Dik Hoki Pangestu (9 bulan), putra ke 5 dari bapak Untung Sriyono (53 tahun), seorang buruh serabut yang juga dalam kondisi menggunakan tangan palsu di bagian kanan, dan Ibu Eni kusmiati (43 tahun), seorang ibu rumah tangga. Keluarga ini tinggal di Ngadipuro Rt 003/009, Ngadipuro Dukun, Magelang. Dik Hoki menderita kelainan tidak mempunyai anus sejak lahir. Pernah dioperasi di Sardjito pada bulan Februari 2013 dan yang kedua bulan oktober 2013. Dan akan dilanjutkan operasi lanjutan sekitar 4-5 bulan lagi. Pada operasi yang pertama lalu, Dik Hoki bisa dioperasi atas bantuan Jamkesmas, namun untuk operasi kedua ini tidak ada Jamkesmas yang akhirnya membuat orang tua dik Hoki kebingungan mengingat kemampuan ekonomi mereka yang hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari. #SR memberikan bantuan kepada keluarga ini untuk meringankan beban mereka.

Jumlah Bantuan : Rp.8.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @rofiqSILVER, @imamnurhuda, @awansan123
Tanggal : 9/11/2013

Dik Hoki menderita kelainan tidak mempunyai anus sejak lahir

Dik Hoki menderita kelainan tidak mempunyai anus sejak lahir



———————————————————–

Bu Kami, 55 tahun, beralamatkan di klaci 3 Rt 01/12Margoluwih Seyegan Sleman Yogyakarta. Suami beliau adalah seorang buruh pembuatan genteng press di desanya. Bu Kami menderita Kanker Payudara besar. Selama sakit pernah diikhtiarkan untuk operasi sebanyak satu kali tapi setelah tiga tahun penyakitnya ini kambuh lagi. Namun karena tidak adanya biaya untuk operasi, pengobatanya jadi berhenti. Bu Kami atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SR sudah menjalani tindakan kemo terapi sebanyak 30x. Bantuan ini merupakan biaya kontrol dan pembelian obat selama 1 bulan.

Jumlah Bantuan : Rp.700.000,-
Kurir : @KarmanMove via @imamnurhuda
Tanggal : 6/11/2013

Bu Kami menderita Kanker Payudara besar

Bu Kami menderita Kanker Payudara besar

———————————————————–

Ibu Parsiyem (77 tahun) seorang Ibu rumah tangga yang bersuamikan Bapak M. Dasuki (83 tahun) seorang petani kebun. Mereka tinggal di Gedad RT 1 Banyusoco Playen Gunung Kidul Yogyakarta. Sejak 3 tahun lalu Ibu Parsiyem menderita stroke hingga mengalami kelumpuhan organ bawah. Selama ini melakukan pengobatan di Puskesmas setempat dengan menggunakan Jamkesmas. Ibu Parsiyem saat ini membutuhkan kursi roda dan harus membeli sendiri. Mereka kemudian mengajukan permohonan kursi roda ke Sedekah Rombongan. Sebagai bentuk kepedulian kami, kemudian #SR membelikan kursi roda dengan harga Rp. 750.000 untuk ibu Parsiyem.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Kurir : @KarmanMove via @kdunk_dkdunk, @ilhamasmara
Tanggal : 6/11/2013

Ibu Parsiyem menderita stroke

Ibu Parsiyem menderita stroke

———————————————————–

Ibu Siti (58 tahun) seorang penjual cengkeh dan rempah-rempah di pasar Cereng, Kulonprogo. Alamanya di Argowilis, Kokap, Clapar 2 Kulonprogo. Ibu Siti adalah seorang janda dari bapak Asmorejo (alm) yang meninggal sekitar 15 tahunan yang lalu. Dan memiliki anak 3 orang. Ibu Siti menderita penyakit tumor dan dirawat di RS Sardjito selama 1 bulan lebih untuk tindakan operasi di selangkangan yang dilanjutkan kemotherapy dan cek darah. Saat ini Bu Siti tinggal menjalani rutin setiap bulan. Dan biaya ini adalah bantuan untuk kontrol dan obat beliau.

Jumlah Bantuan : Rp.600.000,-
Kurir : @KarmanMove via @zuhdanMtata
Tanggal : 6/11/2013

Ibu Siti menderita penyakit tumor

Ibu Siti menderita penyakit tumor

———————————————————–

Bu Tumilah, 56 tahun, tinggal di desa Tiwir, RT 05, RW 20, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Jogjakarta. Suami beliau bernama Bapak Musiran yang bekerja sebagai buruh tani. Bu Tumilah ini mengalami sakit kanker payudara yg sudah dideritanya sejak 30 tahun yang lalu. Awalnya sektar tahun 1985 saat itu hanya terlihat sebagai benjolan dan dioperasi oleh seorang mantri dengan alat seadanya. Setelah 27 tahun tidak ada keluhan, Bu Tumilah mengalami kecelakaan tunggal jatuh dari sepeda motor, beliau mengalami gagar otak kecil, patah tulang, dan mata kiri nya tidak bisa terbuka dan harus melakukan terapy dimata kirinya selama 3 bulan. Dalam proses terapynya, kanker payudara yang selama ini tidak ada keluhan, pecah dan semakin membesar. Bu Tumilah, kami bawa ke RS Sarjito Jogja, di bagian kanker. Dari hasil pemeriksaan dokter, Ibu Tumilah harus menjalani kemotherapy dan penyinaran, Kankernya sudah berada di Stadium 4. Alhamdulillah saat ini proses kemotherapy dan penyinaran telah selesai dijalani oleh Bu Tumilah. Bantuan ini merupakan biaya kontrol dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp.700.000,-
Kurir : @KarmanMove via @keliqer
Tanggal : 7/11/2013

Bu Tumilah ini mengalami sakit kanker payudara

Bu Tumilah ini mengalami sakit kanker payudara

———————————————————–

Ibu Wakirah (40 tahun) seorang petani, istri dari bapak Haryanto (55 tahun) yang juga seorang petani. Mereka tinggal di Bentar rt 01/03 Kenteng Ponjong Gunung Kidul Yogyakarta. Pasangan ini dikaruniai 2 anak. Anak pertama berumur 24 tahun yang hanya mengenyam pendidikan sampaismp dan sampai saat ini masih belum bekerja. Sedangkan anak kedua berumur 12 tahun yang masih duduk di bangku smp. Ibu Wakirah menderita sakit Ca Mandibula sejak tahun januari 2011 dan pernah dilakukan operasi di RS PKU dan penyinaran di Sardjito tapi karena keterbatasan biaya penyinaran ibu Wakirah dihentikan. Tahun ini penyakitnya kambuh lagi dan oleh dokter disarankan penyinaran sebanyak 35 x. Bantuan ini merupakan biaya untuk kontrol pasca penyinaran dan pembelian obat selama 1 bulan.

Jumlah Bantuan : Rp.700.000,-
Kurir : @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 7/11/2013

Ibu Wakirah menderita sakit Ca Mandibula

Ibu Wakirah menderita sakit Ca Mandibula

———————————————————–

Dik Anas Zadit Taqwa (8 tahun), putra dari bapak Mustofa (tukang kayu) dan ibu Sani (Ibu rumah tangga). Mereka tinggal di Jagalan, Rt 001/13, Pabelan, Mungkid, Magelang. Dik Anas menderita penyumbatan di otak. Awalnya merasakan lemas dan muntah muntah. Dik Anas dibawa ke dokter dan didiagnosa penyumbatan otak. Saat
Kurir #SR mengunjunginya, dik Anas sudah dipindah ke RS Sardjito. Bantuan ini digunakan untuk meringankan beban keluarga dik Anas.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @awansan123
Tanggal : 7/11/2013

Dik Anas menderita penyumbatan di otak

Dik Anas menderita penyumbatan di otak

———————————————————–

Dik Irsyad Salman Alfarizy, (7 tahun). Putra dari pasangan Bapak Rustam (49 tahun) seorang buruh harian dan Ibu Sri Mulyati (38 tahun) seorang penjual lotek di rumahnya. Keluarga ini tinggal di Krisik, Kreo, Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta. Pada bulan Agustus 2013 lalu Dik Irsyad mengalami demam dengan suhu yang cukup tinggi dan tak kunjung sembuh meskipun sudah beberapa kali dirawat di Puskesmas Minggir Sleman. Ternyata pada tanggal 15 Oktober 2013 pada leher dik Irsyad ditemukan benjolan sebesar kelereng yang kian membesar. Dik Irsyad kemudian dibawa ke Klinik Sinduadi selama 1 minggu untuk operasi pengangkatan benjolan di lehernya tersebut. Oleh dokter dik Irsyad di diagnose Hyperteroid dan untuk pengangkatan tersebut membutuhkan dana sebesar Rp. 6.300.000 yang cukup memberatkan bagi keluarga ini. #SR memberikan santunan kepedulian untuk membiayai keseluruhan biaya operasi dan rawat inap dik Irsyad.

Jumlah Bantuan : Rp.6.300.000,-
Kurir @KarmanMove via @kdunk_dkdunk @nggimut
Tanggal : 9/11/2013

dik Irsyad di diagnose Hyperteroid

dik Irsyad di diagnose Hyperteroid

———————————————————–

Ibu Demes (67 tahun) tinggal di Klepu Rt 68 Rw 26, Hargowilis Kokap Kulon Progo beliau dulu adalah seorang buruh gendong. Ibu Demes tidak memiliki suami dan anak. Ibu Demes hidup bersama adiknya yang bernama Paijan (50 tahun) yang juga masih lajang dan tidak bekerja. Selama sekitar 2 bulan Bu Demes mengalami sakit sesak nafas dan bengkak-bengkak di sekitar kaki dan tangannya yang diikuti rasa panas. Beliau sudah pernah di bawa ke dokter tapi belum diketahui jenis penyakitnya. Di samping proses pengobatannya yang tidak berkelanjutan karena tidak adanya biaya. Selama sakit tersebut untuk kesehariannya juga dirawat oleh adiknya yang pertama,Pak Pujo (60 tahun) seorang tukang batu. Setelah melakukan survey untuk melihat kondisi Bu Demes, team #SR merencanakan membawa beliau berobat. Namun belum sempat dibawa berobat, sehari kemudian Bu Demes dipanggil Allah pada hari Senin pukul 07.00. #SR kemudian datang bertakziah menyampaikan bela sungkawa dan santunan untuk keluarga Bu Demes yang diterima oleh adiknya yakni Pak Pujo.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @anggaubi, @abgan_al
Tanggal : 10/11/2013

Bu Demes mengalami sakit sesak nafas dan bengkak-bengkak di sekitar kaki dan tangannya

Bu Demes mengalami sakit sesak nafas dan bengkak-bengkak di sekitar kaki dan tangannya

———————————————————–

Bapak Raedi (70tahun),warga Bandorasa Kulon, Cilimus,Kuningan,Jawa Barat. Menderita tumor di rahang kanan sejak 6 tahun lalu. Selama 8.5 bulan Pak Raedi di dampingi tim #SedekahRombongan untuk menyelesaikan proses Kemoterapynya hingga selesai, dan proses radioterapi untuk mematikan sel-sel sisa kanker serta mengecilkan bengkak di rahang kanannya. Setelah cek-up terakhir tanggal 28/1/2013, dokter memutuskan pengobatan pak Raedi telah selesai dan hanya kontrol saja. InsyaAllah sel kanker sudah tidak ada lagi, Pak Raedi kembali ke Kuningan Jawa Barat membawa senyum indah. Bantuan ini untuk biaya cek-up rutin di radiotherapy, obat dan akomodasi pulang pergi ke Kuningan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @maryatiara
Tanggal : 10/11/2013

Bapak Raedy Menderita tumor di rahang kanan

Bapak Raedy Menderita tumor di rahang kanan

———————————————————–

Bapak Supardi (57 tahun), seorang duda beranak 3 di Glagah Kidul RT 03 Tamanan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Istrinya bernama Ibu Djumilah yang meninggal pada tahun 2011. Pak Supardi menderita penyakit Diabetes sejak 3 tahun yang lalu dan komplikasi dengan gagal ginjal serta terdapatnya cairan di paru-parunya. Sejak setahun ini Pak Supardi harus menjalani cuci darah (Hemodialisa) 3x seminggu di RS PKU Muhammadiyah Yogykarta atas bantuan Jamkesmas. Namun kondisi Pak Supardi semakin melemah dan harus menggunakan oksigen setiap harinya dengan biaya sekitar 1 juta perbulan, sedangkan oksigen tersebut tidak tercover oleh Jamkesmas. Sementara kondisi keuangan 3 orang anaknya hanya untuk kehidupan sehari-hari. Saat ini Pak Supardi tinggal bersama kedua anaknya karena anak yang pertama ikut suaminya di desa sebelah. Pak Supardi saat ini sudah tidak lagi bisa bekerja dan hanya berbaring atau duduk di tempat tidurnya. Untuk kebutuhan sehari-hari ditopang oleh anaknya yang kedua sebagai buruh mebel di pabrik. anaknya yang ketiga tidak bisa bekerja karena bertugas melayani Pak Supardi yang tidak bisa ditinggalkan. Bantuan ini digunakan untuk meringankan beban pak Supardi membeli oksigen

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @arizafuadi
Tanggal : 10/11/2013

Pak Supardi menderita penyakit Diabetes

Pak Supardi menderita penyakit Diabetes

———————————————————–

Ibu Ningrum Watiningsih (32 tahun), adalah seorang buruh yang tinggal di Dusun Pandes 1 Wonokromo Pleret Bantul, Yogyakarta. Memiliki seorang suami yang juga bekerja sebagai buruh namun belum memiliki keturunan. Ibu Ningrum awalnya, oleh dokter, diduga menderita sakit jantung dan kemudian dilakukan operasi katup jantung pada tahun 2012 lalu. Namun pada kontrol selanjutnya yang dilakukan oleh dokter lain disebutkan bahwa penyakit Ibu Ningrum ini mengalami rembetan ke liver yang mengakibatkan penyakit Asites (terdapat di perut yang menyebabkan perutnya membesar. Dalam operasi sebelumnya, Ibu Ningrum memperoleh bantuan biaya operasi dari kerabat dan keluarganya serta atas bantuan Jamkesda. Bantuan ini digunakan untuk meringankan beban derita yang dialami Ibu Ningrum dan keluarganya

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @nugie_vqz
Tanggal : 12/11/2013

Ibu Ningrum menderita penyakit Asites

Ibu Ningrum menderita penyakit Asites

———————————————————–

Ibu Riyanti (38 tahun) adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Tegalsari RT 05/009 Semin, Gunung Kidul. Suami Ibu Riyanti bernama Bapak Wasikan (44 tahun) yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Pasangan ini memiliki 2 orang anak yang berumur 21 dan 14 tahun. Ibu Riyanti ini sejak sebulan yang lalu (saat kurir #SR menjenguk-Red) menderita sakit patah tulang akibat kecelakaan yang dialaminya pada tanggal 9 Oktober 2013. Naas, si penabrak Ibu Riyanti ini tidak mau bertanggungjawab atas kecelakaan tersebut dan tidak bersedia mengobati Ibu Riyanti. Akibatnya, karena tidak memiliki biaya, pengobatan Ibu Riyanti hanya dilakukan seadanya yang justru mengakibatkan patah tulangnya semakin parah dan membusuk. 9 November 2013 lalu, tim dari Sedekah Rombongan datang menjenguk dan memberikan bantuan sebesar Rp. 2.000.000,- untuk membantu pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @tya_nurulendah @RofiqSILVER @dewiiwulan
Tanggal : 12/11/2013

Ibu Riyanti sakit patah tulang akibat kecelakaan

Ibu Riyanti sakit patah tulang akibat kecelakaan

———————————————————–

Ibu Murtofingah (47 tahun), alamat di Kedaleman Wetan RT 1 RW 3, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Suaminya bernama Bapak Muhdi (48 tahun) seorang petani kebun. Dari pernikahan mereka dikaruniai 2 orang anak, Tatik Fajriyati (21 tahun, IRT) dan Anisa Kurniawati Rizki (9 tahun, pelajar kelas 4 SD). Bu Murtofingah adalah seorang yang menderita kanker payudara (Ca Mamae) sejak tahun 2010. Bu Murtofingah sebenarnya pada tahun 2010 sudah menjalani operasi benjolan di payudara di RS Kebumen. Setelah itu menjalani kontrol untuk mengetahui apakah jinak/ ganas. Karena ketiadaan biaya, Bu Murtofingah tidak menjalani kontrol rutin dan tidak mengetahui bahwa kankernya tergolong ganas. Tahun 2012, barulah Bu Murtofingah menjalani pemeriksaan kembali di RS Sarjito, menemui Prof Teguh. Dari pemeriksaan di Klinik Onkologi barulah diketahui bahwa kankernya ganas dan sudah stadium 3. Bu Murtofingah kemudian menjalani 4x kemoterapi, Operasi Pengangkatan payudara dan terapi hormon. Bu Murtofingah menjalani beberapa kali penyinaran juga sbg bagian dari perawatan. Di akhir tahun 2012, Bu Murtofingah telah menjual tanah dan rumahnya untuk biaya pengobatan. tapi ternyata biaya yang dibutuhkan masih banyak. Oleh Dr. Retno direkomendasikan kepada #SedekahRombongan untuk mendapat bantuan. Oktober 2012, Bu Murtofingah mulai didampingi oleh SR untuk mendapat perawatan pasca operasi. Beliau masih membutuhkan banyak biaya untuk penyinaran, kontrol dan pengobatan. Biaya ini merupakan biaya kontrol dan obat.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 12/11/2013

Ibu Murtofingah menderita kanker payudara (Ca Mamae)

Ibu Murtofingah menderita kanker payudara (Ca Mamae)

———————————————————–

Bu Tarmini, 50 tahun, adalah pasien kanker payudara (ca mamae) dampingan #SedekahRombongan. Beliau berasal dari Purwodadi, Grobogan, Jawa tengah. Suaminya, Pak Suwanto (53 tahun) adalah seorang kuli bangunan. Dua putranya, Didik Riyanto (30 tahun) juga adalah seorang kuli bangunan, dan Listyani (20 tahun) bekerja sebagai karyawan swasta. Tahun 2010, Bu Tarmini merasakan nyeri pada payudaranya. Sempat berobat di Suwur dan Purwodadi, namun berhenti karena ketiadaan biaya. hingga akhirnya bulan Juni 2013, #SedekahRombongan bertemu denga Bu Tarmini dan mendampingi pengobatannya. Saat ini, Bu Tarmini sedang pada tahap proses kemotherapy. Biaya ini adalah biaya untuk kemotherapy ke 5, kontrol dan biaya obat.

Jumlah Bantuan : Rp.6.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @rofiqsilver @ilhamasmara
Tanggal : 12/11/2013

Bu Tarmini, 50 tahun, adalah pasien kanker payudara (ca mamae)

Bu Tarmini, 50 tahun, adalah pasien kanker payudara (ca mamae)

———————————————————–

Bu Tumiyem 58 tahun beralamat di Selo Timur, Hargorejo,Kokap,Kulon Progo. Dia adalah seorang pedagang sayuran di pasar. Menderita kanker payudara sejak 2010. Pada tahun 2011 pernah di bawa ke RS Sarjito oleh calon bupati waktu itu tapi tidak ada kelanjutan. Kankernya ini memburuk sejak pertengahan 2011. Kami membawa segera Bu Tumiyem ke RS di Jogja untuk segera mendapat penanganan. Hasilnya Bu Tumiyem harus menjalani kemoterapi dan penyinaran. Terapi panjang yang sudah dijalani ini akhirnya Bu Tumiyem menjalani pengangkatan tumor payudara. Selanjutnya rangkaian kemoterapi saat ini sedang dijalani. Bantuan ini merupakan biaya paket penyinaran, cek lab, dan obat.

Jumlah Bantuan : Rp.5.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @rizkyaditya4
Tanggal : 12/11/2013

Ibu Tumiyem Menderita kanker payudara

Ibu Tumiyem Menderita kanker payudara

———————————————————–

Pak Tanto, 47 tahun, seorang buruh, beralamatkan di Desa sukasari RT 2 RW 4 Mandirancan Kuningan. Istrinya bernama Anis Aniasih yang juga seorang buruh. Mereka dikarunia 6 anak. Pak tanto awalnya mengalami kecelakaan kerja tertimpa pasir bebatuan pada tanggal 16 juni 2012. Telapak kaki kanan & kiri serta kantong kemih sobek. Beliau langsung di bawa ke RS. 45 kuningan dan dirawat selama 1 bulan. Setelah setahun lebih beliau masih meras sakit di bagian perut kanan bawah dan dibawa ke Sardjito. Dari hasil pemeriksaan dokter di Sardjito dan operasi teropong baru akhirnya diketahui penyebab pecahnya kantong kemih karena patah tulang belakang. Bantuan ini merupakan biaya kontrol dan akomodasi pulang ke Kuningan. ?

Jumlah Bantuan : Rp.1.300.000,-
Kurir: @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 12/11/2013

Pak Tanto mengalami kecelakaan kerja yg menyebabkan Telapak kaki kanan & kiri serta kantong kemih sobek

Pak Tanto mengalami kecelakaan kerja yg menyebabkan Telapak kaki kanan & kiri serta kantong kemih sobek

———————————————————–

Dwi Cahyono (25 tahun) beralamat di Kedundang 1 Rt 027/Rw 012 Temon Kulon Progo. Bekerja sebagai sebagai buruh pabrik di Jakarta. Sudah berkeluarga dengan Dwi Astuti (23 tahun) dan dikaruniai anak Rafkah (6bulan). Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya. Semasa tinggal di Jakarta pernah diperiksakan berobat namun tidak tuntas. Kondisi lidahnya saat ini semakin serius yang menyebabkan dia kesulitan untuk berbicara. Dalam kondisi tersebut Mas Dwi pulang ke Kulonprogo untuk melakukan pengobatan alternatif baik di Purwokerto maupun di Tawangmangu. Praktis, semenjak pulang ke Jogja, kondisi ekonominya berubah karena dia tidak lagi bekerja. Saat ini istrinya pulang ke rumah orang tuanya bersama anakna, sedangkan Mas Dwi menjadi tanggungan Ibunya yang hanya berdagang sayuran kecil-kecilan. Biaya ini merupakan biaya untuk pemeriksaan awal dan AJH.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @nurazizrohman, @aji_kristanto
Tanggal : 12/11/2013

Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya

Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya

———————————————————–

Dek Helmy Taqiyudin (3 tahun) adalah putra dari bapak Turisman (35 tahun) seorang buruh harian lepas dan Ibu Kamsiyah (33 tahun) seorang Ibu Rumah Tangga. Keluarga ini tinggal di Desa Danasri RT 002 Rw 001,Kelurahan Buayan, Kecamatan Buayan. Dek Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata. Oleh keluarganya hanya diberi obat tetes mata. Namun lama kelamaan mata kirinya semakin membesar seperti bola pingpong. Saat ini dek Helmy sudah dioperasi dan menjalani serangkaian kemotherapy yang ke 51 dari 105 yang dijadwalkan oleh dokter yang juga bertepatan dengan ulang tahun dek Helmy yang ke 3. Kami akan terus mendampingi dek Helmy hingga kesembuhannya kelak. Bantuan ini merupakan biaya kemotherapy yang ke 51.

Jumlah Bantuan : Rp.3.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 12/11/2013

dek Helmy sudah dioperasi dan menjalani serangkaian kemotherapy

dek Helmy sudah dioperasi dan menjalani serangkaian kemotherapy

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 44,550,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 471 ROMBONGAN

Rp. 14,889,292,313,-