang belum cukup umur ini lahir prematur dalam usia 8 bulan menjadi cobaan yang panjang bagi pasangan muda ini. Ramadhani lahir 28 Juni 2013 di sebuah Bidan di kampungnya dengan berat 2,4 kg dan 1 jam setelah kelahirannya bayi Ramadhani diberikan asupan susu formula, namun setelah 1 jam minum susu Ramadhani mengalami muntah-muntah. Oleh suster kembali bayi Ramadhani diberikan susu, namun kembali bayi Ramadhani mengalami muntah-muntah sampai 4x suster memberikan susu formula bayi Ramdhani kembali muntah-muntah. Kali ini kondisi seluruh tubuhnya membiru, melihat kondisi ini suster melarikan ke IGD RSUD Tangerang dan langsung ditangani oleh tim dokter, dari hasil pemeriksaan dokter dan hasil rongent thorax, paru-paru bayi Ramadhani terendam air susu yang diminumnya, baru diketahui bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus. Setelah 5 hari dirawat di perinatologi RSUD Tangerang, bayi Ramadhani dirujuk ke RSCM Jakarta untuk dilakukan tindakan operasi. Bayi Ramadhani langsung ditangani tim dokter dan operasi penyambungan rongga tenggorokaan ke lambung sudah dilakukan, namun biaya pembelian obat antibiotik dan susu formula yang dibutuhkan bayi Ramadhani sangatlah memberatkan pak Edi yang hanya seorang buruh limbah, sekali suntik pak Edi harus mengeluarkan biaya 1juta belum lagi biaya sehari-hari dan juga tempat tinggal sementara di Jakarta yang juga memberatkan keluarga ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuan lanjutanpun disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari selama di RSCM setelah sebelumnya masuk di Rombongan 482. Ramadhani saat ini masih dalam penanganan rawat jalan di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 26 Desember 2013.

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

———————————————————–

MAMAT, 58 tahun, Pekerjaan Buruh Tani. Di usianya yang mulai senja, anak pertama dari dua bersaudara ini masih juga menempati rumah ibunya, Ma Emin yang berusia 99 tahun. Tinggal di rumah yang hampir ambruk di Kampung Mumunggang RT.1/14, Desa Ciwidey, Kec.Ciwidey, Kab. Bandung. Ibunya kini diurus keluarganya di Cianjur. Dua kali ia berumahtangga, dua kali juga ia gagal. Anaknya hanya satu dan sudah lama dibawa pindah istrinya ke Cianjur jadi dia benar-benar terasing dalam kemiskinan dan penderitaan. Bagaimana tidak menderita? Delapan bulan ia teronggok sendirian di kamarnya yang pengap, kecil dan kotor karena sakit stroke. “Ya Rabbi, beri kami kemampuan mendampinginya menuju kesembuhan! Bukakan pintu rezekiMu”. Jaminan kesehatan yang ia miliki hanya berupa SKTM Kab. Bandung yang plafonnya cuma Rp. 3 juta, Sekalipun ia belum pernah mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Diperiksakan ke Puskesmas pun menurut pengakuannya belum pernah. “Saya memilih yang murah saja. Diurut dan pakai obat warung,” katanya. Selama ia sakit, kebutuhan sehari-hari bergiliran dibantu beberapa warga termasuk memandikannya. Tragis! Salah satu warga, Bu Neneng S, yang menghubungi kurir #SedekahRombongan untuk bersama-sama mendampinginya berobat ke rumah sakit. “Betul-betul sengsara Pak Mamat ini, Dia tidak punya penghasilan apa-apa dan sakitnya sudah lama,” Penjelasan Bu Neneng pada kurir #SR. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk pak Mamat selama masa perawatan setelah sebelumnya masuk Rombongan 475, Kondisi pak Mamat saat belum memperlihatkan perkembangan yang baik – Mungkin karna sudah cukup berat penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 28 Desember 2013.

Bapak Mamat teronggok sendirian di kamarnya yang pengap, kecil dan kotor karena sakit stroke

Bapak Mamat teronggok sendirian di kamarnya yang pengap, kecil dan kotor karena sakit stroke

———————————————————–

OMAN SUTRISMAN, 48 tahun. Terpuruk di pengembaraan karena sakit dan kemiskinan – Tertatih-tatih membangun impian di tanah harapan – Nyatanya malah di rumah kontrakan. Warga kelahiran Tasikmalaya ini kembali terserang penyakit yang telah melumpukan hidupnya beberapa bulan yang lalu. “Bapak pernah mengalami serangan jantung, waktu tinggal di kontrakan lain, Bahkan Bapak juga divonis mengidap paru-paru/asma dan dirawat selama 2 minggu di RSHS Bandung dengan biaya gotong-royong keluarga dan lingkungan.” cerita Edwin, anak pertamanya. Dalam dua minggu ini penyakitnya kambuh lagi dan selama itu dia hanya merasakan penyakitnya tanpa pengobatan dan perawatan yang berarti. “Kami tak bisa berbuat banyak untuk mengobati Bapak,” tambah anak-anaknya sambil terus meratapi nasibnya yang kelam. Saksi atas kegetiran hidup ini sungguh nyata terasa di rumah kontrakan ukuran 14m2 di Kampung Pagersari. RT.3/5, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Di daerah inilah Pak Oman mengadu nasib untuk mambahagiakan istrinya, Bu Elin Herlina (44) dan ketiga anaknya. Alhamdulillah, Mulai Senin, 30-12-13, Pak Oman akan memulai pengobatan ke RSUD Soreang, berbekal SKTM Kab. Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal untuk transportasi berobat pak Oman, Semoga ihtiar keluarga dimudahkan Allah untuk memyembuhkan pak Oman.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 28 Desember 2013.

Bapak Oman divonis mengidap paru-paru/asma

Bapak Oman divonis mengidap paru-paru/asma

———————————————————–

LALITA ASANI (8), Alamat: Dusun Tanjungsari RT 16/6, Desa Mekarmaya, Kec. Cilamaya, Kab. Kerawang. Dik Lalita merupakan buah hati dari ibu single parent, Cahyanah (28), janda dari Bapak Ade Ucu (38) seorang buruh tani, dengan tanggungan 1 orang anak. Fasilitas Jaminan kesehatan yang dimilikinya adalah Jamkesda. Sejak 4 bulan yang lalu, Lalita divonis kanker darah (leukimia) stag 3 dan akan menjalani kemoterapi dî RSHS Bandung. Banyak kendala yang dihadapi keluarga ini, ibunya berusaha sekuat tenaga membiayai kebutuhan hidup buah hatinya dengan bekerja serabutan, sendiri tanpa ada pendamping hidup yang bisa diajak bahu membahu menghadapi kerasnya kehidupan. Dik Lolita sudah 8 hari ini berada dî RSSR, untuk menjalani rangkaian kemoterafi sebagai upaya untuk mengobati penyakitnya ini. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan kembali untuk membantu biaya yang diperlukan selama pengobatan Dik Lalita setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 470, saat ini Lalita masih dirawatinapkan di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @zerinabanu via @abahlutung
Tanggal: 14 November 2013.

Adik Lalita divonis kanker darah (leukimia) stag 3

Adik Lalita divonis kanker darah (leukimia) stag 3

———————————————————–

Nur Akbar, 17 tahun, menderita patah tulang kaki dan bahu akibat kecelakaan motor tunggal. Saraf motorik tangan kanan Nur Akbar terjepit dan langsung dibawa ke RSUD Dok II Jayapura. Bapaknya (65 tahun) sudah tidak bekerja lagi dan dan ibunya hanya berjualan nasi kuning. Saat ini masih dirawat dikelas 3 dan mendapat dukungan Jamkesmas. Bantuan awal dari #sedekahrombongan dibutuhkan saat pertama masuk rumah sakit untuk biaya-biaya pengobatan selama pengurusan Jamkesmas. Alamat Nur Akbar dikomplek BTI DOk VIII Jayapura Papua.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, @chana_rv
Tanggal: 18 Desember 2013

Nur Akbar, 17 tahun, menderita patah tulang kaki dan bahu akibat kecelakaan motor tunggal

Nur Akbar, 17 tahun, menderita patah tulang kaki dan bahu akibat kecelakaan motor tunggal

———————————————————–

Iis, 21 tahun, setelah didiagnosa dokter menderita kanker serviks. Saat ini Iis masih kuliah di STKIP Muhammadiyah Sorong. Orangtuanya bekerja sebagai petani, kesulitan untuk membiayai pengobatan rutin Iis. Alamat Iis di Jl. KH. Ahmad Dahlan, Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat. #sedekahrombongan memberikan santunan khusus pengobatan regular Iis ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Hamdani, Rusnia
Tanggal: 27 Desember 2013

Iis, 21 tahun, setelah didiagnosa dokter menderita kanker serviks

Iis, 21 tahun, setelah didiagnosa dokter menderita kanker serviks

———————————————————–

Pak Sutono, 46 tahun, menderita sakit borok yang tidak kunjung sembuh ditangan kirinya. Boroknya ini disebabkan gigitan kelabang putih dan berujung infeksi yang parah. Sudah 2 minggu menderita penyakit ini sehingga menyulitkan Pak Sutono bekerja sebagai tani. Alamat Pak Sutono di Jl. Batam RT/RW 03/01 Majaran Kabupaten Sorong, Papua Barat. #sedekahrombongan bantu Pak Sutono untuk berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Hamdani, Endang
Tanggal: 27 Desember 2013

Pak Sutono, 46 tahun, menderita sakit borok yang tidak kunjung sembuh ditangan kirinya

Pak Sutono, 46 tahun, menderita sakit borok yang tidak kunjung sembuh ditangan kirinya

———————————————————–

Bapak Giyatno Umur 45 Tahun Alamat di Tunjungan RT 04 RW 02 Gatak 2 Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Keluarga pak Giat tinggal disebuah rumah kayu, berdinding gedeg berlantaikan tanah, ukurannya sekitar 6×6 meter, rumah itu merupakan warisan neneknya. Pak giat tinggal bersama istri dan dua putrinya, yang sulung sudah lulus SMEA sekarang sedang mencari pekerjaan di jakarta, sedang yg bungsu masih duduk di kelas 4 SD. Sudah 13 tahunan keluarga pak giat tinggal dirumah itu, dan sejak dulu keadaanya ya seperti itu, tidak banyak berubah. Pekerjaan pak giat sebagai buruh serabutan, kadang laden tukang, buruh garap sawah, membersihkan kebun, tidak pasti tergantung permintaan orang yg butuh tenaganya. Pak giat orang yg semangat bekerjanya tinggi, tidak banyak mengeluh, narimo ing pandum, rajin beribadah. Istrinya bekerja mengasuh anak di rumah tetangganya, ada 3 anak yg diasuhnya, jika tidak bekerja buruh pak giat membantu istrinya dirumah tetangganya itu, karena istrinya kerepotan, dengan upah mengasuh anak itulah pak giat dan istrinya mencukupi kebutuhan keluarga.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Rudianto
Tanggal Pemberian: 19 Desember 2013

Pekerjaan pak giat sebagai buruh serabutan

Pekerjaan pak giat sebagai buruh serabutan

———————————————————–

Mbah Karyo Rejo Umur 76 Tahun Alamat di RT 08.Rw 07, Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Yogyakarta. Mbah Karyo Rejo adalah seorang janda jompo yang hidup sebatang kara tanpa anak dan cucu. Satu satunya anak sudah meninggal akibat pnyakit paru paru yang dideritanya setelah selesai membuatkan rumah. Hidup mbah Karyo rejo dari belas kasihan warga di samping sampingnya. Kondisi penglihatan dan pendengarannya sudah tidak berfungsi normal.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Yuli Teguh & Heri
Tanggal Pemberian: 24 Desember 2013

Mbah Karyo Rejo adalah seorang janda jompo yang hidup sebatang kara tanpa anak dan cucu

Mbah Karyo Rejo adalah seorang janda jompo yang hidup sebatang kara tanpa anak dan cucu

———————————————————–

Ibu Yahri Umur 66 Tahun Alamat di RT 01/01 Pleret, Wonokromo, Bantul, Yogyakarta. Beliau hidup dengan penghasilan tidak tetap. Satu satunya pekerjaan yg ia miliki saat ini adalah menyapu masjid. Sesekali ia menyapu untuk halaman tetangganya tanpa mengharap upah. Sejak kecil pekerjaan ini sudah dilakoninya. Walau memiliki dua anak tapi mereka tidak bisa mencukupi kebutuhan Bu Yahri setiap harinya. Kedua anak Bu Yahri hanya buruh serabutan lepas. Kebutuhan makan Bu Yahri didapatkanya dari masjid dimana ia menyapu dan dari pemberian tetangga yg bersimpati padanya. Bu Yahri mendapatkan rumah bantuan gempa namun tidak selesai karena keterbatasan dana.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Yuli Teguh dan Rudianto
Tanggal Pemberian: 25 Desember 2013

Kebutuhan makan Bu Yahri didapatkanya dari masjid dimana ia menyapu dan dari pemberian tetangga yg bersimpati padanya

Kebutuhan makan Bu Yahri didapatkanya dari masjid dimana ia menyapu dan dari pemberian tetangga yg bersimpati padanya

———————————————————–

Dik Rofiq Umur 13 Tahun Alamat di Nogosaren RT 08 Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Dik Rofiq adalah anak yatim piatu, ayah dan ibunya meninggal ketika usianya masih sangat kecil. Ibunya meninggal saat usia dik Rofiq masih menyusu pada ibunya. Kematian ibunya karena kehamilan yang tidak wajar. Pada tahun 2007, ayah dik Rofiq meninggal karena sebuah kecelakaan motor yang terjadi di wilayah demak ijo. Saat ini dik Rofiq diasuh bibinya yang juga kurang beruntung secara ekonomi, atas inisiatif warga dan tanpa adanya permintaan dari keluarga dik Rofiq warga kampung membantu membiayai sekolah dik Rofiq dengan dana patungan warga tiap bulan agar dik Rofiq tetap bisa bersekolah. Untuk kebutuhan makannya, para tetangga secara bergantian dan suka rela membantu baik itu beras maupun sembako untuk dik Rofiq. Walaupun tidak pasti jumlahnya namun sedikit mengurangi beban keluarga bibi dik Rofiq. Setiap liburan dik Rofiq berjualan makanan kecil yang modalnya dari tabungan yang ia miliki, hasil keuntungan berjualan itu dia gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari selebihnya untuk uang saku. Walau tak seberuntung anak seusianya tapi dik Rofiq pandai memanfaatkan dan mengisi waktu liburannya untuk bekerja guna mendapatkan penghasilan tambahan. Rumah dik Rofiq yang merupakan peninggalan orang tuanya sampai saat ini kondisinya rusak karena gempa dan tidak terawat. Keterbatasan biaya membuat keluarga bibinya tidak bisa memperbaiki rumah itu. Beruntung, berkat kepedulian dan swadaya warga kampung, dik rofiq dibuatkan rumah walau sederhana dan masih berlantaikan tanah tetapi dapat dijadikan tempat berteduh dari panas dan hujan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Yuli Teguh & Ismiyati
Tanggal Pemberian: 26 Desember 2013

Dik Rofiq adalah anak yatim piatu, ayah dan ibunya meninggal ketika usianya masih sangat kecil

Dik Rofiq adalah anak yatim piatu, ayah dan ibunya meninggal ketika usianya masih sangat kecil

———————————————————–

Yoso Karyono Umur 71 Tahun Alamat di Salakan RT 06 No.231, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Mbah Yoso Karyono saat ini tinggal digubug berdinding anyaman bamboo pinjaman warga, mbah Yoso tidak bekerja karena keadaan fisiknya yang sulit berjalan. Beliau menderita sakit lemah jantung. Rumah yang saat ditempati lokasinya sangat dekat dengan jalan dan kondisinya tidak layak huni karena sudah reyot. Kondisi ekonomi mbak Yoso semakin sulit dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari semenjak putrinya yang menjadi tulang punggung keluarga mengalami kecelakaan motor, ironisnya orang yang menabrak putrinya melarikan diri. Pekerjaan putri mbah Yoso adalah berjualan jamu, selain itu ia juga berjualan apa saja yang penting halal tapi semenjak kondisi kesehatan yang belum sembuh paska kecelakaan, ia hanya berbaring dengan harapan segera cepat sembuh dan dapat bekerja lagi.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Yuli Teguh, Ismiyati & Suryono.
Tanggal pemberian: 31 Desember 2013

Mbah Yoso Karyono saat ini tinggal digubug berdinding anyaman bamboo pinjaman warga

Mbah Yoso Karyono saat ini tinggal digubug berdinding anyaman bamboo pinjaman warga

———————————————————–

Mbah Yamdani Umur 73 Tahun Alamat di Salakan RT 06 No.280, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Bu Yamdani saat ini tinggal di sebuah rumah yang dulunya adalah sebuah gardu ronda, rumah itu hanya berukuran 2,5 x 5 meter dengan dua penyekat ruangan. Kondisi bu yamdani saat menderita penyakit stroke dan diabetes yang sudah di derita selama 2 tahun terakhir ini. Kebutuhan makan sehari-harinya ia dapat dari belas kasihan warga sekitar. Suaminya bekerja sebagai penjual kayu bakar tetapi hasilnya tidak menentu karena lokasi yang diperkotaan membuat kalah bersaing dengan gas elpiji. Ketika team # SR datang untuk memberikan sedekah untuk Bu Yamdani, ia tidak bisa bangun dari tempat tidurnya walau untuk sekedar duduk ia tidak bisa sama sekali. Ketika ditanya soal langkah pengobatan terhadap penyakitnya? Keduanya hanya menggeleng kepala. Kondisi Bu Yamdani saat ini sungguh memprihatinkan sekujur tubuhnya kurus dan lemah, akibat digerogoti penyakit diabetes dan stroke, semoga masih ada jalan kesembuhan untuk bu yamdani

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Yuli Teguh, Ismiyati & Suryono
Tanggal Pemberian: 31 Desember 2013

bu yamdani menderita penyakit stroke dan diabetes

bu yamdani menderita penyakit stroke dan diabetes

———————————————————–

Mas Leli (26) mengalami sakit tumor pada bagian payudara sebelah kanan, sudah 4 tahun payudara mas Leli bengkak dan terasa sakit. Mas Leli yang bekerja sebagai penjaga warnet dan tinggal di Tegaltawang, Bareng, Klaten Tengah ini, tidak memeriksakan penyakitya karena tidak memiliki biaya untuk berobat bila ada tindakan medis yang lebih lanjut. Alhamdulillah #sedekahrombongan sudah mengobatkan mas Leli di RSKB Diponegoro klaten dan sudah menjalani operasi. Setelah dirawat selama 4 hari, dokter menyatakan kondsinya sudah baik, dan sudah diizinkan pulang untuk selanjutnya tinggal melakukan kontrol sesuai jadwal

Jumlah Bantuan: Rp 2.500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Yadi
Tanggal: 02-01-2014

Mas Leli (26) mengalami sakit tumor pada bagian payudara sebelah kanan

Mas Leli (26) mengalami sakit tumor pada bagian payudara sebelah kanan

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 20,879,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 496 ROMBONGAN

Rp. 15,760,926,033,-