Rombongan 999

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Posted by on May 22, 2017

SALMA BINTI GASRI (37, Tumor Payudara). Alamat Jl. Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Salma menderita penyakit Tumor Payudara dan penyempitan saluran saraf, sehingga saat ini hanya terbaring lemah di rumah dan sulit bergerak. Salma merupakan istri dari Bapak Sukmayadi (40) yang bekerja sehari-hari sebagai kuli bangunan dan tukang ojek, sehingga dengan kondisi ekonomi yang dialami maka pak Sukmayadi hanya berupaya melakukan perawatan di rumah. Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh Salma adalah BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak ke kediaman Salma setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan   : Rp. 1.000.000, –
Tanggal                : 2 Mei 2017
Kurir                    : Rasyid @Mega Lapasere

Bu Salma menderita tumor payudara


SELFIA BIN ARSYAD (18, Yatim Piatu/bengkak pada bagian Paha). Alamat  Desa Langaleso Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Selfia merupakan anak yatim piatu yang mengalami bengkak dan robek pada bagian paha akibat digigit anjing gila. Sehari-hari Selfia tinggal bersama neneknya yang sudah sulit untuk bekerja karena umur dan kemampuan fisik menurun. Selfia harus mendapatkan perawatan jalan untuk beberapa kali mendapatkan suntikan. Saat ini selfia belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak ke kediaman Selfia setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan   : Rp. 1.000.000, –
Tanggal                : 13 Mei 2017
Kurir                    : Rasyid @Mega Lapasere

Selfia seorang yatim piatu/bengkak pada bagian Paha


AGUSTIAWAN BIN HERMAN (11, Jantung Bocor). Alamat  Desa Kota Rindau Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir dan saat ini sering mengalami batuk disertai keluar darah. Pernah dirawat di rumah sakit umum UNDATA Palu dan disarankan oleh dokter agar segera dirujuk ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta. Namun dikarenakan kendala biaya maka kedua orang tua belum melaksanakan saran dari dokter tersebut. Agustiawan merupakan anak dari Bapak Herman (47) yang bekerja sehari-hari sebagai petani dan Ibu Rusni (40) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Saat ini Agustiawan selama berobat menggunakan jaminan kesehatan (BPJS).
Sedekah rombongan segera bergerak ke kediaman Agustiawan setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan   : Rp. 1.000.000, –
Tanggal                : 12 Mei 2017
Kurir                    : Rasyid @Mega Lapasere

Agustiawan menderita jantung bocor


AMENIA BINTI KARSUN (46, Sinus Ohrenicocostali) Alamat: Dusun Buncitan, RT 10/5, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pada bulan Januari 2014 bu Amenia merasakan sakit tenggorokan yang tidak seperti biasanya. Bu Amenia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Sidoarjo, bu Amenia didiagnosa  menderita Sinus Ohrenicocostali. Karena keterbatasan alat, bu Amenia di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan beberapa kali pemeriksaan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter memberikan advice untuk kemoterapi. Bu Amenia sudah menjalani beberapa kali kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, terutama untuk biaya transportasi bu Amenia akhirnya menghentikan pengobatannya. Bu Amenia adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan sang suami, pak Banjir (50) merupakan seorang kuli angkut air. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan pada bulan Februari 2016 mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Amenia. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Sedekah Rombongan juga membantu bu Amenia dalam pembuatan jaminan kesehatan BPJS. Saat ini bu Amenia kembali menjalani kemoterapi. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya obat diluar tanggunan BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 964. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Amenia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Nurry @EArynta

Bu Amenia menderita sinus ohrenicocostali


LILIANA MAULIDA (13, Tumor Mata). Alamat: Desa Karang Tanjunget, RT 7/2, Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Liliana mengalami masalah mata sejak bayi. Dari lahir hingga berumur satu tahun matanya selalu mengeluarkan lendir. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Rumah Sakit Bangil Pasuruan. Disana ia diberi obat tetes mata. Ketika berumur lima tahun, saat Liliana bermain saat hujan dan matanya terkena debu. Ia lalu mengusap matanya hingga memerah. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Puskesmas Porong karena khawatir dan juga diberi obat tetes mata. Mata Liliana tidak berangsur membaik, namun terjadi pembengkakan di kedua matanya. Liliana dirujuk ke Rumah Sakit di daerah Malang namun tidak ada hasil yang baik dan dirujuk lagi ke RSUD yang lain juga hanya diberi obat tetes mata. Alhasil Liliana dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo namun lagi-lagi juga hanya obat tetes mata yang diberi. Ketika sudah berusaha mencari banyak alternatif dengan tetap memberikan obat tetes mata untuk dikonsumsi oleh Liliana, ada bintik-bintik di dekat bulu mata hingga Liliana dirujuk ke rumah sakit dan opname. Ayah Liliana, Bapak Muhlasin (34) bekerja sebagai karyawan swasta sedangkan ibunya, Arti Sri Dewi (31) sebagai ibu rumah tangga. Walaupun Liliana sudah mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga masih kesulitan untuk mendapatkan biaya untuk berobat yang tidak dicover KIS. Liliana semakin kesakitan tatkala matanya ketika matanya terasa semakin sakit, muncul sakit kepala yang mengikutinya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Liliana. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dan dipergunakan untuk mencukupi biaya akomodasi selama berobat. Semoga Liliana segera mendapatkan kesembuhan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 518.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Ibu Liliana menderita tumor mata


MAWANI PANE (42, Tumor Otak). Alamat: Jalan Brigjen Katamso No. 69D, RT 2/10, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mawani sudah sakit sejak tahun 2015. Awal mulanya, beliau merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Mawani memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Mawani hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Dua bulan kemudian, ibu Mawani mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Mawani memerah. Ibu Mawani juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Mawani dirujuk ke RS Royal Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Royal, ibu Mawani dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Mawani telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ada sesuatu di bagian otak ibu Mawani sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Mawani sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merepon dan terkadang tidak bisa. Ibu Mawani hanya bisa terdiam di rumah karena mata dan kaki beliau sudah tidak dapat difungsikan lagi. Suami ibu Mawani, Basmen Nainggolan (46) bekerja sebagai tukang tambal ban. Ibu Mawani adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai empat anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah kos-kosan yang lebarnya 2×6 m. Selama pengobatan, ibu Mawani menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 2. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Mawani telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Tim Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan pertama telah disampaikan. Kurir Sedekah Rombongan segera memeriksakan ibu Mawani untuk melakukan pemeriksaan lagi di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Mawani didiagnosa menderita Tumor Otak. Dari RSI Jemursari Surabaya, ibu Mawani dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. Hingga sekarang beliau masih menjalani pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 985. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga ibu Mawani bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.453.500,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Bu Mawani menderita tumor otak


MAYA SOFIANAH (23, Gloukoma). Alamat: Kampung Baru, RT 18/8, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sejak kecil ibu Maya sudah mengeluhkan sakit di daerah mata. Saat beliau masih duduk di bangku Sekolah Dasar, mata kiri ibu Maya tidak sengaja terkena pantulan karet gelang. Semenjak kejadian itu mata kiri ibu Maya sering mengalami sakit. Karena menganggap sakit mata tersebut merupakan hal yang biasa dan akan segera sembuh dengan sendirinya, ibu Maya tidak memeriksakan diri ke dokter setempatnamun semakin lama, keluhan ibu Maya tidak kunjung hilang. Karena sudah lama sakit, akhirnya pada tahun 2009 ibu Maya dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan dengan dibiayai oleh sebuah panti asuhan karena pada saat itu ibu Maya adalah anak binaan panti asuhan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Maya didiagnosa menderita penyakit mata yaitu bola mata yang terdorong keluar. Dokter menyarankan untuk mengambil tindakan operasi. Saat itu ibu Maya tidak berani untuk melakukan operasi, sehingga beliau memilih untuk berobat jalan. Saat berobat jalan, ibu Maya mengonsumsi minuman herbal yaitu daun sirsak dicampur dengan kunyit. Seiring berjalannya waktu, ibu Maya selalu merasakan sakit yang hilang timbul. Mata beliau selalu mengeluarkan air mata, dan lama kelamaan bola matanya semakin menonjol keluar.  Karena hal tersebut, ibu Maya sering mengeluh sakit di daerah mata dan merasa kesulitan untuk melakukan ibadah. Kedua orangtua ibu Maya, Muhammad Bukhori (47) bekerja sebagai buruh tambak sedangkan, Dewi (44) adalah seorang ibu rumah tangga. Suami ibu Maya, Didik Supriyanto (37) adalah seorang guru. Sedangkan ibu Maya bekerja sebagai tukang sablon. Mereka dikaruniai seorang anak yang masih kecil. Saat ini ibu Maya belum memiliki jaminan kesehatan. Pihak keluarga tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat sehingga mereka merasa terkendala untuk membiayai pengobatan ibu Maya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan ibu Maya. Bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan telah diterima oleh ibu Maya, dan dipergunakan untuk biaya pengobatan ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan juga memberi bantuan untuk mendampingi pembuatan kartu jaminan kesehatan ibu Maya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 985. Semoga ibu Maya bisa segera sembuh dan menjalani kehidupan sebagai seorang ibu yang baik seperti yang beliau inginkan. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 670.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Maya menderita gloukoma


SURYANTI BINTI SUKINO ( 42th, Bantuan Tunai ). Alamat : Gedongan, RT 05 RW 02 Purbayan, Kotagede, Kodya Jogja, Propinsi D.I Yogyakarta. Bu Suryanti biasa setiap pagi keliling naik sepeda keliling kota Yogyakarta untuk mencari rosok di sepanjang jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bu Suryanti mempunyai Suami Pak Muhammad Daud Karim yang biasa bekerja sebagai tukang bangunan dan kebetulan sudah 10 Bulan  ini sedang pulang ke Kampung halaman di Aceh Darusalam untuk menunggu ibundanya yang sedang sakit, jadi sementara ini ibu Suryanti mencari kebutuhan keluarga sendiri untuk menghidupi 4 Putra Putrinya yang masih belum berkeluarga. Bu Suryanti berasal dari Ngrejek Kulon Gombang Gunung Kidul dan di Kotagede tinggal di sebuah kos sangat sederhana berukuran  2,5 m dan dihuni 5 orang . Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan dari Sedekah Rombongan untuk ikut membantu meringankan beban Ibu Suryanti dan keluarga.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 April 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER

Bantuan tunai


PONIYATI BINTI SARIYAH (45, kanker payudara+kanker tulang belakang). Alamat : Mrisi RT 1 Tirtonirmolo Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Poniyati mengalami sakit kanker payudara dan telah menjalar ke tulang pinggul. Karena mengonsumsi makanan yang tidak segar yang telah menjadi basi ketika bekerja antar jemput anak majikannya di sekolah. Telah menjalani operasi pengangkatan 2 kali dan kemoterapi selama 4 kali sejak 2011 tp kanker tumbuh di tempat yg sama dan telah menjalar ke tulang pinggul. Saat ini sudah operasi pengangkatan yg keempat kalinya pada Februari dan kemoterapi. Poniyati tinggal bersama ibunya dan anaknya. Sedangkan suaminya sudah meninggalkan rumah sejak Poniyati sakit. Dahulu menggunakan fasilitas jamkesda, BPJS baru saja diperolehnya untuk kategori untuk orang miskin. Biaya masih diperlukan untuk membiayai penanganan atau perawatan luka paska operasi pengangkatan kanker. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan paska operasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Bu Poniyati menderita kanker payudara+kanker tulang belakang


JOKO ATMONO (50, Stroke). Alamat : Babadan RT 22 RW 17 Gedongkuning Banguntapan, Kabupaten Bantul Propinsi D.I Yogyakarta. Joko telah mengalami stroke selama 3 kali sampai tidak bisa bergerak. Selama ini dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan namun setelah dibawa pulang mengalami stroke lanjutan. Pada stroke yg kempat kalinya Joko dibawa ke rumah sakit namun pulang lagi ke rumah karena kekurangan biaya dan sudah beberapa minggu tidak bisa bergerak dan tinggal di rumah sendirian. Joko anak dari Almarhum Soeriswan dan Sri Ngatemi tidak bekerja dan tinggal dengan istrinya Iin sebagai baby sitter dan dengan anaknya. Joko mempunyai jaminan KIS tp tidak bisa digunakan lagi. Keluarganya tidak mempunyai penghasilan yang cukup untuk membeli pengobatan yang seharusnya diambil untuk pengobatan terakhir di RS. Bantuan uang diperlukan untuk mengambil obat untuk menyembuhkan penyakit stroke di RS. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu Joko mengambil obat untuk penyakitnya Stroke.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Pak Joko menderita stroke


NURHAYATI BINTI NURHADI (31, kanker payudara+kanker tulang belakang). Alamat : Giwangan UH 7/66, RT 8 RW 3, Kodya Jogja, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hayati, mengalami kanker payudara yang telah menjalar ke tulang belakang. Hayati terkena kanker karena kurang deteksi dini. Akibatnya mengidap penyakit kanker juga mengidap tumor di tulang belakangnya. Hayati tinggal bersama ayah Hayati, Nurhadi (72) dan ibunya, Noktrimah (58), dan memiliki 1 anak, yang bekerja hanya ibunya berjualan dan suaminya sebagai tenaga sales. Mereka tidak mempunyai cukup penghasilan dan simpanan untuk berobat. Hayati mempunyai Fasilitas Kartu BPJS Kesehatan. Saat ini kondisi Nurhayati membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena telah kehabisan dana. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan individu di luar pengobatan RS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Bu Nur menderita kanker payudara+kanker tulang belakang


ADITYA KANSA PRADANA (4, Leukimia). Alamat : Dobalan RT 5 RW 27 Timbulharjo Sewon, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya Aditya mengalami kaki dan memar di bawah mata. Juga di bawah talapak tangan dan kaki pucat dan sering panas. Ketika dibawa ke Puskesmas kondisinya tidak normal semua dan ada infeksi dalam darah. Di RSUD Panembahan Bantul selama 8 hari, hasil lab cek darah mengarah ke leukimia. Tapi dokter spesialis anak blm berani memutuskan, utk memastikan dicek sumsum tulang belakang di RS Sarjito. Ternyata hasilnya sel kanker sudah mencapai 90%. Kemo harus dilakukan 113 kali. Sekarang baru dapat Minggu ke 16. Masih kurang 97. Ayah Aditya, Muhammad Nur Khanif (31) yang bekerja sebagai buruh pabrik batik dan Ibunya, Trisusanti (26), Ibu RT mempunyai 2 anak kembar dan Aditya anak terbesar. Mereka tinggal di rumah kakek neneknya Aditya. Aditya hanya mempunyai jaminan kesehatan Jamkesos. Ayahnya tidak mempunyai tabungan yang cukup karena ayahnya harus berhenti bekerja untuk mengantar anaknya berobat. Bantuan uang diperlukan untuk pengobatan selama di RS dan kebutuhan obat untuk penyakitnya di RS Sarjito. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu orang tua Aditya untuk membiayai pengobatan Aditya untuk penyakitnya Leukimia. Ayah ibunya berharap diberi kelancaran dalam kemoterapinya, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Aditya menderita leukimia


SARIYEM BINTI ISTANTO (40, Ca Mamae) Alamat : Desa Purwosari Rt 01 Rw 02 Kec. Kranggan, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah.  Sakit sejak 5 tahun yang lalu, Bu Sariyem merasakan sakit ketika menyusui anaknya yg terakhir. Ibu Sariyem lantas pergi ke apotek mencari obat untuk mengobati payudaranya, lalu dari pihak apotek menganjurkan untuk tidak melanjutkan menyusui anaknya karna ada benjolan kecil indikasi kanker. Akhirnya ibu Sariyem memeriksakan ke Puskesmas, dokter mengatakan rasa sakit timbul karena penyumbatan saja. Seiring berjalannya waktu ibu Sariyem membiarkan saja rasa sakitnya tersebut karena rasa nyerinya datang tidak sering hanya sesekali saja. Namun benjolan di payudaranya bertambah besar, karena tidak mempunyai biaya ibu sariyem hanya membeli obat herbal dan pengobatanpun hanya dilakukan dengan obat herbal. Semakin lama benjolanpun membesar dan bernanah yang akhirnya pecah. Keluarga yang khawatir membawa ibu sariyem pulang ke temanggung dan mengobatinya di rumah sakit di daerah Parakan. Rumah sakitpun merujuk ibu Sariyem ke rumah sakit yang lebih besar di Temanggung. Di RS Temanggung ibu Sariyem melakukan operasi pertama menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Karena suami dan anak-anaknya di jogja maka pengobatan ibu Sariyem dilaju dari jogja ke temanggung, begitu seterusnya terkadang seminggu dua kali untuk melakukan kemo terapi. Sekali berobat kemo atau kontrol ibu Sariyem menghabiskan sekitar 200 ribu untuk biaya transportasi dan akomodasi. Ibu Sariyem telah operasi pengangkatan sisa-sisa kanker minggu lalu dan menginap disana seminggu bersama adiknya. Sekarang ibu Sariyem sedang menunggu hasil lab dari operasi kemarin dan kontrol lagi Rabu besok. Kondisi saat ini sudah membaik, namun masih terasa sakit akibat operasi kemarin jika melakukan pekerjaan yang berat-berat.Ibu Sariyem bekerja sebagai buruh catering, beliau bekerja bila ada panggilan saja, sedangkan Suami Ibu Sariyem bapak Kadiman hanyalah seorang pekerja serabutan. Beliau bekerja mengurus sapi milik tetangganya yaitu pak Sutar, beliau mengurus sapi dari memberi makan membuatkan komboran hingga membersihkan kandang. Terhadap Pak Sutar keluarga Pak Kadiman mempunyai hutang Rp. 5.300.000 sebagai biaya operasi dan akomodasi untuk pengobatan ibu Sariyem. Keluarga Ibu Sariyem tinggal di pinggir sungai diatas tanah kas desa dan mereka menyewa tanah tersebut dengan membayar 300 ribu setahun. Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan karena di pinggir tebing sungai yang tinggi, sehingga sangat rawan terbawa longsong. Sedangkan rumahnya hanya terbuat dari bambu dan kayu yang berpagar seng dan triplek. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Sariyem untuk memberikan santunan dari #Sedekaholic senilai Rp 1.000.000. Santunan diberikan sebagai biaya akomodasi dan transportasi dari Jogja ke rumah sakit di Temanggung. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @Rofiqsilver @anjesmou @vsyauqani

Bu Sariyem menderita ca mamae


SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO (48, Ca Serviks). Alamat : Dusun Sawah, RT 5/3, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 2014, Bu Suwarni mengalami sakit perut. Oleh pihak keluarga segera diperiksakan ke RS Nur Hidayah, Bantul. Dokter yang memeriksanya merujuk untuk pengobatan lebih lanjut di RSUP Dr. Sardjito. Tetapi apalah daya karena keterbatasan biaya, Bu Suwarni hanya di rumah saja. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya kondisi Bu Suwarni masih lemas. Ia hanya terbaring saja di rumah. Bu Suwarni masih harus menjalani pemeriksaan dan kontrol rutin berkelanjutan, hanya saja suaminya, Tumirin (51) tak bisa berbuat banyak dengan penghasilannya yang tak menentu sebagai petani. Alhamdulillah, Allah pertemukan Sedekah Rombongan dengan pihak keluarga. Saat ini bu Suwarni menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Yogyakarta. Selama pengobatan ia menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat ini Bu Suwarni sedang mengurus rujukan untuk pendaftaran sinar di RS Margono Purwokerto. Beberapa waktu lalu, Bu Suwarni mengalami pendarahan sehingga sempat rawat inap di rumah sakit. Santunan ini digunakan untuk biaya akomodasi selama pengobatan Bu Suwarni. Pihak keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics atas bantuannya. Semoga Bu Suwarni segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Bantuan sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan 990.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Bu Suwarni menderita ca serviks


PAINAH BINTI NGADIMIN TONOMO (61, HB Rendah). Alamat : Dusun Pendowo, RT 1/6, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbok Painah merasakan gejala hemoglobin rendah sejak tahun 2013, tetapi belum dilakukan transfusi darah. Ia hanya bisa mengupayakan pengobatan di Polindes. Terlebih, setiap merasa lemas dan berobat ke Polindes ia merasa keadaannya membaik. Mbok Painah tinggal sendirian, tanpa suami dan kedua orangtuanya sudah meninggal. Setiap berobat Mbok Painah harus berhutang kepada tetangganya, begitu pun untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Beberapa waktu lalu, Mbok Painah periksa ke Puskesmas Girisubo. Oleh dokternya ia disarankan untuk transfuse darah, tetapi urung dilakukan, karena ia takut dengan biaya yang akan dikeluarkan. Tanggal 4  Maret lalu, Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya. Kondisinya lemas dan pucat, ia pun sedang flu dan batuk. Mbok Painah memiliki fasilitas jaminan kesehatan BPJS, tetapi ia masih merisaukan biaya yang tidak tercover terlebih transportasi dari rumah ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu meringankan beban Mbok Painah. Mbok Painah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Mbok Painah segera diberikan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.  1.000.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @rujito

Bu Painah menderita HB rendah


MUJILAH SUDIYAT (54, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Siyono Kidul, RT 43/8, Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelumnya, Ibu Mujilah sudah menjalani operasi tumor leher pada tahun 2010. Kemudian di tahun 2015, kembali muncul benjolan di lehernya. Di tahun 2016, Ibu Mujilah menjalani operasi kembali untuk mengangkat benjolan yang ada di ketiak. Bulan November 2016 dilakukan operasi biopsi (pengambilan sampel) di RSUD Wonosari, Gunungkidul. Hasil pemeriksaan biopsy menunjukkan Ibu Mujilah mengidap kanker yang telah bermetastase ke payudara kanan. Oleh dokter Ibu Mujilah dirujuk untuk pengobatan lebih lanjut di RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta, untuk selanjutnya akan dilakukan operasi pengangkatan. Saat ini Ibu Mujilah sudah menjalani kemoterapi ke-4. Selama pengobatan, ia sangat terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III, tetapi ia masih merasa kesulitan untuk biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit dan pembayaran iuran BPJS. Suaminya, saat ini aktivitasnya sangat terbatas karena selama 4 tahun terakhir ia pun menderita stroke. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu meringankan beban keluarga Ibu Mujilah. Semoga bantuan dari sedekaholics menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Mujilah dan suaminya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Bu Mujilah menderita kanker payudara kanan


JUMINEM BINTI IMAN MAKRUF (80, Glaukoma). Alamat : Dusun Sambeng I, RT 5/4, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Juminem mengalami kebutaan sejak sepuluh tahun lalu. Pihak keluarga sudah berikhtiar mengupayakan pengobatannya, tetapi tidak ada perkembangan yang signifikan. Ibu Juminem tinggal bersama suaminya, Semito Rejo (85) yang juga mengalami sakit bronchitis, yaitu infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru yang menyebabkan peradangan/inflamasi. Pasangan suami-istri ini pun,praktis, tidak ada yang bekerja. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan pemberian tetangga ala kadarnya. Sementara untuk berobat mereka terpaksa berhutang. Setelah mendapat informasi ini, Kurir Sedekah Rombongan segera bersilaturahmi kepada keluarga Ibu Juminem. Selain tidak berpenghasilan, ternyata keluarga ini juga tinggal di rumah yang tidak terlalu layak. Penerangannya sangat kurang, lantainya tanah, dan dindingnya dari bambu. Ibu Juminem bercerita ia dan suami ingin sekali berobat lebih lanjut, tetapi keadaan ekonominya sangat minim, terlebih, keduanya tidak memiliki jaminan kesehatan. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Keluarga Ibu Juminem sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Juminem dan suaminya segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @noer

Bu Juminem menderita glaukoma


HARYANTO BIN KARJONO (46, Gastritis Kronis + Lemah Jantung). Alamat : Dusun Gobeh ,RT 2/2, Desa Bendung, Kecamatan Semin,  Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Haryanto menderita sakit lemah jantung dan gastritis sejak tahun 2007. Selama ini pengobatannya dilakukan di RSI Cawas Klaten. Bulan Februari lalu Pak Haryanto menjalani rawat inap. Ia pun menjalani pemeriksaan lebih lanjut meliputi, Rontgen, EKG, tetapi hasil pemeriksaannya belum bisa diambil karena ketiadaan biaya. Sebelumnya, Pak Haryanto memiliki jaminan kesehatan BPJS tetapi saat ini kartunya hilang, sementara tidak ada anggota keluarga yang bisa mengurus. Istrinya, sudah meninggal 10 tahun lalu, sementara dua putranya masih bersekolah di kelas 6 SD dan kelas 2 SMP. Sebelum sakit, Pak Haryanto bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi keluarga sehari-hari juga menyekolahkan kedua putranya. Tetapi sejak sakit, ia mendapat bantuan sekadarnya dari tetangga dan saudara. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, tampak Pak Haryanto memiliki semangat besar untuk menjemput kesembuhan. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics Sedekah Rombongan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Haryanto selama kontrol rutin di rumah sakit. Pak Haryanto sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Pak Haryanto segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @noer

Pak Haryanto menderita gastritis kronis + lemah jantung


RUBIYEM BINTI IROKERTO (59 Tahun, Ca Serviks). Alamat: Dusun Nglegok, RT 3/2, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bulan Ramadhan tahun 2014, Bu Rubiyem tiba-tiba merasakan perutnya sakit seperti mulas-mulas, kembung dan maag. Karena sakitnya tak kunjung sembuh ia pun memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Hampir setahun berjalan Ibu Rubiyem tidak merasa kondisi kesehatannya membaik. Pihak keluarga pun segera memeriksakannya ke RS Nur Hidayah, Bantul. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan diketahui Ibu Rubiyem menderita kanker serviks. Kemudian dokter merujuknya untuk melanjutkan pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito. Bulan Januari 2015, kondisi Ibu Rubiyem masih stagnan. Perutnya sakit dan keras, sementara badannya lemas. Pihak keluarga terus mengusahakan kesembuhan Ibu Rubiyem. Berbekal jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas III, Ibu Rubiyem terus melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Ibu Rubiyem. Sedekah Rombongan membantu pendampingan transportasi dan akomodasi Ibu Rubiyem. Beberapa kali menjalani pemeriksaan rutin Ibu Rubiyem masih tampak bersemangat, tetapi ketika kondisinya menurun, ia sempat enggan melanjutkan pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan pun terus berusaha membujuk dan melakukan pendampingan. Alhamdulillah, Ibu Rubiyem mau menjalani pengobatan kembali. Tetapi Allah menakdirkan yang terbaik untuk Ibu Rubiyem. Ibu Rubiyem telah berpulang. Kurir Sedekah Rombongan pun menyalurkan amanah sedekaholics untuk santunan kematian Ibu Rubiyem. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga, Aamiin. Laporan mengenai Ibu Rubiyem sebelumnya terdapat pada Rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @tubi

Bu Rubiyem menderita ca serviks


SURTI BINTI SUKAMTO (27, Kehamilan Kelima). Alamat : Dusun Gedangsari, RT 1/5, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di usianya yang menginjak 27 tahun, Ibu Surti baru saja melewati persalinan yang kelima. Sebelumnya Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya kondisinya memang sudah hamil tua, sementara keempat anaknya yang lain masih kecil. Memang, jarak kehamilan dengan anak sebelumnya terlalu dekat, tetapi Ibu Surti juga selalu berkonsultasi dan periksa rutin di Klinik Fortuna Husada, Gunungkidul. Saat mendapat informasi selanjutnya, Kurir Sedekah Rombongan sempat kaget karena Ibu Surti menjalani proses persalinan di rumah. Ia tak sempat dibawa ke klinik terdekat. Alhamdulillah, ibu dan bayinya sehat. Saat itu juga, pihak keluarga segera membawa Ibu Surti dan putranya ke Klinik Fortuna Husada untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suami Ibu Surti, Yuri Ariyanto (31) sangat senang dengan kelahiran putra kelimanya. Tetapi bapak yang bekerja sebagai buruh ini merasa kebahagiaannya tertahan sedikit karena ia tak mampu membayar biaya pemeriksaan pascapersalinan sang istri, terlebih istrinya tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Mendengar informasi ini, Kurir Sedekah Rombongan pun segera menyampaikan amanah sedekaholics. Keluarga muda ini sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan dari sedekaholics ini dapat menambah kebahagiaan Ibu Surti sekeluarga, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @sajdah

Bantuan membayar biaya pemeriksaan pascapersalinan


TIDJO BINTI SALNA (57, Bantuan Hidup). Alamat : Jl. Cipedak 3, No. 26. RT. 5/9, Kel. Srengseng Sawah. Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ibu Tidjo Binti Salna sudah lama menderita sakit cacat mental (emosi tidak stabil) yang sudah dikaruniai satu orang anak perempuan berusia 12 tahun dari suaminya, bapak Saiman (65). Kehidupan keluarga ini sangat serba kekurangan, mereka tinggal  l dengan kondisi tidak memiliki mck, air dan listik (untuk sementara listrik mengambil langsung dari tiang). Bapak Saiman yang berprofesi sebagai tenaga serabutan bersih – bersih makan ini, penghasilannya tidak tetap dan tidak mencukupi untuk kehidupan sehari – hari, kadang untuk makan sehari – hari mereka dibantu oleh tetangga terdekat. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini dan langsung menyampaikan bantuan untuk biaya harian. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @wirawiry Icha @endangnumik

Bantuan biaya hidup


UMI SHOLEHAH (19, Bantuah Hidup). Alamat : Jl. Sunan Giri No. 5, RT. 8/15. Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Umi Sholehah anak pertama dari empat bersaudara, anak dari bapak Tanuji (46) yang berprofesi sebagai buruh AC, sementara ibu dari Umi Sholehah sudah 2 tahun meninggal dunia. Keluarga sederhana ini tinggal di Jl. Sunangiri namun karna tempat tinggal mereka bersengketa akhirnya mereka digusur dan tinggal di kontrakan kampong Lio Pulo Gadung. penghasilan bapak Tanuji sangat pas – pasan dan hanya cukup untuk makan sehari – hari saja, untuk membiayai sekolah anaknya bapak Tanuji merasa keberatan, Umi Solehah pernah putus kuliah dan masih ada tunggakan biaya untuk menebus ijazah aliyah di pesantren. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dan menyampaikan bantuan untuk menebus ijazah Umi Sholehah. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @wirawiry @kh0irul @endangnumik.

Bantuan biaya hidup


ABDUL ROKHIM (36, TB PARU). Alamat : Jl. Tipar Cakung RT. 2/11, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Sejak 8 bulan yang lalu Abdul Rokhim sering mengalami dan merasakan batuk berat yang disertai demam. Abdul Rokhim kemudian memeriksakan kondisinya ke puskesmas setempat, selama dua bulan karna batuknya tidak berhenti, Abdul Rokhim kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Budi Asih Jakarta dan hampir lima bulan berobat jalan di RSUD Budi Asih, kondisi batuk Abdul Rokhim tidak mengalami perubahan kearah kesembuhan, oleh team dokter yang menanganinya, Abdul Rokhim kemudian dirujuk kembali pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Di RSCM ini Abdul Rokhim sempat dirawat selama 18 hari. Menurut team dokter yang menanganinya, paru – paru Abdul Rokhim terserang virus yang menyebabkan sulit bernafas dan sering mengalami sesak nafas, Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan Abdul Rokhim sering batuk – batuk dan masih kesulitan bernafas juga sangat membutuhkan oksigen untuk membantu ia bernafas.  Orang tuanya bapak Djuhairi (62) yang sudah tidak bekerja ini dan ibu Enju Haeni (56) sangat keberatan dengan biaya untuk membeli alat bantu pernapasan yang sangat dibutuhkan Abdul Rokhim karna tidak discover oleh BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan ikut membantu meringankan biaya untuk membeli tabung oksigen. Semoga bantuan ini bermanfaat dan Abdul Rokhim dapat sembuh kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000;-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Pak Abdul menderita TB paru


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ibu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Ibu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi ibu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Kurir #SedekahRombongan kembali mengunjungi Bu Sayekti dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 985. Ibu Sayekti masih terus control rutin ke poli penyakit dalam RS. Persahabatan Jakarta, semoga segala ikhtiar pengobatannya dapat membawa pada kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Bu Sayekti menderita TBC


MUHAMMAD ARWANI (36, Luka Bakar). Alamat: Pelawat RT 2/7 Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pada bulan Desember beliau mendapat pekerjaan
membangun rumah di sekitar tempat tinggalnya, namun pada hari itu pak Arwani mengalami kecelakaan saat bekerja, beliau tersambar listrik bertegangan tinggi yang mengakibatkan luka bakar diseluruh tubuhnya. Kemudian Pak Arwani dilarikan ke RSUD kota Serang, kedua tangan kanan pak Arwani mengalami luka bakar amat serius. Kondisi tangan kirinya juga mengalami luka yang tak kalah serius yag menyebabkan harus diamputasi sebatas siku. Selama satu setengah bulan pak Arwani dirawat di RSUD kota serang, namun beliau tidak dapat ditangani secara maksimum. Karena keterbatasan peralatan medis, akhirnya pihak dokter menyarankan supaya pak Arwani dirujuk ke RSCM Jakarta pada bulan Februari 2017. Di RSCM pak Arwani, kondisi tangan kanannya masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Alhamdulillah #SR dipertemukan dengan beliau yang sedang merasakan kebingungan masalah biaya transportasi selama menjalani rawat jalan di RSCM Jakarta. Kini beliau mendapatkan di fasilitas yang disediakan #SR, yaitu rumah singgah dan biaya operasional untuk menunjang selama menjalani rawat jalan di RSCM Jakarta. Pak Arwani selalu merisaukan dengan keberadaan kedua anak nya, karna pak Arwani merupakan tulang punggung keluarga, dengan kondisi fisik beliau saat ini rasanya merasa kesulitan untuk mencari nafkah. Sementara sang istri, ibu Suparti (32) harus menemaninya berobat di Jakarta.  Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 985. Kondisi bapak Arwani Alhamdulilah stabil, untuk tindakan medis selajutnya bapak Arwani akan melakukan tindakan pemasangan pen pada tangannya.

Jumlah bantuan: Rp. 800.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Pak Arwani menderita luka bakar


HENDRA KELANA (42, Bantuan Hidup ) Alamat : Jl. Kebon Jati RT.1/9, Kelurahan Kebon Kacang, kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hendra Kelana pria asal Medan ini terlahir cacat fisik dengan tidak memiliki kedua telapak tangan yang utuh serta kedua kakinya namun dengan segala keterbatasannya tidak membuat ia lemah atau terpuruk. Sehari hari ia bekerja menjadi pemulung, berjalan menyusuri jalanan Jakarta tanpa alas kaki merasakan panasnya aspal jalanan tidak membuat  lelah namun tetap bersemangat demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari serta  menghidupi kedua orang tuanya yang sudah renta. Ayahnya yang bernama bapak Yusup Setiawan (71) sedangkan ibunya Nining Suriningsih (68) menggantungkan hidupnya kepada anak satu-satunya ini, karena tidak mampu menyewa rumah merekapun tinggal di lapak pengepul di pasar Tanah Abang dan hanya beralaskan tikar saja. Hendra Kelana  berkeinginan berhenti menjadi pemulung dikarenakan penghasilannya tidak menentu ia ingin sekali menjadi penjual asongan di pasar tanah Abang namun karna tidak memiliki modal usaha keinginannya ini belum terlaksana. Mendengar kisah pilu keluarga tangguh ini, Kurir Sedekah Rombongan menyampaika bantuan awal untuk berjualan. Semoga dengan bantuan ini dapat merubah kehidupan bapak Hendra Kelana beserta keluarga. Terhantur rasa syukur yang amat dalam dari mereka karena ternyata ada orang-orang baik yang perduli serta mau membantu mereka meskipun tidak saling mengenal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2117
Kurir : @wirawiry @Riniastuti @endangnumik

Bantuan biaya hidup


RAENAH BINTI SAREP (58, Diabetes + Patah Tulang).  Alamat :  kampung Muara Bahari RT. 15/13, Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ibu Raenah sudah 10 tahun ini menderita  sakit Diabetes Melitus, pernah menjalani pengobatan rawat jalan di RS karantina Sulianti Saroso Jakarta Utara, namun karna tidak memiliki biaya pengobatannya sempat tidak dilanjutkan, Pada tahun 2015, ibu Raenah mengalami musibah terjatuh dan menjalani operasi pinggul sebanyak 3 kali. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi pandangan mata ibu Raehan sudah rabun. Bapak Suharjo (60) suami dari ibu Raenah sehari – hari bekerja sebagai tukang ojek dengan pengasilan tidak tetap merasa sangat keberatan dengan biaya pengobatan rawat jalan yang sedang dilakukan ibu Raenah walaupun pengobatannya sudah dibantu dengan fasilitas BPJS.  Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya membeli obat dan biaya  akomodasi ke rumah sakit. Semoga ibu Raenah dapat sembuh kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @kh0irul @endangnumik

Bu Raenah menderita diabetes + patah tulang


MEGA AULIA (3, Hydrocephalus, Cerebral Palsy, Epilepsi) Alamat: Wirengan, RT 1/4, Baluwarti, Pasar Kliwon, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Dik Mega, putri ke-4 pasangan Bapak Agus S. (44) dan Ibu Murtini (32) ini sejak lahir tidak bisa merespon seperti bayi normal lain, hingga berusia 4 bulan, ia masih tidak bisa tengkurap dan hanya berbaring. Ibunya kemudian membawanya berobat ke RS Kustati disana diketahui bila ia menderita hydrocephalus dan harus segera dilakukan operasi pasang selang untuk mengurangi cairan. Namun, karena saat itu Dik Mega belum memiliki bpjs dan biaya operasi sangat mahal, keluarga pun menunda operasi dan mengupayakan agar ia memperoleh bpjs. Setelah menabung, bpjs mandiri pun diperoleh oleh keluarga Dik Mega. Selanjutnya pada usia 7 bulan ia menjalani operasi. Pengobatan belum selesai karena ternyata Dik Mega sering mengalami kejang. Observasi lanjutan pun dilakukan dan diketahui bila Dik Mega juga menderita cerebral palsy dan epilepsi. Setiap 2 minggu sekali ia rutin menjalani terapi. Namun karena bpjs yang dimiliki Dik Mega adalah bpjs mandiri, semakin hari sang ibu dan ayah semakin kesulitan untuk membayar angsuran perbulan, karena penghasilam ayah sebagai buruh di bengkel sebesar Rp. 50.000,-/minggu. Alhamdulillah ada pihak yang membantu dengan mengupayakan bpjs dari pemerintah untuk Dik Mega. Dik Mega kemudian melanjutkan pengobatan di RS. PKU Muhammadiyah karena harus menjalani terapi, kontrol syaraf dan kontrol rutin perkembangan gizi. Setahun lalu, Dik Mega pernah dibantu oleh lembaga sosial di Solo untuk akomodasi berobat dan membeli susu serta popok, namun bantuan berhenti karena sudah 6 bulan berjalan. Kini Dik Mega masih harus menjalani terapi rutin di RS. PKU. Setiap kontrol sang ibu harus berjalan kaki dari rumah karena tidak ada kendaraan. Kondisi Dik Mega yang membutuhkan banyak keperluan membuat keuangan keluarga menipis. Terlebih, keluarga Dik Mega masih harus membayar kontrakan Rp. 1.500.000,-/tahun dan listrik Rp. 50.000,/bulan. Belum lagi biaya ketiga kakak Dik Mega, Ocha meriantani (13), Lovina Kiara P. (8), Arsya Adi Candra (5) untuk sekolah. Pihak keluarga berharap bisa memperoleh bantuan untuk membeli susu, popok, tissu, serta obat yang tidak tercover bpjs untuk Dik Mega. Tanggal 9 April 2017 Mega dilakukan tindakan operasi untuk mengangkat hernianya, satu minggu setelah operasi Mega demam dan harus dirawat lagi di rumah sakit. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 956 Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga amal kebaikan Sedekaholic diterima oleh Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @mawan @anissetya60 @Welly

Mega menderita hydrocephalus, cerebral palsy, epilepsi


MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI (15 Tahun, Kaki Letter O). Alamat: Semoyan RT.01 No.12 Singosaren, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Remaja lima belas tahun ini terlahir dengan kaki normal, akan tetapi seiring pertumbuhannya ia mengalami kelainan pada tulang kakinya. Ia mengalami kondisi genu varum atau kaki berbentuk O, akibatnya ia mengalami kesulitan berjalan. Sampai kelas enam sekolah dasar ia berjalan menggunakan bantuan tongkat penyangga. Fauzan lahir di tengah keluarga yang serba terbatas secara ekonomi. Kedua orang tuanya ingin sekali mengobati anaknya tetapi mereka tidak punya biaya dan tidak punya jaminan kesehatan dari pemerintah. Pak Wardani, ayahnya, tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai pedagang kecil dan membantu membersihkan lingkungan sebuah masjid di kawasan Kotagede Yogyakarta. Sementara Bu Wulan, ibunya, seorang ibu rumah tangga yang kini juga tengah sakit. Kakinya kian melemah dan yang menyebabkan sang ibu tak bisa beraktifitas penuh. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fauzan dan keluarganya, Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk mendaftar jaminan kesehatan, BPJS. Setelah itu, atas kesepakatan bersama, Fauzan menjadi Pasien Dampingan #SR Jogja, mulai menjalani proses pengobatannya. Proses pengobatannya dilakukan secara bertahap, yang pertama pengobatan kaki kanan terlebih dahulu. Operasi pertamanya adalah operasi taylor spatial yaitu pemasangan alat di kaki kanannya. Tahap ini sudah terlewati, operasi ketiga dijalankan dan kini alat tersebut dipindahkan di kaki kiri. Alat ini harus terpasang di kaki kirinya selama beberapa bulan ke depan. Perjalanan pengobatannya masih panjang, mudah-mudahan keluarga ini senantiasa diberikan kesabaran selama proses pengobatan sang anak. Kembali, #Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit untuk membiayai pengobatannya. Fauzan dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari #Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000
Tanggal : 12 April 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER

Fauzan menderita kaki letter O


SUGIYA BIN ROMOWIYONO (48, Kanker Lidah). Alamat : Dusun Loputih, RT 07, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 2014 Bapak Sugiya merasakan ada benjolan di rahang bawah dan terasa keras. Selain itu juga muncul sariawan yang tidak kunjung sembuh. Mulai saat itu lidah Bapak Sugiya tidak dapat dijulurkan. Pada tahun 2016 oleh pihak keluarga, Bapak Sugiya diperiksakan ke RSUD Wates, Kulon Progo. Di rumah sakit ini telah dilakukan operasi biopsy untuk mengetahui penyakit Bapak Sugiya. Kemudian dokter merujuk Bapak Sugiya ke RSUP Dr. Sardjito. Bapak Sugiya melakukan operasi biopsy kembali. Hasil biopsi menunjukkan Bapak Sugiya menderita kanker lidah. Saat ini Bapak Sugiya dijadwalkan menjalani 6x jadwal kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito. Kemoterapi keduanya dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2017. Bapak Sugiya tinggal bersama istri dan dua orang anak. Istrinya, Sulastri (33) ialah seorang ibu rumah tangga. Ia merasa bersyukur karena selama ini pengobatan suaminya tercover dengan BPJS KIS yang ia miliki. Tetapi keluarga masih kekurangan biaya untuk transportasi pengobatan Bapak Sugiya, terlebih tidak ada penghasilan untuk keluarga ini. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Bapak Sugiya. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu pengobatan Bapak Sugiya. Semoga Bapak Sugiya segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi @bayuwinarno @batikperca

Pak Sugiya menderita kanker lidah


PONIRAN BIN DARMOREJO (53, Stroke Recurrent). Alamat : Dusun Krikilan, RT 3/10, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Poniran menderita stroke pada tahun 2012. Ia sudah dinyatakan sembuh selama kurang lebih dua tahun. Saat itu, Bapak Poniran bisa beraktivitas normal seperti biasa, tetapi pada tahun 2014 ia mengalami stroke kembali, atau disebut stroke berulang (stroke recurrent). Saat ini Bapak Poniran hanya bisa terbaring di rumah. Segala aktivitasnya perlu dibantu orang lain. Untuk pengobatan Bapak Poniran menjalani terapi rutin di Puskesmas setiap seminggu dua kali di hari Senin dan kamis. Alhamdulillah, biaya pengobatan Bapak Poniran mendapat bantuan dari fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Meski begitu, keluarga masih kekurangan biaya untuk transportasi ke puskesmas dan biaya hidup sehari-hari, karena Bapak Poniran sebagai tulang punggung keluarga sedang sakit, sementara istrinya juga menderita sakit stroke. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Bapak Poniran dan menyampaikan titipan sedekaholics. Bantuan ini dipergunakan untuk meringankan biaya pengobatan Bapak Poniran dan sedikit membantu perekonomian keluarganya. Semoga Bapak Poniran dan istri segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi @ebbyboles

Pak Poniran menderita stroke recurrent


ANISA FITRANINGTIAS (26, Tumor Di Punggung). Alamat : Dusun Dhisil, RT 28/14, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 2008, Anisa penah terpeleset di kamar mandi. Sejak itu ia merasa kesakitan di bagian kaki dan punggung sehingga orangtuanya membawanya ke rumah sakit. Selain itu ia menjalani pengobatan alternatif dan terapi (pijat, tusuk jarum, dan rukyah).  Delapan bulan kemudian ia masih merasa tidak ada perubahan signifikan dengan kesehatannya. Kemudian ia periksa di RSU Rizki Amalia, Kulon Progo, Yogyakarta. Karena tidak ada perubahan pihak keluarga memutuskan untuk dibawa ke RS Bethesda, Yogyakarta untuk dilakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk mendeteksi kelainan organ di dalam tubuh. Rencananya, Anisa akan melakukan operasi di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Ayahnya, Sairin (50) bekerja sebagai penjual bakso bersama ibunya, Sutilah (47). Selama pengobatan Anisa tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Tetapi biaya rumah sakitnya mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten. Meski begitu, pihak keluarga masih memiliki tanggungan biaya di rumah sakit. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Anisa. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu meringankan beban keluarga Anisa. Saat ini Anisa masih menggunakan kursi roda, tetapi ia memiliki semangat untuk bisa sembuh. Semoga bantuan dari sedekaholics ini menjadi salah satu jalan kesembuhan bagi Anisa, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi @bayuwinarno @batkperca

Anisa menderita tumor di punggung


EL ZIDAN IBRA GHAIZAN (1, Atresia Ani). Alamat : Dusun Balakan 005, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. El Zidan Ibra Ghaizan didiagnosa menderita atresia ani sejak lahir. Atresia ani ialah kelainan bagi bayi baru lahir yang tidak memiliki anus. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk bagian akhir usus besar sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Sehari setelah ia lahir, tepatnya tanggal 21 Juli 2016 Dik El Zidan menjalani operasi colostomy (pembuatan lubang pembuangan di dinding perut) di RSUP Dr. Sardjito. Ia pun menjalani operasi kedua untuk pembuatan lubang anus pada tanggal 1 Maret 2017. Di usianya yang delapan bulan ini, Dik El Zidan melakukan kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito setiap satu minggu sekali. Rencananya, Dik El Zidan masih harus menjalani operasi ketiga pada bulan Maret 2018 untuk operasi penutupan colostomy. Ayahnya, Darmanto (26) ialah seorang wiraswasta, sementara ibunya, Dwi Marwani (24) ialah ibu rumah tangga sekaligus fokus merawat anaknya. Selama pengobatannya, Dik El Zidan menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, orangtuanya mengaku masih ada kendala selama pengobatan sang buah hati yaitu pembelian colostomy bag dan kassa steril karena harus selalu diganti. Sedekah Rombongan pun segera menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu meringankan beban orangtua Dik El Zidan. Semoga bantuan dari sedekaholics menjadi salah satu jalan ia segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi @ebbyboles

El zidan menderita atresia ani


FEBRI FATKHUR RIZKY (5, Neuroblastoma). Alamat : Dusun Tambalan Pos Piyungan, RT 4, Kelurahan Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya Dik Febri sering demam dan mengeluh mudah lelah. Orangtuanya segera membawanya ke klinik terdekat, tetapi selama berobat tersebut tidak ada perubahan signifikan dengan kondisi kesehatannya. Ia pun segera diperiksakan ke RSUD Prambanan, Yogyakarta. Pihak dokter merujuk Dik Febri untuk berobat ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta yang memiliki peralatan lebih lengkap. Bulan Agustus 2016, dokter mendiagnosa Dik Febri menderita neuroblastoma yaitu jenis kanker langka yang menyerang sistem syaraf dan biasanya terjadi pada anak-anak. Pada kasus Dik Febri ini terlihat ada semacam daging tumbuh yang berada di atas ginjal. Selama ini Dik Febri menjalani perawatan rutin di RSUP Dr. Sardjito. Ia pun telah tuntas melakukan 8x jadwal kemoterapi. Ayahnya, Bapak Asnuri bekerja sebagai tukang kayu dengan pendapatan tak menentu karena digaji berdasarkan pesanan saja. Sementara ibunya ialah seorang ibu rumah tangga. Sebelumnya orangtua Dik Febri harus menanggung biaya pengobatannya sendiri. Tetapi saat ini Dik Febri mendapatkan fasilitas kesehatan dari Jamkesda. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya berat badan Dik Febri sudah naik ke 12 kg, tetapi dokter menyarankan untuk menaikkan lagi berat badannya menjadi 16,5 kg. Saat ini untuk membantu asupan makanan Dik Febri menggunakan alat bantu sonde. Orangtuanya sangat bersemangat untuk menjemput kesembuhan sang buah hati. Tetapi pihak keluarga mengaku kekurangan biaya untuk transportasi ke rumah sakit. Ayahnya pun bercerita bahwa ia belum memiliki gambaran rencana pengobatan selanjutnya seperti apa. Selain bersilaturahim, saat itu Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Dik Febri. Semoga Dik Febri segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Febri menderita neuroblastoma


MUSIRAH BINTI ARJO SUWARNO (76, Patah Tulang). Alamat : Pedukuhan Sribit, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 5 Februari 2017, saat bermaksud jalan-jalan pagi untuk menjaga kesehatannya, Ibu Musirah mengalami kecelakaan ditabrak pengendara sepeda motor. Dalam kejadian tersebut Ibu Musirah mengalami patah tulang kaki. Pihak keluarga segera membawanya ke rumah sakit RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta. Setelah diperiksa, dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Alhamdulilah operasinya sudah dilakukan dan berjalan lancar. Hanya saja untuk berjalan Ibu Musirah harus berlatih kembali dengan alat bantu (Tripod). Untuk mempercepat kesembuhannya, Ibu Musirah juga mengonsumsi ikan kutuk (sejenis ikan gabus). Alhamdulilah dengan cara tersebut perkembangan kesehatannya bagus. Ibu Musirah ialah seorang janda yang hidup bersama anak dan menantunya. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari Ibu Musirah dibantu oleh keluarga anak yang merawatnya yang berprofesi sebagai tenaga serabutan dan membuka warung kecil-kecilan. Selama ini biaya pengobatan Ibu Musirah ditanggung sendiri, karena keluarga yang menabraknya pun tidak ada biaya lagi jika diminta untuk menanggung biaya pengobatan ibu Musirah. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Musirah untuk menyampaikan titipan dari sedekaholics. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya perawatan Ibu Musirah. Keluarga Ibu Musirah mengucapkan terima kasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan, dimudahkan rejeki dan segala urusannya bagi segenap sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Bu Musirah menderita patah tulang


DISNAYA SYAFIQ PRASETYA (4, Mikrochephal). Alamat : Dusun Brambang, RT 1/1, Desa Semaya, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak lahir dokter mendiagnosa otak kecil Dik Syafiq tidak berkembang. Selama ini orangtuanya memeriksakan ia di rumah sakit terdekat. Ia menjalani kontrol rutin di rumah sakit juga terapi seminggu dua kali setiap hari Senin dan Rabu di tempat dokter praktik dekat rumahnya. Ayahnya, Sunardi (38) bekerja sebagai buruh pencetak batako. Ibunya, Giyarti (37) ialah ibu rumah tangga dan tidak bekerja. Kedua orangtua Syafiq tidak berpenghasilan pasti, terlebih ketika harus mengantar anaknya berobat dan/atau terapi, sang ayah harus izin bekerja sehingga penghasilannya pun menurun. Tapi itu pun tetap ia lakukan demi menjemput kesembuhan sang buah hati. Meskipun menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS, tidak semua biaya pengobatan Dik Syafiq tercover. Untuk terapi rutin selama sebulan, orangtuanya harus menyisihkan sekitar Rp 300.000-Rp 400.000 dari penghasilannya yang tidak menentu tersebut. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Dik Syafiq. Pada saat bersilaturahim tersebut Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Dik Syafiq. Keluarga Dik Syafiq sangat berterimakasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Dik Syafiq segea mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi @ebbyboles

Disnaya menderita mikrochephal


RISKI WARDANA (19 Tahun, Hidrosefalus). Alamat: Kamal Kulon, RT.02/RW.09 Margo Mulyo, Sayegan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rizki Wardhana tinggal berdua saja bersama ayahnya, Sutejo (50 Tahun). Keluarga ini merupakan keluarga kurang mampu, sang ayah bekerja sebagai buruh serabutan. Riski adalah anak semata wayang yang hanya hidup dengan bapaknya setelah ibunya hilang sejak lama. Karena keadaan ekonomi ibunya  bermaksud ingin kerja ke malaysia via penyalur ilegal, sejak itu tidak bisa dihubungi lagi. Pada Januari 2016, Riski merasa pusing, diperiksakan ke dokter praktek, dirujuk ke sebuah rumah sakit kecil dan terpaksa rawat inap. Setelah opname satu minggu kemudian dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar di Kota Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter dan laboratorium, Riski terdiagnosa menderita hidrosefalus dan harus segera dioperasi. Karena tidak ada biaya untuk operasi, selama ini hanya bisa rawat jalan tetapi kesehatannya semakin memburuk bahkan penglihatannya mulai kabur, jika berjalan sempoyongan. Sedangkan selama ini hanya diberi obat untuk mengurangi rasa nyeri. Karena keluarga tidak mampu maka selama ini hanya bisa berobat jalan untuk meredakan sakit. Ayah Riski merasa bingung, sang ayah disarankan untuk mengurus jaminan kesehatan BPJS. Setelah jaminan kesehatan aktif (dapat digunakan), Riski kembali diperiksakan tetapi harus mulai dari awal lagi mulai dari Puskesmas dan RSUD, lalu dirujuk ke RSUP untuk tindakan medis selanjutnya. Kondisi pasien saat ini sudah mendapat hasil dari bagian radiologi dan sudah konsultasi dokter, hasilnya diketahui bahwa pasien menderita hidrosefalus dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Sedekah Rombongan melalui kurir kemudian menyalurkan bantuan dari sedekaholic untuk membantu meringankan biaya pengobatan pasien. Sedekah Rombongan juga memberikan pendampingan dan pelayanan terhadap kebutuhan transportasi (antar jemput menggunakan ambulans setiap kali berobat). Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Riski segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Riski menderita hidrosefalus


PUTRA BIMA SENA (1 Tahun, Jantung Bocor dan Gizi Buruk). Alamat: Balong Kidul, Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Putra Bima Sena merupakan anak pasangan Pak Ibnu (47 Tahun) dan Bu Ani Fatmawati (35 Tahun), keluarga ini berasal dari kalangan sederhana. Pak Ibnu sehari-harinya bekerja sebagai tenaga cleaning service di sebuah perusahaan yang tak begitu besar. Sementara itu, Bu Ani bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa yang merawat anak semata wayangnya yang kerap sakit-sakitan. Ya, Putra, sang anak, sejak lahir menderita jantung bocor dan radang paru-paru, ditambah dengan gizi buruk. Putra pernah rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, setelah dua belas hari opname baru diizinkan pulang. Lanjut satu kali kontrol, tetapi kondisinya semakin memprihatinkan sehingga dokter memaksanya rawat inap kembali hingga saat ini. Putra memiliki Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun keluarga ini kekurangan biaya untuk biaya transportasi dan akomodasi sehari-hari. Karena lamanya waktu rawat inap, tabungan keluarga ini semakin menipis karena digunakan untuk membiayai keperluan yang berhubungan dengan pengobatan sang anak. Mari kita bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Sedekah Rombongan melalui kurir kemudian menyalurkan bantuan dari sedekaholic untuk membantu meringankan biaya pengobatan pasien. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Putra segera diberikan kesehatan…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @Suparno @anjesmo

Putra menderita jantung bocor dan gizi buruk


SRI SUDARWIYANTI (49th, Kanker Payudara) alamat Rotowijayan RT 043 / RW 012 Kadipaten Kraton Kodya Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Sri Sudarwiyanti yang berprofesi juru masak serta ibu dari seorang anak sejak 1 tahun yang lalu menderita sakit kanker payudara sebelah kiri, adapun riwayat pengobatanya pada bulan Juli 2014 menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di RSUD Jogja untuk selanjutnya dirujuk ke RSUP Dr Sarjito Yogyakarta guna tindakan lebih lanjut, kondisi saat ini pasca kemotherapy 1 dari 6 kali yang dijadwalkan selama menjalani proses kesembuhannya menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas 3 Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan Ibu Sri Sudarwiyanti untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban penderitaan beliau dengan menyampaikan santunan titipan sedekahollics guna meringankan biaya akomodasi selama menjalani proses kesembuhan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal Penyerahan : 23 April 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St @rizkyaditya4

Ibu Sri menderita kanker payudara


SRI SUYATMI (58th, Ca Mammae) alamat Selokraman RT 046/011 Purbayan Kotagede Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Sri Suyatmi istri dari pak Suprihatin (67 th) merasakan ada benjolan pada payudaranya pada bulan Mei 2014. Kemudia beliau periksa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RS Hidayatulloh. Setelah diperiksa ke RS Hidayatulloh, beliau dianjurkan dokter untuk dilakukan operasi. Akhirnya operasi pengangkatan bagian kanker/ mastektomi dilakukan pada bulan September 2014. Dari pihak RS Hidayatullah merujuk beliau ke RS. Sardjito untuk dilakukan kemoterapi, dimulai kemo pertama pada tanggal 24 Desember 2014 dan kemo selanjutnya dilakukan setiap 3 minggu sekali, hingga total 6 kali kemoterapi. Bu Sri dan suaminya bekerja dengan membuka warung di rumahnya, karena suami bu Sri sudah tidak mampu bekerja berat akibat sakit diabetes. Putra beliau yang pertama bernama Agung Yulianto (34 th) bekerja di event organizer, putra kedua Fitrian Prihantoro (29th) bekerja marketing di perusahaan es krim. Kami memberinya santunan untuk membantu biaya akomodasi pemeriksaan beliau ke rumah sakit.yang sebelumnya masuk dalam rombongan ke 668.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal Penyerahan : 23 April 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St @rizkyaditya4

Ibu Sri menderita ca mammae


TUKINEM BINTI WARIDI (51, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Ngawen, RT 2/8, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 2014, Bu Tukinem merasakan ada benjolan di payudara kirinya. Pihak keluarga kemudian memeriksakan ke RS Sudirman, Yogyakarta. Saat itu Bu Tukinem rawat inap selama lima hari. Selang beberapa bulan benjolannya makin membesar. Oleh keluarga Bu Tukinem segera diperiksakan ke RSUP Dr. Sardjito. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut diketahui Bu Tukinem menderita kanker payudara stadium III. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Setelah itu, ia dijadwalkan menjalani 7x kemoterapi. Suami Bu Tukinem sudah meninggal, praktis, Bu Tukinem yang menjadi tulang punggung keluarga. Kadang-kadang, ia memaksakan diri untuk tetap bekerja sebagai buruh tani. Saat ini, anak semata wayangnya pun terpaksa berhenti sekolah. Untuk kehidupan sehari-hari, Bu Tukinem mendapat bantuan dari tetangga dan saudara. Semangat Bu Tukinem untuk sembuh sangat besar, terlebih ia dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan BPJS yang ia miliki. Setiap kontrol rutin ke RSUP Dr. Sardjito Bu Tukinem diantar oleh saudaranya menempuh jarak sekitar 70 km menggunakan sepeda motor. Sayangnya, kondisinya tak bisa selalu dipaksakan. Tanggal 3 Maret lalu ia urung kontrol rutin karena kondisinya menurun, tidak bisa diantar dengan motor sementara tidak mampu pula menyewa mobil. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Tukinem. Saat bersilaturahim Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu akomodasi pengobatan Bu Tukinem. Keluarga Bu Tukinem sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Bu Tukinem segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @noer

Bu tukinem menderita kanker payudara kiri


SANDEP HARJO (67, Cedera Tangan Kanan). Alamat : Dusun Kuwangen Kidul, RT 8/6, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bulan Januari lalu, Mbah Sandep terjatuh saat berjalan kaki ke rumah anaknya. Akibat jatuh tersebut, tangan kanan Mbah Sandep cedera. Pihak keluarga punsegera membawa Mbah Sandep berobat. Awalnya ia diperiksakan ke bidan terdekat. Karena tidak ada perkembangan kondisi kesehatannya, oleh keluarga diperiksakan ke dokter praktik di luar kecamatan. Selain itu, pihak keluarga juga memeriksakan ke pijat alternatif. Sudah dua kali dipijat tetapi tidak ada perkembangan signifikan. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumah Mbah Sandep, tangan kanannya masih dibalut. Selain itu tangannya terlihat sedikit bengkak dan sakit apabila dipegang. Mbah Sandep memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi keluarga sudah kehabisan biaya untuk transportasinya. Saat bersilaturahim tersebut, Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga Mbah Sandep. Suaminya, Harjo Buang (72), sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya. Menurutnya, penghasilannya sebagai petani tidak cukup untuk melanjutkan pengobatan sang istri. Semoga bantuan dari sedekaholics ini dapat membantu Mbah Sandep menjemput kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @tri_astuti

Pak Sandep menderita cedera tangan kanan


SAMAN BIN AHMAD SAHRI (50, Diabetes Melitus). Alamat : Dusun Bundelan, RT 3/8, Desa Tancep Kecamatan Ngawen,  Kabupaten Gunungkidul, Provinsi  Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak tahun 1993 Pak Saman sudah menderita sakit kencing manis. Gula darahnya mencapai >600ml/dl. Selama ini pengobatannya dilakukan di RS Cakra Husada, Klaten. Keadaannya sering menurun, Pak Saman pun berkali-kali rawat inap di rumah sakit. Dulu, ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga untuk berobat ia menjual tanah pekarangan dan kayu yang ia miliki. Saat ini, Pak Saman pun masih melakukan kontrol rutin juga menjalani perawatan luka akibat sakit DM yang ia derita. Alhamdulillah, ia sudah memiliki fasilitas jaminan kesehatan BPJS yang dapat membantu biaya pengobatannya. Pak Saman memiliki dua orang anak. Anak pertamanya sudah berkeluarga, sementara anak kedua berumur 16 tahun juga menderita sakit epilepsi. Anak keduanya ini pun seharusnya berobat rutin ke rumah sakit, tetapi karena keterbatasan dana terpaksa pemeriksaannya dihentikan. Istri Pak Saman, Gitayatni (44) menggantikan posisi suaminya sebagai tulang punggung kluarga. Ia bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Kurir Sedekah Rombongan pun menyalurkan amanah sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Pak Saman. Pihak keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics. Semoga Pak Saman dan anaknya segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @noe

Pak saman menderita diabetes melitus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SALMA BINTI GASRI 1,000,000
2 SELFIA BIN ARSYAD 1,000,000
3 AGUSTIAWAN BIN HERMAN 1,000,000
4 AMENIA BINTI KARSUN 500,000
5 LILIANA MAULIDA 518,000
6 MAWANI PANE 1,453,500
7 MAYA SOFIANAH 670,000
8 SURYANTI BINTI SUKINO 1,000,000
9 PONIYATI BINTI SARIYAH 750,000
10 JOKO ATMONO 1,000,000
11 NURHAYATI BINTI NURHADI 750,000
12 ADITYA KANSA PRADANA 1,000,000
13 SARIYEM BINTI ISTANTO 1,000,000
14 SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO 1,000,000
15 PAINAH BINTI NGADIMIN TONOMO 1,000,000
16 MUJILAH SUDIYAT 1,000,000
17 JUMINEM BINTI IMAN MAKRUF 1,000,000
18 HARYANTO BIN KARJONO 1,000,000
19 RUBIYEM BINTI IROKERTO 1,000,000
20 SURTI BINTI SUKAMTO 1,000,000
21 TIDJO BINTI SALNA 750,000
22 UMI SHOLEHAH 1,500,000
23 ABDUL ROKHIM 1,000,000
24 SAYEKTI SUNARYO 500,000
25 MUHAMMAD ARWANI 800,000
26 HENDRA KELANA 1,000,000
27 RAENAH BINTI SAREP 1,000,000
28 MEGA AULIA 500,000
29 MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI 2,000,000
30 SUGIYA BIN ROMOWIYONO 1,000,000
31 PONIRAN BIN DARMOREJO 1,500,000
32 ANISA FITRANINGTIAS 1,000,000
33 EL ZIDAN IBRA GHAIZAN 1,000,000
34 FEBRI FATKHUR RIZKY 1,000,000
35 MUSIRAH BINTI ARJO SUWARNO 750,000
36 DISNAYA SYAFIQ PRASETYA 1,000,000
37 RISKI WARDANA 1,000,000
38 PUTRA BIMA SENA 1,000,000
39 SRI SUDARWIYANTI 500,000
40 SRI SUYATMI 500,000
41 TUKINEM BINTI WARIDI 1,000,000
42 SANDEP HARJO 1,000,000
43 SAMAN BIN AHMAD SAHRI 1,000,000
Total 40,941,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 40,941,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 999 ROMBONGAN

Rp. 50,756,028,665,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.