Adik Putri izza nabila rahma (2 tahun 4 bulan) putri dari bapak sugito (25 th) dan Ibu kustin (29 tahun). Beralamat di Petung sewu Rt 17 RW 03 tumpang – malang.. Diagnosa : retino blastoma. Kisah dek izza berawal pada saat dek izza berumur 5 bulan, orang tua dek izza melihat mata anaknya tiba2 bening seperti mata kucing. Orang tua dek izza langsung membawa dek izza ke saiful anwar untuk berobat. Pada saat itu dokter mendiagnosa dek izza terkena pembengkakan pembuluh darah mata, namun setelah 3 bulan bolak – balik kontrol dan dilakukan CT scan, dokter mendiagnosa dek izza terkena retino blastoma, dan dokter menyarankan untuk operasi pada saat itu, namun karena keterbatasan biaya orang tua dek izza menghentikan pengobatan dan dilanjutkan ke pengobatan alternatif sampai pada akhirnya saat dek izza umur 2 tahun, benjolan dimatanya semakin membesar dan keluar darah serta nanah dari matanya, kemudian dek izza dibawa ke saiful anwar lagi, oleh dokter disarankan untuk kemo, akhirnya dek izza dikemo,Untuk biayanya orang tua dek izza kesana kemari mencari bantuan, untuk kemo pertama dan kedua biayanya dibantu oleh swadaya masyarakat di desanya, kemudian untuk kemo ketiga dibantu oleh (bupati malang), kemo keempat dibantu oleh kelurahan dan kemo kelima memakai biaya sendiri. Ayah dek izza yg bekerja sebagai buruh bangunan merasa berat untuk pengobatan dek izza karena mereka tidak memiliki jamkesmas.. Sudah 3 bulan ini ayah dek izza tidak bekerja karena mengurus pengobatan dek izza. Kini keluarga hanya bisa pasrah dengan keadaan dek izza, namun mereka tidak berhenti mencari bantuan untuk kesembuhan dek izza.. Saat ini dek Izza dalam pendampingan penuh kami,insyaallah bersama-sama sedekaholics dek izza kami dampingi sampai sembuh.. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya rs dn beli obat kemo ketujuh serta uang saku

Jumlah Bantuan : Rp.2.842.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal : 8/10/2013

Adik Izza menderita retino blastoma

Adik Izza menderita retino blastoma



———————————————————–

YAYAH, 40 tahun, Alamat: Kp.Kedung Gede RT.5/1, Setia Mekar, Tambun Selatan, Bekasi. Nasib menderita dialami Yayah, Ibu yang masih tergolong muda ini sudah terlibat dengan berbagai penyakit yang cukup membebaninya. Kanker Paru-paru berserta Liver telah lama ia rasakan menjadi satu ancaman pada dirinya, Saat ini Ibu Yayang sedang dirawat inap di RSUD Cibitung menggunakan fasilitas Jamkesda… Alhamdulillah. Namun masih saja ada kekurangan yang ia harus penuhi di luar berobat yang sudah ditanggung, adalah biaya transportasi dan lain-lain penunjang perobatannya. Suaminya, Syamsudin (52) berujar tentang kesulitannya, maklum dia hanya seorang Penjaga Sekolah yang penghasilannya hanya bisa menutupi biaya makan sehari-hari dan sekolah anak-anaknya. Harapannya Istrinya dapat segera sembuh agar bisa berkumpul lagi bersama keluarga, serta ada bantuan biaya untuk mereka. #SedekahRombongan ikut merasakan penderitaan mereka, Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk keperluan operasional Yayah selama berobat setelah seblumnya masuk di Rombongan 450.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @suharnayana via @ahmadfathoni78
Tanggal: 6 Oktober 2013.

Ibu Yayah menderita penyakit Kanker Paru-paru berserta Liver

Ibu Yayah menderita penyakit Kanker Paru-paru berserta Liver

———————————————————–

HERI NURDIANSYAH, 27 tahun, Alamat: Jl. Rawa Indah RT.4/9, Margahayu, Bekasi Timur. Pekerjaan: Supir Angkot. Pada akhir November Heri mengalami kecelakaan kendaraan yang menyebabkan patah tulang terbuka tungkai kanan dan hingga saat ini Heri dalam perawatan jalan di RS.BANI SALEH. Heri berobat menggunakan SKTM namun persoalan berat biaya lainnya yang menjadi beban tambahan penderitaan Heri, Seperti transportasi dan operasional Heri selama rawat jalan di Rumah Sakit. #SedekahRombongan Alhamdulillah menyampaikan bantuan lanjutan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 418.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @didiksdoank
Tanggal : 7 Oktober 2013.

Bapak Hery mengalami kecelakaan kendaraan yang menyebabkan patah tulang terbuka tungkai kanan

Bapak Hery mengalami kecelakaan kendaraan yang menyebabkan patah tulang terbuka tungkai kanan

———————————————————–

NAZMA, 3 tahun. Alamat: Dusun Belendung 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran, Kab. Karawang. Ayahnya: Sanudin (47), berprofesi sebagai pedagang kaki lima. Ibunya: Ny. Kari (39), IRT. Tanggngan keluarga miskin ini 3 orang. Hampir 6 bulan Kurir #SedekahRombongan mendampingi ibunya menjalani tatalaksana pengobatan Nazma di RSHS Bandung, sejak resmi anaknya divonis mengidap kanker darah. Bagi mereka, selama enam bulan sampai saat ini terasa sangat menyiksa, Bagaimana tidak? Walaupun akhirnya punya JAMKES, harta mereka yang tidak seberapa terkuras habis digunakan untuk menjalani terapi bagi anak tercintanya. Mereka layak mendapatkan bantuan, Derita Nazma sungguh tak terkira bahkan terancam kematian sementara usaha mereka kini semakin tak menentu. Berkah rahmat Allah, Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 438. Santunan ini akan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari selama berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @zerinabanu
Tanggal : 5 Oktober 2013.

Adik Nazma mengidap kanker darah

Adik Nazma mengidap kanker darah

———————————————————–

YAYAT SUMIYATI, 29 tahun, Alamat: Pakis Jaya, Karawang. Yayat Sumiati menderita Tumor Kista yang begitu membebaninya, Perutnya besar melebihi orang hamil. Saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Yayat mengeluhkan keadaannya yang ingin berobat namun tak mempunyai biaya karna Yayat hanya seorang Janda dan sudah tidak bekerja lagi karna terhalang oleh penyakitnya tersebut. Alhamdulillah, #SedekahRombongan terus mendampingi Yayat di RSCM Jakarta. Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya sehari-hari selama rawat jalan dan tinggal di sekitar RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 450. Yayat saat ini masih menjalani Kemoterapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal: 10 Oktober 2013

Yayat Sumiati menderita Tumor Kista

Yayat Sumiati menderita Tumor Kista

———————————————————–

YUSUF, 39 tahun, Beralamat di Jl. Banteng, Gg H Safar RT.5/11 No.60, Kranji, Bekasi. Berprofesi hanya sebagai tukang parkir di Pasar Kranji dan harus menafkahi 3 anaknya. Istrinya: ibu Yani (37) hanya seorang pekerja serabutan. Saat ini pak Yusuf terbaring di RSUD Bekasi kurang lebih 2 mingguan dan artinya sama sekali tidak ada penghasilan untuk keluarganya. Yusuf terbaring sakit karna terdapat benjolan di dalam kepalanya setelah CT Scan dan mengakibatkan sakit kepala yang luar biasa di saat kambuh, Saat ini sedang menunggu proses untuk operasi. Alhamdulilah, pak Yusuf mendapatkan fasilitas SKTM. Tetapi ada beberapa obat yang harus ditebus di luar SKTM. Pak yusuf membutuhkan biaya untuk menebus resep obat dan biaya operasional sehari-hari. Alhamdulilah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan pak Yusuf dan bantuanpun disampaikan untuk mereka. Semoga pak Yusuf bisa kembali beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @jawierjawa
Tanggal: 6 Oktober 2013

Yusuf terbaring sakit karna terdapat benjolan di dalam kepalanya

Yusuf terbaring sakit karna terdapat benjolan di dalam kepalanya

———————————————————–

SYAHYUTI RITONGA, 27 tahun, Mangun Jaya RT.06/07, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Adalah Korban kecelakaan tabrak lari dari pengemudi Bis yang tidak bertanggungjawab, saat ini pria muda yang tidak memiliki pekerjaan alias menganggur dengan tanggungan satu anak ini terbaring tak berdaya di ruang ICU RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Beberapa saat setelah kecelakaan, Korban sempat dilarikan ke RSUD Subang, tapi karena keterbatasan alat dan atas permintaan keluarga, pasien dirujuk ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Sang istri, Osianah, 23 tahun, yang hanya seorang ibu rumah tangga tidak bisa berbuat banyak, apalagi biaya yang sudah dikeluarkan mencapai 40 jutaan, itupun hasil upaya kakak dan keluarga korban. Lokasi kecelakaan di daerah Subang saat mau pulang kampung ke Cirebon dalam rangka jemput istri dengan menggunakan sepeda motor. Nyaris karena merasa tidak ada perubahan, keluarga putus asa dan mau membawa pulang paksa pasien untuk dirawat di rumah. Kondisi pasien ‘kedua mata menonjol keluar, tulang hidung patah, ada pendarahan di otak’ dll. #Sedekahrombongan bergerak membantu korban dengan menyalurkan bantuan untuk meringankan mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal: 9 Oktober 2013

Bapak Syahyuti tertabrak bus hingga kedua mata menonjol keluar, tulang hidung patah, ada pendarahan di otak

Bapak Syahyuti tertabrak bus hingga kedua mata menonjol keluar, tulang hidung patah, ada pendarahan di otak

———————————————————–

ROHANI, 53 tahun, Alamat: Jl.Bungur Besar RT.9/1, Bungur, Senen, Jakarta Pusat. Suami Rohman (60). Pada hari Senin, 7 Oktober 2013, Ibu Rumah Tangga ini mendadak terhuyung dan nafasnya sesak. Maka keluarganyapun mendadak membawanya ke RSUD Tarakan Jakarta Pusat, Bu Rohani terkena serangan Jantung. Hingga saat ini bu Rohani masih dalam perawatan dengan fasilitas KJS, Pak Rohman kebingungan untuk biaya operasional selama di Rumah Sakit karna maklum saja dia hanya seorang Buruh Las yang praktis tidak ada pemasukan karna harus menunggu istrinya. Mereka hidup bersama beberapa orang cucunya dan mengontrak serta masih membiayai cucu-cucunya. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka dan bantuanpun disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal: 7 Oktober 2013

Bu Rohani terkena serangan Jantung

Bu Rohani terkena serangan Jantung

———————————————————–

Rupo #SR tanggal 06 Oktober 2013 mengadakan silaturahmi dengan warga Botokan RT.02 RW.02, Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten. Sengaja tim #SedekahRombongan mengadakan acara Rupo#SR di daerah itu karena banyak pasien luar kota yang dikostkan di kampung tersebut. Untuk memberikan informasi dan pemahaman yang jelas terhadap gerakan #SedekahRombongan terhadap warga kampung botokan dan sekitarnya maka kita adakan acara Rupo#SR dan pengajian bersama. Alhamdulillah, warga antusias dan memberikan apresiasi positif terhadap #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.750.000,-
Kurir: @dhe_mang Via ALL kurir klaten.
Tanggal: 6-10-2013

Rupo #SR tanggal 06 Oktober 2013 mengadakan silaturahmi dengan warga Botokan RT.02 RW.02, Jonggrangan, Klaten Utara

Rupo #SR tanggal 06 Oktober 2013 mengadakan silaturahmi dengan warga Botokan RT.02 RW.02, Jonggrangan, Klaten Utara

———————————————————–

Pak Supriyanto, (33/sopir), tinggal di Kenteng Rt.01 Rw.08, Kebon ndalem Kidul, Prambanan, Klaten. Pak Pri panggilan akrabnya, beliau menderita sakit gagal ginjal kronis. Dan harus menjalani hemodialisa atau cuci darah tiga kali seminggu di RS Wirosaban Jogja. Selama tiga tahun sakit ginjal praktis pak Pri sudah tidak mampu bekerja dan istrinya yang ibu rumah tangga hanya bisa pasrah dengan keadaan suaminya. Tiga kali seminggu cuci darah dirasa amat berat oleh keluarga, namun dengan segala keterbatasan dana keluarga tetap berusaha agar pak Pri tetap bisa cuci darah agar penyakitnya tidak semakin parah. Saat ini keadaan pak Pri cukup memprihatinkan, perutnya membesar dan kedua kakinya bengkak, untuk berjalan saja beliau mengalami kesulitan. Semoga santunan dari #SedekahRombongan ini sedikit bisa membantu meringankan beban hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Kurir: @dhe_mang Via @bang_widji
Tanggal: 9-10-2013

Bapak Supriyanto menderita sakit gagal ginjal kronis

Bapak Supriyanto menderita sakit gagal ginjal kronis

———————————————————–

Adik Dede umur 4 tahun, anak dari Bapak Narto (buruh) dan Ibu bernama Heni (IRT). Alamat Jl.Banawa Km.3 Lrg. 2 Maleni Donggala Sulawesi Tengah. Dik Dede sudah 2 malam dirawat RSUD Kabelota Donggala akibat infeksi saluran pencernaan. Dan saat ini ayah dari dik Dede sudah setahun berada diperantauan (Jawa) dan belum menjenguk Dede. Kondisi ekonomi yang sulit membuat Ibu Dede hanya pasrah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,- untuk membantu biaya berobat bagi dik Dede.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
12 Oktober 2013.

Dik Dede sudah 2 malam dirawat RSUD Kabelota Donggala akibat infeksi saluran pencernaan

Dik Dede sudah 2 malam dirawat RSUD Kabelota Donggala akibat infeksi saluran pencernaan

———————————————————–

Pak Relo usia 50thn beralamat di kelurahan kotakulon,kabupaten bondowoso. Sudah lebih dari 1tahun beliau sakit kanker kelenjar getah bening.selama ini beliau hanya berobat dng pengobatan alternatif.Selama ini hanya istrinya yg mencari nafkah utk menghidupi ketiga anaknya yg bekerja sebagai guru sekolah dasar karena sdh 1tahun pak relo tidak mampu bekerja seiring sakitnya yg bertambah parah.. Saat ini pak Relo berada di surabaya untuk melakukan ikhtiar pengobatan.. Pengobatan yang dilakukan adalah dengan cara kemoterapi.. Dan kemoterapi pun sudah selesai dilakukan, saat ini pak relo melanjutkan ikhtiar yang selanjutnya yakni penyinaran.. Penyinaran seri pertama sudah selesai dilakukan,penyinaran seri kedua saat ini sedang berlangsung.. Bantuan ini dipergunakan untuk pembayaran sinar seri kedua,obat,uang saku + makan selama di surabaya dn kebutuhan lain-lain..

Jumlah Bantuan : Rp.4.960.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @estata2 @shelgi @yere28
Tanggal : 8/10/2013

Bapak Relo sakit kanker kelenjar getah bening

Bapak Relo sakit kanker kelenjar getah bening

———————————————————–

Dek uswah,9tahun,asal desa deket Lamongan,menderita tumor syaraf tulang belakang.. Tahun 2009 mulai berobat ke RSUD soetomo,tapi karena mesin MRI rusak,pengobatan terhenti dan tumor baru terdeteksi setahun kemudian.. Adek Uswah sudah 8 bulan di RS soetomo,selama itu telah menjalani sinar 30x,kemo 2x,dan 1 kali operasi..namun ternyata saat ini tumornya tumbuh lagi.. Adek uswah ada di rumah sakit hanya dengan ibunya,karena ayahnya sudah pergi saat ibunya hamil 3bulan.. Bantuan ini dipergunakan untuk uang saku sehari-hari dan beli obat

Jumlah Bantuan : Rp.1.800.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @estata2 @shelgi
Tanggal : 8/10/2013

Adik Uswah menderita tumor syaraf tulang belakang

Adik Uswah menderita tumor syaraf tulang belakang

———————————————————–

ESTI SETIAWATI (17), Kp. Karang Resik RT.2/1, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Sungguh malang nasib gadis cantik dengan segudang prestasi anak ke-4 dari 5 bersaudara pasangan Pak Adih (51), seorang karyawan pom bensin, dan Bu Rusliah (46) ini. Siswi salah satu SMA Negeri di Tasikmalaya ini selain selalu masuk rangking di kelasnya juga adalah seorang atlet pencak silat yang sejak masih bersekolah di SMP sudah sering menjuarai berbagai macam kejuaraan di tingkat Kota Tasikmalaya. Bahkan pada tahun 2013 ia menjadi Juara I kejuaraan pencak silat tingkat Provinsi Jawa Barat dan kejuaraan antar sekolah O2SN Tingkat Provinsi Jawa Barat, serta berhak untuk mewakili Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional. Namun malang, sekitar 3 bulan yang lalu ia mengalami kecelakaan lalu lintas sepulangnya dari latihan, sepeda motor yang ia kendarai bersama temannya terserempet truk dan sempat diberikan pertolongan pertama di RS swasta , yang terdekat dari tempat kejadian.

Diagnosa Dokter mengatakan bahwa Dik Esti mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangannya, ia pun dirujuk ke RSHS Bandung. Keluarga Dik Esti kebingungan, karena dari informasi yang diterima, biaya perawatannya mungkin bisa mencapai puluhan juta rupiah. Akhirnya, karena khawatir dengan biaya yang jauh di luar kemampuan keluarga, dan tadinya diperkirakan hanya bagian kaki dan tangannya saja yang patah, mereka membawanya ke pengobatan patah tulang tradisional. Namun ternyata kemudian diketahui bahwa tulang belakang Dik Esti juga mengalami patah, sehingga mengakibatkan sebagia badannya dari bagian dada ke bawah tidak dapat digerakkan dan tidak dapat merasakan apa-apa. Setelah selama hampir 2 bulan dirawat dengan pengobatan tradisional, namun tidak menunjukkan kemajuan berarti dan juga karena kehabisan biaya, akhirnya Dik Esti dibawa pulang.

Ketiadaan biaya memaksa Dik Esti hanya dirawat seadanya di rumah, hampir 1 bulan lebih (3 bulan sejak kecelakaan) berlalu tidak ada perbaikan berarti bahkan malah muncul luka melepuh yang dalam menganga di bagian belakang badannya (pantat) yang kian hari kian membesar. Sungguh sangat tragis nasib pendekar silat yang biasanya garang di arena ini, sekarang ia hanya terbaring di tempat tidur, lemah tak berdaya… Alhamdulillah, Allah jualah yang mempertemukan Dik Esti dengan #SedekahRombongan, saat ini ia dalam dampingan penuh #SR yang langsung mengurus pengobatan Dik Esti. Ia dibawa ke RSUD Tasikmalaya untuk perawatan luka di bagian belakang badannya sebelum menjalani pengobatan yang lebih intensif patah tulang yang dideritanya. Kembali bantuan disampaikan untuk membeli Kasur Decubitus, agar lukanya lebih cepat kering, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 450.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal: 8 Oktober 2013

Dik Esti mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangannya

Dik Esti mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangannya

———————————————————–

MIMI (63), Alamat: Kampung Leuwihieum, RT 3/4, Bungursari, Sukarindik, Kota Tasikmalaya. Kasihan sekali Ibu tua ini, selain seorang janda yang hanya bekerja serabutan di lahan pertanian tetangganya demi membiayai hidupnya, bu Mimi juga mengidap penyakit Tumor Kulit yang cukup serius. Bagian atas kepalanya sudah tidak ada rambutnya dan mengelupas lebar seperti undakan berkelopak dan sebagian tergenang darah, Setiap hari dia harus menutupnya dengan kerudung karna apabila dibuka akan telihat pemandangan yang mengerikan. Sudah 2 tahun lebih bu Mimi terkena penyakit ini dan pernah dibawa ke RSHS Bandung namun terhenti karna alasan biaya. Saat ini kondisi kesehatan Bu Mimi sedang menurun, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan pengobatan Bu Mimi, setelan bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 433.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal: 7 Oktober 2013

bu Mimi juga mengidap penyakit Tumor Kulit yang cukup serius

bu Mimi juga mengidap penyakit Tumor Kulit yang cukup serius

———————————————————–

RUHIMAT SYAEFUL ROHMAN (20), Kp. Gunung Tujuh RT 1/8, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Putra dari Bapak Toteng (50) dan Bu Mimin (44) ini adalah siswa kelas 3 di sebuah SMA di Kota Tasikmalaya. Penyakitnya bermula ketika ia bersama dengan teman-temannya mangadakan acara MOS (Masa Orientasi Sekolah) di daerah Cipanas Galunggung Kabupaten Tasikmalaya. Sepulangnya dari acara tersebut, Dik Ruhimat demam dan suhu badannya sangat tinggi. Karena khawatir akan kondisi anaknya, Pak Toteng segera memeriksakannya ke Puskesmas terdekat, kemudian dokter memberinya obat. Setelah meminum obat tersebut, panasnya turun tetapi badannya jadi kelihatan gosong seperti habis terbakar. Melihat kondisi seperti itu, Dik Ruhimat kembali dibawa ke Dokter tersebut. Dokter pun kembali memeriksanya dan memberikan obat yang lain. Beberapa hari kemudian badan yang tadinya terlihat gosong mulai membaik, namun timbul bejolan-benjolan kecil seperti bisul yang berpasangan masing-masing dua buah di hampir sekujur tubuhnya. Keluarga pun membawanya ke Dokter spesialis kulit, yang kemudian memberinya obat. Setelah meminum obat tersebut beberapa hari kemudian bisul-bisul di sekujur tubuhnya hilang, tetapi muncul dua buah benjolan besar di perutnya. Kembali keluarga membawanya ke Dokter spesialis kulit tersebut. dan akhirnya Dokter tersebut langsung merujuknya ke RSUD Tasikmalaya. Dik Ruhimat pun diharuskan menjalani rawat inap. Pak Toteng yang hanya seorang buruh serabutan ini sudah hampir 3 bulan mengupayakan pengobatan untuk anak tercintanya ini, ia sudah kehabisan bekal dan biaya untuk transportasi bolak balik ke RSUD. #SedekahRombongan memahami kesulitan keluarga ini, segera menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga Pak Toteng.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal: 7 Oktober 2013

Ruhimat muncul dua buah benjolan besar di perutnya

Ruhimat muncul dua buah benjolan besar di perutnya

———————————————————–

SUPIANAH (48), Kp. Cikatubang RT 5/20, Desa Sukagalih, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Istri dari Bapak Momon (53) ini menderita penyakit berupa benjolan di bagian punggungnya. Diagnosa dokter menunjukkan ia menderita Lipoma, sejenis tumor (benjolan) jinak yang berada dibawah kulit yang terdiri dari lemak. Sudah bertahun-tahun Bu Supianah hanya berupaya mengobati penyakitnya dengan pengobatan sederhana alakadarnya karena ketiadaan biaya, meskipun ia memiliki fasilitas Jamkesda, namun penghasilan sehari-hari suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan untuk membiayai keempat anaknya. Bukan tidak khawatir akan benjolan di punggungnya yang kian hari kian membesar, bukan tidak ingin ia mengobati penyakitnya ke Dokter atau Rumah Sakit, namun ketidakberdayaan ekonomilah yang menghalangi keinginannya tersebut. Bismillah, #SedekahRombongan berusaha untuk ikut mewujudkan keinginan Bu Supianah untuk dapat diobati secara medis dengan menyampaikan santunan yang akan digunakannya untuk berobat ke Rumah Sakit, setelah sebelumnya membantu pengurusan fasilitas jaminan kesehatan ke pemerintah daerah setempat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal: 7 Oktober 2013

Ibu Supianah menderita penyakit berupa benjolan di bagian punggungnya

Ibu Supianah menderita penyakit berupa benjolan di bagian punggungnya

———————————————————–

Bu sutinah berumur 44 tahun beralamat di jalan tlogosari 03/04 desa tosari kabupaten pasuruan jawa timur.. Beliau adalah janda beranak 3 menderita kanker payudara sejak 4 tahun yang lalu.. Pengobatan pun dlu sudah sempat dilakukan dengan cara kemoterapi dengan menggunakan jamkesda.. Namun sayang pengobatan dan kontrol rutin pun tidak diterskan oleh bu sutinah.. Bbrp bulan terakhir bu sutinah mengeluh nyeri hebat dan sedikit pendarahan disertai nanah dbenjolan yang sama.. Kami membawa bu sutinah ke malang untuk berobat lagi dan dokter mengharuskan bu sutinah untuk melakukan kemoterapi lagi.. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya beli obat kemo keempat dan uang saku selama di malang

Jumlah Bantuan : Rp.2.250.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan
Tanggal : 9/10/2013

Ibu Sutinah menderita kanker payudara

Ibu Sutinah menderita kanker payudara

———————————————————–

Bapak Marsudi 44 thn, beralamat di Rusun penjaringan blok D, lt. 4 no 44.. Sby dan bekerja sebagai tukang sapu.. Pak marsudi terlihat berbeda dengan rekan-rekan kerjaan lainnya dalam satu instansi. Dengan leher dan bagian pipi yang membesar, beliau menutupi benjolan yg membesar itu dengan sehelai kain untuk menyamarkan sakit yang diteritanya. Kanker kelenjar yang dideritanya mulai terlihat sejak 2010, beliau pun langsung berkonsultasi dengan dokter pada perusahaannya bekerja. Dokter dr tempat beliau bekerja pun akhirnya merujuknya untuk melakukan pengobatan disalah satu rumah sakit di surabaya dengan biaya yang dipotong dr gaji.. Setelah melakukan pengobatan selama 2 minggu, alih-alih sembuh, tetapi bapak marsudi harus pulang paksa karena instansi tempat beliau bekerja tidak bisa menanggung biaya yg harus dikeluarkan. selain harus pulang paksa, bapak marsudi juga harus mengganti 50% biaya rumah sakit selama 2 minggu tersebut dengan jumlah sebesar 10-15jt rupiah dn brhutang d tempat beliau bekerja. pengobatan pun berhenti, dan beliau harus tetap bekerja untuk mengganti uang biaya rumah sakit yang harus ditanggung. Gaji 750rb dn sewa rusun 40rb pr bulan.. tinggal brsama istrinya saja dn belum punya anak.. Saat ini pak marsudi dalam pendampingan penuh kami.. Ikhtiar terbaik untuk kesembuhan beliau.. Ikhtiar yang dilakukan adalah dengan cara kemoterapi dan penyinaran.. Kemoterapi sudah selesai dilakukan sampai 6x dan saat ini pak marsudi melakukan penyinaran.. Penyinaran seri kedua telah dilakukan.. Bantuan ini dipergunakan untuk uang saku dan biaya hidup pak marsudi selama 1 bulan serta beli obat..

Jumlah Bantuan : Rp.2.950.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @estata2 @shelgi
Tanggal : 11/10/2013?

Bapak Marsudi leher dan bagian pipi yang membesar

Bapak Marsudi leher dan bagian pipi yang membesar

———————————————————–

Adik Putra Widianto 9bulan, putra ke 2 dari Bapak Tukijo dan Ibu Danisah , tinggal di seyegan Sleman, menderita radang otak , ini adalah bantuan ke 3 kita , saat ini Dik putra membutuhkan bantuan untuk biaya obat pra operasi, karena ada kemungkinan Dik Putra menderita Hydrocepalus, sedini mungkin dia di tangani,setelah obat rutin ternyata hydrocepalus bisa di redam, saat ini Dik putra hidup dengan obat rutin sampe dia berumur 10tahun. Kali ini Dik Putra harus menjalani operasi pemasangan selang di kepala, bantuan ini di per untuk an pembelian selang. Semoga kita senantiasa di beri kelapangan rizqi untuk memberi harapan masa depan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @herryjoo
Tanggal : 9/10/2013

Adik Putra menderita radang otak

Adik Putra menderita radang otak

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 26,052,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 455 ROMBONGAN

Rp. 14,274,508,789,-