RUSMINI BINTI SURADI (57, Kanker Serviks). Alamat : Desa Pasucen Rt 2/1, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bu Rusmini sering mengeluh sakit pada perut bagian bawah selama 3 bulan, tapi tidak terlalu menghiraukannya karena dianggap hanya sakit biasa dan masih bisa dipakai untuk bekerja. Bu Rusmini sempat di rawat di RS Fastabiq Pati dan sempat menjalani operasi kuret, kemudian setelah kondisi membaik disarankan untuk dirujuk ke RS Kariadi. Menurut hasil observasi dokter, cancer sudah pada stadium 3. Suami Bu Rusmin, Bapak Kuminto sebelumnya bekerja sebagai buruh tebu, saat ini beliau sudah tidak bekerja karena terjatuh dari atas truk ketika sedang bekerja yang menyebabkan syaraf tulang belakangnya terjepit dan kebengkokan pada tulang belakangnya. Putra kedua Bu Rusmini tidak bekerja karena kontrak kerjanya sudah habis dan saat ini ia menemani Bu Rusmini selama menjalani pengobatan di Semarang. 19 Mei 2018 Bu Rusmini mengalami pendarahan lalu dirawat di RSUD Soewondo Pati, 20 Mei 2018 Bu Rusmini meninggal dunia, segenap kurir Sedekah Rombongan Pati turut mengantarkan jenazah Bu Rusmini ke rumah duka, Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membantu perlengkapan kematian, semoga Bu Rusmini mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT. aamiin ….. sebelumnya terbantu pada ROM 1138.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 03 Juni 2018
Kurir : ImamTeguh @dewapopfmpati Wiwid @JeanseaMaurer

Bu Rusmini menderita kanker serviks


KRISTIANA BINTI ARIF YANMAH (32, Lumpuh). Alamat: Desa Plangitan, RT 9/1, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Kristiana adalah salah satu Pasien dampingan Sedekah Rombongan yang terdiagnosa lumpuh karena tulang belakang menjadi kaku. Rasa Phobia pada Rumah sakit dan kekurangan secara materi, membuat penyakitnya semakin parah. Mbak Kristiana juga mengalami luka pd pinggul kanan dan kiri serta punggung akibat terlalu lama tiduran. Penyakitnya ini sudah diderita pada saat 3 tahun yg lalu akibat jatuh dari motor. Setelah dua minggu dirawat di RS.Mitra Bangsa Pati, ada perubahan yang lebih baik. Saat ini masih dalam perawatan lukanya sebelum nantinya akan melakukan fisioterapi untuk pemulihan otot gerak kakinya. Mbak Kristiana tinggal dengan Ibunya Suharti (59) bekerja sebagai buruh masak, beliau biasanya memasak jajanan ringan ketika ada pesanan yang biasanya digunakan untuk hajatan maupun pengajian, selain itu terkadang beliau membuat makanan ringan untuk dititipkan di warung-warung tetangganya. Rumah yang masih status kontrak dengan dinding anyaman bambu di dapur, dan bangunan kecil di perumahan menjadi tempat berteduh bagi mereka. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk membeli keperluan perawatan luka melubang didaerah paha dan punggungnya, Doa untuk Kristiana agar cepat sembuh dengan serangkaian pengobatan jalan yang masih dilakukan di RS. Mitra Bangsa Pati poli syaraf dan poli bedah yang nantinya akan dirujuk ke poli fisioterapi setelah semua luka menutup sempurna.Terimakasih diucapkan dari keluarga Kristiana untuk para kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekahholics. Sebelumnya sudah terbantu pada ROM 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 07 Juni 2018
Kurir : ImamTeguh @JeanseaMaurer

Bu Kristiana terdiagnosa lumpuh


NYUMI BINTI KARIDIN (35 , Gangguan Saraf Mata ). Alamat : Dusun Padaran, Rt ½, Desa Padaran, Kec. Rembang Kab. Rembang, Prov. Jawa ´Tengah. Ibu Nyumi binti Karidin, adalah seorang wanita rumahan yang tidak bekerja dan hanya mengurusi putra dan rumahtangganya saja. Kehidupan normal yang telah dijalaninya walaupun dalam kondisi ekonomi yang kurang tetap disyukuri. Suaminya, Pak Masduki hanyalah seorang penjual keliling jajanan bagi anak-anak. Bisa memenuhi kebutuhan pokok saja sudah bersyukur mereka. Keadaan berubah ketika beberapa tahun yang lalu saat Bu Nyumi melahirkan anaknya dari hari ke hari beliau merasakan fungsi matanya berkurang. Untuk melihat keadaan di depannya seperti memburam. Lama kelamaan dengan fasilitas BPJS kelas 3 beliau diantar suami ke Puskesmas Kota Rembang dan juga ke RSUD dr R. Soetrasno Rembang. Upaya untuk melakukan pengobatan lebih lanjut tidak bisa karena mata sebelah kanan semakin tidak berfungsi. Hasil diagnosa dokter adalah saraf matanya yang bermasalah. Sedangkan untuk periksa dan pengobatan butuh akomodasi dan sarana transportasi yang memadai. Apalagi anaknya yang kedua akhirnya kurang terurus dan masuk kategori anak kurang gizi. Survey dilakukan pada tgl 26 Maret 2018. Alhamdulillah kini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Rembang. Semoga langkah ini membawa kebaikan bagi beliau dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 05 Juni 2018
Kurir : ImamTeguh DyahAlfi Fathurrahman Nurfaidah@Jeanseamaurer

Bu Nyiman menderita saraf mata


SITI FATIMAH (29, Kista). Alamat : Desa Karaban, RT 5/7, Kec. Gabus, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Berawal dua tahun yang lalu setelah beliau melahirkan dua orang putrinya secara Caesar. 2 minggu kemudian beliau mengalami panas tinggi dan masuk ke RSUD Suwondo Pati, setelah 3 minggu muncul penyakit kulit seperti Campak di seluruh tubuh dan tampak menguning di seluruh pergelangan serta bengkak dan keluar cairan protein. Pada saat itu Bu Siti di diagnosa penyakit Erithroderma semacam penyakit kulit dimana kulit tersebut selalu mengelupas dan menimbulkan rasa sakit hingga urat2 sekujur tubuh nampak. Oleh dokter pengobatan penuh dilakukan di RSUP Kariadi Semarang. Setelah sembuh dari Erithroderma Bu Siti merasa ada sesuatu yang mengganjal di bagian perut sampai akhirnya beliau memeriksakan keluhannya ke RSU Fastabiq Sehat Pati, setelah itu dokter mendiagnosa bahwa Bu Siti mengidap penyakit kista. Dokter menyarankan untuk tindakan pengambilan kista, namun hal tersebut belum dilakukan karena JKN BPJS kelas III yang dimiliki beliau sudah premi (belum bayar) sehingga kartu tersebut tidak bisa digunakan. Juga karena tidak adanya sanak saudara yang mengasuh anaknya Sri Maharani Arsala Qudsy, dan Sri Maharani Amira Tungga Dewi yang berusia 2 tahun, apabila Bu Siti menjalani pengobatan pengambilan kistanya. Suaminya Pak Rochmad (36) yang bekerja sebagai guru honorer disalah satu madrasah swata hanya bisa berdoa untuk kesembuhan istrinya sambil berikhtiyar untuk bisa mengobati istrinya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk membayar premi BPJS beliau dan membeli suplemen obat. Sebelumnya Bu Siti adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan pada saat pengobatan sakit Erithrodermanya yang sudah terbantu pada ROM 799. Terimakasih diucapkan kepada SedekahHolic yang senantiasa selalu mensupport Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.2.500.000,-
Tanggal : 07 Juni 2018
Kurir : ImamTeguh @JeanseaMaurer

Bu Siti mengidap penyakit kista


SUNDARI BINTI WARSIDAN (36, Tumor Kandungan). Alamat : Desa Candimulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sejak tiga tahun silam Bu Sundari sudah sering merasakan sakit di perutnya, akan tetapi beliau tidak begitu merasakan rasa sakit itu karena mengingat kondisi perekonomian keluarganya yang serba pas pasandan belum lagi pemenuhan kebutuhan yang lain. Rasa sakit di perut itu makin lama makin menjadi, bahkan kondisi perutnya makin membuncit. Setelah periksa ke Puskesmas Sedan, oleh pihak Puskesmas merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr R Soetrasno Rembang. Disana ditemukan tumor ganas yang bersarang di indung ovariumnya. Karena kondisi yang memprihatinkan, oleh pihak desa, Bu Sundari di pertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan, berharap agar bisa di bantu untuk didampingi. Kini kondisi beliau tinggal menunggu panggilan untuk dilakukannya operasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 05 Juni 2018
Kurir : Khumaidah

Bu Sundari menderita tumor indung ovarium


ZAHRAH NUR AENI (7, Tumor Kulit). Alamat : Dk. Kolutan Desa Sumberejo, Rt 4/7, Kec. Jaken, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Berawal dari umur 3 tahun muncul bintik-bintik kemerahan pada sekitar pipi dan leher. Dua tahun kemudian dek Zahra mengalami gatal-gatal pada kulit tersebut dan makin menebal serta menghitam hingga melebar ke bagian kulit lainnya pada tahun ke-7. Pemeriksaan pertama dilakukan di puskesmas setempat dan ke RSUD Suwondo Pati, setelah 3 minggu dokter memutuskan untuk dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani pengobatan dengan fasilitas BPJS kelas 3 di RSUP.Kariadi Semarang telah dilakukan tindakan operasi 2 kali untuk pengambilan tumor jinak pada kulit wajah dan sekitar leher serta sebagian kepalanya. Dek Zahra adalah anak Yatim dan ibunya pergi tak kembali untuk menikah lagi sampai sekarang. Selama ini dek Zahra diasuh dan tinggal bersama kedua kakek dan Neneknya Rumini (60th) Kakeknya Agus Santo(62th) yang bekerja sebagai tukang tambal ban didepan rumahnya, kedua nenek kakeknya hanya bisa berdoa untuk kesembuhan cucu satu-satunya ini. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya akomodasi dalam berobat.Terimakasih diucapkan kepada SedekahHolic yang senantiasa selalu mensupport Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 7 Juni 2018
Kurir : ImamTeguh @JeanseaMaurer

Zahrah menderita tumor jinak pada kulit wajah


DIAN SEKARANING PUTRI (16, Atrial Septal Defect). Alamat : RT 6/4, Desa Sawangun, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dian, biasa ia dipanggil, sejak lahir mengalami gangguan pernafasan sehingga nafasnya tidak lancar. Saat Dian berusia 14 tahun, ia mulai memeriksakan diri ke Puskesmas Ajibarang 2 karena sering merasakan sesak nafas dan jantung berdetak cepat. Dari Puskesmas Ajibarang 2, Dian sempat dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ajibarang dan RSUD Banyumas. Dokter mendiagnosis Dian menderita atrial septal defect atau kerusakan antara kedua ruang atas jantung (atrium) yang menyebabkan jantung kanan membesar dan tekanan pada paru-paru menjadi tinggi (hipetensi pulmonal). Sekarang Dian sedang menjalani pengobatan di RSUP (Rumah Sakit Umum Provinsi) Sardjito. Ia menjalani operasi pada Mei 2017. Ibunya, Saliyah (42) menceritakan kesulitan yang dihadapinya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Ibu Saliyah bekerja serabutan, sedangkan Bapak Muklis (43) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilan keduanya tidaklah banyak, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beruntung, biaya pengobatan Dian dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dian dan keluarganya sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari pasca operasi jantung Dian. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1095. Kini Dian masih menjalani kontrol 3 bulan sekali untuk memeriksa kerja jantungnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2018
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Dian menderita atrial septal defect


SLAMET BIN WASLIM (42, Ca Colon). Alamat : RT 2/3, Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar setahun yang lalu, keluar cairan pekat berwarna hitam dari anus Bapak Slamet saat beliau buang air besar. Selain itu juga tumbuh benjolan sebesar bola pingpong di anusnya. Mengetahui hal tersebut, Bapak Slamet memeriksakan diri ke Puskesmas Gumelar. Beliau kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika. Beliau pun menjalani operasi pengambilan jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker usus besar (ca colon) yang ganas. Pada tanggal 17 Agustus 2017, Bapak Slamet menjalani operasi colostomy di RS Dadi Keluarga. Kini beliau masih merasakan nyeri di bagian anus dan hanya dapat beraktivitas di tempat tidur. Sejak sakit, beliau tidak bekerja. Istrinya, Suriyah (31) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang semula kecil kini terhenti, sehingga mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Slamet dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, pengobatan beliau masih terkendala biaya akomodasi selama berobat rutin dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Slamet sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya operasional selama beliau menjalani kontrol di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1076. Bapak Slamet masih menjalani kontrol rutin 1 bulan sekali untuk melihat perkembangan sel kankernya sebelum dilakukan operasi besar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2018
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Pak Slamet menderita kanker usus besar


YASMINTO BIN KRAMADIWIRYA (60, Kanker Paru-Paru). Alamat : Desa Tipar Kidul, RT 1/4, Kecamatan Ajbarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Awal Agustus 2017, Bapak Yasmin sering demam, pusing dan muntah-muntah. Beliau kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas Ajibarang 1. Merasa tak kunjung sembuh, satu bulan kemudian Bapak Yasmin memeriksakan diri ke Poli Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang. Dokter Spesialis Penyakit Dalam mendiagnosis Bapak Yasmin sakit typus dan paru-paru basah kemudian dilakukan serangkaian pemeriksaan medis diantaranya sedot paru-paru dan foto thorax. Hasil pemeriksaan thorax menyatakan ada benjolan di paru-paru Bapak Yasmin. Bapak Yasmin dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Margono Soekarjo Purwokerto dan dinyatakan menderita kanker paru-paru dan baru menjalani kemoterapi sebanyak 1 kali. Bapak Yasminto sudah tidak kuat bekerja dan istri beliau, Ibu Kasilem (47) adalah seorang ibu rumah tangga. Kebutuhan sehari-hari keluarga Bapak Yasmin ditanggung oleh anak-anak beliau. Biaya pengobatan Bapak Yasmin terbantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih terkendala oleh biaya transportasi dan operasional selama menjalani kemoterapi di RS Margono. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Yasminto. Santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu biaya operasional selama menjalani kemoterapi. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1139. Bapak Yasmin masih akan menjalani 2 kali lagi kemoterapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2018
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Pak Yasmin menderita kanker paru-paru


ALI MAHMUDI (40, Patah Tulang Belakang + Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Pondowan Gading, RT 3/3, Kec. Tayu, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Ali nama panggilannya sehari-hari. Pak Ali yang bekerja sebagai tukang batu di desanya, 1,5 tahun yang lalu mengalami kecelakaan kerja, pada saat itu beliau kejatuhan stager rumah milik bosnya. Delapan bulan yang lalu, Pak Ali hanya bisa tertidur tanpa terapi dari medis. Hingga sering merasakan kesakitan apabila kulit beliau tersentuh sedikit, hal tersebut terjadi apabila obat beliau habis dan telat tidak kontrol ke dokter. Istrinya Sulistyowati (34th) yang bekerja sebagai buruh lepas PT. Djarum, harus menghidupi kedua anaknya Andika Bagus Prasetyo (44th) yang masih sekolah dibangku SD kelas IV dan Hanna Khoirunnisa (4th). Alhamdulillah, pada bulan Januari 2016, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Ali sehingga pengobatan beliau menjadi lancar. Dua tahun lamanya rutin melakukan terapi dan minum obat membuahkan hasil yang maksimal, kini kedua kaki beliau sudah bisa bergerak dan sudah mulai latihan berjalan. Beliau juga sudah bisa duduk lama di kursi roda. Seminggu tiga kali beliau menjalani kontrol, satu kali kontrol di RS Keluarga Sehat Hospital untuk kontrol mengenai gangguan saluran kencingnya dan dua kali untuk menjalani fisioterapi di RS Mitra Bangsa Pati. Disamping mengantarkan untuk menjemput kesembuhan Sedekah Rombongan juga memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi, menebus obat dan membeli pampers untuk pak Ali. Besar dukungan, doa, dan semangat dari keluarga dan kurir yang mendampingi beliau untuk bisa sembuh. Aamiin Sebelumnya Pak Ali sudah terbantu pada Rombongan ke 1028.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juni 2018
Kurir : imamteguh @dewa_popfmpati rochim @JeanseaMaurer

Pak Ali menderita patah tulang belakang + gangguan saluran kencing


MUHAMMAD ALI SAHID (32, Saraf Mata Putus). Alamat : Kel.Parenggan, RT 4/1, Kec.Pati, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Sahid demikian teman – temannya memanggil. Sejak dua tahun yang lalu tiba-tiba matanya terasa gelap. Tidak ingin mata kirinya senasib sama dengan mata kanannya yang minus lebih dari 25. Sehingga tidak ada lensa yang memadai untuk matanya. Mas Sahid kemudian memeriksakan matanya ke Rumah Sakit dan dokter merujuknya ke RS Karyadi Semarang. Dan pada tanggal 2 Maret 2017 Mas Sahid menjalani operasi.Pada operasinya ini dokter memasang lensa di mata kirinya agar matanya bisa kembali melihat walau tidak sempurna. Karena matanya yang minus terlalu banyak. Hidup dengan kakanya Ibnu (35) yang telah berkeluarga dan bekerja sebagai penjaga malam pada sebuah kantor, membuat kehidupannya sangat penuh keterbatasan. Mas Sahid sendiri dulunya bekerja di sebuah warung kopi dan sebagai penjaga warnet. Namun karena keadaan matanya yang kian memburuk membuat Mas Sahid harus berhenti bekerja.Alhamdulillah terhitung dari bulan maret 2017 Mas Sahid menjadi pasien damping Sedekah Rombongan dan telah rutin untuk periksa ke kariadi, dan tanggal 3 Juni 2018 nantinya akan kontrol kembali ke RSUP Kariadi, untuk mengobservasi keadaan karena akan dilakukan operasi yang ke 5. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan biaya akomodasi Mas Sahid dari bulan , mei, juni, juli, Agustus Semoga mas Sahid segera pulih kembali penglihatannya matanya dan dapat bekerja kembali serta menyongsong masa depan yang lebih cerah. Bantuan sebelumnya terdapat pada ROM 1076.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juni 2018
Kurir : @ ImamTeguh @Dewa @Sriantini @JeanseaMaurer

Pak Ali menderita saraf mata putus


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Juni 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Pembayaran Pajak Bumi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Ekspedisi Berkas Dll. yaitu selama bulan Juni 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1140

Jumlah Santunan : Rp. 1.518.527,-
Tanggal : 30 Juni 2018
kurir : @Awwwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Biaya operasional RSSR Juni 2018


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional Juni 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1140

Jumlah santunan: Rp.3.156.000,-
Tanggal: 29 Juni 2018
Kurir : @viandwiprayugo @edikpurwanto @awwaludin_yudha



RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Juni 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Juni 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1140

Jumlah Santunan : Rp. 896.200,-
Tanggal : 28 Juni 2018
kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Biaya sembako Pasien RSSR Juni 2018


DELLA FEBRIANTI, (10, TB TULANG), Dusun Gumuk Gebang RT/RW 032/023, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Saedi (35) memiliki 2 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak Saedi bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan ibu Siti Fatimah (25) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Adik Della sudah mengalami sakit sejak 2 tahun yang lalu. dan sejak saat itu Della mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata adik Della mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek Della. Dan karena sakit ini, adik Della sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat adik Della yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Della dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, adik Della sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr Soebandi Jember. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk pembelian Susu Pediasure agar perkembangan adik Della semakin membaik. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1130

Jumlah Santunan : Rp. 505.000,-
Tanggal : 9 Mei 2018 dan 4 Juni 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo @edikpurwanto

Della mengalami penyakit TB tulang


LAILI WAHYUNI, (37, Ca Mamae) Alamat Dusun Rambutan RT/RW 001/004, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Laili Wahyuni merasakan benjolan pada payudara sebelah kiri sejak satu tahun yang lalu dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Setelah 4 bulan berlalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolann namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu 4 Bulan. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Laili hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Laili langsung dibawa ke salah satu rumah sakit RSUD Dr. Soebandi Jember. Untuk pemeriksaan awal Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Ibu Laili memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang dapat meringankan beban keluarganya untuk pengobatannya. Suami Laili, Bapak Samsul Arifin (45) bekerja sebagai Kuli Bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Sedekah Rombongan merasa kesulitan mereka santunan awal di berikan yang dipergunakan untuk Pembayaran BPJS setiap bulan, Akomodasi selama di rumah sakit, dan biaya administrasi Pasien Laili. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Laili dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1131

Jumlah Santunan : Rp. 511.000,-
Tanggal : 16 Mei 2018, 26 Juni 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bu Laili menderita ca mamae


Suharti binti Sukanto (40, Persalinan ) adalah isteri dari Wilmansyah bin Sanan pasien Rumah Sakit Awal Bros Batam yang mengidap penyakit Tumor Otak. Beliau kelahiran Buluh Naman Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Beliau sudah merantau di Batam selama 15 tahun bersama sang suami. Sekarang IbuSuharti hidup bersama suami dan 3 anaknya, 2 anak laki-laki (13 tahun dan 4 tahun) dan 1 anak perempuan umur 10 tahun. Beliau juga sedang mengandung anak ke-4 yang dijadwalkan besok Rabu, 06 Juni 2018 menjalani persalinan di Rumah Sakit Mutiara Aini (Batu Aji) Batam. Beliau adalah Ibu Rumah Tangga yang tidak mempunyai penghasilan dan sudah setahun suaminya menganggur di rumah, tidak mempunyai pekerjaan tetap. Mereka tinggal di Perum Bambu Kuning Blok B15/05 RT 006 RW 002 Kelurahan Bukit Tempayan Kecamatan Batu Aji Kota Batam, Kepulauan Riau.
Sudah 10 bulan Ibu Suharti mengurus suaminya yang sedang sakit Tumor Otak dan ke-3 anaknya yang masih sekolah. Dimana saat ini beliau pun sedang menunggu persalinan karena sedang hamil anak ke-4. Beliau mencukupi kebutuhan sehari-hari hanya dari sumbangan para tetangga yang iba terhadap keluarganya. Untuk biaya pengobatan dan perawatan sang suami ditanggung oleh BPJS Kesehatan sampai tanggal 05 Juni 2018, setelahnya akan dibebankan kepada pasien. Ibu Suharti pun sangat kebingungan untuk mencukupi kebutuhannya dimana dia dalam posisi yang sangat genting. Satu hal Ibu Suharti memikirkan kesembuhan sang Suami dan kelangsungan hidup anak-anaknya yang membutuhkan biaya yang besar dan hal yang lain beliau memikirkan proses persalinan anak ke-4 nya yang juga butuh biaya kareana usia kandungannya sudah lebih 1 minggu dari HPL (Hari Perkiraan Lahir).
Sudah 22 hari sang suami koma dan dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Batam. Setiap hari beliau selalu menemani dan mengurus sang suami dengan biaya seadanya. Besok rabu 06 Juni 2018 ibu Suharti dijadwalkan untuk dilakukan proses persalinan di Rumah Sakit Mutiara Aini Batam. Beliau sangat berharap bisa dengan persalinan normal/spontan tanpa adanya operasi.
Pada tanggal 04 Juni 2018 Allah SWT mempertemukan #Sedekah Rombongan dengan Ibu Suharti, semoga ada rejeki dari #Sedekah Rombongan untuk membantu proses persalinan dan biaya hidup Ibu Suharti.

Jumlah Bantuan : 1.500.000 (Dana Urgent)
Tanggal : 05 Juni 2018
Kurir : Boim

Bantuan biaya persalinan


ZENA NUR ZULAIKA (5, Infeksi Paru+ Jantung Bocor+ Megacolon + Cerebral Palsy+ Bibir Sumbing) Alamat: Dusun Wonorejo RT 2/2, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah. Zena begitu panggilan gadis kecil ini, merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Solo sejak 2 tahun lalu. Putri pasangan Bapak Supriyanto (39) yang bekerja sebagai cleaning service dengan penghasilan Rp. 1.700.000/bulan dan Ibu Rulin Aristiana (28) sebagai ibu rumah tangga ini rencananya oleh tim dokter akan dilakukan operasi megacolon terlebih dahulu agar nutrisi dapat tercerna dan BAB kembali lancar menggunakan Jamkesmas/ KIS dari pemerintah. Namun, pengobatan yang panjang disertai tanggungan orang tua yang banyak menyebabkan ia sempat terkendala untuk berobat. Ia tinggal dengan kakek, nenek dan 1 keluarga lain dalam 1 rumah. Saat ini Zena rutin menjalani terapi di RS Kasih Ibu Surakarta. Tanggal 29 January 2018 dek zena konsultasi ke RS. Dr Moewardi untuk operasi penutupan colestomy, oleh dokter sementara disarankan untuk tetap memakai colestomy dan kontrol rutin setiap 1 bln sekali di RS. Dr Moewardi. Kondisinya masih stabil namun akan dilakukan operasi gigi pada tanggal 7 Juli 2018. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan ke –8 untuk biaya akomodasi berobat, terapi dan pembelian kebutuhan susu dik zena. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diterima, santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1115 semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir: @mawan @anissetya60

Zena menderita infeksi paru+ jantung bocor+ megacolon + cerebral palsy+ bibir sumbing


MEGA AULIA (3, Hydrocephalus + Cerebral Palsy + Epilepsi + Hernia) Alamat: Kratonan RT 06/01, Serengan, Surakarta, Jawa Tengah. Dik Mega pasien dampingan sedekah rombongan solo raya sejak 2016 ini merupakan putri ke-4 pasangan Bapak Agus S. (44) dan Ibu Murtini (32). Sejak lahir tidak bisa merespon seperti bayi normal lain, hingga berusia 4 bulan, ia masih tidak bisa tengkurap dan hanya berbaring. Ibunya kemudian membawanya berobat ke RS Kustati disana diketahui bila ia menderita hydrocephalus dan harus segera dilakukan operasi pasang selang untuk mengurangi cairan. Setelah dilakukan operasi, diketahui bila ternyata Dik Mega juga menderita cerebral palsy dan juga epilepsi. Dik Mega pun harus rutin melakukan terapi setiap tiga (3) kali dalam seminggu. Tanggal 31 Agustus 2017 Dik Mega kejang-kejang dan langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Tanggal 1 September 2017 dilakukan cek urin dan diketahui bahwa Dik Mega mengalami Infeksi saluran kencing. Saat ini dek Mega masih harus menjalani terapi rutin 3 kali selama seminggu di RS PKU Muhammadiyah Solo dan 1 kali seminggu di YPAC Solo. Kurir #sedekahrombongan kembali menyampaikan santunan ke- 8 untuk membantu biaya akomodasi, transportasi terapi dan pembelian susu. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1115. Keluarga dik Mega mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga amal kebaikan Sedekaholic diterima oleh Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2018
Kurir : @mawan @anissetya

Mega menderita hydrocephalus + cerebral palsy + epilepsi +hernia


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Juli 2016, Guna mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya mengalami keretakan parah. Ia harus menjalani tiga kali operasi di RSUD Riau. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hampir dua tahun menjadi pasien dampingan SR Riau serta SR Solo, karena Guna dirujuk melanjutkan pengobatan di RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso (RSO). Alhamdulillah proses operasi pemasangan Elizaroh berjalan lancar. Saat ini Guna tinggal di RSSR Solo untuk sementara karena setiap 2 minggu sekali kontrol di RSO dr. Soeharso hingga pelepasan alat bantu elizaroh. Rencananya Guna akan kembali melakukan operasi pelepasan elizaeoh pada 23 Juli 2018. Sedekah Rombongan Solo kembali menyampaikan bantuan ke-3 kepada Guna untuk kebutuhan sehari hari dan untuk perawatan luka. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1116. Keluarga mengucapkan banyak terimaksih atas bantuan yg diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000 ,-
Tanggal: 25 Juni 2018
Kurir: @mawan @anissetya60

Guna menderita patah tulang kaki


MUHAMMAD NAIM (43, Kanker Otak) alamat: Jl. Tegalrejo. RT001/005 Purbayan. Baki. Sukoharjo. Jawa tengah. Bapak Naim (43) sapaan akrabnya, sebelum mengalami sakit beliau merantau ke malaysia berkerja sebagai buruh bangunan dan istri beliau Tri Harsini (37) wiraswasta penghasilan perharinya tidak menentu, beliau memiliki tiga anak yang sulung bernama M. Irvan Aditya (13), kedua M. Mozaky Arsyad (6) , dan anak yang bungsu bernama Mabdania Yasmina (2). Kronologi awal Pak Naim menderita sakit bermula di saat sedang berkerja, beliau terjatuh dari tangga lalu kepala nya terbentur ke tanah, saat kejadian tersebut beliau selalu mengalami pusing dan nyeri. Akan tetapi Pak Naim tidak mengawatirkan sakit nya tersebut, dia berfikir hanya sakit kepala biasa. Suatu ketika beliau tidak masuk kerja selama 5 hari lalu rekan kerja beliau menyarankan agar segera memeriksa penyakitnya ke klinik terdekat. Saat di periksa ternyata terdapat benjolan di sekitar bagian otak nya. Dan di vonis dokter kanker otak stadium 1, hari itu juga beliau memberi kabar kepada sang istri kalau dia mengidap sakit kanker, Ibu Tri lalu menyuruh beliau pulang ke Indonesia agar berobat di daerah. Untuk saat ini Pak Naim hanya berobat jalan, akan tetapi dokter meyarankan untuk operasi, di karenakan biaya operasi sangat mahal beliau hanya tergantung pada obat rawat jalan. Keadaan beliau sekarang tidak bisa untuk di ajak berfikir keras karena di saat itu dia selalu mengeluarkan keringat panas dingin. Aktifitas sehari-hari beliau menjaga ke 3 anaknya dan mengerjakan pekerjaan ringan di rumah sedangkan sang istri berkerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga berpenghasilan perharinya yang tidak menentu. Alhamdulilah kurir sedekah rombongan di pertemukan dengan Pak Naim dan keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat dan kebutuhan sehari-hari. Keluarga Pak Naim menyampaikan terimakasih atas santunan yang di berikan dan meminta doa segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 2 Juli 2018
Kurir : @Mawan @Anissetyya @Aji @Lastiko

Pak Naim menderita kanker otak stadium 1


SARTINI BINTI YOSO MARJONO (37, Osteosarcoma Femur Sin) Alamat: Randu Kuning RT 09/01, Kel. Glintang, Kec. Simo, Kab. Boyolali, Prov. Jawa Tengah. Ibu Sartini sapaan beliau merupakan ibu dari dua orang anak, Liana (15) dan Cindy (10). Sebelum sakit, beliau merupakan seorang karyawati di pabrik konfeksi daerah Butuh, Boyolali, Beliau sudah bekerja di sana kurang lebih 16 tahun. Ibu Surtini tinggal di rumah bersama Suami bapak Agus Mustofa (37) kedua anak dan orang tua. Saat ini Ibu Sartini mengalami sakit di Kaki kiri bagian Paha. Sakit dirasakan kurang lebih 6 bulan. Awalnya terasa nyeri saat digunakana beraktifitas, Beliau mengira sakit asam urat yanga akan sembuh setelah minum obat yang di beli di apotik. Namun, karena nyeri tidak berkurang beliau kemudian berobat di klinik terdekat, disana di beri obat pengurang rasa Sakit dan vitamin otot. Setelah obat habis kaki ibu Sartini tidak kunjung sembuh keluhan bertambah menjadi bengkak kemudian oleh dokter di Rujuk berobat ke RS DR Soeharso/ Ortopedi Solo disana ibu Sartini dianjurkan kontrol rutin dan diberikan obat nyeri. Oleh Dokter di RS Ortopedi disarankan melakukan pemeriksaan Patologi Anotomi. Kontrol berikutnya Dokter memberitahukan hasilnya pemeriksaan PA diketahui Osteosarkoma bu Sartini di anjurkan berobat ke RS DR Moewardi karena fasilitasnya lebih lengkap. Di RS Dr moewardi bu Sartini dilakukan pemeriksaan ulang kemudian dianjurkan kemoterapi. Untuk Pembiayaan pengobatan ibu Sartini menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS mandiri kelas 2. Karena keterbatasan biaya beliau tidak bisa melanjutkan pengobatan. Beliau seharusnya kemoterapi tanggal 12 Februari 2018. Pak Agus Suami bu Sartini bekerja sebagai buruh tani yang penghasilanya tidak menentu hanya cukup untun kebutuhan keseharian. Untuk biaya sekolah saja mengandalkan gaji bu Sartini di pabrik. Namun saat ini terpaksa berhenti karena sakit. Pak Agus bercerita tidak bisa membawa bu Sartini berobat karena tidak memiliki biaya untuk menyewa mobil, selama ini beliau menggunakan Sepeda motor saat berobat. Selain itu karena saat ini kaki bu Sartini sudah semakin membengkak, dan beliau tidak kuat perjalanan jauh dengan Sepeda motor. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu Sartini sehingga bisa membantu melanjutkan pengobatan ke RS Dr. Moewardi Surakarta.Saat ini bu Sartini menjalni kemoterapi ke 3. Kurir #SedekahRombongan Solo kembali menyampaikan santunan yang ke-3 kepada keluarga Bu Sartini untuk biaya transport dan kebutuhan sehari selama pengobatan. Sebelumnya santunan kepada Sartini telah masuk rombongan 1120. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aaamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1Juli 2018
Kurir : @mawan @anissetya @welliyanto

Bu Sartini menderita osteosarkoma


WARNI MACANAN (55, Ca Serviks) Alamat : Dusun Macanan RT 1 RW 2, Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2017 tepatnya setelah lebaran, bu Warni mengalami pendarahan hebat dan nyeri di perut bagian bawah serta di pantatnya. Oleh anaknya, bu warni dibawa ke IGD RSUD Karanganyar untuk diperiksakan. Oleh dokter dinyatakan sakit kanker serviks dan bu Warni harus menjalani kontrol rutin di RSUD Karanganyar. Setelah sekian lama menjalani kontrol dan tidak ada perkembangan akhirnya bu Warni dirujuk ke RSUD dr. Moewardi. Dari RSUD dr. Moewardi bu warni dianjurkan untuk menjalani sinar atau radioterapi, namun karena alat sinar di RSDM terbatas dan harus mengantri panjang akhirnya bu warni dirujuk ke RS Kariadi Semarang. Tanggal 2 Januari bu Warni dijadwalkan untuk kontrol terlebih dahulu di RS Kariadi sebelum menjalani sinar. Setelah selesai rangkaian radioterapi di Semarang bu Warni kembali menjalani kontrol di RSDM, di RSDM bu Warni dianjurkan untuk kemoterapi, sebelum menjalani kemoterapi bu Warni harus melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium. Bu Warni terus berusaha untuk menjemput kesembuhan tetapi Allah berkehendak lain, Bu Warni dipanggil Allah pada tanggal 21 Juni 2018. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan kematian untuk bu Warni, santunan digunakan untuk keperluan pengurusan jenazah. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga amal kebaikan kurir #SedekahRombongan dapat diterima oleh Allah.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 22 Juni 2018
Kurir : @mawan @anissetya @dedyreza @ayak

Bu Warni sakit kanker serviks


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini konsidi Daffa lebih baik dari bulan lalu dimana kulit mukanya tampak lebih halus,pengelupasan banyak berkurang. Hal dikarenakan Daffa mencoba memakai cream pelembab baru, hanya saja cream ini hanya saja, pemakaian cream ini hanya cocok untuk muka saja,tak cocok untuk bagian tubuh lainnya. Padahal pengelupasan kulit diseluruh bagian tubuhnya. Tapi tak mengapa, cukup menggembirakan setidaknya ada pengurangan dalam pengelupasan kulit muka Daffa sehingga kulit mukanya tampak lebih halus dari sebelumnya. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan lebih banyak dalam penggunaan cream khusus vasline noroid cream untuk bagian tubuh kecuali muka, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Tak hanya itu, Daffa juga harus mandi susu murni paling tidak seminngu sekali. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Syaraf motoriknya juga berfungsi dengan normal. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Dalam satu bulan Daffa membutuhkan cream pelembab paling sedikit 4 pot. Saat ini cream pelembab ini memang sudah tercover BPJS, hanya saja BPJS hanya mengcover 1 pot saja, itu artinya kekurangan kebutuhan cream Daffa harus dibeli dengan biaya umum. Padahal untuk 1 pot cream saja harganya mencapai 150.000 rupiah. Belum lagi untuk kebutuhan susunya. Daffa yang sebelum ditangani #Sedekah Rombongan sempat terhenti pengobatannya, merasa sangat terbantu setelah menjadi pesien dampingan #Sedekah Rombongan. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juni 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@dodo

Januar menderita ichtyosis lamelar


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian test mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Dari hasil observasi selam minum obat paru, bulan ini tim dokter pulmologi menyatakan bahwa tb di paru-paru sudah dinyatakan sembuh. Setelah terjadi pembatalan jadwal operasi yang semula direncanakan bulan Mei, tampaknya Pak Suradi harus kembali bersabar karena operasi kembali di tunda sampai bulan depan. Sementara menunngu jadwal operasi, Pak Suradi tetap diharuskan meneruskan pengobatan parunya. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Tapi kini Pak Suradi tak mapu lagi bekerja pasca jalani operasi untuk menjaga kondisinya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan jumlah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TBC


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia hampir 2 tahun Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus,Fatih yang saat pertama kali kita tangani hanya bisa berbaring saja, kini sudah mulai berdiri sendiri, bahkan mulai belajar berjalan. Fatih juga mulai jalani terapi wicara dan mulai bisa mengucap sepatah kata. Bulan ini perkembangan tak begitu baik karena HB Fatih sering turun, akibatnya kondisi anak juga lemah. Selain itu Fatih dianjurkan mengkonsumsi vitamin sebagai penambah suplement makanan, hanya saja tak tercover biaya BPJS. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya. Bantuan diberikan tak hanya untuk biaya akomodasi ke RS,tapi juga untuk pembayaran BPJS, pembelian vitamin juga susu untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juni 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim menderita paru-paru + gangguan tumbuh kembang


SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat. Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya. Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga. Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat.Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Setelah dua bulan hampir 20 kali bolak-balik ke RS, akhirnya Pak Sokarto bisa jalani operasi pengangkatan tumor kulit di sekitar matanya. Operasi tak hanya dilakukan satu kali. Seperti kita ketahui sebelumnya, ada 3 dokter specialist yang menangani operasi Pak Sokarto. Selain operasi pengangkatan jaringan tumor, juga operasi mata dan untuk tahap terakhir dilakukan operasi penambalan kulit. Saat ini Pak Sokarto masih dirawat di RS mengingat rangkaian operasi yang dijalani. Bulan ini Pak Sokarto kembali jalani operasi penambalan untuk yang ketiga kalinya, artinya dalam tiga bulan terakhir ini beliau sudah menjalani lima kali operasi. Dan bulan ini pak Sokarto kembali jalani operasi penambalan , artinya ini adalah tindakan operasi yang keenam kalinya. Pasca operasi yang terakhir ini, Pak Sokarto harus rutin seminggu 2 kali menjalani chek up untuk memantau luka pasca operasi sekaligus medikasi. Tak hanya itu, selama dirumah juga harus rutin melakukan medikasi di klinik terdekat, dan kebetulan klinik tersebut tak bekerja sama dengan BPJS, maka untuk biaya medikasi dibayar secara umum. Kondisi beliau saat inipun juga jauh lebih baik dari sebelumnya,luka mulai membaik. Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 Juni 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Sokarto menderita tumor kulit


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Alhamdulillah mulai bulan ini kontrol rutin dan pengambilan obat bisa dilakukan di RSUD Wonogiri, akan tetapi untuk test excokardiograpi tetap harus dilakukan di RSD.MOEWARDI Surakarta. Dan untuk progress kedepannya dokter tetap meminta Rengga dirujuk ke Jakarta untuk jalani operasi jantungnya. Artinya bakal membutuhkan biaya yang lebih banyak lagi. Tapi sampai saat ini belum dijalani mengingat pihak keluarga yang belum siap. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Rengga memiliki kelainan pada jantung


NGADIYEM BINTI MULYADI (54, Pembengkakan thyroid). Alamat Dsn. Bulu RT 02/06, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Ngadiyem , wanita paruh baya ini sudah 3 tahun menderita pembengkakan kelenjar thyroid. Ibu Ngadiyem termasuk dhuafa karena saat ini bersama suaminya pak Tukino tinggal menumpang dirumah salah seorang adiknya. Artinya pasangan suami istri ini tak memiliki tempat tinggal. Mereka berdua memang memiliki seorang anak, akan tetapi kondisinya pun tak jauh berbeda dengan orang tuanya dan saat ini merantau diluar kota. Tiga tahun yang lalu awalnya Ibu Ngadiyem menemukan ada benjolan dilehernya. Ketiadaan biaya membuat beliau membiarkan penyakit itu tanpa pengobatan hingga akhirnya sampai saat ini semakin membesar. Keinginan untuk mengobati penyakitnya dan bisa sembuh seperti sedia kala sangatlah besar, tapi lagi-lagi semua terbentur biaya, apalagi Bu Ngadiyem ini tak memiliki jaminan kesehatan apapun. Bu Ngadiyem yang kesehariannya bekerja membantu adiknya berjualan di pasar serta suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan tentulah merasa tak mampu untuk membiayai pengobatan yang kemungkinan besar dilakukan tindakan operasi. Akhirnya tim yang awalnya mendapat laporan dari perangkat desa setempat segera menindak lanjuti, serta bergerak membantu mengurus pembuatan BPJS. Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan awal ke RSUD Wonogiri. Saat ini masih dilakukan berbagai test penunjang untuk pemantapan diagnosa. Semoga saja dengan bantuan dari sedekahoic, Bu Ngadiyem dapat menjemput kesembuhannya. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi ke RS serta biaya perawatan dan penanganan di IGD.

Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 Juni 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Maria

Bu Ngadiyem menderita pembengkakan kelenjar thyroid


REEALINO YUANZAH (2, kelainan jantung+kelainan fisik). Alamat Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Balita ini biasa dipanggil Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik berupa mata salah satu membesar, kelainan di salah satu telinga serta tak adanya testis di alat kelaminnya. Penyebabnya karena ketidaktahuan ibunya bahwa sedang hamil saat menjalani operasi usus buntu. Efek dari obat bius pada saat penanganan operasi ibunya membuat janin mengalami masalah perkembangan. Sampai usia dua tahun inipun tumbuh kembang Lino sangatlah lambat. Jika anak seusianya sudah bisa berjalan ahkan berlari, Lino masih tergolek lemah, jangankan berjalan dudukpun belum kuat. Sejak lahir hidup Lino tak lepas dari pengobatan ke RS. Saat ini Lino merupakan pasien rawat jalan di RSD.Moewardi Surakarta. Berangkat sebelum subuh sampai rumah selepas isya’ sudah jadi rutinitas tiap kali kontrol ke RS. Jauhnya jarak tempuh ke RS tentulah jadi salah satu kendala. Belum lagi jarak dari desa tempat Lino tinggal sampai jalan raya juga jauh dan tak ada akses kendaraan umum. Bahkan dalam perjalananpun harus melintasi hutan yang cukup luas. Bisa dibayangkan betapa pelosoknya tempat tinggal Lino. Untuk sampai ke jalan raya mereka harus menyewa mobil tetangga, untuk kemudian disambung naik bus umum. Naik bus umum terpaksa jadi pilihan karena jika menyewa mobil sampai ke Solo sudah pasti membutuhkan biaya lebih banyak apalagi dalam jangka waktu seharian. Biaya sewa tentulah mahal dan mereka tak mampu untuk biaya itu. Tak cukup 500 ribu untuk sekali kontrol. Lino adalah putra kedua dari pasangan Bapak Sular dan Ibu Ratmi. Keseharian orang tua Lino bekerja serabutan. Ayahnya merantau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya sebagai buruh cuci. Sampai saat ini keluarga Lino pun masih menumpang di rumah neneknya Lino. Keluarga Lino memang peserta BPJS Mandiri, yang menjadi kendala tak hanya biaya akomodasi tapi juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mengingat keluarga Lino juga masih membiayai sekolah kakaknya Lino. Pasca operasi pemasangan ring ini, kondisi Lino cukup stabil, hanya saja ada penurunan kondisi umumnya, flu batuk,panas,diare berhari-hari, hingga terpaksa jalani rawat inap di RS terdekat. Dari hasil pemeriksaan selama ini di RSD.Moewardi Surakarta, Lino disarankan menjalai operasi di Jakarta. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, sampai sekarang Lino masih bertahan menjalani pengobatan di RSD.Moewardi Surakarta. Kini Lino menjadi pasien dampingan #SRWonogiri. Sedekaholic bantu Lino untuk sembuh, harapan kita Lino dapat disembuhkan dan bisa tumbuh seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2018
Kurir : @mawan,@nonis,@dodo

Lino sejak lahir menderita kelainan jantung, kelainan fisik


NURANI UTAMI ( 33, Pembengkakan bola mata). Alamat : Dsn. Sukoroyom RT 001/003, Ds. Pucanganom, Kec. Giritontro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Nurani, begitu biasanya dipanggil oleh warga sekitarnya, adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai tenaga serabutan. Sementara suaminya bapak Heriyanto juga tak jauh berbeda, keduanya memiliki pekerjaan tak tetap dengan penghasilan yang tak menentu pastinya. Mempunyai dua anak perempuan yang sulung duduk dibangku sekolah menengah pertama, sementara si bungsu masih balita berusia 2 tahun. Sudah barang tentu kebutuhan hidup mereka cukuplah besar, tak seimbang dengan penghasilan mereka. Itulah sebabnya Ibu Nurani rela menunda pengobatannya demi mengutamakan kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Ibu Nurani sebenarnya sudah mulai merasakn ada masalah dengan penglihatannya sejak dua tahun lalu. Awalnya pembengkakan juga belumsebesar sekarang ini. Sempat berobat ke sebuah klinik mata dan bahkan sempat ada perubahan, pembengkakan berkurang, kemerahan di bola mata juga berkurang. Namun karena mulai terkendala biaya, pengobatan jadi terhenti. Hingga akhirnya terjadi pembengkakan lagi bahkan lebih besar dari sebelumnya dan mulai tak bisa membaca huruf yang berukuran kecil. Info soal kondisi Ibu Nurani inipun akhirnya sampai ke tim Sedekah Rombongan. Tim segera melakukan survey, melihat kondisi kehidupan sehari-hariyang memang memprihatinkan, tinggal dirumah berdinding kayu beralas tanah, sudah selayaknya Ibu Nurani di bantu Sedekah Rombongan. Saat tim memberi tahu bahwa Ibu Nurani akan di bantu Sedekah Rombongan tampak semangat yang luar biasa dari Ibu Nurani untuk berikhtiar demi kesembuhannya. Belum sampai kita arahkan untuk mengurus surat rujukan , ternyata atas inisiatif sendiri beliau mengurus surat rujukan. Dan dari RSUD Wonogiri Ibu Nurani dirujuk ke RSUP. Dr Sardjito Yogyakarta. Kini Ibu Nurani jadi pasien dampingan tim #SRWonogiri dan #SRJogja. Setelah bulan kemarin berhasil menjalani operasi, akhirnya terbaca bahwa hasil PA sementara menunjukkan ketidak ganasan pada penyakit Bu Nurani. Untuk tindakan selanjudnya akan direncanakan tindakan radioterapi selama 6 kali. Dan untuk penunjangnya Ibu Nurani diharuskan berbagai macam test yang sudah pasti tak selesai dilakukan dalan satu hari. Dalam bulan ini beliau setidaknya lebih dari 4 kali ke RS. Tak hanya itu, Ibu Nurani harus mengkonsumsi obat yang kebetulan tak masuk daftar obat yang dicover BPJS. Ibu Nurani saat ini tercatat sebagai peserta BPJS Mandiri, namun begitu kendala utama yang dihadapi adalah biaya untuk akomodasinya. Apalagi jarak tempuh Wonogiri Jogja cukuplah jauh. Dan berkat bantuan Sedekah Rombongan Ibu Nurani bisa memulai pengobatannya. Semoga saja semua dimudahkan dan Ibu Nurani dapat memperjuangkan pengobatannya.

Santunan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 25 Juni 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Bu Nurani menderita pembengkakan bola mata


ESTU PUTRA (3,Retino Blastoma). Alamat Dsn.Blimbing RT 003/004, Ds.Kopen, Kec. Jatipurno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Estu ,balita berusia 3 tahun ini sebenarnya anak yang lincah,aktif. Putra kedua pasangan Bapak Katiyo dan Ibu Nuryati ini waktu lahir normal seperti bayi kebanyakan. Tumbuh kembangnya juga optimal, bahkan belum genap berusia satu tahun , Estu sudah bisa berjalan. Masalah mulai muncul saat Estu berusia 9 bulan, saat itu mata kanan Estu mulai muncul bercak putih dan lama kelamaan warna bola mata Estu berubah seperti mata kucing. Pada saat itu kedua orang tua Estu sudah mulai berikhtiar memperjuangkan kesembuhan Estu. Tak hanya di RS Wonogiri saja, tapi ke Solo bahkan dirujuk ke Jogja pun sudah dijalani. Hanya saja karena terbentur biaya, pengobatan Estu tak pernah tuntas, bahkan pada waktu itu sampai belum diketahui penyakit Estu yang sesungguhnya dikarenakan terhentinya pengobatan.kondisi seperti ini dibiarkan saja hingga Estu berusia hampir 3 tahun atau sekitar 2 bulan yang lalu. Dimana kondisi Estu semakin parah, mata membengkak sampai ke muka,bahkan Estu tak bisa melihat lagi. Panik dengan kondisi Estu yang semakin memburuk, akhirnya dengan keterbatasan biaya orang tua Estu nekat membawa Estu ke RSUD Wonogiri. Dan hari itu diminta untuk dirujuk ke RS yang mempunyai fasilitas medis yang dibutuhkan Estu. Atas saran tim dokter, Estu akhirnya dirujuk ke RS.Dr Kariyadi Semarang. Waktu itu hanya dengan mengendarai sepeda motor, orang tua Estu nekat membawa Estu ke Semarang. Syukur alhamdulillah di RS.Kariyadi Semarang Estu segera ditangani. Serangkaian test segera dilakukan, dan hasinya Estu menderita Retino Blastoma atau tumor bola mata. Estu terancam kehilangan penglihatannya. Bisa dibayangkan hancurnya perasaan orang tua Estu mengetahui penyakit yang di idap putranya. Balita yang harusnya bisa bermain ,berlari-larian dengan teman seusianya hanya bisa berdiam diri dirumah, berjalan pun dengan meraba-raba tembok agar tak terjatuh. Kondisi Estu bulan ini setelah menjalani kemoterapi bengkak di matanya mulai hilang, akan tetapi Estu masih tetap tak bisa melihat, apallagi sekarang mata sebelah kiri juga teracam tak bisa melihat. Tinggal bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya, Estu tinggal di sebuah rumah mungil. Ayahnya seorang penjahit keliling,sementara ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Estu memang sudah memiliki BPJS, akan tetapi beban yang dirasa cukup berat adalah biaya akomodasinya. Beruntung selama pengobatan di Semarang, Estu bisa menumpang di rumah saudaranya dan ke betulan rumahnya dekat dari RS. Estu masih anak-anak, masa depannya masih cukup panjang, layak diperjuangkan. Dan kini untuk meringankan beban keluarganya, Estu di bantu SR dan menjadi pasien dampingan SR Wonogiri. Semoga saja Estu bisa kembali melanjudkan pengobatan, dan bisa mendapat kesembuhannya. Bantuan bulan ini di berikan kepada Estu untuk biaya akomodasi berobat ke Semarang.

Santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juni 2018
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Sarno

Estu menderita retino blastoma


OKKY DWI PRASETYO (20, Patah Tulang). Alamat : Dsn . Gondan RT 003/006, Kel. Pare, Kec. Selogiri, Kab.Wonogiri, Prov. Jawa Tengah .Okky begitulah pemuda ini biasa disapa, saat ini dia mengalami lumpuh karena cedera tulang pinggul akibat kecelakaan. Bermula dari kecelakaan sekitar 9 bulan yang lalu, akibat tabrak lari, sudah dilakukan tindakan operasi beberapa kali namun hingga saat ini belumada perkembangan apapun, bahkan tim dokter mengatakan bakal butuh waktu yang sangat lama untuk proses kesembuhannya. Tak hanya memerlukan waktu berbulan- bulan, tapi juga tahunan. Tinggal bersama kedua orang tua dan seo rang adiknya, kehidupankeluarganya memang tergolong pas-pasan. Keseharianya Oky hanya di rumah dan sudah tidak bisa beraktifitas bahkan bisa di bilang anak tersebut dudukpun tidak bisa, pernah di rawat di rumah sakit. Ibunya Okky, Ibu Suparmi hanyalah seorang petani, sementara ayahnya, Bapak Suharno merantau ke luar kota. Saat ini Okky menjalani pengobatan di RS.Orthopedi Surakarta. Okky juga peserta BPJS Mandiri, sehingga agak meringankan biaya pengobatannya. Melihat kondisi Okky, salah satu kerabat menghubungi no hotline SR Soloraya, dan segera ditindak lanjuti tim SR Wonogiri, sebagai tim terdekat dengan rumah Okky. Santunan lepas diberikan kepada keluarga Okky, semoga dapat meringankan biaya pengobatannya. Semoga bantuan dari sedekaholic ini bisa bermanfaat untuk keluarga Okky.

Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 23 Juni 2018
Kurir :@Mawan,@Nonis,@ Maria

Okky mengalami lumpuh karena cedera tulang pinggul


SUKISNO BIN KARTO ( 44 thn ,Ca Caicum). Alamat Dsn.Temon Tanjung RT 02/03, Ds.Temon, Kec.Baturetno, Kab. Wonogiri, Prov.Jawa Tengah. Pak Sukisno atau yang sering dipanggil Pak Kis awalnya memang sering mengeluh lemas, lunglai, perut sakit, sering pusing , tidak nafsu makan. Suatu hari Pak Kis yang kesehariannya bekerja sebagai tukang pengukur batu dan pasir, itupun bila ada yang membutuhkan, tiba-tiba merasakan pusing dan berkunang- kunang, hingga akhirnya pingsan. Akhirnya oleh keluarganya, Pak Kis dibawa berobat ke klinik terdekat. Dari hasil pemeriksaan darah, pememriksaan darah, diketahui bahwa hemoglobinnya turun, kurang dari nilai rujukan normal ( 5 gm/dl) akhirnya menjalani rawat inap dan menjalani tranfusi darah sebanyak 4 colf. Kejadian seperti ini sudah lebih dari 2 kali, dengan sakit dan gejala yang sama. Baru setelah setelah rawat inap yang terakhir sekitar akhir bulan Juni 2018 , ternyata diketahui bahwa Pak Kis menderita Ca. Caicum, dan harus di lakukan tindakan lebih lanjut ke RS yang mempunyai fasilitas memadai,yaitu RSD.Moewardi Surakarta. Keluarga sempat kebingungan, yang jadi kendala utama bagi keluarga Pak Kis sudah pasti karena biaya. Pak Kis memang peserta BPJS Mandiri kelas 3, akan tetapi karena penghasilan pas-pasan, sementara biaya akoomodasi sekalimjalan saja memerlukan biaya yang tak sedikit. Kini Pak Kis yang setiap kali berobat selalu ditemani istrinya, Ibu Dariah menjadi pasien dampingan SR Wonogiri. Pengobatan Pak Kis masihlah cukup panjang. Semoga dengan bantuan sedekaholic yang tersalurkan lewat SR dapat membantu Pak Kis mendapat kesembuhannya.

Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 25 Juni 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Runi

Pak Kis menderita ca. caicum


FARID ABDULLAH( 2, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Normalnya satu tahun setelah operasi pembuatan anus, harusnya sudah dilakukan penutupan stoma dan bisa BAB lewat anus. Tapi Farid belum bisa menjalani operasi lanjutan karena kondisi jantung tidak memungkinkan. Begitu juga jika akan dilakukan tindakan operasi jantung diharuskan tak ada luka yang masih terbuka. Sementara sampai saat ini masih ada stoma karena belum dilakukan penyambungan usus keanus serta penutupan stoma. Untuk itulah saat ini tetap difokuskan dalam penanganan kondisi anusnya. Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak. Setelah bulan-bulan sebelumnya mengalami penurunan kondisi jantungnya, bulan ini jalani excokardiograpi ,jantung kembali stabil kondisinya. Tapi ada masalah lain lagi bulan ini Farid sering mengalami panas,diare bahkan sempat dirawat di RS terdekat. Lebih dari 3 kali Farid harus bolak balik ke RS di bulan ini. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


MTSR WONOGIRI ( AD9061PR, Operasional Juni 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 1 (MTSR 1) saat ini hampir setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. MTSR ini sekarang sudah berganti plat nomer kendaraan dari yang awalnya B1732KHZ berubah menjadi AD9061PR. MTSR ini menjadi armada ujung tombak pergerakan #SRWonogiri. Roda MTSR berputar sejauh puluhan bahkan ratusan kilometer disetiap pergerakannya. Medan yang ditempuhpun tak semudah jalanan kota. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini, walaupun harus naik turun pegunungan, keluar masuk pelosok desa. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Berangkat sehabis subuh pulang malam adalah hal biasa mereka jalani demi mengantar pasien berobat ke RS. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Juni ini sebagaimana laporan berikut antara lain biaya operasional seperti bbm, servis rutin, penggantian kampas rem dan pembelian ban.

Operasional : Rp 1.728.000,-
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir : @mawan,all tim

Biaya operasional Juni 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, Juni 2018 ). Lokasi Dsn Klampisan RT 01/03, Ds. Kaliancar, Kec.Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Adapun pengeluaran RSSR bulan ini untuk keperluhan kebutuhan di RSSR.

Operasional : Rp 621.097,-
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir :@mawan, all tim

Biaya operasional Juni 2018


MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional Juni 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR, merupakan MTSR 2 dimana menjadi kendaraan kedua yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Bulan ini biaya operasional antara lain, operasional bahan bakar , biaya pemeliharaan dan perbaikan seperti penggantian oli mesin. Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Operasional : Rp 1.178.000,-
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir : @mawan, all tim

Biaya operasional Juni 2018


SUKINI BINTI KARTOMIJO (61,stroke) Alamat : Dsn.Bulu RT 002/006 Kel.Jendi, Kec.Selogir, Kab.Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Sukin, seorang janda, dhuafa dan hidup sendiri ,kehidupan beliau serba kekurangan dan sangat memprihatinkan, tinggal di rumah tak layak huni bahkan saat ini beliau sedang menderita sakit sroke. Beliau hidup dan tinggal di rumah yang tidak layak huni. Sebenarnya Ibu Sukini di karunia anak, namun anak beliau tinggal di rantau. Kehidupan anaknya juga serba kekurangan sehingga anak tidak mampu untuk membiayai pengobatan ibunya. Keseharian beliau hanya di rumah dan sudah tidak bisa beraktifitas bahkan bisa di bilang beliau berdiripun sudah tidak bisa.Ibu Sukini pernah di rawat di rumah sakit, tanpa memiliki kartu jaminan apapun, membuat Ibu Sukini kesulitan untuk membiayai pengobatannya. Akhirnya untuk biaya rumah sakit beliau mengharap belas kasihan dari saudara dan para tetangga. Sementara untuk kebutuhan sehari hari beliau di bantu oleh warga setempat,dan saudara dekatnya. Suami ibu Sukini juga sudah meninggal 4th yang lalu karena kondisi yang sakit juga. Melihat kondisi yang seperti ini, warga berinisiatif untuk meminta bantuan kepada Sedekah Rombongan. Kebetulan sslah satu kurir tinggalnya masih satu dusun dengan beliau. Sehingga tidak perlu lama maka mendatangi rumah beliau. Terlebih kurir tersebut sudah tahu tentang kehidupan ibu SUKINI sehari hari. Memang Ibu Sukini sangat layak untuk mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan. Bantuan tunai dari Sedekah Rombongan diberikan kepada Ibu Sukini untuk membantu meringankan beban hidupnya. Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat untuk meringankan biaya pengobatanya.

Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 23 Juni 2018
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Maria..

Bu Sukini menderita sakit stroke


NGATIYAH BINTI SARIYANTO, (39,TUMOR PAYUDARA).Alamat Dusun Limbangan RT06 RW02 Kelurahan Mudal, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Ngatiyah mengalami sakit yang tidak tertahankan di bagian payudara sebelah kiri. Rasa nyeri yang terus menerus membuat Ngatiyah dan suaminya memberanikan diri untuk periksa ke RSUD Setjonegoro Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Benar saja, hasil diagnosa dokter menyatakan bahwa di bagian payudara sebelah kiri Ngatiyah terdapat Tumor yang cukup ganas harus segera diangkat agar tidak menyebar ke seluruh tubuhnya. Setelah mendapat persetujuan keluarga, tim medis RSUD Setjonegoro Wonosobo menjalankan tugasnya untuk mengangkat tumor yang bersarang di bagian payudara Ngatiyah. Operasi berjalan dengan lancar dan berhasil dengan baik. Untuk selanjutnya Ngatiyah harus menjalani rawat jalan berupa kemotherapy di RSUD Temanggung Jawa Tengah, agar sel-sel tumornya tidak menyebar. Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh, tetap saja terasa berat bagi Parhadi (48) suami Ngatiyah, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Hasil dari buruh tani, sangat tidak memungkinkan untuk membiayai istrinya bolak-balik Wonosobo – Temanggung seminggu 2 kali. Parhadi sangat berharap ada bantuan kepada dirinya agar istri tercintanya bisa tetap menjalankan pengobatanya agar kesehatanya bisa tetap terjaga. #Sedekah Rombongan yang mengetahui kabar tersebut, segera meluncur ke lokasi untuk memberikan bantuan transport pengobatan dari para donatur #Sedekah Rombongan kepada Ngatiyah, istri dari Parhadi. Ngatiyah yang menerima bantuan tersebut sangat terharu dan bahagia, karena ada orang yang sudah perhatian terhadap nasib kesehatanya. Ngatiyah hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur #Sedekah Rombongan yang sudah memberikan bantuan kepada dirinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2018
Kurir : fathurrozaq82, swastiko, Tri. P

Bu Ngatini menderita tumor payudara

—-
MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + F 6185 BM, Biaya Operasional Juni 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan Motor Tempur Sedekah Rombongan ini, terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Biaya Kendaraan, Service MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1140

Jumlah santunan: Rp. 5.421.000,-
Tanggal: 28 Juni 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @budiali

Biaya operasional RSSR Juni 2018

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RUSMINI BINTI SURADI 1,000,000
2 KRISTIANA BINTI ARIF YANMAH 1,000,000
3 NYUMI BINTI KARIDIN 500,000
4 SITI FATIMAH 2,500,000
5 SUNDARI BINTI WARSIDAN 500,000
6 ZAHRAH NUR AENI 1,000,000
7 DIAN SEKARANING PUTRI 500,000
8 SLAMET BIN WASLIM 500,000
9 YASMINTO BIN KRAMADIWIRYA 500,000
10 ALI MAHMUDI 1,000,000
11 MUHAMMAD ALI SAHID 1,000,000
12 RSSR JEMBER 1,518,527
13 MTSR JEMBER 3,156,000
14 RSSR JEMBER 896,200
15 DELLA FEBRIANTI 505,000
16 LAILI WAHYUNI 511,000
17 Suharti binti Sukanto 1,500,000
18 ZENA NUR ZULAIKA 500,000
19 MEGA AULIA 500,000
20 GUNA IBMAWAN 500,000
21 MUHAMMAD NAIM 1,000,000
22 SARTINI BINTI YOSO MARJONO 500,000
23 WARNI MACANAN 1,000,000
24 JANUAR DAFFA MAULANA 500,000
25 SURADI BIN SONO KARTO 500,000
26 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 1,000,000
27 SOKARTO BIN SOIKROMO 1,500,000
28 RENGGA PUTRA PRATAMA 500,000
29 NGADIYEM BINTI MULYADI 500,000
30 REEALINO YUANZAH 1,000,000
31 NURANI UTAMI 1,500,000
32 ESTU PUTRA 1,000,000
33 OKKY DWI PRASETYO 1,000,000
34 SUKISNO BIN KARTO 1,000,000
35 FARID ABDULLAH 1,000,000
36 MTSR WONOGIRI 1,728,000
37 RSSR wonogiri 621,097
38 MTSR WONOGIRI 1,178,000
39 SUKINI BINTI KARTOMIJO 1,000,000
40 NGATIYAH BINTI SARIYANTO 500,000
41 MTSR JEMBER 5,421,000
Total 43,534,824