Bp. Samsudin (48 tahun), pekerjaan sebagai buruh pembuat tahu. Istrinya bernama Komsiatun (46 tahun) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Beralamatkan di Ngabean RT 01 RW 01 Krajan 1 Secang Magelang Jawa Tengah. Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala sejak sekitar 2 tahun yang lalu. Awal mula dulu mimisan yang cukup serius dan kemudian di bawa ke RS.Sardjito untuk penindakan biopsy. Akan tetapi untuk pengobatan Pak Samsudin ini di RS.Sardjito menghabiskan biaya sekitar 50juta sehingga pihak keluarga, karena keterbatasan biaya, beralih ke pengobatan alternatif. Ternyata pengobatan alternatif yang dilakukan tidak membuahkan perkembangan baik dan justru sebaliknya semakin parah. Akhir bulan maret lalu kami kurir sedekah rombongan bertemu Pak Samsudin sudah dengan kondisi yang sudah parah (dengan luka di mata kiri membesar). Kam langsung membawanya ke RS.Sarjito dan sudah dilakukan perbaikan KU. Dokter menyarankan untuk dilakukan Penyinaran (Radioterapy) dan kemoterapy. Bantuan ini adalah biaya kemo, kontrol, cek lab dan obat di Rs. Sardjito.

Jumlah Bantuan : Rp.8.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @rizkyaditya4
Tanggal : 30/11/2013

Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala

Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala



———————————————————–

Mbah Giyem, alamat Srunggo 2 RT 1,Imogiri. Beliau sakit tumor kandungan dan pernah dioperasi 2 tahun yang lalu. Akan tetapi setahun setelah operasi masih terdapat keluhan lagi dengan perutnya dan kembali membesar. Mbah Giyem kami bawa ke RS dan sekarang dalam proses pengembalian kondisi fisik sebelum menjalani tindakan lanjutan. Sampai Mbah Giyem sembuh nanti kami akan mendampingi. Dan bantuan ini adalah untuk pembelian obat dan biaya laboratorium.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @imamnurhuda
Tanggal : 30/11/2013

Mbah Giyem sakit tumor kandungan

Mbah Giyem sakit tumor kandungan

———————————————————–

Bu Tarmini, 50 tahun, adalah pasien kanker payudara (ca mamae) dampingan #SedekahRombongan. Beliau berasal dari Purwodadi, Grobogan, Jawa tengah. Suaminya, Pak Suwanto (53 tahun) adalah seorang kuli bangunan. Dua putranya, Didik Riyanto (30 tahun) juga adalah seorang kuli bangunan, dan Listyani (20 tahun) bekerja sebagai karyawan swasta. Tahun 2010, Bu Tarmini merasakan nyeri pada payudaranya. Sempat berobat di Suwur dan Purwodadi, namun berhenti karena ketiadaan biaya. hingga akhirnya bulan Juni 2013, #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Tarmini dan mendampingi pengobatannya. Saat ini, Bu Tarmini sedang pada tahap proses kemotherapy. Biaya sebesar Rp. 1.200.000 ini adalah biaya untuk periksa laboratorium pasca kemo, kontrol dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp.1.200.000,-
Kurir : @KarmanMove via @dewiiiwulan
Tanggal : 30/11/2013

Bu Tarmini, 50 tahun, adalah pasien kanker payudara (ca mamae)

Bu Tarmini, 50 tahun, adalah pasien kanker payudara (ca mamae)

———————————————————–

Bu Tumiyem 58 tahun beralamat di Selo Timur, Hargorejo,Kokap,Kulon Progo. Dia adalah seorang pedagang sayuran di pasar. Menderita kanker payudara sejak 2010. Pada tahun 2011 pernah di bawa ke RS Sarjito oleh calon bupati waktu itu tapi tidak ada kelanjutan. Kankernya ini memburuk sejak pertengahan 2011. Kami membawa segera Bu Tumiyem ke RS di Jogja untuk segera mendapat penanganan. Hasilnya Bu Tumiyem harus menjalani kemoterapi dan penyinaran. Terapi panjang yang sudah dijalani ini akhirnya Bu Tumiyem menjalani pengangkatan tumor payudara. Selanjutnya rangkaian kemoterapi saat ini sedang dijalani. Bantuan ini merupakan biaya paket penyinaran, cek lab, dan obat.

Jumlah Bantuan : Rp.5.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @keliqer
Tanggal : 30/11/2013

ibu Tumiyem Menderita kanker payudara

ibu Tumiyem Menderita kanker payudara

———————————————————–

Ibu Dewi Karyati (45 th) adalah warga di BTN Klangenan RT 03 RW 04 No B-42 Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Beliau tinggal bersama suaminya, Bapak Mulyani yang bekerja sebagai buruh dan 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah, yaitu: Nadia Rohadatul Aisyi (15 th, pelajar SMP kelas 3) dan Abdul Hafidz (12th, kelas 6 SD). Sejak bulan Maret tahun 2011, Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri. Dalam waktu 1 bulan, benjolan tersebut semakin membesar sebiji salak. 2 bulan menjalani pengobatan alternatif, benjolan semakin membesar. Berbagai pengobatan alternatif dijalani Bu Dewi hingga akhir tahun 2011, namun benjolan semakin membesar dan pecah. Tahun 2011, Bu Dewi berobat di RS Arja Winangun (Cirebon) dan menjalani biopsi serta obat jalan. Sebenarnya dokter menyarankan untuk operasi, namun karena ketiadaan biaya Bu Dewi menghentikan upaya pengobatan medis dan menjalani kembali pengobatan alternatif tanpa hasil. Melalui Koran Radar Cirebon, Tim Sedekah Rombongan mendapatkan informasi tentang Bu Dewi dan mensurvey kondisinya di pertengahan bulan Oktober 2013. Tanggal 4 November 2013 Tim Sedekah Rombongan membawa Bu Dewi ke Yogyakarta untuk menjalani pengobatan. Saat ini, Bu Dewi telah memulai proses pengobatan di RS Sarjito dan menjalani kemoterapi serta proses pengobatan selanjutnya. Bantuan senilai Rp. 7.000.000 ini adalah biaya kemo pertama di Rs. Sardjito.

Jumlah Bantuan : Rp.7.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @nugie_vqz
Tanggal : 30/11/2013

Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri

Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri

———————————————————–

Ibu Dewi Karyati (45 th) adalah warga di BTN Klangenan RT 03 RW 04 No B-42 Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Beliau tinggal bersama suaminya, Bapak Mulyani yang bekerja sebagai buruh dan 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah, yaitu: Nadia Rohadatul Aisyi (15 th, pelajar SMP kelas 3) dan Abdul Hafidz (12th, kelas 6 SD). Sejak bulan Maret tahun 2011, Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri. Dalam waktu 1 bulan, benjolan tersebut semakin membesar sebiji salak. 2 bulan menjalani pengobatan alternatif, benjolan semakin membesar. Berbagai pengobatan alternatif dijalani Bu Dewi hingga akhir tahun 2011, namun benjolan semakin membesar dan pecah. Tahun 2011, Bu Dewi berobat di RS Arja Winangun (Cirebon) dan menjalani biopsi serta obat jalan. Sebenarnya dokter menyarankan untuk operasi, namun karena ketiadaan biaya Bu Dewi menghentikan upaya pengobatan medis dan menjalani kembali pengobatan alternatif tanpa hasil. Melalui Koran Radar Cirebon, Tim Sedekah Rombongan mendapatkan informasi tentang Bu Dewi dan mensurvey kondisinya di pertengahan bulan Oktober 2013. Tanggal 4 November 2013 Tim Sedekah Rombongan membawa Bu Dewi ke Yogyakarta untuk menjalani pengobatan. Saat ini, Bu Dewi telah memulai proses pengobatan di RS Sarjito dan menjalani kemoterapi serta proses pengobatan selanjutnya. Bantuan senilai Rp. 1.403.795 untuk perbaikan Kondisi Umum di RS. Nur Hidayah Bantul.

Jumlah Bantuan : Rp.1.403.795,-
Kurir: @KarmanMove via @rizkyaditya4
Tanggal : 30/11/2013

Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri

Bu Dewi merasakan benjolan di payudara kiri

———————————————————–

Ibu Inalmiyatun (73th) adalah warga di kampung Sembungan RT 1 Plataran Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta. Beliau dulu adalah seorang pembantu rumah tangga namun sekarang sudah berhenti Ibu Inalmiyatun saat ini tinggal bersama anaknya, Ibu Amartuningsih (53 th, IRT) & Bp. Suyono (56 th, seorang Pelukis) dan 4 orang putra yang masih sekolah dan kuliah. Sejak setengah tahun lalu menderita katarak mata kiri dan mata kanannya pandangannya kabur. Tim #SR membawa Bu Inalmiyatun ke RS. Mata Dr. YAP dan dioperasi matanya sebelah kanan terlebih dahulu sebelum nanti dilanjutkan operasi mata sebelah kiri. Bantuan senilai Rp. 7.500.000 ini adalah biaya ranap, operasi mata kanan, dan lensa di RS. DR.YAP.

Jumlah Bantuan : Rp.7.500.000,-
Kurir: @KarmanMove via @dika_taufiq, @arizafuadi
Tanggal : 30/11/2013

Ibu Inalmiyatun menderita katarak mata kiri dan mata kanannya pandangannya kabur

Ibu Inalmiyatun menderita katarak mata kiri dan mata kanannya pandangannya kabur

———————————————————–

Ibu Misna Suharti (25 th, IRT) beralamat di kampung Kregan Sendang Agung Minggir Sleman. Suaminya adalah Bp. Sulistyo (30th) yang bekerja sebagai buruh angkut harian di sebuah toko besi. Ibu Misna awalnya menderita sakit perut biasa dan dibawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan awal. Hasil awal dia didiagnosa sakit usus buntu akut namun setelah menjalani pemeriksaan keseluruhan mengarah pada kista ovari (kista dirahim) dan disarankan untuk dilakukan operasi. Pada tanggal 23 November 2013 lalu, Bu Misna dioperasi di RSI Hidayatullah. Tim #SedekahRombongan membantu pendampingan pembiayaan Bu Misna di RSI Hidayatullah karena mereka tidak memiliki Jamkes apapun. Saat ini, setelah operasi, Bu Misna sudah kembali pulih dengan kondisi yang sudah baik dan pulang diantarkan dengan ambulance #SedekahRombongan. Bantuan senilai Rp. 6.700.000 ini adalah biaya perawatan dan operasi di RSI. Hidayatullah Yogyakarta.

Jumlah Bantuan : Rp.6.700.000,-
Kurir: @KarmanMove Via @KdunkUSSIL @Nggimoet
Tanggal : 30/11/2013

Ibu Misna didiagnosa sakit usus buntu akut

Ibu Misna didiagnosa sakit usus buntu akut

———————————————————–

Bapak Sumaryoto (55 th) adalah seorang buruh bangunan yang tinggal di daerah Puluhdadi Rt 06 Rw 02 No 416 Catur Tunggal Depok Sleman Yogyakarta. Beliau adalah tulang punggung keluarga dengan tanggungan seorang Istri, Bu Waliyem (51th, IRT) dan 3 orang anak. Anak pertama Murjoko (31 th) bekerja sebagai buruh bangunan. Anak kedua Sri Wulangsih (29 th) dia tidak bekerja. Anak ketiga Dewi Wahyuni (22 th). Pada hari Selasa, 19 November 2013 jatuh dari ketinggian 4,5m ketika beliau sedang bekerja. Saat itu juga pak Maryoto langsung di bawa ke RS. Hidayatullah. Setelah di rontgen pak Maryoto disarankan untuk melakukan operasi. Tapi karena keterbatasan biaya akhirnya operasi tidak dilakukan dan hanya dibawa ke sangkal putung di daerah Solo. Bantuan ini digunakan untuk meringankan beban derita Pak Sumaryoto dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @rizkyaditya4
Tanggal : 30/11/2013

Setelah di rontgen pak Maryoto disarankan untuk melakukan operasi

Setelah di rontgen pak Maryoto disarankan untuk melakukan operasi

———————————————————–

Dwi Cahyono (25 tahun) beralamat di Kedundang 1 Rt 027/Rw 012 Temon Kulon Progo. Bekerja sebagai sebagai buruh pabrik di Jakarta. Sudah berkeluarga dengan Dwi Astuti (23 tahun) dan dikaruniai anak Rafkah (6bulan). Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya. Semasa tinggal di Jakarta pernah diperiksakan berobat namun tidak tuntas. Kondisi lidahnya saat ini semakin serius yang menyebabkan dia kesulitan untuk berbicara. Dalam kondisi tersebut Mas Dwi pulang ke Kulonprogo untuk melakukan pengobatan alternatif baik di Purwokerto maupun di Tawangmangu. Praktis, semenjak pulang ke Jogja, kondisi ekonominya berubah karena dia tidak lagi bekerja. Saat ini istrinya pulang ke rumah orang tuanya bersama anakna, sedangkan Mas Dwi menjadi tanggungan Ibunya yang hanya berdagang sayuran kecil-kecilan. Biaya ini merupakan biaya untuk CT Scan, Patologi Anatomi, kontrol dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp.2.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @rizkyaditya4
Tanggal : 30/11/2013

Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya

Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya

———————————————————–

Dik Raga Ferdianto (2 th) adalah putra pertama dari pasangan Bapak Sugianto (40 th, seorang petani) dan Ibu Aminah (30 th, IRT). Dik Raga menderita Cerebalpasy yang sejak usia 8 bulan. Penyakit ini dialami dik Raga karena dia lahir prematur dan kekurangan asupan gizi ketika proses perkembangan otak dan kekurang oksigen. Saat ini dik Raga harus menjalani fisioterapi secara terus menerus ke dokter selama 3 kali dalam seminggu dan setiap hari sebanyak 3 kali untuk dilatih dirumah. Di samping itu dik Raga harus terus diberi asupan nutrisi yang baik. Bantuan ini digunakan untuk biaya periksa ke RS dan fisioterapi.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @nurazizrohman
Tanggal : 30/11/2013

Dik Raga menderita Cerebalpasy

Dik Raga menderita Cerebalpasy

———————————————————–

Ibu Sukarmi (48 th) adalah seorang buruh warga Celungan, Sumberagung, RT 06 RW 02, Sleman, Yogyakarta. Beliau hidup sendirian di rumahnya karena tidak memiliki suami ataupun anak. Bu Sukarmi menderita kanker payudara (Ca Mamae) dan hanya dilakukan pengobatan alternatif karena tidak ada biaya. Bersama tim #SedekahRombongan Bu Sukarmi dibawa ke RS untuk dilakukan pemeriksaan secara medis. Bantuan senilai Rp. 2.000.000 ini digunakan untuk biaya periksa ke RS, Cek Lab, Patologi Anatomi, obat dan diberikan dalam bentuk tunai sebesar Rp. 1.000.000.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove @rizkyaditya4
Tanggal : 30/11/2013

Bu Sukarmi menderita kanker payudara (Ca Mamae)

Bu Sukarmi menderita kanker payudara (Ca Mamae)

———————————————————–

Ibu Murfi’ah (30 th) seorang Ibu rumah tangga dan juga pengasuh rumah tahfidz al-Anshor. Beliau tinggal di dusun Garon, RT 02, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Suaminya, Bapak. M. Thoyib (34 th) adalah seorang wiraswasta penjaga counter pulsa. Pasangan ini memiliki seorang putra yang masih TK. Bu Murfi’ah mengalami Abrasioretina yang menyebabkan matanya minus 25 sehingga harus menggunakan kacamata yang cukup tebal. Diperiksakan di RS YAP dan oleh dokter disarankan untuk operasi sebanyak 2-3 kali dengan biaya total sekitar 65 juta. Karena keterbatasan biaya selama ini Bu murfi’ah kemudian mengobatkan matanya secara herbal dengan biaya sekitar Rp. 1.500.000 perbulan. #SedekahRombongan membantu pengobatan bu Murfi’ah dengan memberikan santunan Rp. 1.500.000 untuk meringankan beban derita keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Kurir @KarmanMove via @arizafuadi
Tanggal : 30/11/2013

Bu Murfi’ah mengalami Abrasioretina yang menyebabkan matanya minus 25

Bu Murfi’ah mengalami Abrasioretina yang menyebabkan matanya minus 25

———————————————————–

AGUSTINI, 32 tahun, Alamat: Talang Batu, RT.1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Suami: Nurman, 35 tahun, Profesi Nelayan. Riwayat penyakit sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya dan sempat 2 kali dioperasi di RSCM Jakarta menggunakan fasilitas Jamkesmas. Belum sembuh total penyakitnya karena harus terus dilakukan penyinaran untuk mematikan jaringan tumornya, Agustini kembali ke Lampung karena merasa tidak mampu menanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Akhirnya awal 2012 Tumor itu kembali tumbuh dan membesar dan RS. Abdul Muluk merujuknya kembali ke RSCM. Bismillah… #SedekahRombongan kembali membantu biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, Saat ini operasi tahap pertama pembuangan Tumor yang ada di pipi Agustini telah dilakukan dan selanjutnya tindakan kemoterapi terus dilakukan sambil menunggu jadwal operasi perbaikan bagian hidung dan pipinya. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya makan mereka setelah sebelumnya masuk di Rombongan 470.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal: 30 November 2013.

Ibu Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

Ibu Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

———————————————————–

DEDI, 20 tahun, Alamat: Kp. Cibulus, RT.12/3, Karang Patri, Pabayuran, Bekasi. Ayah: Makar, 50 tahun dan Ibu: Rohayati, 40 tahun. Dedi, Pemuda yang saat ini tidak bekerja dirawat di RSCM atas rujukan dari RSUD Bekasi, Ia mengidap penyakit Anemia Plastik Melena/Pendarahan. Kesulitan kedua orangtuanya dapat dibayangkan karna pak Makar juga kondisinya sedang menganggur, kehidupan mereka cukup sulit saat ini. Alhamdulillah, berbekal Jamkesmas mereka dapat merawat Dedi di Rumah Sakit, walau biaya harian dan transportasi selama di Rumah Sakit menjadi beban tambahan saat ini. #SedekahRombongan kembali manyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan sehari-hari selama perobatan di RSCM Jakarta setelah sebelumnya masuk di Rombongan 470.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-. Dedi saat ini masih rutin melakukan transfusi darah di RSCM Jakarta.
Kurir : @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal: 30 November 2013.

Bapak Dedi mengidap penyakit Anemia Plastik Melena/Pendarahan

Bapak Dedi mengidap penyakit Anemia Plastik Melena/Pendarahan

———————————————————–

SITI FATIMAH (10 bulan), Kp. Sukasari Desa Rancapaku RT 3/8 Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Dik Siti sejak lahir menderita penyakit bibir sumbing. Sejak 5 bulan yang lalu ia disarankan oleh bidan desa untuk segera menjalani operasi bibir sumbing, karena jika giginya sudah tumbuh dikhawatirkan akan lebih menyulitkan. Pak Lili (44) yang bekerja sehari-hari sebagai tukang jualan cimol (sejenis makanan kecil jajanan anak-anak), bukannya tidak ingin segera mengobati anaknya, namun kesulitan ekonomi mengurungkan niatnya, karena mereka tidak memiliki biaya untuk transport dan bekal untuk perawatan di rumah sakit, meskipun memiliki Jamkesmas. Ibu yayah (42) sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga yang disibukkan mengurus kelima orang anak yang menjadi tanggungannya. Rencananya Senin tanggal 2 Desember 2013, mereka akan mulai pengobatan Dk Siti dengan mulai pengurusan dokumen dan rujukan yang diperlukan ke Desa, Kecamatan, Puskesmas,dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu kelancaran pengobatan Dik Siti Fatimah. Pak Lili dan Bu Yayah mengcapkan terima kasih yang tak terhingga kepada #SR ketika santunan diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem Rahmat Muzzaqi
Tanggal : 29 November 2013

Ibu Siti menderita penyakit bibir sumbing

Ibu Siti menderita penyakit bibir sumbing

———————————————————–

TINI KARTINI (53), Janda tua, suami sudah meninggal, alamat Kampung Rancabungur RT 1/2 Kelurahan Sukalaksana Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Bu Tini sehari-hari bekerja sebagai seorang buruh tani dengan tanggungan 5 orang. Sepeninggal almarhum suaminya, Bu Tini harus bekerja membanting tulang untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan kelima anaknya. Sejak beberapa bulan yang lalu di bagian lehernya muncul bejolan yang kian hari kian membesar. Setelah melakukan pemeriksaan di Puskesmas, ia dirujuk ke RSUD Tasikmalaya. Diagnosa dokter menunjukkan bahwa ia menderita panyakit pembengkakan kelenjar getah bening. Saat ini ia sedang menjalani pemeriksaan intensif di RSUD Tasikmalaya, ia harus bolak-balik ke RSUD seminggu sekali dan sudah mendapatkan jadwal untuk operasi, berbekal kartu Jamkesmas yang ia miliki. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan kepada Bu Tini untuk biaya persiapan operasi dan transportasi ke RSUD Tasikmalaya yang direncanakan awal Desember 2013 ini, setelah sebelumnya masuk di ROmbongan 476.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 30 November 2013

Ibu Tini menderita panyakit pembengkakan kelenjar getah bening

Ibu Tini menderita panyakit pembengkakan kelenjar getah bening

———————————————————–

YANTI (37), alamat Kp. Rancabungur Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Ibu single parent, yang menjadi tulang punggung keluarga ini sudah 10 tahun menderita penyakit kelenjar getah bening yang menyebabkan pembengkakan di bagian lehernya. Kemiskinan, keluguan, dan ketidakberdayaan, menghalangi niatnya untuk meraih kesembuhan yang selama ini didambakannya. Ikhtiar untuk berobat telah dilakukan namun hanya seadanya, seiring dengan kemampuan ekonomi seorang ibu dengan tanggungan 2 anak yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, yang sudah ditinggal suaminya karena wafat beberapa tahun yang lalu. Sisanya ia pun hanya bisa pasrah berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Jamkesmas yang dimiliki tidak serta merta mampu menjamin semua keperluan pengobatannya, karena untuk biaya transportasi ke RSUD saja Bu Yanti kesulitan. Hasil keringatnya sebagai seorang pembantu jauh dari mencukupi, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan biaya kedua buah hatinya pun selalu serba kekurangan. Bu Yanti telah selesai menjalani operasi dan sekarang melakukan jadwal kontrol setiap minggu ke RSUD Tasikmalaya. #SedekahRombongan sangat memahami kesulitan ibu tangguh ini, jalinan tali kasih dari para sedekaholics kembali diulurkan melalui penyampaian santunan untuk meringankan biaya pengobatannya setelah sebelumnya masuk di Rombongan 468.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 29 November 2013.

Ibu Yanti menderita penyakit kelenjar getah bening

Ibu Yanti menderita penyakit kelenjar getah bening

———————————————————–

SOPA NUR PAOJA, 6 tahun. Anak ketiga dari 6 bersaudara ini tinggal bersama kedua orangtuanya di Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Ayahnya, Amin (44), buruh harian lepas yang dipekerjakan para pemilik sawah/kebun untuk menggarap usaha pertanian mereka. Ibunya Ikoh (32) tak punya pekerjaan lain selain mengurus rumah tangga dan membesarkan keenam anaknya dengan segala keterbatasan. Tanggungan Pak Amin cukup banyak: 7 orang. Menggunakan JAMKESMAS, sejak 12 bulan lalu ia dibawa berobat ke Puskesmas Cisurupan dan RSUD Dr. Slamet Garut. Divonis mengidap lupus, akhirnya dirujuk ke RSHS Bandung. Hanya mampu berjalan 3 bulan, orangtua Sopa mengobatinya ke RSHS Bandung. Mereka menghentikan usahanya karena kehabisan biaya. Hampir 9 bulan ia tak mwndapatkan perawatan dan pengobatan medis. Alhamdulillah keluarga miskin ini mendapatkan dampingan dan bantuan #SedekahRombongan agar mereka bisa membebaskan dirinya dari belenggu penderitaan hidup akibat kemiskinan dan penyakit yang dialami anggota keluarga tercintanya. Bantuan lanjutan disampaikan untuk keperluan sehari-hari selama berobat di RSHS setelah sebelumnya masuk di Rombongan 467.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 30 November 2013.

Adik Sopa Divonis mengidap lupus

Adik Sopa Divonis mengidap lupus

———————————————————–

ILHAM NURYASIN, 8 tahun. Pelajar SD kelas 2 ini tinggal di Kampung Giri Mukti RT.1/2, Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Tempat tinggalnya bersama kedua orang tua dan satu adiknya cukup jauh dari pusat kota Bandung, berada di daerah perkebunan teh yang udaranya sejuk, dingin. Ayahnya: Sutia (43) adalah buruh harian perkebunan teh PTPN VIII dan Ibunya Imas (27) pernah juga bekerja di tempat yang sama dangan suaminya, namun 3 balan ini ia lebih fokus mengurus rumah tangga serta kedua anaknya yg masih kecil dan perlu perhatian khusus, apalagi untuk Ilham, anak pertamanya yang saat ini sedang meregang kesakitan akibat retinoblastoma kambuh. Padahal, dua tahun lalu ia dinyatakan sembuh dari penyakit berbahaya ini setelah berbulan-bulan dikemo dan dioperasi dengan biaya dari rereongan warga istilah gotong royong dalam bahasa sunda dan bantuan perusahaan orangtuanya. Keluarga miskin ini hampir tak bisa menerima takdir ini, Pak Sutia hampir saja mempertanyakan keadilan Tuhan; “Asa teungteuingeun Gusti ka Abdi?. Itu kata yang sempat terlontar saat Kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumahnya, yg lebih tepat disebut “saung” (warga menyebutnya “bedeng”, kompleks rumah sangat sederhana tuk para pekerja perkebunan). Kita bisa merasakan beban kemiskinannya yang semakin berat karna pihak perusahaan sudah menghentikan bantuannya, begitu juga donasi sekali-sekali dari warga tak mesti diharapkan. Saat disampaikan bantuan dari #SR, Ia tersyungkur bersujud sambil mendoakan para sedekaholik dan para kurir semua: “Teu sangka .. Gusti masihan ieu rizki, Abdi tiasa lalandong deui..”. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk kesekian kalinya demi keperluan mereka sehari-hari setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 462.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 30 November 2013

Adik Ilham menderita retinoblastoma

Adik Ilham menderita retinoblastoma

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 49,803,795,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 480 ROMBONGAN

Rp. 15,234,354,108,-