MAURA DWI AZAHRA (1.5 , Hepatitis B ) Alamat : Ds. Bohar . Jalan Mangunsari RT 02/ RW 01. Kec. Wage . kel. Taman . kab. Sidoarjo . prov. Jawa Timur. Maura anak ke dua dari bapak Suwanto (35) dan ibu Musawaroh (41) berawal dari Maura merasakan nyeri pada bagian perut nya , tidak mau minum asi, badannya semakin kurus dan bola matanya menguning pada usia 2bulan . Oleh ibu nya adek maura di bawa ke bidan setempat dan setelah dari bidan , Maura dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Ayah Maura bekerja sebagai kuli bangunan dengan dengan gaji kisaran 480.000/minggu itu pun jika ada yang membutuhkan tenaganya. Sedangkan ibu Maura seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Maura dan keluarga tidak memiliki rumah, mereka tnggal Bersama kakeknya. Kakak Maura sudah bersekolah kelas 1 SMA dan itu juga di biayai sang kakek. Selama di Rsud Soetomo biaya pengobatan Maura di tanggung kartu BPJS kelas 3. Hanya saja untuk biaya transportasi dan MRS mereka masih kesulitan, tidak jarang mereka mencari pinjaman tetangga dan saudara. Alhamdulillah Sedekah Rombongan mendengar kisah pilu mereka dan memutuskan untuk mendampingi hingga Maura kembali sehat. Terima kasih kepada sedekaholic atas bantuannya, semoga Allah membalas kebaikan para sedekaholic semua.
Bantuan sebelum nya tercatat pada Rombongan 1120

Jumlah Bantuan : Rp. 1.585,800
Tanggal : 15 april 2018
Kurir : Mira @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Maura menderita hepatitis B


Azkanidar maritza ( 15bl, tumor mata ) alamat jalan Joyoboyo 30 E , RT 3 . RW 01. Desa Sawotratap. Kec. Waru. Kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa timur. Aroma rumah sakit , sudah hal biasa bagi adek Azka, sakit yang di rasa di bagian mata membuatnya sabar untuk keluar masuk RS Soetomo ,pengobatan menggunakan kartu berobat BPJS . anak dari bapak Slamet (43) dan ibu Trisnawati (34) ini mengalami benjolan di bagian mata sebelah kiri nya dan mata bagian kanan juga mulai kabur pandangannya, pengobatan yang di lakukan saat ini kemo dan menunggu antrian Operasi. Kondisi nya sering mengalami kemunduran, drop dan lemas . Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Azka hingga mampu memaksimalkan proses pengobatan. Kondisi adek Azka saat ini masih lemah terbaring dirumah sakit, semoga Allah secepatnya mengangkat penyakitnya. Aammiin . Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1136

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal ; 15 April 2018
Kurir : Mira Eis @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Azka menderita tumor mata


Muhammad Muklis ( 42, gagal ginjal ) alamat : jl. Plumbungan RT.4 RW. 2 kec. Sukodono. Kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa timur. Berawal dari 4 th lalu pak Muklis merasakan mual ,muntah ,lemas dan bengkak pada tangan kakinya. Suami dari ibu Ninik Masturoh ( 31 ) sehari hari bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. 4 th lalu pak Muklis muntah muntah dan akhirnya mengganggu aktivitas beliau sehari hari. Pihak keluarga memeriksa kan pak Muklis ke dokter dan di diagnosis gagal ginjal. Hingga di haruskan menjalani cuci darah seminggu 2x. Pak Muklis berobat ke Rumah sakit Haji Surabaya menggunakan kartu berobat BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Muklis dan keluarga sehingga Sedekah Rombongan Sidoarjo berkesempatan mendampingi proses berobatnya. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1136

Jumlah bantuan : 500.000
Tanggal : 15 MEl 2018
Kurir : Mira Lilik @mzboz1027 @nurrypay

Pak Muklis ke dokter dan di diagnosis gagal ginjal


SULKAN BIN SADIMAN (59,DIABETES + TUMOR LUTUT ) Alamat : jalan Tlogo rt 002/rw 001, desa Sidokerto, kec. Buduran. Kab . Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur. Mbah Sulkan panggilannya , mengidap diabetes kering sejak 15th lalu. Suami dari mbah Sugiarti ( 65 ) semenjak di diagnosa diabetes penglihatannya semakin lama semakin kabur. Seriing berjalannya waktu, penglihatannya mulai menghilang dan buta total. Mbah Sulkan pernah konsultasi ke dokter mata dan mendapatkan jawaban bahwa matanya tidak bisa di operasi , karena banyaknya saraf yang terputus. Mbah Sulkan juga memiliki benjolan di belakang lututnya , seharusnya jadwal operasi benjolan itu tanggal 21-08-2017 di Rsud Sidoarjo, hanya saja saat itu tekanan darah mbah Sulkan belum stabil,. Sejak sakit mbah Sulkan terpaksa berhenti bekerja dan yang menggantikan mencari nafkah adalah sang istri. Istri mbah Sulkan bekerja sebagai penjual jajanan ringan keliling dengan harga 2000/bungkusnya. Selama masa pengobatan mbah Sulkan menggunakan kartu berobat BPJS kelas 3 dan alhamdulillah meski dengan penghasilan yang tak seberapa mbah Sulkan atau mbah Sugiarti masih sanggup membayar iuran rutin BPJS nya. Mbah Sulkan di rumah kost kostan , jika hujan air menggenangi rumahnya, beliau memiliki 4 orang anak yang sudah memiliki keluarga semua dan mereka tinggal jauh dari rumah mbah Sulkan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Mbah Sulkan dan istri, setelah melalui proses pendataan Sedekah Rombongan memutuskan untuk mendampingi proses pengobatan dan operasi tumor pada lutut mbah Sulkan, mulai dari jemput,antar dan memberikan santunan untuk biaya sehari hari selama berobat. Dan Alhamdulillah operasinya lancar, seiring berjalannya waktu bekas operasi pada lutut mbah Sulkan sembuh, namun 3 hari lalu saat bangun tidur, mbah Sulkan kesulitan berbicara, kaki,tangan sebelah kanan nya susah di gerakan dan mbah Sugiarti kembali membawa mbah sulkan ke Rumah Sakit Umum Sidoarjo, semoga secepatnya Allah mengangkat sakit yang di derita oleh mbah Sulkan. aamiin. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1080

Jumlah Bantuan : Rp. 1.321.400
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : Mira @laksmiwaty @mzboz1027 @Nurrypay

Mbah Sulkan mengidap diabetes kering dan tumor lutut


Azkanidar maritza ( 15bl, tumor mata ) alamat jalan Joyoboyo 30 E , RT 3 . RW 01. Desa Sawotratap. Kec. Waru. Kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa timur. Aroma rumah sakit , sudah hal biasa bagi adek Azka, sakit yang di rasa di bagian mata membuatnya sabar untuk keluar masuk RS Soetomo ,pengobatan menggunakan kartu berobat BPJS . anak dari bapak Slamet (43) dan ibu Trisnawati (34) ini mengalami benjolan di bagian mata sebelah kiri nya dan mata bagian kanan juga mulai kabur pandangannya, pengobatan yang di lakukan saat ini kemo dan menunggu antrian Operasi. Kondisi nya sering mengalami kemunduran, drop dan lemas . Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Azka hingga mampu memaksimalkan proses pengobatan. Kondisi adek Azka saat ini masih lemah terbaring dirumah sakit, semoga Allah secepatnya mengangkat penyakitnya. Aammiin .

Jumlah bantuan : Rp. 1.142.000
Tanggal ; 25 Mei 2018
Kurir : Mira Eis @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Azka menderita tumor mata


NATASYA RIDZKIA RAMADHANI ( 3th, jantung bocor ) alamat : dusun prasung RT.010 RW . 004 kec. Buduran, kabupaten Sidoarjo, provinsi Jawa timur. Tasya panggilan akrabnya anak dari bapak jadi (34) dan ibu ikrimiya (30) ketika usia 7bl kondisi fisik nya menurun. Saat di periksa ke puskesmas terindikasi gisi buruk dan keadaan semakin hari semakin memburuk.Lalu Tasya di larikan ke RSUD Sidoarjo oleh keluarganya , tubuh nya semakin lama semakin membiru , dokter pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah pemeriksaan di lakukan dokter pun menyatakan Tasya memiliki penyakit jantung bocor. dan harus rutin berobat , selama berobat Natasha menggunakan kartu BPJS, kondisi terkini natasya semakin membaik, Natasha dan keluarga tinggal bersama nenek dan saudara saudara lainnya dalam satu rumah, Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Natasha dan di lakukan pendampingan selama masa penyembuhan. di mulai dari perbaikan gizi dan rutin kontrol serta berobat. Orang tua natasya mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada Kurir sedekah rombongan dan para sedekaholic yang telah membantu proses penyembuhan natasya. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1136

Jumlah bantuan : Rp. 639.000
Tanggal : 15 MEI 2018
Kurir : Mira @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Tasya memiliki penyakit jantung bocor.


ZAHIRA BINTI ZAINURI ( 2, Atresia Biliaer ). Alamat : Jl. Kalijaten No 87 , RT 16/3 .Kec.Taman , Kab.Sidoarjo . Prov. Jawa Timur. Adek Zahira anak tunggal dari ibu Aliah Syamlan (43) dan bapak Zainuri lahir pada tanggal 27 Januari 2016 lalu secara Caesar dan mengalami cacat bawaan (tanpa anus). Saat usia 0-3 bulan kesehatan nya berjalan normal namun saat menginjak usia 4bl ada keanehan terjadi, semua berawal ketika adek Zahira ke susahan BAB dan merasakan sakit yang luar biasa , lalu dibawa ke Rs dan akan di lakukan inject microlax pada anus nya dari situ baru di ketahui bahwa anus adek Zahira menutup sepenuhnya ,kondisi terkini adek Zahira sudah melakukan operasi pertama nya pada usia 5bl,operasi kedua pada usia 9bl dan saat ini sedang menunggu untuk operasi pembuatan anus Di RS.Dr.Soetomo , ibu adek Zahira bekerja sebagai penjual gorengan dan ayah nya meninggal 3bln yang lalu karena TB Kelenjar, saat ini mereka tinggal bersama paman yang bekerja serabutan. Sedekah Rombongan telah bersilaturahmi dengan keluarga adek Zahira dan Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan titipan para sedekaholic untuk membantu adek Zahira. Santunan telah di sampaikan untuk biaya berobat dan pembelian susu. Semoga santunan yang di berikan kepada Adek Zahira bermanfaat. Terima kasih kepada Sedekaholic telah berbagi untuk membantu sesama, semoga Allah melimpahkan rejeki para sedekaholic. Aamiin. Bantuan sebelum nya tercatat pada Rombongan 1136

Jumlah Bantuan : Rp 639.000
Tanggal : 15 MEI 2018
Kurir : Mira Rizky @mzboz1027 @nurrypay

Zahira menderita atresia biliaer


MAURA DWI AZAHRA (1.5 , Hepatitis B ) Alamat : Ds. Bohar . Jalan Mangunsari RT 02/ RW 01. Kec. Wage . kel. Taman . kab. Sidoarjo . prov. Jawa Timur. Maura anak ke dua dari bapak Suwanto (35) dan ibu Musawaroh (41) berawal dari Maura merasakan nyeri pada bagian perut nya , tidak mau minum asi, badannya semakin kurus dan bola matanya menguning pada usia 2bulan . Oleh ibu nya adek maura di bawa ke bidan setempat dan setelah dari bidan , Maura dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Ayah Maura bekerja sebagai kuli bangunan dengan dengan gaji kisaran 480.000/minggu itu pun jika ada yang membutuhkan tenaganya. Sedangkan ibu Maura seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Maura dan keluarga tidak memiliki rumah, mereka tnggal Bersama kakeknya. Kakak Maura sudah bersekolah kelas 1 SMA dan itu juga di biayai sang kakek. Selama di Rsud Soetomo biaya pengobatan Maura di tanggung kartu BPJS kelas 3. Hanya saja untuk biaya transportasi dan MRS mereka masih kesulitan, tidak jarang mereka mencari pinjaman tetangga dan saudara. Alhamdulillah Sedekah Rombongan mendengar kisah pilu mereka dan memutuskan untuk mendampingi hingga Maura kembali sehat. Terima kasih kepada sedekaholic atas bantuannya, semoga Allah membalas kebaikan para sedekaholic semua.

Jumlah Bantuan : Rp. 679.500
Tanggal : 28 Mei 2018
Kurir : Mira Lilik @mzboz1027 @nurrypay

Maura menderita hepatitis B


Abbad Haillun Abbidzar ( 2, jantung bocor ) alamat : jalan jati raya 76 RT 4 RW 2 , kec. Sidoarjo. Kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa timur. Adek Abbad memiliki penyakit jantung bocor sejak lahir, tak jarang tubuh nya membiru. Dari lahir sudah keluar masuk rumah sakit. Anak dari pak sumarnu ( 42 ) dan ibu Suprapti ( 34 ) ini berbeda dengan bayi pada umumnya. Terlihat lemas dan susah untuk makan , ayah nya sebelumnya bekerja sebagai guru honorer , pengobatannya pun rutin di lakukan, kondisi adek semakin membaik, namun beberapa waktu lalu ayah adek Abbad tertimpa musibah dan terpaksa keluar dari pekerjaan nya, saat ini ayah nya kerja serabutan dan ibunya mengasuh adek Abbad dan 2 kakaknya dirumah. Semenjak bekerja serabutan pengobatan adek Abbad pun tak lagi rutin karena besar nya biaya berobat, transportasi dan makan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo bertemu adek Abbad dan keluarga, memutus kan untuk mendampingi pengobatan adek Abbad dan membantu membuat kan kartu pengobatan BPJS .Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1136

Jumlah bantuan : Rp. 1.024.000
Tanggal : 15 Mei 2018
Kurir : Mira Fatur @mzboz1027 @nurrypay

Abbad memiliki penyakit jantung bocor


NAPSIANI BINTI ABDULLAH (60, DIABETES DM) Alamat : jalan Rame RT 21, RW 10. kel. pilang. kec. wonoayu. kab . sidoarjo. Provinsi Jawa Timur. Bu Napsiani sebatang kara , tnggal di sebuah rumah gubuk yang sudah di renovasi oleh pemerintah setempat. Sakitnya berawal dari 10 tahun lalu, beliau mengidap kencing manis dan berobat ke dokter terdekat tidak sampai ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan transportasi yang mahal. berobat pun ke dokter hanya sekali setelah itu pasien meminum obat yang di beri dokter setiap hari hingga puluhan tahun tidak lagi kontrol, itu yang mengakibatkan pendengaran pasien berkurang . Pasien memiliki kartu BPJS, selama ini untuk kehidupannya sehari-hari dapat pemberian tetangga, jika tetangga tidak memberi beliau juga tidak makan, alhamdulillah team Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Bu Napsiani dan di putuskan untuk di berikan santunan agar bisa kembali berikhtiar menjemput sehat. Terima kasih kepada sedekaholoc yang telah membantu meringankan beban para dhuafa, semoga kebaikan sedekaholig di catat dan di balas oleh Allah SWT.
Bantuan sebelum nya tercatat pada rombongan 1136

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 16 mei 2018
Kurir : Mira Risky @mzboz1027 @nurrypay

Bu Napsiani mengidap kencing manis


PUJIONO BIN SARBINI (45, Vertigo). Alamat :RT 4/5, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada 2 tahun yang lalu, saat Bapak Pujiono bekerja, beliau mengalami pusing. Beliau kemudian minum obat warung. Beberapa bulan kemudian Bapak Pujiono mengalami pusing kembali. Setelah kembali minum obat dan tidak ada perubahan, Bapak Pujiono dibawa ke puskesmas setempat. Beliau kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Goetheng selama 3 hari. Bapak Pujiono adalah putra dari Almarhum Sarbini. Sedangkan Ibunya, Sutini (60) bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sejak sakit, Bapak Pujiono tidak bekerja, sedangkan istrinya, Yani (34) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya akomodasi ke rumah sakit. Biaya pengobatan Bapak Pujiono dibantu jaminan kesehatan berupa Jaminan Kesehatan Purbalingga Sehat. Alhamduillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Pujiono sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kehidupan sehari-harinya. Semoga bantuan dari sedekaholics dapat bermanfaat bagi beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Mei 2018
Kurir : @ddeean Khaerul @paulsyifa

Pak Pujiono menderita vertigo


KOWO HADIANTO (43, Tuberculosis Paru Kering + Gangguan Usus Buntu). Alamat : RT 2/3, Desa Beji, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 1997, awalnya Bapak Kowo sakit pinggang. Setelah 2 bulan, beliau berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goeteng Wirasana dan melakukan rawat inap selama 4 hari. Dokter mendiagnosis Bapak Kowo menderita gangguan usus buntu dan selama 3 bulan diharuskan untuk mengkonsumsi obat. Namun selama pengobatan belum ada perubahan sehingga dilakukan operasi. Setelah 3 bulan melakukan operasi, Bapak Kowo kembali dibawa RSUD Goetheng selama 18 hari karena menderita sesak napas dan pinggang masih sakit. Hasil diagnosis dokter memyatakan bahwa Bapak Kowo menderita tuberculosis paru kering. Selama 2 bulan setelah rawat inap, Bapak Kowo berobat jalan sampai sekarang. Saat ini kondisi Bapak Kowo merasakan dada sesak, batuk, sakit pinggang sehingga tidak bisa bungkuk dan masih terbaring di rumah. Bapak Kowo memiliki jaminan kesehatan berupa KIS PBI namun karena terkendala biaya akomodasi mengakibatkan pengobatannya terhenti. Bapak Kowo yang sebelumnya bekerja sebagai tukang bangunan di Jakarta. Namun sejak sakit beliau sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan penghasilan istrinya yang bekerja sebagai buruh pembuatan kasur hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Kowo sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Mei 2018
Kurir : @ddeean Didik @paulsyifa

Bapak Kowo menderita tuberculosis paru kering dan usus buntu


SUTOSO BIN SUHER (34, Lumpuh). Alamat : Dukuh Dono, Rt 5/12, Desa Tunjungmulih, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sutoso menderita sakit lumpuh akibat jatuh dan syaraf bagian tulang belakangnya putus sehingga beliau menderita lumpuh bagian pusar ke bawah. Semenjak tahun 2015, bagian pinggang mengalami luka yang melebar sampai ke pantat. Selama ini Bapak Sutoso belum menjalani upaya medis untuk pengobatannya karena terkendala biaya. Padahal Bapak Sutoso perlu pengobatan agar luka tidak melebar. Bapak Sutoso memiliki jaminan kesehatan berupa KIS PBI namun karena terkendala biaya akomodasi mengakibatkan pengobatannya terhenti. Bapak Sutoso yang sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan sudah tidak dapat bekerja lagi, sedangkan penghasilan istrinya yang bekerja sebagai buruh serabutan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sutoso sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Mei 2018
Kurir : @ddeean Didik @paulsyifa

Bapak Sutoso menderita sakit lumpuh


SALSABILA PUTRI ALIFIA (4, Kulit Melepuh). Alamat : RT 3/7, Desa Banjarsari, Kecamatan Bobotsari, Kaabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada hari Ahad tanggal 13 Mei 2018 pukul 14.00 WIB, Salsabila mengikuti ibunya yang sedang bekerja membuat tahu. Naas ia terpeleset sehingga masuk dalam panci yang berisi air mendidih untuk merebus laru untuk membuat tahu. Kondisi tersebut membuat kulit di sekujur tubuh Salsabila melepuh. Ia segera dibawa ke Puskesmas terdekat. Dari Puskesmas, Salsabila dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng Purbalingga untuk dirawat di ruang ICU (Intensive Care Unit). Salsabila adalah putri dari pasangan Bapak Mujammad (42) dan Ibu Istifaiyati (41). Bapak Muhammad berprofesi sebagai pembuat dan pedagang tahu. Istrinya sering kali membantunya membuat tahu. Namuj penghasilan mereka yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hifup sehari-hari. Salsabila tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga mengurus surat keterangan tidak mampu untuk membantu biaya opname. Selama opname di ICU RSUD Goetheng, orang tua Salsabila kebingungan karena tidak memiliki biaya akomodasi. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan orang tua Salsabila sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi opname.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 16 Mei 2018
Kurir : @ddeean Didik @paulsyifa

Salsabila menderita kulit melepuh


ULFA IMANSARI( 24, kelenjar tiroid ) alamat : Bungurasih Timur , RT 007/ RW 001 . Kec. Taman . Kab. sidoarjo , provinsi Jawa timur. Berawal dari 5th lalu yang kondisi nya tiba tiba melemah, Ulfa anak dari bapak Alm. Mat Sahlan dan ibu Hanifatul (63) mulai menjalani pengobatan di puskesmas, Penyakit Kelenjar Teroid yang Ulfa rasakan membuat tubuh nya semakin hari semakin melemah. Setelah berobat ke puskesmas ,Ulfa di rujuk ke Rumah Sakit Siti Khotijah. Ulfa menjalani pengobatan selama 1th dan berhenti karena terkendala biaya dan transportasi. Saat itu Ulfa berobat masih menggunakan kartu berobat BPJS . Dan semenjak berhenti berobat kartu BPJS nya tidak pernah di bayar kan dan tidak bisa di pergunakan . Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Ulfa sekeluarga, di awali dari pendataan dan berakhir dengan pendampingan dalam berobat. Alhamdulillah Ulfa kembali berobat ,semoga secepatnya di beri kesembuhan agar bisa beraktivitas kembali.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 15 Mei 2018
Kurir : Mira @laksmiwaty Sun @mzboz1027 @nurrypay

Ulfa menderita sakit kelenjar tiroid


KURIYAH BINTI FULAN (55, Lumpuh Kaki dan Tangan ) alamat : Jalan kemantren RT 002 / RW 001 . Kec. Tulangan . Kab. Sidoarjo . Provinsi Jawa Timur. Bu Kuriyah 4th lalu mendadak tidak bisa berjalan , kaki dan tangan tidak bisa di gerakkan. Bu Kuriyah tinggal dengan cucu yang yatim piatu dan saudara nya. Bu Kuriyah belum pernah berobat sama sekali dan tidak mempunya kartu berobat.. Untuk kehidupan sehari harinya pun me dapat bantuan dari tetangga tetangga sekitar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Bu Kuriyah dan memberikan santunan pada beliau untuk biaya berobat dan transportasi. Semoga segera pulih seperti sediakala.

Jumlah bantuan : Rp. 1.605.900
Tanggal : 15 Mei 2018
Kurir : Mira Lilik @mzboz1027 @nurrypay

Bu Kuriyah menderita lumpuh kaki dan tangan


MUSTAFA BIN ALI (80 Tahun) mengidap penyakit Hernia, dan Gangguan fungsi ginjal. Beliau kelahiran Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Sudah merantau di Kabupaten Karimun selama 30 tahun, beliau pun sudah lupa kampong halamannya karena selama 30 tahun beliau tak pernah pulang ketanah kelahirannya. Disini dia hidup sebatangkara, tidak ada keluarga yang merawatnya. Beliau adalah duda yang tidak dikaruniai anak, dan ditinggal pergi istrinya. Disini dia tidak memiliki harta apapun, karena semua hartanya sudah dijual dan dibawa oleh istrinya pulangkampung. Beliau mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan kerja serabutan, membantu bongkar ikan di pelabuhan yang ada bongkar muat ikan. Tentunya penghasilan beliau tak tentu dan terkadang tak mencukupi untuk makan sehari-hari. Selain beliau harus mencukupi untuk makan, beliaupun harus membayar kosan tempat beliau tinggal. Beliau kost di Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Hari ini adalah hari ke lima beliau dirawat di RumahSakit Muhammad Sani Kabupaten Karimun. Berkat pertolongan dari Bapak Alwi (Ketua RT) yaitu tetangga bapak mustofa dulu. Sebelum menikah pak Alwi adalah tetangga dari pak Mustafa, kemudian setelah menikah Pasien pindah dengan istrinya kedaerah lain. Sudah lama dompet dan segala dokumen pribadi hilang, seperti KTP dan KK.
Padahari Senin,9 April 2018 belaiu menelpon pak Alwi memberiahukan bahwa dia sakit di bagian perutnya. Pak Alwi pun segera menjumpainya di kosan tempat diatinggal. Pak Alwi mencoba mencari identitas yang dimiliki pak Mustafa, tetapi hasilnya nihil (semua idnentitas hilang). Pak Alwi pun berusaha untuk mencarikan jalankeluarnya, agar beliau bias dibawa kerumah sakit dengan biaya ditanggung oleh pemerintah. Sudah beberapa hari beliau berusaha untuk menolong pasien, akhirnya hari Jum’at, 13 April 2018 beliau dibawa ke Rumah Sakit Muhammad Sani Kabupaten Karimun dengan rujukan dari mantan Pejabat Dinas Sosial Kabupaten Karimun.
Surat rujukan tersebut disertakan Surat Pernyataan dari Pak Alwi selaku Ketua RT.001 RW.001 Kelurahan Sungai Raya Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, KepulauanRiau,yang menyatakan bahwa Pak Mustafa adalah benar warga Kabupaten Karimun. Akhrinya beliau diperiksa ,dengan hasil analisa dokter beliau mengidap penyakit Hernia dan Gangguan fungi ginjal. Selama di rumah sakit belaiu tidak ada yang mendampingi dikarenakan Pak Alwi sibuk dengan tugasnya sebagai perangkat desa. Yang menemani di ruangan adalah para keluarga pasien yang berada di sebelah ranjang dimana beliau dirawat. Karena beliau dirawat di ruangan yang berisi 6 pasien. Dijadwalkan besok Rabu, 18 April 2018 beliau akan cuci darah dikarenakan ginjal yang sudah tidak berfungsi.
Untuk biaya sampai dengan saat ini masih menjadi tanggungan dari Dinas Sosial Kabupaten Karimun. Pada tanggal 17 April 2018 Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Bapak Mustafa, semoga ada rejeki dari SedekahRombongan untukmelanjutkanikhtiarkesembuhanBapak Mustafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : Sofyan

Pak Mustafa mengidap penyakit hernia, dan gangguan fungsi ginjal


SRI SANJANI (40, Hemoroid Stadium 4). Alamat: Kampung Sido Makmur, RT 02, Rw 12, Kelurahan Batu Sembilan, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Pada tahun 2015, Bu Sri hamil anak ke lima. Saat hamil tersebut, beliau sering mengalami perdarahan. Karena khawatir kekurangan darah, pada bulan Juli 2017 lalu kondisi Bu Sri mengalami penurunan sehingga keluarga membawa beliau ke IGD RS Tanjung Pinang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Sri didiagnosa menderita penyakit hemoroid stadium 4. Bu Sri menjalani kontrol setiap tiga bulan sekali dan melakukan transfusi darah. Selama ini Bu Sri sudah pernah opname selama tiga kali di RS Tanjung Pinang. Akhirnya, pada tanggal 27 Maret 2018 Bu Sri dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya bagian Poli Bedah Digestive untuk menjalani penanganan yang lebih lengkap. Kini, Bu Sri masih mengeluh nyeri setiap kali buang air besar. Bu Sri adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Awig Adiyansyah (45) bekerja sebagai buruh lepas. Mereka memiliki tanggungan lima orang anak. Selama menjalani pengobatan, Bu Sri menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, beliau masih mengalami kesulitan mengenai biaya hidup ketika di Surabaya dan tempat tinggal. Saat mengetahui kondisi Bu Sri, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Setelah menjalanin berbagai proses pengecekan di RSUD Dr. Soetomo beliau telah mendapat waiting list untuk menjalanankan operasi, namun karena harus menunggu selama tiga bulan pihak rumah sakit memberikan izin pulang ke Tanjungpinang kepada bu sri sembari melakukan terapi obat selama tiga bulan tersebut, Sesampai di Tanjungpinang beliau selalu rajin melakukan kontrol di RS Tanjungpinang, dan semakin hari kondisi beliau membaik bahkan pihak dokter mengatakan bahwa ibu sri bisa melakukan tindakan Operasi di Tanjungpinang tidak perlu rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, selama di Tanjungpinang beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Kepri wilayah kerja Tanjungpinang, Bantuan digunakan untuk biaya keseharian, pembelian obat, dan transportasi Semoga Bu Sri dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala Amin.

Jumlah Bantuan : 940.600 (SBY) + 500.000 (T.Pinang)
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : Dinda

Bu Sri didiagnosa menderita penyakit hemoroid stadium 4


YULIATI ARIFIN (38, Gagal Ginjal Kronis). Alamat: Desa Jonggol, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuliati merasakan sakit baru-baru ini, tepatnya pada awal bulan Oktober 2017. Beliau mengeluh sakit di bagian perut, mual, dan sangat mudah mengalami kelelahan. Bu Yuliati juga sering mengalami sesak napas dan bengkak pada bagian kaki. Karena bu Yuliati saat itu sedang hamil 3 bulan, akhirnya beliau mulai khawatir akan kondisi beliau dan bayi yang ada di dalam kandungan beliau. Bu Yuliati pun memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Bu Yuliati langsung dirujuk ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Yuliati didiagnosa menderita Gagal Ginjal Kronis. Bu Yuliati pun menjalani rawat inap selama satu minggu dan dilakukan transfusi darah sebanyak 4 kantong. Namun baru 2 kantong Bu Yuliati mengeluh tidak memiliki cukup biaya
untuk transfusi darah selanjutnya. Akhirnya beliau pun mengingkan untuk kembali pulang. Bu Yuliati adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Arifin (40) bekerja serabutan. Saat ini Bu Yuliati sedang mengandung anak pertama mereka. Selama menjalani pengobatan, Bu Yuliati menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya keluarga juga mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan. Saat mengetahui kondisi Bu Yuliati, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan Bu Yuliati. Bulan ini Bu Yuliati masih menjalani pengobatan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1138. Semoga Bu Yuliati dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktifitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2018
Kurir : BambangBKY Khoiriyah

Bu Yuliati didiagnosa menderita gagal ginjal kronis


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Mei 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan.,
Bersih Kabin,Service Ringan Dan Operasional. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1090.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.243.626,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ddeean Khaerul

Biaya operasional Mei 2018


AKYA BIN ABU NASOR (70, Gagal Ginjal). Alamat : RT 2/2, Desa Laren, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2017, Bapak Akya sering mengeluh merasa sesak nafas dan sering merasa sakit pada pinggangnya. Bulan Juni 2017 lalu, beliau diopname di Rumah Sakit Islam (RSI) dan didiagnosis oleh dokter menderita gagal ginjal. Bapak Akya diwajibkan untuk cuci darah 2 kali dalam sepekan yaitu di hari rabu dan sabtu. Kondisi beliau saat ini masih harus rutin cuci darah dan masih sering kambuh hingga akhirnya bulan April lalu beliau harus dirawat di RSI dikarenakan kadar hemoglobinnya rendah. Istrinya, Rakiyem (56) hanya seorang ibu rumah tangga. Selama berobat Bapak Akya dibantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, beliau mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena Bapak Akya dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi. Selai itu beliau juga kesulitan dalam hal akomodasi untuk berobat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Akya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan akomodasi berobat. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat untuk Bapak Akya dan semoga beliau lekas sembuh sehingga dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Mei 2018
Kurir : @ddeean Yuliana @yaswi_rd

Pak Akyan menderita gagal ginjal


ENI WAHYUNI (26, Bronkhitis + TB Paru). Alamat : Desa Pingit, RT 1/4, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Awal bulan April 2018, Ibu Eni Wahyuni mengalami batuk dan sesak nafas, kemudian beliau memeriksakan diri ke dokter Praktek di Rakit. Akan tetapi setelah 4 hari, Ibu Eni Wahyuni merasakan nafasnya terasa sangat sesak sehingga oleh pihak keluarga beliau di bawa ke Puskesmas Rakit 1. Setelah menjalani beberapa tindakan medis, dokter Puskesmas langsung merujuk pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj.Anna Lasmanah Banjarnegara. Beliau diharuskan menjalani rawat inap selama 3 hari. Dokter mendiagnosis Ibu Eni Wahyuni terkena penyakit bronkhitis. Setelah 7 hari pulang dari rumah sakit, sakit Ibu Eni Wahyuni kambuh kembali. Beliau kembali merasa sesak nafas dan keluarga langsung membawa pasien ke RSUD Hj.Anna Lasmanah dan menjalani rawat inap selama 4 hari. Dokter mendiagnosis Ibu Eni Wahyuni terkena sakit Bronkhitis dan TB Paru. Biaya pengobatan Ibu Eni Wahyuni terbantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun karena Ibu Eni Wahyuni adalah seorang janda dan selama sakit tidak bisa bekerja, beliau kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidup dirinya dan anaknya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Eni Wahyuni. Santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Mei 2018
Kurir : @ddeean wiwid @paulsyifa

Ibu Eni Wahyuni mengalami batuk dan sesak nafas


NAZILATUL KHUSNA (5, Ashma Bronkhitis). Alamat : Desa Pingit, RT 8/5, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Awal Juni 2013, Dik Nazilatul Khusna mengalami panas badan dan sesak nafas. Ia kemudian dibawa periksa ke Puskesmas Rakit 1, akan tetapi dokter Puskesmas langsung merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah, Banjarnegara dan menjalani rawat inap selama 7 hari. Dokter RSUD Hj.Anna Lasmanah mendiagnois Dik Nazilatul terkena sakit flek paru-paru dan menyarankan untuk kontrol rutin setiap bulan selama 6 bulan berturut-turut. Setelah selesai menjalani pengobatan rutin selama 6 bulan, pada bulan Januari 2014 Dik Nazilatul sakit demam, batuk dan nafas kembali sesak. Orang tuanya langsung membawa Dik Nazilatul berobat ke RSUD Hj.Anna Lasmanah Banjarnegara. Ia diharuskan menjalani rawat inap selama 7 hari. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Dik Nazilatul terkena penyakit ashma bronkhitis, sampai saat ini apabila ia terlalu capai atau kedinginan ia langsung kambuh lagi, dan selama ini hampir setiap 2-3 bulan sekali Dik Nazilatul menjalani rawat inap. Ayahnya, Eko Wahyono (36) bekerja dengan menyediakan jasa servis benda-benda elektronik, sedangkan ibunya, Yuni (32) adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Dik Nazilatul terbantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun orang tuanya masih terkendala oleh biaya operasional selama menjalani pengobatan dan biaya hidup sehari-hari karena selama ini tidak bisa fokus bekerja demi kesembuhan anaknya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nazilatul. Santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu biaya operasional selama menjalani pengobatan dan membantu biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Mei 2018
Kurir : @ddeean wiwid @paulsyifa

Dik Nazilatul Khusna mengalami panas badan dan sesak nafas


RISWANTO AL SUTARNO (55, Lumpuh). Alamat : RT 3/2, Desa Binangun, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 27 Oktober 2018, Bapak Riswanto jatuh saat sedang menderes pohon kelapa dan langsung dibawa ke Puskesmas Serayu Larangan. Oleh dokter selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R. Goetheng Taroenadibrata Purbalingga. Bapak Riswanto sempat dirawat inap selama 1 hari. Berdasarkan hasil rontgen, Bapak Riswanto dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Margono Soekarjo. Akan tetapi karena terkendala biaya dan tidak memiliki kartu jaminan kesehatan, keluarga memilih untuk dirawat di rumah. Selama ini Bapak Riswanto menjalani rawat jalan dengan bantuan perawat yang datang ke rumahnya dengan biaya Rp 90.000 tiap kunjungan untuk mengganti kateter. Kondisi Bapak Riswanto saat ini sudah bisa duduk tetapi organ tubuh dari pinggul sampai kaki tidak bisa digerakan. Istrinya, Ibu Mistem (46) hanya bekerja sebagai buruh menjahit kasur dan penghasilannya tidak mencukupi untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Riswanto sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya home visit perawat. Semoga Bapak Riswanto segera sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Mei 2018
Kurir : @ddeean Rahayu


RSSR SURABAYA (Kebutuhan RSSR). Alamat: Jalan Kalidami 1 No. 18, RT 9/1, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk Kebutuhan RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 1138. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholics. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 7.003.094,-
Tanggal : 22 Januari 2018
Kurir : BambangBKY

Biaya operasional RSSR


MTSR SURABAYA (L 1182 E, Biaya Operasional Oktober 2017). Pada tahun 2015, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Lalu mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan sebagai Mobil tanggap Sedekah rombongan (MTSR) wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya ke rumah sakit di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para pasien yang berada di luar kota Surabaya untuk melakukan
pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, gaji driver, biaya bahan bakar, dan biaya tol. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1121. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah
sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 9.976.000,-
Tanggal : 22 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Taufik Martino

Biaya Operasional Oktober 2017


AIS HABIBI (13, Thalasemia). Alamat: Dusun Curah Rejo, RT 4/26, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawa, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Fais sudah sakit sejak tahun 2017. Awal mulanya, berat badan Fais selalu mengalami penurunan. Selain itu, ia selalu mengeluh sesak napas dan mudah lelah. Karena berat badan yang turun drastis, kedua orangtua Fais membawa Fais ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, ia langsung dirujuk ke RSD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Fais didiagnosa menderita penyakit Thalasemia. Untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap, akhirnya Fais dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Dokter pun menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. Ayah Fais, Supriyanto (53) bekerja sebagai buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Mufidah (43) bekerja sebagai buruh konveksi. Mereka memiliki tanggungan satu anak. Selama menjalani pengobatan, Fais menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Walaupun demikian, keluarga Fais masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar KIS, akomodasi, dan transpotasi. Alhamdulillah

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY

Fais didiagnosa menderita penyakit Thalasemia


MUHAMMAD ZAINURI (11, Anemia). Alamat: Dusun Kotinggi, RT 7/6, Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Zainuri sudah sakit sejak tahun 2012. Pada pertengahan bulan Juli 2012 lalu, ia sering mengeluh bahwa tubuhnya selalu lemas. Keluarga juga sering melihat wajah Zainuri terlihat pucat. Karena menganggap bahwa itu adalah hal yang biasa, Zainuri pun tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Namun di tahun 2016, Zainuri mendapati adanya benjolan di bawah ketiak. Keluarga yang mengetahui hal tersebut segera membawa Zainuri untuk diperiksa di Puskesmas Curahdami. Di Puskesmas Curahdami, Zainuri dirujuk ke RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Ia menjalani pemeriksaan di laboratorium. Berdasarkan hasil tes di laboratorium, ternyata Hemoglobin (HB) Zainuri hanya tinggal 3. Pihak rumah sakit pun langsung memberikan tindakan yaitu memberikan transfusi darah sebanyak 6 kantong. Karena keterbatasan peralatan di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso, Zainuri dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Zainuri didiagnosa menderita Anemia unspecified D-64.9. Ayah Zainuri, Ahmadi (36) bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan ibunya, Sri Samsiah (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Zainuri menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam menutupi biaya obat-obatan di luar fasilitas KIS, transportasi, dan biaya hidup selama pengobatan di Surabaya. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima oleh pihak keluarga berupa santunan tambahan. Semoga Zainuri dapat segera sembuh dan bisa berkumpul dengan keluarga seperti sediakala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 650.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY Ayu

Zainuri didiagnosa menderita Anemia unspecified D-64.9


EKI PUTRI (7, Jantung bocor + Ginjal bengkak). Alamat: Desa Kombo, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Eki kecil yang malang. Saat berumur tiga tahun, ia sering mudah lelah selama aktivitas fisik dan sesak napas. Kedua orangtuanya pun membawa Eki ke Puskesmas terdekat karena melihat Eki tumbuh dengan gejala yang tidak biasa. Diagnosa sementara dari Puskemas menyatakan bahwa Eki menderita penyakit jantung bocor. Karena tidak memiliki biaya untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit, akhirnya Eki hanya berobat di Puskesmas. Tepat pada tahun 2017 lalu, Eki sempat kambuh dan oleh orang tua nya kembali dibawa ke Puskesmas. Karena penanganan yang kurang dan keterbatasan peralatan di Puskesmas, mata Eki sebelah kiri mengalami kebutaan dan pendengarannya pun terganggu. Pada bulan Januari 2018 kondisi Eki semakin parah. Tubuhnya mengalami pembengkakan. Dari Puskesmas, Eki langsung dirujuk ke RSU Anutapura Kota Palu agar segera mendapatkan penanganan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Eki didiagnosa menderita jantung bocor dan pembengkakan ginjal. Di RSU Anutapura Kota Palu, dokter menyarankan untuk segera merujuk Eki ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi jantung. Kini tubuh Eki tidak lagi bengkak namun semakin kurus seiring berjalannya waktu. Ayah Eki, Tutut Witanto (38) bekerja sebagai supir. Sedangkan ibunya, Fatimah (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Eki adalah anak pertama. Selama menjalani pengobatan, Eki menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) kelas III. Walaupun demikian, keluarga Eki masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan biaya hidup selama di Surabaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Eki. Saat mengetahui kondisi Eki, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Namun ketika menjalani pengobatan,
kondisi Eki semakin menurun. Eki tidak dapat bertahan hingga menghembuskan napas untuk terakhir kalinya. Kepergian Eki menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga dan Sedekah Rombongan. Semoga Eki dapat diterima di sisi-Nya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 10.650.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : BambangBKY

Eki menderita penyakit jantung bocor


SUCI RAMADANI (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58, RT 8/4, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala dik Suci membesar) Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan Sedekah Rombongan Surabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 1122. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 552.500,-
Tanggal: 25 Maret 2018
Kurir :BambangBKY Khoiriyah

Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya


TPQ RIYADUL JANNAH (Bantuan Operasional Program Ponti )Alamat jl kh muklas timur rt 22 rw 02 ds kalangayar kec sedati kab sidoarjo . provinsi . jawa timur. Ust pembimbing ust ghoni dan dibantu istri serta 5 ustadzah.Jumlah santri 100 santri yg berasal dari desa setempat.Awal berdiri thn 2010,Tpq ini awalnya bertempat di mushollah kampung namun karena jumlah santri yg semakin banyak sehingga harus menempati halaman rumah warga tetangga mushollah. 2 tahun yg lalu ada donatur yg membangunkan gedung tpq di halaman rumah ust ghoni sehingga sdh bisa menampung kegiatan anak anak santri dalam mengaji.Untuk santri yg kategori mampu ada Infaq per bln 20 rb dan gratis bagi santri dhuafa dan yatim.. infaq yg terkumpul ini duat untuk kegiatan operasional,beli kitab,mukafaah ustadzah dan lain lain.Disisi lain ada 4 santri yg bermukim di TPQ yg berasal dari bojonegoro titipan dari donatur yg bantu untuk biaya hidup 4 yatim ini ikut keluarga ustadz dan untuk biaya sekolah diambilkan subsidi dari infaq tpq kalau misalnya ada dan jikapun tdk ada tetap diikhtiarkan jalan lain oleh pak ghoni..Ust ghoni sendiri tdk punya pekerjaan tetap selain jd guru privat ngaji panggilan..Kebetulan tahun ini bebarengan anak anak harus ujian dan persiapan naik kelas yang mana harus disiapkan dana yg lumayan. alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan pengurus TPQ RIyadul Jannah menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu kebutuhan TPQ. Santunan dipergunakan untuk biaya operasional Program Ponti.. Semoga santunan untuk TPQ Riyadul Jannah tersebut dapat bermanfaat.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000
tanggal : 27 Mei 2018
kurir : Mira @mzboz1027 @nurrypay

Bantuan operasional program ponti


SUHARTINI BACHRI (50, Kanker Serviks). Alamat: Jalan Pandugo RT 2/1, Desa Penjaringan Sari, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bu Suhartini sudah sakit sejak sejak bulan mei 2017. Awal mulanya, beliau mengeluh sakit di bagian tulang ekor dan sekitarnya. Bu Suhartini menganggap bahwa keluhan tersebut adalah penyebab terlalu lama duduk saat menjahit dan kurang minum air putih. Semakin lama, beliau juga mengalami keputihan yang sering dan disertai perdarahan yang hebat. Bu Suhartini mengetahui bahwa itu bukanlah darah menstruasi, sehingga beliau pun memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Bu Suhartini dirujuk ke RSI Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan di bulan Agustus 2017, Bu Suhartini didiagnosa menderita kanker serviks stadium 3B. Akhirnya beliau dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang lebih intensif. Awalnya, Bu Suhartini sempat memberhentikan pengobatan karena keterbatasan biaya. Semenjak sering mengalami perdarahan, beliau sudah tidak dapat bekerja lagi. Atas semangat dari keluarga akhirnya beliau mau melanjutkan pengobatan. Pengobatan yang beliau jalani adalah penyinaran dan kemoterapi tahap ketiga. Karena sering mengalami perdarahan, kondisi Bu Suhartini masih lemah dan sering drop. Bu Suhartini adalah seorang penjahit. Saat menjalani kemoterapi untuk yang kedua kalinya, Bu Suhartini kembali diuji oleh Yang Maha Kuasa. Beliau harus kehilangan suami di awal tahun 2018 karena serangan jantung. Bu Suhartini memiliki dua orang anak. Beliau memiliki tanggungan menafkahi anaknya yang berusia 2.5 tahun. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun semenjak suami beliau meninggal dunia, tidak ada lagi yang bisa menemani dan mendampingi berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Tidak ada lagi yang menjadi tulang punggung keluarga. Hidup Bu Suhartini pun bergantung pada saudara dan orang terdekat. Beliau tinggal satu atap dengan Saudara iparnya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Saat mengetahui kondisi Bu Suhartini, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan Bu Suhartini. Semoga Bu Suhartini dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.320.000,-
Tanggal : 24 Maret 2018
Kurir : BambangBKY Ayu

Bu Suhartini didiagnosa menderita kanker serviks stadium 3B


SUSANTO BIN JAMALUDDIN (53, Tumor Femoralis). Alamat: Desa Lumutan, RT 29/7, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pak Susanto sudah sakit sejak tahun 2002. Awal mulanya, beliau mendapati adanya benjolan di paha. Karena dianggap hanya benjolan biasa dan akan hilang dengan sendirinya, beliau tidak melakukan tindakan apapun. Semakin lama, benjolan tersebut semakin membesar. Pak Susanto akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Pak Susanto dirujuk ke RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Susanto didiagnosa menderita Tumor Femoralis. Dokter langsung memberikan tindakan operasi untuk pengangkatan tumor tersebut. Setelah selesai dilakukan operasi, Pak Susanto kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala. Seiring berjalannya waktu, tumor Pak Susanto muncul kembali. Belakangan ini Pak Susanto mendapati adanya benjolan lagi di sekitar paha dan betis. Awalnya tidak dirasa, namun semakin benjolan tersebut terasa nyeri. Dokter menyarankan agar Pak Susanto menjalani operasi lanjutan untuk pengangkatan tumor tersebut. Pak Susanto bekerja sebagai kuli bangunan. Istri Pak Susanto, Saniye (47) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, Pak Susanto menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Walaupun demikian, beliau masih mengalami kesulitan mengenai transportasi dan biaya akomodasi beliau. Saat mengetahui kondisi Pak Susanto, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya akomodasi. Bulan ini Pak Susanto masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1138. Semoga Pak Susanto dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.140.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : Bambang BKY Taufik

Pak Susanto didiagnosa menderita Tumor Femoralis.


RUSMINI RUSLAN (56, Kanker Serviks). Alamat: Desa Bujel RT 6/1, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Bu Rusmini sudah sakit sejak Mei 2017. Awal mulanya beliau mengeluh sakit perut. Karena dikira hanya sakit perut biasa, Bu Rusmini mengira sakit perut tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Suatu ketika, Bu Rusmini mendapati beliau tidak kunjung mengalami haid seperti bulan-bulan sebelumnya. Selama satu bulan menanti, akhirnya Bu Rusmini memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Rusmini didiagnosa menderita Kanker Serviks. Dokter menyarankan agar Bu Rusmini menjalani pengobatan di tempat asal beliau dan fokus untuk penyembuhan. Akhirnya Bu Rusmini dirujuk ke RSUD Gambiran Kota Kediri. Dari RSUD Gambiran Kota Kediri, Bu Rusmini dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lanjut. Beliau menjalani terapi penyinaran radioterapi untuk mengangkat sel-sel kanker. Sebelum sakit, Bu Rusmini bekerja sebagai baby sitter di Jakarta. Ketika sudah beberapa minggu menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, suami beliau, Wagiran tiba-tiba meninggal dunia. Akhirnya pengobatan beliau pun tertunda. Bu Rusmini memiliki satu orang anak yang sudah berkeluarga. Selama menjalani pengobatan, Bu Rusmini menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Bu Rusmini masih mengalami kesulitan mengenai biaya transport dan rumah singgah ketika melakukan kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat mengetahui kondisi Bu Rusmini, Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dialami beliau. Beliau harus berjuang untuk sembuh ketika suami beliau meninggal. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Bulan ini Bu Rusmini masih menjalani
pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1121. Semoga Bu Rusmini dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti seda kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.477.200,-
Tanggal : 24 Maret 2018
Kurir : BambangBKY, Ayu

Bu Rusmini didiagnosa menderita kanker serviks


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jalan Ogan 1 No 24, Dusun Durenan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1120. Pada bulan ini Bima masih menjalani pengobatan untuk proses kesembuhannya. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp 730.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY

Bima diagnosa menderita kelainan ginjal


AHMAT AZIKUR ROHMAN (1, Jantung). Alamat: Dusun Karang Semanding, RT 1/11, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Tiga bulan setelah Adik Azikur Rohman lahir, tepatnya pada bulan November 2016 ia sudah harus menjalani perawatan karena sakit jantung yang ia derita. Awal mulanya, Adik Azikur Rohman sering mengalami demam tinggi. Semakin lama, Adik Azikur Rohman sering rewel dan hanya dapat menangis setiap saat. Orangtua Adik Azikur Rohman mengira bahwa Adik Azikur Rohman mengalami sesak napas karena sering tersengal-sengal seperti kesulitan bernapas. Saat diketahui bibir dan lidah Adik Azikur Rohman membiru, keluarga khawatir hingga memutuskan untuk membawa Adik Azikur Rohman ke Puskesmas terdekat. Setelah sampai di Puskesmas, adik Azikur Rohman diperiksa dan oleh pihak Dokter dinyatakan bahwa adik Azikur Rohman didiagnosa mengalami kelainan pada Jantungnya memerlukan rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Karena orang tua Azikur Rohman tidak memiliki biaya dan tidak memiliki Jaminan apapun akhirnya Azikur Rohman dirawat di rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari warga sekitar bahwa adik Azikur Rohman memerlukan bantuan karena dari keluarga kurang mampu. Ayah Adik Azikur Rohman, Ahmad Tauhid (36) bekerja sebagai penjual arum manis. Sedangkan ibunya, Arifah Mahtum (24) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan mereka hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ke tempat tinggal keluarga adik Azikur Rohman dan bersilahturahmi. Karena adik Azikur Rohman belum memiliki jaminan kesehatan, Kurir Sedekah Rombongan mengurus Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III agar dapat meringankan beban pembiayaan selama di rumah sakit. Setelah Jaminan Kesehatan mulai Aktif Kurir Sedekah Rombongan langsung meminta rujukan dari Puskesmas ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Azikur Rohman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran BPJS setiap bulan, dan Akomodasi selama di Rumah Sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Azikur Rohman. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1113.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : BambangBKY Ayu

Azikur menderita sakit jantung


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jalan Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Bu Misreni mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 967. Bu Misreni telah melakukan operasi. Selanjutnya Bu
Misreni dijadwalkan untuk kontrol rutin paska operasi. Pada bulan ini Bu Misreni masih menjalani pengobatan dan kontrol rutin untuk proses kesembuhannya. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1138. Semoga bu Misreni bisa segera sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 553.300,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : BambangBKY Farah

Bu Misreni menderita tumor mata


PONHADI BIN MARTO ( 61, Tumor Mata ). Alamat: Dusun Sawit RT 3/2, Desa Bansari, Kec. Bansari Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Ponhadi adalah seorang pekerja buruh tani untuk menafkahi keluarganya setiap hari, Ponhadi termasuk warga yang kurang mampu. Ponhadi harus berangkat pagi pagi sekali kalau kerja dan pulang sore karena ladang yang digarapnya milik orang lain. Ponhadi hanya seorang buruh tani di ladang milik tetangganya. Selaim buruh tani Ponhadi juga mencari/menggali pasir ditemani Istrinya (Klimi 59, ibu rumah tangga)..Ponhadi dikaruniai dua orang anak laki laki dan perempuan akan tetapi kedua anakmya sudah berkeluarga sendiri. Semenjak tiga tahun yang lalu Ponhadi kerab kurang sehat kondisi badanya, karena faktor usia juga memang Ponhadi sudah tua, Semenjak itu Istrinya yang lalu menggantikan Ponhadi untuk mencari penghasilan setiap hari. Sehubungan dengan penyakit yang diderita Ponhadi pada awalnya hanya benjolan kecil di sebelah mata bagian kanan Ponhadi sekitar satu tahun yang lalu, pada saat itu Ponhadi dan Istrinya mengira hanya benjolan biasa, Selang beberapa bulan Ponhadi merasakan sakit di benjolan tersebut dan akhirnya diperiksakan Puskesmas terdekat akan tetapi dari pihak Puskesmas menyarankan supaya diperiksakan ke Rumah Sakit karena benjolan pada mata Pohhadi adalah tumor ganas kata dokter dari Puskesmas, Saat itu juga Ponhadi langsung dirujuk ke RSUD Temanggung dengan membawa Kartu Indinesia Sehat (KIS) dari Pemerintah. Ponhadi sempat dirawat beberapa hari dirumah sakit akan tetapi pihak rumah sakit tidak bisa menangani karena suatu hal peralatanya kurang lengkap kata Dokter dari rumah sakit tersebut, karena kondisi penyakit Ponhadi sudah mulai pembengkakan di tumor mata sebelah kananya Ponhadi terus dipindah dan di rawat di RS Doktor Sardjito Yokyakarta selama sepuluh hari dan dibawa pulang akam tetapi kondisi Ponhadi belum juga pulih. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi ke rumah Ponhadi. Saat Kurir Sedekah Rombongan menemui Ponhadi dan keluarganya kondisi Ponhadi masih sakit dan masih memerlukan perawatan Dokter. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah untuk meringankan beban keluarga Ponhadi untuk membeli obat dan biaya kontrol ke RSUD Temanggung. Ponhadi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan semoga menjadi amal kebaikan bagi Sedekah Holics. Sedekah Rombongan dan menjadi lantaran kesembuhan bagi Bpk Ponhadi Amiin

Jumlah bantuan: Rp.1.500.000
Tanggal: 24 Mei 2018
Kurir: @Fathurrozaq82, Swastiko, Basyir

Pak Ponhadi menderita tumor mata


ALM NAIMAH BINTI MAKSUM (47, Kanker Payudara). Alamat: Dsn Tegalsari Rt 03 Rw 05 Ds Bansari Kec Bansari Kab Temanggung Prov Jawa Tengah. Ibu Naimah adalah seorang Ibu rumah tangga, besuamikan ( Mahroddin, 57, petani) dan dikaruniai tiga anak. Seperti biasanya Ibu naimah sering ke sawah untuk membantu suaminya. Derita Ibu Naimah dimulai setelah melahirkan putri ketiganya kondisi kesehatan Ibu Naimah kurang membaik, pada awalnya menderita rabun jauh pada kedua matanya, aktifitas setiap hari Ibu Naimah harus dibantu menggunakan kaca mata,namun seiring berjalannya waktu kondisi Ibu Naimah terus menurun dan diketahui ada benolan di payudaranya. Mengetahui hal tersebut beliau segera memeriksakan ke Puskesmas setempat dan diberikan rujukan ke RSUD Temanggung. Setelah mendapat perawatan diketahui mengalami kanker payudara dan diharuskan untuk dilakukan operasi. Setelah diperbolehkan pulang diharuskan untuk kemoterapi rutin setiap minggunya. Hari hari dilalui dengan rutin untukkontrol ke RSUD Temanggung meskipun kondisinya masih lemas segala upaya dilakukan keluarga untuk kesembuhan Ibu Naimah tapi Alloh berkehendak lain seminggu yang lalu tepatnya tanggal 17 Mei 2018 Ibu Naimah di panggil Alloh SWT. Keluarga sudah ikhlas dan berdoa semoga Ibu Naimah mendapatkan tempat yang baik disisi Alloh SWT. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim untuk menyampaikan ikut berbela sungkawa dan memberikan Santunan kematian dimana diterima oleh suaminya. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini dan meminta maaf segala kesalahan Ibu Naimah dan memohon doa agar Ibu Naimah diterima segala amal ibadahnya.

Jumlah bantuan: Rp.1.500.000
Tanggal: 24 Mei 2018
Kurir: @Fathurrozaq82, Swastiko, Basyir

Ibu Naimah menderita kanker di payudaranya


SUMARJO BIN ATMO (50,Dekubitus). Alamat : Dsn.Plekoran ¾, Desa Kalibanger, Kec.. Gemawang, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Beliau adalah seorang kepala keluarga yang hanya tinggal berdua dengan istrinya disebuah rumah yang mana rumah tersebut dibangun oleh Masyarakat sekitar dan Pemerintah Desa. Akan tetapi bukan hanya faktor kemiskinan yang jadi perhatian dalam keluarga tersebut,tetapi juga permasalahan tentang gangguan kesehatan jiwa keluarga tersebut.Untuk kebutuhan sehari hari meraka juga bekerja serabutan dan juga banyak mendapat bantuan dari masyarakat sekitar. Masalah muncul 1,5bulan yang lalu saat masyarakat mengetahui bahwa beliau mengalami sakit ,Masyarakat pun mengetahui bahwa beliu sakit ±sudah 4hari dengan kondisi yang memprihatinkan dengan kondisi luka dibagian anus sampai pantat,makan,tidur juga BAB/BAK di atas tempat tidur,dan kebutuhan sehari hari hanya dibantu istri yang juga mengalami gangguan jiwa. Selanjutnya masyarakat mengevakuasi ,beliau dibantu untuk proses pengobatan dimulai dari Puskesmas selanjutnya dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah dan dirujuk di RSJ magelang untuk pengobatan gangguan jiwa,karena kondisi jiwa danluka mulai membaik dan sudah diperbolehkan pulang dari RSJ setelah dirawat kurang lebih 1minggu dan dianjurkan untuk perawatan luka dirumah setiap hari. Walaupun bantuan seperti tempat tidur sudah deberikan akan tetapi masih memerlukan perawatan luka yang intensif yang juga memerlukan materi seperti obat2an perawatan luka(kasa,betadin,pempers anak,p ampers dewasa,underpad dll)juga kebutuhan setiap harinya. Untuk kondisi saat ini luka masih luas dan masih membutuhkan perawatan luka 1 hari sekali,kebutuhan pempers juga underpad untuk menjaga kebersihan,juga kebutuhan sehari hari keluarga tersebut.Dan kami berharap kesehatan jiwanya dalam kondisi stabil. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim untuk menyampaikan amanah dari sedekaholic, yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari hari , tak lupa juga keluarga menyampaikan terimakasih sebanyak-banyaknya atas santuan yang diberikan dari sedekaholic.Semoga Mbah Sumarjo segera diberi kesembuhan dan mendoakan agar SR selalu diberi kemudahan dan keberkahan dalam melakukan tugasnya membantu para dhuafa.Aaaammiin

Jumlah bantuan : 1.500.000
Tanggal : 25 mei 2018
Kurir : @faturrozaq82,Swastiko,Wahyu_sulistyo

Pak Sumarjo menderita dekubitus


NOVA PUTRI ( 9 , Penyempitan Tulang). Alamat : Dusun Krajan RT 02 Rw 02, Desa Karang Gedong Kec.Ngadirjo Kab.Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Nova putri atau biasa dipanggil Putri adalah anak ke-2 dari keluarga bapak Purwoto dan Sugiarti. Tanggal 19 juni 2017 adalah hari dimana Putri terjatuh yang pertamanya di sekolah,mulanya sakitnya tidak begitu dirasa karena bisa pulang sampai rumah,namun selang beberapa hari putri jatuh kembali lantaran didorong kawanya. Gadis yang masih duduk dibangku kelas 3 SD itu merasa kesakitan oleh keluarganya dibawa ke tukang urut atau pijat beberapa kali,dan dinyatakan menderita tulang kecepit. Karena tidak kunjung sembuh walaupun sudah diupayakan dengan berbagai cara, termasuk dibawa ke RSUD Temanggung cara bahkan keadaan Putri makin lama makin tidak bisa berjalan. Pihak RS menyatakan putri mengalami saraf tulang belakang dan harus menjalani operasi di Solo. Ayahnya putri, Purwoto (50 th),adalah seorang butuh tani yang keseharianya membatu tetangganya yang membutuhkan tenaganya sementara ibuknya Suratmi saat ini sudah keluar dari bekerja di ternak ayam dan kakaknya Putri Nur halimah bekerja di semarang hanya bisa memenuhi kebutuhanya sendiri,mereka terbilang keluarga sederhana yang pas-pasan. Saat kurir Sedekah Rombongan datang ke rumahnya kondisi fisik putri lemas tidak bisa berjalan sendiri harus dengan bantuan orang lain atauvdengan kursi roda,kakinya kaku tidak bisa digerakkan,dan sakit dibagian punggung terkadang kakinya juga sakit. Sehingga kami menyarankan untuk menjadikan putri sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah saat ini Putri sudah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan di RSSR Solo. Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim yang ke-2 dan menyampaikan amanah dari Sedekaholick yang digunakan untuk biaya akomodasi ke RS Solo. Pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan,dan mendo’akan smoga mendapat ganjaran dari Alloh SWT,aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 mei 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko,Huri

Nova menderita menderita penyempitan tulang


MUWUH BINTI AMAT YASRUN ( 76, Paru Paru ( Sesak Nafas)) Alamat, Ngemplak Rt 01 / 05 Desa Kemloko Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung Provinsi jawa Tengah. Ibu Muwuh mengalami sesak nafas sudah hampir 9 tahun lebih hidup seorang diri tanpa ada anak yang menemani. Awalnya sakitnya sudah diperiksakan ke Puskesmas tersekat dengan dibantu tetangganya. Setelah mendapat perawatan dinyatakan ada gangguan di aru parunya yang menyebabkan sesak nafas sehingga diharuskan untuk meminum obat secara rutin. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan Mbah Muwuh selalu rutin minum obat, namun dengan kondisi saat ini yang sudah tua dan hanya hidup seorang diri Mbah Muwuh sudah sangat kesulitan untuk berjalan sehingga untuk kontrol ke Puskesmas sering tidak dilakukan mengingat saat ini sudah tidak bisa bekerja sehingga kondisi ekonominya juga memprihatinkan. Meskipun pengobatannya menggunakan KIS PBI JKN namun untuk biaya transportasi berobat dan kebutuhan sehari hari sangatlah kesulitan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturhim untuk kedua kalinya serta menyampaikan amanah dari Sedekahholics dimana santunan itu digunkan untuk biaya transport berobat dan kebutuhan sehari harinya. Mbah Muwuh mengucakan terimakasih atas bantuan ini semoga bermanfaat dan diberian kesembuhan.

jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : @fathurrozaq82,swastiko, Pangesti

Ibu Muwuh mengalami sesak nafas


MISIYAH BINTI WARTO ( 56, Gagal ginjal). Alamat : Tlogowero Rt 01 Rw 01.Ds Tlogowero, Kec. Bansari Kab.Temanggung, Jawa Tengah. Ibu Misiyah menderita sakit gagal ginjal semenjak 3 tahun yang lalu ,awal mulanya beliau sakit perut dikiranya penyakit maag yang akhirnya diperksakan ke RSUD Temanggung . Setelah mendapatkan perawatan diketahui Ibu Misiyah gagal ginjal dan disarankan untuk selalu cuci darah seminggu 2 kali,dan sampai saat ini sudah berjalan kurang lebih 2 tahun, namun walaupun Ibu Misiyah mempunyai fasilitas jaminan kesehatan BPJS, pihak keluarga selalu binggung untuk biaya transportasinya ke RSUD Temanggung guna cuci darah 2 kali dalam seminggu, apalagi kehidupan keluarga Ibu Misiyah adalah petani yang penghasilanya tidak menentu, sementara suaminya Sukardi (65 th) sudah tua dan untuk bekerja sudah tidak semuda dulu. Walaupun mereka sudah ada anak dan cucu tetapi ibu Misiyah hanya tinggal berdua dengan suami. Saat kami kurir Sedekah Rombongan menjenguk dirumahnya, kondisi beliau pucat lemas dan tidak bisa jalan tidak bisa beraktifitas, Akhirnya kami menyampaikan amanah dari sedekah holick kepada keluarga ibu Misiyah untuk meringankan beban agar digunakan untuk biaya transport dan berobat, Ibu Misiyah dan keluarga juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan mudah-mudahan menjadi amal ibadah serta menjadi jalan kesembuhanya. Aamiin

Jumlah bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2018
Kurir : @fathurrozaq82,swastiko,huri

Misiyah menderita sakit gagal ginjal


SUWAHMI BINTI SUWARTO ( 50, Polio) . Alamat : Dsn. Pringsewu Rt 03 Rw 03. Ds Giripurno, Kec. Ngadirjo, Kab.Temanggung Jawa Tengah. Ibu Suwahmi menderita sakit polio sudah lama,semenjak beliau berumur 8 tahun,kini umur beliau sudah 50 tahun,selama 40 tahun lebih beliau terbaring di kamar tidur karena tidak bisa berjalan dan tidak biasa beraktifitas, awal mulanya beliau sakit lantaran terjatuh di depan rumahnya,karena tidak bisa berjalan oleh keluarganya diupayakan dengan berbagai macam pengobatan dari yang medis ataupun tradisional, pernah beliau dirawat inap di RS Wonosobo bahkan pernah dirawat di RS Solo dan dioperasi selama 5 kali,namun saat itu belum ada jaminan kesehatan hingga banyak mengeluarkan biaya yang banyak,karena terkendala biaya dan jarak yang jauh akhirnya keluarga putus harapan dan pasrah dengan keadaan sampai saat ini. Keluarga ibu Suwahmi adalah keluarga petani, serumah dengan beliau adalah ibunya Suratmi (80 th) dan adiknya laki-laki yang sudah berkeliarga dan sudah punya anak. Penghasilan keluarga yang pas-pasan dan tidak menentu mengakibatkan kondisi ibu Suwahmi jauh dari perhatian pengobatan. Ketika kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumahnya kondisi ibu Suwahmi terbaring di kamar tidur dan tidak bisa beraktifitas, beliau bercerita jika saat ini sudah mempunyai Jaminan Kesehatan dan mempunyai keinginan untuk kembali periksa ke RSUD Temanggung karena kondisinya terus menurun , namun lagi lagi kondisi biaya yang membuat harapannya pupus. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menitipkan amanah daari para Sedekahholics dimana bantuan ini digunakan untuk biaya transportasi ke RSUD Temanggung. Ibu Misiyah sangat bersyukur ddan mengucapkan terimakasih semoga ini menjadi awal bagi kesembuhannya.

Jumlah bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2018
Kurir : @fathurrozaq82,swastiko,huri

Ibu Suwahmi menderita sakit polio


MUJIYATI BINTI MURSYID ( 51, Stroke). Alamat : Kauman Rt 02 Rw 07.Ds Medari Kec. Ngadirjo Kab.Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Ibu Mujiyati telah menderita sakit sekitar 2 tahun yang lalu berawal setelah ibunya meninggal beliau terjatuh , tetangganya segera membawa ke RSUD Temanggung untuk perawatan lebih lanjut mengingat setelah terjatuh beliau tidak bisa berjalan, setetlah sekitar 1 minggu dirawat beliau diperbolehkan pulang namun harus melakukan kontrol dan terapi rutin mengingat beliau mengalami stroke. Ibu Mujiyati hidup seorang diri walaupun masih ada adik kandung di Jakarta dan di Bandung namun jarang sekali memperhatikan. Ibu Mujiyati hidup hanya belas kasihan dari tetangga Bpk.Rukaini dan sekeluarga, keluarga inilah yang merawat beliau. Awalanya kontrol dilakukan secara rutin namun kondisi ekonomi yang membuat Ibu Mijiyati tidak meneruskan terapi. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dapat bersilaturahim dan menyampaikan amanah dari sedekah holick kepada keluarga ibu Mijiyati untuk meringankan beban agar digunakan untuk biaya transport dan berobat ke RSUD Temanggung. Ibu Mujiyati dan keluarga bpk.Rukaini juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan mudah-mudahan menjadi amal ibadah serta menjadi jalan kesembuhanya. Aamiin

Jumlah bantuan: RP.1.000.000
Tanggal : 22 Mei 2018
Kurir : @fathurrozaq82,swastiko,huri

Ibu Mujiyati menderita sakit stroke


TASEM BINTI KARTASUM (56, Gangguan Saraf Tulang + Lumpuh). Alamat : RT 1/2, Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Tasem sudah 7 tahun menderita sakit saraf kejepit. Beliau merasakan seluruh badan sakit dan kaku di sertai demam dan panas, serta pinggangnya sakit dan kaku sehingga tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Beliau pernah mengupayakan pengobatan ke puskesmas dan pengobatan alternatif ke tukang pijat. Dua bulan yang lalu Ibu Tasem jatuh dari sepeda motor, kakinya tertimpa sepeda motor sehingga tidak bisa berjalan total. Beliau langsug dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan menjalani rawat inap selama 6 hari. Menurut diagnosis dr Lasmi, Ibu Tasem menderita gangguan saraf tulang dan dianjurkan kontrol satu kali sepekan. Suaminya Slamet (64) bekerja sebagai buruh lepas. Penghasilannya sangat kecil sehingga kesulitan utuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama sakit beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas izin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Tasem sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Tasem sudah 7 tahun menderita sakit saraf kejepit


AMIN MUYASROH (55, Gangguan Syaraf Kepala). Alamat : RT 4/2, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 8 Mei 2018, Bapak Amin Muyasroh jatuh dari pohon nangka saat sedang mencari pakan ternak. Bapak Amin Muyasroh pingsan dan langsung dibawa ke Puskesmas Rakit 1. Akan tetapi dokter Puskesmas langsung merujuk beliau ke Rumah Sakit Umum (RSU) Siaga Medika Banyumas. Bapak Amin Muyasroh sempat dirawat inap selama 6 hari di ICU. Berdasarkan hasil rontgen, Bapak Riswanto mengalami gangguan syaraf leher karena benturan. Biaya pengobatan beliau di bantu oleh Jaminan Kesehatan Daerah sehingga tidak menanggung seluruh biaya pengobatan di rumah sakit. Setelah Bapak Amin sadar dan keluar dari ruang ICU, pihak kelurga membawa beliau pulang dan menjalani rawat jalan. Akan tetapi takdir berkata lain. Sehari beliau dibawa pulang, Bapak Amin Muyasroh meninggal dunia. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Amin Muyasroh sehingga dapat menyampaikan santunan kematian dari sedekaholic. Semoga Bapak Amin Muyasroh diterima sisi Allah serta keluarga yang di tinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2018
Kurir : @ddeean wiwid @paulsyifa

Bapak Riswanto mengalami gangguan syaraf leher


DESI INDRI ASTUTI (39, Kanker Payudara Kanan + Kanker Otak Kanan). Alamat : RT 2/9, Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Desi empat tahun yang lalu menjalani operasi kanker payudara kanan di Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto dan menjalani kontrol satu pekan sekali. Namun pemgobatan terhenti karena beliau hamil anak kedua, lima bulan yang lalu pasca melahirkan bermula dari seluruh dada hingga punggung, kaki terasa linu dan nyeri sehingga tidak bisa berjalan, kepala sakit dan sangat pusing ada benjolan di kepala sebelah kanan. Beliau kemudian diperiksakan ke RS Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker otak sebelah kanan yang sudah menyebar. Beliau pun dijadwalkan menjalani operasi pada 28 Maret 2018 Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Namun satu bulan kemudian luka pasca operasi bernanah dan berdarah sehingga 23 Mei 2018 harus kembali menjalani operasi yang ke dua di (RS) Margono Purwokerto. Suaminya, Suryono (44) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap. Penghasilannya tersebut sulit mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.Biaya pengobatan Ibu Desi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun masih kesulitan biaya oprasional selama di rawat di rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Desi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan akomodasi selama kontrol di RS Margono. Kini Ibu Desi masih menjalani rawat inap pasca oprasi di RS Margono Purwokerto. Semoga Ibu Desi selalu diberi kesabaran dan tetep semangat menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Mei 2018
Kurir : @ddeen Lasminah @firdhanelis

Bu Desi menderita kanker otak sebelah kanan


ALIANDRA NAUFAL PUTRA (3, Bronkitis + Tuberkulosis Paru). Alamat : RT 4/6, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Ali mulai merasakan gejala berupa batuk, pilek, dan demam saat ia berusia 5 bulan. Ia sempat berobat ke puskesmas terdekat, kemudian melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit (RS) Banyumas dan dirawat inap selama 3 hari. Selang waktu 3 bulan, sakit Dik Ali kembali kambuh. Ia pun dibawa ke dokter spesialis anak, setelah itu kondisinya membaik. Namun, 4 bulan kemudian sakitnya kembali kambuh, sehingga ia diperiksakan ke Balai Pengobatan Paru-Paru Purwokerto (BP4). Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Dik Ali menderita bronkitis dan tuberkuosis paru dan menganjurkan agar ia menjalani kontrol rutin selama 6 bulan. Kini Dik Ali masih sering batuk, pilek dan terkadang sesak napas. Ayahnya, Sarno (42) bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibunya, Paryanti (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga mereka kecil dan tidak menentu. Biaya pengobatan Dik Ali dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III. Namun, keluarga masih kesulitan mencari dana untuk biaya akomodasi selama Dik Ali kontrol dan kehidupan sehari-harinya.Sebelumnya santunan terdapat dalam laporan Rombongan 1081. Alhmdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Ali sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membatu biaya akomodasi selama kontrol ke BP4 dan biaya hidup sehari-hari. Semoga ia segera diberi kesembuhan dan dapat tumbuh dengan normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Mei 2018
Kurir : @ddeen Lasminah @firdhanelis

Ali menderita bronkitis dan tuberkuosis paru


NOVA ELIZA (4, Gangguan Tumbuh Kembang + Jantung bocor ). Alamat : RT 3/5, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Nova terlahir normal namun sejak berusia 5 bulan sampai saat ini tumbuh kembangnya melambat tidak seperti anak-anak seusianya. Sekitar dua tahun yang lalu Nova menderita badan lemas pucat, sesak nafas, batuk dan panas. Ia dibawa berobat ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Nova langsung ditangani oleh dr. Hartono, Sp.A dan didiagnosis menderita gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta jantung bocor. Kaki Nova kaku dan kecil. Ia dianjurkan untuk menjalani fisioterapi dan terapi wicara setiap setengah bulan sekali. Kondisinya saat ini tuna rungu, kaki lututnya mengecil, pucat, lemas dan kesulitan bicara. Nova adalah anak kedua dari pasangan Wasito (42) dan Sarisah (36). Bapak Wasito bekerja sebagai buruh lepas, sedangkan Ibu Sarisah adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Nova dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III. Namun Nova dan keluarga masih kesulitan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari, transportasi ke rumah sakit dan membayar iuran BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nova sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari, akomodasi dan transportasi ke RSUD Banyumas, serta membayar iuran BPJS.Santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1132. Semoga dapat bermanfaat dan Nova segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Nova menderita gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta jantung bocor


SOLIHUN BIN KASIKUN (45, Syaraf Terjempit + Lumpuh). Alamat : RT 3/7, Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 20 tahun yang lalu, Bapak Solihun jatuh dari pohon cengkeh. Beliau pun dipijat, namun lututnya justru membengkak. Keluarga Bapak Solihun kemudian membawanya berobat ke Rumah Sakit (RS) Banyumas. Dokter mendiagnosis beliau menderita syaraf terjepit dan dirawat inap selama 20 hari. Kini kondisi tubuh Bapak Solihun lumpuh total, kaki mengecil, tangan bengkok dan kaku. Sejak sakit, Bapak Solihun tidak bekerja. Beliau tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Kasikun (75) dan Ibu Sariyah (67). Bapak Kasikun bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan Ibu Sariyah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Kasikun yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Bapak Solihun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga selama ini beliau berobat dengan biaya sendiri. Pengobatan Bapak Solihun saat ini terhenti karena terkendala biaya pengobatan. Alhamdulilllah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Solihun sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari.Santunan sebelumnya terdapat pad Rombongan 1078. Semoga Bapak Solihun diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 Mei 2018
Kurir: @ddeean Lasminah @firdhanelis

Pak Solihun menderita syaraf terjepit


KUSRIN BIN MOHAMMAD JAMJURI (41, Patah Tulang Sum-Sum Belakang + Postlaminektomy). Alamat : RT 2/1, Desa Grujugan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Kusrin mengalami patah tulang sum-sum belakang sejak februari 2018 lalu. Saat itu beliau terjatuh dari pohon manggis. Beliau segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika dan menjalani operasi. Namun sampai saat ini beliau belum dapat berjalan seperti sediakala, sehingga belum dapat beraktivitas normal dan bekerja kembali. Hal tersebut berdampak pada penghasilan keluarga. Kini Bapak Kusrin hanya dapat berbaring di tempat tidur, sehingga istrinya, Fatiah (40) yang harus bekerja mencari nafkah untuk keluarga mereka. Ibu Fatiyah bekerja sebagai buruh tandur. Penghasilan keluarga yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selama berobat Bapak Kusrin dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI Kelas III. Namun Bapak Kusrin masih kesulitan untuk memenuhi biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Kusrin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari Akomodasi kontrol ke RS Siaga Medika Banyumas. Santunan sebelumnya terdapat dalam laporan rombongan 1122. Kini beliau masih menjalani kontrol rutin sepekan dua kali. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Bapak Kusrin mengalami patah tulang sum-sum belakang


SYAHIDIN BIN WIRYA DRANA (49, Gagal Ginjal). Alamat : RT 6/3, Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Lima tahun yang lalu, Bapak Syahidin mengalami sesak nafas, berkeringat dingin dan jantung berdetak kencang sehingga beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari. Kemudian beliau dirujuk ke RS Banyumas dan dirawat inap selama 10 hari. Dokter mendiagnosis Bapak Syahidin menderita gagal ginjal. Dokter juga menganjurkan agar beliau menjalani cuci darah rutin dua kali dalam sepekan, yaitu setiap hari Selasa dan Jum’at di RS Palang Biru Pius, Gombong. Sampai saat ini, beliau masih rutin menjalani cuci darah. Kini beliau masih sering merasa pusing, nyeri di pinggang dan mual. Sejak sakit, Bapak Syahidin tidak bekerja. Istrinya, Yatini (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga pun terhenti dan mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya akomodasi ke rumah sakit. Biaya pengobatan Bapak Syahidin dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III. Alhamduillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Syahidin sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kehidupan sehari-harinya. Santunan yang sebelumnya sudah disampaikan terdapat dalam rombongan 1093. Kini Bapak Syahidin masih menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan di RS Pius Gombong. Semoga bantuan dari sedekaholics dapat bermanfaat bagi beliau dan tetep semangat menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Bapak Syahidin menderita gagal ginjal


YULIANTO BIN NASIR (37, Gagal Ginjal + Paru-Paru + Jantung Bengkak). Alamat : Jalan Kulon, RT 1/3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak tahun 2014. Bapak Yulianto kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Bapak Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu dua kali sepekan. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menggunakan tabung oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Sejak sakit, Bapak Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobatnya. Sedangkan kedua anaknya masih bersekolah di TK dan SD. Biaya pengobatan Bapak Yulianto dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Namun biaya membeli tabung oksigen dan beberapa obat tidak termasuk dalam tanggungan jamkesmas, sehingga Bapak Yulianto harus mencari dana untuk membeli tabung oksigen dan obat tersebut, serta untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan 1125. Saat ini kondisi Bapak Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27April 2018
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Pak Yulianto mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak


SATIMAN BIN SAJUM (55, Gagal Ginjal). Alamat : RT 2/4, Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Bapak Satiman berawal sejak lebih dari 2 tahun lalu. Beliau sering pingsan dan mudah lelah. Merasa tidak sanggup lagi, akhirnya beliau keluar dari tempat kerjanya. Setelah memeriksakan diri di rumah sakit, Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal. Dokter menyarankan agar beliau menjalani cuci darah rutin setiap pekan 2 kali. Istrinya, Ibu Parsini (50) bekerja dengan berjualan kecil-kecilan untuk menggantikan Bapak Satiman mencari nafkah. Penghasilan keluarganya yang kecil hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Satiman selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Pengobatannya terkendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan di rumah sakit, serta biaya obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Satiman sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1125. Kini Bapak Satiman masih sering merasa sesak nafas dan mudah merasa lelah. Semoga Bapak Satiman segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal.


HILMA SAKINAH (17, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : RT 2/4, Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Hilma adalah siswa kelas 11 di SMK Taman Siswa Banjarnegara. Ayahnya, Rakam (60) bekerja sebagai buruh tani berpenghasilan kecil. Sedangkan ibunya, Sumuni (58) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang tidak menentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beberapa bulan terakhir, kondisi perekonomian keluarga Hilma semakin memburuk. Hal tersebut membuatnya harus menunda pembayaran sekolahnya hingga 8 bulan. Padahal sebentar lagi akan ada kenaikan kelas, sehingga kekurangan biaya tersebut harus dilunasi. Hingga saat kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Hilma, kedua orang tuanya sedang kebingungan mencari cara untuk melunasi biaya tersebut. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Hilma dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membayar biaya sekolahnya yang empat tertunda selama 8 bulan. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Hilma semakin semangat belajar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.328.000,-
Tanggal : 21 Mei 2018
Kurir : @ddeean Suratno @paulsyifa

Bantuan biaya sekolah


ZAENUDIN BIN KHOERUDIN (39, Post Amputatum Kedua Tangan). Alamat : RT 2/2, Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Zaenudin tiga bulan yang lalu, mengalami kecelakaan tersengat listrik saat sedang bekerja di perumahan Cikarang. Saat itu beliau sedang memperbaiki atap rumah. Naas, ada kabel induk di belakang rumah langsung mengenai kedua tangan dan kedua kakinya hingga terkelupas. Beliau terpental jatuh dengan kondisi kedua tangan gosong. Beliau langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Ridokasalma Cikarang dan menjalani operasi rawat inap selama 16 hari. Namun setelah pasca operasi lukanya mengeluarkan ulat dan membusuk. Bapak Zaenudin kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi dan menjalani opeasi yang ke dua. Kali ini kedua tangannya harus diamputasi, sedangkan luka yang di kaki pun masih basah. Sampai saat ini beliau belum dapat beraktifitas normal kembali seperti sedia kala. Hal tersebut berdampak pada penghasilan keluarga. Kini Bapak Zaenudin hanya pasrah dengan takdir dan terus semangat hidup. Kini istrinya, Ratna Sari (37) yang bekerja mencari nafkah untuk keluarga mereka. Ibu Ratna bekerja sebagai pedangang lotek. Penghasilan keluarga yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Zaenudin dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun beliau masih kesulitan biaya untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Zaenudin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan,kesabaran, sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bantuan biaya berobatpPost amputatum kedua tangan


SANGUN BIN SUTARMO (39, Maag). Alamat : RT 2/1, Dusun Kalipelus, Desa Tambangan, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 3 tahun yang lalu, Bapak Sangun merasakan sakit perut tapi masih bisa dibawa untuk bekerja. Sakit perutnya terasa sangat melilit. Saat malam bertambah terasa melilitnya sampai ke pinggang. Semula bagian yang sakit berada di bagian sebelah kiri, sekarang terasa di keduanya. Karena keterbatasan biaya selama ini Bapak Sangun hanya diobati herbal dan membuat ramuan sendiri seperti daun kenci-kencian, panegoang dan lainnya. Akan tetapi sampai saat ini sakitnya tidak juga berkurang. Bapak Sangun diperiksakan ke Puskesmas Purwonegoro 1 dengan diagnosis sementara maag/ginjal. Oleh dokter puskesmas, beliau dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara dan diperiksa dokter spesialis penyakit dalam. Rasa sakitnya sering menghambat kegiatan mencari nafkah untuk keluarga padahal Bapak Sangun adalah tulang punggung keluarga. Istrinya, Sunarti (38) juga tidak bekerja sehingga kondisi ekonomi keluarga sangat memprihatinkan. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup harus berhutang kepada orang lain, tetangga, teman, atau saudara. Bapak Sangun memiliki jaminan kesehatan berupa jamkesda. Namun beliau masih kesulitan biaya akomodasi selama berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sangun untuk menyampaikan santunan dari sedekaholic. Santunan diberikan untuk akomodasi berobat dan bantuan biaya hidup sehari-hari. Semoga Bapak Sangun segera sembuh dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Mei 2018
Kurir : @ddeean Suratno Rahayu

Pak Sangun menderita maagh


MISKEM BINTI SUKARTA (77, Tuna Rungu). Alamat : RT 3/2, Desa Sered, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. 5 tahun yang lalu, Ibu Miskem terpeleset di kamar mandi dan mengakibatkan tangan kanannya terkilir. Saat itu Ibu Miskem hanya diperiksakan di mantri desa setempat dan hanya dipijat. Satu tahun kemudian Ibu Miskem merasa tidak dapat mendengar apapun sehingga beliau dibawa ke puskesmas. Oleh dokter puskesmas, Ibu Miskem dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara. Hasil pemeriksaan menunjukka bahwa beliau menderita tuli permanen. Akhir-akhir ini, beliau sering mengalami pusing dan sering berobat ke mantri desa. Suaminya, Bapak Turoji (81) sudah tidak bekerja, sehingga Ibu Miskem kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama berobat, Ibu Miskem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Miskem sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan disampaikan untuk biaya hidup sehari-hari. Semoga bermanfaat untuk Ibu Miskem.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Mei 2018
Kurir : @ddeean Suratno Rahayu

Bantuan tunai


SUTA SUJATMIKO (3, Patah Tulang Tangan Kanan). Alamat : RT 4/3, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Mei 2018, Dik Jatmiko sedang bermain kemudian jatuh tangannya tertindih. Akibat kejadian tersebut, Dik Jatmiko mengalami sakit di bagian tangan. Keluarga kemudian segera membawa Dik Jatmiko ke Puskesmas Mrebet. Ia kemudian dirrujuk ke Rumah Sakit Goeteng (RSGT) untuk mendapatkan perawatan medis. Dari hasil pemeriksaan dokter, Dik Jatmiko dinyatakan mengalami patah tulang tangan kanan. Dokter kemudian mengambil tindakan medis atas kondisi Dik Jatmiko tersebut. Setelah diperbolehkan pulang, Dik Jatmiko masih harus menjalani kontrol rutin di RSGT untuk memantau perkembangannya. Setelah menjalani 2 kali kontrol rutin, Dik Jatmiko dinyatakan sembuh oleh dokter. Dik Jatmiko adalah putra dari pasangan Bapak Suradi (33) dan Ibu Sutari (25). Bapak Suradi berprofesi sebagai kuli bangunan sedangkan Ibu Sutari bekerja sebagai sebagai buruh cuci. Kondisi yang demikian, menyebabkan keluarga Dik Jatmiko merasakan kesulitan untuk membiayai pengobatan terutama biaya transportasi dan akomodasi saat pemeriksaan awal hingga kontrol rutin. Biaya pengobatan Dik Jatmiko dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Jatmiko dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi, akomodasi dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Dik Jatmiko dapat ceria kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 23 Mei 2018
Kurir : @ddeean Sokhadi @paulsyifa

Dik Jatmiko dinyatakan mengalami patah tulang tangan kanan


Wilmansyah Bin Sanan (39, Tumor Otak ) adalah pasien Rumah Sakit Awal Bros Batam yang mengidap penyakit Tumor Otak. Beliau kelahiran Batusangkar, Sumatera Barat. Beliau sudah merantau di Batam selama 15 tahun bersama isteri. Sekarang pasien hidup bersama isteri dan 3 anaknya, 2 anak laki-laki (13 tahun dan 4 tahun) dan 1 anak perempuan umur 10 tahun. Dimana sang isteri juga sedang mengandung anak ke-4 yang dijadwalkan besok Rabu, 06 Juni 2018 menjalani persalinan di Rumah Sakit Mutiara Aini (Batu Aji) Batam. Sudah setahun pasien menganggur di rumah, tidak mempunyai pekerjaan tetap. Pasien dan keluarga tinggal di Perum Bambu Kuning Blok B15/05 RT 006 RW 002 Kelurahan Bukit Tempayan Kecamatan Batu Aji Kota Batam, Kepulauan Riau. Berawal dari 10 bulan yang lalu pasien mengalami pusing diobati dengan mengkonsumsi obat warung. Pada awal tahun 2018 kondisi badan pasien mulai drop/lemah dan sakit di kepala tersebut tidak menghilang. Akhirnya pasien dibawa ke RSUD Embung Fatimah Batu Aji, Batam. Kemudian pasien diberi obat-obat biasa dengan diagnosa sementara dari dokter setempat adalah saraf yang terjepit dan asam lambung tinggi yang mengakibatkan sakit di kepala. Kondisi pasien yang semakin drop/lemah maka dibawa ke RS Budi Kemuliaan Batam untuk dilakukan terapi. Tetapi walaupun sudah dilakukan terapi, kondisi pasien semakin drop/lemah, maka saran dari Dokter RSUD Embung Fatimah untuk dilakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging) di Rumah Sakit Awal Bros Batam.Pada awal februari 2018 pasien dibawa ke RS Awal Bros Batam untuk dilakukan MRI pertama dengan biaya ditanggung pribadi. Hasil yang diketahui adalah pasien mengidap tumor otak, lumpuh dalam waktu yang lama dan kelemahan anggota gerak. Semakin hari kondisi pasien pun semakin menurun, pada bulan maret 2018 dilakukan MRI kedua dengan biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Setiap hari pasien sering mual dan sering pingsan, dan pada tanggal 16 mei 2018 pasien tesedak makanan kemudian makan tersebut masuk paru-paru. Mulai 15 mei 2018 sudah dilakukan operasi beberapa kali untuk memasang alat bantu pernafasan di leher dan pengambilan cairan di otak.
Sampai hari ini, selasa 05 Juni 2018 pasien sudah koma selama 22 hari di Rumah Sakit Awal Bros Batam. Berdasarkan keputusan 4 (empat) orang Dokter yang menangani pasien ada dua pilihan untuk mengobati pasien : 1. Dilakukan Rawat Rumah dengan biaya yang diperlukan 70 juta/bulan dan ditanggung oleh keluarga pasien. 2. Pasien dibawa dan ditangani di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan surat rujukan dari RS Awal Bros Batam.Hari ini adalah hari terakhir dimana semua biaya perawatan dan pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Mulai besok Rabu 06 Juni 2018 biaya akan ditanggung oleh keluarga pasien. Kendala yang dihadapi adalah biaya operasional untuk membawa pasien ke Jakarta dan biaya hidup sehari-hari. Karena pasien adalah pengangguran dan sang isteri pun hanya seorang Ibu Rumah Tangga. Sementara ini biaya yang diterima dari sumbangan tetangga-tetangganya.
Pada tanggal 04 Juni 2018 Allah SWT mempertemukan #Sedekah Rombongan dengan keluarga Bapak Wilmansyah, semoga ada rejeki dari #Sedekah Rombongan untuk melanjutkan ikhtiar kesembuhan Bapak Wilmansyah.

Jumlah Bantuan : 3.000.000 (Dana Urgent)
Tanggal : 05 Juni 2018
Kurir : Zahra

Pak Wilmansyah menderita tumor otak


ATHALAH ZHAFRAN MUSYAFA (1, Congenital Tibia Hemimelia). Alamat : RT 5/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ketika baru lahir Dik Zhafran mengalami kelainan rangka pada bagian kaki kirinya padahal kata ibunya, Nurhasanah (24) ketika dilakukan USG tidak ada kelainan apapun. Pada usia 3 hari Dik Zhafran diperiksakan di Rumah Sakit (RS) Kartini, namun dari rumah sakit tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Siaga Medika, opname selama 4 hari. Karena keterbatasan alat di RS tersebut akhirnya Dik Zhafran dirujuk ke RS lain yaitu ke Rumah Sakit Soeharso Solo. Sudah satu tahun lebih Dik Zhafran melakukan pengobatan di sana dengan agenda kontrol satu bulan sekali, pada tanggal 2 April 2018 Dik Zafran menjalani operasi dan dipasang alat yang kata dokter fungsinya untuk memanjangkan tulang. Setelah operasi tersebut agenda kontrol menjadi 2 pekan sekali. Selama pengobatan Dik Zhafran dibantu jaminan kesehatan berupa BPJS Non PBI Kelas I, yang biaya iurnya dibayarkan oleh pemilik toko tempat ayahnya, Tarsino (24), bekerja. Namun kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, atas izin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Zhafran sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2018
Kurir : @ddeean @menttariii

Dik Zhafran mengalami kelainan rangka pada bagian kaki kirinya


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan Mei Tahun 2018 + Biaya Pemasangan CCTV). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk operasional bulanan RSSR seperti pembayaran listrik, PAM, hotline, dan lain sebagainya. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1139. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.041.446,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ddeean @menttariii

Bantuan operasional bulan Mei tahun 2018 + biaya pemasangan CCTV


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan Mei Tahun 2018). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1139. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 771.600,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ddeean @menttariii

Biaya sembako pasien bulan Mei Tahun 2018

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MAURA DWI AZAHRA 1,585,800
2 Azkanidar maritza 1,000,000
3 Muhammad Muklis 500,000
4 SULKAN BIN SADIMAN 1,321,400
5 Azkanidar maritza 1,142,000
6 NATASYA RIDZKIA RAMADHANI 639,000
7 ZAHIRA BINTI ZAINURI 639,000
8 MAURA DWI AZAHRA 679,500
9 Abbad Haillun Abbidzar 1,024,000
10 NAPSIANI BINTI ABDULLAH 500,000
11 MUHAMMAD NAIM 1,000,000
12 PUJIONO BIN SARBINI 750,000
13 KOWO HADIANTO 750,000
14 SUTOSO BIN SUHER 750,000
15 SALSABILA PUTRI ALIFIA 1,000,000
16 ULFA IMANSARI 500,000
17 KURIYAH BINTI FULAN 1,605,900
18 MUSTAFA BIN ALI 1,500,000
19 SRI SANJANI 1,440,000
20 YULIATI ARIFIN 500,000
21 MTSR PURWOKERTO 6,243,626
22 AKYA BIN ABU NASOR 1,000,000
23 ENI WAHYUNI 750,000
24 NAZILATUL KHUSNA 750,000
25 RISWANTO AL SUTARNO 750,000
26 RSSR SURABAYA 7,003,094
27 MTSR SURABAYA 9,976,000
28 AIS HABIBI 500,000
29 MUHAMMAD ZAINURI 650,000
30 EKI PUTRI 10,650,000
31 SUCI RAMADANI 552,500
32 TPQ RIYADUL JANNAH 2,000,000
33 SUHARTINI BACHRI 1,320,000
34 SUSANTO BIN JAMALUDDIN 1,140,000
35 RUSMINI RUSLAN 1,477,200
36 MOHAMAD BIMA ADI 730,000
37 AHMAT AZIKUR ROHMAN 500,000
38 MISRENI BINTI SAMIN 553,300
39 PONHADI BIN MARTO 1,500,000
40 ALM NAIMAH BINTI MAKSUM 1,500,000
41 SUMARJO BIN ATMO 1,500,000
42 NOVA PUTRI 500,000
43 MUWUH BINTI AMAT YASRUN 500,000
44 MISIYAH BINTI WARTO 1,000,000
45 SUWAHMI BINTI SUWARTO 1,000,000
46 MUJIYATI BINTI MURSYID 1,000,000
47 TASEM BINTI KARTASUM 500,000
48 AMIN MUYASROH 1,000,000
49 DESI INDRI ASTUTI 500,000
50 ALIANDRA NAUFAL PUTRA 750,000
51 NOVA ELIZA 500,000
52 SOLIHUN BIN KASIKUN 750,000
53 KUSRIN BIN MOHAMMAD JAMJURI 500,000
54 SYAHIDIN BIN WIRYA DRANA 1,000,000
55 YULIANTO BIN NASIR 500,000
56 SATIMAN BIN SAJUM 500,000
57 HILMA SAKINAH 1,328,000
58 ZAENUDIN BIN KHOERUDIN 1,000,000
59 SANGUN BIN SUTARMO 750,000
60 MISKEM BINTI SUKARTA 750,000
61 SUTA SUJATMIKO 7,500,000
62 Wilmansyah Bin Sanan 3,000,000
63 ATHALAH ZHAFRAN MUSYAFA 500,000
64 RSSR PURWOKERTO 4,041,446
65 RSSR PURWOKERTO 771,600
Total 100,013,366

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 100,013,366,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1145 ROMBONGAN

Rp. 62,180,291,815,-