Jemiyem, 24 tahun warga Girinyono, Rt 43 Rw 22 Sendangsari, Pengasih, KulonProgo, Jogjakarta ini sudah 2 tahun mengalami patah tulang di bagian lutut karena kecelakaan kerja.. Mengalami kecelakaan kerja yang cukup parah sampai mengakibatkan pendarahan.. Pendarahan yang semula di anggap biasa ketika diperiksakan ke dokter di indikasikan ada bakal tumor di lututnya.. Kami bertemu mbak jemiyem dan mendampingi selama pengobatan.. Mbak jemiyem telah menjalani operasi pengambilan pen dan biopsi bakal tumor yang di idapnya.. Dua opsi yang disarankan oleh dokter,opsi pertama adalah amputasi dan yang kedua adalah transplantasi lutut untuk membuatnya bisa berjalan normal dan membersihkan bakal tumornya.. Opsi kedua dipilih untuk ikhtiar pengobatannya dan saat ini mbak jemiyem berada di surabaya untuk pengobatan lanjutan.. Pemeriksaan lengkap pun sudah dilakukan.. Saat ini mbak jemiyem sudah berada d rsud soetomo untuk menunggu jadwal operasi.. Bantuan ini dipergunakan tambahan dp untk operasi,uang saku + makan,obat dn sgala keperluan mbak jemiyem selama di surabaya

Jumlah Bantuan : Rp.39.833.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @shelgi @estata2
Tanggal : 8/10/2013

Ibu Jemiyem Mengalami kecelakaan kerja yang cukup parah sampai mengakibatkan pendarahan

Ibu Jemiyem Mengalami kecelakaan kerja yang cukup parah sampai mengakibatkan pendarahan



———————————————————–

Adik nurulaini berumur 3,5thn berasal dari dusun sumbernangka,ledokombo,jember. Dia adalah anak yg normal pd saat lahir,pd usia 2thn ada benjolan di mata kanannya yg semakin membesar,setelah di periksakan ke RS jember akhirnya di rujuk ke RS soetomo surabaya utk dilakukan pengangkatan mata kanannya menggunakan jamkesmas ortunya pada bln juli,seharusnya bln agustus kontrol utk dilakukan kemotherapy tp karna ortunya yg buruh serabutan tidak punya biaya lg utk ongkos&hidup selama disurabaya akhirnya tdk kontrol,pada bulan september 2012 benjolan dilehernya muncul hingga membesar sampai sekarang,ortunya hanya bisa pasrah krna ortunya sudah tidak mendapat jatah jamkesmas yang baru tahun 2013. Kami membawa dek nurulaini untuk melanjutkan pengobatan yang sempat terputus. Dan tindakan yang dilakukan dokter adalah dengan cara kemoterapi.. Saat ini protokol kemo nurulaini dganti karena setelah dilakukan pemeriksaan kanker diindikasikan menyebar ke mata yang satu nya.. Saat ini nurulaini sudah selesai melakukan kemo ketiga dg protokol baru.. Bantuan ini dipergunakan untk biaya RS dan beli obat kemo ketiga..

Jumlah Bantuan : Rp.4.719.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal : 8/10/2013

Saat ini nurulaini sudah selesai melakukan kemo ketiga dg protokol baru

Saat ini nurulaini sudah selesai melakukan kemo ketiga dg protokol baru

———————————————————–

SUKAMNO, 40 tahun, Alamat: Dusun Tegalsari, RT.2/43, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. Setelah pada rombongan bantuan sebelumnya tentang pak Sukamno yang seorang Office Boy dengan kondisi cacat sebelah matanya buta total dan berupaya menyelamatkan mata sebelahnya lagi dalam kondisi rabun. Atas anjuran Dokter dari RS. Mata di Jogjakarta maka pak Sukamno sudah dirujuk ke RS.Mata Cicendo Bandung. Bapak yang sangat lemah inderanya ini sangat gigih ingin sembuh dan dapat bekerja dengan tanpa halangan untuk menghidupi keluarganya. Saat ini pak Sukamno sudah berada di Bandung untuk memulai perobatan di RS.Cicendo serta tinggal di RSSR Bandung ditemani para Kurir #SedekahRombongan. Bismillah, semoga pak Kamno niatnya dan upayanya dikabulkan Tuhan, Amiin. Bantuan lanjutan disampaikan untuk keperluan sehari-hari selama berobat jalan di Bandung setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 448.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda via @abahlutung
Tanggal : 18 Oktober 2013

pak Sukamno yang seorang Office Boy dengan kondisi cacat sebelah matanya buta total

pak Sukamno yang seorang Office Boy dengan kondisi cacat sebelah matanya buta total

———————————————————–

RASNA, 38 tahun, Kanker payudara (Ca mamae) dan tumbuhan bintil-bintil pada kulit (Neurofibromatosis), Alamat: Kp. Pulotanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kab. Bekasi. Hidup menyendiri, setelah bercerai dengan suaminya, Muhammad sekitar 8 tahun yang lalu. Lengkap penderitaan bu Rasna, karena kedua orangtuanya pun sudah meninggal dunia. Upaya pernah dilakukan untuk mengobati sakitnya, berobat sampai ke RSHS Bandung dan sempat 1 kali Kemo pada Januari 2012, akan tapi tidak lanjut karena ketiadaan dana. Janda muda yang hidup seorang diri sangat menyedihkan kondisinya, untuk makan sehari-hari saja berasal dari belas kasihan tetangga bahkan tempat tinggalpun numpang di emperan belakang rumah tetangga. Saat ini Kanker payudaranya sudah pecah dan menimbulkan aroma yang tidak sedap (bau menyengat). Alhamdulillah, #SedekahRombongan bergerak menyampaikan titipan langit, dipergunankan untuk melanjutkan harapan hidup serta melanjutkan pengobatan wanita yang pernah bekerja di pabrik tahu ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda via @romli_iyom
Tanggal : 11 Oktober 2013

Ibu RASNA, 38 tahun, Kanker payudara (Ca mamae) dan tumbuhan bintil-bintil pada kulit (Neurofibromatosis)

Ibu RASNA, 38 tahun, Kanker payudara (Ca mamae) dan tumbuhan bintil-bintil pada kulit (Neurofibromatosis)

———————————————————–

MAMAT, Sampai usianya kini 71 tahun, Profesinya tak berubahsebagai Buruh Tani Dia tinggal bersama anak cucunya di rumah sangat sederhana dan sempit di Kampung Nyalindung RT.3/2, Desa Margamulya, Kec. Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Istrinya, Anih (59) sehari-hari lebih sering mengurus rumah tangga walaupun sekali-kali bekerja juga di kebun, Tanggungan mereka 2 anak. Cukup berat, bahkan semakin berat kepedihan mereka setelah hampir 8 bulan Pak Mamat tidak bisa mencari nafkah seperti biasa karena menderita stroke. Pada bulan Januari 2013 Pak Mamat pernah dirawat di RSHS selama 7 hari dengan fasilitas JAMKESMAS, Beberapa hari ia pingsan saat dirawat namun hanya bertahan 2 bulan lalu menghentikan berobat jalannya. Tim dokter RSHS Bandung merujuknya untuk berobat jalan ke RSUD Soreang, Karna kedua kaki dan tangannya kerap mengalami peregangan, Ia tak bisa menjalankan aktivitas kerjanya di kebun. Mulai Senin 14 -10-13, Pak Mamat diperiksakan lagi ke Puskesmas untuk memperoleh rujukan ke RSUD Soreang, Keluarga dhu’afa ini sangat layak mendapatkan bantuan. #SedekahRombongan ikut merasakan penderitaan mereka, Bantuanpun disampaikan untuk transport mereka kembali mulai berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal : 12 Oktober 2013.

Pak Mamat tidak bisa mencari nafkah seperti biasa karena menderita stroke

Pak Mamat tidak bisa mencari nafkah seperti biasa karena menderita stroke

———————————————————–

RAHMANSYAH, 5 tahun, Alamat: Blok Nyongat RT.8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Ayahnya, Martono (55) berprofesi sebagai buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Ibunya, Aisyah (37) adalah ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan 3 orang, Sampai usianya 5 tahun kini, ia tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena ditimpa sakit yang berat. Saat usia satu tahun ia didiagnosa mengalami hydrocepalus, Berkat pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, penyakit ini bisa terlewati dan dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Belum lama ia merasakan kondisi sehat, pada usia 2 tahun ia didiagnosa mengidap TB Tulang Kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini tiga tahun sudah orangtuanya mengikhtiarkan kesembuhan bagi anak keduanya ini. RSHS Bandung menjadi runah kedua untuk merawat dan membesarkan Rahmansyah dalam bayang-bayang ancaman penyakit yang melelahkan. Satu minggu sekali dia kontrol bahkan dirawat di RSHS, Kini ia sudah menjalani beberapa kali operasi dan tinggal di RSSR serta mendapatkan dampingan Kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, Bantuan lanjutan untuk Rahmansyah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 425.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @ddsyaefudin via @cucucuanda via @abahlutung
Tanggal : 8 Oktober 2013.

Adik Rahmansyah didiagnosa mengalami hydrocepalus

Adik Rahmansyah didiagnosa mengalami hydrocepalus

———————————————————–

YAYAH HIDAYAH. Usia janda beranak dua ini 38 tahun, bekerja sebagai Guru Honorer di Tsanawiyah di daerahnya dan Ia kini tinggal bersama keluarganya di Kampung Kertamanah RT.1/1, Desa Kertasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Ia ditinggalkan suaminya setelah terdiagnosa mengidap kanker payudara (Ca Mamae). Selama satu tahun janda dhuafa ini tak kenal lelah berikhtiar untuk kesembuhannya, sendirian. “Saya berobat sendiri saja karena orangtua saya sudah pada tua, Suami gak da lagi,” jawabnya saat ditanya mengapa tidak ada yang mendampinginya. Barang dan perabotan rumah terpaksa ia lelang untuk membiayai pengobatannya dan Ia hampir tak punya apa-apa lagi selain doa, harapan dan tangisan – Padahal ia juga masih punya tanggungan. Dengan jaminan Gakinda Kabupaten Purwakarta, Alhamdulillah, beban biaya rumah sakit dapat teratasi, Tertatih-tatih ia memperjuangkan kesembuhannya dengan tetap tersenyum. Sampai saat ini ia telah menjalani 6 kali kemoterapi, operasi dan 15 kali radioterapi dari 35 kali yang dijadwalkan. Hampir 20 hari ibu malang ini tinggal di RSSR Bandung. “Nuhun, abdi diampihan di ieu bumi, kabantos pisan,” katanya. Ia memang sangat layak dibantu, Selain tergolong orang yang ditelantarkan (madzluum) ia dan ibu-bapaknya termasuk miskin. #SedekahRombongan menyampaikan Titipan Langit buat mereka untuk transportasi, Semoga Ibu Yayah lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda via @abahlutung
Tanggal 8 Oktober 2013.

Ibu Yayah terdiagnosa mengidap kanker payudara (Ca Mamae)

Ibu Yayah terdiagnosa mengidap kanker payudara (Ca Mamae)

———————————————————–

OTONG MULAWARMAN, 49 tahun. Profesinya Buruh, Dari buruh cuci pakaian sampai buruh cuci piring seperti yang dijalaninya saat ini di perusahaan katering. Bersama istri dan anaknya ia menempati rumah peninggalan mertuanya di tanah milik PJKA tepatnya di Kampung Cimuncang Tengah RT.2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Istri Kang Otong namanya Anah Rohayati (39) kini tak memiliki kegiatan usaha yang bisa menopang kehidupan keluarganya, mengurus kedua anaknya pun menjadi beban tanggungan yang sangat mereka rasakan. Penderitaannya semakin lengkap saat Mang Otong (begitu ia sering disapa) didiagnosa mengidap Teroyd sejak 2005, Berbekal JAMKESMAS ia mencoba mengobatinya. Akan tetapi upayanya tak pernah sampai tuntas. “Yang menjadi hambatannya ya masalah biaya, Kang,” akunya pada kurir #SR sambil menunduk. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari. Padahal saya diupah harian …” Berdasarkan penuturannya, ia juga pernah mengalami gangguan pada matanya. Untuk mengobatinya ia pernah rawat jalan ke RSUD Soreang tahun 2005 dan Tahun 2006 ia berikhtar mengembalikan fungsi matanya dan berhasil walau tidak kembali normal. Tahun 2009 ia memulai kembali pengobatan Teroydnya tetapi tidak dilanjutkan karena terkendala biaya. #Bismillah, bersama #SedekahRombongan mang Otong mulai berobat kembali, Santunanpun disampaikan untuk kebutuhan transportasi berobatnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda via @abahlutung
Tanggal : 6 Oktober 2013.

Mang Otong (begitu ia sering disapa) didiagnosa mengidap Teroyd

Mang Otong (begitu ia sering disapa) didiagnosa mengidap Teroyd

———————————————————–

IWAN SETIAWAN, Alamat: Kp. Elo RT.02/05, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Pria berusia 54 tahun ini awal mulanya Allah uji dengan Stroke (sebelah bagian kiri tubuh lumpuh tak berfungsi), dengan mata pencarian sebagai tukang jahit kampung yang biasaramainya saat lebaran tiba. Tidak terbayang harus menyiapkan uang yang tidak sedikit saat ujian datang dan dokter menganjurkan agar pasien di rawat di rumah sakit. Sang istri, Noimah binti Noing, 39 tahun, yang hanya Ibu rumah tangga serta memiliki tanggungan 4 orang, bertambah berat tanggung jawabnya. Bantuan dana dari keluarga terdekat dan tetangga sekitar di gunakan untuk transport sewa mobil ke klinik dan pengobatan alternatif di daerah Karawang, karena pasien lumpuh sebelah tubuh dan tidak bisa berjalan. Rincian kejadiannya, Jumat, 11 Oktober 2013, pak Iwan terjatuh dari motor, kemudian darahnya naik tinggi menyebabkan sebagian tubuh tidak berfungsi. Sampai kemudian didampingi Kurir #SedekahRombongan, pasien rencananya akan dibawa ke Rumah Sakit untuk dirawat. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, sang pasien meninggal saat akan dievakuas. Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun, Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT., Bantuan untuk uang duka disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal 16 Oktober 2013.

Bapak Iwan menderita Stroke (sebelah bagian kiri tubuh lumpuh tak berfungsi)

Bapak Iwan menderita Stroke (sebelah bagian kiri tubuh lumpuh tak berfungsi)

———————————————————–

KUSNADI (12), putus sekolah, Alamat: Kp. Citarisi RT.3/3, Desa Margasari, Kec. Naringgul Kab. Cianjur. Ayah: Kandi (45 thn), menganggur, tidak bisa bekerja karena sakit. Ibu: Encring (40 thn), buruh tani, tanggungan: 3 orang. Jaminan: JAMKESMAS. Sejak usia 10 tahun Kusnadi mengalami kelainan pada kaki, dan tangannya tidak dapat berfungsi sebagaimana orang normal. Mulai melakukan pengobatan ke rumah sakit sejak 6 bulan yang lalu, setelah punya Jamkesmas. Diagnosa RSHS menunjukkan Kusnadi menderita Polianlitip akut. Keluarga Kusnadi termasuk kategori fakir miskin, transport dari rumah ke RSHS dengan jarak yang sangat jauh, memerlukan biaya transportasi yang mahal, penyakit cukup berat, masa depan anak masih terbuka. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan kepada Dik Kusnadi setelah sebelumnya masuk di Rombongan 443.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda via @abahlutung
Tanggal 11 Oktober 2013.

Diagnosa RSHS menunjukkan Kusnadi menderita Polianlitip akut

Diagnosa RSHS menunjukkan Kusnadi menderita Polianlitip akut

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 50,052,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 456 ROMBONGAN

Rp. 14,324,560,789,-