Rombongan 998

Sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on May 21, 2017

ASMAT BIN BUKARAH, (59, Cacat Fisik) Alamat Dusun Renes RT/RW 003/006, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Setahun yang lalu Bapak Asmat mengalami kecelakaan tabrak lari yang  dimulai aktivitasnya di pagi hari saat perjalanan ke sawah dengan mengendarai sepeda kayuh dan tiba-tiba  dari arah belakang beliau ditabrak oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi. Setelah itu Bapak Asmat langsung dilarikan ke Dukun pijat karena kakinya terasa kesakitan. Setelah setelah empat bulan berlalu kaki Bapak Asmat tidak bisa berjalan sampai saat ini. Ada warga sekitar menginformasikan bahwa Bapak Asmat memerlukan bantuan karena beliau dari keluarga tidak mampu. Selang satu hari Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilhaturahmi dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Asmat, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Pembelian Kruk dan kebutuhan sehari-hari Bapak Asmat. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Asmat dan Semoga santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Asmat menderita cacat fisik


MBAH SIRA, (94, Bedah Rumah) Alamat Dusun Janggleng RT/RW 013/004, Desa Randu Agung, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sira adalah seorang janda tua yang berprofesi pembuat sapu lidi dirumahnya dan beliau jika saat musim panen padi beliau sering mengambil sisa sisa padi di sawah yang sudah selesai di panen untuk dijual dan untuk kebutuhan makan sehari harinya. Rumah yang ditinggali Mbah Sira ini mengalami kerusakan atap yang hampir roboh dan juga dinding bambu yang sudah rusak. Ada salah satu warga sekitar menginformasikan kepada Kurir Sedekah Rombongan bahwa Mbah Sira membutuhkan bantuan. Selang dua hari Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi bahwa tempat tinggal yang ditinggali Mbah Sira sudah hampir roboh dan perlu di renovasi ulang. Pada kesempatan itu juga Kurir Sedekah Rombongan berpartisipasi dengan warga sekitar bahwa warga Dusun Janggleng, Desa Randu Agung siap membantu atas perenovasian rumah Mbah Sira, dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mbah Sira. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian property renovasi rumah mbah Sira. Semoga santunan bedah Rumah Mbah Sira berjalan dengan lancar dan, Semoga Santunan yang diberikan Sedekaholics mandapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 14 Maret 201
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan bedah rumah


MBAH AKMI, (60, Dhuafa) Alamat Dusun Onjur RT/RW 004/003, Desa Sumber Lengsung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mbah Akmi adalah seorang janda tua yang sudah ditinggal suaminya sejak 12 tahun yang lalu. Dan Mbah Akmi saat ini hidup sendiri digubuk yang hampir roboh dan kondisi Mbah Akmi penglihatannya mengalami Buta sejak lahir dan untuk makan sehari-harinya pun selalu diantar oleh tetangganya yang peduli kepada Mbah Akmi. Dan ada salah satu warga sekitar mengajukan bantuan kepada Kurir Sedekah Rombongan untuk membantu Mbah Akmi. Dan Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Mbah Akmi. Dan Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mbah Akmi. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya hidup untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga santunan yang diterima bermanfaat bagi Mbah Akmi dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin.. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 990

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Mbak akmi seorang dhuafa


SINDI RAHMADANI, (12, Hipospadia) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 036/024,  Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sindi Rahmadani, kesehariannya sering di panggil Sindi. Sindi mengalami sakit saluran lubang kencing yang tidak tepat pada lubang penisnya sejak mulai lahir, dan Sindi ditinggal oleh ibunya sejak umur satu tahun karena Ibunya meninggal karena mengakibatkan sakit Liver. Sakit yang di alami Sindi tidak diperiksakan ke rumah sakit karena keterbatasan biaya perekonomian. Dan saat ini Sindi tinggal bersama Neneknya yang bekerja buruh tani di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan medapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Sindi memerlukan bantuan dalam berobat karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ketempat tinggal Sindi. Selang dua hari Sindi langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan, dan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Sindi mengalami sakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal, dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Sindi memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarga selama Sindi masih berobat di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Sindi untuk membantu Sindi. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember dan pembayaran BPJS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Sindi, dan Semoga santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 590.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017 , 2 Maret 2017 , 28 April 2017 ( Akumulasi )
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Sindi menderita hipospadia


PONIRAN BIN SAKIMAN, (52, Daging tumbuh) Alamat Dusun Krajan RT/RW 017/004, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Poniran menderita sakit Daging tumbuh di bola matanya sejak umur 14 tahun dan tidak pernah di periksakan ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat karena kondisi perekonomian yang tidak mendukung dengan biaya pengobatan. Meskipun beliau menderita sakit Daging tumbuh di bola matanya  beliau tidak putus asa untuk menghidup i keluarganya dengan bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuha sehari hari bagi keluarganya. Dan alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Poniran yang sedang membutuhkan dampingan dalam pengobatan. Karena Bapak Poniran tidak memiliki Jaminan apapun, Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus Jaminan Kesehatan untuk Bapak Poniran berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban pembiayaan selama beliau dalam masa pengobatan. Setelah jaminan kesehatan telah selesai Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi Bapak Poniran ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan dan Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Poniran, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi  pasca operasi di RSUD Dr. Soebandi Jember dan pembayaran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Poniran dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 April 2017 dan 8 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak poniran menderita daging tumbuh


MEGA PUTRI MAULIDIA, (12, Kelenjar Getah Bening) Alamt Jl. Fatahillah V/19 Lingk Kauman 001/011, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Adik Mega sudah mengalami sakit kelenjar Getah bening ini sudah selama 2 tahun yang lalu. Dan sekarang sudah mengganggu ke pendengaran Adik Mega. Adik Mega di bawa ke puskesmas terdekat untuk meminta rujukan ke Dr Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Dan setelah itu adik Mega sampai di rumah sakit Dr Soebandi Jember diminta untuk di kemo tetapi pihak keluarga tidak mau karena keterbatasan biayanya karena tidak tercover oleh BPJS. Mega Putri Maulidia anak dari pasangan Bapak Imam Bastomy (35) yang bekerja sebagai penjual burung berkicau yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya dan Ibu Mei Tiyas (34) yang bekerja sebagai Pembantu rumah tangga, dengan kondisi perekonomian yang serba terbatas fasilitas kesehatan yang dimiliki adik Mega adalah BPJS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi kerumah adik Mega untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Mega. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan selama dirumah sakit,Pembayaran Iuran BPJS Kelas III, dan Pembelian Susu. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Mega dan santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 982

Jumlah Santunan : Rp. 560.000,-
Tanggal : 12 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Mega menderita kelenjar getah bening


MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA, (1, Hydrocephalus) Alamat Dusun Kedungsuko 003/030, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Ika Famawati (23) sedang hamil anak yang ketiga dari pasangan Kukuh Haryadi (31) kandungan istrinya sudah menginjak 10 bulan. Ibu Ika mengalami kesakitan untuk melahirkan Bayinya. Akhirnya pihak keluarga membawanya ke puskesmas terdekat karena mengalami pendarahan terus menerus, bidan setempat memberikan solusi untuk merujuk ke rumah sakit RSUD Balung Jember karena kondisi Ibu Ika darurat. Setelah sampai di rumah sakit RSUD Balung, selama 30 menit Ibu Ika melahirkan bayi kembar. Selang 3 hari salah satu bayi tersebut meninggal dunia di RSUD Balung. Bayi pertama mendapatkan perawatan 26 hari di RSUD Balung, tak lama kemudian Dokter merujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember karena alat RSUD Balung kurang memadai, karena Pasien mengalami Gangguan di kepala. Setelah sampai di rumah sakit Dr. Soebandi Jember bayi tersebut mendapatkan perawatan selama 1 bulan, Dan akhirnya setelah 1 bulan berlalu bayi tersebut dipulangkan, Dokter hanya menyarankan untuk rawat jalan. Karena kondisi keluarga tidak mampu untuk pengobatan anaknya akhirnya tidak Kontrol. Orang tua Adik Rafa kebingungan karena kondisi anaknya semakin menurun, Akhirnya orang tua tersebut mendatangi rumah kepala desanya untuk meminta bantuan. Dan setelah itu Bapak kepala desa setempat mehubungi salah satu Kurir Sedekah Rombongan memohon bantuan untuk mendapampingi selama dirumah sakit dan Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi rumah adik Rafa untuk bersilahturahmi kerumahnya untuk membantu biaya pengobatan adik Rafa.  Adik Rafa anak dari Pasangan Kukuh Haryadi (31) dan Ibu Ika (23). Bapak Kukuh haryadi bekerja sebagai Tambal Ban di pinggir jalan yang penghasilannya tidak memungkinkan. Keluarga adik Rafa ini tergolong orang tidak mampu. Dan tempat tinggal yang di tempati hanya menumpang kepada Pamannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rafa. Santunan yang berikan sebagai Akomodasi pasca operasi dan pembelian susu. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 974

Jumlah Santunan : Rp. 660.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017 dan 20 April 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rafa menderita hydrocephalus


MUHAMMAD HAVIV (9, TB TULANG). adalah seorang anak dari pasangan bapak sukriyanto (34) dan ibu neny (32) yang tinggal di desa pondok, 014/004 Klabang, Kabupaten Bondowoso jawa timur. Bapak sukriyanto memiliki 3 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak sukriyanto bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan ibu neny bekerja sebagai ibu rumah tangga. Adik muhammad haviv sudah mengalami sakit sejak 1 tahun yang lalu, dan pernah mengalami operasi usus buntu. dan sejak saat itu Haviv mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata adik Haviv mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek muhamad haviv. Dan karena sakit ini, adik Haviv sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat adik Haviv yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Haviv dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, adik Haviv sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr kusnadi Bondowoso. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk Pembelian Susu dan Obat-obatan di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 960

Jumlah santunan: Rp. 780.000,-
Tanggal: 13 Maret 2017 dan 15 Mei 2017
kurir: @yudhoari @viandwiprayugo

Haviv menderita TB tulang


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR April 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR).  Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan April 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 982

Jumlah Santunan : Rp. 8.803.000,-
Tanggal :  28 April 2017
kurir : @yudhoari  @viandwiprayugo

Biaya operasional RSSR April 2017


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR , Biaya Operasional April 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 982

Jumlah santunan: Rp.13.145.000,-
Tanggal: 30 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya operasional RSSR April 2017


JEFRI AGUS KURNIAWA, (23, Hernia) Alamat Jl. Airlangga Dusun Krajan RT/RW 002/007, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Jefri Agus Kurniawa keseharinnya sering di panggil Jefri, Jefri menderita Hernia mulai tiga tahun lamanya yang awalnya ada benjolan kecil di kantong alat kelaminnya tapi oleh Jefri tidak di periksakan karena dianggap benjolan biasa dan ke lama lamaan benjolan tersebut semakin membesar, Jefri juga sering kecapekan dan lemas saat benjolannya semakin membesar. Sesudah semakin besar oleh keluarga Jefri langsung di bawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui sakit yang dialaminya, diagnosa dokter menyatakan bahwa Jefri mengalami Hernia. Karena Jefri berasal dari keluarga tidak mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya jefri tidak melanjutkan pengobatannya. Sebelum sakit Jefri bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dengan ibunya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Jefri yang sedang membutuhkan bantuan untuk dampingan selama berobat, karena Jefri tidak memiliki jaminan Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus jaminan kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban pembiayaan selama pengobatan di rumah sakit. Setelah jaminan kesehatan selesai dan Aktif, Kurir Sedekah Rombong langsung mengevakuasi Jefri untuk perawatan dan pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Jefri. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi dan pembayaran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Jefri dan semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 504.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017 , 2 April 2017 dan 4 Mei 2017
Kurir : @yudhoar @viandwiprayugo

Jefri menderita hernia


TOMO BIN ARNIDIN, (47, Hernia) Alamat Dusun Krajan RT/RW 004/004, Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.  Bapak Tomo menderita sakit Hernia mulai tiga tahun lamanya yang awalnya ada benjolan kecil di kantong alat kelaminnya tapi oleh Bapak Tomo tidak di periksakan karena dianggap benjolan biasa dan ke lama lamaan benjolan tersebut semakin membesar, Bapak Tomo juga sering kecapekan dan lemas saat benjolannya semakin membesar. Sesudah semakin besar oleh keluarga Bapak Tomo langsung di bawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui sakit yang dialaminya, diagnosa dokter menyatakan bahwa Bapak Tomo mengalami Hernia. Bapak Tomo memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang meringankan beban pembiayaan selama beliau berobat. Setelah itu Bapak Tomo meminta rujukan ke Rumah Sakit DKT Jember untuk perawatan dan pengobatan. Setelah dua kali pemeriksaan Bapak Tomo langsung dijadwalkan untuk di operasi. Setelah Operasi selesai Bapak Tomo pun hanya menjalankan kontrol rutin untuk perawatan lebih lanjut, tetapi Bapak Tomo mengeluh karena tidak memiliki biaya Transport dan biasa Akomodasi di rumah sakit. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tomo yang sedang membutuhkan bantuan untuk dampingan selama berobat. Dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Tomo, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Transportasi dan Akomodasi selama dirumah sakit DKT Jember. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Tomo menderita hernia


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 2 (MTSR 2) #SR JEMBER (Pembelian MTSR 2 ( T 1029 TW ) + Light Bar). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Jember digunakan untuk  mendukung kelancaran gerakan Kurir Sedekah Rombongan untuk wiri wiri mengantar Dhuafa yang sakit. Diantaranya untuk  penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Jember kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang dan Probolinggo. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga dalam merujuk pasien ke luar wilayah Jember, baik Malang, mau pun Surabaya. Dikarenakan mobilitas di Jember yang sangat padat maka memerlukan penambahan armada MTSR 2. Alhamdulilah Pada bulan April  2017 ini Sedekah Rombongan Jember dapat terwujud dalam pengadaan MTSR 2 + Light Bar. Dan Semoga hadirnya MTSR 2 di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 142.500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pembelian MTSR 2


BAMBANG SUYONO, (60, Bedah Rumah) Alamat Jl. Slamet Riyadi GG. Masjid Link. Baratan Timur RT/RW 003/001, Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Rumah yang ditinggali Bapak Bambang mengalami kerusakan yang hampir roboh karena Dinding bambu yang sudah rusak, atap kayu yang sudah kropos dan bocor saat di landa hujan, rumah yang tidak layak untuk di huni lagi. Dan Bapak Bambang saat ini hanya tinggal bersama Istri Siti Mutamima (55) dan anak anaknya. Bapak Bambang ini bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk menafkahi kehidupan sehari-hari dengan Istri dan Anaknya. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar bahwa Bapak Bambang memerlukan bantuan untuk merenovasi tempat tinggalnya karena sudah tidak layak dihuni lagi, Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Bapak Bambang dan dalam kesempatan tersebut Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholic untuk membantu Bapak Bambang proses renovasi rumah yang di tinggali beliau dengan keluarganya. Santunan yang diberikan berupa uang sebesar Rp. 3.000.000,- untuk renovasi rumah yang hampir roboh. Semoga santunan bedah Rumah Bapak Bambang berjalan dengan lancar dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan bedah rumah


AYU CAHYANING, (13, Paru – Paru) Alamat JL. Arwana II Link. Gebang Taman RT/RW 020/0011, Desa  Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ayu Cahyaning kesehariannya sering di panggil Ayu. Adik Ayu menderita sakit Paru-Paru sejak kurang lebih satu tahun enam bulan yang awalnya sering mengalami panas tinggi dan batuk berdahak. Setelah lama kelamaan adik Ayu mengalami Batuk berdarah sehingga kondisinya Drop dan oleh keluarganya langsung di bawa ke rumah sakit Paru Jember untuk mengetahui sakit yang dialaminya, setelah diperiksakan diagnosa Dokter menyatakan bahwa adik Ayu mengalami sakit TBC (Tuberculosis) Paru Paru yang harus menjalankan rawat jalan selama enam bulan dan kontrol rutin setiap bulan di Puskesmas. Ayu Cahyaning anak dari pasangan Ibu Nanik (38) dan Bapak Mistari (40) yang bekerja sebagai penjaga malam di perumahan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari warga sekitar bahwa adik Ayu memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal dan adik Ayu layak untuk di bantu. Karena adik Ayu tidak memiliki Jaminan kesehatan, Kurir Sedekah Rombongan mengurus Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk meringankan beban biaya keluarga adik Ayu selama masa pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Ayu, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit dan Pembayaran BPJS. semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Ayu dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2017 , 7 Febaruari 2017,  dan 10 April 2017 ( Akumulasi )
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ayu menderita TBC


SIANI BINTI SALEH, (62, Tumor Payudara) Alamat Jl. KH Agus salim RT/RW 006/002, Desa Blindungan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Siani mengalami sakit Tumor payudara sejak tahun Akhir tahun 2015. Yang dialami dengan benjolan sebelah di dada sebelah kiri. Tetapi beliau tidak diperiksakan ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan beliau hanya dibawa ke dukun di desanya. Semakin lama benjolan yang dialami Ibu Siani semakin lama semakin bengkak dan mengakibat luka terbuka. Ibu Siani hanya tinggal sendiri di rumahnya semenjak suaminya meninggal, dan beliau untuk makan kesehariannya dibantu oleh menantunya yang bekerja sebagai pasukan kuning. Dan warga sekitar menginformasikan ke Kurir Sedekah Rombongan bahwa ibu Siani memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu. Selang satu hari Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Siani. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus Jaminan Kesehatan untuk beliau berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III yang membantu biaya pengobatan selama beliau berobat di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan mengevakuasi Ibu Siani ke RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso untuk berobat dan Diagnosa dokter menyatakan bahwa Ibu Siani mengalami Tumor Payudara. Setelah selama pengobat Kemo dua kali dan menunggu jadwal kemo selanjutnya, kondisi beliau Drop dan Ibu Siani meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi kembali ke tempat tinggal alm Ibu Siani pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics, santunan yang diberikan dipergunakan untuk Santunan kematian dan pembaran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Alm yang tinggalkan . Amin

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Siani menderita tumor payudara


NANIK BINTI SADIRA, (56, Kanker Serviks) Alamat Pesanggrahan RT/RW 001/001, Desa Sempol, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Nanik sering mengalami pendarahan selama enam bulan, lalu kondisi Ibu Nanik Drop dan oleh keluarganya langsung di bawa ke Puskesmas Sempol untuk mengetahui penyakit yang dialaminya. Setelah itu oleh pihak Puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso untuk pengobatan lebih lanjut. Setelah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso diagnosa Dokter menyatakan bahwa Ibu Nanik mengalami Kanker Serviks yang membutuhkan pengobatan lanjutan. Ibu Nanik memiliki Jaminan kesehatan berupa JKN KIS PBI yang meringankan beban pembiayaan selama Ibu Nanik berobat di rumah sakit. Dan Ibu Nanik saat ini tinggal bersama Kakaknya yang bernama Bapak Totok (61) yang bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Ibu Nanik memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal Ibu Nanik bahwa beliau benar benar dari keluarga tidak mampu. Dan pada Kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Nanik, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Pembelian dua kantong darah dan Akomodasi selama dirumah sakit Bhayangkara Bondowoso. Semoga santunan yang diberkan bermanfaat bagi Ibu Nanik dan semoga penyakit yang dialaminya dapat pulih kembali seperti beliau masih sehat. Aminn

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Nanik menderita kanker serviks


MUHAMMAD HUMAIDI, (17, Lipoma) Alamat Dusun Mumbul RT/RW 025/006, Desa Randu Agung, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Humaidi menderita sakit benjolan di telinga sejak dua tahun yang lalu, yang awalnya benjolan kecil dan semakin membesar. Ada warga sekitar menginformasikan kepada Kurir Sedekah Rombongan bahwa Humaidi memerlukan bantuan untuk pengobatan benjolan yang dia alami. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal adik Humaidi bahwa adik Humaidi berasal dari keluarga kurang mampu. Adik Humaidi anak dari pasangan Ibu Hartini (38) yang berprofesi sebagai Ibu Rumah tangga dan Bapak Sa’id Efendi (41) yang bekerja sebagai buruh tani di Desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi adik Humaidi untuk pengobatan di Klinik Sejahtera. Setelah pemeriksaan adik Humaidi di jadwalkan operasi di Klinik tersebut. Dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholcis untuk membantu adik Humaidi, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di Klinik Sejahtera dan uang Transport. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Humaidi, dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Humaidi menderita lipoma


MUHAMMAD QORI ARIFIN, (19, Tunarungu) Alamat Jl. Mawar I 28 Link. Tegal Rejo RT/RW 002/003, Desa Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Muhammad Qori Arifin, kesehariannya pun terbiasa dipanggil Qori. Qori menderita sakit Tuna Rungu sejak baru lahir. Pada saat ini Qori masih bersekolah di SLB Jember dan Qori ini termasuk orang yang bekerja keras untuk membantu keluarganya untuk makan sehari-hari, yang bekerja sebagai tukang badut. Qori ini anak dari pasangan Ibu Busini (47) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga dan Bapak Mat Ali (50) yang bekerja tukang becak yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Adik Qori memerlukan bantuan berupa alat bantu dengar. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ketempat tinggal Qori untuk meyakinkan bahwa adik Qori memerlukan bantuan. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Qori, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Pembelian alat bantu dengar. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Qori dan semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala.

Jumlah Santunan : Rp. 7.332.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Qori seorang tunarungu


IRMA CAHYANDARI, (14, Paraplegia) Alamat Jl. Jumat Lingk Karangmluwo 002/006, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Irma Cahyandari Namanya, biasa di panggil Irma. Irma yang masih duduk di bangku sekolah SMP kelas 2 ini mengalami gangguan pada kakinya sehingga kedua kakinya tidak bisa bergerak selama 3 bulan ini. Dan oleh pihak keluarga langsung di pijet ke dukun pijet di desannya karena di anggap penyakit sepele. Dan selama 1 minggu tidak ada perkembangan Adik Irma di rujuk ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakitnya. Dan oleh pihak Puskesmas hanya di beri Obat-obatan. Dan setelah 3 Bulan berlalu, Kurir Sedekah Rombongan mendengar cerita dari Bapak RW Karangmluwo bahwa adik Irma layak di bantu atau di dampingi oleh Sedekah Rombongan. Adik Irma hanya tinggal bersama Ibunya Siti Maisaro (40) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ayah Irma sudah meninggal sudah menginjak 3 tahun yang lalu. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Irma. Santunan yang diberikan sebagai Pembelian Obat obatan di Luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 982

Jumlah Santunan : Rp. 550.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Irma menderita paraplegia


MBAH SAMI BINTI TURNI, (72, Bedah Rumah) Alamat Dusun Krajan RT/RW 017/004, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sami adalah seorang janda tua yang tinggal sendiri di rumahnya dan rumah yang ditinggali Mbah Sami ini mengalami kerusakan atap yang hampir roboh dan juga dinding bambu yang sudah rusak. Ada salah satu warga sekitar menginformasikan kepada Kurir Sedekah Rombongan bahwa Mbah Sami membutuhkan bantuan. Selang dua hari Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi bahwa tempat tinggal yang ditinggali Mbah Sami sudah hampir roboh dan perlu di renovasi ulang. Pada kesempatan itu juga Kurir Sedekah Rombongan berpartisipasi dengan warga sekitar bahwa warga Dusun Krajan Desa Nogosari siap membantu atas perenovasian rumah Mbah Sami, dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mbah Sami. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian property renovasi rumah mbah Sami. Semoga santunan bedah Rumah Mbah Sami berjalan dengan lancar dan, Semoga Santunan yang diberikan Sedekaholics mandapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan bedah rumah


JANI SIMIN (69, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ciperag, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Bu Jani adalah seorang janda tua renta yang tinggal bersama seorang anaknya di sebuah rumah panggung yang sangat sederhana. Keseharian Bu Jani dihabiskan untuk mengurus ternak ayam milik tetangganya. Upah yang diperoleh Bu Jani jauh dari cukup, sehingga anaknya, Simin (41), ikut membantu mencari penghasilan dengan bekerja sebagai pengumpul pasir. Meski telah bekerja dengan begitu keras, tetap saja mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Terkadang untuk makan sehari-hari mereka mendapatkan bantuan dari tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Bu Jani dibantu pada Rombongan 985. Ucapan terima kasih disampaikan Bu Jani pada kurir Sedekah Rombongan dan ia berdoa semoga para sedekaholics dimudahkan urusannya oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan biaya hidup


MAR’I BAI (57, Hernia). Alamat : Kp. Cisempureun, RT 4/1, Desa Sarageni, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada Maret 2017 Pak Mar’i merasakan susah buang air besar yang disertai nyeri di sekitar bagian bawah perut. Pak Mar’i akhirnya  berobat ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak dengan KIS yang menanggung biaya pengobatannya. Pak Mar’i didiagnosis menderita hernia, ia tidak diperbolehkan bekerja berat namun demi memenuhi kebutuhan keluarga ia tetap menjalankan pekerjaannya sebagai kuli panggul di pasar. Pak Mar’i masih harus menjalani kontrol rutin, tetapi ia mengalami kesulitan karena tak ada uang untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Sang istri, Bai (59), setiap harinya berjualan kue keliling kampung agar dapat membantu biaya pengobatan Pak Mar’i dan memenuhi kebutuhan keluarga, namun tetap saja penghasilan yang didapat hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Pak Mar’i dan dapat menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk biaya transport dan akomodasi selama pengobatan. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Pak Mar’i. Tidak lupa Pak Mar’i mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 14 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Mar’i menderita hernia


SAHIB SARAGENI (78, Susp. Eksim). Alamat : Kp. Cisempureun, RT 4/1, Desa Sarageni, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada Januari 2017 Pak Sahib mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya hinggal kulitnya memerah. Keluarga Pak Sahib mengira itu gatal biasa sehingga tidak ada penanganan serius dan dibiarkan begitu saja. Dua minggu berlangsung gatal yang dialami Pak Sahib tidak kunjung sembuh, tetapi semakin parah. Hal ini menyebabkan Pak Sahib tidak bisa bekerja lagi sebagai buruh tani dan gatal tersebut sangat mengganggu aktivitasnya. Gatal yang dirasakan Pak Sahib semakin parah hingga akhirnya ia dibawa ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak untuk mendapatkan penanganan yang serius. Setelah melakukan pengobatan di rumah sakit Pak Sahib diberi obat luar berupa salep, namun gatal yang dialaminya tidak kunjung sambuh. Ketiadaan jaminan kesehatan dan biaya transportasi membuat keluarga  memutuskan untuk berhenti membawa Pak Sahib ke rumah sakit. Sang Istri, Bu Mae (75), hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan anaknya, Idris (31), yang menggantikan ayahnya sebagai buruh tani penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Pak Sahib dan dapat menyampaikan bantuan awal titipan dari Sedekaholics untuk kebutuhan pengobatannya. Keluarga Pak Sahib mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk kesembuhan Pak Sahib, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 14 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Sahib menderita susp. eksim


ARI KASAN (36, Nefrolitiasis). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pak Ari sehari – harinya bekerja sebagai buruh pengangkut pasir di desanya. Dari pagi hingga sore hari ia habiskan waktunya untuk mengumpulkan pasir demi mendapatkan upah yang bisa dibilang tidak sepadan dengan beratnya pekerjan yang dijalaninya. Pak Ari memiliki 1 orang putri yang masih duduk dibangku sekolah dasar, sementara sang istri, Masni (32) hanya seorang ibu rumah tangga. Sakit yang diderita Pak Ari berawal pada Januari 2017. Awalnya Pak Ari merasakan sakit pada pinggang sebelah kanannya. Setelah melakukan pemeriksaan ke poli dalam menggunakan KIS yang dimiliki, Pak Ari diagnosis oleh dokter mengidap penyakit nefrolitiasis atau batu ginjal. Pak Ari sempat dirawat selama 7 hari di RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Alhamdulilah setelah menjalani rawat inap selama sepekan kondisi Pak Ari berangsur membaik dan diperbolehkan pulang dengan catatan harus kontrol kembali untuk melihat perkembangan kondisinya. Ketiadaan biaya membuat Pak Ari tidak menjalani kontrol rutin sesuai anjuran dokter. Pak Ari menyampaikan kepada kurir Sedekah Rombongan ingin meneruskan pengobatannya yang tertunda. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Pak Ari dapat menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. Adjidarmo. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat, serta biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Pak Ari telah dibantu dalam Rombongan 985. Semoga Pak Ari dapat segera sembuh dan dapat kembali bekerja seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Ari menderita nefrolitiasis


ADUNG JAYA (58, Diabetes). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada September 2014 lalu, Pak Adung tiba-tiba merasakan badannya lemah dan sakit pada kaki kanannya. Kondisi tersebut tidak dihiraukannya dan ia tetap bekerja seperti biasa sebagai buruh tani di kebun milik orang lain bersama istrinya, Nurheni (53). Kondisinya yang semakin melemah itu membuat Pak Adung terjatuh hingga kakinya terluka. Luka di kaki Pak Adung tak kunjung sembuh, keluarga akhirnya membawanya ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Pak Adung didiagnosis oleh dokter menderita diabetes dan harus menjalani perawatan selama hampir 2 minggu. Pak Adung masih menjalani tahap pemulihan, namun kaki sebelah kanannya masih bengkak akibat terjatuh. Bermodalkan jaminan kesehatan KIS yang didapat dari pemerintah setempat, Pak Adung menjalani pengobatan rutin. Akan tetapi untuk biaya transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung menjadi kendala. Kodisi Pak Adung membaik namun ia masih harus menjalani kontrol rutin dan menjaga gula darahnya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli obat – obatan yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Pak Adung dibantu dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Adung menderita diabetes


MAD SIRA (79, Lumpuh). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa. Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Pak Mad Sira sudah 2 tahun lebih menderita stroke. Sakitnya berawal sejak Pak Mad Sira mengalami kecelakaan saat bekerja di kebun milik tetangganya. Pak Mad Sira terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kedalaman hampir 20 meter. Beruntung Pak Mad Sira bisa selamat karena berpegangan pada akar pohon di sisi jurang. Sesaat setelah kecelakaan itu, Pak Mad Sira segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis, namun karena keterbatasan alat ia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Keterbatasan biaya dan jarak tempuh ke rumah sakit besar cukup jauh, akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Pak Mad Sira secara medis. Terlebih lagi ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Selama hampir 6 bulan Pak Mad Sira menjalani pengobatan tradisional di mantri sekitar, namun bekas luka di kaki yang ia derita mengakibatkannya tidak dapat berjalan dengan normal. Alhamdulillah, setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Pak Mad Sira dapat melanjutkan pengobatannya secara medis. Kini ia masih rutin menjalani pengobatan di Puskesmas setempat. Keinginan Pak Mad Sira untuk sembuh pun sangat tinggi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari dan operasional berobat. Semoga Pak Mad Sira diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya, amin. Sebelumnya Pak Mad sira telah dibantu dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Mad menderita lumpuh


JASID CIPANCUR (87, Stroke). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Kakek berusia 87 tahun ini hidup dan tinggal di sebuah rumah panggung bersama istri dan satu orang anaknya. Awal penyakit yang diderita Pak Jasid adalah ketika ia mengalami demam tinggi yang disertai batuk berdarah. Keluarga dan tetangga sempat membawa Pak Jasid ke Puskemas, namun karena keterbatasan biaya akhirnya ia tidak melanjutkan pengobatannya. Pak Jasid pun belum memilliki jaminan kesehatan. Pak Jasid menderita stroke lebih dari 11 tahun, dan selama itu pula ia hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sang istri tercinta, Siti (80), dan anaknya, Ikhsan (45), dengan setia menjaga dan merawat Pak Jasid. Selama Pak Jasid terbaring sakit, Ikhsan lah yang menjadi tulang punggung keluarga menggantikan posisi sang ayah. Ikhsan bekerja sebagai buruh di perkebunan karet dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi Pak Jasid belum membaik, ia masih terkulai lemah di tempat tidurnya dan masih harus menjalani kontrol rutin. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat dan biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Pak Jasid dibantu pada Rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Jasid menderita stroke


ISWAN KHOIRI (47, Sesak Napas). Alamat : Kampung Sawah Murti, RT 1/2, Kelurahan Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Pak Khoiri merupakan suami dari Bu Cicin Muliani yang sebelumnya telah rutin dibantu Sedekah Rombongan. Bu Cicin sendiri telah meninggal dunia pada Rabu, 27 April 2016 di RS Fatmawati Jakarta. Almarhumah mempunyai riwayat sakit Typhus dan TB Paru yang kondisinya terus memburuk hingga di akhir hayatnya. Selama ini kurir Sedekah Rombongan membantu keluarga Pak Khoiri untuk membayar tunggakan biaya rumah sakit almarhumah karena saat itu pengobatannya menggunakan jaminan umum karena tidak memiliki JKN – KIS. Pak khoiri tak mampu membayar tunggakan tersebut karena penghasilannya sebagai penjual mainan anak-anak di sekolah sangat sedikit dan belum lagi ia harus menutupi kebutuhan kedua anaknya. Perekonomian keluarga Pak Khoiri semakin sulit karena jualannya semakin sepi dan ia tak memiliki modal usaha. Kondisi kesehatannya pun semakin menurun, ia sering mengalami sesak pada dadanya ketika bernapas. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan untuk membayar iuran KIS, Pak Khoiri dapat memeriksakan kesehatannya. Kondisinya membaik namun ia belum dapat mencari nafkah karena mudah lelah dan sesak napas yang dialaminya sering kambuh. Pak Khoiri harus menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit untuk mengetahui pasti sakit yang dialaminya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya keluarga Pak Khoiri telah dibantu pada Rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Iswan menderita sesak napas


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan + TB Paru). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati ditangung BPJS, tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Bu Fatmawati masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM. Kondisinya sempat menurun hingga harus dirawat di RSM Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  9 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Fatmawati menderita benjolan saluran pernapasan + TB paru


RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan April 2017 Tahap Ke – 1). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, pengharum ruangan, kebutuhan air minum, membeli kebutuhan ATK dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 983. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.830.206,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional bulan April 2017 Tahap Ke – 1


SUGENG BIN MASLA (55, Gastritis + Penyakit Jantung). Alamat : Jl. KH. Abd Muin No. 19, RT 2/7 Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sugeng merasakan sakit parah dibagian lambungnya sejak 7 bulan lalu. Pak Sugeng sering merasakan perutnya tiba-tiba mengeras, lambungnya sakit dan merasa cepat lelah. Selain itu Pak Sugeng mengatakan susah untuk buang air besar bisa 2 hari sampai 7 hari sekali, bahkan pernah diharuskan rawat inap hingga dua kali karena penyakitnya ini. Saat rawat inap baru diketahui ternyata Pak Sugeng juga mengidap penyakit jantung. Setiap bulannya Pak Sugeng melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Bangkalan namun hanya diberikan obat untuk jantung dan penyakit lambungnya yang digunakan hanya untuk 2 minggu dan 2 minggu sisanya tidak mengkonsumsi obat. Pada tanggal 17 Aril 2017 penyakit Pak Sugeng kambuh, tim Sedekah Rombongan membawa Pak Sugeng memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan. Setelah dilakukan pemeriksaan, Pak Sugeng diharuskan untuk rawat inap dikarenakan jantungnya membengkak dan paru-parunya berisi cairan.  Jika tidak dilakukan pengobatan, sewaktu-waktu (tiap bulan) akan berpotensi mengalami sesak nafas. Pekerjaan awal Pak Sugeng adalah sebagai tukang becak, namun setelah menderita penyakit ini beliau sudah tidak bisa mengayuh becaknya lagi untuk menghidupi keluarganya. Untuk biaya sehari-hari keluarganya istri beliau, Siti Romlah (53) menjual gorengan. Pak Sugeng dan istrinya tinggal bersama ketiga anaknya. Anaknya ada yang bekerja membantu menjaga toko sembako, anak keduanya sekedar bantu-bantu jualan gorengan dan anak paling muda masih bersekolah SMP. Sedangkan anak tertua berada di perantauan belajar memangkas rambut.  Untuk berobat Pak Sugeng menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI namun ada beberapa obat yang harus ditebus terpisah. Selain itu, keluarga Pak Sugeng mempunyai tanggungan hutang karena biaya pengobatan Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan diberikan untuk membantu biaya hidup selama di rumah sakit dan untuk membayar sebagian uang pinjamannya. Semoga setelah dilakukan pengobatan (rawat inap) kesehatan Pak Sugeng jauh lebih sehat dan bisa beraktifitas sehari-hari kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @vanmadura Firly @zamsjourney Ainul Wulan

Pak Sugengn menderita gastritis + penyakit jantung


ASISEH BINTI UMAR (17, Epilepsi + Disabilitas). Alamat : Dusun Jhengkar, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Asiseh yang saat itu berusia 10 tahun dan masih duduk di bangku kelas 3 SD mengalami kejang untuk pertama kalinya disertai pusing setelah pulang dari sekolah. Beberapa lama setelah pusing kemudian kejang lagi dengan frekuensi kejang saat itu 2-3 menit, setelah itu Asiseh sadar. Marsuna (39) ibu dari adik Asiseh mengatakan kondisi ini terus berlanjut, sehari bisa sampai 6x mengalami kejang. Pada saat kejang tersebut penanganan yang diberikan ibu beserta keluarga hanya sebatas melakukan pijatan kecil di tangan. Setelah selang beberapa minggu Ibu Marsuna beserta keluarga berinisiatif membawa Asiseh ke pelayanan medis, saat itu Asiseh mendapatkan pelayanan dari dokter saraf di Bangkalan dan keluarga harus mengeluarkan uang 300 ribu untuk sekali kontrol, akhirnya setelah selang beberapa bulan mendapatkan perawatan dari dokter, kejang yang dialami oleh Asiseh mulai berkurang. Namun asiseh harus tetap mengkonsumsi obat. Masalah datang ketika Asiseh sendiri memutuskan untuk berhenti minum obat, keluargapun menyetujui keputusan Asiseh. Tak hanya sampai disitu saja, Asiseh harus berhenti sekolah karena keluarga khawatir jika kejang tiba-tiba. Pada usia 17 tahun saat itu tiba-tiba Asiseh mengalami kejang karena terkejut mendengar suara letusan petasan dan gajala lain mulai muncul. Asiseh mulai tidak bisa menggerakkan kedua kakinya, tangannya lemas, dan Asiseh terlihat tidak mempunyai tenaga, bahkan untuk makan, minum dan kebutuhan BAK harus dibantu oleh keluarga. Kendala yang dihadapi adalah tidak adanya biaya untuk pengobatan, serta kebutuhan nutrisi untuk Asiseh yang biasanya berupa diberikan susu bubuk dan sejenisnya. Asiseh tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Sementara itu untuk biaya untuk kebutuhan sehari-hari, Bapak Umar (52), ayah dari adik Asiseh kerja serabutan, penghasilannya hanya cukup untuk biaya makan keluarga, kondisi tangan kanannya yang tidak bisa digerakkan membuat bapak Umar  tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa menafkahi keluarga dan memberikan pengobatan yang layak untuk Asiseh. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan melakukan survey, dan pada tanggal 18 April 2017 dapat memberikan sedikit bantuan dana untuk membantu mengurangi beban biaya berobat ke dokter setempat dan kebutuhan nutrisi berupa susu yang dibutuhkan Asiseh. Semoga Asiseh di berikan kesembuhan oleh Allah SWT, serta semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran untuk terus marawat Asiseh. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @vanmadura Nuris Firly Zamrony Rianur  @cochocesse, Yubayyin Wulan

Asiseh menderita epilepsi + disabilitas


FAEZA BIN HIDAYAT (10, kejang + penyakit telinga). Alamat : Jl. KH. Hasyim Asyari No. 28, Kelurahan Demangan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Faeza mengalami demam tinggi disertai lendir yang keluar dari telinganya. Akibat penyakit yang dideritanya, Faeza terus menangis kesakitan sambil memegang telinganya. Bapak Faeza memutuskan untuk memeriksakan anaknya ke Bidan terdekat, namun setelah melakukan pengobatan selama dua bulan penyakit yang di derita Faeza tak kunjung sembuh, bahkan semakin parah karena darah juga keluar dari telinga Faeza. Faeza kemudian dibawa ke Poli THT RSUD Syamrabu Bangkalan, dan melakukan pengobatan secara rutin dengan obat tetes telinga. Ketika masa penyembuhan, Faeza sempat mengalami kejang dan muntaber sehingga dia harus dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan dan diharuskan rawat inap kurang lebih empat hari tiga malam, sampai keadaan Faeza membaik dan pihak dokter membolehkan untuk pulang. Faeza adalah putra dari pasangan Bapak Nur Hidayat (24) dan Ibu Maya Safitri (23). Pekerjaan Bapak Hidayat tidak tetap (serabutan), pengahasilan bapak Hidayat setiap harinya juga tidak menentu, sedangkan Ibu Maya bekerja sebagai petugas kebersihan. Kendala biaya menjadi faktor utama orang tua Faeza untuk menebus obat. Jaminan kesehatan yang digunakan selama pengobatan di RSUD adalah kartu SEHATI atas nama Maya Safitri. Kondisi saat ini Faeza sudah sedikit membaik dan masih dianjurkan untuk melakukan kontrol secara rutin ke poli THT RSUD Syamrabu Bangkalan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan orang tua Faeza dalam melakukan pengobatan. Sehingga bantuan diberikan guna membeli obat untuk membantu penyakit telinga yang diderita Faeza. Orang tua Faeza sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik mungkin dan bisa bermanfaat untuk Faeza. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 13 April 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Yubayyin Firly @zamsjourney Wulan

Faeza menderita kejang + penyakit telinga


MASLUHA BINTI RUBEI (37, lumpuh total). Alamat : Dusun Lambenah, Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Penyakit nya berawal saat ia kelas 4 SD, saat kaki Masluha terkena pecahan kaca. Meski telah dicabut kaca nya, kaki Masluha tetap terasa ngilu sehingga keluarganya membawa nya ke dukun pijat. Ia telah dibawa kebeberapa dukun pijat tetapi tidak ada yang dapat menyembuhkan rasa ngilu di kaki nya. Hingga 2 tahun kemudian, kedua kaki nya menjadi lumpuh dan tak bisa digerakkan. Naas, tak lama kemudian, kedua tangannya pun menjadi lumpuh, tak dapat difungsikan. Ia hanya bisa berbaring di kasur.  Masluha tak pernah dibawa berobat ke medis, karena keluarganya tidak yakin dengan dunia medis dan memilih untuk jalur alternatif. Masluha adalah anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Rubei (60) dan Orwiyeh (60) yang telah lama berpisah. Ia dirawat oleh adik-adiknya yang  senantiasa sabar menggendongnya bergantian. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk Masluha yang dapat digunakan untuk kebutuhannya sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @vanmadura Sri Lika Ifa

Bu Masluha menderita lumpuh total


MOHAMMAD SAID (60, kencing manis). Alamat : Jalan Gelatik, gang 1, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Bapak Said telah belasan tahun menderita kencing manis kering. Tampak terlihat di penyakit nya itu mengikis kaki nya menjadi kering, dan membuat badannya menjadi bertambah kurus. Bapak yang dulunya adalah pedagang kini sudah tak bisa lagi bekerja. Istri nya, Sinaweh (55) yang kini menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan nasi di pasar Srimangunan Sampang. Mereka memiliki seorang anak yang baru tamat sekolah menengah atas (SMA) dan kini bekerja di bengkel motor tak jauh dari rumah. Bu Sinaweh dengan sabar merawat suaminya. Tiap kali Pak Said mulai kesakitan dengan penyakitnya, Bu Sinaweh membawa nya ke dokter umum untuk disuntik, agar dapat meredakan ngilu di tubuh Pak Said. Di rumah mereka yang sangat sederhana yang beralaskan tanah, juga tinggal anggota keluarga yang lain, yakni Mbah Tiyama (85), bapak dari Bu Sinaweh yang sudah tidak bisa melihat, serta Mbah Sejati (75) adik dari Mbah Tiyama. Saat kurir sedekah Rombongan mengunjungi keluarga ini, mereka sangat antusias bercerita akan banyak hal seakan-akan mereka sangat mensyukuri nikmat Allah di hidup mereka, tak ada keluh kesah. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dapat digunakan untuk biaya berobat Pak Said dan kebutuhan sehari-hari keluarga.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 2 April 2017
Kurir : @vanmadura, @eko, @sri, @lika

Pak Said menderita kencing manis


Abdul Rohman (66, Senile incipient cataract). Alamat: dusun Rembang, desa Bundah, kec. Sreseh, kab. Sampang, Prov. Jawa Timur. Pak Abdul Rohman mulai mengalami gangguan pada mata nya sejak 25 tahun yg lalu karena sakit demam yg cukup lama, membuat matanya bengkak, semenjak saat itu penglihatannya mulai berkurang dan hingga saat ini Pak Abdul tidak dapat melihat, keterbatasan biaya membuat Pak Abdul tidak berobat secara medis. Tetapi beliau tetap mempunyai keinginan yang sangat tinggi untuk dapat sembuh. Pak Abdul bekerja sebagai tukang pijat yang setiap harinya belum tentu ada orang yang memakai jasanya, beliau berharap dapat bantuan pengobatan dari pemerintah namun tak kunjung dapat. Kurir Sedekah Rombongan mendampingi Pak Abdul untuk melakukan tes operasi katarak gratis oleh IICO & Yayasan Baitul Al Khairiya yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan di Pamekasan pada tgl 8 April 2017, namun tim dokter menyatakan Pak Abdul Rohman tidak termasuk kriteria pasien yang dapat dioperasi. Beliau sangat sedih dan terpukul, harapannya untuk dapat melihat akhirnya pupus. Santunan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @vanmadura Lika Angga

Pak Abdul menderita senile incipient cataract


MISNADI BINTI SRIMAN (70, Buta). Alamat : Dusun Patapan Tengah, Desa Patapan, Kec. Torjun, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur. Pak Misnadi mengalami kebutaan sejak berumur 6 tahun. Pada awalnya, Pak Misnadi tidak pernah merasa ada yang aneh dengan matanya, namun tiba-tiba matanya sudah tidak bisa difungsikan kembali. Pak Misnadi tidak pernah dibawa ke dokter. Menurut orang tuanya, kebutaan yang dideritanya merupakan faktor keturunan. Saat ini Pak Misnadi tinggal sendiri di rumah tuanya karena orang tuanya sudah meninggal dan Pak Misnadi tidak pernah menikah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya, Pak Misnadi bekerja sebagai pengupas kacang. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, Pak Misnadi terlihat senang dan berterima kasih. Santunan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @vanmadura Lika Sri Tehe Angga Rani

Bu Misnadi seorang tuna netra


ABDUL MAJID (58, lumpuh kaki). Alamat : Dusun Karampon tengah, Desa Krampon, Kec. Torjun, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur. Abdul Majid mengalami kebutaan saat berumur 12 tahun. Abdul Majid terlahir sehat namun setelah duduk di bangku sekolah dasar. Saat berusia 12 tahun ototnya menjadi kaku, lama kelamaan ototnya mulai susah digerakkan dan kesulitan untuk berjalan. Pada saat itu ia pernah dibawa ke Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya namun menurut dokter yang menangani, Abdul Majid tidak menderita sakit apapun. Karena menurut hasil pemeriksaan dokter, ia tidak sakit maka dibawalah pijat ke tukang urut namun sakit yang dirasakan Abdul Majid semakin parah dan mulai tidak bisa berjalan. Orang tua Abdul Majid pasrah. Kini Abdul Majid sudah berusia 58 th dan sudah tidak mau berobat lagi. Sedangkan untuk kebutuhan sehari hari dibantu oleh saudara perempuannya dan tetangga. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, Abdul Majid terlihat bersemangat dan berterimakasih. Santunan tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari hari. Terimakasih Sedekaholic telah turut membantu Pak Abdul Majid.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @vanmadura Lika Sri Teje Angga Rani

Pak Abdul menderita lumpuh kaki


HANIMA BINTI SATTAR (18, Meningocele). Alamat : Dusun Timur, Desa Toket, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Provinsi Jawa Timur. Hanima, biasa gadis ini disapa, adalah seorang anak yang normal saat dilahirkan. Dia biasa menangis seperti pada bayi-bayi pada umumnya. Namun, saat usianya mencapai 6 sampai 7 bulan, hanima sudah menunjukkan gejala yang tidak biasa. Dia selalu demam tinggi dan tidak kunjung berhenti menangis. Kedua orang tuanya pun membawanya ke Rumah Sakit Martodirdjo Pamekasan untuk diperiksa. Rumah sakit kemudian memberikan surat rujukan untuk memeriksakan hanima di RS. Dr. Soetomo Surabaya. Dokter di RS. Dr. Soetomo mendiagnosis hanima terkena Meningocele. Meningocele atau dalam bahasa latin Spina bifida, yang berarti tulang belakang terbuka adalah jenis perkembangan kelainan bawaan yang serius, penyakit ini merupakan penyakit cacat berat. Dalam kamus kesehatan Spina bifida adalah kondisi yang terjadi ketika janin masih berada dalam kandungan dan sedang mengalami perkembangan di dalam rahim, akan tetapi tulang belakangnya tidak membentuk dengan benar (cacat tabung saraf). Dalam kasus ini beberapa bayi dengan Spina bifida hampir normal atau sembuh setelah lahir. Oleh karena itu, pada saat hanima masih bayi, maka dokter menyarankan untuk segera dioperasi. Namun, saran yang diberikan dokter untuk melakukan operasi dirasa mengandung risiko dan memerlukan biaya yang besar. Keluarga hanima merasa berat untuk bisa melakukan operasi pada waktu itu  sehingga keluarga membawa pulang hanima untuk dirawat sendiri di rumah. Ayah Hanima, Bapak Sattar (37) adalah seorang petani dan ibunya, Ulfa (35) yang seorang penjual kerupuk keliling. Untuk sehari-hari saja mereka harus berhemat dengan hidup sederhana, sehingga mereka pasrah karena tidak memiliki biaya untuk bisa mengoperasi hanima waktu itu. Saat ini Hanima hidup seperti biasanya, namun dengan kondisi kepala tetap membesar dan ada benjolan di hidungnya. Terkadang Hanima merasakan pusing dan sakit di kepalanya. Hanima juga selalu gemetar saat memegang sesuatu di tangannya. Untuk saat ini, Hanima dirawat oleh bibi dari ibunya. Karena kedua orang tuanya harus mencari nafkah di kota lain. Karena keadaan inilah kurir Sedekah Rombongan Pamekasan ingin memberikan bantuan yang tidak hanya berupa uang, tapi untuk memberdayakan kehidupan Hanima di masa depan. Oleh karena itu bantuan untuk Hanima pun disampaikan berupa 2 ekor kambing, jantan dan betina. Untuk bisa di kembangbiakkan dan di manfaatkan, seperti menjual susu kambing. Sedikit bantuan yang diberikan oleh para donatur semoga bisa berarti besar bagi kehidupan Hanima di masa depan. Terima kasih para sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @vanmadura Teguh Monir @estianti01

Hanima menderita meningocele


RATMI BINTI BAKAR (48, Appendicitis). Alamat : Dsn. Genteng Timur, RT. 1/4, Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Ibu Ratmi adalah seorang pedagang  yang sehari-hari biasa berjualan es susu di halaman depan rumahnya. Suami beliau Moh. Sukri (67) sudah tidak bekerja karena faktor usia. Sehari-hari beliau dan keluarga menyambung hidup dengan mengandalkan jualan es. Beliau memiliki 3 orang anak, kedua anak beliau telah menikah dan hidup dengan keluarga masing-masing. Sedangkan anak bungsu beliau masih bersekolah di bangku Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pamekasan. Keadaan beliau yang tidak lagi muda menyebabkan beliau sering terkena penyakit. Beliau sering merasa mual, pusing, dan sakit perut yang amat sangat di bagian. Saudara beliau membawa ke dokter kemudian dokter menyatakan bahwa beliau terkena Appendicitis atau Usus Buntu. Appendicitis merupakan nama penyakit yang menyerang usus buntu. Appendicitis terjadi ketika appendix, nama lain dari usus buntu telah meradang dan membuatnya rentan pecah, ini termasuk darurat medis serius. Namun, dokter tidak menyarankan untuk bisa di operasi namun hanya menyarankan beliau untuk menjaga pola makan dan banyak minum air putih. Dokter menyarankan beliau untuk dirawat di rumah sakit selama 4 hari. Karena menurut saran dokter, beliau tidak harus dioperasi, karena ada cara lain selain operasi. Saat ini keadaan beliau di rumah masih sering merasa mual dan pusing. Beliau juga hanya bisa beraktivitas ringan di dalam rumah dan tidak bisa berjualan lagi. Yang beliau rasakan saat ini jika kaki kanan diangkat, beliau tidak merasa sakit. Namun jika dimiringkan akan terasa sakitnya. Kendala yang dihadapi oleh keluarga sampai sekarang adalah beliau susah sekali untuk bisa minum air putih yang banyak dan konsumsi makanan berserat. Sehingga proses penyembuhan akan terasa lama. Kurir Sedekah Rombongan Pamekasan merasakan kesulitan beliau dan keluarga, sehingga bantuan pun disampaikan. Sedikit bantuan yang diberikan semoga bisa membantu Ibu Ratmi untuk kembali sembuh dan beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @vanmadura @radityorenal @nunnia91 @estianti01

Bu Ratmi menderita appendicitis


ALMANI BINTI SRIDIN (110, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dusun Pangongngangngan, Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Rumah ibu Almani sangat memprihatinkan. Beliau tinggal sebatang kara dikarenakan tidak memiliki keturunan dan suaminya telah lama meninggal. Rumah yang berukuran sekitar 2×3 m tersebut sudah sangat tidak layak untuk ditempati. Untuk kebutuhan sehari hari pun terutama makan ibu masih bergantung pada sanak saudaranya yang berada di dekat rumahnya. Rumah tanpa kasur, baju tidak layak pakai, dan tanpa kamar mandi. Di dalam rumah tertumpuk ranting ranting dan sampah yang selalu ibu Almani kumpulkan. Tanah rumah ibu Almani merupakan milik saudaranya dan kabarnya pun akan segera dijual. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan berhasil dipetemukan dengan Ibu Almani, sehingga mampu menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari hari. Semoga bantuan dari Sedekaholics mampu sedikit meringankan beban hidup ibu Almani.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 26 April 2016
Kurir : @vanmadura @fudholi  @r.wahyuagung @intifadanisya @nomoramadhan @estianti

Bantuan biaya hidup


R. HERI MULYADI. (44, Ca Colon). Alamat : Jl. Trunojoyo RT 3/1,  Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Heri biasa beliau dipanggil oleh tetangganya. Beliau sering merasa sakit setelah sebelumnya melakukan operasi pengangkatan hernia. Dikarenakan sakit pada bagian perutnya tidak kunjung hilang, akhirnya oleh pihak RSUD Syamrabu Bangkalan dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan  serangkaian tes dan pemeriksaan, maka diperoleh hasil PA dan endoscopy beliau mengarah kepada Carsinoma Colorectal (Ca Colon) Transversum kategori Mucinous Adenocarsinoma Colon.  Hasil pemeriksaan terakhir menyebutkan bahwa sel kanker sudah menyebar ke organ vital lainnya seperti jantung, hati dan paru-paru. Ahirnya pada tanggal 13 April 2017, pak Heri dibawa ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk melakukan operasi penutupan kantong kolostomi, dan setelah beberapa hari melakukan persiapan pra operasi akhirnya pada tanggal 20 April 2017, dilakukan operasi penutupan kantong kolostomi, setelah 6 hari pasca operasi penutupan kantong kolostomi, pak Heri diperbolehkan pulang. Bapak Heri sebelumya bekerja sebagai penjaga salah satu losmen di Bangkalan. Sedangkan istrinya, Novi Anggraeni (34) sebagai ibu rumah tangga. Bapak Heri dan Ibu Novi mempunyai  dua orang anak yakni satu laki-laki (9) dan satu perempuan (7) yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bekerja sebagai penjaga losmen di Bangkalan beliau lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja karena penyakit yang dideritanya semakin parah, sehingga istrinya terpaksa mengambil alih tugas suaminya untuk mencari nafkah dengan berjualan nasi pecel dan menjual barang-barang bekas. Meskipun mereka sudah punya kartu jaminan kesehatan SEHATI, masalah biaya transportasi ke Surabaya dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya menjadi beban yang berat bagi ibu Novi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka dan bantuan awal pun diberikan kepada Bapak Heri. Semoga Bapak Heri segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Nuris Puti @cocochesse Wulan

Pak heri menderita ca colon


JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID (53, luka ganggren Diabetes mellitus). Alamat : Jl. RE Martadinata, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika pak Jalaluddin mengalami kecelakaan kaki sebelah kiri retak, kemudian keluarga membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan, tim medis Rumah Sakit menganjurkan untuk dilakukan operasi mengatasi kaki sebelah kiri yang mengalami retak. Perawatan tidak sampai disitu saja, karena memiliki penyakit diabetes sejak lama luka post operasi pemasangan pen di kaki sebelah kiri pak Jalaluddin tak kunjung sembuh, maka dari itu keluarga membawanya ke salah satu klinik rawat luka modern di Bangkalan.  Alhamdulillah kondisi luka nya semakin membaik, namun sejak awal februari yang lalu pak Jalaluddin mendapatkan cobaan lagi, beliau terjatuh ketika mengambil air minum, akhirnya luka yang semula dikaki kiri, menjalar ke bagian lutut atas. Akhirnya keluarga memutuskan untuk membawanya ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan perawatan luka lagi. Saat itu kondisi pak Jalaluddin lemah dan dokter memutuskan untuk dilakukan rawat inap dirumah sakit. Seminggu setelah dilakukan rawat inap pak Jalaluddin diperbolehkan pulang, seminggu sekali beliau kontrol di poli ortopedi, hingga pada pertengahan Februari dokter memutuskan pak Jalaluddin harus mendapatkan perawat luka di ruang operasi karena telah terjadi infeksi. Setelah 6 hari perawatan dirumah sakit pak Jalaluddin pulang kerumah. Pak Jalaluddin merupakan tulang punggung bagi keluarganya bersama sang istri Nurhayati (47) beliau dikaruniai dua orang anak yakni 2 anak laki-laki (21) dan (25) dua anak perempuan (7) dan (18). Beliau bekerja sebagai tukang sapu di salah satu kantor pemerintahan di Bangkalan, beliau lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja semenjak mendapatkan musibah kecelakaan yang menimpa beliau. Isterinya sehari hari berjualan gorengan di kantor DPRD Bangkalan, Beruntung Pak Jalaluddin pernah terdaftar dalam keanggotaan jaminan kesehatan Sehati (Sehat Sejahtera Bersama Bupati) Bangakalan sehingga untuk biaya pengobatan dan operasi bisa ditanggung oleh pemerintah daerah, namun kendala lain muncul ketika mereka dihadapkan kepada biaya perawatan luka, karena luka yang semakin meluas biaya pun membengkak, uang modal jualan kopi dan gorenganpun dipakai untuk membiayai perawatan luka pak Jalaluddin. Sekali pengobatan keluarga mengeluarkan biaya sebesar 700 ribu sedangkan pak Jalaluddin harus mendapatkan 2x pengobatan, biaya yang harus dikeluarkan keluarga 1,3 juta selama seminggu, belom lagi biaya hidup sehari hari pak Jalaluddin dan keluarga. Tim Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Alhamdulillah setalah 1 bulan perawatan luka, kondisi luka pak Jalaluddin mulai membaik, luka yang tadinya hitam dan menguning sekarang berubah menjadi merah muda, yang artinya kondisi luka sudah mengalami perbaikan. Sekarang pak Jalaluddin dirawat oleh anaknya sendiri dan sedikit mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan keluarga untuk biaya perawatan lukanya. Perawat yang merawat Pak Jalaluddin mengatakan bahwa perawatan lukanya membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 983. Alhamdulillah setelah 4 bulan dirawat luka oleh anaknya, akhirnya luka di kaki, di betis dan jari sudah mulai berwarna merah, itu artinya ada perkembangan dari hasil usaha keluarga pak jalaluddin dalam merawat luka kakinya. Namun kondisi fisiknya masih lemah, kurus serta belom bisa berdiri, pak Jalaluddin hanya bisa duduk, karena masih menunggu luka di kaki serta betisnya yang masih memerlukan perawatan luka yang lebih intensif. Alhamdulillah dengan bantuan dana dari Sedekah Rombongan sedikit membantu mengurangi beban biaya yang dikeluarkan tiap bulannya. Semoga Pak Jalaluddin di berikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya segera, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi anak dan istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @vanmadura nuris firly wulan

Pak jalal menderita luka ganggren diabetes mellitus


PUTRI WAHYUNI BINTI WIWI (14, tumor mata). Alamat Desa Melei Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Awalnya Putri menganggap bahwa darah yang keluar dari hidung hanyalah mimisan biasa. Namun 3 (tiga) hari kemudian mimisanya berulang dan tidak mau berhenti. Kemudian pihak keluarga segera membawa putri ke rumah sakit di poso dan mendapat perawatan 4 hari lamanya. Dan selanjutnya dari hasil pemeriksaan belum ditemukan jenis penyakit dan penyebabnya. Beberapa minggu kemudian mimisan berulang dan masuk kedua kalinya di rumah sakit, yang kemudian di rujuk ke Rumah sakit umum anutapura di Palu guna mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lanjutan. Setelah di rumah sakit Palu Putri di diagnosa mengalami tumor di bagian mata, sehingga dianjurkan untuk dirujuk ke RS. Wahidin di Makassar. Putri saat ini sudah di Makassar dan menjalani rawat jalan sambil menunggu hasil diagnosa lanjutan oleh dokter, mimisan putri sudah berhenti namun mata kanan tampak meononjol keluar. Putri merupakan anak dari bapak Wiwi (40) yang bekerja sebagai nelayan dan ibu bernama Yuni (39). Adapun Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah KIS.
Sedekah rombongan terus mendampingi Putri selama berobat dan tinggal sementara di Makassar. Dan alhamdulillah setelah kurang lebih 5 bulan lamanya melakukan pengobatan di makssar maka Putri telah dapat kembali pulang ke Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Bantuan sebelumnya terdapat pada rombongan 959.

Jumlah bantuan   : Rp. 800.000, –
Tanggal                : 04 April 2017
Kurir                    : Rasyid @Ahmad Jueni

Putri menderita tumor mata


ULFAH BINTI SOFYAN (30, Tumor di Ketiak & Bronkhitis). Alamat Jl. Palu Kulawi,  Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Ulfah menderita Bronhitis sejak beberapa tahun yang lalu dan juga mengalami pembengkakan pada bagian ketiak (tumor). Pernah dirawat selama beberapa hari di Rumah Sakit. Namun dikarenakan kendala biaya transpor dan akomodasi pihak keluarga memutuskan untuk dirawat di rumah dengan mengandalkan pengobatan Herbal. Ulfah merupakan anak dari Almarhum Bapak Sofyan dan Ibu bernama Maslun (60). Selama ini Ulfah dan Ibunya ditanggung oleh kakaknya yang bekerja sehari-hari sebagai kuli bangunan.
Sedekah rombongan segera bergerak ke kediaman Ulfah setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan   : Rp. 1.000.000, –
Tanggal                : 2 April 2017
Kurir                    : Rasyid @Mega Lapasere

Bu Ulfah menderita tumor di ketiak & bronkhitis


HALDA BINTI SAIFUL (13, Infeksi Saluran Pencernaan). Alamat Jl. Banawa Lrg. Bambapangasi Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah.  Adik Halda pada tanggal 1 April 2017 dilarikan ke ruamah sakit umum Kabelota Donggala akibat tak sadarkan diri. Setelah dirawat di Rumah Sakit, dokter menyarankan untuk rawat inap karena ada infeksi di saluran pencernaanya. Halda merupakan anak kedua dari Ibu Hikmat (36/janda) yang bekerja sehari-hari sebagai guru honor. Saat ini adik Halda belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak ke rumah sakit setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan   : Rp. 500.000, –
Tanggal                : 2 April 2017
Kurir                    : Rasyid @Suparman

Halda menderita infeksi saluran pencernaan


NURHIKMAH BINTI HANAFI (26, Infeksi Saluran Kemih). Alamat Jl. Trans Sulawesi  Petobo Kelurahan Ganti Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Awalnya selama seharian Nurhikmah mengalami sakit perut yang hebat sehingga menyebabkan tidak sadarkan diri. Yang kemudian Nurhikmah segera di larikan ke rumah sakit umum Kabelota Donggala guna mendapatkan pemeriksaan dan perawatan. Dari hasil pemeriksaan USG diperoleh bahwa Nurhimkah mengalami infeksi pada saluran kemih, sehingga harus dirawat beberapa hari di rumah sakit. Nurhikmah merupakan istri dari bapak Mahfud (30) yang sehari-hari berprofesi sebagai guru mengaji. Saat ini Nurhikmah belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholoc kepada Nurhikmah untuk meringankan biaya berobat selama di rumah sakit.

Jumlah bantuan   : Rp. 1.000.000, –
Tanggal                : 11 April 2017
Kurir                    : Rasyid @Suparman

Nurhikmah menderita infeksi saluran kemih


YUSUF EDWARD BIN HORAS (67, Hernia). Alamat Jl. Pettalolo Kelurahan Boya Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Sudah 10 tahun lamanya bapak Yusuf menderita penyakit Hernia dan terkadang mengalami sakit perut pada bagian sebelah kiri. Oleh dokter telah lama menyarankan agar bapak Yusuf bisa segera melakukan operasi, namun dikarenakan kendala biaya bapak Yusuf belum menindaklanjuti saran dokter tersebut. Bapak Yusuf sehari-hari bekerja sebagai pedagang kaki lima dan menjual sayur-sayuran. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki adalah BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediamana bapak Yusuf setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic kepada Bapak Yusuf untuk meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan   : Rp. 1.000.000, –
Tanggal                : 16 April 2017
Kurir                    : Rasyid @Suparman

Pak Yusuf menderita hernia


SAPRI BIN HALIS (67, Paru-paru). Alamat Jl. Banawa Km. 2 Maleni Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Bapak Sapri sudah sejak lama menderita penyakit paru-paru dan sudah menjalani perawatan rutin selama 6 bulan. Namun kondisi kesehatan tak kunjung membaik, justru kesulitan bernafas dan batuk masih sering terjadi. Akibat dari penyakit tersebut Bapak Sapri sudah jarang untuk bisa menjadi Imam Masjid di kampungnya. Bapak Sapri selama berobat menggunakan jaminan kesehatan (BPJS).
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediamana bapak Sapri setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic kepada Bapak Sapri untuk meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan   : Rp. 500.000, –
Tanggal                : 24 April 2017
Kurir                    : Rasyid @Suparman

Pak Sapri menderita paru-paru

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ASMAT BIN BUKARAH 500,000
2 MBAH SIRA 2,500,000
3 MBAH AKMI 500,000
4 SINDI RAHMADANI 590,000
5 PONIRAN BIN SAKIMAN 500,000
6 MEGA PUTRI MAULIDIA 560,000
7 MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA 660,000
8 MUHAMMAD HAVIV 780,000
9 RSSR JEMBER 8,803,000
10 MTSR JEMBER 13,145,000
11 JEFRI AGUS KURNIAWA 504,000
12 TOMO BIN ARNIDIN 500,000
13 MTSR 2 JEMBER 142,500,000
14 BAMBANG SUYONO 3,000,000
15 AYU CAHYANING 500,000
16 SIANI BINTI SALEH 1,500,000
17 NANIK BINTI SADIRA 1,000,000
18 MUHAMMAD HUMAIDI 600,000
19 MUHAMMAD QORI ARIFIN 7,332,000
20 IRMA CAHYANDARI 550,000
21 MBAH SAMI BINTI TURNI 3,500,000
22 JANI SIMIN 500,000
23 MAR’I BAI 500,000
24 SAHIB SARAGENI 500,000
25 ARI KASAN 500,000
26 ADUNG JAYA 500,000
27 MAD SIRA 500,000
28 JASID CIPANCUR 500,000
29 ISWAN KHOIRI 1,000,000
30 FATMAWATI BINTI ANWAR 500,000
31 RSSR MALANG 13,830,206
32 SUGENG BIN MASLA 1,000,000
33 ASISEH BINTI UMAR 1,000,000
34 FAEZA BIN HIDAYAT 500,000
35 MASLUHA BINTI RUBEI 500,000
36 MOHAMMAD SAID 1,000,000
37 Abdul Rohman 500,000
38 MISNADI BINTI SRIMAN 500,000
39 ABDUL MAJID 500,000
40 HANIMA BINTI SATTAR 2,000,000
41 RATMI BINTI BAKAR 750,000
42 ALMANI BINTI SRIDIN 2,000,000
43 R. HERI MULYADI 1,000,000
44 JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID 1,500,000
45 PUTRI WAHYUNI BINTI WIWI 800,000
46 ULFAH BINTI SOFYAN 1,000,000
47 HALDA BINTI SAIFUL 500,000
48 NURHIKMAH BINTI HANAFI 1,000,000
49 YUSUF EDWARD BIN HORAS 1,000,000
50 SAPRI BIN HALIS 500,000
Total 226,404,206

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 226,404,206,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 998 ROMBONGAN

Rp. 50,714,587,165,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.