Sebanyak 70 anak yatim piatu dhuafa yang berada mukim di Pondok Pesantren/Panti Asuhan Sabilul Huda yang beralamatkan di Jl. Kaliurang KM 17 Pakem Binangun, Sleman Yogyakarta ini mendapatkan santunan untuk memenuhi kebutuhan harian penghuninya kemarin. Jumlah santunan yang diberikan sebesar Rp. 2.000.000 dan diterima oleh Bapak Taufik Ipong selaku pengelola Pondok Pesantrean/Panti Asuhan. Santunan ini merupakan titipan #Sedekaholic sedekahrombongan.com untuk meringankan beban anak yatim piatu dan dhuafa.

Jumlah Bantuan Rp 2.000.000,-
Tanggal penyampaian 12 September 2013
Kurir :@ismaumarri

Pondok Pesantren/Panti Asuhan Sabilul Huda

Pondok Pesantren/Panti Asuhan Sabilul Huda



———————————————————–

ANNISA, 1 tahun, Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT.2/13, Kopo, Kutawaringin, Bandung. Ayah: Wawan, 29 tahun, Pekerjaan Kusir Delman. Pada usia 1 bulan sudah terdiagnosa Hydrochepalus dan sudah dilakukan pemasangan selang namun saat ini harus dirawat lagi karna kambuh dan tersuspect Viningitis. Treatment terhadap kesehatan Annisa sepertinya cukup memakan waktu lama dan perlu moril dan materil, Kedua orangtuanya sangat tidak mampu untuk mengobatinya lagi karna alasan biaya yang sangat mahal. Dan saat ini upaya mendapatkan Gakinda telah mereka miliki serta Annisapun sudah berobat jalan ke RSHS, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk keluarga ini untuk keperluan transport ke Rumah Sakit dan membeli susu setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 420. Terakhir bertemu mereka sudah menumpang dikontrakan saudaranya dan sedang diupayakan untuk dapat dirujuk ke RSUD Soreang agar terapi untuk Annisa bisa berlanjut, Semoga Annisa lekas sembuh agar dapat tumbuh normal seperti anak-anak yang sehat lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda
Tanggal 7 September 2013.

Adik Annisa terdiagnosa Hydrochepalus

Adik Annisa terdiagnosa Hydrochepalus

———————————————————–

ILHAM NURYASIN, 8 tahun. Pelajar SD kelas 2 ini tinggal di Kampung Giri Mukti RT.1/2, Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Tempat tinggalnya bersama kedua orang tua dan satu adiknya cukup jauh dari pusat kota Bandung, berada di daerah perkebunan teh yang udaranya sejuk, dingin. Ayahnya: Sutia (43) adalah buruh harian perkebunan teh PTPN VIII dan Ibunya Imas (27) pernah juga bekerja di tempat yang sama dangan suaminya, namun 3 balan ini ia lebih fokus mengurus rumah tangga serta kedua anaknya yg masih kecil dan perlu perhatian khusus, apalagi untuk Ilham, anak pertamanya yang saat ini sedang meregang kesakitan akibat retinoblastoma kambuh. Padahal, dua tahun lalu ia dinyatakan sembuh dari penyakit berbahaya ini setelah berbulan-bulan dikemo dan dioperasi dengan biaya dari rereongan warga istilah gotong royong dalam bahasa sunda dan bantuan perusahaan orangtuanya. Keluarga miskin ini hampir tak bisa menerima takdir ini, Pak Sutia hampir saja mempertanyakan keadilan Tuhan; “Asa teungteuingeun Gusti ka Abdi?. Itu kata yang sempat terlontar saat Kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumahnya, yg lebih tepat disebut “saung” (warga menyebutnya “bedeng”, kompleks rumah sangat sederhana tuk para pekerja perkebunan). Kita bisa merasakan beban kemiskinannya yang semakin berat karna pihak perusahaan sudah menghentikan bantuannya, begitu juga donasi sekali-sekali dari warga tak mesti diharapkan. Saat disampaikan bantuan dari #SR, Ia tersyungkur bersujud sambil mendoakan para sedekaholik dan para kurir semua: “Teu sangka .. Gusti masihan ieu rizki, Abdi tiasa lalandong deui..”. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk keperluan mereka sehari-hari setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 433.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @cucucuanda via @abahSPwijaya
Tanggal 7 September 2013.

Adik Ilham menderita retinoblastoma

Adik Ilham menderita retinoblastoma

———————————————————–

SARIP YULIANTO, 21 Tahun, Alamat: Jl.Budi Mulia RT.10/4, Pademangan Barat, Jakarta Utara. Anak pasangan SAPARI, 48 tahun, Tukang Becak dan SUPINAH, 51 tahun, IRT ini pada Sabtu 31 Agustus 2013 lepas Isya pergi membawa motor dengan saudaranya – Tak berselang 1 jam kabar buruk diterima orangtuanya bahwa Arip biasa ia dipanggil mengalami kecelakaan di Jl. Lodan, Ancol Barat. Segera seluruh keluarga dan kerabat menyusul korban ke RSCM sebagai rumah sakit terdekat, Namun 1 jam kemudian setelah #SR dikabari – Arip sudah menghembuskan nafasnya dan mayatpun diterima keluarga pada malam harinya serta keesokan harinya langsung dimakamkan. Bantuan dari #SedekahRombongan disampaikan ke orangtuanya Arip yang sedianya untuk perobatan akhirnya dipergunakan untuk biaya pengurusan jenazah Arip, Innalillahi wa Innailaihi Rajiun… Semoga diterima amal ibadahnya, Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin
Tanggal 13 Agustus 2013.

Arip biasa ia dipanggil mengalami kecelakaan

Arip biasa ia dipanggil mengalami kecelakaan

———————————————————–

MAK WIAH, Kesulitan ekonomi, membuat Emak Wiah kesulitan untuk mengobati sakitnya. Wanita tua yang berusia 72 tahun ini, menderita Tumor di Pipi bagian dalam atau mulut. Ketika tumornya semakin membesar, menimbulkan luka di dalam mulutnya, bahkan beberapa hari terakhir, lukanya mengeluarkan darah dari mulut. Wanita tua yang beralamat di Kp. Galian RT.10/9 Desa Jayabakti, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, Lebih menderita karena darah dari lukanya bukan hanya berbentuk cairan, tapi sudah berbentuk gumpalan. Bersuamikan Bapak Mancung berusia 70 tahun yang bekerja hanya serabutan padahal tanggungan 3 orang, satu orang anak dan cucunya yang sudah yatim ikut serta hidup di rumahnya yang terbuat dari bilik, menambah lebih lengkap daftar deritanya. Sudah 7 bulan tumornya semakin membesar dan ketika Kurir #SedekahRombongan berkesempatan singgah di kediaman mereka, mak Wiah sedang tergolek lemah di balai bambu tempatnya tidur sehari-hari, sambil merasakan sakit tumornya yang sedang bereaksi. Dalam upayanya berobat, sudah hampir 10 kali bulak balik di salah satu klinik swasta di daerah Karawang, mak Wiah hanya diberi obat penahan sakit. Pernah satu bulan yg lalu dibawa ke RSUD Cibitung untuk di periksa, tapi karena keterbatasan alat, beliau dirujuk ke RSCM Jakarta. Hanya saja karena ketiadaan biaya akhirnya keluarga hanya bisa pasrah. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk keluarga Mak Wiah sebagai uang duka setelah sebelumnya masuk di Rombongan 433. Mak Wiah meninggal dunia pada Tanggal 6 September 2013, Semoga mendapat tempat yang baik disisi ALAH SWT, Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @suharnayana via @Romli_IYOM
Tanggal : 7 September 2013

Mak Wiah menderita Tumor di Pipi bagian dalam atau mulut

Mak Wiah menderita Tumor di Pipi bagian dalam atau mulut

———————————————————–

M. SAKHA HARDHANA, 5 tahun, Alamat: Ancol Selatan, RT.11/1, Sunter Agung, Jakarta Utara. Sudah berbulan-bulan lamanya Sakha dibebani penyakit yang cukup mengkhawatirkan, Tumor di bagian mulutnya membesar seperti pembengkakan diatas rata-rata besarnya hingga mengganggu aktifitas belajarnya di Taman Kanak-kanak. beberapa kali sudah pernah masuk Rumah Sakit namun terhalang dengan biaya yang tidak ada. Ayah: Hary Setyo Nugroho, 36 tahun dan Ibu: Erna Purwanti, 36 tahun begitu setia menemani perjalanan berobat yang pernah beberpa kali dilakukan, Hary hanya seorang sekuriti di Perusahaan Swasta dan hidupnya pun masih pas-pasan. #SedekahRombongan menjemput Sakha dengan MTSR dari Rumahnya untuk dibawa ke RSUD Koja dan langsung dirujuk untuk dijadwalkan ke RSCM pada hari berikutnya. Bismillah ihtiar bersama keluarga Sakha dan #SR dimulai, Kini Sakha sudah berobat jalan dan akan terus dipantau perkembangan kesehatannya, Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari mereka selama berobat di RSCM setelah sebelumnya masuk di Rombongan 419.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @endangnumik
Tanggal: 5 September 2013.

Adik Sakha Tumor di bagian mulutnya membesar

Adik Sakha Tumor di bagian mulutnya membesar

———————————————————–

Ibu Triani (40/buruh) menderita sakit tumor kandungan, dua tahun yang lalu sudah diperiksakan kerumah sakit setempat dan disarankan untuk operasi, namun ketiadaan biaya membuat pengobatannya terhenti. Ibu yang tinggal di dusun Krajan, Tlogosono, Gebang, Purworejo ini sudah menjalani operasi di RSKB Diponegoro Klaten, dan pengobatan selanjutnya harus menjalani kemo therapi. Ini merupakan bantuan yang ke dua untuk pembelian darah 5 kolf

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Gandung
Tanggal: 10-09-2013

Ibu Triani (40/buruh) menderita sakit tumor kandungan

Ibu Triani (40/buruh) menderita sakit tumor kandungan

———————————————————–

YANTI (37), alamat Kp. Rancabungur Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Ibu single parent, yang menjadi tulang punggung keluarga ini sudah 10 tahun menderita penyakit kelenjar getah bening yang menyebabkan pembengkakan di bagian lehernya. Kemiskinan, keluguan, dan ketidakberdayaan, menghalangi niatnya untuk meraih kesembuhan yang selama ini didambakannya. Ikhtiar untuk berobat telah dilakukan namun hanya seadanya, seiring dengan kemampuan ekonomi seorang ibu dengan tanggungan 2 anak yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, yang sudah ditinggal suaminya karena wafat beberapa tahun yang lalu. Sisanya ia pun hanya bisa pasrah berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Jamkesmas yang dimiliki tidak serta merta mampu menjamin semua keperluan pengobatannya, karena untuk biaya transportasi ke RSUD saja Bu Yanti kesulitan. Hasil keringatnya sebagai seorang pembantu jauh dari mencukupi, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan biaya kedua buah hatinya pun selalu serba kekurangan. #SedekahRombongan sangat memahami kesulitan ibu tangguh ini, jalinan tali kasih dari para sedekaholics segera diulurkan melalui penyampaian santunan untuk meringankan biaya pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 9 September 2013.

Ibu Yanti menderita penyakit kelenjar getah bening

Ibu Yanti menderita penyakit kelenjar getah bening

———————————————————–

ENUNG KURNIA (37), alamat Kp. Babakan Peundeuy RT 3/9 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Bu Enung menderita pembengkakan kelopak mata sejak setahun yang lalu, sehingga sekarang sebagian besar mata kirinya sudah tertutup semuanya. Pak Iwin (40) suaminya sudah berusaha memeriksakan istrinya ke Puskesmas terdekat. Meskipun ia hanya seorang buruh tani yang memiliki tanggungan 3 orang, namun ia tidak menyerah begitu saja. Setelah Puskesmas merujuk Bu Enung ke RSUD Tasikmalaya, ia pun segera mengantar istri tercintanya berobat ke sana, berbekal fasilitas Jamkesmas yang dimilikinya. Setelah beberapa kali diperiksa di RSUD Tasik, akhirnya ternyata ia dirujuk lagi ke RS Mata Cicendo Bandung. Sampai di sini Pak Iwin hanya bisa merenung, meskipun punya Jamkesmas, terbayang di matanya keperluan untuk ongkos transport dan biaya sehari-hari selama di Bandung. Akhirnya karena pertimbangan biaya ia menunda pengobatan istrinya. Alhamdulillah, Allah mempertemukannya dengan Kurir #SR yang dengan segera memahami kesulitan keluarga ini. #SedekahRombongan menyampaikan santunan dari para Sedekaholics kepada keluarg Bu Enung Kurnia untuk membantu proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via Ade Buzer
Tanggal 8 September 2013.

Bu Enung menderita pembengkakan kelopak mata

Bu Enung menderita pembengkakan kelopak mata

———————————————————–

ENCENG SUKAR (62), alamat Kp. Cilembang RT 5/14 Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Bapak tua ini sekarang sudah tidak bisa bekerja lagi karena sakitnya. Penyakit yang diderita Pak Enceng adalah hernia dan diperkirakan juga menderita penyakit jantung. Saat ini ia tinggal menumpang di rumah anaknya, menambah berat beban anaknya yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Selain terkendala biaya, pengobatan Pa Enceng pun terhambat karena ia belum tercatat sebagai penerima fasilitas jaminan kesehatan baik Jamkesmas maupun Jamkesda. Oleh karena itu Kurir #SR segera membantu mendampingi pengurusan surat-surat yang diperlukan untuk memperlancar pengobatannya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu pengurusan surat-surat dan pengobatan Pa Enceng.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @ajat_sudrajat
Tanggal 9 September 2013.

Penyakit yang diderita Pak Enceng adalah hernia

Penyakit yang diderita Pak Enceng adalah hernia

———————————————————–

AI NURWATI (8 bln), alamat Kp. Sukasari, Kelurahan Bungursari,Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Dik Ai Nurwati didiagnosa dokter menderita Hemangioma, sejenis tumor pada pembuluh darah. Putri dari Bapak Engkos Koswara, seorang buruh galian pasir yang memiliki tanggungan 6 orang anak ini sejak lahir memang sudah terlihat memiliki bintik-bintik di bagian wajahnya, yang tadinya oleh sang ibu, Hamidah, hanya dianggap tanda lahir biasa saja. Namun menginjak usia 4 bulan, bintik-bintik tersebut mulai menjadi benjolan yang lama kelamaan semakin membesar. Meihat keadaan anaknya seperti itu, dengan berbekal fasilitas Jamkesmas, keluarga ini memeriksakan Dik Ai ke Puskesmas terdekat. Dari sinilah diketahui Dik Ai diperkirakan menderita Hemangioma. Puskesmas kemudian merujuknya ke RSUD Tasikmalaya, namun karena ketiadaan biaya, Dik Ai belum sempat diperiksakan ke RSUD. Bismillahirrohmaanirrohiim, dengan bantuan para sedekaholics yang dibantu Kurir #SR, #SedekahRombongan menyampaikan santunan kepada keluarga miskin ini agar dapat berobat lebih lanjut.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via Ade Buzer
Tanggal 8 September 2013.

Dik Ai Nurwati didiagnosa dokter menderita Hemangioma

Dik Ai Nurwati didiagnosa dokter menderita Hemangioma

———————————————————–

INTAN PRATIWI (11), alamat Jalan Sukamaju RT 1/9 Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Hasil diagnosa Dokter di RSUD Tasikmalaya menyatakan Dik Intan dicurigai (suspect) menderita penyempitan pada syarafnya, sehingga harus dirujuk ke Poli Syaraf RSHS. Pak Adalha Wijaya (53) yang sehari-harinya hanya seorang penarik becak tentu saja kaget dan bingung karena biarpun mereka memiliki Jamkesmas, namun tidak memiliki biaya untuk ongkos transportasi ke Bandung, apalagi ini diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama. Ibu Dik Intan, Nani Yuningsih, ibu rumah tangga yang sehari-harinya disibukkan mengurus urusan rumah tangga dan 4 orang anaknya, hanya bisa mengurut dada. Di satu sisi ia sangat menginginkan kesembuhan bagi anak tercintanya, di sisi lain ia juga sangat memahami keterbatasan ekonomi keluarganya. Namun Bu Nani tidak ingin menyalahkan siapa pun, ia berusaha terus untuk mengobati buah hatinya, sampai akhirnya Allah mempertemukan keluarga ini dengan Kurir #SR. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu Dik Intan dan segera membawanya ke RSSR Bandung, saat ini ia sedang menjalani serangkaian pemeriksaan di Poli Syaraf RSHS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @abahSPwijaya
Tanggal 10 September 2013.

Dik Intan dicurigai (suspect) menderita penyempitan pada syarafnya

Dik Intan dicurigai (suspect) menderita penyempitan pada syarafnya

———————————————————–

ENTOY (30), alamat: Kp. Nangoh RT 2/9, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Buruh pabrik bordir yang memiliki tanggungan 2 orang ini terserang penyakit tumor ganas di bagian kepalanya. Hasil diagnosa Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung menunjukkan Entoy mengidap Squasmous Cell Carcinoma G Craniol. Tahun lalu Entoy sempat mendapatkan perawatan intensif selama beberapa bulan di RSHS Bandung, namun sekarang penyakitnya kambuh lagi. Walaupun dengan berat hati karena harus meninggalkan pekerjaannya, terpaksa ia harus kembali melakukan pengobatan intensif mengingat penyakitnya yang tambah parah. Sebagai tulang punggung keluarga tentu keluarganya kehilangan sumber penghasilan. Terpaksa istrinya, Ai Usan (25) untuk sementara menggantikan perannya dengan kerja serabutan, demi menjaga kelangsungan hidup keluarga dan buah hati mereka. Dengan failitas Jamkeskinda, Entoy yang selama ini masih tinggal menumpang di rumah mertuanya akan mulai pengobatan ke RSHS Bandung dengan rujukan dari RSUD Tasikmalaya. Awal Juli 2013 kondisi Entoy sempat memburuk dan #SedekahRombongan segera melarikannya ke IGD RSHS. Operasi Entoy dijadwalkan RSHS tanggal 13 September 2013, namun karena kondisinya memburuk, hari Minggu tanggal 8 September #SR segera membawanya ke RSHS untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan bekal pengobatan Entoy selama berobat ke RSHS setelah sebelumnya masuk di Rombongan 407.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via Ade Buzer
Tanggal 8 September 2013.

Bapak Entoy terserang penyakit tumor ganas di bagian kepalanya

Bapak Entoy terserang penyakit tumor ganas di bagian kepalanya

———————————————————–

DHEA RAHAYU (1), Alamat: Jln. Galunggung RT 1/4, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawangsari, Kota Tasikmalaya. Dhea dan ibunya tinggal di rumah neneknya yang sudah terkena penyakit stroke sehingga tidak bisa berjalan. Sungguh malang nasib gadis kecil putri dari pasangan Bobby (27) seorang karyawan swasta dan Fitri (24) ini. Sejak lahir didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus. Berat badannya pun jauh dari bayi normal seusianya karena ia hanya bisa mengkonsumsi susu formula tanpa asupan tambahan. Dhea selalu kesakitan setiap BAB, karena kotoran keluar melalui lubang vaginanya. Bukan hanya itu saja, ia juga terlahir dengan bibir sumbing, beruntung dengan bantuan dari sebuah yayasan pada usia 5 bulan ia mendapakan fasilitas operasi bibir sumbing gratis. Namun penderitaan Dhea tidak selesai sampai di situ, ayahnya sejak 5 bulan yang lalu pergi meninggalkan rumah entah ke mana dan tidak pernah ada komunikasi lagi. Kurir #SR membantu melobby Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk memberikan fasilitas Jamkeskinda yang tadinya hanya mendapatkan 75% menjadi full 100%. Dhea sudah mulai serangkaian pemeriksaan dan pengobatan di RSHS Bandung, alhamdulillah saat ini sudah mendapatkan jadwal operasi. Alhamdulillah, #SR telah memberangkatkan Dik Dhea ke Bandung untuk menjalani jadwal operasi tanggal 10 September 2013, mudah-mudahan prosesnya dimudahlancarkan Allah SWT, amiiin. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan biaya sehari-hari, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 422.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 8 September 2013.

Adik Dhea didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus

Adik Dhea didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus

———————————————————–

Pak Nikodemus Kabnani, 73 tahun, menderita TBC disertai rematik. Penyakitnya diderita sejak 4 tahun lalu sehingga menyebabkan sulit berjalan. Selain itu apabila kaget, Pak Nikodemus akan langsung lemas dan jantung berdebar. Tempat tinggal Pak Nikodemus dibelakang kompleks pekuburan Cina Nunumeu, Soe TTS, Nusa Tenggara Timur. Pak Nikodemus adalah pensiunan pegawai dan tidak mempunyai biaya maupun tunjangan untuk berobat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids
Tanggal: 3 September 2013

Pak Nikodemus Kabnani, 73 tahun, menderita TBC disertai rematik

Pak Nikodemus Kabnani, 73 tahun, menderita TBC disertai rematik

———————————————————–

Bu Welmince Kabnani, 42 tahun, menderita keputihan yang parah. Penyakitnya ini menyebabkan bibir vaginanya mengalami luka. Bu Welmince sudah menderita keputihan ini sejak 2 tahun lamanya. Pengobatan jarang dilakukan karena khawatir biayanya akan mahal. Suaminya bekerja sebagai buruh tani. Alamat tinggal di Nunumeu, Soe TTS, Nusa Tenggara Timur. Bantuan untuk berobat disalurkan oleh #sedekahrombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Frids
Tanggal: 3 September 2013

Bu Welmince Kabnani, 42 tahun, menderita keputihan yang parah

Bu Welmince Kabnani, 42 tahun, menderita keputihan yang parah

———————————————————–

Pak Joko Riyanto, 51 tahun, menderita patah tulang kaki akibat kecelakaan motor. Sudah 4 bulan berjalan namun belum diberikan kesembuhan. Pak Joko termasuk keluarga miskin, tinggal bersama keluarganya di Jl. Sedap Malam Makotyamsah Kab. Sorong, Papua Barat. Bantuan #sedekahrombongan diberikan agar Pak Joko berobat kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Hamdani, Ammar, Endang, Hendro
Tanggal: 7 September 2013

Pak Joko Riyanto, 51 tahun, menderita patah tulang kaki akibat kecelakaan motor

Pak Joko Riyanto, 51 tahun, menderita patah tulang kaki akibat kecelakaan motor

———————————————————–

Bu Kasmini, 48 tahun, menderita ginjal dan pernah berobat di Puskesmas. Bu Kasmini berharap untuk berobat ke RSUD karena obat yang didapat sementara ini baru mengurangi rasa sakitnya. Alamat tinggal di Jl. Nusa Dua Makotyamsah Kab. Sorong Papua Barat. Bantuan #sedekahrombongan disalurkan untuk berobat mendampingi fasilitas Jamkesmas yang dimiliki Bu Kasmini.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini via @bratamanggala, Hamdani, Ammar, Endang, Hendro
Tanggal: 7 September 2013

Bu Kasmini, 48 tahun, menderita ginjal dan pernah berobat di Puskesmas

Bu Kasmini, 48 tahun, menderita ginjal dan pernah berobat di Puskesmas

———————————————————–

KHOIRANI, 3,7 tahun. Alamat: Danau Embat RT.2/1 Kel. Danau Embat, Kec. Maro Sebo Ilir, Kabupaten Jambi. Ayah: Muamar (32 th), buruh petani, Ibu: Ratna Holila (29 th), tanggungan: 2 anak. Sejak lahir Khoirani menderita sakit dengan diagnosis Atresia ani, operasi colostomi sudah dilakukan di RSUD Raden Mataher Jambi dan untuk operasi lanjutan pembuatan lubang anus (PSARP) akan dilakukan di RSCM Jakarta, dengan fasilitas Jamkesda. Waktu pengobatan yang cukup panjang selama di Jakarta, membuat bekal keluarga ini terkuras habis, sangat membutuhkan bantuan untuk biaya tinggal sementara (kos) dan biaya sehari-hari selama berobat di Jakarta. #SedekahRobongan menjumpai Khoirani, menjalin tali kasih dan santunan lanjutanpun disampaikan untuk keperluan biaya sehari-hari selama rawat jalan di RSCM setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 433.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal 9 September 2013.

Adik Khoirani menderita sakit dengan diagnosis Atresia ani

Adik Khoirani menderita sakit dengan diagnosis Atresia ani

———————————————————–

FITRIA NIKMATUL HASANAH, 5 tahun, Alamat: Jl. Gema Harjo IV, Pengkol, Jepara, Jawa Tengah. Ayah: Sutrisno Tri Widodo dan Ibu: Sari. Sejak lahir ananda Fitria sudah terindikasi Jantung bocor dgn badan, bibir, jemari membiru – Namun dokter memberitahukan bahwa Fitria belum cukup umur untuk dioperasi. Hingga saat ini Fitri masih terus merasakan penderitaan yang seharusnya tidak dia alami pada usia ceria umumnya anak-anak, Suhu badan naik turun, nafas tersengal-sengal. Apa daya Ayah Fitria hanya seorang Karyawan Koperasi di desanya serta Ibunya tidak bekerja karna harus menjaga Fitria, tak mampu untuk membiayai operasi fitri yang berkisar akan menghabiskan dana 70juta lebih. Saat ini merekapun tinggal di rumah Kakak pak Sutrisno yang hanya seorang Tukang Kayu. Hingga akhirnya #SedekahRombongan dipertemukan Tuhan dengan keluarga Fitria, yang akan membantu dan mendampingi perobatannya dan Tanggal 2 April 2013 Fitria masuk Ruang Operasi di UPJT RSCM. Kini Fitria telah kembali ke Jakarta untuk operasi kedua, Bantuan lanjutan diberikan untuk biaya sehari-hari mereka selama kontrol dan menunggu jadwal operasi di RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 401.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @harji_anis
Tanggal 12 September 2013.

ananda Fitria sudah terindikasi Jantung bocor

ananda Fitria sudah terindikasi Jantung bocor

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 13,600,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 442 ROMBONGAN

Rp. 13,933,209,694,-