MOHAMAD BIMA ADI (15, MOHAMAD BIMA ADI, Kelainan Ginjal) Alamat: Jalan Ogan 1 No 24, Dusun Durenan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Pada bulan ini Bima masih menjalani pengobatan untuk proses kesembuhannya. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp 679.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY

Bima di diagnosa menderita kelainan ginjal


Suci Ramadhani (4, Suci Ramadhani, Kelumpuhan Syaraf Otak) Dukuh Kupang Barat 1 buntu 3 blok II nomer 58,Surabaya Dik Suci begitu ia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya dan tetangga sekitar rumahnya. Terlahir sehat dan normal, namun saat berusia 1,3th tubuh Dik Suci tiba tiba suhu badannya naik dan mengalami kejang kejang. Kemudian di beberapa bagian tubuhnya mengalami kelumpuhan. setelah menjalani pemeriksaan di puskesmas yang dilanjutkan dengan menjalani pemeriksaan di RSUD Dr.Soetomo, Surabaya Menunjukkan bahwa terdapat cairan di Otak dan sewaktu waktu bisa mengakibatkan pembengkakan di kepala. Penyakit yang di derita Dik Suci menyerang pada sistem syaraf. Satu satunya jalan keluar menurut dokter syaraf adalah Dik Suci harus menjalani operasi. Namun, pihak keluarga menolak dengan harapan masih ada jalan lain tanpa menjalani proses operasi. Keluarga memilih pengobatan melalui proses teraphy dan Alhamdulillah proses tersebut menunjukkan hasil yang bagus. Dik Suci mulai bisa bergerak dan ukuran kepalanya kembali normal. Pengobatan Dik Suci sempat terhenti karna masalah ekonomi. Alhamdulillah saat itu kurir #Sedekahrombongan dipertemukan dengan Dik Suci. Keluarga ingin sekali bisa melanjutkan pengobatan Dik Suci agar Dik Suci bisa sembuh seperti sedia kala dan bisa menikmati masa kecilnya dengan teman sebayanya

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:21-05-2018
Kurir:Martino Afandi

Dik Suci mengalami lumpuh

Suci Ramadhani (5, Suci Ramadhani, Kelumpuhan Syaraf Otak) Dukuh Kupang Barat 1 buntu 3 blok II no 58 Surabaya (status rumah adalah kos). Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRSurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannyapun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan Balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin..

Jum;ah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:26-06-2018
Kurir:Martino Afandi

Dik Suci mengalami lumpuh


Bencana kebakaran Kampung Pemulung Keputih (0, Bencana kebakaran Kampung Pemulung Keputih, Kebakaran) Kampung Pemulung Keputih Tegal Alur Surabaya Musibah kebakaran terjadi di Kampung Pemulung Keputih Tegal Alur Surabaya pada hari Sabtu, 30 mei 2018. Kapung yang dihuni oleh sekitar 100 kepala keluarga hangus dilalap si jago merah. diperkirakan kejadian ini terjadi karena adanya hubungan arus pendek listrik. akibat kejadian ini, 100 kk kehilangan tempat tinggal mereka dan harta benda mereka. satu satunya harta benda yang tersisa adalah yang saat ini melekat di badan mereka. mendengar info tersebut, tim sedekah rombongan melakukan survey ke lokasi. dan sore harinya kami berbelanja dan menyalurkan bantuan kepada mereka3

Jumlah Bantuan:Rp. 3.412.200
Tanggal:21-05-2018
Kurir:Martino Afandi

Bantuan korban kebakaran


Sulastri (40, Sulastri, Penurunan kekebalan tubuh) Dusun Sugihan RT 02 RW 03 Desa Sukorejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Profinsi Jawatimur Awal bulan maret 2017 merasa seluruh tubuhnya lemas. Keluarga membawa ibu sulastri ke puskesmas Parengan dan langsung dirujuk ke RSUD Sosodoro Bojonegoro mengingat Alm. suaminya pernah mengalami hal yang sama, kemudian terindikasi dengan gejala yang sama dengan dilakukan cek laboratorium dan mendapatkan teraphy obat dan harus kontrol rutin tiap bulan

Jumlah Bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:21-05-2018
Kurir:Martino Afandi

Bu Sulastri mengalami penurunan kekebalan tubuh


Rusmini Ruslan (56, Rusmini Ruslan, Kanker Seviks) Desa Bujel RT 6/1 Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Provinsi Jawatimur Bu Rusmini sudah sakit sejak Mei 2017. Awal mulanya beliau mengeluh sakit perut. Karena dikira hanya sakit perut biasa, Bu Rusmini mengira sakit perut tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Suatu ketika, Bu Rusmini mendapati beliau tidak kunjung mengalami haid seperti bulan-bulan sebelumnya. Selama satu bulan menanti, akhirnya Bu Rusmini memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Rusmini didiagnosa menderita Kanker Serviks. Dokter menyarankan agar Bu Rusmini menjalani pengobatan di tempat asal beliau dan fokus untuk penyembuhan. Akhirnya Bu Rusmini dirujuk ke RSUD Gambiran Kota Kediri. Dari RSUD Gambiran Kota Kediri, Bu Rusmini dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lanjut. Beliau menjalani terapi penyinaran radioterapi untuk mengangkat sel-sel kanker. Sebelum sakit, Bu Rusmini bekerja sebagai baby sitter di Jakarta. Ketika sudah beberapa minggu menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, suami beliau, Wagiran tiba-tiba meninggal dunia. Akhirnya pengobatan beliau pun tertunda. Bu Rusmini memiliki satu orang anak yang sudah berkeluarga. Selama menjalani pengobatan, Bu Rusmini menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Bu Rusmini masih mengalami kesulitan mengenai biaya transport dan rumah singgah ketika melakukan kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat mengetahui kondisi Bu Rusmini, Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dialami beliau. Beliau harus berjuang untuk sembuh ketika suami beliau meninggal. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Bulan ini Bu Rusmini masih menjalani pemerikasaan rutin tetapi saat ini beliau sudah meninggal dunia. semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT Aamiin.

Jumlah Bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:21-05-2018
Kurir:Martino Afandi

Bu Rusmini didiagnosa menderita kanker serviks


Diardo Brigita (6, Diardo Brigita, Postop Kloaka) DIARDO BRIGITA WIRYAWAN (6, Postop Kloaka). Alamat: Perumahan Kramat 1 blok M-8, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Diardo adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak awal kelahirannya dik Diardo sudah terdeteksi adanya daging tumbuh pada saluran anusnya, sehingga pada usia 2 bulan dik Diardo harus melakukan operasi pembuatan anus di perut sebelah kiri. Genap usia 10 bulan dilakukan operasi kedua yaitu pengangkatan daging tumbuh yang ada di dalam anusnya. Semua operasi ini dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan SKTM karena rumah sakit di Jember saat itu tidak mampu menangani dik Diardo. Beberapa waktu kemudian penggunaan SKTM untuk pengobatan dihapuskan oleh pemerintah dan keluarga dik Diardo beralih membuat BPJS agar pengobatan dik Diardo dapat terus berjalan. Selama proses pengobatan biaya yang dikeluarkan yaitu untuk transportasi dari Jember ke Surabaya tidaklah murah, sehingga mau tidak mau orang tua dik Diardo harus mencari pinjaman agar proses pengobatan dapat terus berjalan. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dik Diardo dan keluarga, sehingga berkesempatan membantu membiayai proses pengobatannya. Saat ini dik Diardo disarankan dokter untuk melakukan suntik hormon satu kali setiap bulannya sebelum dilakukan proses operasi selanjutnya. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 915. Keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diardo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Pada bulan ini Diardo masih menjalani pengobatan untuk proses kesembuhannya. Semoga kondisi dik Diardo semakin hari semakin baik sehingga memudahkan proses pengobatan yang masih harus dijalani selanjutnya. Bulan ini Diardo masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1107.

Jumlah Bantuan:Rp. 650.000
Tanggal:21-05-2018
Kurir:Martino Afandi

Diardo menderita postop kloaka


SUYATNO BIN ALM. KUSWATI (34 / Akomodasi Berobat, ROMBONGAN LAMA – SUYATNO BIN ALM. KUSWATI , Tulang Retak Kaki Kanan Kiri) Desa Karang Bolong RT 002 RW 001, Kec. Buayan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah SUYATNO BIN ALM. KUSWATI (34, tulang retak). Alamat : Desa Karang Bolong RT 002 RW 001, Kec. Buayan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Kurang lebih sudah berjalan enam bulan semenjak Suyatno mengalami kecelakaan lalu lintas. Semenjak kejadian tersebut, Suyatno tidak bisa lagi menjalani aktifitas keseharian seperti sebelumnya. Kecelakaan lalu lintas tersebut menyebabkan patah tulang kaki kanan dan kiri Suyatno, dia juga mengalami patah tulang belakang. Kecelakaan antara truk dan kendaraan yang digunakan Suyatno, tidak membuatnya segera melakukan pengobatan ke fasilitas kesehatan yang ada, melainkan Suyatno melakukan usaha pengobatan alternatif untuk menyembukan luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas tersebut. Pihak keluarga dan Suyatno sendiri lebih memilih menggunakan jasa pengobatan alternative karena dia dan pihak keluarga merasa tidak mempunyai kondisi perekonomian yang mencukupi untuk melakukan pengobatan medis di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun di fasilitas kesehatan umum. Suyatno belum menjadi anggota BPJS yang bisa membantu meringankan beban biaya pengobatan Suyatno. Pihak keluarga dan Suyatno sudah diberikan pengarahan untuk segera mendaftar ke BPJS, namun ada kendala lain seperti Suyatno yang belum mempunyai KK sendiri setelah menikah, dan masih gabung dengan KK orang tua Suyatno. Mendengar kondisi Suyatno yang sangat membutuhkan bantuan, kurir-kurir #sedekahrombongan segera menjenguk serta memberikan bantuan awal yang bisa digunakan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari Suyatno, serta bantuan tersebut bisa digunakan Suyatno untuk melakukan pengobatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Karena sudah terlalu lama Suyatno berada dalam posisi tidur, dibagian punggungnya sudah mulai muncul luka-luka dan koreng. Insya Allah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan melalui perpanjangan tangan kurir #sedekahrombongan mampu meringankan beban yang tengah dipikul Suyatno beserta keluarganya. Semoga Suyatno bisa segera berobat dan yang pasti beliau bisa segera kembali pulih sehingga bisa menjalankan segala aktifitas kesehariannya seperti dulu.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Maret 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Fahmi

Pak Suyatno menderita tulang retak kaki kanan kiri


SIJEM BINTI ALM. SANWIREJA (55 / Akomodasi Berobat, ROMBONGAN LAMA – SIJEM BINTI ALM. SANWIREJA, Diagnosa kanker payudara) Pandansari RT 003 RW 006, Kec. Sruweng, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah SIJEM BINTI ALM. SANWIREJA (55, Diagnosa kanker payudara). Alamat : Pandansari RT 003 RW 006, Kec. Sruweng, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di PKU Sruweng, bu Sijem didiagnosa terjangkit kanker payudara, dan sakit yang diderita bu Sijem sudah berlangsung kurang lebih dua bulan lamanya. Dari hasil pemeriksaan tersbut, pihak PKU Sruweng memberikan rujukan penanganan kesehatan lebih lanjut ke RS dr. Margono Purwokerto. Hal ini dikarenakan PKU Sruweng tidak mampu menangani penyakit yang tengah diderita bu Sijem. Kondisi terkini bu Sijem masih sering merasakan sakit di bagian dadanya. Kondisi tubuh bu Sijem semakin terlihat kurus, semenjak menderita penyakit ini. Selain itu, tangan kanannya juga sering teraa sakit kerika ditekuk dan juga saat diangkat. Beruntungnya, selama menjalani pengobatan di PKU Sruweng, bu Sijem tidak terlalu memikirkan persoalan biaya pengobatan, karena biaya pengobatan beliau telah ditanggung oleh KIS. Melihat kondisi bu Sijem yang sangat membutuhkan pertolongan, dengan segera kurir #sedekahrombongan menyampaikan amanah dari #sedekaholik kepada bu Sijem. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu akomodasi bu Sijem dalam menjani pengobatan yang tengah dijalaninya, serta untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bu Sijem, terutama dalam hal pemenuhan gizi beliau yang sangat berperan penting dalam proses penyembuhan yang sedang dijalani bu Sijem. Insya Allah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan kepada bu Sijem oleh kurir-kurir #sedekahrombongan, mampu menemani serta mengantarkan bu Sijem untuk dapat kembali menikmati indahnya kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 500,000.-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @faturrozaq Sudiarto Ojah

Bu Sijem didiagnosa terjangkit kanker payudara


HADI SARING BIN ALM. MAD KARYO (52 / Kebutuhan Sehari-hari, ROMBONGAN LAMA – HADI SARING BIN ALM. MAD KARYO , LEUKEMIA) Ds. Gumawang RT 001 RW 002, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah HADI SARING BIN ALM. MAD KARYO (52, Leukimia). Alamat : Ds. Gumawang RT 001 RW 002, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sudah setahun ini, Pak Hadi merasa ada yang tidak beres dengan perutnya. Bagian perut Pak Hadi sering terasa tegang dan seperti ada benjolan, yang letaknya kadang berpindah-pindah, beliau juga sering merasa eneg. Benjolan itu kadang muncul, kadang hilang. Dan selama kurang lebih setahun ini, Pak Hadi hanya mengandalkan tukang urut untuk mengobati permasalahan yang muncul pada tubuhnya. Hingga pada tanggal 10 Desember 2017, sudah dua hari sakit yang diderita Pak Hadi tak kunjung reda, beliau sudah melakukan pengecekan kesehatan di tempat pelayanan kesehatan terdekat. Karena belum juga menunjukkan perkembangan positif, akhirnya Pak Hadi memperoleh rujukan pemeriksaan lebih lanjut di RS Purbowangi. Dokter spesialis penyakit dalam yang menangani permasalahan Pak Hadi segera melakukan pemeriksaan USG Abdomen dan juga menyarankan Pak Hadi untuk melakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan yang telah dijalani Pak Hadi, dokter mendiagnosa bahwa Pak Hadi mengalami leukimia (kanker darah) dan memberikan rujukan pemeriksaan lebih lanjut ke RS Margono Soekarjo Purwokerto. Karena Pak Hadi belum menyetujui rujukan yang diberikan oleh dokter spesialis penyakit dalam RS Porbowangi, akhirnya beliau memilih untuk pulang ke rumah. Selama menjalani pengobatan di tempat pelayanan kesehatan, Pak Hadi menggunakan jaminan kesehatan KIS yang dimilikinya. Sehingga untuk menjalani pengobatan selama ini, beliau tidak mengeluarkan biaya. Kondisi Pak Hadi saat ini, perutnya terasa keras bila diraba dan juga masih merasakan eneg yang kadang muncul kadang hilang. Selain menjalani rawat jalan, Pak Hadi juga mengkonsumsi jamu untuk meningkatkan kondisi kesehatannya. Pak Hadi menolak menjalani pemeriksaan di RS Margono Purwokerto dikarekanan beliau masih trauma ketika istrinya meninggal tujuh tahun yang lalu karena kanker rahim. Dengan kondisi kesehatan yang tidak terlalu bagus, Pak Hadi menjadi tidak bisa menjadi tumpuan hidup keluarga. Beliau hidup bersama dengan dua orang anak dan seorang cucu. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Pak Hadi mengandalkan dari hasil bekerja kepada tetangga sekitarnya. Anak pertama Pak Hadi, Tugiasih, suaminya pergi tanpa kabar semenjak anaknya berusia dua bulan. Saat ini anak Tugiasih, Evan, sudah berumur dua tahun. Anak kedua Pak Hadi, Wijiasih, baru lulus dari SMK dan sekarang bekerja sebagai penjaga toko. Mendengar kondisi kesehatan Pak Hadi yang tidak begitu bagus, kurir Sedekah Rombongan segera memberikan bantuan yang ke dua guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari Pak Hadi dan keluarga. Insya Allah segala bentuk bantuan yang diberikan sedekaholik mampu meringankan beban yang tengah dipikul Pak Hadi beserta keluarganya. Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 1105

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Pak Hadi mengalami leukimia


SAKIM BIN ALM. FULAN (63 / Kebutuhan Sehari-hari, ROMBONGAN LAMA – SAKIM BIN ALM. FULAN, TB PARU) Pandansari RT 001 RW 001, Kec. Sruweng, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah SAKIM BIN ALM. FULAN (63, TB Paru). Alamat : Pandansari RT 001 RW 001, Kec. Sruweng, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Setelah didiagnosa menderita penyakit TB Paru, kehidupan pak Sakim mulai berubah perlahan. Saat ini pak Sakim tengah menjalani pengobatan di PKU Sruweng dan telah menjalani pengobatan tersebut kurang lebih selama sebulan. Pak Sakim terlihat kondisi badannya yang sangat lemah. Beliau juga terlihat sering mengalami batuk, apalagi setelah melakukan kegiatan seringan apapun. Dengan nafas yang tersengal-sengal, beliau jadi terlihat sulit untuk menjalani aktifitas kesehariannya. Bagian dada pak Sakim juga sering terasa nyeri, apalagi dengan kondisinya yang sering batuk, membuat rasa nyeri itu amat sangat terasa mengganggu. Dengan kondisi tubuh yang lemas, membuat nafsu makan pak Sakim juga ikut berkurang. Membuatnya semakin terlihat kurus. Ramen (59), istri pak Sakim yang kesehariannya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, tak tega meninggalkan suaminya terlalu lama sendiri di rumah. Hal ini membuat bu Ramen memilih untuk tidak bekerja dan memilih untuk mengurus suaminya di rumah. Kondisi suaminya yang belum juga menunjukkan perkembangan positif, membuat bu Ramen semakin tak tega jauh-jauh dari suaminya. Selama menjalani pengobatan di PKU Sruweng, pak Sakim menggunakan biaya sendiri. Karena beliau tidak mempunyai jaminan kesehatan dalam bentuk apa pun. Mendengar kondisi pak Sakim yang memprihatinkan, mengetuk hati kurir Sedekah Rombongan untuk memberikan bantuan. Segera bantuan yang diterima dari sedekaholik langsung disampaikan kepada pak Sakim untuk membantu biaya pengobatan pak Sakim sekaligus untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pak Sakim beserta keluarganya. Insya Allah segala bentuk bantuan yang telah diterima dari sedekaholik, pasti memperolah balasan berlipat ganda serta mampu membantu meringankan beban yang tengah dipikul pak Sakim dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2018
Kurir : @faturrozaq Sudiarto Oja

Pak sakim menderita penyakit TB Paru


SIDAL BIN ALM. WARSONO (56 / Akomodasi Berobat, ROMBONGAN LAMA – SIDAL BIN ALM. WARSONO, Sakit di bagian dada dan penyakit kulit) Patuk Gawemulyo RT 001 RW 002, Kec. Mirit, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah SIDAL BIN ALM. WARSONO (Sakit di bagian dada dan penyakit kulit, 56). Alamat : Patuk Gawemulyo RT 001 RW 002, Kec. Mirit, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Pak Sidal akhir-akhir ini sering mengeluhkan rasa sakit yang muncul di daerah dada sebelah kanan. Bagian dada sebelah kanan Pak Sidal terlihat agak membesar di daerah yang sering dirasakan sakit. Selain keluhan sakit di daerah dadanya, pak Sidal juga mengalami permasalahan kulit. Terutama di leher bagian bawah. Masalah kulit pak Sidal ini sudah lama ditanggungnya. Dengan adanya penyakit kulit di bagian leher, pak Sidal tidak bisa menjalani pekerjaannya secara maksimal. Beliau sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Marwiyah (47), yang juga berprofesi sebagai buruh harian lepas, tidak bisa membantu banyak dengan permasalahan kesehatan yang tengah dialami suaminya. Bu Marwiyah juga tidak bisa bekerja sebagai buruh secara optimal, karena harus memperhatikan kondisi kesehatan suaminya yang mulai sering mengeluhkan sakit yang muncul di daerah dada sebelah kanan pak Sidal. Pak Sidal belum memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas kesehatan yang ada, karena permasalahan biaya untuk berobat. Pak Sidal tidak mempunya jaminan kesehatan dalam bentuk apapun, namun istri dan anak pak Sidal mempunyai jaminan kesehatan berupa KIS. Hal inilah yang membuat pak Sidal belum juga beranjak melakukan pengobatan secara medis. Kondisi pak Sidal saat ini terlihat sehat, walaupun masih terus mengeluh tentang sakit yang dirasakan di bagian dada sebelah kanannya. Kurir #sedekahrombongan yang mengetahui kondisi pak Sidal ikut merasakan kesedihan beliau. Dengan segera kurir #sedekahrombongan menyampaikan amanah dari #sedekaholik untuk memberikan bantuan awal kepada pak Sidal. Semoga bantuan yang telah diberikan kepada pak Sidal bisa digunakan untuk berobat dan juga membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pak Sidal dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2018
Kurir : @faturrozaq Sudiarto Ojah

Pak Sidal sakit di bagian dada dan penyakit kulit


NGADISAH BINTI FULAN (48 / KEBUTUHAN SEHARI-HARI, ROMBONGAN LAMA – NGADISAH BINTI FULAN, TB Kategori 2) Karanggedang RT 002 RW 001, Kec. Mirit, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah NGADISAH BINTI FULAN (48, TB Kategori 2). Alamat : Karanggedang RT 002 RW 001, Kec. Mirit, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 17 Desember 2017, Bu Ngadisah baru selesai menjalani pengobatan TB kategori 2. Kondisi terkini setelah selesai menjalani pengobatan tersebut, bu Ngadisah masih merasakan sesah pada saluran pernafasannya. Kadang bu Ngadisah juga masih mengalami batuk, apalagi setelah bu Ngadisah mengayuh sepedanya. Nafasnya terdengar sangat menderu. Selain masalah pernafasan yang masih dialaminya, kondisi tekanan darah bu Ngadisah juga bisa dikategorikan tekanan darah rendah. Selain itu, kondisi paska menjalani pengobatan TB kategori 2, bu Ngadisah mengeluhkan kaki kirinya yang sering terasa sakit ketika ditekuk. Terkadang beliau menyeret kaki kirinya tersebut ketika berjalan, hal ini dikarenakan kondisi asam uratnya yang tinggi. Selama menjalani pengobatan, bu Ngadisah sangat terbantukan dengan adanya jaminan kesehatan berupa KIS. Melihat kondisi bu Ngadisah setelah menjalani proses pengobatan TB kategori 2, kurir #sedekahrombongan tersentuh hatinya untuk memberikan bantuan kepada bu Ngadisah. Segera kurir #sedekahrombongan menyampaikan santunan yang berasal dari #sedekaholik, yang ditujukan langsung kepada bu Ngadisah. Insya Allah bantuan yang telah disampaikan tersebut bisa digunakan bu Ngadisah untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama untuk pemenuhan gizi bu Ngadisah.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2018
Kurir : @faturrozaq Sudiarto Ojah

Bantuan tunai


SAMINGUN BIN MADPALIL (59 / KEBUTUHAN SEHARI-HARI, ROMBONGAN LAMA – SAMINGUN BIN MADPALIL, Jantung, Stroke, Hipertensi) Desa Pondok Gebangsari Rt 02/02, Kuwarasan, Kebumen Samingun bin Madpalil (59, Jantung, Stroke, Hipertensi). Laki laki kelahiran 59 tahun silam ini tinggal di Desa Pondok Gebangsari Rt 02/02, Kuwarasan, Kebumen. Awal mula beliau sakit di Tahun 2014, beliau kemudian di rujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Gombong dan dirawat di poli jantung kemudian dirujuk ke RS Purwogondo di poli syaraf. Awal Tahun 2015 sampai 2016 kondisi beliau sudah membaik. Pada akhir Tahun 2017, tepatnya bulan November, penyakit beliau kambuh dan dirujuk ke RS Porwogondo di poli syaraf untuk melakukan rawat jalan dan terapi. Awal tahun 2018 ini, Keluarga Bapak Samingun di pertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan wilayah Kebumen, keluarga menyampaikan keluh kesah musibah yang di alami oleh Bapak Samingun. Sewaktu kurir menjenguk beliau, keadaan beliau sudah mendingan hanya saja beliau harus tetap menjaga pola makan agar kondisi beliau tetap stabil. Menurut informasi yang kami dapat , menurut keluarga beliau secara medis dinyatakan mendekati ksembuhan tinggal rawat jalan dan terapi. Bapak Samingun tinggal bersama istrinya yang bernama Ibu Siti Kamiyah. Beliau hanya Ibu rumah tangga dan tidak bekerja. Sehari hari beliau sibuk mengurus rumah dan suaminya. Apalagi semenjak suaminya sakit dan tidak bekerja, keluarga Bapak Samingun sangat membutuhkan uluran bantuan dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari hari mereka. Untung saja kebutuhan berobat di Rumah Sakit sudah ditanggung oleh BPJS dan sekarang kendala satu satu nya yang dihadapi oleh keluarga Bapak Samingun adalah Biaya hidup untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya sehari hari. Harapan kami Semoga setelah ini, banyak yang membantu Bapak Samingun karena uluran tangan dari sedekaholic sangat berarti untuk kesembuhan beliau dan kelangsungan hidup keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 8 Maret 2018
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Suharyani

Pak samigun menderita jantung, stroke, hipertensi


LAILATUN NURIAH BINTI MASRURI (14 / AKOMODASI BEROBAT, ROMBONGAN LAMA – LAILATUN NURIAH BINTI MASRURI , Kelenjar Getah Bening) Desa Soka RT 001 RW 003, Kec. Poncowarno, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. LAILATUN NURIAH BINTI MASRURI (14, Kelenjar getah bening). Alamat : Desa Soka RT 001 RW 003, Kec. Poncowarno, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Kira-kira pada bulan November 2017, Laila merasakan ada yang tidak benar pada kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, kedua orang tua Laila segera memeriksakan kondisi kesehatan Laila ke fasilitas kesehatan terdekat. Hasil pemeriksaan tersebut membuat Laila memperoleh rujukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut di RSU Kebumen. Hasil pemeriksaan di RSU Kebumen, dokter menyarankan agar Laila menjalani operarasi untuk mengobati masalah kesehatan yang tengah dialami Laila. Karena merasa belum siap untuk menjalani operasi kelenjar getah bening, akhirnya Laila dan pihak keluarga memilih untuk mengambil jalur pengobatan alternatif. Namun pada tanggal 27 Januari 2018, Laila mengalami batuk dan mengluarkan dahak yang ada darahnya. Melihat kondisi Laila yang semakin tidak baik, pihak keluarga kembali memeriksakan kondisi kesehatan Laila ke fasilitas kesehatan terdekat, dan kembali Laila memperoleh rujukan penanganan kesehatan lebih lanjut di RSU Kebumen untuk menjalani operasi penangan kelenjar getah bening. Kondisi kesehatan Laila yang kurang baik, menyebabkan dia tertinggal dalam urusan belajar di SMP Negeri 6 Kebumen. Laila merasakan tubuhnya yang panas juga rasa sakit yang menyebabkan dia tidak bisa menjalani proses belajar di sekolah, juga Laila tidak bisa bermain dan belajar bersama dengan teman-teman sebayanya. Mas Ruri (38), ayah Laila yang bekerja sebagai buruh harian, merasakan juga sakit yang diderita anak tersayangnya itu. Pak Ruri jadi tidak bisa fokus terhadap pekerjaannya, karena pasti kepikiran dengan kondisi kesehatan anaknya. Sari (38), ibunda Laila yang kesehariannya sebagai seorang ibu rumah tangga, dengan setia menjaga dan merawat Laila pun tidak berhenti Bu Sari meminta kepada Allah untuk memberikan nikmat kesehatan kepada anaknya. Dengan adanya Kartu Indonesia Sehat, Pak Ruri dan Bu Sari merasa sangat terbantukan untuk membiayai pengobatan Laila. Karena Pak Ruri dan Bu Sari tidak hanya memerlukan biaya untuk mencukupi kebutuhan hidup Laila dan Syifatun Qoiriyah (9), adik Laila. Mendengar kondisi Laila yang membutuhkan bantuan, kurir-kurir #sedekahrombongan segera bersilaturahmi kepada keluarga Laila. Selain untuk menjenguk dan melihat kondisi terkini Laila, juga untuk menyampaikan santunan dari #sedekaholik. Insya Allah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan oleh kurir-kurir #sedekahrombongan kepada Laila, mampu memberikan keringan untuk memenuhi kebutuhan hidup Laila beserta keluarga serta mampu menemani dan mengantarkan Laila untuk kembali menikmati anugrah kesehatan dari Allah.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Nur Ojah

Laila menderita kelenjar getah bening


TARSANUDIN BIN FULAN, TUMOR DIBAWAH TELINGA) Pandansari RT 004 RW 004, Kec. Sruweng, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah TARSANUDIN BIN FULAN (47, tumor di bawah telinga). Alamat : Pandansari RT 004 RW 004, Kec. Sruweng, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Dengan adanya tumor yang menempel di bagian bawajhtelinga pak Tarsanudin, beliau menjadi tidak leluas untuk menjalankan aktifias sehakri-hari. Pak Tarsanudin pun menjadi tidak sanggup lagi untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan kesehariannya, beliau mengandalkan bantuan dari keluarga pun juga dari tetangga sekitarnya. Pak Tarsanudin sudah berusaha untuk melakukan pengobatan guna menyembuhkan penyakit yang kini tengah menemaninya. Selain pengobatan di fasilitas kesehatan terdekat, beliau juga tengah menjalani terapi di sebuah klinik kesehatan dr. Jamiat. Dengan kondisi fisik yang semakin lemah, pak Tarsanudin merasa kesulitan untuk melakukan perjalanan menuju tempat dia biasa menjalani pengobatan. Kondisi tumor yang kian waktu semakin membesar membuat pak Tarsanudin kewalahan untuk pergi ke fasilitas kesehatan dikarenakan jarak dari tempat tinggal beliau yang cukup jauh dan juga pak Tarsanudin tidak bisa menggunakan kendaraan sendiri untuk pergi kontrol kesehetannya. Dengan kondisi tumor yang sudah cukup besar, juga membuat pak Tarsanudin kesulitan untuk berbicara, walaupun terlihat susah untuk mengucapkan kata-kata namun masih bisa untuk dipahami terutama oleh bu Sumiati (39), istri pak Tarsanudin yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga. Setiap harinya bu Sumiati dengan setia menjaga serta merawat pak Tarsanudin, dan selalu memberikan motivasi agar pak Tarsanudin selalu semangat menjalani berbagai tahapan pengobatan untuk kembali memperoleh kesehatan seperti sedia kala. Dengan adanya KIS, pak Tarsanudin merasakan sedikit angina segar. Karena beliau memperoleh kemudahan biaya pengobatan dengan menggunakan KIS tersebut. Namun saat menjalani terapi di klinik dokter, pak Tarsanudin harus rela mengeluarkan uang secara mandiri, dikarenakan terapi tersebut tidak termasuk dalam tanggungan KIS. Selain kondisi fisik yang lemah dan semakin sulit untuk berbicara, pak Tarsanudin juga sering merasakan kebas serta pegal pada kaki bagian kanannya. Mendengar kondisi pak Tarsanudin yang demikian, kurir-kurir #sedekahrombongan tidak sampai hati jika harus berdiam diri. Segera kurir-kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan awal yang merupakan amanah dari #sedekaholik untuk membantu kesulitan saudara-saudara dhuafa kita khususnya menyangkut permasalahan kesehatan. Insyaa Allaah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan kepada pak Tarsanudin melalui perpanjangan tangan kurir-kurir #sedekahrombongan mampu menemani dan menjadi salah satu jalan pak Tarsanudin untuk kembali menggapai kesehatan.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2018
Kurir : @faturrozaqq82 Sudiarto Turyani Ojah

Pak Tarsanudin menderita tumor di bawah telinga


ENDANG KURNIASIH BINTI M. NASRUDIN, KANKER PAYUDARA) Desa Kebadongan RT 003 RW 003, Kec. Klirong, Kab. Kebumen ENDANG KURNIASIH BINTI M. NASRUDIN (43, Kanker payudara). Alamat : Desa Kebadongan RT 003 RW 003, Kec. Klirong, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Setelah Bu Endang mengetahui sedang mengidap kanker payudara, beliau tidak melakukan pengobatan yang disarankan dokter. Bu Endang lebih memilih untuk mencari kesembuhan melalui jalan pengobatan alternatif. Karena merasa pengobatan alternatif yang tengah dijalaninya tidak juga menunjukan perkembangan positif mengenai kesembuhan dirinya, akhirnya Bu Endang kembali melanjutkan pengobatan medis. Sudah setahun ini Bu Endang menjalani pengobatan di RSUD Kebumen. Karena sudah sering keluar-masuk RSUD Kebumen dan belum juga merasakan perkembangan positif mengenai penyakit yang dideritanya, akhirnya Bu Endang memperoleh rujukan penanganan kesehatan lebih lanjut ke RS dr. Margono Purwokerto. Setelah menjalani terapi sebanyak lima kali di RS dr. Margono, kemudia Bu Endang menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kirinya. Paska operasi pengangkatan payudara sebelah kiri, Bu Endang terlihat pucat dan semakin kurus. Selain itu, Bu Endang juga sering mengeluh kesulitan ketika BAB dan kadang merasakan sesak napas. Pak Wagiman (50), suami Bu Endang yang bekerja sebagai buruh, sangat merasakan apa yang tengah dialami istri tercintanya. Pak Wagiman menjadi tidak bisa berkonsetrasi dalam bekerja, karena pikiran Pak Wagiman tidak bisa lepas dari kondisi kesehatan istrinya. Dengan adanya KIS, membuat Bu Endang dan Pak Wagiman merasakan sedikit perasaan lega, karena tidak terlalu dibebani dengan segala biaya pengobatan yang telah dan akan dijalani Bu Endang untuk menggapai kesembuhan kembali. Mendengar kondisi Bu Endang, kurir-kurir #sedekahrombongan segera tanggap dan langsung bersilaturahmi ke Bu Endang. Selain untuk menjenguk dan mengetahui kondisi terbaru Bu Endang, juga untuk menjalankan misi penting yaitu menyampaikan amanah yang diberikan oleh #sedekaholik. Bantuan awal dari #sedekaholik pun segera disampaikan kepada Bu Endang oleh kurir-kurir #sedekahrombongan. Insya Allah bantuan tersebut bisa menemani Bu Endang dalam proses pengobatannya, dan insya Allah mampu mengantarkan Bu Endang untuk kembali bisa menikmati indahnya kesehatan yang dianugerahakn oleh Allah.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 08 Maret 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Suharyani

Bu Endang mengidap kanker payudara


REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MOHAMAD BIMA ADI 679,000
2 Suci Ramadhani 500,000
3 Suci Ramadhani 500,000
4 Bencana kebakaran Kampung Pemulung Keputih 3,412,200
5 Sulastri 500,000
6 Rusmini Ruslan 500,000
7 Diardo Brigita 650,000
8 SUYATNO BIN ALM. KUSWATI 500,000
9 SIJEM BINTI ALM. SANWIREJA 500,000
10 HADI SARING 500,000
11 SAKIM BIN ALM. FULAN 500,000
12 SIDAL BIN ALM. WARSONO 500,000
13 NGADISAH BINTI FULAN 500,000
14 SAMINGUN BIN MADPALIL 500,000
15 LAILATUN NURIAH BINTI MASRURI 500,000
16 TARSANUDIN BIN FULAN 500,000
17 ENDANG KURNIASIH 500,000
Total 11,741,200

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 11,740,200,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1150 ROMBONGAN

Rp. 62,379,176,858,-