JIHAN FATIN (3, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Jihan adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, lalu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSU Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk untuk melakukan pengobatan rutin ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan yang disertai demam tinggi dan kejang hingga memengaruhi fungsi syaraf mata. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Magelang ke Yogyakarta. Dulu, setiap berobat orangtua Jihan selalu menyewa mobil. Harga sewa mobil dari Magelang-Jogja-Magelang tak bisa terbilang murah bagi keluarga ini. Selain itu mereka juga kesulitan untuk membeli obat dan susu peptamen, susu khusus untuk nutrisi anak penderita atresia bilier. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Jihan menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah, BPJS. Jihan sudah menjalani perawatan rutin di RSUP Dr. Sardjito selama dua tahun lebih. Saat ini Jihan kontrol rutin sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu peptamen junior dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Jihan dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1130.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.583.828,-
Tanggal : 23 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR Jogja

Jihan menderita atresia bilier


HANNA’ASY SYIFA’ NARISKA PUTRI (6, Limfangioma). Alamat : Sindon, RT 106/30, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo, D. I. Yogyakarta. Dek Syifa sejak lahir ada benjolan kecil di leher, saat itu langsung dibawa ke RSUD Wates tetapi dari pemeriksaan dokter tidak ditemukan penyakit. Selang 2 minggu kemudian Dek Syifa periksa ke RSUP Dr. Sardjito. Dari pemeriksaan ini diketahui bahwa Dek Syifa menderita Limfangioma, yaitu tumor jinak yang disebabkan malformasi kongenital sistem limfatik. Dek Syifa pun disarankan untuk menjalani operasi. Tetapi kelainan bawaan ini kemungkinan akan membuatnya menjalani beberapa kali operasi, karena bila tumbuh massa lagi harus dioperasi kembali. Tetapi operasi belum dilakukan, karena orangtua masih mencari jalan alternatif lain. Lama-kelamaan massa di lehernya semakin membesar, dimungkinkan ada infeksi dan sedang dalam penelusuran dokter. Saat usia 6 bulan kondisi dek Syifa menurun lalu dibawa ke IGD RSUD Wates. Saat itu dokter menyatakan Dek Syifa dalam kondisi kritis, lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito dan dirawat selama 1 minggu. Selang 2 hari setelah pulang kondisinya menurun lagi. Hingga usia dua tahun Dek Syifa sudah menjalani 8x rawat inap. Setelah 2 tahun kondisi sudah membaik lalu periksa di RS Panti Rapih ternyata ada infeksi paru-paru dan disarankan untuk operasi juga. Namun dari pihak keluarga menolak karena resiko tinggi, kemudian dik Syifa mencoba berobat alternatif di Bantul untuk melakukan penyinaran sampai bulan Oktober 2017. Bulan berikutnya orangtuanya mencoba berobat ke Klinik Bakti Sejahtera, Salatiga. Kemudian dokter memutuskan untuk menyuntikan obat untuk mematikan sel-sel yang tumbuh di lehernya. Harga sekali suntikan membutuhkan sekitar 17 juta, sementara untuk kontrol sebulan sekali kurang lebih harus mengeluarkan 2 juta. Ayahnya, Rinto Sulistyo (39) dan ibunya, Ika Agustina (36) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Dek Syifa menggunakan BPJS Mandiri. Rinto yang mempunyai warung kecil-kecilan merasa kesulitan ketika waktunya berobat karena di samping untuk berobat Dek Syifa mempunyai dua kakak yang juga masih sekolah. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Mei 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Gilang

Syifa menderita limfangioma


SRI SUYATMI (58, Ca Mammae). Alamat : Selokraman, RT 46/11, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. Bu Sri merasakan ada benjolan pada payudaranya pada bulan Mei 2014. Kemudia beliau periksa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RS Hidayatulloh, Yogyakarta. Setelah diperiksa ke RS Hidayatulloh, dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi pengangkatan bagian kanker/ mastektomi telah dilakukan pada bulan September 2014. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Hidayatullah, Ibu Sri dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP dr. Sardjito. Kemudian, Ibu Sri dijadwalkan melakukan kemoterapi. Jadwal kemoterapi pertama dimulai pada tanggal 24 Desember 2014, lalu kemoterapi dilakukan setiap 3 minggu sekali hingga terjadwal 6x kemoterapi. Suaminya bernama Bapak Suprihatin (67). Bu Sri dan suaminya membuka usaha warung di rumahnya, karena suami Bu Sri sudah tidak mampu bekerja berat akibat sakit diabetes. Bu Sri memiliki dua putra yang masing-masing sudah bekerja, Agung Yulianto (34) dan Fitrian Prihantoro (29). Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Sri Suratmi. Bantuan ini disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi selama di rumah sakit. Keluarga Bu Sri sangat berterimakasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat pada Rombongan 1106. Semoga santunan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Sri, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @rizkyaditya4

Bu Sri menderita ca mammae


ADITYA NAUFAL DARY ABIYU (4, Lumpuh + Gizi Buruk). Alamat : Dsn Sonopakis Lor, RT 1, Kel. Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY. 4 tahun lalu Adit lahir di Rumah Sakit Wirosaban. Ia sempat menjalani rawat inap selama 2 minggu sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Ia juga sempat didiagnosa mengalami gizi buruk oleh dokter. Hal tersebut dikarenakan orang tua Adit memang dari golongan keluarga yang tidak mampu. Jangankan untuk konsumsi sehari-hari, rumah yang ditempati berupa kamar kos kecil dan berdekatan dengan kandang ayam, bahkan bisa dikatakan hampir tidak layak huni. Kamarnya hanya bisa digunakan untuk tidur, sedangkan dapurnya ada di depan kamar. Kemudian sekitar umur 3 tahun, ia sempat rawat inap kembali di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati di Bantul. Namun diagnosanya sekarang pertumbuhannya lambat. Hal ini diakibatkan dari gizi buruk ketika Adit masih bayi. Adit diperbolehkan pulang namun sekarang tetap menjalani kontrol rutin sebulan sekali. Kondisinya sekarang hanya bisa terbaring di kasur. Terkadang jika kaget bisa menimbulkan kejang. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Adit. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu meringankan biaya berobat. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Adit, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @bbbintanggg

Adit mengalami gizi buruk+lumpuh


SHAVA NUR RAHMADHANI (8, CNS). Alamat : Singkar, RT 5/6, Wareng, Wonosari, Gunungkidul, DIY. Sejak kelas 1 SD Shava tiap pulang sekolah merasa pusing. Ibunya, Sulistina awalnya hanya menganggap bahwa itu alasan Shava karena malas belajar. Namun gejala dan keluhan ini sering dialami Shava hingga masuk kelas 2 SD. Kemudian dibawa ke RSUD Wonosari dan opname diagnosa infeksi saluran kencing. Hal ini terjadi berulang hingga 4 kali opname diagnosanya sama. Orang tua Shava merasa aneh dengan diagnosa ini karena selama 4 kali opname tidak ada perkembangan dan meminta rujukan untuk pemeriksaan lanjut. Lalu Shava dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito sejak Desember 2017. Saat rawat inap di rumah sakit badannya kejang-kejang. Diagnosa tim dokter menyatakan bahwa ada gangguan di bagian otak yang disebabkan oleh virus CMV. Sejak saat itu Shava sering rawat inap. Rawat inap selama seminggu lalu diperbolehkan pulang, kemudian kondisinya menurun sehingga opname kembali. Di awal sakit, tangan kaki bibirnya gemetar. Bagian kiri susah digerakkan. Tp sekarang sudah berkurang, tidak separah dulu. Shava juga mengalami pengerutan otak dan diterapi dengan gangsi sudah habis 28 paket. Terapi ini dilakukan saat pertama kali opname di RSUP Dr. Sardjito untuk mengendalikan pengerutan otak yang lebih parah. Berat badan Shava menurun dari 35kg menjadi 33 kg. saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, bibirnya sedang gatal-gatal dan sariawan sehingga menggunakan sonde untuk asupan makan. Ayahnya, Karsiyanto bekerja sebagai tukang batu sementara ibunya bekerja sebagai staf TU di SMP swasta. Entah telah habis berapa pengobatan Shava tidak mampu menghitungnya. Beberapa obat yang termasuk mahal bagi mereka harus mereka tebus sendiri karena tidak ditanggung oleh BPJS yang dimilikinya. Selain obat, biaya kendaraan pulang pergi sewaktu-waktu Shava harus dibawa ke RS yang berjarak 25 km dari rumahnya harus mereka bayarkan pada rental mobil. Entah itu saat kontrol rutin maupun tidak (saat Shava merasakan sakit yang luar biasa). Setiap kali sewa mobil minimal 300 ribu harus mereka keluarkan. Jangka waktu kontrol rutin antara 3 hari atau seminggu sekali itu di luar kejadian yang luar biasa. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu meringankan keluarga Shava. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan untuknya, Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @jemigigi @sunnahku

Shava mengalami pengerutan otak pengerutan otak


ANASTASIA FIKI RETNANING (18, Epilepsi Uncontrolled). Alamat : siyono wetan, rt 62/10, Logandeng, Playen, Gunungkidul, DIY. Anastasia atau biasa dipanggil Sasa, terlahir normal. Tetapi di usia 4 bulan saat ia tengah bermain tiba-tiba kejang. Oleh orangtuanya, Sasa segera diperiksakan ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Ia melakukan pengobatan rutin untuk menelesuri sakitnya. Ia pun pernah menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Jogja saat kelas 2 SD. Saat itu kondisinya tidak stabil dan sering mengalami kejang. Setelah kondisinya membaik, ia menjalani kontrol rutin di RSUD setempat. Tetapi dua tahun kemudian Sasa kembali menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Saat ini Sasa masih sering mengalami kejang. Bulan Maret lalu, Sasa kambuh kejang 3x dalam satu bulan. Saat ini emosinya masih labil. Nafsu makannya juga berkurang hingga berat badannya turun menjadi 37 kg. Ayahnya, Sugiyanto (48) bekerja sebagai kernet bis wisata di Klaten. Seminggu sekali ayahnya pulang ke Gunungkidul. Sementara ibunya, Warsih (43) ialah ibu rumah tangga dan membuka usaha warung kelontong di rumahnya. Selama pengobatan ini Sasa memanfaatkan fasilitas BPJS Mandiri. Setiap satu bulan sekali ia menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito didampingi ibunya dengan naik bus. Bantuan ini disampaikan untuk membantu biaya operasional selama pengobatannya. Sasa dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Sasa, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Mei 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku

Sasa menderita epilepsi uncontrolled


SRI SUDARWIYANTI (49, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Rotowijayan, RT 43/12, Desa Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kodya Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak setahun yang lalu Ibu Sri Sudarwiyanti menderita sakit kanker payudara sebelah kiri. Bulan Juli 2014, Ibu Sri menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di RSUD Jogja. Kemudian Ibu Sri dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta untuk menjalani tindakan pemeriksaan lebih lanjut. Sekitar April 2017, Ibu Sri mulai menjalani kemoterapi, yang dijadwalkan 6x kemoterapi. Selama pengobatan ini, Ibu Sri sangat terbantu dengan memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas III. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Ibu Sri kembali. Ibu Sri, ialah seorang juru masak, sekaligus ibu dari seorang anak. Ibu Sri selalu bersemangat menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Tetapi takdir Allah berkehendak lain. Beberapa waktu lalu, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka dari keluarga Ibu Sri. Santunan duka amanah sedekaholics ini diberikan kepada keluarga untuk membantu meringankan proses pengurusan jenazah. Keluarga Ibu Sri sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas kebaikannya selama ini. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terlapor pada Rombongan 1108.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @rizkyaditya4

Ibu Sri Sudarwiyanti menderita sakit kanker payudara sebelah kiri


SURATMAN BIN ALM SAGIYAN (43, Tumor Leher). Alamat : Gunungdowo, RT 2/4, Giring, Paliyan, Gunungkidul, DIY. Pada bulan September 2017 lalu Pak Suratman merasakan lehernya terasa kaku dan panas. Ia pun segera memeriksakan diri ke puskesmas. Setelah menjalani rawat jalan selama 6 hari, ia tidak merasakan perubahan yang signifikan. Kemudian ia dirujuk ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Saat itu dokter yang memeriksa memberikan rujukan kembali untuk penanganan lebih lanjut ke RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Dari pemeriksaan yang dilakukan diketahui Pak Suratman menderita tumor leher. Saat ini Pak Suratman masih menjalani kontrol rutin dan pengobatan rawat jalan. Pak Suratman tinggal bersama mertua dan istrinya, Ngadilah (39). Semula, Pak Suratman yang menjadi tumpuan keluarga, tetapi sejak sakit, Bu Ngadilah bekerja sebagai buruh tani untuk memutar perekonomian keluarga. Alhamdulillah selama pengobatan ini Pak Suratman terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS PBI, tetapi biaya akomodasi dan transportasi selama di rumah sakit masih menjadi kendala. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Pak Suratman sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Suratman, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Mei 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Tubiyanto

Pak Suratman menderita tumor leher


SUMARYATI BINTI ALM DARMAN (55, benjolan di Leher). Alamat : Gatak, RT 1/7, Gari, Wonosari, Gunungkidul, DIY. Bulan April lalu Ibu Sumaryati merasakan lehernya terasa berat dan panas. Ia juga kesulitan berbicara. Oleh keluarganya, Ibu Sumaryati diperiksakan ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Wonosari, Gunungkidul untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan dokter, Ibu Sumaryati dirujuk kembali ke RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Pemeriksaan dokter pun dilakukan hingga dokter menyarankan benjolan di lehernya harus dilakukan tindakan operasi. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, Ibu Sumaryati masih menunggu jadwal operasi. Ibu Sumaryati juga masih menjalani kontrol rutin dan pengobatan rawat jalan. Suaminya, Rubino (60), bekerja sebagai buruh tani. Selain itu Pak Rubino juga merawat sang istri. Pak Rubino sangat bersyukur selama pengobatan istrinya dapat menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS PBI. Tetapi biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit masih cukup menjadi kendala baginya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan kepada keluarga Ibu Sumaryati. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Ibu Sumaryati dan keluarga sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Sumaryati, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Mei 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Tubiyanto

Ibu Sumaryati mengalami benjolan di Leher


TUMIYEM BINTI ALM SODIKROMO (67, Kanker Payudara). Alamat : Kangkung A, RT 2/6, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul, DIY. Bulan Maret 2018 lalu, Ibu Tumiyem mengeluhkan sakit di payudara sebelah kiri. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ada benjolan di payudaranya, dan disarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Operasi pengangkatan benjolan tersebut sudah dilakukan di RS Pelita Husada, Semanu, Gunungkidul. Dari pemeriksaan lanjutan Ibu Tumiyem didiagnosa menderita kanker ganas, lalu dirujuk ke RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Kemudian Ibu Tumiyem menjalani operasi lanjutan. Ibu Tumiyem tinggal sebatang kara di rumahnya yang sederhana. Selama pengobatan ini ia memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan KIS dari pemerintah. Selain itu juga mendapat bantuan dari tetangga. Bulan April lalu, Ibu Tumiyem menjalani kemoterapi pertama kali di RSPAU dr. Hardjolukito. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Ibu Tumiyem. Amanah dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan Ibu Tumiyem. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Tumiyem, Aamiin. Ibu Tumiyem sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Mei 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Tri

Ibu Tumiyem didiagnosa menderita kanker payudara


FAHRI AKBAR NURFIANTO (4, Jantung Bocor). Alamat : Dukuh Kadibeso, Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. Dik Fahri lahir secara normal, tumbuh-kembangnya pun sama seperti anak-anak pada umumnya. Tetapi di usia 1 tahun, berat badan Dik Fahri tidak bertambah. Orangtuanya, Kirwanto dan Evi Rahayu, segera memeriksakan ke RSUD Bantul. Dik Fahri didiagnosa menderita jantung bocor dan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan tersebut, tim dokter merujuk Dik Fahri untuk melakukan tindakan operasi ke RS Harapan Kita, Jakarta. Alhamdulillah operasinya sudah dilakukan, tetapi Dik Fahri tetap menjalani kontrol rutin ke Jakarta. Biasanya mereka menumpang bus Jogja-Jakarta, bermalam di perjalanan, lalu kontrol keesokan paginya dan langsung menuju Jogja kembali. Ayahnya ialah karyawan bengkel dengan penghasilan seadanya. Sementara, ibunya ialah ibu rumah tangga yang juga mengasuh Dik Fahri dan kakaknya yang masih duduk di sekolah dasar. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim kembali, Fahri dan orangtuanya sedang bersiap berangkat ke Jakarta. Pasalnya, ia akan menjalani kontrol rutin dan penjadwalan operasi selanjutnya. Alhamdulillah, Fahri terlihat lebih ceria dan tidak mengeluh kesakitan seperti sebelum-sebelumnya. Selama pengobatan ini, Dik Fahri menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS. Bantuan ini disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi pengobatan ke Jakarta. Keluarga Dik Fahri sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Dik Fahri segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Santunan sebelumnya terlapor pada Rombongan 1071.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @anjezmou

Fahri didiagnosa menderita jantung bocor


NUR ROFIQOH (26, Suspect Leukemia). Alamat : Bedukan, RT 3, Pleret, Bantul, DIY. Awalnya Rofiqoh merasa sering kesemutan dan mudah lelah. Sejak duduk di bangku SMP, ia selalu mendapat dispensasi dari guru olahraga karena kondisinya tidak mampu untuk aktivitas berat. Tetapi saat itu penelusuran sakitnya belum dimulai. Lama-kelamaan, ia kesulitan berjalan. Semisal duduk agak lama, ia sudah merasa sangat lelah. Ia pun pernah periksa ke RS Nur Hidayah, Bantul dan sempat menjalani rawat inap untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian dokter merujuknya untuk pengobatan ke RSPAU dr. Hardjolukito. Saat ini Rofiqoh masih menjalani penelusuran penyakitnya. Ia dijadwalkan kontrol rutin setiap 10 hari sekali. Ibunya, Daimah (54), selain berjualan di pasar juga membuka warung kelontong di rumahnya. Sejak suaminya meninggal, ia harus mencari penghasilan sendiri, belum lagi untuk biaya transportasi pengobatan sang putri. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Rofiqoh dapat memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS PBI. Hanya saja biaya hidup dan biaya yang tidak tercover BPJS masih menjadi kendala bagi keluarga ini. Santunan dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk mmbantu meringankan beban keluarga ini. Rofiqoh dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Rofiqoh segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @anjezmou

Bu Nur menderita suspect leukemia


DWI NOVIATU (27, PostOperasi Caesar). Alamat : Ngawu, RT 2/1, Ngawu, Playen, Gunungkidul, DIY. Ibu Noviatu baru saja melahirkan dengan cara operasi Caesar. Saat melakukan kontrol rutin ke dokter, diketahui ada infeksi pada bekas operasinya. Dari bekas jahitan tersebut keluar cairan berbau. Kemudian suaminya, Widodo (29) membawanya periksa ke rumah sakit. Saat itu Ibu Noviatu langsung menjalani rawat inap untuk perawatan luka dan infeksi di RS PKU Muhammadiyah Wonosari, Gunungkidul. Bapak Widodo ialah seorang karyawan swasta. Pasangan muda ini sekarang masih tinggal bersama orangtuanya. Sementara, untuk biaya operasi Caesar Bapak Widodo sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, ia menceritakan kebingungannya untuk biaya perawatan bekas operasi sang istri. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban Bapak Widodo dan keluarga. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Noviatu. Keluarga Bapak Widodo sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Sajdah

Dwi mengalami infeksi pada bekas operasi cesar


SUPARDI BIN PARIDIN (37, Lepra). Alamat: Depok, RT 45/23, Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo, D.I Yogyakarta. Mas Supardi merupakan tulang punggung keluarga, yang bekerja di salah satu toko kayu di Jogja. Pada tahun 2012 Mas Supardi mengalami sakit di persendian. Badannya pegal- pegal dan rambut alis rontok. Kemudian Mas Supardi periksa ke RS PKU Muhammadiyah Jogja lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Setelah dilakukan pemeriksaan cek laboratorium lebih lanjut, Mas Supardi dinyatakan oleh dokter menderita sakit lepra. Mas Supardi sejak saat itu juga tidak bisa bekerja lagi di toko kayu, mengingat kondisi kesehatannya. Mas Supardi dan keluarga sudah berupaya berbagai macam pengobatan namun juga belum bisa sembuh total. Mas Supardi yang sudah tidak bekerja merasa sangat kesulitan untuk biaya operasional pengobatannya yang tidak tercover jaminan kesehatan KIS yang dia miliki. Selain itu, Mas Supardi juga harus menafkahi keluarganya. Saat ini Mas Supardi masih sering kambuh, di seluruh tubuhnya muncul bintik bintik merah. Selain itu juga menderita glaucoma karena efek obat. Setiap dua minggu sekali ia kontrol rutin ke RSUP Dr. Sardjito. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban Mas Supardi. Semoga Mas Supardi segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Mei 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Triyatmoko

Mas Supardi menderita sakit lepra


DALIO BIN JOYO SENTONO (84, Prostat + Hipertensi + Katarak + Bronchitis). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Selama sakit bertahun-tahun ini Pak Dalio sama sekali belum pernah periksa ke dokter. Istri Pak Dalio sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara beberapa bulan lalu putranya pun meninggal dunia. Pak Dalio menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan sudah lebih dari tiga tahun terakhir. Pak Dalio pun telah menjalani berbagai pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito. Sekitar dua tahun lalu, ia menjalani operasi prostat. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Sementara saat ini untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Akhir Juli 2017 lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Setelah periksa ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio menderita katarak. Awal bulan Agustus 2017 Pak Dalio menjalani operasi katarak mata kanannya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Pak Dalio bisa melihat dengan jelas kembali. Selama pengobatan ini Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Sejak diketahui menderita bronchitis, kondisi kesehatan Pak Dalio sering menurun. Ia sempat opname di RS Nur Hidayah, Bantul lalu diperbolehkan pulang. Belum ada satu bulan, kondisinya menurun kembali dan rawat inap RSUD Wonosari. Semakin hari kondisinya Pak Dalio semakin tidak stabil. Nafsunya makannya juga berkurang. Hingga tanggal 4 Mei 2018 Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka. Selain bertakziah, amanah sedekaholics juga disampaikan untuk membantu pengurusan jenazah. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1135. Semoga amal kebaikan Pak Dalio diterima Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku

Pak Dalio menderita prostat + hipertensi + katarak + bronchitis


DANI FAJAR IRAWAN BIN SUMINTO (11, Suspek Nefrotik Syndrom). Alamat : Dusun Barengan, RT 9/4, Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa tengah. Berawal dari demam tinggi dik Dani kemudian diperiksakan ke puskeamas terdekat dan diagnosis demam biasa. Setelah diberi obat demam dalam satu minggu demamnya tidak kunjung reda justru demam semakin tinggi, disertai badan membengkak, perut perih, kepala pusing dan perut kembung. Kemudian orang tua dik Dani kembali memeriksakan putranya ke puskesmas. Kemudian diagnosis dokter kedua mengatakan dik Dani mengalami alergi makanan, dan diberi obat jalan. Setelah beberapa hari tidak kunjung ada perubahan, dan kembali dibawa ke Puskesmas dengan diagnosa yang sama. Orang tua dik Dani masih berharap putranya akan membaik dan masih menunggu selama 2 hari yang ternyata tidak ada perubahan. Kondisi dik Dani semakin memburuk, hingga orang tua dik Dani berinisiatif memeriksakan ke RSUD Bagas Waras Klaten. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyebutkan dik Dani menderita penyakit Suspek Nefrotik Syndrom atau kelainan ginjal, dan Hipertensi. Setelah dirawat di rumah sakit, alhamdulillah kondisi dik Dani berangsur membaik. Saat ini dik Dani masih harus melakukan kontrol rutin dua minggu sekali hingga kondisinya kembali pulih. Semenjak putranya sakit orang tua dik Dani menanggalkan pekerjaannya sebagai buruh di sebuah warung. Keluarga ini pun mengaku mengalami kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjemput kesembuhan putranya. Alhamdulillah Allah mempertemukan keluarga dik Dani dengan Kurir Sedekah Rombongan. Amanah dari sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya akomodasi selama kontrol rutin. Kita berharap kesembuhan untuk dik Dani sehingga dik Dani dapat kembali sekolah serta mencapai cita citanya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 16 Mei 2018
Kurir : @Kissherry @RofiqSILVER @atinlelyas @Putrisri_huny @dwiahel @SunandarEko

Dani menderita penyakit suspek nefrotik syndrom


MARYANTO BIN SULINO (41, Ulkus Kronis). Alamat : Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan. Awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa, tetapi sudah diberi salep tetap tidak sembuh. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi, belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pihak keluarga memutuskan menjual tanah untuk bekal biaya pengobatan. Lima bulan kemudian, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Alhamdulillah, saat ini Pak Maryanto mendapat perawatan medis dan menjalani jadwal kemoterapi. Pak Maryanto juga menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setiap kontrol rutin Pak Maryanto selalu mandiri, karena istrinya, Wiyarni (31) bekerja sebagai petani sekaligus mengurus dua putra yang masih SD dan balita. Alhamdulillah, selama pengobatan ini, Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Amanah sedekaholics ini dipergunakan untuk biaya pembelian obat untuk perawatan luka. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1135. Mari kita doakan semoga Pak Maryanto lekas mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 532.000,-
Tanggal : 14 Mei 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Pak Maryanto menderita ulkus kronis


MARYANTO BIN SULINO (41, Ulkus Kronis). Alamat : Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan. Awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa, tetapi sudah diberi salep tetap tidak sembuh. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi, belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pihak keluarga memutuskan menjual tanah untuk bekal biaya pengobatan. Lima bulan kemudian, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Alhamdulillah, saat ini Pak Maryanto mendapat perawatan medis dan menjalani jadwal kemoterapi. Pak Maryanto juga menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setiap kontrol rutin Pak Maryanto selalu mandiri, karena istrinya, Wiyarni (31) bekerja sebagai petani sekaligus mengurus dua putra yang masih SD dan balita. Alhamdulillah, selama pengobatan ini, Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Amanah sedekaholics ini dipergunakan untuk biaya pembelian obat untuk perawatan luka. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1135. Mari kita doakan semoga Pak Maryanto lekas mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 827.100,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Pak Maryanto menderita ulkus kronis


SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO (46, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Sawah Lor, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Sudah dua tahun Bu Suprapti menderita kanker payudara. Awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Bu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Yogyakarta. Oleh dokter dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito dan disarankan untuk menjalani kemoterapi. Jadwal kemoterapinya sudah selesai. Bu Suprapti pun sudah menjalani operasi mastektomi (pengangkatan payudara) sebelah kanan di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Suaminya, Bapak Yanto, bekerja sebagai pekebun, sementara ia sendiri, dulu, bekerja sebagai pedagang makanan. Hasil kerja dan usaha mereka cukup digunakan untuk membiayai hidup sehari-hari. Bu Suprapti kemudian menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja dan segera melanjutkan proses pengobatannya. Selama pengobatan Bu Suprapti menggunakan fasilitas BPJS Mandiri Kelas III. Saat ini kondisi kesehatannya semakin membaik. Bu Suprapti dijadwalkan 30x sinar di RS Moewardi Solo. Alhamdulillah, pengobatan di Solo sudah selesai. Bu Suprapti kembali kontrol rutin di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Dari pantauan kondisi kesehatannya, kanker yang ia derita bermetastase ke tulang. Saat ini Bu Suprapti beraktivitas di kursi roda. Meski begitu ia dan suami tetap bersemangat berobat. Bantuan ini digunakan untuk biaya pemeriksaan rutin, pembelian obat yang tidak tercover, dan pembelian susu suplemen. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 1130. Semoga Bu Suprapti segera memeroleh kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 537.700,-
Tanggal : 12 Mei 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu Suprapti menderita kanker payudara


JEMINEM BINTI KARSO PAWIRO (59, Patah Tulang Kedua kaki). Alamat : Gedangan, RT 46/23, Sentolo, Sentolo, Kulon Progo, D. I. Yogyakarta. Ibu Jeminem merupakan janda dan mempunyai 3 orang anak. Beberapa tahun yang lalu Ibu Jeminem tertabrak sepeda motor sehingga mengakibatkan luka yang cukup parah di kedua kaki. Kemudian Ibu Jeminem diperiksakan ke RS PKU Muhammadiyah Jogja. Saat itu dilakukan tindakan operasi pemasangan pen. 3 bulan kemudian dilakukan operasi cangkok kulit di kaki Ibu Jeminem. Setelah dua tahun kemudian dilakukan pelepasan pen di kaki kiri. Karena operasi cangkok kulitnya belum berhasil, saat ini terjadi infeksi dan mengeluarkan nanah di luka pada kaki kiri. Sementara pen di kaki kanannya belum dilepas. Ibu Jeminem saat ini harus minum obat penghilang rasa nyeri. Ibu Jeminem mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja karena kaki Ibu Jeminem belum bisa sembuh untuk kembali beraktivitas, sementara ia adalah satu-satunya tulang punggung keluarga. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Ibu Jeminem memiliki jaminan kesehatan KIS. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini digunakan untuk membantu biaya hidup dan biaya pembelian obat yang tidak ditanggung BPJS. Semoga Ibu Jeminem segera sembuh sehingga dapat beraktivitas seperti biasa, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Mei 2018
Kurir : @Kissherry Endro @atinlelyas Gilang

Bu Jeminem menderita patah tulang kedua kaki


MAWADAH WAROHMAH (42, Stroke). Alamat : Kasihan II, RT 7/23, Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo, DIY. Pada suatu sore sehabis pulang dari bekerja Ibu Mawaddah merasa kesemutan, lama tidak kunjung berubah membaik lalu ia berbaring/tidur. Selepas itu justru separuh badannya tidak bisa digerakkan sampai sekarang. Oleh keluarganya segera dipanggilakan tenaga perawat/bidan terdekat. Karena tidak ada perubahan kondisi, maka keluarga segera memanggil dokter terdekat. Setelah menjalani perawatan ini, kondisi Ibu Mawadah juga tidak berubah. Hingga kini kondisi Ibu Mawaddah masih tidak bisa bicara, tangan dan kaki tidak bisa digerakan sebelah. Karena keterbatasan biaya, sementara suaminya, Imam Maliki (53) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tak seberapa. Akhirnya mereka hanya pasrah saja, hendak periksa ke rumah sakit tapi tidak ada biaya. Ibu Mawadah sebelumnya tinggal di Jawa Timur. Saat ini ia menumpang di rumah kakak iparnya. Sebelum sakit, Ibu Mawadah bekerja sebai buruh laundry. Semakin hari, keluarga semakin prihatin dengan kondisi Ibu Mawadah. Dengan berbekal dana seadanya, Ibu Mawadah pun diperiksakan ke RSUD Wates, Kulon Progo. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa ct-scan dan tindakan operasi. Tetapi karena keterbatasan dana, sementara jaminan kesehatan pun tak punya, keluarga Ibu Mawadah memutuskan untuk kontrol rutin setiap 2 minggu sekali. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan Ibu Mawadah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Mei 2018
Kurir : @Kissherry Endro @atinlelyas Triyatmoko Jatmiko

Bu Mawadah menderita stroke


WIJIATI BINTI KASIRAN (36, Kista). Alamat : Gambiran UH V/143, RT 34/9, Umbulharjo, Pandean, Yogyakarta, DIY. Sejak sepuluh tahun lalu Ibu Wijiati dideteksi ada infeksi kandungan Ibu Wijiati. Tetapi saat itu, ia tidak mengeluh sakit. Di awal pengobatan, ia menjalani terapi obat antibiotic, tetapi tidak dilanjutkan kembali. Oktober 2016, Ibu Wijiati periksa ke dokter, karena siklus menstruasinya tidak teratur. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut diketahui Ibu Wijiati menderita kista. Selama pengobatan ini Ibu Wijiati memanfaatkan fasilitas BPJS Mandiri, tetapi ada obat khusus yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan. Suaminya, Bayu Eko Saputro (39) bekerja sebagai tukang parkir. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, Pak Bayu bercerita ingin terus mengusahakan kesembuhan sang istri tetapi apa daya, penghasilannya kadang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Rencananya, Ibu Wijiati akan menjalani pemeriksaan ulang setelah berhenti berobat selama 1 tahun. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini semoga bisa meringankan beban keluarga ini. Pak Bayu dan keluarga sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Wijiati, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Ibu Wijiati dideteksi ada infeksi kandungan


RAFKA ADRIAN PUTRA (2, Bronkopnemonia). Alamat : Gambiran UH V/143, RT 34/9, Umbulharjo, Pandean, Yogyakarta, DIY. Sejak umur dua bulan Rafka diketahui menderita bronkopnemonia yaitu peradangan dinding bronkiolus yang disebabkan oleh infeksi. Saat itu ia diperiksakan ke puskesmas lalu dirujuk ke RS Pratama dan sempat menjalani rawat inap. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata leukositnya tinggi dan terdapat infeksi paru-paru. Kemudian ia dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah. Ia juga sempat dirawat inap disana untuk perbaikan kondisi. Alhamdulillah, infeksi pada paru-parunya sudah sembuh, tetapi fleknya belum. Saat ini ia sering batuk, pilek, demam yang tidak kunjung sembuh. Kadang, ia batuk-batuk sampai muntah. Ayahnya, Bayu Eko Saputro (39) bekerja sebagai tukang parkir, sementara ibunya, Wijiati (36) ialah ibu rumah tangga. Sekarang ini Rafka belum berobat kembali. Dulu, pengobatannya memakai Jamkesda, tetapi saat ini belum mengurus pendaftaran BPJS. Selain itu, biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit terasa sangat mahal bagi kedua orangtua ini. Bila dipaksa naik motor dengan jarak ke rumah sakit yang juga cukup jauh, mereka mengkhawatirkan kondisi Rafka. Saat ini muncul semacam kelenjar di lehernya. Ia pun sering berkeringat walaupun cuaca dingin. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan Rafka. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Rafka, Aamiin. Orangtua Rafka sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1130.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Rafka diketahui menderita bronkopnemonia


PURWANTO BIN AHMAD ZAENI (45, Gagal Ginjal + TBC). Alamat : Botorawi, RT 1, Trimulyo, Jetis, Bantul, DIY. Sejak bulan Desember lalu Bapak Purwanto merasakan gejala sakit. Setelah diperiksakan, ia didiagnosa menderita gagal ginjal. Pak Purwanto sejak bulan Januari 2018 harus menjalani haemodialisa (cuci darah) setiap dua kali seminggu di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Selain itu, Pak Purwanto juga pernah menderita tuberculosis. Alhamdulillah, saat ini sudah dinyatakan TBC negatif. Sebelumnya, Pak Purwanto bekerja sebagai tukang batu, tetapi saat ini ia hanya bisa terbaring di rumah. Pak purwanto sudah kesulitan beraktivitas, bahkan untuk beranjak dari tempat tidur. Punggungnya sudah mengikis tulang dan disiasati dengan mengenakan korset. Selama pengobatan ini, Pak Purwanto memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan KIS dari pemerintah. Tetapi ada obat untuk ginjal yang tidak ditanggung, pun belum bisa ditebus. Selain itu, jarak rumah ke rumah sakit juga cukup jauh, sehingga harus menyewa mobil setiap ke ruamh sakit. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, amanah dari sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Pak Purwanto dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Purwanto, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Pak Purwanto menderita gagal ginjal


DEWI RACHMAWATI (32, Sesak Nafas + Melahirkan Prematur). Alamat : Dusun Ringinsari, RT 1/4, Desa Kiringan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan Oktober 2017 lalu, Ibu Dewi biasa ia disapa sedang mengandung anak kedua, akan tetapi sejak awal kehamilan sudah mengalami kaki bengkak dan juga sesak nafas. Tujuh bulan berjalan sudah sering berobat hingga dirawat di rumah sakit. Dokter tidak bisa melakukan rongten karena kondisi Ibu Dewi sedang hamil. Lama-kelamaan sesak nafasnya kian mengganggu hingga posisi tidur selama ini setengah duduk atau duduk, tidak telentang. Kondisi terburuk yang dialami adalah ketika harus dirawat di ICU selama 8 hari, sementara bayi masih dalam kandungan. Atas kuasa Allah SWT dan dengan bantuan doa dari sanak keluarga dan tetangga, putri Ibu Dewi lahir normal dengan kondisi BBG, dan organ dalam belum terlalu sempurna. Bayi perempuan ini memiliki BB 1004 gram dan sampai sekarang masih di NICU RS. Dr.Suradji, Klaten. Bayi Ibu Dewi membutuhkan tranfusi darah dan juga donor ASI mengingat kondisi ibunya belum pulih. Suami Ibu Dewi bekerja sebagai tukang sayur keliling sebelumnya dan terpaksa berhenti lebih dulu ketika sang istri sakit dan harus mencari donor ASI dan pendonor darah untuk bayi Dinda. Semenjak Ibu Dewi dirawat tidak ada yang menopang kebutuhan biaya sehari hari. Untuk biaya pengobatan hanya mengandalkan fasilitas BPJS, sehingga saat ini untuk biaya sehari hari bergantung pada pemberian orang tua. Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan hingga bisa menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga Ibu Dewi dan Bayi Dinda segera sehat dan pulih kembali, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 27 Mei 2018
Kurir: @kisshery @rofiqSILVER @atinlelyas @putrisri_huny @anikpriyanti6 @Yudijamur

Bu Dewi menderita sesak nafas + melahirkan prematur


MUHAMMAD FIRZAN (1, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Tegalurung, RT 3, Kelurahan Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Muhammad Firzan adalah pasien balita yang mengalami penyakit yang umumnya diderita oleh orang dewasa yaitu penyakit ginjal bocor atau SNK (Syndrom Nefrotik Kongintal). Penyakit yang diderita Dik Firzan ini termasuk penyakit bawaan sejak lahir, tetapi penyakit ini diketahui diderita Dik Firzan setelah usianya dua bulan. Organ ginjal Dik Firzan mengalami kelainan dan tidak mampu membuang racun dalam tubuhnya. Selain itu, diketahui juga Dik Firzan menderita penyakit komplikasi. Kondisi ginjalnya terus mengalami penurunan, saat ini menjadi stadium 4. Setiap hari, Dik Firzan harus meminum obat 27 butir VIP Albumin. Ia meminum obat setiap 3x sehari, sekali meminum 9 butir. 1 botol obat ini berisi 30 butir senilai Rp 220.000. Selain itu, Dik Firzan juga mengonsumsi obat lain yang tidak dicover oleh BPJS. Rata-rata orangtua Dik Firzan harus mengeluarkan Rp 240.000/hari. Ayahnya Ook Hafila (36) bekerja sebagai buruh di pabrik dan ibunya Rahmini Indarsih (35) ialah ibu rumah tangga sekaligus merawat sang putra. Penghasilan keluarga yang tidak menentu, hanya bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Amanah sedekaholics ini digunakan untuk membantu pembelian obat Dik Firzan. Santunan sebelumnya untuk Dik Firzan terdapat dalam pelaporan di Rombongan 1130. Semoga bantuan sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Firzan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Firza menderita penyakit ginjal bocor atau SNK


MUHAMMAD WREKODARA PUTRAPERRO (1, Infeksi Paru-Paru). Alamat : Dsn. Krobokan, RT 2, Kel. Tamanan, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul, DIY. Awal April 2018 lalu Dik Wrekodara sakit batuk-pilek kurang lebih selama seminggu. Oleh orangtuanya, bayi yang baru berumur 2 bulan segera diperiksakan ke klinik dokter. Tetapi sampai obat yang diberikan habis, belum ada tanda-tanda kesembuhan. Kemudian ia dibawa ke RS Hidayatullah, Yogyakarta, lalu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP Dr. Sardjito. Ia pun menjalani rawat inap selama lima hari untuk pemeriksaan lebih detil sekaligus perbaikan kondisi. Saat itu, keluarga ini masih dalam proses pengurusan administrasi pendaftaran BPJS. Ayahnya, Rohani (37) bekerja di bengkel cat mobil, sementara ibunya Peny Prenggawati (29) bekerja sebagai sales minuman. Karena harus menunggu buah hati di rumah sakit keduanya memutuskan untuk berhenti bekerja terlebih dahulu. Biaya pengobatan dan akomodasi di rumah sakit diperoleh dari uang hasil menjual motor. Tetapi lama-kelamaan uang itu pun menipis, terlebih biaya hidup sehari-hari di rumah sakit tak bisa dibilang murah. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Wrekodara, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Dik Wrekodara menderita infeksi paru-paru


BOIMIN HADIMINOTO (57, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Kemusuk Kidul, RT 5/7, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya pak Boimin mengeluh pusing, sakit kepala, dan asam urat. Setelah itu ia juga merasakan perutnya mual dan muntah akibat asam lambung naik. Oleh keluarganya, Pak Boimin diperiksakan ke puskesmas terdekat. Kemudian Pak Boimin dirujuk untuk pengobatan lebih lanjut ke RSA UGM, Sleman. Dokter mendiagnosa Pak Boimin menderita gagal ginjal atau Chronic Kidney Disease (CKD). Dengan keadaan ini Pak Boimin diharuskan cuci darah dua kali seminggu. Pak Boimin tinggal bersama istrinya, Sugiyah (53) dan dua orang anak. Selama pengobatan ini, Pak Boimin menggunakan kartu jaminan kesehatan Jamkesda. Karena sangat rutin berobat, batas pemakaian Jamkesda berakhir dan berganti Jamkesos. Sehari-hari, Bu Sugiyah berjualan jamu di pasar, sementara Pak Boimin turut membantu istrinya sebelum sakit. Saat ini, keluarga ini merasa kesulitan mencari tambahan biaya untuk berobat. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini, kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya operasional dan akomodasi selama Pak Boimin kontrol rutin ke rumah sakit. Santunan ini sudah disampaikan dan terlapor pada Rombongan 1112. Beberapa waktu lalu, Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa rumah Pak Boimin rusak, dan harus segera diperbaiki. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu memperbaiki rumahnya. Pak Boimin sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas @satyaluke

Pak Boimin menderita gagal ginjal


PRI SUGI HARYONO (50, Stroke). Alamat : Samirono, CT VI No 173, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY. Pada bulan Januari 2017 Bapak Sugi jatuh saat berjualan di rumahnya. Setelah jatuh ini Bapak Sugi tidak bisa berjalan selama 3 bulan. Sejak saat itu Bapak Sugi tidak lagi bekerja dan hanya mengandalkan bantuan dari kakaknya. Setahun kemudian, Bapak Sugi terjatuh kembali. Akibatnya, ia tidak bisa berbicara dengan jelas, dan kesulitan untuk berjalan. Saat ini Bapak Sugi hidup sebatangkara. Bapak Sugi memiliki 4 saudara kandung yang semuanya telah berkeluarga. Satu-satunya yang dekat dengan rumahnya, Mbak Sri, selain membantu makan sehari-hari juga mendampingi Bapak Sugi berobat ke rumah sakit. Sementara untuk biaya hidup sehari-hari, Bapak Sugi dibantu oleh kakak yang tinggal di Sulawesi. Selama pengobatan ini, Bapak Sugi menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Tetapi sudah satu bulan ini, Bapak Sugi belum kontrol rutin, karena Mbak Sri belum bisa mengantar, sementara kondisinya tidak memungkinkan Bapak Sugi ke rumah sakit sendirian. Bapak Sugi menyadari, tidak bisa selamanya menggantungkan hidup pada bantuan orang lain. Semangat sembuhnya pun tinggi. Setiap kontrol rutin, Bapak Sugi dan kakaknya menumpang becak. Handphonenya pun dijual untuk menambal biaya hidup. Semoga amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bapak Sugi, Aamiin. Bapak Sugi sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas Heru @anjezmou

Pak Pri menderita stroke


GIYATA BIN AMAT MURYANI (48, Diabetes). Alamat : Bedukan, RT 4, Pleret, Bantul, DIY. Sejak akhir tahun 2015, Pak Giyata merasakan tanda-tanda berbeda dengan tubuhnya. Setelah periksa ke puskesmas ia didiagnosa menderita diabetes. Seiring berjalannya waktu, muncul luka di ibu jari kaki kiri. Saat itu, Pak Giyata disarankan untuk menjalani amputasi, alhamdulillah, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kondisi lukanya membaik sehingga tindakan amputasi tersebut pun diurungkan. Hanya saja sejak awal tahun 2016, ia harus menjalani perawatan luka rutin ke RS Nur Hidayah. Pak Giyata juga pernah rawat inap di rumah sakit karena diare. Selain itu juga pernah operasi bisul di bagian paha dan betis di RS Permata Husada. Saat ini kondisi Pak Giyata mulai membaik, tetapi belum bisa berjalan dengan sempurna. Istrinya, Ngatiningsih (43) bekerja mengasuh anak tetangga. Ia pun mengasuh dua anaknya yang masih kecil. Pak Giyata tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Setiap dua hari sekali ia harus kontrol rutin dan perawatan luka ke rumah sakit. Alhamdulillah mendapat bantuan ambulans dari puskesmas terdekat. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini digunakan untuk membeli verban dan cairan HCl untuk membersihkan luka. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban Pak Giyata sekeluarga juga menjadi jalan kesembuhan untuknya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @anjezmou

Pak Giyata menderita diabetes


SURAJIMAN BIN SURAHMAN (57, Gagal Ginjal). Alamat : Bedukan, RT 4, Pleret, Bantul, DIY. Pak Surajiman menderita gagal ginjal hampir tiga tahun, tepatnya sekitar bulan April 2016. Awalnya ia menduga menderita hipertensi, lalu berobat ke RS Nur Hidayah, Bantul. Setelah 1 tahun menjalani pengobatan rutin, ia didiagnosa gagal ginjal. Sejak itu, dokter menyarankan Pak Surajiman harus menjalani haemodialisa (cuci darah) setiap 2x seminggu, dan telah ditentukan jadwalnya di hari Senin dan Kamis. Saat ini Pak Surajiman sudah kesulitan berjalan dan banyak mengandalkan oksigen. Istrinya, Wasilah (42) menyewa 2 tabung oksigen besar, dengan harga sewa Rp 110.000 per tabungnya. Pak Surajiman memiliki 4 putra, 2 sudah berkeluarga. Kadang, anak-anaknya sedikit membantu perekonomian keluarga meski tak seberapa juga karena mengingat kondisi masing-masing keluarganya. Sehari-hari, Bu Wasilah membuka warung kelontong di rumahnya. Hasilnya lumayan untuk sekadar makan sehari-hari dengan sederhana. Keluarga ini pun bersyukur selama pengobatan dibantu dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah. Hanya saja biaya transportasi dan akomodasi selama perawatan di rumah sakit masih menjadi kendala. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Keluarga Pak Surajiman sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @anjezmou

Pak Surajiman menderita gagal ginjal


EVA ROSA KARUNIA (18, Epilepsi). Alamat : Gampingan, RT 51/1, Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta, DIY. Sekitar empat tahun yang lalu, saat sedang mengikuti acara tirakatan, tiba-tiba Eva kejang lalu pingsan. Hingga saat ini, ia kesulitan menggerakkan anggota tubuh dan sering mengalami kejang. Selain itu ia sering mengeluarkan lendir, lalu kembali tertidur. Orangtuanya menduga gejala-gejala yang dialami Eva mirip dengan gejala epilepsi. Dulu, Eva sempat diperiksakan ke RS PKU Muhammadiyah. Oleh dokter yang memeriksa ia diberi terapi obat jalan. Selama kurang lebih tiga kali menjalani kontrol, Eva disarankan untuk melakukan ct-scan otak, tetapi orangtuanya ketakutan bila biayanya cukup besar. Ayahnya, Sukirman (64) bekerja sebagai loper koran, sementara ibunya, Rusmini (59) ialah ibu rumah tangga. Sebelumnya Kakak Eva juga pernah mengalami kejang mirip dengannya. Alhamdulillah sudah sembuh. Saat ini Eva banyak berbaring di tempat tidur. Sehari-hari ia mengonsumsi bubur dan susu. Ia ingin pergi berobat kembali, tapi ketiadaan biaya dan rasa takut bertemu dokter masih jadi kendala. Amanah sedekaholics ini disampaikan untuk membantu biaya hidup dan biaya pengobatan lanjutan bagi Eva. Semoga Eva segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Eva menderita epilepsi


ANNASYA FELLAH AZZAHRA (1, Hidrosepalus). Alamat : Sunggingan, RT 1/6 , Umbulrejo, Karangmojo, Gunungkidul, DIY. Sakit Dik Annasya mulai terlihat sejak usia 2 bulan. Saat itu ukuran lingkar kepalanya semakin membesar. Setelah menjalani pemeriksaan di Gunungkidul, Dik Annasya dirujuk untuk pengobatan lebih lanjut ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kemudian dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Awalnya, orangtuanya menolak. Tetapi dengan berbagai pertimbangan, pada tanggal 11 Mei 2018 bayi berumur 6 bulan ini pun menjalani operasi. Alhamdulillah selepas operasi kondisi Dik Annasya relative stabil dan membaik. Saat ini ia menjalni kontrol rutin setiap 1 minggu sekali. Ayahnya, Maryanto (27) bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya, Lia Dwi Astuti (20) ialah ibu rumah tangga. Keduanya sangat bersyukur, selama pengobatan ini Dik Annasya mendapat fasilitas jaminan Jamkesos. Hanya saja biaya hidup dan biaya akomodasi selama pengobatan masih menjadi kesulitan bagi mereka. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Annasya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Mei 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @jemigigi @sunnahku Tri

Anna menderita hidrosepalus


AINUSSALKI ATH THORI QOTILLAH (17, Hepatitis B). Alamat : Desa Cabean Kidul, Rt 1/1, Kec. Bulu, Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah. Ainussalki semenjak beranjak remaja sering sakit-sakitan. Jika merasakan kecapaian tetiba badannya demam tinggi. Sehingga siswa SLTA ini sering sekali tidak masuk sekolah. Dia tinggal bersama ibunya Nur Khasanah (40 th) yang hanya guru honorer. Kian hari kondisi Anussalki semakin parah, sehingga pada bulan Agustus dibawa berobat ke RSUD dr R Soetrasno dan dirujuk ke RSUD dr Kariadi Semarang. Ternyata putra tunggal Bu Nur Khasanah ini menderita Hepatitis B, sebelumnya Bu Nur Khasanah juga memiliki penyakit yang sama. Pengobatan harus dilakukan setiap bulannya, beban keluarga ini terdengar oleh kurir Sedekah Rombongan Rembang dan kemudian disurvei serta dilakukan pendataan. Alhamdulillah tim kurir memutuskan untuk diberikan Bantuan dampingan. Semoga saja keluarga diberikan kesehatan dan dapat pulih seperti sediakala untuk melakukan aktivitas dalam ridla Allah Ta’ala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAlfi Maghfirah Farida @JeanseaMaurer

Bu Nur Khasanah menderita Hepatitis B


DEVI INDRA ALDIFA (3, Penurunan Daya Tahan Tubuh). Alamat: Desa Candi Mulyo Dusun Mbelik, RT 2/2, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Devi adalah putri dari ibu Khomariah (alm). Saat ini, Devi dirawat oleh neneknya karena ibunya sudah meninggal satu bulan yang lalu lantaran terserang penyakit penurunan daya tahan tubuh dan ayahnya tidak diketahui keberadaannya, Devi terdeteksi penyakit penurunan Daya Tahan Tubuh sejak satu bulan yang lalu. Pengobatan yang dijalaninya hanya menggunakan obat herbal karena keterbatasan biaya. Beberapa hari terakhir Devi susah makan dan batuk-batuk, hal tersebut membuat neneknya semakin khawatir terhadap kesehatan cucunya (Devi). Meskipun Devi sudah memiliki kartu BPJS, pihak keluarga masih merasa bingung bagaimana langkah untuk penyembuhan Devi,pemenuhan ekonomi sangat minim apalagi jika harus dengan pengobatan rutin. Pihak keluarga sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu kesembuhan Devi. Pada bulan Januari 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Devi. Kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1099.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAlfi Khumaidah @JeanseaMaurer

Deva terserang penyakit penurunan daya tahan tubuh


FATIMAH BINTI ROSID (31, Pembengkakan Jantung Dan Diabetes Mellitus). Alamat : Jl. KS Tubun Gg. Kali, Rt 5/1, Desa Sendang, Kec. Kragan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Istri dari Pak Herno (34 th) ini pada tahun 2015 merasakan sakit di tubuhnya. Dari waktu ke waktu beliau merasakan sakit pembengkakan pada kaki dan tangannya. Namun belum diketahui apa penyakit yang beliau derita. Akhirnya pasien periksa di Puskesmas Kragan, namun karena masih belum bisa diatasi sehingga dirujuk ke RSUD dr R. Soetrasno Rembang. Hasil pemeriksakan dokter RSUD, Bu Fatimah di diagnosa penyakit jantung bengkak dan diabetes mellitus. Pasien merasa kesakitan bagian hulu jantungnya dan terasa lemas seluruh tubuhnya karena penyakit diabetes yang dideritanya. Karena tidak mempunyai biaya untuk akomodasi berobat selanjutnya dan biaya kehidupan sehari hari, maka Bu Fatimah yang menjadi tulang pungung keluarga sebab suaminya tidak bisa bekerja sejak 4 tahun yang lalu, saat suami beliau Pak Herno mengalami kelumpuhan ditubuhnya akibat kecelakaan kerja waktu berkerja sebagai kuli panggul tebu ke truk menjadi kebingungan. Alhamdulillah ada kurir Sedekah Rombongan yang mendengar kesulitan beliau sekeluarga dan dilakukan survey keluarga dan lingkungan. Setelah dilakukan pendataan dan disepakati oleh team kurir, alhamdulillah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAlfi Warji @JeanseaMaurer

Bu Fatimah di diagnosa penyakit jantung bengkak dan diabetes mellitus


FAUZAN BIN MUSTAMIR (32 , Schizophrenia). Alamat : Dukuh Sidomulyo, Rt ¼, Desa Sidomulyo, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Fauzan sudah beberapa tahun terlihat linglung dan mudah marah. Oleh keluarga dekatnya sekitar 7 bulan yang lalu dibantu petugas TKSK sudah pernah mendapatkan penanganan dari RSJ Aminogondo Semarang dan berobat jalan RSUD Dr R Soetrasno Rembang. Tapi 2017 sering membuat keonaran, semakin menjadi tak terkendali dan sering mengamuk tanpa sebab. Hal tersebut tentu saja semakin meresahkan lingkungan dan warga. Sering mengamuk tanpa sebab apa saja barang dilempar sedangkan ibunya sudah sangat sepuh dan tidak bekerja. Maka oleh warga sekitar dihubungkan ke Sedekah Rombongan Rembang yang memang memiliki keahlian penanganan di bidang psychotic atau pasien schizophrenia. Setelah disurvey memang memerlukan penanganan pendampingan dan pendataan menyatakan termasuk dhuafa yang harus dibantu maka team kurir Sedekah Rombongan menyatakan perlu diberikan Bantuan. Alhamdulillah setelah dibantu MTSR ke RSJ Aminogondo Semarang diharapkan tidak meresahkan masyarakat dan nanti bisa sembuh seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAlfi Ahmad Fatoni, Putri RM @jeanseamaurer

Fauzan menderita schizophrenia


HUSSIN MAHMUD (43, Patah Tulang + Mata Buta). Alamat: Desa Narukan, Rt 3/2, Kec. Kragan, Kab. Rembang, Prov. Jawa tengah. Pak Hussin Mahmud biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau bekerja sebagai sopir. Musibah yang dialaminya terjadi satu tahun silam, saat beliau mendapat orderan untuk mengambil box bayi milik tetangganya di daerah Pancur. Saat baru sampai setengah jalan tiba-tiba ada mobil yang menghantam mobil yang dikendarainya, dari kejadian itu, nyawa beliau hampir melayang, seluruh wajahnya rusak, bola matanya hilang satu, wajahnya dioperasi plastik agar bisa membentuk wajah lagi dan kakinya harus di operasi agar tersambung lagi. Beliau adalah tulang punggung keluarga, akan tetapi akibat peristiwa kecelakaan tersebut, beliau tidak dapat lagi bekerja, bahkan untuk terus dapat berobat saja beliau tidak bisa, istrinya Ibu Munsyarifah mencoba mengambil alih tanggung jawab dengan berjualan kue keliling agar bisa bertahan hidup, bahkan salah satu anak Pak Hussin ada yang mengungsi ikut familinya demi meringankan beban. Hingga Sedekah Rombongan mendapat informasi tentang kondisi pak hussin yang sangat butuh untuk dibantu agar bisa tetap berobat. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu pembelian obat oleh Bapak Hussin. Semoga Allah segera mengangkat penyakit beliau sehingga bisa beraktifitas kembali untuk mencari nafkah sebagaimana mestinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAlfi Khumaidah @JeanseaMaurer

Pak Hussin menderita patah tulang + mata buta


NUR KHASANAH (40, Hepatitis B). Alamat : Desa Cabean Kidul, Rt 1/1, Kec. Bulu, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Beliau adalah seorang guru wiyata bakti yang setiap harinya menjadi tulang punggung keluarga. Penyakit amandelnya menjadi ujian tersendiri karena sebagai pendidik. Sehingga setelah periksa di RSUD dr R Sutrasno Rembang diberikan rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang pada bulan Juli 2017. Awal beliau mengetahui bahwa diagnosa dokter menyatakan Bu Nur Khasanah menderita Hepatitis B. Keadaan perekonomian yang sulit sampai tak bisa kontrol rutin di Rumah Sakit, belum lagi untuk kebutuhan sehari-hari. Setiap bulan untuk kontrol di Semarang selalu mengeluarkan biaya 1 juta, digunakan untuk 4 kali pada hari Selasa. Alhamdulillah pada bulan September bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan Rembang. Setelah dilakukan survey dan pendataan akhirnya diputuskan kurir sebagai pasien dampingan. Dengan adanya Bantuan dari Sedekah Rombongan beliau bisa secara rutin kontrol tiap selasa ke Semarang dan kondisinya beliau saat ini bila kecapekan masih menyebabkan ngedrop karena sesak nafas.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAfi Maghfiroh Farida
@JeanseaMaurer

Bu Nur Khasanah menderita Hepatitis B


MU’IDATUL KHUSNA (10, Patah Tulang). Alamat : Ds. Karas, RT. 2/2, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Dek Datul, demikian nama panggilan yang akrab untuk sebutan di kampung halamannya. Beliau adalah anak ke 5 dari pasangan Alm. Bapak Muhlasin dan Ibu Sarmi yang kesehariannya bekerja sebagai buruh pasang payet baju demi memenuhi kebutuhan ke 6 anaknya. Hari itu saat hendak menuju ke pasar Dek Muidatul mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka serius pada kakinya hingga harus dioperasi, hal itu mengakibatkan Ibu Sarmi merasa sedih karena mengingat biaya untuk penyembuhan anaknya yang cukup besar, sedangkan untuk biaya hidup sehari-hari yang hanya pas-pasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Datul, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Dek Datul untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Kurir Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kemudahan Dek Datul dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAfi Khumaidah @JeanseaMaurer

Dek Muidatul mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka serius pada kakinya


MAZIYYAH HASANAH BINTI BASUNI (2 , Microcephalus).Alamat : Desa Pacing, Rt. 6/2, Kec Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Tidak seperti layak masyarakat umum lainnya, kegembiraan pasangan Basuni (35 tahun) dan Maftuhah (28 tahun) terampas setelah sejak lahir putrinya Maziyyah terlihat berbeda dengan bayi-bayi yang lain. Rasa syukur pasti ada, namun manusia mana yang tidak bersedih menyaksikan pertumbuhan putrinya lambat. Pengobatan yang dilakukan sudah pernah ke RSUD Dr R. Soetrasno Rembang dan dirujuk ke RSUP dr Kariadi tapi tidak bisa ke sana lagi karena terkendala biaya transport dan akomodasi. Akhirnya dengan kondisi sosial ekonomi keluarganya yang demikian dik Maziyyah diajukan oleh kurir Sedekah Rombongan dengan survey pada 13 Januari 2018. Kegembiraan dan harapan terlihat kembali pada wajah ceria orangtuanya. Beberapa kali kontrol ke RSUP dr Kariadi, diantar MTSR dan istirahat di RSSR Semarang. Namun, Allah sangat mencintai Maziyyah Hasanah dengan kasih dan sayang-Nya. Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Semoga Allah menempatkan adik Maziyyah disurgaNya dan orangtuanya diberikan kekuatan ketabahan ujian dengan kesabaran. Sedekah Rombongan memberikan Bantuan kematian sebagai tanda ikut berduka cita dan kepedulian, semoga sedekaholic dapat barokah dari amalnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAfi Khumaidah Darsan @JeanseaMaurer

Maziyyah menderita microcephalus


MUHAMMAD KHOIRON (31, Jantung). Alamat : Ds. Kumbo, Rt. 9/5, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Khoiron biasa dipanggil dalam kesehariannya, ia adalah anak dari pasangan Bapak Ahmad dan Ibu Sa’diyah. Dalam kesehariannya beliau bekerja sebagai petani dikampungnya. Namun sejak tahun 2013 Mas Khoiron dioperasi pergantian katub jantung diganti denganlogam. Sejak saat itu beliau tidak bisa lagi mengangkat beban terlalu berat, bahkan bisa dikatakan tidak bisa bekerja berat, tiap bulan harus kontrol ke Karyadi. Jarak semarang dan Rumahnya yanglumayan jauh membuat beliau menjadi kendala. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk biaya akomodasi kontrol. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir Sedekah Rombongan dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAfi Khumaidah @JeanseaMaurer

Mas Khoiron menderita sakit jantung


KHUMAIDAH BINTI NGATMAN (44 , Kanker Payudara). Alamat : Desa Sendangwaru, Rt 2/1, Kec. Kragan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sejak satu tahun yang lalu Bu Khumaidah merasakan sakit pada payudaranya. Awalnya ada benjolan terasa di payudara beliau, akhirnya karena khawatir Bu Khumaidah memeriksakannya ke Puskesmas Kragan. Lalu diberikan rujukan ke RSUD Dr R Soetrasno Rembang. Setelah melalui beberapa pemeriksaan, beliau di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Kemudian dengan kondisi perekonomian yang lemah, ada yang memberitahukan kondisinya pada kurir Sedekah Rombongan Rembang. Setelah disurvei dan didata pada tanggal 24 Desember 2018 kemudian disepakati Korwil Pantim dan dilanjut Korwil Parera serta diputuskan adanya pelayanan MTSR dan RSSR Semarang saat kontrol di RSI Sultan Agung Semarang. Suami Bu Khumaidah hanya bekerja sebagai guru honorer di Madrasah Dinniyah dengan honor Rp. 450.000,- tiap bulan sedangkan beliau juga harus menanggung banyak anaknya yang masih kecil kecil. Meskipun BPJS ada, biaya akomodasi dan bantuan transportasi sangat diperlukan. Untuk kontrol rutin ke RSI Sultan Agung Semarang. Qodarullah pada tanggal 4 Mei 2018 Bu Khumaidah meninggal dunia, semoga khusnul khatimah. Sedekah Rombongan memberikan bantuan kematian bagi keluarga almarhumah sebagai bentuk duka cita yang mendalam, semoga bermanfaat dan barokah pada acara pemakaman ataupun bagi putra putrinya yang ditinggalkan. Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa’afihi wa’fu’anhaa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAfi Darsan
@JeanseaMaurer

Bu Khumaidah menderita kanker payudara


KHAIZUN NI’AM (24, Amputasi Kaki Dan Luka Decubitus). Alamat : Dukuh Klapan Lor Desa Sidomulyo, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Niam biasa dalam kesehariannya dipanggil, seorang anak yang sekaligus menjadi tulang punggung keluarga, pada empat bulan yang lalu mengalami kecelakaan tunggal yang mengharuskan niam rela untuk diambil tindakan amputasi kaki kiri sampai batas lutut. Dan patah bambu pangkal paha bagian kanan. Setelah proses amputasi dan perawatan di RS Karawang selama 9 hari dan atas permintaan keluarga dirujuk ke RSUD R Soetrasno Rembang selama 20 hari. Selama 20 hari dirawat dilakukan tindakan pembuatan saluran BAB diperut karena anus mengalami kerusakan. Sedangkan pengobatan patah tulang menunggu luka dekubitus kering. Selanjutnya dilakukan berobat jalan oleh mantri Ali Ghufron membersihkan luka dan merawat luka 4 hari 1 kali. Keluarga melakukan pengobatan pijat sangkal putung 4 hari kali. Alhamdulillah biidznillah perkembangan mulai terlihat, luka dekubitus sudah mulai mengecil dan tinggal 2 titik luka. Dan rasa sakit dipangkal paha (bagian patah bambu) mulai hilang serta kaki sudah bisa digerakkan. Untuk kedepannya dibutuhkan Check up & rongent di RSUD R Soetrasno Rembang untuk mengetahui kondisi patah tulang dan tindakan selanjutnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi oleh Mas Niam, dan alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholic untuk meringankan ujian yang dialami Mas Niam. Dan sebelumnya sudah mendapat Bantuan yang masuk kedalam rombongan 1129. Sebagai pasien dampingan maka pada tgl 29 Januari 2018 Mas Niam mendapatkan Bantuan sebesar Rp. 500.000. Kondisinya semakin membaik hanya memerlukan pemulihan fisik dan psychis. Saat ini untuk kebutuhan akomodasi, biaya perawatan luka, pembelian salep dan transportasi beliau mendapatkan Bantuan kembali. Semoga beliau cepat diberi kesehatan serta ketabahan, kekuatan dan kesabaran bagi keluarga Aamiin.

Jumlah Bantuan : 1.000.000
Tanggal : 24 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAfi Ahmad Fatoni @JeanseaMaurer

Niam menderita amputasi kaki dan luka decubitus


SULASIH BINTI MUKAWI (38 Tahun, Kista Ovarium). Alamat : Desa Ngurenrejo RT.05/02 Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ibu Sulasih terlahir dengan kondisi tidak sempurna, kedua kaki Ibu Sulasih kecil dan tidak bisa berjalan normal seperti pada umumnya. Ibu Sulasih pada Bulan September 2017 merasakan sakit pada tubuhnya, ia tidak bisa menstruasi selama 3 bulan lamanya. Kondisi ekonomi yang sulit membuat Ibu Sulasih tidak memeriksakan keadaannya. Namun lama-kelamaan Ibu Sulasih sudah tidak kuat menahan sakit dan akhirnya memeriksakan diri ke dokter dan oleh dokter dirujuk ke rumah sakit daerah. Ibu Sulasih dinyatakan menderita kista dan sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan di RSU Soewondo dan Fastabiq namun pengobatan hanya dilakukan melalui pemberian obat dan tidak ada tindakan operasi untuk pengangkatan Kista dan akhirnya Ibu Sulasih dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi untuk pengangkatan Kista. Kondisi Ibu Sulasih semakin kurus dan sudah 1 bulan tidak bisa melakukan aktifitas berkeliling kampung dengan sepeda motor yang modifikasi roda 3 untuk mencari dagangan ayam untuk dijual di beberapa pasar pada keesokan harinya. Walaupun Ibu Sulasih mengalami difabilitas namun ia menjadi tulang punggung bagi keluarganya, karena Ibu Jasirah (65 tahun) Ibu kandung Ibu Sulasih sudah terlalu sepuh untuk bekerja dan kakak kandung Ibu Sulasih yang mengalami gangguan jiwa jadi tidak bisa untuk bekerja. Walaupun Ibu Sulasih mempunyai BPJS KIS namun Ibu Sulasih mengalami kesulitan dalam hal transportasi dan biaya sehari-hari selama berobat di Semarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Sulasih dan bersedia membantu dan meringankan beban Ibu Sulasih dengan memfasilitasi rumah singgah, transportasi dan biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. sebelumnya terbantu pada ROM 1138.

Jumlah Bantunan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 08 Juni 2018
Kurir : ImamTeguh @dewapopfmpati Wiwid @JeanseaMaurer

Ibu Sulasih dinyatakan menderita kista


PANI BINTI JAKIMAN (62, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Ds. Kemiri, Rt 5/1, Kec. Jepon, Kab. Blora, Prov. Jawa Tengah. Pani yang biasa disebut mbah pani ini menghidupi seorang siswa kelas 1 smp yang biasa disapa Damar. Keseharian mbah pani ini mencari rumput untuk makanan ternak kambingnya. Jika musim lebaran Idul Adha biasanya kambing dijual untuk kehidupan sehari-harinya. selain itu untuk mencukupi kebutuhannya mbah pani menjadi buruh tani, buruh tani ini hanya musiman saja. Jika pada musim hujan menjadi buruh tandur pemborong dengan mendapat upah yang lumayan untuk seharinya Rp.50.000,- dan dilakukan tiap hari tak jarang kaki dan punggungnya pun memar serta kaki nya terkena kutu air. Semua dilakukan hanya untuk menabung sedikit demi sedikit untuk musim kemarau karna dimusim kemarau mbah pani tak ada pemasukan sama sekali. Sawahpun beliau tidak punya. Rumah jika waktu hujan genteng pada bocor. Untuk makan sesuap nasi saja harus bekerja keras dan demi menyekolahkan Damar tersebut mbah pani harus banting tulang sendirian. Tak jarang untuk mencukupi kebutuhannya mbah pani sering hutang di warung tetangganya karena terkadang tabungan yang dimiliki tidak cukup untuk keseharian tersebut. Sedekah Rombongan mendapat informasi tentang kondisi mbah Pani yang sangat butuh bantuan agar dapat menafkahi dan meringankan kebutuhan sehari-harinya. Kurir Sedekah Rombongan segera bertindak untuk survey setelah mengetahui kronologi cerita dan kondisi ekonomi mbah Pani, akhirnya beliau diajukan untuk menjadi penerima manfaat dari Sedekah Rombongan. Alhamdulillah bantuan diberikan untuk membantu meringankan kesulitan kehidupan yang dialami mbah Pani. Semoga beliau sehat dan tetap semangat untuk mencari rezeki.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2018
Kurir : ImamTeguh DonyPermana MuhammadIsnuAdhitya Lasmiyatik @JeanseaMaurer

Bantuan biaya hidup


SARIYEM KASTUBI (53, Kanker usus). Alamat : RT 3/5, Desa Danaraja, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Juni 2017 lalu, Ibu Sariyem menderita ambeien dan sudah dioperasi di Rumah Sakit (RS) Emanuel Banjarnegara. Beberapa minggu pasca operasi, Ibu Sariyem merasakan sakit pada pinggang dan sakit perut melilit. Beliau diperiksakan ke Puskesmas 1 Purwanegara kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Pada tanggal 5 September 2017, melalui pemeriksaan endoskopi Ibu Sariyem didiagnosis terkena kanker usus. Akhirnya, beliau melakukan proses pengobatan di Rumah Sakit Islam Banjarnegara namun ternyata sakitnya bertambah parah. 5 Januari 2018 Ibu Sariyem dibawa ke RSUD Banyumas kembali untuk menjalani endoskopi ulang. Hasilnya, kanker usus yang dialami beliau bertambah parah. Sayang, Ibu Sariyem tidak mau untuk dioperasi dan memilih untuk mengambil jalur pengobatan herbal. Kondisi beliau saat ini masih terbaring di rumah, sulit makan, selalu buang air besar air, dan keadaan tubuh yang makin lemah. Suaminya, Kastubi (56) yang awalnya bekerja sebagai buruh sekarang berhenti bekerja dan mengurus Ibu Sariyem di rumah, inilah yang menjadi kendala mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sariyem sehingga dapat menyampaikan santunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga Ibu Sariyem lekas diberi kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ddeean Imam @yaswi_rd

Ibu Sariyem didiagnosis terkena kanker usus


LASIM BIN MAJI (35, Ca Testis) . Alamat : RT 9/3, Desa Kasegaran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar satu tahun yang lalu Bapak Lasim merasa sakit pada kemaluannya saat buang air kecil, lambat laun ada benjolan yang cukup mengganggu dan benjolan itu terus bertumbuh, lalu beliau dirujuk ke RSUD Ajibarang namun dari rumah sakit tersebut merasa tidak mampu kemudian dirujuk lagi ke Rumah Sakit Margono, dan beliau didiagnosis mengidap kanker testis. Lalu dilakukan tindakan operasi. Setelah dioperasi Bapak Lasim merasa semakin sakit, dan benjolannya tumbuh kembali. Pihak Rumah Sakit Margono merekomendasikan untuk berobat di Rumah Sakit Sardjito namun pihak keluarga masih mempertimbangkannya. Bapak Lasim hidup dibawah garis kemiskinan, semasa sehat beliau bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan istrinya Ruhyati (37) berjualan kue keliling. Saat ini kondisi Bapak Lasim semakin parah. Selama pengobatan Bapak Lasim dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Pihak keluarga masih kebingungan bila harus ke Rumah Sakit Sardjito karena keluarganya merasa kesulitan untuk biaya transportasi dan keperluan hidup disana. Atas izin Allah setelah kurir sedekah rombongan datang ke rumah beliau untuk memberikan motivasi. Akhirnya dari keluarga Bapak Lasim bersedia untuk berobat di Rumah Sakit Sardjito. Kedatangan kurir saat itu sekaligus memberikan santunan dari sedekaholic untuk biaya transportasi dan keperluan hidup selama berobat. Semoga Bapak Lasim diberi kelancaran dalam mengikhtiarkan kesembuhannya dan bisa hidup sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @firdhanelis

Pak Lasim mengidap kanker testis


SULASTRI BINTI MUKSONI (44, Stroke). Alamat : RT 2/2, Desa Purwodadi, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Agustus 2017 Ibu Sulastri sering merasa kesemutan tapi tidak pernah diperiksakan. Sampai akhirnya badan sebelah kanan beliau tidak dapat digerakan selama sepekan. Lalu beliau dibawa ke puskesamas, dari puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Margono, namun disana Ibu Sulastri hanya diperiksa saja tidak sampai diopname. Ibu Sulastri adalah seorang janda, suaminya meninggal pada tahun 2010 karena sakit jantung. Setelah kepergian suaminya, anak pertama beliau, Rendi Indras Tantrio (24) yang membantu perekonomian keluarga, namun belum lama ini Rendi mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa bekerja. Saat ini Kondisi Ibu Sulastri sudah mulai membaik, hanya tangan kananya yang sulit digerakan. Selama berobat Ibu Sulastri menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau kesulitan memenuhi biaya hidup sehari-hari. Untuk mencukupi kebutuhannya Ibu Sulastri berjualan sosis didepan rumah. Alhamdulillah, atas izin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sulastri sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Ibu Sulastri segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @firdhanelis

Ibu Sulastri menderita stroke


WARSIEM BINTI KASNAWI (82, Syaraf kejepit + Lumpuh). Alamat : RT 1/1, Desa Nusawungu, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016 lalu, Ibu Warsiem yang kerap disapa Mbah Warsiem merasakan sakit pada badannya dan merasa lemas. Beliau diperiksakan ke Rumah Sakit (RS) Emanuel Banjarnegara dan diopname selama 4 hari. Karena keterbatasan biaya, Ibu Warsiem memutuskan untuk pulang ke rumah dan berobat jalan. Setiap hari Ibu Warsiem tidak minum obat yang dianjurkan dokter melainkan hanya membeli obat pegal-pegal biasa. Kondisi Ibu Warsiem saat ini tidak bisa beraktivitas, hanya terbaring di tempat tidur. Beliau tinggal dan dirawat oleh anaknya. Biaya pengobatan Ibu Warsiem ditanggung sendiri, dikarenakan beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kendala yang dialami Ibu Warsiem saat ini adalah biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Warsiem sehingga dapat menyampaikan santunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dan semoga Ibu Warsiem lekas diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ddeean Imam @yaswi_rd

Bu Warsiyem menderita syaraf kejepit + lumpuh


MAHENDRA CATUR PRADITYA (19, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jalan Anggrek, RT 2/3, Desa Kedung Wringin, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Mahendra adalah siswa klas 12 di SMK Cira Bangsa Mandiri. Sudah 5 bulan ia tidak membayar uang bulanan sekolahnya. Ayahnya, Asep Kodir (46) sedang merantau ke Jakarta sejak 6 bulan yang lalu dan sampai sekarang belum pulang. Bapak Asep adalah seorang pedagang yang berpenghasilan kecil, namun hasil dagangannya sampai saat ini belum sampai kepada keluarganya di rumah. Istrinya, Rusmiati (47) berinisiatif untuk membantu perekonomian keluarga dengan berjualan siomay keliling. Hasil penjualan siomay keliling ini hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan biaya bulanan untuk sekolah Mahendra dan persiapan untuk ujian nasionalnya cukup besar, sehingga ia terpaksa menunggak pembayaran tersebut hingga mencapai nominal Rp 5.220.000,-. Mahendra juga tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mahendra dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu pembayaran biaya sekolah Mahendra. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Mahendra semakin semangat belajar.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 8 Mei 2018
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Bantuan biaya sekolah


KUYING BINTI SANMARJI (58, Lumpuh). Alamat : RT 2/2, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal Januari 2017, Ibu Kuying terjatuh di kamar mandi. Beliau pun diurut menggunakan minyak herbal yang diketahuinya dari radio, namun tidak ada perubahan yang berarti. Setelah itu beliau mencoba diurut di dukun desa namun hasilnya sama saja. Lututnya terasa sakit sekali saat Ibu Kuying mencoba untuk berdiri. Beliau kini sangat sulit menggerakkan kakinya, shingga tidak dapat berjalan (lumpuh). Bahkan jika ingin ke kamar mandi harus dibantu dan diangkat oleh anaknya. Ibu Kuying sangat ingin sembuh seperti sedia kala agar tidak mejadi beban anaknya. Sebelum sakit, beliau bekerja sebagai buruh tani. Suaminya, Sanrasdi sudah meninggal dunia. Praktis tidak ada pemasukan dan beliau sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ibu Kuying terdaftar dalam jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Kuying sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Ibu Kuying segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ddeean Tono @paulsyifa

Ibu Kuying menderita lumpuh


MANISEM BINTI SANIKRAM (55, Kanker Payudara Kanan). Alamat : RT 1/2, Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Mei 2006, Ibu Manis merasakan payudaranya sakit, lalu diperiksakan ke Puskesmas 1 Mandiraja kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Emanuel Klampok Banjarnegara untuk diopname. Ibu Manis didiagnosis oleh dokter terserang kanker payudara sebelah kanan. Pada pertengahan bulan Oktober 2010, beliau dioperasi untuk yang pertama kalinya, dan pada bulan Mei 2017 dilakukan operasi pengangkatan payudara di RSU Emanuel Klampok. Pengobatan dilanjutkan dengan kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Sukarjo Purwokerto selama 6 bulan. Sampai saat ini Ibu Manis masih melakukan kontrol rutin sebulan sekali di RSUD Margono Sukarjo Purwokerto. Kondisi Ibu Manis saat ini sudah cukup merasa sehat walaupun sudah tidak dapat beraktifitas berat dan masih tetap menjalani perawatan di rumah. Untuk jaminan kesehatan yang dipakai oleh Ibu Manis saat ini adalah JKN-KIS PBI. Beliau seringkali mengalami kendala dalam masalah transportasi ke rumah sakit untuk kontrol. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Manis untuk menyampaikan santunan yang semoga bisa membantu meringankan biaya untuk biaya akomodasi perjalanan kontrol ke RSUD Margono Sukarjo Purwokerto. Semoga beliau lekas diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ddeean Imam @yaswi_rd

Ibu Manis terserang kanker payudara sebelah kanan


PANTI ASUHAN ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) SUHARJO PUTRO (Bantuan Sembako). Alamat : di Sepat, Ngoro-ngoro, Patuk, Gunungkidul Yogyakarta ini awal mulanya merupakan suatu sekolah sederhana yang dimulai tahun 2005. Dimulai dari ruangan sangat sederhana, Pak Suharjo yang merupakan pamong desa menjadi satu-satunya guru dan pengelola. Pasca gempa Yogyakarta 2006, sekolah untuk ABK ini diselenggarakn di tengah lapang dengan beralaskan tenda. Sebuah organisasi kemanusiaan internasional kemudian memberikan bantuan untuk mendirikan sekolah. Saat itulah Sekolah ini pertama kalinya memiliki bangunan sendiri yang dibangun di atas tanah wakaf lurah, yang kemudian diberi nama sesuai nama guru pertama sekolah tersebut: Suharjo Putro. Saat ini sekolah ini juga memiliki panti di bagian belakang sekolah. 15 guru menjadi tenaga pengajar bagi 42 siswa (SD-LB, SMP-LB, hingga SMA-LB). Pada 04 Maret 2018, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid SedekahRombongan ) menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak), dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 1108. Semoga bantuan ini semakin menyemangati ABK di Panti Suharjo Putro untuk menuntut ilmu dan terus berprestasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 04 Maret 2018
Kurir : @rizkyaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI (Bantuan Sembako). Alamat : Girisekar, Jalan Panggang-Wonosari KM.6,5. Girisekar, Panggang, Gunungkidul Yogyakarta, seakan menjadi oase yang menyejukkan dahaga ilmu para Anak Berkebutuhan Khusus di daerah Panggang. SLB yang juga dilengkapi dengan Panti ini mendidik 27 anak ( ABK -A,B,C) berusia 10 hingga 18 tahun. Setiap bulan, Panti dan SLB Sekar Handayani membutuhkan 1 kuintal beras, dan kebutuhan sembako lainnya. Minimnya bantuan dari pihak luar menjadikan pemenuhan kebutuhan ini masih terasa sulit bagi pengelola Panti. Tim POPIMAS SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid SedekahRombongan) datang untuk menyerahkan bantuan sembako senilai Rp. 1.000.000, dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 1108. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan bagi aktivitas Panti dan SLB Sekar Handayani.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2018
Kurir : @rizkyaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI (Bantuan Sembako). Alamat : Playen Gunungkidul Yogyakarta, dipimpin oleh KH. Muhammad Thohari, dan aktivitas keseharian Ponpes dibantu oleh Ketua Ponpes yaitu Bp.Syarif Harnadi. Saat ini Ponpes Al Qur’any menampung 25 siswa dhuafa. Banyak santri merupakan siswa berprestasi di sekolah. Sehari-hari para siswa iuran untuk mencukupi bahan pangan. Untuk ikut meringankan biaya kebutuhan harian khususnya sembako, Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) menyampaikan santunan yang di wujudkan dalam bentuk beras,minyak goreng dan gula, senilai Rp. 1.000.000,-. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 1108. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk membangun Gunungkidul dari pesantren. Serta mendukung kesehatan santri agar dapat terus semangat belajar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2018
Kurir : @rizkyaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ ( Bantuan Sembako ). Alamat : Dusun Weru Botodayaan Kecamatan Rongkop Gunungkidul Yogyakarta, berdiri di atas sebuah tanah wakaf milik seorang pengusaha. Yayasan Pendidikan Al Quran Al Mar-Q mendidik 121 santri yang terdiri dari usia PAUD, SD hingga SMA. Orangtua santri juga banyak yang mengikuti agenda belajar ketika putra-putrinya TPA. Aktivitas diselenggarakan 6 hari dalam sepekan, setiap sore. Dalam waktu tertentu juga mengadakan acara pengajian sesuai segmen bagi ibu-ibu, bapak-bapak dan remaja. Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yang berjumlah 8 orang ustadz-ustadzah. Pada 04 Maret 2018, Tim POPIMAS SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid SedekahRombongan) menyampaikan bantuan senilai Rp. 500.000 yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak). Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 1108. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Al Mar-Q.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 04 Maret 2018
Kurir : @rizkyaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PONDOK PESANTREN AL MURTADLO (Bantuan Sembako). Alamat : Dusun Susukan, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pondok Pesantren Al Murtadlo dipimpin oleh Bapak Sudiharto yang merupakan pendiri pondok pesantren tersebut. Pondok pesantren Al Murtadlo saat ini membimbing lebih dari 60 santri terdiri dari laki laki dan perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Gunungkidul. Bapak Sudiharto ingin fokus untuk pengkaderan remaja yang ada di Gunungkidul saja. Selain belajar di pondok pesantren, santri-santri juga bersekolah formal di tingkat SMP dan SMA/SMK. Jarak pondok ke sekolah kira-kira 5 km. Santri yang mukim disini tidak dipungut biaya sama sekali. Kebutuhan sehari-hari pondok pesantren ini dicukupi oleh Pak Sudiharto sendiri beserta warga sekitar yang memberikan sembako. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan pondok pesantren ini untuk menyampaikan amanah sedekaholics berupa sembako. Pihak pondok pesantren sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa menjadi semangat bagi santri-santri Pondok Pesantren Al Murtadlo. Sebelumnya, amanah sedekaholics pernah disampaikan untuk pondok pesantren ini dan dilaporkan di Rombongan 1108.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2018
Kurir : @rizkyaditya4 @Sunnahku


PONDOK PESANTREN AL MARDHOTILLAH (Bantuan Sembako). Alamat : Siyono, Wonosari, Gunungkidul berdiri sejak tahun 1999. Saat ini jumlah santri yang menuntut ilmu dan diasuh oleh Ponpes Al Mardhotillah berjumlah 150. Semua santri bersekolah di SMK Agribisnis, peternakan dan Madrasah Aliyah. Para santri ini berasal dari berbagai penjuru nusantara. Pondok pesantren Al Mardhotillah menggratiskan biaya pendidikan bagi santri-santrinya, alias gratis. Infaq orangtua bisa dibilang tidak ditentukan dan sangat ringan. Hasil pendidikan ponpes Al Mardhotillah cukup berprestasi. Terdapat santri yang menorehkan prestasi tingkat nasional dalam pidato bahasa Inggris. Namun aktivitas Pondok Pesantren Al Mardhotillah bukan tanpa tantangan. Jumlah santri yang besar, menuntut pengelolaan kebutuhan rumah tangga yang besar pula. Setiap bulan ponpes ini membutuhkan 1,5 ton beras. Untuk melakukan penghematan, sudah setengah tahun ini para santri dan pengelola hanya makan bubur di pagi hari, dan baru di malam hari dapat menikmati nasi. Bila bahan pokok beras sudah benar-benar habis, maka para santri dan pengelola akan melahap nasi jagung tanpa lauk untuk makan sehari-hari. Pada 04 Maret 2018, tim #POPI #SedekahRombongan menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000 yg diwujudkan dalam bentuk. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 1108. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas di Pondok Pesantren Al Mardhotillah

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 04 Maret 2018
Kurir : @rizkyaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PONPES AL MUHAJIRIN (Bantuan Sembako). Alamat : Dusun Patuk, 04/01, Patuk, Patuk, Gunungkidul. Ponpes ini didirikan pada 15 Mei 2011 dengan biaya dari swadaya masyarakat sekitar. Awal pendirian Ponpes ini diprakarsai oleh Bapak Daliyo dan Bapak Budi yang merupakan tokoh masyarakat di dusun Patuk. Bangunan dari ponpes Al Muhajirin yang pertama adalah bangunan induk di sebelah utara yang dulu merupakan satu-satunya ruangan kelas dan ruang guru berada di teras. Setelah itu kemudian menambah bangunan disebelahnya untuk dijadikan ruang kelas tambahan dan ruang guru. Kemudian mendapatkan bantuan dana lagi dari beberapa masyarakat untuk pembangunan kamar ustad di sebelah timur. Ponpes ini kemudian melanjutkan pembuatan sumur bor dengan biaya bantuan dari beberapa yayasan yang kemudian ditambahi tampungan air. Masjid yang dimiliki oleh ponpes ini merupakan bantuan dari beberapa yayasan. Saat ini ponpes ini masih banyak membutuhkan bantuan, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Kasur yang digunakan para santri pun sudah tidak layak untuk dipergunakan, begitupun kamar beberapa santri putra yang hanya ditutupi oleh dinding kayu sederhana. Asrama untuk santri putri pun masih nunut di tempat Bapak Daliyo yang merupakan salah satu pendiri ponpes tersebut. Maka dari itu Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa paket sembako dengan nilai Rp. 1.000.000 pada tanggal 04 Maret 2018. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Ponpes Al Muhajirin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 04 Maret 2018
Kurir : @rizkyaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN ISLAM PLAYEN berada di Dusun Tumpak Playen Gunungkidul Yogyakarta. Bangunan Panti Asuhan sempat rusak akibat gempa, kemudian mendapat bantuan sehingga saat ini dapat berdiri kembali. Saat ini Panti Asuhan Islam Playen mengasuh 30 orang anak, yang terdiri dari seorang siswa SMP dan 29 siswa SMK. Anak-anak cerdas ini kebanyakan bersekolah di tempat panti. Sebenarnya terdapat sekolah lain dengan mutu pendidikan yg lebih baik, namun karena kesulitan transportasi, mereka terpaksa disekolahkan di sekitar Panti. Pada 4 Maret 2018 Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekaRombongan) menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak, susu). Semoga bantuan ini semakin menyemangati santri-santri di Panti Asuhan Islam Playen untuk menuntut ilmu dan terus berprestasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 04 Maret 2018
Kurir : @rizkyaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DARUL MAGHFIRAH beralamat di Dusun Kedungpoh Lor RT 1/RW3 Desa Kedungpoh Kecamatan Nglipar Gunung Kidul Yogyakarta merupakan sekolah dan asrama sekaligus yang menyantuni dhuafa untuk dapat mengenyam bangku sekolah gratis. 30 santri di Darul Maghfirah bersekolah gratis di SMPIT Al Maghfirah, dan berasrama di pondok putra dan putri. 6 orang diantaranya merupakan anak yatim, sedangkan yang lain merupakan anak keluarga dhuafa yang berasal dari Wonosari dan sekitarnya. Setiap bulan Darul Maghfirah membutuhkan 100kg beras untuk konsumsi. Kebutuhan beras kadang dibantu pula oleh orang tua mereka yang mayoritas petani. Sehingga kebutuhan seperti minyak, gula dan bahan lauk sebenarnya lebih dibutuhkan. Asrama putri saat ini juga masih sangat sederhana dan bangunannya belum sepenuhnya jadi. Untuk membantu meringankan biaya kebutuhan sehari hari, 6 Maret 2016 Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk beras, minyak goreng, teh, kopi, susu dan gula pasir. Semoga bantuan sembako ini dapat membantu meringankan pengelola dan pengasuh Panti dalam menjaga dan merawat santri dhuafa di Pondok Pesantren Darul Maghfirah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 04 Maret 2018
Kurir : @rizkyaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


MASJID AL BAROKAH (Bantuan Perlengkapan Sholat). Alamat : Gentingan, RT 2/6, Sidoagung, Godean, Sleman, DIY. Masjid, selain sebagai tempat ibadah, juga bisa digunakan sebagai tempat belajar segala ilmu. Selain bisa digunakan untuk kegiatan TPA juga bisa digunakan untuk pertemuan rutin warga. Takmir masjid pun senantiasa berusaha memperbaiki fasilitas dan fisik masjid. Harapannya agar jamaah dapat beribadah secara maksimal, nyaman, dan tenang. Sedekah Rombongan melalui dana amanah sedekaholics juga turut membantu dalam perbaikan fasilitas di masjid ini. Saat bersilaturahim ke Dusun Gentingan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics berupa pengadaan 6 sarung dan 4 mukena, juga perbaikan kaca toilet. Bantuan ini diberikan di dua masjid yang terletak di wilayah tersebut. Semoga sedikit bantuan ini dapat menjadi motivasi bagi jamaah untuk selalu memakmurkan masjid, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Maret 2018
Kurir : @rizkyadityapermana4 Nuli @atinlelyas

Bantuan perlengkapan sholat


MASJID NURUL YAQIN (Bantuan Perlengkapan Sholat). Alamat : Gentingan, RT 1/2, Sidoagung, Godean, Sleman, DIY. Masjid, selain sebagai tempat ibadah, juga bisa digunakan sebagai tempat belajar segala ilmu. Selain bisa digunakan untuk kegiatan TPA juga bisa digunakan untuk pertemuan rutin warga. Takmir masjid pun senantiasa berusaha memperbaiki fasilitas dan fisik masjid. Harapannya agar jamaah dapat beribadah secara maksimal, nyaman, dan tenang. Sedekah Rombongan melalui dana amanah sedekaholics juga turut membantu dalam perbaikan fasilitas di masjid ini. Saat bersilaturahim ke Dusun Gentingan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics berupa pengadaan 6 sarung dan 4 mukena, juga perbaikan kaca toilet. Semoga upaya perbaikan-perbaikan ini menjadi motivasi bagi jamaah untuk selalu memakmurkan masjid, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Maret 2018
Kurir : @rizkyadityapermana4 @Nuli @atinlelyas

Bantuan perlengkapan sholat


DESFID MUHANARISKI (16, Kepala Sakit Bagian Belakang) beralamatkan Panti Asuhan Darul Qolbi Prigen, Wedodomartani, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta. Sakit kepala yang diderita Dik Desfid bermula saat dia bermain dengan teman sebaya di panti sekitar tanggal 8 Februari 2018 , mereka bercanda selayaknya anak-anak yang sedang bermain. Namun entah disengaja atau tidak, teman Dik Desfid melempar batu yang akhirnya mengenai lehernya, dikarenakan ada pendarahan, pengelola panti segera membawa Dik Desfid menuju Rumah Rumah Sakit Mitra Paramedika (RS Kemasan) saat itu juga. Dik Desfid segera menjalani pengecekan pada bagian kepalanya, karena ditakutkan ada pendarahan yang parah. Setelah pengecekan, pihak dokter yang menangani hanya memberikan resep obat dan membolehkan Dik Desfid untuk rawat jalan. Karena Dik Desfid masih saja merasakan pusing, akhirnya pihak panti membawa Dik Desfid ke Rumah Sakit Islam PDHI Kalasan seminggu kemudian. Disana, pihak dokter menyarankan Dik Desfid untuk rawat inap dikarenakan belum ada kepastian untuk sakit yang dideritanya. Dik Desfid dirawat hampir sepekan, sampai tanggal 22 Februari 2018. Saat diperbolehkan keluar pun, sakit Dik Desfid masih belum bisa dikonfirmasi. Dik Desfid diharuskan untuk kontrol ke RSI PDHI Kalasan setiap seminggu sekali.
Dik Desfid tidak memiliki jaminan asuransi apapun, untuk semua biaya berobat dibiayai oleh pihak panti asuhan dimana dia tinggal.
Kondisi Dik Desfid saat ini sudah membaik, namun kadang merasakan pusing dikepalanya. Dik Desfid juga diharuskan untuk kontrol setiap seminggu sekali, yaitu pada hari Senin. Ayah dan Ibu Dik Desfid tinggal di Wonosari, dia dititipkan di panti asuhan karena rumahnya disita oleh bank. Orang tuanya harus bekerja keluar daerah, sehingga Dik Desfid harus tinggal sendiri.
Kendala yang dihadapi saat pengobata Dik Desfid adalah karena dia tidak memiliki jaminan asuransi, sehingga biaya berobat yang ditanggung oleh pihak panti asuhan juga besar. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Desfid dan pengurus Panti Asuhan Darul Qolbi, semoga bantuan tersebut dapat meringankan biaya berobat Dik Desfid.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @rizkyaditya4 @hutdinur

Desfid menderita kepala sakit bagian belakang


MASJID AL IMAN (Bantuan Renovasi Masjid). Alamat : Dusun Minggiran, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid, selain sebagai tempat ibadah, juga bisa digunakan sebagai tempat belajar segala ilmu. Bermusyawarah, belajar kelompok, dan TPA bisa dilakukan disini. Takmir masjid pun senantiasa berusaha memperbaiki fasilitas dan fisik masjid. Harapannya agar jamaah dapat beribadah secara maksimal, nyaman, dan tenang. Untuk itulah takmir masjid Al Iman berinisiatif merenovasi masjid yang ada di Dusun Minggiran ini. Masjid yang terletak di perbatasan RT 01 dan RT 02 ini selalu penuh dengan jamaah. Pengajian rutin sebulan sekali pun dilaksanakan. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke lokasi, pembangunan ruang TPA sedang dilakukan. Alhamdulillah, masjid yang dibangun ulang sejak bulan Agustus 2017 ini sudah bisa digunakan sejak sebulan lalu, walaupun masih belum selesai pengerjaan finishingnya. Dalam pengerjaan ini, selain bergotong-royong dengan tenaga, warga Dusun Minggiran juga mengumpulkan infaq warga dan donatur lainnya. Sedekah Rombongan yang bergerak di bidang sosial pun tergerak untuk ikut membantu proses pembangunan masjid ini. Dana sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu pembangunan ruang TPA. Warga Dusun Minggiran yang diwakili panitia pembangunan Masjid Al Iman ini sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi kita, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2018
Kurir : @rizkyadityapermana4 @atinlelyas

Bantuan renovasi masjid


MASJID AL FARIZI (Pembelian Mustoko Masjid). Alamat : Waru X, Banjarsari, Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta. Masjid, selain sebagai tempat ibadah juga sebagai tempat untuk mendidik generasi muda agar tetap menjaga aqidah. Dengan semangat ini, pada tahun 1990,warga Waru X, Banjarsari, Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta mengumpulkan generasi muda Waru dan sekitarnya untuk belajar mengaji dan sholat berjamaah. Karena pada waktu itu di sekitar Masjid Al Farizi belum ada masjid, maka kegiatan pengajian dan sholat berjamaah dilakukan di salah satu rumah warga yang menawarkan rumahnnya untuk kegiatan pengajian pemuda. Pada tahun 1991 ada warga lain yang mewakafkan tanahnya untuk dibangun masjid. Tahun 1991 dimulai pembangunan masjid, namun karena keterbasan dana, dalam waktu satu tahun hanya mampu membuat pondasi masjid. Dua tahun kemudian pembangunan dilanjutkan. Tahun 1993, bangunan masjid mulai bisa dipergunakan, walaupun pembangunannya belum benar-benar selesai. Hal yang menarik dari jamaah masjid ini, jamaahnya terdiri dari beberapa kampung di sekitar masjid. Bahkan pengajian pemuda, sampai saat ini selalu aktif dilakukan setiap malam minggu. Tujuannya untuk menjaga generasi muda dari pergaulan negatif dan menjaga aqidah. Hingga tahun 2018, masjid ini sudah lebih dari tiga kali tahapan pembangunannya. Memang pembangunan masjid ini dilakukan bertahap sesuai keadaan kemampuan keuangan. Bulan Maret 2018 pembangunan masjid memasuki tahap pemasangan mustoko/mahkota masjid. Namun keadaan keuangan masjid hanya mampu melanjutkan pembangunan penyangga mustoko dan ruang tambahan masjid. Sedekaholics, alhamdulilah sedekahmu tersampaikan, untuk beramal jariyah turut serta membantu pembelian mustoko masjid Al Farizi. Warga Waru juga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 18 Februari 2018
Kurir: @rizkyaditya4 @SigitTejo @JemiGigi

Pembelian mustoko masjid


MUSHOLA BAETUL NGATIQ (Bantuan Renovasi Pembangunan Mushola). Alamat : RT 5/2, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Mushola Baetul Ngatik dibangun pada tahun 1992 oleh masyarakat di wilayah RT 5/2, RT 4/2 Desa Karanggintung. Mushola ini berada di atas tanah seluas 70 m2 dengan luas bangunan 6×4 m. Mushola yang memiliki lebih dari 15-20 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan menjadi tempat beribadah dan tempat untuk belajar mengaji anak-anak. Selain itu juga berfungsi sebagai tempat pengajian muslimatan masyarakat sekitar. Seiring perjalanan waktu Mushola Baetul Ngatiq tidak lagi memadai karena selain ukuran kecil dan kondisi bangunan yang sudah rapuh di makan usia. Hal ini mendorong masyarakat sekitar untuk berinisiatif membongkar total mushola dan membangun kembali di tempat yang sama. Proses pembangunan Mushola Batul Ngatiq sebelumnya sudah 30% dari total keseluruhan. Bangunan tembok setengah batu permanen. Namun kondisi ekonomi masyarakat sekitar pas pasan, sehingga pembangunan Mushola terkesan lambat. Pengurus mushola, Bapak Zurkoni (72) memberitahukan persoalan ini kepada kurir Sedekah Rombongan yang kemudian mensurvei. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pengurus Mushola Baetul Ngatiq untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu renovasi pembangunan. Santunan dipergunakan untuk pembelian material berupa bata, semen, kramik, besi, pasir, begel, benang, bendrat dan paku. Alhamdulilah Mushola Baetul Ngatiq dapat terenovasi dengan kegotongroyongan masarakat sekitar dan bantuan dari Sedekaholic. Semoga santunan untuk pembelian material renovasi pembangunan mushola tersebut dapat bermanfaat.

Jumlah Santunan : Rp. 5.134.000,-
Tanggal : 2 Mei 2018
Kurir : @ddeean Lasminah Rahayu

Bantuan renovasi pembangunan mushola


DANIS ALDHIAN FAEZA (6, Leukemia). Alamat : Jl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semamgat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, swhingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau dipeiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Soedono. Dari Soedono dirujuk ke Sutomo Surabaya, sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Sutomo. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan ke enam pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116 dan 1125. Dek Danis jadwal kontrolnya masih sering/padat dan juga masih sering ranap. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 16 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati

Danis menderita sakit leukemia


AJENG SUKMA AYU (7, Syaraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tdak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia – 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda. Bantuan dari dinas sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkn ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan teraphi secara rutin oleh ayahnya ke RSUD Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Solo (Rsud. Moewardi). Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan terapi di RSO Solo. Saat ini dek Ajeng persiapan menjalani operasi. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng masih mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin teraphi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan ketujuhpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116, 1125 dan 1133. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Ajeng menderita sakit syaraf


GEMI BINTI SADELI (34, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Kayang, RT 17/3, Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Gemi biasa dipanggil tetangga sekitar. Gemi adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau mempunyai satu anak perempuan dan suaminya bekerja di Bogor sebagai buruh pabrik. Awal mula sakit pada awal bulan September 2017. Beliau 2 kali operasi di RSUD Dolopo kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Moewardi Solo untuk proses kemoterapi. Dalam proses berobat beliau ditemani kakak kandungnya dan sempat menginap 2 kali di teras RSUP Dr. Moewardi karena menanti hasil laboratorium esok hari dengan alas tidur seadanya. Saat ini beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Beliau kesulitan perjalanan berobat ke Rsud dr. Moewardi Solo dan biaya kost waktu proses kemoterapi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Gemi. Dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Gemi. Bantuan kelimapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Gemi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1107, 1116, 1125, dan 1133. Beliau dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekaolics atas bantuan yang telah disampaikn melalui Sedekah Rombongan karena telah membantu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 28 Mei 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Gemi menderita kanker payudara

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 JIHAN FATIN 1,583,828
2 HANNA’ASY SYIFA’ NARISKA PUTRI 1,000,000
3 SRI SUYATMI 500,000
4 ADITYA NAUFAL DARY ABIYU 1,500,000
5 SHAVA NUR RAHMADHANI 1,000,000
6 ANASTASIA FIKI RETNANING 1,000,000
7 SRI SUDARWIYANTI 1,000,000
8 SURATMAN BIN ALM SAGIYAN 1,000,000
9 SUMARYATI BINTI ALM DARMAN 1,000,000
10 TUMIYEM BINTI ALM SODIKROMO 1,000,000
11 FAHRI AKBAR NURFIANTO 1,000,000
12 NUR ROFIQOH 1,000,000
13 DWI NOVIATU 1,000,000
14 SUPARDI BIN PARIDIN 1,000,000
15 DALIO BIN JOYO SENTONO 2,000,000
16 DANI FAJAR IRAWAN BIN SUMINTO 1,000,000
17 MARYANTO BIN SULINO 532,000
18 MARYANTO BIN SULINO 827,100
19 SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO 537,700
20 JEMINEM BINTI KARSO PAWIRO 1,000,000
21 MAWADAH WAROHMAH 1,000,000
22 WIJIATI BINTI KASIRAN 1,000,000
23 RAFKA ADRIAN PUTRA 500,000
24 PURWANTO BIN AHMAD ZAENI 1,000,000
25 DEWI RACHMAWATI 2,000,000
26 MUHAMMAD FIRZAN 2,500,000
27 MUHAMMAD WREKODARA PUTRAPERRO 1,000,000
28 BOIMIN HADIMINOTO 1,500,000
29 PRI SUGI HARYONO 1,000,000
30 GIYATA BIN AMAT MURYANI 1,000,000
31 SURAJIMAN BIN SURAHMAN 1,000,000
32 EVA ROSA KARUNIA 1,000,000
33 ANNASYA FELLAH AZZAHRA 1,000,000
34 AINUSSALKI ATH THORI QOTILLAH 1,000,000
35 DEVI INDRA ALDIFA 1,000,000
36 FATIMAH BINTI ROSID 750,000
37 FAUZAN BIN MUSTAMIR 500,000
38 HUSSIN MAHMUD 1,000,000
39 NUR KHASANAH 1,000,000
40 MU’IDATUL KHUSNA 500,000
41 MAZIYYAH HASANAH BINTI BASUNI 1,000,000
42 MUHAMMAD KHOIRON 500,000
43 KHUMAIDAH BINTI NGATMAN 1,000,000
44 KHAIZUN NI’AM 1,000,000
45 SULASIH BINTI MUKAWI 1,000,000
46 PANI BINTI JAKIMAN 1,000,000
47 SARIYEM KASTUBI 750,000
48 LASIM BIN MAJI 500,000
49 SULASTRI BINTI MUKSONI 500,000
50 WARSIEM BINTI KASNAWI 500,000
51 MAHENDRA CATUR PRADITYA 2,000,000
52 KUYING BINTI SANMARJI 500,000
53 MANISEM BINTI SANIKRAM 500,000
54 PANTI ASUHAN ABK SUHARJO PUTRO 1,000,000
55 PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI 1,000,000
56 PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI 1,000,000
57 YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ 500,000
58 PONDOK PESANTREN AL MURTADLO 1,000,000
59 PONDOK PESANTREN AL MARDHOTILLAH 1,000,000
60 PONPES AL MUHAJIRIN 1,000,000
61 PANTI ASUHAN ISLAM PLAYEN 1,000,000
62 PANTI ASUHAN DARUL MAGHFIRAH 1,000,000
63 MASJID AL BAROKAH 1,000,000
64 MASJID NURUL YAQIN 1,000,000
65 DESFID MUHANARISKI 1,000,000
66 MASJID AL IMAN 1,500,000
67 MASJID AL FARIZI 2,000,000
68 MUSHOLA BAETUL NGATIQ 5,134,000
69 DANIS ALDHIAN FAEZA 800,000
70 AJENG SUKMA AYU 500,000
71 GEMI BINTI SADELI 600,000
Total 74,514,628

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 74,514,628,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1141 ROMBONGAN

Rp. 61,683,859,828,-