Sebenarnya rada malu mau share disini, tapi karena merasakan betul keajaiban Sedekah, rasanya wajib bagi Saya buat share. Yuk Mari dilanjut bacanya :D.

Malu ? Iya, saya malu. Karena saya ini adalah tipe orang yang segala sesuatunya diperhitungkan. Ga heran waktu kerja kantoran saya dipercaya jadi Supervisor Finance yang kerjaannya ngitung terus hehe. Tapi, saking perhitungannya, sampe-sampe uang Zakat atau Sedekah bener-bener 2,5% tiap gajian. Ga kurang ga lebih. Salah? Ya ga juga sie. Tapi setelah membaca buku 7 KEAJAIBAN REZEKI nya Ippho Santosa, sekaligus menyimak Timeline nya @ipphoright en @Saptuari, jadi merenung dan terjadilah PENGGALAUAN…(Galau to the Max kalo kata mahasiswa saya..:))

Momen itu terjadi pada awal Desember 2011 saat jalan-jalan di salah satu ITC di kawasan Serpong, Tangerang. Waktu itu saya dan suami sedang mencari sepeda untuk Raisha, baby kami yang berusia 20bulan. Ketika sedang memilih-milih sepeda, datanglah perempuan muda kurang lebih 13-14tahunan, dengan kaos dan celana pendek, tas slempang, penampilan agak kotor, menghampiri kami, “Bu, mohon bantuan, ibu saya mau diusir dari kontrakan karena belum bayar”. Saya sempat terdiam dan menimbang-nimbang, kasian juga, saya harus bantu, mau kasih ga ya, dan mau kasih brapa?. Lalu saya teringat PENGGALAUAN saya hari sebelumnya, tanpa tanya suami langsung saya kasih 50ribu. Melihat respon suami yang kurang suka, saya langsung deg-degan. Haduh, piye iki…

Setelah perempuan muda itu pergi, mbak penjaga toko langsung bilang, “Bu, mereka itu boongan bu, rumah mereka tuh sebenernya gede, mereka dapat duitnya dari minta-minta. Ini kata temen saya, yang udah ngecek langsung kesana”. Walah, salah dong, batinku, sambil ngelirik suami. Tapi ya sudahlah, ikhlaskan saja toh sudah kejadian, nanti biar Allah saja yang menentukan selanjutnya nasibku dan nasib si perempuan gimana, karena niatku hanya membantu, kata saya dalam hati dengan perasaan campur aduk.

Pengajar materi Cash Pick Up untuk Diklat Perbankan Syariah

Pengajar materi Cash Pick Up untuk Diklat Perbankan Syariah

Setelah keluar dari toko tersebut dengan tidak jadi membeli sepeda, suami terus membahas tentang kejadian tadi dengan sedikit tidak suka. Sesampainya di mobil (ini mobil minjem ortu loh! hehe), masih terus dibahas oleh suami. Saya cuma bisa menunduk sambil memainkan HP, meyakinkan hati kalau yang saya perbuat hanyalah berniat membantu. Tidak sampai 15 menit, setelah peristiwa itu, HP saya berbunyi, ada email masuk ke suatu milis yang saya ikuti, ada seseorang yang membutuhkan Pengajar materi Cash Pick Up untuk Diklat Perbankan Syariah. Wow, itu kan materi yang sangat saya kuasai karena pernah memegang jabatan Supervisor Finance. “Rezeki, Yah!” Teriak saya ke suami yang sedang menyetir. Sebenarnya di pengumuman itu tidak tercantum berapa honornya, dan belum tentu juga kan saya yang dipilih untuk mengajar. Tapi dengan pede, saya yakin itu rezeki saya karena uang 50ribu tadi…(sok pede :D).

Setelah menghubungi si pemberi pengumuman tadi, akhirnya saya yang mengajar materi tersebut. (Untung pedenya benerr!). Alhamdulillah…Tapi, suami tiba-tiba menanyakan honornya. Saya jawab ga tau, karena saya ga nanya-nanya soal honor. Ini pertama kalinya saya mengajar diklat perbankan syariah, jadi honor urusan belakang. Beberapa hari kemudian, setelah mengajar, saya menerima honor, dan Alhamdulillah, saya mendapat belasan kali lipat dari uang 50ribu tadi. Keajaiban Sedekahku yang pertama. Rezekiku dilipatgandakan! Alhamdulillah..

Ga berhenti disitu, honor saya setelah dipotong untuk uang transport (lokasi lumayan jauh dari rumah, Serpong-Sentul), dan bayar tagihan ini itu, sisa 300ribu. Sebagai wanita, pastilah pengen beli macam-macem dengan uang segitu. Tapi, hatiku GALAU lagi, setiap membaca TL @Saptuari , gara-gara Mas yang satu ini, akhirnya keputusanku bulat, mau serahin uang 300ribu itu ke www.sedekahrombongan.com, tanpa sepengetahuan suami lagi. Aduh, maaf suamiku..

Ikhlas, daripada buat beli barang-barang ga penting, lebih baik untuk orang yang membutuhkan. Tidak sampai seminggu, saya yang mengikuti suatu MLM kosmetik ternama, yang susah sekali naik level, tiba-tiba diberikan kemudahan untuk mencapai suatu level yang lebih tinggi, dengan bonus 300ribuan. Alhamdulillah, Duitnya yang tadi balik, kan? Lebih banyak dikit malah.Keajaiban Sedekah saya yang kedua, terbukti! Selesai ? Belum! Beberapa hari kemudian, sepupu saya yang mau nikah, melakukan order kosmetik untuk seserahan senilai 1 juta lebih, itu artinya saya dapat keuntungan sekitar 30%. 300ribuan. Padahal sebelumnya, untuk mendapatkan order 300ribu saja susah sekali. Alhamdulillah, total udah 2 kali lipat dari sedekah yang saya berikan ke www.sedekahrombongan.com. Keajaiban Sedekah saya yang ke tiga.

Setelah Keajaiban Sedekah saya yang ketiga terjadi, saya baru bilang ke suami, kalau honor saya yang sisa 300ribu saya berikan ke www.sedekahrombongan.com. Sambil menceritakan Keajaiban Sedekah tentu saja. Alhamdulillah suami saya mengerti, dan sekarang suami malah ikut menyedekahkan bonus tahunannya, bukan 2,5% lagi. Hehe..

PENGGALAUAN saya akhirnya terjawab, dengan sedekah, rezeki saya bukannya berkurang malah berlipatganda. Alhamdulillah..
Thanks to Twitter yang menemukan saya dengan orang-orang hebat seperti @Saptuari dan @ipphoright, yang mampu mengubah pikiran dan hati saya dan suami untuk lebih berbagi dengan sesama.

Saya dan suami sudah merasakan KEAJAIBAN SEDEKAH, bagaimana dengan Anda ?? ^_^

Trims,
Ningrum – Tangerang
Twitter : @Hastaningrum