Bp. Samsudin (48 tahun), pekerjaan sebagai buruh pembuat tahu. Istrinya bernama Komsiatun (46 tahun) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Beralamatkan di Ngabean RT 01 RW 01 Krajan 1 Secang Magelang Jawa Tengah. Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala sejak sekitar 2 tahun yang lalu. Awal mula dulu mimisan yang cukup serius dan kemudian di bawa ke RS.Sardjito untuk penindakan biopsy. Akan tetapi untuk pengobatan Pak Samsudin ini di RS.Sardjito menghabiskan biaya sekitar 50juta sehingga pihak keluarga, karena keterbatasan biaya, beralih ke pengobatan alternatif. Ternyata pengobatan alternatif yang dilakukan tidak membuahkan perkembangan baik dan justru sebaliknya semakin parah. Akhir bulan maret lalu kami kurir sedekah rombongan bertemu Pak Samsudin sudah dengan kondisi yang sudah parah (dengan luka di mata kiri membesar). Kam langsung membawanya ke RS.Sarjito dan sudah dilakukan perbaikan KU. Dokter menyarankan untuk dilakukan Penyinaran (Radioterapy) dan kemoterapy. Bantuan ini adalah biaya kemo di Rs. Sardjito.

Jumlah bantuan : Rp.7.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @aji_kristanto
Tanggal : 5/11/2013

Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala

Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala



———————————————————–

AAN KARMINI, 47 tahun, Alamat: Kampung Karamat, RT.2/25, Alam Endah, Rancabali, Bandung. Bertahun-tahun bu Aan sudah menderita Tumor Payudara, Sering mengeluarkan darah dan benjolan-benjolan yang dirasanya sangat menyakitkan. Pernah beberapa kali berobat ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD namun tidak berlanjut karna alasan transportai biaya dan membeli beberpa kelengkapan perobatan yang tidak tercover Jamkesmas, Kini Payudaranya sudah membengkak dan Kronis serta bu Aan sudah dirawat inapkan di RSHS Bandung. Janda miskin ini mempunyai anak 1 orang dan bu Aan bekerja sebagai Buruk Pengepak Stoberi di kampungnya.

“Saya ingin berobat lagi supaya bisa kuat salat yang sempurna!” Itulah kalimat yang terucap dari bibir Bu Aan sambil menahan tangis, saat kurier #SR menanyakan alasan ingin melanjutkan ihtiar kesembuhannya. Bu Aan Karmini memang salah satu pasien dampingan #SR yang sebelumnya sudah dinyatakan sembuh. Berbekal fasilitas Jamkesmas, pada bulan Maret 2013 ia mulai didampingi #SR untuk mendapatkan pelayanan medis dari rumah sakit. Pada April 2013 kanker di payudara Bu Aan Karmini akhirnya berhasil diangkat. Walaupun ia belum dinyatakan sembuh total dan harus kontrol rutin untuk tindakan selanjutnya, kurier Bandung telah membuat dokumen Before-After -nya. Sayang, waktu itu ia menghentikan usahanya; “Saya merasa sembuh sekarang, sudah bosan berobat terus dan segera ingin bekerja,” alasannya saat ia menolak untuk kontrol rutin ke RSHS. Penyakitnya kambuh, menyerang bagian yang sama terjadi pada akhir bulan September! Berminggu-minggu ia menahan rasa sakit, lapar dan kepedihan dalam kesendirian di gubuknya. Anak satu-satunya yang biasa mendampinginya kini sudah menikah dan dibawa suaminya ke Bekasi. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk bu Aan yang saat ini masih dirawat, Setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 354.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 10 November 2013

Bertahun-tahun bu Aan sudah menderita Tumor Payudara

Bertahun-tahun bu Aan sudah menderita Tumor Payudara

———————————————————–

SUKARDIMAN, 40 tahun, Pengamen yang bertempat tinggal di daerah utara Pademangan Barat, Jakarta Utara. Pada Rombongan 441 #SedekahRombongan sudah menyampaikan bantuan utuk perobatan Mata yang saat itu sudah tidak bisa melihat karena suspect katarak parah. Namun setelah beberapa kali dilakukan tindakan ke ahli mata ternya Sukardiman memiliki retina yang sudah rusak hingga pandangannya saat ini buram bila melihat benda atau objek di depannya. Kini ia berniat mengobatinya lagi ke ahli mata alternatif yang juga berniat akan membantunya. Dahulu bekerja sebagai penarik becak, kini mengamen diantar anak dan istrinya. Tinggal di sebuah kamar petak di lantai dua, ukuran 3 x 3 meter, dimana ruang tamu, dapur dan tempat tidur menjadi satu. Beliau tinggal bertiga dengan istri dan satu anak.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal : 10 November 2012.

Bapak Sukardiman suspect katarak parah

Bapak Sukardiman suspect katarak parah

———————————————————–

ARBIL JOKO SATRIO WIBOWO, 18 tahun, Alamat: Jaka Sampurna, Bekasi. Arbil adalah seorang anak pelajar SMU kelas 3 di SMU Teratai Putih Bekasi. Anak ke-4 dari 5 bersaudara ini tinggal bersama orang tuanya di sebuah rumah kontrakan tanpa nomor rumah dan RT/RW, rumah ini terletak persis di pinggir sungai dimana hanya ada 3 rumah termasuk kontrakan rumah Arbil. Adi (53) ayah dari Arbil yang bekerja hanya seorang Honorer lepas pengontrol rel kereta api di Stasiun Tanah Abang dan Aisah (42) ibu dari arbil yang hanya seorang pencuci baju di sebuah komplek perumahan di bekasi. Saat ini Arbil menderita gagal ginjal dan terdapat batu ginjal mengakibatkan kondisinya lemah, kencing darah sampai dengan saat ini. Sudah beberapa kali Arbil sempat putus asa dengan penyakitnya dan ingin mengakhiri hidupnya. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Keluarga lemah ini dan memberikan semangat demi kesembuhannya. Semua jaminan SKTM Arbil sudah ada dan saat ini sedang menunggu untuk rawat jalan di RSUD Bekasi yang selanjutnya segera dilakukan proses operasi oleh dokter RSUD. Keinginan Arbil ingin kembali ke bangku sekolah lagi akan menjadi satu keniscayaan, Semoga ikthiar Arbil dan keluarga diberi kemudahan Allah SWT. Bantuan disampaikan untuk membeli obat yang tak ditanggung SKTM dan untuk keperluan lainnya selama berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @jawierjawa
Tanggal : 9 November 2013.

Arbil menderita gagal ginjal

Arbil menderita gagal ginjal

———————————————————–

ERNA, 42 tahun, Alamat: Jl.Tipar Kampung Baru, RT.9/8, Cakung, Jakarta Timur. Ibu Erna adalah warga Jakarta Utara yang saat ini sedang berobat jalan ke RS Koja, karna pada bulan Oktober 2012 pernah dioperasi disana. Suami: Endang, 43 tahun, adalah seorang Sopir. Kini mereka sudah dapat melanjutkan kontrol paska operasinya ke RS Koja setelah sebelumnya menyampaikan kesulitan biaya mereka kepada #SedekahRombongan. Kini bu Erna sudah dirujuk ke RSCM Jakarta dan sudah mulai berobat jalan, Terakhir dijenguk saat berobat jalan di RSCM kondisi bu Erna semakin memburuk penyakitnya – Lukanya sudah melebar kebagian belakang punggungnya. Bantuan lanjutanpun kembali disampaikan untuk kebutuhan transportasi bu Erna setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 449.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
urir : @ddsyaefudin via @harji_anis,
Tanggal : 8 November 2013.

kondisi bu Erna semakin memburuk penyakitnya - Lukanya sudah melebar

kondisi bu Erna semakin memburuk penyakitnya – Lukanya sudah melebar

———————————————————–

ABAH MARTA (74) seorang tukang tambal ban di daerah Cihaurbeuti, Rajapolah Tasikmalaya. Abah Marta sosok orang tua tangguh yg tdk mudah menyerah, meski ia terlahir buta, namun ia tdk mau hanya jadi pelengkap penderita kehidupan, tak mau meminta-minta dan dikasihani. Ia tidak mau menjadikan kekurangannya sebagai senjata untuk mendulang rasa iba dari orang lain. Bekerja sebaga tukang tambal ban, demi menafkahi istri tercintanya, karena anak-anaknya sudah berkeluarga. Kegigihannya bekerja sempat terkendala saat kompressor yang setiap hari menjadi andalannya untuk mencari nafkah rusak, pelanggannya sepi, krn dgn pompa manual, pekerjaannya menjadi lama, pelanggan lebih suka mencari tempat tambal ban lain. Untuk bisa makan, istrinya menunggu pelanggan yang datang, kadang jam 2 siang atau malah sore baru mereka bisa makan. Namun demikian takk tergambar keluhan ketika cerita ini ia ungkapkan. Setiap waktu sholat, Abah menghentikan aktivitasnya utk menghadap Sang Khalik. Dari magrib sampe isya diisi dengan dzikir.Pintu rumahnya baru dibuka lagi selepas isya. Fisik Abah sehat, raut mukanya keras ditempa sulitnya kehidupan. Relawan #SedekahRombongan menemukan Abah Marta saat ban sepeda motornya bocor dan secara kebetulan melihat tempat tambal ban milik Abah Marta. #SedekahRombongan dan Relawan #SR Tasikmalaya segera bergerak untuk membantu kesulitan Abah Marta, relawan #SR menggalang dana dan menyampaikan santunan untuk membantu mengatasi kesulitan Abah Marta. Sekarang Abah Marta sudah bisa tersenyum lagi, usaha tambal bannya kembali lancar karena kompressornya sudah bisa jalan lagi, siap bahu membahu membantu mencari nafkah bersamanya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.100.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via Sidiq Fathonah
Tanggal : 8 November 2013.

Abah Marta sosok orang tua tangguh yg tdk mudah menyerah, meski ia terlahir buta

Abah Marta sosok orang tua tangguh yg tdk mudah menyerah, meski ia terlahir buta

———————————————————–

Ibu Saminem 57, seorang janda satu anak yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, bertempat tinggal di Panglon, Gumulan, Klaten Tengah, Klaten. Sakit yang dideritanya yaitu kepalanya terdapat benjolan berupa daging tumbuh dan beliau merasakan kepalanya sakit seperti ditusuk jarum. Sakit seperti ini sudah beliau rasakan selama dua tahun terahir ini. Tim #sedekahrombongan klaten, sudah memeriksakan kerumah sakit dan dijadwal untuk operasi sore nanti. Semoga operasi berjalan lancar..

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Gandung
Tanggal: 12-11-2013

Ibu Saminem kepalanya terdapat benjolan berupa daging tumbuh

Ibu Saminem kepalanya terdapat benjolan berupa daging tumbuh

———————————————————–

Ibu Novi (39/pedagang kecil) beralamat di Pemukti Baru Rt. 28 Rw.04, Tlogo, Prambanan, Klaten. Beliau mengalami sakit pada persendiannya sehingga badan sulit digerakkan, selain itu kalau kelelahan merasa pusing dan lemas. Saat ini ibu Novi sudah diperiksakan di RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten dan dokter menyarankan untuk berobat rutin. Bu Novi yang berprofesi sebagai pedagang kecil dirumah mengalami beban hidup yang lumayan berat, beliau harus menghidupi tiga putranya dan membiayai satu anaknya yang duduk di bangku SMK, dan kedua anaknya yang berusia TK dan SLTP tidak sekolah. Semoga bantuan dari sedekahrombongan ini bisa sedikit meringankan beban hidupnya dan Allah senantiasa melimpahkan barokah dan rahmatNya untuk ibu Novi sekeluarga.

Jumlah bantuan : Rp: 500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via @bangwidji
Tanggal: 13-11-2013

Ibu Novi mengalami sakit pada persendiannya sehingga badan sulit digerakkan

Ibu Novi mengalami sakit pada persendiannya sehingga badan sulit digerakkan

———————————————————–

Bp Rahyu isharyanto wibowo Ibu Sri Lestari mempunyai anak bernama Fiorentino Wibisono. Saat hendak menyeberang di jalan raya,tiba-tiba ada motor dengan laju cukup kencang menabrak wibisono, sehingga saat ini mengalami patah kaki. Bp rahyu hanya seorang Pekerja serabutan, buruh,jika ada yang butuh tenaga kasar kadang kerja dan kadang pun tidak. Dan istrinya juga hanya seorang Ibu Rumah tangga,kondisi sangat tidak mampu. Kondisi kaki anak tersebut kemudian dioprasi dan mendapatkan sejumlah 68 jahitan. Bantuan dari sedekaholics via #sedekahrombongan, semoga dapat meringankan kondisi keluarga tersebut. Semoga ALLAH SWT membaikkan kondisi sang anak.

Jumlah bantuan :Rp.1.000.000,-
diberikan pada 6 nopember 2013.
Kurir : @mawanhananto @saptuari

Adik Fiorentino mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah kaki

Adik Fiorentino mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah kaki

———————————————————–

Putu bayu anugrah (48hari) dengan benjolan tumor sebesar bola kaki di kepala, kondisi saat ini sangat-sangat memprihatinkan. Putu, di tinggalkan ibu nya (luh sari) dari rumah sakit, karena tidak mampu membiayai anak tersebut di rumah sakit. Dan ayah dari anak tersebut telah meninggal ( ketut sudiarsana). Dan saat ini putu hanya bersama neneknya. Neneknya yang merawat putu dengan kondisi seperti itu, sungguh sangat iba melihatnya. Mereka tinggal di desa Gesing kecamatan Banjar Kabupaten buleleng Bali. Bantuan dari para sedekaholics via #sedekahrombongan, semoga sedikit meringankan beban putu bayu dalam menjalani kehidupannya,biaya operasi yang cukup banyak menyebabkan sampai saat ini kondisi bayi tersebut masih belum bisa ditangani. Semoga ALLAH segera memberikan jalan, dan semoga tangan-tangan para sedekaholics tergerak untuk membantu bayi tersebut.

Jumlah bantuan : Rp. 2.500.000,-
Bantuan di berikan tanggal 7 nopember 2013.
Kurir : @komang alit @mawanhananto @saptuari

Putu bayu anugrah (48hari) dengan benjolan tumor sebesar bola kaki di kepala

Putu bayu anugrah (48hari) dengan benjolan tumor sebesar bola kaki di kepala

———————————————————–

Mbah Moeliyem Umur 60 thn Alamat di RT 02 Keongan Lor Sabdodadi Bantul Yogyakarta. Pekerjaan Pemulung. Mbah Muliyem hidup sebatang kara, tidak punya suami dan anak, kondisi fisiknya agak tuli (pendengaran berkurang). Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mbah muliyem berkeliling desa untuk mencari botol plastik, kertas, kayu, untuk dijual ( memulung). Rumah yg ditempati mbah muliyem bukan rumahnya sendiri, tp milik adiknya, rumahnya sangat sederhana berlantaikan pasir, tidak ada tmpt tidur hanya tikar

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa via Rudianto
Tanggal Pemberian: 10-11-2013

Mbah Muliyem hidup sebatang kara, tidak punya suami dan anak, kondisi fisiknya agak tuli (pendengaran berkurang)

Mbah Muliyem hidup sebatang kara, tidak punya suami dan anak, kondisi fisiknya agak tuli (pendengaran berkurang)

———————————————————–

Bu sumirah, 40 thn,ibu rumah tangga, tinggal di dusun Sindet,Trimulyo, Jetis,Bantul. Suaminya bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini dikarunia 2 orang putra. Bu Sumirah telah lama menderita penyakit kanker payudara semenjak 12 tahun silam. Beliau telah menjalani pengobatan alternatif tetapi tidak ada perkembangan positif. Kini payudaranya mulai mengeluarkan nanah dan beliau membungkusnya dengan plastik yang diikat dengan karet gelang. Bahkan sakitnya tersebut sudah menjalar hingga ke punggung. Badannya kian mengurus karena selain menjadi ibu rumah tangga beliau juga membantu suami bekerja disawah. Sedangkan dia dengan kondisinya tersebut tidak seharusnya lagi melakukan aktifitas yang berat. Bu Sumirah ingin melanjutkan pengobatan alternatif lagi, karena masih punya tanggunan anak yang masih kecil, sehingga beliau tidak bisa meninggalkan anaknya. Kami akan mendampingi pengobatan Bu Sumirah, walaupun beliau masih ingin melakukan pengobatan alternatif. Berikut bantuan untuk pengobatan Bu Sumirah, dan semoga beliau mau diperiksa secara medis.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @fikafrelika
Tanggal : 3/11/2013

Bu Sumirah telah lama menderita penyakit kanker payudara

Bu Sumirah telah lama menderita penyakit kanker payudara

———————————————————–

Pak Supriadi, 52 tahun, warga Sarmo Tengah, Hargowilis, Kokap, Kulonprogo adalah seorang yang bekerja di retribusi waduk Sermo. Pria yang masih melajang ini tinggal di rumah orang tuanya, bersama ibunya (75 tahun) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Sudah 9 tahun Pak Supri mengidap stroke, yang disertai dengan diabetes dan darah tinggi. Awalnya, beliau hanya merasa pusing. Saat menyandarkan diri untuk beristirahat, tiba-tiba tangan dan kaki kiri beliau tidak bisa digerakkan. Melalui pemeriksaan di RSUD Wates, diketahui gula darah beliau mencapai 600 mg/dL (dari batas normal 126 mg/ dL). Berbagai upaya pengobatan sudah dilakukan oleh Pak Supri ini baik itu medis maupun alternatif. Naas, suatu ketika saat perjalanan ke tempat pengobatan alternatif di Kaligesing, kaki kiri yang mengalami stroke tersebut terkena knalpot dengan luka melepuh yang cukup parah. Beliau hanya menyodet luka tersebut dengan harapan cepat mengering. Akan tetapi luka tersebut justru semakin parah dan membusuk. Setelah di bawa ke RSU, dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi dan menyayat bagian kaki yang hampir membusuk. Hingga sekarang,Pak Supri masih menjalani rawat jalan. Untuk kesehariannya, beliau hanya mengandalkan bantuan saudara. Penghasilan ibunya yang sudah tua dan bekerja serabutan tidak bisa menutup biaya hidup sehari-hari, apalagi untuk biaya berobat. Pihak keluarga juga mulai kehabisan biaya karena mahalnya harga obat. #SR memberikan santunan senilai RP. 1.000.000 yang digunakan untuk meringankan biaya pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @nurazizrohman
Tanggal : 5/11/2013

Pak Supri mengidap stroke

Pak Supri mengidap stroke

———————————————————–

Dik Imam (Imam Alif al-Fatoni), 11 bulan, putra dari Bapak Nurfatoni dan Ibu Winarti. Alamat di desa Kategan Rt 073 Patalan, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Kedua orangtuanya bekerja sebagai buruh serabutan dan buruh harian. Dik Imam menderita penyakit Hidrochepalus comunicans yang saat ini di rawat di Sardjito Irna 1 lantai 2 bangsal Cendana 4 ruangan 10 dengan biaya atas bantuan Jamkesmas. Namun pihak orang tua mengalami kesulitan untuk biaya sehari-hari mereka terutama untuk membelikan susu dan makanan bayi buat Dik Imam karena saat menunggu di RS mereka tidak bisa bekerja. Bantuan ini digunakan untuk mengurangi beban keluarga ini.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @mustaboel
Tanggal : 5/11/2013

Dik Imam menderita penyakit Hidrochepalus comunicans

Dik Imam menderita penyakit Hidrochepalus comunicans

———————————————————–

Pak Tanto, 47 tahun, seorang buruh, beralamatkan di Desa sukasari RT 2 RW 4 Mandirancan Kuningan. Istrinya bernama Anis Aniasih yang juga seorang buruh. Mereka dikarunia 6 anak. Pak tanto awalnya mengalami kecelakaan kerja tertimpa pasir bebatuan pada tanggal 16 juni 2012. Telapak kaki kanan & kiri serta kantong kemih sobek. Beliau langsung di bawa ke RS. 45 kuningan dan dirawat selama 1 bulan. Setelah setahun lebih beliau masih meras sakit di bagian perut kanan bawah dan dibawa ke Sardjito. Dari hasil pemeriksaan dokter di Sardjito dan operasi teropong baru akhirnya diketahui penyebab pecahnya kantong kemih karena patah tulang belakang. Bantuan ini merupakan biaya kontrol dan cek laborat pasca operasi.

Jumlah bantuan : Rp.825.000,-
Kurir: @KarmanMove Via @rizkyaditya4
Tanggal : 5/11/2013

Pak tanto awalnya mengalami kecelakaan kerja tertimpa pasir bebatuan

Pak tanto awalnya mengalami kecelakaan kerja tertimpa pasir bebatuan

———————————————————–

Bu Dyah Wuryatiningsih, usia 43 tahun. Beliau tinggal di Penambongan Rt.2 Rw.1 Purbalingga. Sejak 2 tahun lalu menderita ca mamae dan sudah pernah dioperasi di RS. Margono Purwokerto. Pengobatan Bu Dyah membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga, untuk biaya pengobatannya, Bu Dyah harus menggadaikan rumah miliknya untuk biaya pengobatan tersebut. Namun, pada perkembangannya di akhir tahun 2012 tumbuh lagi benjolan di sekitar bawah ketiak sehingga memaksa Bu Dyah untuk menjalani pengobatan yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Tim SR membantu Ibu Dyah ini untuk pengobatan pasca operasi dimana diharuskan untuk penyinaran dan kemoterapi lanjutan di RS. Sardjito yogyakarta. (Pembiayaan kontrol cek lab dan obat)

Jumlah bantuan : Rp.2.500.000,-
Kurir: @KarmanMove via @dika_taufiq
Tanggal : 5/11/2013

Ibu Dyah menderita ca mamae

Ibu Dyah menderita ca mamae

———————————————————–

Bu Tumiyem 58 tahun beralamat di Selo Timur, Hargorejo,Kokap,Kulon Progo. Dia adalah seorang pedagang sayuran di pasar. Menderita kanker payudara sejak 2010. Pada tahun 2011 pernah di bawa ke RS Sarjito oleh calon bupati waktu itu tapi tidak ada kelanjutan. Kankernya ini memburuk sejak pertengahan 2011. Kami membawa segera Bu Tumiyem ke RS di Jogja untuk segera mendapat penanganan. Hasilnya Bu Tumiyem harus menjalani kemoterapi dan penyinaran. Terapi panjang yang sudah dijalani ini akhirnya Bu Tumiyem menjalani pengangkatan tumor payudara. Selanjutnya rangkaian kemoterapi saat ini sedang dijalani. Bantuan ini merupakan biaya paket kemotherapy ke 6, cek lab, dan kontrol sebelum kemotherapy.

Jumlah bantuan : Rp.3.500.000,-
Kurir: @KarmanMove via @nurazizrohman
Tanggal : 5/11/2013

Ibu Tumiyem Menderita kanker payudara

Ibu Tumiyem Menderita kanker payudara

———————————————————–

Untung Trikuncoro, 22 tahun, tinggal di dusun Gedongan rt 04 rw 02 kelurahan kota Gede kecamatan Kota Gede, Yogyakarta. Mas untung merupakan anak angkat yang tinggal bersama Bu Saminem dan Bapak Sumadi (keduanya bekerja sebagai buruh) bersama 4 saudara angkatnya. Awalnya Mas Untung dititipkan orang tua aslinya pada Bu Saminem tapi tidak pernah diambil sehingga sampai sekarang Mas Untung masih tinggal bersama Bu Saminem. Mas Untung menderita sakit kulit Steven Johnson sejak 2 bulan lalu. Sebelumnya mas Untung bekerja di distributor kosmetik bagian penyortiran. Pada awalnya timbul bintik-bintik kecil pada kulit, dan semakin melebar ke seluruh tubuh. Mas Untung kemudian dibawa dan dirawat di RS Sardjito untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Bantuan ini digunakan untuk meringankan biaya rumah sakit

Jumlah bantuan : Rp.4.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @rizkyaditya4
Tanggal : 5/11/2013

Mas Untung menderita sakit kulit Steven Johnson

Mas Untung menderita sakit kulit Steven Johnson

———————————————————–

Bu Tarmini, 50 tahun, adalah pasien kanker payudara (ca mamae) dampingan #SedekahRombongan. Beliau berasal dari Purwodadi, Grobogan, Jawa tengah. Suaminya, Pak Suwanto (53 tahun) adalah seorang kuli bangunan. Dua putranya, Didik Riyanto (30 tahun) juga adalah seorang kuli bangunan, dan Listyani (20 tahun) bekerja sebagai karyawan swasta. Tahun 2010, Bu Tarmini merasakan nyeri pada payudaranya. Sempat berobat di Suwur dan Purwodadi, namun berhenti karena ketiadaan biaya. hingga akhirnya bulan Juni 2013, #SedekahRombongan bertemu denga Bu Tarmini dan mendampingi pengobatannya. Saat ini, Bu Tarmini sedang pada tahap proses kemotherapy. Biaya ini adalah biaya untuk kemotherapy dan biaya obat.

Jumlah bantuan : Rp.5.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @rofiqSILVER
Tanggal : 5/11/2013

Bu Tarmini, 50 tahun, adalah pasien kanker payudara (ca mamae) dampingan #SedekahRombongan

Bu Tarmini, 50 tahun, adalah pasien kanker payudara (ca mamae) dampingan #SedekahRombongan

———————————————————–

Mbah Giyem Umur 65 thn Alamat di RT 05 Krebet Sendangsari Bantul Yogyakarta. Pekerjaan Pembuat alat dapur (irus) dari tempurung kelapa dan bambu. Beliau seorang Duafa (janda empat orang anak). Mbah Giyem hidup di rumah yg ber dinding anyaman bambu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mbah Giyem membuat irus dari batok dan bambu untuk dijual ke pasar Mbah giyem membuat sendiri irus yg akan dijualnya di rumah sederhananya dgn alat yg sangat sederhana yaitu bendo (sabit besar). Mbah Giyem adalah sosok wanita yang tekun dan tangguh di usia yg sudah senja masih semangat untuk bekerja membuat irus untuk menyambung hidup, masyarakat sekitar banyak yg bersimpati sehingga mereka membuatkan tempat MCK karena rumah mbah giyem blm punya MCK walaupun blm selesai (seadanya)

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa via Rudianto
Tanggal Pemberian: 11-11-2013

Mbah Giyem Pembuat alat dapur (irus) dari tempurung kelapa dan bambu

Mbah Giyem Pembuat alat dapur (irus) dari tempurung kelapa dan bambu

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 35,425,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 469 ROMBONGAN

Rp. 14,712,442,313,-