ANDIK ISDIANTO, (27, remuk tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Desa Plosotinil RT 5/3 Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Andik mengalami kecelakaan 2 tahun lalu, saat akan berangkat kerja di suatu Expo dengan di boncengkan teman nya. Kecelakaan beruntun terjadi dan Andik mengalami luka yang cukup serius, tulang lutut nya hilang sepanjang 6 cm. Saat itu Andik langsung dilarikan ke Rsud Sayidiman Magetan, dan setelah beberapa hari dirawat harus dirujuk ke Rsu Suharso/ Orthopedi Solo, dilakukan operasi dengan jaminan Bpjs. Setelah proses operasi, Andik hanya mampu melakukan kontrol dua kali, setelah itu berhenti berobat karena sudah tidak punya biaya lagi. Orang tua Andik yaitu Pak Suyono (45) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yaitu Bu Asmirah (46), seorang ibu rumah tangga, jadi sangat keberatan untuk biaya pengobatan Andik. Beruntung saat kontrol kedua, Andik bertemu dengan Nuryadi yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sehingga Nuryadi menyampaikan tentang kondisi Andik pada salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses survey, Andik menjadi salah satu pasien dampingan dan bisa melanjutkan proses pengobatan kembali. Saat ini Andik sedang menjalani pengobatan dengan pemakaian Ilizarof (alat untuk terapi penumbuhan tulang) mulai Januari 2017 sampai Juli 2018. Perkembangan pertumbuhan tulang sudah baik dan rencana operasi pelepasan Illizarof dilaksanakan tanggal 25 Juli 2018. Santunan ke 7 titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000,-telah disampaikan dan digunakan untuk biaya rawat inap, setelah sebelum nya dilaporkan dan masuk rombongan 929, 949, 1007, 1058, 1080 dan 1117. Andik dan keluarga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas semua bantuan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto @Anggaryantuka @Khoirul_Mukhlisin

Andik menderita remuk tulang kaki karena kecelakaan


KINI BINTI WAHYO, ( 39, jantung lemah, kelenjar Thyroid). Alamat : Dusun Papringan, RT.02/04 Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Kini memiliki fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas. Beliau memiliki tanggungan 2 orang anak, kelas 5 Sekolah Dasar, Balita 5 tahun gizi buruk sedangkan anaknya yg tertua berumur 18 tahun dan bekerja menjadi pembantu di rumah makan. Suami Ibu Kini yaitu bapak Sunu (53 tahun) bekerja sebagai penjual cilok keliling yang penghasilannya bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Bu Kini mengalami sakit benjolan di leher sejak 11 tahun yang lalu sampai-sampai untuk berbicara tidak jelas bahkan untuk bernafas kadang mengalami kesulitan. Sedekah Rombongan bertemu dengan Bu Kini berdasarkan Informasi dari warga sekitar. Proses pengobatan di mulai di RS Dr. Sayidiman Magetan dua tahun yang lalu, tetapi karena keterbatasan peralatan terpaksa harus dirujuk ke RS Dr. Moewardi Solo. Santunan ke 10 titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi selama pengobatan dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelumnya masuk pada rombongan 632, 774, 785, 891, 949, 1023, 1054, 1066 dan 1117. Keluarga Bu Kini merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto @Khoirul_Mukhlisin

Bu Kini menderita jantung lemah, kelenjar thyroid


AJI PANGESTU BIN DAMIN, (11, Katup Jantung). Alamat : Jalan Kelud No. 378 RT 6/1 Dukuh Kauman Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Dik Aji mengalami sakit yang menurut hasil diagnosa dokter adalah penyakit katup jantung. Awal mula sakit Dik Aji ini adalah sesak di dada, pusing dan seluruh badan terasa lemas. Kemudian Dik Aji ini dibawa ke RSUD dr.Sayidiman Magetan pada hari Senin tanggal 30 Maret 2015. Karena harus diperiksa dan cek darah, akhirnya Dik Aji diharuskan menginap selama 1 minggu. Hasil diagnosa dokter Dik Aji ini mengalami penyakit katup jantung, dan oleh dokter disarankan untuk dirujuk ke RSU dr.Soedono Madiun untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Setelah dibawa ke RSUD Madiun, dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. Dik Aji ini masih sekolah kelas 5 SD. Bapak Dik Aji bernama Pak Damin (49) yang bekerja sebagai buruh di industri kulit. Penghasilan Pak Damin sebulan hanya sekitar Rp.1.000.000,- yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak. Sedangkan ibunya, Bu Rusmiyati (50) sebagai ibu rumah tangga. Dik Aji adalah 2 bersaudara, kakaknya bernama Dwi. Dwi berusia 16 tahun kelas 1 SMA. Untungnya keluarga ini sudah memiliki Jamkesmas. Keluarga Dik Aji merasa senang bisa bertemu dengan Sedekah Rombongan. Informasi mengenai Dik Aji ini didapat dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Keluarga Dik Aji berharap Sedekah Rombongan bisa membantu untuk biaya pengobatan Dik Aji. Bantuan dana yang kesembilan dari para sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama pengobatan dan kontrol rutin setelah sebelum nya masuk rombongan 701, 800, 833, 897, 990, 1052, 1066 dan 1117. Keluarga Pak Damin mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto @Khoirul_Mukhlisin

Dik Aji mengalami penyakit katup jantung


WINDARTI BINTI KASNI (17, Tumor otak). Alamat : RT 02/01 Dusun Genggong Desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Windarti belum sempat tamat SD saat 2013 divonis kena tumor otak. Hal yang ia rasakan yaitu sering pusing dan sempoyangan. Dia sempat dioperasi di Rsud Soedono pada bulan Juni 2013 dan kondisi membaik, dia sudah bisa berjalan dan bersepeda seperti teman-teman sebayanya. Namun keadaan kurang beruntung menghampirinya lagi pada bulan Agustus 2014 dia mengalami drop lagi, oleh pihak medis dia diminta operasi tapi terbentur dengan masalah biaya operasional, saat itu dia hanya bisa berbaring lemah di kasur lusuh, berbicara hanya beberapa patah kata saja. Ayahnya, yaitu Pak Kasni (45) ingin melanjutkan pengobatan, namun apa daya beliau hanyalah seorang buruh tani yang pendapatannya hanya 800 ribu perbulan sedangkan sang Ibu, yaitu bu Lasmini (39) sebagai ibu rumah tangga sehingga sangat kesulitan untuk biaya operasional maupun biaya pengobatan Windarti ini. Dulu kalau kontrol ke Madiun bisa naik ojek tetapi sekarang kondisinya sangat lemah, dia hanya bisa berbaring saja dan untuk berobat perlu carter mobil sedangkan kedua orangtuanya tidak sanggup untuk membayar. Mereka membutuhkan bantuan untuk meringankan beban yang dialami Windarti dan keluarga. Alhamdulillah keluarga Pak Kasni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari salah satu kurir. Setelah proses operasi dan kontrol rutin, kondisi Windarti sudah membaik, bisa bicara, mendengar bahkan berjalan normal. Setelah beberapa saat berjalan ternyata tumor di kepala Windarti tumbuh lagi sehingga dokter menyarankan tindakan sinar. Akhir nya Windarti dirujuk ke Rsud Moewardi Solo dan menjalani rangkaian sinar sebanyak 30 kali. Selanjutnya tumor di kepala Windarti dinyatakan hilang tetapi harus tetap menjalani kontrol tiap bulan sekali. Santunan keduabelas sebesar Rp 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 745, 764, 788, 866, 880, 897, 935, 990, 1052, 1066 dan 1117. Pak Kasni mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Anggaryantuka @Rubianto @Khoirul_Mukhlisin

Windarti divonis kena tumor otak


SILMI KAFAH (12, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Krasaan, RT 3/18, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY. Silmi Kafah adalah anak ketiga dari pasangan Bapak Radiono (48) dan Ibu Menik Sumiyati (42). Saat ini Bu Menik membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya seorang diri. Ibu Menik sendiri seorang difabel netra yang bekerja sebagai penyedia jasa pijat. Sehari-hari, belum tentu ada yang membutuhkan jasanya sehingga untuk kebutuhan sehari-hari saja belum tentu dapat tercukupi. Silmi Kafah, baru saja lulus dari bangku SD dengan nilai yang cukup memuaskan. Bu Menik tak bisa menahan bahagia, sekaligus sedikit cemas karena jelas taka da biaya untuk melanjutkan pendidikan si bungsu. Silmi berharap ia dapat diterima di SMP negeri yang berada dekat dengan rumah. Alhamdulillah, berkat kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan, Silmi bisa melanjutkan sekolahnya. Bu Menik dan keluarga sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi penambah semangat belajar bagi Silmi, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2018
Kurir : @saptuari Sigit @atinlelyas

Bantuan biaya sekolah


MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 26 DAN VOLUME 27 (Biaya Cetak). Gerakan Sosial Sedekah Rombongan telah bergerak lebih dari 6 tahun lamanya. Selama itu pula, Gerakan Sosial Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, Gerakan Sosial Sedekah Rombongan semakin bertransformasi sesuai dengan perkembangan zaman. Gerakan Sosial Sedekah Rombongan kini memproduksi Majalah Tembus Langit (MTL), sebagai salah satu media pelaporan dana sosial yang keluar masuk, kepada masyarakat pada umumnya dan kepada Sedekaholic pada khususnya, kemana saja dana sedekah yang mereka titipkan melalui Sedekah Rombongan. MTL merupakan Media Inspirasi Gerakan Sedekah Rombongan, sudah berjalan tahun ke-4 dan sudah memasuki volume yang ke-26 dan 27. MTL Volume 26 terbit di bulan Februari 2018, Volume 27 terbit di bulan Maret 2018. Volume 26 dan Volume 27 masing-masing dicetak sebanyak 1000 eksemplar dan didistribusikan ke lebih dari 30 wilayah kerja Sedekah Rombongan se-Indonesia, untuk kemudian disampaikan kepada Sedekaholic. MTL juga dibagikan secara cuma-cuma kepada Sedekaholic dan didistribusikan ke berbagai instansi seperti klinik, rumah sakit, kantor pemerintah, komunitas sosial, dan lain sebagainya. Juga berbagai kalangan profesi mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. Biaya cetak MTL Volume 26 membutuhkan biaya sebanyak Rp. 7.000.000,-. Sementara biaya cetak MTL Volume 27 membutuhkan biaya sebanyak Rp. 7.000.000,-. Terima kasih, Sedekaholic, semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 14.000.000,-
Tanggal : 2 Juli 2018
Kurir : @Saptuari

Biaya cetak


MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 28 (Biaya Cetak). Gerakan Sosial Sedekah Rombongan telah bergerak lebih dari 6 tahun lamanya. Selama itu pula, Gerakan Sosial Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, Gerakan Sosial Sedekah Rombongan semakin bertransformasi sesuai dengan perkembangan zaman. Gerakan Sosial Sedekah Rombongan kini memproduksi Majalah Tembus Langit (MTL), sebagai salah satu media pelaporan dana sosial yang keluar masuk, kepada masyarakat pada umumnya dan kepada Sedekaholic pada khususnya, kemana saja dana sedekah yang mereka titipkan melalui Sedekah Rombongan. MTL merupakan Media Inspirasi Gerakan Sedekah Rombongan, sudah berjalan tahun ke-4 dan sudah memasuki volume yang ke-28. MTL Volume 28 terbit di bulan April 2018. Liputan Khusus MTL Vol 28 membahas tentang peran orang terdekat saat mendampingi anggota keluarga yang sakit. Tembus Langit juga menghadirkan kisah-kisah pasien dampingan, profil kurir, cerita pergerakan, dan rubrik entertainmen lainnya yang tak kalah menarik. Volume 28 dicetak sebanyak 1000 eksemplar dan didistribusikan ke lebih dari 30 wilayah kerja Sedekah Rombongan se-Indonesia, untuk kemudian disampaikan kepada Sedekaholic. MTL juga dibagikan secara cuma-cuma kepada Sedekaholic dan didistribusikan ke berbagai instansi seperti klinik, rumah sakit, kantor pemerintah, komunitas sosial, dan lain sebagainya. Juga berbagai kalangan profesi mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. Biaya cetak MTL Volume 28 membutuhkan biaya sebanyak Rp. 7.000.000,-. Terima kasih, Sedekaholic, semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 7.000.000,-
Tanggal : 14 Juli 2018
Kurir : @Saptuari

Biaya cetak


SYAMSIR AHMAD (63, Diabetes + Komplikasi). Alamat : Tegal Kembang, RT 1, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DIY. Sudah sekitar dua puluh tahun ini Bapak Syamsir Ahmad menderita sakit. Ia juga sudah sering berobat ke rumah sakit, baik rawat inap maupun rawat jalan. Alhasil, biaya yang dikeluarkan oleh keluarga pun tak bisa dibilang sedikit. Hingga setahun terakhir ini, kondisi kesehatannya sering menurun. Setiap seminggu sekali ia harus berobat ke rumah sakit. Istrinya, Ismawati dan salah satu putranya yang selalu mengantar. Jangankan biaya berobat, biaya transportasi ke rumah sakit, juga terasa kesulitan bagi keluarga ini. Alhamdulillah, keluarga ini mengaku Allah selalu memudahkan proses pengobatan Bapak Syamsir Ahmad. Bantuan dari tetangga dan saudara, baik dukungan moral maupun materiil juga berdatangan. Bapak Syamsir Ahmad juga selalu bersemangat untuk sembuh. Ingin rasanya kembali beraktivitas seperti biasa. Tetapi Allah telah menetapkan takdirNya. Pada tanggal 12 Juni 2018, Bapak Syamsir Ahmad berpulang. Kurir Sedekah Rombongan pun bertakziah, sekaligus menyampaikan santunan duka untuk membantu meringankan keluarga almarhum. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi Sigit @atinlelyas

Bapak Syamsir Ahmad menderita diabetes


YAYASAN HANUM PEDULI KANKER (Bakti Sosial). Alamat : Jl. Wonocatur No. 513 RT 21/26, Banguntapan, Bantul, DIY. Gerakan Peduli Kanker ini merupakan gerakan sosial kemanusiaan dalam memberikan penyuluhan dan pelayanan pendampingan untuk para penderita kanker khususnya di wilayah DIY. Gerakan ini hadir untuk membantu masyarakat sebagai langkah untuk mencegah semakin meningkatnya penderita kanker di Indonesia. Kegiatan-kegiatan yayasan ini antara lain, memberikan penyuluhan kesehatan kanker, melakukan pendampingan kepada penderita kanker, memberikan layanan tes IVA gratis. Beberapa waktu lalu, yayasan ini juga mengadakan bakti sosial sebagai salah satu upaya sosialisasi dan peningkatan pendampingan kepada masyarakat khususnya penderita kanker. Sementara itu, Yayasan Gerakan Sedekah Rombongan merasa perlu untuk turut mendukung kegiatan positif ini. Terlebih, sebagian besar pasien dampingan Sedekah Rombongan pun menderita kanker. Semoga kegiatan positif ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan berdampak positif kepada masyarakat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 4 Juni 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @atinlelyas

Bakti sosial


SUMARYADI BIN DARMO MENGGOLO (63, Bantuan Perbaikan Rumah). Alamat : Ngaliyan A, Gerbosari, Samigaluh, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta. Pada tanggal 8 Juni 2018, Bapak Sumaryadi mengalami musibah yaitu rumahnya terbakar. Penyebab pasti belum diketahui karena waktu itu beliau sedang bekerja sebagai buruh bangunan di daerah lain. Saat itu, sekitar pukul 10.00 WIB, tiba-tiba terlihat asap dari dalam rumahnya. Warga sekitar berusaha memadamkan asap dengan peralatan seadanya, karena tidak mungkin untuk mendatangkan petugas kebakaran, mengingat lokasi rumah berada di pelosok pegunungan. Alhamdulilah api bisa dipadamkan namun hampir seluruh kerangka kayu rumahnya hangus terbakar. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga Bapak Sumaryadi. Bapak Sumaryadi dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics atas kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 10 Juni 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @atinlelyas

Bantuan perbaikan rumah


ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO (4 , Acute Lymphoblastic Leukemia). Alamat : Dusun Towo, RT 2/5 , Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Adik Ganies biasa dipanggil demikian oleh keluarganya. Ganies mulai dari November 2016 sudah sering sakit-sakitan dan sudah berobat ke RSUD dr. Darsono Pacitan, karena belum menemukan diagnosa penyakit kemudian di rujuk ke Rsup. dr Sadjito Yogyakarta. Setelah melalui diagnosa cukup lama sekitar 3 bulan kemudian di ketahui menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia. Dek Ganies memilik fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami ananda Ganies. Santunan keenam sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) pun di sampaikan, setelah sebelumya tercatat di nomer rombongan 1109, 1117, 1126, 1135 dan 1153 untuk membantu biaya akomodasi berobat adik Ganiez ke RSUD dr Sardjito Yogyakarta. Alhamdulilah adik Ganiez telah rutin kembali berobat kemoterapi. Orang tua merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Restysucia

Ganies menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia


KHOFIFAH AULIA UTAMI (16, Radang Kaki Kiri). Alamat : Desa Tahunan, RT 4/2, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Dialah Khofifah Aulia Utami (16) merupakan salah satu siswa Madrasah Stanawiyah Al falah, anak pertama dari pasangan Bapak Sutrisno (39), dan ibu Suratun (36). Pada awalnya lahir dengan kondisi normal, namun pada usia 3 bulan, Allah SWT telah menguji Khofifah Aulia Utami sakit, awalnya bermula dari badan Khofifah Aulia Utami yang panas dan seketika itu kaki kiri aulia tidak dapat diluruskan, kemudian Khofifah Aulia Utami hanya dibawa ke bidan setempat. Orang tua Aulia tidak menyadari bahwa ternyata kaki kiri Aulia mengalami kelainan. Sampai usia Aulia 7 Tahun, barulah Aulia dibawa ke Rumah Sakit Umum Soedono Madiun, disana Khofifah Aulia Utami diberi Gip sekaligus di rongsen dengan diagnosa radang tulang dan disana dirawat 1 bulan dan hanya diberi obat jalan. Hingga saat ini Aulia merasakan kaki kirinya ngilu, nyeri dan meskipun dengan kondisi kaki yang harus menggunakan egrang disetiap harinya, tidak menyurutkan semangat Khofifah Aulia Utami untuk belajar dan berusaha, serta mempunyai cita cita yang sangat mulia yakni ingin menjadi penjahit yang profesional. Alhamdullillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Khofifah sehingga Santunan ketiga sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) pun di sampaikan, setelah sebelumya tercatat di nomer rombongan 1135 dan 1143 untuk membantu biaya akomodasi berobat adik Khofifah Aulia Utami dan melanjutkan pemeriksaan serta pengobatan kaki kirinya agar dapat kembali sehat, dan kembali bisa jalan normal dan beraktivitas seperti sedia kala. keluarga Khofifah mengucapkan banyak terimakasih atas bantun yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 10 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutarto @Restysucia @Hanif @sukma

Khofifah menderita radang kaki kiri


RIZKY ARIWIBOWO (21, Flex Paru-Paru). Alamat : Dusun Druju RT 2/2 , Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa timur. Rizki Aribowo (22) merupakan anak dari pasangan Bapak Darta (70), dan ibu Suti(53). Ia merupakan anak terakhir dari 6 bersaudara. Setelah lulus dari sekolah pada tahun 2014, Rizki memutuskan untuk bekerja mengais rejeki ke Jakarta. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di Rumah Makan. Awal keberangkatan ke Jakarta dengan kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan maupun riwayat sakit apapun. Bahkan ia masih sering pulang untuk sekedar bertemu dengan orang tuanya. Namun tepatnya bulan September Tahun 2017 Rizki pulang ke desa dengan kondisi sakit yang di deritanya sekarang ini yaitu flek paru – paru. Keluarga sudah berinisiatif untuk memeriksakan ke rumah sakit. Tepatnya bulan Desember kemarin Rizki harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pacitan Selama 5 hari. Dan yang dilakukannya sekarang adalah ia harus kontrol ke Rumah Sakit setiap 2 minggu sekali. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, keluarga Rizki merupakan keluarga yang tidak mampu. Rumah yang di tempat oleh 6 orang tersebut merupakan bantuan dari Koramil keluarga inipun juga termasuk keluarga yang mendapatkan bantuan beras rastra dari pemerintah yang datangnya tiap 1 bulan sekali. Bahkan untuk makanpun keluarga ini harus kerja membanting tulang dengan bertani maupun dengan membuka usaha mie ayam di pinggir jalan. Bantuan keempat sebesar Rp 500.000 setelah sebelumya tercatat di nomer rombongan 1126, 1135 dan 1143 telah disampaikan untuk biaya berobat dan dan trasportasi. Dan tidak lupa keluarga Bapak Darta mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 08 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Jemi

Rizky menderita flek paru – paru


ABAS IMAMI (20, Komplikasi + Gagal ginjal + Saraf + Paru-Paru basah). Alamat : Dusun Sinoman Kidul RT 2/6 , Desa Klepu , Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa timur. Abas Imami merupakan putra dari pasangan Bapak Riyanto (61), dan ibu Giyah (52). Setelah lulus dari SMP, Abas Imami memutuskan untuk bekerja mengais rejeki ke Solo. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di Restoran. Awal keberangkatan ke Solo dengan kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan sakit apapun. Namun tepatnya Tahun 2015 Abas Imami sakit dan harus opname selama 2 minggu di PKU Muhammadiyah Solo. Dengan Kondisi badannya bengkak semua. Setelah sakit tersebut akhirnya Abas Imami tidak melanjutkan kerja dan langsung pulang ke desa dengan kondisi sakit yang di deritanya yaitu gagal ginjal. Selama 3 tahun mulai dari tahun 2015 sampai sekarang, Keluarga sdh berinisiatif untuk memeriksakan ke rumah sakit. Abas Imami harus bolak balik ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dengan penyakit yang di derita nya. Sekarang bahkan penyakit yang di derita nya komplikasi. Mulai dari saraf, paru paru basah dan penyakit lainnya. Dan yang dilakukannya sekarang adalah ia harus sering kontrol ke Rumah Sakit setiap 2 minggu sekali untuk cuci darah dan 1 Bulan sekali untuk sarafnya. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, keluarga Abas Imami merupakan keluarga yang tidak mampu. Dengan kondisi rumah yang tidak layak huni dan harus ditempati 6 orang di dalamnya. Selain itu untuk merawat sakitnya saudara Abas Imami, keluarganya sudah berusaha semaksimal mungkin. Mulai dari menjual kayu, menjual hewan ternak dan tanah yang di milikinya untuk penyembuhan anaknya. Bahkan sekarangpun masih memiliki beberapa hutang yang harus ditanggung untuk biaya transportasi Abas Imami waktu akan kontrol ke Rumah Sakit Pacitan. Alhamdullillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan nya , sehingga dapat menyampaikan santunan untuk bisa membantu Saudara Abas untuk melanjutkan Pengobatan cuci darah dan penyakit saraf serta paru-paru basah yang di derita nya, sehingga dapat kembali sehat dan kembali bisa beraktifitas seperti sediakala. Santunan ketiga sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) pun di sampaikan, setelah sebelumya tercatat di noner rombongan 1135 dan 1143 untuk membantu biaya akomodasi berobat dan Orang tuanya sangat mengucapkan terimakasih kepada sedekahholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 08 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Jemi

Abas menderita komplikasi + gagal ginjal + saraf + paru-paru basah


ALINA MIKHAILA AHENDRA (1, Kelainan jantung). Alamat : Dusun Jangkrik RT 02/06, Desa Hadiluwih, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan , Propinsi Jawa Timur. Adik Alina dari bapak Anta Ahendra mengalami kelainan sejak lahir yaitu jantungnya yang kurang normal, karena dilahirkan secara prematur sehingga kesehatannya agak kurang baik. Pertama di deteksi oleh RSUD dr. Darsono kemudian di rujuk ke RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, sudah 2 kali adik Alina harus menempuh perjalan dari Pacitan ke Yogyakata untuk berobat dengan diagnosa kelainan katup jantung yg belum sempurna. Karena harus rutin berobat orang tua dari adik Alina Bapak Ahendra sebagai pekerja serabutan tapi harus berusaha memberikan waktu untuk mengatar anak sedangkan ibu adik Alina adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ini adik Alina tinggal di rumah kakek neneknya karena Bapak Ahendra dan ibu Ria adalah keluarga baru . Santunan ketiga sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) pun di sampaikan, setelah sebelumya tercatat di nomer rombongan 1135 dan 1143. Bantuan digunakan untuk membantu biaya akomodasi berobat adik Alina. Keluarga mengucapkan terimakasih banyak kepada Sedekah Rombongan bisa membantu untuk kesembuhan adek Alina Mikhaila Ahendra sehingga bisa kembali rutin berobat ke Rsup. dr. Sardjito Yogyakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Baskara

Alina mengalami kelainan jantung


SUROTO BIN SAIDI (56 Tahun, Infeksi saluran kencing). Alamat : Dusun Kebondalem RT 1/4, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Suroto sakit Infeksi saluran kencing yang sudah di alami semenjak 3-4 tahun yang lalu dan belum ada pengobatan sama sekali karena sangat minimnya biaya bahkan untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat kekurangan karena pekerjaan sebagai butuh kasar dan petani. Jarak dari rumah ke RSUD cukup lumayan sehingga membutuhkan biaya akomodasi sehingga Pak Suroto mengesampingkan kesehatan dan sakit yang di rasankanya. Alhamdullillah keluarga dapat dipertemukan dengan Sedekah Rombongan , Santunan ketiga sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) pun di sampaikan, setelah sebelumya tercatat di nomer rombongan 1135 dan 1143. Bantuan digunakan untuk membantu biaya akomodasi berobat sehingga dalam bulan Juni telah di adakan operasi untuk Bapaka Suroto. Ucapan Terimakasih dari pihak keluarga untuk Sedekahholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 12 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Rinanto

Bapak Suroto sakit Infeksi saluran kencing


PUTRI LESTARI (9, Tumor pipi). Alamat : Dusun Ngrumpon RT. 39/19, Desa Karangmulyo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Putri Lestari, gadis kecil kelahiran 15 Mei 2009 sudah menderita kelainan di pipinya sejak kecil. Karena terbentur keterbatasan biaya, orang tua nya baru bisa mengajak berobat ke Rsu. dr. Soetomo saat usia Putri masih 3 tahun dengan menggunakan jaminan Jamkesda. Itupun hanya berlangsung selama 3 bulan karena kehabisan dana untuk akomodasi dan transportasi. Ayah nya yaitu Pak Mesran (31) bekerja sebagai pelayan toko Bangunan sedangkan ibunya yaitu Bu Kustilah (33) adalah seorang ibu rumah tangga. Karena kondisi itulah pengobatan terhenti. Saat usia 4 tahun, atas saran dan bantuan pemilik toko tempat ayah nya bekerja, Putri dibawa berobat ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Seperti pengobatan sebelum nya kali ini pun pengobatan terhenti karena masalah biaya. Pada tanggal 24 September 2017 Sedekah Rombongan Magetan dipertemukan dengan keluarga Putri berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu warga Pacitan yang bersimpati dengan penyakit Putri. Kedua orang tua Putri sangat bersemangat dan menginginkan putri nya bisa sembuh dan beraktifitas normal seperti anak-anak lain seusianya. Saat ini Putri sedang menjalani pengobatan di Rsup. Sardjito Yogyakarta dalam dampingan Sedelah Rombongan Yogyakarta. Santunan ketiga sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi dari Pacitan ke Yogyakarta dan biaya akomodasi berobat selama di Yogyakarta. Santunan sebelum nya sudah masuk dan dilaporkan pada rombongan 1058, 1091. Pak Mesran dan Bu Kustilah sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan sehingga adik Putri telah menjalankan opersi tumor dan perkembangan sekarang tinggal cek up. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Aamin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 06 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro

Putri Lestari menderita kelainan di pipinya


KARTINI BINTI KATEMAN ( 57 , Stroke ). Alamat Kebon, RT 2/5, Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Dialah Kartini (57) merupakan anak dari bapak Sujarmin (77). Dengan kondisi keluarga yang serba kekurangan dan juga ditambah kondisi anak yang lumpuh, tidak mengecilkan hati Bu Kartini untuk tetap bekerja membanting tulang sebagai pembantu rumah tangga. Ia rela melakukan pekerjaan itu untuk membantu suaminya yang bekerja sebagai petani. Hasil yang didapatkan bisa dipergunakan untuk kehidupan keluarganya. Setiap hari ia harus mengurus anaknya yang lumpuh mulai dari mandi, makan dan sebagainya. Namun petaka terjadi sekitar 1 Tahun yang lalu tepatnya tahun 2017 ia menderita sakit stroke. Secara tidak langsung Bu Kartini tidak bisa beraktifitas seperti sedia kala. Ia harus tergolek lemas di atas tempat tidur. Secara otomatis suaminya yang harus melakukan segala aktifitas proses perjalanan keluarganya. Sebelum berangkat kerja suaminya yang harus melakukan segala aktifitas keluarganya mulai dari memasak sampai harus merawat Bu Kartini dan anaknya yang lumpuh. Demi kelangsungan keluarganya Bapak Sujarmin harus membanting tulang sendiri. Pekerjaannya sebagai petani tentunya tidak mencukupi untuk keluarganyaIa Ia harus buruh kesana kemari agar tetap mendapatkan uang untuk mencukupi kehidupan keluarganya. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya berobat dan biaya hidup selanjutnya. Ibu Kartini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yg telah disampaikan. Semoga ibu Kartini bisa sembuh dan berkativitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 08 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Jemi

Bu Kartini menderita stroke


SUMARNI BINTI TULUNREJO (40,Vertigo menahun). Alamat RT 01/03, Dusun Talunrejo, Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Bu Sumarni diusia 40 dengan kondisi awal yang sehat bugar dan bisa beraktifitas seperti biasa. Berawal dari 3 tahun yang lalu tepatnya tahun 2015, beliau memiliki keluhan pusing yang terus menerus. Dan akhirnya atas inisiatif keluarganya Bu Sumarni diperiksakan ke rumah sakit. Menurut dokter beberapa rumah sakit yang sudah di datangi untuk periksa, Bu Sumarni memiliki sakit Vertigo. Sudah berkali-kali periksa ke beberapa Rumah Sakit, namun belum ada perkembangan yang berarti dan tidak ada perubahan. Bahkan kondisinya sekarang sekarang sudah tidak bisa berkatifitas sedikit pun dan hanya berbaring di tempat tidur. Dan yang lebih miris lagi kondisi badannya semakin hari semakin kurus. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya berobat dan biaya hidup Ibu Sumarni. Suami ibu Sumarni yaitu bapak Paino sangat berterima kasih kepada sedekah holic, Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Semoga ibu Sumarni bisa sembuh dan berkativitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 08 Juli 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Edisutaro @Jemi

Bu Sumarni memiliki sakit Vertigo


SIGIT HARYANTO (24 Tahun, Difable ). Alamat Nglarangan RT 2/3, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Provonsi Jawa Timur. Dialah Sigit Purwanto (24) merupakan anak dari pasangan suami istri bapak Purwadi (50) Ibu Misinem(48). Sakit yang dideritanya sekarang berawal saat terjadi kecelakaan pada tahun 2017. Ini terjadi pada saat Sigit akan bekerja. Setelah kejadian kecelakaan tersebut, Sigit harus di rawat di rumah sakit Pacitan untuk mendapatkan perawatan. Bahkan pahanya harus di jahit beberapa karena memang lumayan parah. Setelah kejadian kecelakaan tersebut otomatis aktifitas bekerja Sigit harus berhenti dulu untuk masa penyembuhan. Untuk melakukan aktifitas, Sigit di bantu alat bantu egrang untuk berjalan. Yang harus ia lakukan sekarang adalah kontrol setiap sebulan sekali ke rumah sakit Pacitan. Dengan kondisi keluarga yang orang tuanya bekerja sebagai petani secara otomatis biaya yang harus dikeluarkan lumayan besar untuk aktifitas kontrol tersebut. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya berobat Sigit Haryanto . Keluarga Sigit Haryanto sangat berterima kasih kepada sedekah holic, Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Semoga Sigit Haryanto bisa sembuh kembali bekerja dan berkativitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 08 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Jemi

Bantuan tunai


ANIK RAHAYU (35, Duafa). Alamat RT 9/6 Dusun Ringin Asri, Desa Tegalombo Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Anik (35 Tahun) Beliaulah seorang janda, sebagai tulang punggung keluarga dengan bekerja apa saja untuk mencukupi kebutuhan kedua anaknya yang masih bersekolah. Kedua orang tuanya yang kini ayah dari Anik Bapak Sunaryo yang telah lama menderita sakit terkena stroke sehingga tidak bisa membantu mencari nafkah karena sehari-hari hanya duduk saja di tempat tidur yang semula perkerjaan di kebun sebagai petani dan buruh srebutan. Sedangkan ibu bernama Tukirah mengalami buta sejak lama tidak bisa membantu mengurus rumah tangga atau memasak karena berjalan kadang masih meraba-raba sambil membawa tongkat, semua kebutuhan rumah tangga dikerjakan sendiri oleh Anik. Kebutuhan makan kadang mendapat uluran dari tetangga sekitar untuk makan orang tuanya ketika Anik sedang bekerja di siang hari. Dengan keadaan rumah berdiding bambu yang sangat sederhana berikut lantai tanah perjuangan Anik sangat luar biasa menjaga kedua orang tua yang punya kebutuhan kusus sekaligus merawat , mensekolahkan kedua anaknya. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya hidup keluarga Anik Rahayu serta biaya berobat untuk bapak Sunaryo. Anik sangat berterima kasih kepada sedekahholic, Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 07 Juli 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Edisutaro @Restysucia

Bantuan tunai


SIBO BINTI TEGALOMBO (90, Duafa). Alamat Dusun Ringin Asri RT 9/6, Desa Tegalombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Di usianya yg sangat senja yaitu 90 tahun dengan kondisi fisik yang sudah sangat tidak memungkinkan bekerja karena berjalan sudah dengan bantuan tongkat Mbah Sibo berusaha tetap tegar menghadapi jalan hidup karena harus tinggal seorang diri. Di rumah sangat sederhana bisa di bilang rumah tidak layak huni karena sudah agak miring dengan pondasi retak-retak kadan hujan pun ada yang bocor. Hanya kebaikan dari tetangga kadang membantu membetulkan genting yg bocor, serta menunggu uluran tangan untuk makan dari tetangga sekitar yang tidak tentu. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya hidup Mbah Sibo. Mbah Sibo merasa terharu sangat berterima kasih kepada para sedekaholic, Semoga amal kebaikan berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 07 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Restysucia

Bantuan tunai


ARDINDA MAYANG MARSELA (12, pembengkakan jantung). Dusun Suruh RT 04/02, Desa Suruh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Dinda demikian gadis cilik ini biasa dipanggil adalah putri dari bapak Awit Ardino (43) dan bu Marsini (35). Kelainan jantung yang diderita Dinda adalah bawaan dari lahir tetapi baru dirasakan lebih parah pada bulan Maret 2018. Ditandai dengan badan lemas, sering sesak nafas dan sulit makan. Dinda sempat dirawat di Rsud. Soeroto Ngawi sampai akhirnya harus dirujuk ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Untuk pengobatan Dinda menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri kelas 3 namun biaya akomodasi transport ke Yogyakarta dirasa sangat berat. Pak Awit yang bekerja di bengkel penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga yang praktis tidak mempunyai pendapatan sendiri. Terakhir ranap di Rsup. Sardjito Yogyakarta, Dinda diantar pulang oleh Mtsr Yogyakarta. Setelah disurvey oleh kurir Ngawi selanjutnya Dinda menjadi pasien dampingan SR Ngawi sejak 22 Juli 2018. Saat ini Dinda melakukan pengobatan dengan kontrol rutin tiap bulan ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Santunan Awal sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi serta akomodasi berobat ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Bu Marsini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan pada Dinda. Semoga Dinda segera sembuh dan dapat beraktifitas normal seperti teman-teman sebaya nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 22 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Nandha_Rizky @Jeans_Oswolf @Anggaryantuka @Rubi_Farma

Dinda menderita pembengkakan jantung


SADERI BIN SADIMIN (86, Prostat). Alamat : Desa Ginuk RT 4/1, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Saderi, demikian biasa beliau dipanggil adalah seorang kakek yang sudah menderita prostat sejak dua tahun terakhir. Berulang kali mbah Saderi harus keluar masuk Rumah sakit karena kondisi drop. Mbah Saderi saat sehat bekerja sebagai buruh tani sedangkan istri nya yaitu mbah Remi (80) adalah seorang ibu rumah tangga. Mbah Saderi mempunyai satu anak dan sudah berkeluarga, anak inilah yang mendampingi pengobatan mbah Saderi selama ini. Saat ini kondisi mbah Saderi sudah lumayan stabil dan melakukan pengobatan di Rsud. Soedono Madiun dengan jadwal kontrol 3 bulan sekali. Mbah Saderi berobat dengan fasilitas jaminan Bpjs kelas 3. Saat ini kesulitan yang dihadapi adalah kurang nya biaya untuk biaya transportasi saat kontrol, pembelian pampers dan susu. Berdasarkan hasil survey maka bantuan lepad sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan sehari-hari. Mbah Remi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic semuanya. Dan semoga mbah Saderi bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubi_Farma @Khoirul_Mukhlisin @KinantiAwe

Mbah Saderi menderita prostat


GINAH BINTI KALITENGAH (73, Stroke) Alamat : Dusun Kalitengah RT 10 RW 2, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Ginah sebutannya, sejak usia muda mbah Ginah terkenal ulet dalam mencari uang, dari dini hari mbah Ginah sudah berada di salah satu pasar di Magetan untuk menjual berbagai sayuran, bahkan tak jarang mbah Ginah menginap di pasar untuk menunggu dagangannya. Namun bulan Januari 2018 yang lalu mbah Ginah ditemukan warga tidak sadarkan diri di lapak tempatnya berjualan, warga akhirnya menghubungi salah satu keluarga mbah Ginah, selang beberapa jam keluarga mbah Ginah sampai di pasar dan langsung membawa mbah Ginah ke RSUD dr. Soedono Madiun. Mbah Ginah didiagnosa stroke dan harus dirawat di rumah sakit lebih dari 10 hari, setelah dirawat di rumah sakit akhirnya mbah Ginah dibawa pulang oleh keluarganya. Mbah Ginah tinggal bersama anak dan cucunya di sebuah rumah kecil di Desa Sidomukti Magetan. Keadaan ekonomi yang jauh dari cukup membuat mbah Ginah tidak bisa melanjutkan pengobatan pasca dirawat di RS, hanya anak mbah Ginah yang bekerja saat ini, penghasilannya sebagai penganyam tikar hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan makan, sedangkan untuk kebutuhan mbah Ginah seperti obat dan pampers kadang tidak bisa dipenuhi. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan mbah Ginah. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk membeli kebutuhan perawatan seperti susu dan pampers. Mbah Ginah beserta keluarga mengucapkan terima kasih, semoga amal dan kebaikan sedekaholic diterima oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Dedy_Reza

Mbah Ginah didiagnosa stroke


SURATMI BINTI SINUNG (55, Ca Nasofaring). Alamat : RT 25/2 Dusun Dokingkin, Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Ratmi sudah satu tahun terakhir menderita sakit Ca Nasofaring. Awal nya berobat di Rsud. Sayidiman Magetan, setelah itu dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Akhirnya bu Ratmi dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan dilakukan operasi pada bulan Juli 2017. Saat itu bu Ratmi belum punya Bpjs dan tidak ada yang mengarahkan sehingga pengobatan menggunakan biaya umum sehingga menghabiskan cukup banyak biaya. Suaminya yaitu pak Suparni (62) bekerja sebagai buruh tani sangat merasa berat untuk membiayai pengobatan bu Ratmi, sehingga setelah kontrol 4 kali pengobatan dihentikan karena kehabisan biaya. Pada bulan Desember 2017, penyakit bu Ratmi kambuh dan lebih parah dari sebelum nya. Informasi mengenai bu Ratmi diperoleh dari suami nya yang mendatangi rumah salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bu Ratmi akhir nya masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan pada tanggal 1 Januari 2018. Saat ini beliau kembali menjalani pengobatan di Rsdm Solo dengan plan pengobatan kemoterapi rutin. Bantuan keenampun disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk akomodasi berobat dan kontrol rutin setelah sebelumnya menerima bantuan dan masuk dalam rombongan lama 1107, 1117, 1126, 1136 dan Rombongan baru 2. Bu Ratmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Ratmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 17 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Anis_Setya @Wellyanto

Bu Ratmi menderita sakit Ca Nasofaring


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah dua kali seminggu ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 4 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 17 Mei 2017. Santunan ketigabelas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam rombongan lama 1007, 1030, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094, 1107 ,1117, 1126, 1136 dan Rombongan baru 2. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak Seno menderita gagal ginjal


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2017. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua yang rencananya dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Santunan keempatbelas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta akomodasi sinar setelah sebelum nya masuk dalam rombongan lama 1023, 1030, 1044, 1059, 1069, 1083, 1091, 1107, 1117, 1126, 1136, 1141 dan Rombongan baru 2. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Pak Widji menderita ca thyroid


SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN (43, Ca Mamae). Alamat : Dukuh Mbiroto RT 2/2, Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Darsi demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae kurang lebih setahun yang lalu. Penyakit ini ditandai dengan ada nya benjolan pada payudara tetapi karena tidak timbul rasa sakit maka bu Sudarsi membiarkan nya saja. Baru setelah setahun timbul rasa sakit maka bu Sudarsi mencoba periksa ke Rsud. Sayidiman Magetan dan dinyatakan perlu tindakan operasi. Suami bu Sudarsi yaitu pak Muhamad Shokib (59) cukup panik takut biaya yang dibutuhkan tinggi sedangkan keluarga ini belum memiliki Bpjs. Pak Sokib sendiri bekerja dengan beternak kelinci dan ayam serta menjual nya ke pasar, wajar beliau kebingungan dengan biaya operasi untuk istrinya. Akhirnya dengan saran keluarga pak Shokib mendaftarkan Bpjs. Setelah Bpjs aktif, maka bu Darsi melanjutkan pengobatan dan operasi telah dilaksanakan pada awal bulan Desember 2017. Saat ini beliau melakukan pengobatan lanjutan dengan kontrol rutin di Rsud. Sayidiman Magetan. Informasi mengenai bu Sudarsi diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Santunan ketujuh titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap setelah sebelum nya masuk Rombongan 1090, 1107, 1117, 1126, 1136 dan 1142. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantuan yang telah diterima. Semoga bu Sudarsi bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Rubi_Farma @Dedik @IqbalFahmi

Bu Darsi menderita ca mamae


KASMI BINTI SAKERAN (41, Ca Mamae + Myom). Alamat : Dusun Ngasem RT 2/1, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kasmi adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae dan Myom selama satu tahun terakhir. Pertama kali bu Kasmi berobat ke dokter umum, selanjutnya dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa bu Kasmi menderita Ca Mamae dan Myom sehingga harus dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Bu Kasmi mulai berobat ke Rsdm Solo bulan Mei 2017 dan operasi dilaksanakan tanggal 13 September 2017. Sebelum operasi sudah dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali. Jahitan bekas operasi sedikit mengalami kegagalan sampai harus 2 kali dilakukan perbaikan baik di Rsud. Magetan maupun di Rsdm Solo. Bu Kasmi tidak memiliki anak, dan suaminya sudah tidak memperdulikan dia lagi sehingga sering kali bu Kasmi harus berangkat berobat sendiri walau kadang didampingi kakak nya atau ibu mertua nya yang masih sangat perduli dengan bu Kasmi. Informasi tentang bu Kasmi diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses Survey, bu Kasmi masuk menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai Senin, 30 Oktober 2017. Saat ini direncanakan proses kemoterapi suntik sebulan sekali. Santunan keenam titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi ranap, kontrol dan pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 1083, 1094, 1107, 1117 dan 1142. Bu Kasmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Kasmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Dedy_Reza

Bu Kasmi menderita sakit ca mamae


PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO (38, Gagal ginjal). Alamat : Desa Sambirobyong RT 3/2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Tyas, demikian ibu dua orang anak ini biasa disapa menderita gagal ginjal. Pada bulan Oktober 2017 bu Tyas mengalami sakit punggung dan tidak nafsu makan dan karena terus berlanjut maka bu Tyas berobat ke Rsud. Pangkalan Maospati Magetan. Berikutnya saat pulang kampung di Solo, bu Tyas harus menjalani Rawat inap di RS. Panti Waloya selama seminggu di ICU dan dilakukan cuci darah sekali karena ternyata ginjal bu Tyas mengalami penurunan fungsi. Empat hari setelah pulang dari ranap kembali merasa sesak dan pusing sehingga harus dilarikan ke RS. Panti Waloya lagi dan langsung di lakukan hemodialisa. Saat ini bu Tyas harus menjalani hemodialisa rutin setiap hari Rabu dan Sabtu di Rsu. Oen Kandang Sapi. Suami nya yaitu pak Gito (36) bekerja di bengkel, harus tetap bekerja dan mengurus 2 anak nya yang masih kecil dan ibu dari pak Gito yang juga dalam kondisi sakit. Saat ini bu Tyas menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Solo karena hemodialisa dilakukan di Rumah Sakit area Solo. Bantuan kelima sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi hemodialisa setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1090, 1117, 1136 dan 1142. Bu Tyas sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Tyas bisa sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Wellyanto @Rubi_Farma

Bu Tyas menderita gagal ginjal


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Saat ini bu Yuni menjalani proses kemoterapi yang direncanakan sebanyak 6 kali. Santunan ke tigabelas titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 986, 1023, 1032, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094, 1107, 1117, 1136 dan 1142. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KinantiAwe @Khoirul_Mukhlisin @Rubi_Farma

Bu Yuni menderita ca mamae


AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada tanggal 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan ketujuh pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya medikasi setiap hari dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan 1091, 1107, 1117, 1126, 1136 dan 1142. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubi_Farma @Khoirul_Mukhlisin @KinantiAwe

Pak Agus menderita patah tulang kaki karena kecelakaan


SULOPO BIN WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung kopi. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan Sedekah Rombongan Surabaya. Saat ini beliau menjalani kontrol rutin dan kemoterapi di Rsup. Soetomo Surabaya. Santunan ketigabelas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi transportasi dan pengobatan selama di Surabaya setelah sebelum nya masuk rombongan 1007, 1030, 1032, 1054, 1066, 1069, 1091, 1107, 1117, 1126, 1136 dan 1142. Pak Sulopo sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, dan semoga penyakit yang di derita pak Sulopo segera mendapat kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Pak Sulopo menderita tumor orbita


SRI WAHYUNI BINTI AMAT MIMBAR (46, Ca Mamae). Alamat : Jalan Salak RT 9/2, Desa Gulun. Bu Yuni demikian biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae mulai tahun 2016. Berawal pada bulan September tahun 2016, merasakan ada benjolan di daerah dada kanan bawah, apabila dipegang tidak sakit, lalu di periksakan ke puskesmas setempat. Berikutnya bu Yuni dirujuk ke Rsau. Iswahyudi Maospati, dilakukan pemeriksaan Lab dan pemeriksaan lanjutan, kemudian tanggal 2 Januari 2017 dilakukan Operasi pengangkatan benjolan dan payudara. Usai operasi menjalani kontrol rutin 2 bulan. Berikutnya dirujuk ke RS Haji Sukolilo untuk dilakukan Kemoterapi. Setelah kemo 6 kali, dirujuk lagi ke Rsup Dr. Sutomo untuk terapi sinar sebanyak 25 kali, dimulai tanggal 22 Januari 2018. Pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Katino (53) yaitu suami bu Yuni yang bekerja sebagai buruh tani. Walaupun bu Yuni menggunakan jaminan KIS untuk proses pengobatan, tetapi biaya akomodasi transport dirasa cukup memberatkan. Informasi mengenai bu Yuni diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan yang bertemu bu Yuni saat berobat di Rsup. dr. Soetomo Surabaya. Selanjutnya bu Yuni masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 29 Januari 2018. Santunan ketiga sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat selama di Surabaya dan biaya transportasi. Bantuan sebelum nya yang diterima oleh bu Yuni telah dilaporkan dan masuk pada rombongan 1117 dan 1126. Bu Yuni sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan tang telah disampaikan. Semoga bu Yuni segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Kinati_Awe @Rubi_Farma @Khoirul_Mukhlisin

Bu Yuni menderita sakit ca mamae


SARMI BINTI SARMIN (84, Biaya hidup). Alamat : Dusun Geger, RT 14/2, Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sarmi adalah seorang nenek yang hidup sebatang kara di sebuah rumah yang berukuran kecil sekali. Di usianya yang sudah tua, mbah Sarmi masih harus bekerja keras untuk bisa bertahan hidup. Dengan mencari sisa – sisa panen padi di sawah (jawa : ngasak) di saat musim panen padi dan kalau tidak musim panen padi maka mbah Sarmi harus berusaha mencari penghasilan lain, dengan demikian dapurnya masih bisa tetap mengepul untuk sesuap nasi. Sudah lama suaminya meninggal dunia dan tidak memiliki anak. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi dan penderitaan yang dialami mbah Sarmi. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya hidup mbah Sarmi. Betapa senangnya mbah Sarmi dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa untuk membantu biaya hidup sehari – harinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bantuan biaya hidup


SUDARTI BINTI GUNO UTOMO (69, modal usaha + biaya hidup). Alamat : Dusun Tumpang, RT 14/12, Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Darti, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang nenek renta yang sudah lama hidup dengan anak laki – lakinya yang bekerja sebagai buruh tani. Keseharian mereka sangat sederhana. Mbah Darti karena usia semakin lanjut, sudah tidak bisa beraktifitas seperti dulu pada saat suaminya masih hidup. Beruntung anak laki – lakinya bisa membantu bekerja walau hanya ke sawah saat ada tetangga yang menyuruhnya bekerja. Itu sudah sangat membantu untuk bisa bertahan hidup. Apabila tidak ada pekerjaan, maka mereka makan seadanya, ketela pohon pun menjadi pilihan. Sebenarnya anaknya ingin sekali mempunyai pekerjaan sendiri agar bisa mencukupi kebutuhan ibu dan dia sendiri. Namun mereka tidak memiliki simpanan atau tabungan. Belum lagi rumah mereka yang kurang layak untuk ditempati. Rumah dengan kondisi yang sangat sederhana juga tetap diayukuri, karena memang begitulah kemampuan mereka untuk tetap bisa bertahan hidup. Mbah Darti walau berjalan harus menggunakan tongkat, tetap saja berusaha beraktifitas sehari – hari, dengan maksud tidak membebani dan tidak tergantung pada ank semata wayangnya. Informasi tentang mbah Darti diperoleh dari teman salah satu kurir Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Darti, santunan lepaspun disampaikan untuk modal usaha dan biaya hidup. Mbah Darti merasa senang sekali, bersyukur, dan todak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, sehingga bisa untuk modal usaha anaknya dan biaya hidup sehari – hari mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bantuan modal usaha + biaya hidup


KHOLIFAH BINTI TOHA (72, Berobat + Biaya Hidup). Alamat : Dusun Jogoxayuh, RT 2/1, Desa Jogodayuh, Kecamatn Geger, Kabupatrn Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Kholif, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya adalah seorang nenek yang tinggal di rumah bersama anaknya bernama Binti Istiqomah umur 46 tahun. Anaknya tersebut mengalami gangguan jiwa sejak lama. Rumah mbah Kholif dengan kondisi yang jauh dari layak huni, dan juga kurang memenuhi syarat kesehatan, namun demikian, itulah satu – satunya yang dimiliki mbah Kholif. Semenjak suaminya meninggal, mbah Kholif harus bekerja keras. Walau sebenarnya sudah berusia lanjut, yang seharusnya menikmati masa tua, namun mbah Kholif masih semangat bekerja demi sesuap nasi. Sebagai seorang pekerja serabutan buruh tani, penghasilan mbah Kholif jauh dari memadai. Namun dengan gigih mbah Kholif bekerja, walau tidak seberapa hasil yang didapat. Karena hanya itulah yang bisa dikerjakan. Mbah Kholif saat bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan, menceritakan kehidupan sehari-harinya dengan nada serak-serak. Kalau melihat anak semata wayangnya yang keterbelakangan mental, sebenarnya sangat kasihan. Namun apa daya, tidak ada yang bisa diperbuat oleh mbah Kholif. Hanya pasrah kepada Yang Maha Kuasa. Informasi tentang mbah Kfolif diperoleh dari teman salah satu kurir Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Kfolif. Santunan lepas pun disampaikan kepada Mbah Kholif untuk biaya berobat anaknya dan biaya hidup sehari – hari. Mbah Kholif senang sekali dan bersyukur. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan sehingga mbah Kholif dan anaknya bisa berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – harinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Erik6789

Biaya berobat + biaya hidup


ANSORI BIN HARDJO (53, Ca Ishopagus). Alamat : Dusun Kawongan, Desa Joho RT 7/3, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Ansori adalah seorang kepala Rumah Tangga. Sejak 2 bulan yang lalu pak Ansori mengeluhkan tenggorokanya yang sakit untuk menelan. Setelah menjalani Endoskopi di Rsud Soedono ternyata dokter mendiagnosa bahwa pak Ansori menderita kanker Isofagus dan harus menjalani pengobatan lanjut ke Rsud Moewardi Solo 2 kali seminggu. Anaknya yang bekerja sebagai guru swasta di sebuah sekolah di luar Jawa, merasa kewalahan dan kesulitan biaya dalam menjalani proses pengobatan bapaknya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga Pak Ansori. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat. Setelah didampingi Sedekah Rombongan dan baru sekali menjalani kontrol ke RSDM, Allah berkehendak lain. Pak Ansori meninggal dunia. Semoga arwah pak Ansori diterima oleh Allah SWT, diampuni semua dosa, dan diterima semua amal baiknya. Dan keluarga yang ditinggal semoga diberi keikhlasan dan kesabaran.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak Ansori menderita kanker iIsofagus


SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai merasakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus mnyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Bantuan kesepuluhpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun, yang sebelumnya telah menerima santunan dan masuk pada Rombongan lama 1018, 1079, 1083, 1094, 1107, 1116, 1124, 1133 dan Rombongan baru 2. Pak Salamun merasakan banyak sekali perubahan setelah melakukan kontrol rutin. Dan sedikit demi sedikit mulai beraktifitas. Ucapan syukur dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada pak Salamun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak salamun menderita leukimia


AMINI BINTI ROHMAD (57, Tumor jinak). Alamat : Desa Sumberejo, RT 10/5, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Amin, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak. Anak pertamanya meninggal dunia saat masih berusia 20 tahun. Sementara anak keduanya laki – laki sekarang sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Bu Amin sehari – harinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga tak jauh dari kediamannya. Berangkat kerja pagi naik sepeda pancal dan pulang di sore hari. Bu Amin sudah lama menderita sakit diabet. Beliau rutin memeriksakan sakitnya setiap bulan sekali ke pegawai kesehatan terdekat dengan rumahnya. Itupun mencari waktu sepulang dia kerja, agar bekerjanya tidak terganggu. Dengan gaji setiap bulan 400 ribu rupiah, bu Amin harus bisa mencukupi biaya hidupnya untuk sebulan. Setahun yang lalu bu Amin merasakan ada benjolan pada lehernya. Awalnya kecil, namun lama – kelamaan benjolan tersebut semakin besar. Sampai sekarang bu Amin merasakan benjolan pada lehernya dirasakan semakin besar. Namun karena keterbatasan biaya, benjolan tersebut belum pernah diperiksakan. Sebenarnya ingin sekali bu Amin memeriksakannya. Bu Amin takut kalau nanti membutuhkan biaya banyak, padahal beliau hidup sehari – harinya serba pas – pasan. Bu Amin memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Saat Sedekah Rombongan bertemu dengan bu Amin, menceritakan keadaan yang dialaminya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Bu Amin. Santunan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Amin, setelah sebelumnya menerima bantuan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 2. Betapa senangnya bu Amin, dan tidak lupa mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepadanya sehingga bisa untuk biaya akomodadi berobat sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Amini menderita tumor jinak


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Pembelian Accu). Mobil Gran Max tahun 2014 adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan eksterior ambulance untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Madiun sejak 3 Februari 2017 lalu telah dihibahkan oleh sedekaholics dan para kurir #SRWonogiri. Fungsinya adalah untuk Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun dalam menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng gunung wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi onderdil MTSR, antara lain kondisi accu agar tetap terjaga dan optimal. Adapun biaya pembelian accu mtsr sebesar Rp. 730.000. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic maka MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 730.000,-
Tanggal : 17 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Biaya pembelian accu


MUHAMAD ASWURI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 1x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan ke sepuluh pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1054, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133 dan 1142. Pak Aswuri masih melakukan hd dan kontrol rutin di Rsud. Soedono. Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak aswuri menderita sakit gagal ginjal


NOUFAL DHORIF (9, Retino Blastoma). Alamat : Dusun Krajan, RT 3/2, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Noufal adalah anak dari Bapak Jayus dan Ibu Wahyu Khoirul Achidah dengan pekerjaan sebagai petani. Noufal adalah seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 3 SD dengan diagnosa penyakit Kanker Mata (Retina Blastoma). Dia menjadi anak tunggal setelah kedua kakak laki-lakinya meninggal dunia dikarenakan penyakit yang sama yaitu Kanker Mata, penyakit bawaan dari Gen sang Ibu. Setiap dua minggu sekali Noufal kontrol ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya didampingi sang ibu, dan naik bis adalah satu satunya pilihan mereka karena naik kereta atau travel dirasa terlalu mahal bagi mereka, walaupun sang ibu selalu mengalami mabuk kendaraan, ini dilakukan demi kesembuhan buah hatinya. Saat ini Noufal menjalani pemasangan dan penyesuaian bola mata palsu di RS Undaan. Begitu besar semangat dan harapan untuk dapat sembuh dari penyakitnya, karena mengingat kakak – kakaknya yang meninggal karena penyakit yang sama. Dek Noufal memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Informasi tentang dek Noufal diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Naufal dan orang tuanya. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, agar bisa menggapai kesembuhan dan tidak bernasib seperti kedua kakaknya. Orang tua dek Naufal merasa senang sekali, bersyukur, dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 28 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @BenyPoer

Noufal diagnosa penyakit kanker mata


MAZMUR EKA PUTRA (6, Epilepsi+ GDD). Alamat : Jl.Bali Gg.XI/19 RT.33/6 Kelurahan Kartoharjo, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Mazmur biasa dipanggil demikian. Dek Mazmur menderita Global Delay Development dan juga Epilepsi. Ayahnya yang juga memiliki kelainan pada punggungnya, bekerja sebagai tukang jahit, itupun tidak selalu ada yang menjahitkan pada beliau. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Istrinya terpaksa memulung barang bekas dan menjualnya pada pengepul. Mereka hidup di sebuah gubuk kecil berukuran 3m x 4m dan itupun bukan hak miliknya karena hanya disuruh menempati karena kasihan. Dek Mazmur melakukan Rehab Medik setiap hari Rabu. Dan beberapa bulan yang lalu dek Mazmur dirujuk ke RSDM Solo, namun tidak dilaksanakan karena keterbatasan biaya. Dek Mazmur memiliki jaminan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami kedua orang tua dek Mazmur. Bantuan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Mazmur, dengan harapan agar dek Mazmur bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak seusianya, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan lama 1125, 1133 dan Rombongan baru 2. Dek Mazmur sudah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, namun oleh dokter kembali dirujuk ke Rsud Soedono Madiun untuk melakukan teraphy rutin. Atas nama dek Mazmur, bapaknya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholic yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk melanjutkan pengobatan demi menjemput kesembuhannya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 28 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Dek Mazmur menderita global delay development dan juga epilepsi


SITI FATIMAH (51, Ginokologi). Alamat : Dusun Banjarsari, RT 5/2, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti Fatimah biasa dipanggil Bu Siti adalah sosok ibu rumah tangga yang hanya bekerja sebagai pengrajin sapu ijuk rumahan, setelah suami beliau meninggalkan rumah sejak anaknya masih kecil sampai sekarang beliau tinggal hanya bersama anak laki-laki semata wayangnya yang masih duduk di kelas 8, di saat penghasilannya yang hanya pas buat makan sehari-hari, beliau diberi cobaan sakit Ginekologi, sakit yg sudah sejak bulan Januari beliau rasakan sangat menggangu aktifitasnya. Awal sakitnya beliau periksa di puskesmas desa dan karena keterbatasan sarana beliau dirujuk di rumah sakit daerah Madiun, karena sakit beliau akhirnya rumah sakit merujuk ke Muwardi Solo yang lebih lengkap sarana kesehatannya. Melihat anaknya yg masih butuh perhatian, Ibu Siti bertekat untuk bisa sembuh dari sakit yg dideritanya. Untuk saat ini beliau rutin kontrol ke RSU Muwardi Solo, dengan keadaan perekonomian yang pas – pasan beliau harus mengumpulkan uang untuk ke solo naik bis yang terkadang harus berdesak-desakan dengan menahan rasa sakitnya dan kadang harus menginap untuk menunggu hasil kontrol. Bu Siti memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami buSiti. Bantuan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan lama 1133, 1142 dan Rombongan Baru 2. Bu Siti merasa senang sekali, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk bisa sembuh dari sakit yang menjadi momok semua wanita.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 23 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Siti menderita ginokologi


INDAH RETNA (34, Patah tulang paha). Alamat : Desa Balerejo, RT 22/3, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Mbak Indah adalah seorang janda memiliki satu anak perempuan. Awal mula dari keadaannya diakibatkan oleh kecelakaan motor tiga tahun yang lalu (satu hari sebelum hari raya), terjadi bersama suami dan anaknya, namun kondisinya lebih parah dari suami dan anaknya. Saat itu juga sudah dilakukan operasi penyambungan, karena mengingat patah tulangnya remuk (multiple). Operasi harus dilakukan bertahap. Dengan dipasang pen. Walaupun kondisi sudah dilakukan operasi 2 kali tapi kondisi tulangnya belum bisa tersambung, sehingga mbak Indah sampai saat ini harus menunggu giliran operasi lagi dimana biaya dari jasa raharja sudah habis, walau sebenarnya menggunakan Bpjs kelas 3. Tetapi kendala yang dihadapi adalah biaya untuk transportasi dari rumah ke Rsud Soedono karena harus menggunakan mobil sewa. Mbak Indah tidak bisa berjalan dan harus memakai alat bantu untuk berjalan. Sekarang Mbak Indah juga berusaha membuat kripik tempe yang dititipkan ke tetangga sebelah rumah untuk membiayai dia dan anaknya, serta bantuan dari adik laki-lakinya. Karena masih membutuhkan biaya untuk perawatan luka pasca operasi. Walau mbak Indah memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS mandiri kelas 3, namun tidak mampu mengcover semuanya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbak Indah. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat mbak Indah, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan baru 2. Mbak Indah mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Indah menderita patah tulang paha


KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama . Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar . Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem.memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan ketujuhpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1007, 1054, 1094, 1116 , 1125 dan 1133. Bu Katiyem sudah menjalani sedot cairan dua kali, sehingga sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Katiyem mengalami sakit asictes


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang hanya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada Rombongan lama 897, 959, 976, 989, 1018, 1039, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133 dan Rombongan baru 2. Kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke empat belas untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka tahun ajaran baru 2017/2018 ini dek hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, namun masih masih tetep rutin kontrol. Kondisi terakhir dek Hamdan selain kontrol rutin ke rumah sakit Sudono Madiun, juga dirujuk ke rumah sakit dr. Sutomo Surabaya . Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 25 Juli 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Hamdan menderita shepinabifida


ALVARO KINAN PUTRA OKTAVIANO (8, Skoliosis+CP). Alamat : Jl.Mangga, Gg. IX, No.23, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Varo, biasa dipanggil demikian, adalah anak pertama dari Bapak Agus dan Bu Ida. Sungguh malang sekali, putra pertama mereka mengalami kelainan tulang belakang (Skoliosis) sejak lahir. Kemalangan mereka pun tak kunjung henti saat memeriksakan Varo ke dokter diusianya 6 bulan dan dokter mendiagnosa bahwa Varo juga menderita Cerebral Palsy. Kedua orang tuanya tak henti – hentinya melakukan pengobatan untuk kesembuhan putra pertama mereka. Beberapa ikhtiar non medis pun mereka jalani untuk mengobati sakit yang diderita putranya, hingga beberapa harta mereka harus terjual untuk menjalani proses pengobatan. Saat ini Alvaro menjalani pengobatan rutin di RSO Dr.Soeharso Solo. Kontrol rutin masih mereka jalani dalam seminggu sekali, sambil menunggu jadwal operasi pada tulang belakangnya. Dek Varo belum lama juga harus melakukan revisi brace sama sepatu avo nya, karena brace sama sepatu avo nya Varo sudah tidak cukup, seharusnya mengukur baru, berhubung uangnya belum cukup, dan pihak RS tidak mau di dp dulu, harus cash, akhirnya yang lama diukur lagi, direvisi saja dulu. Karena Varo tidak boleh lepas dari brace nya, harga bracenya 2.750.000, sepatu avonya 1.400.000. Dan rencana setelah lebaran saat tahun ajaran baru nanti, orang tuanya ingin mendaftarkan Varo sekolah di SDLB. Setiap kontrol, Varo dan keluarga harus mengendarai Bus dan ayahnya menggendong Varo dini hari supaya sampai di RS tepat waktu. Semangat yang tinggi terlihat pada orang tua Varo, demi kesembuhannya. Dek Varo memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan dek Varo dan keluarga. Bantuan keduapun disampaikan Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat dan membantu proses pengobatan Varo agar bisa berangsur membaik dan untuk dapat menjemput kesembuhan putranya, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1142. Orang tua Varo merasa senang sekali, bersyukur kepada Allah, dan tak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 17 Juli 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Alvaro mengalami kelainan tulang belakang


BEDJO BIN MARUWI (63, Lumpuh). Alamat : Jl. Sedoro, RT 2/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bapak Bedjo adalah seorang warga desa yang semasa sehatnya adalah orang yang pekerja keras dengan membuka warung kopi dan jajan/gorengan beliau menghidupi keluarganya. Meskipun hasilnya sedikit dan kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga namun bapak Bedjo tidak putus asa tetap jualan di warungnya karena memang hanya itu yang bisa beliau lakukan. Buka sore jam 5 sampai jam 9 malam. Namun sejak beliau mengalami sakit istrinya yang menggantikan jualan itupun tidak bisa setiap hari buka karena minimnya modal untuk buka warung satu hari buka 3 hari tutup. Bapak Bedjo semanjak sakit hanya bisa duduk dan tidur dan jika ingin berjalan hanya bisa dengan “ngesot”. Pengobatan tidak dilakukan karena tidak ada biaya transportasi dan selain itu karena usia yang sudah senja sakit yang diderita kecil kemungkinan untuk pulih, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari -hari kadang diberi dari tetangga sekitar. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Bedjo. Santunan lepaspun disampaikan untuk berobat dan biaya hidup. Pak Bedjo senang sekali dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Bedjo mengalami lumpuh


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorang kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mncukupi kebutuhn sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarng menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita gangguan di tulang belakang, pernah berobat ke RSUD Dolopo (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillh bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Santunan ketujuhpun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat pak Rokhim, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan lama 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, dan Rombongan Baru 2. Selain menjalani terapi rutin, pak Rokhimin juga disarankan untuk memakai korset khusus untuk terapi sakitnya tersebut. Dan alhamdulillah sekarang sudah mendapatkan korset untuk terapi yang selalu dipakainya setiap saat. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Rokhimin menderita gangguan di tulang belakang


AHMAD HAZIMI (5, Hydrocephalus dan kurang Gizi). Alamat: Jambu Timur RT 28 / RW 06, Kec. Mlonggo, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Oleh keluarga, sehari-hari biasa dipanggil Hazimi. Merupakan putra bungsu dari Bapak Moh Bahrun dan Bu Dewi Masruroh. Ketika lahir, Hazim terlihat normal seperti layaknya bayi lainnya. Namun, ketika berusia 3 bulan kepala Hazim menunjukkan adanya perbesaran. Kala itu orang tua Hazim hanya mendiamkannya, baru ketika usia 5 bulan Hazim dibawa ke Puskesmas dan langsung divonis Hydrocephalus. Sehari-hari, Bapak Bahrun bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Masruroh berjualan di warung kecil depan rumah. Hidup sederhana dan penghasilan pas-pasan membuat Pak Bahrun mengupayakan pengobatan Hazim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Namun sayang, pengobatan yang diharapkan untuk Hazim tak kunjung datang, ia belum juga mendapat panggilan. Baru ketika Hazim berusia 2,5 tahun ia mendapat konfirmasi untuk dibawa ke RS Roemani Semarang. Hazim dibawa oleh tim DKK Jepara menuju RS Roemani dan rawat inap selama 3 minggu. Bulan Juli 2016, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Hazim secara tidak sengaja oleh tetangga dekat rumahnya. Mata Hazim bagian kanan tidak bisa melihat jelas, tangan dan kaki Hazimi bagian kanan juga lemah, tidak berkekuatan. Hazim tidak bisa duduk ataupun berjalan. Setelah melakukan musyawarah dengan keluarga, tim Sedekah Rombongan kemudian sepakat untuk mendampingi Hazim berobat dibawah pantauan SR Jepara. Saat ini, Hazim masih rutin melakukan rawat jalan di RSUD Kartini untuk pemantauan perkembangan tubuhnya dan melakukan fisioterapi. Pada tanggal 4 Agustus kemarin Hazim melakukan CT Scan untuk melihat perkembangan otaknya dan deteksi adanya penambahan cairan di otaknya. Santunan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi Hazimi dan untuk akomodasi ke Rumah Sakit. Setelah terapi rutin, kini hazimi bisa pindah menggerakkan tangan dan kakinya untuk pindah posisi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 juni 2018
Kurir : @andreyherdian @restiarini @akuokawai

Hazimi menderita hydrocephalus dan kurang gizi


ASMONOWATI (53, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS dan Santunan Tunai. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 1130

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 Juli 2018
Kurir: @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @budaili

Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 ANDIK ISDIANTO 500,000
2 KINI BINTI WAHYO 500,000
3 AJI PANGESTU BIN DAMIN 500,000
4 WINDARTI BINTI KASNI 500,000
5 SILMI KAFAH 1,000,000
6 MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 26 DAN VOLUME 27 14,000,000
7 MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 28 7,000,000
8 SYAMSIR AHMAD 2,500,000
9 YAYASAN HANUM PEDULI KANKER 2,000,000
10 SUMARYADI BIN DARMO MENGGOLO 2,000,000
11 ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO 500,000
12 KHOFIFAH AULIA UTAMI 500,000
13 RIZKY ARIWIBOWO 500,000
14 ABAS IMAMI 500,000
15 ALINA MIKHAILA AHENDRA 500,000
16 SUROTO BIN SAIDI 500,000
17 PUTRI LESTARI 500,000
18 KARTINI BINTI KATEMAN 1,000,000
19 SUMARNI BINTI TULUNREJO 1,000,000
20 SIGIT HARYANTO 1,000,000
21 ANIK RAHAYU 1,000,000
22 SIBO BINTI TEGALOMBO 1,000,000
23 ARDINDA MAYANG MARSELA 500,000
24 SADERI BIN SADIMIN 1,000,000
25 GINAH BINTI KALITENGAH 1,000,000
26 SURATMI BINTI SINUNG 500,000
27 SENO BIN SUPANI 500,000
28 WIDJI ALWIJIANTO 500,000
29 SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN 500,000
30 KASMI BINTI SAKERAN 500,000
31 PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO 500,000
32 YUNI PURWANINGSIH 500,000
33 AGUS SUYONO 500,000
34 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 500,000
35 SRI WAHYUNI BINTI AMAT MIMBAR 500,000
36 SARMI BINTI SARMIN 1,000,000
37 SUDARTI BINTI GUNO UTOMO 1,000,000
38 KHOLIFAH BINTI TOHA 1,000,000
39 ANSORI BIN HARDJO 500,000
40 SALAMUN BIN SHOLIKAN 500,000
41 AMINI BINTI ROHMAD 500,000
42 MTSR MADIUN 730,000
43 MUHAMAD ASWURI 500,000
44 NOUFAL DHORIF 1,100,000
45 MAZMUR EKA PUTRA 500,000
46 SITI FATIMAH 800,000
47 INDAH RETNA 500,000
48 KATIYEM BINTI JAIMAN 500,000
49 MUSOFA HAMDAN 700,000
50 ALVARO KINAN PUTRA OKTAVIANO 1,200,000
51 BEDJO BIN MARUWI 1,000,000
52 ROKHIMIN BIN SLAMET 500,000
53 AHMAD HAZIMI 1,000,000
54 ASMONOWATI 500,000
Total 60,530,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 0,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM ROMBONGAN

Rp. 62,229,149,310,-