FATIMAH BINTI ROSYID (31, Pembengkakan Jantung Dan Diabetes Mellitus). Alamat : Jl. KS Tubun Gg. Kali RT 05 01 Desa Sendang Kec. Kragan Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah. Istri dari Pak Herno (34 tahun) ini pada tahun 2015 merasakan sakit di tubuhnya. Dari waktu ke waktu beliau merasakan sakit berupa pembengkakan pada kaki dan tangannya. Namun belum diketahui apa penyakit yang beliau derita. Akhirnya pasien periksa di Puskesmas Kragan, namun karena masih belum bisa diatasi sehingga dirujuk ke RSUD dr R. Soetrasno Rembang. Atas hasil pemeriksakan dokter RSUD, Bu Fatimah di diagnosa penyakit jantung bengkak dan diabetes mellitus. Pasien merasa kesakitan bagian hulu jantungnya dan terasa lemas seluruh tubuhnya karena pemyakit diabetes yg di deritanya itu. Karena tidak mempunyai biaya untuk akomodasi berobat selanjutnya dan biaya kehidupan sehari hari, maka Bu Fatimah yang menjadi tulang pungung keluarga sebab suaminya tidak bisa berkerja sejak 4 tahun yang lalu, saat suami beliau Pak Herno mengalami kelumpuhan ditubuhnya akibat kecelakan kerja waktu berkerja sebagai kuli panggul muat tebu ke truck menjadi kebingungan. Alhamdulillah ada kurir SR yang mendengar kesulitan beliau sekeluarga dan dilakukan survey keluarga dan lingkungan. Setelah dilakukan pendataan dan disepakati oleh team kurir, alhamdulillah menjadi pasien dampingan SR. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1129. Semoga Allah memberi kemudahan Bu Fatimah dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : Imamteguh Fifi Warji @JeanseaMaurer

Bu Fatimah di diagnosa penyakit jantung bengkak dan diabetes mellitus


SALAMAH BINTI DASMURI (56 , Dhuafa + Asma). Alamat : Ds. Gandrirojo, RT. ¾, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bu Salamah biasa akrab dipanggil dalam kesehariannya. Beliau hidup sendiri dan untuk meyambung hidup menjual nasi dikampungnya. Sejak tahun 2010 suami Bu Salamah yang merantau di Malaysia meninggal. Dan entah di tipu tetangganya yang sama-sama biasa kerja di Malaysia atau memang bener-bener digunakan untuk membiayai kepulangan jenasah suami Bu Salamah, Bu Salamah harus kehilangan rumah dan sawah peninggalan alm suami nya. Ahirnya sekarang Bu Salamah dibuatkan tempat tinggal oleh para tetangga di atas tanah masjid. kehidupan sulit dihadapi Bu Salamah karena harus membayar hutang alm. suaminya. Beliau sering sekali sesak nafas akut, namun untuk ke RSUD jarak dan biaya menjadi kendala. Selama ini pengobatan yang dilakukan adalah kontrol rutin ke Puskesmas setempat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Salamah, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Bu Salamah untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1129. Semoga Allah memberi kemudahan Bu Salamah dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : Imamteguh Fifi Khumaidah Darsan @JeanseaMaurer

Bu Salamah seorang dhuafa dan menderita asma


MU’IDATUL KHUSNA (10, Patah Tulang). Alamat : Ds. Karas, RT. 2/2, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Dek Datul, demikian nama panggilan yang akrab untuk sebutan di kampung halamannya. Beliau adalah anak ke 5 dari pasangan Alm. Bapak Muhlasin dan Ibu Sarmi yang kesehariannya bekerja sebagai buruh pasang payet baju demi memenuhi kebutuhan ke 6 anaknya. Hari itu saat hendak menuju ke pasar Dek Muidatul mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka serius pada kakinya hingga harus dioperasi, hal itu mengakibatkan Ibu Sarmi merasa sedih karena mengingat biaya untuk penyembuhan anaknya yang cukup besar, sedangkan untuk biaya hidup sehari-hari yang hanya pas-pasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Datul, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Dek Datul untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Kurir Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1141. Semoga Allah memberi kemudahan Dek Datul dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : Imamteguh Fifi Khumaidah Darsan @JeanseaMaurer

Datul menderita patah tulang


HUSSIN MAHMUD (43, Patah Tulang). Alamat: Desa Narukan, Rt 03/02, Kec. Kragan, Kab. Rembang, Prov. Jawa tengah. Pak Hussin Mahmud biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau bekerja sebagai sopir. Musibah yang dialaminya terjadi satu tahun silam, saat beliau mendapat orderan untuk mengambil box bayi milik tetangganya di Pancur. Saat baru sampai setengah jalan tiba-tiba ada mobil yang menghantam mobil yang dikendarainya, dari kejadian itu, nyawa beliau hampir melayang, seluruh wajahnya rusak, bola matanya hilang satu, wajahnya dioperasi plastik agar bisa membentuk wajah lagi dan kakinya harus di operasi agar tersambung lagi. Beliau adalah tulang punggung keluarga, akan tetapi akibat peristiwa kecelakaan tersebut, beliau tidak dapat lagi bekerja, bahkan untuk terus dapat berobat saja beliau bingung, istrinya, Ibu Munsyarifah mencoba mengambil alih tanggung jawab dengan berjualan kue keliling agar bisa bertahan hidup, bahkan salah satu anak Pak Husin ada yang mengungsi ikut familinya demi meringankan beban. Hingga Sedekah Rombongan mendapat informasi tentang kondisi pak hussin yang sangat butuh untuk dibantu agar bisa tetap berobat, kurir Sedekah Rombongan segera meluncur untuk croscek dan survey. Setelah mengetahui kronologi cerita dan kondisi Pak Husin akhirnya, beliau diajukan untuk menjadi penerima manfaat dari Sedekah Rombongan. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Bapak Hussin. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1129. Semoga Allah segera mengangkat penyakit beliau sehingga bisa beraktifitas kembali untuk mencari nafkah sebagaimana mestinya. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 11 Agustus 2018
Kurir : Imamteguh Fifi Khumaidah Darsan @JeanseaMaurer

Pak Hussin menderita patah tulang


MOCH. ARIF BIN SUKARMIN (17, Pita Suara Putus & Decubitus) Alamat : Desa Bitingan, RT 001/ 002, Kec. Sale, Kab. Rembang, KP 59265, Prov. Jawa Tengah. Arif itu panggilan kesehariannya di rumah, anak yang cerdas dan masih sekolah di salah satu sekolah menengah kejuruan negeri di Kab. Rembang. Musibah bermula terjadi pada tanggal 15 Februari 2018, tepatnya saat Arif kecelakaan di Pati. Waktu itu akan melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang berakibat kepala terbentur dan ada tulang yang masuk ke bagian otak, sudah dilakukan operasi pengambilan tulang yang masuk ke otak serta pita suara yang putus, sehingga pasien sekarang tidak bisa bicara. Karena terlalu lama berbaring, bagian pantat pasien mengalami luka borok (decubitus). Sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk biaya operasi pasien bahkan rumah tempat tinggal sudah terjual guna membayar operasi tersebut agar mendapatkan kesembuhan. Pada tanggal 30 Maret 2018 bidan desa yang kebetulan kenal dengan salah satu kurir Sedekah Rombongan menceritakan tentang keadaan pasien. Sehingga kurir Sedekah Rombongan langsung meluncur ke rumah pasien untuk silaturrahmi dan mensurvay serta mendata pasien. Hasil kesepakatan team kurir SR maka alhamdulillah kini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sebelumnya Bantuan masuk dalam rombongan 1139. Semoga Mas Arif segera sembuh seperti sedia kala dan dapat melanjutkan menggapai cita – cita sedangkan para sedekah holic mendapatkan keberkahan dari Alloh Ta’ala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : ImamTeguh Fifi Yuli Arif Wibowo @JeanseaMaurer

Arif menderita pita suara putus & decubitus


MOHAMMAD SAHAR (25, Syaraf Kejepit & Luka Decubitus). Alamat : Desa Mrayun, RT 003 / 002,Kec. Sale, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah 59265. Sahar sakit sejak 2 tahun silam, sekitar tahun 2016 ketika dia bekerja jadi kuli proyek dan terjatuh dari atas stager. Kemudian di bawa ke Puskesmas dan di rujuk ke RSUD Rembang. Sempat dirawat di RSUD tapi belum ada perubahan. Guna memenuhi pengobatan Sahar, orang tuanya sudah menjual semua tanah sawah serta ternak sapinya. Sudah tidak ada lagi harta yang bisa dipakai buat pengobatan, akhirnya sekitar setahun ini Sahar hanya diurus keluarga di rumah tanpa mendapatkan perawatan medis kembali. Karena terlalu lama terbaring, tanpa ada upaya untuk memiring dan meneletangkan berkala akhirnya di bagian pantat pasien muncul luka borok (decubitus) sekitar 5 titik. Sosok yang masih muda ini menjadi harapan keluarga. Maka kurir SR Rembang yang mengetahui hal tersebut membuatkan form survey ajuan bagi Sahar. Alhamdulillah atas izin Allah, beliau mendapat dampingan oleh Sedekah Rombongan, yang sebelumnya masuk dalam rombongan 1139. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya sehingga Sahar sehat kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : Imamteguh Fifi Yuli Arif Wibowo @JeanseaMaurer

Pak Sahar menderita syaraf kejepit & luka decubitus


RAIHANA YASMINA FAIHA (3, Tuna Rungu dan Microcephalus). Alamat: Desa Kenongo, Rt. 003/001, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Raihana Putri adalah pasangan dari Bapak Nur Salim dan Ibu Dariyanik lahir dengan kondisi yang tidak seperti umumnya bayi normal. Sejak awal di diagnosa tuna rungu sehingga pertumbuhannya tidak seperti anak-anak lainnya. Bapaknya yang hanya seorang kuli dan kadang sebagai kernet angkutan tidak mampu membawanya pergi berobat. Meskipun mempunyai kartu jaminan kesehatan dari pemerintah namun untuk transportasi ke RSUD dr R. Soetrasno maupun ke Semarang sangat berat. Pada bulan Oktober keluarga Raihana di beri informasi dari bidan desa tentang Sedekah Rombongan. Alhamdulillah setelah di pertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan Rembang, akhirnya dilakukan survey dan juga pendataan. Alhamdulillah Raihana bisa dapat Bantuan pendampingan dari Sedekah Rombongan. Saat ini Raihana masih kontrol di RSUP dr Kariadi Semarang karena selain tuna rungu juga di temukan penyakit di kepalanya yang mengakibatkan si adik manis ini susah tidur serta pertumbuhan kepala terhambat. Semoga hasil pendampingan nantinya dapat meringankan beban keluarga dan Raihana bisa sehat. Alhamdulillah bantuan selanjutnya diberikan untuk pembelian alat bantu dengar. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1129. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.750.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : Imamteguh Fifi Khumaidah @JeanseaMaurer

Raihana menderita tuna rungu dan microcephalus


MARIYEM BINTI ROHMAD (40, Kanker Payudara). Alamat : RT 05/01, Desa Sendangmulyo, Kec. Gunem, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bu Iyem biasa dipanggil dalam kesehariannya. Beliau mengalami sakit sejak tahun 2015. Berawal dari tumbuhnya benjolan sebesar telur puyuh di sekitar payudara, lalu di periksakan ke Puskesmas Gunem dan seketika itu pula pihak Puskesmas Gunem memberikan rujukan ke RSUD R Soetrasno Rembang. Keesokan harinya tepatnya hari Selasa beliau datang ke RSUD Soetrasno Rembang, dalam pemeriksaan dokter di diagnosa kanker payudara. Pada hari Rabunya di mulai operasi kanker payudara. Operasi berjalan dengan lancar, setelah dinyatakan keadaan baik, maka pasien diperbolehkan pulang ke rumah. Kurang lebih satu tahun paska operasi, tumbuh lagi dua benjolan di sekitar bekas jahitan payudara istri Bapak Budiyono ini dan benjolan tersebut sempat meletus kemudian mengeluarkan bau tidak sedap, akhirnya beliau dibawa ke RSUD Soetrasno yang kedua kali untuk melakukan operasi kembali. Selang satu minggu paska operasi kedua, keadaan luka Bu Mariyem semakin parah karena jahitan pada luka bekas operasi terbuka lalu beliaunya di bawa ke RSUD Soetrasno untuk dilakukan operasi yang ketiga kalinya dan beliau dinyatakan Dokter menderita kanker payudara ganas stadium empat. Karena keadaan ekonomi keluarga yang minim, maka setiap kali beliau ke RSUD Soetrasno di naikkan sepeda motor jenis Yamaha Alfa yang tanpa perpanjangan STNK. Maka beliau sangat memerlukan bantuan transportasi. Karena keterbatasan biaya, pihak keluarga hanya membelikan obat penghilang rasa nyeri di apotek tanpa resep dokter dan sudah dua hari tidak mengkonsumsi obat karena kehabisan biaya. Saat itulah kurir SR mendapat informasi sehingga perlu didata dan disurvey. Sambil menunggu hasil keputusan ko il PARERA dan team kurir SR maka pengobatan seperti biasanya dulu paska operasi kanker tiga kali di RSUD Soetrasno, pemeriksaan di Dokter Jhon Budi, melakukan pengobatan herbal sendiri (merebus daun sirsak, kulit manggis, dan daun kelor), membeli satu botol Bio moringa. Keadaan Bu Mariyem dalam kondisi lemah, sayu dan sulit untuk tidur. Walaupun demikian beliaunya masih bisa berjalan walaupun tertatih-tatih dan aktifitas seperti mandi, berpakaian dan makan membutuhkan bantuan orang lain. Keterbatasan biaya untuk berobat, karena suami sudah tidak bisa kerja lagi sebagaimana biasa sebagai buruh buat batako, dikarenakan harus mengurus istri. Berharap bisa cepat sembuh tanpa melalui Kemoterapi, sehingga bisa beraktifitas seperti biasanya. Alhamdulillah atas izin Allah, beliau mendapat dampingan oleh Sedekah Rombongan yang kedua, yang sebelumnya masuk dalam rombongan 1139. Semoga Allah segera mengangkat sakit Ibu Mariyem. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juli 2018
Kurir : Imamteguh Fifi Herman @JeanseaMaurer

Bu Mariyem kanker payudara


SUWANTO BIN KARYONO (31, Patah Tulang Dan Decubitus). Alamat : Dk. Timbulrejo, Desa Gunem, RT 02/03, Kec. Gunem, Prov. Jawa Tengah. Pak Wanto adalah nama yang biasa digunakan oleh tetangga untuk memanggil beliau. Beliau adalah kepala rumah tangga yang memiliki seorang istri dan satu orang anak berusia 6 tahun. Pekerjaan sehari-hari pak Wanto adalah buruh serabutan, terkadang bekerja menjadi kuli bangunan, maupun buruh tani jika ada yang mempekerjakannya. Ketika mencari nafkah, tanggal 29 Oktober 2017 musibah menimpa Pak Wanto, bangunan tembok yang sedang dikerjakannya ambruk menimpa Pak Wanto. Pak Wanto mengalami patah tulang, sehingga bagian pinggul kebawah tidak bisa digerakan. Pak Wanto sempat dirawat di Rumah Sakit beberapa pekan, namun karena keterbatasan biaya sehingga Pak Wanto dibawa pulang ke rumah. Setelah beberapa pekan dirumah, luka basah yang ada di bagian pantat Pak Wanto semakin lebar dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Semenjak terbaring sakit, tidak ada pemasukan yang bisa diperoleh oleh Pak Wanto untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Keseharian Pak Wanto dan keluarga menumpang makan pada orangtua pak Wanto. Beragam upaya telah di lakukan untuk menyembuhkan luka basah dan patah tulang yang dialami oleh Pak Wanto. Semestinya, Pak Wanto harus melakukan operasi untuk patah tulang yang dialaminya, namun pihak medis menyarankan untuk memulihkan luka basahnya terlebih dulu. Saat ini, Pak Wanto masih melakukan perawatan dirumah dengan dibantu perawat dari tetangga desa sebelah. Setiap 2 (dua) hari sekali, luka Pak Wanto dibersihkan dan diberi salep yang harganya cukup mahal bagi keluarga pak Wanto dengan keterbatasan kondisi saat ini. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Wanto. Alhamdulillah bantuanpun telah disampaikan dan diterima oleh Pak Wanto. Bantuan tersebut digunakan untuk akomodasi, transportasi, obat luka dan perawatan Pak Wanto. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1139. Semoga Pak Wanto diberi kemudahan dalam berikhtiar mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir: ImamTeguh Fifi @nailasabila @JeanseaMaurer

Pak Wanto mengalami patah tulang


GIAT AGUS SALIM (15, Patah tulang) Alamat : Desa Pasar Banggi, Rt 1/3, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah kini kondisi kesehatannya semakin membaik. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang. Bantuan sebelumnya masuk kedalam rombongan 1139. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAlfi @Jeanseamaurer

Giat mengalami patah tulang


KHAIZUN NI’AM CHUMAIDI (24, Post Amputasi Kaki). Alamat : Ds. Klapan lor Sidomulyo, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Niam biasa dalam kesehariannya dipanggil, seorang anak yang sekaligus menjadi tulang punggung keluarga, pada empat bulan yang lalu mengalami kecelakaan tunggal yang mengharuskan khaizunniam rela untuk diambil tindakan amputasi kaki kiri sampai batas lutut. Dan patah bambu pangkal paha bagian kanan. Setelah proses amputasi dan perawatan di RS Karawang selama 9 hari dan atas permintaan keluarga dirujuk ke RSUD Soetrasno Rembang selama 20 hari. selama 20 hari dirawat dilakukan tindakan pembuatan saluran BAB diperut karena anus mengalami kerusakan. Sedangkan pengobatan patah tulang menunggu luka dekubitus kering. Selanjutnya dilakukan berobat jalan oleh mantri Ali Ghufron membersihkan luka dan merawat luka 4 hari 1kali. Dan keluarga melakukan pengobatan pijat sangkal putung 4 hari kali. Alhamdulillah biidznillah perkembangan mulai terlihat, luka dekubitus sudah mulai mengecil dan tinggal 2 titik luka. Dan rasa sakit dipangkal paha (bagian patah bambu) mulai hilang serta kaki sudah bisa digerakkan. Untuk kedepanya dibutuhkan cekup & rongent di RSUD Soetrasno Rembang untuk mengetahui kondisi patah tulang dan tindakan selanjutnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi oleh Mas Niam, dan alhamdulillah Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk menyampaikan amanah dari sedekah holic untuk meringankan ujian yang dialami Mas Niam. Dan sebelumnya sudah mendapat Bantuan yang masuk kedalam rombongan 1141. Semoga beliau cepat diberi kesehatan serta ketabahan, kekuatan dan kesabaran bagi keluarga Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir: ImamTeguh FIfi Ahmad Fatoni Putri RM @JeanseaMaurer

Biaya kontrol post amputasi Kaki


NGATWATI BINTI SARBAN (35, kanker otak). Alamat :Desa Sumber RT 003 002, Kec. Sumber Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah. Sosok wanita petani yang hidup sederhana di Desa Sumber ini pada awalnya sekitar awal 2016 merasa sering sesak nafas dan sakit kepala. Akhirnya Bu Ngatwati diantar keluarga untuk berobat di Puskesmas Sumber. Hasil diagnosa dokter dinyatakan menderita penyakit TBC. Beberapa waktu kemudian dirujuk untuk ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang karena 6 bulan sakit kepala disertai muntah-muntah dan hasilnya dari diagnosa dokter adalah tumor otak sehingga direkomendasikan untuk rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Setelah itu dengan segala keterbatasan, istri Munthosir ini ditemani suami ke Semarang menggunakan angkutan umum. Alhasil dari ikhtiar dioperasi ternyata tumor di otak itu dr kanker paru-paru yang sudah menjalar ke otak. Selama tahun 2017 itulah Bu Ngatwati selalu kontrol dengan menggunakan bus dan ekonominya otomatis menemui kendala berat karena suami tak bisa bekerja. Karena keluarga membutuhkan biaya akomodasi dan juga transportasi saat kontrol maka oleh kurir #SedekahRombongan Rembang segera disurvey dan dilakukan pendataan sehingga diputuskan oleh team kurir untuk diberikan Bantuan dengan pendampingan. Alhamdulillah saat ini kondisi pasien semakin. Semoga beliau cepat diberi kesehatan serta ketabahan, kekuatan dan kesabaran, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2018
Kurir : ImamTeguh Fifi Achmad Rifan @Jeanseamaurer

Bu Ngatwati menderita kanker otak


SILVIANI BINTI SANTO (28, Glukoma). Alamat : Jl. KS Tubun, Gg. Kali, Rt. 002/006, Desa Sumberjo, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Silvi biasa akrab dipanggil dalam kesehariannya, dia adalah seorang ibu dan seorang istri dari Bapak Budi yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan. Pada awalnya penglihatan Silviani normal, namun pada tahun 2013 adalah awal dimana penglihatan silviani mulai mengalami penurunan, merasa kesakitan bagian mata seperti merasakan hendak lepas sehingga kepala menjadi pusing dan harus diikat dengan selendang. Pandangan mata sudah tidak bisa melihat. Sedangkan masih memiliki anak usia 10 bulan. Dengan kondisi demikian akhirnya di periksakan ke puskesmas Rembang. Namun setelah obat habis belum ada perkembangan yang signifikan, akhirnya diberikan rujukan ke RSUD. Soetrasno Rembang. Dokter menyatakan bahwa Silviani mengidap sakit glukoma. Ikhtiar tetap berjalan untuk mendapat kesembuhan, hingga mendapat rujukan ke RSDK. Namun karena keterbatasan ekonomi akhirnya tidak dibawa ke semarang. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Silviani. Bantuanpun diberikan untuk membantu biaya akomodasi ke Semarang. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : ImamTeguh Fifi Bambang @JeanseaMaurer

Silvi menderita glukoma


MASHURI BIN ABDI (24, Skizofrenia). Alamat : Ds. Gandrirojo. Rt 01/01, Kec. Sedan, Kab Rembang, Prov. Jawa Tengah. Huri biasa dipanggil dalam kesehariannya, seorang pemuda yang bekerja mengelola sawah didesanya. Namun sekarang kehiwaannya terganggu sejak 7 tahun lalu mashuri mengalami depresi. Sikapnya yang aneh dan di curigai mengalami sakit jiwa semakin memperparah kondisinya, saat ini yang perlu untuk di bawa ke RSJ tidak hanya Mashuri, tapi juga adik , ibu dan bapak nya. Dalam kesehariannya, mashuri, adik dan ibunya tidak diperbolehkan untuk bersosialisasi sama tetangga.bahkan di beri tetangga apapun selalu di buang di jalan. kondisi mereka saat ini sangat memprihatinkan, jumlah yang banyak ,tidak memungkinkan satu armada untuk mengefakuasi mereka. Alhamdulillah Allah memberikan jalan untuk kesembuhan Mashuri sekeluarga. Bantuanpun diberikan untuk membantu biaya akomodasi ke Semarang. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : Imamteguh Fifi Khumaidah Darsan @JeanseaMaurer

Huri menderita skizofrenia


KHOLIFAH BINTI SAMUNI (31, Schizophrenia). Alamat : Desa Gandrirojo, RT 02/05, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Mbak Olif biasa akrab dipanggil dalan kesehariannya. Setelah menikah satu tahun yang lalu, alhamdulillah Mbak Olif mengandung, ada hal yang menjadi fikiran keluarga, yaitu biaya persalinan dan untuk kebutuhan lainnya. Mengingat Mas Mustain suaminya masih belum berpenghasilan tetap, Mbak Kholifah adalah salah satu pasien dampingan penderita odgj yang rutin melakukan pengobatan, akan tetapi saat usia kandungan 4 bulan dia sempat kambuh karena telat minum obat. Beberapa waktu lalu dia kambuh lagi dan kami bawa ke RSJ Aminogondo lagi. Saat ini kondisi kejiwaanya sudah stabil dan tadi pagi ketubannya pecah jadi kami bawa ke RSUD SOETRASNO Rembang. Alhamdulillah akhirnya sang buah hati bisa lahir dengan selamat melalui proses persalinan saecar. Alhamdulullah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Mbak Olif. Bantuanpun diberikan untuk membayar biaya persalinan. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : Imamteguh Fifi Khumaidah Darsan @JeanseaMaurer

Olif menderita skizofrenia


SITI NUR MUAMMAROH (2, Radang Otak dan Kelainan Pencernaan). Alamat : Gandri Rojo Rt 01/03, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Siti adalah buah hati dari pasangan Bapak Zainal Abidin dan Ibu Nur Arifah. Sejak lahir dek Siti sering sakit panas dan BAB tidak lancar. Dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan, keluarga Pak Zainal tidak mendapatkan BPJS dari pemerintah, sehingga untuk biaya berobat mengalami kesulitan. Alhamdulullah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Dek Siti. Bantuanpun diberikan untuk membayar biaya pengobatan. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : Imamteguh Fifi Khumaidah Darsan @JeanseaMaurer

Siti menderita radang otak dan kelainan pencernaan


SUPARJAN BIN SUPANGI (44, Skizofrenia). Alamat : Desa Sumber, Rt 03/04, Kec. Sumber, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Pak Supar biasa akrab dipanggil dalam kesehariannya. Sederhana dan riang itulah beliau. Namun sejak 3,5 tahun lalu beliau merasakan perut panas hingga membengkak. Akhirnya diperiksakan ke RSUD Rembang, Di USG hasilnya ginjal membengkak 6x lipat ginjal normal karena tersumbat batu ginjal. Karena keterbatasan ekonomi, beliau tidak mampu berobat sebagaimana mestinya. Alhamdulullah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Pak Suparjan. Bantuanpun diberikan untuk membayar biaya pengobatan. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : ImamTeguh Fifi Warji @JeanseaMaurer

Pak suparzan menderita skizofrenia


MUHAMMAD ROKHIM BIN KASMIN (13, Lumpuh Kaki). Alamat : Desa Sambiroto, Rt 02/02, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Rokhim biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau adalah putra dari pasangan Bapak Kasmin dan Ibu Yatri. Awalnya Dek Rochim Lahir dalam keadaan sehat dan normal tapi menginjak usia 12 tahun dek Rokhim sakit panas, tenggorokan seperti terkunci, lalu orang tua dek Rokhim memeriksakan di Puskesmas Sedan, dokter menyarankan untuk di bawa ke RSUD untuk di lab. ronsen, hasil lab di RSUD Rembang mengatakan Gizi buruk. Menimbang kondisi orang tuanya yang tidak mampu dan tidak punya pekerjaan tetap sehingga keluarga merasa bingung harus bagaimana, karena sang ibu buta dan bapaknya mengalami gangguan pendengaran. Alhamdulullah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Dek Rokhim. Bantuanpun diberikan untuk membayar biaya pengobatan. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2018
Kurir : ImamTeguh Fifi Ahmad Fatoni @JeanseaMaurer

Rokhim menderita lumpuh kaki


FAUZAN BIN MUSTAMIR (32 , Schizophrenia). Alamat : Dukuh Sidomulyo RT 01 RW 04 Desa Sidomulyo Kec. Sedan Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah. Fauzan sudah beberapa tahun terlihat linglung dan mudah marah. Oleh keluarga dekatnya sekitar 7 bulan yang lalu dibantu petugas TKSK sudah pernah mendapatkan penanganan dari RSJ Aminogondo Semarang dan berobat jalan RSUD Dr R Soetrasno Rembang. Tapi 2017 sering bikin onar, semakin menjadi tak terkendali dan sering mengamuk tanpa sebab. Hal tersebut tentu saja semakin meresahkan lingkungan dan warga. Sering ngamuk tanpa sebab apa saja barang dilempar sedangkan ibunya sudah sangat sepuh dan tidak bekerja. Maka oleh warga sekitar dihubungkan ke kurir SR Rembang yang memang memiliki keahlian penanganan di bidang psychotic. Setelah disurvey memang memerlukan penanganan pendampingan dan pendataan menyatakan termasuk dhuafa yang harus dibantu maka team kurir SR menyatakan perlu diberikan santunan. Alhamdulillah setelah dibantu MTSR ke RSJ Aminogondo Semarang diharapkan tidak meresahkan masyarakat dan nanti bisa sembuh seperti sediakala. Santunan sebelumnya masuk kedalam rombongan 1141. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : Imamteguh fifi Ahmad Fatoni, Putri RM @jeanseamaurer

Fauzan menderita skizofrenia


ARIANTO PUTRA (56, Gejala Stroke). Alamat : Gendeng GK IV/732, RT 73/18, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta, DIY. Bapak Arianto atau biasa dipanggil Pak Arin, sehari-hari bekerja menjual sepatu bekas di Pasar Senthir, pasar yang terletak di dekat Pasar Beringharjo dan hanya buka di malam hari. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, gejala itu muncul. Saat perjalanan pulang ke rumah selepas bekerja, ia merasa dikeroyok semut di bagian wajah. Mulanya sedikit, lama-lama terasa banyak, padahal tak ada satu pun semut di wajahnya. Lama-kelamaan ia merasakan hal tersebut hingga di kaki, lalu ia pingsan di area Stasiun Lempuyangan. Setelah dipijat oleh istrinya, keesokan harinya ia bisa beraktivitas seperti biasa. Gejala itu muncul kembali sebelum bulan Ramadhan tahun ini. Sejak satu setengah bulan terakhir, sudah dua kali Pak Arin tiba-tiba jatuh pingsan, padahal sebelumnya beraktivitas ala kadarnya. Ketika pingsan, badannya kaku, dan sulit menggerakkan badan. Ia pun sempat kesulitan bicara, dan terpaksa hanya berbaring di rumah. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ia bercerita ingin sekali segera sembuh dan bekerja kembali. Maklum, ia adalah tulang punggung keluarga yang menghidupi tiga putra yang masih sekolah semua. Kadang, istrinya, mendapat proyek dari lembaga survey sebagai tambahan pendapatan keluarga, tetapi sehari-harinya lebih banyak di rumah, mengurus anak yang masih sekolah TK dan suaminya. Saat ini Pak Arin masih menjalani kontrol rutin di RS Bethesda, Yogyakarta. Alhamdulillah, selama pengobatan ini dapat memanfaatkan fasilitas BPJS. Kesehatannya semakin membaik. Ia sudah bisa berjalan kembali. Amanah sedekaholics ini disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Pak Arin sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @panggihjuni

Pak Arianto menderita gejala stroke


SUWARDI TIMBUL (58, Diabetes Mellitus). Alamat : Kemasan, RT 5, Karangtengah, Imogiri, Bantul, DIY. Sekitar tahun 2011,Pak Timbul mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan luka di bagian kepala. Pada saat itu, Pak Timbul mengetahui ia menderita penyakit diabetes. Sejak itu, Pak Timbul mulai mengonsumsi obat diabetes setiap hari. Selain itu itu, setiap sebulan sekali ia juga kontrol rutin ke puskesmas. Karena jenuh dan merasa kondisinya membaik, mulai Februari 2018, Pak Timbul tidak lagi kontrol rutin. Akibatnya, lama-kelamaan muncul luka di bagian kaki kiri. Sehari-hari, Pak Timbul bekerja dengan membuka kantin di sebuah sekolah dasar kurang lebih 5 km dari rumahnya. Karena tak lagi bisa mengayuh sepeda, sekaligus kondisi kesehatannya menurun, Pak Timbul lagi bekerja. Sementara ini istrinya, Kuswan Tuti (52) membagi jam kerja di pabrik dan menjaga kantin sekolah. Beberapa waktu lalu, Pak Timbul menjalani operasi di RS Khusus Bedah Bantul. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Pak Timbul menggunakan fasilitas BPJS dari pemerintah. Akan tetapi ada beberapa obat yang tidak tercover. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi selama di rumah sakit. Pak Timbul dan keluarga sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Pak Timbul segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 14 Juli 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_SILVER @atinlelyas Ari

Pak Timbul menderita penyakit diabetes


WAHONO SASMITO SUDARMO (64, Gagal Ginjal + Diabetes). Alamat : Kitren KG 2 / No 549 RT 25/4, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta, DIY. Sekitar dua bulan lalu, Bapak Wahono didiagnosa menderita sakit ginjal dan diabetes. Pak Wahono sudah pernah menjalani haemodialisa (cuci darah) di RSUD Wirosaban, Yogyakarta. Setelah itu Pak Wahono dirujuk ke RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Selama pengobatan ke RSUD Wirosaban, Pak Wahono dapat menggunakan fasilitas dari Jamkesda. Tetapi fasilitas Jamkesda tidak bisa digunakan di RSPAU dr. Hardjolukito. Setiap berobat, ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 5 juta. Saat ini Pak Wahono masih menyelesaikan administrasi BPJS agar aktif. Dulunya, Pak Wahono bekerja sebagai sopir truk. Tetapi saat ini, praktis ia tak lagi bekerja. Saat bersilaturahim, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga Pak Wahono. Keluarga Pak Wahono sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 13 Juli 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_SILVER @atinlelyas @satyaluke

Bapak Wahono menderita sakit ginjal dan diabetes


MOH ZAINUDIN (22, Anemia Mendees). Alamat : Beji, RT 1/12, Beji, Ngawen, Gunungkidul, DIY. Gejala pertama yang dirasakan Zainuddin ialah pusing dan lemas. Kemudian dia memeriksakan diri lalu cek darah. Saat itu kadar haemoglobinnya sangat rendah, hanya 2,9. Zainuddin kemudian menjalani rawat inap untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan dokter diketahui Zainuddin menderita kelainan darah. Selama dua bulan ia rawat inap di RSUD Wonosari, Gunungkidul. Kondisinya masih belum stabil. Suatu waktu pernah keluar darah dari mulut dan hidung. Ia pun pernah menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito selama 12 hari. Ayahnya, Pariyo sudah meninggal dunia. Zainuddin dirawat oleh ibunya, Sumiyem (53) yang juga bekerja sebagai buruh serabutan. Secara berkala, Zainuddin menjalani transfusi darah ke RSUD Wonosari. Semangat ingin sembuhnya sangat kuat. Selama pengobatan ini ia memanfaatkan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tapi sayang, biaya transportasi dari rumahnya ke Wonosari sangatlah berat untuk keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya yang tidak tercover jaminan. Zainuddin dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juli 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Indo.

Zainuddin menderita kelainan darah


MULIJEM BIN SURODIMEJO (84, Patah Tulang Pinggul). Alamat : Blanggan, RT 42/21, Sukoreno, Sentolo,Kulon Progo, DIY. Ibu Mulijem sudah sangat jompo. Dengan kondisi sudah janda, beliau harus menghidupi dirinya sendiri. Beliau juga tinggal sendiri, beraktivitas sehari-hari juga seorang diri. Terkadang, ia juga dibantu oleh anak-anaknya yang tinggal berbeda rumah. Tetapi itu hanya sesekali saja, secara umum Bu Mulijem sangat kerepotan, baik kegiatan bersih diri, memasak, apalagi mencari nafkah. Suatu hari Ibu mulijem hendak ke kamar mandi. Karena kondisi tubuh yang sudah menua beliau terpeleset dan terjatuh hingga menyebabkan patah tulang pinggul. Akhirnya saudara-saudaranya dan tetangga membawa ke IGD RSUD Wates, Kulon Progo. Pihak rumah sakit menyarankan untuk dioperasi, namun pihak keluarga merasa keberatan. Keluarga inti mengalami kerepotan lain. Sementara pihak rumah sakit hanya bisa menjamin melalui BPJS bila pasien bersedia rawat inap. Atas musyawarah warga akhirnya diputuskan untuk dibawa ke pengobatan alternatif sangkal putung, Solo, agar bisa dirawat di rumah. Sekarang kondisi ibu Mulijem hanya bisa berbaring pasrah tanpa boleh banyak bergerak untuk pemulihan dengan dibantu kebutuhan oleh keluarga dekat dan tetangga. Selanjutnya 20 hari ke depan bu Mulijem harus kontrol ke Solo. Sedekah Rombongan merasa perlu dan tergerak hati dengan penderitaan Ibu Mulijem. Bantuan awal pun disampaikan untuk biaya pengobatan dan rawat jalan. Semoga Allah memberikan kesehatan dan rizki yang berlimpah untuk Ibu Mulijem, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Triyatmoko Jatmiko

Bu Mulijem menderita patah tulang pinggul


NATALIA FITRI YUBELLA (18, Patah Lengan + Rahang). Alamat : Jalakan, RT 19/4, Logandeng , Playen, Gunungkidul, DIY. Tanggal 1 Mei 2018 sepulang sekolah, di jalan Gari-Gatak terjadi tabrakan antara sepeda motor, yang dikendarai Natalia. Saking kerasnya benturan itu, Natalia dilarikan ke RS Nur Rohmah, Gading. Karena mengalami patah tulang Natalia dirujuk ke RS Panti Rapih,Yogyakarta. Setelah dirawat kurang lebih 1 bulan Natalia diperbolehkan menjalani pengobatan rawat jalan. Tapi untuk rawat jalan ini orang tua natalia bingung, karena biaya untuk kontrol maupun ongkos sewa mobil agak kesulitan. Apalagi ayah Natalia Yohanes Rasul Sagi (58) tidak bisa mencari nafkah karena mengidap sakit jantung dan untuk bekerja berat tidak mampu. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ibunya, Yachintha Sumiyem (53) yang menjadi tulang punggung. Seringkali untuk biaya pengobatan ini, mereka pinjam ke tetangga. Selama pengobatan ini Natalia memanfaatkan fasilitas BPJS PBI. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga ini. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga Natalia. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Natalia.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Juli 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Tubiyanto

Natalia menderita patah lengan + rahang


SUDIMAN BIN MARTO KARYO (56, Kanker Rektum). Alamat : Dusun Ponces, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Sudiman mulai merasakan sakit pada bagian rektum sejak tahun 2015 lalu. Di penghujung tahun tersebut ia berobat ke poli bedah umum di RSUP Wates, Kulon Progo. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan pasien untuk melakukan operasi kolostomi (pemindahan saluran pembuangan yang sebelumnya di anus menjadi di perut), tetapi sempat diurungkan karena pasien takut. Lama-kelamaan kondisinya menurun. Setelah dibujuk oleh keluarga, Pak Sudiman berkenan melanjutkan pengobatan. Dengan bantuan dana dari sedekaholics Sedekah Rombongan Pak Sudiman melanjutkan pengobatan ke RSUD Wates, Kulon Progo. Dari hasil pemeriksaan diketahui penyakitnya kanker ganas stadium 4. Pihak rumah sakit memutuskan merujuk pasien ke RS Panti Rapih, Yogyakarta. Pak Sudiman memiliki seorang istri yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pasangan ini dikaruniai satu anak laki-laki, belum menikah dan memiliki kelainan mental. Sejak sakitnya makin parah, Pak Sudiman tidak lagi bisa bekerja untuk menghidupi keluarganya. Berbekal jaminan kesehatan BPJS Kelas III, Pak Sudiman menjalani pengobatan di RS Panti Rapih. Ia menjalani serangkaian kemoterapi dan kontrol rutin. Alhamdulillah, jadwal kemoterapi sudah dipenuhi. Beberapa waktu lalu kondisi Pak Sudiman menurun. Kemudian Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka dari keluarga. Selain bertakziah, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan duka amanah dari sedekaholics. Keluarga Pak Sudiman sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics selama ini. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Endro

Pak Sudiman menderita kanker rektum


SUMARYATI BINTI ALM DARMAN (55, Benjolan di Leher). Alamat : Gatak, RT 1/7, Gari, Wonosari, Gunungkidul, DIY. Bulan April lalu Ibu Sumaryati merasakan lehernya terasa berat dan panas. Ia juga kesulitan berbicara. Oleh keluarganya, Ibu Sumaryati diperiksakan ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Wonosari, Gunungkidul untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan dokter, Ibu Sumaryati dirujuk kembali ke RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Pemeriksaan dokter pun dilakukan hingga dokter menyarankan benjolan di lehernya harus dilakukan tindakan operasi. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, Ibu Sumaryati masih menunggu jadwal operasi. Ibu Sumaryati juga masih menjalani kontrol rutin dan pengobatan rawat jalan. Suaminya, Rubino (60), bekerja sebagai buruh tani. Selain itu Pak Rubino juga merawat sang istri. Pak Rubino sangat bersyukur selama pengobatan istrinya dapat menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS PBI. Tetapi masih ada biaya yang tidak tercover jaminan, misalnya biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan kepada keluarga Ibu Sumaryati. Bantuan ini diberikan untuk membantu cek laboratorium dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS.. Ibu Sumaryati dan keluarga sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Sumaryati, Aamiin. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terlapor pada Rombongan 1141.

Jumlah Bantuan : Rp. 683.700,-
Tanggal : 5 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR Jogja

Bu Sumaryati menderita benjolan di leher


SHAFIYAH NUR KHADIJAH (7, Asma). Alamat : Sunggingan Kulon, RT 1/1, Pereng, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Anak ketiga dari pasangan Bapak Hartanto (38) dan Ibu Ariesti (42) ini sejak kecil sudah menderita penyakit asma. Bapaknya bekerja sebagai penjual cilok keliling. Tetapi itupun bukan usaha sendiri, melainkan milik pengusaha cilok yang menggunakan sistem bagi hasil. Sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga yang mengasuh anak anaknya di rumah. Rumah yang mereka tempati juga masih rumah kontrakan. Sakit asma Shafiyah kambuh saat pertengahan bulan Mei 2018 lalu. Saat batuk, Shafiyah langsung mengalami sesak nafas, karena dilihat dari fisik nya lemah, lalu oleh orang tuanya membawa Safiyah ke RS. Bhayangkara Kalasan. Oleh dokter rumah sakit tersebut Shafiyah harus dirawat secara intensif karena menderita radang paru paru. Setelah dirawat selama 3 hari di rumah sakit dengan menggunakan fasilitas BPJS, orang tua Shafiyah mendapat kabar bahwa BPJS yang gratis tersebut sudah tidak bisa lagi digunakan untuk berobat di rumah sakit tersebut. Akhirnya karena keterbatasan dana, Shafiyah diajak pulang ke rumah oleh orang tuanya dan melakukan perawatan di rumah. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Shafiyah dan menyampaikan bantuan untuk pembuatan BPJS agar bisa digunakan sewaktu-waktu saat berobat kembali. Bapak Hartanto dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 4 Juli 2018
Kurir : @kisshery @rofiq_silver @putrisri_hunny @dwihelmy @nurul

Shafiyah menderita penyakit asma


HADI SUPARNO (61, Tumor Ganas). Alamat : Dusun Sukoponco, RT 10/5, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Hadi Suparno atau biasa dipanggil Mbah Parno, sejak dua tahun lalu menderita sakit tumor. Awal tahun 2016 Mbah Parno menjalani operasi di RSUD Wates, Kulon Progo. Setelah itu Mbah Parno menjalani radioterapi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta selama 14 kali. Selang 1 tahun kemudian penyakit Mbah Parno muncul lagi. Keluarganya segera membawa periksa ke RSUP Dr. Sardjito kembali. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter menyatakan penyakit Mbah Parno menjadi tumor ganas dan menjalar ke bagian mata. Operasi yang kedua pun dilakukan. Mulai tanggal 21 September lalu, Mbah Parno menjalani radioterapi kembali yang dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Jadwal radioterapinya sebanyak 36x, Alhamdulillah, sudah terlaksana sampai bulan Desember lalu. Saat ini, Mbah Parno masih menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito. Mbah Ngatilah (51), istrinya ingin sekali melanjutkan pengobatan sang suami, tapi apa daya, mereka tidak punya simpanan untuk pengobatan. Sementara harta benda yang dimiliki telah terjual untuk usaha pengobatan selama ini. Beberapa waktu lalu, kondisi Mbah Parno menurun. Ia langsung dibawa ke RS Nyi Ageng Serang, Kulon Progo lalu dirujuk ke RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan diketahui Mbah Parno menderita infeksi di usus. Dokter pun segera mengambil tindakan operasi. Setelah dirawat inap selama 3 hari Mbah Parno diperbolehkan pulang. Beberapa hari setelah itu kondisinya menurun. Hingga di tanggal 5 Juli, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka dari keluarga. Bantuan ini disampaikan untuk membantu biaya pemulasaran jenazah. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 2.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Juli 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas

Mbah Parno menderita sakit tumor


RAFA AJI SAPUTRA (1, Jantung Bocor). Alamat : Gebang, RT 8/3, Kalitekuk, Semin, Gunungkidul, DIY. Rafa lahir dalam kondisi jantung bocor. Pada saat lahir harus opname di RSUD Wonosari selama 10 hari dikarenakan sang ibu, Agustina Purnamasari (18) menderita sakit cacar. Selanjutnya Rafa pernah dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan namun diminta untuk melanjutkan pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, ternyata kebocoran jantung mencapai 15mm. Lalu Pihak RSUP Dr. Sardjito memutuskan untuk merujuk ke rumah sakit di Jakarta. Rafa tinggal bersama kakeknya yang juga sakit stroke ringan, sementara ibunya tidak bekerja karena harus mengurus Rafa dan ayahnya. Untuk kehidupan sehari-hari mereka mengandalkan pemberian dari saudara atau tetangga. Selain itu, Rafa tidak mendapatkan asupan ASI, sehingga hanya diberikan susu formula dan makanan pendamping dari puskesmas. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Rafa terlihat sangat aktif dan lincah. Tetapi nafasnya masih sengal. Ia juga kesulitan untuk tengkurap seperti bayi seusianya. Alhamdulillah, Rafa sudah mendapat rujukan untuk pemeriksaan ke RS dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, diketahui Rafa juga menderita kelainan paru-paru. Selama tiga bulan ia opname di instalasi paru-paru. Saat kondisinya stabil, dokter melakukan tindakan operasi untuk kebocoran jantung yang ia derita. Tetapi takdir berkata lain, saat operasi berlangsung keluar cairan dari paru-paru, Rafa meninggal dunia. Bantuan ini diberikan untuk membantu pengurusan jenazah Rafa. Keluarga Rafa sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1135.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Juli 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas

Rafa menderita kebocoran jantung mencapai 15mm


DEVITA CAHYANINGRUM (18, Lupus). Alamat : Dusun Menggoro, Sawah Lor, RT 9/8, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Awalnya, Devita merasakan penglihatannya mulai kabur, disusul kakinya lemas dan sulit untuk berjalan, hingga akhirnya ia pun lumpuh total. Kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Untuk menegakkan badannya, ia membutuhkan bantuan dari orang lain. Kedua orang tuanya sangat ingin mengobati putrinya itu, namun apa daya mereka menghadapi masalah ekonomi. Meski telah memiliki jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah, namun keluarga ini masih terkendala biaya transportasi yang terbilang mahal, belum lagi biaya hidup sehari-hari. Remaja putri berusia tujuh belas tahun ini adalah putri pasangan Bapak Agung Dwi Purnama (43) dan Ibu Ester Purwanti (40). Kondisinya saat ini begitu memprihatinkan, ia mengalami gangguan autoimun yang menyebabkan tubuhnya terasa lemas. Sang ayah bekerja sebagai sopir, sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga sembari merawat putrinya yang sakit. Sebelumnya, Devita sudah pernah menjalani pengobatan, puluhan juta dihabiskan untuk berobat namun belum membuahkan hasil, kondisinya pun belum ada kemajuan. Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Devita. Amanah dana dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Devita. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat cellceft dan obat yang tidak tercover BPJS lainnya. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor di Rombongan Baru 2. Keluarga ini menyampaikan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Mari kita doakan semoga Devita lekas sehat dan beraktivitas seperti teman-teman sebayanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 990.420,-
Tanggal: 24 Juli 2018
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR Jogja

Devita menderita lumpuh


SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO (48, Ca Serviks). Alamat : Dusun Sawah, RT 5/3, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Pada tahun 2014, Bu Suwarni mengalami sakit perut yang tidak biasa. Oleh pihak keluarga, Bu Suwarni segera diperiksakan ke RS Nur Hidayah, Bantul. Dokter yang memeriksanya merujuk untuk pengobatan lebih lanjut di RSUP Dr. Sardjito. Tetapi apalah daya karena keterbatasan biaya, Bu Suwarni hanya di rumah saja tak melanjutkan pengobatan. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya kondisi Bu Suwarni masih lemas. Ia hanya terbaring saja di rumah. Bu Suwarni masih harus menjalani pemeriksaan dan kontrol rutin berkelanjutan, hanya saja suaminya, Tumirin (51) tak bisa berbuat banyak dengan penghasilannya yang tak menentu sebagai petani. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan pihak keluarga. Saat ini bu Suwarni menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Yogyakarta. Selama pengobatan ia menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selain berobat di RSUP Dr. Sardjito, Bu Suwarni juga menjalani sinar radioterapi di RS Margono Purwokerto. Akhir-akhir ini kondisi Bu Suwarni tidak stabil. Ia yang sebelumnya juga menjalani operasi kista, ternyata tumbuh kista kembali. Serangkaian jadwal kemoterapi pun sudah dilakukan untuk menghentikan sel kankel menjalar. Saat ini perutnya terlihat semakin membesar, sangat kesulitan untuk berjalan. Berulang kali kondisinya menurun dan rawat inap di rumah sakit. Santunan ini digunakan untuk biaya pengobatan dan pembelian obat yang tidak tercover jaminan kesehatannya. Bantuan sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan 1038. Semoga Bu Suwarni segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 781.600,-
Tanggal : 27 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR Jogja

Bu Suwarni menderita ca serviks


MARYANTO BIN SULINO (41, Ulkus Kronis). Alamat : Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan. Awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa, tetapi sudah diberi salep tetap tidak sembuh. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi, belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Lima bulan kemudian, setelah menjual tanah, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Alhamdulillah, saat ini Pak Maryanto mendapat perawatan medis dan menjalani jadwal kemoterapi. Setiap kontrol rutin Pak Maryanto selalu mandiri, karena istrinya, Wiyarni (31) bekerja sebagai petani sekaligus mengurus dua putra yang masih SD dan balita. Alhamdulillah, selama pengobatan ini, Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Amanah sedekaholics ini dipergunakan untuk biaya pembelian obat untuk perawatan luka. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan Baru 2. Mari kita doakan semoga Pak Maryanto lekas mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.172.900,-
Tanggal : 12 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Pak Maryanto menderita ulkus kronis


JOKO SANTOSA (26, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Kalibenda, RT 1/3, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan SMK ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Sejak itu, Joko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Di awal datang di RSSR Jogja, kondisinya sangat lemah. Saat itu Joko langsung dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu tahun, Joko, yang sebelumnya terbatas geraknya di atas kursi roda, saat ini sudah dapat berjalan kembali. Untuk biaya pengobatan, Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS Mandiri Kelas III. Joko telah menjalani serangkaian jadwal kemoterapi. Saat ini Joko masih menjalani kontrol rutin dan serangkaian kemoterapi lanjutan di RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah kondisinya makin membaik. Bantuan ini disampaikan untuk pembelian susu pasien dan obat yang tidak tercover BPJS. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 2. Joko dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Joko, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 608.608,-
Tanggal : 29 Juli 2018
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR Jogja

Joko menderita kanker nasofaring


MTSR JOGJA (AB 1070 RJ, Pembuatan Bordes Lantai). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Beberapa waktu lalu, seorang sedekaholics menyedekahkan mobilnya untuk dijadikan MTSR. Saat ini mobil ber-merk APV warna putih ini telah beroperasi di Kabupaten Kulon Progo, DIY. MTSR ini diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Meski masih bisa dibilang baru beroperasi, tetapi tidak menyurutkan semangat kurir-kurir Sedekah Rombongan untuk memaksimalkan penggunaan MTSR ini. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Hingga sekarang MTSR ini masih perlu melakukan set-up dari mobil pribadi ke ambulans transport demi kenyamanan pasien. Bantuan ini digunakan untuk biaya pembuatan bordes lantai. Bordes lantai ini dapat memudahkan mobilitas brankarr otomatis untuk pasien yang memerlukan bed. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.200.000,-
Tanggal : 14 Juli 2018
Kurir : @kissherry Endro @aji_kristanto @atinlelyas

Biaya pembuatan bordes lantai


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan ini ialah biaya servis dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 2.314.600,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dan dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian kaca spion dan bahan bakar selama pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 719.600,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli 2018. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 649.600-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Bantuan ini digunakan untuk biaya balik nama, biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.214.600,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Juli 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja berasal dari wilayah DIY, tetapi ada juga yang berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Kuningan, Temanggung. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan katering pasien, biaya pembelian suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.395.485,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Biaya bantuan biaya makan dan obat pasien Juli 2018


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Juli 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain sebagai tempat transit pasien, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan Juli 2018 yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi, pembelian perlengkapan RSSR, dan biaya listrik/air/internet. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 2. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.374.556,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR JOGJA (AB 1583 VT, Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR ini juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk transportasi menuju rumah target pasien (survey pasien) dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka atau mengantar ke pemakaman. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya tambal ban dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli 2018. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 2.

Jumlah Bantuan : Rp. 677.600,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR JOGJA (AB 1928 RD, Biaya Servis). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umumnya dan kaum dhuafa pada khususnya. MTSR ini ialah mobil yang diberikan langsung oleh sedekaholics Sedekah Rombongan. Sebelumnya, MTSR ini beroperasional di Jogja dan bertugas seperti MTSR-MTSR lainnya. Saat terjadi bencana erupsi Gunung Merapi beberapa waktu lalu, MTSR ini yang bertugas di lapangan, di Posko Kaliurang. Setelah diadakan rapat oleh pengurus Yayasan Sedekah Rombongan, MTSR ini dipindahtugaskan ke area Riau. Alhamdulillah, saat ini MTSR ini sudah beroperasi di daerah Pelalawan dan sekitarnya. Bantuan ini digunakan untuk biaya servis sebelum MTSR ini dibawa ke Sumatera. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 2.

Jumlah Bantuan : Rp. 810.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Galih

Biaya service


MARYANTO BIN SULINO (41, Ulkus Kronis). Alamat : Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan, lalu periksa ke puskesmas tetapi tidak sembuh. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Lima bulan kemudian, setelah menjual tanah, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Pak Maryanto dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Beberapa waktu lalu, Pak Maryanto mendapat jadwal untuk tindakan operasi pada luka di bahunya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Saat ini ia masih menjalani kontrol rutin dan jadwal radioterapi. Istrinya, Wiyarni (31) bekerja sebagai petani sekaligus mengurus dua putra yang masih SD dan balita. Alhamdulillah, selama pengobatan ini, Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Amanah sedekaholics ini dipergunakan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan Baru 2. Mari kita doakan semoga Pak Maryanto lekas mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Tubiyanto

Pak Maryanto ulkus kronis


MAYA SETYANINGRUM (20, Gagal Ginjal). Alamat : Rejosari, RT 2/4, Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, DIY. Pada bulan Desember 2017 Maya mengalami keguguran. Saat itu kadar haemoglobinnya turun hingga 3,1. Ia menjalani rawat inap di RS Panti Rahayu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan dokter diketahui terdapat virus di kedua ginjalnya. Dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi atau haemodialisa rutin. Maya dan keluarga memilih melakukan cuci darah rutin yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis di RS Nurhidayah, Bantul. Suaminya, Willy Danyanto (23) bekerja sebagai buruh. Setiap pengobatan istrinya ia bisa menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Bantul mereka harus mengusahakan sendiri. Penghasilan keluarga yang tak menentu menjadi kendala bagi keluarga kecil ini. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban Maya sekeluarga. Mari kita doakan semoga Maya segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Indo

Maya menderita gagal ginjal


NANIK SRI PANGESTU (21, Tortikolis). Alamat : Dusun Dawung, RT 2/1, Kelurahan Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 6 Agustus 2018, setelah bangun tidur, tiba tiba saja kepala Nanik tidak bisa menoleh ke kanan. Dia merasakan seperti saraf atau ototnya tertarik di bagian leher kanan nya. Namun oleh keluarga dan Nanik sendiri menganggap hanya tidur yang salah bantal dan akan sembuh dengan sendirinya. Lain yang dialami oleh Nanik, satu minggu pun sudah berlalu, kepalanya masih belum bisa normal bahkan semakin terasa sakit jika dipaksa untuk menoleh ke kanan. Kemudian Nanik pun diperiksakan ke rumah sakit. Setelah menjalani rontgen dan pemeriksaan dokter, Nanik didiagnosa menderita tortikolis (pemendekan saraf). Nanik menjalani terapi obat rawat jalan dan menggunakan alat penyangga leher. Karena alasan kesehatan, Nanik keluar dari perusahaan konveksi tempat ia bekerja. BPJS Ketenagakerjaannya otomatis menjadi nonaktif. Pengobatannya pun menjadi tersendat. Ia mencoba berobat ke klinik di sekitar rumah, tetapi tidak ada tanda-tanda kesembuhan. Justru, ada obat yang tidak bisa diterima oleh lambungnya. Ayahnya, Mulyono (53) dan ibunya Sumini (53) memutuskan membawa Nanik ke pengobatan tradisional setiap tiga hari sekali. Alhamdulillah ada kemajuan yang baik. Kepalanya bisa digerakkan dan Nanik bisa duduk walaupun sebentar. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim sekaligus menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Nanik. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Nanik, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 12 Agustus 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_SILVER @atinlelya @Dwiahel Umirestya

Nanik menderita tortikolis


TRI WIDODO (30, Patah Tulang Belakang + Lumpuh). Alamat : Dusun Gunung Rawas, RT 57/28, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Tri Widodo mengalami kecelakaan kerja saat memperbaiki lift. Ia terjatuh dari lantai 4 dengan posisi duduk. Saat itu juga Bapak Tri segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Dokter yang memeriksa menyatakan ada gangguan dengan syaraf tulang belakang akibat kecelakaan kerja tersebut. Selain itu, Bapak Tri dinyatakan tidak dapat berjalan kembali. Bapak Tri sudah menjalani operasi di RS Bethesda, Yogyakarta. Setelah menjalani operasi, semestinya Bapak Tri tetap menjalani kontrol rutin hingga kondisinya stabil. Tetapi orangtuanya masih terkendala biaya untuk transportasi dan operasional selama pengobatan di rumah sakit. Sementara Bapak Tri harus selalu kontrol rutin ke dokter spesialis syaraf. Ayahnya, Tugimin (57) bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Pariyem (57) tidak memiliki pekerjaan tetap. Selama dua tahun ini, orangtuanya yang merawat Bapak Tri. Alhamdulillah, selama pengobatan Bapak Tri memanfaatkan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tetapi untuk menutupi kebutuhan selama pengobatan, keluarga ini mesti berhutang ke tetangga ataupun saudara. Saat ini, Bapak Tri selalu rutin fisioterapi setiap seminggu sekali. Alhamdulillah, yang semula hanya bisa berbaring saat ini sudah bisa duduk. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan kursi roda amanah sedekaholics. Harapannya kursi roda ini dapat memudahkan aktivitas sehari-hari Bapak Tri. Semoga Bapak Tri segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1130.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Gilang

Pak Tri menderita patah tulang belakang + lumpuh


KHOLIS BIN MUGIONO (21, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat : Dusun Siwajik, RT 5/3, Kelurahan Jogomulyo, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Pada hari Kamis, 16 Agustus 2017 Kholis, mahasiswa salah satu PTN di Yogyakarta sedang menjalankan tugasnya di daerah Gunung Kidul. Siang itu setelah acara di kampus, Kholis menuju ke tempatnya bertugas di Gunung Kidul. Namun naas kecelakaan menimpanya saat hendak menuju ke tempat tugasnya. Saat itu pula ia langsung dibawa ke RSUD Wonosari, dan langsung dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito yang memiliki peralatan lebih lengkap. Alhamdulillah Kholis mampu berjuang melawan sakitnya. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Kholis sedang dalam perawatan dan pemulihan. Ayahnya, Bapak Mugiono (46) ialah penjual kambing sementara ibunya, Sariyati (42) ialah ibu rumah tangga. Keduanya sempat kaget ketika diberi kabar anak pertamanya tersebut mengalami kecelakaan. Belum lagi sang anak sempat tak sadarkan diri, selain itu mereka juga kebingungan membayar biaya rumah sakit yang tak terbayang. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah dari sedekahholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan pembelian obat yang tidak tercover. Semoga keluarga Kholis tetap sabar dalam ikhtiar anaknya yang berjuang menjemput kesembuhan. Orang tua Kholis menyampaikan terimakasih kepada keluarga Sedekah Rombongan yang telah membantunya dan mendoakan supaya Allah membalas kebaikan semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000.-
Tanggal : 18 Agustus 2018
Kurir : @saptuari @faisal_gudeg @dwiahel @ammalia927

Pak Kholis menderita kecelakaan lalu lintas


KHANSA TARIZA (14, Cerebal Palsy). Alamat : Ngawu, RT 1/1, Ngawu, Playen, Gunung Kidul, DIY. Sejak lahir Dik Khansa diketahui menderita cerebal palsy, yaitu gangguan gerakan otot, gerak, atau postur tubuh karena keabnormalan otak. Biasanya tanda-tanda gejala cerebal palsy muncul saat kehamilan, tetapi jelas diketahui di usia balita saat perkembangan anak. Sebelumnya, Dik Khansa dan keluarga tinggal di Bandung. Ayahnya, Nono Tarsono (41) bekerja sebagai karyawan swasta di Bandung. Tetapi saat adiknya Khansa, Rengganis (2) diketahui menderita sakit kelainan jantung, ibunya, Winarni (39) bersama dua putrinya pulang kampung ke Gunungkidul, sementara Pak Nono tetap bekerja di Bandung. Saat di Bandung, Khansa selalu menjalani fisioterapi rutin. Tetapi saat adiknya sakit, orangtuanya fokus mendampingi pengobatan Rengganis,dan fisioterapi Khansa terpaksa dihentikan. Saat ini Khansa terapi dengan mengonsumsi buah ciplukan. Ibuya sangat aktif mengikuti komunitas cerebal palsy, sehingga informasi mengenai terapi alternatif dan ilmu merawat penderita pun lebih banyak diperoleh. Di rumah, aktivitas Dik Khansa sangat terbatas hanya di tempat tidur. Untuk makan dan minum ia harus dibantu ibunya. Saat bersilaturahim, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics berupa kursi roda untuk Dik Khansa. Harapannya, kursi roda ini dapat membantu Dik Khansa beraktivitas sehari-hari. Dik Khansa dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2018
Kurir : @saptuari @aji_kristanto @atinlelyas

Khansa menderita cerebal palsy


MUNDALIKAH BINTI SUBANDIYO (59, Diabetes Mellitus). Alamat : Jering VI, RT 3, Sidorejo, Godean, Sleman, DIY. Mbah Mundalikah menderita diabetes mellitus sejak sepuluh tahun terakhir. Ia selalu melakukan pengobatan rutin. Lama-kelamaan luka di kakinya mengalami pembusukan. Dokter menyarankan untuk dilakukan amputasi. Pada hari Senin, 20 Agustus 2018 telah dilakukan amputasi kaki kanan sebatas paha. Operasi ini dilakukan di RSUP Dr. Sardjito. Selama pengobatan ini Mbah Mundalikah memanfaatkan fasilitas BPJS PBI. Pascaoperasi ini tentu saja pergerakan Mbah Mundalikah menjadi terbatas. Amanah kursi roda dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu memudahkan aktivitas sehari-harinya. Mbah Mundalikah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 950.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2018
Kurir : @saptuari @aji_kristanto @atinlelyas

Mbah Mundalikah menderita diabetes mellitus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 FATIMAH BINTI ROSYID 750,000
2 SALAMAH BINTI DASMURI 500,000
3 MU’IDATUL KHUSNA 750,000
4 HUSSIN MAHMUD 1,000,000
5 MOCH. ARIF BIN SUKARMIN 1,000,000
6 MOHAMMAD SAHAR 1,000,000
7 RAIHANA YASMINA FAIHA 6,750,000
8 MARIYEM BINTI ROHMAD 1,000,000
9 SUWANTO BIN KARYONO 1,000,000
10 GIAT AGUS SALIM 1,000,000
11 KHAIZUN NI’AM CHUMAIDI 1,000,000
12 NGATWATI BINTI SARBAN 500,000
13 SILVIANI BINTI SANTO 1,000,000
14 MASHURI BIN ABDI 1,000,000
15 KHOLIFAH BINTI SAMUNI 2,000,000
16 SITI NUR MUAMMAROH 1,000,000
17 SUPARJAN BIN SUPANGI 1,000,000
18 MUHAMMAD ROKHIM BIN KASMIN 1,000,000
19 FAUZAN BIN MUSTAMIR 500,000
20 ARIANTO PUTRA 2,000,000
21 SUWARDI TIMBUL 2,000,000
22 WAHONO SASMITO SUDARMO 2,500,000
23 MOH ZAINUDIN 1,000,000
24 MULIJEM BIN SURODIMEJO 1,000,000
25 NATALIA FITRI YUBELLA 1,000,000
26 SUDIMAN BIN MARTO KARYO 1,500,000
27 SUMARYATI BINTI ALM DARMAN 683,700
28 SHAFIYAH NUR KHADIJAH 1,000,000
29 HADI SUPARNO 1,000,000
30 RAFA AJI SAPUTRA 1,500,000
31 DEVITA CAHYANINGRUM 990,420
32 SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO 781,600
33 MARYANTO BIN SULINO 1,172,900
34 JOKO SANTOSA 608,608
35 MTSR JOGJA 4,200,000
36 MTSR JOGJA 2,314,600
37 MTSR JOGJA 719,600
38 MTSR JOGJA 649,600
39 MTSR JOGJA 2,214,600
40 RSSR JOGJA 13,395,485
41 RSSR JOGJA 2,374,556
42 MTSR JOGJA 677,600
43 MTSR JOGJA 810,000
44 MARYANTO BIN SULINO 500,000
45 MAYA SETYANINGRUM 1,000,000
46 NANIK SRI PANGESTU 1,000,000
47 TRI WIDODO 1,000,000
48 KHOLIS BIN MUGIONO 2,000,000
49 KHANSA TARIZA 1,250,000
50 MUNDALIKAH BINTI SUBANDIYO 950,000
Total 77,543,269

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 0,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM ROMBONGAN

Rp. 62,367,436,658,-