BAYI NY. RATMIYATI (1, Infeksi Asfiksi). Alamat : Jasem lor ,RT 4/16, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, DIY. Pada hari Sabtu, 18 Agustus 2018 Ibu Rusmiyati merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Oleh suaminya, Mamad Rohmad (55), ibu Rusmi dibawa ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Keesokan harinya, putra kedua mereka lahir. Bapak Mamad berasal dari Bandung. Pasangan ini baru saja pindah kependudukan ke Gunungkidul, turut tinggal di rumah mertua. Penghasilan Pak Mamad sebagi petani terasa serba kekurangan. Belum lagi, ketika pihak rumah sakit menjelaskan perkiraan biaya rumah sakit mencapai lima juta rupiah. Saat menjenguk ke rumah sakit, bayi berumur seminggu itu belum memiliki nama. Perkiraan dokter, perawatan bayi di rumah sakit akan sampai hari Senin. Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan yang dialami Pak Mamad dan Bu Rusmi. Amanah dari sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya perawatan di rumah sakit. Kedua orangtua ini sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2018
Kurir : @saptuari @aji_kristanto @sunnahku @atinlelyas

Bayi bu ratmi menderita infeksi asfiksi


BAYI IBU HASNA (3 Hari, Sindrom Pernapasan Dan Pendarahan Lambung) beralamat di jalan Darul Istiqamah, Maccopa, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
Ibu Hasna baru saja melahirkan anak keduanya dengan Caesar, namun bayinya mengalami sindrom pernafasan dan perdarahan pada saluran cernanya tepat sehari setelah dilahirkan sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. Selama kehamilan, Istri dari bapak Yasir (32 tahun) ini tidak pernah merasakan keluhan apapun terkait kehamilannya, sehingga mereka pun merasa kebingungan dengan kondisi anaknya, apalagi sang suami tidak memiliki pekerjaan tetap. Belum lagi tunggakan tagihan sang bayi di Rumah Sakit tempatnya dilahirkan yang belum bisa dilunasi. Keluarga Bapak Yasir sebenarnya memiliki asuransi BPJS kesehatan, namun mereka tidak mengetahui bahwa bayi dalam kandungan juga sudah bisa didaftarkan sehingga mereka tidak mendaftarkan bayinya. Adapun kronologinya, saat tanda-tanda persalinan muncul, sang suami segera membawa Ibu Hasna ke Rumah Sakit DR. Soetomo AURI pada saat itu ketuban sudah pecah, namun hari itu dokter tidak di tempat sehingga harus dirujuk ke RSUD Kota Makassar, disana ibu sudah mengalami pembukaan 9, namun kondisi bayi tidak maju. Dokter mengatakan harus dilakukan operasi Caesar karena pinggul ibu yang kecil, namun disisi lain mengingat resiko yang dapat dialami oleh bayi dengan keterbatasan alat di Rumah Sakit sehingga ibu kembali harus dirujuk ke RS. Ibnu Sina Makassar untuk operasi dan penanganan resiko bagi bayi.Alhamdulillah beberapa saat kemudian operasi berjalan lancar, namun pada saat dilahirkan bayi tidak menangis, dokter memutuskan memberikan bantuan dengan pemasangan oksigen dan memasukkan kedalam inkubator, selang sehari setelah dilahirkan bayi mengalami muntah dan mengeluarkan darah dari mulutnya, bayi kemudian diperiksa dan dokter menyarankan untuk dirujuk ke RS. Wahidin Sudirohusodo yang lebih lengkap untuk penanganan lebih lanjut di ruang NICU. Saat ini bayi sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit setalah sepekan dirawat intensif di ruang bayi. Adapun keluarga bapak Yasir terutama Ibu Hasna sangat berterima kasih atas bantuan dari para donatur #sedekahrombongan, semoga para donatur diberikan keberkahan dan diijabah doa-doanya oleh Allah Subehanawata’ala, amin.

Jumlah bantuan : Rp. 5.000.000
Tanggal : 10 Juni 2018
Kurir : @areefy_dip @hajiusman

Bayi bu hasna mengalami sindrom pernafasan dan perdarahan pada saluran cerna


HAFIZAH NUR KHASANAH (1, hiperbilirubin). Alamat : Tulang Bawang Baru 2/3, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung. Seminggu yang lalu Adik Hafizah mencret – mencret lalu keluarga membawa ke Puskesmas Bunga Mayang, lalu dari pihak Puskesmas menyarankan untuk di rujuk ke RS Handayani yang berada di Kotabumi. Setelah di cek oleh rumah sakit tersebut ternyata bilirubin Adik Hafizah tinggi dan dokter menyarankan untuk di rujuk ke RSUD Abdul Moeloek. Kondisi sekarang Adik Hafizah seperti normal-normal saja, hanya saja bilirubin nya tinggi. Orang tua adik Hafizah, Sudirman (42) dan Ibunya, Sulis Yorini (40) adalah seorang petani, Semenjak anaknya sakit, Bapak Sudirman kesulitan untuk biaya hidup sehari-hari dan akomodasi, Keluarga hanya bisa mengandalkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan mengetahui kesulitan yang dihadapi keluarga. Bantuan sedekaholics pun segera disampaikan untuk meringankan kesulitan keluarga membayar obat yang tidak tercover KIS dan biaya hidup di RSAM. Keluarga pun mengucapkan banyak terima kasih.

Jumlah Bantuan : Rp. 200.000,-
Tanggal : 16 Januari 2018
Kurir : @saesaraya @yuliansafri @rinta @andhika @xkurniawatix

Hafizah menderita hiperbilirubin


SUYITNO BIN SUTO SETU (59, Diabetes Melitus) Alamat : Dusun Kandenan RT 38/ 7, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu, pak Suyitno tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran, oleh istrinya, Hartini Kristiani (55) dan dibantu tetangga sekitar pak Suyitno dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar pak Suyitno didiagnosa Diabetes Melitus dan ada gangguan di paru-paru. Oleh dokternya, pak Suyitno dibuatkan rujukan ke RS Hermina Bitung Tangerang karena dipercaya dokter disana mampu untuk menangani penyakit pak Suyitno. Beberapa bulan di RS Hermina Bitung pak Suyitno memutuskan untuk pulang karena kondisi tidak semakin membaik dan biaya hidup di Tangerang yang terlalu tinggi. Setelah pulang ke Magetan pak Suyitno kembali mengalami penurunan kesadaran dan dibawa ke IGD RSUD Magetan, dan disana dirawat beberapa hari. Setelah dinyatakan pulih pak Suyitno diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk melakukan kontrol rutin. Penyakit Diabetes Melitus yang diderita beliau menyebabkan penglihatan beliau terganggu. Oleh karena itu, dari RSUD Magetan beliau dirujuk ke RS YAP Jogja untuk tindakan mata beliau dan Operasi direncanakan tanggal 4 September 2018. Pak Suyitno saat ini tinggal di rumah kontrakan, kondisi ekonomi beliau tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga, Alhamdulillah tetangga masih mau untuk sekedar memberi sekedarnya kepada keluarga beliau, istri beliau yang bekerja sebagai penjahit permak pakaian tidak setiap hari menghasilkan uang, hanya ketika ada tetangga yang mempermak bajunya. Setiap kontrol beliau menggunakan angkutan umum. Barang dan perabot yang beliau punya sudah banyak yang terjual untuk pengobatan dan hidup sehari-hari. Keinginan beliau untuk sembuh sangatlah besar, hal itu dibuktikan dengan semangat berobat beliau & keluarga yang sangat besar. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, dan santunan awal diberikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk membantu biaya akomodasi berobat. Pak Suyitno dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga amal ibadah kurir diterima oleh Allah, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @DedyReza

Pak Suyitno didiagnosa diabetes melitus dan ada gangguan di paru-paru


MARYATI BINTI UMAR SAID (49, cairan diperut). Alamat : RT 14/3 Desa Sampung, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Bu Maryati menderita sakit sejak 3 bulan yang lalu, perut nya membesar dan berisi cairan. Bu Maryati periksa ke dokter praktek sebanyak dua kali dan karena tidak ada perubahan akhirnya pengobatan dihentikan dan beralih ke pengobatan alternatif. Karena memang beberapa faktor yang menyebabkan bu Maryati takut untuk berobat medis salah satunya takut menjalani operasi. Selain itu juga tidak mempunyai Bpjs dan kurang nya biaya untuk berobat karena suaminya yaitu pak Rebu (53) bekerja sebagai buruh tani sehingga penghasilan nya hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Informasi mengenai bu Maryati diperoleh dari salah satu teman SR Magetan. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dengan harapan dapat meringankan biaya pengobatan bu Maryati. Tak lupa bu Maryati mengucapkan terimakasih atas bantusan yang telah disampaikan semoga berkah untuk para Sedekaholic. Dan semoga bu Maryati segera sembuh dan beraktifitas normal seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sugino

Bu Maryati perut nya membesar dan berisi cairan


MARGONO BIN SUKADI (33, pengapuran ginjal). Alamat : RT 3/1 Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mas Margono menderita sakit kurang lebih enam bulan terakhir, dimulai bulan Februari 2018. Sakit nya ditandai dengan tidak bisa Bab dan setelah sakit selama 2 bulan mas Margono tidak bisa berjalan sama sekali. Selama kurun waktu 6 bulan mas Margono menjalani rawat inap di Rsi selama 10 hari, di Rsud Soedono selama 14 hari, di Rsud Sayidiman Magetan selama 7 hari. Mas Margono divonis menderita pengapuran ginjal. Saat ini sedang menjalani pengobatan rutin di Rsud. Soedono Madiun. Sejak sakit otomatis mas Margono sudah tidak dapat bekerja lagi sedangkan istri nya yaitu bu Lulik Wahyuni (32) seorang ibu rumah tangga sehingga beban biaya pengobatan ini dirasa cukup berat apalagi harus menghidupi 2 anak mereka yang masih sangat kecil. Informasi mengenai mas Margono diperoleh dari salah satu teman kurir SR Magetan. Bantuan lepas sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan. Keluarga mas Margono merasa terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yg telah disampaikan. Semoga mas Margono bisa segera sembuh dan mampu beraktifitas normal seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Mas Margono menderita pengapuran ginjal


ASMO GIMUN (55, Tumor Orofaring). Alamat : RT 14/5 Dusun Sumuran, Desa Taman Arum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mbah Gimun, demikian panggilan ini disematkan pada beliau oleh keluarga dan tetangga sekitar. Sakit yang diderita oleh mbah Gimun berawal dari bulan Februari 2017. Pengobatan pertama dilakukan dengan periksa ke dokter praktekan umum yaitu dr. Bambang. Kemudian sempat menjalani rawat inap di Rsud. Soedono Madiun selama 10 hari. Dari situ diketahui bahwa mbah Gimun menderita penyakit tumor Orofaring sehingga harus dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Di sana beliau sempat menjalani rawat inap selama 35 hari. Biaya pengobatan dirasakan begitu berat karena sejak sakit mbah Gimun sudah tidak bisa bekerja lagi sedangkan istrinya yaitu bu Parem (53) bekerja sebagai buruh tandur yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Informasi mengenai pak Gimun diperoleh dari anak nya yang kebetulan bertemu dengan kurir SR saat berada di puskesmas. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan. Bu Parem sangat terharu dan mengucapkan terimakasih karena bantuan dari para Sedekaholic suami nya dapat melanjutkan pengobatan. Semoga pak Gimun bisa segera sembuh dan hidup normal seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Mbah Gimun menderita penyakit tumor orofaring


DIKA SEPTIANDI (19, Benjolan pada mata). Alamat : RT 7/ 3 Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Dika demikian pemuda ini biasa dipanggil oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dika mengalami benjolan pada mata sejak umur 2 tahun akibat kejedot pintu. Penyakit nya ini pernah diperiksakan ke Rsup. Soetomo Surabaya pada saat Dika masih balita dengan dibantu dana dari suatu yayasan. Hasil pemeriksaan, perlu dilakukan tindakan operasi tetapi harus menunggu cukup umur dahulu. Selain itu Dika juga pernah berobat ke Rscm dan sempat dibiopsi tetapi tidak melanjutkan pengobatan karena terbentur biaya. Ayah Dika yaitu pak Gunadi (47) bekerja serabutan sedangkan ibunya yaitu Katimah (46) seorang ibu rumah tangga sehingga merasa kesulitan dana untuk biaya pengobatan Dika. Setelah terputus beberapa lama, saat ini Dika kembali melanjutkan pengobatan ke RS mata Yap Yogyakarta. Inforasi mengenai Dika diperoleh dari penduduk sekitar. Untuk meringankan beban pengobatan maka disampaikan bantuan dari Sedekaholic sebesar Rp. 500.000. Keluarga Dika mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan semoga berbalas kebaikan untuk para Sedekaholic. Dan semoga penyakit Dika dapat segera terobati. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Dika mengalami benjolan pada mata sejak umur 2 tahun


MARTINI BINTI YADI (45, patah tulang tungkai). Alamat : Desa Candirejo RT 03/02, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Martini adalah seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh menjahit. Pada tanggal 12 Agustus 2017, bu Martini jatuh di kebun dan menyebabkan tulang tungkai nya patah. Awal nya hanya dikira keseleo biasa, tetapi karena dirasa sangat sakit akhirnya dibawa berobat ke Rsud. Sayidiman Magetan. Dari situ diketahui bahwa tulang tungkai nya patah dan harus dilakukan tindakan operasi sehingga perlu dirujuk ke Rsud Soedono Madiun. Suami bu Martini yaitu Pak Hudi (46) mendatangi rumah salah satu kurir Magetan untuk mengajukan bantuan. Selama ini pengobatan menggunakan Bpjs kelas 3, namun pak Hudi masih merasa kesulitan untuk biaya akomodasi dan transportasi. Pak Hudi yang bekerja serabutan penghasilan nya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah kedua anaknya. Apalagi saat ini harus mendampingi berobat istrinya, praktis tidak ada pemasukan sama sekali. Akhirnya bu Martini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan Alhamdulillah operasi telah dilaksanakan pada hari Selasa, 12-9-2017 di Rsud. Soedono Madiun. Saat ini bu Marti menjalani kontrol rutin dua minggu sekali. Operasi pelepasan pen dilakukan Selasa, 7-8-2018. Bantuan ketiga titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap setelah bantuan sebelum nya masuk pada rombongan 1052 dan 1105. Pak Hudi dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bu Martini segera sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Bu Martini jatuh di kebun dan menyebabkan tulang tungkai nya patah


NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar tiga tahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Operasi terakhir dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017. Pada bulan Januari 2018 dilakukan operasi untuk pelepasan pen pada kaki nya. Dan pada 30-8-2018 rencana akan operasi pemasangan Ilizarof. Titipan santunan kedelapanbelas dari sedekahholic sebesar Rp 700.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk akomodasi kontrol, pembayaran Bpjs Mandiri dan biaya akomodasi ranap, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976, 1007, 1052 1069, 1083, 1091, 1107, 1117, 1126 dan 1136 Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 700.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Pak Nuryadi tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


AISAH NUR FADILAH (3, jantung bocor). Alamat : RT 2/1 Desa Sawojajar, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ais, demikian anak ini biasa dipanggil adalah anak ke tiga dari pasangan Pak Sukarni (51) dan Ibu Ratmi (38). Ais dari lahir sudah mengalami kelainan pada jantung nya yang menyebab kan kondisi fisik nya lemah, warna kuku membiru. Saat masih bayi sempat menjalani pengobatan di Rsud. Soedono Madiun tetapi karena kondisi ekonomi tidak memungkinkan maka pengobatan dihentikan. Keluarga memutuskan untuk memilih pengobatan alternatif. Setiap bulan nya Ais harus mengkonsumsi dua macam obat yang perkiraan harga nya Rp. 300.000. Pak Karni yang bekerja sebagai penjual es keliling tentu merasa berat dengan kondisi ini, biaya itu belum mencakup untuk transportasi belum lagi untuk kebutuhan sehari-hari serta biaya sekolah dua kakak dik Ais. Sedangkan ibu Ratmi sebagai ibu rumah tangga belum memungkinkan membantu masalah keuangan keluarga. Alhamdulillah dik Ais dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari teman salah satu kurir SR Magetan. Pak Parni memutuskan untuk melanjutkan pengobatan dik Ais ke Rsup. dr. Soetomo dengan pendampingan dari Sedekah Rombongan. Saat ini dik Ais menjalani pengobatan dengan kontrol sebulan sekali ke Rsup. Soetomo Surabaya sambil menunggu jadwal operasi. Santunan keempat sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk keperluan transportasi serta biaya pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tersampaikan dan masuk pada rombongan 1126, 1136 dan 1142. Pak Sukarni sangat bersyukur dan berterimakasih atas semua bantuan yang disampaikan untuk mendampingi putranya. Semoga dik Ais bisa segera sembuh dan beraktifitas sesuai dengan anak seusianya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Ais dari lahir sudah mengalami kelainan pada jantung


NOVI KURNIASARI (25, Kista Ovarium). Alamat : Dukuh Buru RT 1/1, Desa Panggung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Novi, demikian biasa dipanggil oleh tetangga adalah seorang wanita usia 25 tahun dan dalam 6 bulan terakhir menderita penyakit Kista Ovarium. Gejala yang dirasakan adalah perut membesar tetapi tidak terasa sakit. Pertama berobat ke RSI Madiun dengan menggunakan fasilitas KIS. Selanjutnya mbak Novi harus di rujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan terkendala biaya untuk transportasi. Mbak Novi yang bekerja sebagai Prt dengan penghasilan ala kadarnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ayah nya sudah lama meninggal sedangkan ibunya yaitu bu Suparmi (60) bekerja sebagai buruh tani. Mbak Novi masuk dalam dampingan Sedekah Rombongan sejak 18 Maret 2018. Operasi sudah terlaksana di Rsdm Solo pada tanggal 29 Mei 2018, dan saat ini melakukan kontrol rutin sebulan sekali. Informasi mengenai mbak Novi diperoleh dari tetangga nya yang masih perduli dengan kondisi keluarga mbak Novi. Santunan ketiga titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan rawat inap. Santunan sebelum nya telah dilaporkan dan masuk pada rombongan 1126 dan 1142. Mbak Novi dan ibunya merasa terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga mbak Novi bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Muklisin

Novi menderita penyakit kista ovarium


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Saat ini bu Yuni menjalani proses kemoterapi yang direncanakan sebanyak 6 kali. Santunan ke empatbelas titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk Rombongan Lama 986, 1023, 1032, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094, 1107, 1117, 1136, 1142 dan Rombongan Baru 3. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubi_Farma

Bu Yuni menderita ca mamae


ARDINDA MAYANG MARSELA (12, pembengkakan jantung). Dusun Suruh RT 04/02, Desa Suruh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Dinda demikian gadis cilik ini biasa dipanggil adalah putri dari bapak Awit Ardino (43) dan bu Marsini (35). Kelainan jantung yang diderita Dinda adalah bawaan dari lahir tetapi baru dirasakan lebih parah pada bulan Maret 2018. Ditandai dengan badan lemas, sering sesak nafas dan sulit makan. Dinda sempat dirawat di Rsud. Soeroto Ngawi sampai akhirnya harus dirujuk ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Untuk pengobatan Dinda menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri kelas 3 namun biaya akomodasi transport ke Yogyakarta dirasa sangat berat. Pak Awit yang bekerja di bengkel penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga yang praktis tidak mempunyai pendapatan sendiri. Terakhir ranap di Rsup. Sardjito Yogyakarta, Dinda diantar pulang oleh Mtsr Yogyakarta. Setelah disurvey oleh kurir Ngawi selanjutnya Dinda menjadi pasien dampingan SR Ngawi sejak 22 Juli 2018. Saat ini Dinda melakukan pengobatan dengan kontrol rutin tiap bulan ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Santunan kedua sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi serta akomodasi berobat ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Bantuan untuk Ardinda sebelum nya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 3. Bu Marsini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan pada Dinda. Semoga Dinda segera sembuh dan dapat beraktifitas normal seperti teman-teman sebaya nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 27 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Nandha_Rizky @Jeans_Oswolf

Dinda menderita pembengkakan jantung


SURATMI BINTI SINUNG (55, Ca Nasofaring). Alamat : RT 25/2 Dusun Dokingkin, Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Ratmi sudah satu tahun terakhir menderita sakit Ca Nasofaring. Awal nya berobat di Rsud. Sayidiman Magetan, setelah itu dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Akhirnya bu Ratmi dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan dilakukan operasi pada bulan Juli 2017. Saat itu bu Ratmi belum punya Bpjs dan tidak ada yang mengarahkan sehingga pengobatan menggunakan biaya umum sehingga menghabiskan cukup banyak biaya. Suaminya yaitu pak Suparni (62) bekerja sebagai buruh tani sangat merasa berat untuk membiayai pengobatan bu Ratmi, sehingga setelah kontrol 4 kali pengobatan dihentikan karena kehabisan biaya. Pada bulan Desember 2017, penyakit bu Ratmi kambuh dan lebih parah dari sebelum nya. Informasi mengenai bu Ratmi diperoleh dari suami nya yang mendatangi rumah salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bu Ratmi akhir nya masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan pada tanggal 1 Januari 2018. Saat ini beliau kembali menjalani pengobatan di Rsdm Solo dengan plan pengobatan kemoterapi rutin. Bantuan ketujuhpun disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk akomodasi berobat dan kontrol rutin setelah sebelumnya menerima bantuan dan masuk dalam Rombongan Lama 1107, 1117, 1126, 1136, Rombongan baru 2 dan 3. Bu Ratmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Ratmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 26 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Bu Ratmi sudah satu tahun terakhir menderita sakit ca nasofaring


PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO (38, Gagal ginjal). Alamat : Desa Sambirobyong RT 3/2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Tyas, demikian ibu dua orang anak ini biasa disapa menderita gagal ginjal. Pada bulan Oktober 2017 bu Tyas mengalami sakit punggung dan tidak nafsu makan dan karena terus berlanjut maka bu Tyas berobat ke Rsud. Pangkalan Maospati Magetan. Berikutnya saat pulang kampung di Solo, bu Tyas harus menjalani Rawat inap di RS. Panti Waloya selama seminggu di ICU dan dilakukan cuci darah sekali karena ternyata ginjal bu Tyas mengalami penurunan fungsi. Empat hari setelah pulang dari ranap kembali merasa sesak dan pusing sehingga harus dilarikan ke RS. Panti Waloya lagi dan langsung di lakukan hemodialisa. Saat ini bu Tyas harus menjalani hemodialisa rutin setiap hari Rabu dan Sabtu di Rsu. Oen Kandang Sapi. Suami nya yaitu pak Gito (36) bekerja di bengkel, harus tetap bekerja dan mengurus 2 anak nya yang masih kecil dan ibu dari pak Gito yang juga dalam kondisi sakit. Saat ini bu Tyas menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Solo karena hemodialisa dilakukan di Rumah Sakit area Solo. Bantuan keenam sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi hemodialisa setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan 1090, 1117, 1136, 1142 dan Rombongan Baru 3. Bu Tyas sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Tyas bisa sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Anggariantuka @KinantiAwe

Bu Tyas menderita gagal ginjal


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2017. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua yang rencananya dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Santunan kelimabelas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta kontrol setelah sebelum nya masuk dalam Rombongan Lama 1023, 1030, 1044, 1059, 1069, 1083, 1091, 1107, 1117, 1126, 1136, 1141, Rombongan Baru 2 dan 3. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Pak Widji menderita ca thyroid


SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN (43, Ca Mamae). Alamat : Dukuh Mbiroto RT 2/2, Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Darsi demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae kurang lebih setahun yang lalu. Penyakit ini ditandai dengan ada nya benjolan pada payudara tetapi karena tidak timbul rasa sakit maka bu Sudarsi membiarkan nya saja. Baru setelah setahun timbul rasa sakit maka bu Sudarsi mencoba periksa ke Rsud. Sayidiman Magetan dan dinyatakan perlu tindakan operasi. Suami bu Sudarsi yaitu pak Muhamad Shokib (59) cukup panik takut biaya yang dibutuhkan tinggi sedangkan keluarga ini belum memiliki Bpjs. Pak Sokib sendiri bekerja dengan beternak kelinci dan ayam serta menjual nya ke pasar, wajar beliau kebingungan dengan biaya operasi untuk istrinya. Akhirnya dengan saran keluarga pak Shokib mendaftarkan Bpjs. Setelah Bpjs aktif, maka bu Darsi melanjutkan pengobatan dan operasi telah dilaksanakan pada awal bulan Desember 2017. Saat ini beliau melakukan pengobatan lanjutan dengan kontrol rutin di Rsud. Sayidiman Magetan. Informasi mengenai bu Sudarsi diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Santunan kedelapan titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap setelah sebelum nya masuk Rombongan Lama 1090, 1107, 1117, 1126, 1136, 1142 dan Rombongan Baru 3. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantuan yang telah diterima. Semoga bu Sudarsi bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Bu Darsi menderita ca mamae


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah dua kali seminggu ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 4 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 17 Mei 2017. Santunan keempatbelas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan Lama 1007, 1030, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094, 1107 ,1117, 1126, 1136, Rombongan baru 2 dan 3. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Dedy_Reza

Pak Seno menderita gagal ginjal


AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada tanggal 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan kedelapan pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya medikasi setiap hari dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan Lama 1091, 1107, 1117, 1126, 1136, 1142 dan Rombongan Baru 3. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Pak Agus patah tulang kaki karena kecelakaan


SINTA FEBRIYANI BINTI WARSITO ( 14, Dhuafa + difabel ) Alamat : Dusun Kerep RT. 3/3 Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Allah memberikan ujian kepada kedua orangtuanya yang cukup berat. Betapa tidak memiliki dua anak kembar yang kedua duanya mengalami kelumpuhan dan down syndrome. Sinta dan kakak perempuannya terlahir prematur saat usia kandungan ibunya memasuki 8 bulan, ia lahir melalui bedah cesar sedang kakaknya melalui proses kelahiran normal. Sinta sekarang dirawat oleh nenek dari bapaknya, sedang kakaknya dirawat ibunya yang menempati rumah neneknya (dari ibunya) Bapaknya sering menunggui Sinta sepulang kerja dan terkadang juga berbagi waktu menunggui kakaknya. Untuk keperluan aktifitas makan minum dan keperluan lain harus dibantu, karena tidak dapat melakukannya sendiri. Sinta termasuk jarang sakit. Neneknya menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya atas sumbangan yang diberikan para dermawan. Semoga mendapat imbalan dari Allah yang berlipat ganda.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @DwiSulasno

Sinta seorang dhuafa + difabel


ZIZIN NUR RIZKY OKTAVIANI ( 7, Duafa + difabel ) Alamat : Dusun Ngrombo RT. 13/5 Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Zizin mengalami kelumpuhan pada kaki semenjak bayi. Kurang lebih 7 tahun yang lalu di terlahir dalam usia kandungan ibunya menginjak 6 bulan sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan. Bapak ibunya sangat gigih merawatnya. Sampai usia 4 tahun menjalani terapi pengobatan, namun keadaan tetap tidak berubah dan Zizin tetap tidak dapat berjalan. Sekarang ia duduk di kelas 1 SD. Setiap hari ia diantar dan ditunggui ibunya di dalam kelas. Bapaknya bekerja sebagai pekerja serabutan, dan ibunya masih bisa menyempatkan jualan makanan kecil/ jajanan anak di rumahnya. Rumah yang ditinggali sangat sederhana berdinding tembok berlantaikan plasteran. Kedua orangtuanya seolah sudah pasrah akan keadaan anak semata wayangnya, mengingat keterbatasan ekonominya. Sehingga sekarang tidak pernah diperiksakan ke dokter lagi. Kedua orangtuanya sangat bersyukur mendapat bantuan dari para dermawan sedekah rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Zizin seorang dhuafa + difabel


SUKATMINI BINTI SADIMAN ( 33 , Duafa + difabel ) Alamat : Dusun Kerep RT. 1/3 Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Katmi telah mengalami sakit saat masih bayi, tepatnya saat usia 7 bulan sudah mengalami kelainan pada tulang belakang yaitu ada benjolan. Awalnya sering dipijatkan pada dukun bayi namun tidak ada hasilnya, yang pada akhirnya dibawa ke RS Dr. Soetomo dan dilakukan operasi. Pada waktu itu oleh dokter sudah diberitahukan bahwa nanti akan ada gangguan pada pertumbuhan kakinya. Dan sekarang kakinya mengecil dan bengkok tidak dapat tumbuh normal Apabila berjalan dengan cara merayap atau ngesot. Pekerjaan rumah memasak, mencuci, bersih bersih dan mandi dapat dilakukannya sendiri. ia tinggal di rumah dengan bapaknya yang usianya sudah mulai sepuh. Katmi tidak pernah merasakan bangku sekolah, namun bisa membaca dan menulis pada HP yang menemaninya. Kalau diajak bicara gaya tutur katanya sangat akrab dan bersemangat. Katmi sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diterimanya, semoga mendapat pahala yang besar di sisiNya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Bu Katmi seorang dhuafa + difabel


MARSINEM BINTI KARTO WONGSO (62, syaraf terjepit + gangguan ginjal) Alamat : Desa Jambangan RT 13/02, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mbah Marsinem beliau biasa dipanggil, dia hidup sebatang kara sudah 10 tahun lebih dia ditinggal mati oleh suaminya. Mbah Marsinem tidak memiliki anak, sebelum dia sakit seperti sekarang ini dia jadi buruh tani kadang kala dia berjualan ke pasar sayur Magetan. Setelah 4 tahun dia menderita sakit kegiatan itu sudah tidak dijalani lagi bahkan sawahpun sudah dijual untuk mencari kesembuhan begitupula sebenarnya beliau juga punya kartu KIS tetapi kesembuhan tidak kunjung didapat. Sampai saat ini sakitnya semakin parah, siang dan malam beliau sering menangis karena menahan sakit yang tiada tertahan. Sebenarnya masih ada saudara dan keponakan yg tinggal didekatnya tetapi karena kondisi ekonomi saudara dan keponakan yg kurang mampu pula kondisi Mbah Marsinem kurang terawat. Keponakan nya inilah yg sering mengurus kepentingan beliau tetapi keponakannya ini juga memiliki 2 anak masih kecil sehingga waktunya tidak bisa untuk mengurus beliau sepenuhnya. Karena sawah sudah terjual tidak ada biaya transport untuk ke rumah sakit dan obat yg diberikan tidak membuat perubahan maka pengobatan maka rasa sakit yg menghebat beliau rasakan setiap hari. Beliau sangat banyak mengucapkan terima kasih pada Sedekah Rombongan atas bantuan lepas Rp 1.000.000 semoga nantinya bisa melanjutkan kembali pengobatannya dan memenuhi kebutuhan sehari- hari. Mbah Marsinem hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih kepada para Sedekah Rombongan hanya Allah yg bisa membalas kebaikan semua ini, dan dia berharap semoga kesembuhan segera bisa didapat. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2018.
Kurir : @Ervin Survive @Djajadi

Bu Marsinem menderita syaraf terjepit + gangguan ginjal


SUGITO BIN TUMIN (60, Duafa). Alamat : RT 02/06 Kembang Lor, Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Beliau adalah seoarang guru kerawitan sekaligus guru dalang bagi anak-anak kecil yang mau datang kerumahnya namun Pak Sugito tidak mau menerima bayaran sedikitpun dari anak-anak yang didik yang didik setiap sore. Beliau tulus iklas dalam memperjuangkan budaya seni karawitan dan dalang, keseharian beliau ikut pentas seni sebagai mata pencaharianya dan anak-anak yang belajar kerawitan terganggu karena sekarang hanya terbaring lemah di rumahnya, sedangkan istri hanya di rumah merawat pak Sugito. Dengan keinginannya untuk melihat suasana luar rumah terhambat karena di rumah hanya bersama istri yang tidak memungkinkan untuk di gendong dan situasi jalan menuju rumahnya juga di lereng. Ekonomi keluarga dan anak-anaknya cukup sederhana tidak memungkinkan untuk membelikan kursi roda karena untuk biaya trasportasi ke rumah sakit baik di Pacitan ketika kambuh sudah 2 kali ini di bawa ke rumah sakit Wonogiri. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk membeli kursi roda dan bisa membantu melakukan aktivitas seperti mengajar karawitan atau jalan pagi sambil berjemur. Pak Sugito sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Tatik Sumiyati

Pak Sugito seorang dhuafa


ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO (4 , Acute Lymphoblastic Leukemia). Alamat : Dusun Towo, RT 2/5 , Desa Kebonagung , Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Adik Ganies biasa dipanggil demikian oleh keluarganya. Ganies mulai dari November 2016 sudah sering sakit-sakitan dan sudah berobat ke RSUD dr. Darsono Pacitan, karena belum menemukan diagnosa penyakit kemudian di rujuk ke RS Dr Sadjito Yogyakarta. Setelah melalui diagnosa cukup lama sekitar 3 bulan kemudian di ketahui menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia. Dek Ganies memilik fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Ganies. Santunan ketujuh sebesar Rp 500.000 pun di sampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan berobat, setelah sebelumya tercatat di nomer rombongan 1109, 1117, 1126, 1135, 1143, Rombongan Baru 3 untuk membantu biaya akomodasi berobat adik Ganiez ke RSUD dr Sardjito Yogyakarta. Alhamdulilah adik Ganiez telah rutin kembali berobat kemoterapi. Orang tua merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @RestySucia

Ganies menderita acute lymphoblastic leukemia


SUROTO BIN SAIDI (56, Infeksi saluran kencing). Alamat : Dusun Kebondalem RT 1/4, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Suroto sakit Infeksi saluran kencing yang sudah di alami semenjak 3-4 tahun yang lalu dan belum ada pengobatan sama sekali karena sangat minimnya biaya bahkan untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat kekurangan karena pekerjaan sebagai butuh kasar dan petani. Jarak dari rumah ke RSUD cukup lumayan sehingga membutuhkan biaya akomodasi sehingga Pak Suroto mengesampingkan kesehatan dan sakit yang di rasankanya. Alhamdullillah keluarga dapat dipertemukan dengan Sedekah Rombongan , Santunan keempat dan terakhir sebesar Rp 500.000 pun di sampaikan, setelah sebelumya tercatat di nomer rombongan 1135, 1143 dan Rombongan Baru 3 untuk membantu biaya akomodasi berobat sehingga dalam bulan Juni telah di adakan operasi untuk Bapak Suroto. Kini Bapak Suroto telah kembali berkativitas seperti sediakala Ucapan Terimakasih dari pihak keluarga untuk Sedekahholic yang telah meringangkan beban biaya untuk berobat, Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Rinanto

Bapak Suroto sakit Infeksi saluran kencing


PANIDI GEDE ( 82, duafa). Alamat RT 1/1 Dusun Clumpring, Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Beliaulah seorang Tulang punggung keluarga, hidup bersama istrinya hanya menempati rumahnya yang saat ini hanya hak pakai tidak berhak menjual, dikarenakan dahulu pernah istri dari Panidi mengalami sakit mata dan akhirnya menjual rumah tersebut untuk biaya berobat. Waktu itu rumahnya dijual ke tetangganya, dan tetangganya memberikan kesempatan untuk masih menempati rumah itu selama sepanjang hidup nya. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak dan lainya untuk kebutuhan makan sehari-hari, serta di tambah membeli selimut karena suhu udara sedang dingin di Pacitan. Pak Panidi sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic sekalian. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Restysucia @Moko

Pak Panidi seorang dhuafa


RIZKY ARIWIBOWO (21, Flex Paru-Paru). Alamat : Dusun Druju RT2/2 , Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur. Rizki merupakan anak dari pasangan Bapak Darta (70), dan ibu Suti (53). Ia merupakan anak terakhir dari 6 bersaudara. Setelah lulus dari sekolah pada tahun 2014, Rizki memutuskan untuk bekerja mengais rejeki ke Jakarta. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di Rumah Makan. Awal keberangkatan ke Jakarta dengan kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan maupun riwayat sakit apapun. bahkan ia masih sering pulang untuk sekedar bertemu dengan orang tuanya. Namun tepatnya bulan September Tahun 2017 Rizki pulang ke desa dengan kondisi sakit yang di deritanya sekarang ini yaitu flek paru – paru. Keluarga sudah berinisiatif untuk memeriksakan ke rumah sakit. Tepatnya bulan Desember kemarin Rizki harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pacitan Selama 5 hari. Dan yang dilakukannya sekarang adalah ia harus sering kontrol ke Rumah Sakit setiap 2 minggu sekali. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, keluarga Rizki merupakan keluarga yang tidak mampu. Rumah yang di tempat oleh 6 orang tersebut merupakan bantuan dari Koramil keluarga inipun juga termasuk keluarga yang mendapatkan bantuan beras rastra dari pemerintah yang datangnya tiap 1 bulan sekali. Bahkan untuk makanpun keluarga ini harus kerja membanting tulang dengan bertani maupun dengan membuka usaha mie ayam di pinggir jalan. Bantuan kelima sebesar Rp 500.000,- setelah sebelumya tercatat di nomer Rombongan Lama 1126, 1135, 1143 dan Rombongan Baru 3 disampaikan untuk biaya berobat dan dan trasportasi. Dan tidak lupa keluarga Bapak Darta mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Rizky menderita flex paru-paru


ABAS IMAMI (20, Gagal ginjal + Saraf + Paru-Paru basah) Alamat : Dusun Sinoman Kidul, RT 2/6, Desa Klepu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Abas Imami merupakan putra dari pasangan Bapak Riyanto (61), dan ibu Giyah(52). Setelah lulus dari SMP, Abas memutuskan untuk bekerja mengais rejeki ke Solo. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di Restoran. Awal keberangkatan ke Solo dengan kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan sakit apapun. Namun tepatnya Tahun 2015 Abas sakit dan harus opname selama 2 minggu di PKU Muhammadiyah Solo. Dengan Kondisi badannya bengkak semua. Setelah sakit tersebut akhirnya Abas tidak melanjutkan kerja dan langsung pulang ke desa dengan kondisi sakit yang di deritanya yaitu gagal ginjal. Selama 3 tahun mulai dari tahun 2015 sampai sekarang, Keluarga sudah berinisiatif untuk memeriksakan ke rumah sakit. Abas harus bolak balik ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dengan penyakit yang di derita nya. Sekarang bahkan penyakit yang di derita nya komplikasi. Mulai dari saraf, paru paru basah dan penyakit lainnya. Dan yang dilakukannya sekarang adalah ia harus sering kontrol ke Rumah Sakit setiap 2 minggu sekali untuk cuci darah dan 1 Bulan sekali untuk sarafnya. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, keluarga Abas merupakan keluarga yang tidak mampu. Dengan kondisi rumah yang tidak layak huni dan harus ditempati 6 orang di dalamnya. Selain itu untuk merawat sakitnya Abas keluarganya sudah berusaha semaksimal mungkin. Mulai dari menjual kayu, menjual hewan ternak dan tanah yang di milikinya untuk penyembuhan anaknya. Bahkan sekarangpun masih memiliki beberapa hutang yang harus ditanggung untuk biaya transportasi Abas waktu akan kontrol ke Rumah Sakit Pacitan. Alhamdullillah sedekah rombongan dipertemukan dengan nya, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk bisa membantu Saudara Abas untuk melanjutkan Pengobatan cuci darah dan penyakit saraf serta paru-paru basah yang di derita nya, sehingga dapat kembali sehat dan kembali bisa beraktifitas seperti sediakala. Santunan keempat sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) pun di sampaikan, setelah sebelumya tercatat di nomer rombongan 1135, 1143 dan Rombongan Baru 3 untuk membantu biaya akomodasi berobat dan kontrol. Orang tuanya sangat mengucapkan terimakasih kepada sedekahholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui sedekah rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Abas menderita gagal ginjal + saraf + paru-paru basah


KADIYEM BINTI SOKROMO (68, Gagal Ginjal). Alamat RT 02/01, Dusun Krajan, Desa Sawahan Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Bu Kadiyem diusia 68 dengan kondisi awal yang sehat bugar dan bisa beraktifitas seperti biasa. Berawal dari September tahun yang lalu tepatnya tahun 2017, beliau memiliki keluhan tubuh lemas, sering muntah dan sering mual yang terus menerus disertai diare. Dan akhirnya atas inisiatif keluarganya Bu Kadiyem opname ke Puskesmas Kalak, Setelah pulang dari opname di Puskesmas Kalak seluruh badan bengkak setelah itu dibawa ke RS. Maguan, sampai di sana suruh opname, Menurut rongsen dll pemeriksaan awal diagnosa dokter Ibu Kadiyem mengalami Lemah jantung dan pembengkakan paru-paru. Seiring berjalannya waktu dan rawat jalan Ibu Kadiyem drop lagi dan harus opname lagi, dan setelah opname ditemukan diagnosa baru yaitu ginjal, setelah itu di haruskan untuk cuci darah . Beberapa rumah sakit yang sudah di datangi untuk periksa, Bu Kadiyem belum pernah memiliki Riwayat sakit, dan pada tahun 2017 itu langsung drastis mulai keluar masuk rumah sakit tepatnya opname 4x. Bahkan kondisinya sekarang sudah tidak bisa berkatifitas dan hanya dirumah. Dan yang lebih miris lagi kondisi badannya semakin hari semakin kurus jauh dari keadaan sehat semula, apalagi sekarang selain rawat jalan dan kontrol setiap 1 bulan harus cuci darah sebanyak 8 x, karena 1 minggu cuci darah dilakukan 2x, yang memerlukan biaya yg tidak sedikit. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke RSUD Dr Darsono Pacitan dan biaya akomodasi berobat. Bu Kadiyem sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan sehingga bisa kembali berobat rutin. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Aamin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Ibu Kadiyem mengalami Lemah jantung dan pembengkakan paru-paru


SUMANAN BIN KATIMIN (59 Pembengkakan Pembuluh Darah). Alamat RT 03/09, Dusun Pule, Desa Bomo, Kececamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur .Pak Sumanan diusia 59, dengan kondisi awal yang sehat bugar dan bisa beraktifitas seperti biasa. Aktifitas sehari-hari pak Sumanan selain sebagai Petani Ia adalah salah satu penggerak dan penggiat wisata di Goa Gong. Pak Sumanan berprofesi sebagai juru foto amatiran bagi para pengunjung Goa Gong yang akan mengabadikan momen wisata mereka. Dari kegiatan itulah Pak Sumanan bisa membiayai sekolah anaknya dan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Berawal dari 3 tahun yang lalu tepatnya tahun 2015, Setelah pulang dari Goa Gong untuk mengais rejeki beliau memiliki keluhan pusing yang terus menerus. Bagi Beliau hal tersebut dianggap hal yang biasa, dibelikan obat warung dan besoknya sudah sembuh. Namun ternyata keluhan sakit tersebut terus-menerus terasa dan tidak kunjung sembuh. Dan akhirnya atas inisiatif keluarganya, beliau diperiksakan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaaan dari Dokter, bahwa Pak Sumanan mengalami pembengkakan Pembuluh Darah dan harus istirahat dan opname Di Rumah Sakit. Bahkan sampai sekarang beliau harus tetap bolak-balik ke rumah sakit untuk obat jalan. kondisinya sekarang sekarang sudah tidak bisa beraktifitas seperti sedi kala. Aktifitasnya sekarang hanya bisa berbaring di tempat tidur Dan yang lebih miris lagi kondisi badannya semakin hari semakin kurus. Santunan awal sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke RSUD Dr Darsono Pacitan dan biaya akomodasi berobat. Pak Sumanan sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan sehingga bisa kembali berobat rutin. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Jemi

Pak Sumanan mengalami pembengkakan pembuluh darah


HERMIN WIDIASTUTI (44, Saraf Kejepit) Alamat RT 01/06, Dusun Pucang Tuwo, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan, Jawa Timur . Bu Hermi diusia 44, dengan kondisi awal yang sehat bugar dan bisa beraktifitas seperti biasa. Bersama Suami pergi ke Jakarta untuk mengais rejeki demi mencukupi kebutuhan dan bisa menyekolahkan Putra Putrinya. Kelurga Bu Hermin termasuk keluarga besar, karena beliau dikaruniai 6 putra. Ia bekerja di Perusahaan untuk bisa membiayai biaya sekolah putra putrinya yang ada dikampung. Namun ternyata Bu Hermin mendapat ujian dari Allah SWT, tepatnya pada tahun 2016, Setelah pulang dari dari bekerja di perusahaan, ia merasakan sakit di punggung dan di pinggangnya. Dan akhirnya atas inisiatif suaminya, beliau diperiksakan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaaan dari Dokter, bahwa Bu Hermin mengalami sakit saraf kejepit dan harus istirahat dan opname Di Rumah Sakit. Berselang 1 minggu Bu Hermin di bawa Pulang ke Kampung agar medapat perawatan yang lebih. Aktifitas yang dilakukan sekarang masih bisa berjalan seperti biasa, namun yang membedakan Bu Hermin melakukannya hanya dengan duduk. Semua bisa dilakukannya seperti memasak, ke kamar mandi dll. Namun semua itu juga butuh bantuan dari Orang lain. Yang lebih miris lagi, setelah Bu Hermin sakit ini, sang suami tidak pernah pulang dan tidak tahu kemana perginya. Bahkan anak-anaknya pernah mencarinya ke tempat kerjaan yang dulu namun tidak juga menemukannya. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke RSUD Dr Darsono Pacitan dan biaya akomodasi berobat. Bu Hermin sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan sehingga bisa kembali berobat rutin. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Bu Hermin menderita saraf kejepit


PUTRI LESTARI (9, Tumor pipi). Alamat : Dusun Ngrumpon RT. 39/19, Desa Karangmulyo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Putri Lestari, gadis kecil kelahiran 15 Mei 2009 sudah menderita kelainan di pipinya sejak kecil. Karena terbentur keterbatasan biaya, orang tua nya baru bisa mengajak berobat ke Rsu. dr. Soetomo saat usia Putri masih 3 tahun dengan menggunakan jaminan Jamkesda. Itupun hanya berlangsung selama 3 bulan karena kehabisan dana untuk akomodasi dan transportasi. Ayah nya yaitu Pak Mesran (31) bekerja sebagai pelayan toko Bangunan sedangkan ibunya yaitu Bu Kustilah (33) adalah seorang ibu rumah tangga. Karena kondisi itulah pengobatan terhenti. Saat usia 4 tahun, atas saran dan bantuan pemilik toko tempat ayah nya bekerja, Putri dibawa berobat ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Seperti pengobatan sebelum nya kali ini pun pengobatan terhenti karena masalah biaya. Pada tanggal 24 September 2017 Sedekah Rombongan Magetan dipertemukan dengan keluarga Putri berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu warga Pacitan yang bersimpati dengan penyakit Putri. Kedua orang tua Putri sangat bersemangat dan menginginkan putri nya bisa sembuh dan beraktifitas normal seperti anak-anak lain seusianya. Saat ini Putri sedang menjalani pengobatan di Rsup. Sardjito Yogyakarta dalam dampingan Sedelah Rombongan Yogyakarta. Santunan kempat sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi dari Pacitan ke Yogyakarta dan biaya akomodasi berobat selama di Yogyakarta. Santunan sebelum nya sudah masuk dan dilaporkan pada rombongan 1058, 1091 dan Rombongan Baru 3. Pak Mesran dan Bu Kustilah sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan sehingga adik Putri telah menjalankan opersi tumor dan perkembangan sekarang tinggal cek up. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro

Putri menderita tumor pipi


TUTIK HANDAYANI (38/Dhuafa) Alamat : RT 01/ 02 Dusun Pagersari, Desa Penggung, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan.Bu Tutik adalah ibu dari 4 orang anak yang baru saja kehilangan suaminya pada bulan Ramadhan kemarin. Suami Bu Tutik, (alm) Djumani meninggal dunia karena sakit stroke setelah dirawat di Rumah Sakit Ponorogo beberapa lama. Almarhum meninggalkan 4 orang anak yaitu Dita Cahyani (16, Pi, kelas 2 SMA), Dian Puspita Widyastuti (15, Pi, kelas 3 SMP), Dinda Afrilia (13, Pi, masuk SMP), dan Anang Susilo Budi (9, Pa, kelas 3 SD). Mata pencaharian keluarga ini adalah petani dan serabutan. Sejak suami Bu Tutik meninggal dunia otomatis Bu Tutik menjadi penyangga ekonomi rumah tangga seorang diri dengan bekerja serabutan. Selain keempat anaknya, ia juga harus merawat ibu mertua yang sudah sepuh juga. Kondisi rumah Bu Tutik masih berdinding bambu dan kayu. Sehingga awal bulan Juli ini para donatur dan tetangga bergotong royong melakukan perbaikan atap dan dinding rumah yang lapuk dan rawan roboh tertiup angin kencang musim pancaroba ini. Salah satu anak Bu Tutik (Dinda) baru masuk SMP tahun ini. Ketiga anak yang lain juga memasuki tahun ajaran baru. Bu Tutik membutuhkan bantuan untuk biaya sekolah anak-anaknya dan biaya kehidupan sehari-hari karena dia belum memiliki pekerjaan tetap saat ini. Bantuan lepas disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk modal kerja. Bu Tutik mengucapkan terimakasih atas bantuan yang disampaikan, semoga menjadi amal kebaikan bagi para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Edisutaro @RestySucia

Bu Tutik seorang dhuafa


SRI MURTINI (34, Radang Tulang). Alamat : Desa Sukosari, RT 14/4, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Mur, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak, yang pertama kelas 5 SD, dan adiknya masih di TK. Mbak Mur menderita radang tulang, awalnya dulu sebelum menikah, pernah bekerja di luar negeri, namun belum sampai berhasil, mengalami kecelakaan kerja hingga tulang kakinya mengalami cedera, sehingga perlu digib hingga beberapa bulan. Setelah pulang dan berada di rumah, alhamdulillah mulai berangsur sembuh. Setelah menikah dan memiliki 2 anak, belum lama mbak Mur terjatuh saat beraktifitas sehari – hari di rumah, dan tulang kakinya terasa sakit lagi. Awalnya bengkak dan dibelikan obat anti nyeri. Namun lama kelamaan susah untuk berjalan. Akhirnya diperiksakan ke rumah sakit Bathil. Radang tulang yang diderita mbak Nur, ada dua alternatif untuk pengobatannya, operasi dan dipasang pen, atau dipasang gib sampai 3 bulanan. Mbak Nur karena takut untuk menjalani operasi, memilih alternatif kedua. Selama sakit, mbak Nur untuk berjalan harus memakai alat bantu . Sedangkam selama ini hanya mendapatkan pinjaman 1 saja dari temannya. Sering hampir jatuh bila saat berjalan karena tidak seimbang, harusnya pakai 2 alat kanan kiri. Suaminya yang seorang buruh tani, tidak mampu untuk membelikan alat bantu untuk berjalan istrinya. Untuk mencukupi biaya hidup sehari – hari saja, terasa berat karena hanya bekerja pada saat ada yang menyuruh bekerja di sawah atau saat musim panen padi. Apalagi setelah istrinya sakit, lebih sering belum bisa bekerja karena mengurusi istrinya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbak Mur. Santuan lepaspun disampaikan untuk membeli alat bantu jalan dan biaya berobat. Mbak Mur sangat senang dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk bisa membeli alat bantu berjalan dan biaya berobat, agar bisa sehat lagi demi anak – anaknya yang masih kecil – kecil.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Sri menderita radang tulang


BASUKI WINARTO (46, Musibah kebakaran). Alamat : Jl. Merapi, Gang Lodayan, No.12, RT 19/7, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Basuki adalah seorang bapak dengan pekerjaan serabutan, sungguh malang menimpa nasib hidupnya. Rumahnya mengalami kebakaran karena konsleting listrik. Dan akibat kebakaran tersebut, semua perabot dan isi rumah nyaris habis terbakar. Termasuk perlengkapan sekolah kedua anaknya. Pasca kebakaran, selama belum bisa merenovasi kembali rumahnya, pak Basuki dan keluarga menumpang tidur di rumah saudara terdekat. Karena mengingat dampak/akibat musibah kebakaran, Bapak Basuki Winarto kehilangan rumah beserta isinya, dan kebetulan pak Basuki sedang tidak ada pekerjaan, maka pak Basuki hanya bisa mengharap bantuan demi bisa merenovasi rumahnya. Istrinyapun sangat berharap karena semua alat memasaknya juga ikut terbakar. Apalagi kedua anaknya yang sekolah. Informasi tentang pak Basuki diperoleh dari salah satu teman kurir. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Basuki. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya perbaikan rumahnya. Pak Basuki sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bantuan musibah paska kebakaran


DASAR BIN MAD JAENI (56, Stroke). Alamat : Dusun Jeblokan, RT 14/4, Desa Kertosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Dasar adalah seorang bapak yang dikaruniai seorang anak. Pekerjaan sehari – hari pak Dasar adalah sebagai seorang tukang bangunan. Namun bekerjanya sebatas di desa dan sekitar tempat tinggalnya. Bila ada yang membangun rumah atau renofasi rumah, saat itulah pak Dasar bisa bekerja. Apabila sedang tidak ada, maka kerja serabutan menjadi pilihannya agar bisa mencukupi kebutuhan sehari – hari. Belum lama pak Dasar tiba – tiba mengalami stroke. Berawal dari keluhan pak Dasar yang sering merasa pusing. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata tensi darahnya cukup tinggi. Dan lama kelamaan akhirnya pak Dasar mengalami stroke, tidak bisa berjalan normal seperti sedia kala. Pak Dasar selama ini melakukan terapi di Rumah Sakit Bathil Dolopo, Madiun. Setiap waktunya kontrol dan terapi, harus menyewa mobil tetangga. Walau harus mencari pinjaman uang ke sana – sini untuk biaya berobat, namun pak Dasar tetep lakukan karena keinginannya agar bisa pulih, sehat kembali, agar bisa mencukupi keperluan keluarganya. Pak Dasar memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Informasi tentang pak Dasar diperoleh dari salah seorang saudara kurir. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Dasar. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat Pak Dasar. Alangkah senangnya pak Dasar mendapatkan bantuan. Pak Dasar tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombonga untuk keperluan biaya berobatnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Dasar mengalami stroke


SUPARTI BINTI KARTO SUGO (75, Patah tulang paha kiri). Alamat : Jl. Nori, No. 15B, Keluraan Nambangan Lor RT 1/1, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Suparti adalah sosok ibu rumah tangga yang hidup sebatang kara, tidak mempunyai anak dan hanya bekerja berjualan jajanan rumahan. Suami meninggal dunia tahun 1985. Setelah waktu berjalan karena usia terus bertambah, Bu Suparti tidak dapat berjualan lagi sehingga dalam menjalani hidupnya untuk biaya makan dan minum lebih banyak dibantu oleh para tetangganya. Awal sakitnya beliau karena melakukan aktifitas sehari-harinya tanpa disadari beliau terpeleset di rumahnya yang mengakibatkan patah tulang paha bagian atas sebelah kiri sehingga harus dilakukan operasi. Ibu Suparti bertekat untuk bisa sembuh dari sakit yang dideritanya. Untuk saat ini beliau dengan keadaan perekonomian yang kekurangan karena hidup sebatang kara. Begitu besar harapan Ibu Suparti untuk sembuh. Sedekah Rombongan samgat memahami kondisi yang dialami bu Suparti. Bantuan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat bu Suparti. Betapa senangnya beliau saat menerima bantuan. Tidak lupa bu Suparti mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan, sehinggs dapat melaksanakan pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Suparti mengakibatkan patah tulang paha bagian atas sebelah kiri


ERSA WIDYA AYU KARTIKA (6, Biaya sekolah). Alamat : Desa Kertobanyon, RT 2/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Ersa adalah seorang anak yang mempunyai saudara kembar. Nasib malang dialami anak kembar tersebut. Bagaimana tidak, setelah kedua orang tuanya berpisah, tidak lama setelah melahirkan dek Ersa dan kembarannya, ibunya meninggal karena mengalami sakit jantung, yang menurut dokter karena terdesak oleh tendangan kaki bayi saat dalam kandungan yang salah satu bayinya posisi sungsang. Dan saat lahir dek Ersa dan saudaranya hanya memiliki berat badan 13 ons. Alhamdulillah dek Ersa bisa sehat, selamat sampai sekarang. Dek Ersa tinggal bersama neneknya yang sudah tidak bisa beraktifitas karena sudah tua. Beruntung masih ada bibinya yang peduli dengan dek Ersa dan saudaranya. Informasi tentang dek Ersa diperoleh dari salah satu teman kurir. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ersa dan saudara kembarnya. Bantuan lepaspun disampaikan untuk biaya hidup dan biaya sekolah dek Ersa dan saudara kembarnya. Bibinya, atas nama dek Ersa, mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu dek Ersa dan saudara kembarnya untuk biaya sekolah dan biaya hidup sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bantuan biaya sekolah


SURATMI BINTI SALEH (42, Modal usaha). Alamat : Desa Sareng, RT 9/2, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Ratmi, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai 2 anak. Mbak Ratmi belum lama tinggal di desa Sareng, karena sebelumnya hidup di Sragen. Setelah sekian lama suaminya tidak mendapatkan pekerjaan, maka mbak Ratmi diajak pulang ke kampung halaman suaminya. Di sinipun suami belum mendapatkan pekerjaan tetap, sebagai buruh tani yang bisa dilakukan oleh suaminya, demi kelangsungan hidup sehari-hari. Apalagi saat sekarang kedua anaknya mulai waktunya masuk sekolah. Mbak Ratmi ingin sekali membuka usaha semampunya, namun terkendala dengan biaya. Untuk bisa makan sehari-hari saja harus membanting tulang. Informasi tentang mbak Ratmi diperoleh dari salah satu teman kurir. Sedekah Rombongan sangat memahami keadaan yang dialami mbak Ratmi dan keluarga. Santunan lepaspun dsampaikan untuk modal usaha mbak Ratmi. Mbak Ratmi sangat gembira xan berterimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah diaampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu untuk modal usaha mbak Ratmi agar bisa mencukupi biaya sekolah anak-anaknya dan demi kelangsungan hidup mereka sekeluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2018
Kurir : @ErvinaSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bantuan modal usaha


TEGUH WIDODO (39, Patah tulang ekor, panggul, rahang kiri, rahang kanan ). Alamat : RT4/1, Desa Slahung, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Teguh adalah seorang kepala keluarga dengan 1 anak usia 9 tahun bernama Raditya Mahendra dan seorang istri usia 29 tahun. Pada tanggal 29 juli 2018 sedang bekerja memperbaiki tembok di rumah tetangga yang bernama Pak Parjo, namun jatuh kemudian tertimpa tembok kurang lebih setinggi 6 meter. Setelah kejadian, korban di bawa ke Ugd terdekat lalu di rujuk ke RS Darmayu, Ponorogo. Karena tidak bisa menangani korban lalu di rujuk ke RSUD Dr. Soedono, Madiun. Dan di RS tersebutpun masih tidak bisa menangani sehingga korban di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dan sekarang sudah di lakukan tindakan operasi dan tinggal pemulihan. Pasien saat ini hanya menggunakan surat keterangan tidak mampu (BPJS sedang dalam proses). Informasi tentang pak Teguh diperoleh dari salah satu kurir. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Teguh. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat. Keluarga dari Bapak Teguh sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan, sehingga bisa membantu biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Teguh menderita patah tulang ekor, panggul, rahang kiri, rahang kanan


INDAH RETNA (34, Patah tulang paha). Alamat : Desa Balerejo, RT 22/3, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Mbak Indah adalah seorang janda memiliki satu anak perempuan. Awal mula dari keadaannya diakibatkan oleh kecelakaan motor tiga tahun yang lalu (satu hari sebelum hari raya), terjadi bersama suami dan anaknya, namun kondisinya lebih parah dari suami dan anaknya. Saat itu juga sudah dilakukan operasi penyambungan, karena mengingat patah tulangnya remuk (multiple). Operasi harus dilakukan bertahap. Dengan dipasang pen. Walaupun kondisi sudah dilakukan operasi 2 kali tapi kondisi tulangnya belum bisa tersambung, sehingga mbak Indah sampai saat ini harus menunggu giliran operasi lagi dimana biaya dari jasa raharja sudah habis, walau sebenarnya menggunakan Bpjs kelas 3. Tetapi kendala yang dihadapi adalah biaya untuk transpirtasi dari rumah ke RS Sudono karena harus menggunakan mobil sewa. Mbak Indah tidak bisa berjalan dan harus memakai alat bantu untuk berjalan. Sekarang Mbak Indah juga berusaha membuat kripik tempe yang dititipkan ke tetangga sebelah rumah untuk membiayai dia dan anaknya, serta bantuan dari adik laki-lakinya. Karena masih membutuhkan biaya untuk perawatan luka pasca operasi. Walau mbak Indah memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS mandiri kelas 3, namun tidak mampu mengcover semuanya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbak Indah. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat mbak Indah, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Baru 2 dan 3. Mbak Indah mengucapkan terimakasih yang zebesar-besarnya kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Indah menderita patah tulang paha


NIRWASITA BINTI KATENI (9, Liver). Alamat : Purworejo Wetan, RT 36/4, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Sita panggilan akrab sehari hari, Sita adalah pelajar kelas 2 SD, dalam dua bulan terakhir ini Sita mengalami sakit perutnya membesar. Sita pernah dibawa keluarganya ke RSUD Dolopo namun karena keterbatasan biaya dan belum punya BPJS Sita dibawa pulang. Untuk ke sekolah sehari – hari Sita sering di antar pamannya yang kebetulan satu rumah dengannya. Saat ini Sita tinggal bersama kakek dan neneknya, untuk keperluan sehari – hari Sita di tanggung nenek nya yang bekerja sebagai tukang pijat, karna bapak ibu nya sudah berpisah dan ayahnya yang hanya bekerja serabutan terpaksa menitipkan Sita kepada neneknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sita, dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Sita saat ini. Bantuan keenampun disampaikan kepada Sita, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1116, 1125, 1133 dan 1142, dan Rombongan Baru 4 untuk biaya akomodasi berobat. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu berikhtiar menjemput kesembuhan bagi Sita.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Sita menderita liver


KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama . Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar. Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan kedelapanpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada Rombongan Lama 1007, 1054, 1094, 1116 , 1125, 1133 dan Rombongan Baru 3. Bu Katiyem sudah menjalani sedot cairan dua kali, sehingga sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Katiyem mengalami sakit asictes


SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai merasakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus mnyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Bantuan kesebelaspun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun, yang sebelumnya telah menerima santunan dan masuk pada Rombongan Lama 1018, 1079, 1083, 1094, 1107, 1116, 1124, 1133, Rombongan Baru 2 dan 3. Pak Salamun merasakan banyak sekali perubahan setelah melakukan kontrol rutin. Dan sedikit demi sedikit mulai beraktifitas. Ucapan syukur dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada pak Salamun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak Salamun menderita leukimia


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorng kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mncukupi kebutuhn sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita gangguan di tulang belakang, pernah berobat ke RSUD Dolopo (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillh bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Santunan kedelapanpun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat pak Rokhim, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, rombongan baru 2, dan rombongan baru 3. Selain menjalani terapi rutin, pak Rokhimin juga disarankan untuk memakai korset khusus untuk terapi sakitnya tersebut. Dan alhamdulillah sekarang sudah mendapatkat korset untuk terapi yang selalu dipakainya setiap saat. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Rokhimin menderita sakit tulang belakang


DANIS ALDHIAN FAEZA (6, Leukemia). Alamat : Jl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semangat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, sehingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau diperiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Rsud. Soedono. Dari Rsud. Soedono dirujuk ke Rsup. Sutomo Surabaya, sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Rsup. Sutomo Surabaya. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan ke sembilan pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, Rombongan Baru 2 dan 4. Dek Danis jadwal kontrolnya masih sering/padat dan juga masih sering ranap. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Danis menderita sakit leukemia


MUDJIATI BINTI MARYO MARNI (53, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Bangunsari, Desa Sukosari, RT 4/1, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Mudji biasa dipanggil oleh tetangga demikian, adalah seorang ibu dengan 2 orang anak. Bu Mudji telah berpisah dengan suaminya 22 tahun yang lalu. Untuk kebutuhan sehari – hari, bu Mudji bekerja sebagai buruh cuci di sebuah kleluarga di daerah Caruban kabupaten Madiun. Bu Mudji menderita sakit sejak 2011 dan operasi pada tahun 2013 di RS Aisiyah Ponorogo dan menjalani Kemo 3 kali di RS Aisyah Ponorogo. Bu Mudji menggunakan Jamkesmas, awal 2014 Jamkesmas berganti KIS akhirnya di rujuk ke RSUP dr Sutomo Surabaya. Untuk saat ini beliau kesulitan biaya untuk ongkos ke Surabaya dan biaya kos selama menjalani pengobatan di sana. Bu Mudji memiliki keinginan sembuh yang tinggi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Mudji. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Mudji. Bantuan kesembilan pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116, 1124, 1133, 1142, dan rombongan baru 4. Beliau dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan yang telah membantu untuk berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Mudjiati menderita kanker payudara


YULIANA BINTI USUP (37, Ca Mamae). Alamat : Desa Dagangan, RT 5/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Provinsi Jawa Timur. Bu Yuli adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau dikaruniai seorang anak yang masih berusia 2 tahun. Suaminya bekerja sebagai karyawan di sebuah toko mebel. Dua bulan yang lalu Bu Yuli terindikasi mengidap penyakit kanker payudara. Setelah konsultasi dengan dokter, kemudian beliau dianjurkan untuk segera operasi. Karena takut kanker semakin menyebar akhirnya keluarga mengikuti saran dari dokter untuk segera dilakukan tindakan operasi. Keadaan beliau waktu itu belum mempunyai jaminan kesehatan apapun. Hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk meminjam uang pada tetangga untuk biaya operasi yang kurang lebih menghabiskan dana 13 juta. Akhirnya operasi pun dilakukan pada akhir bulan Juli di RS DKT Kota Madiun, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar. Setelah dilakukan operasi kemudian dokter menyarankan untuk dilakukannya kemo terapi. Karena terkendala biaya akhirnya keluarganya pun segera membuat jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3 dan telah mulai aktif sejak tanggal 18 Agustus. Kesulitan beliau pun saat ini bertambah karena beliau di rujuk ke Solo untuk menjalani kemo terapi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Yuli. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat. Bu Yuli sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan sehingga bisa melakukan kemoteraphi demi menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @AliFirdaus

Bu Yuli terindikasi mengidap penyakit kanker payudara


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Pembelian roda cadangan mtsr). Mobil Gran Max tahun 2014 adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan eksterior ambulance untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Madiun sejak 3 Februari 2017 lalu telah dihibahkan oleh sedekaholics dan para kurir #SRWonogiri. Fungsinya adalah untuk Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun dalam menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng gunung wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR dan kondisi roda agar tetap prima. Adapun biaya pembelian 1 roda mtsr untuk cadangan sebesar Rp 550.000. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic maka MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 550.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi

Biaya pembelian roda cadangan mtsr

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 BAYI NY. RATMIYATI 5,000,000
2 BAYI IBU HASNA 5,000,000
3 HAFIZAH NUR KHASANAH 200,000
4 SUYITNO BIN SUTO SETU 500,000
5 MARYATI BINTI UMAR SAID 1,000,000
6 MARGONO BIN SUKADI 500,000
7 ASMO GIMUN 1,000,000
8 DIKA SEPTIANDI 500,000
9 MARTINI BINTI YADI 500,000
10 NURYADI BIN SUPARMIN 700,000
11 AISAH NUR FADILAH 500,000
12 NOVI KURNIASARI 500,000
13 YUNI PURWANINGSIH 500,000
14 ARDINDA MAYANG MARSELA 500,000
15 SURATMI BINTI SINUNG 500,000
16 PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO 500,000
17 WIDJI ALWIJIANTO 500,000
18 SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN 500,000
19 SENO BIN SUPANI 500,000
20 AGUS SUYONO 500,000
21 SINTA FEBRIYANI BINTI WARSITO 1,000,000
22 ZIZIN NUR RIZKY OKTAVIANI 1,000,000
23 SUKATMINI BINTI SADIMAN 1,000,000
24 MARSINEM BINTI KARTO WONGSO 1,000,000
25 SUGITO BIN TUMIN 1,000,000
26 ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO 500,000
27 SUROTO BIN SAIDI 500,000
28 PANIDI GEDE 1,000,000
29 RIZKY ARIWIBOWO 500,000
30 ABAS IMAMI 500,000
31 KADIYEM BINTI SOKROMO 1,000,000
32 SUMANAN BIN KATIMIN 500,000
33 HERMIN WIDIASTUTI 1,000,000
34 PUTRI LESTARI 500,000
35 TUTIK HANDAYANI 1,000,000
36 SRI MURTINI 1,000,000
37 BASUKI WINARTO 1,500,000
38 DASAR BIN MAD JAENI 1,000,000
39 SUPARTI BINTI KARTO SUGO 1,000,000
40 ERSA WIDYA AYU KARTIKA 1,000,000
41 SURATMI BINTI SALEH 1,000,000
42 TEGUH WIDODO 1,500,000
43 INDAH RETNA 500,000
44 NIRWASITA BINTI KATENI 500,000
45 KATIYEM BINTI JAIMAN 500,000
46 SALAMUN BIN SHOLIKAN 500,000
47 ROKHIMIN BIN SLAMET 500,000
48 DANIS ALDHIAN FAEZA 500,000
49 MUDJIATI BINTI MARYO MARNI 500,000
50 YULIANA BINTI USUP 500,000
51 MTSR MADIUN 550,000
Total 44,450,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 0,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM ROMBONGAN

Rp. 62,367,436,658,-