SRI LESTARI (55, Tumor Usus). Alamat : Dusun Santan, RT 9/29, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY. Sekitar dua tahun yang lalu, Ibu Sri mengalami susah buang air besar. Setelah diperiksakan ke dokter, dokter mengatakan hanya karena kurang minum. Tetapi sudah 4x kontrol tidak ada perubahan kondisi. Kemudian diperiksakan ke RS Hidayatullah didiagnosa ada gangguan bakteri. Selain itu, ia juga mengalami vertigo, lalu dirujuk ke dokter syaraf untuk rontgen. Dari hasil pemeriksaan ini diketahui ada syaraf yang kejepit. Lalu pihak keluarga membawanya ke pengobatan alternatif jamu jawa. Terapisnya mengatakan ada penyumbatan pembuluh darah di leher. Seminggu kemudian Ibu Sri mengalami muntah-muntah dan buang air besar terus-menerus, lalu diperiksakan ke RS Hidayatullah kembali. Keesokan harinya dilakukan tindakan endoskopi (tindakan nonbedah untuk memeriksa saluran pencernaan). Kemudian diketahui bahwa ada tumor ganas di usus besar. Ia dirujuk ke RS Bethesda untuk dilakukan operasi, yang didahului dengan uji laboratorium. Ternyata tumor telah menjalar dari usus sampai ke kandungan maka dilakukan pemotongan usus. Karena operasinya termasuk operasi besar maka pihak rumah sakit memindahkan dari ruang kelas III (sesuai BPJS) ke Kelas VIP. Awalnya, keluarga berpikir hanya akan menambah tagihan kamar saja, tetapi ternyata semua fasilitas seperti obat dan laboratorium. Bapak Muharis (58), suaminya, pun kaget karena tagihan biaya rumah sakit selama seminggu mencapai Rp. 44 jutaan. Beruntung ada tetangga yang memberi pinjaman Rp. 25 juta dan pemberian dari sanak kerabat yang menjenguk terkumpul sekitar Rp. 9 juta sehingga mampu terbayar Rp. 34 juta Rupiah. Sementara sisanya, Bapak Muharis mencari pinjaman lagi. Sebulan setelah pulang dari rumah sakit, tepatnya 9 April 2018, Ibu Sri berpulang. Santunan duka dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini disampaikan untuk membantu prosesi pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 April 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @panggihjuni @atinlelyas

Bu Sri menderita tumor ganas di usus besar


DAMAR FAJAR RAHMAT SAPUTRA (8, Radang Kemunduran Otak). Alamat : Patran, RT 1/1, Banyuraden Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta. Sejak kecil Dik Damar kesulitan berjalan. Ia tidak tumbuh seperti anak-anak pada umumnya. Orangtuanya, Sarjo bin Triyo Margono (45) dan Eka Yuku Susilowati (38) memeriksakannya ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSA UGM. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter, ia didiagnosa menderita sakit radang kemunduran otak. Saat umur 6,5 tahun ia pernah rawat inap di RSA UGM. Dalam kurun waktu satu tahun tersebut, ia memang sering kejang, dan sempat pula dirawat di RS Panti Rapih. Pada bulan April 2016, ia juga pernah mengalami koma selama 3 hari dan lumpuh sebelah. Saat ini, tangan kirinya tidak bisa bergerak. Sehari-hari ia harus mengonsumsi obat dan kontrol rutin setiap sebulan sekali. Sementara itu, ia menjalani terapi di RSA UGM setiap seminggu sekali. Keluarga ini sudah berusaha mengurus jaminan kesehatan, tetapi surat keterangan rekomendasi dari Dinsos sudah berakhir bulan Januari 2018. Maka setiap kali terapi, orangtuanya harus siap mengeluarkan biaya sebesar Rp 93.000 ditambah biaya pembelian obat sekitar 180ribu per bulan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya kontrol rutin dan pembelian obat. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Damar, Aamiin. Keluarga Dik Damar sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 April 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @anjezmou @atinlelyas

Damar menderita sakit radang kemunduran otak


RIA ANGGRAINI (28, Kelainan Tumbuh Kembang). Alamat : Dusun Tampungan, RT 2/32, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY. Sejak kecil, tidak ada tanda-tanda Ria mengalami kelainan. Tetapi di usia 6 tahun ia mengalami demam tinggi dan sering kejang. Tak heran bila ia sering berobat ke rumah sakit. Seiring berjalannya waktu, berdasarkan pemeriksaan dokter, diketahui bahwa Ria mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya. Ayahnya, Tuwaji (58) bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara ibunya, Rubiyah (57) ialah ibu rumah tangga. Keduanya selalu bersemangat berikhtiar untuk kesembuhan sang putri. Berbekal kartu jaminan kesehatan BPJS, mereka berangkat ke rumah sakit. Tetapi keduanya sebenarnya mengalami kendala untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Selain itu, Ria juga membutuhkan kursi roda untuk membantunya beraktivitas. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Santunan dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk menjawab doa dan keinginan Ria dan orangtuanya. Semoga santunan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ria, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2018
Kurir : @saptuari @aji_kristanto Sigit @atinlelyas

Ria mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya


SAJINEM BINTI KARIYO WIYONO (72, Patah Tulang Pinggul). Alamat : Karangasem, RT 4/25, Sendangtirto, berbah, Sleman, DIY. Dua tahun yang lalu, Mbah Sajinem jatuh ketika hendak masuk rumah. Saat itu ia langsung diperiksakan ke RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta. Setelah dilakukan foto rontgen, diketahui ada tulang yang retak di bagian pinggul. Dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi, tetapi pihak keluarga menolak dan memutuskan untuk berobat alternatif ke sangkal putung. Hingga saat ini, Mbah Sajinem masih terbatas aktivitasnya karena belum bisa berjalan kembali. Suaminya, Sudi Utomo (80), sudah tidak bisa bekerja karena usia. Sementara untuk membantu aktivitas sang istri pun Mbah Sudi sudah kewalahan. Maka, bila hendak berpindah tempat, Mbah Sajinem berjalan dengan menggunakan pantat dan tangan (ngesot). Mbah Sajinem memiliki fasilitas kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi untuk mobilitas ke rumah sakit, mereka tidak sanggup. Selain itu, Mbah Sajinem juga membutuhkan kursi roda untuk memudahkan ia beraktivitas sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu keluarga ini. Alhamdulillah, Mbah Sajinem dan suaminya sangat bahagia atas hadiah dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Tak lupa Mbah Sajinem juga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2018
Kurir : @saptuari @aji_kristanto Sigit @atinlelyas

Mbah sajinem menderita tulang retak di bagian pinggul


WARGA PEDUKUHAN GILANG (Bantuan Pembangunan Gedung Serbaguna). Alamat : Pedukuhan Gilang, RT 6, Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gedung serbaguna adalah gedung yang akan digunakan oleh warga Pedukuhan Gilang pada khususnya untuk kegiatan-kegiatan umum warga seperti kegiatan posyandu, karang taruna, pertemuan ibu-ibu PKK, kegiatan lansia, hajatan, dan lain sebagainya. Untuk kegiatan terdekat sekarang adalah untuk kegiatan-kegiatan Ramadhan. Bantuan pun diberikan untuk biaya pembangunan gedung serbaguna tersebut karena kegiatan yang akan di aksanakan di gedung tersebut dirasa cukup bermanfaat dan memang panitia pembangunan gedung serbaguna tersebut sedang kekurangan dana untuk melanjutkan pembangunan. Saat ini pembangunan gedung serbaguna sedang dalam proses pengerjaan mencapai 80%. Semoga pembangunan yang dilakukan ini segera selesai sehingga kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan dapat segera terealisasikan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2018
Kurir : @Saptuari Fina

Bantuan pembangunan gedung serbaguna


SAFRUDIN (36, ODGJ). Alamat : Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, D.I. Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Jumlah ini selalu bertambah setiap harinya, membuat kebutuhan Panti Hafara semakin bertambah setiap harinya. Salah satu pasien di Panti Hafara bernama Safruddin. Ia dikirim oleh Sedekah Rombongan wilayah Pati untuk menjalani serangkaian proses rehabilitasi di Panti Hafara. Berbagai metode mulai dari medis hingga spiritual dilakoninya untuk segera sembuh dari gangguan jiwa. Alhamdulillah, kini kodisinya semakin membaik. Ia sudah dapat diajak berkomunikasi dan melakoni aktivitas dengan baik. Sehubungan dengan itu, Sedekah Rombongan melalui dana sedekaholics mencoba mensupport kebutuhan pengobatan Udin melalui Panti Hafara. Dengan dirawat di Panti Hafara, semoga kesehatan jiwa dan raga Udin dapat pulih kembali, sehingga dapat bersosialisasi sebagai manusia normal di lingkungannya. Sebelumnya Safrudin pernah mendapat titipan langit, dan dapat dilihat di pelaporan Rombongan 1121.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 15 Mei 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti

Safrudin mengalami gangguan jiwa


HISYAM BIN ABDULLAH (13, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Dusun Bundelan, RT 1/1, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Pada tanggal 12 Mei 2018, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Bapak Abdullah (57) dan Ibu Rohimah (49). Keduanya bekerja sebagai buruh tani. Awalnya, hanya bercakap-cakap biasa. Kemudian Bapak Abdullah bercerita bahwa anaknya yang bernama Hisyam dan Roisyatun tidak dapat mengikuti ujian sekolah karena belum melunasi pembayaran SPP. Hisyam ialah siswa kelas IX, sementara adiknya kelas VIII. Keduanya adalah anak-anak cerdas dan termasuk para penghafal Alquran. Selanjutnya, Bapak Abdullah menceritakan bahwa penghasilannya sebagai buruh tani bahkan tak cukup untuk makan sehari-hari. Bapak Abdullah memiliki 12 tanggungan keluarga. Meski makan sayur lauk tempe/tahu saja, baginya itu terasa berat. Keluarga ini selalu mengandalkan pembagian raskin, atau kalau taka da menyambung dengan makan umbi-umbian. Maka tak heran, ketika surat tagihan dari sekolah tiba ke rumah, mereka kaget dan hanya bisa menangis. Alhamdulillah, Allah menjadikan jalan pertemuan dengan Kurir Sedekah Rombongan. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk melunasi pembayaran SPP. Alhamdulillah, Hisyam dan Roisyatun sangat berbahagia karena bisa mengikuti ujian sekolah. Mereka mengucapkan terima kasih banyak kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi penambah semangat keduanya untuk terus tekun belajar.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.400.000,-
Tanggal : 16 Mei 2018
Kurir : @saptuari @aji_kristanto Nur @atinlelyas

Bantuan biaya sekolah


SANEM BIN ALM JOYO (72, Bantuan Sembako). Alamat : : Jitar Dukuh, RT 1/11, Sumberarum, Moyudan, Sleman, DIY. Mbah Sanem tinggal berdua dengan Mbah Rubiyem (69), adiknya yang mengalami gangguan mental. Satu-satunya pendapatan keluarga ialah dari Mbah Sanem yang bekerja sebagai buruh tani (derep). Tetapi kondisi fisiknya tidak bisa dipaksa untuk bekerja berat setiap hari. Selain itu, untuk menambah penghasilan, Mbah Sanem juga menenun stagen yang dijual setiap 25 gulung di Pasar Ngijon. Tetapi ini pun tidak bisa dikatakan sebagai penghasilan tetap, karena proses menenun juga cukup lama. Setiap berjualan pun, belum tentu laku seketika, padahal ia harus berjalan kaki kurang-lebih 15 km untuk tiba di pasar. Sementara itu, Mbah Rubiyem jelas tidak bisa bekerja. Ia tidak terlalu komunikatif lagi. Tetangganya mengaku Mbah Rubiyem memang termasuk ODGJ yang tidak terlalu reaktif. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbah Sanem dan keluarga. Amanah sedekaholics pun disampaikan dalam bentuk sembako dan bantuan biaya hidup. Mbah Sanem sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Mari kita doakan, semoga Mbah Sanem dan Mbah Rubiyem selalu sehat senantiasa, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @saptuari @faisal_gudeg @anjezmou @atinlelyas

Bantuan sembako


SEPVITA RIANA KUSRIANTI (20, Cacat Fisik). Alamat : Jowahan, RT 1/27, Sumberagung, Moyudan, Sleman, DIY. Sepvita Riana Kusrianti, atau biasa dipanggil Vita lahir dalam usia kandungan prematur. Berat badannya ketika lahir sekitar 1,4 kg. Sebetulnya dokter belum mengizinkan ia pulang, karena harus berada di incubator terlebih dahulu, tetapi karena ketiadaan biaya, terpaksa bayi mungil Vita dibawa pulang. Selama ini perkembangan Vita tak seperti anak-anak seusianya. Vita memang bisa bersekolah formal, tetapi sayangnya ia cukup lambat menangkap pelajaran. Meskipun begitu, Vita mampu lulus SMK. Alhamdulillah, segala biaya sekolahnya dibantu dari tetangga. Sehari-hari, Vita hanya pendiam, murung, dan kurang komunikatif. Vita tinggal bersama ibunya yang sejak ayahnya meninggal dua tahun lalu ibunya mengalami depresi yang merujuk ke gangguan jiwa. Ibunya pernah berobat ke RS Grhasia sebanyak 3x tetapi tidak dilanjut. Selain itu rumahnya yang tak seberapa disekat menjadi tiga ruang. 1 ruang untuk Vita dan ibunya, 1 ruang untuk neneknya (janda lansia), dan 1 ruang untuk saudara neneknya (lansia). Praktis, tidak ada yang bekerja di keluarga ini. Untuk kehidupan sehari- hari mereka mengandalkan dari pemberian tetangga dan saudara. Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahim sangat trenyuh melihat kondisi Vita sekeluarga. Amanah dari sedekaholics pun disampaikan berupa sembako dan bantuan untuk biaya hidup. Vita sekeluarga sangat mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan bagi keluarga ini, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @saptuari @faisal_gudeg @anjezmou @atinlelyas

Bantuan sembako dan bantuan untuk biaya hidup


JEMILAH BINTI ALM IMAN DIKROMO (74, Bantuan Sembako). Alamat : Jowahan, RT 2/27, Sumberagung, Moyudan, Sleman, DIY. Mbah Jemilah tinggal sendiri semenjak suaminya meninggal. Jalannya membungkuk dan pendengarannya sudah mulai berkurang. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, ada tiga koyo ditempel di keningnya. Ia bercerita, memang, kepalanya sedikit pusing. Tetapi Mbah Jemilah tetap berusaha mandiri. Ia bekerja sebagai penjual biting yaitu penyemat yang dibuat dari lidi (bambu) untuk menyemat daun pembungkus. Untuk bitingnya, Mbah Jemilah menggunakan bambu yang dibeli di sekitar rumahnya. Ia butuh cukup waktu untuk membuat biting, sementara 1 kg biting hanya dihargai Rp 25.000 saja. Proses pengerjaannya juga cukup memakan waktu, belum lagi jarak rumah ke pasar tak bisa dibilang dekat. Selain dijual per kg, biting juga dijual dengan ukuran jimpit (mengambil dengan ujung telunjuk dan ibu jari) dengan harga seribu rupiah. Meskipun hanya tinggal sendiri tanpa tanggungan lagi, penghasilan ini terasa jauh dari cukup di kehidupan sekarang ini. Sehari-hari, tetangganya bergantian menengok, termasuk juga memastikan kesehatan dan keberadaan Mbah Jemilah karena beberapa waktu lalu Mbah Jemilah dikabarkan berjalan cukup jauh di malam hari. Saat bersilaturahim kembali, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics berupa sembako dan bantuan biaya hidup. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi Mbah Jemilah, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @saptuari @faisal_gudeg @anjezmou @atinlelyas

Bantuan sembako


NY. TOMO WIYONO (81, Bantuan Sembako). Alamat : Jitar Dukuh, RT 1/11, Sumberarum, Moyudan, Sleman, DIY. Sebelumnya Mbah Tomo bekerja sebagai buruh tani (derep). Tetapi seiring usia, Mbah Tomo tidak bisa bekerja ke ladang, terlebih anaknya, Ponijo (50) tidak mau ditinggal. Ponijo seperti mengalami gangguan jiwa. Semasa kecil ia mengalami demam tinggi. Sudah diperiksakan ke dokter, tetapi tidak sembuh dan berlanjut hingga sekarang. Ponijo hanya mau makan kalau yang menyiapkan Mbah Tomo. Semisal Mbah Tomo ke ladang, dia berteriak-teriak memanggil sehingga menganggu tetangga. Alhasil, Mbah Tomo tak bisa bepergian jauh dari rumah. Sementara itu, untuk kehidupan sehari-hari, Mbah Tomo dibantu tetangga dan saudara. Mbah Tomo juga aktif mengikuti posyandu lansia. Menurutnya, itu sangat membantu dirinya di usia yang masuk lansia. Ia mendapatkan pemeriksaan dan obat. Pasalnya, semakin tua ini, ia sering mengeluh nyeri. Saat bersilaturahim, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics berupa sembako dan bantuan biaya hidup. Mbah Tomo sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @saptuari @faisal_gudeg @anjezmou @atinlelyas

Bantuan sembako


PANTI HAFARA (Bantuan Biaya Buka Puasa Pasien ODGJ). Alamat : Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, D.I. Yogyakarta. Panti Hafara adalah lembaga sosial yang fokus menangani pasien-pasien dengan gangguan jiwa. Jumlah pasiennya pun meningkat dari tahun ke tahun. Kini pasien jiwa di Panti Hafara mencapai lebih dari 50 orang. Semua kebutuhan mereka ditanggung oleh panti, tak terkecuali urusan makan. Dalam sehari, Panti Hafara bisa menghabiskan berkilo-kilogram beras untuk memberi makan para pasien gangguan jiwa. Belum lagi lauknya yang selalu berganti dari hari ke hari. Di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Sedekah Romboongan melalui dana sedekaholics mencoba membantu biaya makan mereka, dalam bentuk bantuan biaya buka puasa. Mungkin, bantuan ini tak bisa menutupi kebutuhan hidup jangka panjang pasien jiwa di Panti Hafara. Namun, mudah-mudahan titipan langit ini tetap dapat bermanfaat bagi kebutuhan makan pasien gangguan jiwa di Panti Hafara.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Bantuan biaya buka puasa pasien ODGJ


YULI WIBOWO (46, ODGJ). Alamat : Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, D. I. Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang selalu bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seorang pasien gangguan jiwa yang rumahnya tak jauh dari RSSR Jogja, Yuli Wibowo, kini masih dalam perawatan Panti Hafara. Setiap hari ia menjalani pengobatan medis dan terapi jiwa. Perawatan ini terus berlanjut hingga Yuli sembuh dan kembali ke masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pengobatannya, diperlukan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu Sedekah Rombongan mencoba melakukan support dengan menyampaikan amanah sedekaholics. Perawatannya masih terus dilakukan. Sedekaholics Sedekah Rombongan terus konsisten untuk membantu biaya pengobatan Yuli. Dengan dirawat di Panti Hafara, semoga kesehatan jiwa dan raga Yuli dapat pulih kembali, sehingga tidak meresahkan warga sekitar tempat tinggalnya. Bantuan untuk biaya pengobatan Yuli sebelumnya dapat dilihat di Rombongan 1130.

Jumlah Bantunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti

Yuli menderita gangguan jiwa


YULI WIBOWO (46, ODGJ). Alamat : Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, D. I. Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang selalu bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seorang pasien gangguan jiwa yang rumahnya tak jauh dari RSSR Jogja, Yuli Wibowo, kini masih dalam perawatan Panti Hafara. Setiap hari ia menjalani pengobatan medis dan terapi jiwa. Perawatan ini terus berlanjut hingga Yuli sembuh dan kembali ke masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pengobatannya, diperlukan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu Sedekah Rombongan mencoba melakukan support dengan menyampaikan amanah sedekaholics. Perawatannya masih terus dilakukan. Sedekaholics Sedekah Rombongan terus konsisten untuk membantu biaya pengobatan Yuli. Dengan dirawat di Panti Hafara, semoga kesehatan jiwa dan raga Yuli dapat pulih kembali, sehingga tidak meresahkan warga sekitar tempat tinggalnya. Bantuan untuk biaya pengobatan Yuli sebelumnya dapat dilihat di Rombongan 1130.

Jumlah Bantunan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti

Yuli menderita gangguan jiwa


ABDULLAH ANIS SYUKURILLAH (28, ODGJ). Alamat: Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seiring waktu jumlah ini akan terus bertambah. Ada seorang pasien bernama Abdullah Anis Syukurillah, memerlukan bantuan biaya, sebab, ia harus menjalani serangkaian pengobatan jiwa yang cukup panjang. Ia harus menjalani perawatan secara medis dan spiritual. Untuk itu, Sedekah Rombongan coba menyokong biaya pengobatan Anis melalui Panti Hafara sebesar dua juta rupiah. Perkembangan kesehatan jiwa Anis kini semakin lama semakin membaik. Bantuan untuk Anis sebelumnya dapat dilihat dalam rombongan 1138. Semoga kesehatan jiwa Anis dapat segera sembuh dan membaur kembali ke masyarakat.

Jumlah Bantunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 12 Juni 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti

Abdullah menderita gangguan jiwa


SEMIN BIN MARTO SENTONO (52, Fraktur Kaki Kiri). Alamat : Jetak, RT 6/29, Sendangtirto, Berbah, Sleman, DIY. Tanggal 5 Juni 2018 lalu, Pak Semin mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Sentolo, Kulon Progo. Sewaktu naik motor, ia menabrak pohon lalu jatuh yang mengakibatkan kaki kiri/paha patah dan tempurung lutut pecah. Saat itu, ia langsung dilarikan ke RS Nyi Ageng Serang, Sentolo kemudian dirujuk ke RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta untuk melakukan tindakan operasi. Sebelumnya, Pak Semin bekerja sebagai buruh, sementara istrinya, Harni (48) ialah ibu rumah tangga. Selepas kecelakaan itu, Pak Semin tak lagi bisa bekerja, padahal, ialah satu-satunya tulang punggung roda perekonomian keluarga. Saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan, Pak Semin bercerita sangat ingin segera sembuh agar dapat beraktivitas kembali. Alhamdulillah, dana titipan sedekaholics pun disampaikan kepada keluarga Pak Semin untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Pak Semin dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2018
Kurir : @saptuari Sigit @atinlelyas

Pak semin mengalami kaki kiri/paha patah dan tempurung lutut pecah


FAHRI AKBAR NURFIANTO (4, Jantung Bocor). Alamat : Dukuh Kadibeso, Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. Dik Fahri lahir secara normal, tumbuh-kembangnya pun sama seperti anak-anak pada umumnya. Tetapi di usia 1 tahun, berat badan Dik Fahri tidak bertambah. Orangtuanya, Kirwanto dan Evi Rahayu, segera memeriksakan ke RSUD Bantul. Dik Fahri didiagnosa menderita jantung bocor dan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan tersebut, tim dokter merujuk Dik Fahri untuk melakukan tindakan operasi ke RS Harapan Kita, Jakarta. Alhamdulillah operasinya sudah dilakukan, tetapi Dik Fahri tetap menjalani kontrol rutin ke Jakarta. Biasanya mereka menumpang bus Jogja-Jakarta, bermalam di perjalanan, lalu kontrol keesokan paginya dan langsung menuju Jogja kembali. Ayahnya ialah karyawan bengkel dengan penghasilan seadanya. Sementara, ibunya ialah ibu rumah tangga yang juga mengasuh Dik Fahri dan kakaknya yang masih duduk di sekolah dasar. Beberapa waktu lalu Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi Dik Fahri kejang dan rawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Pihak rumah sakit menyarankan keluarga untuk segera menghubungi RS Harapan Kita untuk mengatur ulang jadwal operasi mengingat kondisi Dik Fahri. Saat kondisi Dik Fahri sudah memungkinkan dibawa ke Jakarta, kedua orangtuanya masih kebingungan terkendala biaya akomodasi. Alhamdulillah, Allah memperkenankan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan kembali amanah sedekaholics untuk Dik Fahri. Keluarga Dik Fahri sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Dik Fahri segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Santunan sebelumnya terlapor pada Rombongan 1141.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @atinlelyas Sigit

Fahri didiagnosa menderita jantung bocor


SURIP MANGUN WIYONO (100, Lansia). Alamat : Lojisari, RT 8/22, Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY. Di usianya yang menginjak satu abad ini, Mbah Surip tak lagi mampu bekerja. sehari-hari, Mbah Ikem, istrinya yang juga tak jauh berumur beda, memaksakan diri untuk mencari nafkah sekadar menyalakan tungku dapur. Mbah Ike mini berjualan makanan kecil seperti kacang, kerupuk, yang dijual keliling ke pembeli di warung-warung makan sekitar rumahnya. Tak jarang ia juga berjalan lebih dari 7km. Akhir Bulan Ramadhan lalu, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbah Ikem. Beliau bercerita bahwa suaminya sedang sakit. Beberapa hari kemudian, kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumah Mbah Ikem berniat menjenguk Mbah Surip. Betapa kagetnya, ketika Mbah Ikem menyampaikan bahwa Mbah Surip telah berpulang dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan ungkapan bela sungkawa sekaligus menyampaikan santunan duka dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Mbah Ikem dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2018
Kurir : @saptuari Sigit @atinlelyas

Santunan kematian


ADI ABDILLAH SHOLEH (21, Tumor Mata) alamat: Gempol RT 04 / RW 08, Mertan, Bendosari, Sukoharjo. Jawa tengah. Adi (21) sapaan akrabnya, sebelum mengalami sakit beliau merantau ke jakarta berkerja sebagai penjaga toko. Mas Adi merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Ayahnya Wiyono (48) seorang buruh tani dan ibunya Warsiti (36) sebagai ibu rumah tangga. Kronologi awal sekitar februari 2018 mas Adi mengeluhkan mimisan terus menerus. Kemudian beliau memeriksakan ke rumah sakit di tangerang dan diberikan obat jalan. Namun semakin hari tampak ada benjolan pada matanya, lalu beliau memeriksakan ke rumah sakit yg berbeda dari yg pertama, namun menurut beliau proses pengobatannya terlalu lama dan tidak segera dilakukan tindakan, kemudian beliau memutuskan rawat jalan. Pada pertengahan ramadhan kemaren beliau dijemput oleh keluarganya untuk pulang dan menjalanin pengobatan di kampung halaman. Sesampainya di rumah, sekitar awal Juni mas adi memeriksakan ke rs dr moewardi, dan sempat menjalani rawat inap selama 4 hari, namun lagi” mas adi dan keluarga mengeluhkan proses pengobatan yg terlalu lama. Sebenarnya dijadwalkan untuk menjalani ct scan pada akhir juni kemaren. Namun, tidak dilanjutkan oleh mas Adi. Jadi belum diketahui penyakitnya secara jelas, oleh karena mas Adi tidak melanjutkan pengobatan di rs. Maka sekarang mas adi dan keluarga memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif di jogja. Pada tanggal 30 Juni 2018 mata sebelah kanan mas Adi mengalami perdarahan hebat dan di bawa ke PKU Muhammadiyah Solo, dan diberikan transfusi darah. Mas adi sudah menjalani rawat inap selama 7 hari dan berlangsung sampai saat ini. Dari rumah sakit sudah dilakukan rontgen dan usg untuk mengetahui diagnosa penyakitnya. Kondisi terkini mas Adi masih dalam tahap perbaikan. Alhamdulilah kurir sedekah rombongan di pertemukan dengan Mas Adi dan keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat dan kebutuhan sehari-hari. Keluarga Mas menyampaikan terimakasih atas santunan yang di berikan dan meminta doa segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 6 Juli 2018
Kurir : @Mawan @Anissetyya @imawatirosyida @rizqinurul

Adi menderita tumor mata


RAFITA PUTRI (1, Pneumonia) alamat: Gunungduk RT/RW 004/005 desa Bulurejo, kecamatan Gondangrejo kabupaten Karanganyar, provinsi Jawa Tengah. Narwanto (33) dan Ngatini (36) adalah orang tua dari Rafita Putri, bapak Narwanto bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilnya per minggi 360 yang hanya cukup untuk makan sehari-hari saja, sedangkan ibu Ngatini dari mengandung Rafita sampai Rafita umur 1 tahun lebih sekarang tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga biasa. Pada umur 4 bulan Rafita mulai mengalami batuk-batuk yang tak kunjung sembuh, Rafita oleh orangtuanya dibawa ke Rumah Sakit Paru Solo tetapi tidak ada tanda-tanda sembuh meski obat sudah habis, orang tua Rafita berusaha mencari kesembuhan dengan cara Rafita dibawa ke RSUD Surakarta atau Ngipang, oleh Dokter di Ngipang Rafita didiagnosa Pneumonia dan mengharuskan Rafita kontrol dan mengambil obat 2 minggu sekali dan itu berlangsung sampe sekarang Rafita umur 1 tahun lebih. Dan beberapa bulan terakhir batuk Rafita semakin parah dan tidak sembuh-sembuh. Dokter RSUD Surakarta Rafita diberika rujukan ke RS Dr. Moewardi (RSDM) karena Dokter menghawatirkam Rafita mempunyai alergi, oleh dokter disarankan untuk berobat ke dokter spesialis anak elergi imunologi RSDM. Kondisi Rafita saat ini sehat seperti anak normal lainnya tetapi ketika batuk sampai sesak dan muntah. Saat ini pengoabatan Rafita mengunakan jaminan kesehatan JKN-KIS, keluarga merasa sangat terbantu. Alhamdullilah kurir sedekah Rombongan dipertemukan dengan adek Rafita. Bantuan diberikan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan sehari-hari Rafita. Semoga Rafita cepat sembuh, diberikan kelancaran dalam proses pengobatan dan bisa menjadi generasi bangsa yang berguna bagi semua orang kelak. Amin

Jumlah Bantuan :Rp. 1.000.000
Tanggal : 23 Juni 2018
Kurir : @mawan @anissetya60 @nisa

Rafita didiagnosa Pneumonia


JALDI EFENDI (12, Pendarahan di Kepala). Alamat : Jalan akasia RT 2/18, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Jaldi mengalami sakit yang sangat serius. Anak dari pasangan Pk Dede (55) dan Bu Jenab ini terjadi pendarahan di kepalanya akibat terjatuh dari sepeda. Bu Jenab awalnya tidak terkejut ketika mendengar Jaldi jatuh dari sepeda. Namun Bu Jenab menjadi-jadi kegelisahannya saat melihat Jaldi tak sadarkan diri. Oleh Bu Jenab dan Pak Dede, Jaldi dibawa ke RSUD Tangerang Selatan dan kemudian dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta. di RS Fatmawati hampir 2 minggu Jaldi dirawat. Terdapat pendaraha di Kepalanya. Pembiayaan RS Jaldi menggunakan jaminan umum. Hal ini dikarenaka Jaldi dan kedua orang tuanya belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Pak Dede yang bekerja sebagai penjual makan ringan sejenis Cilok pun kebingungan mencari biayanya. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membantu pak dede membayar biaya RS.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 4 April 2018
Kurir :@nurmanmlana @ririnrestu

Jaldi menderita pendarahan di kepala


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem, RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sandra merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya dan tetap bersemangat untuk berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya, sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Berbekal JKN – KIS kelas III yang kini telah dimiliki, Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin. Alhamdulillah berdasarkan pemeriksaan terakhir Lutfi masih berstatus negatif. Aulia dan Sandra kondisinya sering menurun, hal ini dimungkinkan karena Sandra kelelahan bekerja dan kegiatan Aulia di sekolah cukup banyak. Alhamdulillah mulut Aulia yang sebelumnya berjamur kini sudah kembali membaik. Sandra ingin sekali berhenti bekerja karena kondisinya sering menurun, namun hal itu tak dapat ia lakukan karena hanya ia lah yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan membayar kontrakan. Sandra, Indra, dan Aulya masih rutin menjalankan kontrol dan minum obat. Sandra akhir-akhir ini sering mengalami demam. Berbeda dengan Sandra, Indra dan Aulya kondisinya cenderung stabil. Aulya dan Sandra akan melakukan tes Viral Load untuk mengukur kadar virus penurunan kekebalan tubuh dalam darah. Sebelumnya keluarga Sandra telah dibantu pada Rombongan 1104

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 April 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Sandra mengalami penurunan daya kekebalan tubuh


AHMAD RIDWAN ( 55, Benjolan Pada Pusar ) Alamat : Jalan Cemara Raya 1 RT 7/9 Kelurahan Ciater, Kecamatan, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Mas Iwan itulah panggilan akrab bapak Ahmad Ridwan ini. Sejak 5 tahun terakhir beliau harus bolak balik masuk RSUD Tangerang Selatan karena sakit yang dideritanya. Terhitung lebih dari 14 kali dalam 5 tahun terakhir ini beliau harus dirawat di sana. Pada awal mula sakit daya tahan tubuh masih bagus tapi semakin ke sini kondisi semakin lemah yang mengakibatkan beliau harus lebih sering dirawat di Rumah Sakit, Dikarenakan iuran BPJS yang tidak dibayar, maka pengobatan hanya dimaksimalkan di RSUD Tangerang Selatan. Untuk itu kurir yang melihat keadaan mas Iwan pun segera memberikan bantuan dari donatur sedekah Rombongan agar segera melakukan pembayaran tunggakan iuran BPJS. Semoga Mas Iwan bias melakukan pengoobatan secara maksimal karena melihat kondisinya, Mas Iwan mengalami sakit yang luar biasa. Semoga Allah memudahkan langkah mas Iwan untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 April 2018
Kurir : @nurmanmaulana Cahyo @ririnrestu

Ahmad menderita benjolan pada pusar


AHMAD RIDWAN ( 55, Benjolan Pada Pusar ) Alamat : Jalan Cemara Raya 1 RT 7/9 Kelurahan Ciater, Kecamatan, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Mas Iwan itulah panggilan akrab bapak Ahmad Ridwan ini. Sejak 5 tahun terakhir beliau harus bolak balik masuk RSUD Tangerang Selatan karena sakit yang dideritanya. Terhitung lebih dari 14 kali dalam 5 tahun terakhir ini beliau harus dirawat di sana. Pada awal mula sakit daya tahan tubuh masih bagus tapi semakin ke sini kondisi semakin lemah yang mengakibatkan beliau harus lebih sering dirawat di Rumah Sakit, Dikarenakan iuran BPJS yang tidak dibayar, maka pengobatan hanya dimaksimalkan di RSUD Tangerang Selatan. Untuk itu kurir yang melihat keadaan mas Iwan pun segera memberikan bantuan dari donatur sedekah Rombongan agar segera melakukan pembayaran tunggakan iuran BPJS. Semoga Mas Iwan bias melakukan pengoobatan secara maksimal karena melihat kondisinya, Mas Iwan mengalami sakit yang luar biasa. Semoga Allah memudahkan langkah mas Iwan untuk sembuh.
Allah berkehendk lain dengan Mas Iwan. Setelah BPJS dibayarkan, keesokkannya mas Iwan dibawa ke UGD RSUD karena kondisinya semakin menurun. Pada 5 April Mas Iwan kembali ke pangkuan Allah SWT. Semoga amal ibadah mas Iwan, allah terima seluruhnya. Bantuan diberikan untuk membantu biaya pemkakaman mas Iwan. Sebelumnya mas Iwan dibantu pada 3 April 2018

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 5 April 2018
Kurir : @nurmanmaulana Cahyo @ririnrestu

Ahmad menderita benjolan pada pusar


YUDA IGUSTINA (3, Kejang-Kejang). Alamat : Jalan Kelapa dua RT1/3. Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Yuda Igustina merupakan anak dari pasangan Budi Cahyadi (34) dan Rika Apriyanti (35). Yuda sudah hanpir mendapatkan penanganan di ICU Fatmawati kurang lebih 3 minggu lamanya. kondisi awalnya Yuda mengalami kejang-kejang. Oleh kedua orang tuanya, Yuda dibawa ke klinik terdekat. yuda mendapatkan obat. Saat malam hari, Yuda mengalami kembali kejang-kejang. Namun kejang-kejang Yuda tersebut dalam itensitas waktu yang berbeda dari sebelumnya. Dikarenakan sangat panik, Yuda dibawa langsung ke RS Fatmawati agar lebih mendapatkan penanganan yangitensif. Yuda beserta keluarga belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Oleh karena itu seluruh pembiayaan menggunakan jaminan umum. Budi yang bekerja sebagai Ojek Online pun tidak tahu bagaimana cara mencari pinjaman untuk menutupi biaya RS yuda. Bantuan dari Sedekah Rombongan diberikan untuk membantu orang tua membayar biaya RS.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririnrestu

Yuda mengalami kejang-kejang


YUNITA BINTI SARIFUDIN (19, Usus Buntu). Alamat : Jalan Swadaya RT 1/5, Kelurahan Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Yunita saat ini mendapatkan perawatan di RS Fatmawati. Yunita terkena usus buntu. Awalnya Yunita hanya merasakan sakit pada perutnya. Sakit tersebut hanya dirasakan saja oleh Yunita. Yunita mengobatinya dengan membeli obat-obatan warung. sakit pada perutnya pun tiba-tiba menghilang. Namun keesokannya muncul kembali. Oleh Yunita pun diobati dengan meminum obat yang dibelinya kemarin. Namun sakitnya tersebut bukannya menghilang tetapi semakin parah. Oleh sang kakak, Nadia, Yunita langsung dibawa ke RSUD Depok yang kemudian Yunita dirujuk ke RS Fatmawati. Yunita langsung mendapatkan penanganan di UGD RS. Setelah dilakukan tindakan, Yunita dipindahkan ke ruang rawat biasa. Untuk pembiayaan RS, Yunita menggunakan jaminan umum karena Yunita belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Sang kakak pun kebingungan untuk menutupi biaya RS tersebut. Selain Yunita, ia pun harus mencukupi kebutuhan ibunya, Iyah (67). Nadia bekerja sebagai buruh pabrik. Bantuan diberikan untuk membantu Yunita membayar biaya RS.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririnrestu

Yunita menderita usus buntu


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, RT 6/5, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk terus – menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS, namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Choliknegatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Cholik telah menjalani operasi pemasangan pen dan masih harus rutin berobat ke poli ortopedi untuk mengecek perkembangan tulangnya pasca operasi dan ke poli paru untuk cek rutin sakit TB Parunya. Kondisi saat ini, Cholik sudah berhenti minum obat parunya atas petunjuk dari dokter. Dokter menyatakan masih ada harapan untuk Cholik dapat berjalan, namun membutuhkan pengobatan yang cukup lama. Dokter Ortopedi akan mengajukan tindakan operasi pada kakinya agar tidak terlalu kaku. Cholik yang selama ini hanya dapat terbaring, membuat pantatnya terdapat luka (decubitus) dan harus selalu dibersihkan. Cholik masih melakukan kontrol rutin ke RS Fatmawati dan harus menjalani pemeriksaan darah dan rontgen yang harus diserahkan ke dokter ortopedinya. Bantuan diberikan untuk membantu operasional Cholik berobat dan menjalani serangkaian pemeriksaan. Sebelumnya Cholik telah dibantu dalam rombongan 1131

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak nur menderita TB tulang


KUSNIYATI BINTI ROHANI (47, Diagnosa Tumor Ganas + Kelenjar Getah Bening). Alamat : Jalan Musyawarah Parung Benying RT 4/3, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sudah sebulan lebih Ibu Kusniyati atau akrab disapa Bule Kus batuk batuk yang tak kunjung sembuh, bahkan terkadang batuk tersebut disertai oleh sesak nafas, setelah diselidiki sumber penyakitnya ternyata dokter di RS Sari Asih mengatakan bahwa Bule Kus di diagnosa mengidap tumor ganas pada paru, untuk lebih memastikan diagnosa tersebut maka di lakukanlah beberapa hasil cek CT Scan, Hasil Rontgen, sampel darah dan tes lainnya sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, Bule Kus yang biasa ceria tentu seperti tersambar petir di siang bolong mendapatkan diagnosa seperti itu, pihak keluarga juga merasa sedih, tapi apa boleh buat, takdir Allah SWT pasti baik bagi setiap hambaNya, kesedihan tersebut tidak boleh berlarut larut, kondisi saat ini Bule Kus masih menginap di RS Fatmawati, suaminya yang berprofesi sebagai tukang bangunan dengan setia menjaga sang istri, beberapa waktu yang akan datang pihak rumah sakit meminta izin kepada pihak keluarga untuk mengadakan operasi untuk mengangkat tumor tersebut, atau bisa juga dengan kemoterapi dengan beberapa tahapan tahapan. Sedekah Rombongan pun ikut merasakan kesedihan Bule Kus dan keluarga, bantuan awalpun diberikan untuk membantu selama proses penyembuhan, semoga Bule Kus bisa sehat seperti sediakala dan kembali ceria.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2018
Kurir : Alvin Noor Pratama

Bu Kus di diagnosa mengidap tumor ganas pada paru


ENCUN BINTI SAPUTRA (51, Tumor Leher) Alamat : Kampung Pasir Muncang RT 8/4 Kelurahan Pasir Eurih, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Bu Encun Sudah sejak 30 tahun yang lalu menderita tumor di leher. Kondisi sekarang sering mengalami rasa sakit dan susah untuk menelan makanan, kondisi sekarang sangat memprihatinkan. Bu Encun pernah melakukan pengobatan di rumah sakit daerah Pandeglang sekitar 5 bulan yang lalu dan di rujuk ke RSCM Jakarta. Dikarenakan keterbatasan ekonomi pengobatan Bu Encun tidak di lanjutkan. Pekerjaan sehari hari adalah buruh rumah tangga dan bisa di bilang adalah tulang punggung keluarga karena suami juga sering sakit sakitan, Jumlah anak tanggungan yang harus dipenuhi adalah 3 anak. Bantuan dari sedekah rombongan diberikan membantu bu Encun berobat. Semoga bu Encun bisa segera di operasi dan bisa melakukan aktivitas kembali sebagai tulang punggung keluarga yakni dengan menjadi pembantu rumah tangga

Jumlah Bantuan : Rp.800.000
Tanggal :3 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana Acik @ririn_restu

Bu Encun Sudah sejak 30 tahun yang lalu menderita tumor di leher


Faturohman Bin Endang (9, Kelainan syaraf). Alamat : Kampung Gunung Santri, RT 12/5, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Faturohman adalah anak yatim piatu dari pasangan almarhum /almarhumah Endang & Sunah. Hidup sebatang kara semenjak usia 4 tahun yang sudah kehilangan ayahnya serta dua tahun kemudian menyusul ibunya. Semenjak itu Faturohman diurus oleh saudaranya. Mereka tinggal sehari hari numpang di rumah saudara karena tidak mempunyai rumah. Faturohman mengalami kelainan semanjak usia 6 bulan. Faturohman belum pernah mendapatkan penanganan medis. Hal ini dikarenakan keterbatasan ekonomi. Rumah tinggalnya juga berada di pelosok gunung yang jauh dari pusat kota. Kondisi Faturohman sangat memprihatinkan karenaa tidak bisa bicara, dan Jalan serta untuk makan dan minum masih harus disuapi. Bantuan dari sedekah rombongan dipergunakan untuk biaya operasional dan biaya berobat.

Jumlah Bantuan :Rp.500.000.
Tanggal :3 Mei 2018
Kurir: @nurmanmlana @acik_wicaksono @ririn_restu

Faturohman mengalami kelainan saraf semenjak usia 6 bulan


Winda Sri Wahyuni (18 tahun, Maag Kronis). Alamat : Jalan Raya Karang Bolong, Kampung Kosambi 2, RT 13/4 desa Karang suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Winda merupakan anak pertama dari bapak Hidayatullah, seorang buruh harian lepas. Penghasilannya pun tidak menentu, kadang dapat kadang tidak. Untuk kebutuhan sehari-hari dibantu oleh istri dengan bekerja dirumah tetangga memberihkan rumah atau menjaga anak. Winda yang masih duduk di bangku sekolah kelas XII di Sebuah SMK. Sering mengeluhkan sakit di bagian perut, sesak dada, perut melilit, sering pingsan, serta kejang. Gejala sakit tersebut sering terasa dari semenjak SMP, setelah beberapa kali berobat dinyatakan Maag kronis oleh dokter. Dikarenakan sering mengalami kesakitan dan memerlukan biaya yang cukup banyak, keluarga pak Hidayatullah tidak bisa memenuhi anaknya untuk berobat ke dokter spesialis untuk penanganan lebih lanjut. Bantuan dari donatur Sedekah Rombongan diberikan untuk membantu berobat Winda. Winda dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih pada donatur yang telah membantu meringankan beban untuk kebutuhan Transportasi dan biaya berobat.Semoga Winda segera dipulihkan kembali oleh Allah.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,.
Tanggal bantuan : 3 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana Eva Irma @ririn_restu

Winda mengalami maag kronis


ASIAH BINTI ACENG (39, Kanker Payudara). Alamat : Jln. Aria Santika, RT 3/3, Kel. Sumur Pancing, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu dari dua orang anak ini, mengalami kanker payudara sejak dua tahun lalu. Berawal dari benjolan kecil di payudara Ibu Asiah yang ia abaikan, lama – kelamaan benjolannya semakin membesar, terasa nyeri, hingga membuatnya demam. Ibu Asiah akhirnya dibawa ke Puskesmas oleh sang suami, namun ia dirujuk ke RS Hermina. Ibu Asiah didiagnosis mengalami kanker payudara dan harus rutin menjalani kemoterapi. Penghasilan sang suami sebagai buruh serabutan tak mampu membiayai kebutuhan pengobatan Ibu Asiah. Hal itu membuat pengobatan Ibu Asiah tidak maksimal. Tak hanya Ibu Asiah, putri sulungnya pun mengalami sakit yang serupa. Ibu Asiah pun semakin bingung untuk biaya transportasi berobat ia dan anaknya meski telah memiliki JKN – KIS kelas III. Pada 10 September 2017 seharusnya Ibu Asiah menjalani kemoterapi, namun tak dapat ia lakukan karena tak memiliki uang untuk ongkos ke rumah sakit. Ibu Asiah hanya bisa pasrah, dalam kepasrahannya itu alhamdullilah Allah pertemukan Kurir Sedekah Rombongan yang memberikan bantuan untuk pengobatannya. Kondisi Ibu Asiah kini badannya semakin kurus, dan kepalanya botak akibat kemoterapi yang dijalaninya. Ibu Asiah masih menjalani kemoterapi dan menunggu jadwal operasi. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional kemoterapi dan berobat. Kondisi Ibu Asiah mulai membaik. Beliau sudah bisa mengantar anaknya sekolah serta melakukan aktifitas memasak. Ibu Asiah masih harus menjalankan kontrol rutin. Sebelumnya Ibu Asiah dibantu dalam Rombongan 1103.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Ibu Asiah didiagnosis mengalami kanker payudara


WAHYUDIN BIN ALM. ASMAN (49, Kanker Kantung Kemih). Alamat : Jln. RHM. Noeradji, RT 4/1, Desa Sumur Pacing, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Pak Wahyu tinggal di kontrakan bersama istri dan anaknya. Pak Wahyu berprofesi sebagai buruh harian lepas, dengan penghasilan yang tak menentu. Pada tahun 2013, Pak Wahyu mulai mengeluh sakit saat Buang Air Kecil (BAK). Kondisinya terus menurun hingga akhirnya ia dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RS Sari Asih Tagerang, Pak Wahyu didiagnosis mengalami kencing batu dan harus menjalani operasi. Setelah operasi, bukannya membaik kondisi Pak Wahyu terus menurun hingga akhirnya ia dinyatakan mengalami kanker kantong kemih. Pak Wahyu akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta, dan kini ia tidak bisa BAK melalui penisnya melainkan lewat lubang yang dibuat di perut. Pak Wahyu harus membeli colostomy bag untuk menampung urinenya setiap bulan, belum lagi obat – obatan yang tidak dicover BPJS. Pak Wahyu tidak memiliki uang karena ia tidak lagi bekerja. Hal itu juga membuat Pak Wahyu tidak dapat berobat secara rutin di RSCM Jakarta karena tidak memiliki uang. Keluarga Pak Wahyu mengungkapkan kesedihannya yang ingin sekali membawa Pak Wahyu berobat secara rutin. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesusahan dan kesedihan keluarga Pak Wahyu dan menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan, pembelian colostomy bag, dan obat – obatan yang tidak ditanggung BPJS. Semoga Pak Wahyu segera sembuh dari penyakit yang dialaminya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2018
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Pak Wahyu didiagnosis mengalami kencing batu


WAHYUDIN BIN ALM. ASMAN (49, Kanker Kantung Kemih). Alamat : Jln. RHM. Noeradji, RT 4/1, Desa Sumur Pacing, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Pak Wahyu tinggal di kontrakan bersama istri dan anaknya. Pak Wahyu berprofesi sebagai buruh harian lepas, dengan penghasilan yang tak menentu. Pada tahun 2013, Pak Wahyu mulai mengeluh sakit saat Buang Air Kecil (BAK). Kondisinya terus menurun hingga akhirnya ia dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RS Sari Asih Tagerang, Pak Wahyu didiagnosis mengalami kencing batu dan harus menjalani operasi. Setelah operasi, bukannya membaik kondisi Pak Wahyu terus menurun hingga akhirnya ia dinyatakan mengalami kanker kantong kemih. Pak Wahyu akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta, dan kini ia tidak bisa BAK melalui penisnya melainkan lewat lubang yang dibuat di perut. Pak Wahyu harus membeli colostomy bag untuk menampung urinenya setiap bulan, belum lagi obat – obatan yang tidak dicover BPJS. Pak Wahyu tidak memiliki uang karena ia tidak lagi bekerja. Hal itu juga membuat Pak Wahyu tidak dapat berobat secara rutin di RSCM Jakarta karena tidak memiliki uang. Keluarga Pak Wahyu mengungkapkan kesedihannya yang ingin sekali membawa Pak Wahyu berobat secara rutin. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesusahan dan kesedihan keluarga Pak Wahyu dan menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan, pembelian colostomy bag, dan obat – obatan yang tidak ditanggung BPJS. Semoga Pak Wahyu segera sembuh dari penyakit yang dialaminya. Kondisi Pak Wahyu masih belum ada perubahan. Beliau masih harus melanjutkan kontrol rutin. Bantuan lanjutan diberikan untuk membantu operasional dan biaya perawatan dan pengobatan Pak Wahyudi. Sebelumnya pak Wahyudi dibantu pada 11 Februari 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Pak Wahyu didiagnosis mengalami kencing batu


MUHAMMAD ALIGANI (52, Katarak) , Alamat : Jln. Nusa Indah II, No. 18, RT 1/7, Kel. Nusa Jaya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Prov. Banten. Sejak satu tahun lalu, ia yang biasa disapa Bapak Gani ini tidak dapat bekerja karena matanya tidak bisa melihat dengan jelas. Kaki Bapak Gani juga sering sakit – sakitan. Awal mulanya Bapak Gani merasakan pedih di matanya, hari demi hari rasa sakit tersebut tak kunjung sembuh, matanya justru sering berair. Bapak Gani pernah sekali berobat dan diduga mengalami katarak dan harus dioperasi. Bapak Gani tidak pernah berobat lagi karena ketiadaan biaya. Sejak Bapak Gani susah melihat, yang menjadi tulang punggung keluarganya kini adalah istrinya. Istrinya bekerja sebagai buruh cuci serabutan dengan penghasilan yang tak seberapa, untuk makan pun terkadang mereka kesusahan. Alhamdulillah Bapak Gani telah menjalani operasi pada mata kanannya. Pasca operasi mata Bapak Gani diperkirakan akan pulih benar sekitar dua bulan ke depan. Bapak Gani akan dijadwalkan menjalani operasi ke-2 tiga bulan yang akan datang. Bapak Gani masih harus berobat jalan sembari menunggu jadwal operasi berikutnya dan untuk memeriksakan kondisi mata kanannya pasca operasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Bapak gani dibantu dalam Rombongan 1103.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2018
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Bapak Gani mengalami katarak


MUHAMMAD ALIGANI (52, Katarak) , Alamat : Jln. Nusa Indah II, No. 18, RT 1/7, Kel. Nusa Jaya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Prov. Banten. Sejak satu tahun lalu, ia yang biasa disapa Bapak Gani ini tidak dapat bekerja karena matanya tidak bisa melihat dengan jelas. Kaki Bapak Gani juga sering sakit – sakitan. Awal mulanya Bapak Gani merasakan pedih di matanya, hari demi hari rasa sakit tersebut tak kunjung sembuh, matanya justru sering berair. Bapak Gani pernah sekali berobat dan diduga mengalami katarak dan harus dioperasi. Bapak Gani tidak pernah berobat lagi karena ketiadaan biaya. Sejak Bapak Gani susah melihat, yang menjadi tulang punggung keluarganya kini adalah istrinya. Istrinya bekerja sebagai buruh cuci serabutan dengan penghasilan yang tak seberapa, untuk makan pun terkadang mereka kesusahan. Alhamdulillah Bapak Gani telah menjalani operasi pada mata kanannya. Pasca operasi mata Bapak Gani diperkirakan akan pulih benar sekitar dua bulan ke depan. Bapak Gani akan dijadwalkan menjalani operasi ke-2 tiga bulan yang akan datang. Bapak Gani masih harus berobat jalan sembari menunggu jadwal operasi berikutnya dan untuk memeriksakan kondisi mata kanannya pasca operasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat. Kondisi Bapak Gani mengalami perkembangan yang baik. Mata sebelah kanan sudah mulai pulih walaupun agak buram. Selanjutnya akan dilakukan tindakan operasi pada mata sebelah kiri. Bantuan lanjutan diberikan untuk operasional Bapak Gani. Sebelumnya Bapak gani dibantu pada 20 Februari 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Bapak Gani mengalami katarak


YULIANA BINTI LENI (33, Benjolan Pada Payudara). Alamat : Kampung Parigi RT 1/8,,Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Yuli sudah 2 tahun ini merasakan sakit pada payudaranya. Pada bagian badan tersebut tubuh benjolan. Awalnya rasa sakit tersebut hanya dirasakan saja oleh Yuli. Namun dengan seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin membesar serta rasa sakit yang dirasakannya pun semakin menjadi-jadi. Yuli ingin berusaha berobat ke RS namun terkendala pada persoalan ekonomi. Suaminya, Pepen (40) hanyalah seorang buruh pabrik. Dimana penghasilannya pun tidak cukup untuk membawa istrinya berobat apabila ada obat yang harus ditebus. ketakutan akan biaya menjadi penghambat kesembuhan Yuli. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membantu Yuli berobat. Kurir menyarankan agar memulai pegobatannya melalui Fasilitas Kesehatan tingkat pertama dengan menggunakan BPJS Kesehatan yang bisa memudahkan dalam persoalan biaya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 5 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana Kiki @ririn_restu

Bu Yuli menderita tumor payudara


MAMID BIN NURJEN (43, TB Paru). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pria yang biasa disapa Kang Mamid ini adalah seorang pekerja keras yang penuh semangat. Berbagai pekerjaan sudah pernah ia jalani demi menyambung hidup, mulai jadi petani, buruh bangunan, kurir kue risol sampai tukang jahit. Kini Kang Mamid tidak bisa bekerja dengan maksimal sejak penyakit TB Paru diidapnya, yang membuatnya lemah tidak bisa bekerja terlalu keras, karena jika lelah sedikit saja kondisinya memburuk. Kang Mamid akan mengalami batuk yang tidak kunjungbhenti disertai dengan sesak napas. Awalnya ketika ia masih bekerja sebagai kurir kue risol, ia mengalami batuk yang tak kunjung sembuh. Sudah berulang kali istrinya, Ibu Sartiyah, memintanya untuk berhenti merokok tapi tak pernah digubris. Barulah setelah batuknya semakin parah dan suaranya menghilang, Kang Mamid mulai mengurangi kebiasaan buruknya itu. Setelah memeriksakan diri ke dokter di klinik ia diminta oleh dokter untuk berhenti merokok dan minum obat, jika belum sembuh juga dokter menyarankan untuk melakukan rongten karena dikhawatirkan ia terkena TBC paru. Setelah obatnya habis dan penyakit batuknya tak kunjung sembuh, Kang Mamid mulai merasa takut dan khawatir kalau dia memang terkena penyakit TBC. Esoknya ia pergi ke klinik untuk melakukan rongten dan setelah dilakukan tes dahak diketahui ternyata ia memang positif terkena TBC dan harus melakukan kontrol serta rutin minum obat selama kurang lebih 6 bulan. Kang Mamid hanya bisa termenung sedih memikirkan nasib dirinya tapi ia tetap bersabar dan berharap semoga Allah segera menyembuhkan dan menghilangkan penyakitnya. Kang Mamid semakin sedih dan bingung memikirkan nasib anak dan istrinya, bagaimana ia akan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dan biaya sekolah anak-anaknya. Kang Mamid sadar bahwa semua ini adalah ujian dari Allah untuknya sehingga ia harus sabar dan ikhlas menerimanya. Untunglah ia masih memiliki mesin jahit yang masih bisa digunakan untuk menerima pesanan jahitan, meskipun tidak setiap hari tetapi ada saja tetangga yang datang untuk memakai jasanya. Penghasilan yang didapat dari menjahit alhamdulillah dapat menutupi kebutuhan rumah tangganya. Beruntung Kang Mamid memiliki istri yang setia dan juga pekerja keras, sudah dua bulan ini, selain merawat Kang Mamid Ibu Sartiyah juga berusaha bekerja sebagai buruh cuci gosok di rumah tetangganya.Bantuan lanjutan diberikan kepada Kang Mamid karena masih harus melakukan kontrol kembali untuk mengetahui perkembangan virus TB yang menjangkiti Kang Mamid. Sebelumnya Kang Mamid dibantu pada rombongan 1131.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Pak Mamid menderita TB paru


IMAN BIN ELIH (44, TB Paru). Alamat : Kp. Pabuaran RT 1/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sungguh malang nasib Mang Iman, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Bagaimana tidak, Ia yang sedari kecil mengalami kebutaan kini mengalami sakit TB Paru. Mang Iman yang sehari-harinya menjadi muadzin di masjid ini sungguh sangat penyabar dan qona’ah dalam hidupnya. Meskipun hidupnya serba kekurangan, tinggalnya pun hanya di gubug bambu tapi tak pernah sekalipun ia mengeluh akan penderitaan hidupnya. Begitu pula istrinya, Bi Rukmini, tak pernah sekalipun ia mengeluh dan menyesali keadaan hidup yang dijalaninya bersama sang suami. Ketika Mang Iman sedang sakit, istrinya lah yang setia menemani dan mendampingi. Awalnya Mang Iman terserang batuk yang tak kunjung sembuh, setelah dua bulan batuknya semakin parah sehingga Bi Rukmini mengajak suaminya untuk berobat ke Puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan tes dahak, diketahui bahwa Mang Iman terkena TB Paru. Untung saja kondisinya belum parah dan Mang Iman diharuskan minum obat secara rutin selama 6 bulan. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesusahan yang dialami oleh Mang Iman dan keluarganya. Bantuan awal pun diberikan untuk biaya transportasi berobat. Bantuan Lanjutan diberikan kepada Mang Iman untuk membantu biaya operasional Mang Iman. Sebelumnya dibantu pada rombongan 1131. Semoga bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban kesulitan Mang Iman sekeluarga dan mudah-mudahan penyakitnya segera diangkat oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Mang Iman terkena TB Paru


IMAN BIN ELIH (44, TB Paru). Alamat : Kp. Pabuaran RT 1/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sungguh malang nasib Mang Iman, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Bagaimana tidak, Ia yang sedari kecil mengalami kebutaan kini mengalami sakit TB Paru. Mang Iman yang sehari-harinya menjadi muadzin di masjid ini sungguh sangat penyabar dan qona’ah dalam hidupnya. Meskipun hidupnya serba kekurangan, tinggalnya pun hanya di gubug bambu tapi tak pernah sekalipun ia mengeluh akan penderitaan hidupnya. Begitu pula istrinya, Bi Rukmini, tak pernah sekalipun ia mengeluh dan menyesali keadaan hidup yang dijalaninya bersama sang suami. Ketika Mang Iman sedang sakit, istrinya lah yang setia menemani dan mendampingi. Awalnya Mang Iman terserang batuk yang tak kunjung sembuh, setelah dua bulan batuknya semakin parah sehingga Bi Rukmini mengajak suaminya untuk berobat ke Puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan tes dahak, diketahui bahwa Mang Iman terkena TB Paru. Untung saja kondisinya belum parah dan Mang Iman diharuskan minum obat secara rutin selama 6 bulan. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesusahan yang dialami oleh Mang Iman dan keluarganya. Bantuan awal pun diberikan untuk biaya transportasi berobat. Kondisi Mang Iman belum menunjukkan perubahan namun dirinya tetap bersemangat untuk bisa sembuh dari sakitnya. Bantuan lanjutan diberikan untuk membantu Mang Iman berobat. Sebelumnya Mang Iman dibantu pada 15 Maret 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Mang Iman terkena TB Paru


MAEMUNAH BINTI BANID (73, Diabetes). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 3/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bi Mun, biasa ia disapa adalah seorang wanita yang ulet dan setia, setelah suaminya meninggal ia tidak mau menikah lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah kelima anaknya, Bi Mun rela berjuang keras berdagang keliling menjual bubur di pagi hari dan es cendol di siang hari. Hal itu Bi Mun jalani dengan sabar tanpa mengeluh sekalipun, tapi sejak 3 tahun lalu ia tidak bisa lagi berjualan akibat luka borok pada kaki yang dideritanya. Awalnya Bi Mun sering mengalami sakit kepala yang membuatnya tidak mampu berjualan seperti biasa. Bi Mun lalu merasakan gatal yang tak tertahankan pada kaki kanannya, luka tersebut ia garuk hingga terluka dan membengkak yang kemudian berlubang dan mengeluarkan nanah. Menurut dokter di Pukesmas, Bi Mun mempunyai riwayat diabetes sehingga lukanya tak kunjung kering dan sembuh. Dokter pun menyarankan Bi Mun berobat ke rumah sakit tetapi karena ketiadaan biaya ia memilih pengobatan alternatif. Sudah sekian lama berobat tapi penyakit Bi Mun tak kunjung membaik dan ia hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Bi Mun hanya tinggal dengan seorang anaknya yang belum menikah, keempat anaknya yang sudah berkeluarga tinggal jauh darinya. Untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Bi Mun hanya mengandalkan pekerjaan anaknya sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang sangat kecil dan juga dari pemberian orang lain yang merasa iba dengan kondisinya. Bi Mun masih berobat rutin di Klinik Rajeg, Tangerang. Luka di kaki kanannya sudah kering namun muncul luka di kaki kirinya. Perkembangan saat ini, kedua kaki Bi Mun mengalami pembengkakan. Beliau masih harus melakukan kontrol. Bantuan lanjutan diberikan untuk membantu biaya operasional Bi Mun. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan rawat jalan. Sebelumnya Bi Mun telah dibantu dalam rombongan 1131.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Bi Mun menderita diabetes


SARINAH GURADOG (75, Dhuafa + Stroke). Alamat : Kp Guradog RT 1/1, Kel. Guradog, Kec. Curug Bitung, Kab. Lebak Prov. Banten. Nenek Sarinah adalah lanisa dhuafa yang tinggal sendirian di rumah yang berukuran 2×2 meter yang hanya beralaskan bambu. Beliau sudah tidak bisa berjalan. Menurut keterangan beliau, Nenek Sarinah terkena penyakit Stroke. Untuk hidupnya hanya diurus oleh Umriah (33), saudara dari adik kandung nenek sarianah yang tinggal di samping rumahnya. Ibu Umriah hanya seorang ibu rumah tangga yang berekonomi kurang mampu. Tak sering pula orang ketika melintasi rumah nenek sarinah memberi makanan dan minuman. Umriah mengungkapkan kesedihannya saat di temui Kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja ia hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan suaminya hanyalah seorang buruh sadap getah karet. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan pun diasampaikan untuk membantu membelikan sembako. Semoga bisa membantu keseharian nenek Sarinah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 9 Mei 2018
Kurir :@nurmanmlana Nashrun Qarib @ririn_restu

Bu sarinah menderita stroke


TUTI BINTI ABDULAH (17, Gangguan Syaraf + Susp. Pneumonia). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 10/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Tuti mengalami gangguan syaraf sejak berusia 9 tahun. Sakitnya berawal saat Tuti terjatuh dari ketinggian lantai 2 sekolahnya. Sejak saat itu Tuti sering mengalami panas tinggi disertai kejang, bahkan sakitnya membuat rambutnya lama – kelamaan rontok. Ayah Tuti, Abdullah (50), yang bekerja sebagai buruh tani sudah berusaha membawanya berobat. Dokter menyarankan tuti dibawa ke poli syaraf RSUD yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Beberapa kali Tuti dibawa berobat namun belum ada hasil yang maksimal. Kondisi Tuti kini semakin memburuk, pendengarannya berkurang, sering mengalami demam, mengalami gangguan pernapasan, dan sering ia berbicara sendiri. Dalam beraktivitas Tuti lebih banyak mengandalkan bantuan orang tuanya. Tuti seharusnya rutin berobat sebulan sekali ke RSUD, namun meski telah memiliki JKN – KIS kelas III, Pak Abdullah tak mampu membiayai kebutuhan transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Kondisi Tuti semakin memprihatinkan, sebelumnya ia masih bisa melihat walau tidak jelas, tapi sekarang ia sama sekali tidak bisa melihat. Kurir Sedekah rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya trasnportasi berobat 2 kali sebulan ke RSUD Tangerang. Sebelumnya Tuti telah dibantu dalam Rombongan 1103.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Februari 2018
Kurir : @nurmanmlana @fatmaalwiny @ririn_restu

Tuti menderita gangguan syaraf + susp. pneumonia


TUTI BINTI ABDULAH (17, Gangguan Syaraf + Susp. Pneumonia). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 10/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Tuti mengalami gangguan syaraf sejak berusia 9 tahun. Sakitnya berawal saat Tuti terjatuh dari ketinggian lantai 2 sekolahnya. Sejak saat itu Tuti sering mengalami panas tinggi disertai kejang, bahkan sakitnya membuat rambutnya lama – kelamaan rontok. Ayah Tuti, Abdullah (50), yang bekerja sebagai buruh tani sudah berusaha membawanya berobat. Dokter menyarankan tuti dibawa ke poli syaraf RSUD yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Beberapa kali Tuti dibawa berobat namun belum ada hasil yang maksimal. Kondisi Tuti kini semakin memburuk, pendengarannya berkurang, sering mengalami demam, mengalami gangguan pernapasan, dan sering ia berbicara sendiri. Dalam beraktivitas Tuti lebih banyak mengandalkan bantuan orang tuanya. Tuti seharusnya rutin berobat sebulan sekali ke RSUD, namun meski telah memiliki JKN – KIS kelas III, Pak Abdullah tak mampu membiayai kebutuhan transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Kondisi Tuti semakin memprihatinkan, sebelumnya ia masih bisa melihat walau tidak jelas, tapi sekarang ia sama sekali tidak bisa melihat. Kurir Sedekah rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya trasnportasi berobat 2 kali sebulan ke RSUD Tangerang. Tuti masih harus kontrol serta terapi. Perkembangan Tuti masih belum menunjukkan hasil yang baik. Sebelumnya Tuti telah dibantu pada 11 Februari 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @nurmanmlana @fatmaalwiny @ririn_restu

Tuti menderita gangguan syaraf + susp. pneumonia


AGUS HARIWIDODO (23, Gagal Ginjal + Katarak). Alamat : Kp. Kali Jaya, RT 2/10, Kec. Teluk Naga, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pak agus adalah seorang ayah dari 1 orang anak berusia 7 tahun. Sejak 1 tahun yang lalu Pak Agus mengalami gagal ginjal, dengan gejala awal nyeri di kaki hingga kesulitan berjalan. Awalnya diagnosis dokter menyebutkan Pak Agus mengalami reumatik, dan selama 6 bulan ia mengonsumsi obat reumatik yang diresepkan dokter. Hingga satu hari Pak Agus jatuh sakit dan seluruh tubuhnya lemas, dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam dan cek laboratorium, Pak Agus didiagnosis mengalami gagal ginjal dan diharuskan melakukan cuci darah sebanyak 2 kali dalam seminggu selama seumur hidupnya. Keharusan mencuci darah 2 kali seminggu membuat Pak Agus sering izin dari tempat kerjanya. Pak agus bekerja sebagai seorang cleaning service yang sering bertugas sampai larut malam. Selama 6 bulan Pak Agus tidak dapat bekerja hingga memutuskan berhenti dari pekerjaannya karena kondisi fisiknya semakin melemah. Selama berobat Pak Agus mengandalkan BPJS Ketenagakerjaan dari tempatnya bekerja, tapi 3 bulan sebelum berhenti iurannya sudah tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan. Akibatnya Pak Agus tidak bisa melakukan cuci darah selama 3 bulan. Hal ini membuat kondisi fisiknya semakin parah, dan kesalahan mengonsumsi obat dengan dosis yang tinggi saat didiagnosis reumatik pun menyebabkan mata Pak Agus mengalami katarak dan harus dioperasi. Sekarang Pak Agus bersama ibunya yang sudah tua berjualan nasi uduk di rumah kontrakan mereka untuk biaya hidup sehari-hari dan transportasi selama berobat ke RS Hermina Tangerang, yang jaraknya jauh dari rumah. Istri Pak Agus terpaksa kembali ke kampung halamannya untuk bekerja membantu biaya pengobatannya. Alhamdulillah Pak Agus telah menjalani operasi katarak lanjutan untuk mata kirinya. Kini penglihatannya berangsur membaik. Pak Agus sempat menjalani rawat inap untuk menjalani cuci darah. Kurir sedekah rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional berobat ke rumah sakit. Sebelumnya Pak Agus telah dibantu dalam Rombongan 1104

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Februari 2018
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Irma @ririn_restu

Pak Agus didiagnosis mengalami gagal ginjal


ANDRI BIN KOESPOYO (22, Tumor Pipi). Alamat : Kp. Blok Kelapa, RT 2/2, No.104, Ds. Serdang Wetan, Kec. Legok, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Andri adalah anak pertama dari Pak Koespoyo yang berprofesi sebagai penjahit. Andri mengalami tumor pipi sejak berusia 6 tahun. Saat itu Andri sudah pernah dibawa berobat ke RSCM Jakarta oleh orang tuanya, namun karena keterbatasan biaya akhirnya ia tidak bisa melanjutkan pengobatannya. Dengan keterbatasan ekonomi tersebut Andri hanya mampu melakukan pengobatan alternatif, namun tumor di pipinya tak kunjung sembuh. Sekarang di usianya yang ke 22 tahun tumor yang dialaminya semakin membesar di sebagian wajah dan menutupi lubang hidungnya, akibatnya Andri semakin kesulitan bernapas dan mencium aroma apapun. Saat tidur Andri lebih sering bernapas melalui mulut dan selalu mendengkur keras. Kini Andri bekerja serabutan untuk membantu ayahnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Andri hanya bisa pasrah menerima kondisi fisiknya yang sekarang, tapi ia sangat ingin berobat. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi berobat dan pendaftaran BPJS. Semoga ada secercah harapan untuk Andri bisa sembuh sehingga beraktivitas dalam kondisi sehat. BAntuan lanjutan diberikan kepada Andri untuk operasional berobat Andri. Semoga Allah berikan kemudahan untuk Andri. Sebelumnya Andri dibantu pada rombongan 1076.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 11 Februari 2018
Kurir :@nurmanmlana Fitria @ririn_restu

Andri mengalami tumor pipi sejak berusia 6 tahun


AGUS HARIWIDODO (23, Gagal Ginjal + Katarak). Alamat : Kp. Kali Jaya, RT 2/10, Kec. Teluk Naga, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pak agus adalah seorang ayah dari 1 orang anak berusia 7 tahun. Sejak 1 tahun yang lalu Pak Agus mengalami gagal ginjal, dengan gejala awal nyeri di kaki hingga kesulitan berjalan. Awalnya diagnosis dokter menyebutkan Pak Agus mengalami reumatik, dan selama 6 bulan ia mengonsumsi obat reumatik yang diresepkan dokter. Hingga satu hari Pak Agus jatuh sakit dan seluruh tubuhnya lemas, dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam dan cek laboratorium, Pak Agus didiagnosis mengalami gagal ginjal dan diharuskan melakukan cuci darah sebanyak 2 kali dalam seminggu selama seumur hidupnya. Keharusan mencuci darah 2 kali seminggu membuat Pak Agus sering izin dari tempat kerjanya. Pak agus bekerja sebagai seorang cleaning service yang sering bertugas sampai larut malam. Selama 6 bulan Pak Agus tidak dapat bekerja hingga memutuskan berhenti dari pekerjaannya karena kondisi fisiknya semakin melemah. Selama berobat Pak Agus mengandalkan BPJS Ketenagakerjaan dari tempatnya bekerja, tapi 3 bulan sebelum berhenti iurannya sudah tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan. Akibatnya Pak Agus tidak bisa melakukan cuci darah selama 3 bulan. Hal ini membuat kondisi fisiknya semakin parah, dan kesalahan mengonsumsi obat dengan dosis yang tinggi saat didiagnosis reumatik pun menyebabkan mata Pak Agus mengalami katarak dan harus dioperasi. Sekarang Pak Agus bersama ibunya yang sudah tua berjualan nasi uduk di rumah kontrakan mereka untuk biaya hidup sehari-hari dan transportasi selama berobat ke RS Hermina Tangerang, yang jaraknya jauh dari rumah. Istri Pak Agus terpaksa kembali ke kampung halamannya untuk bekerja membantu biaya pengobatannya. Alhamdulillah Pak Agus telah menjalani operasi katarak lanjutan untuk mata kirinya. Kini penglihatannya berangsur membaik. Pak Agus sempat menjalani rawat inap untuk menjalani cuci darah. Kurir sedekah rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional berobat ke rumah sakit. Agus sudah melakukan operasi katarak dan masih harus cuci darah. Sebelumnya Pak Agus telah dibantu pada 11 Februari 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir :@nurmanmlana Fitria @ririn_restu

Pak Agus didiagnosis mengalami gagal ginjal


AGUS HARIWIDODO (23, Gagal Ginjal + Katarak). Alamat : Kp. Kali Jaya, RT 2/10, Kec. Teluk Naga, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pak agus adalah seorang ayah dari 1 orang anak berusia 7 tahun. Sejak 1 tahun yang lalu Pak Agus mengalami gagal ginjal, dengan gejala awal nyeri di kaki hingga kesulitan berjalan. Awalnya diagnosis dokter menyebutkan Pak Agus mengalami reumatik, dan selama 6 bulan ia mengonsumsi obat reumatik yang diresepkan dokter. Hingga satu hari Pak Agus jatuh sakit dan seluruh tubuhnya lemas, dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam dan cek laboratorium, Pak Agus didiagnosis mengalami gagal ginjal dan diharuskan melakukan cuci darah sebanyak 2 kali dalam seminggu selama seumur hidupnya. Keharusan mencuci darah 2 kali seminggu membuat Pak Agus sering izin dari tempat kerjanya. Pak agus bekerja sebagai seorang cleaning service yang sering bertugas sampai larut malam. Selama 6 bulan Pak Agus tidak dapat bekerja hingga memutuskan berhenti dari pekerjaannya karena kondisi fisiknya semakin melemah. Selama berobat Pak Agus mengandalkan BPJS Ketenagakerjaan dari tempatnya bekerja, tapi 3 bulan sebelum berhenti iurannya sudah tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan. Akibatnya Pak Agus tidak bisa melakukan cuci darah selama 3 bulan. Hal ini membuat kondisi fisiknya semakin parah, dan kesalahan mengonsumsi obat dengan dosis yang tinggi saat didiagnosis reumatik pun menyebabkan mata Pak Agus mengalami katarak dan harus dioperasi. Sekarang Pak Agus bersama ibunya yang sudah tua berjualan nasi uduk di rumah kontrakan mereka untuk biaya hidup sehari-hari dan transportasi selama berobat ke RS Hermina Tangerang, yang jaraknya jauh dari rumah. Istri Pak Agus terpaksa kembali ke kampung halamannya untuk bekerja membantu biaya pengobatannya. Alhamdulillah Pak Agus telah menjalani operasi katarak lanjutan untuk mata kirinya. Kini penglihatannya berangsur membaik. Pak Agus sempat menjalani rawat inap untuk menjalani cuci darah. Kurir sedekah rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional berobat ke rumah sakit. Pak Agus masih harus melakukan cuci darah untuk kesembuhannya. Sebelumnya Pak Agus telah dibantu pada 16 Maret 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2018
Kurir :@nurmanmlana Fitria @ririn_restu

Pak Agus didiagnosis mengalami gagal ginjal


ABHI RAMA ARKAN (2, Epilepsi). Alamat : Jalan Gunung RT4/6, Kelurahan Sudimara, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Adik kecil tersebut biasa dipanggil Rama. Rama harus mendapatkan penanganan itensif di RS Fatmawati. Rama yang merupakan anak dari pasangan Avit (25) dan Susi (22) menderita epilepsi. Awalnya Rama hanya kejang-kejang biasa. Namun ternyata kejang-kejang tersebut tak berkesudahan. Oleh orang tuanya, Rama dibawa ke RSUD Tangerang Selatan yang kemudian dirujuk ke RS Fatmawati. Rama masuk melalui ruang UGD RS. Rama terdaftar sebagai pasien umum yang dikarenakan Rama dan keluarganya belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Avit hanya sebagai buruh serabutan di mana penghasilannya pun tidak menentu. Ia akan mendapatkan pemasukkan jika ada yang memakai jasanya. Oleh karena itu Avit bingung harus mencari biaya RS Rama. Bantuan dari Donatur Sedekah Rombongan diberikan untuk membantu biaya berobat Rama. Semoga Rama segera disembuhkan oleh Allah dan kembali pulih seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 14 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Abhi menderita epilepsi


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem, RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sandra merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya dan tetap bersemangat untuk berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya, sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Berbekal JKN – KIS kelas III yang kini telah dimiliki, Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin. Alhamdulillah berdasarkan pemeriksaan terakhir Lutfi masih berstatus negatif. Aulia dan Sandra kondisinya sering menurun, hal ini dimungkinkan karena Sandra kelelahan bekerja dan kegiatan Aulia di sekolah cukup banyak. Alhamdulillah mulut Aulia yang sebelumnya berjamur kini sudah kembali membaik. Sandra ingin sekali berhenti bekerja karena kondisinya sering menurun, namun hal itu tak dapat ia lakukan karena hanya ia lah yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan membayar kontrakan. Sandra, Indra, dan Aulya masih rutin menjalankan kontrol dan minum obat. Sandra akhir-akhir ini sering mengalami demam. Berbeda dengan Sandra, Indra dan Aulya kondisinya cenderung stabil. Aulya dan Sandra akan melakukan tes Viral Load untuk mengukur kadar virus penurunan kekebalan tubuh dalam darah. Kondisi mereka saat ini sangat stabil dan terus menjaga agar kondisinya untuk selalu Fit karena rentan terhadap penyakit apapun. Bantuan lanjutan diberikan untuk operasional berobat Sandra. Sebelumnya keluarga Sandra telah dibantu pada 3 April 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Sandra mengalami penurunan daya kekebalan tubuh

IMAM DARMAWAN (15, Paralis Post Trauma + Decubitus). Alamat : Tembang Kacang, Dusun Karya II, RT 1/4, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Pertengahan Maret 2017, Imam mendapat musibah terjepit berton – ton balok kayu. Akibatnya tulang pinggul remuk, termasuk saluran kencing dan anus. Imam akhirnya menjalani operasi colostomy untuk pembuatan saluran pembuangan sementara. Untuk buang air kecil Imam pun dibantu selang karena uretranya putus. Imam dirawat di RSUD dr Sudarso selama 3 bulan. Pada 23 Juni 2017, anak pasangan Edy (47) dan Nursiah (39), ini terpaksa dibawa pulang dan dirawat di rumah karena terkendala biaya. Orang tua Imam yang sehari – harinya bekerja sebagai buruh lepas tak mampu membiayai kebutuhan pengobatan Imam. Kondisi Imam hanya bisa terbaring lemas dengan selang untuk buang air yang masih terpasang. Karena terlalu lama berbaring Imam mengalami decubitus, dimana terdapat luka di sekitar bokongnya tetapi ia merasa sakit bila menggerakkan tubuhnya yang semakin kurus. Imam seharusnya menjalani operasi penyambungan uretra di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sekaligus penyambungan colon untuk BAB dan penutupan luka decubitus. Imam telah memiliki JKN – KIS mandiri, Imam menjalani pengobatan selama beberapa bulan di RSHS Bandung saat ini kondisi imam sudah membaik meskipun sebelum nya sempat mengalami penyumbatan dibagian saluran kencing dan buang air besar kini setelah beberapa bulan menjalani pengobatan kondisi nya sudah membaik dan lancar, kembali kurir memberikan bantuan lanjutan untuk biaya Perawatan Luka. Sebelumnya Imam sudah dibantu di rombongan 1101.

Jumlah bantuan : Rp.4.019.000,-
Tanggal : 25/02/2018
Kurir : @arfanesia @ririnrestu @ahmadtaqiyudin5 ekasanty

Imam menderita paralis post trauma + decubitus


PILUS BIN AGUSTINUS DAIN (33, Cacat Permanen pada Kaki). Alamat : Dusun Entipan Hulu, RT 2/1, Desa Entipan, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Pilus yang merupakan anak dari pasangan Agustinus Dain (61) dan Magdalena Misah (58) mengalami cacat permanen pada kakinya sejak lahir. Ia tidak memiliki kaki yang utuh sehingga berjalan menggunakan alat bantu. Pilus kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan, itu pun jika ada yang membutuhkan tenaganya. Demi mencukupi kebutuhan sehari – hari, Pilus menerima pekerjaan apa saja yang bisa dijangkau dan dikerjakannya. Dalam keterbatasannya, Pilus tak patah semangat. Satu keinginan yang selalu diimpikan Pilus adalah ingin memiliki kaki palsu. Harapannya, kaki palsu tersebut akan memudahkannya untuk beraktivitas di luar rumah dan mencari kerja. Keterbatasan biaya membuat keinginannya masih belum bisa diwujudkan. Pilus sangat ingin bekerja karena ia tak bisa terus mengandalkan orang tuanya yang sudah sepuh dan bekerja sebagai petani. Kurir Sedekah Rombongan berkesempatan mengunjungi Pilus dan memberikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS, biaya transportasi berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga selanjutnya Pilus dapat memiliki kaki palsu. Kondisi terkini Pilus sudah dilakukan pemgangkatan tumornya dan sekarang lagi pengukuran kaki palsu. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1087.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500. 000,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Surveyor : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Seselia Jurniat, @rayska197

Pak Pilus mengalami cacat permanen pada kakinya sejak lahir


ALIF PRADATA (1,5, HYDROCEPALLUS). Alamat : Jln Raya Kakap Gang Sehat Pal 9, RT. 003/008 Kelurahan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kaliamntan Barat. Alif dilahirkan dalam keadaan prematur dengan berat badan hanya 1.48 kg. Sejak usia 2 bulan Alif menderita penyakit hydrocepallus. Karena keterbatasan biaya, Alif hanya menjalani observasi di rumah sakit. Pada 28 Februari 2017 Alif menjalani operasi pertamanya untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Sempat dirawatinap kembali di rumah sakit Antonius pada 6 September hingga 12 Oktober. Kemudian menjalani rawat inap kembali di RS Sudarso tgl 19 sampai 27 Oktober 2017. Rawat inap dilakukan karena sesak nafas dan batuk. Sementara ini perawatan luka di kepala Alif dilakukan oleh kedua orang tuanya. Alif embutuhkan operasi setiap 4 tahun sekali hingga usianya 17 tahun. Alhamdulillah kurir SR telah menyerahkan bantuan lanjutan untuk biaya pengobatan dan perawatan serta biaya suplemen pasien.

Jumlah bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 13 Maret 2018
Kurir : Guntur Radityo @rayska197

Alif menderita penyakit hydrocepallus


NAZWA NURAINI, (2, Kanker Mata) Alamat Dusun Pomo RT/RW 006/015, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Nazwa, biasa ia panggil. Adik Nazwa menderita sakit mata sejak sepuluh bulan yang lalu yang di awali dengan gatal – gatal dan sering mengeluarkan air mata. Oleh orang tuannya di beri obat tetes dan setelah seminggu berlalu mata adik Nazwa semangkin membengkak dan timbul benjolan di mata sebelah kanannya. Nazwa Nuraini tinggal dirumah sederhana di daerah pertanian. Nazwa anak dari pasangan Ibu Nanik (32) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga dan Bapak Nur Kholis (38) yang bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarga kecilnya. Setelah membengkak oleh keluarga di periksakan ke Puskesmas terdekat Karena diduga penyakit di mata kanannya itu serius, penanganan medisnya lalu dirujuk ke RSUD Balung Jember yang akhirnya merujuk lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Adik Nazwa setelah diperiksakan didiagnosa terserang kanker di retinoblastoma atau kanker mata. Setelah menjalani semua tahapan pemeriksaan. Oleh Dr. Soebandi Jember di rujuk lah ke RSSA Malang untuk mata kanan Nazwa segera di operasi di RSSA Malang. Adik Nazwa memiliki Jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk Nazwa, Santunan yang diberikan Pembayaran iuran BPJS dan Transportasi Pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Nazwa dan segera diberi kesembuhan. Terima Kasih kepada Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics yang telah membantu. Semoga mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb.

Jumlah Santunan : Rp. 722.500,-
Tanggal : Februari 2018, Maret 2018, Mei 2018, Juni 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Adik Nazwa terserang kanker di retinoblastoma


BAMBANG HARIYANTO, (51, Fraktur di Kepala) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/006, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Bambang adalah seorang Mlijo atau penjual sayur keliling di desanya, Pada tahun 2012 Bapak Bambang mengalami kecelakaan ringan waktu berjualan sayur keliling di desanya, yang entah bagaimana kronologi nya tak ada orang yang tau sampai pada tetangga menemukan Bapak Bambang tergeletak di pinggir jalan dan langsung dilarikan ke RSUD Balung Jember. Dan setelah dilakukan pemeriksaan dokter ternyata Bapak bambang mengalami pendarahan pada otak nya dan sesudah itu langsung dilarikan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Bapak Bambang memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III. tetapi Bapak bambang kebingungan dengan transportasi untuk kontrol dan pembelian obat yang tidak di tanggung oleh BPJS. Alhamdulillah setelah Kurir Sedekah Rombongan mendengar info dari warga sekitar dan mendatangi tempat tinggal bapak Bambang, bapak Bambang menjadi pasien Dampingan Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu bapak Bambang. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran BPJS setiap bulan dan Akomodasi pasca operasi. Keluarga dan Bapak Bambang sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan. sangat bersyukur dan berterima kasih atas diberikannya bantuan tersebut. Bapak Bambang sangat Berharap semoga setelah menjalani pengobatan ini dapat pulih kembali seperti sedia kala. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 520.000,-
Tanggal : April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, 9 Agustus 2018
Kurir : @Yudhoari @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Pak bambang menderita fraktur di kepala


ATIK ISYAWATI, (21, Makrodaktili) Alamat Dusun Sambiringik RT/RW 003/012, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Atik Imsawati namanya, Atik mengalami kelainan Tangan Gajah sejak masih kecil yang berawal dari benjolan kecil. Tetapi tidak periksa ke dokter karena faktor ekonomi yang hanya cukup untuk kebutuhan seharinya. Setelah Atik umur yang bertambah benjolan ditangan semakin membesar. Setelah itu oleh keluarga Atik membawanya ke puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakitnya dan sesampai di Puskesmas Atik mengalami Kelainan Tangan Gajah. setelah itu oleh pihak puskesmas harus di rujuk ke RSUD Paru Jember untuk perawatan lebih lanjut untuk penyakit yang di alami Ishak. Dan di Puskesmas Wuluhan Kurir Sedekakah Rombongan mendengar kabar bahwa Atik butuh dampingan untuk pembiayaan saat berobat di RSUD Paru karena keluarga Atik ini, keluarga yang kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi Atik ke RSUD Paru Jember untuk perawatan lebih lanjut. Atik Adalah anak dari Pasangan Bapak Masytur (58) dan Ibu Dewi Masithoh (51). Bapak Masytur Bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak memungkin kan setiap harinya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu Atik. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan dan pembayaran BPJS setiap bulan. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 729.000,-
Tanggal : Februari 2018, Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, 9 Agustus 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Atik mengalami Kelainan tangan gajah


ANISWATUN HASANAH, (24, Struma) Alamat Jl. Durian Dusun Bindung RT/RW 003/010, Kelurahan Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sudah satu tahun terdapat benjolan di bagian leher bawah Aniswatun. Tetapi ia hanya menganggap sebagai benjolan biasa. Ketika benjolan tersebut membesar hanya sampai sebesar bola pimpong dan tidak membesar sampai sekarang. Dahulu dirasa tidak ada gangguan dari benjolan tersebut. Tetapi beberapa bulan belakangan Aniswatun merasakan sesak ketika duduk. Hal tersebut mengganggu kegiatan sehari-hari Aniswatun. Lalu Aniswatun memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Lalu setelah melakukan pemeriksaan Aniswatun didiagnosis Struma atau lebih dikenal sebagai Tumor kelenjar tiroid. Dan disarankan untuk melakukan operasi. Suami Aniswatun, Alexander Suryadi (36) yang hanya bekerja sebagai Buruh serabutan menyetujui saran yang diberikan oleh dokter meski dia sendiri bingung untuk biaya transportasi karena jarak rumah sakit lumayan jauh. Aniswatun memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri Kelas III setidaknya biaya operasi tidak menjadi bahan fikiran, tetapi di saat pertengahan kontrol Aniswatun tidak membayar iuran BPJS nya karena tidak memiliki uang untuk membayarnya dan Bapak Alexander Suryadi pun susah paya mencari penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Setelah Mendengar cerita tentang Aniswatun karena tidak bisa berobat karena BPJS yang dimiliki Ibu Eka tidak dibayar. kurir Sedekah Rombogan Jember bergerak dan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk pembayaran BPJS Mandiri Kelas III setiap bulannya dan Akomodasi pasca operasi dirumah sakit Dr. Soebandi Jember. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Aniswatun dan Terima kasih kepada para sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 824.500,-
Tanggal : Februari 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, 9 Agustus 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Aniswatun didiagnosis struma


HALIMAH (76, Duafa) Alamat : Sungai Kakap, RT 002 RW 008,Kelurahan Sungai Kakap, Kecamtan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Halimah semasa hidup tidak pernah menikah dan tidak bekerja, beliau hidup dengan menumpang bersama pamannya, dikarenakan kedua orang tuanya sudah meninggal dan beliau hidup sebatang kara, ibu Halimah sebelum sakit sehari-hari ikut pamannya berladang untuk meringankan kebutuhan sehari – hari, dan pada suatu hari tiba – tiba Halimah terkena stroke dengan gejala mukanya miring, tidak bisa bicara dan badan sebelah kiri beliau tidak bisa bergerak, paman beliau tidak bisa membawa Halimah kedokter dikarenakan tidak mempunyai Jaminan BPJS dan kalau masuk rumah sakit umum maka akan memerlukan biaya sedangkan paman beliau juga dalam keadaan ekonomi juga sulit sehingga Halimah hanya bisa di obati secara kampung yang dengan keterbatasan alat-alat medis dan juga tidak diperlukan biaya yang besar karena dibayar sekedarnya. Dan Halimah hanya bisa berbaring dan BAK dan BAB ditempat dan untuk keperluan beliau mengandalkan bantuan dari keluarganya. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Halimah, sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2018
Kurir : Midha, @ayu_anizh @ahmadtaqiyudin5,@ririn_restu

Bu Halimah seorang dhuafa


HERDIAN FITRAH IKHSANI (30, Ambien + BPJS) Alamat : Jalan Perintis NO.20 RT 004, RW 011, Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Bapak Herdian Seorang ayah yang mempunyai tiga orang anak yang masih kecil- kecil, anak yang paling besar usianya baru 8 Tahun kelas dua sekolah dasar, yang ke dua baru berusia 6 tahun dan baru mau masuk sekolah dasar tahun ajaran baru 2017 dan anak ke tiga berusia 3 tahun, Pak Herdian dan keluarga tinggal dirumah orang tua bapak herdian yang juga kondisinya terbatas karena saudaranya juga menumpang dengan orang tua mereka dengan kondisi rumah yang tidak besar dan menampung belasan orang termasuk anak-anak mereka membuat kondisi rumah tidak senyaman rumah yang selayaknya, apalagi bapak Herdian ini sudah tidak bekerja karena sakit Ambien selama hampir lima tahun, dulu waktu masih bisa bekerja sebagai cleaning servis di kolam renang itupun tidak mencukupi kebutuhan mereka sehari- hari karena pendapatan hanya Rp 800.000,- Perbulan, Hanya berharap tambahan dari upah cat dari rumah kerumah dengan upah Rp.50 ribu – 100 ribu selama 3 hari dan itupun kalau musim hari raya saja, atau pindah rumah. Untuk mencukupi kebutuhan susu dan pampers hanya berharap bantuan dari saudaranya, bahkan kadang minum susu hanya dengan milo sachet, dan Bapak Herdian itu kalau mau Buang Air Besar (BAB) pasti mengeluarkan Darah dan saking parahnya tidak bisa bergerak dari tempat tidur karena nyerinya dan pernah pingsan di kamar Mandi karena kehilangan tenaga. Pak Herdian disarankan dokter untuk operasi tapi karena tidak bisa membayar BPJS Selama dua tahun, karena semasa bekerja BPJS masih ditanggung kantor tempat beliau bekerja tapi kini beliau harus beralih ke BPJS Mandiri dan beliau tidak sanggup untuk membayarnya maka otomatis tidak bisa berobat dan hanya mengharapkan dengan berobat alternatif untuk pencegahan dengan meminum obat- obatan ramuan dari tumbuh-tumbuhan yang ditanam sendiri di halaman rumah. Bersyukur Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk Bapak Herdian dari Sedekaholik berupa biaya pembuatan BPJS dan bantuan kebutuhan sehari-hari untuk keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Pebruari 2018
Kurir : Midha, @ayu_anizh @ahmadtaqiyudin5,@ririn_restu

Pak Herdian sakit Ambien


BENCANA ALAM BANJIR LAMPUNG TIMUR (Bantuan bahan makanan dan alat kebersihan). Alamat: Dusun IV, Desa Tanjung Tirto,Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Setelah diguyur hujan berhari-hari hulu sungai yang mengelilingi Desa Tanjung Tirto meluap, puncaknya pada hari Senin 26 Februari 2018 sekitar pukul 15.20 WIB air perlahan-lahan memasuki perumahan warga di dusun IV dan V dan puncaknya terjadi pada selasa dini hari air mengalir begitu deras dan banyak menimbulkan kerusakan. Tercatat 200 KK dan 800 Jiwa menjadi korban Banjir pada waktu itu sehingga harus dievakuasi. Tidak hanya itu, puluhan hektar padi siap pane terendam tidak bisa diselamatkan. Ketinggian air bervariasi, tercatat beberapa rumah hanya terlihat atapnya saja, Ketinggian air bervariasi, tercatat beberapa rumah hanya terlihat atap nya saja, dan jalan utama penghubung desa ini pun tak dapat digunakan, sehingga melumpuhkan segala aktifitas masyarakat, karena kendaraan tidak bisa beroperasi. Musibah bencana banjir tersebut menggugah banyak pihak untuk meringankan beban korban banjir, begitupun Sedekah Rombongan yg pd tanggal 1 maret 2018 menyalurkan bantuan berupa bahan pokok dan alat kebersihan senilai Rp. 3.500.000,- yg diserahkan di 2 posko pengungsian dan bersinergi dengan pamong, mendistribusikan langsung ke korban banjir. Semoga dapat meringankan beban korban banjir tersebut.

Jumlah bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 01 maret 2018
Kurir : @saesarraya taufik irawan sulistiawati @xkurniawatix

Bantuan bahan makanan dan alat kebersihan


MTSR PARERA (K 8502 VA, Biaya Operasional Bulan Mei 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dengan nomer hotline 08551911911 yang biasa dijuluki Mr. Red ini adalah mobil ambulance operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pati, Rembang dan Blora. Frekuensi penggunaan MTSR PARERA semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya, ambulance MTSR PARERA ini juga sering digunakan untuk menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan tak jarang mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari Sedekaholics kembali dipergunakan untuk mendukung biaya pemeliharaan dan perbaikan MTSR serta operasional bahan bakar agar selalu bisa cepat tanggap membantu mobilitas pasien. Terimakasih untuk para Sedekaholics, doa kami menyertai Sedekaholics semua agar selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Sebelumnya sudah terdapat pada ROM 1146.

Jumlah Bantuan: Rp. 4.369.292,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : Imamteguh , jovan , @jeanseamaurer

Biaya operasional bulan Mei 2018


PARIANI BINTI SARNO (36, Alergi). Alamat : Jl. Anom Sari, LK.2, RT 2/1, Kelurahan Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Mulanya Ibu Pariani merasakan panas, lalu beliau minum obat penurun panas. Ibu Pariani sempat membaik, namun beberapa hari badannya kembali panas. Setelah meminum obat kembali, badan Ibu Pariani justru menggigil. Pihak keluarga membawa beliau ke bidan di Pringsewu. Karena tidak ada perubahan, beliau kemudian dibawa ke dokter setempat. Dokter mengatakan harus dirujuk ke Rumah Sakit Surya Asih, namun karena kendala biaya, pihak keluarga minta dirujuk ke Mitra Husada. Selama 4 hari Ibu Pariani rawat inap, setelah membaik beliau diperbolehkan pulang. Selang beberapa hari Ibu Pariani kembali sakit dan lebih parah, keluarga akhirnya membawa beliau ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Saat ini Ibu Pariani masih di RSAM, Alhamdulillah kondisinya mulai membaik dan sudah mau makan. Selama sakit, suami Ibu Pariani, Heri Susanto (35) yang hanya seorang buruh, setia mendampingi istrinya. Semenjak istrinya sakit, Bapak Heri tidak lagi bekerja sehingga tidak ada pemasukan sedangkan istrinya butuh biaya berobat dan kehidupan sehari-hari di RSAM. Keluarga hanya bisa mengandalkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan mengetahui kesulitan yang dihadapi keluarga. Bantuan sedekaholics pun segera disampaikan untuk meringankan kesulitan keluarga membayar obat yang tidak tercover KIS dan biaya hidup di RSAM. Keluarga pun mengucapkan banyak terima kasih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @saesaraya leni @yuliansafri @xkurniawatix

Bu Pariani menderita alergi

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SRI LESTARI 1,000,000
2 DAMAR FAJAR RAHMAT SAPUTRA 1,000,000
3 RIA ANGGRAINI 1,000,000
4 SAJINEM BINTI KARIYO WIYONO 1,000,000
5 WARGA PEDUKUHAN GILANG 5,000,000
6 SAFRUDIN 2,000,000
7 HISYAM BIN ABDULLAH 5,400,000
8 SANEM BIN ALM JOYO 1,000,000
9 SEPVITA RIANA KUSRIANTI 1,000,000
10 JEMILAH BINTI ALM IMAN DIKROMO 1,000,000
11 NY. TOMO WIYONO 1,000,000
12 PANTI HAFARA 1,000,000
13 YULI WIBOWO 2,000,000
14 JALDI EFENDI 1,000,000
15 SANDRA WATI 1,000,000
16 AHMAD RIDWAN 1,000,000
17 AHMAD RIDWAN 2,500,000
18 YUDA IGUSTINA 1,000,000
19 YUNITA BINTI SARIFUDIN 1,000,000
20 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1,000,000
21 KUSNIYATI BINTI ROHANI 1,500,000
22 ENCUN BINTI SAPUTRA 800,000
23 Faturohman Bin Endang 500,000
24 Winda Sri Wahyuni 500,000
25 ASIAH BINTI ACENG 500,000
26 WAHYUDIN BIN ALM. ASMAN 1,000,000
27 WAHYUDIN BIN ALM. ASMAN 1,000,000
28 MUHAMMAD ALIGANI 500,000
29 MUHAMMAD ALIGANI 500,000
30 YULIANA BINTI LENI 1,000,000
31 MAMID BIN NURJEN 500,000
32 IMAN BIN ELIH 500,000
33 IMAN BIN ELIH 500,000
34 MAEMUNAH BINTI BANID 500,000
35 SARINAH GURADOG 500,000
36 TUTI BINTI ABDULAH 500,000
37 TUTI BINTI ABDULAH 500,000
38 AGUS HARIWIDODO 500,000
39 ANDRI BIN KOESPOYO 500,000
40 AGUS HARIWIDODO 500,000
41 AGUS HARIWIDODO 500,000
42 ABHI RAMA ARKAN 1,000,000
43 SANDRA WATI 1,000,000
44 IMAM DARMAWAN 4,019,000
45 PILUS BIN AGUSTINUS DAIN 1,500,000
46 ALIF PRADATA 5,000,000
47 NAZWA NURAINI 722,500
48 BAMBANG HARIYANTO 520,000
49 ATIK ISYAWATI 729,000
50 ANISWATUN HASANAH 824,500
51 HALIMAH 500,000
52 HERDIAN FITRAH IKHSANI 1,500,000
53 BENCANA ALAM BANJIR LAMPUNG TIMUR 3,500,000
54 MTSR PARERA 4,369,292
55 PARIANI BINTI SARNO 1,000,000
Total 71,384,292

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 71,384,292,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1146 ROMBONGAN

Rp. 62,300,533,602,-