Dik Umar (M. Umar Al Faruk), 22 bulan, putra dari pasangan Bapak Suprayitno (45tahun), seorang karyawan PT Panggung Aneka Boga, dan Ibu Suharti (37tahun), seorang IRT. Dik Umar beralamatkan di Kertayasa RT.06 RW / 04 Kramat Tegal Jateng. Dik Umar awalnya mengalami susah BAB sejak lahir dan divonis menderita Megacolon Congenital. Beberapa kali sudah diperiksakan ke RS Kardinah dan RS Mitra Keluarga dengan biaya sendiri. Karena kondisinya semakin parah, Dik Umar dirujuk oleh dokter untuk diperiksakan ke RS namun karena keterbatasan biaya menyebabkan pengobatan dik Umar terhambat. Saat Tim #SR bertemu Dik Umar, diputuskan untuk dibawa ke RS. Nur Hidayah untuk dioperasi. Namun pasca operasi usus kondisi Dik Umar justru memburuk dan langsung dilarikan ke IGD Sardjito. Dik Umar kemudian dirawat secara intensif di ruang PICU dan diobservasi oleh tim dokter. Dari hasil observasi, Dik Umar mengalami infeksi kuman yang juga disebabkan oleh syndrome down yang dideritanya. Kondisi Dik Umar sempat membaik setelah diberikan transfuse darah karena HBnya drop. Namun, segala upaya yang dilakukan oleh tim dokter dan doa yang terus diupayakan oleh keluarga dan tim #SR dikehendaki lain oleh Sang Pencipta. Dik Umar pada tanggal 20 Oktober 2013 pukul 12.35 WIB menghembuskan nafas terakhirnya. Bantuan ini merupakan pelunasan atas biaya perawatan di PICU RS. Dr. Sardjito.

Jumlah Bantuan : Rp.5.210.000,-
Kurir :@KarmanMove via @indrades @indrawans @AWEntrepreneur
Tanggal 24 Desember 2013

Dik Umar awalnya mengalami susah BAB sejak lahir dan divonis menderita Megacolon Congenital

Dik Umar awalnya mengalami susah BAB sejak lahir dan divonis menderita Megacolon Congenital



———————————————————–

Savika Ovi Vidiantari (15th) alamat Kradenan RT 05/ RW 17 Banyuraden Gamping Sleman. Savika adalah putri pertama dari pasangan suami istri Bp. Sakio (35th) seorang buruh harian dan ibu Karsilah 33th), yang bekeja sebagai cleaning service out sourcing di Ambarukmo Plaza. Pelajar yang masih duduk di Kelas 3 SMP ini sejak 1 bulan yang lalu mengalami demam yang tak kunjung reda. Kemudian diperiksa di Klinik Queen Latifa Nogotirto yang kemudian didiagnosa terdapat pembengkakan kelenjar getah bening. Selanjutnya dirujuk ke Puskesmas setempat untuk pengobatan lanjutan. Setelah dari Puskesmas dirujuk ke RSUD Sleman untuk tindakan operasi dan harus rawat inap selama 1 minggu atas bantuan Jamkesda. #SR memberikan Santunan untuk meringankan beban biaya Dik Savika.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Kurir: @KarmanMove Via @KedunkUSSIL @riskyaditya4
Tanggal :23 Desember 2013

Adik Savika didiagnosa terdapat pembengkakan kelenjar getah bening

Adik Savika didiagnosa terdapat pembengkakan kelenjar getah bening

———————————————————–

Bapak Sismaji(46th) alamat Sokomarto RT 4/RW 23 Gading Wetan Donokerto Turi Sleman Yogyakarta. Beliau dulu adalah Karyawan Swasta di Pabrik Kayu lapis di Semarang sebelum sakit stroke menimpanya , Beristrikan Ibu Tutik Damayani (38th ) yang bekerja sebagai Guru TK Honorer di Tempel Sleman. Pasangan ini memiliki 3 anak yang masih sekolah, anak pertama masih duduk di SMA, kedua kelas 5 SD, dan yang ketiga masih berusia 11bulan. Bapak Sumadi ini menderita stroke sejak tahun 2006 dan sudah 5x dirawat di RS. Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan beban kel Bp. Sismaji

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir: @KarmanMove Via @KedunkUSSIL @riskyaditya4
Tanggal :23 Desember 2013

Bapak Sumadi ini menderita stroke sejak tahun 2006 dan sudah 5x dirawat di RS

Bapak Sumadi ini menderita stroke sejak tahun 2006 dan sudah 5x dirawat di RS

———————————————————–

Ibu Siti khoiriyah 49 th istri bapak marikun 65 th. Ibu siti sakit kurah lebih 1 tahun yang lalu. awal mula seperti gondongen di leher setelah 5 bulan. pindah ke payudara sisi kiri. kondisi diperparah dengan tulang punggung keluarga pak marikun yang terserang sakit stroke. jadi pemasukan untuk penghidupan sehari2 yang mencari adalah ibu siti. pekerjaan sang suami adalah blantik kambing. untuk makan sehari-hari dari tetangga. beliau dengan sisa uangnya berobat kedokter disekitar rumahnya. dan terakhir ke dokter yasin di tulungagung. dan diagnosa dokter adalah kanker payudara alias c.a mamae. dan diberi solusi untuk operasi dengan biaya lebih dari 20 jt. namun beliau mngurungkan diri krena ketidak ada’an biaya dan tidak mendapatkan jamkesmas.
anak dari pak marikun 3 orang dengan istrinya yang dulu. dan udah menikah semua dan tinggal di nganjuk. sedangkan ibu siti punya anak 2 dari suami yang dulu.anak pertama sudah menikah dan tinggal diblitar dan anak terakhir bernama ade cakra sakti 14 th masih bersekolah diMTsN karang rejo kelas 2. Kami mmbawa bu siti ke malang untk melakukan pngobatan. Saat ini bu siti berada d rssr malang untuk mnunggu tindakan selanjutnya. Bantuan ini dipergunakan pelunasan biaya RS untuk tindakan biopsi. alamat : desa gendingan dusun pucang songo. rt 02 rw 01 kec.kedung waru. kab.tulung agung

Jumlah Bantuan : Rp.3.075.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal : 26/12/2013

Ibu Khoiriyah menderita kanker payudara alias c.a mamae

Ibu Khoiriyah menderita kanker payudara alias c.a mamae

———————————————————–

Wati Fatimah usia 19thn alamat dusun sumber canting RT 14 RW 01 desa botolinggo kab.Bondowoso.Sejak 4 thn yang lalu Wati merasakan sakit yang luar biasa pada saat datang bulan , ayahnya yang bekerja sebagai buruh harian lepas kebun kopi milik PTPN hanya memeriksakan anaknya di puskesmas setempat & hanya diberi resep obat pereda nyeri.3 tahun terakhir Wati sudah tidak mengalami datang bulan dikarenakan ada penyumbatan pada tube palupi nya. Kami membawa wati ke malang untk mlalukan pngobatan. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi secepatny Dan tanggal 23 desember ini wati melakukan operasi prtama (operasi pembersihan). Dan tanggal 24 desember operasi kedua (operasi pembuatan saluran yg tersumbat di tube palupi) dilakukan. Bantuan ini dipergunakan untuk pelunasan biaya RS

Jumlah Bantuan : Rp.2.093.500,-
Kurir: @KarmanMove via @adist_ramadhan
Tanggal : 26/12/2013

Adik Fatimah menderita penyumbatan pada tube palupi

Adik Fatimah menderita penyumbatan pada tube palupi

———————————————————–

ANDI WAYARTO, 24 tahun. Alamat: Jl.Joho Kidul RT.3/4, Mojolaban, Sukoharjo. Sudah hampir setahun Andi mengidap Kanker Darah/Leukimia Akut yang menyebabkan aktifitasnya terganggu, Ia bekeja sebagai Pengurus Pondok Pesanren Tahfidzul Quran di daerahnya Sukoharjo. Apa daya penghasilannya tidak seberapa namun penyakitnya harus segera diobati dan dirawat intensif di RS,Dharmais Jakarta, begitu istrinya: Amaliyah Salsabiela (23) menyampaikan sedikit perasaan derita suaminya dan sementara harus menanggung beban keluarga. Saat ini mereka sudah berada di RS.Dhamais, Jakarta untuk menghadapi tindakan kemoterapi awal yang sangatlah besar biayanya. Sambil proses perobatan berjalan mereka sedang mengusahakan pembuatan Jamkesmas yang nantinya akan meringankan biaya pengobatannya dan #Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan mereka – Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya Andi Wayarto setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 483.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal : 26 Desember 2013.

Bapak Andi mengidap Kanker Darah/Leukimia Akut

Bapak Andi mengidap Kanker Darah/Leukimia Akut

———————————————————–

Pak IING (55), Kp. Sayuran RT 5/8, Desa Padakembang Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Di usia tuanya suami dari Bu Cicih (50) ini harus mengalami penderitaan yang cukup berat. Komplikasi beberapa penyakit menghinggapi bapak 3 orang anak yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani ini. Hernia, pembengkakan jantung, dan ginjal. Praktis aktivitas sehari-harinya berhenti total, dan keluarganya pun kehilangan tulang punggung yang selama ini selalu menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Meskipun mereka memiliki kartu Jamkesmas, hampir saja Pak Iing pulang paksa dari rumah sakit karena mereka sudah kehabisan bekal setelah lebih dari 2 minggu dirawat di RSUD Tasikmalaya. Untunglah Allah mempertemukan keluarga miskin ini dengan Kurir #SedekahRombongan, yang segera menaggapi kesulitan Pak Iing dengan menyampaikan santunan dari sedekahoics untuk membantu kelanjutan perawatannya. Pak Iing sempat diperbolehkan pulang, namun beberapa hari kemudian kembali kondisinya memburuk sehingga harus dibawa kembali ke Rumah Sakit. Santunan kembali diberikan kepada Pak Iing setelah sebelumnya masuk di Rombongan 483.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 23 Desember 2013

Bapak Iing menderita Hernia, pembengkakan jantung, dan ginjal

Bapak Iing menderita Hernia, pembengkakan jantung, dan ginjal

———————————————————–

AMRI (19), Kp. Cinangsi RT 1/2 Kelurahan Sukalaksana Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Dik Amri adalah putra dari Bapak Iyan (66) buruh bangunan yang masih memiliki tanggungan 3 orang anak. Ibunya Bu Uus (39) sehari-hari sebagai ibu rumah tangga biasa. Dik Amri didiagnosa menderita thalasemia, dan kondisinya awal Desember 2003 sempat ngedrop. Keluarganya yang tercatat di Kelurahan Sukalaksana tergolong keluarga miskin segera membawa Amri ke RSUD Tasikmalaya dengan berbekal Kartu Jamkesmas. Selama ini keluarga sudah sering bolak balik ke RSUD untuk mengobati Dik Amri. Satu per satu milik keluarga pun mereka jual demi megobati anaknya, sampai-sampai saat ini hampir tidak ada lagi perabotan yang bisa mereka jual, sementara Amri diperkiarakan masih harus menjalani pengobatan untuk waktu yang cukup panjang, saat ini harus cuci darah dan kontrol setiap 2 minggu sekali. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga ini setelah sebelumnya masuk di Rombongan 482.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 24 Desember 2013

Dik Amri didiagnosa menderita thalasemia

Dik Amri didiagnosa menderita thalasemia

———————————————————–

ABDUL HOLIK, 60 tahun, Alamat: Kp.Sukasari, RT.2/13, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Pekerjaan utama Pak Abdul Holik adalah sebagai buruh tani namun kadang ia nyambi sebagai tukang ojek. Pak Abdul Holik sudah bertahun-tahun mengidap penyakit diabetes dan lambungnya juga bermasalah, namun saat ini penyakit tersebut sudah sangat mengganggu aktivitasnya mencari nafkah. Tinggal bersama istrinya berdua di rumah berdinding bilik menahan derita penyakit yang sebetulnya sangat ingin disembuhkan, Jamkesmas sudah ia miliki namun jarak rumahnya yang berada di lereng Gunung Galunggung serta kondisinya yang tidak memungkinkan untuk berangkat dengan kendaraan umum memerlukan dana untuk operasional mereka serta transportasi ke RSUD Tasikmalaya. Pertengahan Desember 2013 kondisi Pak Abdul Holik kembali memburuk. Namun karena keterbatasan ekonomi keluarga ini hanya mampu mengupayakan pengobatan Pak Abdul Holik dengan obat-obatan kampung alakadarnya. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, keluarga pun menghubungi #SedekahRombongan yang kemudian segera mendampinginya berobat ke RSUD Tasikmalaya, akhirnya Pak Abdul Holik dirawat inap. Setelah sebelumnya masuk di Rombongan 354, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk pak Abdul Holik yang digunakan untuk transporasi dan pembelian obat-obatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal 24 Desember 2013

Pak Abdul Holik sudah bertahun-tahun mengidap penyakit diabetes dan lambungnya juga bermasalah

Pak Abdul Holik sudah bertahun-tahun mengidap penyakit diabetes dan lambungnya juga bermasalah

———————————————————–

RIANDI, 14 tahun. Tercatat sebagai siswa SLTP kelas 1, Ia tinggal bersama kedua orangtua dan kedua saudara kandungnya di rumah sangat sederhana di Kampung Babakan RT.2/2, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Kakak tertuanya sudah berkeluarga dan tinggal tak jauh dari rumahnya di lingkungan kumuh miskin perkampungan. Ayah Riandi memang hanya buruh tani dan ternak. Namanya Jajang, usia 43 tahun. Ibunya, Imas Karyati, 41 tahun, sehari-hari hanya menjalani tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Selain itu tak banyak yang bisa ibunya lakukan, apalagi kini ia harus merawat Riandi yang tak hanya bisa terbaring di tempat tidur. Tak sanggup dilukiskan betapa beratnya beban derita keluarga dhuafa ini dengan tanggungan lima orang dan harus merawat salah satu anaknya yang berbulan-bulan sakit.
Meskipun demikian, keluarga ini tak putus asa. Berbagai ikhtiar dilakukan untuk mengobati anak bungsunya ini. Berbekal SKTM Kabupaten Bandung dan pinjaman ke pihak ketiga untuk biaya sehari-hari dan ongkos ke dokter, orangtuanya telaten memeriksakannya ke Puskesmas dan dokter. Karena keterbatasan biaya, Riandi belum pernah diperiksakan ke RSUD Soreang. Berdasarkan dugaan sementara, ia mengalami kelumpuhan dan mengidap penyakit paru-paru, juga tipus. Awalnya, setahun lalu, Rian mengalami demam berkepanjangan. Beberapa kali diperiksakan ke Puskesmas dan ia diduga terserang tipus dan paru-paru. Pernah juga dua kali ia dibawa berobat ke dokter dan disarankan istirahat total sambl mengobati parunya. Namun, sampai saat ini, kondisi Rian tak kunjung membaik. Lengkap sudah penderitaaan mereka. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dan bantuanpun disampaikan untuk keperluan berobat mereka.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 23 Desember 2013

Adik Riandi mengalami kelumpuhan dan mengidap penyakit paru-paru, juga tipus

Adik Riandi mengalami kelumpuhan dan mengidap penyakit paru-paru, juga tipus

———————————————————–

AGUS HIDAYAT, 45 tahun, Alamat: Desa Margamulya, RT.3/5, Kecamatan Pasir Jambu, Bandung. Agus Cebol biasa dia dijuluki untuk panggilannya sehari-hari karna perawakannya yang pendek, bekerja sehari-hari sebagai Kenek dan saat ini mengalami kelumpuhan. Belum diketahui penyebabnya karna belum sempat berobat sama sekali menunggu biaya alasannya. Tinggal di gubuk kumuh yang awalnya saung milik tetangganya yang tak terpakai, Istrinya menggantikannya mencari nafkah sebagai pesuruh cuci. Kini Agus sudah mulai berobat lagi, #SedekahRombongan ikut merasakan penderitaan Agus Cebol dan Bantuan lanjutanpun diberikan untuk keperluan transportasi dan operasional berobatnya setelah sebelumnya masuk di Rombongan 467.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmsakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 23 Desember 2013

Bapak Agus mengalami kelumpuhan

Bapak Agus mengalami kelumpuhan

———————————————————–

NENG CUCU, 5 tahun, Keluarga kecil dan papa ini tinggal di rumah keluarga di Kampung Neglasari RT.4/4, Desa Cikondang, Kecamatan Pameungpeuk, Kab.Garut, (masuk wilayah Garut Selatan, berbatasan dengan kab. Bandung dan Kab. Cianjur). Ayahnya: Dad, (38) hanya Buruh Tani, pekerja kelas sendal jepit yang dibayar harian, itupun kalau ada yang mempekerjakan. Ibunya Heni (35), mangurus rumah tangga saja. Pekerjaan ini pun sangat berat ia rasakan karna kemiskinan dan penyakit yang diderita anaknya. Tangungan mereka 3 orang dan Cucu adalah anak yang kedua. Berbekal JAMKESMAS, Kedua orangtua Neng Cucu membawanya berobat ke rumah sakit sejak 14 bulan lalu. RSUD Garut mendiagnosa anak manis ini menderita Retinoblastoma dan 2 minggu terakhir ia dirawat di RSUD dr.Slamet, Garut. Kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Kehendak Allah mempertemukan #SedekahRombongan di RSHS, Bagi keluarga papa ini pertemuan dengan #SR rupanya menjadi jawaban atas doa-doa mereka selama ini, Mereka semakin bersemangat tuk terus mengobati anaknya. Mereka memang layak bahkan berhak dibantu; Rumah tidak punya, kerjaan tidak jelas, penanganan penyakit anaknya cukup lama dan sudah memakan banyak biaya. Bismillah, Bantuan lanjutan disampaikan buat mereka untuk keperluan harian selama berobat di RSHS setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 468 dan kini perkembangan Cucu sudah mulai membaik serta benjolan di mata Cucu sudah mulai mengecil. Cucu saat ini berada di RSSR menunggu jadwal kemoterapi di RSHS BANDUNG.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 24 Desember 2013.

Adik Nengcucu menderita Retinoblastoma

Adik Nengcucu menderita Retinoblastoma

———————————————————–

WASPIAH, 66 tahun. Alamat: Jl.Kerja Bakti No.36, RT.4/4, Kampung Makasar, Jakarta Timur. Di usianya yang sudah mulai senja ia harus bergelut dengan penyakit diabetes yang selalu membuatnya tidak nyaman, kedua kakinya di bagian tumit dan jari menghitam karna luka yang diakibatkan oleh diabetesnya. Berobat menggunakan KJS dan sudah beberapa kali tindakan dan diberikan obat namun perkembangannya belum juga terlihat membaik terutama atas luka kakinya yang belum juga mengering sembuh. Bu Waspiah tidak bekerja dan ia diurus oleh 2 anaknya yang baru bekerja sebagai Buruh Harian Lepas, penghasilan merekapun tak seberapa. Persoalan yang membebani ibu Waspiah adalah kesulitan biaya untuk transportasi dan membeli obat-obatan di luar jaminan KJS, #SedekahRombongan langsung menyampaikan santunan untuk ibu Waspiah yang akan digunakan untuk keperluan perobatannya tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via Deni Rahman
Tanggal : 21 Desember 2013.

Ibu Waspiah menderita penyakit diabetes

Ibu Waspiah menderita penyakit diabetes

———————————————————–

MARSIAH, (16 tahun). Setelah lulus SLTP, Marsiah tidak meneruskan sekolah dan saat ini belum bekerja. Wanita muda yang beralamat di Kp. Kendayakan 02/02, Desa Sukakersa, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi ini sampai saat ini masih menderita Sakit Kanker pada telinga, yang di deritanya sejak balita, dengan bermodalkan Jamkesmas. Marsiah pernah berobat ke RSCM ketika usia kelas 4 Sekolah Dasar, rutin berobat tiap minggu selama 2 bulan tapi karena ketiadaan dana akhirnya berhenti berobat. Saat ini setiap satu bulan sekali telinganya membengkak berwarna merah kemudian pecah, bahkan bisa sampai pingsan karena banyaknya darah yang keluar. Upaya yang dilakukan keluarga hanya pengobatan lewat mantri utk mengurangi sakit kankernya. Sang Bapak, Nasen, 35 tahun, hanya Petani buruh yang jangankan membawa buah hatinya, Marsiah berobat ke Rumah sakit besar, sementara untuk membiayai tanggungan yang berjumlah 3 orang sudah kerepotan. Sedangkan Ibunda,sudah meninggal dunia. #Sedekahrombongan kembali menyampaikan bantuan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 482, Bantuan ini dipergunakan untuk melanjutkan berobat ke RSUD Cibitung, Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal : 22 Desember 2013

Ibu Marsiah menderita Sakit Kanker pada telinga

Ibu Marsiah menderita Sakit Kanker pada telinga

———————————————————–

INTAN KURNIA, balita 10 bulan, penderita Tumor anti Ganas yang berada di atas bokong. Beralamat di Kp. Pulogelatik RT.04/01, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Balita kurang beruntung ini lahir dari pasangan Kusaini bin Namin (25) dan Ita Rahayu (18). Lahir dengan posisi bokong terlebih dahulu yang awalnya diperkirakan cesar, tapi Alhamdulillah bisa lahir normal. Kebahagiaan keluarga muda yang bermata pencaharian suami seorang sopir Elf tembak jurusan Cikarang-Muaragembong dan ibunda seorang ibu rumah tangga, tidak berlangsung lama, karena seiring berjalannya waktu ada kelainan pada atas bokong sang bayi yang semakin membesar. Hasil diagnosa RSUD Cibitung Kabupaten Bekasi, ternyata sang balita menderita Tumor anti ganas. Ikhtiar keluarga saat usia Intan 4 bulan sampai ke RSHS Bandung. Hanya saja karena terhalang dana dan proses yang memakan waktu harus bulak balik ke Bandung, keluarga hanya bisa pasrah dan berhenti berobat. Hingga #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk keperluan operasional berobat Intan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 487.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @Romli_Iyom
Tanggal : 22 Desember 2013.

Adik Intan menderita Tumor anti ganas

Adik Intan menderita Tumor anti ganas

———————————————————–

YUDISTIRA PRATAMA, 3,5 tahun, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karna teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Beberbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery paska operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan makan sehari-hari Yudistira setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 482.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @zerinabanu via @harji_anis
Tanggal: 20 Desember 2013.

Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

———————————————————–

LISNAWATI, 36 tahun, Telah 1 tahun lebih melawan penyakitnya “Tumor Ovarium” terlihat perutnya yang semakin hari semakin membesar, beberapa kali berobat ke RS.Hasan Sadikin Bandung dan rencana bulan Oktober 2013 ini akan menjalani operasi. Suaminya: Bpk. Nurdin (46) saat ini sudah tidak bekerja karena harus merawat isterinya yang sering keluar masuk Rumah Sakit. Tinggal di sebuah Kontrakan rumah di Perumahan Alamanda Blok B 10 No.11 RT.2/12, Tambun Selatan – Bekasi bersama dengan 3 orang anak yang masih sekolah membuat beban pak Nurdin semakin berat. Tapi demi kesembuhan isterinya, pak Nurdin selalu berdoa dan berusaha sekuat tenaga berharap ada setitik harapan untuk kesembuhan isterinya. Allah telah mengatur semuanya dan Allah tidak memberikan ujian ke hambanya tanpa jalan keluar dari ujian tersebut, dengan hanya berbekal Jamkesda dari Dinkes Bekasi pak Nurdin kembali membawa isterinya Ibu Lisnawati untuk dirawat di RSUD Cibitung karena kondisinya sempat menurun. Alhamdulillah setitik harapan pak Nurdin diperlihatkan oleh Allah dengan mempertemukannya dengan #Sedekah Rombongan, Kini bu Lisnawati masih melakukan rawat jalan di RSUD Cibitung dan RSHS Bandung. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk keperluan biaya transport dan operasional setelah sebelumnya masuk di Rombongan 486. Terakhir kondisi bu Lisnawati memburuk dan membutuhkan perhatian khusus di RSUD Cibitung, Iapun dibawa langsung ke RSUD Cibitung dan sudah dalam penanganan rawat inap.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @SuharnaYana,
Tanggal: 23 Desember 2013.

Ibu Lisnawati menderita Tumor Ovarium

Ibu Lisnawati menderita Tumor Ovarium

———————————————————–

DEDI, 20 tahun, Alamat: Kp. Cibulus, RT.12/3, Karang Patri, Pabayuran, Bekasi. Ayah: Makar, 50 tahun dan Ibu: Rohayati, 40 tahun. Dedi, Pemuda yang saat ini tidak bekerja dirawat di RSCM atas rujukan dari RSUD Bekasi, Ia mengidap penyakit Anemia Plastik Melena/Pendarahan. Kesulitan kedua orangtuanya dapat dibayangkan karna pak Makar juga kondisinya sedang menganggur, kehidupan mereka cukup sulit saat ini. Alhamdulillah, berbekal Jamkesmas mereka dapat merawat Dedi di Rumah Sakit, walau biaya harian dan transportasi selama di Rumah Sakit menjadi beban tambahan saat ini. #SedekahRombongan kembali manyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan transport setelah sebelumnya masuk di Rombongan 480. Dedi perkembangan kesehatannya sudah dinyatakan baik dan hanya perlu mengikuti jadwal pengontrolan 2 minggu ke depan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-.
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal: 25 Desember 2013.

Bapak Dedi mengidap penyakit Anemia Plastik Melena/Pendarahan

Bapak Dedi mengidap penyakit Anemia Plastik Melena/Pendarahan

———————————————————–

YAYAT SUMIYATI, 29 tahun, Alamat: Kampung Lamaran 1, RT.8/4, Solokan, Pakis Jaya, Karawang. Yayat Sumiati menderita Tumor Kista yang begitu membebaninya, Perutnya besar melebihi orang hamil. Saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Yayat mengeluhkan keadaannya yang ingin berobat namun tak mempunyai biaya karna Yayat hanya seorang Janda dan sudah tidak bekerja lagi karna terhalang oleh penyakitnya tersebut. Alhamdulillah, #SedekahRombongan terus mendampingi Yayat di RSCM Jakarta. Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya sehari-hari selama rawat jalan dan tinggal di sekitar RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 490. Setelah beberapa kali menjalani kemo dan tindakan lainnya pra operasi, Yayat saat ini sudah berada di Rumah Singgah setelah menjalani operasi dan masih dalam proses pemulihan juga masih menjalani kontrol, semoga ia dapat berangsur sehat dan baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal: 25 Desember 2013

Ibu Yayat Sumiati menderita Tumor Kista

Ibu Yayat Sumiati menderita Tumor Kista

———————————————————–

FITRIA NIKMATUL HASANAH, 5 tahun, Alamat: Jl. Gema Harjo IV, Pengkol, Jepara, Jawa Tengah. Ayah: Sutrisno Tri Widodo dan Ibu: Sari. Sejak lahir ananda Fitria sudah terindikasi Jantung bocor dgn badan, bibir, jemari membiru – Namun dokter memberitahukan bahwa Fitria belum cukup umur untuk dioperasi. Hingga saat ini Fitri masih terus merasakan penderitaan yang seharusnya tidak dia alami pada usia ceria umumnya anak-anak, Suhu badan naik turun, nafas tersengal-sengal. Apa daya Ayah Fitria hanya seorang Karyawan Koperasi di desanya serta Ibunya tidak bekerja karna harus menjaga Fitria, tak mampu untuk membiayai operasi fitri yang berkisar akan menghabiskan dana 70juta lebih. Saat ini merekapun tinggal di rumah Kakak pak Sutrisno yang hanya seorang Tukang Kayu. Hingga akhirnya #SedekahRombongan dipertemukan Tuhan dengan keluarga Fitria, yang akan membantu dan mendampingi perobatannya dan Tanggal 2 April 2013 Fitria masuk Ruang Operasi di UPJT RSCM. Kini Fitria telah kembali ke Jakarta untuk operasi kedua, Bantuan lanjutan diberikan untuk biaya sehari-hari mereka selama kontrol dan menunggu jadwal operasi di RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 479. Seminggu lalu Fitria sudah menjalani operasi yang kedua dan Alhamdulillah sukses, kini dalam tahap recovery control paska operasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal : 23 Desember 2013.

Sejak lahir ananda Fitria sudah terindikasi Jantung bocor dgn badan, bibir, jemari membiru

Sejak lahir ananda Fitria sudah terindikasi Jantung bocor dgn badan, bibir, jemari membiru

———————————————————–

RUDY, 13 tahun, Kelas 1 SMP di Kp. Kalibaru RT.11/3, Cilangkahan, Malingping, Banten. Anak dari bapak Harun/32 tahun seorang Buruh Tani ini sudah menderita Tumor Maksila setahun lalu. Berawal dari luka kecil yang digaruk saat bermain dan tak kunjung sembuh malah melebar menutupi hampir sebagian mukannya. Pada pertengahan Agustus 2012 #SedekahRombongan bertemu Rudi saat sedang berobat di RSCM Jakarta dalam kondisi terlantar tidak ada tempat tinggal – Rudy sampai saat ini masih rutin berobat kemoterapi 9X lagi menggunakan fasilitas JAMKESDA dan tinggal di kontrakan sekitar RSCM. Rudy sudah lebih setengah tahun menghentikan perobatannya karna saat itu dirasa sudah baik dan bias melanjutkan sekolahnya, namun kini ia harus kembali berobat ke RSCM karna saat diperiksa terakhir ia harus melakukan pengecekan ke RSCM kembali, #SR memberi bantuan lanjutan untuk biaya sehari-hari selama di Jakarta setelah sebelumnya masuk pada Rombongan 360.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 26 Desember 2013

Adik Rudi menderita Tumor Maksila

Adik Rudi menderita Tumor Maksila

———————————————————–

KASTEM, 39 tahun, Ibu 2 anak warga kampung Jengkol RT.3/7, Kel. Bojen, Kec. Sobang, Pandeglang ini sudah 20 tahun lebih menderita sakit Tumor di Pipi. Awal sakit tahun 1991 dan pengobatan pertama dilakukan di RSHS Bandung, operasi pertama pengangkatan tumornya dilakukan tahun 1992, pengobatan lanjutan dengan rawat jalan namun karna tidak mempunyai bekal yang cukup selama berada di Bandung, pengobatannyapun sering tidak dilanjutkan. Awal tahun 2013 Tumor di Pipi bu Kastem tumbuh dan membesar kembali. Melihat kondisi ini pak Rokim suami bu Kastem yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani di kampungnya berusaha kembali melakukan pengobatan untuk istrinya, berbekal Jamkesmas yang dimiliki pengobatanpun dilakukan di RSUD Berkah Pandeglang yang kemudian dirujuk ke RSCM jakarta. Tanggal 10 Juni 2013, Operasi ke 2 pengangkatan Tumor bu Kasnem berhasil dilakukan, namun pasca operasi pengobatan akan dilanjutkan dengan rencana beberapa kali penyinaran. Pengobatan yang panjang dan lama menguras bekal mereka selama berada di Jakarta, selain berobat selama tinggal di Jakarta merekapun harus membayar uang sewa kosan dan biaya makan sehari-hari, sementara selama berada di Jakarta pak Rokim praktis sudah tidak bekerja dan harus mendampingi istrinya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga miskin ini dan bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya hidup sehari-hari dan mengontrak selama berobat di RSCM Jakarta setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 479.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 26 Desember 2013.

Ibu Kastem menderita sakit Tumor di Pipi

Ibu Kastem menderita sakit Tumor di Pipi

———————————————————–

ELMA TIANA, 7 tahun, Alamat: Lingkungan VII, RT.2/2, Bukit Kemuning, Lampung Utara. Ayah: Abadi, 50 tahun dan Ibu: Mariana, 42 tahun. Elma saat ini berada dalam perawatan jalan di RSCM Jakarta, Karna mengalami jantung bocor – Elma juga lumpuh kedua kakinya. Dirujuk dari RS Abdul Muluk Lampung berbekal Jamkesmas, Kedua Orangtua Elma berihtiar melewati jarak yang begitu jauh dilalui dari rumahnya. Pengorbanan waktu dan tenaga demi ihtiar kesebuhan Elma tercinta, Walau mereka hidup dalam kesulitan – Abadi hanya seorang Buruh Tani dan masih menanggung 5 orang anaknya yang saat ini ditinggalkan. #SedekahRombongan ikut meringankan beban mereka dengan menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan selama di Jakarta setelah sebelumnya masuk bantuan di Rombongan 487. Saat terakhir ditemui, Elma sedang dalam tindakan rawat jalan serta masih melakukan kontrol paska operasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 26 Desember 2013.

Adik Elma menderita jantung bocor

Adik Elma menderita jantung bocor

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 23,478,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 493 ROMBONGAN

Rp. 15,675,876,258,-