RINA KARTININGSIH (44, Liver). Alamat : Ds. Purwosari RT 03 / RW 06. Kec. Kota, Kab. Kudus, Kudus, Jawa Tengah. Ibu Rina merupakan pasien dampingan tim sedekah rombongan Kudus yang sejak delapan bulan lalu telah mengalami sakit pada bagian perutnya. Kondisi beliau sempat hingga tidak bisa berjalan karena bagian perutnya yang semakin membesar. Ternyata beliau menderita penyakit liver setelah dilakukan pemeriksaan. Beliau hidup seorang diri dirumah serta tidak ada suami sehingga kondisinya kurang terawat saat itu. Ibu Rina tidak dirujuk ke RSUP Kariadi karena tidak memiliki kelengkapan data identitas yaitu Kartu Keluarga. Beliau tidak memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS dan jaminan kesehatan lainnya karena tidak memiliki KK sebagai syarat pembuatan BPJS. Saat ini Beliau telah mendapatkan pengobatan untuk penyakit yang dideritanya di RSUD Loekmonohadi Kudus. Kesehatan Beliau sudah semakin membaik. Kondisi perut sudah mulai normal dan saat ini masih menjalani rawat jalan satu bulan sekali di Rumah Sakit. Karena keterbatasan biaya, Ibu Rina membutuhkan bantuan biaya pengobatan untuk tetap dilakukan kontrol setiap satu bulan sekali di RSUD Loekmonohadi Kudus. Dengan ini bantuan ketiga dari Team Sedekah Rombongan Kudus telah disampaikan pada beliau untuk biaya kontrol rutin dan akomodasi di RSUD Loekmonohadi Kudus. Semoga penyakit liver yang diderita dapat segera disembuhkan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Bu Rina menderita penyakit liver


RIZWAN AZHAR WIBOWO (3, Tumor Mata). Alamat : Dukuh Sintru, RT 06 / RW 07. Kandang Mas, Dawe, Kudus, Jawa Tengah. Putra tunggal dari pasangan Tarmuji (36) dan Anit Awati (28), Rizwan sekitar 8 bulan lalu mulai merasakan sakit pada bagian matanya. Pada bagian mata kanannya tiba-tiba tumbuh benjolan yang kian membesar hingga sebesar genggaman tangan bayi. Rizwan telah terdaftar BPJS kelas 3 dan setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa Rizwan menderita penyakit tumor mata. Pengobatan dengan kemoterapi pernah dilakukan sebanyak 2 kali, yang mana efek dari kemoterapi tersebut membuat kondisi badan Rizwan semakin melemah dan nafsu makan semakin berkurang hingga Rizwan tidak berselera untuk makan. Saat ini Rizwan masih menjalani pengobatan dengan rawat jalan satu bulan sekali di RSUP Kariadi Semarang. Kondisinya sudah semakin membaik. Bagian matanya sudah tidak terdapat benjolan dan tumornya sudah bisa diatasi. Namun sayangnya bagian mata kanannya tetap tidak bisa digunakan untuk melihat. Sang Ayah yang bekerja sebagai Buruh mengungkapkan kesulitan yang ada. Keluarga tidak memiliki cukup biaya dan tidak memiliki transportasi yang baik untuk berobat ke RSUP Kariadi Semarang.Team Sedekah Rombongan merasakan kesulitan dari keluarga Bapak Tarmuji. Dengan ini santunan ketiga kembali disampaikan kepada Sang Ibunda untuk biaya akomodasi dan pengobatan untuk penyembuhan Rizwan ke RSUP Kariadi Semarang. Semoga kondisi kesehatan Rizwan bisa semakin membaik.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Rizwan menderita penyakit tumor mata


SARAH SUPRAPTININGSIH (11, Gusi Retak). Alamat : Desa Purwosari, RT 03/ RW 05, Kec. Kota Kudus. Kab kudus. Prov Jawa Tengah. Sewaktu kecilnya Sarah pernah menjalani operasi bibir sumbing. Oleh Dokter pada saat itu diminta untuk sepuluh tahun kemudian operasi kembali pada bagian gusinya. Namun saat ini sudah terlambat sekitar satu tahun, sehingga gusinya mengalami keretakan. Saat ini Sarah hanya tinggal bersama Ibundanya, Nurminiatin (47) dan satu adiknya yang masih berusia sembilan tahun karena kedua orang tuanya telah bercerai. Keluarga ini belum terdaftar BPJS dan Sang Ibu yang bekerja sebagai buruh mengungkapkan kesulitannya. Sarah masih bisa beraktifitas seperti biasa, hanya Dokter menyarankan segera dilakukan operasi supaya kondisinya tidak semakin memburuk. Pihak Puskesmas setempat siap membantu memfasilitasi operasinya ke Jakarta, sedangkan dari pihak keluarga siap berangkat kalau sudah memiliki biaya untuk keperluan akomodasi ke Jakarta. Tim Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang ada. Dengan ini bantuan telah disampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan ke Jakarta. Rencananya Sarah akan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat. Semoga pengobatannya dapat berjalan dengan baik dan kondisi keretakan pada gusinya dapat diatasi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Sarah gusinya mengalami keretakan


SITI FATEKHAH (32, Malunion Sclerosis / lemah ke-4 anggota gerak). Alamat : Kayon RT 03 / RW 01, Batusari, Mranggen. Demak. Prov Jawa Tengah. Katonsari, Demak, Jawa Tengah. Awal mulanya pada sekitar tahun 2011 lalu, Siti mengalami kesemutan, lalu perlahan anggota tubuhnya sulit untuk digerakkan. Saat itu Siti sudah pernah diberobatkan hingga menjalani rawat inap selama 2 minggu di rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa penyakitnya tersebut tergolong langka. Sistem Imunitas (kekebalan tubuhnya) menyerang tubuhnya sehingga menyebabkan kondisi tubuhnya semakin lemah. Setelah rawat inap, Siti dianjurkan untuk masih menjalani rawat jalan. Dulu Siti menggunakan becak saat rawat jalan ke RSUP. Dr. Kariadi Semarang. Selanjutnya Siti tidak bisa melakukan pemeriksaan rawat jalan lagi dikarenakan kendala transportasi. Siti sudah berkeluarga, Suaminya bernama Tri Manto (43) bekerja sebagai kuli bangunan. Ayah Siti, Jumaini (55) sehari-harinya bekerja sebagai tukang becak dan Ibunya (50) adalah seorang pedagang. Siti telah terdaftar dalam BPJS. Namun dikarenakan penyakitnya yang tergolong langka tersebut, Siti masih sangat memerlukan bantuan biaya untuk pengobatan dan transportasi. Keluarga tersebut dipertemukan dengan Tim Sedekah Rombongan Demak. Saat ini kondisi tubuh Siti masih lemah dan untuk berjalan masih menggunakan bantuan tongkat. Tim Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang ada. Dengan ini bantuan telah disampaikan untuk biaya akomodasi ke Semarang. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan kondisi tubuh Siti dapat berangsur membaik.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian Wahyu @akuokawai

Bu Siti menderita malunion sclerosis / lemah ke-4 anggota gerak


SRI SUTIAH (49, Kanker Payudara). Alamat : Dukuh Kramat RT 03 / RW 01. Ngembal Kulon, Kec. Jati. Kab,Kudus. Jawa Tengah. Ibu Sri Sutiah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus yang menderita penyakit kanker payudara. Ibu Sutiah dan Bapak Supriyadi yang bekerja sebagai perangkat desa, telah dikaruniai tiga orang anak. Pengobatan sudah pernah dilakukan dan Beliau memiliki KIS PBI (Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran). Hingga saat ini Ibu Sutiah masih menjalani rawat jalan satu kali tiap bulan di RS Ken Saras Semarang untuk penyembuhan. Kemoterapi sudah pernah dilakukan sebanyak 2 kali. Karena keterbatasan biaya yang ada, Beliau membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan di RS Ken Saras Semarang. Team Sedekah Rombongan dapat merasakan kesulitan dari keluarga tersebut. Dengan ini bantuan ketiga dari Team Sedekah Rombongan kembali disampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi dan pengobatan di RS Ken Saras. Semoga penyakit kanker payudara yang diderita beliau dapat segera disembuhkan dan kondisi kesehatan beliau kembali membaik.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Bu Sri menderita penyakit kanker payudara


SUPARLAN BIN NARTO (53, Tumor Tiroid). Alamat : Dawe, Dukuh Bandung. RT 05 / RW 02. Margorejo, Kudus, Jawa Tengah. Bapak Suparlan sebelumnya telah mendapatkan pendampingan dari team Sedekah Rombongan Kudus selama proses penanganan tumor dengan radioterapi di RS Ken Saras Semarang. Beliau sebelumnya bekerja sebagai buruh pabrik. Sang istri masih bekerja sebagai buruh pabrik. Pasangan ini dikaruniai satu orang anak. Namun setelah menderita sakit, Bapak Suparlan tidak dapat kembali bekerja. Selang beberapa waktu kemudian, setelah selesai menjalani pengobatan di RS Ken Saras, beliau dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang untuk dilakukan operasi pengangkatan tumor pada leher. Pada masa penyembuhan pasca operasi, kondisi pada bagian leher beliau justru memburuk. Jahitan bekas operasi tidak dapat menempel. Bagian leher dari Suami Ibu Maryati ini mengalami pembengkakan. Luka jahitnya belum juga sembuh dan lehernya justru terasa kaku. Setiap harinya beliau harus ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan penggantian perban. Sekitar dua minggu terakhir, Beliau rawat inap di RSUP. Kariadi Semarang. Akan dilakukan proses penyinaran pada bagian leher karena jahitan pada bekas operasinya hingga kini masih belum tertutup dan dikhawatirkan akan semakin membengkak jika tidak segera dilakukan penanganan yang lebih baik. Bapak Suparlan telah memiliki PBJS Jamsostek, namun karena keterbatasan biaya, keluarga membutuhkan biaya. Dengan ini bantuan kembali disampaikan kepada beliau dari Team Sedekah Rombongan Kudus untuk biaya pengobatan dan akomodasi ke RSUP Kariadi Semarang. Semoga pembengkakan pada bagian leher Beliau dapat segera diatasi dan bekas jahitannya pasca proses penyinaran bisa tertutup dengan baik.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Bapak Suparlan menderita tumor tiroid


SUKARLIK, (44, TB TULANG) Alamat Dusun Gumuk Bago RT 029 RW 005, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit pada pukul 10.00 WIB Ibu Sukarlik mengalami kecelakaan kerja di sawah, yang sedang mengalamai jatuh atau terpleset di pinggir sawah sehingga Ibu Sukarlik jatuh dan kesakitan di pinggul sebelah kiri. Setelah itu Ibu Sukarlik pulang dan memanggil dukun pijat kerumahnya dan keadaan semakin membaik dan selama 3 bulan selama Ibu Sukarlik mengalami sakit di pinggulnya Ibu Sukarlik pun rutin ke dukun pijat dan akhirnya beliau sakitnya semakin tambah parah, sehingga jalannya tidak normal dan jalan pun memakai alat bantu jalan berupa tongkat kayu yang dibuat oleh Suaminya sendiri. Setelah itu Ibu Sukarlik dilarikan ke klinik untuk menjalani Trapi dan penyakit yang dialaminya semakin parah sehingga tidak bisa berjalan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Ibu Sukarlik memerlukan bantuan untuk dampingan selama berobat dan Keluarga Ibu Sukarlik adalah keluarga kurang mampu dan pada akhirnya Kurir Sedekah Rombongan membantu yang sedang mengalami kesusahan untuk masalah pembiayaan dalam berobat dan pembelian Obat-obat an yang dibutuhkan Ibu Sukarlik. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Sukarlik dan setelah itu Kurir Sedekah Rombongan mengevakuasi Ibu Sukarlik ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut dan di diagnosa Dokter bahwa Ibu Sukarlik mengalami TB Tulang dan oleh pihak rumah sakit Ibu Sukarlik untuk segera di Operasi supaya penyakit yang di alami Ibu Sukarlik segera di tangani lebih lanjut. Ibu Sukarlik tinggal bersama Suamianya Bapak Hanafi (47) yang bekerja sebagai Buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hariNya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sukarlik. Santunan yang diberikan untuk pembayaran Iuran BPJS setiap bulan dan Pembelian Obat diluar BPJS. semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sukarlik dan mendapatkan kesembuhan seperti beliau masih sehat Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1133

Jumlah Santunan : Rp.781.500,-
Tanggal : Mei 2018, Juni 2018, 13 Juli 2018
Kurir : @Awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil @edikpurwanto

Ibu Sukarlik mengalami TB Tulang


NGATIMIN BIN ATIM, (63, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan RT/RW 015/004, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mbah Ngatimin, biasa akrab disapa demikian. Beliau hidup berdua dengan sang Istri Mbah Wagini di sebuah rumah kecil yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Untuk mencukupi kehidupanya sehari- hari beliau bekerja sebagai tukang pijat. Meski pijatannya sudah tidak terasa lagi di tubuh pasiennya, karena usia beliau yang sudah cukup renta, Namun cara inilah yang digunakan para tetangga untuk membantu beliau dalam mencukupi kebutuhan makan beliau. Karena meski dalam kondisi kekurangan beliau tidak mau meminta- minta kepada tetangga. Beliau ingin bekerja dan dibayar dari hasil menjual jasa pijatnya untuk membeli makan dan kebutuhan hidup lainnya. Pendengaran mbah Ngatimin sudah tidak begitu Normal. Yang lebih penting adalah bagaimana agar dia bisa makan dan minum sehari – hari. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Ngatimin. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya hidup sehari – hari. Mbah Ngatimin sangat gembira, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk meringankan beban hidup beliau.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


TUKIYA BINTI DEI AMAN, ( 53, Tumor Ovarium) Alamat Dusun Plalangan RT/RW 004/003, Desa Sumber Kalong, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bu Tukiya adalah seorang buruh tani yang hidup sebatang kara. Bu Tukiya merasakan sakit pada bagian perut pada Akhir 2016 namun oleh Tukiya tidak dirasakan. Karena sakitnya berlanjut, maka Bu Tukiya melakukan pengobatan Alternatif di Desanya, namun tak kunjung sembuh. Bu Tukiya merasa kesakitan terus menerus di bagian perutnya dan meminta tolong ke tetangga sekitar dan dibawalah ke UGD RS Swasta RS Bina Sehat Jember. Dan diagnosa awal Dokter menyatakan bahwa Ibu Tukiya mengalami Asites sehingga menyebabkan perutnya terasa kembung dan terasa sakit. Oleh dokter RS Bina Sehat Bu Tukiya harus menjalani Opname untuk pengobatan dan perbaikan kondisi. Ibu Tukiya tidak memiliki Jaminan apapun. Karena ibu Tukiya dan tetangga yang membantunya tidak tau masalah administrasi RS akhirnya Ibu Tukiya membutuhkan bantuan, karena berasal dari orang tidak mampu. Sedekah Rombongan mendengar informasi Ibu Tukiya dari warga sekitar. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Tukiya, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran tagihan rumah sakit saat di RS Bina Sehat Jember. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bu Tukiya dan semoga penyakit yang dialaminya dapat pulih kembali seperti beliau masih sehat, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 14 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @imam_hariyadi

Bu Tukiya menderita tumor ovarium


SUTIK BINTI SUBUWET, (49, Kanker Thyroid) Alamat Jl. Cangkring 21E, RT 005/RW 002, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. mulai 2012 ada benjolan di leher karena dianggap benjolan biasa sehingga oleh beliau dibiarkan. karena semakin membesar diperiksakanlah ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke malang. bolak balik malang sampai tiga kali diantar oleh Ambulan Puskesmas tidak ada tindakan lanjutan karena kamar penuh. karena semakin membesar benjolan itu akhirnya atas inisiatif sendiri berangkat lah beliau berobat di RS WALUYO JATI Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilakukan operasi 2013 akhir. Selang berapa bulan kemudian bulan Februari 2014 ada benjolan lain yang tumbuh di leher depan yang dinyatakan dokter kanker Thyroid. dalam rentang 2014 dilakukanlah operasi di RSU Moh shaleh kota Probolinggo sebanyak 2 kali dan yang terakhir menyebabkan benjolan semakin besar dan akhirnya dirujuk ke RSSA malang. 5 kali ke RSSA malang tidak ada tindakan sama sekali karena alasan tidak adanya kamar. Ibu Sutik memiliki Jaminan kesehatan berupan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya dalam berobat ke rumah sakit. Tetapi Ibu Sutik kesusahan dengan transportasi bolak balik ke RS dan pembelian obat yang tak tercover oleh KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan ibu Sutik, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk memberikan Santunan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan Biaya Pengobatan dan Perawatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sutik dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1138

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @firmanyusnizar @viandwiprayugo

Bu Sutik menderita kanker thyroid


SARI BINTI AJIB, (58, Kista Ovarium) Alamat Dusun Kedungsuko RT/RW 001/027, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sudah delapan bulan Ibu Sari mengalami sakit di perut terus menerus, sehingga menganggu aktifitasnya. Ibu Sari dan keluarga menilai hal tersebut wajar dan normal sehingga tidak di lakukan tindakan medis. Dalam rentang waktu kurang lebih delapan bulan, mulai terlihat perut Ibu Sari yang semakin membesar. Ibu Sari merasakan sakit perut yang luar biasa ketika haid, tetangga Ibu Sari menyarankan untuk berobat ke klinik terdekat untuk diperiksakan oleh dokter kandungan dan di USG. Saat di USG ternyata ada benjolan keras dalam rahim ( Kista Ovarium ) sebesar telur. Segeralah dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Sesampainya disana, dokter kandungan menyarankan untuk operasi pengangkatan kista dan keluarga menyetujui. Akhirnya oleh Dokter RSUD Dr. Soebandi Jember, Ibu Sari dijadwalkan untuk Operasi tanggal 16 Juli 2018 untuk pengambilan kista dalam rahim Ibu Sari. Ibu Sari tidak memiliki Jaminan apa pun, keluarga kebingungan dalam pembiayaan selama di rumah sakit dan transportasi dari rumah untuk menuju kerumah sakit yang sangat jauh dan pembelian obat. Sedekah Rombongan mendengar info dari warga sekitar bahwa Ibu Sari memerlukan bantuan dalam dampingan selama pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal Ibu Sari dan membuatkan Jaminan SPM untuk Ibu Sari dalam selama pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu Ibu Sari. Santunan yang diberikan dipergunakan Biaya Pengobatan dan Perawatan Pasien selama di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sari dan semoga segera sembuh seperti sediakala, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2018
Kurir @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @imamhariyadi

Bu Sari menderita kista ovarium


AHMAD HASAN ABDILLAH, (10, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi selema dirumah sakit dan pembelian obat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1140

Jumlah Santunan : Rp. 633.500,-
Tanggal : 27 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo

Hasan menderita sakit Atresi ani


SENIMAN BINTI SUDARMO, (49,Dhuafa) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Seniman adalah seorang duafa yang hidup sebatang kara yang memiliki keterbelakangan mental / memiliki kelainan sejak lahir, dan juga tidak memiliki sanak family. Kesehariannya pun hanya dibantu oleh tetangga sekitar untuk makan sehari harinya. Warga sekitar menginformasikan bahwa bapak Seniman memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu atau dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ketempat tinggal beliau dan bersilahturahmi. Dan pada saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Seniman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari harinya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Seniman. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1138

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


SUWARNI NIKET, (56, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan, Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Niket adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara yang makan sehari-harinya serba kekurangan dan memiliki kekurangan fisik, Keseharianya pun hanya pencari kayu bakar dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Ibu Niket bahwa beliau memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Niket. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Niket. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk Ibu Niket. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh AllahSubhanahuwata’ala. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1138

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


SUKARDI BIN DEMI, (68, Stroke) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sukardi begitu beliau disapa, bermula 3 tahun yang lalu tiba-tiba Bapak Sukardi mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika Bapak Sukardi menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya Bapak Sukardi tidak memeriksakan dirinya ke dokter, Bapak Sukardi cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari Bapak Sukardi bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini Bapak Sukardi tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sukardi dengan warga sekitar yang sangat peduli dengan derita yang dialami bapak Sukardi. Kembali bantuan lanjutan untuk biaya kebutuhan sehari hari Bapak Sukardi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Sukardi dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1138

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bapak Sukardi menderita Stroke


MARKAWI BIN MARKAWI, (70, Kanker Tulang) Alamat Dusun Klekean RT/RW 004/002, Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Sejak delapan bulan yang lalu Bapak Markawi merasakan seluruh badannya sakit. Beliau lalu dibawa ke Puskesmas oleh anaknya dan dari pihak Puskesmas disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Koesnadi Bondowoso. Bapak Karnawi didiagnosis menderita kanker tulang. Pihak RSUD Dr. Koesnadi Bodnwoso lalu menyarankan beliau untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Dokter di RSUD Dr. Soebandi Jember menyarankan agar Bapak Markawi diamputasi. dan akhirnya pada saat bulan Juli 2018 tangan kanan bapak Markawi diamputasi. Dalam benak Bapak Karnawi setelah tangan kanannya diamputasi maka akan sembuh penyakitnya. Sejak sakit beliau tidak bekerja sehingga tidak memiliki penghasilan. Selama berobat. Bapak Markawi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Saat ini beliau kesulitan untuk biaya akomodasi berobat dan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Markawi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi berobat selama di rumah sakit. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Bapak Markawi dapat diberi kesembuhan seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 820.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil

Bapak Karnawi didiagnosis menderita kanker tulang


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + F 6185 BM, Biaya Operasional Juli 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan Motor Tempur Sedekah Rombongan ini, terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Biaya Kendaraan, Service MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1

Jumlah santunan: Rp. 4.025.000,-
Tanggal: 31 Juli 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @budiali

Biaya Operasional Juli 2018


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional Juli 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, Perpanjang STNK MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1

Jumlah santunan: Rp.5.207.300,-
Tanggal: 288 Juli 2018
Kurir : @viandwiprayugo @edikpurwanto @awwaludin_yudha

Biaya Operasional Juli 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Juli 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Pembayaran Pajak Bumi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Ekspedisi Berkas Dll. yaitu selama bulan Juli 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1

Jumlah Santunan : Rp. 1.923.636,-
Tanggal : 31 Juli 2018
kurir : @Awwwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Biaya Operasional Juli 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Juli 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Juli 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1

Jumlah Santunan : Rp. 1.372.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Biaya sembako pasien RSSR Juli 2018


Masjid Jabal Nur (Renovasi Bangunan) Alamat: Blimbing, Padukuhan Jlumbang, Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul. Masjid merupakan sarana utama bagi umat Islam untuk beribadah kepada Allah SWT. Untuk itu masjid harus benar-benar dalam kondisi yang bagus dan memiliki fasilitas yang menunjang kegiatan peribadatan. Jika masjid dalam kondisi tidak layak, tentunya akan menganggu kekhusyukan umat Islam dalam beribadah. Takmir Masjid Jabal Nur, Blimbing sadar akan hal ini. Mereka berinisiatif untuk melakukan renovasi total pada masjid supaya jama’ah disekitarnya dapat beribadah secara maksimal. Mereka menggunakan uang yang ada, sembari berkeliling mencari donator yang menginginkan pahal jariyah atas pembangunan masjid. Melihat hal itu, SR segera merespon dengan memberikan bantuan bagi pembangunan Masjid Jabal Nur. Titipan sedekaholic sebesar sepuluh juta rupiah diberikan SR guna membantu renovasi total Masjid Jabal Nur. Semoga titipan sedekaholic tersebut dapat membantu pembangunan masjid dan menjadi amal jariyah bagi sedekaholic sekalian. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp 10.000.000,-
Tanggal: 7 Agustus 2018
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Biaya renovasi bangunan


Yuli Wibowo ( 46, Gangguan Jiwa ). Alamat: Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan SR. Mereka mencoba fokus dalam hal penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seorang pasien gangguan jiwa yang rumahnya tak jauh dari RSSR Jogja, Yuli Wibowo, kini masih dalam perawatan Panti Hafara. Mulai dari perawatan medis hingga terapi jiwa harus ia jalani di Panti Hafara setiap harinya. Perawatan tersebut akan terus berlanjut sampai Yuli benar-benar sembuh, sehingga mampu kembali membaur di masyarakat. SR tak mau tinggal diam dan berupaya untuk membantu biaya pengobatan Yuli yang jumlahnya tidak sedikit. Titipan langit sebesar dua juta rupiah disampaikan melalui Panti Hafara untuk menunjang pengobatan Yuli. SR, melalui titipan langit dari sedekaholic, terus konsisten untuk membantu biaya pengobatan Yuli. Dengan dirawat di Panti Hafara, semoga kesehatan jiwa dan raga Yuli dapat pulih kembali, sehingga tidak meresahkan warga sekitar tempat tinggalnya. Bantuan untuk biaya pengobatan Yuli sebelumnya dapat dilihat di rombongan 1130.

Jumlah Santunan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 2 Agustus 2018
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Yuli menderita gangguan jiwa


RASIDI RUSDI (46, Batuk-batuk), Alamat : Dusun Baron RT 1/1, Desa Bentunai, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Rasidi Rusdi sekarang hanya tinggal sendiri saja dirumah, dulu pernah merokok dan sudah berhenti merokok, sekitar 2 tahun terakhir ini sudah mulai merasakan keluhan batuk-batuk yang terjadi terus menerus dan mengakibatkan kondisi badannya melemah, cepat terasa lelah ketika bekerja berat. Sekitar tanggal 17 Februari 2018 pergi ke Puskesmas terdekat untuk periksa kondisi kesehatannya dan dokter Puskesmas menyarankan untuk periksa ke RSUD Pemangkat Kabupaten Sambas untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Rasidi Rusdi sehari-hari bekerja sebagai petani di sawah, saat kondisi badan terasa sehat ia turun ke sawah untuk bekerja dan ketika kondisi badan mulai menurun hanya berdiam diri saja dirumah, untuk pemenuhan kebutuhannya sehari-hari dengan menjual sebagian gabah padi yang dimiliki, terkadang mendapat makanan yang diberi oleh keluarga terdekatnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Rasidi Rusdi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 22 Juli 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12 @ririn_restu

Pak Rasidi mendira batuk-batuk


RAYYA FATTIYAH UFAIRA (1,6 tahun, Thalasemia) Alamat Jalan HM. Suwignyo Gang Suka Bangun No.25 RT.002 RW.017 Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Propinsi Kalimantan Barat. Rayya adalah anak pertama dari pasangan Roni Kristianto (29) dan Rosidah (27) lahir dalam kondisi normal namun di umur 3 hari sudah demam tinggi sampai 39 derajat dan di rujuk ke RS Kota Jeruju selama 4 hari di fototerapi. Umur 4 bulan Adik Rayya mulai sering muntah jika menyusu kemudian di lakukan pemeriksaan/rontgen paru-paru, lambung, usus, feses dan urine tapi hasil nya negatif, setelah di cek darah HB nya ternyata hanya 6,8 dan dokter menyatakan penyakit anemia, lalu di berikan suplemen penambah darah tetapi tidak ada perubahan, lalu di lakukan pemeriksaan ke berbagai dokter anak, akhirnya setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, dokter kemudian menyimpulkan Adik Rayya menderita Penyakit Thalasemia (Kelainan Sumsum Tulang Belakang). Sampai sekarang Adik Rayya melakukan transfusi darah setiap bulannya dan harus melakukan cek Kadar Feritin (Zat Besi) di dalam tubuhnya karena kadar Zat Besi yg masuk ke dalam tubuh Adik Rayya saat transfusi darah tidak tetap di khawatirkan Zat Besi tersebut mengendap di limfa, hati dan organ tubuh lainnya sehingga menyebabkan pembengkakan pada organ tubuh. Pengobatan yang dilakukan Adik Rayya harus mengkonsumsi Obat Ferryfrox untuk mengeluarkan Zat Besi dalam tubuhnya setiap 3 atau 4 minggu sampai saat ini. Keadaan fisik Adik Rayya badannya kurus hanya 7,4 kg dan harus dijaga agar HB nya tidak dibawah 9,5 karena kalau diatas itu harus segera transfusi.
Kendala yang dihadapi adalah tidak mempunyai kemampuan untuk Cek Ferritin yang menentukan apakah perlu dilakukannya Kelasi Besi yaitu membuang Zat Besi didalam tubuh yang dikhawatirkan mengendap di limpa, hati dan organ tubuh lainnya yang menyebabkan pembengkakan pada organ tubuh dan tidak mempunyai biaya untuk membeli susu khusus untuk menaikan berat badan Nutinidrink. Sedekah Rombongan berkesempatan mendatangi orang tua Rayya dan memberi bantuan biaya untuk Cek Ferritin dan pembelian Susu Nutidrink

Jumlah bantuan : Rp.1.195.000
Tanggal : 18 Juli 2018
Kurir : Meta Nuryani, Ahmad Taqiyudin

Rayya menderita penyakit thalasemia


SRI WAHYUNI (36, Kanker Ovarium). Alamat : Jalan Tekam, Perum Permata Seruni, Blok B2, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Sri tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Suhatril (67) dan Ibu Masiharti (60), di kontrakan yang sangat sederhana. Anak kedua dari empat bersaudara ini mulai merasakan sakit pada tahun 2007 saat berusia 26 tahun. Saat itu Sri didagnosis ada kista di rahimnya, namun karena ketiadaan biaya ia tidak dapat berobat dengan maksimal. Selama 10 tahun, Sri hanya menjalani pengobatan seadanya. Pada Juli 2017, Sri mengalami susah bernapas pada saat berbaring. Kondisi ini membuatnya harus mencari posisi tidur yang tepat agar bisa bernapas dengan nyaman. Setelah kondisinya tak kunjung membaik, Bapak Suhatrill membawanya ke RSU Soedarso Pontianak, dari hasil pemeriksaan dinyatakan ia mengalami kanker ovarium dan harus segera dilakukan operasi. Sebelum dilakukan operasi, harus dilakukan penyedotan cairan di paru-paru/organ dalam lainnya. Biaya penyedotan ditanggung BPJS, namun keluarga kesulitan biaya untuk transportasi berobat ke rumah sakit. Terlebih lagi Bapak Suhartil yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga dengan berdagang tidak bisa mencari uang karena harus mendampingi Sri berobat. Ibu Masiharti kondisinya sudah sangat sepuh tidak bisa mendampingi anaknya. Kondisi Sri Wahyuni sudah membaik. Setelah dinyatakan masih ada akar kanker dan dokter menyarankan kemoterapi, saat ini Sri Wahyuni rutin mengkonsumsi herbal. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk membayar cicilan tunggakan rumah sakit pasca pengangkatan tumor di perut. Ibu Sri Wahyuni sebelumnya sudah mendapat bantuan pada tanggal 22 Pebruar 2018 dan masuk Rombongan 1122

Jumlah Bantuan : Rp.3.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2018
Kurir : lilik – prasetyolilik.19@gmail.com

Sri didagnosis ada kista di rahimnya


ALIF PRADATA (2, Hydrocephallus) Alamat Jalam Raya Kakap Gg. Sehat Pal 9 RT/RW 003/008 Kecamatan Sui Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Kondisi Alif tidak banyak berubah. Namun Kesehatan berangsur stabil karena sudah jarang sakit. Sebelumnya Alif sering batuk dan sesak nafas sehingga bolak balik ke rumah sakit. Luka di kepala bagian belakang sudah mengecil. Semua perawatan luka di kepala Alif di tangani sendiri oleh orang tuanya. Kondisi bola mata sudah bisa bergerak mengikuti arah bunyi. Gigi sudah tumbuh lengkap. Kembali Kurir Sedekah Rombongan memberi bantuan lanjutan untuk biaya Pengobatan luka dan biaya suplemen untuk Adik Alif. Bantuan sebelumnya sudah diserahkan pada tanggal 13 Maret 2018.

Jumlah Bantuan : Rp.3.500.000
Tanggal : 19 Juli 2018
Kurir : Guntur Radiryo

Alif menderita hydrocephallus


RATIH RAHMAWATI (35, patah kaki) Alamat : Jalan Cendana no.96 RT 003/RW 004, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Povinsi Kalimantan Barat. Ibu Ratih adalah seorang ibu dari 3 orang anak yang kesehariannya membantu suami usaha catering kejadian bermula pada kecelakaan bulan Juni 2017 saat mengantar anaknya ke sekolah dengan memakai sepeda motor yang menyebabkan kaki kanannya patah 3 bagian. Pengobatan awalnya dilakukan secara medis namun karena tidak ada biaya dilanjutkan dengan alternatif. Semenjak saat itu ibu ratih harus memakai tongkat dalam aktifitasnya. Kejadian berikutnya yaitu pada bulan Maret 2018 Ibu Ratih terjatuh dan menyebabkan kaki kanannya yang cacat mengalami patah tulang lagi sehingga menambah parah kondisi kakinya, sejak kejadian itulah perekonomian keluarga morat marit karena habis untuk berobat sedangkan penghasilan suami tidak mencukupi kebutuhan pengobatan dan kebutuhan 3 orang anaknya yang masih usia sekolah, inilah yang menjadi kendala bagi keluarga ini dan berharap ada bantuan untuk membantu biaya pengobatan kaki Ibu Ratih. Sedekah Rombongan berkesempatan mendatangi rumah Ibu Ratih dan memahami apa yang dibutuhkan. Bantuan diberikan untuk pengobatan kaki Ibu Ratih

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juli 2018
Kurir : Meta Nuryani, Ahmad Taqiudin

Ratih mengalami patah tulang


KASIH NUR VAJIRA (6, Syndrom Nefrotik + TBC). Alamat : Desa Prapakan Besi, Dusun Besi Kuning, RT 1/1, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kasih adalah anak dari pasangan Bapak Henri (36) dan Ibu Satriani (34), keduanya bekerja sebagai petani untuk menghidupi ketiga anaknya. Awalnya Kasih merasakan sakit di bagian perutnya pada Juli 2016, setelah itu sejak bulan puasa hingga hari raya ia mengalami diare terus – menerus. Puncaknya pada Agustus 2016 Kasih kembali merasakan sakit di perutnya, kondisi tersebut membuat ia yang begitu ceria menjadi sering menangis karena tak kuat menahan sakit dan kemudian wajahnya membengkak. Setelah beberapa hari hanya dirawat di rumah, bengkak di wajah Kasih pun tak kunjung mereda hingga membuat keluarga khawatir dan membawanya berobat ke Puskesmas Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas. Selama dirawat di Puskesmas Sekura, bengkak di wajah Kasih menjalar ke kaki hingga membuatnya tak bisa berjalan, empat hari kemudian perutnya pun mulai nampak membengkak. Kondisi Kasih tidak mengalami peningkatan dan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Sambas. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Kasih positif mengalami gagal ginjal (Sindrom Nefrotik). Kasih kemudian dirujuk ke RSUD Pemangkat dan dirawat selama sebelas hari. Pada Oktober 2016 Kasih menjalani kemoterapi yang pertama di RS Singkawang, dalam kondisi tertentu ia memerlukan obat Albumin sebelum dilakukan kemoterapi. Berdasarkan keterangan keluarga Albumin ini tidak ditanggung BPJS sehingga keluarga harus membayar senilai 2 juta rupiah. Pada 20 Januari 2017, Kasih mengalami demam tinggi yang disertai kejang dan ia tidak sadarkan diri sehingga harus dirawat di RS Pemangkat. Dua hari kemudian Kasih dirujuk dan dirawat di RS Serukam dan setelah enam hari dirawat ia masih tak sadarkan diri. Pada saat itu Kasih mendapat jadwal kemoterapi pada tanggal 2 Februari 2017, namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan akhirnya jadwal kemoterapi diundur. Setelah Kasih sadarkan diri dari koma, untuk pemenuhan nutrisi dan buang air harus melalui selang. Napas yang cepat disertai batuk menimbukan kecurigaan dokter bahwa Kasih mungkin juga mengalami infeksi paru setelah dilakukan penanganan dengan Nebulizer. Pada 7 Februari 2017, Kasih mengalami melena (feses berwarna hitam) dan muntah darah yang mengharuskannya menjalani cek darah. Berdasarkan keterangan keluarga dari hasil cek darah yang telah dilakukan, kondisi umum ginjal Kasih tidak mengalami perubahan yang lebih baik dan kondisi paru-parunya telah terinfeksi TBC hingga 82%. Ia pun sempat dirawat di RS Serukam Singkawang dengan kondisi badan membiru dan ikterik (menguning pada kulit dan mata), susah berbicara dan bergerak. Kasih telah menjalani kemoterapinya yang ke-5 pada 23 Februari 2017 dan kondisinya pada saat itu belum juga mengalami peningkatan. Pada 21 Maret 2017 ia mendapat jadwal untuk kemoterapi yang ke-6 namun pada 14 Maret 2017 kondisinya menurun dan lansung dibawa ke RSU Bethesda Kabupaten Bengkayang. Kasih mendapat penanganan pemberian obat Lasix melalui suntikan pada infusan untuk mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya melalui saluran kemih. Sejak awal Mei 2017 Kasih sudah tidak lagi menggunakan obat Lasix dan obat Albumin, untuk kemoterapi yang digunakan sekarang adalah dengan mengonsumsi obat Neoral Ciclosporin. Kasih mengalami infeksi darah yang menyebabkan pendarahan serta pembekakkan di bagian kedua lututnya. Setelah diambil sampel darah, belum diketahui hasilnya dan apa yang menyebabkan Kasih terkena infeksi darah, sehingga ia mendapatkan penanganan dengan menggunakan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infusan yang akan digunakan hingga 11 Minggu ke depan. Dalam 1 minggu sebelumnya Kasih mendapatkan 3 dosis obat Metilprednisolon, dan setelah masuk minggu ke-8 dikurangi 1 dosis dalam 1 minggu. Setelah 11 minggu mendapat obat Metilprednisolon seharusnya Kasih mendapat pengganti obat yang lebih keras, namun karena usia dan berat badannya yang belum mencukupi akhirnya dokter memutuskan untuk melanjutkan penggunaan Metilprednisolon. Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS membuat keluarga harus mengeluarkan uang sebesar Rp250.000,- per sekali dosis. Pada 6 Agustus 2017, Kasih akan mendapatkan perawatan lanjutan di RSU Bethesda Kab. Bengkayang untuk mendapatkan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infus. Menurut keterangan orang tua, Kasih masih menjalani pengobatan dengan metilprednisolon dan kondisi urine yang kurang baik, untuk kondisi badan gemuk, pemeriksaan darahnya normal dan tidak lagi mengonsumsi obat TBC karena dinyatakan sembuh, pada tanggal 6 Agustus 2018 akan menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai dengan jadwal dari dokter dan direncakan akan mengganti obat metilprednisolone dengan obat Mikofenolat Mofetil. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu transportasi dan akomodasi berobat, pembelian obat Mikofenolat Mofetil yang tidak ditanggung BPJS dan biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Kasih telah dibantu dalam Rombongan pada tanggal 17 April 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.175.000,-
Tanggal : 23 Juli 2018
Kurir: @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12 @rayska197 @ririn_restu

Kasih positif mengalami gagal ginjal


TUGINAH BINTI ABDURRAHMAN (68, Vertigo dan diabetes). Alamat H.M. Suwignya Vila Andalas No. A5, Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Tuginah yang dalam keadaan sudah lama tidak bersuami (meninggal) harus berjuang untuk hidupnya sendiri bersama 1 anak nya. Beliau sering masuk RS dengan fasilitas BPJS tetapi karna keterbatasan biaya BPJS pun tidak bisa terbayar. Beliau menderita HIPO ( Diabetes) dan vertigo. Sempat beberapa kali dalam 2 bulan terakhir ini keluar masuk rumah sakit lagi. Saat ini alhamdulillah atas ijin Allah melalui tangan para donatur, kurir Sedekah Rombongan telah menyerahkan bantuan untuk pembayaran tunggakan BPJS, biaya transport, biaya hidup selama di rumah sakit dan pembelian susu. Sebelumnya bantuan ibu Tuginah sudah disampaikan pada tanggal 22 Pebruari 2018.

Jumlah bantuan : Rp.1.387.000
Tanggal : 18 Juli 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5@ayu_anizh @ririn_restu

Bu tuginah menderita HIPO ( Diabetes) dan vertigo


RINI ASTUTI (46, Darah tinggi dan vertigo). Alamat jalan Sawo, Jalur 3 A, RT 002 RW 012, Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Rini Astuti adalah seorang ibu dari 5 orang anak dengan kehidupan yang sangat sederhana dan sehari-hari Ibu Rini berjualan gorengan di salah satu kantin sekolah. Tapi untuk 3 bulan terakhir ini Ibu Rini sudah tidak berjualan karena sekolah lagi di renovasi total selama kurang lebih 1 Tahun. Dan selama 1 bulan terakhir Ibu Rini mengalami sakit darah tinggi yang memang sudah lama di deritanya dan disertai penyakit vertigo, akibat dari tensi yang terlalu tinggi saat periksaan di puskesmas sampai 210/110 sehingga ibu Rini mengalami gejala stroke ringan dan selama ini Ibu Rini dan keluarga belum bisa membayar iuran BPJS karna keterbatasan ekonomi, apalagi selama 3 bulan Ibu Rini sudah tidak berjualan lagi sehingga penghasilan dari suami hanya bisa untuk biaya hidup sehari hari dan biaya sekolah anak- anak nya, sedangkan Suami ibu Rini hanya bekerja sebagai tukang bangunan yg mengikuti proyek musiman, jika proyek selesai dan sudah berakhir maka menunggu proyek yang lain, jadi tidak memiliki pekerjaan tetap. Alhamdulillah berkah dari Allah melalui Sedekah Rombongan melalui kurir sehingga bisa membantu di lanjutkan lagi dampingan untuk pembayaran BPJS yang tertunggak. Bantuan sebelumnya juga sudah diserahkan pada tanggal 22 Pebruari 2018.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 18 Juli 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiudin5@ayu_anizh@ririn_restu

Ibu Rini mengalami sakit darah tinggi dan vertigo


JUMI BINTI PATEMO (46, Kanker Payudara). Desa Slungkep, RT 3/3, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Jumi merantau bersama Suaminya selama bertahun-tahun di Kalimantan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Selama disana ia bekerja sebagai buruh di Kelapa Sawit. Sering mengalami nyeri di bagian dada tidak ia rasakan. Sampai akhirnya 7 hari menjelang lebaran bulan juni 2018 tepatnya, ia memutuskan untuk pulang ke kampung dan memeriksakan kondisinya. Jumi terdiagnosis Kanker Payudara dan diharuskan segera dilakukan operasi. Akan tetapi, karena keterbatasan dana ia tidak bisa serta merta untuk segera melakukannya. Beruntung, warga bergotong-royong bersama untuk berswadaya demi pengobatan salah satu warganya tersebut. Sedekah rombongan memberikan santunan awal Rp 1.000.000,- untuk membantu proses pengobatan awal Ibu Jumi.

Jumlah bantunan : Rp. 1.000.000,00-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : imamteguh @dewa_popfmpati Elphin @JeanseaMaurer

Bu Jumi terdiagnosis kanker payudara


ALI MAHMUDI (40, Patah Tulang Belakang + Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Pondowan Gading, RT 3/3, Kec. Tayu, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Ali nama panggilannya sehari-hari. Pak Ali yang bekerja sebagai tukang batu di desanya, 1,5 tahun yang lalu mengalami kecelakaan kerja, pada saat itu beliau kejatuhan stager rumah milik bosnya. Delapan bulan yang lalu, Pak Ali hanya bisa tertidur tanpa terapi dari medis. Hingga sering merasakan kesakitan apabila kulit beliau tersentuh sedikit, hal tersebut terjadi apabila obat beliau habis dan telat tidak kontrol ke dokter. Istrinya Sulistyowati (34th) yang bekerja sebagai buruh lepas PT. Djarum, harus menghidupi kedua anaknya Andika Bagus Prasetyo (12) yang masih sekolah dibangku SD kelas IV dan Hanna Khoirunnisa (4). Alhamdulillah, pada bulan Januari 2016, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Ali sehingga pengobatan beliau menjadi lancar. Dua tahun lamanya rutin melakukan terapi dan minum obat membuahkan hasil yang maksimal, kini kedua kaki beliau sudah bisa bergerak dan sudah mulai latihan berjalan. Beliau juga sudah bisa duduk lama di kursi roda. Seminggu tiga kali beliau menjalani kontrol, satu kali kontrol di RS Keluarga Sehat Hospital untuk kontrol mengenai gangguan saluran kencingnya dan dua kali untuk menjalani fisioterapi di RS Mitra Bangsa Pati. Disamping mengantarkan untuk menjemput kesembuhan Sedekah Rombongan juga memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi, menebus obat dan membeli pampers untuk pak Ali. Besar dukungan, doa, dan semangat dari keluarga dan kurir yang mendampingi beliau untuk bisa sembuh. Aamiin Sebelumnya Pak Ali sudah terbantu pada Rombongan ke 1 dalam rombongan baru.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Juli 2018
Kurir : imamteguh @dewa_popfmpati rochim @JeanseaMaurer

Pak Ali menderita patah tulang belakang + gangguan saluran kencing


IMAM TAUFIK ( 49, Katarak). Alamat : Kampung Rogowangsan, Rt 2/2, Kec. Pati, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Imam Parkir demikian banyak tetangga memanggilnya dikarenakan pekerjaannya sebagai tukang parkir di Pasar Rogowangsan. Sejak 6 bulan lalu merasa terganggu penglihatannya dikarenakan ada selaput putih yg menutupi mata kanannya. Pak imam termasuk salah satu orang yang takut ke dokter dan seumur hidupnya belum pernah pergi ke dokter. Namun dengan keluhan matanya ini pak imam mengesampingkan rasa takutnya dan atas dorongan sang istri memberanikan diri u berobat. Namun apa daya, pekerjaan sebagai tukang parkir dan istrinya., Sri Sugiyanti (41) yang bekerja membantu di warung makan tetangganya, namun ketiadaan dana membuat pak imam surut kembali semangatnya untuk berobat. Beruntung pak imam bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan santunannya. Semangat berobat dan sembuhnya kembali berkobar.Santunan yg diberikan digunakan untuk pemeriksaan dan pengobatan awal. Dan operasinya pun diharapkan berjalan lancar.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : imamteguh @dewa_popfmpati SriAntini @JeanseaMaurer

Pak Imam menderita katarak


SUPARMI BINTI SUNARNO (54, Osteoporosis). Alamat: Kel Parenggan, RT 4/1,Kec Pati, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbak Parmi demikian tetangga memanggilnya. Sejak 4 tahun yang lalu Mbak Parmi sudah tidak banyak melakukan kegiatan dikarenakan kakinya yang selalu merasa kesakitan tiap digunakan berjalan agak jauh. Kaki terasa kaku seperti mengalami asam urat. Pernah sekali memeriksakan ke dokter umum dan dianjurkan memeriksakan ke dokter spesialis tulang, namun hal itu belum pernah dilakukan karena keterbatasan biaya. Mbak Parmi adalah wanita yang rajin bekerja, setiap ada tetangga yang membutuhkan tenaganya dengan senang hati beliau membantunya, yang dilakukannya sedikit banyak membantu perekonomian keluargan. Hidup bersama suami Widianto Sukresno (54) yang bekerja sebagai buruh di tempat pembuatan kubah masjid dengan anaknya Yesa (17) dengan hasil yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga ini. Santunan awal pun sudah diberikan untuk biaya akomodasi setelah dilakukan operasi, dan kontrol – kontrol kembali sehingga kesembuhan segera dirasakan mb Parmi. dapat dilanjutkan kembali. Dan alhamdulïllah kesembuhan sudah dirasakan mbak Parmi. Dan kontrol- kontrol masih dilakukan sebulan sekali. Semoga kesembuhan benar-benar dirasakan mbak Parmi. Sebelumnya terbantu pada ROM 1028 pada rombongan lama.

Jumlah Bantuan : Rp.1. 000.000,-
Tanggal : 17 Juli 2018
Kurir : Imamteguh @dewa_popfmpati SriAntini @JeanseaMaurer

Bu parmi menderita osteoporosis


PILUS BIN AGUSTINUS DAIN (33, Cacat Permanen pada Kaki). Alamat : Dusun Entipan Hulu, RT 2/1, Desa Entipan, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Pilus yang merupakan anak dari pasangan Agustinus Dain (61) dan Magdalena Misah (58) mengalami cacat permanen pada kakinya sejak lahir. Ia tidak memiliki kaki yang utuh sehingga berjalan menggunakan alat bantu. Pilus kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan, itu pun jika ada yang membutuhkan tenaganya. Demi mencukupi kebutuhan sehari – hari, Pilus menerima pekerjaan apa saja yang bisa dijangkau dan dikerjakannya. Dalam keterbatasannya, Pilus tak patah semangat. Satu keinginan yang selalu diimpikan Pilus adalah ingin memiliki kaki palsu. Harapannya, kaki palsu tersebut akan memudahkannya untuk beraktivitas di luar rumah dan mencari kerja. Keterbatasan biaya membuat keinginannya masih belum bisa diwujudkan. Pilus sangat ingin bekerja karena ia tak bisa terus mengandalkan orang tuanya yang sudah sepuh dan bekerja sebagai petani. Kurir Sedekah Rombongan berkesempatan mengunjungi Pilus dan memberikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS, biaya transportasi berobat dan kebutuhan sehari-hari. Setelah sebelum nya Pilus menjalani kontrol rutin kali ini Pilus dibantu kembali dengan pembelian kaki palsu yang sebelah kanan semoga dapat bermanfaat untuk beliau ke Depan nya. Bantuan sebelumnya telah disampaikan pada tanggal 26 Maret 2018.

Jumlah bantuan : Rp.4.000.000,-
Tanggal : 17 Juli 2018
Kurir. : @ahmadtaqiyudin5

Pak pilus mengalami cacat permanen pada kakinya sejak lahir


MATORI BIN UMAR ABDUL JALIL (63, Nyeri Tulang Lutut). Alamat : RT 2/3, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan November 2016 Bapak Matori sedang berjalan pulang ke rumah di pinggir jalan raya dan akan menyeberang namun tidak disangka ada motor yang lewat sehingga tertabrak. Bapak Matori dibawa ke Rumah Sakit Nirmala Purbalingga dan dironsen. Oleh dokter tidak diperlukan operasi sehingga boleh pulang. Setelah itu tidak periksa lagi namun masih afa rasa nyeri dan ngilu di lutut kiri. Meskipun nyeri Bapak Matori tetap berusaha mencari nafkah dengan menjadi pemulung. Istrinya, Ibu Muksih (58) hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan mempunyai tanggungan pinjam uang di Simpan Pinjam Perempuan di desa. Dari memulung, Bapak Matori mendapat penghasilan sebesar Rp 12.000,- sampai Rp. 15.000,- sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bapak Matori mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Matori dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga Bapak Matori segera sehat dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Pak Matori menderita nyeri tulang lutut


SRI HARDININGSIH (51, Diabetes). Alamat : RT 1/9, Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sri Hardiningsih sering mengalami pusing dan sakit perut kemudian berobat ke Puskesmas Bojongsari dan dilakukan pemeriksaan. Oleh dokter Ibu Sri Hardiningsih didiagnosis diabetes dan perlu berobat rutin. Pada bulan Mei 2018 Ibu Sri Hardiningsih mulai merasakan sakit pada kaki. Awalnya tidak mengetahui sebabnya, kemudian diperiksakan ke Puskesmas Bojongsari. Oleh dokter puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pada tanggal 2 Juli 2018. Karena kondisi lukanya yang sudah mulai membusuk, oleh dokter dilakukan operasi dan menjalani rawat inap. Suaminya, Bapak Sohirun (56) tidak memiliki pekerjaan tetap, terkadang hanya menambal ban. Untuk pengobatan Ibu Sri memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun Ibu Sri kesulitan memenuhi kebutuhan sehari hari karena tidak lagi dapat bekerja sebagai pembantu rumah tangga.Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sri dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk biaya kebutuhan sehari-hari dan perawatan luka. Semoga Ibu Sri segera sembuh dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Ibu Sri Hardiningsih didiagnosis diabetes


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan Juni Tahun 2018). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1145. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 99.000,-
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir : @ddeean @menttariii

Biaya sembako pasien bulan Juni tahun 2018


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional dan pembelian seprangkat komputer bulan Juni Tahun 2018). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk operasional bulanan RSSR seperti pembayaran listrik, PAM, hotline, pembelian seperangkat komputer dan lain sebagainya . Bantuan untuk operasional pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1145 Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.618.238
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir : @menttariii

Bantuan Operasional dan pembelian seprangkat komputer bulan Juni Tahun 2018


AFIF FAIRUZ WIJAYANTO (8, Bantuan Biaya Pendidikan). Alamat : RT 04/10, Jl. Beo Barat No.46, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Afif, putra dari pasangan Satria Prayudi Wijayanto (30) & Retno (32). Awal tahun 2017, pasangan tersebut bercerai dan sekarang Afif tinggal bersama Ibunya. Di sekolahnya, Afif tergolong anak yang berprestasi. Setelah perceraian Ayah & Ibunya, disitulah awal mula tersendatnya pembiayaan sekolah Afif termasuk juga kekurangan uang gedung yang masih tertunggak. Ayahnya bekerja sebagai Pramuniaga di sebuah toko di Cilacap dan Ibunya bekerja sebagai pedagang kue basah. Saat ini Afif duduk di bangku kelas 3 SD An Naba Boarding School Cilacap dan mengikuti sekolah tahfidz di Yayasan Balai Dakwah Cilacap. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Afif. Santunan dari sedekaholic disampaikan untuk membantu biaya tunggakan sekolah dan ngaji tahfizh. Semoga dapat bermanfaat dan Afif dapat kembali sekolah dengan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2018
Kurir : @ddeean Yuliana @yaswi_rd

Bantuan biaya pendidikan


ENDAH RETNO SETIANINGSIH (54, Darah Tinggi + Stroke). Alamat : RT 07/05, Dusun Tegal Munding, Desa Prawatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Berawal dari sakit darah tinggi yang Ibu Retno derita sudah sejak beberapa tahun belakangan ini. Kemudian setelah lebaran pada bulan Juli 2017, Ibu Retno terkena serangan stroke yang pertama. Kemudian Ibu Retno dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bumiayu untuk dirawat beberapa hari. Setelah pulang dari rumah sakit Ibu Retno masih bisa berjalan, hanya saja akibat dari serangan stroke tersebut beliau kesulitan untuk berkomunikasi. Pada pertengahan April 2018, beliau kembali terkena serangan stroke yang ke 2 dan sudah tidak lagi bisa berjalan juga kesulitan untuk berkomunikasi hingga saat ini. Selama berobat Ibu Retno dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Ibu Retno mengalami kesulitan memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari dikarenakan suaminya telah meninggal dunia. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Retno dan keluarga. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari dan akomodasi berobat. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Retno dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2018
Kurir : @ddeean Yuliana @yaswi_rd

Ibu Retno terkena serangan stroke dan darah tinggi


SUDIRWAN BIN JAEDI (60, Kanker Prostat) Alamat RT 05/02, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa tengah. Pada pertengahan bulan Februari 2018, Bapak Sudirwan merasakan sakit pinggang dan tulang selalu terasa linu saat tubuh digerakkan. Sakit tersebut tidak juga berkurang hingga Bapak Sudirwan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Pihak rumah sakit menyatakan beliau menderita penyakit prostat. Kemudian, dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. Setelah operasi Bapak Sudirwan belum dapat melakukan aktivitasnya dengan baik. Biaya pengobatan dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari Bapak Sudirwan bekerja di sawah sedangkan istrinya, Ibu Sawikem (55) tidak bekerja. Dua anaknya sudah berkeluarga dan masing-masing tinggal di luar kota. Sementara, satu anaknya yang belum berkeluarga bekerja di kota Kendal. Beliau dan keluarga membutuhkan biaya untuk akomodasi selama melakukan kontrol di Rumah Sakit (RS) Margono Sukardjo. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sudirwan untuk menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk biaya kebutuhan sehari-hari dan akomodasi kontrol. Semoga dapat meringankan beban dan Bapak Sudirwan dapat kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 Juni 2018
Kurir: @ddean Asih Rahayu

Pak Sudirwan menderita penyakit prostat


TUGIAH BINTI AHMAD SODIKIN (62, Diabetes).Alamat: RT 3/2, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa tengah. Sekitar empat bulan yang lalu, saat sedang menyapu di halaman rumahnya, kaki Ibu Tugiah tidak sengaja menginjak paku berkarat. Karena saat itu beliau tidak mengenakan alas kaki. Keesokan harinya, kaki yang terluka menjadi bengkak dan mengeluarkan nanah. Kemudian oleh keluarganya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Oleh dokter dinyatakan menderita diabetes melitus dan dianjurkan untuk melakukan kontrol setiap bulan. Namun, karena tidak adanya biaya akomodasi ke rumah sakit, beliau memilih melakukan kontrol ke Rumah Sakit (RS) Wisnu Husada, Notog. Dengan alasan jaraknya lebih dekat sehingga biaya transportasi lebih terjangkau. Ibu Tugiah melakukan kontrol setiap tanggal 7 per bulan. Kondisi terkini Ibu Tugiah tidak dapat berjalan karena kakinya masih infeksi. Tubuhnya menjadi sangat kurus. Beliau tinggal di rumah anak laki-lakinya bersama menantu dan tiga cucunya. Rumah yang sangat sederhana. Atap rumahnya sudah keropos. Juga tidak memiliki kaca jendela. Anak laki-laki dari Ibu Tugiah yang bekerja sebagai buruh serabutan harus menghidupi seluruh keluarga. Selama ini biaya pengobatan Ibu Tugiah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI.
Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Tuginem untuk menyampaikan santunan dari sedekaholic. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama masa kontrol. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Tugiah kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 13 Juni 2018
Kurir: @ddeean Asih Rahayu

Bu Tugiah menderita diabetes melitus


KARSINAH BINTI KARTAJA (60, Komplikasi Jantung + Paru-paru + Saluran Pencernaan). Alamat: RT 3/2, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa tengah. Sekitar tahun 2014 Ibu Karsinah mengalami tekanan darah tinggi yang tidak wajar. Keluarga langsung membawa beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Pihak rumah sakit mendiagnosis beliau menderita diabetes melitus. Setelah keluar dari rumah sakit kondisinya bukan membaik melainkan sering timbul banyak benjolan pada kedua kakinya secara bergantian. Pada tahun 2015, ibu jari sebelah kanan beliau membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap sehingga mengharuskan amputasi. Seiring berjalannya waktu, hampir setiap bulan banyak hal yang dikeluhkan oleh Ibu Karsinah. Kondisinya semakin parah ketika penyakit lainnya menghinggapi tubuh Ibu Karsinah. Pertengahan tahun 2017 hingga awal 2018 beliau mengidap sakit komplikasi jantung, paru-paru dan saluran pencernaan. Seluruh keluarga Ibu Karsinah yang ditemui tim Sedekah Rombongan pada tanggal 25 April 2018 mengaku sudah pasrah dengan kondisi beliau yang sering drop. Keluarga sudah mengusahakan berbagai macam upaya dari pengobatan alternatif sampai keluar masuk rumah sakit demi kesembuhan Ibu Karsinah. Namun, tetap tidak ada perubahan yang berarti. Selama ini biaya pengobatan Ibu Karsinah dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Pada tanggal 01 Juni 2018, ada kabar duka bahwa Ibu Karsinah telah meninggal dunia. Keluarga telah mengikhlaskan kepergian beliau. Santunan disampaikan kepada suami beliau, Bapak Darsikin (74 tahun). Semoga arwah almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 Juni 2018,
Kurir: @ddeean Asih Rahayu

Ibu Karsinah mengalami tekanan darah tinggi


LASIM BIN MAJI (35, Ca Testis). Alamat : Desa Kasegaran, RT 9 /3, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar satu tahun yang lalu, Bapak Lasim merasa sakit pada kemaluannya saat buang air kecil, lambat laun ada benjolan yang cukup mengganggu dan benjolan itu terus bertumbuh, sehingga beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang. Namun, rumah sakit tersebut merasa tidak mampu kemudian beliau dirujuk lagi ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil diagnosa dokter, Bapak Lasim mengidap kanker testis dan harus dioperasi. Setelah dioperasi Bapak Lasim merasa semakin sakit, dan benjolannya tumbuh kembali. Dari pihak RS Margono merekomendasikan untuk berobat di RS Sardjito namun pihak keluarga masih mempertimbangkannya. Pada akhir bulan mei 2018, akhirnya keluarga pak lasim memutuskan untuk berobat ke sardjito seperti saran dokter di RS Margono, namun setelah beberapa kali dilakukan pemeriksaan, dokter RS Sardjitopun angkat tangan. Keluarga lalu membawa pulang Bapak Lasim dan mengobati sakitnya dengan cara herbal saja. Bapak Lasim hidup dibawah garis kemiskinan, semasa sehat ia bekerja sebagai buruh harian lepas, istrinya Ruhyati (37), berjualan kue keliling. Selama pengobatan, Bapak Lasim dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Beliau mengalami kesulitan dalam memenuhui kebutuhan sehari-hari dikarenakan Bapak Lasim tidak bisa bekerja seperti semula. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan datang kembali ke rumahnya untuk memberikan santunan dari sedekaholic yang sebelumnya sudah dilaporkan dan masuk dalam rombongan 1141. Semoga Bapak Lasim diberi kelancaran dalam mengikhtiarkan kesembuhannya dan bisa hidup sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @yaswi_rd

Bapak Lasim mengidap kanker testis


MOH. SOLIKHUL MILZAM (19, Post Amputatum Kaki Kanan). Alamat : Krajan, RT 4/2, Desa Pruwutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar awal bulan mei 2018, Milzam pergi ke jakarta untuk mencari pekerjaan dengan mengendarai sepeda motor bersama saudaranya dengan posisi Milzam yang membonceng dibelakang. Namun naas, baru sampai subang sepeda motornya jatuh karena sang pengendara mengantuk. Tubuh Milzampun terbanting ke aspal, luka paling parah pada bagian kakinya. Lalu Milzam dibawa ke Rumah Sakit (RS) Mutiara Hati Subang. Setelah dilakukan pemeriksaan, kakinya patah pada 3 titik. Karena lokasi cukup jauh, keluarga menjemput dan di bawa ke bumiayu. Keterbatasan biaya membuat keluarga Milzam hanya membawanya ke pengobatan alternatif di cilacap. Namun ternyata kaki Milzam mengalami infeksi, keluarga membawanya kembali ke Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP) pada pertengahan bulan Mei dan dokter mengatakan kakinya harus diamputasi. Keluarga akhirnya menyetujui untuk dilakukan tindakan operasi. Ayahnya yaitu Kodir (51), bekerja sebagai buruh tani sedangkan ibunya yaitu Siti (46), hanya sebagai ibu rumah tangga. Milzam menjalani opname beberapa hari dan sempat tertahan di rumah sakit karena belum bisa melunasi administrasi sebesar Rp 14.207.960. Keluarga Milzam juga tidak mengurus jasa raharja karena kecelakaan tunggal dan TKPnya jauh. Selama berobat, Milzam belum terdaftar dalam jaminan kesehatan apapun, sehingga untuk melunasi biaya rumah sakit, keluarga harus berhutang ke orang lain. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Milzam sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu meringankan membayar hutang biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juli 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @yaswi_rd

Pak solikhun menderita post amputatum kaki kanan


Setyowati binti Sukirdi ( 41, Kanker Payudara ). Alamat: Gambiran RT 05, Berbah, Sleman Yogyakarta. Sore itu, sepasang suami istri paruh baya datang ke RSSR Jogja menemui Mas Saptuari Sugiharto. Muka mereka tampak lelah dan payah, seperti sedang mengalami cobaan yang berat. Setelah diajak berbicara lebih banyak, ternyata benar, mereka berdua sedang mengalami cobaan bahwa anak perempuannya yang berusia 41 tahun sedang menderita penyakit kanker payudara. Putri mereka bernama Setyowati. Ia sehari-hari hanya bisa tergeletak lemah dan kesakitan di tempat tidurnya. Kian hari kondisinya kian memburuk, sehingga harus mendapatkan pengobatan rutin. Penyakit itu telah dideritanya selama 1,5 tahun. Untuk ikhtiarnya, putri dari Bapak Sukirdi ini telah menjalani beberapa pengobatan kemoterapi di Rumah Sakit Hardjolukito. Namun kemoterapi yang sempat dijalaninya kurang membuahkan hasil. Sehingga ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Sarjito. Sekalipun biaya pengobatan telah ditanggung oleh Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi keluarga ini mengaku tidak memiliki cukup biaya untuk membawa anaknya berobat. Mereka tidak bisa menanggung biaya akomodasi dan keperluan-keperluan lainnya. Keluhan itulah yang mereka ungkapkan pada Mas Saptuari Sugiharto dan teman-teman di RSSR Jogja sore itu. Melihat kenyataan itu, SR tak bisa tinggal diam, titipan langit harus mereka dapatkan. Alhasil, santunan sebesar 1.000.000 rupiah diberikan pada mereka untuk membawa anaknya berobat. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga ini. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 18 Agustus 2018
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Bu setyowati menderita penyakit kanker payudara


Abdullah Anis Syukurillah ( 28, Gangguan Jiwa ). Alamat: Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan SR. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seiring waktu jumlah ini akan terus bertambah. Ada seorang pasien bernama Abdullah Anis Syukurillah, memerlukan bantuan biaya, sebab, ia harus menjalani serangkaian pengobatan jiwa yang cukup panjang. Ia harus menjalani perawatan secara medis dan spiritual. Untuk itu, SR coba menyokong biaya pengobatan Anis melalui Panti Hafara sebesar dua juta rupiah. Perkembangan kesehatan jiwa Anis kini semakin lama semakin membaik, namun ia tetap masih harus tinggal di Panti Hafara. Sebab, kondisi emosialnya masih belum stabil. Ia pun masih sering berhalusinasi. Semoga dengan bantuan ini, kesehatan jiwa Anis dapat segera sembuh dan membaur kembali ke masyarakat. Bantuan terhadap Anis sebelumnya dapat dilihat di Rombongan

Jumlah Santunan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 18 Agustus 2018
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Abdullah menderita gangguan jiwa


DULHAERI BIN ARJO (57, MCI Inferior+Jantung tersumbat ). Alamat : RT 5/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2018 Bapak Duhaeri mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah. Bapak Dulhaeri kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau mengalami, komplikasi pada paru-paru dan penyumbatan jantung. Sejak saat itu Bapak Dulhaeri harus menjalani kontrol rutin. Namun pada bulan April yang lalu di saat beliau beraktifitas memanen padi di sawah, tiba-tiba beliau pingsan. Beliau langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika, kemudian dirujuk ke RS Margono dan diopname selama satu pekan di ruang ICU. Bapak Dulhaeri didiagnosis menderita jantung tersumbat. Saat ini kondisi Bapak Dulhaeri masih pucat dan belum bisa beraktifitas masih lemah. Sejak sakit, Bapak Dulhaeri tidak dapat bekerja. Istrinya, Jumiati (49) yang berjualan ciwel keliling tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Duhaeri dibantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan akomodasi berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Semoga beliau lekas sembuh sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Pak Dul mengalami komplikasi pada paru-paru dan penyumbatan jantung


FABRYONA LACITA GAVA PUTRI (1, Hydrocephalus). Alamat : Desa Dorokandang, Rt. 003/ 001, Kec. Lasem, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Pasangan muda, Mustari dan istrinya Erluza Safitri sangat bahagia saat yang ditunggu setelah pernikahannya dinyatakan hamil beberapa bulan kemudian. Namun kegembiraan itu akhirnya sedikit membuat mereka khawatir terhadap perkembangtumbuhan janin. Saat masih berada di dalam kandungan, usia 8 bulan dilakukan USG terlihat bayi tumbuh berkembang tidak normal dengan kepala sudah membesar dan diindikasikan hydrocephalus. Ternyata demikianlah setelah melahirkan terjadi apa yang sudah diprediksi oleh team medis. Bayi berusia satu tahun yang akrab dipanggil Cita ini harus menderita hydrocephalus dan perlu dioperasi. Buah hati pertama dari pasangan Mustari dan Fitri ini tinggal di Desa Dorokandang RT 03 01 Lasem, Rembang dan telah divonis menderita hydrocephalus sejak dalam kandungan. Cita lahir secara caesar dengan kondisi kepala yang sudah membesar. Jarak satu bulan kelahirannya Cita harus menjalani operasi pemasangan selang didalam tubuhnya di RSUP dr Kariadi Semarang. Tujuannya agar cairan dari otak dapat dibuang melalui organ usus. Beberapa bulan terakhir Cita belum mendapatkan pengobatan, lantaran kurangnya biaya. Biaya pemeriksaan Cita memang gratis, namun biaya tebus obat dan transport masih sangat berat untuk keluarganya. Ayah Cita hanya bekerja di bengkel dinamo setempat dengan gaji yang dibilang kurang bila untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pengobatan Cita. Hingga kini diusianya satu tahun Cita belum bisa melihat dan merespon. Keluarga sangat berharap buah hati pertama mereka ini bisa aktivitas normal dan menikmati masa anak-anak yang menyenangkan seperti anak lain pada umumnya. Kemudian bayi yang seharusnya sudah bisa berjalan ini terbaring lemah dan hanya di gendong bergantian antara ibu dan saudara lainnya. Jika kontrol tidak rutin maka bisa mengakibatkan selang di kepala pecah dan berbahaya bagi anak. Terakhir kontrol setelah lebaran Idul Fitri 2017. Akhirnya pada tgl 16 April 2018 beberapa kurir SR Rembang mendengar dari informan tentang kondisi dik Cita, segera mensurvey keluarga dan lingkungan sekaligus pendataan. Atas persetujuan team kurir SR akhirnya dimasukkan dalam pasien dampingan SR. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1139. Semoga Allah memberi kemudahan Dik Cita dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : ImamTeguh Ffi Edi Santoso @JeanseaMaurer

Cita menderita hydrocephalus


NYAMANI BIN TARJI (51, Sakit Tulang Punggung). Alamat : Desa Grawan, Kec. Sumber, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sejak 6 bulan yang lalu Pak Nyamani mengalami kecelakaan jatuh dari pohon dan akibatnya tulang punggung suami Bu Sri Widayanti ini patah dan mengalami gangguan saluran pembuangan. Hingga kini Pak Nyamani kalau mau kencing atau buang air besar itu keluar sendiri seperti tak terkontrol. Setiap harinya beliau hanya terbaring di rumah tidak beraktifitas ataupun bekerja. Untuk kebutuhan sehari-hari Pak Nyamani dan istri Sri Widayanti (40 th) hanya mengharapkan anaknya Setyodanu (21th) untuk membantu keperluannya tetapi anaknya sudah punya keluarga sendiri dan juga kehidupan anaknya serba kekurangan. Upaya untuk mengobati secara medis dilakukan dengan periksa ke RSUD dr R. Soetrasno Rembang menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah. Sehabis dari RSUD Rembang beliau hanya kontrol di Puskesmas Sumber saja. Saat kurir SR diberikan informasi dari tetangganya maka dilakukan survey pada tgl 28 Februari 2018 dan Pak Nyamani masih merasakan kesakitan kalau mau buang air kecil atau air besar dan tentu juga kesakitan di tulang punggungnya. Alhamdulillah hasil keputusan team SR beliau dinyatakan sebagai pasien dampingan SR. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1139. Semoga Allah memberi kemudahan Pak Nyamani dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : ImamTeguh Fif Warji @JeanseaMaurer

Pak Nyamani menderita sakit tulang punggung

YAHMAN BIN SAMIN, (68, Hernia ) Alamat Dusun Krajan RT/RW 012/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada bulan februari 2017 Bapak Yahman merasakan nyeri di sekitar bagian bawah perut. Bapak Yahman akhirnya berobat ke puskesmas Rambipuji, dengan keadaan lemas bapak Yahman pun dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Bapak Yahman memiliki Jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Setelah pemeriksaan di RSUD Dr. Soebandi Jember Diagnosa Dokter menyatakan bapak Yahman menderita Hernia ia tidak diperbolehkan bekerja berat namun demi memenuhi kebutuhan keluarga ia tetap menjalankan pekerjaannya sebagai buruh tani. Bapak Yahman masih harus menjalani kontrol rutin, tetapi ia mengalami kesulitan karena tak ada uang untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Istri bapak Yahman, Ibu Ngatiyah (60), setiap harinya bekerja sebagai buruh tani agar dapat membantu biaya pengobatan bapak Yahman dan memenuhi kebutuhan keluarga, namun tetap saja penghasilan yang didapat hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Beratnya pekerjaan yang dijalani demi keluarga membuat bapak Yahman sering mengeluh sakit. Ia sering mengalami demam dan kondisinya menurun. Bapak Yahman akhirnya menjalani operasi pada bulan Agustus 2018 dan ia masih harus berobat jalan pasca operasi sebulan sekali. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan bapak Yahman dan dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk Akomodasi pasca Operasi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Yahman, dan penyakit dialami beliau dapat segera sembuh seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Yahman menderita hernia

 

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RINA KARTININGSIH 500,000
2 RIZWAN AZHAR WIBOWO 500,000
3 SARAH SUPRAPTININGSIH 500,000
4 SITI FATEKHAH 500,000
5 SRI SUTIAH 500,000
6 SUPARLAN BIN NARTO 500,000
7 SUKARLIK 781,500
8 NGATIMIN BIN ATIM 1,000,000
9 TUKIYA BINTI DEI AMAN 3,500,000
10 SUTIK BINTI SUBUWET 750,000
11 SARI BINTI AJIB 500,000
12 AHMAD HASAN ABDILLAH 633,500
13 SENIMAN BINTI SUDARMO 500,000
14 SUWARNI NIKET 500,000
15 SUKARDI BIN DEMI 500,000
16 MARKAWI BIN MARKAWI 820,000
17 MTSR JEMBER 4,025,000
18 MTSR JEMBER 5,207,300
19 RSSR JEMBER 1,923,636
20 RSSR JEMBER 1,372,000
21 Masjid Jabal Nur 10,000,000
22 Yuli Wibowo 2,000,000
23 RASIDI RUSDI 750,000
24 RAYYA FATTIYAH UFAIRA 1,195,000
25 SRI WAHYUNI 3,000,000
26 ALIF PRADATA 3,500,000
27 RATIH RAHMAWATI 1,000,000
28 KASIH NUR VAJIRA 2,175,000
29 TUGINAH BINTI ABDURRAHMAN 1,387,000
30 RINI ASTUTI 500,000
31 JUMI BINTI PATEMO 1,000,000
32 ALI MAHMUDI 1,000,000
33 IMAM TAUFIK 1,000,000
34 SUPARMI BINTI SUNARNO 1,000,000
35 PILUS BIN AGUSTINUS DAIN 4,000,000
36 MATORI BIN UMAR ABDUL JALIL 500,000
37 SRI HARDININGSIH 500,000
38 RSSR PURWOKERTO 99,000
39 RSSR PURWOKERTO 5,618,238
40 AFIF FAIRUZ WIJAYANTO 2,000,000
41 ENDAH RETNO SETIANINGSIH 500,000
42 SUDIRWAN BIN JAEDI 500,000
43 TUGIAH BINTI AHMAD SODIKIN 500,000
44 KARSINAH BINTI KARTAJA 500,000
45 LASIM BIN MAJI 500,000
46 MOH. SOLIKHUL MILZAM 1,000,000
47 Setyowati binti Sukirdi 1,000,000
48 Abdullah Anis Syukurillah 2,000,000
49 DULHAERI BIN ARJO 500,000
50 FABRYONA LACITA GAVA PUTRI 750,000
51 NYAMANI BIN TARJI 750,000
52 YAHMAN BIN SAMIN 500,000
Total 76,237,174