Siti Nur Rohimah, 52 th Alamat di Kemukus Kaliwiro Wonosobo. Janda yg bekerja sebagai penjahit ini mempunyai 11 anak. Menderita sakit kanker pd mata kiri. Sudah sakit selama 1 tahun, sejak itu beliau tidak menjahit lagi. Anak anak beliau yg sdh menikah masuk kategori tidak mampu. Anak terkecil berumur 12 tahun. Saat ini barus aja menjalani operasi di Klinik Onkologi Jl. Patimura no 6 Kotabaru, Yogyakarta kamar no 5.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,- untuk meringankan biaya berobat bu Siti.
5 Desember 2013
@MarjunulNP via Yusuf Ubaidi

Ibu Siti Menderita sakit kanker pd mata kiri

Ibu Siti Menderita sakit kanker pd mata kiri



———————————————————–

AULIA SYIFA, 6 tahun, Alamat: Gebangsari RT.1/32, Batursari, Demak, Jawa Tengah. Sejak lahir Aulia Syifa sudah menderita yang selama ini dia rasakan, ia menderita kelainan jantung dan baru beberapa bulan ini dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta karna dianggap umurnya sudah memungkinkan untuk rencana dioperasi. Bersama kedua orangtuanya, Ayah: Agus Maghfur (32) dan Ibu: Wiyatun (31) saat ini mereka bertiga menetap di Jakarta untuk berihtiar mengobati Aulia dengan berbekal Surat Rekomendasi Menkes, Alhamdulillah. Namun karna jadwal operasi masih memerlukan hasil dari tindakan-tindakan pengeceka awal atau praoperasi mereka harus tinggal lama untuk sementara waktu karna kondisi rawat jalannya Aulia, inilah yang mebuat kedua orangtuanya terbebani biaya sehari0hari di Jakarta. Agus Maghfur hanyalah seorang Buruh Pabrik biasa yang otomatis saat ini ditinggalkan pekerjaannya karna menemani Aulia. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya mereka sehari-hari selama di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @hatji_anis
Tanggal : 3 November 2013.

Adik Aulia menderita kelainan jantung

Adik Aulia menderita kelainan jantung

———————————————————–

DAFA SIDQI (4), Alamat: Astana Magrib RT.2/10, Desa Kanoman, Kec. Kanoman, Kab. Cirebon. Ayah: Pulung (38), buruh harian/montir, ibunya sudah meninggal, tanggungan 2 orang. Jaminan: Jamkeskinda. Dafa sejak sekitar 1 tahun lalu divonis kanker darah. Karena penyakitnya ini orang tuanya harus bolak-balik ke Bandung untuk mengantarnya melakukan pengobatan sampai akhirnya harus kehilangn pekerjaan karena sering bolos kerja. Namun karna kasih sayang pada buah hatinya apapun harus dia lakukan sebagai pengorbanannya, Mereka bersama-sama beihtiar untuk satu cita-cita yaitu ingin sembuh walau lapar tak dirasa serta uang tak dimilikinya. #SedekahRombongan mencoba membantu meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan santunan lanjutan lagi untuk kebutuhan makan dan transportasi mereka selama berobat di RSHS Bandung setelah bantuan sebelumnya ada di laporan Rombongan 411. Saat ini Dafa Sidqi kondisi kesehatannya sudah agak membaik namun masih terus menjalani kemoterapi setiap 5 minggu sekali dan saat ini bari menjalani kemo yang ke-32 dari 110 kali yang akan dijadwalkan, Ya Allah… Beri kemampuan anak ini menjalaninya, Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 4 Desember 2013.

Adik Dafa sejak sekitar 1 tahun lalu divonis kanker darah

Adik Dafa sejak sekitar 1 tahun lalu divonis kanker darah

———————————————————–

MARSIAH, (16 tahun). Setelah lulus SLTP, Marsiah tidak meneruskan sekolah dan saat ini belum bekerja. Wanita muda yang beralamat di Kp. Kendayakan 02/02, Desa Sukakersa, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi ini sampai saat ini masih menderita Sakit Kanker pada telinga, yang di deritanya sejak balita, dengan bermodalkan Jamkesmas. Marsiah pernah berobat ke RSCM ketika usia kelas 4 Sekolah Dasar, rutin berobat tiap minggu selama 2 bulan tapi karena ketiadaan dana akhirnya berhenti berobat. Saat ini setiap satu bulan sekali telinganya membengkak berwarna merah kemudian pecah, bahkan bisa sampai pingsan karena banyaknya darah yang keluar. Upaya yang dilakukan keluarga hanya pengobatan lewat mantri utk mengurangi sakit kankernya. Sang Bapak, Nasen, 35 tahun, hanya Petani buruh yang jangankan membawa buah hatinya, Marsiah berobat ke Rumah sakit besar, sementara untuk membiayai tanggungan yang berjumlah 3 orang sudah kerepotan. Sedangkan Ibunda,sudah meninggal dunia. #Sedekahrombongan kembali menyampaikan bantuan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 475, Bantuan ini dipergunakan untuk melanjutkan berobat ke RSUD Cibitung, Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal : 2 Desember 2013

Adik Marsiah menderita Sakit Kanker pada telinga

Adik Marsiah menderita Sakit Kanker pada telinga

———————————————————–

EDI ROFIQI, 12 tahun, Alamat: Kp.Karang Pupa VIII, RT.4/9, Sukapura, Kejaksaan, Cirebon. Ayah: Bambang Istiharso, 38 tahun, Pekerjaan sehari-hari sebagai Montir dan Ibu: Daniah, 34 tahun. Kedua orangtua Edi sangat tabah menghadapi derita anaknya yang masih pelajar ini yang mengidap Ostesarcoma, Berawal 2 tahun lalu dan melakukan therapi ke RSUD Cirebon – Kemudian 5 bulan lalu dirujuk ke RSHS Bandung, malahan didiagnosa terkena Kanker pada Tulangnya. Edi begitu tabah menghadapi cobaan ini yang paling mengenaskan pada akhir Maret 2013 dia harus diamputasi. Semoga Allah SWT dapat mengangkat penyakitnya Edi, Kini Edi tinggal di Rumah Singgah YKAKB Bandung dan terus berobat menggunakan Jamkesda. Edi ingin terus melanjutkan sekolahnya yang sempat terhenti sampai kelas V SD, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk keperluan Edi selama dirawat di RSHS Bandung, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 443. Mohon doa ya! Saat ini Edi masih menjalani kemoterapi dan juga pemeriksaan dan penyembuhan luka kakinya setelah diamputasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 3 Desember 2013.

Adik Edi mengidap Ostesarcoma

Adik Edi mengidap Ostesarcoma

———————————————————–

ASEP S (18), alamat Kp Negla RT 3/11, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Ayahnya Pak Jejen (50) sedang merenung sendirian di RSUD Tasikmalaya ketika Kurir #SR menemuinya. Saat ditanya, Bapak dari 4 orang anak yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini menceritakan sedang kebingungan karena kehabisan bekal dan bermaksud membawa pulang paksa anaknya, Asep, yang didiagnosa menderita pembengkakan ginjal dan sudah seminggu lebih dirawat di RSUD Tasikmalaya dengan fasilitas Jamkeskinda. Ibunya Asep sudah lama meninggal, sehingga selama ini Pak Jejen berperan ganda dalam membesarkan anak-anaknya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu Pak Jejen agar pengobatan anaknya Asep dapat terus dilanjutkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 3 Desember 2013

Asep didiagnosa menderita pembengkakan ginjal

Asep didiagnosa menderita pembengkakan ginjal

———————————————————–

TEDI NUGRAHA (19), alamat Kp. Curug Tangkil RT 3/4 Keluahan Cipawitra Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Selain menderita penyakit paru-paru, sudah lama Tedi, putra dari Pak Suherman (53) menjalani operasi kolostomi dan sekarang bekas operasinya mengalami infeksi dan kondisi kesehatannya menurun sehingga ia harus dirawat. Pak Suherman yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini terpaksa meninggalkan pekerjaannya untuk mendampingi pengobatan anaknya di Rumah Sakit, sehingga keluarga miskin ini untuk sementara praktis kehilangan sumber penghasilan keluarganya. Sementara ibu Tedi, Bu Ai Sukmawati (32) kadang bolak balik ke Rumah Sakit karena harus mengurus kedua anak lainnya yang masih kecil-kecil. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga Tedi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 4 Desember 2013

Tedy menjalani operasi kolostomi dan sekarang bekas operasinya mengalami infeksi

Tedy menjalani operasi kolostomi dan sekarang bekas operasinya mengalami infeksi

———————————————————–

AMRI (19), Kp. Cinangsi RT 1/2 Kelurahan Sukalaksana Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Dik Amri adalah putra dari Bapak Iyan (66) buruh bangunan yang masih memiliki tanggungan 3 orang anak. Ibunya Bu Uus (39) sehari-hari sebagai ibu rumah tangga biasa. Dik Amri didiagnosa menderita thalasemia, dan kondisinya sempat ngedrop. Keluarganya yang tercatat di Kelurahan Sukalaksana tergolong keluarga miskin segera membawanya ke RSUD Tasikmalaya dengan berbekal Kartu Jamkesmas. Selama ini keluarga sudah sering bolak balik ke RSUD untuk mengobati Dik Amri. Satu per satu milik keluarga pun mereka jual demi megobati anaknya, sampai-sampai saat ini hampir tidak ada lagi perabotan yang bisa mereka jual. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 3 Desember 2013

Dik Amri didiagnosa menderita thalasemia

Dik Amri didiagnosa menderita thalasemia

———————————————————–

NURSEHAN, 52 tahun, Alamat Kontrakan: Griya Asri, Blok F6/25, Sumber Jaya, Tambun, Bekasi. Suami: Soma, 56 tahun, Pekerjaan Buruh. Bu Nursehan menderita Kanker Payudara dan kondisinya saat ini sangat mengenaskan, Payudara kirinya sudah pecah dan membusuk. Bu Nursehan hanya bisa menahan perih dan sakit sementara kebingungan untuk ke Rumah Sakit karna tidak ada biaya operasionalnya walau Gakinda sudah dimilikinya. Kurir #SedekahRombongan langsung tanggap mempersiapkan MTSR untuk membawa bu Nursehan ke RSHS Bandung dan Alhamdulillah saat ini sudah dirawat disana. Bantuan lanjutan disampaikan untuk operasional ke RSHS setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 475. Pada tanggal 2 Desember 2013 malam, Kami mendapatkan kabar bahwa bu Nursehan kondisinya melemah dan payah – Keesokan harinya #SR langsung membawanya ke RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @suharnayana via @emmalk3
Tanggal: 3 Desember 2013.

Bu Nursehan menderita Kanker Payudara

Bu Nursehan menderita Kanker Payudara

———————————————————–

YUDISTIRA PRATAMA, 3,5 tahun, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karna teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Beberbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery paska operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan transport mengurus perpanjangan Jamkesmas Yudistira setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 473.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @zerinabanu via @harji_anis
Tanggal: 3 Desember 2013.

Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

———————————————————–

RAMADHANI, Bayi dari pasangan Edi Wiharja (25) dan Devi (20) yang menikah tahun 2012, Warga asal Kp. Cibadak. RT.14/6. Kel/Desa Bojong. Kec. Cikupa. Kab Tangerang. Banten ini sangat bahagia saat istrinya mengandung anak pertamanya, namun proses kelahiran anaknya yang belum cukup umur ini lahir prematur dalam usia 8 bulan menjadi cobaan yang panjang bagi pasangan muda ini. Ramadhani lahir 28 Juni 2013 di sebuah Bidan di kampungnya dengan berat 2,4 kg dan 1 jam setelah kelahirannya bayi Ramadhani diberikan asupan susu formula, namun setelah 1 jam minum susu Ramadhani mengalami muntah-muntah. Oleh suster kembali bayi Ramadhani diberikan susu, namun kembali bayi Ramadhani mengalami muntah-muntah sampai 4x suster memberikan susu formula bayi Ramdhani kembali muntah-muntah. Kali ini kondisi seluruh tubuhnya membiru, melihat kondisi ini suster melarikan ke IGD RSUD Tangerang dan langsung ditangani oleh tim dokter, dari hasil pemeriksaan dokter dan hasil rongent thorax, paru-paru bayi Ramadhani terendam air susu yang diminumnya, baru diketahui bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus. Setelah 5 hari dirawat di perinatologi RSUD Tangerang, bayi Ramadhani dirujuk ke RSCM Jakarta untuk dilakukan tindakan operasi. Bayi Ramadhani langsung ditangani tim dokter dan operasi penyambungan rongga tenggorokaan ke lambung sudah dilakukan, namun biaya pembelian obat antibiotik dan susu formula yang dibutuhkan bayi Ramadhani sangatlah memberatkan pak Edi yang hanya seorang buruh limbah, sekali suntik pak Edi harus mengeluarkan biaya 1juta belum lagi biaya sehari-hari dan juga tempat tinggal sementara di Jakarta yang juga memberatkan keluarga ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuan lanjutanpun disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari selama di RSCM setelah sebelumnya masuk di Rombongan 473. Ramadhani saat ini masih dalam penanganan rawat jalan di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal : 4 Desember 2013.

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

———————————————————–

ANNISA AGNIANI, 10 tahun, Alamat: Kampung Sukamulya RT.3/2, Sindangjaya, Ciranjang, Cianjur. Sudah lama Annisa Agniani, Pelajar Sekolah Dasar ini terindikasi bermasalah dengan Jantungnya – Namun apa daya untuk ketahap mengobatinya lebih serius saat itu adalah sesuatu hal yang mustahil bagi anggapan kedua orangtuanya, maklum saja Ayahnya Annisa, Irfan Gozali (33) hanyalah seorang Tukang Ojek dan Ibunya, Rani (29) hanya seorang Ibu Rumahtangga. Namun Alhamdulillah, ihtiar kedua orangtuanya tidak putus asa berhenti hingga saat ini mereka sedang mengurus Surat Jamkesmas untuk meyakinkan keberhasilan pengobatannya Annisa kelak dan #SedekahRombongan ikut meringankan beban mereka. Bantuan untuk mengurus surat Jamkesmas dan transportasipun disampaikan kepada orangtua Annisa, Bismillah… Semoga Annisa lekas memulai lagi berobat dan sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @deri_darusman via @DiniSitiRahma
Tanggal: 14 November 2013

Adik Annisa terindikasi bermasalah dengan Jantungnya

Adik Annisa terindikasi bermasalah dengan Jantungnya

———————————————————–

ESTI SETIAWATI (17), Kp. Karang Resik RT.2/1, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Sungguh malang nasib gadis cantik dengan segudang prestasi anak ke-4 dari 5 bersaudara pasangan Pak Adih (51), seorang karyawan pom bensin, dan Bu Rusliah (46) ini. Siswi salah satu SMA Negeri di Tasikmalaya ini selain selalu masuk rangking di kelasnya juga adalah seorang atlet pencak silat yang sejak masih bersekolah di SMP sudah sering menjuarai berbagai macam kejuaraan di tingkat Kota Tasikmalaya. Bahkan pada tahun 2013 ia menjadi Juara I kejuaraan pencak silat tingkat Provinsi Jawa Barat dan kejuaraan antar sekolah O2SN Tingkat Provinsi Jawa Barat, serta berhak untuk mewakili Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional. Namun malang, sekitar 3 bulan yang lalu ia mengalami kecelakaan lalu lintas sepulangnya dari latihan, sepeda motor yang ia kendarai bersama temannya terserempet truk dan sempat diberikan pertolongan pertama di RS swasta , yang terdekat dari tempat kejadian.

Diagnosa Dokter mengatakan bahwa Dik Esti mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangannya, ia pun dirujuk ke RSHS Bandung. Keluarga Dik Esti kebingungan, karena dari informasi yang diterima, biaya perawatannya mungkin bisa mencapai puluhan juta rupiah. Akhirnya, karena khawatir dengan biaya yang jauh di luar kemampuan keluarga, dan tadinya diperkirakan hanya bagian kaki dan tangannya saja yang patah, mereka membawanya ke pengobatan patah tulang tradisional. Namun ternyata kemudian diketahui bahwa tulang belakang Dik Esti juga mengalami patah, sehingga mengakibatkan sebagia badannya dari bagian dada ke bawah tidak dapat digerakkan dan tidak dapat merasakan apa-apa. Setelah selama hampir 2 bulan dirawat dengan pengobatan tradisional, namun tidak menunjukkan kemajuan berarti dan juga karena kehabisan biaya, akhirnya Dik Esti dibawa pulang.

Ketiadaan biaya memaksa Dik Esti hanya dirawat seadanya di rumah, hampir 1 bulan lebih (3 bulan sejak kecelakaan) berlalu tidak ada perbaikan berarti bahkan malah muncul luka melepuh yang dalam menganga di bagian belakang badannya (pantat) yang kian hari kian membesar. Sungguh sangat tragis nasib pendekar silat yang biasanya garang di arena ini, sekarang ia hanya terbaring di tempat tidur, lemah tak berdaya… Alhamdulillah, Allah jualah yang mempertemukan Dik Esti dengan #SedekahRombongan, saat ini ia dalam dampingan penuh #SR yang langsung mengurus pengobatan Dik Esti. Ia dibawa ke RSUD Tasikmalaya untuk perawatan luka di bagian belakang badannya sebelum menjalani pengobatan yang lebih intensif patah tulang yang dideritanya. Setelah sektar 2 minggu dirawat di RSUD Tasikmalaya dengan menghabiskan biaya Rp 17.544.529, lukanya mulai membaik, dan Dik Esti pun diperbolehkan pulang. Pada tanggal 4 Desember 2013, setelah kesepakatan keluarga dan kesiapan Jamkesmas serta kurir pendamping Tasikmalaya dan Solo – Esti berangkat ke RS Orthopedi Solo atas rujukan RSUD Tasikmalaya menggunakan Ambulance dan kini sudah dalam perawatan intensif disana. Bantuan disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari selama di Solo setelah sebelumnya masuk di Rombongan 462.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal: 5 Desember 2013

Dik Esti mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangannya

Dik Esti mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangannya

———————————————————–

RAHMA NUR FAJRIAH, 2 tahun, Alamat: Kp.Setu RT.1/1, Bintara Jaya, Bekasi Barat. Sejak usia 5 bulan, Rahma menderita penyakit Thalasemia Major yang mengharuskannya ditransfusi darah dengan ritme 2 minggu sekali. Kasihan nasib anak ini, walau sudah akrab dengan jarum suntik atau alat transfusi lainnya – Harapan orangtuanya agar Rahma dapat sembuh normal seperti anak-anak seusianya, Ayahnya: Dedi (39) bekerja sebagai Buruh Bangunan dan terkadang serabutan serta Ibunya, Sunarsih (35) hanya seorang Ibu rumahtangga. Namun beruntung mereka sekeluarga sudah memiliki Jamkesmas karna sudah tergolong keluarga yang memang layak bantu, Persoalan baru adalah biaya untuk operasional ke RSUD Bekasi maupun ke RSCM Jakarta menjadi beban tambahan bagi penderitaan yang sedang mereka alami – Transport dan lainnya yang sudah mereka habiskan untuk rawat jalan si buah hati Rahma tercinta. #SedekahRombongan menjenguknya saat mereka akan berangkat ke RSCM untuk mengambil hasil Lab Darah Rahma, bantuan untuk transportasi dan kebutuhan lainnya disampaikan. Semoga Rahma lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @jawierjawa
Tanggal: 5 Desember 2013

Adik Rahma menderita penyakit Thalasemia Major

Adik Rahma menderita penyakit Thalasemia Major

———————————————————–

NAKUM, 49 tahun, Alamat: Kampung Kali, RT.2/3, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Bekasi. Pak Nakum tidak bekerja dan mempunyai tanggungan 3 orang. Berawal dari kecelakaan beberapa tahun yang lalu yang menyebabkan kaki pak Nakum bagian pahanya patah, kemudian dioperasi dan dipasang Ven. 3 tahun lalu Ven tersebut harusnya sudah dibuka kembali melalui operasi di Rumah Sakit namun pak Nakum tidak mempunyai biaya. Kini pak Nakum sudah dicabut Ven dikakinya dan masih dalam perawatan jalan paska operasi. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan transport pak Nakum dan berobat jalan dan kontrol ke RS Hasan Sadikin Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 466.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @suharnayana,
Tanggal: 4 Desember 2013.

pak Nakum bagian pahanya patah, kemudian dioperasi dan dipasang Ven

pak Nakum bagian pahanya patah, kemudian dioperasi dan dipasang Ven

———————————————————–

Ibu Aminah (55/buruh serabutan) alamat: Kecapi rt.04/03, Tlogosono, Gebang, Purworejo. Bu Aminah menderita sakit gondok sudah puluhan tahun. Beliau merasakan lehernya kaku dan seperti menyangga beban. Untuk berobat beliau tidak memiliki biaya dan hanya pasrah dengan keadaannya. Saat ini Tim #SedekahRombongan mengevakuasi beliau ke RSKB Diponegoro Klaten.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Yadi
Tanggal: 7-12-2013

Bu Aminah menderita sakit gondok sudah puluhan tahun

Bu Aminah menderita sakit gondok sudah puluhan tahun

———————————————————–

Andi wiyarto al hafizh. Pengajar dan penghapal al quran. Mengajar d ponpes baitul hikmah sukoharjo jateng ( selatan RS.nirmalasuri sukoharjo), pesantren yg khusus menghapal al quran. Berasal dari keluarga sederhana. 2 pekan lalu beliau sakit dg diagnosa awal DB. Namun hasil lab menunjukan adanya gejala leukimia. Kmudian di rawat d rs muwardi slama 1 pekan. Tp disarankan undharmais jkrta. Dg biaya 1 paket kemo terapi 150 jt.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @saptuari via @erick sukirgenk

Bapak Andi diagnosa awal DB. Namun hasil lab menunjukan adanya gejala leukimia

Bapak Andi diagnosa awal DB. Namun hasil lab menunjukan adanya gejala leukimia

———————————————————–

Sutinah Cokro Suwito, umur 78 th. Almt: Lingk Giritontro Lor, Rt 02/02, Kel. Giritontro. Kondisi dlm keadaan sakit, tdk bs bangun sejak 4/5 bln yg lalu krn jatuh. Tidak pny sanak sdr. Dirwt olh tetangga seadanya. Kondisi beliau benar-benar memprihatinkan, sebab tanpa sanak saudara dengan usia yang sudah tua, sehingga saat ini pun untuk buang air dilakukan di tempat, sehingga membuat kondisi rumah nya berbau sangat. Untuk makan sehari-hari pun dibantu tetangganya. Mbah sutinah pun tergolek lemah tak berdaya di tempat tidurnya. Semoga tetap kuat mbah.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @saptuari via @erick sukirgenk

Ibu Sutinah tdk bs bangun sejak 4/5 bln yg lalu krn jatuh

Ibu Sutinah tdk bs bangun sejak 4/5 bln yg lalu krn jatuh

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 17,000,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 482 ROMBONGAN

Rp. 15,296,699,108,-