AHMAD SHOLEH (26, Lumpuh kaki). Alamat : Dukuh Sintru, RT 04/ RW 05, Desa Kandang Mas. Kec. Dawe. Kab kudus. Prov Jawa Tengah. Ahmad yang merupakan putra kedua dari Bapak Karman (68) dan Ibu Sunti (72) semasa kecilnya dapat berjalan dan beraktivitas dengan normal. Kelumpuhan kaki yang dialaminya berawal dari sewaktu sekolah di bangku SMP. Ahmad terjatuh dari sepeda yang kemudian menyebabkan cidera pada tulang punggung bagian bawahnya. Ahmad segera diberobatkan dan sudah dioperasi namun pada akhirnya tidak dapat berjalan. Ahmad memiliki kartu KIS. Ayahnya bekerja sebagai petani dan Ibunya sebagai Ibu rumah tangga. Mereka selama ini harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya dengan lima orang anak. Keadaan Ahmad hingga kini tidak dapat berjalan. Ahmad membutuhkan bantuan kursi roda. Keluarga tersebut mengungkapkan kesulitan dan kesedihannya. Tim Sedekah Rombongan Kudus merasakan kesulitan dari keluarga tersebut. Dengan ini bantuan berupa pengadaan kursi roda senilai Rp 1.000.000 telah diserahkan. Semoga Ahmad bisa dapat lebih beraktifitas dengan baik dan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 14 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Ahmad menderita lumpuh kaki


EKO WAHYU UTOMO (27, Disabilitas berat). Alamat : Desa Kesambi, RT 02/ RW 04, Kec. Mejobo. Kab kudus. Prov Jawa Tengah. Eko adalah anak pertama dari tiga bersaudara di keluarga Bapak Supriadi (52) dan Ibu Sri Wahyuningsih (44). Semenjak lahir, Eko telah mengalami keterbatasan. Tidak banyak yang bisa dilakukannya. Sehari-harinya Eko hanya bisa tiduran dan menggunakan kursi roda. Ia memiliki dua orang adik yang berusia 21 tahun dan 12 tahun. Ayahnya bekerja sebagai buruh cetak dan Ibunya sebagai Ibu rumah tangga harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga mereka. Keluarga ini tidak memiliki jaminan kesehatan dan mengungkapkan keresahannya. Team Sedekah Rombongan Kudus merasakan kesulitan yang ada. Dengan ini santunan disampaikan untuk keperluan biaya hidup Ahmad sehari-harinya. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 13 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Eko seorang penyandang disabilitas


EKO ZULIANTO (20, Disabilitas dan Kelainan Darah). Alamat : Ds. Kirig RT 03 / RW 02. Kec. Mejobo, Kab. Kudus, Kudus, Jawa Tengah. Putra dari pasangan Bapak Suparto (40) dan Ibu Sumi (47) ini semasa kecilnya memiliki kondisi tubuh yang normal. Eko dapat beraktifitas selayaknya anak laki-laki seusianya. Namun suatu ketika Eko terjatuh dan mengalami demam tinggi. Semenjak itu Eko tidak mampu lagi berjalan dan kondisi kakinya jadi tertekuk. Selain itu, Eko juga mengalami kelainan darah. Jika sakitnya itu sedang kambuh, kulitnya membengkak dan memerah. Sehari-harinya Eko hanya tidur dikasur dan harus mengenakan popok karena tidak mampu beraktifitas dengan normal. Keluarga tersebut memiliki BPJS PBI. Sang Ayah sebagai kepala keluarga sehari-harinya menafkahi keluarga dengan bekerja sebagai Buruh. Eko masih mempunyai seorang adik perempuan. Kini Eko sudah berhenti kontrol dan pihak keluarga memutuskan untuk mencoba pengobatan herbal. Tim Sedekah Rombongan Kudus merasakan kesulitan dari keluarga Bapak Suparto. Dengan ini bantuan disampaikan untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan kondisi kesehatan tubuhnya dapat bergansur membaik dengan pengobatan yang sekarang tengah dijalaninya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 13 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Eko seorang penyandang disabilitas dan kelainan darah


ETTY PRATIWI (44, Kanker Payudara dan Liver). Alamat : Ds. Pasuruhan Lor RT 01 / RW 10. Kec. Jati, Kab. Kudus, Kudus, Jawa Tengah. Pada empat tahun yang lalu, Ibu Etty terdiagnosa mengalami sakit kanker payudara. Beliau sudah rutin menjalani kemoterapi hingga saat ini. Namun sekarang livernya justru ikut terdiagnosa sakit sehingga harus menjalani dua pengobatan sekaligus. Ibu Etty terdaftar di BPJS Kelas 3. Suami Ibu Etty bekerja sebagai penjual lentog (salah satu makanan khas kota Kudus). Pasangan ini telah dikaruniai tiga orang anak. Dan karena keterbatasan biaya, mereka hingga harus menjual rumah tempat mereka untuk keperluan biaya transportasi dan berobat di rumah sakit. Tim Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami keluarga Ibu Etty. Dengan ini bantuan disampaikan untuk Ibu Etty sebagai biaya akomodasi dan rawat jalan di RSUP Kariadi Semarang. Semoga Penyakit beliau dapat segera disembuhkan dan kondisi organ livernya tidak semakin memburuk.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 09 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Ibu Etty terdiagnosa mengalami sakit kanker payudara dan liver


LUTFI AKIM (5, Hydrocepalus). Alamat : Kesambi, RT 03 / RW 04. Mejobo, Kab. Kudus, Jawa Tengah. Lutfi, Putra tunggal dari pasangan Bapak Ahmad Arifin (46) dan Ibu Sumiah (43) saat berumur satu tahun terdiagnosa sakit hydrocepalus. Kondisinya sewaktu itu sudah terlambat pengobatan karena kepalanya sudah membesar. Setelah itu Lutfi menjalani pengobatan dengan pemasangan selang. Saat berumur tiga tahun, lutfi mengalami demam tinggi karena selangnya macet. Lutfi segera dioperasi kembali untuk ditambahkan selang. Dampak dari macetnya selang dan demam tinggi membuat saraf tidak bisa bekerja dengan baik. Lutfi terdaftar dalam BPJS PBI. Keluarga tersebut membutuhkan bantuan sebuah kursi roda karena sejak saat itu kaki Lutfi terus tertekuk dan tidak dapat lurus. Tim Sedekah Rombongan Kudus merasakan kesulitan yang ada saat Bapak Arifin yang bekerja serabutan mengungkapkan keresahannya. Dengan ini bantuan berupa pengadaan kursi roda senilai 1.000.000 telah disampaikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan Lutfi dapat beraktifitas dengan baik menggunakan kursi roda tersebut.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian @andreyherdian @akuokawai

Luthfi terdiagnosa sakit hydrocepalus


MUKAYAH BINTI ABU AMAR (62, Malunion Fracture / Tulang kaki bengkok). Alamat : Cempaka Raya, RT 01 / RW 03, K. Kab kudus. Prov Jawa Tengah. Katonsari, Demak, Jawa Tengah. Tahun 2016 yang lalu, awalnya Ibu Mukayah jatuh terpeleset. Karena berpikiran tidak ada yang perlu diperiksakan, Oleh kelurga tidak dibawa kerumah sakit, hanya dibiarkan saja. Namun lama kelamaan bentuk tulang kaki menjadi bengkok dan sulit digunakan untuk berjalan. Pada akhirnya Ibu Mukayah dibawa ke RSUD Demak untuk dilakukan pemeriksaan. Beliau dinyatakan mengalami patah tulang dan dirujuk ke RSU Suharso Solo. Sekitar 3 bulan yang lalu sudah dilakukan operasi di RSU Suharso Solo. Saat ini Bu Mukayah masih menjalani kontrol rutin sebulan sekali. Bu Mukayah terdaftar dalam BPJS. Sebelumnya Beliau berjualan di kantin Madrasah dan semenjak sakit, beliau sudah tidak bisa berjualan lagi. Bapak Samian (64), Suami dari Ibu Mukayah yang sehari-harinya sebagai Marbot Masjid mengungkapkan kesulitannya karena keterbatasan biaya untuk akomodasi berangkat ke Solo kembali. Biaya transportasi untuk kontrol ke Solo dengan sewa mobil sekali berangkat memerlukan biaya sekitar Rp. 800.000. Dan saat ini, Bapak Samian juga sakit katarak. Tim Sedekah Rombongan Demak merasakan kesulitan Beliau. Dengan ini bantuan telah disampaikan untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit Umum Suharso Solo, Jawa Tengah. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat sehingga Beliau dapat menjalani pengobatan kontrol rutin dengan baik dan bisa berjalan kembali dengan normal.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian Wahyu @akuokawai

Bu Mukayah mengalami patah tulang


PRAMUDIYA INDRASTA (9, Glycoma batang otak). Alamat : Pasir RT 03 / RW 03, Kec. Mijen. Demak. Prov Jawa Tengah. Katonsari, Demak, Jawa Tengah. Sekitar pertengahan 2017 lalu, Pramudiya mulai merasakan sakit. Awalnya pandangan matanya merasa kabur. Selang beberapa waktu, tubuh bagian kirinya tidak bisa digerakkan. Setelah diperiksakan, Pramudiya dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang karena terdiagnosa menderita penyakit Glycoma batang otak. Pramudiya telah terdaftar dalam BPJS. Ayahnya, Revi Devi Setiyanto (32) bekerja sebagai nelayan dan Ibunya, Dewi Ulya Zuarifah (31) adalah seorang Guru Honorer. Saat ini Pramudiya telah menjalani program penyinaran di RSUP Kariadi Semarang. Selanjutnya diminta untuk rutin kontrol ke RSUP Kariadi Semarang. Karena keterbatasan biaya untuk berobat dan mahalnya harga obat yang tidak masuk dalam daftar yang dibiayai oleh BPJS, keluarga Bapak Revi sangat membutuhkan bantuan untuk dapat kembali melanjutkan pengobatan serta untuk biaya transportasi ke Semarang. Bapak Revi mengungkapkan kesulitannya pada Tim Sedekah Rombongan karena sangat ingin kesembuhan bagi buah hati tercinta. Dengan ini bantuan telah disampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan ke RSUP Kariadi Semarang. Semoga kondisi kesehatan Pramudiya bisa berangsur membaik dan anggota tubuhnya dapat normal digerakkan kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Juni 2018
Kurir: @andreyherdian Wahyu @akuokawai

Pramudya menderita penyakit Glycoma batang otak


Abdullah Anis Syukurillah ( 28, Gangguan Jiwa ). Alamat: Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan SR. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seiring waktu jumlah ini akan terus bertambah. Seorang pasien jiwa yang dirawat di Panti Hafara bernama Abdullah Anis Syukurillah, memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Sebab, ia harus menjalani pengobatan jangka panjang yang meliputi pengobatan secara medis maupun batin. Untuk itu, SR coba menyokong biaya pengobatan Anis melalui Panti Hafara sebesar dua juta rupiah. Perkembangan kesehatan jiwa Anis kini semakin lama semakin membaik. Bantuan untuk Anis sebelumnya dapat dilihat dalam rombongan 1138. Semoga kesehatan jiwa Anis dapat segera sembuh dan membaur kembali ke masyarakat.

Jumlah Santunan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 17 juli 2018
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Anis menderita gangguan jiwa


SUKIRNO BIN SAHID (41, Tuberkulosis Paru). Alamat : RT 3/10, Dusun Cinganguk, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Desember 2014 Bapak Sukirno mulai sakit-sakitan kemudian berobat ke Rumah Sakit (RS) Mitra Ariva Ajibarang. Bapak Sukirno menjalani rawat inap selama satu hari satu malam. Selanjutnya pengobatan diteruskan di puskesmas. Beberapa waktu kemudian Bapak Sukirno menglami drop lalu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang pada bulan Januari 2016. Setelah pulang Bapak Sukirno diperiksakan lagi ke dokter Sigit Patikraja dan diketahui paru-parunya terdapat cairan. Oleh dokter dirujuk kembali ke Rumah Sakit Margono Soekardjo dan menjalani rawat inap selama 1 minggu. Sampai saat ini Bapak Sukirno menjalani rawat jalan dan harus kontrol sebulan sekali. Kondisi beliau saat ini sangat memprihatinkan, Bapak Sukirno tidak bisa lepas dari tabung oksigen. Sehari memerlukan 1 tabung ukuran besar seharga Rp 95.000,00 padahal kondisi ekonominya kekurangan. Bapak Sukirno sebelumnya bekerja sebagai sopir namun setelah sakit tidak bisa bekerja. Istrinya Ibu Kusiyanti (39) hanya mengurus rumah tangga, dan mempunyai 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. Selama pengobatan Bapak Sukirno menggunakan JKN KIS- PBI. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sukirno sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Bapak Sukirno segera sehat dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2018
Kurir : @ddeean @menttariii Izul Rahayu

Pak sukirni menderita TB Paru


ANDI SETIAWAN (29, Kecelakaan Kerja). Alamat : RT 2/6, Dusun Karangnangka, Kelurahan Karangnangka, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2015 saat bekerja di pertambangan timah di Bangka Belitung, Andi mengalami kecelakaan kerja yaitu tertimpa tanah liat yang sudah kering dan cukup besar. Andi segera dibawa ke rumah sakit di Bangka Belitung selama satu minggu, setelah itu dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jakarta. Dari pemeriksaan dokter ternyata syaraf bagian pinggang terkena cukup parah. Karena dokter tidak mampu menangani akhirnya pihak keluarga membawanya pulang ke kampung dan hanya menjalani pengobatan pijat urut saja selama satu tahun, namun tidak ada perubahan. Kondisi Andi saat ini tidak bisa beraktivitas, tubuh bagian pinggang ke bawah sudah tidak bisa berfungsi. Andi hanya menghabiskan waktu sehari-harinya di ranjang tidurnya dengan posisi tengkurap. Selama pengobatan tidak mempunyai jaminan kesehatan, sedangkan dari pihak perusahaan tempat bekerja pun tidak bertanggungjawab karena bukan dari perusahaan resmi. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Andi Setiawan sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Andi segera sehat dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2018
Kurir : @ddeean @menttariii Rahayu

Pak andi mengalami kecelakaan kerja


AJIS NUHAYANTO (40, Abses pada Selangkangan). Alamat : Jalan Bougenvil No. 31, RT 2/4, Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Ajis mulai sakit beberapa bulan yang lalu. Awal mula terdapat benjolan sebesar kelereng pada bagian selangkangan Bapak Ajis lambat laun keluar nanah dan rasa sakit yang luar biasa. Lalu dibawa ke puskesmas namun tidak ada perkembangan apapun. Selanjutnya diperiksakan kembali di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun, ternyata benjolan itu merupakan abses. Abses adalah penumpukan nanah pada satu daerah tubuh dikarenakan adanya infeksi. Sekitar bulan Juni dilakukan tindakan operasi kecil untuk mengangkat benjolan tersebut. Sampai saat ini kondisi Bapak Ajis sudah jauh lebih baik. Selama pengobatan Bapak Ajis tidak mempunyai jaminan kesehatan. Dengan kondisi yang sudah tidak bekerja tentu Bapak Ajis sangat keberatan untuk menanggung operasi kecil yang menghabiskan biaya sekitar Rp. 5.000.000,-. Istrinya, Ibu Yuli (37) tidak bekerja dan hanya mengurus rumah tangga. Mereka mempunyai 2 orang anak yang masih kecil, sehingga kesulitan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Ajis dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Bapak Ajis diberikan kesehatan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2018
Kurir : @ddeean @menttariii izul Rahayu

Pak ajis menderita abses di selangkangan


BADRIYAH BIN KASMURI (44, Gagal Ginjal + Hipertensi). Alamat : RT 1/4, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada akhir tahun 2017, Ibu Badriyah sering mengeluh merasa sesak nafas dan sering merasa sakit pada pinggang dan kepala. Beliau langsung berobat ke bidan setempat, namun tidak kunjung sembuh justru semakin merasa pusing dan muntah. Bulan Februari 2018 lalu, beliau diopname di Rumah Sakit Manunggal Buntu (RSM) dan didiagnosis oleh dokter menderita gagal ginjal ,hipertensi. Ibu Badriyah diwajibkan untuk cuci darah 2 kali dalam sepekan yaitu di hari rabu dan sabtu. Kondisi beliau saat ini masih harus rutin cuci darah dan masih sering kambuh hingga akhirnya bulan April lalu beliau harus dirujuk ke RS PKU Gombong dikarenakan kadar hemoglobinnya rendah. Suaminya, Supardi (53) hanya seorang buruh penderes nira. Selama berobat Ibu Badriyah dibantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, beliau mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena Ibu Badriyah dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi. Selain itu beliau juga kesulitan dalam hal akomodasi untuk berobat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Badriyah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan akomodasi berobat. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat untuk Ibu Badriyah dan semoga beliau lekas sembuh sehingga dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @yaswi_rd

Bu Badriah menderita gagal ginjal ,hipertensi


JUAN REVI MAHARDIKA (4, Radang Sendi + Leukemia). Alamat : RT 2/4, Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Awal Juni 2017 orang tua Dik Juan mendapati sendi tangan dan kaki anaknya tiba-tiba membengkak. Kemudian Dik Juan dipijat dengan harapan pembengkakan pada sendinya berkurang namun kondisinya tidak membaik. Lalu ia dibawa berobat ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari Buntu dan diberikan beberapa obat, tetapi kondisi sendinya semakin membengkak. Orang tua Dik Juan lalu merujuknya ke dokter spesialis anak, dr. Hartono dan dianjurkan untuk kontrol selama 10 hari. Namun setelah kontrol 10 hari kondisi Dik Juan tidak menunjukkan perkembangan ke arah membaik. Karena kondisinya yang seringkali kambuh, akhirnya orang tua Dik Juan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan harus di opname selama 6 hari. Dokter mendiagnosa Dik Juan menderita radang sendi komplikasi leukemia, lalu di rujuk ke RS Sarjito Jogja. Karena kondisinya tersebut, saat ini Dik Juan masih menjalani kemoterapi dan transfusi darah di RS Sarjito. Kondisi saat ini Dik Juan masih merasa nyeri dan kesemutan untuk berjalan, telapak kakinya membiru, lemas. Ayahnya, Imam Santoso (29) bekerja sebagai buruh harian lepas. Sementara ibunya, Marhamah (25) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan yang kecil membuat ayah Dik Juan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai keperluan akomodasi untuk kontrol Dik Juan. Selama berobat Dik Juan dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Juan dan keluarga. Santunan dari sedekaholic diberikan untuk biaya akomodasi kontrol ke RS Sarjito Yogyakarta dan biaya kehidupan sehari-hari. Santunan sebelumya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1091. Semoga dapat bermanfaat serta Dik Juan dapat kembali sehat dan tumbuh dengan ceria.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @yaswi_rd

Dik Juan menderita radang sendi komplikasi leukemia


EVAN ZIGGY SAVERIO (2, Kelainan Jantung). Alamat : Banjarparakan, RT 2/10, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak lahir, bibir dan badan Dik Evan biru-biru. Menginjak usia 1 tahun, evan terlihat mudah lelah dan seringkali sessak nafas. Orang tua Dik Evan memeriksakan Dik Evan ke poli anak Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis ada kelainan di jantung Dik Evan. Karena keterbatasan biaya, pengobatan Dik Evan terhenti hingga 1 tahun. Awal tahun 2018 Dik evan kembali menjalani pengobatan di RSMS dan dirujuk ke poli Jantung RSUP dr. Sarjito. Ayah Dik Evan, Bapak Sadim (35) bekerja sebagai pelukis layangan sedangkan Ibu Dik Evan, Ibu Dwi Astuti (35) hanyalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Sadim hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengobatan Dik Evan terbantu oleh Jaminan Kesehatan berupa JAMKESDA Kabupaten Banyumas. Alhamdulillah, Dik Evan dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan dari Sedekaholics diberikan untuk membantu operasional berobat ke RSUP dr. Sarjito. Semoga bantuan tersebut bermanfaat dan Dik Evan dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juli 2018
Kurir : @ddeean @yaswi_rd

Evan mengalami kelainan di jantung


RETVI ARSANTI (18, Jantung Bocor). Alamat : RT 3/3, Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak kecil, Retvi Arsanti atau akrab dipanggil Retvi, didiagnosis mengalami Ventricular Septal Defect tipe Double Commited Subarterial (VSD DCSA) atau kebocoran jantung yang terletak di perempatan jantung. Hal tersebut pertama kali teridentifikasi saat Retvi berusia 7 bulan. Dokter umum yang memeriksa Retvi menyatakan ada suara gemuruh di jantungnya. Retvi pun dirujuk ke dokter spesialis jantung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Retvi menderita jantung bocor. Ia pun menjalani pengobatan selama 1 tahun. Alhamdulillah kondisi Retvi membaik. Namun, setelah beranjak remaja dada Retvi sering sakit, sesak nafas dan pusing. Awalnya ia diperiksakan di Rumah Sakit (RS) Banyumas, kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dokter pun menyatakan bahwa Retvi harus segera diobati dan ditangani oleh beberapa dokter spesialis bedah. Retvi adalah putri dari almarhum Purwoko dan Dwi Nugrahayu (49). Ibunya bekerja sebagai buruh cuci di lingkungan rumahnya. Penghasilan keluarga mereka hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Retvi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JAMKESMAS yang dimilikinya. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya akomodasi dan operasional selama kontrol. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Retvi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan operasional selama kontrol. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 1121. Retvi masih menjalani kontrol rutin setiap 6 bulan sekali ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk memantau kerja jantungnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juni 2018
Kurir : @ddeean @ddeean @yaswi_rd

Retvi didiagnosis mengalami Ventricular Septal Defect tipe Double Commited Subarterial (VSD DCSA)


ANDI ARIFIN (30, Remuk Tulang Kaki Kanan dan Kiri). Alamat : Pekaja, RT 7/1, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Agustus 2017, Bapak Andi mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kedua tulang keringnya hancur dan harus dioperasi. Pada bulan itu juga Bapak Andi dioperasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo. Akibatnya beliau harus menggunakan pen dalam pada kaki kirinya, sedangkan kaki kanannya menggunakan pen luar. Seiring berjalannya waktu, Bapak Andi tidak merasakan perubahan sampai akhirnya dianjurkan untuk berobat di Rumah Sakit Ortopedi (RSOP) Dr. Soeharso Solo. Dikarenakan tulang kering kaki kanan tak kunjung tumbuh, dokter menyarankan Bapak Andi untuk mengganti pen luarnya dengan jenis pen yang lain. Saat ini Bapak Andi sedang menunggu antrian untuk memasang pen barunya. Kewajiban Bapak Andi sebagai kepala rumah tangga terpaksa digantikan oleh istrinya, Anifah (25) yang saat ini bekerja sebagai pengasuh anak rumahan. Selama pengobatan, Bapak Andi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau mengalami kesulitan dalam hal akomodasi dan transportasi kontrol ke RSOP Dr. Soeharso Solo. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Andi sehingga dapat menyampaikan amanah dari sedekaholic. Semoga bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bapak Andi, dan semoga beliau lekas sembuh dan bias beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2018
Kurir : @ddeean @yaswi_rd

Bapak Andi mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kedua tulang keringnya hancur


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Juni 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan.,
Tune Up,Ganti Oli Ringan Dan Service Ringan. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1090.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.638.097,-
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir : @ddeean Khaerul

Biaya operasional Juni 2018


JANUAR DAFFA MAULANA (4, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini,tak ada keluhan yang berarti, konsidi Daffa lebih baik dari bulan lalu dimana kulit mukanya tampak lebih halus,pengelupasan banyak berkurang. Hal dikarenakan Daffa mencoba memakai cream pelembab baru, hanya saja cream ini hanya saja, pemakaian cream ini hanya cocok untuk muka saja,tak cocok untuk bagian tubuh lainnya. Padahal pengelupasan kulit diseluruh bagian tubuhnya. Tapi tak mengapa, cukup menggembirakan setidaknya ada pengurangan dalam pengelupasan kulit muka Daffa sehingga kulit mukanya tampak lebih halus dari sebelumnya. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan lebih banyak dalam penggunaan cream khusus vasline noroid cream untuk bagian tubuh kecuali muka, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Tak hanya itu, Daffa juga harus mandi susu murni paling tidak seminngu sekali. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Untuk proses tumbuh kembangnya saat cukuplah menggembirakan mengingat Daffa bisa mengikuti perkembangan anak seusianya, baik dari segi motorik maupun kemampuan verbalnya. Bahkan saat ini Daffa sudah masuk pendidikan PAUD, mampu bergaul dan berbaur dengan teman-temannya. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Dalam satu bulan Daffa membutuhkan cream pelembab paling sedikit 4 pot. Daffa yang sebelum ditangani #Sedekah Rombongan sempat terhenti pengobatannya, merasa sangat terbantu setelah menjadi pesien dampingan #Sedekah Rombongan. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@dodo

Daffa menderita kelainan kulit ini sejak lahir


FARID ABDULLAH( 2, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Normalnya satu tahun setelah operasi pembuatan anus, harusnya sudah dilakukan penutupan stoma dan bisa BAB lewat anus. Tapi Farid belum bisa menjalani operasi lanjutan karena kondisi jantung tidak memungkinkan. Begitu juga jika akan dilakukan tindakan operasi jantung diharuskan tak ada luka yang masih terbuka. Sementara sampai saat ini masih ada stoma karena belum dilakukan penyambungan usus keanus serta penutupan stoma. Untuk itulah saat ini tetap difokuskan dalam penanganan kondisi anusnya. Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak. Tapi ada masalah lain lagi bulan ini Farid sering mengalami panas,diare, penurunan trombosit bahkan sempat dirawat di RS terdekat, serta menjalani transfusi daarah sebanyak 4 colf. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


REEALINO YUANZAH (2, kelainan jantung+kelainan fisik). Alamat Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Balita ini biasa dipanggil Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik berupa mata salah satu membesar, kelainan di salah satu telinga serta tak adanya testis di alat kelaminnya. Penyebabnya karena ketidaktahuan ibunya bahwa sedang hamil saat menjalani operasi usus buntu. Efek dari obat bius pada saat penanganan operasi ibunya membuat janin mengalami masalah perkembangan. Sampai usia dua tahun inipun tumbuh kembang Lino sangatlah lambat. Jika anak seusianya sudah bisa berjalan ahkan berlari, Lino masih tergolek lemah, jangankan berjalan dudukpun belum kuat. Sejak lahir hidup Lino tak lepas dari pengobatan ke RS. Saat ini Lino merupakan pasien rawat jalan di RSD.Moewardi Surakarta. Berangkat sebelum subuh sampai rumah selepas isya’ sudah jadi rutinitas tiap kali kontrol ke RS. Jauhnya jarak tempuh ke RS tentulah jadi salah satu kendala. Belum lagi jarak dari desa tempat Lino tinggal sampai jalan raya juga jauh dan tak ada akses kendaraan umum. Bahkan dalam perjalananpun harus melintasi hutan yang cukup luas. Bisa dibayangkan betapa pelosoknya tempat tinggal Lino. Untuk sampai ke jalan raya mereka harus menyewa mobil tetangga, untuk kemudian disambung naik bus umum. Naik bus umum terpaksa jadi pilihan karena jika menyewa mobil sampai ke Solo sudah pasti membutuhkan biaya lebih banyak apalagi dalam jangka waktu seharian. Biaya sewa tentulah mahal dan mereka tak mampu untuk biaya itu. Tak cukup 500 ribu untuk sekali kontrol. Lino adalah putra kedua dari pasangan Bapak Sular dan Ibu Ratmi. Keseharian orang tua Lino bekerja serabutan. Ayahnya merantau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya sebagai buruh cuci. Sampai saat ini keluarga Lino pun masih menumpang di rumah neneknya Lino. Keluarga Lino memang peserta BPJS Mandiri, yang menjadi kendala tak hanya biaya akomodasi tapi juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mengingat keluarga Lino juga masih membiayai sekolah kakaknya Lino. Pasca operasi pemasangan ring ini, kondisi Lino cukup stabil, tak ada keluhan seperti bulan sebelumnya seperti panas, atau diare. Dari hasil pemeriksaan selama ini di RSD.Moewardi Surakarta, Lino disarankan menjalai operasi di Jakarta. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, sampai sekarang Lino masih bertahan menjalani pengobatan di RSD.Moewardi Surakarta. Kini Lino menjadi pasien dampingan #SRWonogiri. Sedekaholic bantu Lino untuk sembuh, harapan kita Lino dapat disembuhkan dan bisa tumbuh seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @mawan,@nonis,@dodo

Lino menderita kelainan jantung, kelainan fisik


MTSR WONOGIRI ( AD9061PR, Operasional Juli 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 1 (MTSR 1) saat ini hampir setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. MTSR ini sekarang sudah berganti plat nomer kendaraan dari yang awalnya B1732KHZ berubah menjadi AD9061PR. MTSR ini menjadi armada ujung tombak pergerakan #SRWonogiri. Roda MTSR berputar sejauh puluhan bahkan ratusan kilometer disetiap pergerakannya. Medan yang ditempuhpun tak semudah jalanan kota. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini, walaupun harus naik turun pegunungan, keluar masuk pelosok desa. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Berangkat sehabis subuh pulang malam adalah hal biasa mereka jalani demi mengantar pasien berobat ke RS. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Juni ini sebagaimana laporan berikut antara lain biaya operasional seperti bbm.

Operasional : Rp 1.300.000,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @mawan,all tim

Biaya operasional Juli 2018


RAFAEL FAJAR SUTRISNO (1, Megacolon). Alamat Dsn. Baran RT 01/08, Ds. Puloharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bayi mungil lucu ini putra kedua dari Bapak Wahyu Sutrisno dan Ibu Tarti. Rafael, nama panggilan bayi ini terlahir pada tanggal 22 Juni 2018 secara normal di RSUD Wonogiri. Awalnya sempat ditangani bidan terdekat, tapi karena ada indikasi keracunan air ketuban maka segera di rujuk ke RSUD Wonogiri danmasuk ruang perawatan inkubator. Dua hari setelah kelahirannya,Rafael mulai menunjukkan adanya ketidaknormalan, yaitu tak bisa BAB (Buang Air Besar). Sempat dicurigai atresia ani atau tak memiliki lubang anus. Setelah diperiksa ternyata kecurigaan tak terbukti. Diagnosa sementara waktu itu ditemukan adanya infeksi di usus besarnya, Rafael sementara bisa BAB dengan di bantu obat pacu BAB. Belakangan baru diketahui bahwa Rafael menderita kelainan di ususnya, dimana ada bagian usus yang tak bisa berfungsi. Rafael didiagnosa menderita Megacolon Contingental, dan satu-satunya jalan pengobatan harus dilakukan tindakan operasi, itupun sifatnya segera. Mengetahui kondisi Rafael menderita sakit Megacolon Contingental, tim dokter RSUD Wonogiri segera merujuk Rafael ke RSD Moewardi Surakarta. Selama 21 hari dirawat di RSUD Wonogiri, akhirnya Rafael diperbolehkan pulang untuk melanjudkan pengobatan ke RS rujukan, mengingat RSUD Wonogiri belum memiliki dokter specialis bedah anak. Diperbolehkannya pulang tak lantas membuat keluarga Rafael bernafas lega, tapi justru kebingungan karena ketiadaan dana mengingat Rafael tak memiliki kartu Jaminan Kesehatan apapun. Ayahnya memang terdaftar KIS PBI, namun sayangnya Ibunya belum terdaftar. Hal ini jadi kendala utama kepengurusan BPJS nya karena salah satu keluarga sudah terdaftar KIS PBI maka Rafael tak bisa dibuatkan BPJS Mandiri dengan percepatan aktivasi, artinya harus menunggu 14 hari masa aktif, tak bisa langsung aktif. Sementara kondisi urgent, tindakan operasi harus segera dilakukan, mengingat perut bayi semakin membesar. Pak Wahyu yang bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu tentulah kebingungan memikirkan biayanya. Untuk biaya selama 21 hari di RSUD memang total sudah di biayai oleh Pemkab, akan tetapi untuk selanjudnya Pemkab tak bisa mengcover lagi karena memang belum ada anggaran untuk biaya RS luar daerah. Mengetahui kondisi salah satu warganya Pak Camat segera menghubungi tim Sedekah Rombongan Wonogiri, bahkan beliau sendiri yang bertindak sebagai surveyornya. Kondisi keluarga Rafael memang benar-benar memprihatinkan. Menempati lahan yang dipinjamkan sementara oleh salah seorang warga, keluarga Rafael tinngal disebuah rumah mungil berdinding papan triplek, beralas tanah. Memang layak dibantu, tim #SR Wonogiri memutuskan melakukan pendampingan segera dan untuk sementara menggunakan biaya umum. Akhirnya setelah dirujuk ke RSD Moewardi Surakarta, Rafael segera tertangani dan menjalani operasi selama kurang lebih 7 jam. Sekitar 20 cm usus Rafael yang tak berfungsi dipotong dan di buang. Pasca operasi kondisi Rafael pun stabil, setelah seminggu lebih Rafael diperbolehkan pulang dan sekarang rutin kontrol seminggu sekali. Berkat Sedekaholic Rafael dapat menjalani operasi. Adapun biaya bulan ini digunakan untuk biaya operasi, pengobatan dan perawatan RS.

Bantuan : Rp 12.018.558
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Maria, @ Sarno

Rafael menderita megacolon


MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional Juli 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR, merupakan MTSR 2 dimana menjadi kendaraan kedua yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Bulan ini biaya operasional antara lain, operasional bahan bakar (bbm). Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Operasional : Rp 2.450.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @mawan, all tim

Biaya operasional Juli 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, Juli 2018 ). Lokasi Dsn Klampisan RT 01/03, Ds. Kaliancar, Kec.Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Adapun pengeluaran RSSR bulan ini untuk keperluhan kebutuhan di RSSR, serta sumbangan kampung menyambut hari Kemerdekaan RI.

Operasional : Rp 545.262,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir :@mawan, all tim

Biaya operasional Juli 2018


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Juli 2018). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Juli 2018 sebesar Rp 3.312.832,- di gunakan untuk pembelian BBM, biaya cuci mobil, tambal ban, biaya servis, pembelian alarm, pembelian 2 buah ban dan Jasa driver. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR 1 Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 2.

Jumlah Bantuan : Rp 3.312.832,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Juli 2018


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Juli 2018). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Juni 2018 sebesar Rp 3.702.223,- di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, ganti oli, kampas rem serta jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 2.

Jumlah Bantuan : Rp 3.702.223,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Juli 2018


MTSR 1 MAGETAN, (AE 8066 NE, Biaya Inventaris Pengecatan Body Mtsr ). Hampir 3,5 tahun MTSR 1 Magetan menebar manfaat di Kabupaten Magetan, Ngawi, Madiun, Ponorogo dan sekitarnya untuk membantu duafa yang sakit menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit daerah sampai harus di rujuk ke luar kota. Solo dan Yogyakarta adalah tujuan utama pasien rujukan dari Magetan dan sekitarnya. Seiring dengan mobilitas Mtsr 1 Magetan maka diperlukan pemeliharaan yang intensif. Ganti oli secara teratur, ganti kampas rem secara berkala karena medan Magetan yang naik turun, servis kaki-kaki dan perawatan lain yang dibutuhkan. Pada bulan Agustus 2018 ini Mtsr 1 Magetan melakukan perawatan pengecatan Body Mtsr. Diharapkan dengan pemeliharaan ini Mtsr terlihat lebih bersih sehingga menambah kenyamanan dalam pelayanan pengobatan pasien. Sebelumnya laporan keuangan MTSR 1 Magetan masuk pada rombongan 2.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Biaya inventaris pengecatan body Mtsr


RSSR MAGETAN, (Sembako pasien bulan Juli 2018). Alamat : Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Kebutuhan pokok yang diperlukan antara lain : Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk dan lain- lain. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan konsumsi pasien selama bulan Juli 2018. Laporan sebelum nya masuk rombongan 2.

Jumlah Santunan : Rp 704.700,-
Tanggal : 31Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya sembako pasien bulan Juli 2018


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Juli 2018). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan rekening air, listrik, telpon, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Juli 2018 setelah sebelum nya masuk rombongan 2.

Jumlah Santunan : Rp 1.857.758,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Juli 2018


ALM. RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Dan menurut jadwal seminggu sekali ke Solo. Padahal sakit leukimia yang dideritanya, dan dirujuk berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111x, baru dijalani 27 kali. Tiap 10 hari kemo. Jadwal terakhir adalah tanggal 24 Januari 2017. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Setelah bantuan yang sudah kesekian kali disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, ternyata Allah berkehendak lain. Riski meninggal dunia. Selamat jalan dek Riski, ananda sudah lebih tenang di sisi- Nya. Semoga ibu dan keluarganya diberi kesabaran dan keikhlasan. Santunan kematian pun disampaikan untuk biaya penguburan alm. Rizky. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang selama ini telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Rizky mengalami penyakit leukemia


AJENG SUKMA AYU (7, Syaraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tdak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia – 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda, bantuan dari dinas sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkn ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan teraphi secara rutin oleh ayahnya ke RSUD Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Solo (Rsud. dr. Moewardi). Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan teraphi di Rso Soeharso Solo. Saat ini dek Ajeng persiapan menjalani operasi. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng masih mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin teraphi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan kedelapanpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133 dan 1142. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Ajeng menderita sakit syaraf


MUDJIATI BINTI MARYO MARNI (53, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Bangunsari, Desa Sukosari, RT 4/1, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Mudji biasa dipanggil oleh tetangga demikian, adalah seorang ibu dengan 2 orang anak. Bu mudji telah berpisah dengan suaminya 22 tahun yang lalu. Untuk kebutuhan sehari – hari, bu Mudji bekerja sebagai buruh cuci di sebuah keluarga di daerah Caruban Kabupaten Madiun. Bu Mudji menderita sakit sejak 2011 dan operasi pada tahun 2013 di RS Aisiyah Ponorogo dan menjalani Kemo 3 kali di RS Aisyah Ponorogo. Bu Mudji menggunakan Jamkesmas, awal 2014 Jamkesmas berganti KIS akhirnya di rujuk ke RSUP dr. Sutomo Surabaya. Untuk saat ini beliau kesulitan biaya untuk ongkos ke Surabaya dan biaya kos selama menjalani pengobatan di sana. Bu Mudji memiliki keinginan sembuh yang tinggi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Mudji. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Mudji. Bantuan kedelapanpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116, 1124, 1133, dan 1142. Beliau dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan yang telah membantu untuk berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Mudji menderita kanker payudara


GEMI BINTI SADELI (34, Ca Mamae). Alamat : Dusun Kayang, RT 17/3, Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Gemi biasa dipanggil tetangga sekitar. Bu Gemi adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau mempunyai satu anak perempuan dan suaminya bekerja di Bogor sebagai buruh pabrik. Awal mula sakit pada awal bulan September 2017. Beliau 2 kali oprasi di RSUD Dolopo kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Moewardi Solo untuk proses kemoterapi. Dalam proses berobat beliau ditemani kakak kandungnya dan sempat menginap 2 kali di teras RSUP Dr. Moewardi karena menanti hasil laboratorium esok hari dengan alas tidur seadanya. Saat ini beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Beliau kesulitan perjalanan berobat ke RSUP Dr. Moewardi Solo dan biaya kost waktu proses kemoterapi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Gemi. Dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Gemi. Bantuan keenampun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Gemi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1107, 1116, 1125, 1133, dan 1142. Beliau dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekaolics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan karena telah membantu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Gemi menderita kanker payudara


NIRWASITA BINTI KATENI (9, Liver). Alamat : Purworejo Wetan RT 36/4, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Sita panggilan akrab sehari hari, Sita adalah pelajar kelas 2 SD, dalam dua bulan terakhir ini Sita mengalami sakit perutnya membesar. Sita pernah dibawa keluarganya ke RSUD Dolopo namun karena keterbatasan biaya dan belum punya BPJS Sita dibawa pulang. Untuk ke sekolah sehari – hari Sita sering di antar pamannya yang kebetulan satu rumah dengannya. Saat ini Sita tinggal bersama kakek dan neneknya, untuk keperluan sehari – hari Sita di tanggung nenek nya yang bekerja sebagai tukang pijat, karena bapak ibu nya sudah berpisah dan ayahnya yang bekerja serabutan terpaksa menitipkan Sita kepada neneknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sita, dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Sita saat ini. Bantuan keenampun disampaikan kepada Sita, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan lama 1116, 1125, 1133, 1142 dan Rombongan baru 2. Bantuan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu berikhtiar menjemput kesembuhan bagi Sita.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Sita menderita liver


TATIK ERNAWATI (42, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Kranggan RT 10/4, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Tatik, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai dua orang anak. Salah satu anaknya sudah meninggal dunia, sementara satunya sekarang sekolah SMK kelas 11. Mbak Tatik sudah bercerai dengan suaminya. Setahun yang lalu mbak Tatik awalnya merasakan sakit mual – mual, sering sesak nafas. Karena dianggap hal biasa, maka tidak segera diperiksakan sakitnya tersebut. Lama kelamaan semakin parah, akhirnya periksa ke dokter dan ternyata mbak Tatik sakit gagal ginjal dan harus cuci darah secara rutin. Mbak Tatik pada mulanya masih belum mau mengikuti saran dokter, dikarenakan kondisi ekonomi keluarganya yang sangat minim. Ibunyalah yang memberi semangat agar mbak Tatik mau terus berobat. Mbak Tatik yang tinggal di rumah kecil bersama ibu dan anaknya, sejak sakit sudah tidak bisa bekerja. Sementara ibunya yang sudah tua harus tetap bekerja keras supaya tetap bisa untuk makan sehari – hari. Ibunya berjualan bothok di pasar besar Madiun. Anaknya mbak Tatik, alhamdulillah memiliki Kartu Indonesia Pintar sehingga bisa terbantu sekali untuk biaya sekolahnya. Terakhir cuci darah mbak Tatik hari Senin kemarin, dan karena badannya lemas, akhirnya harus ranap. Setiap jadwal cuci darah, mbak Tatik selalu kebingungan nanti siapa yang mengantar. Kalau jadwal pagi, maka bisa diantar anaknya sambil berangkat sekolah. Kalau tidak ada yang mengantar, terpaksa memakai gojek, walau terkadang ibunya harus mencari pinjaman uang ke tetangganya untuk biaya gojek. Karena ibunya ingin sekali mbak Tatik bisa sehat kembali. Mbak Tatik walau memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun merasa sangat tidak mampu untuk biaya transportasi pada saat berobat. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Mbak Tatik. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat. Mbak Tatik sangat gembira dan mengucapkan terimakasih kepada sedekaholic atas bantunan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, sehingga mbak Tatik bisa berobat secara rutin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Tatik sakit gagal ginjal dan harus cuci darah secara rutin


AJIJAH BINTI RAHMIN (42, Tumor Otak ). Alamat : Dusun. Gandu RT 8/3, Desa Matesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Ajijah adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu dari satu anak ini tiba- tiba sering merasakan pusing dan tidak pernah periksa. Dan suatu hari karena sudah tidak tahan dengan sakitnya, bu Ajijah memeriksakan sakitnya dan ternyata diagnosanya tumor otak stadium 4 dan belum pernah operasi. Meski sudah pernah menjalani kemo, namun terhambat biaya akodasi untuk perjalanan ke Rumah Sakit. Bu Ajijah mempunyai fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh bu Ajijah. Alhamdulillah bu Ajijah mendapatkan bantuan ketujuh dari Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1107, 1116, 1125, 1133, dan 1142. Sehingga sekarang bu Ajijah sudah mulai dilakukan sinar secara rutin, dan alhamdulillah sudah ada perkembangan yang baik, badan nampak lebih segar dari sebelumnya dan lebih ceria. Namun pendengaran bu Ajijah agak berkurang. Bu Ajijah mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, sehingga bisa membantu pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Ajijah menderita tumor otak stadium 4


DANIS ALDHIAN FAEZA (6, Leukemia). Alamat : Jl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semangat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, sehingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau diperiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Rsud. dr. Soedono Madiun. Dari Rsud. dr. Soedono Madiun dirujuk ke Rsup. dr. Sutomo Surabaya, sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Rsup. dr. Sutomo. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan ke sembilan pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan lama 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, 1142 dan Rombongan Baru 2. Dek Danis jadwal kontrolnya masih sering/padat dan juga masih sering ranap. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Danis menderita sakit leukemia


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat : Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung. yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS klas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan kesembilanpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1056, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, dan 1142. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RS Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Sebenarnya dek Rifai ingin segera bisa melanjutkan sekolah lagi ke SLTP, harapannya dalam waktu dekat ini dek Rifai bisa lekas menjalani operasi sehingga nanti di tahun pelajaran baru semoga sudah bisa sekolah. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Rifai sudah menderita kelainan jantung


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Operasional Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Moewardi dan juga RSUP. Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, konsumsi dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan baru 2

Jumlah Bantuan : Rp. 5.009.500
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati Allcrew

Biaya Operasional Juli 2018


SADAR SARYONO (19, Tumor Ganas di Ketiak Kanan). Alamat : RT 10/3, Desa Kejambon, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Seperti remaja pada umumnya, Sadar adalah seorang remaja yang mempunyai banyak teman dan mudah bergaul. Suatu ketika, Sadar merasa gatal di bagian ketiak kanannya. Setelah digaruk, lama-kelamaan benjolan tersebut membesar. Menyadari hal tersebut, Sadar tidak langsung berobat atau memberi tahu kedua orang tuanya. Setelah ditegur oleh rekan kerjanya, barulah ia memeriksakan diri di rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia menderita tumor dan harus segera dioperasi. Ia menjalani operasi pembedahan dan pengangkatan tumor pada Januari 2017. Namun pada Juni 2017, jahitan bekas operasinya terlepas saat Sadar bermain bermain bersama temannya di kampung. Ia pun dilarikan keRumah Sakit (RS) Siaga Medika Pemalang. Setelah diperiksa, ternyata ia menderita tumor ganas. Ia pun dirujuk ke RS Margono untuk menjalani kemoterapi. Bulan Maret 2018, Sadar kembali mengeluh benjolan di ketiaknya tumbuh lagi. Ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke RS Margono dan dianjurkan untuk melakukan proses sinar kembali. Selama pengobatannya, Sadar ditemani ibunya, Masrah (60). Ayahnya, Sukarlan (65) bekerja sebagai buruh tani bersama ibunya. Sebelum sakit, Sadar bekerja sebagai penjahit di sebuah usaha konveksi. Penghasilan keluarga yang kecil semakin berkurang semenjak Sadar tidak bekerja. Biaya pengobatannya dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Pengobatan Sadar terkendala biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari saat ia menjalani proses sinar di RS Margono. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sadar sehingga dapat menyampaikan santunan setelah sebelumnya dilaporkan dan masuk rombongan 1054. Semoga bisa membantu kebutuhan sehari-hari. Kondisi Sadar saat ini sudah semakin membaik dan hampir menyelesaikan proses sinar di RS Margono. Semoga pengobatannya berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juni 2018
Kurir : @ddeean @yaswi_rd

Pak safar menderita tumor ganas di Ketiak Kanan


NUR ROHMAH RAMADANI (20, Patah Tulang Kaki Kiri + Hipertiroid). ALAMAT : RT 2/8, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. 3 bulan yang lalu, Nur Rohmah mengalami kecelakaan dan jatuh dari sepeda motor saat pulang kerja. Nur Rohmah yang dibonceng teman mengalami patah tulang paha kiri. Oleh orang orang ditolong dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Tetapi rumah sakit sedang penuh sehingga dibawa ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika. Nur Rohmah dirontgen dan dirawat inap selama 3 hari. Saat dijadwalkan operasi, ternyata menderita hipertiroid sehingga belum bisa di operasi. Oleh pihak rumah sakit disuruh pulang. Selanjutnya keluarga mengusahakan pengobatan alternatif. Tetapi belum ada perubahan dan paha kiri bengkak. Kondisi sekarang bisa duduk dan menggeser tubuh, namun masih terasa sakit saat digerakan. Ayahnya, Bapak Sohir (48) bekerja buruh serabutan, sedangkan ibunya, Ibu Rutini (43) bekerja buruh bulu mata palsu di rumah. Kondisi Nur Rohmah yang demikian membuat bingung keluarga, karena untuk berobat lagi sudah kehabisan biaya. Sedangkan untuk kecelakaan tidak ditanggung BPJS. Untuk kebutuhan sehari hari juga kesulitan. Selama ini Nur Rohmah rutin kontrol untuk hipertiroid menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nur Rohmah dan keluarga untuk menyampaikan santunan dari sedekaholic. Santunan diberikan untuk biaya hidup sehari-hari dan akomodasi kontrol. Berikutnya dijadwalkan untuk periksa kembali ke RSUD. Semoga Nur Rohmah segera dapat dioperasi, sembuh dan dapat beraktivitas lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Nur mengalami patah tulang paha kiri


YUDI PRIANTO (24, Multi Drug Resistant Tuberculosis). Alamat: RT 7/6, Desa Karangtengah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Oktober 2014, Yudi mengalami sakit tipus yang tak kunjung sembuh hingga 1 bulan lamanya. Karena curiga dengan kondisi tersebut, Yudi dibawa ke Balai Pengobatan Paru-paru (BP4) Purwokerto. Hasil pemeriksaan BP4, Yudi positif menderita Tuberkulosis (TBC) yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru. Di BP4, Yudi menjalani terapi obat selama 11 bulan. Hasilnya menggembirakan, Yudi dinyatakan sembuh. Akan tetapi, 4 bulan kemudian sesak nafas Yudi kambuh. Yudi dilarikan ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Setelah menjalani rawat inap selama 5 hari di RSMS, Yudi dibolehkan pulang dan harus menjalani terapi obat selama 8 bulan. Memasuki bulan ke 7, kondisi Yudi menurun drastis. Yudi kembali dibawa ke RSMS. Yudi menjalani rawat inap selama 12 hari di RSMS dan melakukan cek dahak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Hasil laboratorium RSUD Cilacap menyatakan Yudi menderita Multi Drug Tuberculosis (MDR-TB) atau kondisi dimana bakteri tuberkulosisnya telah mengalami kekebalan terhadap minimal 2 macam obat antiTB. Kondisi ini memaksa Yudi menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Saat ini, Yudi memasuki bulan ke 6 terapi suntik dan obat. Yudi, putra kedua dari tiga bersaudara, pasangan Edi Winarto (52) dan Yusriati (47). Ayah Yudi, Bapak Edi Winarto bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibunya, Ibu Yusriati sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, adik Yudi masih berstatus sebagai pelajar SMA kelas 1. Hal ini menambah kesulitan keluarga untuk menjalani perawatan Yudi yang tergolong lama. Biaya pengobatan Yudi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Yudi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi selama ia menjalani kontrol di RSUD Moewardi bulan November-Desember 2017. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1099. Kini keadaan Yudi semakin membaik, sesak nafasnya semakin berkurang dan berat badannya terus naik. Ia juga sudah dapat beraktivitas ringan dan masih kontrol ke rumah sakit. Semoga pengobatan Yudi berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2018
Kurir : @ddeean @menttariii Rahayu

Yudi positif menderita Tuberkulosis


SUGIYONO BIN DUL MUKTI (45, Tuberculosis Paru). Alamat : Jl. Bahrun, RT 4/1, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sugiyono didiagnosis menderita tuberculosis paru pada tahun 2005. Tuberculosis paru merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri tuberculosis. Beliau kemudian dirawat selama 6 bulan. Setelah kondisinya membaik, Bapak Sugiyono kembali bekerja seperti semula. Namun kondisinya kembali memburuk. Bapak Sugiyono kembali batuk dan sesak nafas. Beliau kembali dirawat intensif selama 6 bulan dan kondisinya membaik. Tidak lama kemudian, kondisinya kembali memburuk dan semakin sulit bernafas. Akhir November 2016, beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bapak Sugiyono kemudian dirujuk ke RS Moewardi Solo untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Sebelum sakit, Bapak Sugiyono bekerja sebagai buruh bangunan. Kini beliau tinggal bersama ibu dan adik-adiknya. Ibunya, Rupinah (72) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka dibantu oleh adik-adik Bapak Sugiyono yang juga berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun beliau masih harus memikirkan biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Sugiyono, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi selama kontrol ke RS Moewardi pada bulan November – Desember 2017. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1099. Kini keadaan Bapak Sugiyono semakin membaik, jarang sesak nafas dan sudah kembali bekerja. Saat ini beliau sedang menjalani kontrol di umah sakit. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juni 2018
Kurir : @ddeean @menttariii Rahayu

Bapak Sugiyono didiagnosis menderita tuberculosis paru


MAULANA AZMI KHASNI (3, Tidak Mempunyai Anus). Alamat : RT 6/2, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak lahir, Maulana tidak memiliki anus dan kesulitan untuk buang air besar. Kemudian Maulana dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dr. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dan diberi lubang di perutnya. Namun, Maulana belum bisa di operasi dikarenakan kondisi pertumbuhan badan yang kurang. Saat ini kondisi Maulana sudah membaik dan pada 18 April 2018 sudah melakukan operasi pemasangan ring di RS Dr. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Maulana adalah putra dari pasangan Bapak Vandi Iswanti (40) dan Ibu Watini (37). Bapak Vandi bekerja sebagai buruh, sedangkan Ibu Watini adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Maulana dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun penghasilan orang tua Maulana yang kecil dan tidak menentu, membuat mereka kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Maulana sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari dan akomodasi berobat. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Maulana dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2018
Kurir : @ddeean Khaerul Purnawan @firdhanelis

Maulana tidak memiliki anus dan kesulitan untuk buang air besar


SALAMAH BINTI TARJANI (33, Kanker Ganas). Alamat : RT 4/6, desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan Januari 2018 muncul benjolan kecil pada bagian pundak Ibu Salamah. Karena dianggap benjolan biasa Ibu Salamah hanya pergi ke tukang pijat. Namun pada bulan April 2018 benjolan tersebut membesar. Lalu beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, dari RSUD Banyumas dirujuk kembali ke RS Suharso Solo. Pada bulan Juni 2018 dokter melakukan tindakan operasi dan akhirnya tangan kanan Ibu Salamah harus diamputasi karena kanker sudah menjalar ke bagian tangan kanan beliau. Keluarga Ibu Salamah tergolong keluarga kurang mampu, suaminya, Muhammad Turmusi (42) bekerja sebagai buruh harian lepas, dan Ibu Salamah adalah ibu rumah tangga. Mereka dikarunia 4 orang anak yang masih kecil. Selama pengobatan beliau menggunakan JKN-KIS Non PBI Kelas III. Namun kesulitan memenuhi biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas izin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Salamah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Ibu Salamah segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @firdhanelis

Bu salamah menderita kanker ganas


TRISKA MARVANDA PUTRI (6, Hernia). Alamat : RT 6/3, desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Saat usianya baru 40 hari intensitas menangis Dik Riska tidak seperti bayi pada umumnya. Orang tuanya membawa Dik Riska ke tukang pijat lalu keluar benjolan pada area kemaluannya. Kemudian ia dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan menjalani opname selama beberapa hari. Setelah menjalani opname tersebut benjolannya hilang. Namun pada saat usianya 3 tahun benjolannya muncul kembali. Dik Riska disarankan untuk memjalani operasi namun keluarga belum siap kalau anaknya yang masih balita harus dioperasi. Keluarga memutuskan untuk melakukan pengobatan herbal dan pijat saja. Namun sayangnya benjolannya makin membesar hingga saat ini Dik Riska berusia 6 tahun. Akhirnya keluarga memutuskan untuk dioperasi saja pada bulan Juni 2018. Dik Triska berasal dari keluarga yang bisa dibilang kurang mampu. Ayahnya, Kasum (43) adalah seorang pedagang bakso sedangkan ibunya, Sakini (39) adalah seorang ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan yang dimiliki Dik Riska adalah JAMKESDA. Namun keluarganya kesulitan memenuhi biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Triska sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Dik Riska segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @firdhanelis

Riska menderita hernia


AIMAN BIN SANRAKIS (45, Tumor Colli Sinistra). Alamat : RT 5/5, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabulaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2015 Bapak Saiman harus dirawat di Rumah Sakit (RS) Siaga Medika Banyumas karena merasakan sakit di lehernya. Beliau didiagnosis menderita Tumor Colli Sinistra dan menjalani operasi di RS tersebut. Pasca operasi kondisi Bapak Saiman mulai pulih. Setengah bulan kemudian beliau kontrol dan dirujuk ke RS Margono. Di RS Margono beliau menjalani rawat jalan selama 3 bulan. Setelah itu beliau meminta rujukan dari Puskesmas untuk berobat di RS Dadi Keluarga Purwokerto. Di RS Dadi keluarga dirawat jalan selama kurang lebih 2 tahun dan menjalani operasi pengangkatan tumor sebanyak dua kali. Namun karena keluarga sudah kehabisan biaya walaupun kondisi Bapak Saiman belum sembuh terpaksa beliau tidak melanjutkan pengobatan dan dibawa pulang. Saat ini beliau hanya menjalani pengobatan herbal. Kondisi Bapak Saiman saat disurvey (tanggal 2 Mei 2018) sangat lemah, tidak bisa beraktivitas apa-apa, kesulitan untuk makan, dan tidak dapat berbicara. Pengobatan beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun selama 3 tahun terakhir dikarenakan kondisi kesehatan Bapak Saiman yang kurang baik, beliau sudah tidak dapat bekerja. Padahal beliau memiliki seorang anak yang masih kecil dan keluarga beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi Alloh berkehendak lain, Innalillahi wainna ilaihi roji’un, Bapak Saiman pada hari Selasa, 8 Mei 2018 pukul 03.00 meninggal dunia, semoga beliau khusnul khotimah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga/adik Almarhum Bapak Saiman dan menyampaikan santunan kematian. Santunan disampaikan untuk biaya kebutuhan sehari-hari keluarga. Semoga dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 12 Juni 2018
Kurir : @ddeean @KangImam @firdhanelis

Pak Aiman menderita Tumor Colli Sinistra


SUKAMTO BIN MUHYAT (40, Tulang Bambu). Alamat : RT 5/2, Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 10 tahun yang lalu, Bapak Sukamto memgalami kesulitan tidur selama beberapa malam. Beliau tidak bisa tidur lelap karena seluruh persendiannya terasa sakit. Lalu keluarga beliau berinisiatif memeriksakan beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara dan dilakukan terapi psikologi beberapa kali. Selain itu Bapak Sukamto juga berobat ke beberapa Rumah Sakit (RS) dan juga berobat ke RS Orthopaedi Purwokerto sekitar bulan Juni 2017 dengan diagnosa rematik dan tulang bambu. Tetapi pengobatan sementara harus dihentikan karena keterbatasan biaya. Saat ini kondisi kaki kanan Bapak Sukamto tidak bisa digerakkan dan ditekuk, sering sesak napas, rasa lelah yang terus menerus, banyak tidur, dan badan terus menurun, serta berat badannya yang turun drastis. Pengobatan yang dilakukan Bapak Sukamto saat ini adalah pengobatan tradisional dengan cara diurut, minum madu dan beberapa obat herbal. Selama sakit Bapak Sukamto tidak bisa mencari nafkah. Istrinya, Tumirah (37) yang berprofesi sebagai guru wiyata otomatis menjadi tulang punggung keluarga. Ibu Tumirah kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari dan tanggungan untuk berobat. Terlebih anak-anak beliau masih duduk di bangku sekolah dan membutuhkan biaya. Selama berobat Bapak Sukamto dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sukamto dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi sewa kendaraan saat berobat dan kebutuhan sehari-hari. Santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1081. Semoga dapat bermanfaat dan Bapak Sukamto dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 20 Juni 2018
Kurir : @ddeean @KangImam @firdhanelis

Pak Sukamto diagnosa rematik dan tulang bambu


MASJID GIRI BANGUN (Bantuan Perlengkapan Masjid). Alamat : RT 5/6, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Masjid Giri Bangun didirikan di wilayah Desa Karanggintung RT 5/6, Kecamatan Kemranjen, Banyumas pada tahun 2009 oleh warga setempat juga berkat donasi dari luar daerah. Sebelum berubah bentuk menjadi masjid seperti sekarang ini, dahulu Masjid Giri Bangun adalah mushola kecil. Semakin banyaknya jama’ah yang beribadah di sana membuat pihak takmir berusaha untuk merenovasi mushola tersebut dan merubahnya menjadi Masjid Giri Bangun. Sejak proses renovasi tersebut hingga sekarang, Masjid Giri Bangun belum memiliki amplitoa, microphone toa, dan stand mic karena keterbatasan biaya. Untuk melengkapi peralatan Masjid Giri Bangun membutuhkan perlengkapan tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan takmir Masjid Giri Bangun sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu melengkap peralatan masjid tersebut. Bantuan dialokasikan untuk pembelian amplitoa, microphone toa, dan stand mic masjid. Semoga peralatan untuk Masjid Giri Bangun bermanfaat sehingga jamaah dapat beribadah dengan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal :13 Juni 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bantuan untuk pembelian amplitoa, microphone toa, dan stand mic masjid


RIRIN DEWIANTI (11, Perlengkapan Sekolah), Alamat : Dusun Baron RT 1/1, Desa Bentunai, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Ririn Dewianti merupakan seorang pelajar kelas 2 Sekolah Dasar, sehari-hari berangkat menggunakan sepeda yang dimiliki dari pemberian orang lain. Ririn Dewianti memiliki semangat untuk terus melanjutkan pendidikannya meskipun dengan kondisi perlengkapan sekolah yang terbatas, untuk baju sekolah yang digunakannya itupun juga bekas pemberian orang dan sekarang dengan kondisi sudah seharusnya diganti dengan yang baru tetapi karena ekonomi kedua orang tua yang tidak mampu maka masih juga pakaian tersebut dipakai untk kesekolah. Orang tua Ririn Dewianti yaitu Bapak Ansnuardi (33) yang bekerja sebagai buruh serabutan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan sekolah anaknya karena penghasilan yang tidak menentu dan Ibu Misla (26) hanya dirumah saja mengasuh anak keduanya yang masih bayi, inilah yang menjadi kendala bagi keluarga dan berharap ada bantuan untuk keperluan perlengkapan sekolah anaknya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan adik Ririn Dewianti sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000
Tanggal : 21 Juli 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12 @ririn_restu

Bantuan biaya peralatan sekolah


SUPIA BINTI GUSTAM (4, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Baru, RT 16/5, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Ayah Supia, Pak Gustam, tidak menyangka anaknya yang masih kecil harus terkena penyakit jantung bocor. Ketika lahir, tidak ada gejala yang dialami Supia, namun saat usianya berusia 3 bulan ia mengalami pembengkakkan pada tangan dan perutnya. Awalnya Pak Gustam tidak terlalu khawatir, karena setelah membawanya ke pengobatan alternatif kodisi Supia dianggap lumrah terjadi, namun setelah lama berobat ke beberapa pengobatan alternatif kondisinya tidak kunjung membaik sehingga ia dibawa ke Puskesmas terdekat namun dirujuk ke RSUD di Singkawang. Sesampainya di RSUD dokter menyatakan bahwa Supia mengalami kelainan jantung bocor dan harus segera melakukan pengobatan lanjutan ke RS Harapan Kita Jakarta. Meskipun Supia sudah memiliki JKN-KIS Mandiri kelas lll, namun biaya transportasi dari kabupaten Sambas ke Jakarta tidaklah sedikit sehingga Pak Gustam mengurungkan niatnya untuk terus melanjutkan pengobatan anaknya. Pak Gustam dan istrinya, Ibu Armina dalam kesehariannya bekerja sebagai petani penoreh getah untuk menyambung hidup sehari – hari, mereka tak memiliki uang untuk pengobatan Supia. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Supia dan telah menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi dan kebutuhan berobat di RS Harapan Kita Jakarta. Pengobatan Supia kini terkendala, obat yang biasa ia konsumsi habis persediaannya di rumah sakit sehingga harus membelinya di apotek luar dan harganya tidak murah dan tidak ditanggung BPJS. Pak Gustam tidak memiliki uang untuk membeli kebutuhan obat tersebut selama 1 bulan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics dan kondisi terkini Supia tampak sehat dan ceria, Ia juga sudah rutin mengkonsumsi obat jantung. Pada tanggal 11 Juni 2018 sudah melakukan konsul ke RSUD DR. Abdul Aziz Singkawang hasilnya kondisi Supia sehat, masih harus mengonsumsi obat jantung dan direncanakan akan melanjutkan konsul ke Rumah Sakit di Jakarta (Sakit jantung dan pembuluh darah Harapan Kita). Sebelumnya Supia telah dibantu dalam rombongan pada tanggal 27 Februari 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.814.000,-
Tanggal : 21 Juli 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12 @rayska197 @ririn_restu

Supia menderita jantung bocor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 AHMAD SHOLEH 1,000,000
2 EKO WAHYU UTOMO 750,000
3 EKO ZULIANTO 750,000
4 ETTY PRATIWI 500,000
5 LUTFI AKIM 1,000,000
6 MUKAYAH BINTI ABU AMAR 500,000
7 PRAMUDIYA INDRASTA 500,000
8 Abdullah Anis Syukurillah 2,000,000
9 SUKIRNO BIN SAHID 500,000
10 ANDI SETIAWAN 500,000
11 AJIS NUHAYANTO 500,000
12 BADRIYAH BIN KASMURI 500,000
13 JUAN REVI MAHARDIKA 500,000
14 EVAN ZIGGY SAVERIO 500,000
15 RETVI ARSANTI 500,000
16 ANDI ARIFIN 500,000
17 MTSR PURWOKERTO 5,638,097
18 JANUAR DAFFA MAULANA 500,000
19 FARID ABDULLAH 500,000
20 REEALINO YUANZAH 500,000
21 MTSR WONOGIRI 1,300,000
22 RAFAEL FAJAR SUTRISNO 12,018,558
23 MTSR WONOGIRI 2,450,000
24 RSSR WONOGIRI 545,262
25 MTSR 1 MAGETAN 3,312,832
26 MTSR 2 MAGETAN 3,702,223
27 MTSR 1 MAGETAN 4,000,000
28 RSSR MAGETAN 704,700
29 RSSR MAGETAN 1,857,758
30 ALM. RIZKI CAHAYA SAPUTRA 1,000,000
31 AJENG SUKMA AYU 500,000
32 MUDJIATI BINTI MARYO MARNI 500,000
33 GEMI BINTI SADELI 500,000
34 NIRWASITA BINTI KATENI 500,000
35 TATIK ERNAWATI 500,000
36 AJIJAH BINTI RAHMIN 500,000
37 DANIS ALDHIAN FAEZA 500,000
38 MUHAMMAD RIFAI 500,000
39 MTSR MADIUN 5,009,500
40 SADAR SARYONO 500,000
41 NUR ROHMAH RAMADANI 500,000
42 YUDI PRIANTO 500,000
43 SUGIYONO BIN DUL MUKTI 500,000
44 MAULANA AZMI KHASNI 500,000
45 SALAMAH BINTI TARJANI 500,000
46 TRISKA MARVANDA PUTRI 500,000
47 AIMAN BIN SANRAKIS 500,000
48 SUKAMTO BIN MUHYAT 500,000
49 MASJID GIRI BANGUN 2,000,000
50 RIRIN DEWIANTI 650,000
51 SUPIA BINTI GUSTAM 2,814,000
Total 68,002,930