Bayi BILQIS AQILLA, usia 2 minggu, Alamat: Tegalega RT.5/1, Kelurahan Tegalega, Kec. Bogor Timur, Bogor. Derita bayi Yatim Bilqis, ditinggal Ayahnya meninggal karna kecelakaan sejak usia 2 bulan dalam kandungan ini. Kini Bilqis hadir ke alam dunia namun menderita, ia lahir tanpa anus. Kehidupannya saat ini ditopang oleh kakeknya yang seorang supir angkot yang juga masih memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah. Sungguh berat nasib Bilqis dan keluarganya, namun ini adalah ketentuan hidup yang harus dijalani bersama, saling membantu termasuk kita semua. Rencana Bilqis akan dioperasi collostomi dan sambil menunggu persiapan surat Jaminan Kesehatan yang sedang dipersiapkan, #SedekahRombongan ikut hadir merasakan derita mereka. Bantuan disampaikan untuk kebutuhan operasional mereka mempersiapkan pengobatan Bilqis.

Jumlah bantuan: Rp.1.000.000,-
Kurir: @ddsyaefudin via @omguguh
Tanggal : 2 November 2013.

Adik Bilqis lahir tanpa anus

Adik Bilqis lahir tanpa anus



———————————————————–

SUPIANAH (48), Kp. Cikatubang RT 5/20, Desa Sukagalih, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Istri dari Bapak Momon (53) ini menderita penyakit berupa benjolan di bagian punggungnya. Diagnosa dokter menunjukkan ia menderita Lipoma, sejenis tumor (benjolan) jinak yang berada dibawah kulit yang terdiri dari lemak. Sudah bertahun-tahun Bu Supianah hanya berupaya mengobati penyakitnya dengan pengobatan sederhana alakadarnya karena ketiadaan biaya, meskipun ia memiliki fasilitas Jamkesda, namun penghasilan sehari-hari suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan untuk membiayai keempat anaknya. Bukan tidak khawatir akan benjolan di punggungnya yang kian hari kian membesar, bukan tidak ingin ia mengobati penyakitnya ke Dokter atau Rumah Sakit, namun ketidakberdayaan ekonomilah yang menghalangi keinginannya tersebut. Bismillah, #SedekahRombongan membantu keinginan Bu Supianah untuk dapat diobati secara medis dengan kembali menyampaikan santunan setelah sebelumnya masuk Rombongan 455. Bu Supianah telah selesai menjalani operasi tumor lipoma-nya pada tanggal 2 November 2013, dan besoknya sudah diperbolehkan pulang untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan rawat jalan pasca operasi seminggu sekali. Sebelumnya #SR juga membantu pengurusan fasilitas jaminan kesehatan ke pemerintah daerah setempat.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal: 2 November 2013

Ibu Supianah menderita Lipoma, sejenis tumor (benjolan) jinak

Ibu Supianah menderita Lipoma, sejenis tumor (benjolan) jinak

———————————————————–

HAYATI (56), Kp. Cimuncang RT 4/4 Desa Gunung Sari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Janda tua ini di usianya yang menjelang senja tadinya masih kuat bekerja sebagai buruh tani di sawah, ia tak pernah mengeluh meski dititipi almarhumah anak perempuannya yang sudah meninggal untuk mengurus ke-2 orang cucunya, sementara menantunya sudah menikah lagi. Namun penyakit stroke 14 hari yang lalu menghentikan kegigihannya. Ia terjatuh selagi bekerja di sawah, menurut dokter ada pendarahan di otak, sehingga sampai saat ini masih koma di RSUD Tasikmalaya ditunggui oleh kedua cucu perempuannya. Bu Hayati memiliki fasilitas Jaminan Jamkesmas, namun keluarganya kehabisan biaya untuk bekal dan transportasi selama ia dirawat. Setelah hampir 2 minggu tidak sadar, akhirnya Bu Hayati siuman, namun belum bisa bicara dan menggerakkan beberapa anggota tubuhnya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk meringankan biaya perawatan dan bekal Bu Hayati setelah sebelumnya masuk di Rombongan 458.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir :@ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 3 November 2013.

Ibu Hayati menderita penyakit stroke

Ibu Hayati menderita penyakit stroke

———————————————————–

ENTOY (30), alamat: Kp. Nangoh RT 2/9, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Buruh pabrik bordir yang memiliki tanggungan 2 orang ini terserang penyakit tumor ganas di bagian kepalanya. Hasil diagnosa Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung menunjukkan Entoy mengidap Squasmous Cell Carcinoma G Craniol. Tahun lalu Entoy sempat mendapatkan perawatan intensif selama beberapa bulan di RSHS Bandung, namun sekarang penyakitnya kambuh lagi. Walaupun dengan berat hati karena harus meninggalkan pekerjaannya, terpaksa ia harus kembali melakukan pengobatan intensif mengingat penyakitnya yang tambah parah. Sebagai tulang punggung keluarga tentu keluarganya kehilangan sumber penghasilan. Terpaksa istrinya, Ai Usan (25) untuk sementara menggantikan perannya dengan kerja serabutan, demi menjaga kelangsungan hidup keluarga dan buah hati mereka. Dengan failitas Jamkeskinda, Entoy yang selama ini masih tinggal menumpang di rumah mertuanya akan mulai pengobatan ke RSHS Bandung dengan rujukan dari RSUD Tasikmalaya. Awal Juli 2013 kondisi Entoy sempat memburuk dan #SedekahRombongan segera melarikannya ke IGD RSHS. Operasi Entoy dijadwalkan RSHS tanggal 13 September 2013, namun karena kondisinya memburuk, hari Minggu tanggal 8 September #SR segera membawanya ke RSHS untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, dan sekarang sudah masuk ruangan untuk ditindak operasi namun belum bisa dilakukan karena kondisinya belum stabil. Karena keadaan Entoy tidak juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa Entoy pulang pada tanggal 3 November 2013. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya transportasi ambulan dari RSHS ke rumahnya di Tasikmalaya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 458.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @abahlutung
Tanggal: 3 November 2013

Bapak Entoy terserang penyakit tumor ganas di bagian kepalanya

Bapak Entoy terserang penyakit tumor ganas di bagian kepalanya

———————————————————–

FAUZAN MUHAMMAD RAMDAN, 5 tahun, Alamat: Cimuncang Selatan, RT.2/8, Ciwidey, Bandung. Ayah: Agus Ramdan, 30 tahun dan bekerja sebagai Pedagang Asongan serta nyambi menjadi guru ngaji, Ibu: Kristina Nuamanah, 28 tahun, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga. Sejak usia 1 tahun Fauzan Menderita Tumor di perut – Intra Abdomen serta komplikasi dengan penyakit lainnya, pernah berobat namun tidak dilanjut karna alasan tidak punya biaya. Maklum memang penghasilan Agus yang hanya bisa mencukupi keluarga mereka untuk makan saja sudah sangat pas-pasan. Alhamdulillah berbekal Surat Kesehatan Gakinda Fauzan sudah mulai berobat jalan praoperasi di RSHS Bandung dan #SedekahRombongan memberi bantuan lanjutan untuk operasional mereka setelah sebelumnya masuk di Rombongan 453. Kondisi tumornya saat ini telah tertangani dengan baik, namun dalam 50 hari ini ia masih berjuang mengobati ginjalnya. Ia juga ternyata mengalami gangguan hidroneprosis dextra, Setiap hari ia dipasangi Urine Bag untuk membuang cairan dari ginjalnya, Tindakan lainnya yang ia jalani adalah rongent ulang juga CT Scan urograpi, nuklir dan terakhir operasi. Sampai minggu ini Fauzan sudah menjalani CT Scan Urograpi. Minggu besok tim dokter RSHS akan melakukan parade penanganan dipimpin langsung oleh profesornya untuk menentukan tindakan selanjutnya. Secara berangsur terlihat ada perkembangan menggembirakan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 3 November 2013.

Adik Fauzan Menderita Tumor di perut – Intra Abdomen

Adik Fauzan Menderita Tumor di perut – Intra Abdomen

———————————————————–

SOPA NUR PAOJA, 6 tahun. Anak ketiga dari 6 bersaudara ini tinggal bersama kedua orangtuanya di Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Ayahnya, Amin (44), buruh harian lepas yang dipekerjakan para pemilik sawah/kebun untuk menggarap usaha pertanian mereka. Ibunya Ikoh (32) tak punya pekerjaan lain selain mengurus rumah tangga dan membesarkan keenam anaknya dengan segala keterbatasan. Tanggungan Pak Amin cukup banyak: 7 orang. Menggunakan JAMKESMAS, sejak 12 bulan lalu ia dibawa berobat ke Puskesmas Cisurupan dan RSUD Dr. Slamet Garut. Divonis mengidap lupus, akhirnyA dirujuk ke RSHS Bandung. Hanya mampu berjalan 3 bulan, orangtua Sopa mengobatinya ke RSHS Bandung. Mereka menghentikan usahanya karena kehabisan biaya. Hampir 9 bulan ia tak mwndapatkan perawatan dan pengobatan medis.Alhamdulillah keluarga miskin ini mendapatkan dampingan dan bantuan #SedekahRombongan agar mereka bisa membebaskan dirinya dari belenggu penderitaan hidup akibat kemiskinan dan penyakit yang dialami anggota keluarga tercintanya!. Bantuan lanjutan disampaikan untuk keperluan sehari-hari selama berobat di RSHS setelah sebelumnya masuk di Rombongan 453.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 31 Oktober 2013.

Adik Sopa Divonis mengidap lupus

Adik Sopa Divonis mengidap lupus

———————————————————–

MASDUKI, 49 tahun, Perkerjaannya hanya “ngawarung’, dagang gehu. Padahal sebelum musibah menimpa ia sudah mampu menyicil kios di Pasar Ciwidey, Istrinya, Nurhayati (39) tak bisa berbuat banyak, sebagai ibu rumah tangga tak bisa berbuat banyak dan hanya ikut bantu-bantu berdagang di halaman rumahnya di Kampung Pasar Kidul RT.1/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Dengan jumlah tanggungan 4 jiwa, tentu sangat berat baginya membangun keluarga yang sejahtera secara ekonomi – Apalagi Kang Dudu, panggilannya menderita stroke cukup lama. Keterpurukannya berawal saat ia mengalami kecelakaan akibat ulah orang lain yang membuang sampah kulit pisang sembarangan, Ia bercerita, “Kejadiannya tahun 2004 akhir, saat saya menjadi panitia pada acara kenduri salah seorang keluarga. Saat menuruni tangga, saya menginjak kulit pisang, Beberapa jam saya tak sadarkan diri dan akhirnya tiga hari terbaring dirawat di rumah sakit.” Sepulang dari rumah sakit kakinya tidak kunjung normal, Keluar masuk ruang dokter praktek menjadi kegiatan mingguan Kang Dudu – Tabungan dan modal usahanya pun habis terkuras. Akhirnya, ia berobat menggunakan Jamkesmas ke RSUD Soreang, Berdasarkan hasil analisa dan diagnosa, Tim dokter memvonisnya mengalami stroke, 2 minggu sekali ia harus kontrol ke RSUD Soreang sampai saat ini. Dengan kehendak Allah, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan pak Masduki dan bantuanpun diberikan, Saat menerima bantuan ia tampak menangis, lalu tengadah gumamkan doa, “Terimakasih, saya dibantu #SR, Saya sedang kebingungan untuk ongkos ke Soreang dan membeli obat yang tidak ditanggung Pemerintah. Allah pasti membalas sedekah dan kebaikan saudara-saudara”. Ini merupakan bantuan lanjutan untuk transportasi setelah bantuan sebeumnya masuk di Rombongan 444.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 2 November 2013.

Bapak Masduki mengalami stroke

Bapak Masduki mengalami stroke

———————————————————–

AGUS HIDAYAT, 45 tahun, Alamat: Desa Margamulya, RT.3/5, Kecamatan Pasir Jambu, Bandung. Agus Cebol biasa dia dijuluki untuk panggilannya sehari-hari karna perawakannya yang pendek, bekerja sehari-hari sebagai Kenek dan saat ini mengalami kelumpuhan. Belum diketahui penyebabnya karna belum sempat berobat sama sekali menunggu biaya alasannya. Tinggal di gubuk kumuh yang awalnya saung milik tetangganya yang tak terpakai, Istrinya menggantikannya mencari nafkah sebagai pesuruh cuci. Kini Agus sudah mulai berobat lagi, #SedekahRombongan ikut merasakan penderitaan Agus Cebol dan Bantuan lanjutanpun diberikan untuk keperluan transportasi dan operasional berobatnya setelah sebelumnya masuk di Rombongan 333.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal: 2 November 2013

Bapak Agus mengalami kelumpuhan

Bapak Agus mengalami kelumpuhan

———————————————————–

MALADI, 52 tahun. Adalah orangtua yang terlantar belum diketahui asal-usulnya, Miris sekali saa ini ia menderita sakit TBC dan sementara tinggal di sebuah keluarga yang peduli keadaannya. Perlahan identitasnya dilengkapi bersamaan dengan dibantu mebuatkan Surat Jamkesda untuk perobatan rawat inap, Alhamdulillah kini pak Maladi sudah dirawat di RSUD Cibinong R.Bougenvile 105. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk keperluan pak Maladi selama perobatan.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Kurir: @ddsyaefudin via @omguguh
Tanggal : 3 November 2013.

Bapak Maladi menderita sakit TBC

Bapak Maladi menderita sakit TBC

———————————————————–

LIDYA, 4 tahun, Anak dari pasangan ibu Diana dan Bapak Yohanes yang bertempat tinggal di Kp.Sindang Sari, Tanah Baru, Bogor ini menderita sakit di telinga sebelah kirinya (hilang pendengaran). Ayahnya yang bekerja sebagai supir, tidak memiliki biaya untuk mengobati adik Lidya ini. Upaya untuk mendapatkan Jamkes sedamg dilakukan namun untuk berangkat mengurusnya mereka tetap saja memerlukan dana yang saat ini mereka rasakan sangat sulit didpat, Ibu Diana mengharapkan anaknya dapat segera sembuh dan ada bantuan untuk melengkapi ihtiarnya. #SedekahRombongan ikut menggotong beban yang mereka rasakan, Bantuan disampaikan untuk keperluan operasional dan transportasi.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @ddsyaefudin via @omguguh
Tanggal : 3 November 2013.

Adik Lidya menderita sakit di telinga sebelah kirinya (hilang pendengaran)

Adik Lidya menderita sakit di telinga sebelah kirinya (hilang pendengaran)

———————————————————–

SINTA, 6 tahun, Alamat: Kampung Papanggungan RT.1/6, Mekarsari, Cikajang, Garut. Sinta anak dari pasangan A.Syarifudin, 48 tahun dan Eneng Suryati, 47 tahun ini menderita Kanker Darah. Mereka sudah sangat kesulitan buat membiayai operasional selama tinggal di Bandung walau berobat sudah difasilitasi Jamkesmas, Syarifudin hanyalah seorang Tukang Ojeg yang praktis tak bisa mencari nafkah sementara karna harus mendampingi Sinta berobat, bahkan kini mereka sudah terbelit hutang. Bismillah, #SedekahRombongan akan membantu mereka dan bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya makan mereka sehari-hari selama berobat di RSHS Bandung setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 443. Kini Sinta masih menjalani kemoterapi yang sudah dijadwalkan RSHS.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda via @abahSPwijaya
Tanggal : 5 November 2013.

Adik Sinta menderita Kanker Darah

Adik Sinta menderita Kanker Darah

———————————————————–

RAHMANSYAH, 5 tahun, Alamat: Blok Nyongat RT.8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Ayahnya, Martono (55) berprofesi sebagai buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Ibunya, Aisyah (37) adalah ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan 3 orang, Sampai usianya 5 tahun kini, ia tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena ditimpa sakit yang berat. Saat usia satu tahun ia didiagnosa mengalami hydrocepalus, Berkat pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, penyakit ini bisa terlewati dan dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Belum lama ia merasakan kondisi sehat, pada usia 2 tahun ia didiagnosa mengidap TB Tulang Kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini tiga tahun sudah orangtuanya mengikhtiarkan kesembuhan bagi anak keduanya ini. RSHS Bandung menjadi runah kedua untuk merawat dan membesarkan Rahmansyah dalam bayang-bayang ancaman penyakit yang melelahkan. Satu minggu sekali dia kontrol bahkan dirawat di RSHS, Kini ia sudah menjalani beberapa kali operasi dan tinggal di RSSR serta mendapatkan dampingan Kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, Bantuan lanjutan untuk Rahmansyah disampaikan untuk keperluan sehari-hari selama di RSHS setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 456.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @ddsyaefudin via @cucucuanda via @abahlutung
Tanggal : 2 November 2013.

Adik Rahmansyah didiagnosa mengalami hydrocepalus

Adik Rahmansyah didiagnosa mengalami hydrocepalus

———————————————————–

Bapak Sopan Sopyan (51/buruh serabutan) tinggal di Botokan, Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten. Beliau mengalami cidera pada mata sebelah kiri. Saat itu beliau sedang bekerja di proyek bangunan mengangkat kayu, naas beliau tertimpa kayu dan mengenai matanya sehingga retina matanya bergeser. Akibatnya kalau melihat terang kepalanya terasa pusing. Saat ini beliau sudah diperiksakan di RSI Klaten, dokter menyarankan untuk berobat jalan dan kontrol secara rutin sampai sakitnya sembuh.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Gandung
Tanggal: 6-11-2013

Bapak Sopan mengalami cidera pada mata sebelah kiri

Bapak Sopan mengalami cidera pada mata sebelah kiri

———————————————————–

Ibu Rince Taek (51 tahun), menderita kanker rahim disertai keputihan. Penyakitnya menyebabkan Ibu rince tidak bisa bangun dan hanya berbaring semenjak 6 tahun lalu. Beliau bekerja sebagai petani dengan penghasilan seadanya. Saat ditemui dalam kondisi pasrah karena tidak mempunyai biaya ke rumah sakit terdekat. Bu Rince tinggal di Kampung Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS Provinsi NTT. Bantuan #sedekahrombongan diberikan untuk mengurangi beban keluarga untuk pengobatan Bu Rince.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 1 November 2013

Ibu Rince Taek (51 tahun), menderita kanker rahim disertai keputihan.

Ibu Rince Taek (51 tahun), menderita kanker rahim disertai keputihan.

———————————————————–

Bu Yohana (53 tahun) menderita komplikasi TBC, ginjal dan gula darah. Pekerjaan keseharian Bu Yohana adalah petani. Sehubungan khawatir biaya mahal berobat ke rumah sakit, Bu Yohana jarang memeriksakan kondisinya kepada pihak medis. Santunan #sedekahrombongan diberikan langsung untuk membantu Bu Yohana ke rumah sakit. Bu Yohana tinggal di Kampung Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS Provinsi NTT.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 1 November 2013

Bu Yohana (53 tahun) menderita komplikasi TBC, ginjal dan gula darah

Bu Yohana (53 tahun) menderita komplikasi TBC, ginjal dan gula darah

———————————————————–

Bu Maria, 73 tahun, seorang petani yang menderita gangguan ginjal. Selain itu juga didiagnosa ada bagian usus yang turun ke bagian vagina. Penyakitnya ini sudah diderita selama 13 tahun tanpa pengobatan lebih lanjut. Bantuan diberikan agar Bu Maria mau kembali ke rumah sakit memeriksakan kondisinya. Bu Maria tinggal di Kampung Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS Provinsi NTT.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids, Salum
Tanggal: 1 November 2013

Bu Maria, 73 tahun, seorang petani yang menderita gangguan ginjal

Bu Maria, 73 tahun, seorang petani yang menderita gangguan ginjal

———————————————————–

Muhammad Fauzan (1,5 tahun) menderita gangguan pencernaan sehingga tidak bisa buang air besar dari anus. Kondisinya mengharuskan adik Fauzan dikolostomi. Operasi pertama untuk kolostomi dilalui Adik Fauzan saat umur 3 hari paska kelahiran dan sempat 1 bulan dirawat setelahnya. Kemudian operasi kedua saat umur 11 bulan untuk pembuatan anus dan ketiga pada tanggal 23 September lalu untuk penutupan stoma. Saat ini kondisinya masih belum pulih juga dan disarankan untuk operasi diluar Papua. Alamat Adik Fauzan di Hamadi Rawa 2 Jayapura, Papua. Santunan #sedekahrombongan diberikan untuk meringankan biaya perawatan Adik Fauzan. Ayah Adik Fauzan bekerja sebagai satpam, masih harus melunasi hutang sebesar 12 juta untuk dana-dana selama pengobatan diluar fasilitas Jamkesmas

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, @chana_rv
Tanggal: 25 Oktober 2013

Muhammad Fauzan (1,5 tahun) menderita gangguan pencernaan

Muhammad Fauzan (1,5 tahun) menderita gangguan pencernaan

———————————————————–

Ibu Wa Ani, 45 tahun, kakinya membusuk sudah 1 tahun lamanya. Cobaan tidak berhenti disana, warung tempat Bu Wa Ani berjualan terbakar dan sekarang tidak mempunyai pekerjaan. Sekarang Bu Wa Ani tinggal menumpang dirumah saudaranya di Jl. Macan Tutul Dok V Jayapura Papua. Santunan #sedekahrombongan disalurkan guna pengobatan awal kakinya ke RSUD Jayapura.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, @chana_rv
Tanggal: 29 Oktober 2013

Ibu Wa Ani, 45 tahun, kakinya membusuk sudah 1 tahun lamanya

Ibu Wa Ani, 45 tahun, kakinya membusuk sudah 1 tahun lamanya

———————————————————–

Bu Ida, 59 tahun, menderita stroke sudah 2 tahun terakhir ini. Beliau pernah berobat kerumah sakit namun pulang paksa karena tidak mampu meneruskan pembiayaan diluar layanan Jamkesmas. Bu Ida termasuk keluarga miskin dan beralamat di Puncak Rafidin, Kelurahan Rufei Kota Sorong, Papua Barat. Bantuan #sedekahrombongan untuk mengecek kondisi Bu Ida kerumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Hamdani, Ammar
Tanggal: 2 November 2013

Bu Ida, 59 tahun, menderita stroke sudah 2 tahun terakhir ini

Bu Ida, 59 tahun, menderita stroke sudah 2 tahun terakhir ini

———————————————————–

Pak Slamet, 55 tahun, menderita penyakit sejenis penyakit kulit diseluruh tubuhnya. Beberapa bagian sudah iritasi dan mengganggu kegiatan sehari-harinya sehingga tidak bisa bekerja lagi. Pak Slamet tingal bersama 3 keluarga lainnya dalam satu rumah. Alamat Jl. Anugerah RT 03 RW 03, Kelurahan Makbusun, Kab. Sorong, Papua Barat. Bantuan #sedekahrombongan ditujukan untuk pengobatan penyakit kulit Pak Slamet.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Hamdani, Ammar
Tanggal: 2 November 2013

Pak Slamet, 55 tahun, menderita penyakit sejenis penyakit kulit diseluruh tubuhnya

Pak Slamet, 55 tahun, menderita penyakit sejenis penyakit kulit diseluruh tubuhnya

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 14,750,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 467 ROMBONGAN

Rp. 14,652,317,313,-