AJIJAH BINTI RAHMIN (42, Tumor Otak ). Alamat : Dusun Gandu, RT 8/3, Desa Matesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Ajijah adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu dari satu anak ini tiba- tiba sering merasakan pusing dan tidak pernah periksa. Dan suatu hari karena sudah tidak tahan dengan sakitnya, bu Ajijah memeriksakan sakitnya dan ternyata diagnosanya tumor otak stadium 4 dan belum pernah operasi. Meski sudah pernah menjalani kemo, namun terhambat biaya akodasi untuk perjalanan ke Rumah Sakit. Bu Ajijah mempunyai fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh mbak Ajijah. Alhamdulillah bu Ajijah mendapatkan bantuan keenam dari Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1107, 1116, 1125, dan 1133. Sehingga sekarang bu Ajijah sudah mulai dilakukan sinar secara rutin, dan alhamdulillah sudah ada perkembangan yang baik, badan nampak lebih segar dari sebelumnya dan lebih ceria. Namun pendengaran bu Ajijah agak berkurang. Bu Ajijah mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh team Sedekah Rombongan, sehingga bisa membantu pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Bu Ajijah menderita tumor otak stadium 4


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Sakit leukimia yang dideritanya mengharuskan untuk dirujuk berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111x, baru dijalani 27 kali. Tiap 10 hari kemo. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Bantuan keduabelaspun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 970, 981, 1018, 1033, 1054, 1083, 1094, 1107, 1121, 1125, dan 1133. Dek Riski juga masih rutin kontrol ke RSDM. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Rizky mengalami penyakit leukemia


ELMA NURHAMIDAH (46, Kanker Rahang). Alamat : Jl. Melati 13A, Kecamatan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Elma memiliki satu anak. Sejak tujuh bulan yang lalu ibu Elma Nurhamidah, merasakan nyeri pada rahang bawah sebelah kanan. Setelah diperiksakan ke RSUD dr. Hardjono Ponorogo, diketahui ada pembengkakan pada rahangnya. Kemudian diminta untuk melakukan CT scan 3D. Karena suaminya, bpk. Imam Mustakim hanya bekerja sebagai cleaning service di sebuah rumah makan yang gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, apalagi istrinya sudah tidak mampu lagi bekerja maka sampai kini ibu Elma Nurhamidah belum melakukan CT scan 3D sebagai pijakan penentuan operasi bedah ke RSU AURI Madiun. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang ke rumahnya, beliau menceritakan tentang kesulitan dan upaya penyembuhan penyakitnya. Belum lagi anak semata wayangnya yang juga menderita sakit gangguan kejiwaan. Bu Elma memiliki fasilitas kesehatan berupa KIS. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Elma sekeluarga. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Elma, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1124 dan 1133. Ungkapan syukur dan gembira sekali disampaikan bu Elma kepada sedekaolic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga dapat membantu meringankan beban penderitaan yang dialami oleh keluarga Ibu Elma.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Ibu Elma menderita kanker rahang bawah


SITI FATIMAH (51, Ginokologi). Alamat : Dusun Banjarsari, RT 5/2, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti Fatimah biasa dipanggil Bu Siti adalah sosok ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengrajin sapu ijuk rumahan, setelah suami beliau meninggalkan rumah sejak anaknya masih kecil sampai sekarang beliau tinggal hanya bersama anak laki-laki semata wayangnya yang masih duduk di kelas 8, di saat penghasilannya yang hanya pas buat makan sehari-hari, beliau diberi cobaan sakit Ginekologi, sakit yg sudah sejak bulan Januari beliau rasakan sangat menggangu aktifitasnya. Awal sakitnya beliau periksa di puskesmas desa dan karena keterbatasan sarana beliau dirujuk di rumah sakit daerah Madiun, karena sakit beliau akhirnya rumah sakit merujuk ke Rsud. Moewardi Solo yang lebih lengkap sarana kesehatannya. Melihat anaknya yg masih butuh perhatian, Ibu Siti bertekat untuk bisa sembuh dari sakit yg dideritanya. Untuk saat ini beliau rutin kontrol ke Rsud. Moewardi Solo, dengan keadaan perekonomian yang pas – pasan beliau harus mengumpulkan uang untuk ke solo naik bis yang terkadang harus berdesak-desakan dengan menahan rasa sakitnya dan kadang harus menginap untuk menunggu hasil kontrol. Bu Siti memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami buSiti. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat. Bu Siti merasa senang sekali, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk bisa sembuh dari sakit yang menjadi momok semua wanita.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu Siti sakit ginekologi


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat : Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung. yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya yang sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan kedelapanpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1056, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, dan 1133. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke Rsup. Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Sebenarnya dek Rifai ingin segera bisa melanjutkan sekolah lagi ke SLTP, harapannya dalam waktu dekat ini dek Rifai bisa lekas menjalani operasi sehingga nanti di tahun pelajaran baru semoga sudah bisa sekolah. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati

Rifai menderita kelainan jantung


RATRI NOPIDHIAN WIDHI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Ngrobyong, RT 13/1, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Pipit adalah seorang bapak muda yang sejak tahun 2015 mengalami penyakit gagal ginjal. Mas Pipit adalah dulunya seorang karyawan swasta di sebuah pabrik. Mas Pipit memiliki 1 orang anak, dan saat ini istrinya hamil anak kedua. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Mas Pipit memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di RSUD Sudono Madiun. Mas Pipit merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya, yaitu rutin setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah minta tolong teman untuk dibonceng sepeda motor. Karena kondisi seperti itu, maka istrinya pulang ke orang tuanya di Lampung. Dan bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan obat untung mengurangi sesaknya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Mas Pipit. Bantuan ke sepuluh pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya mas Pipit, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1033, 1087, 1094, 1107, 1116, 1125 dan 1133. Semakin hari kondisi mas Pipit semakin bugar badannya dan terasa lebih sehat. Tak lupa mas Pipit mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Mas Pipit mengalami penyakit gagal ginjal


NUR CHOLIS (51, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Banaran, RT 13/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Nur adalah seorang bapak yang mengalami penyakit gagal ginjal. Pak Nur adalah dulunya seorang buruh tani. Pak Nur memiliki 1 orang anak yang sudah menikah. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Selain gagal ginjal, sebelumnya juga terkena diabet, yang akhirnya salah satu kakinya harus diamputasi. Pak Nur memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di Rsud. Soedono Madiun. Pak Nur merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah pak Nur dibonceng sepeda motor oleh istrinya. Walau kadang hujan turun, demi suaminya, tetap berangkat. Belum lagi, bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan tabung oksigen. Belum lama pak Nur harus dilarikan ke IGD karena kondisi menurun. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Pak Nur. Bantuan yang ke sepuluhpun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya pak Nur, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1039, 1087, 1094, 1107, 1116, 1125, dan 1133. Pak Nur selama mengikuti anjuran dari dokter tentang ukuran minum dan makannya, alhamdulillah kondisinya stabil. Tak lupa Pak Nur mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga pak Nur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Nur mengalami penyakit gagal ginjal


MUHAMAD ASWURI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 1x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan ke sembilan pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1054, 1083, 1094,1107, 1116, 1125 dan 1133. Pak Aswuri masih melakukan hemodialisa dan kontrol rutin di Rsud. Sudono Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Pak Aswuri sakit gagal ginjal


MUDJIATI BINTI MARYO MARNI (53, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Bangunsari, Desa Sukosari, RT 4/1, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Mudji biasa dipanggil oleh tetangga demikian, adalah seorang ibu dengan 2 orang anak. Bu Mudji telah berpisah dengan suaminya 22 tahun yang lalu. Untuk kebutuhan sehari – hari, bu Mudji bekerja sebagai buruh cuci di sebuah keluarga di daerah Caruban kabupaten Madiun. Bu Mudji menderita sakit sejak 2011 dan operasi pada tahun 2013 di RS Aisiyah Ponorogo dan menjalani Kemo 3 kali di RS Aisyah Ponorogo. Bu Mudji menggunakan Jamkesmas, awal 2014 Jamkesmas berganti KIS akhirnya di rujuk ke RSUP dr. Sutomo Surabaya. Untuk saat ini beliau kesulitan biaya untuk ongkos ke Surabaya dan biaya kos selama menjalani pengobatan di sana. Bu Mudji memiliki keinginan sembuh yang tinggi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Mudji. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Mudji. Bantuan ketujuhpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116, 1124, dan 1133. Beliau dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan yang telah membantu untuk berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Bu Mudji menderita ca mamae


WAGINAH BINTI MBODHO (56, Diabet + Biaya Hidup). Alamat : Dukuh Tumpang, RT 12/2, Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Ginah, demikian biasa dipanggil oleh tetangganya, adalah seorang nenek yang hidup sebatang kara di sebuah rumah yang sangat sederhana. Mbah Ginah sudah lama ditinggal mati oleh suaminya, kebetulan tidak mempunyai keturunan. Sedangkan saudara yang dekat juga tidak ada. Beruntung mbah Ginah memiliki tetangga yang mau peduli dengan keadaan sehari – harinya. Karena mbah Ginah untuk makan setiap hari sangatlah susah. Kalau mempunyai bahan yang bisa dimasak, baru mbah Ginah memasak. Kalau tidak ada, maka sering diberi oleh tetangganya. Karena semenjak suaminya meninggal, mbah Ginah sakit – sakitan, dan setelah diperiksakan mbah Ginah menderita sakit diabet. Namun mbah Ginah tidak pernah kontrol, karena tidak memiliki biaya dan tidak ada yang mengantar. Mbah Ginah pasrah dengan sakitnya itu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mbah Ginah. Pada saat bertemu, mbah Ginah menceritakan keadaannya sehari – hari dengan menahan tangis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Ginah. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dan biaya hidup mbah Ginah sehari – hari. Mbah Ginah merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan sehingga mbah Ginah bisa berobat dan terbantu biaya hidup sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Mbah Ginah menderita sakit diabetes


ALVARO KINAN PUTRA OKTAVIANO (8, Skoliosis+CP). Alamat : Jl. Mangga, Gg. IX, No.23, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Varo, biasa dipanggil demikian, adalah anak pertama dari Bapak Agus dan Bu Ida. Sungguh malang sekali, putra pertama mereka mengalami kelainan tulang belakang (Skoliosis) sejak lahir. Kemalangan mereka pun tak kunjung henti saat memeriksakan Varo ke dokter diusianya 6 bulan dan dokter mendiagnosa bahwa Varo juga menderita Cerebral Palsy. Kedua orang tuanya tak henti – hentinya melakukan pengobatan untuk kesembuhan putra pertama mereka. Beberapa ikhtiar non medis pun mereka jalani untuk mengobati sakit yang diderita putranya, hingga beberapa harta mereka harus terjual untuk menjalani proses pengobatan. Saat ini Alvaro menjalani pengobatan rutin di RSO Dr.Soeharso Solo. Kontrol rutin masih mereka jalani dalam seminggu sekali, sambil menunggu jadwal oprasi pada tulang belakangnya.Dek Varo belum lama juga harus melakukan revisi brace sama sepatu avo nya, karena brace sama sepatu avo nya Varo sudah tidak cukup, seharusnya mengukur baru, berhubung uangnya belum cukup, dan pihak RS tidak mau di dp dulu, harus cash, akhirnya yang lama diukur lagi, direvisi saja dulu. Karena Varo tidak boleh lepas dari brace nya, harga bracenya 2.750.000, sepatu avonya 1.400.000. Dan rencana setelah lebaran saat tahun ajaran baru nanti, orang tuanya ingin mendaftarkan Varo sekolah di SDLB. Setiap kontrol, Varo dan keluarga harus mengendarai Bus dan ayahnya menggendong Varo dini hari supaya sampai di RS tepat waktu. Semangat yang tinggi terlihat pada orang tua Varo, demi kesembuhannya. Dek Varo memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan dek Varo dan keluarga. Bantuan awalpun disampaikan Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat dan membantu proses pengobatan Varo agar bisa berangsur membaik dan untuk dapat menjemput kesembuhan putranya. Orang tua Varo merasa senang sekali, bersyukur kepada Allah, dan tak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Varo menderita cerebral palsy dan skilosis


WAHYU PRIHATIN (18, Sakit Mata). Alamat : Desa Prambon, RT : 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Wahyu biasa dipanggil demikian, Wahyu adalah seorang pelajar di sebuah SMA swasta di kecamatan Dagangan. Bermula dari mata kanannya yg kelilipan kemudian terus menerus merah dan sakit. Karena tidak punya biaya untuk berobat, orang tua Wahyu membiarkanya dan tidak begitu merespon. Hingga saat ini mata kananya rusak dan tidak bisa dipakai untuk melihat. Beberapa bulan yang lalu sempat diperiksa ke dokter dan hasilnya sudah fatal dan tidak dapat di operasi lagi, misalpun bisa dengan cara diganti mata kelereng. Wahyu memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh Wahyu. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat Wahyu agar dapat melanjutkan pengobatan atau alternatif membeli pelindung mata agar tidak bertambah parah. Wahyu dan kedua orang tua sangat bersyukur dan tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Wahyu mata kananya rusak dan tidak bisa dipakai untuk melihat


BONDAN BIN PARTO SURADJI (74, Benjolan besar di rahang). Alamat : Desa Dagangan, RT 3/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Bondan, biasa akrab disapa demikian. Beliau hidup seorang diri di sebuah rumah kecil yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Beliau tidak menikah dan tidak memiliki sanak saudara. Untuk mencukupi kehidupanya sehari- hari beliau bekerja sebagai tukang pijat. Meski pijatannya sudah tidak terasa lagi di tubuh pasiennya, karena usia beliau yang sudah cukup renta, Namun cara inilah yang digunakan para tetangga untuk membantu beliau dalam mencukupi kebutuhan makan beliau. Karena meski dalam kondisi kekurangan beliau tidak mau meminta- minta kepada tetangga. Beliau ingin bekerja dan dibayar dari hasil menjual jasa pijatnya untuk membeli makan dan kebutuhan hidup lainnya. Mbah Bondan sudah tidak memikirkan lagi benjolan yang ada di dagunya. Yang lebih penting adalah bagaimana agar dia bisa makan dan minum sehari – hari. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Bondan. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya hidup sehari – hari. Mbah Bondan sangat gembira, bersyukur kepada Allah,dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk meringankan beban hidup beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Mbah Bondan menderita benjolan besar di rahang


MARINEM BINTI KARTOREDJO (66, Kanker mata). Alamat : Dusun Beran, RT 7/4,Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang,Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Marinem adalah ibu rumah tangga yang sehari-harinya hanya di rumah dan mbah Djari suaminya umur 76 tahun yang bekerja sebagai buruh tani. Mbah Marinem menderita kanker mata dan saat ini kondisi matanya sudah sangat memprihatinkan, yang seharusnya menjalani pengobatan secara rutin dan disarankan untuk operasi, karena keterbatasan biaya jadi sampai sekarang mbah Marinem belum bisa menjalani pengobatan secara serius. Mbah Marinem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Namun demikian tetap saja mbah Marinem merasa keberatan untuk meneruskan pengobatan sakitnya karena keadaan ekonomi yang minus. Informasi tentang mbah Marinem didapat dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Marinem. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat. Keluarga merasa senang sekali, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan sehingga mbah Marinem segera bisa menjalankan pengobatan secara intensif dan dapat melihat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Mbah Marinem menderita kanker mata


INVENTARIS MTSR MADIUN MEI 2018 (Pengadaan 1 paket double blower AC) Alamat : Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur. Pengadaan Double Blower AC sebagai kelengkapan ambulance milik Sedekah Rombongan ini sangat bermanfaat sekali. Mobil GrandMax dengan Nopol B 1760 KZH dihibahkan secara cuma-cuma oleh Sedekaholics dan dibranding menjadi sebuah ambulance untuk membantu dhuafa’ di wilayah Madiun, Ponorogo dan sekitarnya. Pada bulan Mei 2018 MTSR masuk bengkel untuk pemasangan blower AC beserta perlengkapan ambulance secara umum dan sesuai Standart Nasional Indonesia. Semoga MTSR Madiun bisa bergerak beriringan dengan MTSR di kota-kota lain dan semakin memudahkan para kurir untuk membantu dhuafa menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.850.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati Allcrew

Pengadaan 1 paket double blower AC


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Operasional Mei 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Moewardi dan juga RSUP. Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, konsumsi dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1133.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.114.652
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati Allcrew

Biaya operasional Mei 2018


DIANA BUDI RAHAYU (40, Modal Usaha). Alamat : Dusun Pandean, RT 11/4, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Ibu Diana (40 tahun, Janda Cerai Mati) biasa dipanggil Mbak Diana adalah ibu rumah tangga yang sudah satu tahun ditinggal mati suaminya (Choirul, 42thn) dikarenakan penyakit diabetes yang dideritanya, di saat ketiga anaknya yang masih berusia 11, 10 dan 5 tahun membutuhkan perhatian dan biaya beliau harus berjuang seorang diri untuk menghidupi ketiga buah hatinya, dengan segala keterbatasannya dan tekat itu beliau yang dulunya hanya seorang Ibu rumah tangga mulai membuka usaha loundry kecil-kecilan di rumah dengan harapan hasilnya bisa untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari dan biaya sekolah. Walau dengan upaya dan usaha bekerja keras, mbak Diana masih harus membagi waktunya untuk memperhatikan perkembangan ketiga anaknya. Mbak Diana sangat menginginkan usahanya bisa bertambah maju dan semakin besar. Sedekah Rombongan memahami kondisi yang dialami mbak Diana dan ketiga anaknya. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- pun disampaikan untuk modal usaha mbak Diana. Betapa senangnya mbak Diana menerima bantuan tersebut. Ucapan syukur dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya diucapkan untuk sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bantuan modal usaha


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Mei 2018). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Mei 2018 sebesar Rp 1.984.000,- di gunakan untuk pembelian BBM, biaya cuci mobil dan Jasa driver. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR 1 Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 1136.

Jumlah Bantuan : Rp 1.984.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Mei 2018


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Mei 2018). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan April 2018 sebesar Rp 3.678.590,- di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, pembelian 2 buah ban, biaya cuci mobil serta jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 1136.

Jumlah Bantuan : Rp 3.678.590,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Mei 2018


YAZID ABDULLOH (9, Jantung bocor). Alamat : RT 1/2 Desa Campursari, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Yazid, begitu dia biasa dipanggil adalah seorang survivor Jantung bocor. Putra pertama dari pak Mariyono (38) dan bu Sati (37) ini sudah dari lahir mengalami kelainan jantung dan sudah menjalani operasi pada tahun 2012 di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta dengan dampingan Sedekah Rombongan. Setelah menjalani operasi tahun 2012 kondisi Yazid sudah sangat sehat dan menjalani kontrol rutin tiap setengah tahun sekali di Rumah Sakit daerah. Pada akhir April 2018 Yazit mengalami sesak nafas dan segera dibawa ke dokter dan disarankan untuk kontrol kembali ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Pak Maryono kembali mencari kurir Sedekah Rombongan untuk membantu proses kontrol ke Jakarta. Akhirnya pada tanggal 7 Mei 2018 Yazid dan kedua orang tuanya berangkat ke Jakarta dengan bantuan Sedekah Rombongan. Hasil pemeriksaan baik, sesak nya ditimbulkan karena gangguan pencernakan. Dokter menyarankan untuk kontrol setiap 2 tahun sekali ke Rumah Sakit Harapan Kita untuk memonitor kesehatan Jantung Yazid. Bantuan Lepas sebesar Rp. 2.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk membeli tiket kereta pulang pergi Magetan-Jakarta dan biaya hidup selama di Jakarta. Pak Maryono mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga Yazid bisa terus sehat dan beraktifitas normal seperti anak-anak seusianya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirza_DP

Yazid seorang survivor Jantung bocor


ALM. MESNAN BIN SUROREJO (65, Ca Nasopharing). Alamat : RT 20/02 Desa Kedung Putri, Kecamatan Paron , Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Pak Mesnan adalah seorang bapak yang menderita Ca Nashoparing, berawal dari satu tahun ysng lalu telinga nya selalu berdenging dan lama-lama tumbuh benjolan. Pertama kali Pak Mesnan periksa ke poli THT Rsud. Soeroto Ngawi dengan didampingi anak nya yang bernama Rita. Dari hasil pemeriksaan, pak Mesnan dinyatakan menderita Ca Nashoparing dan dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo pada bulan Mei 2016 dan kemo pertama dilaksanakan bulan Januari 2017. Rangkaian pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Mesnan walaupun sudah menggunakan Bpjs klas 3. Biaya untuk transportasi dan akomodasi yang cukup memberatkan karena Pak Mesnan sejak sakit sudah tidak bisa bekerja lagi, sedangkan istrinya (Sumiyem, 59) berkerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai pak Mesnan diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedelah Rombongan Magetan. Pak Mesnan masuk jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 24-7-2017. Pak Mesnan baru selesai menjalani rangkaian sinar sebanyak 30 kali dan saat ini melakukan kontrol rutin ke Rsud. Moewardi Solo. Setelah hampir satu tahun dalam dampingan Sedekah Rombongan dengan ikhtiar maksimal, Allah berkehendak lain. Pada tanggal 3 Juni 2018 pak Mesnan meninggal dunia setelah koma selama satu minggu di Rsdm Solo. Santunan kedelapan sebesar Rp. 1.500.000 pun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi Rawat inap di Rsdm Solo dan santunan kematian, setelah sebelum nya masuk rombongan 1052, 1069, 1083, 1094, 1117, 1126 dan 1136. Keluarga Pak Mesnan mengucapkan terima kasih atas semua bantuan dan pendampingan selama ini, semoga arwah Pak Mesnan diterima disisi Allah dan mendapatkan tempat yang semestinya. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Rony_Pratama @Jeans_Oswolf @Mirza_DP @Khoirul_Mukhlisin

Pak Mesnan menderita ca nashoparing


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2017. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua yang rencananya dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Santunan keduabelas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta akomodasi sinar setelah sebelum nya masuk dalam rombongan 1023, 1030, 1044, 1059, 1069, 1083, 1091, 1107, 1117, 1126 dan 1136. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Rony_Pratama @Wellyanto_Priyo

Pak Widji menderita ca thyroid


AISAH NUR FADILAH (3, jantung bocor). Alamat : RT 2/1 Desa Sawojajar, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ais, demikian anak ini biasa dipanggil adalah anak ke tiga dari pasangan Pak Sukarni (51) dan Ibu Ratmi (38). Ais dari lahir sudah mengalami kelainan pada jantung nya yang menyebab kan kondisi fisik nya lemah, warna kuku membiru. Saat masih bayi sempat menjalani pengobatan di Rsud. Soedono Madiun tetapi karena kondisi ekonomi tidak memungkinkan maka pengobatan dihentikan. Keluarga memutuskan untuk memilih pengobatan alternatif. Setiap bulan nya Ais harus mengkonsumsi dua macam obat yang perkiraan harga nya Rp. 300.000. Pak Karni yang bekerja sebagai penjual es keliling tentu merasa berat dengan kondisi ini, biaya itu belum mencakup untuk transportasi belum lagi untuk kebutuhan sehari-hari serta biaya sekolah dua kakak dik Ais. Sedangkan ibu Ratmi sebagai ibu rumah tangga belum memungkinkan membantu masalah keuangan keluarga. Alhamdulillah dik Ais dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari teman salah satu kurir SR Magetan. Pak Parni memutuskan untuk melanjutkan pengobatan dik Ais ke Rsup. dr. Soetomo dengan pendampingan dari Sedekah Rombongan. Saat ini dik Ais menjalani pengobatan dengan kontrol sebulan sekali ke Rsup. Soetomo Surabaya sambil menunggu jadwal operasi. Santunan ketiga sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk keperluan transportasi serta biaya pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tersampaikan dan masuk pada rombongan 1126 dan 1136. Pak Sukarni sangat bersyukur dan berterimakasih atas semua bantuan yang disampaikan untuk mendampingi putranya. Semoga dik Ais bisa segera sembuh dan beraktifitas sesuai dengan anak seusianya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Ais mengalami kelainan pada jantung


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Saat ini bu Yuni menjalani proses kemoterapi yang direncanakan sebanyak 6 kali. Santunan ke duabelas titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 986, 1023, 1032, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094, 1107, 1117 dan 1136. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Rony_Pratama @Weliyanto_Priyo

Bu Yuni menderita ca mamae


NOVI KURNIASARI (25, Kista Ovarium). Alamat : Dukuh Buru RT 1/1, Desa Panggung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Novi, demikian biasa dipanggil oleh tetangga adalah seorang wanita usia 25 tahun dan dalam 6 bulan terakhir menderita penyakit Kista Ovarium. Gejala yang dirasakan adalah perut membesar tetapi tidak terasa sakit. Pertama berobat ke RSI Madiun dengan menggunakan fasilitas KIS. Selanjutnya mbak Novi harus di rujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan terkendala biaya untuk transportasi. Mbak Novi yang bekerja sebagai Prt dengan penghasilan ala kadarnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ayah nya sudah lama meninggal sedangkan ibunya yaitu bu Suparmi (60) bekerja sebagai buruh tani. Mbak Novi masuk dalam dampingan Sedekah Rombongan sejak 18 Maret 2018. Operasi sudah terlaksana di Rsdm Solo pada tanggal 29 Mei 2018, dan saat ini melakukan kontrol rutin sebulan sekali. Informasi mengenai mbak Novi diperoleh dari tetangga nya yang masih perduli dengan kondisi keluarga mbak Novi. Santunan kedua titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan berobat. Santunan sebelum nya telah dilaporkan dan masuk pada rombongan 1126. Mbak Novi dan ibunya merasa terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga mbak Novi bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Muklisin

Novi menderita penyakit kista ovarium


SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN (43, Ca Mamae). Alamat : Dukuh Mbiroto RT 2/2, Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Darsi demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae kurang lebih setahun yang lalu. Penyakit ini ditandai dengan ada nya benjolan pada payudara tetapi karena tidak timbul rasa sakit maka bu Sudarsi membiarkan nya saja. Baru setelah setahun timbul rasa sakit maka bu Sudarsi mencoba periksa ke Rsud. Sayidiman Magetan dan dinyatakan perlu tindakan operasi. Suami bu Sudarsi yaitu pak Muhamad Shokib (59) cukup panik takut biaya yang dibutuhkan tinggi sedangkan keluarga ini belum memiliki Bpjs. Pak Sokib sendiri bekerja dengan beternak kelinci dan ayam serta menjual nya ke pasar, wajar beliau kebingungan dengan biaya operasi untuk istrinya. Akhirnya dengan saran keluarga pak Shokib mendaftarkan Bpjs. Setelah Bojs aktif, maka bu Darsi melanjutkan pengobatan dan operasi telah dilaksanakan pada awal bulan Desember 2017. Saat ini beliau melakukan pengobatan lanjutan dengan kontrol rutin di Rsud. Sayidiman Magetan. Informasi mengenai bu Sudarsi diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Santunan keenam titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap setelah sebelum nya masuk Rombongan 1090, 1107, 1117, 1126 dan 1136. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantuan yang telah diterima. Semoga bu Sudarsi bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero @Sularkan

Bu Darsi menderita ca mamae


PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO (38, Gagal ginjal). Alamat : Desa Sambirobyong RT 3/2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Tyas, demikian ibu dua orang anak ini biasa disapa menderita gagal ginjal. Pada bulan Oktober 2017 bu Tyas mengalami sakit punggung dan tidak nafsu makan dan karena terus berlanjut maka bu Tyas berobat ke Rsud. Pangkalan Maospati Magetan. Berikutnya saat pulang kampung di Solo, bu Tyas harus menjalani Rawat inap di RS. Panti Waloya selama seminggu di ICU dan dilakukan cuci darah sekali karena ternyata ginjal bu Tyas mengalami penurunan fungsi. Empat hari setelah pulang dari ranap kembali merasa sesak dan pusing sehingga harus dilarikan ke RS. Panti Waloya lagi dan langsung di lakukan hemodialisa. Saat ini bu Tyas harus menjalani hemodialisa rutin setiap hari Rabu dan Sabtu di Rsu. Oen Kandang Sapi. Suami nya yaitu pak Gito (36) bekerja di bengkel, harus tetap bekerja dan mengurus 2 anak nya yang masih kecil dan ibu dari pak Gito yang juga dalam kondisi sakit. Saat ini bu Tyas menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Solo karena hemodialisa dilakukan di Rumah Sakit area Solo. Bantuan keempat sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi hemodialisa setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1090, 1117 dan 1136. Bu Tyas sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Tyas bisa sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto @Khoirul_Mukhlisin

Bu Tyas menderita gagal ginjal


AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada bulan 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan keenam pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya medikasi setiap hari dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan 1091, 1107, 1117, 1126 dan 1136. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto @Khoirul_Mukhlisin

Pak Agus menderita patah tulang kaki karena kecelakaan


KASMI BINTI SAKERAN (41, Ca Mamae + Myom). Alamat : Dusun Ngasem RT 2/1, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kasmi adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae dan Myom selama satu tahun terakhir. Pertama kali bu Kasmi berobat ke dokter umum, selanjutnya dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa bu Kasmi menderita Ca Mamae dan Myom sehingga harus dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Bu Kasmi mulai berobat ke Rsdm Solo bulan Mei 2017 dan operasi dilaksanakan tanggal 13 September 2017. Sebelum operasi sudah dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali. Jahitan bekas operasi sedikit mengalami kegagalan sampai harus 2 kali dilakukan perbaikan baik di Rsud. Magetan maupun di Rsdm Solo. Bu Kasmi tidak memiliki anak, dan suaminya sudah tidak memperdulikan dia lagi sehingga sering kali bu Kasmi harus berangkat berobat sendiri walau kadang didampingi kakak nya atau ibu mertua nya yang masih sangat perduli dengan bu Kasmi. Informasi tentang bu Kasmi diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses Survey, bu Kasmi masuk menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai Senin, 30 Oktober 2017. Saat ini direncanakan proses kemoterapi suntik sebulan sekali. Santunan kelima titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 1083, 1094, 1107 dan 1117. Bu Kasmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Kasmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero @Sularkan

Bu Kasmi menderita sakit ca mamae dan myom


SULOPO BIN WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung kopi. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan Sedekah Rombongan Surabaya. Saat ini beliau menjalani kontrol rutin dan kemoterapi di Rsup. Soetomo Surabaya. Santunan keduabelas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi transportasi dan pengobatan selama di Surabaya setelah sebelum nya masuk rombongan 1007, 1030, 1032, 1054, 1066, 1069, 1091, 1107, 1117, 1126 dan 1136. Pak Sulopo sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, dan semoga penyakit yang di derita pak Sulopo segera mendapat kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto @Khoirul_Mukhlisin

Pak Sulopo menderita tumor orbita / tumor ganas


DEVI KUMALASARI BINTI SUPRIHANTO (18, Patah Tulang Dada + Kebocoran Paru-Paru). Alamat : Desa Tegalgunung, Rt 3/2, Kec. Blora Kab. Blora, Prov. Jawa Tengah. Devi nama panggilannya sehari-hari. Devi adalah anak no 3 dari 3 bersaudara, Devi anak perempuan satu-satunya yang bekerja sebagai buruh di pabrik di daerah Semarang untuk membantu perekonomian keluarga dikarenakan orang tuanya yang sedang sakit , 1 bulan yang lalu mengalami kecelakaan lalu lintas, pada saat itu Devi kecelakaan disaat perjalanan pulang ke Blora yang mengakibatkan patah tulang dada + kebocoran paru-paru dan segera dilarikan ke RSUD Blora untuk segera mendapatkan pertolongan pertama (operasi) setelah operasi Devi opname di RSUD Blora selama 3 hari. Devi tinggal bersama 2 kakak dan kedua orangtuanya, ibunya Karsiyem (43th) yang bekerja sebagai pembuat sujen sate. Alhamdulillah, pada bulan mei 2018, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Devi sehingga pengobatan Devi menjadi lancar. 1 bulan rutin melakukan kontrol, Devi juga sudah bisa duduk dan berjalan dengan lancar, 2 minggu sekali Devi menjalani kontrol, Disamping mengantarkan untuk menjemput kesembuhan Sedekah Rombongan juga memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi, menebus obat untuk Devi. Besar dukungan, Doa, dan semangat dari keluarga dan kurir yang mendampingi Devi untuk bisa sembuh. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DonyPermana MuhammadIsnuAdhitya Iasmiyatik @JeanseaMaurer

Devi mengalami patah tulang dada + kebocoran paru-paru


RUSWANDI BIN SAMAN EDI SUWARNO (39, Lumpuh + Epilepsi). Alamat : RT 4/6, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ruswandi lahir normal, namun pada usia 4 tahun ia mengalami demam tinggi dan kejang. Ia pun dibawa ke Puskesmas Kemranjen dan menjalani obat jalan hingga sembuh. Namun pada usia 11 tahun setelah di sunat, Ruswandi mengalami kepala pusing hebat, kejang dan demam tinggi. Ia langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Banyumas dan menjalani rawat inap selama 13 hari. Dokter mendiagnosis Ruswandi menderita epilepsi dan gangguan saraf tulang kaki kanan, sehingga dianjurkan kontrol setiap satu pekan sekali. Setelah beberapa bulan, belum juga ada perkembangan. Hingga ia berobat ke beberapa tempat juga tidak ada perubahan. Tubuhnya semakin layu dan lemas. Sekarang saat ia dewasa, badannya besar namun kakinya kaku sehingga dia tidak dapat berjalan. Kini ia masih sering merasa pusing dan lumpuh, sehingga hanya bisa terbaring. Ayahnya, Saman Edi Suwarno (78) bekerja sebagai penderes nira. Ibunya,Rusinem (75) adalah seorang ibu rumah tangga. Kini mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biaya pengobatan Ruswandi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun ia masih kesulitan biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit dan biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ruswandi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit dan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Ruswandi menderita epilepsi dan gangguan saraf tulang kaki kanan


ZAENUDIN BIN KHOERUDIN (39, Post Amputatum Kedua Tangan). Alamat : RT 2/2, Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Tiga bulan yang lalu, Bapak Zaenudin mengalami kecelakaan tersengat arus listrik saat sedang bekarja di perumahan Cikarang. Saat itu beliau sedang memperbaiki atap rumah. Kabel induk di belakang rumah tersebut langsung menyengat kedua tangan dan kadua kakinya hingga terkelupas dan ia terpental jatuh. Kedua tangannya gosong. Bapak Zaenudin langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Ridokasalma Cikarang dan menjalani operasi rawat inap selama 16 hari. Namun pasca operasi, lukanya membusuk dan mengeluarkan ulat. Beliau kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi dan menjalani opeasi yang kedua. Kedua tangannya harus diamputasi, sedangkan luka yang di kakinya pun masih basah. Sampai saat ini beliau belum dapat beraktifitas normal kembali seperti sedia kala. Hal tersebut berdampak pada penghasilan keluarganya. Istrinya, Ratna Sari (37) yang bekerja mencari nafkah untuk keluarga mereka. Ibu Ratna bekerja sebagai pedangang lotek. Penghasilan keluarga yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Zaenudin dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun beliau masih kesulitan untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Zaenudin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan kesabaran, sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Biaya post amputatum kedua tangan


MAKMURI BIN MANYAMA (49, Gagal Ginjal). Alamat : RT 4/1, Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2013 yang lalu, Bapak Makmuri mengalami sesak nafas, berkeringat dingin dan jantung berdetak kencang sehingga beliau dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Kemudian beliau dirawat inap selama 10 hari. Dokter mendiagnosis Bapak Makmuri menderita gagal ginjal. Dokter juga menganjurkan agar beliau menjalani cuci darah rutin dua kali dalam sepekan, yaitu setiap hari Selasa dan Jum’at di RSUD Banyumas. Sampai saat ini, beliau masih rutin menjalani cuci darah. Kini beliau masih sering merasa pusing, nyeri di pinggang, mual, dan sesak nafas. Sejak sakit, Bapak Makmuri tidak bekerja. Istrinya, Ratiniyem (47) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga pun terhenti dan mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya akomodasi ke rumah sakit. Biaya pengobatan Bapak Makmuri dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Alhamduillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Makmuri sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kehidupan sehari-harinya. Semoga bantuan dari sedekaholics dapat bermanfaat bagi beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Mei 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bapak Makmuri menderita gagal ginjal


MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 24 DAN VOLUME 25 (Biaya Cetak). Gerakan Sosial Sedekah Rombongan telah bergerak lebih dari 6 tahun lamanya. Selama itu pula, Gerakan Sosial Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, Gerakan Sosial Sedekah Rombongan semakin bertransformasi sesuai dengan perkembangan zaman. Gerakan Sosial Sedekah Rombongan kini memproduksi Majalah Tembus Langit (MTL), sebagai salah satu media pelaporan dana sosial yang keluar masuk, kepada masyarakat pada umumnya dan kepada Sedekaholic pada khususnya, kemana saja dana sedekah yang mereka titipkan melalui Sedekah Rombongan. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan yang tergabung lebih dari 1140 Rombongan. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. MTL merupakan Media Inspirasi Gerakan Sedekah Rombongan, sudah berjalan tahun ke-3 dan sudah memasuki volume yang ke-24 dan 25. MTL Volume 24 terbit di bulan Desember 2017, Volume 25 terbit di bulan Januari 2018. Volume 24 dan Volume 25 masing-masing dicetak sebanyak 1000 eksemplar dan didistribusikan ke lebih dari 20 wilayah kerja Sedekah Rombongan se-Indonesia, untuk kemudian disampaikan kepada Sedekaholic. MTL juga dibagikan secara cuma-cuma kepada Sedekaholic dan didistribusikan ke berbagai instansi seperti klinik, rumah sakit, kantor pemerintah, komunitas sosial, dan lain sebagainya. Juga berbagai kalangan profesi mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras. Biaya cetak MTL Volume 24 membutuhkan biaya sebanyak Rp. 5.500.000,-. Sementara biaya cetak MTL Volume 25 membutuhkan biaya sebanyak Rp. 7.000.000,-. Terima kasih, Sedekaholic, semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 12.500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2018
Kurir : @Saptuari

Biaya cetak


MASJID AL MUKMIN (Bantuan Alat Penerengan Masjid). Alamat : RT 3/2, Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Masjid Al Mukmin dibangun pada tahun 2016 oleh masyarakat dan donatur di wilayah RT 3/2, Desa Mangunegara. Masjid ini berada di atas tanah seluas 100 m2 dengan luas bangunan 36×4 m. Masjid ini memiliki lebih dari 50 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan menjadi tempat beribadah para pengendara yang melintas. Namun pihak masjid terkendala biaya untuk membeli penerangan. Pengurus masjid, Bapak Yogi (22) memberitahukan persoalan ini kepada kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menindaklanjutinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pengurus Masjid Al Mukmin sehingga dapat menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu renovasi pembangunanmasjid. Santunan dipergunakan untuk pembelian lampu, stop kontak dan kabel. Alhamdulillah Masjid dapat terenovasi dengan gotong royong masarakat sekitar dan bantuan dari sedekaholic. Semoga santunan tersebut dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2018
Kurir : @ddeean Khaerul @paulsyifa

Bantuan alat penerengan masjid


AGNOV ABID ALKHALIFI (3, Gangguan Pendengaran). Alamat : RT 9/3 Desa Lambur, Kecamatan Mrebet,Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada umur 1,5 tahun perkembangan Dik Agnov tidak seperti balita pada umumnya. Ia kurang respon terhadap setiap orang yang berbicara kepadanya. Kedua orang tuanya membawa Dik Agnov ke Rumah Sakit (RS) Margono di poli THT (Telinga, Hidung dan Tenggorokan). Dokter mendiagnosis ia menderita gangguan pendengaran dan merujuk ke RS Sarjito Yogyakarta. Dokter menyarankan Dik Agnov untuk menjalani terapi memakai alat bantu dengar supaya mempercepat respon pendengarannya. Orang tua Dik Agnov, Bapak Agustiawan (46) adalah seorang sopir dan ibunya, Reni novitaningsih (30) adalah seorang guru paud honorer. Selama berobat, Dik Agnov dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun karena keterbatasan ekonomi, Dik Agnov belum bisa membeli alat bantu dengar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Agnov sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya pembelian alat bantu dengar. Semoga Dik Agnov segera pulih dan dapat mendengar seperti pada umumnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2018
Kurir : @ddeean Zukfikar @paulsyifa

Agnov menderita gangguan pendengaran


ZULFATUL NGAZAIM (18, Atrial Septal Defect). Alamat : Jalan Randu Jaya, RT 6/5, Desa Mulyadadi, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap , Provinsi Jawa Tengah. Pada waktu duduk sekolah di TK, Zulfatul mengalami batuk, sehingga dibawa ke Puskesmas Majenang. Kemudian saat kelas 3 SD, Zulfatul dirujuk ke Balai Pengobatan 4 Karangjengkol selama 9 bulan.Kemudian ia melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit (RS) Majenang. Dokter mendiagnosis Zulfatul mengalami sakit atrial septal defect. Pada bulan Agustus, kondisi Zulfatul memburuk sehingga ia dibawa ke RS Majenang dan mejalani rawat inap selama 5 hari. Kemudian ia dirujuk Ke RS Margono dan irawat inap selama 9 hari. Karena tidak ada perubahan, Zulfatul dirujuk ke RS Sarjito Yogyakarta. Zulfatul adalah putri dari pasangan Bapak Mukhlisin (52) dan Ibu Ngalimah (49). Keduanya bekerja sebagai petani. Biaya pengobatan Zulfatul Ngazaim dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya akomodasi ke rumah sakit. Alhamduillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Zulfatul Ngazaim sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kehidupan sehari-harinya. Semoga bantuan dari sedekaholics dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2018
Kurir : @ddeean Khaerul @paulsyifa

Zulfatul mengalami sakit atrial septal defect


SYAHILLA ANABEL ANMAT (2, Kelainan Alat Reproduksi). Alamat : Dk.Ngalapan, RT. 07/ RW.m01, Ds. Jakenan, Kec. Jakenan, Kab. Pati. Saat berusi 17 bulan keluarga Dik Syahilla berencana akan mengkhitan, akan tetapi ketika bidan melihat kondisi vagina Dik Syahilla merasakan kejanggalan karena tidak sama seperti bayi pada layaknya. Dik Syahilla tidak memiliki jalan vagina untuk bereproduksi. Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat akhirnya pihak keluarga sepakat membawa Dik Syahilla berobat supaya memiliki organ reproduksi yang normal seperti layaknya wanita seharusnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh pihak keluarga karena Syahilla telah lama di tinggal ayahnya (Mochammad Supriyanto, 30 ) tanpa kabar dan Ibunya (Ani Budi Lestari, 22) bekerja sebagai seorang buruh pabrik serabutan tidak memiliki banyak biaya untuk pengobatan. Bantuan awal di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kondisi Dik Syahilla saat ini sudah mengalami perkembangan yang baik, ia sudah mempunyai lubang vagina seperti wanita pada umumnya. Saat ini kondisi Dik Syahilla sudah semakin membaik dan dokter menyarankan agar Dik Syahilla menjalani kontrol rutin selama 6 bulan sekali. Kita doakan semoga Dik Syahilla cepat sembuh dan bisa bermain seperti biasa dengan teman-teman seusiannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Dik Syahilla tidak memiliki jalan vagina untuk bereproduksi


SRI MULYANI (3,8, Atresia Ani) Alamat Ds sigentong RT 002 RW 001, Kec. Warureja, Kab Tegal, Provinsi : Jawa Tengah. Dik Sri Mulyani lahir pada bulan maret tahun 2014, sejak lahir Dik Sri menderita Atresia Ani. Pada usia 7 hari sempat dioperasi pembuatan anus sementara di RSUD Soesilo, Slawi, Tegal. RSUD Soesilo, Slawi memberikan rujukan untuk operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang, orang tua Dik Sri Ibu Tarini (45) bekerja sebagai buruh serabutan dan Ayahnya Alm. Toto Mubarok telah berpulang terlebih dahulu ke Rahmatullah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh Ibu Tarini dan sepakat meberi dampingan kepada Dik Sri. Saat ini Dik sri sedang menunggu antrian operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Semoga operasi kali ini yang akan dijalani oleh Dik Sri bisa berjalan dengan lancar dan bisa berfungsi seperti pada umumnya. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 841.200,-
Tanggal : 26 April 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Dik Sri menderita atresia ani


SLAMET GENDARI (42, Ca Serviks). Alamat Dususn Krajan, RT.01/RW.01, Desa Kuripan , Kec. Subah Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Ibu Slamet Gendari merasakan nyeri pada bagian rahim, kemudian memeriksakan praktik ke dokter umum di sekitar rumahnya, dan disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis, sayangnya Ibu Slamet tidak melanjutkan saran dokter karena keterbatasan biaya. Sekitar bulan Maret tahun 2017 Ibu Slamet mengalami pendarahan dan langsung melakukan pemeriksaan ke RSUD Batang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B , dan disarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan rutin dan kemoterapi. Suami Ibu Slamet, Wajianto (44 th) bekerja sebagai seorang Buruh serabutan dan Ibu Slamet sendiri sebagai IRT tidak memiliki banyak biaya untuk akomodasi dan tempat tinggal selama melangsungkan pengobatan di Semarang, selama ini Ibu Slamet melangsungkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan bantuan kepala desa setempat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia sehat (KIS). Pada tanggal 30 Mei 2017 kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Ibu Slamet, dan setelah melalu berbagai pertimbangan kurir sepakat untuk memberi dampingan kepada Ibu Slamet selama menjalani pengobatan. Berbagai pengobatan telah dijalani Ibu Slamet dengan penuh semangat, namun takdir berkehendak lain, 3 April 2018 Ibu Slamet menghadap Sang Khaliq. Kita doakan semoga amal ibdah Ibu Slamet di terima disisi Allah SWT, dan semoga Ibu Slamet di tempatkan di Surganya Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Aamiin aamiin ya Robbal Alamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 04 April 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B


RUSMINI BINTI SURADI (57, Kanker Serviks). Alamat : Desa Pasucen RT:2 RW:1, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bu Rusmini sering mengeluh sakit pada perut bagian bawah selama 3 bulan, tapi tidak terlalu menghiraukannya karena dianggap hanya sakit biasa dan masih bisa dipakai untuk bekerja. Bu Rusmini sempat di rawat di RS Fastabiq Pati dan sempat menjalani operasi kuret, kemudian setelah kondisi membaik disarankan untuk dirujuk ke RS Kariadi. Menurut hasil observasi dokter, cancer sudah pada stadium 3. Suami Bu Rusmin, Bapak Kuminto sebelumnya bekerja sebagai buruh tebu, saat ini beliau sudah tidak bekerja karena terjatuh dari atas truk ketika sedang bekerja yang menyebabkan syaraf tulang belakangnya terjepit dan kebengkokan pada tulang belakangnya. Putra kedua Bu Rusmini tidak bekerja karena kontrak kerjanya sudah habis dan saat ini ia menemani Bu Rusmini selama menjalani pengobatan di Semarang. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Rusmini selama menjalani program pengobatan di Semarang

Jumlah Bantuan : Rp. 579.000,-
Tanggal : 06 April 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Rusmini menderita ca cervix


YULI HIDAYATI (40, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambeien, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk biaya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani operasi, Ibu Yuli saat ini menjalani program sinar yang akan di lakukan setiap hari selama 25 kali berturut-turut. Semua program sinar telah dilakukan Ibu Yuli, saat ini Ibu Yuli masih dalam proses penyembuhan dan harus menjalani kontrol selama satu bulan sekali.

Jumlah Bantuan : Rp.743.000,-
Tanggal : 11 April 2018
Kurir : @indrades @Eka Leni

Bu Yuli menderita kanker usus


TARONO BIN CARIDI (36, Ca Nasofaring). Alamat: Wiyoro Wetan RT. 004 RW. 005 Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Pak Tarono merasakan keanehan pada pendengarannya dengan sering berdenging tanpa sebab, 3 bulan kemudian di seratai dengan migrain yang tidak tertahankan. Pak Tarono memutuskan untuk berobat ke RSU Keraton Pekalongan, di RSU Keraton menjalani rawat inap selama 10 hari dengan program pemeriksaan biopsi, dan melakukan scan untuk mendeteksi penyakit yang sesungguhnya di derita Pak Tarono. Setelah menjaani rawat inap dokter menyarankan untuk melakukan rawat jalan selama 2 minggu. Selama melakukan rawat jalan tidak ada perkembangan hingga di putuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selama 12 hari di Semarang Pak Tarono menjalani semua kontrol yang di sarankan oleh pihak RSUP Dr. Kariadi yaitu cek THT dan seluruh organ vital. Hasil diagnosa penyakit Pak Tarono yaitu Ca Nasofaring. Pak Tarono bekerja sebagai pedagang kerupuk dengan penghasilan yang cukup untuk biaya makan sehari-hari dan Istrinya Sumiyati (37) sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak yang masih balita merasakan kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Selama pengobatan di Semarang Pak Tarono di temani adik iparnya menginap di salah satu penginapan dengan biaya 50.000/ hari untuk 2 orang dan fasilitas jaminanan kesehatan KIS. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh bapak Tarono dan memutuskan untuk memberi dampingan kepada beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 April 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Pak Tarono menderita ca nasofaring


RASMINI BINTI WISAD (48, Kanker Payudara). Alamat : Ds. Balamoa RT 4/ 6 , Kec pangkah, Kab. Tegal, Jawa tengah. Juni 2017 Bu Rasmini di rawat di RSUD Slawi pasca menjalani 2 kali operasi pengangkatan kanker di payudara. Saat ini Bu Rasmini melanjutkan pengobatan program kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Seamarang. Seluruh proses pengobatan Bu Rasmini menggunakan fasilitas BPJS KIS meskipun tidak di kenakan biaya Bu Rasmini mengalami kesulitan jika harus menjalani pengobatan di Semarang karena terbatasnya akomodasi, suami Bu Rasmini, Supardi, adalah seorang Nayaga (penabuh gamelan) dengan penghasilan yang tidak menentu. Kurir SR Tegal tergerak untuk membantu beliau menjemput kesembuhan dan memutuskan untuk memberikan dampingan. Santunan awal di sampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan pembelian susu suplemen pasien pasca kemoterapi. Saat ini Ibu Rasmini dalam keadaan yang lebih baik, menjalani pemeriksaan rutin yang telah dijadwalkan oleh pihak rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 600.000,-
Tanggal : 17 April 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Bu Rasmini menderita kanker payudara


KHANATUN INDRIYANA (22, Thyrioditis). Alamat : Desa Balamoa, RT. 02/ RW. 03, Kec. Pangkah, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Pertama kali mengalami gejala sakit pada Mei 2015 dengan diagnosa gondok atau pembengkakkan pada kelenjar tiroid dan di sarankan untuk melakukan operasi. Indri hanya mampu berobat jalan karena masalah biaya. Tubuh Indri terus mengalami penurunan, mudah sakit dan lemah sehingga pada Juni 2017 di bawa oleh pihak keluarga ke RS Dr. Soesila Slawi untuk mendapatkan penanganan dan dilakukan operasi tahap pertama. Setelah operasi tahap pertama selesai Indri di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penghasilan Indri sebagai PRT dan kedua orang tuanya buruh serabutan membuat Indri merasa kesulitan ketika menjalani pengobatan di Semarang. Kurir Sedekah Rombongan Tegal di pertemukan dengan Indri di tengah-tengah usaha Indri memperjuangkan kesembuhannya dan memutuskan untuk memberi pendampingan selama Indri berobat. Indri sudah menjalani program suntik nuklir dan saat ini ia akan menjalani kontrol selama 3 bulan sekali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Indri menderita pembengkakkan pada kelenjar tiroid


SRI WIDIYAWATI (23, Pembengkakan Jantung. Alamat : Ds Sirangkang RT. 012 / RW. 003, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa tengah. Agustus 2016 Sri mengalami demam tinggi, setelah menjalani pemeriksaan dokter menyebutkan Sri menderita sakit Typoid. Setahun berlalu tanpa menunjukkan penyakit kembali, hingga pada Agustus 2017 Sri mengalami gatal-gatal di telapak tangan dan pipi di sertai rasa panas, bintik kemerahan, sesak nafas, pusing dan lemas. Berat badan Sri terus menurun secara drastis, Sri di bawa ke Rumah Sakit terdekat dan dokter memberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapat penanganan yang lebih maksimal karena jantung Sri telah mengalami pembengkakan. Saat ini Sri telah menjalani kontrol rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang. Suami Sri, Bapak Wagito (28) bekerja sebagai karyawan di sebuah rumah makan dengan tanggungan seorang anak balita merasakan kesulitan dalam pengobatan sang istri meskipun telah di bantu dengan fasilitas kesehatan KIS, terlebih saat ini Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur. Kondisi Sri saat ini lemah dan menjalani pemeriksaan rutin satu bulan sekali yang telah di jadwalkan oleh Doker.

Jumlah Bantuan : Rp. 606.000,-
Tanggal : 04 April 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Sri menderita sakit typoid


SUMIATI BINTI DARUN (39, Tumor Perut). Alamat : Dk. Mojo, RT.01/RW.04, Kel. Pungangan, Kec. Limpung, Kab.Batang, Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Ibu Sumiati merasakan sakit pada perut hingga menembus ke punggungnya, sakit yang beliau rasakan semaikn hari semakin tidak mereda bahkan bertambah sakit sehingga pihak keluarga sepakat membawa ke Rumah Sakit untuk berobat. Ibu Sumiati langsung mendapatkan penanganan dari dokter untuk rawat inap karena kondisinya yang semakin lemah. Ibu Sumiati tak kunjung membaik hingga akhirnya di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan jaminan kesehatan BPJS KIS, untuk mendapat perawatan yang lebih intensif. Bapak Juniato (40) suami Ibu Sumiati sebagai buruh bengkel merasa kesulitan ketika menemani selama pengobatan di Semarang. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya akompdasi selama berobat di Semarang. Kondisi Ibu Sumiati saat ini sudah semakin membaik, beliau di jadwalkan menjalani kontrol selama 3 bulan lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 633.500,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @indrades Leni

Bu Sumiati menderita tumor perut


AGESTHA PANDU PRASETYA (2,5 Nephrotic Syndroms). Alamat : RT 1/1, Desa Samudra, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Gestha, begitu ia biasa disapa, menderita Nephrotic Syndroms yang merupakan kondisi dimana terjadi kerusakan pada ginjal yang ditandai dengan banyaknya jumlah protein dalam urin, tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah, rendahnya kadar albumin dalam darah, serta terjadinya pembengkakan di kaki, mata kaki, atau kadang di tangan atau wajah. Awal Juli 2017, tubuh Dik Gestha bengkak dan terlihat sangat gemuk. Kemudian keluarga membawa Dik Gestha memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Dedijaya Brebes dan menjalani rawat inap selama 5 hari. September 2017, Dik Gestha kembali dirawat di RS Dedijaya karena kondisinya yang terus menurun dan lemah. Awal Desember 2017, Dik Gestha dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Margono Soekarjo karena lemas, tidak mau makan dan kehilangan bayak cairan tubuh. Dik Gestha menjalani rawat inap selama 10 hari di RS Margono dan di diagnosa menderita Nephrotic Syndrome serta harus di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Karyadi semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Priyono (29), ayah Dik Gestha bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan Siti Tutiana (23), ibu Dik Gestha adalah seorang ibu rumah tangga. Pengobatan Dik Gestha terbantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III yang dimilikinya. Namun pengobatan Dik Gestha terkendala oleh akomodasi serta biaya hidup sehari-hari selama menjalani pemeriksaan di RSUP Karyadi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Gestha sehingga dapat menyampaikan satunan untuk biaya akomodasi selama kontrol di RSUP Karyadi dan bantuan biaya kehidupan sehari-hari. Saat ini Dik Getha sedang melakukan program kemoterapi sebagai proses penyembuhannya. Dan bulan ini Dik Gestha sudah menjalani program kemoterapi yang ke 5 dari 7 jumlah keseluruhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.535.200.,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @indrades @Bram Leni

Dik Gestha menderita nephrotic syndroms


NGATWATI BINTI SARBAN (35 Tahun, Tumor Otak). Alamat : Desa Sumber 03/02 Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ibu Ngatwati menderita sakit Tumor semenjak 2 tahun yang lalu. Mulanya Ibu Ngatwati menderita TBC dan sudah menjalani pengobatan rutin selama 6 bulan. Ibu Ngatwati dinyatakan sembuh dan bebas dari TBC, namun selang 6 bulan berjalan Ibu Ngatwati mengalami muntah-muntah dan sakit kepala yang berkepanjangan. Setelah diperiksakan kembali, ternyata Ibu Ngatwati mengidap penyakit Tumor Otak dan tak lama setelah itu Ibu Ngatwati menjalani operasi untuk mengangkat tumor yang ada di otaknya di RSUP Dr.Kariadi Semarang. Saat ini Ibu Ngatwati masih menjalani masa pengobatan secara rutin yaitu program sinar. Meskipun menggunakan BPJS Ibu Ngatwati dan Bp. Munthosir (Suami Ibu Ngatwati) merasa kesulitan dalam hal biaya. Bp Munthosir (36 Tahun) yang bekerja sebagai petani dan mempunyai pendapatan yang tidak menentu merasa kesulitan selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang terkait biaya akomodasi dan penginapan selama program pengobatan berlansung. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga ini dan bisa meringankan beban Ibu Ngatwati dan Bp Munthosir dengan memberikan bantuan untuk biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. Saat ini kondisi Ibu Ngatwati sudah semakin membaik, dan lebih terlihat segar dibanding dengan pertama kali saat bertemu dengan beliau.

Jumlah Santunan : Rp 542.000,-
Tanggal : 23 April 2018
Kurir : @indrades Leni

Ibu Ngatwati mengidap penyakit tumor otak


ANANDA PUTRA AGENG MAULANA (3,2 Tahun, Tonsilitis Kronik). Alamat : Jl.Sendangcoyo RT.03/02 Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ananda Putra Ageng Maulana atau lebih akrab disapa Dik Anan mengalami sakit sejak usianya 6 bulan, saat itu Dik Anan mulai berlatih untuk makan namun ia tidak bisa makan makanan yang bertekstur. Ia hanya bisa makan makanan yang bertekstur cair seperti susu dan air putih. Ketika ia belajar untuk makan makanan yang bertekstur, ia selalu tersedak. Selain itu Dik Anan juga sering mengalami demam dan sering keluar masuk Rumah Sakit Daerah Rembang dari usia 6 bulan sampai saat ini. Dokter membuat rujukan agar Dik Anan berobat di RSUP Dr.Kariadi dan setelah dilakukan pemeriksaaan di RSUP Dr.Kariadi ternyata ada pembesaran limfe yang mendesak tonsil hingga menutupi saluran makan dan pernafasan Dik Anan. Orang tua Dik Anan yaitu Bp.Siswoto (39 tahun) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Ibu Kundayani (28 tahun) yang hanya sebagai Ibu Rumah Tangga mengalami kesulitan untuk biaya akomodasi seperti tempat singgah dan operasional selama di RSUP Dr.Kariadi, karena Dik Anan harus menjalani cek laborat dan operasi beberapa kali. Ibu Kundayani dan Dik Anan pernah tidur di emperan masjid dan kehujanan karena tidak mampu membayar tempat singgah untuk bermalam dan beristirahat ketika melakukan pengobatan di RSUP Dr.Kariadi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan keluarga Dik Anan untuk memberikan bantuan dan keringanan biaya selama Dik Anan melakukan pengobatan di RSUP Dr.Kariadi. Saat ini Dik Anan sudah menjalani khitan yang dianjurkan oleh dokter agar Dik Anan terhindar dari penyakit infeksi saluran kencing yang sempat ia derita dan Dik Anan harus menjalani kemoterapi dikarenakan kelenjar getah beningnya yang kembali aktif.

Jumlah Santunan : Rp.533.600,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Anan menderita tonsilitis kronik


UMIYATUN BINTI ALM.AHMAD URIP (57 Tahun, Darah Tinggi + Tumor Telinga). Alamat : Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ibu Umiyatun sakit sejak Desember 2017, mulanya Ibu Umiyatun merasakan gatal pada telinganya kemudian Ibu Umiyatun menggunakan bulu ayam untuk menghilangkan rasa gatalnya. Namun dari telinga Ibu Umiyatun mengeluarkan darah, kejadian itu tidak terlalu dihiraukan Ibu Umiyatun karena darah tersebut sudah tidak keluar. Setelah beberapa hari telinga Ibu Umiyatun kembali mengeluarkan darah dengan volume yang lebih banyak. Kemudian Ibu Umiyatun memeriksakan keadaannya ke Puskesmas terdekat dan dokter mengindikasi bahwa ada tumor di telinga Ibu Umiyatun serta Hipertensi (darah tinggi) yang juga ia derita. Setelah dari Puskesmas keadaan Ibu Umiyatun tak kunjung membaik dan justru semakin lemah, akhirnya Ibu Umiyatun dibawa ke RSUD SOETRASNO dan di rujuk ke RSUP Dr.Kariadi Semarang. Ibu Umiyatun yang seorang Ibu Rumah Tangga merasa kebingungan untuk biaya selama berobat di Semarang, karena Bp. Warimin (62 tahun) suami Ibu Umiyatun yang bekerja sebagai petani juga sedang sakit dan tidak mempunyai bekal untuk menjalani hidup selama di Semarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Umiyatun dan membantu beliau untuk memberikan tempat singgah dan biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. Bu Umiyatun saat ini akan menjalani program sinar yang akan dilakukan selama 33 kali berturut-turut.

Jumlah Santunan : Rp. 1.536.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Umiyatun menderita darah tinggi + tumor telinga


MOHAMMAD KENZO JAYENDRA (6 Bulan, Pendarahan Otak). Alamat : Desa Sridadi RT.02/02 Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Adik Kenzo terlahir normal dan tidak kekurangan suatu apapun, namun setelah dilakukan pemijatan oleh dukun bayi di daerah rumahnya, Dik Kenzo justru mengalami masalah pada kesehatannya. Ia secara terus menerus menangis dan rewel. Ibu Masudah (27 tahun) dan Bp Agus Hadi Hartono (29 Tahun) merasa cemas karena buah hatinya terus menerus menangis tiap saat dan rewel. Kemudian mereka mambawa Dik Kenzo ke RSU Dr. R. Soetrasno dan pihak rumah sakit memberikan rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah melakukan pemeriksaan ternyata Dik Kenzo mengalami pendarahan pada otaknya, dokter menyarankan operasi dan dilakukan ketika usia Dik Kenzo menginjak 1 bulan. Bp Rudi Hartono (29 Tahun) ayah Dik Kenzo yang dahulu bekerja sebagai buruh serabutan dan sekarang tidak bekerja karena harus menemani Dik Kenzo berobat mengalami kesulitan untuk biaya transportasi, biaya sehari-hari selama berobat di Semarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Dik Kenzo, sehingga bisa membantu biaya transportasi, dan biaya akomodasi sehari-hari Dik Kenzo selama menjalani pengobatan di RSUP Dr.Kariadi Semarang.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 April 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Dik Kenzo mengalami pendarahan pada otak

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 AJIJAH BINTI RAHMIN 750,000
2 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 900,000
3 ELMA NURHAMIDAH 500,000
4 SITI FATIMAH 500,000
5 MUHAMMAD RIFAI 500,000
6 RATRI NOPIDHIAN WIDHI 500,000
7 NUR CHOLIS 500,000
8 MUHAMAD ASWURI 500,000
9 MUDJIATI BINTI MARYO MARNI 500,000
10 WAGINAH BINTI MBODHO 1,000,000
11 ALVARO KINAN PUTRA OKTAVIANO 500,000
12 WAHYU PRIHATIN 1,000,000
13 BONDAN BIN PARTO SURADJI 1,000,000
14 MARINEM BINTI KARTOREDJO 1,500,000
15 INVENTARIS MTSR MADIUN MEI 2018 2,850,000
16 MTSR MADIUN 5,114,652
17 DIANA BUDI RAHAYU 1,000,000
18 MTSR 1 MAGETAN 1,984,000
19 MTSR 2 MAGETAN 3,678,590
20 YAZID ABDULLOH 2,000,000
21 ALM. MESNAN BIN SUROREJO 1,500,000
22 WIDJI ALWIJIANTO 500,000
23 AISAH NUR FADILAH 500,000
24 YUNI PURWANINGSIH 500,000
25 NOVI KURNIASARI 500,000
26 SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN 500,000
27 PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO 500,000
28 AGUS SUYONO 500,000
29 KASMI BINTI SAKERAN 500,000
30 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 500,000
31 DEVI KUMALASARI BINTI SUPRIHANTO 1,000,000
32 RUSWANDI BIN SAMAN EDI SUWARNO 1,000,000
33 ZAENUDIN BIN KHOERUDIN 1,000,000
34 MAKMURI BIN MANYAMA 1,000,000
35 MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 24 DAN VOLUME 25 12,500,000
36 MASJID AL MUKMIN 500,000
37 AGNOV ABID ALKHALIFI 500,000
38 ZULFATUL NGAZAIM 500,000
39 SYAHILLA ANABEL ANMAT 500,000
40 SRI MULYANI 841,200
41 SLAMET GENDARI 1,500,000
42 RUSMINI BINTI SURADI 579,000
43 YULI HIDAYATI 743,000
44 TARONO BIN CARIDI 500,000
45 RASMINI BINTI WISAD 600,000
46 KHANATUN INDRIYANA 500,000
47 SRI WIDIYAWATI 606,000
48 SUMIATI BINTI DARUN 633,500
49 AGESTHA PANDU PRASETYA 1,535,200
50 NGATWATI BINTI SARBAN 542,000
51 ANANDA PUTRA AGENG MAULANA 533,600
52 UMIYATUN BINTI ALM.AHMAD URIP 1,536,000
53 MOHAMMAD KENZO JAYENDRA 500,000
Total 62,426,742

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 62,426,742,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1142 ROMBONGAN

Rp. 61,746,286,570,-