TUTI BINTI ABDULAH (17, Gangguan Syaraf + Susp. Pneumonia). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 10/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Tuti mengalami gangguan syaraf sejak berusia 9 tahun. Sakitnya berawal saat Tuti terjatuh dari ketinggian lantai 2 sekolahnya. Sejak saat itu Tuti sering mengalami panas tinggi disertai kejang, bahkan sakitnya membuat rambutnya lama – kelamaan rontok. Ayah Tuti, Abdullah (50), yang bekerja sebagai buruh tani sudah berusaha membawanya berobat. Dokter menyarankan tuti dibawa ke poli syaraf RSUD yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Beberapa kali Tuti dibawa berobat namun belum ada hasil yang maksimal. Kondisi Tuti kini semakin memburuk, pendengarannya berkurang, sering mengalami demam, mengalami gangguan pernapasan, dan sering ia berbicara sendiri. Dalam beraktivitas Tuti lebih banyak mengandalkan bantuan orang tuanya. Tuti seharusnya rutin berobat sebulan sekali ke RSUD, namun meski telah memiliki JKN – KIS kelas III, Pak Abdullah tak mampu membiayai kebutuhan transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Kondisi Tuti semakin memprihatinkan, sebelumnya ia masih bisa melihat walau tidak jelas, tapi sekarang ia sama sekali tidak bisa melihat. Kurir Sedekah rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya trasnportasi berobat 2 kali sebulan ke RSUD Tangerang. Tuti masih harus kontrol serta terapi. Tuti mendapatkan obat yang diresepkan oleh dokter. Namun masih belum menunjukkan perubahan. Bantuan lanjutan diberikan kepada Tuti untuk membantu operasional berobat Tuti. Tuti melanjutkan kontrol di Poli Saraf dan Poli Paru RSUD Tangerang. Sebelumnya Tuti telah dibantu pada 16 Maret 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana @fatmaalwiny @ririn_restu

Tuti menderita gangguan syaraf + susp. pneumonia


MAMDUDAH BINTI TARI (16, Kanker Paru – Paru). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 9/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Gadis belia ini biasa dipanggil Emam, ia adalah anak dari seorang buruh tani. Emam sakit sejak dua tahun yang lalu, berawal ketika ia selalu merasakan sesak napas disertai batuk yang tak kunjung sembuh. Berbagai macam obat dari beberapa klinik telah ia minum namun tak ada hasil, kondisinya semakin memburuk. Setahun terakhir berat badan Emam semakin menurun, tubuhnya sangat kurus dengan perut yang buncit. Setiap malam Emam tak bisa tidur karena napasnya selalu terengah – engah disertai batuk yang bertambah parah dan ia juga mengalami diare. Sampai akhirnya Emam harus dilarikan ke RSUD karena kondisinya semakin memburuk. Kedua orang tuanya harus meminjam uang ke sanak saudaranya untuk sewa kendaraan agar bisa membawa Emam ke rumah sakit. Meski biaya pengobatan ditanggung JKN – KIS kelas III, orang tua Emam sangat binggung untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di rumah sakit. Setelah 1 bulan menjalani rawat jalan, Emam sempat kembali dirawat inap untuk yang kedua kalinya. Kondisinya belum juga membaik, bahkan semakin memburuk. Tubuh Emam semakin kurus dan lemah, ia mengalami kerontokkan pada rambutnya hingga mengalami kebotakan. Alhamdulillah setelah rutin berobat kondisi Emam mulai mengalami perkembangan. Berat badannya berangsur naik, wajahnya terlihat lebih segar dan ceria. Emam diharuskan berobat jalan 3 kali dalam 1 bulan, namun jika kondisinya terus membaik dokter mengatakan kemungkinan ia hanya dianjurkan berobat jalan sebulan 1 kali. Semoga Emam terus membaik dan ia bisa sehat seperti dulu. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat. Sebelumnya Emam telah dibantu dalam Rombongan 1103

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Februari 2018
Kurir :@nurmanmlana @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Bu emam menderita kanker paru –paru


MAMDUDAH BINTI TARI (16, Kanker Paru – Paru). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 9/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Gadis belia ini biasa dipanggil Emam, ia adalah anak dari seorang buruh tani. Emam sakit sejak dua tahun yang lalu, berawal ketika ia selalu merasakan sesak napas disertai batuk yang tak kunjung sembuh. Berbagai macam obat dari beberapa klinik telah ia minum namun tak ada hasil, kondisinya semakin memburuk. Setahun terakhir berat badan Emam semakin menurun, tubuhnya sangat kurus dengan perut yang buncit. Setiap malam Emam tak bisa tidur karena napasnya selalu terengah – engah disertai batuk yang bertambah parah dan ia juga mengalami diare. Sampai akhirnya Emam harus dilarikan ke RSUD karena kondisinya semakin memburuk. Kedua orang tuanya harus meminjam uang ke sanak saudaranya untuk sewa kendaraan agar bisa membawa Emam ke rumah sakit. Meski biaya pengobatan ditanggung JKN – KIS kelas III, orang tua Emam sangat binggung untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di rumah sakit. Setelah 1 bulan menjalani rawat jalan, Emam sempat kembali dirawat inap untuk yang kedua kalinya. Kondisinya belum juga membaik, bahkan semakin memburuk. Tubuh Emam semakin kurus dan lemah, ia mengalami kerontokkan pada rambutnya hingga mengalami kebotakan. Alhamdulillah setelah rutin berobat kondisi Emam mulai mengalami perkembangan. Berat badannya berangsur naik, wajahnya terlihat lebih segar dan ceria. Emam diharuskan berobat jalan 3 kali dalam 1 bulan, namun jika kondisinya terus membaik dokter mengatakan kemungkinan ia hanya dianjurkan berobat jalan sebulan 1 kali. Semoga Emam terus membaik dan ia bisa sehat seperti dulu. Perkembangan Emam mengalami perubahan yang baik. Berat badannya mengalami kenaikan dan nafasnya juga sudah mulai stabil. Mamdudah direncanakan oleh dokter untuk kontrol satu bulan sekali di mana seblumnya dua bulan sekali. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat. Sebelumnya Emam telah dibantu pada 11 Februari 2018

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir :@nurmanmlana @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Bu emam menderita kanker paru –paru


MAMDUDAH BINTI TARI (16, Kanker Paru – Paru). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 9/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Gadis belia ini biasa dipanggil Emam, ia adalah anak dari seorang buruh tani. Emam sakit sejak dua tahun yang lalu, berawal ketika ia selalu merasakan sesak napas disertai batuk yang tak kunjung sembuh. Berbagai macam obat dari beberapa klinik telah ia minum namun tak ada hasil, kondisinya semakin memburuk. Setahun terakhir berat badan Emam semakin menurun, tubuhnya sangat kurus dengan perut yang buncit. Setiap malam Emam tak bisa tidur karena napasnya selalu terengah – engah disertai batuk yang bertambah parah dan ia juga mengalami diare. Sampai akhirnya Emam harus dilarikan ke RSUD karena kondisinya semakin memburuk. Kedua orang tuanya harus meminjam uang ke sanak saudaranya untuk sewa kendaraan agar bisa membawa Emam ke rumah sakit. Meski biaya pengobatan ditanggung JKN – KIS kelas III, orang tua Emam sangat binggung untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di rumah sakit. Setelah 1 bulan menjalani rawat jalan, Emam sempat kembali dirawat inap untuk yang kedua kalinya. Kondisinya belum juga membaik, bahkan semakin memburuk. Tubuh Emam semakin kurus dan lemah, ia mengalami kerontokkan pada rambutnya hingga mengalami kebotakan. Alhamdulillah setelah rutin berobat kondisi Emam mulai mengalami perkembangan. Berat badannya berangsur naik, wajahnya terlihat lebih segar dan ceria. Emam diharuskan berobat jalan 3 kali dalam 1 bulan, namun jika kondisinya terus membaik dokter mengatakan kemungkinan ia hanya dianjurkan berobat jalan sebulan 1 kali. Semoga Emam terus membaik dan ia bisa sehat seperti dulu. Perkembangan Emam mengalami perubahan yang baik. Berat badannya mengalami kenaikan dan nafasnya juga sudah mulai stabil. Mamdudah direncanakan oleh dokter untuk kontrol satu bulan sekali di mana seblumnya dua bulan sekali. Pada kontrol terakhir, dokter menygatakan bahwa kondisi Emam semakin membaik dan dapat dikatakan sembuh. Namun untuk memastikan kembali, dokter menyarankan agar Emam kembali melakukan kontrol pada bulan beirikutnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat. Sebelumnya Emam telah dibantu pada 16 Maret 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2018
Kurir :@nurmanmlana @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Bu emam menderita kanker paru –paru


ULMI YANTI (30, Susp. Tumor Pipi + Mata Berair). Alamat : Ds. Pangarengan, RT 2/1, Kec. Rajeg, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Mba Ulmi biasa disapa adalah seorang ibu rumah tangga yang keseharianya merawat anak dan keluarganya. Sejak satu tahun lalu, berawal dari sakit gigi yang tak kunjung sembuh, lama – kelamaan ada benjolan di pipi Mba Ulmi. Mba Ulmi langsung berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat sakit giginya sembuh, namun benjolan di pipinya tak kunjung sembuh, bahkan semakin membesar. Selain itu Mba Ulmi kerap mengeluarkan air dari matanya. Melihat kondisi Mba Ulmi, suaminya membawanya ke Puskesmas kembali. Setelah dilakukan pemeriksaan, Mba Ulmi langsung diberi rujukan ke RSUD Tangerang. Mba Ulmi pun menjalani berbagai proses pemeriksaan, mulai dari rontgen sampai CT – Scan dan dokter pun menyarankan untuk dioperasi. Mba Ulmi berobat menggunakan JKN – KIS kelas III, kini ia sedang menunggu jadwal operasi. Mba Ulmi masih diharuskan menjalani rawat jalan rutin, kondisinya belum banyak perubahan. Mba Ulmi masih merasakan nyeri pada benjolannya terutama pada malam hari. Mba Ulmi masih membutuhkan bantuan untuk berobat, karena penghasilan yang didapat sang suami jauh dari cukup, bahkan untuk kebutuhan sehari – hari saja masih sangat sulit. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikna bantuan untuk biaya operasional berobat dalam rangka ikhtiar kesembuhan. Sebelumnya Mba Ulmi dibantu dalam Rombongan 1103.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @nurmanmlana @fatmahalwiny @ririn_restu

Bu Ulmi menderita susp. tumor pipi + mata berair


ULMI YANTI (30, Susp. Tumor Pipi + Mata Berair). Alamat : Ds. Pangarengan, RT 2/1, Kec. Rajeg, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Mba Ulmi biasa disapa adalah seorang ibu rumah tangga yang keseharianya merawat anak dan keluarganya. Sejak satu tahun lalu, berawal dari sakit gigi yang tak kunjung sembuh, lama – kelamaan ada benjolan di pipi Mba Ulmi. Mba Ulmi langsung berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat sakit giginya sembuh, namun benjolan di pipinya tak kunjung sembuh, bahkan semakin membesar. Selain itu Mba Ulmi kerap mengeluarkan air dari matanya. Melihat kondisi Mba Ulmi, suaminya membawanya ke Puskesmas kembali. Setelah dilakukan pemeriksaan, Mba Ulmi langsung diberi rujukan ke RSUD Tangerang. Mba Ulmi pun menjalani berbagai proses pemeriksaan, mulai dari rontgen sampai CT – Scan dan dokter pun menyarankan untuk dioperasi. Mba Ulmi berobat menggunakan JKN – KIS kelas III, kini ia sedang menunggu jadwal operasi. Mba Ulmi masih diharuskan menjalani rawat jalan rutin, kondisinya belum banyak perubahan. Mba Ulmi masih merasakan nyeri pada benjolannya terutama pada malam hari. Kini Mba Ulmi hanya sebatas konsultasi saja. Dokter mengatakan bahwa tindakan akan dilakukan setelah proses persalinan. Mengingat Mba Ulmi saat ini sedang Hamil. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikna bantuan untuk biaya operasional berobat dalam rangka ikhtiar kesembuhan. Sebelumnya Mba Ulmi dibantu pada 16 Maret 2018.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana @fatmahalwiny @ririn_restu

Bu Ulmi menderita susp. tumor pipi + mata berair


SUHAYA BINTI ABDURAHMAN (61, Pneumonia + Katarak). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 4/1, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Suhaya adalah seorang janda, suaminya meninggal tiga tahun silam. Setelah suaminya meninggal dunia, Ibu Suhaya tinggal dengan anaknya yang sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Anak Ibu Suhaya sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Satu tahun semenjak suaminya meninggal, Ibu Suhaya mulai sakit-sakitan. Awal mulanya Ibu Suhaya mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, ia pun akhirnya berobat ke Puskesmas. Walaupun keadaan ekonomi Ibu Suhaya dan anaknya tak mampu, namun mereka tak menerima jaminan kesehatan gratis dari pemerintah. Karena itulah setiap berobat Ibu Suhaya selalu meminta kepada anaknya. Anak Ibu Suhaya terkadang tak selalu mempunyai uang sehingga ia jarang berobat, bahkan hingga kini ia tak perah berobat lagi. Syukur Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suhaya. Bantuan awal pun disampaikan kepada Ibu Suhaya untuk berobat ke Puskesmas. Setelah berobat ke Puskesmas Ibu Suhaya langsung dirujuk ke RSUD Tangerang dan dokter mendiagnosis ia menderita pneumonia (paru – paru basah). Ibu Suhaya dianjurkan untuk kontrol setiap satu bulan sekali. Setelah menjalani kontrol rutin, Ibu Suhaya mengalami perubahan. Saat tidur ia tidak lagi terlalu merasakan sesak napas. Bantuan lanjutan diberikan untuk pembuatan KIS dan operasional berobat. Kondisi Ibu Suhaya saat ini semakin tidak bertambah baik. Kedua matanya tidak dapat melihat dengan jelas. Aktifitasnya hanya bisa berbaring dan duduk saja. Bantuan lanjutan diberikan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Ibu Suhaya serta membeli kebutuhan obat-obatan. Sebelumnya Ibu Suhaya dibantu dalam Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2018
Kurir:@nurmanmlana @misnaminan @fatmaalwiny @ririnrestu

Bu Suhaya menderita pneumonia + katarak


LATIFAH BINTI SALWAN (45, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Banyawakan Jaya, RT 6/7, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Latifah adalah seorang janda dengan dua anak yang berusia 16 tahun dan 9 tahun. Sejak 3 tahun yang lalu, Ibu Latifah menderita sakit gagal ginjal dengan gejala awal seluruh tubuh menguning disertai demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Saat itu suaminya membawanya berobat sampai akhirnya dokter mendiagnosis Ibu Latifah mengalami gagal ginjal. Cobaan Ibu Latifah semakin bertambah, karena suaminya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Latifah pun kini menjalani hidup dengan kedua anaknya, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ia berjualan jajanan anak – anak di depan rumahnya. Lambat laun penyakit Ibu Latifah semakin memburuk. Ibu Latifah dirujuk ke RSU Siloam Tangerang yang letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Setahun sudah Ibu Latifah bolak – balik ke rumah sakit untuk cuci darah, dan meski menggunakan Jamkesmas ia telah menghabiskan banyak dana untuk operasional berobat. Rumah tempat ia bernaung bersama anak – anak, dan menjadi harta satu – satunya yang dimiliki terpaksa ia jual untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Kini Ibu Latifah dan anak-anaknya tinggal bersama orang tuanya yang sudah sepuh. Jika kondisinya menurun, wajah Ibu Latifah membiru dan membengkak karena kekurangan sel darah putih. Ibu Latifah diharuskan menjalani cuci darah rutin 3 kali seminggu. Kondisi Ibu Latifah belum banyak mengalami perkembangan meski telah rutin cuci darah. Tangannya dipenuhi luka lebam akibat jarum suntik. Tangannya pun mengalami bengkak, wajahnya pucat dan terlihat lemas. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat dan cuci darah rutin ke RSU Siloam. Sebelumya Ibu Latifah di bantu di Rombongan 1103.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2018
Kurir : @nurmanmlana @misnamina9 @fatmahalwiny @ririn_restu

Bu Latifah menderita sakit gagal ginjal


LATIFAH BINTI SALWAN (45, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Banyawakan Jaya, RT 6/7, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Latifah adalah seorang janda dengan dua anak yang berusia 16 tahun dan 9 tahun. Sejak 3 tahun yang lalu, Ibu Latifah menderita sakit gagal ginjal dengan gejala awal seluruh tubuh menguning disertai demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Saat itu suaminya membawanya berobat sampai akhirnya dokter mendiagnosis Ibu Latifah mengalami gagal ginjal. Cobaan Ibu Latifah semakin bertambah, karena suaminya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Latifah pun kini menjalani hidup dengan kedua anaknya, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ia berjualan jajanan anak – anak di depan rumahnya. Lambat laun penyakit Ibu Latifah semakin memburuk. Ibu Latifah dirujuk ke RSU Siloam Tangerang yang letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Setahun sudah Ibu Latifah bolak – balik ke rumah sakit untuk cuci darah, dan meski menggunakan Jamkesmas ia telah menghabiskan banyak dana untuk operasional berobat. Rumah tempat ia bernaung bersama anak – anak, dan menjadi harta satu – satunya yang dimiliki terpaksa ia jual untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Kini Ibu Latifah dan anak-anaknya tinggal bersama orang tuanya yang sudah sepuh. Jika kondisinya menurun, wajah Ibu Latifah membiru dan membengkak karena kekurangan sel darah putih. Ibu Latifah diharuskan menjalani cuci darah rutin 3 kali seminggu. Kondisi Ibu Latifah belum banyak mengalami perkembangan meski telah rutin cuci darah. Tangannya dipenuhi luka lebam akibat jarum suntik. Tangannya pun mengalami bengkak, wajahnya pucat dan terlihat lemas. Kondisi Ibu Latifah masih belum menunjukkan perubahan. Namun beliau masih harus melakukan cuci darah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat dan cuci darah rutin ke RSU Siloam. Sebelumya Ibu Latifah di bantu pada 11 Februari 2018.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @nurmanmlana @misnamina9 @fatmahalwiny @ririn_restu

Bu Latifah menderita sakit gagal ginjal


LATIFAH BINTI SALWAN (45, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Banyawakan Jaya, RT 6/7, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Latifah adalah seorang janda dengan dua anak yang berusia 16 tahun dan 9 tahun. Sejak 3 tahun yang lalu, Ibu Latifah menderita sakit gagal ginjal dengan gejala awal seluruh tubuh menguning disertai demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Saat itu suaminya membawanya berobat sampai akhirnya dokter mendiagnosis Ibu Latifah mengalami gagal ginjal. Cobaan Ibu Latifah semakin bertambah, karena suaminya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Latifah pun kini menjalani hidup dengan kedua anaknya, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ia berjualan jajanan anak – anak di depan rumahnya. Lambat laun penyakit Ibu Latifah semakin memburuk. Ibu Latifah dirujuk ke RSU Siloam Tangerang yang letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Setahun sudah Ibu Latifah bolak – balik ke rumah sakit untuk cuci darah, dan meski menggunakan Jamkesmas ia telah menghabiskan banyak dana untuk operasional berobat. Rumah tempat ia bernaung bersama anak – anak, dan menjadi harta satu – satunya yang dimiliki terpaksa ia jual untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Kini Ibu Latifah dan anak-anaknya tinggal bersama orang tuanya yang sudah sepuh. Jika kondisinya menurun, wajah Ibu Latifah membiru dan membengkak karena kekurangan sel darah putih. Ibu Latifah diharuskan menjalani cuci darah rutin 3 kali seminggu. Kondisi Ibu Latifah belum banyak mengalami perkembangan meski telah rutin cuci darah. Tangannya dipenuhi luka lebam akibat jarum suntik. Tangannya pun mengalami bengkak, wajahnya pucat dan terlihat lemas. Kondisi Ibu Latifah masih belum ada perubahan apa-apa. Namun beliau masih gigih untuk bisa sembuh. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat dan cuci darah rutin ke RSU Siloam. Sebelumya Ibu Latifah di bantu pada 16 Maret 2018.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana @misnamina9 @fatmahalwiny @ririn_restu

Bu Latifah menderita sakit gagal ginjal


MUTIAH BINTI ABDUL MAJID (65, Diabetes + Jantung Koroner). Alamat : Kp. Cimentul, RT 10/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bu Mutiah kini hanya tinggal berdua bersama suaminya. Kedua anak perempuannya sudah berkeluarga dan ikut bersama suaminya. Suami Bu mutiah bekerja sebagai buruh tani di desanya, namun tidak setiap hari ada orang yang menyuruhnya bekerja. Ketika musim tanam selesai suami Bu Mutiah kerap menganggur. Waktu luang banyak dimanfatkan oleh suami Bu Mutiah menjadi marbot masjid. Sudah setengah tahun terakhir ini Bu mutiah harus rutin berobat ke RS Balaraja karena menderita komplikasi diabetes dan jantung koroner. Walaupun biaya pengobatan Bu Mutiah ditanggung KIS yang dimilikinya, ia masih harus mengeluarkan banyak biaya untuk transportasi berobat. Jarak rumah Bu Mutiah ke rumah sakit cukup jauh, dan sangat jarang ada kendaraan umum melewati daerah rumahnya sehingga harus menyewa mobil atau ojek, itupun jika kondisi Bu Mutiah memungkinkan naik motor. Penghasilan suami Bu Mutiah yang tak menentu hanya cukup untuk makan sehari – hari, sedangkan anaknya juga dalam kondisi sulit. Bu Mutiah belum banyak mengalami perkembangan, ia harus terus menjaga agar gula darahnya stabil. Berat badan Bu Mutiah pun menurun, terkadang ia merasakan dadanya berdebar kencang. Mulanya Bu Mutiah kontrol dua kali dalam sebulan, kini ia harus tiga kali kontrol. Perkembangan Bu Mutiah masih belum menunjukkan perubahan yang positif. Namun beliau masih harus menjalani kontrol. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat jalan. Sebelumya Bu Mutiah telah dibantu dalam rombongan 1103

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @Nurmanmlana @Misnamina @Fatmahalwiny @ririn _restu

Bu Mutiah menderita diabetes + jantung koroner


MUTIAH BINTI ABDUL MAJID (65, Diabetes + Jantung Koroner). Alamat : Kp. Cimentul, RT 10/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bu Mutiah kini hanya tinggal berdua bersama suaminya. Kedua anak perempuannya sudah berkeluarga dan ikut bersama suaminya. Suami Bu mutiah bekerja sebagai buruh tani di desanya, namun tidak setiap hari ada orang yang menyuruhnya bekerja. Ketika musim tanam selesai suami Bu Mutiah kerap menganggur. Waktu luang banyak dimanfatkan oleh suami Bu Mutiah menjadi marbot masjid. Sudah setengah tahun terakhir ini Bu mutiah harus rutin berobat ke RS Balaraja karena menderita komplikasi diabetes dan jantung koroner. Walaupun biaya pengobatan Bu Mutiah ditanggung KIS yang dimilikinya, ia masih harus mengeluarkan banyak biaya untuk transportasi berobat. Jarak rumah Bu Mutiah ke rumah sakit cukup jauh, dan sangat jarang ada kendaraan umum melewati daerah rumahnya sehingga harus menyewa mobil atau ojek, itupun jika kondisi Bu Mutiah memungkinkan naik motor. Penghasilan suami Bu Mutiah yang tak menentu hanya cukup untuk makan sehari – hari, sedangkan anaknya juga dalam kondisi sulit. Bu Mutiah belum banyak mengalami perkembangan, ia harus terus menjaga agar gula darahnya stabil. Berat badan Bu Mutiah pun menurun, terkadang ia merasakan dadanya berdebar kencang. Mulanya Bu Mutiah kontrol dua kali dalam sebulan, kini ia harus tiga kali kontrol. Gula darah Bu Mutiah sudah mengalami penurunan. Bu Mutiah menjalani terapi laser selama 8 kali dalam satu bulan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat jalan. Sebelumya Bu Mutiah telah dibantu dalam pada 16 Maret 2018

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2018
Kurir : @Nurmanmlana @Misnamina @Fatmahalwiny @ririn _restu

Bu Mutiah menderita diabetes + jantung koroner


IAT BINTI ADAM (49, LIVER) Alamat : Kp.Pekong Rt 8/2 Ds.Saga Kec.Balaraja Kab.Tangerang Prov.Banten. Ibu Iat adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak .Ibu Iat awal sakit sejak dua tahun lalu. Gejalanya Ibu Iat sering merasakan sakit di bagian lambung dan perut. Ibu Iat memeriksakan diri ke dokter terdekat namun hanya obat lambung dan pereda nyeri yang didapat. Semakin lama sakitnya pun semakin parah. Ibu Iat pernah muntah darah yang mengharuskan Ibu Iat mendapat tindakan di UGD RSUD Balaraja. Ibu Iat mendapatkan perawatan selama 1 minggu. Menuru diagnosa dokter menunjukan bahwa Ibu Iat menderita sakit liver yang disebabkan lambung yang terlalu lama dan sudah kronis. Kini perut Ibu Iat pun semakin membesar dan membuat ibu Iat tidak leluasa bergerak. Untuk berjalan pun harus dibantu karena terasa berat. Ibu Iat yang tidak memiliki penghasilan hanya mengharapkan belas kasih dari para tetangga. Setiap dua minggu sekali Ibu Iat harus kontrol ke RS untuk dilakukan tindakan penyedotan cairan yang ada di perutnya. Walaupun beliau memiliki kartu jaminan kesehatan KIS tetap saja ibu Iat selalu kesulitan mana kala tiba waktunya untuk berobat. Hal ini dikarenakan beliau tidak memiliki biaya untuk sewa ojek yang mengantarnya ke RS. Tak jarang Ibu Iat selalu melewatkan jadwal berobatnya. Bantuan dari donatur Sedekah Rombongan diberikan untuk membantu berobat Ibu Iat. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan pada Ibu Iat.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal: 11 februari 2018
Kurir : @numanmlana @ririn_restu @misnamina @fatmahalwiny

Ibu Iat menderita sakit liver


IAT BINTI ADAM (49, LIVER) Alamat : Kp.Pekong Rt 8/2 Ds.Saga Kec.Balaraja Kab.Tangerang Prov.Banten. Ibu Iat adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak .Ibu Iat awal sakit sejak dua tahun lalu. Gejalanya Ibu Iat sering merasakan sakit di bagian lambung dan perut. Ibu Iat memeriksakan diri ke dokter terdekat namun hanya obat lambung dan pereda nyeri yang didapat. Semakin lama sakitnya pun semakin parah. Ibu Iat pernah muntah darah yang mengharuskan Ibu Iat mendapat tindakan di UGD RSUD Balaraja. Ibu Iat mendapatkan perawatan selama 1 minggu. Menuru diagnosa dokter menunjukan bahwa Ibu Iat menderita sakit liver yang disebabkan lambung yang terlalu lama dan sudah kronis. Kini perut Ibu Iat pun semakin membesar dan membuat ibu Iat tidak leluasa bergerak. Untuk berjalan pun harus dibantu karena terasa berat. Ibu Iat yang tidak memiliki penghasilan hanya mengharapkan belas kasih dari para tetangga. Setiap dua minggu sekali Ibu Iat harus kontrol ke RS untuk dilakukan tindakan penyedotan cairan yang ada di perutnya. Walaupun beliau memiliki kartu jaminan kesehatan KIS tetap saja ibu Iat selalu kesulitan mana kala tiba waktunya untuk berobat. Hal ini dikarenakan beliau tidak memiliki biaya untuk sewa ojek yang mengantarnya ke RS. Tak jarang Ibu Iat selalu melewatkan jadwal berobatnya. Bantuan dari donatur Sedekah Rombongan diberikan untuk membantu berobat Ibu Iat. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan pada Ibu Iat. Allah berkehendak lain kepada Ibu Iat. Ibu Iat menghadap ke pangkuan Allah pada 7 Mei 2018. Bantuan diberikan sebagai santunan duka kepada keluarga Bu Iat. Sebelumnya Alm. dibantu pada 11 Februari 2018.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal: 10 Mei 2018
Kurir : @numanmlana @ririn_restu @misnamina @fatmahalwiny

Ibu Iat menderita sakit liver


NURDAFA NADIF SETIAWAN (5, Thalasemia). Alamat : Perum Taman Balaraja, Blok C 9, No. 14, RT 5/7, Kel. Parahu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nadif adalah anak yang sangat periang, walaupun ia mengidap thalasemia sejak dilahirkan, namun tak menghalangi aktivitasnya seperti anak sebayanya. Ketika Nadif dilahirkan, seluruh tubuhnya menguning. Bidan yang menangani persalinan Nadif langsung menyarankan untuk berobat ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah Nadif dirawat di rumah sakit, dokter mendiagnosisnya kekurangan sel darah merah. Setelah dirawat satu minggu Nadif diizinkan pulang, namun dokter menganjurkan untuk kontrol setiap dua minggu sekali. Saat Nadif berusia dua tahun, ia harus rutin tranfusi darah setiap dua kali dalam 1 bulan, hal itu ia lakukan hingga kini karena hanya itulah terapi yang harus dijalaninya. Jika tidak transfusi kondisi Nadif akan memburuk. Selama ini Nadif berobat menggunakan JKN – KIS kelas III, namun ibunya, Haeriah, kerap kebingungan setiap jadwal transfusi tiba. Ibu Haeriah hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan, setelah suaminya meninggal ia berjuang seroang diri menghidupi keluarga. Melihat semangat Nadif yang tinggi untuk sembuh, Kurir Sedekah Rombongan pun memberikan bantuan awal untuk membantu biaya transportasi Nadif berobat ke RSU Tangerang. Bantuan lanjutan diberikan untuk membantu operasional Nadif. Nadif masih harus kontrol dan perlu transfusi darah. sebelumnya Nadif dibantu pada rombongan 1076.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 11 Februari 2018
Kurir :@nurmanmlana @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Nadif mengidap thalasemia


NURDAFA NADIF SETIAWAN (5, Thalasemia). Alamat : Perum Taman Balaraja, Blok C 9, No. 14, RT 5/7, Kel. Parahu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nadif adalah anak yang sangat periang, walaupun ia mengidap thalasemia sejak dilahirkan, namun tak menghalangi aktivitasnya seperti anak sebayanya. Ketika Nadif dilahirkan, seluruh tubuhnya menguning. Bidan yang menangani persalinan Nadif langsung menyarankan untuk berobat ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah Nadif dirawat di rumah sakit, dokter mendiagnosisnya kekurangan sel darah merah. Setelah dirawat satu minggu Nadif diizinkan pulang, namun dokter menganjurkan untuk kontrol setiap dua minggu sekali. Saat Nadif berusia dua tahun, ia harus rutin tranfusi darah setiap dua kali dalam 1 bulan, hal itu ia lakukan hingga kini karena hanya itulah terapi yang harus dijalaninya. Jika tidak transfusi kondisi Nadif akan memburuk. Selama ini Nadif berobat menggunakan JKN – KIS kelas III, namun ibunya, Haeriah, kerap kebingungan setiap jadwal transfusi tiba. Ibu Haeriah hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan, setelah suaminya meninggal ia berjuang seroang diri menghidupi keluarga. Melihat semangat Nadif yang tinggi untuk sembuh, Kurir Sedekah Rombongan pun memberikan bantuan awal untuk membantu biaya transportasi Nadif berobat ke RSU Tangerang. Bantuan lanjutan diberikan untuk membantu operasional Nadif. Nadif masih harus kontrol dan perlu transfusi darah. sebelumnya Nadif dibantu pada 11 Februari 2018. Kondisi Nurdafa masih belum menunjukkan perubahan yang signifikan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir :@nurmanmlana @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Nadif mengidap thalasemia


NURDAFA NADIF SETIAWAN (5, Thalasemia). Alamat : Perum Taman Balaraja, Blok C 9, No. 14, RT 5/7, Kel. Parahu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nadif adalah anak yang sangat periang, walaupun ia mengidap thalasemia sejak dilahirkan, namun tak menghalangi aktivitasnya seperti anak sebayanya. Ketika Nadif dilahirkan, seluruh tubuhnya menguning. Bidan yang menangani persalinan Nadif langsung menyarankan untuk berobat ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah Nadif dirawat di rumah sakit, dokter mendiagnosisnya kekurangan sel darah merah. Setelah dirawat satu minggu Nadif diizinkan pulang, namun dokter menganjurkan untuk kontrol setiap dua minggu sekali. Saat Nadif berusia dua tahun, ia harus rutin tranfusi darah setiap dua kali dalam 1 bulan, hal itu ia lakukan hingga kini karena hanya itulah terapi yang harus dijalaninya. Jika tidak transfusi kondisi Nadif akan memburuk. Selama ini Nadif berobat menggunakan JKN – KIS kelas III, namun ibunya, Haeriah, kerap kebingungan setiap jadwal transfusi tiba. Ibu Haeriah hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan, setelah suaminya meninggal ia berjuang seroang diri menghidupi keluarga. Melihat semangat Nadif yang tinggi untuk sembuh, Kurir Sedekah Rombongan pun memberikan bantuan awal untuk membantu biaya transportasi Nadif berobat ke RSU Tangerang. Bantuan lanjutan diberikan untuk membantu operasional Nadif.Nadif kembali menjalani pemeriksaan darah serta tranfusi. Sebelumnya Nadif dibantu pada 16 Maret 2018

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir :@nurmanmlana @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Nadif mengidap thalasemia


YULI SETYANINGSIH (18, Lupus). Alamat : Sutan, RT 2/24, Sendangsari, Minggir, Sleman, D.I Yogyakarta. Sejak kecil Yuli sering demam. Pada saat kelas 5 SD, demam tinggi diperiksakan ke Puakesmas tidak juga sembuh, kemudian dirujuk ke RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Saat dibawa ke RSUP DR Sardjito kondisi mukanya seperti kena cacar. Setelah dilakukan pemeriksaan dan tes laborat positif menderita Systemic Lupus Erythematosus/SLE, yaitu penyakit autoimun yang menyerang seluruh organ tubuh. Yuli Setyaningsih merupakan anak dari pasangan Bapak Setyobudi dan Ibu Dwi Mulyani. Sekian lama menjalani pengobatan, kondisi ekonomi keluarga ini semakin memprihatinkan. Ibunya bekerja sebagai cleaning service, sedangkan ayahnya bekerja sebagai kernet bus. Alhamdulillah Allah memperkenankan Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim dengan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu pengobatan Yuli. Alhamdulilah keadaan Yuli Setyaningsih berangsur-angsur ada peningkatan, walaupun harus kontrol secara rutin. Mari kita doakan, semoga Yuli segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : @Saptuari @Faisal_Gudeg @devinda @anjezmou @JemiGigi

Yuli menderita lupus


BAYI NY SITI MUCHAYATI (7 hari, Lahir Caesar). Alamat : Jl Rajawali No 546, RT 11/4, Desa Sumberejo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Ibu Siti Muchayati dan suaminya, Abdurahman Triwagiyanto (30) sebelumnya tinggal di Jawa Timur. Saat ini mereka sedang mengurus administrasi pindah kependudukan di Yogyakarta. Tak diduga sebelumnya, bayi yang dikandung sang istri harus lahir lebih awal daripada tanggal perkiraan. Tanggal 21 Maret lalu, sang ibu dibawa ke RS Hidayatullah karena detak jantung bayinya lemah. Kemudian ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah, detak jantung bayi berangsur normal, hanya saja posisi kepala bayi mendongak. Dokter pun menyarankan untuk dilakukan operasi Caesar. Bapak Abdurahman ialah seorang sopir taksi berbasis online. Ia bercerita karena administrasi kependudukan belum selesai, ia tak bisa mengurus jaminan kesehatan. Selain itu, ia mengaku merasa kesulitan untuk membayar biaya persalinan istrinya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya rumah sakit yang ditanggung Bapak Abdurahman. Bapak Abdurahman mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga ibu dan bayi segera pulih kembali, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @anjezmou @devina

Bantuan biaya melahirkan


SRI HARTINI (43, Komplikasi Hepatitis). Alamat : Pedukuhan Karang Asem, RT 5/25, Desa Sendangtirto Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Sri Hartini sudah beberapa tahun menderita sakit. Namun setiap mau dibawa kerumah sakit selalu tidak mau dengan alasan masih merasa kuat. Hingga di pertengahan bulan Februari 2018, warga sekitar bersama-sama dengan petugas puskesmas berhasil membujuk beliau untuk dibawa ke rumah sakit. Beberapa hari beliau menjalani rawat inap di RSUD Prambanan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Namun Tuhan berkehendak, dalam perjalanan menuju rumah sakit, beliau sudah meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan turut berduka cita serta turut membantu pemulangan jenazah serta menyampaikan santunan duka dari sedekaholics Sedekah Rombongan untuk meringankan biaya pemakaman beliau. Keluarga almarhumah mengucapkan terima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @Saptuari @Faisal_Gudeg @anjezmou Sigit @JemiGigi

Bu Sri menderita komplikasi hepatitis


KISWANTO BIN MADROJI (44, Infeksi Paru-Paru + Syaraf Kejepit). Alamat : Cisalak, RT 2/1 Cimanggu, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Pada tahun 2014, tubuh Pak Kiswanto sering lemas dan sesak nafas. Untuk berjalan, ia juga harus dibantu pegangan. Saat itu, ia masih merantau. Karena uang menipis ia pun pulang kampung. Lama-kelamaan, kondisi kesehatannya menurun. Pada bulan Desember 2017, ia menjalani pemeriksaan di RS Majenang. Ia mengalami sesak nafas hingga gagal nafas. Ia dirawat di ruang ICU. Saat itu ia meminjam uang Rp 40juta dari bank dan menjual sawah warisan untuk bekal pengobatan. Selama satu bulan perawatan ia tak menggunakan jaminan kesehatan, sementara bulan berikutnya ia bisa menggunakan fasilitas kartu BPJS. Tak berselang lama, kondisinya menurun kembali lalu dirujuk ke RS Wiradadi, Purwokerto kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Pak Kiswanto sempat dilakukan tindakan pompa jantung dan tersadar kembali. Istrinya, Kasirah (33), ialah satu-satunya keluarga yang merawat. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, ia berada di ruang HCU RSUP Dr. Sardjito selama 63 hari. Sementara anaknya yang masih kecil dititipkan di tempat saudara. Ibu Kasirah bercerita ia selalu bersemangat menemani suaminya menuju kesembuhan. Tetapi, ia kesulitan untuk memenuhi biaya yang tidak tercover jaminan, sementara tulang punggung keluarga tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga Pak Kiswanto segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @anjezmou @atinlelyas

Pak Kiswanto menderita iInfeksi paru-paru + syaraf kejepit


PARTIMIN BIN SUJAK (40, Operasi Batok Kepala). Alamat : Madigondo, Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, D. I. Yogyakarta. Sebelumnya Bapak Partimin bekerja sebagai kuli bangunan. Tetapi di awal tahun 2018 ia terkena musibah. Saat itu, Bapak Partimin ikut kerja bakti di lingkungan sekitarnya. Ketika hendak pulang membawa kayu bakar, ia menyenggol tebing lalu jatuh kurang lebih sedalam 5 meter dan tidak sadarkan diri. Dalam proses pertolongan pertama sudah tampak ada luka yang cukup serius di tangan dan kepala mengalami pendarahan. Kemudian ia dilarikan ke Puskesmas Samigaluh 1. Lukanya dibersihkan dan kepala dijahit. Setiap seminggu sekali ia kontrol ke puskesmas. Alhamdulillah, luka di bagian lengan dan luka lecetnya semakin kering. Hanya saja, jahitan di kepala terus berair. Pada bulan April 2018, kondisi Bapak Partimin semakin melemah. Kemudian ia dirujuk ke RSUD Wates, Kulon Progo. Jahitan di kepala dibersihkan. Selain itu, dokter mengatakan bahwa ada batok kepalanya yang retak. Ia dirujuk untuk melakukan operasi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Karena kondisi keuangan, keluarga pun segera mencari pinjaman untuk biaya akomodasi selama pengobatan. Alhamdulillah, biaya pengobatannya mendapat bantuan dari fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan biaya selama pengobatan Bapak Partimin. Semoga Bapak Partimin segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 18 Mei 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @atinlelyas

Bantuan biaya pasca operasi batok kepala


TUMIJO GIYATNO (78, Stroke). Alamat : Pedukuhan Lungguh, RT 1, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Awal mula sakitnya, sekitar satu setengah tahun yang lalu saat bergotong royong menebang kayu tiba-tiba lemas. Setelah diperiksakan kerumah sakit ternyata menderita sakit stroke. Selama ini memang beliau mempunyai riwayat sakit hipertensi (tekanan darah tinggi). Ia sempat menjalani rawat inap di rumah sakit. Saat ini ia hanya terbaring di tempat tidur, nyaris tidak bisa beraktivitas karena juga lumpuh. Bapak Tumidjo Giyatno dulunya berprofesi sebagai tenaga serabutan, namun sejak ia sakit istrinya, Partinem (65) yang bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilan sang istri pun tak seberapa. Untuk biaya hidup sehari-hari saja masih sangat sederhana. Sebenarnya, Pak Tumijo disarankan menggunakan kursi roda, tapi apalah daya, itu menjadi barang berharga bagi kelurga ini. Jika hendak mandi dan berjemur, sang istri meminta bantuan tetangga untuk memindahkan Pak Tumijo dengan tandu dari kursi kayu. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Tumijo. Bantuan kursi roda dan biaya hidup sehari-hari dari sedekaholics pun disampaikan. Pak Tumijo dan istri sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : @Saptuari Sigit @JemiGigi @atinlelyas

Pak Tumijo menderita sakit stroke


MASJID AL AMIN (Pembuatan Tempat Wudhu). Alamat : Gegunung, RT 33/11, Sendangsari, Pengasih Kulon Progo, D. I. Yogyakarta. Masjid Al Amin berdiri pada tahun 1990. Awalnya, belum menjadi masjid, hanya rumah kayu yang biasa masyarakat sekitar disebut langgar. Letak masjid di daerah tersebut lumayan jauh, sehingga warga berinisiatif untuk menambah kapasitas langgar menjadi masjid. Selain itu, warga juga merasa kesulitan untuk menjangkau masjid setempat setiap sholat Jumat. Pembangunan masjid ini dilakukan bertahap. Keadaan ekonomi warga tak jauh berbeda satu sama lain. Masing-masing hanya berniat ingin memiliki masjid saja, terlepas bagaimana mengusahakan dananya. Hingga tahun 2018 ini, jamaah Masjid Al Amin harus mengambil air dari sumur yang terletak agak jauh dari masjid. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, terlihat masjid ini memang belum memiliki tempat wudhu. Alhamdulillah, Allah memberikan karunia sehingga Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim kembali sekaligus menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu warga membuat tempat wudhu. Jamaah Masjid Al Amin sangat senang dan berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas perhatiannya sehingga impian mereka dapat terwujud. Semoga amal kebaikan sedekaholics dibalas oleh Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 29 April 2018
Kurir : @Saptuari Sigit @JemiGigi

Bantuan pembuatan tempat wudhu


KISWANTO BIN MADROJI (44, Infeksi Paru-Paru + Syaraf Kejepit). Alamat : Cisalak, RT 2/1 Cimanggu, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Pada tahun 2014, tubuh Pak Kiswanto sering lemas dan sesak nafas. Untuk berjalan, ia juga harus dibantu pegangan. Saat itu, ia masih merantau. Karena uang menipis ia pun pulang kampung. Lama-kelamaan, kondisi kesehatannya menurun. Pada bulan Desember 2017, ia menjalani pemeriksaan di RS Majenang. Ia mengalami sesak nafas hingga gagal nafas. Ia dirawat di ruang ICU. Saat itu ia meminjam uang Rp 40juta dari bank dan menjual sawah warisan untuk bekal pengobatan. Selama satu bulan perawatan ia tak menggunakan jaminan kesehatan, sementara bulan berikutnya ia bisa menggunakan fasilitas kartu BPJS. Tak berselang lama, kondisinya menurun kembali lalu dirujuk ke RS Wiradadi, Purwokerto kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Pak Kiswanto sempat dilakukan tindakan pompa jantung dan tersadar kembali. Istrinya, Kasirah (33), ialah satu-satunya keluarga yang merawat. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, ia berada di ruang HCU RSUP Dr. Sardjito selama 63 hari. Sementara anaknya yang masih kecil dititipkan di tempat saudara. Ibu Kasirah bercerita ia selalu bersemangat menemani suaminya menuju kesembuhan. Tetapi, ia kesulitan untuk memenuhi biaya yang tidak tercover jaminan, sementara tulang punggung keluarga tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga Pak Kiswanto segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Mei 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @anjezmou @atinlelyas

Pak Kiswanto menderita iInfeksi paru-paru + syaraf kejepit


MAVINTA DIYAH SHOLLIKHAH (18, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Kadipolo, RT 4/3, Sendangtirto, Berbah, Sleman Yogyakarta. Mavinta bersekolah di SMK Piyungan, Bantul. Selama ini orangtuanya, Dahrobi (55) dan ibunya Marjumiyati (53) membiayai sekolah Mavinta dari hasil pijat tunanetra. Tetapi, penghasilan dari usaha pijat ini memang tidak menentu, bahkan tidak bisa dibilang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat Mavinta naik ke jenjang kelas XII inilah, kedua orangtuanya merasa kesulitan untuk membayar biaya sekolah anaknya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Mavinta dan keluarga. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan titipan sedekaholics untuk membayar biaya sekolah Mavinta. Mavinta sangat senang sekali, begitupun kedua orangtuanya. Semoga bantuan ini juga menjadi pemicu semangat belajar Mavinta, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 27 Mei 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi Sigit @atinlelyas

Bantuan biaya sekolah


ANIYAH KHOIROH (25, Lumpuh kaki). Alamat : Dukuh Sintru, RT 07/ RW 06, Desa Kandang Mas. Kec. Dawe. Kab kudus. Prov Jawa Tengah. Aniyah yang merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Jasri (52) dan Ibu Muntihar (51), hingga kini tidak dapat berjalan. Pada mulanya Aniyah pernah demam tinggi yang disertai kejang. Sejak saat itu Aniyah mengalami lumpuh kaki. Kesehariannya hanya tidur di tempat tidur, tidak dapat beraktifitas dengan baik karena disabilitas berat. Aniyah tidak memilki BPJS. Bapak Jasri yang bekerja sebagai buruh mengungkapkan kesedihannya. Harapannya bisa mendapatkan bantuan berupa kursi roda karena keterbatasan biaya yang ada. Team Sedekah Rombongan Kudus merasakan kesulitan yang ada karena Aniyah juga memiliki adik laki-laki yang berusia 14 tahun. Dengan ini bantuan pengadaan kursi roda senilai Rp. 1.000.000 telah diserahkan untuk dapat membantu Aniyah beraktifitas dengan baik. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan bisa membantu mempermudah Aniyah untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 Mei 2018
Kurir: @andreyherdian Sigit @akuokawai

Aniyah mengalami lumpuh kaki


ERNY MARIASTUTI (48, Kanker Payudara). Alamat : Ngembal Rejo RT 03 / RW 03, Kec.Bae, Kab.Kota Kudus, Kudus, Jawa Tengah. Tiga tahun yang lalu Ibu Erny telah didiagnosa menderita penyakit kanker payudara. Penanganan dengan operasi pernah dilakukan di RSUP Kariadi Semarang. Beliau bahkan telah mendapatkan perawatan dengan kemoterapi sebanyak 40 kali. Beberapa bulan yang lalu penyakit beliau dirasakan kambuh kembali dan terasa sakit padahal perawatan kemoterapi sudah hampir selesai. Beliau pernah hingga tidak bisa berjalan karena efek kemoterapi. Ibu Erny telah memiliki jaminan kesehatan BPJS Kelas 2 mengikuti BPJS dari suami, Bapak Suyono (48) yang berkerja sebagai karyawan PURA Bagian Produksi Unit Rotogravure. Pasangan ini telah dikaruniai dua orang anak, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Beliau menjalani perawatan kembali namun ternyata kondisi beliau semakin menurun dan akhirnya tidak bisa diselamatkan. Tim Sedekah Rombongan Kudus turut berduka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kelapangan hati dan amal ibadah beliau diterima disisi-Nya. Dengan ini santunan kematian telah disampaikan kepada pihak keluarga.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir: @robbyadiarta Wibowo @akuokawai

Ibu Erny menderita penyakit kanker payudara


JUMANTO BIN KAMSAH (ALM) (33, Lumpuh kaki). Alamat : Dukuh Sekandang, RT 01/ RW 01, Desa Kandang Mas. Kec. Dawe. Kab kudus. Prov Jawa Tengah. Semasa kecilnya, Bapak Jumanto adalah anak laki-laki dengan kondisi tubuh yang normal, dapat bermain dan melakukan aktifitas layaknya seperti anak pada umumnya. Namun suatu ketika Beliau terjatuh dari sepeda. Kondisi tubuhnya mulai berubah karena demam dan kejang. Setelah itu kaki beliau perlahan lemas, tidak bisa digunakan untuk berdiri dan menopang tubuhnya. Sudah sempat diberobatkan namun sayangnya tidak ada perkembangan dengan kondisinya tersebut. Sejak saat itu Bapak Jumanto tidak mampu untuk berjalan. Dan hanya bisa duduk-duduk saja. Beliau belum berkeluarga dan hanya tinggal bersama Ibunya karena Ayah beliau sudah meninggal. Beliau berharap dapat mendapatkan bantuan sebuah kursi roda agar dapat beraktifitas lebih baik. Tim Sedekah Rombongan Kudus merasakan kesulitan dari Bapak Jumanto. Dengan ini bantuan berupa pengadaan kursi roda senilai Rp 1.000.000 telah diserahkan kepada Beliau. Semoga Bapak Jumanto bisa dapat lebih beraktifitas dengan baik dan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 Mei 2018
Kurir: @andreyherdian Ozi @akuokawai

Pak Jumanto menderita lumpuh kaki


SUPIA BINTI GUSTAM (2, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Baru, RT 16/5, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Ayah Supia, Pak Gustam, tidak menyangka anaknya yang masih kecil harus terkena penyakit jantung bocor. Ketika lahir, tidak ada gejala yang dialami Supia, namun saat usianya berusia 3 bulan ia mengalami pembengkakkan pada tangan dan perutnya. Awalnya Pak Gustam tidak terlalu khawatir, karena setelah membawanya ke pengobatan alternatif kodisi Supia dianggap lumrah terjadi, namun setelah lama berobat ke beberapa pengobatan alternatif kondisinya tidak kunjung membaik sehingga ia dibawa ke Puskesmas terdekat namun dirujuk ke RSUD di Singkawang. Sesampainya di RSUD dokter menyatakan bahwa Supia mengalami kelainan jantung bocor dan harus segera melakukan pengobatan lanjutan ke RS Harapan Kita Jakarta. Meskipun Supia sudah memiliki JKN-KIS Mandiri kelas lll, namun biaya transportasi dari kabupaten Sambas ke Jakarta tidaklah sedikit sehingga Pak Gustam mengurungkan niatnya untuk terus melanjutkan pengobatan anaknya. Pak Gustam dan istrinya, Ibu Armina dalam kesehariannya bekerja sebagai petani penoreh getah untuk menyambung hidup sehari – hari, mereka tak memiliki uang untuk pengobatan Supia. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Supia dan telah menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi dan kebutuhan berobat di RS Harapan Kita Jakarta. Pengobatan Supia kini terkendala, obat yang biasa ia konsumsi habis persediaannya di rumah sakit sehingga harus membelinya di apotek luar dan harganya tidak murah dan tidak ditanggung BPJS. Pak Gustam tidak memiliki uang untuk membeli kebutuhan obat tersebut selama 1 bulan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan. Kondisi terkini, Supia tampak sehat dan ceria. Ia juga sudah rutin mengkonsumsi obat jantung. Rencananya pada tanggal 6 Maret 2018 nanti akan konsul ke RSUD DR Soedarso. Sebelumnya Supia telah dibantu dalam rombongan 1101

Jumlah Bantuan : Rp. 4.074.000,-
Tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5@feria_syah12 @rayska197 @ririn_restu

Supia terkena penyakit jantung bocor


ARA WARDHANI (10 Bulan, Jantung Bocor, + Penyumbatan Paru-paru). Alamat : Dusun Mulyorejo, RT/RW : 007/004, Kecamatan Rasau Jaya, Desa Bintang Mas, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ara merupakan anak dari pasangan Somat, 35, dan Ririn Andriyanti, 25. Sakit jantung bocor dan penyumbatan paru-paru yang dideritanya baru terdeteksi saat usianya 3 bulan.
Oleh orangtuanya, Ara susah dua kali bolak balik ke rumah sakit. Kondisi fisiknya lemas, berat tubuh tidak stabil. Mirisnya lagi, di usia 8 bulan baru bisa lancar BAB & BAK. Jaminan Kesehatan yang dimiliki adalah BPJS Mandiri. Namun tetap saja, ayahnya yang hanya petani membuatnya terkendala biaya untuk melakukan perawatan lebih lanjut. Belum lagi persoalan utang sebesar Rp 30 juta yang masih membelitnya. Orangtyanya meminjam kepasa rentenir bayar bunga, Rp.30.000.000 selama 7 hari perawatan di ABK (Rumah Sakit Anugrah Bunda)
Kurir Sedekah Rombongan berkesempatan hadir ke kediaman orangtua Ara. Bantuan pun diberikan untuk mendukung kebutuhan sehari-harnya serta biaya pengobatan.

Bantuan : Rp. 4.100.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @ahmadtaqiyudin5 , Uray Kamaruzzaman

Ara menderita sakit jantung bocor dan penyumbatan paru-paru


KHAIZURAN AUFAR (1, Meningitis). Alamat : Jalan Petani, No.14, RT 1/38, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Provinsi Kalimantan Barat. Bayi yang baru berusia 8 bulan ini biasa dipanggil Aan. Pada awal April 2017, Aan menderita demam disertai menggigil dan badan membiru selama 2 minggu. Awalnya Aan menjalani rawat jalan di RS Bhayangkara, namun kondisinya belum mengalami perubahan dan semakin memburuk. Akhirnya Aan kembali dibawa ke RS Bhayangkara dan dilakukan tes darah serta cairan di kepala, hasilnya ia didiagnosis sementara mengalami meningitis. Untuk memperkuat diagnosis, Aan dirujuk ke RS Antonius yang mempunyai fasilitas CT – Scan, dari hasil CT – Scan dan rontgen ia positif terkena meninghitis. Ayah Aan adalah seorang buruh bangunan dan ibunya adalah ibu rumah tangga, penghasilan ayahnya tidak tetap dan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Biaya yang dikeluarkan selama berobat demi kesembuhan anaknya adalah dengan menjual harta benda yang ada serta berutang hingga jutaan rupiah. Alhamdulan Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan bantuan biaya CT – Scan, operasional berobat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Aan telah dibantu dalam Rombongan 1092.

Jumlah Bantuan : Rp.1.318.000,-
Tanggal : 28 Pebruari 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin Meta @ririn_restu @rayska197

Aan positif terkena meninghitis


MARSEL HIDAYAH (9, LUKA BAKAR). Alamat. DesaTempapan Hulu, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalbar. Putra pertama dari pasangan Sudiro (30) dan Fatidah (31) mengalami kondisi yang memprihatinkan dengan hampir seluruh bagian tubuh melepuh akibat air panas. Musibah ini menimpanya pada Oktober 2017. Menurut orangtua Marcel, kejadian naas tersebut terjadi beberapa bulan lalu saat ia dan istrinya sedang pergi ke kebun untuk bekerja menoreh getah.Ternyata di waktu rumah kosong dan Marsel yang saat itu pulang dari sekolah langsung mencoba memasak air dengan tungku yang masih menyala memanfaatkan kayu bakar. Marsel, kata dia, meminjam korek api maupun sejenisnya kepada tetangga untuk menghidupkan api di tungku, walaupun memang sebelumnya tak pernah untuk memasak air. Stelah mendidih, ternyata Marsel langsung mencoba untuk mengangkat air dari tungku yang lumayan tinggi di dapurnya. Karena beban air yang berat dan terpeleset, air panas itu pun langsung menyirami tubuh Marsel yang jatuh terlentang.
Musibah itu, mengakibatkan bagian dada, tangan, sampai kaki depan belakang Marsel melepuh, mengelembung dan pecah. Marcel sempat dibawa ke Puskesmas Galing, kemjdian dua hari berikutnya dirujuk je RSUD Sambas. Kemudian terbatasnya tenaga medis, Marcel dirujuk ke RS Pemangkat diterima dan dirawat selama 17 hari baru dirujuk ke RS Soedarso. Saat menjalani perawatan di RSUD DR Soedarso, Marcel meninggal dunia. Kurir SedekahRombongan berkesempatan mendatangi rumah duka dan memberikan bantuan santunan duka kepada pihak keluarga.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ferryansyah, @rayska197

Marsel menderita luka bakar


RATIF WAFA AL QARNI (1 MINGGU, SESAK NAFAS). Alamat : Jalan Tani Makmur, Dusun Gang Swakarya 1, Kecamatan : Pontianak Selatan, Kota Baru, Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalbar. Ratif merupakan anak dari pasangan suami istri, M.Qomaruddin (36) dan Dwi Hartini ( 31). Riwayat sakit yang diderita Ratif bermula pada saat umur kandungan ibu Dwi masih beberapa bulan dan ia sudah memeriksakan kondisi kehamilan nya di puskesmas. Hasilnya posisi bayi yang ada dalam kandungan terbalik sehingga harus menjalani proses kehamilan dengan operasi. Saat proses kelahiran, semua berjalan lancar. Namun setelah 5 jam bayi yang dilahirkan mengalami sesak nafas. Dokter yang ada di klinik menyarakan untuk dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas nicu. Tapi karena rumah sakit yang bisa memakai bpjs dan memiliki fasilitas nicu penuh semua, sehingga Dwi terpaksa ke rumah sakit swasta yang harus bayar full. Hingga kini, bayi Ratif masih di ruang NICU menjalani perawatan. Kedua orangtua Ratif membutuhkan biaya Rp. 10.000.000,- yang harus diselesaikan terhadap pihak rumah sakit swasta. Sedekah Rombongan berkesempatan mendatangi orangtua Ratif dan memahami apa yang diperlukan. Bantuan diberikan untuk membayar biaya perawatan.

Jumlah bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Kurir : yudi, @rayska197

Ratif mengalami sesak nafas


DINA MARDIANA (15, Peradangan pada Rahim + Lumpuh ). Alamat : Jln. Prof. M. Yamin, Gg. Eka Daya, No. 33, RT 2/5, Kel. Kota Baru, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Prov. Kalimantan Barat. Remaja berusia 15 tahun ini adalah seorang siswi SMP di daerah Kota Pontianak. Sayangnya dia harus putus sekolah karena menderita penyakit yang cukup serius. Terdapat penyakit pada rahimnya dan ia mengalami kelumpuhan. Penyakit tersebut membuatnya tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya kondisi kesehatan Dia baik, namun setelah kejadian 3 bulan silam ia kini ia menjadi sering sakit – sakitan. Meskipun pelaku telah dijerat hukum, rasa trauma dan sakit yang diderita masih Dia rasakan. Kondisi tersebut menjadi ujian yang sangat berat bagi keluarga, terlebih lagi dengan kondisi orang tua Dia yang hidup dalam kemiskinan. Jangankan untuk biaya berobat, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari saja terkadang tidak terpenuhi. Setelah sebelumnya pernah dirawat di RSUD SUDARSO kini kondisi Dia mengalami pembengkakan dibagian paha dan betis ditambah lagi sering mengalami sesak nafas. Hampir setiap bulan orangtua dari Dia membawanya kontrol ke Rumah Sakit. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan lanjutan biaya pembelian suplemen pasien, pembayaran BPJS dan santunan tunai.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 22 Pebruari 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5@gmail.com @ayu_anizh

Dina mengalami kelumpuhan


KASIH NUR VAJIRA (6, Syndrom Nefrotik + TBC). Alamat : Desa Prapakan Besi, Dusun Besi Kuning, RT 1/1, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kasih adalah anak dari pasangan Bapak Henri (36) dan Ibu Satriani (34), keduanya bekerja sebagai petani untuk menghidupi ketiga anaknya. Awalnya Kasih merasakan sakit di bagian perutnya pada Juli 2016, setelah itu sejak bulan puasa hingga hari raya ia mengalami diare terus – menerus. Puncaknya pada Agustus 2016 Kasih kembali merasakan sakit di perutnya, kondisi tersebut membuat ia yang begitu ceria menjadi sering menangis karena tak kuat menahan sakit dan kemudian wajahnya membengkak. Setelah beberapa hari hanya dirawat di rumah, bengkak di wajah Kasih pun tak kunjung mereda hingga membuat keluarga khawatir dan membawanya berobat ke Puskesmas Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas. Selama dirawat di Puskesmas Sekura, bengkak di wajah Kasih menjalar ke kaki hingga membuatnya tak bisa berjalan, empat hari kemudian perutnya pun mulai nampak membengkak. Kondisi Kasih tidak mengalami peningkatan dan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Sambas. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Kasih positif mengalami gagal ginjal (Sindrom Nefrotik). Kasih kemudian dirujuk ke RSUD Pemangkat dan dirawat selama sebelas hari. Pada Oktober 2016 Kasih menjalani kemoterapi yang pertama di RS Singkawang, dalam kondisi tertentu ia memerlukan obat Albumin sebelum dilakukan kemoterapi. Berdasarkan keterangan keluarga Albumin ini tidak ditanggung BPJS sehingga keluarga harus membayar senilai 2 juta rupiah. Pada 20 Januari 2017, Kasih mengalami demam tinggi yang disertai kejang dan ia tidak sadarkan diri sehingga harus dirawat di RS Pemangkat. Dua hari kemudian Kasih dirujuk dan dirawat di RS Serukam dan setelah enam hari dirawat ia masih tak sadarkan diri. Pada saat itu Kasih mendapat jadwal kemoterapi pada tanggal 2 Februari 2017, namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan akhirnya jadwal kemoterapi diundur. Setelah Kasih sadarkan diri dari koma, untuk pemenuhan nutrisi dan buang air harus melalui selang. Napas yang cepat disertai batuk menimbukan kecurigaan dokter bahwa Kasih mungkin juga mengalami infeksi paru setelah dilakukan penanganan dengan Nebulizer. Pada 7 Februari 2017, Kasih mengalami melena (feses berwarna hitam) dan muntah darah yang mengharuskannya menjalani cek darah. Berdasarkan keterangan keluarga dari hasil cek darah yang telah dilakukan, kondisi umum ginjal Kasih tidak mengalami perubahan yang lebih baik dan kondisi paru-parunya telah terinfeksi TBC hingga 82%. Ia pun sempat dirawat di RS Serukam Singkawang dengan kondisi badan membiru dan ikterik (menguning pada kulit dan mata), susah berbicara dan bergerak. Kasih telah menjalani kemoterapinya yang ke-5 pada 23 Februari 2017 dan kondisinya pada saat itu belum juga mengalami peningkatan. Pada 21 Maret 2017 ia mendapat jadwal untuk kemoterapi yang ke-6 namun pada 14 Maret 2017 kondisinya menurun dan lansung dibawa ke RSU Bethesda Kabupaten Bengkayang. Kasih mendapat penanganan pemberian obat Lasix melalui suntikan pada infusan untuk mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya melalui saluran kemih. Sejak awal Mei 2017 Kasih sudah tidak lagi menggunakan obat Lasix dan obat Albumin, untuk kemoterapi yang digunakan sekarang adalah dengan mengonsumsi obat Neoral Ciclosporin. Kasih mengalami infeksi darah yang menyebabkan pendarahan serta pembekakkan di bagian kedua lututnya. Setelah diambil sampel darah, belum diketahui hasilnya dan apa yang menyebabkan Kasih terkena infeksi darah, sehingga ia mendapatkan penanganan dengan menggunakan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infusan yang akan digunakan hingga 11 Minggu ke depan. Dalam 1 minggu sebelumnya Kasih mendapatkan 3 dosis obat Metilprednisolon, dan setelah masuk minggu ke-8 dikurangi 1 dosis dalam 1 minggu. Setelah 11 minggu mendapat obat Metilprednisolon seharusnya Kasih mendapat pengganti obat yang lebih keras, namun karena usia dan berat badannya yang belum mencukupi akhirnya dokter memutuskan untuk melanjutkan penggunaan Metilprednisolon. Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS membuat keluarga harus mengeluarkan uang sebesar Rp250.000,- per sekali dosis. Pada 6 Agustus 2017, Kasih akan mendapatkan perawatan lanjutan di RSU Bethesda Kab. Bengkayang untuk mendapatkan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infus. Menurut keterangan orang tua Kasih, setelah menjalani pengobatan dengan metilprednisolon, alhamdulillah ginjal Kasih sudah membaik dilihat dari tes urine yang dilakukan, kondisi badan gemuk, pemeriksaan darahnya normal dan tidak lagi mengonsumsi obat TBC, pada tanggal 14 Mei 2018 akan menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai dengan jadwal dari dokter dan direncakan akan mengganti obat metilprednisolone dengan obat yang baru dari dokter. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu transportasi dan akomodasi berobat, pembelian obat Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS dan biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Kasih telah dibantu dalam Rombongan pada tanggal 3 Maret 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.710.000,-
Tanggal : 17 April 2018
Kurir: @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12 @rayska197 @ririn_restu

Kasih menderita syndrom nefrotik + TBC


NGATMIN BIN HARUN (ALM) (43, Lumpuh kaki dan disabilitas). Alamat : Dukuh Sintru, RT 06/ RW 01, Desa Kandang Mas. Kec. Dawe. Kab kudus. Prov Jawa Tengah. Bapak Ngatmin yang merupakan anak tunggal dari pasangan Bapak Harun (Alm) dan Ibu Sipih (Almh). Kedua orang tua beliau telah meninggal. Kini Bapak Ngatmin yang mengalami lumpuh kaki hidup dan dirawat oleh bibinya. Sewaktu mudanya, keadaan Beliau normal dan dapat melakukan aktivitas dengan baik. Namun saat berusia sekitar 24 tahun, ketika naik pohon randu, Beliau terjatuh ketanah. Mengalami patah tulang belakang. Sempat menjalani pengobatan dan dioperasi dan keadaannya membaik. Tapi kemudian tidak dapat berjalan kembali. Beliau memiliki Jaminan kesehatan KIS PBI. Keluarga tersebut mengungkapkan kesulitannya. Dengan ini bantuan pengadaan sebuah kursi roda senilai Rp. 1.000.000 telah diserahkan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan beliau bisa lebih beraktifitas dengan baik dengan adanya kursi roda tersebut.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 29 Mei 2018
Kurir: @andreyherdian Bokir @akuokawai

Bapak Ngatmin yang mengalami lumpuh kaki


SRI NUR KHAYYUN (46, Stroke / Pembuluh darah ke otak). Alamat : Desa Tritis RT 03 / RW 03, Kec. Nalumsari, Kab. Jepara, Jawa Tengah. Sekitar pertengahan tahun 2017, Ibu Sri didiagnosa menderita stroke. Sejak saat itu kondisi kesehatan Beliau semakin turun. Beliau hanya seorang diri bersama Putranya yang berusia sekitar 20 tahun karena telah bercerai. Kesehariannya, Sang Ibu hanya tiduran ditempat tidur dikarenakan anggota tubuh yang lemas dan tidak kuat untuk berjalan. Untuk ke kamar mandi harus dibantu putranya. Begitu juga saat makan dll. Beliau tidak dapat diajak komunikasi karena tidak dapat merespon dengan baik. Tim Sedekah Rombongan Kudus merasakan kesedihan yang diungkapkan oleh Putranya. Rencananya Ibu Sri akan menjalani pengobatan, namun ternyata kondisi beliau semakin menurun dan akhirnya tidak bisa diselamatkan. Tim Sedekah Rombongan Kudus turut berduka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kelapangan hati dan amal ibadah beliau diterima disisi-Nya. Dengan ini santunan kematian telah disampaikan kepada pihak keluarga.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Ibu Sri didiagnosa menderita stroke


YATINA BINTI MISANI (50, Thyrotoxicosis). Alamat: Desa Nogosari RT 8/2, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2016, Bu Yatina mengeluh sakit di bagian leher. Beliau mendapati adanya benjolan besar di bagian leher. Karena benjolan tersebut, Bu Yatina menjadi kesulitan bernapas. Suara beliau juga menjadi berat karena tertahan. Bu Yatina menjadi kehilangan nafsu makan karena mengalami kesulitan dalam menelan makanan. Akhirnya beliau memeriksakan diri ke Puskesmas. Karena tidak ada biaya untuk kelanjutan pemeriksaan, akhirnya Bu Yatina menjalani pengobatan secara alternatif. Di tahun 2017, Bu Yatina dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Yatina didiagnosa menderita thyrotoxicosis. Kini, benjolan di leher Bu Yatina masih ada. Beliau masih menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo. Bu Yatina bekerja sebagai buruh tani. Suami beliau sudah lama meninggal dunia. Bu Yatina juga tidak memiliki tanggungan anak. Selama menjalani pengobatan, Bu Yanita menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Walaupun demikian, Bu Yatina masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan akomodasi. Saat mengetahui kondisi Bu Yatina, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bu Yatina semakin membaik, namun Allah berkehendak lain. Setelah sepuluh bulan dalam masa dampingan Sedekah Rombongan, Bu Yatina berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.950.000,-
Tanggal : Oktober 2017, Januari 2018, Maret 2018, 8 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo

Bu Yatina didiagnosa menderita thyrotoxicosis


MUHAMMAD ANDRIYANTO, (47, Asites) Alamat Jebung Kidul RT/RW 002/001, Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bapak Andriyanto adalah seorang pekerja kuli Bangunan saat beliau masih sehat, dan setelah tujuh bulan berlalu beliau mengalami sakit kembung, sulit buang air kecil dan air besar. setelah itu hari demi hari Bapak Andriyanto lewati sakit yang dialami beliau perutnya semakin membesar dan mengakibatkan kesakitan pada perutnya oleh pihak keluarga langsung membawanya ke Puskesmas dan oleh pihak Puskesmas dirujuk ke RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso untuk mengetahui sakit yang dialami beliau. Setelah sampai di Dr. Koesnadi Bondowoso Bapak Andriyanto di CT-SCAN dan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Bapak Andriyanto mengalami Asites. Asites adalah pengumpulan cairan di dalam rongga perut, Asites cenderung terjadi pada penyakit menahun (kronik). Paling sering terjadi pada sirosis, terutama yang diisebabkan oleh alkoholisme. Bapak Andriyanto memiliki bekal Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya selama beliau masih dalam pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Bapak Andriyanto memerlukan bantuan dampingan selama pengobatan berlanjut karena berasal dari keluarga tidak mampu / dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal beliau dan beliau benar-benar dari keluarga kurang mampu yang layak untuk dibantu. setelah Bapak Andriyanto di Dampingi oleh Sedekah Rombongan selama empat bulan kondisi Bapak Andriyanto semakin membaik. namun Bapak Andriyanto berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.100.000,-
Tanggal : April 2018, Mei 2018, 8 Juli 2018
Kurir : @Awwaludin_yudha @viandwiprayugo

Bapak Andriyanto mengalami Asites


SINDI RAHMADANI, (13, Hipospadia) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 036/024, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sindi Rahmadani, kesehariannya sering di panggil Sindi. Sindi mengalami sakit saluran lubang kencing yang tidak tepat pada lubang penisnya sejak mulai lahir, dan Sindi ditinggal oleh ibunya sejak umur satu tahun karena Ibunya meninggal karena mengakibatkan sakit Liver. Sakit yang di alami Sindi tidak diperiksakan ke rumah sakit karena keterbatasan biaya perekonomian. Dan saat ini Sindi tinggal bersama Neneknya yang bekerja buruh tani di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan medapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Sindi memerlukan bantuan dalam berobat karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ketempat tinggal Sindi. Selang dua hari Sindi langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan, dan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Sindi mengalami sakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal, dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Sindi memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarga selama Sindi masih berobat di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Sindi untuk membantu Sindi. Santunan yang diberikan untuk pembayaran BPJS dan biaya perawatan dan pengobatan Pasien, dan Biaya Administrasi Pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Sindi, dan Semoga santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala Aamiin.. santunan sebelumnya masuk dirombongan 1102

Jumlah Santunan : Rp. 845.000,-
Tanggal : Februari 2018, Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, 18 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Sindi mengalami sakit hipospadia


MARSYAH AMANDA PUTRI, (1, Penyakit Jantung Bawaan) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Marsyah Amanda Putri adalah Bayi yang lahir pada tanggal 25 Mei 2016 dari Ibu Listiani (32) mengalami Penyakit Jantung Bawaan sejak lahir yang mengakibatkan pernafasannya terganggu sesak nafas dan munculnya warna biru pada beberapa tempat, mulai dari bayi yang terlihat lebih biru saat menangis, mulai dari kuku, bibir serta lidah. Hal ini akan terjadi lagi saat bayi menggunakan banyak tenaganya, seperti menyejan saat buang air besar, menyusui dan melakukan beberapa hal yang menguras tenaga. Adik Marsyah ini dirawat di rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemulihan kondisinya yang melemah. Adik Marsyah memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI untuk meringankan beban keluarganya untuk berobat dan Alhamdulillah kondisi Adik Marsyah saat ini semakin membaik. Sastrawan Dwi Saputra (38) Ayah Adik Marsyah ini bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentukan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Marsyah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Marsyah yang memerlukan pengobatan lanjutan. Santunan yang diberikan untuk BPJS setiap Bulan, Akomodasi biaya Transport dan pembelian Obat-obatan yang tidak di tanggung di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1133

Jumlah Santunan : Rp. 633.000,-
Tanggal : Mei 2018, Juni 2018, 22 Juli 2018
Kurir : @Awwaludin_yuda @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Marsyah mengalami penyakit jantung bawaan


RIRIN BINTI ISMAIL, (48, Benjolan di Kaki) Alamat Dusun Gudang Karang RT/RW 001/029, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada 1 Maret 2016, terdapat benjolan di lutut belakang kaki sebelah kanan. Ibu Ririn memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter menganjurkan untuk dilakukan USG. Setelah USG, dokter mendiagnosis menderita tumor yang berupa benjolan di kaki kanan yaitu terdapat cairan 4ml. Dokter menyarankan agar Ririn segera dioperasi karena meski tumor jinak, namun berpotensi membesar dan kelamaan susah untuk digerakkan dan duduk. Namun Ibu Ririn berinisiatif melakukan pengobatan alternatif untuk pengobatannya. Pada awal Februari 2018, tumor semakin membesar dan kaki susah digerakkan sehingga Ibu Ririn oleh tetangganya membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soebandi Jember dan diminta untuk segera menjalani operasi. Ibu Ririn adalah seorang janda yang hidup sebatang kara, kesehariannya diam dirumah. Ibu Ririn tidak bekerja karena Ibu Ririn sudah tidak bisa berjalan. Makan sehari hari Ibu Ririn dibantu oleh tetangga sekitarnya. Biaya pengobatan Ibu Ririn dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, Ibu Ririn masih kesulitan biaya untuk akomodasi saat ia menjalani operasi pengangkatan tumornya. Alhamdulillah Ibu Ririn dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan sehingga bisa menyampaikan santunan untuk akomodasi pasca operasi dan pembelian obat yang tidak tercover KIS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Ririn dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2018, 2 Mei 2018, 23 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil

Bu Ririn menderita benjolan di lutut belakang kaki sebelah kanan


MUHAMMAD RIDWAN, (46, Tumor Hati ) Alamat RT/RW 003/011, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada bulan Februari 2018 Bapak Ridwan sering mengalami mual-mual, mudah lelah dan muntah. Saat diperiksakan, dokter menyarankan untuk dilakukannya USG dan terditeksi tumor di hati bapak Ridwan. Kondisi sekarang ini bapak Ridwan masih bisa beraktifitas normal dan terkadang merasa sakit perut dan lemas. Pengobatan yang dilakukan hanya di dokter terdekat karena terkendala biaya karena bapak Ridwan tidak mempunyai jaminan kesehatan. Bapak Ridwan hanya sebagai kuli bangunan dan istrinya Ibu Holidah (22) bekerja sebagai pembantu rumah tangga penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami, bantuan pun diberikan untuk biaya pengobatan dan pembelian obat resep dari dokter. Semoga bapak Ridwan segera diberikan kesembuhan dan kesehatan seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.259.806
Tanggal : 17 April 2018, 18 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @imamhariyadi

Pak Ridwan terditeksi tumor di hati


AHMAT AZIKUR ROHMAN, (1, Penyakit Jantung Bawakan) Alamat Dusun Karang Semanding RT/RW 001/011, Desa Sukorjo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ahmat Azikur Rohman adalah anak kedua dari pasangan Bapak Ahmad Tauhid (36) dan Ibu Arifah Mahtum (24), yang lahir di Puskesmas Bangsalsari dengan keadaan Normal. Setelah tiga bulan berlalu adik Azikur Rohman mengalami muncul seperti bibir berwarna biru, lidah berwarna biru dan juga sesak pada pernapasan. Lalu oleh pihak keluarga adik Azikur Rohman di bawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialaminya. Setelah sampai di Puskesmas, adik Azikur Rohman di periksa dan oleh pihak Dokter menyatakan bahwa adik Azikur Rohman mengalami kelainan pada Jantungnya memerlukan rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Karena orang tua Aziku Rohman tidak memiliki biaya dan tidak memiliki Jaminan apapun akhirnya Azikur Rohman dirawat di rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari warga sekitar bahwa adik Azikur Rohman memerlukan bantuan karena dari keluarga kurang mampu. Orang tua adik Azikur Rohman bekerja sebagai pedagang arum manis yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ke tempat tinggal keluarga adik Azikur Rohman dan bersilahturahmi. Karena adik Azikur Rohman memiliki jaminan apapun, Kurir Sedekah Rombongan mengurus Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban pembiayaan selama di rumah sakit. Dan setelah Jaminan Kesehatan mulai Aktif Kurir Sedekah Rombongan langsung meminta rujukan dari Puskesmas ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan setelah tiba di RSUD Dr. Soebandi Jember adik Azikur Rohman di periksa dan Dokter menyatakan adik Azikur mengalami kelainan jantung. Dan disarankan untuk opname perbaikan kondisi. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Azikur Rohman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran BPJS setiap bulan, dan Akomodasi selama di Rumah Sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Azikur Rohman dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1113

Jumlah Santunan : Rp. 909.750,-
Tanggal : Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, 28 Juli 2018
Kurir : @Awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil

Azikur mengalami kelainan pada jantungnya


SITI ASPIYA, (20, Atresia Ani) Alamat Dusun Sumber Tengah RT/RW 001/001, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Siti Aspiya adalah anak dari pasangan Bapak Sunar (49) dan Ibu Misnaya (48) yang lahir dalam kondisi yang tidak sama seperti bayi pada umumnya, ia memiliki kelainan yang tidak memiliki anus. Pada awalnya, Aspiya terpaksa harus buang air besar melalui organ vaginanya yang disertai rasa sakit. Aspiya tidak di periksaan oleh keluarganya karena keterbatasaan biaya. Hingga sekarang adik Aspiya masih tetap merasakan sakit saat buang air besar. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aspiya bahwa Aspiya memerlukan bantuan. Semangat untuk sembuh Aspiya sangat tinggi. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi Aspiya untuk berobat di rumah sakit paru Jember untuk perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Setelah dua kali pemeriksaan di rumah sakit paru Jember, Aspiya menjalani pengobatan Pasca operasi agar Aspiya bisa buang air besar tanpa rasa sakit namun ia masih harus menjalani operasi lanjutan untuk pembuatan anus. Orang tua Aspiya Ibu Misnaya (48) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tanggan dan Bapak Sunar (49) yang bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Adik Aspiya memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS NON PBI kelas III yang meringankan beban keluarga dalam pembiayaan selama Aspiya berobat. meski Aspiya telah memilki JKN – KIS kelas III, masih banyak obat-obatan dan peralatan lainnya yang harus dibeli diluar cover Jaminan yang dimiliki Aspiya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Aspiya, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian alat di luar cover BPJS dan Uang Saku. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Aspiya dan semoga diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan, Amin. dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1034

Jumlah santunan : Rp. 703.500,-
Tanggal : Desember 2017, Januari 2018, Maret 2018, April 2018, Juni 2018, 1 Agustus 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Siti memiliki kelainan yang tidak memiliki anus


SATEM BINTI DIPA WECANA (81, Retak Tulang Paha Kanan). Alamat : Pasirmuncang, RT 1/6, Kelurahan Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada hari selasa, tepatnya tanggal 20 Maret 2018 Ibu Satem jatuh terpeleset ke lantai sewaktu sedang berjalan di rumahnya. Beliau merasakan sakit sakit pada paha kanan bagian atas. Awalnya, beliau pikir hanya sakit biasa pasca jatuh. Namun, setelah diperiksakan ke Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP) diketahui bahwa Ibu Satem mengalami tulang retak sehingga harus dioperasi. Ibu Satem tinggal bersama anak dan cucunya. Inilah yang seringkali menjadi kendala, keterbatasan biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Satem. Sedangkan kendala lain yang saat ini dihadapi adalah tidak adanya biaya untuk membeli kursi roda dan alat bantu jalan. Selama pengobatan, Ibu Satem dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Satem, sehingga dapat menyampaikan santunan yang bisa digunakan untuk membeli kursi roda dan memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau. Semoga bermanfaat, dan semoga Ibu Satem lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 April 2018
Kurir : @ddeean Yunanto @yaswi_rd

Ibu Satem mengalami tulang retak


NURIYAH BINTI YASRI (52, Asam Urat). Alamat: Dusun Kepil RT 3/4, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Kurang lebih sepuluh tahun yang lalu kaki bu Nuriyah bengkak sehingga beliau tidak bisa berjalan atau melakukan aktivitasnya, beliau hanya bisa berbaring. Suami bu Nuriyah bekerja sebagai penjual gambar yang dibuatnya sendiri di selembar kertas karton, dengan berjualan keliling dari desa ke desa bahkan ke luar kota, dengan hasil yang sangat minim sekali. Kondi ekonomi yang demikian ini menjadi sebab mereka tidak mampu berobat. Bu Nuriyah mempunyai fasilitas jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun untuk biaya transpotasi berobat beliau tidak mampu, sehingga terkadang bu Nuriyah hanya berobat di Mantri kesehatan setempat atau dengan pengobatan herbal mandiri ala kadarnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk mendatangi rumah bu Nuriyah dan melihat kondisi keluarganya yang memprihatinkan, sehingga Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000.-
Tanggal: 11 Februari 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Wawan Yayuk @muhtadinexc

Bu Nuriyah menderita asam urat


ASTUTI SUNGAI RAYA (50, Gagal ginjal). Alamat : Jalan Adi Sucipto Gang M. Saleh RT. 004/004 Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Astuti adalah seorang penderita tuna rungu sejak lahir. Dia juga seorang ibu rumah dengan satu anak perempuan yang sekarang berusia 8 tahun yang autis dan tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Sejak ditinggal menunggal suaminya sejak 2016, Astuti tinggal bersama mertua yang ia asuh sendiri dengan segala keterbatasannya. Astuti hanya hidup dari belas kasihan kerabat dan tetangga yang membantu kehidupan mereka sehari-hari. Anak semata wayangnya harus berhenti dari Sekolah Luar Biasa (SLB) karena tidak punya biaya untuk melanjutkan pendidikan. Pada bulan Juni 2017 ibu Astuti mendapatkan sakit dan didiagnosa terkena penyakit jantung dan masuk RS untuk beberapa hari. Sembuh dari sakit beliau diminta untuk konsultasi setiap beberapa bulan sekali. tepatnya Desember 2017 saat akan berangkat konsultasi ternyata kaki dan wajah ibu astuti bengkak dan oleh pihak keluarga dibawa ke RS Islam YARSi Pontianak. Pihak RS menyatakan Astuti menderita penyakit gagal ginjal dan mesti dirawat dan melakukan cuci darah. Setelah hampir 2 minggu di rumah sakit ibu Astuti diperbolehkan pulang dan dirawat sendiri oleh kakak kandungnya. Namun sebulan berada di rumah tiba-tiba kaki dan pahanya bengkak dan sesak nafas. Astuti segera dibawa ke RS Yarsi pada tanggal 1 Februari 2018. Selama di rumah sakit sempat dilakukan cuci darah. Namun pada saat akan dilakukan cuci darah yang kedua, sudah tidak bisa lagi karena pahanya sudah bengkak dan infeksi. Minggu, 4 Februari 2018 ibu Astuti meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan duka untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 7 Februari 2018
Kurir : Meta Nuryani, @rayska197

Bu Astuti menderita gagal ginjal


SRI WAHYUNI (36, Kanker Ovarium). Alamat : Jalan Tekam, Perum Permata Seruni, Blok B2, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Sri tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Suhatril (67) dan Ibu Masiharti (60), di kontrakan yang sangat sederhana. Anak kedua dari empat bersaudara ini mulai merasakan sakit pada tahun 2007 saat berusia 26 tahun. Saat itu Sri didagnosis ada kista di rahimnya, namun karena ketiadaan biaya ia tidak dapat berobat dengan maksimal. Selama 10 tahun, Sri hanya menjalani pengobatan seadanya. Pada Juli 2017, Sri mengalami susah bernapas pada saat berbaring. Kondisi ini membuatnya harus mencari posisi tidur yang tepat agar bisa bernapas dengan nyaman. Setelah kondisinya tak kunjung membaik, Bapak Suhartil membawanya ke RSU Soedarso Pontianak, dari hasil pemeriksaan dinyatakan ia mengalami kanker ovarium dan harus segera dilakukan operasi. Sebelum dilakukan operasi, harus dilakukan penyedotan cairan di paru-paru/organ dalam lainnya. Biaya penyedotan ditanggung BPJS, namun keluarga kesulitan biaya untuk transportasi berobat ke rumah sakit. Terlebih lagi Bapak Suhartil yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga dengan berdagang tidak bisa mencari uang karena harus mendampingi Sri berobat. Ibu Masiharti kondisinya sudah sangat sepuh tidak bisa mendampingi anaknya. Kondisi Sri Wahyuni sudah membaik pasca dilakukan operasi pengangkatan kanker dan terkait saran dokter untuk melakukan kemoterapi sebagai penanganan lanjutan karena masih adanya akar kanker belum dilakukan karena saat ini Sri Wahyuni masih belum siap secara mental untuk kemoterapi dan berusaha dengan pengobatan herbal terlebih dahulu. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk membayar cicilan tunggakan rumah sakit pasca pengangkatan tumor di perut. Sebelumnya Sri pernah dibantu dalam Rombongan 1105.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : lilik, @rayska197

Ibu Sri didagnosis ada kista di rahimnya

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 TUTI BINTI ABDULAH 500,000
2 MAMDUDAH BINTI TARI 500,000
3 MAMDUDAH BINTI TARI 500,000
4 MAMDUDAH BINTI TARI 500,000
5 ULMI YANTI 500,000
6 ULMI YANTI 500,000
7 SUHAYA BINTI ABDURAHMAN 500,000
8 LATIFAH BINTI SALWAN 1,000,000
9 LATIFAH BINTI SALWAN 1,000,000
10 LATIFAH BINTI SALWAN 1,000,000
11 MUTIAH BINTI ABDUL MAJID 500,000
12 MUTIAH BINTI ABDUL MAJID 500,000
13 IAT BINTI ADAM 500,000
14 IAT BINTI ADAM 500,000
15 NURDAFA NADIF SETIAWAN 500,000
16 NURDAFA NADIF SETIAWAN 500,000
17 NURDAFA NADIF SETIAWAN 500,000
18 YULI SETYANINGSIH 1,500,000
19 BAYI NY SITI MUCHAYATI 2,000,000
20 SRI HARTINI 1,000,000
21 KISWANTO BIN MADROJI 1,500,000
22 PARTIMIN BIN SUJAK 4,000,000
23 TUMIJO GIYATNO 1,500,000
24 MASJID AL AMIN 3,000,000
25 KISWANTO BIN MADROJI 1,000,000
26 MAVINTA DIYAH SHOLLIKHAH 1,800,000
27 ANIYAH KHOIROH 1,000,000
28 ERNY MARIASTUTI 750,000
29 JUMANTO BIN KAMSAH 1,000,000
30 SUPIA BINTI GUSTAM 4,074,000
31 ARA WARDHANI 4,100,000
32 KHAIZURAN AUFAR 1,318,000
33 MARSEL HIDAYAH 1,000,000
34 RATIF WAFA AL QARNI 5,000,000
35 DINA MARDIANA 1,500,000
36 KASIH NUR VAJIRA 1,710,000
37 NGATMIN BIN HARUN (ALM) 1,000,000
38 SRI NUR KHAYYUN 750,000
39 YATINA BINTI MISANI 1,950,000
40 MUHAMMAD ANDRIYANTO 2,100,000
41 SINDI RAHMADANI 845,000
42 MARSYAH AMANDA PUTRI 633,000
43 RIRIN BINTI ISMAIL 500,000
44 MUHAMMAD RIDWAN 2,259,806
45 AHMAT AZIKUR ROHMAN 909,750
46 SITI ASPIYA 703,500
47 SATEM BINTI DIPA WECANA 1,500,000
48 NURIYAH BINTI YASRI 1,000,000
49 ASTUTI SUNGAI RAYA 1,000,000
50 SRI WAHYUNI 3,000,000
Total 66,903,056

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 66,903,056,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1148 ROMBONGAN

Rp. 62,367,436,658,-