Senyum manis di wajah Tia Rahmatia (23 th) selalu berhasil menyembunyikan segala sakit yang ia derita.#SedekahRombongan sangat beruntung dipertemukan dengan Tia yang begitu inspiratif pada Juli 2018 lalu.

Berawal dari sebuah benjolan di leher, dokter memvonis pemudi kelahiran 24 Januari 1996 ini mengidap kanker nasofaring.Operasi pengangkatan benjolan telah dilakukan dan keluarganya berupaya sekuat tenaga demi kesembuhan Tia.

Walau begitu, penghasilan sang ayah sebagai buruh perkebunan belum cukup memenuhi seluruh biaya pengobatan putrinya.Terlebih, dara asal Desa Batulawang, Cipanas, Cianjur ini harus dirujuk ke RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung untuk melakukan serangkaian kemoterapi.

Keluarganya pun mau tidak mau meminjam uang kepada kerabat untuk menutupi besarnya biaya pengobatan dan akomodasi ke Bandung.Sampai saat ini, ia telah menjalani 35 kali terapi sinar dan 12 kali kemoterapi.

Perjalanan Tia menuju kesembuhan masih panjang.Efek kemoterapi menyebabkan pengeroposan tulang sehingga kondisinya semakin lemah dan segera membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

 “Ada satu mimpi yang ingin sekali saya capai. Saya ingin membangun rumah untuk keluarga saya,” tuturnya penuh upaya.Sebelum sakit, dirinya sosok pekerja keras. Kini, berbicara menjadi hal yang sulit dan menguras tenaga.

“Kalau nanti Allah izinkan saya sembuh, saya ingin buka toko sembako. Saya juga ingin jadi istri sholihah. Membalas apa yang telah ia berikan selama ini,” terangnya merujuk pada sang suami yang setia mengurus Tia dengan penuh kasih sayang.

Sebuah bukti cinta sejati. Dalam keadaan sakit, sang suami menikahi Tia dua bulan lalu dan siap berjuang bersama sang istri melawan kanker.

“Jangan putus asa, Tuhan mendengar doamu,” pesan Tia yang tak pernah lelah berjuang dan berdoa.

#Sedekaholics yang ingin terlibat dengan perjuangan Tia dan Pasien Dampingan #SR lainnya melawan kanker dapat melakukan donasi langsung.

Rekening donasi:

SYARIAH MANDIRI 4111-4111-45
MUAMALAT 532-000-6666
BCA 84655-23456 
MANDIRI 137-00-111-00-118
a.n. Sedekah Rombongan.

“Karena apa yang kita miliki, tak ‘kan berkurang saat kita berbagi.”