Pascakecelakaan lalu lintas tahun 2015, GIAT AGUS SALIM, dokter menyarankan operasi yang tak terduga, yaitu amputasi. Giat harus mengikhlaskan kaki kanannya yang telah mengalami pembusukkan. Tak mudah bagi remaja berusia 15 tahun itu  menerima kondisi tersebut, juga keluarganya. Setelah itu, ia terpaksa menunda pengobatannya selama beberapa bulan lantaran himpitan ekonomi yang menjerat keluarganya.

Heri Sugiarto (47), sang ayah, bekerja sebagai nelayan, Surjanah Wati (34), sang ibu, bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pasangan ini memiliki 4 anak, Giat merupakan anak pertama. Keluarga ini tinggal di pesisir Rembang, tepatnya di Pasar Banggi, RT.01/RW.03 Rembang, Jawa Tengah.

Saat SR dipertemukan dengan keluarga mereka, bersama-sama kembali berikhtiar menjemput kesembuhan. Luka bekas operasi wajib dibersihkan setiap 3 hari sekali. Giat juga kontrol rutin kembali per dua minggu sekali di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Meski tiada masalah dengan luka ini, ternyata, Giat mengalami gangguan saluran kandung kemih, ia sempat dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah.

Sampai akhirnya kembali berlabuh di RSUP Dr. Karyadi Semarang, untuk konsentrasi pengobatan saluran kandung kemih. Ternyata Giat harus menjalani serangkaian operasi bedah plastik, prosesnya tak sebentar, dan butuh biaya yang tak sedikit… Yuk, bersama-sama kawal pengobatan Giat Agus Salim, dan ribuan Pasien Dampingan SR lainnya…

Tunjukkan cinta dan kasihmu melalui #SedekahRombongan. Donasi langsung ke rekening #SedekahRombongan.

BCA 84655-23456
MUAMALAT 532-000-6666
MANDIRI 137-00-111-00-118
SYARIAH MANDIRI 4111-41111-45

Atas Nama : Sedekah Rombongan