SLAMET BIN PALAN (35, Infeksi Usus Besar). Alamat : Desa Sidorejo RT. 04/03, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sejak 9 bulan yang lalu kondisi beliau lemah dan setiap makan selalu muntah kembali. Lalu diperiksakan ke Puskesmas, dan mendapat rujukan untuk rawat inap di RSUD ternyata terdapat infeksi pada usus besar serta lambung. Hingga akhirnya Sedekah Rombongan mengetahui info ini lalu kurir SR Rembang segera survey dan menggali data, keluarga berharap bisa dibantu, dan Pak Slamet begitu semangat ingin bisa sembuh. Alhamdulullah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Pak Slamet. Bantuanpun diberikan untuk membayar biaya pengobatan. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : ImamTeguh Ahmad Fatoni, Putri RM, @jeansemaurer

Slamet menderita infeksi pada usus besar serta lambung


MOH. AMIN (54, Kanker Testis). Alamat : Desa Sidorejo, RT. 03/01, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Semenjak 6 bulan yang lalu Bapak Amin tidak bisa bekerja sebagai penjual ikan hias keliling karena didiagnosa Tumor testis & dilakukan oprasi di RSud dr.Soetrasno, akan tetapi sekarang beliau didiagnosa pembengkakan hati. Hingga akhirnya Sedekah Rombongan mengetahui info ini lalu kurir SR Rembang segera survey dan menggali data, keluarga berharap bisa dibantu, dan Bapak Amin begitu semangat ingin bisa sembuh. Alhamdulullah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Bapak Amin. Bantuanpun diberikan untuk membayar biaya pengobatan. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : ImamTeguh Ahmad Fatoni, Putri RM @jeansemaurer

Pak Amin menderita tumor testis


UMIYATUN BINTI AHMAD URIP (57, Darah Tinggi + Tumor Telinga). Alamat : Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ibu Umiyatun sakit sejak Desember 2017, mulanya Ibu Umiyatun merasakan gatal pada telinganya kemudian Ibu Umiyatun menggunakan bulu ayam untuk menghilangkan rasa gatalnya. Namun dari telinga Ibu Umiyatun mengeluarkan darah, kejadian itu tidak terlalu dihiraukan Ibu Umiyatun karena darah tersebut sudah tidak keluar. Setelah beberapa hari telinga Ibu Umiyatun kembali mengeluarkan darah dengan volume yang lebih banyak. Kemudian Ibu Umiyatun memeriksakan keadaannya ke Puskesmas terdekat dan dokter mengindikasi bahwa ada tumor di telinga Ibu Umiyatun serta Hipertensi (darah tinggi) yang juga ia derita. Setelah dari Puskesmas keadaan Ibu Umiyatun tak kunjung membaik dan justru semakin lemah, akhirnya Ibu Umiyatun dibawa ke RSUD SOETRASNO dan di rujuk ke RSUP Dr.Kariadi Semarang. Ibu Umiyatun yang seorang Ibu Rumah Tangga merasa kebingungan untuk biaya selama berobat di Semarang, karena Bp. Warimin (62 tahun) suami Ibu Umiyatun yang bekerja sebagai petani juga sedang sakit dan tidak mempunyai bekal untuk menjalani hidup selama di Semarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Umiyatun dan membantu beliau untuk memberikan tempat singgah dan biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. Bu Umiyatun saat ini akan menjalani program sinar yang akan dilakukan selama 33 kali berturut-turut. Namun setelah dirawat di RS Karyadi kondisi semakin drop hingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terkahir, Sedekah Rombongan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga, semoga beliau Husnul Khotimah, aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : ImamTeguh Khumaida @jeansemaurer

Bu Umiyatun menderita darah tinggi + tumor telinga


ALEX SUGIYONO (44, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Sumber Girang RT 02/07, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sakit Pk Alex berawal 2 bulan sebelum puasa tahun 2018 kemarin, Ketika itu badan terasa tidak enak karena sering mutah dan badan muncul bintik bintik merah dan kaki terasa sangat kencang hingga akhirnya setelah dilasem diperiksakan di klinik, Hasil diagnosa nya karena asam urat dan asam lambung. Setelah di obati ternyata masih saja mual dan muntah muntah. Sampai akhirnya dirujuk untuk periksa di puskesmas Lasem kemudian di lakukan cek sampel darah, disini baru kelihatan bahwasanya pak Alex terindikasi terkena gagal ginjal. Setelah diketahui penyakitnya, Pak Alex dirujuk untuk dirawat di RSUD Rembang. Dan di anjurkan untuk rutin cuci darah setiap Minggu 2x yaitu pada hari Selasa dan Jumat. Mendengar diagnosa dokter seperti itu Istri Pak Alex bingung Karena biaya hidup keluarga Pak Alex yang jadi tumpuan malah sekarang sakit. Pada saat masih bekerja saja hidupnya sudah sangat pas-pasan. Hingga akhirnya Sedekah Rombongan mengetahui info ini lalu kurir SR Rembang segera survey dan menggali data, keluarga berharap bisa dibantu, dan Pak Alex in begitu semangat ingin bisa sembuh. Alhamdulullah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Pak Alex n. Bantuanpun diberikan untuk membayar biaya pengobatan. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : imamTeguh Edi Santoso, Lukman Supriyadi @jeansemaurer

Pak Alex terindikasi terkena gagal ginjal


NGATWATI BINTI SARBAN (35, Kanker Otak). Alamat : Desa Sumber RT 003 RW 002, Kec. Sumber Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah. Sosok wanita petani yang hidup sederhana di Desa Sumber ini pada awalnya sekitar awal 2016 merasa sering sesak nafas dan sakit kepala. Akhirnya Bu Ngatwati diantar keluarga untuk berobat di Puskesmas Sumber. Hasil diagnosa dokter dinyatakan menderita penyakit TBC. Beberapa waktu kemudian dirujuk untuk ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang karena 6 bulan sakit kepala disertai muntah-muntah dan hasilnya dari diagnosa dokter adalah tumor otak sehingga direkomendasikan untuk rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Setelah itu dengan segala keterbatasan, istri Munthosir ini ditemani suami ke Semarang menggunakan angkutan umum. Alhasil dari ikhtiar dioperasi ternyata tumor di otak itu dr kanker paru-paru yang sudah menjalar ke otak. Selama tahun 2017 itulah Bu Ngatwati selalu kontrol dengan menggunakan bus dan ekonominya otomatis menemui kendala berat karena suami tak bisa bekerja. Karena keluarga membutuhkan biaya akomodasi dan juga transportasi saat kontrol maka oleh kurir #SedekahRombongan Rembang segera disurvey dan dilakukan pendataan sehingga diputuskan oleh team kurir untuk diberikan Bantuan dengan pendampingan. Alhamdulillah saat ini kondisi pasien semakin membaik. Dan sebelumnya sudah mendapat Bantuan yang masuk kedalam rombongan 6. Semoga beliau cepat diberi kesehatan serta ketabahan, kekuatan dan kesabaran, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : ImamTeguh Achmad Rifan @jeansemaurer

Bu Ngatwati menderita kanker otak


FABRYONA LACITA GAVA PUTRI (1, Hydrocephalus). Alamat : Desa Dorokandang RT 003 RW 001 Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, Prov. Jawa Tengah. Pasangan muda, Mustari dan istrinya Erluza Safitri sangat bahagia saat yang ditunggu setelah pernikahannya dinyatakan hamil beberapa bulan kemudian. Namun kegembiraan itu akhirnya sedikit membuat mereka khawatir terhadap perkembangtumbuhan janin. Saat masih berada di dalam kandungan, usia 8 bulan dilakukan USG terlihat bayi tumbuh berkembang tidak normal dengan kepala sudah membesar dan diindikasikan hydrocephalus. Ternyata demikianlah setelah melahirkan terjadi apa yang sudah diprediksi oleh team medis. Bayi berusia satu tahun yang akrab dipanggil Cita ini harus menderita hydrocephalus dan perlu dioperasi. Buah hati pertama dari pasangan Mustari dan Fitri ini tinggal di Desa Dorokandang RT 03 RW 01 Lasem, Rembang dan telah divonis menderita hydrocephalus sejak dalam kandungan. Cita lahir secara caesar dengan kondisi kepala yang sudah membesar. Jarak satu bulan kelahirannya Cita harus menjalani operasi pemasangan selang didalam tubuhnya di RSUP dr Kariadi Semarang. Tujuannya agar cairan dari otak dapat dibuang melalui organ usus. Beberapa bulan terakhir Cita belum mendapatkan pengobatan, lantaran kurangnya biaya. Biaya pemeriksaan Cita memang gratis, namun biaya tebus obat dan transport masih sangat berat untuk keluarganya. Ayah Cita hanya bekerja di bengkel dinamo setempat dengan gaji yang dibilang kurang bila untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pengobatan Cita. Hingga kini diusianya satu tahun Cita belum bisa melihat dan merespon. Keluarga sangat berharap buah hati pertama mereka ini bisa aktivitas normal dan menikmati masa anak-anak yang menyenangkan seperti anak lain pada umumnya. Kemudian bayi yang seharusnya sudah bisa berjalan ini terbaring lemah dan hanya di gendong bergantian antara ibu dan saudara lainnya. Jika kontrol tidak rutin maka bisa mengakibatkan selang di kepala pecah dan berbahaya bagi anak. Terakhir kontrol setelah lebaran Idul Fitri 2017. Akhirnya pada tgl 16 April 2018 beberapa kurir SR Rembang mendengar dari informan tentang kondisi dik Cita, segera mensurvey keluarga dan lingkungan sekaligus pendataan. Atas persetujuan team kurir SR akhirnya dimasukkan dalam pasien dampingan SR. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 5. Semoga Allah memberi kemudahan Dik Cita dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : ImamTeguh Edi Santoso @jeansemaurer

Cita menderita hydrocephalus


RINAN BIN JAKRI (76, RINAN BIN JAKRI, Luka Infeksi) Kp. Bakung Rt 2/4, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi Jawa Barat Istri: Marsah Binti Rinan (45) Mengurus rumah tangga. Awal mulanya sebulan yg lalu, di paha kaki kiri, ada bengkak. Karena semakin besar, kemudian di bawa berobat ke salah satu rumah sakit swasta di Cikarang. Saat dalam rawat inap, ada benjolan seperti bisul besar dan kecil. Istrinya, Bu Marsah (45) hanya seorang ibu rumah tangga. Tiga hari setelah dirawat, dengan kondisi kaki semakin membengkak, dokter mengambil tindakan operasi. Di buat beberapa sayatan untuk mengeluarkan nanah yg berada di dalam luka dan membuang jaringan yang mati. Saat ini (14/9), masuk hari ke 12, dalam perawatan dan penanganan rumah sakit, luka pasca operasi belum di jahit, karena masih mengeluarkan kotoran nanahnya. Selanjutnya, pihak rumah sakit akan mengagendakan operasi lanjutan, dengan tujuan membersihkan kotoran yang tersisa, membuang jaringan yg mati dan menjahit lukanya. Selama di rumah sakit, keluarga kebingungan karena kesulitan biaya yg mendampingi pasien. #Sedekahrombongan bergerak, menyampaikan titipan Sedekaholic untuk membantu akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, keluarga merasa sangat bahagia dan berterima kasih, atas bantuan teman teman #Sedekahrombongan.

Jumlah Bantuan:Rp. 500,000
Tanggal:14-09-2018
Kurir:Mardi Setiawan

Pak Rinan menderita luka infeksi


MU’IDATUL KHUSNA (10, Patah Tulang). Alamat : Ds. Karas, RT. 2/2, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Dek Datul, demikian nama panggilan yang akrab untuk sebutan di kampung halamannya. Beliau adalah anak ke 5 dari pasangan Alm. Bapak Muhlasin dan Ibu Sarmi yang kesehariannya bekerja sebagai buruh pasang payet baju demi memenuhi kebutuhan ke 6 anaknya. Hari itu saat hendak menuju ke pasar Dek Muidatul mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka serius pada kakinya hingga harus dioperasi, hal itu mengakibatkan Ibu Sarmi merasa sedih karena mengingat biaya untuk penyembuhan anaknya yang cukup besar, sedangkan untuk biaya hidup sehari-hari yang hanya pas-pasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Datul, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Dek Datul untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Kurir Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1141. Semoga Allah memberi kemudahan Dek Datul dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 September 2018
Kurir : ImamTeguh Khumaidah @jeansemaurer

Datul menderita patah tulang


KHOLIFAH BINTI SAMUNI (31, Persalinan Dhuafa’ Penderita Schizophrenia). Alamat : Desa Gandrirojo, RT 02/05, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Mbak Olif biasa akrab dipanggil dalan kesehariannya. Setelah menikah satu tahun yang lalu, alhamdulillah Mbak Olif mengandung, ada hal yang menjadi fikiran keluarga, yaitu biaya persalinan dan untuk kebutuhan lainnya. Mengingat Mas Mustain suaminya masih belum berpenghasilan tetap, Mbak Kholifah adalah salah satu pasien dampingan penderita odgj yang rutin melakukan pengobatan, akan tetapi saat usia kandungan 4 bulan dia sempat kambuh karena telat minum obat. Beberapa waktu lalu dia kambuh lagi dan kami bawa ke RSJ Aminogondo lagi. Saat ini kondisi kejiwaanya sudah stabil dan tadi pagi ketubannya pecah jadi kami bawa ke RSUD SOETRASNO REMBANG. Alhamdulillah akhirnya sang buah hati bisa lahir dengan selamat melalui proses persalinan saecar. Alhamdulullah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Mbak Olif. Bantuanpun diberikan untuk membayar biaya persalinan. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : ImamTeguh Khumaidah Darsan @jeansemaurer

Bantuan persalinan dhuafa’ penderita schizophrenia


MOHAMMAD NUR GHUFRON, (42, Tumor Testis) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/001, Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Riwayat penyakit Pak Ghufron berawal sejak setahun belakangan ini, yaitu saat testis mengalami bengkak. Awalnya ia tidak terlalu merasakan sehingga dibiarkan saja. Namun satu bulan terakhir ini Pak Ghufron tidak bisa BAB dan testisnya semakin bengkak. Padahal dalam kesehariannya, ia tetap makan seperti biasa dan perutnya tidak membesar. Awalnya dokter mendiagnosa bahwa Pak Ghufron menderita penyakit usus buntu, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut merujuk dari hasil laboratorium, EKG dan rontgen, ternyata ia menderita suspek tumor testis. Atas diagnosa tersebut, ia harus dirujuk dari RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso ke RSUD Dr. Soebandi Jember agar dapat ditangani secara lebih intensif. Sebelum beliau sakit Pak Ghufron bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya, dan Istrinya ibu Holilah (38) adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Pak Ghufron dikenai biaya umum, karena JKN-KIS NON PBI kelas 3 yang ia miliki baru dibayar tunggakannya dan belum bisa digunakan saat itu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Ghufron dan dapat merasakan kesulitan yang dihadapi Pak Ghufron dan keluarga. setelah pengobatan di Dr. Soebandi dan RSSA Malang semakin membaik, namun Allah berkehendak lain. Setelah satu tahun dalam masa dampingan Sedekah Rombongan, Bapak Nur Ghufron berpulang menghadap sang Ilahi. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan kematian san akumulasi pembayaran BPJS setiap bulannya untuk keluarga Alm Bapak Nur Ghufron, semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.404.000,-
Tanggal : Juni 2018, Juli 2018, Agustus 2018, 13 September 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @danafathorrohman

Pak Ghufron menderita suspek tumor testis


SENIMAN BINTI SUDARMO, (49,Dhuafa) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Seniman adalah seorang duafa yang hidup sebatang kara yang memiliki keterbelakangan mental / memiliki kelainan sejak lahir, dan juga tidak memiliki sanak family. Kesehariannya pun hanya dibantu oleh tetangga sekitar untuk makan sehari harinya. Warga sekitar menginformasikan bahwa bapak Seniman memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu atau dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ketempat tinggal beliau dan bersilahturahmi. Dan pada saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Seniman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari harinya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Seniman. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 5

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


SUKARDI BIN DEMI, (68, Stroke) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sukardi begitu beliau disapa, bermula 3 tahun yang lalu tiba-tiba Bapak Sukardi mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika Bapak Sukardi menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya Bapak Sukardi tidak memeriksakan dirinya ke dokter, Bapak Sukardi cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari Bapak Sukardi bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini Bapak Sukardi tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sukardi dengan warga sekitar yang sangat peduli dengan derita yang dialami bapak Sukardi. Kembali bantuan lanjutan untuk biaya kebutuhan sehari hari Bapak Sukardi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Sukardi dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 5

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Sukardi menderita stroke


SUWARNI NIKET, (56, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan, Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Niket adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara yang makan sehari-harinya serba kekurangan dan memiliki kekurangan fisik, Keseharianya pun hanya pencari kayu bakar dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Ibu Niket bahwa beliau memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Niket. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Niket. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk Ibu Niket. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh AllahSubhanahuwata’ala. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 5

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


NAZWA NURAINI, (2, Kanker Mata) Alamat Dusun Pomo RT/RW 006/015, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Nazwa, biasa ia panggil. Adik Nazwa menderita sakit mata sejak sepuluh bulan yang lalu yang di awali dengan gatal – gatal dan sering mengeluarkan air mata. Oleh orang tuannya di beri obat tetes dan setelah seminggu berlalu mata adik Nazwa semangkin membengkak dan timbul benjolan di mata sebelah kanannya. Nazwa Nuraini tinggal dirumah sederhana di daerah pertanian. Nazwa anak dari pasangan Ibu Nanik (32) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga dan Bapak Nur Kholis (38) yang bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarga kecilnya. Setelah membengkak oleh keluarga di periksakan ke Puskesmas terdekat Karena diduga penyakit di mata kanannya itu serius, penanganan medisnya lalu dirujuk ke RSUD Balung Jember yang akhirnya merujuk lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Adik Nazwa setelah diperiksakan didiagnosa terserang kanker di retinoblastoma atau kanker mata. Setelah menjalani semua tahapan pemeriksaan. Oleh Dr. Soebandi Jember di rujuk lah ke RSSA Malang untuk mata kanan Nazwa segera di operasi di RSSA Malang. Adik Nazwa memiliki Jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk Nazwa, Santunan yang diberikan Pembayaran iuran BPJS dan Transportasi Pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Nazwa dan segera diberi kesembuhan. Terima Kasih kepada Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics yang telah membantu. Semoga mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb.

Jumlah Santunan : Rp. 722.500,-
Tanggal : Februari 2018, Maret 2018, Mei 2018, Juni 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Adik Nazwa terserang kanker di retinoblastoma atau kanker mata


ANISWATUN HASANAH, (24, Struma) Alamat Jl. Durian Dusun Bindung RT/RW 003/010, Kelurahan Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sudah satu tahun terdapat benjolan di bagian leher bawah Aniswatun. Tetapi ia hanya menganggap sebagai benjolan biasa. Ketika benjolan tersebut membesar hanya sampai sebesar bola pimpong dan tidak membesar sampai sekarang. Dahulu dirasa tidak ada gangguan dari benjolan tersebut. Tetapi beberapa bulan belakangan Aniswatun merasakan sesak ketika duduk. Hal tersebut mengganggu kegiatan sehari-hari Aniswatun. Lalu Aniswatun memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Lalu setelah melakukan pemeriksaan Aniswatun didiagnosis Struma atau lebih dikenal sebagai Tumor kelenjar tiroid. Dan disarankan untuk melakukan operasi. Suami Aniswatun, Alexander Suryadi (36) yang hanya bekerja sebagai Buruh serabutan menyetujui saran yang diberikan oleh dokter meski dia sendiri bingung untuk biaya transportasi karena jarak rumah sakit lumayan jauh. Aniswatun memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri Kelas III setidaknya biaya operasi tidak menjadi bahan fikiran, tetapi di saat pertengahan kontrol Aniswatun tidak membayar iuran BPJS nya karena tidak memiliki uang untuk membayarnya dan Bapak Alexander Suryadi pun susah paya mencari penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Setelah Mendengar cerita tentang Aniswatun karena tidak bisa berobat karena BPJS yang dimiliki Ibu Eka tidak dibayar. kurir Sedekah Rombogan Jember bergerak dan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk pembayaran BPJS Mandiri Kelas III setiap bulannya dan Akomodasi pasca operasi dirumah sakit Dr. Soebandi Jember. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Aniswatun dan Terima kasih kepada para sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 824.500,-
Tanggal : Februari 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, 9 Agustus 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Aniswatun didiagnosis struma


ATIK ISYAWATI, (21, Makrodaktili) Alamat Dusun Sambiringik RT/RW 003/012, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Atik Imsawati namanya, Atik mengalami kelainan Tangan Gajah sejak masih kecil yang berawal dari benjolan kecil. Tetapi tidak periksa ke dokter karena faktor ekonomi yang hanya cukup untuk kebutuhan seharinya. Setelah Atik umur yang bertambah benjolan ditangan semakin membesar. Setelah itu oleh keluarga Atik membawanya ke puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakitnya dan sesampai di Puskesmas Atik mengalami Kelainan Tangan Gajah. setelah itu oleh pihak puskesmas harus di rujuk ke RSUD Paru Jember untuk perawatan lebih lanjut untuk penyakit yang di alami Ishak. Dan di Puskesmas Wuluhan Kurir Sedekakah Rombongan mendengar kabar bahwa Atik butuh dampingan untuk pembiayaan saat berobat di RSUD Paru karena keluarga Atik ini, keluarga yang kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi Atik ke RSUD Paru Jember untuk perawatan lebih lanjut. Atik Adalah anak dari Pasangan Bapak Masytur (58) dan Ibu Dewi Masithoh (51). Bapak Masytur Bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak memungkin kan setiap harinya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu Atik. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan dan pembayaran BPJS setiap bulan. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 729.000,-
Tanggal : Februari 2018, Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, 9 Agustus 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Atik mengalami kelainan tangan gajah


BAMBANG HARIYANTO, (51, Fraktur di Kepala) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/006, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Bambang adalah seorang Mlijo atau penjual sayur keliling di desanya, Pada tahun 2012 Bapak Bambang mengalami kecelakaan ringan waktu berjualan sayur keliling di desanya, yang entah bagaimana kronologi nya tak ada orang yang tau sampai pada tetangga menemukan Bapak Bambang tergeletak di pinggir jalan dan langsung dilarikan ke RSUD Balung Jember. Dan setelah dilakukan pemeriksaan dokter ternyata Bapak bambang mengalami pendarahan pada otak nya dan sesudah itu langsung dilarikan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Bapak Bambang memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III. tetapi Bapak bambang kebingungan dengan transportasi untuk kontrol dan pembelian obat yang tidak di tanggung oleh BPJS. Alhamdulillah setelah Kurir Sedekah Rombongan mendengar info dari warga sekitar dan mendatangi tempat tinggal bapak Bambang, bapak Bambang menjadi pasien Dampingan Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu bapak Bambang. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran BPJS setiap bulan dan Akomodasi pasca operasi. Keluarga dan Bapak Bambang sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan. sangat bersyukur dan berterima kasih atas diberikannya bantuan tersebut. Bapak Bambang sangat Berharap semoga setelah menjalani pengobatan ini dapat pulih kembali seperti sedia kala. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 520.000,-
Tanggal : April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, 9 Agustus 2018
Kurir : @Yudhoari @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Pak bambang mengalami fraktur di kepala


SAUDAH BINTI ABD ROUF, (60, Kista Ovarium) Alamat Perum Griya Mangli Lingk Wonosari RT/RW 003/005, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awalnya sekitar 1 tahun yang lalu Ibu Saudah mengalami sakit pada bagian perut, terasa menusuk dan terus mengalami pembengkakan. Namun dikarenakan pada saat itu hanya mengandalkan pengobatan tradisonal sehingga menyebabkan perut ibu Saudah terus membesar dan keras. Sehingga melihat kondisi tersebut keluarga segera melarikan Ibu Saudah ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil diagnosa dokter rumah sakit bahwa ibu Saudah mengalami penyakit Kista Ovarium dan harus segera dilakukan operasi. Ibu Saudah merupakan Janda yang memiliki tanggungan anak 1 orang. Dan jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah BPJS Mandiri Kelas III, tetapi memiliki tunggakan selama 1 tahun. Anak dari Ibu Saudah, Mutiah (37) yang bekerja sebagai buruh tani merasa kebingungan untuk pembayaran tunggakan BPJS. Sedekah Rombongan segera bergerak setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna meringankan biaya BPJS setiap bulan dan Biaya pengobatan dan perawatan Pasien dirumah sakit. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics. Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, Agustus 2018, 27 September 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Ibu Saudah mengalami penyakit kista ovarium


JUMA’AH BIN MISRA, (47, Tumor MandiBula) Alamat Poloagung 1 RT/RW 025/007, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bapak Juma’ah mengalami sakit sejak tahun 2012 yang awalnya hanya benjolan kecil di rahang sebelah Kanan. Dokter Puskesmas merujuk Bapak Juma’ah ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Koesnadi Bondowoso dan diagnosa Dokter menyatakan bahwa Bapak Juma’ah mengidap tumor mandibula atau dikenal sebagai tumor rahang bawah. Pengobatan Bapak Juma’ah sempat terhenti karena kendala biaya yang dihadapi oleh keluarganya. Bapak Juma’ah hidup di keluarga yang serba kekurangan, Istrinya Ibu Sahati (58) adalah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) dengan satu orang anak. Baru satu bulan ini Bapak Juma’ah melanjutkan pengobatannya, setelah kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai Bapak Juma’ah dari seorang aparat desa nya. Bapak Juma’ah dibuatkan Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS PBI kelas III, dan melanjutkan pengobatannya di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso, pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Juma’ah, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama dirumah sakit dan pembayaran Iuran BPJS setiap bulan. dan Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Juma’ah dan Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Bapak Juma’ah, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 612.000,-
Tanggal : Januari 2018, Februari 2018, Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, dan Agustus 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bapak Juma’ah mengidap tumor mandibula


NGATIRAN BIN KARYO REJO (38 / Bantuan Pemakaman, NGATIRAN BIN KARYO REJO , Kanker Lambung) Mertan RT 19/10, Sukoreno, Sentolo, Kulonprogo, DIY NGATIRAN BIN KARYO REJO (38, Kanker Lambung). Alamat : Mertan RT 19/10, Sukoreno, Sentolo, Kulonprogo, DIY. Pada bulan Februari 2018 bapak Ngatiran mempunyai keluhan di perut antaralain mual, muntah-muntah, nyeri perut di sebelah kiri, nyeri di dada dan ulu hati. Kemudian di periksakan ke RS Pura Raharja, hasil analisa dokter awalnya beliau sakit magh dan diberi obat magh dan anti biotik. Keluhan tersebut berulang kali dialami Bapak Ngatiran. Hampir setiap bulan kambuh di periksakan dan rawat di Rumah sakit terdekat tempat tinggal yaitu Puskesmas, RS Pura Raharja, RS Nyi Ageng Serang dan akhirnya dirujuk ke RS Panti Rapih Yogyakarta. Pada bulan Juni Tim dokter RS Panti Rapih spesialis darah yang menanggani melakukan tindakan untuk pengecekan BMP dan BCR ABL dari hasil tes tersebut dinyatakan hasil bagus dan tak ada masalah. Namun diawal Agustus 2018, kembali Pak Ngatiran merasakan hal yang sama. Setelah dilakukan tes endoskopi di RS Panti Rapih, hasil tes menunjukkan ada benjolan di dalam lambung dan dari hasil semple jaringan benjolan tersebut merupakan tumor ganas. Kedua orangtuanya Bapak Karyo Rejo (71) dan Ibu Ngadiyem (72) ingin melihat anaknya segera sembuh. Mereka berinisiatif mencari pengobatan alternatif dengan terapi balur di Naggulan tiga kali seminggu. Namun pada tanggal 16 September 2018 kondisi bapak Ngatiran semakin menurun dibawa ke RS Panti Rapih Yogyakarta dan pada telah di nyatakan meninggal dunia. Kurir Sedekah rombongan turut berduka dan menyampaikan bantuan dari sedekah hollics untuk bantuan pemakaman beliau. Semoga amal ibadah Bapak Ngatiran diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 23 september 2018
Kurir : @Angga kusuma @Endro @Apri

Santunan kematian


AGUS SALIM (56, AGUS SALIM, Syaraf Kejepit) Dk VI Klotakan, RT 19/9, Kranggan, Galur, Kulon Progo, D. I. Yogyakarta AGUS SALIM ( 56, Syaraf Kejepit ) Alamat : Dk VI Klotakan, RT 19/9, Kranggan, Galur, Kulon Progo, D. I. Yogyakarta. Pada tahun 2013 Bapak Agus mencari pasir di Sungai Progo, lalu tiba-tiba sakit panas, tidak bisa buang air kecil serta kaki tidak bisa berjalan. Saat itu pak Agus di bawa ke RS Rizki Amalia, dan opname, tetapi tidak kunjung sembuh. Hasil analisa dokter adalah karena syarat kejepit. Karena tidak segera sembuh beliau lalu dibawa ke RSUD Wates, dirawat di sana untuk beberapa hari. Karena keterbatasan dana yang dimiliki maka beliau dibawa pulang walau belum sembuh. Pada saat keluarga memilki dana Pak Agus telah diperiksakan dan di rawat di RSPAU Hardjolukito selama beberapa hari. Namun Pak Agus dan keluarga tidak merasakan adanya perkembangan selama dirawat dan akhirnya pasien dibawa pulang. Setelah dari RSPAU Hardjolukito sampai sekarang beliau menjalani pengobatan alternatif. Keluarga berkinginan mencarikan pengobatan yang lebih baik. Pada saat memiliki dana Pak Agus dibawa kontrol ke pengobatan alternatip didaerah klaten/ solo. Sang istri, Titik Rapiati (55) kembali mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Bpk Agus menggunakan KIS untuk biaya berobat, Bu Titik yang bekerja sebagai pedagang merasa kesulitan ketika waktunya berobat karena di samping untuk berobat bpk Agus juga mempunyai dua anak masih sekolah. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2018
Kurir : @anggaaribowo @endro @setyo

Pak Agus menderita syaraf kejepit


Anggit Hermawan (23, Anggit Hermawan, Gagal Ginjal) Klapagading Kulon RT 03 RW 05 Kec. Wangon Kab. Banyumas ANGGIT HERMAWAN (23, Gagal Ginjal). Alamat : RT 03/05, Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2004, Anggit merasakan sakit pada pinggangnya dan deman tinggi. Lalu diperiksa ke mantri tapi tidak kunjung sembuh. Kemudian diperiksakan lagi ke Puskesmas Wangon 1 dan di rawat inap selama 2 hari. Dari Puskesmas Wangon 1 Anggit dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang. Di RSUD Ajibarang, Anggit melakukan cek laboratoriun ureum creatin. Karena keterbatasan alat, lalu dirujuk lagi ke RSUD Banyumas. Dokter spesialis mendiagnosis Anggit terkena gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah sepekan 2 kali hingga saat ini. Kondisi Anggit pun sekarang sering merasa nyeri pada perut, nafas sesak dan sulit berjalan. Sejak kecil Anggit tidak bisa berbicara dan ibunya meninggal dunia sejak usianya 8 tahun. Bapaknya Itmam Fauzi (54) bekerja sebagai tukang becak. Selama pengobatan Anggit menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Saat ini Anggit mengalami kesulitan dalam biaya transportasi untuk menjalani hemodialisa di RSUD Banyumas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Anggit dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Santunan digunakan untuk membantu biaya transportsi untuk hemodialisa ke RSUD Banyumas. Semoga santunan dari sedekaholic bermanfaat dan Anggit dapat sehat seperti semula.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2018
Kurir : @ddeean @ddeean @yaswi_rd

Anggit terkena gagal ginjal


Suharti (59, Suharti, Glukoma) Bojong, RT 06/01 Kec.Mrebet Kab.Purbalingga Jawa Tengah SUHARTI BINTI SANBASRI (59, Glukoma). Alamat : RT 6/1, Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Mei 2018 mata kanan Ibu Suharti terasa sakit, pusing dan disertai muntah-muntah. Ibu suharti dilarikan ke Puskesmas Serayu Larangan dan dirawat inap selama 4 hari. Karena di Puskesmas tersebut tidak menyediakan obat untuk glukoma, beliau dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Goetheng Purbalingga. Dokter menyarankan untuk kontrol 2 minggu sekali dan masih berjalan sampai sekarang. Kondisi beliau saat ini masih sering merasa sakit pada mata kanannya dan belum bisa melihat dengan jelas. Sehari-hari Ibu Suharti hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Suaminya, Kusmeri (60) hanya bekerja sebagai buruh tani. Ibu Suharti masih harus mengurus ibunya, Resmi (79) yang saat ini sedang sakit stroke. Ibu Suharti mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya sehari-hari dan biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suharti untuk menyampaikan santunan dari sedekaholic. Santunan ini digunakan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari Ibu Suharti dan membantu biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit. Semoga bermanfaat, dan semoga Ibu Suharti lekas sembuh.

Jumlah Bantuan:Rp. 1,000,000 0
Tanggal:5-09-2018
Kurir:Sokhadi Hartono

Bu Suharti menderita glukoma


FAHRI AKBAR NURFIANTO (4, Jantung Bocor). Alamat : Dukuh Kadibeso, Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. Dik Fahri lahir secara normal, tumbuh-kembangnya pun sama seperti anak-anak pada umumnya. Tetapi di usia 1 tahun, berat badan Dik Fahri tidak bertambah. Orangtuanya, Kirwanto dan Evi Rahayu, segera memeriksakan ke RSUD Bantul. Dik Fahri didiagnosa menderita jantung bocor dan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan tersebut, tim dokter merujuk Dik Fahri untuk melakukan tindakan operasi ke RS Harapan Kita, Jakarta. Alhamdulillah operasinya sudah dilakukan, tetapi Dik Fahri tetap menjalani kontrol rutin ke Jakarta. Biasanya mereka menumpang bus Jogja-Jakarta, bermalam di perjalanan, lalu kontrol keesokan paginya dan langsung menuju Jogja kembali. Ayahnya ialah karyawan bengkel dengan penghasilan seadanya. Sementara, ibunya ialah ibu rumah tangga yang juga mengasuh Dik Fahri dan kakaknya yang masih duduk di sekolah dasar. Hingga saat ini, Dik Fahri masih kontrol rutin ke RS Harapan Kita, sembari menunggu jadwal operasi lanjutan. Beberapa waktu lalu, Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi Dik Fahri akan kembali periksa ke Jakarta. Bantuan ini diberikan untuk biaya akomodasi dan transportasi berobat ke Jakarta. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan Dik Fahri, Aamiin. Santunan sebelumnyasudah diberikan dan terlapor pada Rombongan Baru 9.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2018
Kurir : @saptuari @jemigigi @atinlelyas Sigit

Fahri didiagnosa menderita jantung bocor


CARKANGI BIN TUKIRIN (42, Luka Tulang Ekor + Syarat Kejepit). Alamat : Jumblangan XI, Banjarsari, Samigaluh, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada bulan Agustus 2015 Bapak Carkangi bekerja sebagai buruh menggotong kayu albasia gelondongan. Namun pada hari itu beliau bertugas untuk memotong ranting dan memanjat kayu untuk memasang tali tambang yang akan digunakan untuk menarik kayu saat ditebang nanti. Baru beberapa saat memasang tali, beliau terjatuh dengan posisi duduk, lalu langsung dilarikan ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan medis diketahui ia menderita luka dalam yakni tulang ekornya menancap di sekitar daging bagian tubuh lainnya. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi, namun karena biaya yang tinggi, bapak Carkangi memilih pengobatan dan perawatan rutin saja. Lama-kelamaan luka memar yang ada disekitar tulang ekor mengalami bengkak dan pembusukan. Akibat pembengkakan tersebut menekan syaraf tubuh yang mengakibatkan beliau tidak bisa berjalan. Keterangan medis menyebutkan, lukanya harus diperiksa dan diobati secara rutin, setelah lukanya sembuh nanti syaraf-syarafnya akan kembali normal, namun butuh waktu yang akan lama sampai dagingnya tumbuh kembali. Setelah kecelakaan tersebut, Bapak Carkangi tidak bisa beraktivitas seperi biasa, apalagi bekerja. Praktis, kehidupan perekonomiannya semakin tidak stabil. Untuk makan sehari-hari ia dibantu oleh tetangga sekitarnya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Bapak Carkangi. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2018
Kurir : @Saptuari Sugiharto @FaisalGudeg @Sigittejo @JemiGigi

Pak Cakargi menderita luka tulang ekor + syarat kejepit


SUWARDI TIMBUL (58, Diabetes Mellitus). Alamat : Kemasan, RT 5, Karangtengah, Imogiri, Bantul, DIY. Tahun 2011, Pak Timbul mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan luka di bagian kepala. Pada saat itu, Pak Timbul mengetahui ia menderita penyakit diabetes dari hasil pemerikasaan dokter setelah kecelakaan. Sejak itu, Pak Timbul mulai mengonsumsi obat diabetes setiap hari. Selain itu, setiap sebulan sekali ia juga kontrol rutin ke puskesmas. Karena jenuh dan merasa kondisinya membaik, mulai Februari 2018, Pak Timbul tidak lagi kontrol rutin. Akibatnya, lama-kelamaan muncul luka di bagian kaki kiri. Sehari-hari, Pak Timbul bekerja dengan membuka kantin di sebuah Sekolah Dasar yang berjarak sekitar 5 km dari rumahnya. Karena tak lagi bisa mengayuh sepeda, sekaligus kondisi kesehatannya menurun, Pak Timbul lagi bekerja. Sementara ini istrinya, Kuswan Tuti (52) membagi jam kerja di pabrik dan menjaga kantin sekolah. Tanggal 10 Agustus 2018, Pak Timbul menjalani operasi amputasi 1 jari kiri di RSKB Bantul sehingga perlu kontrol rutin dan homecare. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Pak Timbul menggunakan fasilitas BPJS dari pemerintah. Akan tetapi ada beberapa obat yang tidak tercover. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi selama di rumah sakit. Pak Timbul dan keluarga sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Pasien ini sebelumnya telah diberikan bantuan pada rombongan Baru 6. Semoga Pak Timbul segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 22 september 2018
Kurir : @anggakusumaari @keliqer @ilham

Pak Timbul menderita penyakit diabetes


FERISHA TETIANA PUTRI (12, Asma) Alamat : Sorogenen 1 RT 8/2 Kelurahan Purwomartan,i Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY. Ferisha menderita Asma sejak Kelas 4 SD. Pada akhir bulan Juli-Agustus 2018 stamina Ferisha mengalami penurunan. Awalnya gejala pusing, demam, dan akhirnya asma yang di deritanya kambuh. Pada saat malam hari ibunya hanya bisa memberikan parutan bawang merah yang di oleskan di punggungnya untuk menjaga agar tidak kedinginan. Hal ini tidak membuat kondisinya membaik. Tiap malam itu mengalami kesulitan bernafas dan sesak nafas. Ia kemudian dibawa oleh ibunya ke puskesmas terdekat dan diberi penanganan pertama. Saat kondisi sudah membaik, dan diperbolehkan pulang. Dokter menyarankan agar Ferisha memiliki alat hirup asma/tabung uap sendiri agar jika sewaktu-waktu kambuh bisa di tangani secara cepat. Karena keterbatasan ekonomi ibunya belum mampu membeli alat tersebut. Ferisha anak pertama dari pasangan Teguh (39, buruh) dan ibu Partinah (36, ART). Saat ini Ferisha bersekolah di kelas 7 di SMP Negeri dengan mengendari sepeda sendiri. Kedua orangtuanya bekerja sebagai buruh dengan pendapatan yang tidak menentu sehingga tidak bisa mengantar jemputnya ke sekolah. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Ferisha dan menyalurkan bantuan dari para Sedekahholics guna pembelian alat hirup tersebut beserta obatnya. Semoga bermanfaat dan Dik Ferisha segera sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal Penyampaian : 26 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @keliqer @dwiahel

Ferisha menderita Asma sejak Kelas 4 SD


AXSEL LEO MESI (6, Kelainan Jantung + Down Syndrome). Alamat : Karanglor, RT 1/7, Jepitu, Girisubo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat berusia satu tahun, tubuh Dik Axsel menjadi kebiru-biruan tiap kali seusai bermain atau beraktivitas terlalu lelah, beberapa kali disertai dengan kejang. Saat kondisinya kambuh seperti itu, orang tuanya melakukan pertolongan dengan menggosokkan minyak telon ke seluruh tubuh Dik Axsel. Puncaknya pada saat Dik Axsel berusia lima tahun, tubuhnya membiru dan kejang, lalu segera dibawa ke Puskesmas Girisubo. Dik Axsel kemudian dirujuk ke RSUD Wonosari, Gunungkidul, di sana dilakukan pemeriksaan dan ternyata ada kebocoran dan penyumbatan pada jantung akibat terinveksi virus rubella. Dokter menyarankan, Dik Axsel agar mengikuti terapi, dan sudah dilakukan sebanyak lima kali sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh RSUD Wonosari. Alhamdulillah, Dik Axcel mulai merespon komunikasi walaupun kadang masih murung. Dik Axsel merupakan anak pasangan Pak Wasidi (35) dan Ibu Elfa Lestari (24). Ayahnya bekerja sebagai pedagang bakso keliling, sementara ibunya ialah ibu rumah tangga. Semampunya pihak keluarga, terutama orang tua mengusahakan kesehatan si buah hati. Keluh kesah pasti dirasakan apalagi setelah konsultasi ke tahapan berikutnya yaitu akan dilakukan 2 kali operasi dan biaya yang harus disiapkan tidak sedikit. Kondisi yang pas-pasan mengandalkan jualan bakso keliling belum bisa mencukupi untuk membiayai operasi tersebut. Belum lama ini, Dik Axcel mendapat rujukan untuk tindakan pemeriksaan lanjutan ke RS Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Walaupun dari pihak keluarga sudah punya BPJS Mandiri, tetapi biaya transportasi dan akomodasi selama di Jakarta masih menjadi kendala. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Santunan sebelumnya telah diberikan dan dilaporkan pada Rombongan 1105.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 28 September 2018
Kurir : @angga_ubi @Aji_Kristanto Wulan @atinlelyas Rian

Axsel menderita kelainan jantung + down syndrome


AHDI AZHMI AGHNI (21, Patah Tulang). Alamat : Gg. Brojowikalpo 14 A, Pringgodani Mrican RT 020 /RW 008, Caturtunggal, Depoki, Sleman, Yogyakarta. Agustus 2018 pasien mengalami kecelakaan motor tunggal pada pukul 03.00 dini hari. Lokasi kejadian Jl. Wahid Hasyim depan Outlet Biru (OB) menabrak trotoar dan pohon. Korban tersebut dibawa ke UGD RS JIH dirongent seluruh badan, hasilnya patah tulang bagian bahu tangan kanan kiri dan kaki kanan kiri serta jahitan di lengan. Dokter menyarankan dilakukan tindakan operasi. Namun kondisi ekonomi keluarga tidak ada biaya untuk proses operasi dan Ahdi pun tidak memiliki jaminan kesehatan. Keluarganya memutuskan Ahdi dibawa ke sangkal putung untuk pengobatan alternatif. Pengobatan di sangkal putung pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. keluarga harus membawa Ahdi kontrol 10 kali selama 3 bulan. Akhirnya keluarga pun pasrah, tidak meneruskan pengobatan. Kondisi saat ini hanya terbaring lemas. Patah tulang bahu, tangan kanan kiri, kaki kanan kiri dan luka jahitan ditangan hanya diobati dengan obat seadanya dari sangkal Putung. Keluarga Ahdi tergolong keluarga sederhana. Bapak Wartono (49) hanya bekerja sebagai sopir dan Ibu Purwanti (46) bekerja sebagai asisten rumahtangga dengan hasil yang pas-pasan. Perkiraan biaya operasi sekitar 70 juta sangat memberatkan keluarganya. Sementara tempat tinggal pun numpang ditempat adik dari bapak wartono. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarganya menyampaikan bantuan dari sedekah hollics untuk membuat jaminan kesehatan (BPJS) dan akomodasi selama proses pengobatan agar operasi segera dapat dilakukan dan dapat kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 28 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @keliqer @wulansa43510514

Ahdi menderita patah tulang bagian bahu tangan kanan kiri dan kaki kanan kiri


RAHMANI PRATIWI (49, Ca Mamae). Alamat : Nogomudo RT 5/2, Gowok, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY. Pada tahun 2011 Ibu Rahmani merasakan sakit pada payudaranya. Ia berobat ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sleman. Dr Effendi yang memeriksanya menganjurkan agar ibu Rahmani untuk berobat ke RS Sardjito. Hasil diagnosa dokter menyatakan ia mengalami Tumor Payudara. Setelah mengetahui kondisi kesehatannya, Ibu Rahmani justru enggan meneruskan proses pengobatan dikarenakan memakan waktu yang lama, biaya yang banyak dan yang membantu mengurus administrasi tidak ada. Ketiga anaknya masih kecil. Ia tidak mau melakukan operasi. Keadaan Ibu Rahmani semakin memburuk dikarenakan ia juga harus bekerja sebagai buruh serabutan. Rumah yang ia tempati sekarang merupakan tanah kas desa yang beliau sewa 1juta/tahun. Pembangunan rumah yang sekarang ditempati merupakan bantuan dari warga sekitarnya. Sebelumnya ia sempat tinggal di kolong jembatan bersama ketiga anaknya karena tidak punya rumah. Ia sudah ditinggal Pak Suranto suaminya sejak 9 tahun yang lalu dikarenakan penyakit stroke. Sehingga ia menjadi tulang punggung keluarga dan menanggung 3 orang anak dan suaminya sejak suaminya sakit. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bertemu dengan Ibu Rahmani untuk memberikan bantuan titipan dari para sedekah hollics. Diharapkan uang tersebut dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari dan memulai lagi proses pengobatan yang sempat tertunda. Meskipun beliau mempunyai jamkesmas namun untuk obat-obat diluar BPJS dan akomodasi sangat membutuhkan bantuan. Semoga Ibu Rahmani segera sembuh dan dapat beraktivitas normal. Santunan sebelumnya telah diberikan dan dilaporkan pada Rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 29 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @keliqer @cahyobroto

Bu Rahmani mengalami tumor payudara


IKA YULIANA (13, Post Operasi Menelan Jarum Pentul). Alamat : Wotgalih, RT 4/3, Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul, DIY. Pada hari Selasa, tanggal 14 Agustus lalu sekitar jam 11 Ika mengalami musibah di sekolah. Pada saat membetulkan jilbab, tak sengaja ia menelan jarum pentul. Ika ialah salah satu anak yatim yang tinggal dan belajar di pondok Al Murtadho, Ponjong. Oleh pihak pondok Ika langsung dilarikan ke RS Panti Rahayu dan dilakukan foto rontgen. Kemudian pihak rumah sakit merujuknya ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Keesokan harinya tim dokter melakukan tindakan operasi. Alhamdulillah, proses operasi selama tiga jam ini berlangsung lancar. Lima jam kemudian, Ika diperbolehkan minum susu lalu makan bubur. Alhamdulillah, tanggal 16 Agustus sore hari, Ika diperbolehkan pulang ke pondok. Ibunya, Yati Rosiana (38) bekerja sebagai asisten rumah tangga. Kedua kakak Ika sudah berkeluarga, sementara Bu Yati tinggal berdua saja dengan sang nenek. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Ika dapat memanfaatkan jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di pondok, kondisi Ika sudah membaik. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini digunakan untuk bantuan biaya hidup dan operasional pengobatan. Ika dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @anggaubi @aji_kristanto Wulan Rian @atinlelyas

Ika mengalami post operasi menelan jarum pentul


SAUDAH HAMID (7, Hidrocepalus). Alamat : Banggan RT 44/22 Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo. Saudah Hamid dilahirkan dalam kondisi ukuran kepalanya lebih besar besar dari ukuran bayi normal. Dia dilahirkan di RSUD Wates dan rawat disana selama seminggu. Seminggu kemudian Dik Saudah di rujuk ke RSUP DR Sardjito dan dokter melakukan tindakan operasi pada saat umurnya masih 18 hari. Biaya perawatan rumah sakit menggunakan Jamkesos. Namun pembayaran selang yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dari kepala dengan harga 18 juta rupiah tidak ditanggung Jamkesos harus dibayar sendiri. Dia di rawat selama 48 hari. Pascaoperasi sampai usia 2 tahun dik Saudah menjalani pengobatan dan rawat inap sebanyak 6 kali. Setelah umur 3 tahun dia harus diterapi agar kepalanya mengecil dan dapat berjalan. Saat ini usianya telah 7 tahun dan belum bisa berjalan. Dik Saudah rutin menjalani terapi di RSUP dr Sardjito, hingga saat ini. Dia anak ke 3 dari 5 bersaudara, ayahnya Haryadi (55) seorang pedagang jajanan di SD Sukoreno dengan penghasilan tetap. Untuk membawa dagangannya Pak Haryadi menggunakan sepeda tua. Ibu Sujiyem (40) istrinya seorang ibu rumah tangga dan menjahit di rumah, disela merawat anak dan rumahtangganya. Dalam mencukupi kebutuhan ekonomi dan pengobatannya keluarga Saudah sering mendapat bantuan dari saudara dan tetangganya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan sedekah hollics di sampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan modal usaha keluarganya menjual sembako dirumah. Semoga Dik Saudah segera sembuh dan dapat berjalan seperti anak seusianya .

Jumlah bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 30 september 2018
Kurir : @anggakusumaari @endro

Saudah menderita hidrocepalus


KIRANA DERMAWAN (3, KIRANA DERMAWAN, Kanker Kaki Kanan) RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah KIRANA DERMAWAN (3, Kanker Kaki Kanan). Alamat : RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir. Orang tuanya langsung memeriksakan Dik Kirana ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya dan harus segera diamputasi. Mendengar hal tersebut, orang tuanya langsung mengupayakan pengobatan ke RS Sardjito. Dik Kirana pun menjalani pengobatan secara radioterapi di RS Sardjito dan RS Margono. Dik Kirana sudah selesai menjalani kemoterapi dan radioterapi. Kini Dik Kirana sudah bisa berjalan dan masih melakukan kontrol ke poli orthopedi RS Sardjito untuk menjalani observasi kanker di kakinya. Dari hasil CT scan terakhir diketahui bahwa kanker di kaki kanan Dik Kirana tidak menyebar ke tulang dan sudah mengecil. Ayah Dik Kirana, Sugeng Prayitno (32) bekerja sebagai penjual bakso keliling dan sesekali berjualan burung dara di pasar, sedangkan ibunya, Lajar Tri Mulyani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugeng yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Kirana dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya operasional selama pengobatan masih menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kirana. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya operasional selama kontrol di RS Sardjito. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1143. Kini Dik Kirana sedang menjalani kontrol setiap 3 bulan sekali untuk melihat perkembangan sel kanker setelah sinar. Alhamdulillah tidak berkembang. Semoga Dik Kirana segera sembuh, dapat tumbuh sehat dan membanggakan orang tuanya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 September 2018
Kurir : @ddeean @ddeean @yaswi_rd

Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya


WINDI NUR SULISTYANINGRUM (12, WINDI NUR SULISTYANINGRUM , Jantung Bocor) RT 5/2, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah WINDI NUR SULISTYANINGRUM (12, Jantung Bocor). Alamat : RT 5/2, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Dik Windi bermula pada tahun 2013. Ia merasakan jantungnya berdetak dengan keras, mudah lelah dan sesak nafas. Orang tuanya membawa Dik Windi berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Margono dan didiagnosis menderita jantung bocor. Pengobatan Dik Windi dilanjutkan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sardjito. Alhamdulillah pengobatannya berjalan lancar. Dik Windi adalah anak ketiga dari pasangan Alm. Suparmono dan Sutristiyaningsih (47). Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang terkadang membuat jajanan pasar bila ada pesanan. Kedua kakaknya sudah bekerja dengan penghasilan yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Windi dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarganya kesulitan untuk membayar biaya iuran bulanan jaminan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, serta transportasi dan akomodasi selama berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Windi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialaminya. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu operasional kontrol ke RSUP Sarjito. Santunan sebelumnya sudah pernah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1049. Kini Dik Windi masih harus menjalani kontrol enam bulan sekali di RSUP Sardjito. Semoga Dik Windi segera diberi kesembuhan dan diangkat penyakitnya sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 September 2018
Kurir : @ddeean @ddeean @yaswi_rd

Windy menderita jantung bocor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SLAMET BIN PALAN 1,000,000
2 MOH. AMIN 1,000,000
3 UMIYATUN BINTI AHMAD URIP 1,000,000
4 ALEX SUGIYONO 1,000,000
5 NGATWATI BINTI SARBAN 750,000
6 FABRYONA LACITA GAVA PUTRI 750,000
7 RINAN BIN JAKRI 500,000
8 MU’IDATUL KHUSNA 750,000
9 KHOLIFAH BINTI SAMUNI 500,000
10 MOHAMMAD NUR GHUFRON 1,404,000
11 SENIMAN BINTI SUDARMO 500,000
12 SUWARNI NIKET 500,000
13 NAZWA NURAINI 722,500
14 ANISWATUN HASANAH 824,500
15 ATIK ISYAWATI 729,000
16 BAMBANG HARIYANTO 520,000
17 SAUDAH BINTI ABD ROUF 500,000
18 JUMA’AH BIN MISRA 612,000
19 NGATIRAN BIN KARYO REJO 1,000,000
20 AGUS SALIM 1,000,000
21 Anggit Hermawan 500,000
22 Suharti 1,000,000
23 FAHRI AKBAR NURFIANTO 1,000,000
24 CARKANGI BIN TUKIRIN 1,000,000
25 SUWARDI TIMBUL 2,000,000
26 FERISHA TETIANA PUTRI 1,000,000
27 AXSEL LEO MESI 2,500,000
28 AHDI AZHMI AGHNI 2,000,000
29 RAHMANI PRATIWI 1,000,000
30 IKA YULIANA 1,000,000
31 SAUDAH HAMID 2,000,000
32 KIRANA DERMAWAN 500,000
33 WINDI NUR SULISTYANINGRUM 500,000
Total 31,562,000