Ibu Temon, 61tahun, Gedongan 07/05Sinduadi Mlati Sleman YK. Nama suami Ponidi 67 tahun buruh tani. Ibu Temon Sakit Strok sudah 4 tahun dan tidak ada biaya utk berobat. anak2nya hanya bekerja sebagai buruh lepas, yg hanya cukup utk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Pagi ini tadi ketika saya sampaikan titipan dari donatur #SR, beliau sedang menikmati sarapan Gembili(talas) dari akar tumbuhan lumbu yg biasa tumbuh disawah.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal penyampaian: 19 November 2013
Kurir: @Saptuari Via Wawan Abduh

Ibu Temon Sakit Strok sudah 4 tahun dan tidak ada biaya utk berobat

Ibu Temon Sakit Strok sudah 4 tahun dan tidak ada biaya utk berobat



———————————————————–

Bu Tumirah (45 tahun) alamat Pangen Juru Tengah RT 1 RW 3 Purworejo menderita kanker payudara. Suami bu Tumirah, pak Solikhin (50 tahun) bekerja sebagai pegawai honorer di kelurahan. Dengan dampingan #SedekahRombongan Bu Tumirah selama hampir 1 tahun, beliau telah menjalani operasi pengangkatan kanker payudaranya dan menyelesaikan paket kemo sebanyak 6x. Bantuan ini untuk membiayai kontrol rutin, rontgen, USG, dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp.2.365.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @Tya_Nurulendah
Tanggal : 13/11/2013

Ibu Tumirah menderita kanker payudara

Ibu Tumirah menderita kanker payudara

———————————————————–

Adik MUHAMMAD ROMADHAN (13/pelajar SLTP) putra dari bapak Lasono (buruh) dan ibu Sarmini (IRT) beralamat di
Karangkembang, Malangnjiwan, Kebonarum, Klaten. Dik Muhammad saat umur 9 tahun mengalami kecelakaan terjatuh ketika memanjat tratak tenda tetangganya yang punya hajatan. Ketika itu tangannya hanya diurut saja sehingga saat ini nampak ada tulang yang menonjol pada siku kanannya. Setelah dilakukan foto rontgen di RS Karima Utama Solo, ternyata ada pergeseran sendi dan harus dilakukan operasi untuk reposisi tulangnya. Dokter sudah menjadwal untuk operasi pada sore nanti. Bantuan pertama ini digunakan untuk biaya pendaftaran, priksa dokter, foto rontgen, cek darah dan akomodasi pasien dan keluarga.

Jumlah Bantuan: Rp 600.000,-
Kurir: @ dhe_mang Via @bangwidji
Tangga: 15-11-2013

Dik Muhammad saat umur 9 tahun mengalami kecelakaan terjatuh ketika memanjat tratak

Dik Muhammad saat umur 9 tahun mengalami kecelakaan terjatuh ketika memanjat tratak

———————————————————–

RIKI MAULANA, 25 tahun, anak pertama dari dua dua bersaudara. Bapaknya, Mamat (48), tercatat sebagai warga Kampung Ciseupan I, RT. 1/4, Desa Panyocokan, Kec.Ciwidey. Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari bapaknya bekerja sebagai buruh bangunan. Ibunya, Dedah Faridah (44) membuka warung di teras rumahnya. Di tengah himpitan ekonomi dengan jumlah tanggungan 3 orang, mereaa juga harus banting tulang mengobati anak pertamanya, Riki Maulana. Sejak dilahirkan, Riki menderita sakit bocor Jantung. Gejala awal, sejak bayi, ia sering mengalami panas tinggi dan kejang-kejang. Pengobatan pertama dilakukan saat Riki berusia 2 tahun di RSHB Jakarta. Tim dokter RSHB saat itu mendiagnosa Riki mengalami kebocoran Jantung dan merekomendasikannya untuk dioperasi Jantung. Karena kondisi keuangan yang pas-pasantindakan operasinya tidak dilakukan. Kondisi Riki berlanjut hingga usianya 17 tahun. Selama usia remaja ini Riki sering mengeluarkan darah dari hidungnya dan masih sering kejang-kejang serta mudah lelah, Tahun 2005 Pak Mamat membawa Riki kembali menjalani pengobatan di RS Harapan Kita Jakarta. Melihat kondisi Riki saat itu, Team dokter RS Harkit menyarankan untuk segera dilakukan operasi. Namun, juga karena alasan ekonomi/tidak mampu membayar biaya operasi yang cukup tinggi, untuk kali kedua pengobatan Riki Maulana tidak dilanjutkan. Cobaan berupa penyakit yang dialami keluarga ini seolah tak pernah henti. Pak Mamat tak bisa beraktivitas normal sejak 8 tahan yg lalu sampai sekarang karena kedua kakinya lumpuh, Dia kehilangan pelerjaannya sbagai tukang bangunan. Beberapa kali Riki sudah kontrol untuk operasi dan hingga tanggal 14 November 2013 dilakukan tindakan operasi tersebut, Namun malang bagi remaja pendiam ini – Paska operasi kondisinya kritis dan akhirnya meninggal dunia. Upaya sudah dilakukan bersama namun semuanya kembali pada Sang Kuasa… Selamat jalan Riki… Bantuan duka disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 449.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda via @harji_anis,
Tanggal 16 November 2013.

Riki menderita sakit bocor Jantung

Riki menderita sakit bocor Jantung

———————————————————–

RENDRA MITRA (7,5), Alamat: Jln. Budi Mulya RT.11/4, Pademangan, Jakarta Utara. Mengidap leukimia sejak tiga bulan lalu, Rendra sudah tidak tahan lagi dengan deritanya dan dengan bekal seadanya mencoba untuk berobat ke RSCM dengan memanfaatkan fasilitas KJS. Ayahnya Nana (29) sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek motor, dan ibunya Ita (26) ibu rumah tangga, terpaksa meninggalkan pekerjaanya sementara menunggui buah hatinya berobat di RSCM. Keluarga dengan jumlah tanggungan tiga orang anak ini merasa keberatan untuk biaya transportasi bolak-balik berobat ke RSCM, mengingat untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk Rendra untuk keperluan obat yang tak terbeli setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 459, Saat ini Rendra harus setiap minggu kontrol ke RSCM karna terakhir kondisinya melemah – dari hidungnya sering mengeluarkan darah. Rencana dikhitan diundur lagi dikarnakan kondisinya dan beresiko pendarahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal 13 November 2013.

Adik Rendra Mengidap leukimia

Adik Rendra Mengidap leukimia

———————————————————–

RAMADHANI, Bayi dari pasangan Edi Wiharja (25) dan Devi (20) yang menikah tahun 2012, Warga asal Kp. Cibadak. RT.14/6. Kel/Desa Bojong. Kec. Cikupa. Kab Tangerang. Banten ini sangat bahagia saat istrinya mengandung anak pertamanya, namun proses kelahiran anaknya yang belum cukup umur ini lahir prematur dalam usia 8 bulan menjadi cobaan yang panjang bagi pasangan muda ini. Ramadhani lahir 28 Juni 2013 di sebuah Bidan di kampungnya dengan berat 2,4 kg dan 1 jam setelah kelahirannya bayi Ramadhani diberikan asupan susu formula, namun setelah 1 jam minum susu Ramadhani mengalami muntah-muntah. Oleh suster kembali bayi Ramadhani diberikan susu, namun kembali bayi Ramadhani mengalami muntah-muntah sampai 4x suster memberikan susu formula bayi Ramdhani kembali muntah-muntah. Kali ini kondisi seluruh tubuhnya membiru, melihat kondisi ini suster melarikan ke IGD RSUD Tangerang dan langsung ditangani oleh tim dokter, dari hasil pemeriksaan dokter dan hasil rongent thorax, paru-paru bayi Ramadhani terendam air susu yang diminumnya, baru diketahui bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus. Setelah 5 hari dirawat di perinatologi RSUD Tangerang, bayi Ramadhani dirujuk ke RSCM Jakarta untuk dilakukan tindakan operasi. Bayi Ramadhani langsung ditangani tim dokter dan operasi penyambungan rongga tenggorokaan ke lambung sudah dilakukan, namun biaya pembelian obat antibiotik dan susu formula yang dibutuhkan bayi Ramadhani sangatlah memberatkan pak Edi yang hanya seorang buruh limbah, sekali suntik pak Edi harus mengeluarkan biaya 1juta belum lagi biaya sehari-hari dan juga tempat tinggal sementara di Jakarta yang juga memberatkan keluarga ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuan lanjutanpun disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari selama di RSCM setelah sebelumnya masuk di Rombongan 466.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @hatji_anis
Tanggal 14 November 2013.

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

———————————————————–

YUDISTIRA PRATAMA, 3,5 tahun, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karna teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Beberbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery paska operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan harian Yudistira setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 449.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @zerinabanu via @harji_anis
Tanggal: 14 November 2013.

Adik Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

Adik Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

———————————————————–

LISMA (5,5), Kampung Cikatomas RT 1/8, Desa Cogreg Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya. Ibunya Lia (25) adalah single parent yang sudah ditinggalkan Tisno (45) sejak Dik Lisma dilahirkan. Pak Tisno sekarang sudah menikah lagi, sementara Bu Lia sendirian berperan ganda sebagai tulang punggung keluarga dan juga sebagai ibu rumah tangga. Bu Lia tinggal bersama orang tuanya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan memiliki tanggungan 3 orang. Dik Lisma sejak bayi menderita penyakit TB paru-paru sehingga perkembangan badannya pun sedikit terhambat, kurus. Sejak setahun yang lalu tulang dadanya perlahan-lahan menyembul, untuk yang satu ini Dokter belum bisa mendiagnosanya lebih lanjut. DIk Lisma dibawa ke RS karena kondisinya mengkhawatirkan, Bu Lia dan Neneknya Dik Lisma nekad hanya berbekal kartu SKTM tanpa dilengkapi dokumen lainnya. Pihak RSUD asalnya mengharuskan Bu Lia membayar semua biaya perawatan Dik Lisma dengan fasilitas umum, padahal jangankan untuk membayar biaya perawatan, untuk biaya sehari-hari saja selama 7 hari dirawat di RSUD ia sudah kehabisan bekal. Alhamdulillah, setelah #SedekahRombongan melobby Dinas Kesehatan, dan mengungkapkan keadaan keluarga miskin ini, akhirnya biaya perawatan Dik Lisma bisa dibantu dan dijamin Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, sehingga #SR hanya tingggal membantu pembayaran biaya kekurangannya saja. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga miskin ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal: 14 November 2013

Dik Lisma sejak bayi menderita penyakit TB paru-paru

Dik Lisma sejak bayi menderita penyakit TB paru-paru

———————————————————–

AKMAL (11 hari), Kampung Nangoh RT 1/ 9 Kelurahan Bungursari Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Ayah: Ohik (30), pekerjaan buruh bangunan, Ibu Elis (25) ibu rumah tangga, tanggungan 4 orang. Bayi Akmal lahir di Bidan Desa secara prematur pada usia kandungan memasuki usia delapan bulan, berat badannya hanya 1,5 kg. Selain itu ia juga kerap mengalami sesak nafas sehingga segera dirujuk ke RSUD Tasikmalaya, namun karena RSUD Tasikmalaya penuh, Bayi Akmal akhirnya dirawat di RS Al Islam Tasikmalaya. Dokter menduga ada kelainan pada paru-parunya sehingga ia harus dirawat secara intensif. Keluarga Bapak Ohik memiliki fasilitas Jampersal, namun RS Al Islam hanya bisa melayani rawat inap pasien Jampersal selama 3 hari, sisanya harus bayar sesuai dengan fasiitas umum. Untuk menghindari biaya membengkak, #SedekahRombongan segera memindahkan Bayi Akmal ke RSUD Tasikmalaya, namun lagi-lagi masih penuh, sehingga akhirnya dibawa ke RS Prasetya Bunda. Alhamdulillah setelah 2 hari dirawat di RS Prasetya Bunda, ada Kamar kosong di RSUD Tasikmalaya, Bayi Akmal pun segera dibawa ke sana dan saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif Tim Dokter RSUD Tasikmalaya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga miskin ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal: 15 November 2013

Bayi Akmal lahir di Bidan Desa secara prematur pada usia kandungan memasuki usia delapan bulan

Bayi Akmal lahir di Bidan Desa secara prematur pada usia kandungan memasuki usia delapan bulan

———————————————————–

PIAH SOPIAH (53), Kampung Gunungsari RT 3/5,Kelurahan Gantang ,Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Ibu Piah hanya seorang ibu rumah tangga biasa, suami Umuh (54) bekerja sebagai buruh serabutan dengan tanggungan 3 orang. Keluarga ini tercatat di Kelurahan Gantang termasuk dalam kategori keluarga miskin, sehingga mereka mendapatkan fasilitas Jamkesmas. Riwayat Penyakit, sejak setahun yang lalu Bu Piah menderita penyakit kanker THT CA Nasofaring Stag 4. Jenis penyakit ini membutuhkan rangkaian pengobatan yang panjang, sehingga keluarga miskin ini sangat terbebani dengan biaya sehari-hari selama Bu Piah dirawat, meskipun untuk biaya pengobatan mereka dijamin pemerintah dengan fasilitas Jamkesmas. Sampai saat ini Bu Piah telah menjalani 10x pengobatan dengan radiasi dari rencana total 30x dan masih diharuskan juga untuk menjalani kemoterapi 3x lagi. Saat ini Bu Piah untuk sementara masih tinggal di rumah singgah basement RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga miskin ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @abahlutung
Tanggal: 15 November 2013

Bu Piah menderita penyakit kanker THT CA Nasofaring Stag 4

Bu Piah menderita penyakit kanker THT CA Nasofaring Stag 4

———————————————————–

Danang 20 tahun warga Noyokerten Berbah Sleman, sudah lama mengidap kelainan jantung, sampai akhirnya masuk ICU RS Sarjito jogja, dan meninggal dunia. orangtua bekerja sebagai pedagang, bantuan ini untuk meringankan beban rumah sakit

Jumlah Bantuan: 1.000.000,-
Tanggal penyerahan: 30 Oktober 2013
Kurir Penyampai: @Sitaresmi_dewi

Bapak Danang mengidap kelainan jantung

Bapak Danang mengidap kelainan jantung

———————————————————–

Taman Bacaan Alquran dusun Jetak Sendangtirto saat ini sedang dibangun, santri yang belajar semakin banyak, #SedekahRombongan turun meninggalkan jejak kebaikan bantuan operasional bulanan dan pelengkap fasilitas, semoga semakin banyak anak yang semangat mempelajari Alquran, jumlah santri hingga 70 orang terus menebar kebaikan. Diterima ustadz Abdullah

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal penyampaian: 3 Agustus 2013
Kurir penyampai: @Saptuari

Taman Bacaan Alquran dusun Jetak Sendangtirto

Taman Bacaan Alquran dusun Jetak Sendangtirto

———————————————————–

Adik Dany Ella Rifki Farisa (10 tahun) putra bapak Mulyono (40 thn) dan ibu Rubiani (31 thn) menderita sakit bocor jantung. Gejala ini baru diketahui pada saat umur 2 tahun. Kondisi fisik lemah, apabila melakukan aktivitas sedikit berat selalu tersengal-sengal dan sesak nafas. Pada usia 10 tahun keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga upaya membaikan kondisi Rifki bisa dilakukan dengan merujuknya ke RSU Sarjito Yogyakarta. Selama ini bapak dan ibuknya tidak mampu mengobatkan Rifki karena pekerjaan ayahnya sebagai kuli bangunan dan ibunya berjualan mracang di depan rumah. Semoga ikhtiar yang dilakukan oleh #Sedekah Rombongan bisa menyembuhkan Rifki. Keluarga ini tingga di RT 4 RW R Dukuh Sumberejo Ringinagung Magetan Jawa Timur.

Jumlah Bantuan: Rp 2.500.00,-
Kurir: @dhe_mang Via @bangwidji @ervin_survive
Tanggal: 18-11-2013

Adik Dany menderita sakit bocor jantung

Adik Dany menderita sakit bocor jantung

———————————————————–

#SedekahRombongan yang selama ini bergerak membantu duafa juga memberi perhatian kepada mereka2 yang mengabdi pada sesama tanpa meminta imbalan jasa. Pak Naryo dan Bu Naryo pengasuh panti asuhan sayap ibu sejak tahun 1986 memasuki masa purna tugas, mengasuh anak2 cacat ganda dengan penuh kesabaran, #SedekahRombongan memberi kenang2an batik sumbangan dari para kurir, juga sedikit uang untuk mensupport mereka.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal penyerahan: 30 Oktober 2013
Kurir penyampai: @saptuari

Pak Naryo dan Bu Naryo pengasuh panti asuhan sayap ibu sejak tahun 1986

Pak Naryo dan Bu Naryo pengasuh panti asuhan sayap ibu sejak tahun 1986

———————————————————–

Yulius Hay Jurumana, pelajar 17 tahun, mengalami kecelakaan bermotor. Gigi depan copot semua dan kepala serta muka dijahit karena benturan dengan aspal. Tulang paha kanan dan tulang betis Yulius mengalami pergeseran. Orangtua Yulius yang bekerja sebagai buruh tani kebingungan untuk mencari biaya darurat pengobatan. Berita kesulitan ini sampai kepada kurir #sedekahrombongan di Kupang dan segera mendatangi rumah sakit dimana Yulius dirawat. Alamat tinggal Yulius di Jl. Adisucipto Mauhau RT/RW 03/01 Waingapu NTT. Bantuan ditujukan untuk meringankan biaya perawatan dan pembelian gigi palsu.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 9 November 2013

Yulius Hay Jurumana, pelajar 17 tahun, mengalami kecelakaan bermotor

Yulius Hay Jurumana, pelajar 17 tahun, mengalami kecelakaan bermotor

———————————————————–

Ibu Acah, 72 tahun, menderita kencing batu dan komplikasi lainnya. Tinggal bersama suami yang bekerja sebagai petani. Penyakit kencing batu ibu Acha diderita sejak 10 tahun lalu dan cenderung dibiarkan tanpa penanganan serius karena tidak mempunyai cukup biaya. Bu Acah tinggal di Jl. Matahari, Kampung Malaus Kab. Sorong Papua Barat. Santunan #sedekahrombongan untuk membantu Bu Acah berobat kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Hamdani, Hendro, Malik dan Endang
Tanggal: 12 November 2013

Ibu Acah, 72 tahun, menderita kencing batu dan komplikasi lainnya

Ibu Acah, 72 tahun, menderita kencing batu dan komplikasi lainnya

———————————————————–

Ibu Sulinda, 35 tahun, menderita kanker rahim sejak 3 tahun lalu. Bu Sulinda tinggal di Jl. Jawa Kampung Majaran RT/RW 01/01 Kab. Sorong Papua Barat. Suami Bu Sulinda bekerja sebagai buruh pabrik. Selama ini belum ada pengobatan yang komprehensif dilakukan karena kondisi ekonomi Bu Sulinda dan keluarga yang minim. Bantuan #sedekahrombongan disalurkan guna melanjutkan pengobatan Kanker rahim Bu Sulinda.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Hamdani, Hendro, Malik dan Endang
Tanggal: 12 November 2013

Ibu Sulinda, 35 tahun, menderita kanker rahim sejak 3 tahun lalu

Ibu Sulinda, 35 tahun, menderita kanker rahim sejak 3 tahun lalu

———————————————————–

Ibu Sofiatun Dwi laeliyah 41 th Alamat di Simbarejo RT8 RW03 Kemiri Selomerto Wonosobo. Jawa Tengah. Seorang Ibu Rumah Tangga istri dari pak Rahmat yang bekerja sebagai sopir Mempunyai 2 anak. Ibu Sofiatun adalah seorang penderita kanker payudara. Ini bantuan kedua #SR. Setelah periksa ke RS Sardjito Yogyakarta, ternyata kanker payudara dan sudah menjalar sampai ketiak. Dan setelah operasi akan dilanjutkan kemoterapi 6x Kebetulan bu Sofiatun belum mendapatkan Jamkes. Bismillah mari ringankan beban bu Sofiatun.

Jumlah Bantuan: Rp 2.000.000,- untuk kemoterapi.
2 November 2013
@MarjunulNP via M. Yusuf Ubaidi

Ibu Sofiatun adalah seorang penderita kanker payudara

Ibu Sofiatun adalah seorang penderita kanker payudara

———————————————————–

Arif (33th) asal Jakarta dan Istri Veni (28 th) dengan satu anak umur 6 bulan, merantau di jogjakarta 3 bulan yang lalu. Tinggal di kos2an numpang teman, satu kamar untuk 2 keluarga. Di Jombor Lor RT 3/ RW 19 no 85 Sleman. Selama di jogja dia bantu2 teman servis komputer, sekarang karena tidak ada kerjaan dan harus menghidupi keluarganya bingung nyari kerjaan dimana, dikarenakan beliau tidak punya KTP jogja.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,- untuk modal usaha..
Kurir @MarjunulNP via @haris_simpul
2 November 2013

Bantuan modal usaha untuk Arif

Bantuan modal usaha untuk Arif

———————————————————–

Bayi ini merupkan putri pertama dari pasangan ibu santi dn bpk jamil..lahir dengan prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR). Saat lahir berat bayi Ibu santi hanya 1.100 gr.sudah 2minggu berada di inkubator..setelah 2minggu d inkubator ternyata bayi mungil ini terdiagnosa malaria (fivax), dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan hematologi rutin dan pemeriksaan darah tepi, ibu santi memiliki jaminan berupa jamkesda akan tetapi tidak bisa digunakan untuk pemeriksaan laboratorium..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir: @saptuari via @ladylidya02
Tanggal : 22 November 2013

Saat lahir berat bayi Ibu santi hanya 1.100 gr

Saat lahir berat bayi Ibu santi hanya 1.100 gr

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 25,265,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 473 ROMBONGAN

Rp. 14,986,871,313,-