YULI WIBOWO (46, ODGJ). Alamat : Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, D. I. Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang selalu bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seorang pasien gangguan jiwa yang rumahnya tak jauh dari RSSR Jogja, Yuli Wibowo, kini masih dalam perawatan Panti Hafara. Setiap hari ia menjalani pengobatan medis dan terapi jiwa. Perawatan ini terus berlanjut hingga Yuli sembuh dan kembali ke masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pengobatannya, diperlukan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu Sedekah Rombongan mencoba melakukan support dengan menyampaikan amanah sedekaholics. Perawatannya masih terus dilakukan. Sedekaholics Sedekah Rombongan terus konsisten untuk membantu biaya pengobatan Yuli. Dengan dirawat di Panti Hafara, semoga kesehatan jiwa dan raga Yuli dapat pulih kembali, sehingga tidak meresahkan warga sekitar tempat tinggalnya. Bantuan untuk biaya pengobatan Yuli sebelumnya dapat dilihat di Rombongan 1130.

Jumlah Bantunan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti

Yuli mengalami gangguan jiwa


ABDULLAH ANIS SYUKURILLAH (28, ODGJ). Alamat: Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seiring waktu jumlah ini akan terus bertambah. Ada seorang pasien bernama Abdullah Anis Syukurillah, memerlukan bantuan biaya, sebab, ia harus menjalani serangkaian pengobatan jiwa yang cukup panjang. Ia harus menjalani perawatan secara medis dan spiritual. Untuk itu, Sedekah Rombongan coba menyokong biaya pengobatan Anis melalui Panti Hafara sebesar dua juta rupiah. Perkembangan kesehatan jiwa Anis kini semakin lama semakin membaik. Bantuan untuk Anis sebelumnya dapat dilihat dalam rombongan 1138. Semoga kesehatan jiwa Anis dapat segera sembuh dan membaur kembali ke masyarakat.

Jumlah Bantunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 12 Juni 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti

Anis mengalami gangguan jiwa


SEMIN BIN MARTO SENTONO (52, Fraktur Kaki Kiri). Alamat : Jetak, RT 6/29, Sendangtirto, Berbah, Sleman, DIY. Tanggal 5 Juni 2018 lalu, Pak Semin mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Sentolo, Kulon Progo. Sewaktu naik motor, ia menabrak pohon lalu jatuh yang mengakibatkan kaki kiri/paha patah dan tempurung lutut pecah. Saat itu, ia langsung dilarikan ke RS Nyi Ageng Serang, Sentolo kemudian dirujuk ke RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta untuk melakukan tindakan operasi. Sebelumnya, Pak Semin bekerja sebagai buruh, sementara istrinya, Harni (48) ialah ibu rumah tangga. Selepas kecelakaan itu, Pak Semin tak lagi bisa bekerja, padahal, ialah satu-satunya tulang punggung roda perekonomian keluarga. Saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan, Pak Semin bercerita sangat ingin segera sembuh agar dapat beraktivitas kembali. Alhamdulillah, dana titipan sedekaholics pun disampaikan kepada keluarga Pak Semin untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Pak Semin dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2018
Kurir : @saptuari Sigit @atinlelyas

Pak Semin mengalami kaki kiri/paha patah dan tempurung lutut pecah


FAHRI AKBAR NURFIANTO (4, Jantung Bocor). Alamat : Dukuh Kadibeso, Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. Dik Fahri lahir secara normal, tumbuh-kembangnya pun sama seperti anak-anak pada umumnya. Tetapi di usia 1 tahun, berat badan Dik Fahri tidak bertambah. Orangtuanya, Kirwanto dan Evi Rahayu, segera memeriksakan ke RSUD Bantul. Dik Fahri didiagnosa menderita jantung bocor dan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan tersebut, tim dokter merujuk Dik Fahri untuk melakukan tindakan operasi ke RS Harapan Kita, Jakarta. Alhamdulillah operasinya sudah dilakukan, tetapi Dik Fahri tetap menjalani kontrol rutin ke Jakarta. Biasanya mereka menumpang bus Jogja-Jakarta, bermalam di perjalanan, lalu kontrol keesokan paginya dan langsung menuju Jogja kembali. Ayahnya ialah karyawan bengkel dengan penghasilan seadanya. Sementara, ibunya ialah ibu rumah tangga yang juga mengasuh Dik Fahri dan kakaknya yang masih duduk di sekolah dasar. Beberapa waktu lalu Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi Dik Fahri kejang dan rawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Pihak rumah sakit menyarankan keluarga untuk segera menghubungi RS Harapan Kita untuk mengatur ulang jadwal operasi mengingat kondisi Dik Fahri. Saat kondisi Dik Fahri sudah memungkinkan dibawa ke Jakarta, kedua orangtuanya masih kebingungan terkendala biaya akomodasi. Alhamdulillah, Allah memperkenankan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan kembali amanah sedekaholics untuk Dik Fahri. Keluarga Dik Fahri sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Dik Fahri segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Santunan sebelumnya terlapor pada Rombongan 1141.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @atinlelyas Sigit

Fahri didiagnosa menderita jantung bocor


SURIP MANGUN WIYONO (100, Lansia). Alamat : Lojisari, RT 8/22, Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY. Di usianya yang menginjak satu abad ini, Mbah Surip tak lagi mampu bekerja. sehari-hari, Mbah Ikem, istrinya yang juga tak jauh berumur beda, memaksakan diri untuk mencari nafkah sekadar menyalakan tungku dapur. Mbah Ike mini berjualan makanan kecil seperti kacang, kerupuk, yang dijual keliling ke pembeli di warung-warung makan sekitar rumahnya. Tak jarang ia juga berjalan lebih dari 7km. Akhir Bulan Ramadhan lalu, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbah Ikem. Beliau bercerita bahwa suaminya sedang sakit. Beberapa hari kemudian, kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumah Mbah Ikem berniat menjenguk Mbah Surip. Betapa kagetnya, ketika Mbah Ikem menyampaikan bahwa Mbah Surip telah berpulang dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan ungkapan bela sungkawa sekaligus menyampaikan santunan duka dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Mbah Ikem dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2018
Kurir : @saptuari Sigit @atinlelyas

Santunan duka


ADI ABDILLAH SHOLEH (21, Tumor Mata) alamat: Gempol RT 04 / RW 08, Mertan, Bendosari, Sukoharjo. Jawa tengah. Adi (21) sapaan akrabnya, sebelum mengalami sakit beliau merantau ke jakarta berkerja sebagai penjaga toko. Mas Adi merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Ayahnya Wiyono (48) seorang buruh tani dan ibunya Warsiti (36) sebagai ibu rumah tangga. Kronologi awal sekitar februari 2018 mas Adi mengeluhkan mimisan terus menerus. Kemudian beliau memeriksakan ke rumah sakit di tangerang dan diberikan obat jalan. Namun semakin hari tampak ada benjolan pada matanya, lalu beliau memeriksakan ke rumah sakit yg berbeda dari yg pertama, namun menurut beliau proses pengobatannya terlalu lama dan tidak segera dilakukan tindakan, kemudian beliau memutuskan rawat jalan. Pada pertengahan ramadhan kemaren beliau dijemput oleh keluarganya untuk pulang dan menjalanin pengobatan di kampung halaman. Sesampainya di rumah, sekitar awal Juni mas adi memeriksakan ke rs dr moewardi, dan sempat menjalani rawat inap selama 4 hari, namun lagi” mas adi dan keluarga mengeluhkan proses pengobatan yg terlalu lama. Sebenarnya dijadwalkan untuk menjalani ct scan pada akhir juni kemaren. Namun, tidak dilanjutkan oleh mas Adi. Jadi belum diketahui penyakitnya secara jelas, oleh karena mas Adi tidak melanjutkan pengobatan di rs. Maka sekarang mas adi dan keluarga memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif di jogja. Pada tanggal 30 Juni 2018 mata sebelah kanan mas Adi mengalami perdarahan hebat dan di bawa ke PKU Muhammadiyah Solo, dan diberikan transfusi darah. Mas adi sudah menjalani rawat inap selama 7 hari dan berlangsung sampai saat ini. Dari rumah sakit sudah dilakukan rontgen dan usg untuk mengetahui diagnosa penyakitnya. Kondisi terkini mas Adi masih dalam tahap perbaikan. Alhamdulilah kurir sedekah rombongan di pertemukan dengan Mas Adi dan keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat dan kebutuhan sehari-hari. Keluarga Mas menyampaikan terimakasih atas santunan yang di berikan dan meminta doa segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 6 Juli 2018
Kurir : @Mawan @Anissetyya @imawatirosyida @rizqinurul

Adi menderita tumor mata


RAFITA PUTRI (1, Pneumonia) alamat: Gunungduk RT/RW 004/005 desa Bulurejo, kecamatan Gondangrejo kabupaten Karanganyar, provinsi Jawa Tengah. Narwanto (33) dan Ngatini (36) adalah orang tua dari Rafita Putri, bapak Narwanto bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilnya per minggi 360 yang hanya cukup untuk makan sehari-hari saja, sedangkan ibu Ngatini dari mengandung Rafita sampai Rafita umur 1 tahun lebih sekarang tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga biasa. Pada umur 4 bulan Rafita mulai mengalami batuk-batuk yang tak kunjung sembuh, Rafita oleh orangtuanya dibawa ke Rumah Sakit Paru Solo tetapi tidak ada tanda-tanda sembuh meski obat sudah habis, orang tua Rafita berusaha mencari kesembuhan dengan cara Rafita dibawa ke RSUD Surakarta atau Ngipang, oleh Dokter di Ngipang Rafita didiagnosa Pneumonia dan mengharuskan Rafita kontrol dan mengambil obat 2 minggu sekali dan itu berlangsung sampe sekarang Rafita umur 1 tahun lebih. Dan beberapa bulan terakhir batuk Rafita semakin parah dan tidak sembuh-sembuh. Dokter RSUD Surakarta Rafita diberika rujukan ke RS Dr. Moewardi (RSDM) karena Dokter menghawatirkam Rafita mempunyai alergi, oleh dokter disarankan untuk berobat ke dokter spesialis anak elergi imunologi RSDM. Kondisi Rafita saat ini sehat seperti anak normal lainnya tetapi ketika batuk sampai sesak dan muntah. Saat ini pengoabatan Rafita mengunakan jaminan kesehatan JKN-KIS, keluarga merasa sangat terbantu. Alhamdullilah kurir sedekah Rombongan dipertemukan dengan adek Rafita. Bantuan diberikan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan sehari-hari Rafita. Semoga Rafita cepat sembuh, diberikan kelancaran dalam proses pengobatan dan bisa menjadi generasi bangsa yang berguna bagi semua orang kelak. Amin

Jumlah Bantuan :Rp. 1.000.000
Tanggal : 23 Juni 2018
Kurir : @mawan @anissetya60 @nisa

Rafita menderita pnumonia


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Juli 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja berasal dari wilayah DIY, tetapi ada juga yang berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Kuningan, Temanggung. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan katering pasien, biaya pembelian suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.395.485,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien Juli 2018


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Juli 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain sebagai tempat transit pasien, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan Juli 2018 yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi, pembelian perlengkapan RSSR, dan biaya listrik/air/internet. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.374.556,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Bantuan ini digunakan untuk biaya balik nama, biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.214.600,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli 2018. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 649.600-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dan dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian kaca spion dan bahan bakar selama pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 719.600,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan ini ialah biaya servis dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 2.314.600,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR JOGJA (AB 1583 VT, Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR ini juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk transportasi menuju rumah target pasien (survey pasien) dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka atau mengantar ke pemakaman. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya tambal ban dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli 2018. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 2.

Jumlah Bantuan : Rp. 677.600,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


RAWISIH BINTI PARWI (56,Tumor) Ibu Rawisih tinggal di Desa Karanglegi, Rt 4/1, Kec. Trangkil, Kab. Pati. Sudah beberapa bulan beliau sering mengeluh sakit nyeri di perut bagian atas. Namun, beliau tidak pernah menganggap serius penyakitnya. Obat-obatan yang di jual warung dekat rumah menjadi pilihannya. Maklum keluarga Ibu Rawisih tergolong keluarga yang kurang mampu. Ibu Rawisih(56th) bekerja sebagai buruh pabrik dan suaminya Wadiman (45th) bekerja sebagai buruh serabutan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja pas-pasan apalagi untuk memeriksakan Ibu Rawisih ke dokter. Memasuki bulan Ramadhan 2018 ini Ibu Rawisih mengeluhkan nyeri yang luar biasa pada bagian perut atasnya, kemudian di bawa ke bidan desa di anjurkan untuk ke puskesmas akan tetapi tidak ada perkembangan. Dari puskesmas memberi rujukan untuk ke RSUD Soewondo Pati untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ibu Rawisih memberanikan diri berobat ke Rumah Sakit, sesampainya disana beliau harus di rawat inap karena di diagnosa terdiagnosa tumor perut. Setelah di rawat 4 hari di RSUD Soewondo pihak RSUD memberikan rujukan untuk tindakan operasi di RSUP Dr kariadi Semarang. Lagi-lagi karena masalah biaya Ibu Rawisih hanya di rawat di rumah sampai saat ini. Alhamdulillah atas izin Allah Sedekah Rombongan bertemu dengan Keluarga Ibu Rawisih. Bantunan pun di berikan untuk biaya akomodasi sehingga pengobatan dapat di lanjutkan kembali. Dan semoga kesembuhan bisa di rasakan oleh Ibu Rawisih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 05 September 2018
Kurir : ImamTeguh @dewapopfmpati Yuyud @JeanseaMaurer

Bu Rawiaih terdiagnosa tumor perut


MTSR PARERA (K 8502 VA, Biaya Operasional Bulan Juni 2018). “Mr. Red” adalah julukan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dengan nomer hotline 08551911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) berwarna merah ini adalah mobil ambulance yang dipercayakan kepada tim Sedekah Rombongan untuk mengcover wilayah Pati, Rembang dan Blora. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya, ambulance MTSR PARERA ini juga sering digunakan untuk menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit di Semarang dan Solo dan/atau sebaliknya, menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan tak jarang mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Service rutin selalu dijalani MTSR untuk mendukung pergerakan MTSR agar semakin maksimal menjalankan amanah. Titipan sedekah dari Sedekaholics kembali dipergunakan untuk membayar biaya pemeliharaan dan perbaikan MTSR yang meliputi servis rutin, tap oli , pembelian bahan bakar serta perawatan lainnya agar selalu bisa cepat tanggap membantu mobilitas pasien. Terimakasih untuk para Sedekaholics, doa kami menyertai Sedekaholics semua agar selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Semoga para pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan semakin semangat dalam menjalani kontrol dan pengobatan dan dapat segera sehat kembali. Aamiin
Laporan sebelumnya terdapat pada ROM 1146.

Jumlah Bantuan: Rp. 6.500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir : @imamteguh @jovan @jeansiemaurer

Biaya operasional bulan Juli 2018


NY. MADI SUTRISNO (71, Syaraf Tulang Belakang). Alamat : Watulangkah, RT 1/36, Ambar Ketawang Gamping, Sleman, DIY. Sejak setahun yang lalu Mbah Madi mulai merasa ada gangguan di syaraf tulang belakang. Awal mulanya, Mbah Madi jatuh dan tidak bisa berjalan. Ia berobat ke RS PKU Gamping dan klinik dokter setempat. Saat ini untuk aktivitas sehari-hari Mbah Madi mengandalkan bantuan oranglain. Selama setahun ini, ia hanya bisa terbaring di tempat tidur, sementara untuk makan, minum, buang air, dll, selalu dibantu orang lain. Begitu pun, untuk berobat ke rumah sakit. Selain biaya, Mbah Madi juga mengandalkan bantuan orang lain untuk mengantar dan mendampingi selama di rumah sakit. Setiap minggu sekali, ia kontrol rutin sekaligus mengganti selang kateter. Saat bersilaturahim, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya berobat Mbah Madi. Mbah Madi sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 13 Juli 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_SILVER @atinlelyas @satyaluke

Mbah Madi mengalami gangguan di syaraf tulang belakang


ANDIKA PURWANTORO (22, Patah Tulang Kaki). Alamat : Juwangen RT 3/1,Purwomartani, Kalasan Sleman, DIY. Andi adalah anak pertama dari pasangan Bapak Purwanto dan Ibu Giyanti. Setelah lulus sekolah, Andi langsung bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Ibunya bekerja sebai penjual makanan dan bensin. Selain membantu biaya hidup sehari-hari untuk ibunya, Andi juga harus mencukupi kebutuhan anak dan istrinya. Sepulang kerja tanggal 21 Oktober 2017, saat melewati jembatan dan selokan ada polisi tidur yang tak terlihat olehnya, akhirnya dia mengerem mendadak dan terbentur oleh pembatas jembatan tersebut. Dirinya pun terpelanting jauh dari jalan utama. Kemudian ia dibawa ke rumah sakit terdekat dan langsung dilakukan tindakan operasi pemasangan pen di kaki nya tersebut. Setelah 6 bulan berlalu, tepatnya bulan Juni 2018 dia kembali operasi untuk pengangkatan pen. Ternyata walaupun sudah menggunakan kartu BPJS, ada beberapa obat yang harus ditebus dengan uang sendiri. Karena tidak ada penghasilan karena selepas sakit tak bisa kemana-mana akhirnya ibunya menjual pemberian zakat bulan ramadhan kemarin di warung terdekat guna menebus obat yang harus dibelinya. Saat bersilaturahim, Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Andi dan ibunya. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Juli 2018
Kurir : @kisshery @rofiq_silver @putrisri_hunny @dwiahel @umi

Andika mengalami patah tulang kaki


PONIYEM BINTI KARDIMAN (81, Patah Tulang Rusuk). Alamat : Bendosari RT 3/6, Sumbersari, Moyudan, Sleman, DIY. Simbah Poniyem adalah seorang nenek yang hidup sendirian. Saudara yang paling dekat tinggal di Gunungkidul yang tentunya masih berjarak cukup jauh dari tempat tinggalnya. Untuk kebutuhan dan aktivitas sehari-hari biasanya dibantu oleh saudara jauh yang masih bertetangga. Sang suami sudah meninggal dua tahun lalu. Pada hari Jum’at 3 Agustus 2018, Simbah Poniyem berjalan-jalan di selepas Shubuh. Suasana di sekitar masih gelap. Tiba-tiba ada pengendara motor yang tidak sengaja menabrak simbah Poniyem dari arah belakang. Lalu simbah Poniyem terjatuh hingga menyebabkan patah tulang rusuk. Oleh tetangganya, ia segera dibawa ke RS PKU Muhammadiyah, Gamping. Pihak rumah sakit menyarankan untuk dilakukan operasi dan rawat inap selama 5 hari. Sementara itu kartu jaminan BPJS-nya tidak bisa digunakan sebelum pengurusan administrasi Jasa Raharja selesai. Atas musyawarah keluarga, biaya pengobatannya berhutang terlebih dahulu sementara biaya operasional.mendapat dukungan dana dari saudara. Pascaoperasi, Simbah Poniyem menjalani rawat jalan untuk pemulihan kondisi. Alhamdulillah, Simbah Poniyem sudah berjalan serta pulih seperti sedia kala.Simbah Poniyem dan tetangga bersyukur atas bantuan dan santunan dari sedekaholics Sedekah Rombongan, serta mereka mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan biaya hidup dan biaya pengobatan Simbah Poniyem.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Yudan

Bu Poniyem menderita patah tulang rusuk


SUMILAH BINTI RESA SABI (52, Tumor Sarkoma). Alamat : Krapyak Kulon, RT 5/52, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY. Awalnya Bu Sumilah merasakan ada daging tumbuh di kakinya. Lama-kelamaan ia menjadi tidak nyaman, lalu diperiksakan ke rumah sakit. Setelah itu diketahui ia menderita tumor di bagian paha kaki kiri. Sebelumnya, di tahun 2013, ia melakukan operasi bedah tumor di kaki kanan. Hingga saat ini, Bu Sumilah sudah menjalani 5x operasi bedah untuk tumor di kakinya. Selanjutnya ia menjalani radioterapi di Semarang. Suaminya, Sutardi (50) bekerja sebagai tukang becak. Selama pengobatan ini Bu Sumilah memanfaatkan fasilitas BPJS Mandiri. Tetapi masih ada biaya-biaya penunjang pengobatan yang tidak tercover jaminan, sehingga keluarga ini harus mengusahakan sendiri, sementara tidak bisa mengandalkan penghasilan Bapak Sutardi yang tidak tetap. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Bapak Sutardi dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Sumilah, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_SILVER @atinlelyas @satyaluke

Bu Sumilah menderita tumor di bagian paha kaki kiri


HANAN HENGKI WIGUNA (8, Gagal.Ginjal). Alamat : Jaten, RT 5, Triharjo, Pandak, Bantul, DIY. Awalnya, sepulang sekolah tanggal 18 Januari 2018 ia terlihat bengkak-bengkak, kemudian diperiksakan ke RSUD Bantul. Kadar haemoglobinnya rendah, hanya 4,5, sementara tekanan darahnya 190. Kemudian ia disarankan rawat inap untuk penelusuran lebih lanjut. Dari pemeriksaan diketahui ia menderita gagal ginjal. Ayahnya, Suhendar (40) sebelumnya bekerja sebagai buruh batik, tetapi sudah diberhentikan karena.sering izin memgantar anak berobat. Sementara ibunya, Tujinem (41) bekerja sebagai pengrajin emping melinjo. Penghasilan kedua orangtua ini tak seberapa, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja harus berhemat, apalagi untuk biaya transportasi pengobatan sang putra. Setiap dua sekali, ia menjalani terapi epo/suntik darah ke RSUD Bantul dan kontrol rutin ke dokter ginjal setiap sebulan sekali. Selain itu, ia juga menjalani pengobatan dengan capd (mengganti cairan setiap 6 jam) dan tidak sepenuhnya ditanggung oleh jaminan KIS yang ia miliki. Saat bersilaturahim, Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan yang dialami keluarga Hanan. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Santunan sebelumnya sudah terlapor pada Rombongan 1146.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas Ahmad

Hanan menderita gagal ginjalmenderita gagal ginjal


RAFKA ADRIAN PUTRA (2, TB Paru). Alamat : Gambiran UH V/143, RT 34/9, Umbulharjo, Pandean, Yogya, DIY. Sejak umur 2 bulan dik Rafka terdeteksi memderita bronkopnemonia. Saat itu ia batuk-batuk dan tidak kunjung sembuh meskipun sudah berobat ke puskesmas. Lalu ia dirujuk ke RS Pratama dan menjalani rawat inap karena kadar leukositnya tinggi. Setelah diperiksa lebih lanjut ia didiagnosa menderita infeksi paru-paru, kemudian dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah. Setelah menjalani rawat inap, kondisinya membaik, tetapi diduga masih ada flek di paru-parunya. Ayahnya, Bayu Eko Saputro (39) bekerja sebagai tukang parkir, sementara ibunya, Wijiati (36) ialah ibu rumah tangga. Dulu, pengobatan dik Rafka bisa dicover dengan jaminan Jamkesda, tetapi saat ini mereka tidak menggunakan jaminan kesehatan. Dik Rafka selalu rutin menjalani kontrol je rumah sakit. Ia masih sering batuk pilek dan berkeringat dingin. Semakin lama, kedua orangtuanya mengkhawatirkan biaya pengobatannya, terlebih dengan penghasilan sehari-hari yang sederhana. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu metingankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Rafka, Aamiin. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1141.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_SILVER @atinlelyas @satyaluke

Rafka terdeteksi memderita bronkopnemonia


MUHAMMAD FIRZAN (2, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Tegalurung, RT 3, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY. Sejak umur 3 bulan, Muhammad Firzan didiagnosa menderita sakit ginjal bocor. Penyakit bawaan sejak lahir ini diketahui saat kedua orangtuanya memeriksakan ke RSUP Dr. Sardjito. Kedua ginjalnya tidak berfungsi optimal. Kadang-kadang, Dik Firzan mengalami demam dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Ayahnya, Ook Hafila (37) baru saja mendapat pekerjaan sebagai buruh di Kalimantan, sementara ibunya Rahmini Indarsih (36) ialah ibu rumah tangga. Selama pengobatan ini dik Firzan memanfaatkan fasilitas dari BPJS Mandiri. Tetapi untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pembelian obat yang tidak tercover masih menjadi kendala. Belum lagi, Ayah Firzan baru saja mendapat pekerjaan, sehingga belum ada pemasukan tambahan untuk keluarga di Jogja. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan Dik Firzan. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1141. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan Dik Firzan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_SILVER @atinlelyas @satyaluke

Muhammad Firzan didiagnosa menderita sakit ginjal bocor


ALVIANO RANGGA PAMUNGKAS (1, Hidrosepalus). Alamat : Pagutan, RT 6/8, Pengkol, Nglipar, Gunungkidul, DIY. Di usia 8 bulan kehamilan, Ibu Rangga, Maryani (37) memeriksakan kandungan ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Dari pemeriksaan dokter diketahui terdapat cairan di kepala janin. Proses kelahiran Rangga dilakukan dengan operasi caesar di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Di usia dua bulan, ia menjalani operask untuk pengambilan cairan di dalam kepalanya. Ayahnya, Riswanta (38) bekerja sebagai buruh dengan pebghasilan tak menentu. Kedua kakak Rangga masih berusia sekolah. Di usia tujuh bulan ini Rangga masih menjalani kontrol rutin di rumah sakit. Selain itu, dokter menyarankan untuk dilakukan fisioterapi setiap seminggu sekali. Tetapi karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi, fisioterapi ini belum dilakukan, sementara biaya tersebut tidak dapat ditanggung jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimiliki. Beberapa waktu lalu, Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa kondisi Rangga menurun dan menjalani rawat inap di RSUP Dr.Sardjito. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama di rumah sakit. Keluarga Rangga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Tubiyanto

Rangga menderita hidrosepalus


FATTUROHMAN RAHARJO (1, Kelainan Jantung). Alamat : Karangmojo A, RT 17/5 , Grogol, Paliyan, Gunungkidul, DIY. Dik Fatur lahir tanggal 18 April 2018 lalu. Sejak lahir ia terdeteksi menderita kelainan jantung. Ia pun menjalani rawat inap di RSUD Wonosari, Gunungkidul untuk perbaikan kondisi sekaligus pemeriksaan lebih lanjut. Tetapi untuk menunjang pengobatan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta dan menjalani rawat inap. Dari pemeriksaan yang dilakukan, Dik Fatur disarankan untuk menjalani operasi yang dijadwalkan di bulan September mendatang. Ayahnya, Slamet Raharjo (37) bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tak menentu. Sementara, ibunya, Istiqomah (32) ialah ibu rumah tangga. Keduanya telah menjual sebidang tanah untuk biaya pengobatan sang buah hati. Meski memilki jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah, masih banyak biaya-biaya lain yang tidak tercover, hingga mereka pun terpaksa berhutang ke tetangga. Bapak Slamet bercerita sangat ingin melihat kesembuhan sang putra sehingga siap menempuh berbagai cara untuk kesembuhan Dik Fatur. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Bapak Slamet dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Tubiyanto

Fatur menderita kelainan jantung


SUGIYANTO BIN MUJI (42, Sakit Kulit pada Wajah) Alamat : Dusun Banggan, RT 43/22, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Bapak Sugiyanto atau biasa di panggil giyanto ini, pada tahun 2000 bekerja sebagai petugas kebersihan di area rel kereta api. Ia bekerja sebagai buruh harian lepas yang bertugas membersihkan got/selokan. Karena setiap hari bekerja di lingkungan yang jotor, dimungkinkan Pak Giyanto terinfeksi bakteri yang mengakibatkan gatal-gatal, panas, dan infeksi di kulit wajah. Kemudian ia diperiksakan ke Puskesmas Sentolo lalu ke RSUD Wates. Akan tetapi, penyakit yang diderita Bapak Sugiyanto tak kunjung sembuh. Sydah 18 tahun Bapak Sugiyanto menderita sakit ini tanpa penanganan khusus. Maklum, ia sebagai kepala keluarga tetap harus memikirkan kebutuhan ketiga anaknya, bahkan dengan penghadilan keluarga yang nyaris tidak ada. Selain itu, ia juga harus merawat ayahnya yang juga sakit stroke. Melihat keadaan tersebut Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan ananah sedekaholics untuk membantu biyaya pengobatan Bapak Sugiyanto ke dokter spesialis kulit dan operasional pengobatan selama masa penyembuhan. Semoga Bapak Sugiyanto diberikan kesabaran dalam ikhtiar mencari kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Triyatmoko

Pak Giyanto terinfeksi bakteri yang mengakibatkan gatal-gatal, panas, dan infeksi di kulit wajah


ZAHIRA BILQIS SALSA BILA, (4, Kanker Mata) Alamat Jl. Koptu Berlian RT/RW 004/007, Desa Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada satu tahun yang lalu, diketahui terdapat benjolan kecil pada kelopak mata Kiri adik Zahira. Karena dirasa biasa dan tidak terasa sakit, benjolan tersebut dibiarkan saja. Seiring berjalannya waktu, benjolan yang awalnya kecil menjadi semakin membesar. Adik Zahira pun segera dibawa untuk periksa ke rumah sakit. Dokter pun langsung mendiagnosis retinoblastoma atau kanker mata karena benjolan yang sudah membesar dan mengeluarkan darah. Zahira pun diberikan surat rujukan untuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih lengkap. Untuk bulan ini, adik Zahira telah menjalani beberapa pemeriksaan dan telah direncanakan untuk kemo terapi. Pada Bulan Desember ini, adik Zahira telah menjalani jadwal kemo terapi yang ke 3 dan ke 4. Ayah Zahira, Bapak Maryadi (41) bekerja sebagai buruh tani hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya dengan upah yang diterima. Sedangkan ibu adik Zahira, Ibu Marlik (30) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Adik Zahira memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI kelas III yang tiap bulannya di bayar oleh Sedekah Rombongan. Akan tetapi, keluarga sangat terbeban akan biaya transportasi dan kebutuhan hidup saat menjalani pengobatan di Malang. setelah pengobatan di RSSA Malang semakin membaik, namun Allah berkehendak lain. Setelah satu tahun dalam masa dampingan Sedekah Rombongan, Adik Zahira berpulang menghadap sang Ilahi. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan kematian untuk keluarga Alm adik Zahira, semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : Februari 2018, Juli 2018, 13 September 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Zahira didiagnosis retinoblastoma atau kanker mata


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Agustus 2018). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Agustus 2018 sebesar Rp 2.366.000,- di gunakan untuk pembelian BBM, Balancing, poles kaca depan dan headlamp, biaya cuci mobil dan Jasa driver. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR 1 Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 4

Jumlah Bantuan : Rp 2.366.000-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Agustus 2018


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Agustus 2018). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Agustus 2018 sebesar Rp 3.093.969,- di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, Sporing dan Balancing, pembelian dudukan mesin, biaya cuci Mtsr serta jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 4.

Jumlah Bantuan : Rp 3.093.969,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Agustus 2018


RSSR MAGETAN, (Sembako pasien bulan Agustus 2018). Alamat : Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Kebutuhan pokok yang diperlukan antara lain : Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk dan lain- lain. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan konsumsi pasien selama bulan Agustus 2018. Laporan sebelum nya masuk rombongan 4.

Jumlah Santunan : Rp 741.750,-
Tanggal : 31Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya sembako pasien bulan Agustus 2018


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Agustus 2018). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan rekening air, listrik, telpon, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Agustus 2018 setelah sebelum nya masuk Rombongan 4.

Jumlah Santunan : Rp 1.581.051,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Agustus 2018


Ulfa Imansari (24/pasien , Ulfa Imansari, Kelenjar tiroid ) Bungurasih Timur , RT 007/ RW 001 . Kec. Taman . Kab. sidoarjo , provinsi Jawa timur Berawal dari 5th lalu yang kondisi nya tiba tiba melemah, Ulfa anak dari bapak Alm. Mat Sahlan dan ibu Hanifatul (63) mulai menjalani pengobatan di puskesmas, Penyakit Kelenjar Teroid yang Ulfa rasakan membuat tubuh nya semakin hari semakin melemah. Setelah berobat ke puskesmas ,Ulfa di rujuk ke Rumah Sakit Siti Khotijah. Ulfa menjalani pengobatan selama 1th dan berhenti karena terkendala biaya dan transportasi. Saat itu Ulfa berobat masih menggunakan kartu berobat BPJS . Dan semenjak berhenti berobat kartu BPJS nya tidak pernah di bayar kan dan tidak bisa di pergunakan . Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Ulfa sekeluarga, di awali dari pendataan dan berakhir dengan pendampingan dalam berobat. Alhamdulillah Ulfa kembali berobat ,semoga secepatnya di beri kesembuhan agar bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Santunan:Rp. 910,500
Tanggal:08-02-2016
Kurir:khusen mandala

Ulfa menderita kelenjar tiroid


Henny Fatmawati (24/pasien , Henny Fatmawati, Paru paru basah) jl. Wachid Hasyim RT. 14 RW. 04 , kec.lebo kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur . Henny panggilan nya sering keluar masuk rumah sakit karena kondisi nya yang sering menurun, berawal dari batuk berkepanjangan, susah makan dan minum karena kondisi tenggorokan yang luka. Badan semakin hari semakin kurus, anak dari bapak Djuniharto dan alm. Ibu Nur Chasanah ini sehari hari bekerja menjaga toko Berangkat pagi pulang malam, selama berobat Henny tidak memiliki kartu berobat BPJS atau yang lainnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Henny dan di lakukan pendampingan untuk proses pengobatan nya hingga sehat kembali.

Jumlah Santunan:Rp. 500,000
Tanggal:10-08-2018
Kurir:khusen mandala

Henny menderita paru paru basah


Abdul Jamil (55/pasien, Abdul Jamil , Gangguan jiwa ) Kemantren RT.005 . RW. 001. Kec. Tulangan. Kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur 25th lalu, pak Jamil bekerja sebagai kernet angkutan umum, saat sedang mencari penumpang pak Jamil di tinggal oleh supirnya dan pak Jamil pulang kerumah dengan menumpang teman yang sesama supir angkot. Saat sampai rumah beliau seperti orang yang sedang memendam amarah, Krn beliau tidak seperti kebanyakan org yg bisa mengungkapkan emosinya secara langsung. Semenjak saat itu beliau sering melamun, marah marah dan melemparkan barang barang di sekitar nya. Akhirnya pak Jamil di bawa ke rumah sakit Menur selama 1 bulan. Setelah 1bl pak Jamil pulang ke rumah dengan kondisi yang semakin membaik,namun beliau memutuskan untuk berhenti kontrol dan susah di ajak kembali berobat . Suami dari ibu Sunaipah (53 ) 2th berhenti berobat, kejiwaannya semakin parah dan di bawa kembali ke RSJ selama 2bl. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan beliau dan keluarga sehingga di lakukan kembali proses pengobatan.

Jumlah Santunan:Rp. 500,000
Tanggal:21-08-2018
Kurir:khusen mandala

Jamil mengalami gangguan jiwa


NI KETUT SUNARTI, (55,Maag Akut). Alamat : Br. Dinas Pemuteran Desa Pempatan Kec. Rendang Kab.Karangasem Prov.Bali. Istri dari Pak I Ketut Muatra (58 tahun) ini pada tahun 2011, 7 tahun yang lalumerasakan sakit pada lambungnya , sakit lambung ini menjalar ke bagian kepala beliau. Dalam 7 tahun ini beliau hanya 3x dibawa berobat ke puskesmas . Dokter menyatakan bahwa beliau terkena maag akut,maag ini dikarenakan beliau jarang makan, karena keterbatasan biaya dan jarak untuk ke rumah sakit/puskesmas sangat tidak terjangkau maka beliau tidak melanjutkan pengobatan. Hingga beliau terbaring bertahun-tahun merasakan sakit yang kian hari tak kunjung sembuh. Hanya untaian doa yang beliau panjatkan untuk suami tercinta yang bekerja sebagai pencari kayu bakar dan merawat ladang orang lain agar bisa mencari sesuap nasi untuk kedua anak angkat yang ditinggalkan kedua orangtuanya. Sungguh mulia hati kedua pasangan ini, tidak peduli jika kesulitan ekonomi menghimpit, penyakit menghampiri karena rela tidak makan demi kemanusiaan. Alhamdulillah, Tuhan memberikan karma yang baik untuk beliau, kurir sedekah rombongan mendengar kesulitan beliau sekeluarga dan dilakukan survey keluarga dan lingkungan. Setelah dilakukan pendataan dan disepakati oleh team kurir,Alhamdulillah menjadi dampingan pasien SR. Semoga Allah memberikan kemudahan Bu Sunarti dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami.Keluarga sangat bersyukurserta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan selalu tercurahkan untukkita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 25 Agustus 2018
Kurir : Syaiful

Bu sunarti terkena maag akut


Evan Syahputra (10/pasien, Evan Syahputra, Radang otak ) kebaron RT.04 RW. 01. Kec. Tulangan , kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa timur. Adek Evan memiliki penyakit radang otak dan penyempitan pembuluh darah di otak sejak usia 3bl, berawal dari demam dan kejang. Keluarga sempat membawa nya ke RSUD Soetomo dan sempat berobat rutin selama 2th. Ibunya ( 33 ) bekerja sebagai buruh pabrik dan bapak nya Adi Suprap ( 43 ) bekerja sebagai buruh tani. Karena biaya semakin hari semakin menumpuk dan hutang semakin banyak untuk transportasi, biaya MRS ,dll. Keluarga memutuskan berhenti berobat, meski selama ini berobat menggunakan kartu berobat BPJS , namun mereka terkendala biaya yang tidak di cover BPJS . Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan adek Evan dan keluarga , berawal dari viral di medsos , sampai berakhir menjadi pasien dampingan .

Jumlah Santunan:Rp. 500,000
Tanggal:08-02-2026
Kurir:khusen mandala

Evan memiliki penyakit radang otak dan penyempitan pembuluh darah di otak


BAYI IBU HASNA (3 Hari, Sindrom Pernapasan Dan Pendarahan Lambung) beralamat di jalan Darul Istiqamah, Maccopa, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Ibu Hasna baru saja melahirkan anak keduanya dengan Caesar, namun bayinya mengalami sindrom pernafasan dan perdarahan pada saluran cernanya tepat sehari setelah dilahirkan sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. Selama kehamilan, Istri dari bapak Yasir (32 tahun) ini tidak pernah merasakan keluhan apapun terkait kehamilannya, sehingga mereka pun merasa kebingungan dengan kondisi anaknya, apalagi sang suami tidak memiliki pekerjaan tetap. Belum lagi tunggakan tagihan sang bayi di Rumah Sakit tempatnya dilahirkan yang belum bisa dilunasi. Keluarga Bapak Yasir sebenarnya memiliki asuransi BPJS kesehatan, namun mereka tidak mengetahui bahwa bayi dalam kandungan juga sudah bisa didaftarkan sehingga mereka tidak mendaftarkan bayinya. Adapun kronologinya, saat tanda-tanda persalinan muncul, sang suami segera membawa Ibu Hasna ke Rumah Sakit DR. Soetomo AURI pada saat itu ketuban sudah pecah, namun hari itu dokter tidak di tempat sehingga harus dirujuk ke RSUD Kota Makassar, disana ibu sudah mengalami pembukaan 9, namun kondisi bayi tidak maju. Dokter mengatakan harus dilakukan operasi Caesar karena pinggul ibu yang kecil, namun disisi lain mengingat resiko yang dapat dialami oleh bayi dengan keterbatasan alat di Rumah Sakit sehingga ibu kembali harus dirujuk ke RS. Ibnu Sina Makassar untuk operasi dan penanganan resiko bagi bayi.
Alhamdulillah beberapa saat kemudian operasi berjalan lancar, namun pada saat dilahirkan bayi tidak menangis, dokter memutuskan memberikan bantuan dengan pemasangan oksigen dan memasukkan kedalam inkubator, selang sehari setelah dilahirkan bayi mengalami muntah dan mengeluarkan darah dari mulutnya, bayi kemudian diperiksa dan dokter menyarankan untuk dirujuk ke RS. Wahidin Sudirohusodo yang lebih lengkap untuk penanganan lebih lanjut di ruang NICU. Saat ini bayi sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit setalah sepekan dirawat intensif di ruang bayi. Adapun keluarga bapak Yasir terutama Ibu Hasna sangat berterima kasih atas bantuan dari para donatur #sedekahrombongan, semoga para donatur diberikan keberkahan dan diijabah doa-doanya oleh Allah Subehanawata’ala, amin.

Jumlah bantuan : Rp. 5.000.000
Tanggal : 10 Juni 2018
Kurir : @areefy_dip @hajiusman

Bayi Ibu hasna mengalami sindrom pernafasan dan perdarahan pada saluran cernanya


IRNAWATI BINTI NASRUN (40, Nefrolitoasis). Alamat: Jalan Banawa, Kelurahan Maleni KM. 3, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.Ibu Irnawati merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Palu yang kemudian dirujuk ke Makassar lalu menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Makassar. Sejak 2 tahun yang lalu Ibu Irnawati mengalami kesulitan buang air kecil. Namun, hal tersebut belum terlalu dihiraukan karen terasa belum terlalu mengganggu kesehariannya. Baru sejak 5 bulan yang lalu tepatnya sekitar bulan Maret Ibu Irnawati merasakan gejala penyakitnya semakin memberat sampai beliau sudah kesakitan saat buang air kecil. Ibu Irnawati menjalani pemeriksaan awal di Puskesmas dekat rumahnya, yang kemudian dirujuk ke RSU Kabelota Kabupaten Donggala. Hasil pemeriksaan menunjulkan adanya gangguan pada ginjal. Keterbatasan alat di RSU Kabelota menyebabkan pasien di rujuk ke RS. Universitas Hasanuddin Makassar. Dari RS. Universitas Hasanuddin, oleh dokter pasien dianjurkan langsung ke klink Medical Centre Makassar tempat praktek dokter yang bersangkutan. Dari situ pasien diberi surat keterangan untuk pelaksanaan operasi di RSUP Wahidin Sudirohusodo.Nefrolitiasis yang secara awam biasa disebut penyakit batu ginjal menyebabkan pasien kesulitan berkemih, nyeri saat berkemih bahkan air seni bercampur darah. Ibu Irnawati menjalani operasi dan pengobatan hingga tuntas di RSUP. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Untuk memudahkan saat kontrol Ibu Irnawati tinggal di kostan sekitar Rumah Sakit. Suami Ibu Irnawati, Pak Asri (43) adalah seorang buruh toko yang penghasilannya pas-pasan dengan jumlah tanggungan 7 orang anak. Selama sakitnya Ibu Irnawati cukup terbantu dengan Menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya di Rumah Sakit, namun kesulitan untuk memenuhi biaya kontrol ke Klinik, biaya hidup dan tempat tinggal, obat-obatan dan transportasi selama pengobatan. Kurir sedekah rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan transportasi selama beliau menjalani ikhtiar pengobatan di Makassar hingga kembali ke Donggala nantinya. Semoga Ibu Irnawati diberikan kekuatan dan kesembuhan kelak. Aamiin..

Jumlah bantuan : Rp. 3.000.000
Tanggal : 15 Agustus 2018
Kurir : @areefy_dip @m.usman

Bu Irnawati menderita nefrolitiasis


Romlah binti Fulan (48/pasien, Romlah binti Fulan , Tumor kandungan ) Jl.H.Romli Timur RW.05 RT.01. Kalanganyar . Kec.sedati. kab. Sidoarjo. Provinsi.jawatimur Th 2014 Bu Romlah mengalami pendarahan dan harus menjalani kuret di RS Usada Wage. Selama ini tidak merasakan apa apa, tidak merasa kan sakit atau nyeri, namun istri dari alm. Bapak Yatiman ini pada tgl 5 Agust 2018 Pinggul, kaki terasa sakit dan mengalami pendarahan. Oleh keluarga di bawa ke puskesmas,oleh puskesmas di sarankan untuk melakukan USG di RS. Mitra Husada dengan biaya Rp 300.000 . Berhubung Bu Romlah belum memiliki kartu kesehatan dan Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan beliau sehingga di lakukan pendampingan untuk berobat

Jumlah Santunan:Rp. 900,000
Tanggal:08-01-2014
Kurir:khusen mandala

Bu Romlah mengalami tumor kandungan


Muhammad Muklis (42/pasien, Muhammad Muklis, Gagal ginjal) jl. Plumbungan RT.4 RW. 2 kec. Sukodono. Kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa timur. Berawal dari 4 th lalu pak Muklis merasakan mual ,muntah ,lemas dan bengkak pada tangan kakinya. Suami dari ibu Ninik Masturoh ( 31 ) sehari hari bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. 4 th lalu pak Muklis muntah muntah dan akhirnya mengganggu aktivitas beliau sehari hari. Pihak keluarga memeriksa kan pak Muklis ke dokter dan di diagnosis gagal ginjal. Hingga di haruskan menjalani cuci darah seminggu 2x. Pak Muklis berobat ke Rumah sakit Haji Surabaya menggunakan kartu berobat BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Muklis dan keluarga sehingga Sedekah Rombongan Sidoarjo berkesempatan mendampingi proses berobatnya.

Jumlah Santunan:Rp. 500,000
Tanggal:07-02-2033
Kurir:khusen mandala

Pak Muklis di diagnosis gagal ginjal


NAPSIANI BINTI ABDULLAH (60/pasien, NAPSIANI BINTI ABDULLAH, Diabetes DM) jalan Rame RT 21, RW 10. kel. pilang. kec. wonoayu. kab . sidoarjo. Provinsi Jawa Timur. Bu Napsiani sebatang kara , tnggal di sebuah rumah gubuk yang sudah di renovasi oleh pemerintah setempat. Sakitnya berawal dari 10 tahun lalu, beliau mengidap kencing manis dan berobat ke dokter terdekat tidak sampai ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan transportasi yang mahal. berobat pun ke dokter hanya sekali setelah itu pasien meminum obat yang di beri dokter setiap hari hingga puluhan tahun tidak lagi kontrol, itu yang mengakibatkan pendengaran pasien berkurang . Pasien memiliki kartu BPJS, selama ini untuk kehidupannya sehari-hari dapat pemberian tetangga, jika tetangga tidak memberi beliau juga tidak makan, alhamdulillah team Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Bu Napsiani dan di putuskan untuk di berikan santunan agar bisa kembali berikhtiar menjemput sehat. Terima kasih kepada sedekaholoc yang telah membantu meringankan beban para dhuafa, semoga kebaikan sedekaholig di catat dan di balas oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan:Rp. 500,000
Tanggal:08-02-2034
Kurir:khusen mandala

Bu Napsiani mengidap kencing manis


ROHATI BINTI SALAM (47 Tahun) Kanker Payudara. Beliau kelahiran Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Merantau di Tanjungpinang sejak tahun 2002 bersama suami dan anak-anaknya. Aminudin Bin Sukandar adalah suami pasien yang sudah mendampingi selama 16 tahun. Suami hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Beliau dikaruniai 5 orang anak, 1 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Anak pertamanya sudah menikah dan menetap di Tanjungpinang, Anak ke-2(laki-laki) sudah bekerja serabutan di Jawa dan 3 anak lainnya masih tinggal bersama ibu Railah.
Pada tahun 2013 pasien bersama keluarga memutuskan untuk pindah ke Jambi kampung halaman suami. Pada awal tahun 2016 pasien mengalami gejala awal Kanker Payudara yaitu ada benjolan sebesar kelereng pada payudara sebelah kanan. Beliau berobat pada orang pintar (tabib) dikarenakan biaya pengobatan medis yang cukup mahal. Kian hari benjolan makin membesar dan terasa sakit, sehingga pasien dibawa ke RS Petaling Jambi. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya pasien harus segera dioperasi untuk mengangkat kanker tersebut. Saat pasien dibawa ke Rumah Sakit, pasien belum memiliki kartu BPJS Kesehatan wilayah Jambi karena KTP pasien masih beralamatkan di Tanjungpinang, Oleh karena itu, biaya pengobatan di rumah sakit ditanggung pribadi.
Mahalnya biaya operasi tanpa BPJS Menyebabkan pasien menolak untuk dilakukan operasi. Dokter hanya memberikan obat menahan rasa sakit agar pasien bisa survive. Pada bulan Desember 2017 rasa sakit yang dirasa semakin kuat, hingga menyebabkan pasien sering pingsan. Sekitar tanggal 13 Januari benjolan pada payudara ibu Railah pecah dan mengeluarkan banyak darah,10 hari kemudian mulai tercium bau yang tak sedap dari benjolan tersebut. Banyak tetangga yang merasa tidak nyaman dengan bau tersebut, akhirnya sang suami mengambil keputusan mbawa berobat ke Tanjungpinang agar dapat mengurus BPJS Kesehatan disana.
Tepat 23 Januari 2018 pasien dibawa pulang ke Tanjungpinang oleh anak dan menantunya. Disana pasien tinggal di rumah anaknya yang kondisinya kurang mampu juga. Anaknya hanya bekerja sebagai buruh serabutan, dengan penghasilan yang kurang mencukupi kebutuhan sehari-hari. Keesokan harinya sang anak dibantu oleh perangkat desa mengurus berkas-berkas untuk pembuatan BPJS Kesehatan sang ibu. Ketika persyaratan sudah selesai semua akhirnya dibuatkan lah rujukan ke Rumah Sakit Otorita Batam karena Rumah Sakit yang ada di Tanjungpinang peralatannya kurang lengkap untuk menangani pasien Kanker Payudara.
Hasil keputusan dokter dari RS Otorita Batam pasien harus segera dilakukan operasi. Pada bulan Maret 2018 dilakukan operasi pertama untuk mengambil sampel penyakitnya dan diobservasi lebih lanjut. Setelah operasi yang pertama dilakukan kemoterapi pada pasien untuk mengurangi kanker tersebut. Pada tanggal 02 Juni 2018 dilakukan operasi yang ke-2 yaitu operasi besar, mengangkat kanker tersebut, dilanjutkan dengan kemoterapi. Akibat kemoterapi terkahir inilah pasien mengalami gatal-gatal di seluruh badan dan luka operasi pun terbuka. Setelah konsultasi dengan dokter pasien harus dilakukan operasi ulang pad bulan Juli. Akhirnya pada tanggal 17 Juli 2018 pasien dioperasi ulang untuk menutup luka yang terbuka.
Selama kurang lebih 7 bulan melakukan pengobatan dan perawatan di RS Otorita Batam, biaya yang ditanggung hanya biaya di rumah sakit. Untuk biaya transpotasi Tanjungpinang-Batam PP, biaya hidup selama di Batam dan biaya menebus obat yang tidak tersedia di rumah sakit itu menjadi tanggungan keluarga pasien. Karena kendala tersebut akhirnya sang suami memutuskan untuk fokus memberikan biaya pengobatan sang isteri, sampai anaknya yang sedang belajar di pondok pesantren Lampung terpaksa berhenti karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan.
Pada tanggal 11 Juli 2018 Allah mempertemukan #Sedekah Rombongan dengan Ibu Rohati, semoga ada rejeki dari Sedekah Rombongan untuk melanjutkan ikhtiar kesembuhan Ibu Rohati.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Juli 2018
Kurir : Dinda

Bu Rohati menderita kanker payudara


MERAN BIN PENDO (68 Tahun), Kanker Lidah Stadium 1 Agresif. Beliau kelahiran Tanjung Gadai, Provinsi Riau. Sudah merantau di Prayun RT.005 RW.003 Kelurahan Teluk Radang Kecamatan Kundur Utara Kabupaten Karimun selama 33 tahun bersama sang Isteri Radiyah Binti Salam. Beliau dikaruniai 4 orang anak, yaitu 1 anak laki-laki dan 3 anak perempuan, yang semuanya sudah berkeluarga.
Pak Meran sehari-hari hanya sebagai petani karet untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama sang isteri. Ririn adalah anak bungsu yang tinggal satu kampung dengan pasien yang sering menanggung biaya sehari-hari pasien, walaupun seadanya.
Setahun yang lalu, pasien mengalami sakit sariawan di lidah, waktu itu hanya dengan mengkonsumi obat warung pasien mengobati sakit tersebut. Lama-kelamaan sariawan tersebut tidak kunjung sembuh dan kondisi lidah pun semakin memperihatinkan. Penyakit tersebut mulai menjalar ke rahang kanan bawah. Tiga bulan terakhir tepatnya bulan April 2018, pada rahang kanan bawah pasien muncul benjolan kecil yang menimbulkan rasa sakit, dan pasien harus dibawa ke RSBT Karimun, yang letaknya jauh dari rumah dan harus menyeberang lautan. Ketika dibawa ke RSBT Karimun pasien divonis Kanker Lidah dan diberikan rujukan untuk dilakukan Kemoterapi di Rumah Sakit Otorita Batam. Selama menunggu rujukan pasien dirawat inap selama 3 hari 3 malam di RSBT Karimun. Setelah mendapat rujukan, pasien pun dibawa ke RSOB Batam untuk dilakukan Kemoterapi. Pada saat itu dokter menyarankan untuk melakukan kemoterapi sampai 8 kali. Hal ini membuat pasien merasa tidak mampu menanggung biaya kedepan untuk menjalankan kemoterapi tersebut. Biaya kemo memang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun,pasien memikirkan biaya yang tidak sedikit untuk bolak balik Batam dan selama tinggal disana. Hal inilah yang membuat beliau menunda pengobatannya.
Tanggal 06 Juli 2018 pasien merasakan rasa sakit yang luar biasa sampai mengalami cegukan yang sangat mengganggu dan membuat pasien cepat lelah. Untuk makan atau minum pun pasien kesusahan. Pasien sering tersedak ketika minum ataupun makan. Akhirnya pasien kembali dibawa ke RSBT Karimun dan dokter menyarankan u dilakukan kemoterapii. Tapi pasien dan pihak keluarga merasa tidak sanggup untuk menanggung biaya sehari-hari dan transportasi ke Batam yang tidak sedikit. Mengingat belum tahu berapa lama Pasien akan berada di Batam.
Pada tanggal 13 Juli 2018 alhamdulilah Allah mempertemukan #Sedekah Rombongan dengan Bapak Meran, semoga ada rejeki dari Sedekah Rombongan untuk melanjutkan ikhtiar kesembuhan Bapak Meran.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2018
Kurir : Sopyan

Pak Meran menderita kanker lidah stadium 1 Agresif


RAILAH BINTI ABDUL MUID (64Th) adalah penderita Osteoporosis Yang tinggal di Karimun, tepatnya di Baran Rt.003 Rw.003 Kelurahan Baran Kecamatan Meral Kabupaten Karimun Kepulauan Riau. Ibu Railah mempunyai 4 anak,yaitu 3 anak perempuan dan 1 anak laki-laki yang semuanya sudah berkeluarga. Anak pertamanya perempuan juga sakit, dia mengalami kelumpuhan badan, karena kekurangan kalsium yang mengakibatkan badannya tidak bisa digerakkan. Anak kedua adalah Ibu Ervina yang juga sakit punggungnya sehingga tidak bekerja dan tinggal bersama sekaligus mengurus ibu Railah. Anak ketiga, laki-laki yang hanya bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah dengan status sebagai tenaga honorer dengan penghasilan seadanya. Dan anak yang bungsu juga perempuan sebagai ibu rumah tangga yang tinggal di kontrakan tidak jauh dari rumah Ibu Railah. Semua anaknya menetap di Karimun tidak ada yang merantau ke luar pulau. Yang menanggung hidup ibu Railah adalah suami dari Ibu Ervina yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang pas-pasan.Awal sakit beliau pada tahun 2015, ibu Railah binti Abdul Muid merasakan sakit pada lutut kaki kiri. Kemudian pasien dibawa ke Puskesmas Karimun untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil yang didapatkan pasien menderita Osteoporosis. Kemudian pasien dirujuk ke Rumah Sakit Muhammad Sani Kabupaten Karimun untuk mendapatkan rujukan ke RSCM Jakarta. Karena pasien berasal dari keluarga yang tidak mampu, maka pasien dibuatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan dari JAMKESDA.
Biaya yang ditanggung oleh JAMKESDA hanyalah biaya perawatan dan pengobatan selama di Rumah Sakit. Saran dokter pasien harus segera dibawa ke RSCM Jakarta untuk dilakukan observasi lebih mendalam. Tapi karena terkendala biaya hidup dan transportasi yang mahal di Jakarta mereka pun menundanya ke Jakarta.
Untuk menahan rasa sakit di lututnya, pasien mengkonsumsi obat resep dokter yang ternyata ada efek sampingnya juga. Apabila meminum obat tersebut sakit pada lututnya hilang, tetapi perut pasien merasakan sakit. Obat tersebut terkadang harus membelinya di apotek apabila stok di Rumah Sakit kosong. Dan pasien pun terpaksa mengeluarkan biaya sendiri.
Selama kurang lebih 3 tahun pasien mengkonsumsi obat tersebut untuk menghilangkan rasa sakitnya. Pasien hanya sanggup berobat di RS Embung Fatimah Batam. Dengan frekuensi jadwal kontrol yang tidak teratur.
Terakhir dibawa kontrol ke RS Embung Fatimah pada hari Senin tanggal 06 Agustus 2018. Hasil pemeriksaan bahwa sang pasien harus segera dilakukan operasi penggantian sendi lutut di RSCM Jakarta dengan biaya yang cukup besar. Keluarga pasien konsultasi dengan bagian administrasi, mereka mendapatkan informasi bahwa JAMKESDA yang selama ini menanggung biaya obat pasien akan segera ditutup pada akhir tahun 2018. Keluarga pasien pun disarankan mendaftarkan diri di BPJS Kesehatan dengan iuran wajib setiap bulannya. Rencananya pasien akan dibawa ke RS Otorita Batam untuk dicek ulang tentang penyakitnya dan mencari alternatif lain.
Pada tanggal 24 Juli 2018 Allah mempertemukan #Sedekah Rombongan dengan Ibu Railah, semoga ada rejeki dari Sedekah Rombongan untuk melanjutkan ikhtiar kesembuhan Ibu Railah.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juli 2018
Kurir : Sopyan

Bu Railah penderita osteoporosis


ERVINA NURITA BINTI ALKARIM (41) penderita Tulang pinggul pecah pasca melahirkan. Beliau adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Baran Satu Meral Rt.003 Rw.003 Kelurahan Baran Kecamatan Meral Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Beliau dikaruniai 2 orang anak perempuan. Sang suami,Dwi Sanjaya(42) bekerja sebagai buruh bangunan. Keluarga ini tinggal bersama Ibu Railah, yaitu ibu kandung dari Ibu Ervina. Keseharian ibu Ervina mengurus ke-2 anak dan ibu kandungnya.Pada tanggal 01 Januari 2012 Inu Ervina melakukan persalinan anak ke-2 di Puskesmas Balai Karimun. Sehari sesudah persalinan, tepatnya tanggal 02 Januari 2012 pasien jatuh terpeleset di kamar mandi puskesmas yang menyebabkan tulang pinggulnya pecah akibatnya pasien tidak bisa berjalan.Pada bulan Juni 2012 beliau langsung mendapat rujukan dari RS Muhammad Sani Karimun ke RSCM Jakarta. Hampir 1 tahun pasien tidak bisa berjalan. Pada 13 Februari 2013 dilakukan operasi pemasangan pen pada tuiang pinggulnya, dan pada saat itu mereka pun harus menitipkan Anak-anaknya, Yang pertama dititipkan pada ibu mertua di Klaten Jateng, dan anak kedua yang masih bayi dititipkan pada tetangga di Karimun, dengan susu formula yang dibelikan oleh tetangganya.Tiga bulan paska operasi beliau pulang ke Karimun karena dirasa biaya hidup yang mahal selama di Jakarta dan suami sudah tidak bekerja. Ketika sudah pulang ke Karimun, dokter menyarankan untuk terus melakukan pengobatan rutin 6 bulan sekali di RSCM untuk dilaser. Menurut jadwal pengobatan semestinya pada bulan Juli 2018 pasien dilaser ke RSCM tapi karena keterbatasan biaya dan pasien pun sedang mengurus ibunya yang sakit maka ditunda lah pengobatan tersebut. Pasein hanya kontrol biasa di RS Embung Fatimah atau RS Otorita Batam.
Pasca operasi pemasangan pen pada tulang pinggulnya pasien tidak bisa berjalan normal dan tidak bisa berjalan dalam jangka waktu lama.
Untuk biaya selama dirawat dan pengobatan masih ditanggung oleh JAMKESDA. Tetapi biaya hidup sehari-hari selama di Jakarta berikut transportasi ke Jakarta, dan biaya obat yg tidak tersedia di Rumah Sakit masih ditanggung oleh pribadi pasien sehingga pasien sering meminjam uang pada tetangganya.Pada tanggal 24 Juli 2018 Allah mempertemukan #Sedekah Rombongan dengan Ibu Ervina Nurita, semoga ada rejeki dari Sedekah Rombongan untuk melanjutkan ikhtiar kesembuhan Ibu Ervina Nurita.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juli 2018
Kurir : Sopyan

Bu Ervina penderita tulang pinggul pecah pasca melahirkan


MUSIBAH KEBAKARAN Pada hari sabtu 14 Juli 2018 dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, telah terjadi Kebakaran hebat yang menghanguskan sekitar 300 unit rumah di permukiman padat penduduk di RT 03/RW 28 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Belum ada laporan korban jiwa dari insiden kebakaran ini. Namun, satu orang dilaporkan terluka ringan dan sedang dalam perawatan. Sebanyak 595 jiwa mengungsi dari 192 KK yang ada di kawasan permukiman yang dikenal sebagai kawasan Ruli Beverly. Warga yang terdampak kebakaran kini mengungsi di gedung bersama milik Pemko Batam, dekat lokasi kebakaran. Sementara di lokasi kebakaran hanya tersisa puing dan tiang-tiang pancang pondasi. Bau hangus masih menyengat di hidung. Ratusan warga kehilangan barang-barang berharga mereka. Tak banyak yang dapat diselamatkan. Aparat kepolisian bersama Dinsos dan Tagana mendata korban. Mereka juga membantu warga dalam mengevakuasi barang yang tersisa. Para korban kebakaran terlihat mengais barang-barangnya yang masih bisa diselamatkan seperti lemari pakaian, tempat tidur dan lainnya. Kerugian ditaksir hingga Rp 4 miliar. Pada tanggal 16 April 2018 Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Para Korban kebakaran, dan Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa menyalurkan titipan sedekaholic kepada para korban yang dirupakan Pembalut / pampers, susu bayi dan anak-anak, pakaian dalam, makanan ringan, serta buku dan alat tulis.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000
Tanggal : 16 Juli 2018
Kurir : Zahra, Boim, Hanna

Bantuan musibah kebakaran


SULISTIONO BIN ACHMAD MUKHROMI (25 Tahun) mengidap penyakit Kanker Paru-paru Stadium 4. Beliau kelahiran Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Pasien sudah merantau di Batam selama 14 tahun bersama kedua orang tua dan adik-adiknya. Sulis tinggal bersama keluarga di RULi (Rumah Liar) yang beralamatkan di Tembesi Bengkel Kebun RT.002 RW.001 Desa Kibing Kecamatan Batu Aji Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Tanah tersebut adalah tanah milik Otorita Batam yang jika sewaktu-waktu ada penggusuran mereka harus siap pindah atau meninggalkan Rumah Liar tersebut. Sulis bekerja sebagai karyawan swasta di perusahaan air minum Batam. Dia adalah tulang punggung keluarga, karena sang ayah Achmad Mukhromi Bin Asmudi(51 tahun) hanya bekerja sebagai petani kebun. Dan kebun yang ditanamipun bukan tanah miliknya, melainkan tanah milik Otorita Batam. Sang ibu Rochimah Binti Asdori(42 Th) hanya sebagai ibu rumah tangga. Sulis harus menanggung biaya hidup keluarga sehari-hari, dan biaya kuliah pribadinya karena pasien bekerja sambil kuliah, dan juga harus menanggung biaya pendidikan adik perempuannya.Sulis mengidap penyakit Kanker Paru-paru sudah 4 bulan lamanya. Awalnya pasien merasakan sakit dibagian dada sebelah kiri, dan beliau berobat di Klinik Graha Hermin Batam karena rujukan dari BPJS Kesehatan berobat disana. Diagnosa pertama hanya asam lambung naik yang mengakibatkan sakit pada dada sebalah kiri. Pasien pun terus berobat sampai 3 kali tetapi sakit di dadanya tak kunjung berkurang. Pada 30 April 2018 pasien dibawa kembali ke Klinik Graha Hermin Batam untuk dilakukan rontgen karena pasien tidak bisa tidur selama 4 hari 3 malam. Hasil rontgen menunjukkan paru-paru sebelah kiri penuh dengan air, maka divonis oleh dokter pasien mengidap Kanker Paru-paru Stadium 4. Oleh karena itu sang pasien dirujuk ke RS Embung Fatimah Batam. Biaya selama berobat berikut obatnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Untuk biaya hidup sehari-hari, biaya transpotasi dari rumah ke Rumah Sakit dan biaya obat yang tidak tersedia di RS Embung Fatimah Batam bditanggung pribadi.Pasien sudah tidak bekerja selama 3 bulan terakhir, sehingga keluarga kebingungan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari juga biaya berobat.Minggu pertama bulan Mei, pasien dirawat inap di RS Embung Fatimah Batam, namun hanya sehari kemudian disarankan rawat jalan di rumah. Pada pertengahan Mei Pasien dirawat inap kembali selama 8 hari untuk dilakukan operasi pemasangan selang pembuangan air dari paru-paru sebelah kiri. Pada saat itulah pasien dilakukan kemoterapi pertama tapatnya pada tanggal 24 Mei 2018. Kemoterapi yang pertama mengeluarkan air pada paru-parunya. Kemoterapi yang ke-2 sudah dilakukan pada tanggal 21 Juni 2018. Kemoterapi yang ke-3 dilakukan pada tanggal 12 Juli 2018. Kemoterapi yang ke-4 akan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2018. Pasien dijadwalkan kemoterapi sebanyak 6 kali. Pada tanggal 27 Juli 2018 dilakukan CT Scan di RS Embung Fatimah Batam untuk mengetahui hasil dari pengobatan selama ini.Untuk biaya pengobatan dan perawatan sampai saat ini masih menjadi tanggungan dari BPJS walaupun sering membeli obat dengan biaya pribadi.Pada tanggal 15 Juli 2018 Allah mempertemukan #Sedekah Rombongan dengan Sulistiono, semoga ada rejeki dari Sedekah Rombongan untuk melanjutkan ikhtiar kesembuhan Sulistiono.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juli 2018
Kurir : Boim

Bu Sulis mengidap penyakit Kanker Paru-paru Stadium 4


SRI SANJANI (40, Hemoroid Stadium 4). Alamat: Kampung Sido Makmur, RT 02, Rw 12, Kelurahan Batu Sembilan, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Pada tahun 2015, Bu Sri adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Awig Adiyansyah (45) bekerja sebagai buruh lepas. Mereka memiliki tanggungan lima orang anak. Saat hamil anak ke lima tersebut, beliau sering mengalami perdarahan. pada bulan Juli 2017 lalu dirujuk ke IGD RS Tanjung Pinang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Sri didiagnosa menderita penyakit hemoroid stadium 4. Bu Sri menjalani kontrol setiap tiga bulan sekali dan melakukan transfusi darah. Setelah 3 kali opname di RS Tanjung Pinang. Akhirnya, pada tanggal 27 Maret 2018 Bu Sri dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya bagian Poli Bedah Digestive untuk menjalani penanganan yang lebih lengkap. Kini, Bu Sri masih mengeluh nyeri setiap kali buang air besar. Selama menjalani pengobatan, Bu Sri menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, beliau masih mengalami kesulitan mengenai biaya hidup ketika di Surabaya dan tempat tinggal. Saat mengetahui kondisi Bu Sri, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi.
Setelah menjalanin berbagai proses pengecekan di RSUD Dr. Soetomo beliau telah mendapat waiting list untuk menjalanankan operasi, namun karena harus menunggu selama tiga bulan pihak rumah sakit memberikan izin pulang ke Tanjungpinang kepada bu sri sembari melakukan terapi obat selama tiga bulan tersebut, Sesampai di Tanjungpinang beliau selalu rajin melakukan kontrol di RS Tanjungpinang, dan semakin hari kondisi beliau membaik bahkan pihak dokter mengatakan bahwa ibu sri bisa melakukan tindakan Operasi di Tanjungpinang tidak perlu rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, selama di Tanjungpinang beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Kepri wilayah kerja Tanjungpinang, Bantuan digunakan untuk biaya keseharian, pembelian obat, dan transportasi Semoga Bu Sri dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1145

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 10 Juli 2018
Kurir : Hanna

Bu Sri didiagnosa menderita penyakit hemoroid stadium 4


SUPARJAN BIN SUPANGI (44, Schizophrenia + Gagal Ginjal). Alamat : Desa Sumber Rt 03/04, Kec. Sumber, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Pak Supar biasa akrab dipanggil dalam kesehariannya. Sederhana dan riang itulah beliau. Namun sejak 3,5 tahun lalu beliau merasakan perut panas hingga membengkak. Akhirnya diperiksakan ke RSUD Rembang, Di USG hasilnya ginjal membengkak 6x lipat ginjal normal karena tersumbat batu ginjal. Karena keterbatasan ekonomi, beliau tidak mampu berobat sebagaimana mestinya. Alhamdulullah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Pak Suparjan. Bantuanpun diberikan untuk membayar biaya pengobatan. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Sebelumnya telah terbantu di ROM 6 pada rombongan baru. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : ImamTeguh Warji @jeanseamaurer

Pak Suparjan menderita schizophrenia + gagal ginjal


NYAMANI BIN TARJI (51, Sakit Tulang Punggung). Alamat : Desa Grawan Kec. Sumber Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah. Sejak 6 bulan yang lalu Pak Nyamani mengalami kecelakaan jatuh dari pohon dan akibatnya tulang punggung suami Bu Sri Widayanti ini patah dan mengalami gangguan saluran pembuangan. Hingga kini Pak Nyamani kalau mau kencing atau buang air besar itu keluar sendiri seperti tak terkontrol. Setiap harinya beliau hanya terbaring di rumah tidak beraktifitas ataupun bekerja. Untuk kebutuhan sehari-hari Pak Nyamani dan istri Sri Widayanti (40 tahun) hanya mengharapkan anaknya Setyodanu (21 tahun) untuk membantu keperluannya tetapi anaknya sudah punya keluarga sendiri dan juga kehidupan anaknya serba kekurangan. Upaya untuk mengobati secara medis dilakukan dengan periksa ke RSUD dr R. Soetrasno Rembang menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah. Sehabis dari RSUD Rembang beliau hanya kontrol di Puskesmas Sumber saja. Saat kurir SR diberikan informasi dari tetangganya maka dilakukan survey pada tgl 28 Februari 2018 dan Pak Nyamani masih merasakan kesakitan kalau mau buang air kecil atau air besar dan tentu juga kesakitan di tulang punggungnya. Alhamdulillah hasil keputusan team SR beliau dinyatakan sebagai pasien dampingan SR. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 5. Semoga Allah memberi kemudahan Pak Nyamani dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : ImamTeguh Warji @jeanseamaurer

Pak Nyamani mengalami kecelakaan jatuh dari pohon


MARIYEM BINTI ROHMAD (40, Kanker Payudara). Alamat : RT 05/RW 01, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Iyem biasa dipanggil dalam kesehariannya. Beliau mengalami sakit sejak tahun 2015. Berawal dari tumbuhnya benjolan sebesar telur puyuh di sekitar payudara, lalu di periksakan ke Puskesmas Gunem dan seketika itu pula pihak Puskesmas Gunem memberikan rujukan ke RSUD R Soetrasno Rembang. Keesokan harinya tepatnya hari Selasa beliau datang ke RSUD Soetrasno Rembang, dalam pemeriksaan dokter di diagnosa kanker payudara. Pada hari Rabunya di mulai operasi kanker payudara. Operasi berjalan dengan lancar, setelah dinyatakan keadaan baik, maka pasien diperbolehkan pulang ke rumah. Kurang lebih satu tahun paska operasi, tumbuh lagi dua benjolan di sekitar bekas jahitan payudara istri Bapak Budiyono ini dan benjolan tersebut sempat meletus kemudian mengeluarkan bau tidak sedap, akhirnya beliau dibawa ke RSUD Soetrasno yang kedua kali untuk melakukan operasi kembali. Selang satu minggu paska operasi kedua, keadaan luka Bu Mariyem semakin parah karena jahitan pada luka bekas operasi terbuka lalu beliaunya di bawa ke RSUD Soetrasno untuk dilakukan operasi yang ketiga kalinya dan beliau dinyatakan Dokter menderita kanker payudara ganas stadium empat. Karena keadaan ekonomi keluarga yang minim, maka setiap kali beliau ke RSUD Soetrasno di naikkan sepeda motor jenis Yamaha Alfa yang tanpa perpanjangan STNK. Maka beliau sangat memerlukan bantuan transportasi. Karena keterbatasan biaya, pihak keluarga hanya membelikan obat penghilang rasa nyeri di apotek tanpa resep dokter dan sudah dua hari tidak mengkonsumsi obat karena kehabisan biaya. Saat itulah kurir SR mendapat informasi sehingga perlu didata dan disurvey. Sambil menunggu hasil keputusan korwil PARERA dan team kurir SR maka pengobatan seperti biasanya dulu paska operasi kanker tiga kali di RSUD Soetrasno, pemeriksaan di Dokter Jhon Budi, melakukan pengobatan herbal sendiri (merebus daun sirsak, kulit manggis, dan daun kelor), membeli satu botol Bio moringa. Keadaan Bu Mariyem dalam kondisi lemah, sayu dan sulit untuk tidur. Walaupun demikian beliaunya masih bisa berjalan walaupun tertatih-tatih dan aktifitas seperti mandi, berpakaian dan makan membutuhkan bantuan orang lain. Keterbatasan biaya untuk berobat, karena suami sudah tidak bisa kerja lagi sebagaimana biasa sebagai buruh buat batako, dikarenakan harus mengurus istri. Berharap bisa cepat sembuh tanpa melalui Kemoterapi, sehingga bisa beraktifitas seperti biasanya. Alhamdulillah atas izin Allah, beliau mendapat dampingan oleh Sedekah Rombongan yang kedua, yang sebelumnya masuk dalam rombongan 6. Semoga Allah segera mengangkat sakit Ibu Mariyem. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : ImamTeguh Herman @jeanseamaurer

Bu Mariyem menderita kanker payudara ganas stadium empat


MUHAMMAD ROKHIM BIN KASMIN (13, Lumpuh Kaki). Alamat : Desa Sambiroto, Rt 02/02, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Rokhim biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau adalah putra dari pasangan Bapak Kasmin dan Ibu Yatri. Awalnya Dek M Rochim Lahir dalam keadaan sehat dan normal tapi menginjak usia 12 tahun dek Rokhim sakit panas, tenggorokan seperti terkunci, lalu orang tua dek M rokhim memeriksakan di Puskesmas Sedan, dokter menyarankan untuk di bawa ke RSUD untuk di lab. ronsen, hasil lab di RSUD REMBANG mengatakan Gizi buruk. Menimbang kondisi orang tuanya yang tidak mampu dan tidak punya pekerjaan tetap sehingga keluarga merasa bingung harus bagaimana, karena sang ibu buta dan bapaknya mengalami gangguan pendengaran. Alhamdulullah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Dek Rokhim. Bantuanpun diberikan untuk membayar biaya pengobatan. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : ImamTeguh Ahmad Fatoni @jeanseamaurer

Rokhim menderita lumpuh kaki


KHAIZUN NI’AM BIN CHUMAIDI (24, Amputasi Kaki + Decubitus)Alamat : Ds. Klapan lor Sidomulyo, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Niam biasa dalam kesehariannya dipanggil, seorang anak yang sekaligus menjadi tulang punggung keluarga, pada empat bulan yang lalu mengalami kecelakaan tunggal yang mengharuskan khaizunniam rela untuk diambil tindakan amputasi kaki kiri sampai batas lutut. Dan patah bambu pangkal paha bagian kanan. Setelah proses amputasi dan perawatan di RS Karawang selama 9 hari dan atas permintaan keluarga dirujuk ke RSUD Soetrasno Rembang selama 20 hari. selama 20 hari dirawat dilakukan tindakan pembuatan saluran BAB diperut karena anus mengalami kerusakan. Sedangkan pengobatan patah tulang menunggu luka dekubitus kering. Selanjutnya dilakukan berobat jalan oleh mantri Ali Ghufron membersihkan luka dan merawat luka 4 hari 1kali. Dan keluarga melakukan pengobatan pijat sangkal putung 4 hari kali. Alhamdulillah biidznillah perkembangan mulai terlihat, luka dekubitus sudah mulai mengecil dan tinggal 2 titik luka. Dan rasa sakit dipangkal paha (bagian patah bambu) mulai hilang serta kaki sudah bisa digerakkan. Untuk kedepanya dibutuhkan cekup & rongent di RSUD Soetrasno Rembang untuk mengetahui kondisi patah tulang dan tindakan selanjutnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi oleh Mas Niam, dan alhamdulillah Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk menyampaikan amanah dari sedekah holic untuk meringankan ujian yang dialami Mas Niam. Dan sebelumnya sudah mendapat Bantuan yang masuk kedalam rombongan 6. Semoga beliau cepat diberi kesehatan serta ketabahan, kekuatan dan kesabaran bagi keluarga Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : ImamTeguh Ahmad Fatoni, Putri RM@jeanseamaurer

Khaizun menderita amputasi kaki + decubitus


FAUZAN BIN MUSTAMIR (32, Dhuafa’ Penderita Schizophrenia). Alamat : Dukuh Sidomulyo RT 01 RW 04 Desa Sidomulyo Kec. Sedan Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah. Fauzan sudah beberapa tahun terlihat linglung dan mudah marah. Oleh keluarga dekatnya sekitar 7 bulan yang lalu dibantu petugas TKSK sudah pernah mendapatkan penanganan dari RSJ Aminogondo Semarang dan berobat jalan RSUD Dr R Soetrasno Rembang. Tapi 2017 sering bikin onar, semakin menjadi tak terkendali dan sering mengamuk tanpa sebab. Hal tersebut tentu saja semakin meresahkan lingkungan dan warga. Sering ngamuk tanpa sebab apa saja barang dilempar sedangkan ibunya sudah sangat sepuh dan tidak bekerja. Maka oleh warga sekitar dihubungkan ke kurir SR Rembang yang memang memiliki keahlian penanganan di bidang psychotic. Setelah disurvey memang memerlukan penanganan pendampingan dan pendataan menyatakan termasuk dhuafa yang harus dibantu maka team kurir SR menyatakan perlu diberikan Bantuan. Alhamdulillah setelah dibantu MTSR ke RSJ Aminogondo Semarang diharapkan tidak meresahkan masyarakat dan nanti bisa sembuh seperti sediakala. Bantuan sebelumnya masuk kedalam rombongan 6. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : ImamTeguh Ahmad Fatoni, Putri RM
@jeanseamaurer

Fauzan menderita schizophrenia


GIAT AGUS SALIM (15, Patah tulang & Amputasi) Alamat Pasar Banggi Rt 01 Rw 03 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 6. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAlfi Yuli @jeanseamaurer

Giat menderita patah tulang & amputasi

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 YULI WIBOWO 2,000,000
2 ABDULLAH ANIS SYUKURILLAH 2,000,000
3 SEMIN BIN MARTO SENTONO 1,000,000
4 FAHRI AKBAR NURFIANTO 1,000,000
5 SURIP MANGUN WIYONO 1,000,000
6 ADI ABDILLAH SHOLEH 1,000,000
7 RAFITA PUTRI 1,000,000
8 RSSR JOGJA 13,395,485
9 RSSR JOGJA 2,374,556
10 MTSR JOGJA 2,214,600
11 MTSR JOGJA 649,600
12 MTSR JOGJA 719,600
13 MTSR JOGJA 2,314,600
14 MTSR JOGJA 677,600
15 RAWISIH BINTI PARWI 1,000,000
16 MTSR PARERA 6,500,000
17 NY. MADI SUTRISNO 1,500,000
18 ANDIKA PURWANTORO 1,500,000
19 PONIYEM BINTI KARDIMAN 2,000,000
20 SUMILAH BINTI RESA SABI 1,000,000
21 HANAN HENGKI WIGUNA 1,000,000
22 RAFKA ADRIAN PUTRA 500,000
23 MUHAMMAD FIRZAN 1,000,000
24 ALVIANO RANGGA PAMUNGKAS 1,000,000
25 FATTUROHMAN RAHARJO 1,000,000
26 SUGIYANTO BIN MUJI 1,000,000
27 ZAHIRA BILQIS SALSA BILA 1,400,000
28 MTSR 1 MAGETAN 2,366,000
29 MTSR 2 MAGETAN 3,093,969
30 RSSR MAGETAN 741,750
31 RSSR MAGETAN 1,581,051
32 Ulfa Imansari 910,500
33 Henny Fatmawati 500,000
34 Abdul Jamil 500,000
35 NI KETUT SUNARTI 1,000,000
36 Evan Syahputra 500,000
37 BAYI IBU HASNA 5,000,000
38 IRNAWATI BINTI NASRUN 3,000,000
39 Romlah binti Fulan 900,000
40 Muhammad Muklis 500,000
41 NAPSIANI BINTI ABDULLAH 500,000
42 ROHATI BINTI SALAM 1,000,000
43 MERAN BIN PENDO 1,000,000
44 RAILAH BINTI ABDUL MUID 1,000,000
45 ERVINA NURITA BINTI ALKARIM 1,000,000
46 MUSIBAH KEBAKARAN 3,000,000
47 SULISTIONO BIN ACHMAD MUKHROMI 1,000,000
48 SRI SANJANI 1,000,000
49 SUPARJAN BIN SUPANGI 1,000,000
50 NYAMANI BIN TARJI 750,000
51 MARIYEM BINTI ROHMAD 1,000,000
52 MUHAMMAD ROKHIM BIN KASMIN 1,000,000
53 KHAIZUN NI’AM BIN CHUMAIDI 1,000,000
54 FAUZAN BIN MUSTAMIR 500,000
55 GIAT AGUS SALIM 1,000,000
Total 88,089,311