Rombongan 997

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on May 20, 2017

NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bertemudengan Neng Rahmawati dan keluarganya. Sejak itu ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan dapat melakukan pemeriksaan serta kontrol secara teratur. Kondisinya terus membaik, namun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir Sedekah Rombongan kembali menemui Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu Sedekah Rombongan dapat mengantarkan titipan dari Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan-bulan selanjutnya Sedekah Rombongan kembali kembali melakukan pendampingan kepada Neng Rahmawati dan memberi bantuan setiap ia menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Untuk membantu dan memudahkan proses pengobatannya yang harus berlanjut, Neng Rahmawati tinggal dan dirawat di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK), yang beralamat di daerah Sukajadi Bandung, dan sudah bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan titipan langit kepada mereka yang mereka terima di RCAK Bandung. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik dan masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 dan Desember 2016 ia masih rutin ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi lanjutan. Bersyukur #SR juga dapat terus membantunya. Pada awal Mei 2017, kurir pendamingnya menghubungi kurir #SR di Bandung, mengabarkan bahwa ia Neng harus kontrol lagi dan membutuhkan bantuan para derawan untuk membeli obat-obatan demi menuntaskan ikhtiarnya untuk memperoleh kesembuhan. Alhamdulillah dengan empati sedekaholik, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk Neng Rahmawati. Bantuan yang diterima di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @kharismagilda

Neng menderita leukemia


SINTA BINTI MAHMUDIN (10, Kanker Darah). Alamat: Kampung Papanggungan RT 1/6, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sinta adalah anak semata wayang yang lahir dari pernikahan pasangan suami-istri, Mahmudin (48) dan Eneng Suryati (47). Sejak tahun 2012 ia didiagnosa menderita kanker darah. Sampai saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (Kartu Jamkesmas), orangtua Sinta –yang tergolong keluarga dhuafa– merasakan beban yang berat untuk membiayai pengobatannya. Di antara kesulitan yang dirasakan keluarga Sinta adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung dan biaya untuk membeli obat yang tidak dijamin Program Jamkesmas. Biaya berobat Sinta ke rumah sakit terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimilikinya. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Pada tahun 2012 alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Sinta dan keluarganya saat mereka berobat di RSHS Bandung. Dari keluarga dhuafa ini, banyak pelajaran berharga bagi perjalanan hidup manusia, di antaranya ketabahan mereka menerima kentuan Allah dan kegigihan mereka dalam berusaha menjalankan perinah Allah SWT. Sampai saat ini Sinta menjadi pasien dampingan #SR yang termasuk paling disiplin dalam menjalani terapi di RSHS Bandung. Alhamdulillah kondisi Sinta amat menggembirakan dan terus mengalami perbaikan. Kemoterapi yang harus ia jalani, yaitu 52 kali, alhamdulillah telah tuntas ia ikuti. Meskipun demikian, ia masih diharuskan meminum obat MP-6 satu butir sehari. Pada akhir November 2016, Sinta datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol memastikan perkembangan kesehatannya. Pada akhir tahun itu alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan lanjutan. Pada awal Mei 2017 keluarga Sinta menghubungi kurir #SR di Bandung, mengabarkan bahwa ia masih harus kontrol ke RSHS Bandung dan membutuhkan bantuan. Karena Sinta dan keluarganya terus bersemangat untuk berobat sampai tuntas dan dinyatakan sembuh total, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik #SR untuk Sinta dan keluarganya. Bantuan yang diberikan di rumah singgah ini dipergunakan untuk membeli obat kemoterapi (MP6). Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambuabahlutung

Sinta menderita kanker darah


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT 9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sopa, putri Pak Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan selanjutnya, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir Sedekah Rombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Untuk membantu memudahkan ikhtiar berobatnya, Sopa menginap di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, selama pengobatannya dan singgah di RCAK, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan bantuan, yaitu titipan dari sedekaholics yang berempati kepadanya. Setiap bulan Sopa dan keluarganya harus rutin berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Selama itu pula ia dan keluarganya harus pulang-pergi dari rumahnya di Garut ke RSHS dan singah untuk menginap di RCAK Bandung. Selama proses kontrol dan berobat itu pula mereka membutuhkan biaya transportasi-akomodasi dan biaya untuk membeli obat. Alhamdulillah juga setiap kali Sopa berobat dan membutuhkan biaya, Kurir Sedekah Rombongaan dapat menemuinya dan memberi bantuan lanjutan dari para Sedekaholics. Berdasarkan informasi dari kurir #SR yang mendampingi pengobatannya di Bandung, pada Oktober sampai Desember 2017, kondisinya semakin membaik. Akan tetapi, dikarenakan proses pengobatannya masih harus berlanjut dan masih memerlukan biaya, maka pada Januari dan Maret 2017 Sedekah Rombongan kembali memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat Sopa. Pada awal Mei 2017 keluarga Sopa mwnghubungi kurir #SR di Bandung, mengabarkan bahwa Sopa telah berada di RSHS Bandung dalam rangka kontrol rutin. Ia masih membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kemali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat Sopa Nur Paoja. Bantuannya yang disampaikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan karena tidak dijamin oleh Jamkesmas, juga untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 970.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @hengkisenandika @ghildakharisma

Sopa menderita lumpuh


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT 3/2, Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Sampai saat ini Azka didampingi kurir Sedekah Rombongan dan, apabila ia sedang menjalani pengobatan atau kontrol di RSHS Bandung, tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Dek Azka termasuk pasien dampingan yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan santunan secara berkelanjutan, yang diterima ibunya di RCAK Bandung. Sejak Februari sampai Agustus 2016 Azka dan orangtuanya rutin datang ke Bandung untuk melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Karena mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung dapat terus menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang juga diterima ibunya. Perkembangan Dek Azka amat menggembirakan. Ia berangsur sembuh. Meskipun demikian, ia masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS bandung. Azka dan keluarganya masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pada September 2016, saat mereka menjalani pemeriksaan rutin di Kota Kembang, bersyukur kurir #SR dapat terus dipertemukan dengan Azka dan orangtuanya. Dalam kunjungan Kurir #SR di RCAK Bandung itu alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Pada akhir Oktober 2016 Azka dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk kontrol dan memjalani pengobatan lanjutan. Akan tetapi, Azka tidak langsung ditangani seperti biasa karena iuran BPJS Keluarganya menunggak. Kesulitan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Setelah diajukan kepada #SR, alhamdulillah sedekaholics #SR berempati kepadanya dan kembali memberi santunan lanjutan untuk Muhammad Azka. Pada April 2017, Azka datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol dan pengobatan. Kondisinya terus membaik. Begitu juga, pada awal Mei 2017 pendampingnya mengabarkan bahwa Azka harus kontrol lagi ke RSHS Bandung dan membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk biaya berobat. Bantuan yang disampaikan di Rumah Singgah Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat dan transportasi. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @hengkisenandika @ghildakharisma

Azka menderita leukemia


ANDIKA SURYA (6, ALL). Alamat: Kampung Gunung Guruh RT 35/17, Desa Cikajang, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Cukup lama Andika Surya mengidap penyakit kanker darah, Akut Leukimia Limfoblastik (ALL). Penyakit tersebut diderita Andika sejak akhir tahun 2014. Menurut penuturan orangtuanya, awalnya Andika kerap terlihat lemas, loyo dan sering sakit; bahkan berat badannya terus menyusut. Berbagai upaya dilakukan keluarganya untuk menyembuhkan Andika. Puskesmas, klinik, dokter praktek, dan RSUD menjadi tempat yang kerap mereka datangi untuk memeriksakannya. Akhirnya penanganan medis Andika dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah mendapatkan rujukan medis dari RSUD Bunut Sukabumi. Di Rumah Sakit Umum Pusat inilah keluarga dhuafa ini bertemu dengan kurir #SedekahRombongan dan menyampaikan keinginannya untuk bisa berobat di Kota Kembang di tengah kemiskinan yang mereka alami. Alhamdulillah sampai saat ini, Andika telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Bandung. Andika terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Ayah Andika, Bapak Sumanto (31), sehari- hari hanya seorang guru honorer di salah satu sekolah di Sukabumi. Ibunya, Rini Andrian (31), hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang disibukkan dengan kegiatan kerumahtanggaan. Penghasilan keluarga ini sangat minim; hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sampai saat ini Andika masih menjalani terapi pengobatan di RSHS Bandung dengan menggunakan fasilitas jaminan BPJS Kesehatan. Alhamdulillah kondisi terakhir Andika semakin membaik. Bahkan, hasil BMP evaluasi tim dokter di Poli Hemato RSHS Bandung, menunjukkan bahwa kondisi Andika menuju ke arah sehat. Meskipun demikian, ia masih harus menjalani kontrol rutin. Untuk menjalani pengobatan, Andika harus berangkat dari Sukabumi menuju RSHS Bandung. Andika dan keluarganya membutuhkan uang transportasi dan bekal selama di Bandung, juga biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Pada bulan September 2016, Andika menjalani kontrol ke RSHS Bandung dan bertemu dengan kurir #SedekahRombongan. Pada kesempatan bersilaturahmi itu, alhamdulillah kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Andika. Kini kondisinya menggembirakan, meskipun dia masih harus terus kontrol rutin bulan berikutnya. Begitu juga pada awal bulan Oktober 2016, #SedekahRombongan kembali memberi bantuan yang digunakan untuk pembelian obat Mercapto dan biaya transportasi-akomodasi berobat di RSHS Bandung. Saat ditemui #SedekahRombongan pada bulan Oktober 2016, kondisi Andika pun terus menunjukkan perkembangan yang positif. Akan tetapi, pada akhir Oktober 2016, Andika datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan dan tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, kembali kurir #SR di Bandung menyampaikan bantuan lanjutan untuk Andika Surya yang digunakan untuk biaya tambahan membeli obaat. Semoga Allah Swt memberi kesembuhan untuk Andika dan keberkahan untuk para dermawan. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @kharismagilda

Andika menderita akut leukimia limfoblastik


MAESAROH BINTI AJID (52, Ca Servix dan Tumor Rahim). Alamat : Kampung Bojong Girang, RT 4/5, Desa Limbangan Sari, Kecamatan Parung Kuda, Kabuaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pada Agustus 2015, Bu Maesaroh merasakan sakit dan perih yang luar biasa di dalam perut beliau apabila bergerak. Kemudian Bu Maesaroh memeriksakan keluhannya itu ke RSUD Bunut,  RS. Sekarwangi,  dan RS.  Assyifa Sukabumi. Berdasarkan hasil pemeriksaan di tiga rumah sakit itu, Bu Maesaroh didiagnosa menderita Kanker Leher Rahim (Ca Servix)  dan Tumor Rahim. Secara medis, ia disarankan untuk segera memeriksakannya lebih lanjut ke RSHS Bandung. Tetapi saat itu rujukannya tidak jadi dibuatkan karena pihak keluarga tidak sanggup membiayainya, terutama untuk kebutuhan sehari-hari selama ia berobat. Ibu Maesaroh hanya seorang janda, yang tak punya penghasilan tetapdan memadai. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumah pun sering kelabakan. Kedua anaknya yang sudah menikah tidak bisa membantu banyak untuk pengobatan ibunya itu. “Ibu sudah punya kartu JKN – KIS Mandiri kelas III sehingga cukup terbantu untuk biaya pengobatannya. Tetapi untuk kebutuhan lain –seperti ongkos dn makan– kami merasa kesulitan. Padahal Ibu sangat bersemangat untuk terus berobat,” kata salah satu anaknya saat ditemui kurir Sedekah Rombongan di Sukabumi. Bersykur kurir #SR bisa bertemu dengan Ibu Maesaroh dan mendapatkan pelajaran hidup akan makna kesabaran dan ketabahan. Ibu Maesaroh dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan agar mereka bisa keluar dari kesulitan hidupnya. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Robongan telah memberi mereka bantuan awal pada 5 Februari 2017 yang digunakan utuk biaya berobat selama tinggal di RSSR Bandung. Setelah menjalani pemeriksaan rutin di RSHS Bandung selama sebulan, Ibu Maesaroh dianjurkan menjalani dua tindakan medis di RSHS Bandung : 6 kali terapi kemo sambil dirawat dan 27 kali terapi sinar. Karena kedua tindakan itu akan dilakukan pertengahan Maret 2017, Ibu Maesaroh dan anaknya sempat pulang dulu ke rumahnya. Pada 7 Maret 2017 kondisi janda duafa ini menurun. Ia lalu dijemput MTSR Bandung untuk kontrol dan pemeriksaan di RSHS Bandung. Pada kesempatan itu, alhamdulillah Sedekah Rombongan juga memberinya bantuan lanjutan sehingga ia dapat terus menjalani terapi  sinar di RSHS Bandung dan tinggal di RSSR Bandung. Pada akhir Maret 2017 Ibu Maesaroh sempat sepuluh harii dirawat di RSHS sambil menuntaskan terapi krmonya sampai 255 kali. Kegigihannya berobat membuahkan hasil. Perkembangannya membaik tetapi ia masih harus berobat. Ia juga bahkan dijadwalkan harus menjalani kemo terapi. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah, Sedekah Robongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk Ibu Maesaroh. Santuan ke3 yang dia terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat, ongkos, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu maesaroh menderita ca servix dan tumor rahim


NINING SITI NURJANAH (49, Ca Mammae). Alamat : Kampung Sukamaju RT 7/1, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nining –begitu panggilannya—diduga mengidap kanker payudara sejak tiga bulan yang lalu. Awalnya, ia melihat ada semacam bercak memerah dan benjolan kecil di sekitar payudaranya. Seiring waktu ia juga kera merasakan gejala-gejala lain, seperti nyeri tulang dan persendian, mual, dan kehilangan nafsu makan. Dari hari ke hari berat badannya mengalami penurunan. Ia juga keramerasakan sakit kepala hebat yang tidak lekas sembuh. Berbagai upaya dilakukan anak-anaknya untuk menyembuhakan penyakit yang dialami janda mendiang Pak Aang Sumarna, baik secara tradisional alternatif maupun medis. Tak terhitung berapa kali ia diperiksakan ke dokter prtaktek dengan biaya sendiri dan bantuan dari anak-anaknya. Ia juga bolak-balik keluar-masuk Puskesmas dan rumah sakit di daerah tanpa menggunakan jaminan kesehatan apa pun. Karena terkendala biaya, pengobatannya kerap tertunda adahal ia sangat bersemangat untuk terus berobat ke RSHS Bandung seperti yang dirujuk RSUD Cipanas. Harapannya akhirnya terjawab ketika ada perangkat desa yang memberi bantuan untuk membuatkan Kartu JKSN KIS Mandiri Kelas 3. Pak Agung, perangkat desa itu, pula yang mengabarkan derita hidup yang dialami Bu Nining kepada kurir Sedekah Rombongan di Bandung, “Ibu Nining layak dibantu, Kang. Setelah suaminya meninggal dunia, kehidupannya semakin menurun apalagi setelah ia sakit. Kini ia tinggal di rumah anaknya. Diantar salah satu anaknya dan Pak Agung, akhirnya Bu Nining berangkat ke RSHS Bandung setelah jaminan dari BPJS selesai diproses. Ia tinggal di RSSR Bandung sejak awal Januari 2017. Setelah mendapatkan pemeriksaan rutin di RSHS, para medis  memutuskan bahwa Ibu Nining harus menjalani 6 kali kemoterapi. Sampai awal Mei 2017 ia sudah mendapatkan empat kali teraipi kemo. Perkembangannya alhamdulillah menggembirakan, baik secara psikis maupun medis. Mekipun semikian, ia masih harus berikhtiar dan mambutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholic, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Nining Siti Nurjanah. Bantun ke3 yang dia terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk membayar Iuran BPJS Mandiri Kelas 3, biaya membeli susu, dan biaya sehari-hari. Semoga keluarga dhuafa ini diberi ketabahan dalam ikhtiarnya dan dianugerahi kesembuhan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @lisdamojang

Bu nining menderita ca mammae


HANI NURHAWATI (36, Lupus + Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang RT 1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah sambil terus berusaha, bekerja menjadi pembantu dan tukang cuci. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya makin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal, dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir #SR menemuinya di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Begitu juga, saat dijemput selesai berobat pada 14 November 2015, ia masih diharuskan berobat dan alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan. Pada akhir Desember 2015, ia mengeluhkan rasa sakit di telinganya. Kondisi Bu Hani semakin memburuk. Pada awal Februari 2016, dia meminta bantuan kurir #SR untuk berobat karena beberapa bagian dari kulit kepalanya kerap mengeluarkan nanah. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada bulan itu #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Pada akhir Maret 2016 Bu Hani kembali memohon bantuan #SR untuk melanjutkan pengobatan. Saat bertemu di RSHS Bandung, ia menyampaikan bahwa kanker di kulit kepalanya semakin menyebar. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Bu Hani di RSHS Bandung saat ia berobat dan memberinya santunan lanjutan dari para dermawan. Pada minggu pertama di bulan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa ia masih berobat rutin dan membutuhkan bantuan. Saat dijumpai di RSHS Bandung, kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan uluran tangan. Pada Oktober 2016 kurir #SR di Bandung bertemu kembali dengan Ibu Hani di RSHS Bandung dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat rutin. Pada akhir Desember 2016, Bu Hani mengabarkan bahwa ia masih rutin berobat dan membutuhkan bantuan. Ia masih terus berjuang menjalankan usahanya untuk sembuh dari penyakit yang lama ia alami. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada akhir tahun 2016, Sedekah Rombongan memberinya bantuan lanjutan. Pada awal Maret 2017 ia juga kontrol rutin ke rumah sakit. Perkembangannya belum menggembirakan. Pada awal Mei 2017 Ibu Hani menghubungi kurir #SR, mangabarkan bahwa ia membutuhkan bantuan untuk membeli obat dan berobat rutin. Alhamdulllah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Hani Nurhawati. Bantuan yang dia terima di RSHS Bandung ini digunakan untuk biaya transport-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda

Ba Hani menderita lupus + kanker kuli


YULNIDA BINTI JALIAS (45, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Karees Kulon RT 5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Ibu Yulnida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anaknya dan ibunya yang sudah renta. Pekerjaannya sehari-hari adalah buruh harian lepas untuk menafkahi keluarga. Beban hidupnya dirasakan semakin berat sejak ia mengalami gagal ginjal kronik 4 tahun yang lalu. Karena penyakit yang dideritanya itu, ia harus mengatur pola makannya sesuai anjuran dokter dan teratur minum obat. Tidak hanya itu, ia juga harus menjalani hemodialisa 2 kali dalam satu minggu agar kondisi fisiknya tetap stabil. Bu Yulnida berobat menggunakan kartu BPJS PBI Kelas 3. Alhamdulillah, sampai saat ini #SedekahRombongan dapat mendampingi Bu Yulnida berobat di RS Hasan Sadikin Bandung. Dari perjalanan penyakitnya, diketahui bahwa pada bulan Juni 2014, Bu Yulnida mendapat tindakan penyedotan untuk mengurangi cairan di bagian perut. Keadaannya sesudah itu ia berangsur membaik. Namun, pada bulan Agustus 2014, bagian kaki dan tangannya mengalami pembengkakan. Bu Yulnida berobat kembali pada bulan September 2014. Saat ini kondisinya stabil meskipun ada keluhan gatal di badannya. Pada awal bulan Januari 2015 kurir SR mendapat informasi dari Bu Yulnida bahwa ia kerap merasakan denyut jantungnya berdetak cepat dan keras. Pada 29 Juni 2015 kurir #SedekahRombongan menemuinya di ruangan Hemodialisa RSHS Bandung dan menyampaikan Santuan Lanjutan. Pada kunjungan tanggal 26 Februari 2015, Bu Yulnida mengutarakan bahwa tim dokter RSHS menganjurkannya berkonsultasi ke Poli Kulit serta tetap kontrol dan menjalani hemodialisa 2 kali seminggu. Pada 30 April 2015 kurir SR mengunjungi Bu Yulnida di RSHS. Pada akhir Juni 2015 ia juga menjalani kontrol rutinnya ke RSHS Bandung. Kondisinya masih stagnan meskipun permasalahan pada kulitnya sudah teratasi. Pada awal Agustus 2015 kembali MTSR Bandung mengantar-jemput Bu Yulnida kntrol ke RSHS dan menjalani hemodialisis. Akhir September 2015 ia kontrol juga ke RS Mata Cicendo Kota Bandung karena ia kehilangan 30 persen fungsi matanya. Selain ada gangguan lain di matanya, ia juga harus mengganti kacamata. Alhamdulillah #SR membantu membelikannya. Akhir Oktober 2015, Bu Yulnida kembali menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Pada 25 November 2015 kondisi Bu Yulnida menurun drastis. Saat menjalani hemodialisis, ia muntah-muntah, tak bisa bergerak dan sempat pingsan. Ia kemudian dievakuasi di IGD RSHS Bandung. Masa kritisnya alhamdulillah dapat terlewati. Pada 19 Januari 2016 keluarganya mengontak kurir #SR memberitakan bahwa Bu Yulnida tak bisa berjalan ketika akan pergi menjalani hemodialisa. MTSR 1629 kemudian menjemput dia ke rumahnya. Pada pertengahan Maret 2016, kurir SR mendampinginya kembali kontrol dan cuci darah di RSHS Bandung. Kondisinya masih mengkhawatirkan. Fungsi matanya semakin menurun walaupun dibantu dengan kaca mata. Alhamdulillah saat itu #SR juga dapat menyampaikan bantuan untuk Bu Yulnida. Pada bulan Mei 2016 dan Juni 2016 kurir #SR rutin menjenguk dan mendampinginya agar ia bisa terus termotivasi untuk kontrol rutin dan menjalani hemodialisis delapan kali sebulan. Sesekaholics #SR juga alhamdulillah terus membantunya untuk biaya berobat Bu Yulnida. Pada awal Juli 2016 kurir #SR menjenguk Bu Yulnida di rumahnya untuk yang kesekian kalinya sambil menyampaikan bantuan para sedekaholics #SR. Pada pertengahan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR di Bandung mengabarkan bahwa ia harus diperiksakan ke Poli Kulit di RSHS Bandung, selain masih harus menjalani cuci darah secara rutin. Ia juga memohon bantuan untuk biaya kontrak rumah bulan Agustus 2016. Bersyukur sedekaholics #SR terus memberinya bantuan. Pada Desember 2016 keluarganya mengabarkan bahwa kondisinya menurun. Ia kemudian dijemput untuk kontrol ke RSHS sambil menjalani hemodialisis dua kali seminggu, juga memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada awal minggu kedua bulan Januari 2017, Bu Yulnida menghubungi lagi kurir #SR, memohon bantuan untuk terus ikhtiar berobat. Pada bulan itu alhamdulillah #SR juga memberinya bantuan. Pada awal Maret 2017 menemuinya di rumah kontrakan Bu Yulnida. Kondisinya menurun setelah ia terjatuh di rumahnya. Dengan empati sedekaholics, pada  bulan ini #SR memberinya santunan lanjutan. Setelah dua bulan tidak bertemu, pada awal Mei 2017 kurir #SR menemuinya kembali di RSHS saat ia menjalani hemodialisis dan sempat mengantarnya pulang. Alhamdulillah, dengan empati sedekahoics, Sedekah Rombongan kembali memberi Bu Yulnida binti Jalias bantuan lanjutan yang digunakan untuk ongkos berobat, tambahan biaya kontrakan, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu yulnida menderita gagal ginjal kronik


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (3, Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT 2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi dipahami para awdwkaholik SR. Alhamdullah #SR bisa bersilaturahmi dengan anak yatim ini dan mendampinginya berobat ke rumah sakit sampai saat ini. Biaya tranportasi-akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung Juga biaya sehari-hari mereka dibantu sedekaholik. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015. Pada awal Agustis 2015 anak yatim ini harus menjalani kembali serangkaian pemerksaan medis di RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 Shiddiq dirawat inap hampir sebulan dilanjutkan dengan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi pertamanya berhasil. Pada 28 Agustus 2015 ia diperbolehkan pulang dan dijemput MTSR Bandung. Siddiq menjalani kontrol pertamanya pada 3 September 2015, juga diantar-jemput MTSR. Perkembangannya sangat menggembirakan. Benjolannya sudah mengecil. Minggu kedua Oktober 2015 Shidddiq kontrol lagi ke RSHS Bandungi. Pada kontrol ketiga, bulan November 2015, dokter menyatakan bahwa penanganan di RSHS telah tuntas. Tetapi karena pada mata kirinya sering keluar cairan dan memerah, ia dirujuk ke RS Mata Cicendo, dan harus berobat jalan dua minggu sekali. Pada akhir Desember 2015, Shiddiq diantar-jemput lagi ke RS Mata Cicendo untuk pemeriksaan matanya yang kerap berair. Pada 9 Februari 2016, kurir #SR kembali mendampinginya kontrol ke Poli Anak RSHS Bandung. Kondisinya alhamdulillah membaik, meskipun ia masih harus kontrol kembali. Pada awal April 2016 ibunya mengabari kurir #SR di Bandung bahwa Shiddiq harus kontrol selaligus menjalani terapi di RSHS Bandung. “Kami harus bawa lagi Shiddiq ke RSHS tapi kami tak punya biaya,” kata ibunya. Anak yatim dari keluarga dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Kurir #SR kemudian mengantar-jemput Shiddiq dan keluarganya menjalani pemeriksaan medis dan terapis di RSHS Bandung. Selain itu, alhamdulillah, sedekaholiks #SR juga kembali memberinya bantuan untuk biaya akomodasi selama berobat dan biaya sehari-hari. Sejak bulan Mei 2016 Shiddiq rutin menjalani terapi seminggu sekali ke RSHS Bandung. Alhamdulillah kurir #SR terus mendampingi dan mengantar-jemputnya menggunakan MTSR Bandung. Meskipun kondisinya amat menggembirakan, sampai September 2016, anak yatim ini masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS Bandung. Begitu juga di bulan Oktober 2016 dan November 2016, Shiddiq menjalani terapi rutin seminggu sekali di RSHS Bandung. Pada awal Januari 2017 ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan adanya benjolan di bagian belakang pundak anak semata wayangnya itu. Esok harinya, Shiddiq diperiksakan ke Puskesmas Rawabogo dan RSUD Soreang. Karena benjolannya diduga serius, penanganannya kemudian dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Baru saja penyakit miningokele teratasi, Shiddiq harus kembali menjalani pemeriksaan untuk memastikan benjolan yang tumbuh di awal tahun 2017 itu. Pada Feburari 2016, selain diperiksakan ke Poli Ongko dan Poli Anak, ia juga sempat diterapi di Poli Tumbuh Kembang. Sampai awal Mei 2017  Shiddiq masih haurus kontrol ke RSHS, dan keluarganya masih membutuhkan dukungan dan bantuan,. Berempati atas apa yang dialami Shiddiq dan keluarganya, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk mereka yang digunakan untuk biaya pelunasan iuran BPJS Mandiri Kelas 3, biaya tranportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Shiddiq menderita meningokel


NOVIA NUR WULANSARI (6, Typus + TB Paru). Alamat: Kampung Mekarmaju RT 2/2, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari anak yatim ini biasa disapa Ovi. Dia adalah anak bungsu –dari empat bersaudara– buah pernikahan almarhum Pak Oman S dengan Ibu Elin Herlina (47). Ayahnya meninggal tiga bulan yang lalu karena sakit. Kini ibu dan kakak pertamanya-lah yang bekerja banting tulang untuk bertahan hidup di tengah kemiskinan yang lama dialami keluarga ini. Selain harapan, almarhum ayahnya tak meninggalkan warisan harta yang berarti untuk kelanjutan hidup mereka. Bahkan rumah pun tak mereka punyai. Sampai kini Ovi dan orangtuanya tinggal berpindah-pindah. Hampir sepanjang hidupnya Ovi merasakan kegetiran hidup akibat kemiskinan dan penyakit. Kalau selama ini Ovi kerap menyaksikan betapa ayahnya harus jatuh bangun melawan penyakit yang menyerangnya, kini ia pun harus merasakannya sendiri. Selama bulan November 2015 ia sering sakit. Ia kerap mengalami demam berkepanjangan disertai muntah-muntah. Sudah tiga kali ia diperiksakan ibu dan kakaknya ke Puskesmas dan klinik. Dokter di klinik dan Puskesmas Ciwidey akhirnya merujuk penanganannya ke RSUD Soreang. Ia diduga mengalami thypus dan TB. Paru. Akan tetapi, anjuran itu belum mereka jalankan karena ketidakadaan biaya dan jaminanan kesehatan. Ibunya kemudian meminta bantuan #SedekahRombongan untuk melanjutkan pengobatan anak pendiam ini. Dengan kehendak Allah SWT, sedekaholics #SR berempati atas apa yang dialami Ovi dan keluarganya. MTSR Bandung sempat mengevakuasi Ovi ke klinik saat dia mengalami muntaber. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan kepada Ovi dan keluarganya, juga memasukkannya sebagai pasien dampingan #SR. Kini masa kritisnya telah terlewati. Akan tetapi, ia masih harus berobat jalan sebulan sekali. Pada awal Mei 2016 kurir #SR sempat mengunjunginya di rumah kontrakan, kemudian mengantarnya berobat ke RSUD Soreang. Pada awal Juli 2016 kakaknya mengabarkan bahwa Ovi masih harus kontrol rutin ke RSUD. Maka pada pertengahan Juli 2016 kurir #SedekahRombongan menjenguknya di rumah kontrakan mereka yang baru. Perkembangan anak yatim itu menggembirakan. Ia mulai membaik, meskipun masih harus kontrol. Anak yatim ini masih membutuhkan bantuan para dermawan agar ia bisa sehat dan menikmati masa kanak-kanaknya. Alhamdulillah sedekaholics #SR terus berempat atas apa yang dialami Ovi dan keluarganya dengan memberi mereka bantuan lanjutan. Bantuan ke-3  digunakan untuk membayar iuran BPJS Mandiri Kelas 3, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya sehari-hari. Pada awal November 2016 orangtuanya menghubungi kurir #SR di Bandung menyampaikan perkembangan Ovi; ia masih harus kontrol ke RSUD Soreang tetapi jaminan BPJS-nya belum bisa digunakan karena tagihan iuran BPJS atas nama anggota keluarga yang lain belum terbayarkan. Saat didatangi ke ruah kontrakannya, ibunya Ovi mengharapkan bantuan #SR untuk melunasi semua tagihan Iuran BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan telah melunasinya pada awal Maret 2017 seteleh memberinya bantuan. Pada awal Mei 2017 ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa kondisi Ovi menurun dan ia harus berobat lagi ke poliklinik dan RSUD Soreang. Ovi dan keluarganya yang tergolong dhuafa ini masih membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali kurir #SR menyampaikan bantuan untuk Dek Ovi dan keluarganya. Bantuan ke-6 yang disampaikan di rumah kontrakannya itu digunakan untuk membayar tagihan Iuran BPJS Klas 3, biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @maulidaqasyanggi

Novia menderita typus + TB Paru


RINRIN MUSTHOFA (46, Saraf Terjepit + Usus Bocor). Alamat: Kp. Legok Kondang RT 4/9, Desa Pangalengan, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Dindin, sapaan akrabnya. Enam bulan sudah, Pak Rinrin menderita penyakit saraf terjepit dan mengalami usus bocor. Gejala penyakitnya berawal pada pertengahan Maret 2016 lalu ketika ia sering mengalami demam disertai mual dan pusing. Gejalanya terus berulang hingga berminggu-minggu lamanya. Karena kondisinya yang tak kunjung membaik, pihak keluarga membawanya berobat ke Puskesmas Pangalengan, RSUD Soreang, dan RSUD Al Ihsan. Setelah menjalani pengobatan, kondisi Pak Rinrin tak jua menunjukkan perkembangan yang menggembirakan; ia bahkan jadi tidak bisa duduk sama sekali. Akhirnya, dia dibawa periksa ke RSHS Bandung berdasarkan rujan dari RSUD Soreang. Tim medis di rumah sakit rujukan pusat ini menduga ia menderita saraf terjepit di tulang ekornya. Hampir dua minggu dia menjalani rawat inap di RSHS Bandung pasca operasi tulang ekornya. Hingga saat ini mantan pedagang pasar tradisional ini harus menjalani kontrol dan pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Saat Pak Rinrin menjalani pemeriksaan lanjutan, tim medis RSHS juga menemukan masalah lain yang cukup serius, yakni ususnya bocor. Selama Pak Rinrin sakit, bersyukur adik-adiknya bergantian menemaninya berobat ke rumah sakit. Adik-adiknya itulah yang mengungkapkan kisah duka yang dialami Pak Rinrin kepada kurir Sedekah Rombongan saat bertemu dengan mereka di Rumah Singgah Sedakah Rombongan (RSSR) Bandung.  Pak Rinrin dibawa ke RSSR Bandung oleh kurir #SR di RSUD Soreang setelah penanganannya dirujuk kembali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Dua hari sekali MTSR Bandung mengantar-jemput Pak Rinrin ke/dari RSHS Bandung. Pak Rinrin dan adik-adikya termasuk dhuafa yang amat layak mendapakan bantuan dan dorongan untuk terus bertahan menghadapi cobaan. Walaupun dikenal sebagai pedagang kecil di pasar tradisional, Pak Rinrin kini tak memiliki lagi simpanan dan pemasukan untuk biaya sehari-hari, apa lagi untuk biaya pengobatan. Ia juga kini sendirian setelah berpisah dengan istrinya. Usahanya sebagai pedagang kelontongan terhenti karena sakit yang ia derita. Selama pengobatan, ia menggunakan fasilitas Kartu BPJS dan pinjaman dari sanak saudaranya. Para dermawan Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Rinrin dengan memberinya bantuan agar ia bisa melanjutkan ikhtiar sehatnya. Titipan dari sedekaholics #SR ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat di daerah, membeli obat, dan biaya sehari-hari berobat. Pada akhir Desember 2016, keluarganya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Pak Ririn masih harus kontrol ke RSHS Bandung. Bersyukur di akhir tahun itu ia mendapatkan bantuan lagi di sedekaholics #SR. Setelah hampir empat bulan berobat di rumah, pada awal Mei 2017,  keluarganya menghubungi lagi kurir #SR dan mengajukan bantun untuk berobat ke RSHS Bandung. Dengan empati sedekaholics #SR, alhamdulillah, kurir #SR di Bandung dapat menjenguk Pak Rinrin di rumah adiknya, menjemput dan mengantarnya ke RSHS, serta memberinya bantuan lanjutan untuk biaya sehari-hari, membeli pampers dan membeli obat. Bantun sebelum ini tercatat di Rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Pak Rinrin menderita saraf terjepit + usus bocor


UYUM BINTI ARJU (73, Katarak + Lumpuh). Alamat: Kampung Nyalindung RT 3/2 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ma Uum –begitu panggilannya– dikenal warga tempat tinggalnya kini sebagai “janda tua sebatang kara”. Dari beberapa kali pernikahannya, ia tidak memiliki keturunan. Saudara sekandungnya sudah lama meninggal dunia; begitu juga orangtua dan suami terakhirnya. Satu-satunya harta peninggalan yang ia miliki adalah rumah kecil sederhana yang kini sudah berpindah tangan. Untung saja ada warga yang berempati kepadanya, membawanya tinggal serumah, dan mengurusnya seperti orangtua sendiri. Ma Uum memang layak dibahagiakan. Apalagi kedua matanya tak bisa melihat lagi sejak bulan September 2015. Gelap! Dunia semakin gelap baginya! Tragisnya, ia belum pernah memeriksakan diri ke dokter apalagi berobat ke rumah sakit. Kartu Jamkesmas yang telah ia miliki hilang bersama Kartu Tanda Pendudik (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Kisah pilu anak cucu Adam-Hawa ini sampai kepada #SedekahRombomgan atas informasi warga kepada kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bisa berkunjung ke tempat tinggalnya yang sekarang, yaitu di rumah keluarga Bu Anih S yang sempit, gelap,  dan sederhana. Menurut keterangan Bu Anih, kegiatan utama Ma Uum setiap hari hanya duduk, beribadah, berdoa, berbaring dan tidur. Ketika diajak bercakap-cakap, Ma Uum sendiri sempat mengutarakan keinginannya untuk memeriksakan matanya ke rumah sakit. Mata Ma Uum diduga menderita katarak. Berempati atas apa yang dialami Ma Uum, alhamdulillah sedekaholics #SR  memberinya bantuan dan terus mendampinginya berobat, dibantu warga dan pengurus RW setempat.  Doa Ma Uum selama ini tak sia-sia. Kehadiran #SR telah membukakan secercah harapannya untuk kembali melihat kekuasaan Allah Swt di muka bumi. Setelah dibuatkan Kartu Keluarga (KK) baru dan Kartu BPJS, Bu Uum semakin bersemangat untuk berobat ke RSUD Soreang dan RS Mata Cicendo. Pada akhir Mei 2016 kurir #SR menjenguknya untuk yang keempat kali dan memberinya bantuan lanjutan. Sampai bulan Desember 2016 kondisinya belum ada perbaikan. Tindakan operasi katarak belum bisa dilaksanakan karena retinanya sudah rusak. Ia juga kini mengalami kelumpuhan. Janda tua dhuafa itu masih membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup dan mengupayakan kesembuhannya. Maka untuk melanjutkan pengobatannya, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan kepada Bu Uyum binti Arju yang digunakan untuk biaya transportasi ke Puskesmas dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 940.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Uyum menderita katarak + lumpuh


ADI CARDIA (54, Batu Ginjal). Alamat: Kampung Pagersari RT 1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Adi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan menderita batu ginjal sejak 8 bulan yang lalu. Gejala awalnya, ia tidak dapat buang air kecil dan buang air besar dengan lancar selama 8 hari. Warga sekita, didampingi #SedekahRombongan, membawa Pak Adi ke rumah sakit di Bandung. Di RSUD Al Ihsan Bale Endah, Adi mendapatkan penanganan dengan cepat antara lain dengan pemasangan kateter sehingga pengeluaran air kencingnya lancar kembali. Empat bulan yang lalu, ia juga dirawat di RSUD Al-Ihsan selama 1 minggu dan dilanjutkan dengan rawat jalan dua minggu sekali. #SedekahRombongan telah mendampingi dan memberinya bantuan untuk biaya pembuatan BPJS dan transportasi ke rumah sakit. Setelah berkali-kali didampingi kurir #SR ke RS Al Ihsan Bale Endah Kab. Bandung, Pak Adi berangsur membaik dan masa kritisnya terlewati. Akan tetapi, dokter yang menangani Pak Adi menyarankannya untuk melanjutkan pengobatan di RSHS Bandung untuk memfungsikan kembali saluran kencingnya. Sedekaholiks #SR terus mendampinginya ke RSHS. Tanggal 7 dan 8 Januari 2015 Pak Adi mulai menjalani pemeriksaan awal di RSHS. Ia menginap dua hari di Rumah Singgah SR (RSSR). Tanggal 13 Januari 2015 ia juga menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit yang sama. Pada 27 dan 28 Januari 2015 ia juga harus ke RSHS karena kateternya bocor. Pada 9 Februari 2015 Pak Adi menjalani pemeriksaan sebelum operasi. Karena kondisinya memburuk, jadwal operasinya belum bisa ditentukan. Selasa 14 April 2015 dia didampingi kembali ke RSHS untuk pemeriksaan darah yang hasilnya baru bisa didiagnosa pada Selasa 21 April 2015 sambil menjalani pemeriksaan lainnya yang terus ia jalani sampai awal Juni 2015. Alhamdulillah, berkah sedekah, kini Pak Adi sudah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan sebelum mendapatkan tindakan operasi. Pak Adi tinggal menunggu panggilan untuk dirawat inap dan dioperasi di RSHS Bandung. Pada 3 dan 10 Agustus 2015 Pak Adi ke RSHS lagi untuk menjalani kontrol. Pada Kamis 24 September 2015, kurir #SR menemui Pak Adi di rumahnya, memotivasinya untuk melanjutkan pengobatan. Pada Selasa (29/9/15) MTSR Bandug membawanya kontrol lagi ke RSHS. Sampai akhir Desember 2015, dia belum mendapatkan panggilan dari Bagian Rawat Inap RSHS karena belum ada kamar yang kosong. Sambil menunggu panggilan dari RSHS, dia masih harus kontrol dua minggu sekali ke RSUD Soreang untuk mengganti kateter. Karena terlalu lama menunggu panggilan (hampir empat bulan), Pak Adi mengurungkan kesiapannya untuk dioperasi. Terapi yang ia jalani saat ini hanya mengganti kateter secara rutin. Pada akhir Mei 2016 kurir #SR Bandung Raya menemui Pak Adi di rumah keluarganya. Setelah dimotivasi, ia akhirnya bersedia melanjutkan kontrol rutinnya ke rumah sakit. Pada Agustus 2016 ia menghentikan kontrol rutinnya ke RSHS Bandung karena saudaranya yang biasa mendampingi Pak Adi mendapat pekerjaan di luar daerah. Pak Adi hanya mengganti rutin kateter ke klinik terdekat sambil menunggu panggilan operasi di RSHS Bandung. Pada Desember 2016, Pak Adi menyampaikan keinginannya kepada kurir Mulawarman untuk meneruskan pengobatannya yang tertunda di RSHS Bandung. Kondisinya masih belum membaik, dan ia harus mengulang kembali pemeriksaannya dari awal. Pada awl Mei 2017 kurir #SR di Bandung menjenguknya di rumah saudaranya. Dhuafa ini masih sangat membutuhkan dukungan dan bantuan. Memahami betapa beratnya tahapan ikhtiar Pak Adi, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Adi Cardia yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli obat dan kateter serta biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 945.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 9 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pak Adi menderita batu ginjal


IYUK RUKMANA (45, Diabetes Mellitus). Alamat: Kampung Ciloa RT 3/11, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan kedua anaknya, kini, lelaki yang akrab dipanggil Eruk di kampungnya ini tinggal menumpang di rumah orang tuanya. Rumah yang pernah ia bangun dari hasil keringatnya telah terjual dan uangnya habis digunakan untuk biaya berobat. Pak Eruk tak bisa lagi berdagang keliling sejak ia sakit. Istrinya, Ratmini (39), yang menggantikan posisinya mencari rezeki dengan membuka warung. Pada akhir tahun 2014 bapak dua anak ini mendapatkan musibah: ia menderita kencing manis. Tanpa jaminan kesehatan apa pun, keluarga kemudian memeriksakan Pak Eruk ke dokter praktek dan rumah sakit. Berbulan-bulan lamanya ia keluar-masuk rumah sakit; bahkan sempat beberapa hari ia dirawat untuk mengupayakan kesembuhannya. Akhirnya, tim medis RSUD Soreang memutuskan untuk mengamputasi telapak kaki kirinya. Hampir setahun ia berjalan merangkak. Selama itu pula ia berharap bisa memiliki tongkat. Tetapi, jangankan untuk membeli tongkat, untuk biaya hidup sehari-hari dan kontrol pun ia harus meminjam uang. Kisah duka Pak Rukmana akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi dari pengurus Karang Taruna Desa Panyocokan. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan Pak Eruk dan keluarganya, menyampaikan Tanda Cinta Dhu’afa dari sedekaholics #SR kepadanya, dan menjadikannya pasien dampingan. Walau penanganan luka di kakinya memerlukan waktu lama, secara psikis, ia nampak tegar. Karena Pak Eruk masih harus terus berobat, untuk yang kedua kalinya sedekaholics #SR memberinya santunan yang ia terima di tempat tinggalnya. Pada awal April 2016, keluarganya mengabarkan bahwa Pak Eruk kehabisan obat dan harus kontrol ke Puskesmas. Saat dikunjungi, tercium luka di kaki kirinya mengeluarkan bau, juga tampak bernanah. Dia masih memerlukan bantuan para dermawan untuk mengobati luka bekas amputasi. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, pada bulan April 2016 kembali kurir #SR di Bandung dapat menyampaikan bantuan yang di terima di rumahnya. Pada pertengahan Oktober 2016 dia memberitahukan bahwa persediaan obat telah habis dan dia masih harus berobat. Kurir #SR kemudian menemui Pak Iyuk di rumahnya sambil menyampaikan bantuan lanjutan. Pada pertengahan Februari 2017 Pak Eruk menghubungi kurir Sedekah Rombongan, mengabarkan bahwa dia masih harus berobat. Bersyukur ia mendapatkan bantuan lagi dari para dermawan. Pada Mei 2017, kurir #SR menjenguk Pak Eruk di rumah biliknya. Ia masih harus terus berobat dan mambutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan dapatmenyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Iyuk Rukmana. Ia begitu gembira menerima bantuan ini, apalagi kini ia sudah memiliki Jamkesmas untuk melanjutkan ikhtiar berobatnya. Bantuan Ke-6 ini digunakan untuk biaya membeli obat, transportasi-akomodasi kontrol, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Iyuk menderita diabetes mellitus


JAKA ROMA (56, TB Paru). Alamat : Kampung Ciwidey Tengah RT 1/10, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Maret 2017 Kang Jaka –begitu panggilan sehari-harinya– mengalami demam berat. Hampir satu bulan ia menderita sakit yang dianggapnya hanya flu biasa. Berkeli-kali ia diperiksakan ke dokter praktek dan Puskesmas Ciwidey. Ramuan tradisional juga sempat dijadikan alternatif pengobatan. Berdasarkan rekomendasi dari Puskesmas, Kang Jaka akhirnya dirujuk pengobatannya je RSUD Soreang. Ia diduga menderita TB. Paru. ” Tapi pemeriksaan ke rumah sakit ditunda dulu, Pak, karena tagihan iuran BPJS Mandiri Kang Jaka dan keluarga masih menunggak,” kata istrinya, Ibu Nanih (45) saat menceritakan kronologis sakit suaminya kepadamkurirn#SR di Bandung. Perihal sakitnya petugas kebersihan di Mesjid Besar Ciwidey ini sampai kepada Sedekah Rombongan atas informasi dari Kang Asep Cunarya. Setelah tunggakan Iuran BPJS mereka dilunasi, pada 15 April 2017, Kang Jaka kemudian dibawa periksa ke IGD RS Santosa 2 Kopo Bandung, menggunakan MTSR Bandung. Berdasarkan pemeriksaan di RS swasta ini, ia diduga kuat mengidap TB. Paru dan harus dirawat (diisolasi) di ruang khusus. Tetapi karena di rumah sakit ini ruangan isolasinya tak ada yang kosong, penanganan medis Kang Jaka dirujuk lagi ke RS Paru dr. Rotinsulu di Ciumbuleuit Kota Bandung. “Setelah diperiksa seksama, Pak Jaka positif terserang TB. Paru dan harus dirawat malam ini juga,” kata tim medis di rumah sakit khusus paru itu. Setelah lima hari dirawat inap dan masa kritisnya teratasi, Kang Jaka diperbolehkan pulang, tetapi dia harus kontrol pada 28 April 2017. Pak Jaka Roma dan keluarganya layak mendapatkan bantuan dari para dermawan untuk mengobati penyakitnya agar ia segera sembuh dan dapat menjalankan tugas mulianya: memelihara kebersihan mesjid. Bersyukur sedekaholics berempati atas musibah yang dipikul Pak Jaka dan keluarganya. Dengan izin Allah swt, alhamdulillah, Bantuan Awal dari Sedekah Rombongan telah disampaikan kepada Pak Jaka Roma, yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. “Terima kasih bapak-bapak/ibu-ibu di SR. Semoga Allah Swt membalasnya dengan kebaikan,” doa istrinya. Pada minggu kedua bulan Mei 2017, istri Kang Jaka menghubungi kurir #SR mengajukan bantuan untuk mengantar Pak Jaka kontrol ke RS Paru Rotinsulu Kota Bandung. Meskipun masa kitisnya telah terlewati, Kang Jaka harus kontrol rutin sebulan sekali selama enam bulan. Keluarga dhuafa ini masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan Ke2 untuk Pak Jaka Roma yang digunakan untuk biaya membayar Iuran BPJS, biaya transpasrtasi-akomodasi, dan biaya sehaihari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Jaka menderita TB paru


CECEP RIZAL (44, Radang Usus dan Lambung). Alamat: Kampung Cihanjawar RT 3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Istri Pak Cecep, Yanti Nurianti (36) seorang ibu rumah tangga. Tanggungan keluarga mereka 3 orang dengan jaminan kesehatan yang dimiliki SKTM dan BPJS Kelas 3. Pak Cecep merasakan adanya kelainan pada perutnya saat ia mengalami gejala demam tinggi disertai mual, muntah dan diare. Keluhan itu ia rasakan sepulang dari kegiatan rutinnya berdagang di Pasar Cibeureum Ciwidey, pada 7 Maret 2015. Ditemani istrinya, Pak Cecep segera dibawa periksa ke dokter praktek. Setelah satu minggu belum ada perbaikan, pada 14 Maret 2015 ia dibawa ke IGD Soreang didampingi relawan desa dan kurir #SR menggunakan MTSR Bandung. Ia kemudian dirujuk lagi ke RS Al Ihsan Baleendah Kab. Bandung, dan berobat menggunakan jaminan kesehatan SKTM Kabupaten Bandung. Berdasarkan dugaan sementara tim medis di IGD RS Al Ihsan, Cecep mengalami peradangan usus dan maag. Hasil laboratorium darah tak menunjukkan ke arah  DBD atau demam typhoid seperti dugaan sebelumnya. Semestinya Pak Cecep dirawat, tetapi karena tidak ada ruang rawat inap yang kosong, saat itu, ia dibawa pulang lagi. Pada Selasa, 17 Maret 2015 Pak Cecep menjalani kontrol ke RS Al Ihsan Baleendah Kab. Bandung. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur dapat mendampingi Pak Cecep berikhtiar sampai Juni 2015. Setelah merasa ada kesembuhan, Pak Cece beraktivitas lagi dengan izin Allah Swt. Setelah hampir dua tahun tidak didampingi #SR, Pak Cecep kembali mengajukan bantuan untuk memeriksakan kesehatannya sebelum ia berangkat mencari pekerjaan/berdagang ke Sulawesi. Pak Cecep dan keluarganya layak mendapatkan bantuan para dermawan karena ia kini dalam keadaan terpuruk ekonominya. Alhadulillah, dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan di Bandung dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Cecep Rizal. Bantuan yang disampaikan di rumah kurir ini digunaan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 682.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Cecep menderita radang usus dan lambung


RAISA SALSABILA NURANTI  (10, Santunan Anak Yatim). Alamat : Kampung Cihanjawar RT 3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat. Raisa –begitu panggilan sehari-harinya—adalah anak yatim-piatu yang kini tinggal dan diurus keluarga dari pihak ibunya. Ibunya, Bu Santi Nuranti, meninggal dunia saat Raisa berusia 2 tahun, sedangkan bapaknya, Pak Iman Hilman, dipanggil Allah Swt dua tahun yang lalu. Kedua orangtuanya meninggal karena sakit. Saat dikunjungi kurir #SR, bapak angkatnya mencearitakan bahwa anak tunggal ini mencari ilmi di Kelas 3 SDN Cihanjawar Pairjambu Kabupaten Bandung. “Kondisi ekonomi kami sedang anjlok. Dalam keadaan seperti ini, cukup berat bagi kami menghidupi empat orang tanggungan keluarga. Seandainya ada yang dapat membantu biaya pendidikan Raisa sampai ia bisa mandiri, tentu kami sangat berterima kasih. Anaknya penurut dan rajin belajar, juga rutin mengaji di mushalla,” kata Pak Rizal menambahkan. Kurir #SR amat bersyukur dapat bertemu dengan Raisa dan orangtua angkatnya. Raisa amat layak mendapatkan bantuan agar ia bisa belajar dengan tenang dan mengisi masa anak-anaknya dengan segala keceriaan. Harapan dan doa orangtua angkatnya alhamdulillah dikabulkan. Dengan izin Allah Swt dan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan Bantuan Awal untuk Raisa Salsabila Nuranti. Bantuan yang diterima orang tua angkatnya ini digunakan untuk keperluan sekolah, biaya sehari-hari dan uang saku Raisa. “Terima kasih atas bantuan Sedekah Rombongan. Jazaakumullaah khoirin!

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Santunan anak yatim


TUPARSIH BINTI DIDIN (52, Susp. Gangguan Ginjal). Alamat : Kampung Ciharashas RT 3/5 Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Bersama ibunya, Teh Asih –panggilan sehari-harinya—tinggal di rumah sederhana peninggalan mendiang bapaknya. Di tempat yang sama, tinggal juga kakak kandungnya semenjak Ibu Asih ditinggal suaminya, Pak Cayusman, yang dipanggil Allah Swt beberapa tahun yang lalu. Semenjak di tinggal suaminya, Asih tak punya penghasilan tetap untuk menopang kehidupaan keluarganya. “Bu Asih dan keluarganya layak mendapatkan bantuan, Pak, karena untuk menutupi kebutuhan sehari-hari pun mereka kesusahan. Apalagi setelah Ibu Asih sakit-sakitan,” papar kurir Widi Cincin yang menemui mereka untuk pertama kali di rumahnya. Saat dijumpai, Ibu Asih menceritakan bahwa ia sakit sejak bulan Februari 2017. Awalnya ia kerap mengalami demam dan mual berkepanjangan, dan lama-kelamaan ada pembengkakan di kakinya. Ia pernah diperiksakan ke Puskesmas dan dokter praktek dengan biaya sendiri karena belum memiliki jaminan kesehatan apa pun. Ia diduga mengalami gangguan jantung atau ginjal. Ia belum memeriksakannya secara saksama. “Karena tak sanggup membayar biaya pemeriksaaa, saya belum pernah diperiksakan ke rumah sakit yang lengkap, padahal saya ingin sekali berobat sampai sembuh,” katanya penuh harap. Keinginannya untuk terus berikhtiar alhamdulillah mendapatkan empati sedekaholik #SR. Dengan izin Allah Swt, pada awal Mei 2017 kurir Sedekah Rombongan menemuinya sambil menyampaikan bantuan untuk Ibu Asih dan keluarganya. Bantuan awal ini digunakan untuk membuat Kartu JKSN/BPJS Kelas 3, biaya transportasi-akomodasi keuskesmas dan biaya sehari-hari. “Terima kasih atas bantuan #SR yang tak kami duga ini. Jazakumullah khairan!” doa Ibu Asih dan kakaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu Tuparsih menderita susp. gangguan ginjal


MARTINI BINTI ADANG (32, Operasi Cessar). Alamat: Kampung Ciburial RT.4/12 Desa Margajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Bu Martini tak menyangka di saat kehamilannya yang kelima kali ini harus menjalani operasi caesar di rumah sakit. “Kakak saya, Teh Martini mengalami keguguran. Awalnya dia diperiksakan ke bidan. Tetapi ibu budan kemudian merujuknya ke rumah sakit terdekat. Walaupun tak ada biaya dan tak punya jaminan apa-apa, demi menyelamatkan Martini, akhirnya kami membawanya periksa ke rumah sakit swasta yaitu RS Cahaya Kawaluyaan di Kota Baru Parahyangan,” kata Ibu Enur kepada kurir #SR yang menemuinya di rumah sakit. Ibu Enur adalah adiknya Bu Martini yang setia mendampinginya selama di rumah sakit. “Adik saya masuk rumah sakit tanggal 15 April 2017. Setelah mendapatkan penanganan kedaruratan, pihak dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar karena bayinya sudah meninggal di dalam kandungan. Adik saya terselamatkan. Tetapi kami bingung membayar tagihan biaya rumah sakit yang mencapai Rp.17.000.000,- Suaminya, Pak Rendi (32) lagi bepergian,“ tambah Bu Enur. Kurir #SR di Bandung kemudian menememui bagian administrasi keuangan RS Cahaya Kawaluyaan, untuk meminta keringanan pembayaran, yaitu secara diangsur. Bersyukur permohonan itu dipenuhi manajemen RSCK Kota Parahyangan. Setelah Ibu Martini dinyatakan sehat secara medis, dengan membayar Rp.2.000.000, sebagai angsuran pertama, Bu Martini kemudian dibawa pulang  keluarganya ke rumah kontrakan sempit dan sangat sederhana. Pada akhir April dan awal Mei 2017, Ibu Martini menjalani kontrol ke rumah sakit yang sama. Kurir #SR beryukur bisa mendampinginya dan membayarkan angsuran kedua taghan biaya rumah sakit atas nama Ibu Martini. Sambil berkunjung ke kontrkannya, alham-dulillah, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan untuk Ibu Martini yang digunakan untuk biaya berobat/kontrol dan membayar cicilan II biaya pengobatan/perawatan selama di rumah sakit (Rp.500.000,). “Terima kasih kami ucapkan pada pihak RS Cahaya Kawaluyaan dan Sedekah Rombongan. Semoga Allah membalas kebaikannya berlipat ganda,“ doa Bu Martini sambil menitikkan air mata.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @wisi_cincin

Bantuan biaya operasi cessar


ADNAN PRAMANA (12, Suspect Kelainan Darah). Alamat : Dusun manis, RT 4/1, Desa Luragunglandeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sejak usia 6 bulan, Adnan seorang remaja berusia 12 tahun ini menderita penyakit yang tidak biasa. Hal tersebut dikarenakan tubuh Adnan mudah sekali memar apabila terbentur atau terkena benda yang agak keras. Selain itu, kondisi kesehatannya juga semakin memburuk ketika kakinya tidak bisa tumbuh normal seperti pada umumnya. Kaki sebelah kirinya agak sedikit pendek sehingga membuat jalannya tidak seimbang. Seluruh bagian tubuh Adnan teramat sensitif apabila terbentur. Bagian tubuhnya akan langsung merah memar. Beberapa tahun lalu, bagian tubuhnya terkena silet hingga membuatnya mengalami pendarahan hebat. Akhirnya ia dibawa ke Puskesmas terdekat dan mendapat 6 jahitan. Ia juga pernah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Namun, pihak rumah sakit memutuskan bahwa ia harus di bawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sebetulnya Adnan juga ingin sekali dikhitan, namun karena keadaannya tidak memungkinkan hingga saat ini ia belum dikhitan. Ia pun putus sekolah karena sering mendapat ejekan dari teman-temannya. Sampai saat ini, pengobatan ke RSUD pun urung dilakukan karena terbentur masalah ekonomi orang tuanya. Bapak Jasman (42) selaku ayah Adnan hanya bekerja sebagai buruh cuci dan montir bus dengan penghasilan yang bergantung pada jalan atau tidaknya bus tersebut. Sedangkan Ibu Wiwin (40) hanya ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Adnan pun belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Adnan sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Adnan untuk biaya pembuatan BPJS Mandiri Kelas 3 dan biaya pemeriksaan lanjutan ke RSUD. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Adnan untuk mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Adnan menderita suspect kelainan darah


SARKIM BIN ASMUI (51, Tumor Tenggorokan). Alamat : Dusun Wage, RT 15/6, Desa Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sarkim biasa beliau dipanggil adalah seorang kepala rumah tangga yang memiliki seorang istri dan dua orang anak. Saat ini kesehatan beliau tengah terganggu akibat penyakit tumor yang ada pada tenggorokannya. Beliau sakit sejak 8 bulan yang lalu, berawal ketika beliau memakan mie instan. Secara tidak sengaja ternyata ada steples di dalam mie yang beliau makan. Steples tersebut masuk ke dalam tubuh beliau hingga melukai tenggorokannya. Beliau mulai merasakan sakit hingga lama-lama terjadi peradangan yang mengakibatkan bengkak bahkan suara beliau menghilang. Beliau dibawa ke Rumah Sakit Wijaya Kusuma namun pihak rumah sakit merujuk beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  45 Kuningan. Ketika diperiksa pihak medis memutuskan bahwa beliau positif terkena tumor tenggorokan. Kemudian beliau segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Disana beliau menjalani 2 kali tindakan operasi untuk mengangkat tumor dan memasang kanul untuk alat bantu pernapasan pada tanggal 20 Februari lalu.  Setelah operasi  beliau harus menjalani 12 kali kemo dan sinar. Akan tetapi, baru sekitar satu minggu lalu kembali terdeteksi ada sebuah benjolan di dekat leher. Jadwal kemoterapi pertama adalah pada tanggal 2 Mei 2017. Beliau memiliki kartu jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI namun beliau tidak memiliki biaya lebih untuk transportasi dan akomodasi ke RSHS Bandung. Semenjak sakit, beliau tidak bekerja. Istri beliau, Ibu Titi Sapti (50) pun tidak bekerja. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari keduanya mengandalkan pemberian dari adik-adiknya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Sarkim sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani kemoterapi di RSHS Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Eka

Pak sarkim menderita tumor tenggorokan


MADRASAH DARUL MAARIF (Bantuan Pembangunan Gedung/Ruang KBM). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/1, Desa Sakerta Timur, Kecamatan Darma,  Kabupaten Kuningan. Madrasah Darul Maarif adalah sebuah madrasah yang sudah memiliki banyak murid dan sudah berjalan selama hampir satu tahun. Akan tetapi, proses pembelajaran hanya menumpang di sebuah bangunan Posyandu. Sebetulnya, sudah ada sepetak tanah wakaf untuk membangun ruang belajar mengajar. Hanya saja tanah tersebut masih berupa kebun yang masih penuh dengan semak belukar dan tumbuhan liar. Bapak Nana Heryana (32) dan istrinya Ibu Siti Azizah (26) selaku pengajar dan pemilik madrasah Darul Maarif ini tidak memiliki biaya untuk memulai pembangunan. Sepetak tanah tersebut juga merupakan wakaf dari orang tua Bapak Nana. Selama ini, proses pembelajaran berjalan dengan lancar namun kurang optimal karena masih menumpag bangunan Posyandu dengan fasilitas seadanya. Total semua siswa sendiri ada sekitar 93 orang siswa, dan kegiatan belajarnya setiap hari senin sampai sabtu, itu juga jika gedung posyandu sedang tidak digunakan. Alhamdulillah, rencana Allah begitu menakjubkan dengan mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Nana. Alhamdulilah bantuan kedua dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Bapak Nana untuk membeli pasir dan batu setelah sebelumnya bantuan untuk membeli pasir dan batu juga sudah disampaikan. Santunan kedua disampaikan untuk membeli satu truk pasir dan satu truk batu. Semoga proses pembangunan selalu diberi kemudahan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Daarul Maarif masuk kedalam Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Bantuan pembangunan gedung/ruang KBM


IAN SOPYAN SAURI (28, Tortikolis Sinistra). Alamat : Dusun Manis RT 2/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Seorang pemuda yang akrab disapa Ian ini adalah seorang tukang parkir di sebuah pasar tradisional. Ia mulai menderita sakit pada tahun 2014. Saat itu, ia sedang memanggul barang belanjaan milik orang lain, tiba tiba tulang lehernya seperti ada yang patah, namun Ian tidak merasakan sakit sedikit pun. Kondisi tersebut tidak diberitahukan kepada orang tuanya. Selang beberapa waktu, ada perubahan di leher Ian, lehernya tidak bisa diluruskan lagi seperti sebelumnya. Dengan kondisi demikian, sayangnya Ian tidak melakukan pengobatan medis maupun tradisional. Kemudian pada tahun 2015, Ian dibawa ke pengobatan alternatif dan ke RSUD. Namun, karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan pun dihentikan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ian. Dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan Ian dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan hasil diagnosa dokter Ian menderita Tortikolis Sinistra, yaitu suatu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala terlihat memutar ke samping. Dengan keadaan seperti itu, Ian bekerja tidak maksimal. Saat ini Ian harus rutin menjalani fisioterapi di Rumah Sakit sekar Kamulyan Cigugur, untuk melemaskan otot lehernya. Ian baru menjalani 12 kali terapi dengan menggunakan sinar. Ian harus rutin menjalani terapi sinar selama kurang lebih satu tahun. Kondisi ian saat ini mash belum bisa meluruskan otot lehernya. Ibu Ian, Mulyati (47) bekerja sebagai penunggu bensin eceran, yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, dan ada adik Ian yang masih sekolah. Sedangkan Ayah Ian sudah meninggal dunia. Ian kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit. Biarpun demikian, pengobatannya sedikit terbantu dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan pun dapat menyampaikan santunan keenam kepada Ian untuk biaya transportasi keberangkatan selama berobat ke rumah sakit. Semoga Ian lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Ian masuk kedalam Rombongan 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  2 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Pak Ian menderita tortikolis sinistra


KURNIAWATI BINTI SUGIANTO (41, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Pahing, RT 5/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Uri, biasa beliau dipanggil merupakan anak kedua yang memiliki 4 saudara. Saat ini, di usia kepala empat beliau didiagnosa menderita Ca Mamae dextra atau yang biasa disebut dengan kanker payudara. Gejala awal beliau rasakan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya payudara sebelah kanan beliau terasa sakit, tepatnya di bagian bawah ketiak. Tak lama, pihak keluarga memutuskan  untuk membawa beliau ke dokter umum yang membuka praktek di daerah rumah beliau. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Ibu Uri diperkirakan mengidap kanker payudara. Setelah itu, beliau hanya melakukan pengobatan tradisional dengan hanya meminum ramuan daun sirsak saja. Alhamdulillah beberapa waktu lalu Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Kurniawati sehingga beliau bisa menjalani pemeriksaan awal di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Dari hasil diagnosis tim medis rumah sakit, Ibu Uri mengidap kanker payudara stadium 3 dan adanya kelenjar disekitar payudara sebelah kanannya.  Selain itu, di akhir bulan Nopember lalu beliau telah melakukan operasi pengangkatan kelenjar dan sel kanker. Saat ini beliau harus menjalani tindakan lanjutan berupa kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hanya saja Ibu Uri tidak melanjutkan kemoterapinya dikarenakan tidak adanya pendamping dari pihak keluarga selama pengobatan di bandung. Namun saat ini beliau harus mengkonsumsi obat obatan herbal, sebagai pengganti kemoterapinya. Untuk pengobatan, Ibu Uri terbantu dengan adanya kartu BPJS mandiri kelas 3. Beliau termasuk keluarga yang kurang mampu. Hidup beliau bergantung pada saudara dan kedua orang tuanya yang sudah tua, Bapak Sugianto (80) dan Ibu Wasri (75). Keduanya sudah tidak bekerja hingga akhirnya hidup keduanya bergantung pada anak-anak yang lain. Alhamdulillah, karena bantuan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keenam kepada Ibu Uri untuk biaya membeli obat obatan dari herbal. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Uri. Aamiin. Sebelumnya Ibu Kurniawati masuk kedalam Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Uri menderita ca mamae dextra


IQBAL GHIFARI (5, Hydrocepalus). Alamat : Dusun Wage, RT 1/1, Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Iqbal yang saat ini berusia 5 tahun menderita penyakit Hidrocepalus sejak usianya baru menginjak 3 minggu.Ia dilahirkan secara normal di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan dalam keadaan yang sehat. Akan tetapi, setelah usia Iqbal 3 minggu terjadi pembengkakkan di bagian kepala. Melihat kondisi Iqbal, ia pernah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wijaya Kusumah Kuningan selama 10 hari. Penyakit tersebut membuat pertumbuhan Iqbal terganggu karena di usia 5 tahun ia belum bisa beraktifitas seperti anak seusianya. Ia tidak bisa duduk hingga menyender pun ia merasa kesulitan. Saat ini, Iqbal hanya bisa tidur terlentang. Selain itu, ia juga tidak bisa mengunyah walaupun giginya tumbuh normal. Yang lebih mengkhawatirkan, penglihatan Iqbal tidak berfungsi dengan maksimal dan tidak terlalu cepat merespon sesuatu yang dilihat.Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Iqbal, dan membawa Iqbal ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan untuk pemeriksaan lebih lanjut.Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, Iqbal dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, untuk melakukan CT-Scan. Pada tanggal 22 Maret 2016 tim medis menjadwalkan Iqbal untuk menjalani operasi penyedotan cairan dari kepala. Dan Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar dan operasi penyedotan cairan dilakukan melalui saluran pembuangan urine.Pada tanggal 11 April 2017 ini, Iqbal menjalani kontrol kesehatan sekaligus membuka perban di kepala dan perut. Selain itu, pihak dokter juga menyarankan agar Iqbal harus menjalani konsultasi kepada dokter spesialis anak dan fisioterapi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur sebagai rumah sakit rujukan. Awal mei ini, Iqbal dijadwalkan melakukan kontrol ke poli anak dan kemungkinan harus melakukan fisioterapi. Iqbal menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI.Iqbal merupakan putra dari Bapak Enco Tarsa (45) yang bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilan beliau hanya cukup untuk membiayai kebutuhan pokok sehari-hari. Sementara, Iqbal membutuhkan biaya transportasi ke Rumah Sakit untuk kontrol kesehatan. Alhamdulillah, lewat pertolongan Allah kurir Sedekah Rombongan Kuningan dapat menyampaikan santunan kelima kepada Iqbal. Semoga Allah mempermudah ikhtiar Iqbal agar lekas sembuh. Aamiin. Sebelumnya Iqbal masuk kedalam Rombongan 987.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Iqbal menderita hydrocepalus


LINDA WAHYUDIN (26, TB Paru). Alamat : Dsn. Sukasari, RT 37/9, Ds. Sukanagara, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Sejak 5 tahun lalu, Linda menderita TBC dan rutin mengkonsumi obat hingga 6 bulan. Namun pengobatan berhenti karena dianggap sudah sehat. Pasca melahirkan Zidan (2), kondisi tubuh Linda menurun drastis; sesak nafas, berat badan menurun, dan detak jantung tidak beraturan. Hasil pemeriksaan mantri, Linda ternyata masih mengidap TB dan gangguan jantung sehingga harus di rontgen. Namun karena keterbatasan biaya sampai saat ini belum pernah dilakukan pemeriksaan. Pihak Desa pun sdg membantu Linda untuk mendapatkan jamkes BPJS. Sebagai suami, pendapatan Wahyudin (28) sebagai buruh tani lepas hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan susu anaknya. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Linda dan memberikan bantuan untuk transportasi dan akomodasi selama pemeriksaan ke puskesmas, biaya rontgen di klinik dan ke RSUD Ciamis. Keluarga Linda merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Linda diberikan kesembuhan dan beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @ramlannugraha

Linda menderita TB paru


NIZAM MAULANA (1, Labiopalatoschizies). Alamat : Dsn. Surian, RT 10/5, Ds. Karangpaninggal, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Nizam merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita labiopalatoschizies atau bibir sumbing. Nizam telah menjalani perawatan dengan dampingan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Tasikmalaya. Pada bulan November 2016, Nizam telah menjalani operasi untuk pertama kalinya di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Operasi berjalan dengan lancar dan Nizam harus tetap melakukan kontrol rutin pada waktu yang ditentukan oleh RSUD dr. Soekardjo dan dihubungkan dengan RSUD Ciamis. Alhamdulillah kesehatan Nizam kali ini membaik. 2 Mei kemairin Nizam kontrol di RSUD Ciamis, dan akan melakukan kontrl ulang pada bulan Mei 2017 di RSUD Ciamis. Kondisi nizam kini semakin membaik. Kedua orang tua Nizam, Bapak Lukmanul Hakim (37) dan Ibu Eti Rohaeti (34) merasa agak keberatan dan terbebani karena masalah tersebut. Maklum saja, pendapatan harian Bapak Lukmanul Hakim sebagai seorang buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Nizam menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III untuk menjalani perawatan medis. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan ketujuh kepada Nizam untuk biaya transportasi ke RSUD Ciamis dan beli obat. Semoga kondisi Nizam semakin membaik. Aamiin. Sebelumnya Nizam adalah pasien Rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Nizam menderita labiopalatoschizies


ACU HARDIANSYAH (46, Tumor Kantung Kemih). Alamat : Kp. Krajan, RT 8/4, Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada bulan Juni 2016, Pak Acu mengeluh kesakitan saat buang air kecil. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas dan didiagnosa mengalami prostat. Selang beberapa bulan, Pak Acu merasakan sakitnya semakin menjadi hingga tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Ia pun memeriksakan diri ke RSUD Bayu Asih berbekal fasilitas kesehatan berupa Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS), namun tak terlihat adanya kesembuhan. Ia pun kemudian dibawa ke RS Ramahadi, berharap mendapat kesembuhan. Namun tim medis RS Ramahadi memberi rujukan untuk melakukan pengobatan di RSHS Bandung. Kini hasil sementara Pak Acu didiagnosa mengindap penyakit Tumor Kantung Kemih dan harus menjalani rawat jalan. Kini Pak Acu sudah lama tidak dapet bekerja, padahal ia merupakan kepala keluarga, ditambah ia memiliki dua anak yang masih kecil yang memerlukan biaya untuk sehari-hari. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Acu dan keluarga, kami meyampaikan titipan bantuan dari sedekaholics untuk biaya akomodasi selama pengobatan di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Aam

Pak Acu menderita tumor kantung kemih


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Balik Nama + Perpanjang STNK). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi biaya balik nama kendaraan (BBN) dari pemilik pertama menjadi nama Sedekah Rombongan. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.362.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya balik nama + perpanjang STNK


MUHAMAD RIDWAN (1, Radang Paru – Paru + Hydrocephalus). Alamat : Dusun Ciburang, RT 1/3, Desa Manis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pada saat usia Ridwan menginjak 7 bulan, ia jatuh sakit dengan gejala panas tinggi, batuk-batuk, kembung dan terlihat kurang aktif. Saat itu, ia hanya diperiksa ke bidan dan puskesmas terdekat. Sakit yang Ridwan alami berlangsung lama. Ia baru benar-benar sembuh di usia 9 bulan. Namun beberapa waktu lalu ia kembali sakit dengan gejala yang sama. Kemudian ia dirawat di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan dengan diagnosa radang paru-paru sekaligus Hidrocephalus. Hidrocephalus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak. Karena terkendala masalah biaya, ketika ia baru mendapat perawatan medis selama 3 hari ia dibawa pulang paksa. Saat itu ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga kedua orang tua Ridwan harus menggunakan biaya pribadi. Tak lama, kedua orang tua Ridwan membuat jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3. Tepat pada tanggal 20 Mei 2017 lalu, Ridwan kembali sakit hingga dirawat lagi di RS Sekar Kamulyan selama 3 hari dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Ridwan menjalani perawatan di RSUD selama 10 hari. Kondisi Ridwan setelah pulang dari RSUD Alhamdulillah sudah membaik. Ridwan memiliki kartu jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III. Kedua orang tua Ridwan merasa kesulitan berkenan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit kemarin. Maklum saja ayah Ridwan, Bapak Emar hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan minimum. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ridwan sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Ridwan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ridwan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Ridwan menderita radang paru – paru + hydrocephalus


NIA DEWIANTI (35, Kanker Usus). Alamat : Dusun Sukamukti, RT. 2/4, Desa Mekar Raharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita kanker usus. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus. Beliau menjalani tindakan operasi pemotongan usus sebanyak 2 kali pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari pasca operasi beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif buang air besar. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik setelah melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pertengahan bulan Juni lalu. Ibu Nia harus menjalani check up sekaligus kemoterapi secara rutin ke RSHS Bandung. Pada akhir november lalu, kondisi kesehatan Ibu Nia sempat turun karena terjadi infeksi pada ususnya sehingga jadwal kemoterapi pun harus diundur. Alhamdulillah saat ini keadaan fisik Ibu Nia kembali membaik dan Ibu Nia dapat menjalani kemoterapi lanjutan. Saat ini, Ibu Nia harus melakukan kontol kembali ke RSHS, untuk melakukan rontgen ulang dan cek darah. Karna pemeriksaan 3 minggu yang lalu belum tuntas. Ibu Nia pun sedang menunggu jadwal operasi dari tim medis rumah sakit. Semoga segera ada keputusan untuk melanjutkan operasi. Ibu Nia menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III untuk meringankan beban biaya rumah sakit. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke bandung. Suami Ibu Nia,  Bapak Andrianan (35) saat ini bekerja sebagai pedagang sayuran keliling demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedua belas untuk transportasi ke bandung. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nia merupakan pasien Rombongan 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Nia menderita kanker usus


TETI DARMIANTI (30, Suspect TB Tulang). Alamat : Dusun 4, RT. 2/4, Desa Ciporang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Teti biasa beliau dipanggil mulai sakit sejak usia 5 tahun. Beliau sering sakit sakitan dan muncul benjolan aneh dikepalanya. Saat itu, muncul 3 benjolan di atas kepala. Anehnya benjolan tersebut sering berpindah-pindah. Kedua orang tua beliau pernah membawa beliau ke Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Pihak rumah sakit sudah menyarankan agar beliau segera menjalani operasi. Namun, karena pihak keluarga merasa tidak tega karena usia Teti masih sangat kecil untuk menjalani operasi. Akhirnya, beliau hanya menjalani pengobatan jalan. Kesehatan beliau lama-lama semakin memprihatinkan. Pada tahun 2000, kedua orang tua beliau meninggal dunia. Sehingga sejak saat itu beliau dirawat oleh kakak laki-lakinya. 4 tahun lalu, kondisinya semakin memprihatinkan karena sudah tidak bisa berjalan, dan hanya bisa berbaring saja. Semua badannya terasa kaku dan hanya jarinya saja yang bisa digerakkan. Hal tersebut berawal ketika benjolan yang ada menyerang tulang ekornya. Sejak saat itu, beliau banyak melakukan aktivitas di tempat tidur. Pada Saat kurir Sedekah Rombongan Kuningan mengunjungi beliau pertama kali, tempat tidur beliau sangat tidak layak dan mengeluarkan bau yang menyengat. Banyak sarang semut dan kecoa dimana mana. Alhamdulillah, ada donatur yang memberikan kasur yang layak untuk beliau. Kakak beliau bernama Setiawan (42) dan istrinya bernama Rumiati (39). Kakaknya hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan pas-pasan. Biarpun memiliki kartu kesehatan jenis JKN-KIS PBI, kakaknya tidak memiliki biaya lebih untuk ke rumah sakit. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Teti sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk kebutuhan sehari hari. Semoga Allah memberi kesembuhan dan kesabaran kepada Teti. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Yuyun

Bu Teti menderita suspect TB Tulang


AZMI HAIL MAHLAL (3, Gangguan Perkembangan Motorik). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 3 tahun, ia tumbuh dengan normal, namun perkembangan motoriknya tumbuh dengan lambat. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas. Saat ini Azmi sudah bisa belajar berjalan dan sudah mulai aktif belajar berbicara. Azmi juga sekarang terlihat sangat aktif dan mulai berani berinteraksi dengan sekitarnya, setelah sebelumnya dia anak yang pemalu dan mudah menangis.  Pengobatan rutin yang dilakukan Azmi saat ini adalah dengan terapi sinar. Perkembangan dari fisioterapi rutin ini begitu jelas karna Azmi tak pernah absen mengikuti terapi. Saat ini, Azmi masih melakukan terapi rutin di RS Sekar kamulyan Cigugur kuningan. Setiap satu minggu sekali, Azmi melakukan terapi di rumah sakit. Kondisi Azmi saat ini masih diare dan sering demam. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi untuk ke rumah sakit dan untuk pembelian susu formula. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedua belas kepada Azmi untuk biaya transportasi dan pembelian susu formula. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam pasien Rombongan ke 987.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasaroh87

Azmi menderita gangguan perkembangan motorik


MIDAH BINTI SANASI (72, Lumpuh). Alamat : Dsn. Patinggen II, RT 24/7, Ds. Karangpawitan, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Akhir-akhir ini, reumatik di kaki Midah semakin terasa. Saking linunya seakan menusuk tulang. Midah pun membeli obat warung untuk mengurangi rasa nyeri. Sudah lama kedua kaki Midah tidak bisa berdiri sehingga harus memakai jangka/penyangga. Tidak jarang ia harus mengesot untuk sekedar berpindah tempat. Dgn kondisi tersebut Midah belum pernah pergi berobat meski ia memiliki JKN KIS PBI Kelas III. Suaminya sdh lama meninggal. Kedua anaknya Udin (39) dan Amat (34) mengalami gangguan kejiwaan dan cacat mental. Praktis pendapatannya bergantung pada pemberian tetangga dan pendapatan Amat sebagai kuli pasar. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Ibu Midah dan memberikan bantuan untuk transport dan akomodasi selama pemeriksaan di puskesmas dan klinik. Keluarga Midah sangat terbantu dengan bantuan yg diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Midah diberikan kesembuhan dan sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin, @fhierda, @ramlannugraha

Bu Midah menderita lumpuh


RUHAJI BIN RAMITA (43, Penyumbatan Empedu). Alamat : Jalan Sunan Gunung Jati, Gang Sholeh, RT 11/3, Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Bapak Ruhaji pertama kali merasa sakit dengan gejala panas di perut, gatal dan setelah beberapa waktu kulitnya terlihat menguning. Pada awalnya sakit ini tidak dianggap serius, namun setelah terasa semakin berat, Bapak Ruhaji akhirnya memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Dokter mendiagnosa ada kelainan pada empedu, dan menyarankan agar berobat lebih lanjut ke rumah sakit. Kendala biaya menjadi alasan tidak dilakukannya saran dokter tersebut hingga pada akhirnya kondisi Bapak Ruhaji sangat memburuk dan dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon. Hasil pemeriksaan intensif dokter di rumah sakit ini menyatakan Bapak Ruhaji terkena penyumbatan pada empedu, dan dirujuk untuk berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Bapak Ruhaji adalah suami dari Ibu Siti Saodah (38) yang sehari-hari bejualan siomay keliling untuk menghidupi keluarganya. Bersama empat orang anak, keluarga ini menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Namun kesederhanaan itu menjadi kian sulit ketika Bapak Ruhaji mengalami sakit dan tidak bisa lagi mencari nafkah. Bersyukur fasilitas kesehatan KIS dapat digunakan untuk proses pengobatan Bapak Ruhaji. Sedekah Rombongan turut prihatin dan mencoba memahami keadaan Bapak Ruhaji dan keluarganya dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi dan bekal selama berobat di RSHS Bandung. Semoga keadaan Bapak Ruhaji kian membaik dan segera mendapatkan kesembuhan seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Pak Ruhaji menderita penyumbatan empedu


ARSINI BINTI WADI (55, Kanker Tulang Hidung). Alamat : Desa Kedung Krisik Utara, RT 2/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, enam tahun lalu Ibu Arsini merasakan nyeri di sekitar tulang hidung dan pipi. Tanpa terasa, sakitnya kian menjalar dan muncul benjolan di sekitar hidung. Ibu Arsini sesekali berobat ke puskesmas,  sampai suatu saat benjolan itu terus membesar dan hampir menutup mata kirinya. Barulah dia sadar bahwa sakitnya bukan sekedar biasa saja. Dari puskesmas, Ibu Arsini dirujuk untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter menyatakan Ibu Arsini terkena kanker tulang hidung. Karena sakit yang dideritanya memerlukan penanganan intensif, Ibu Arsini dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun rujukan ini sempat diabaikan karena terkendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari jika harus berada di Bandung selama pengobatan. Ibu Arsini adalah seorang dhuafa yang hanya tinggal berdua dengan suaminya Bapak Akim (70) di sebuah rumah sederhana. Keduanya tidak bekerja dan hanya mengandalkan kepedulian dari para tetangga serta dermawan yang mau membantu. Hal ini disebabkan keadaan sakit dan faktor usia yang memaksa keduanya untuk tidak terlalu banyak beraktifitas. Rumah yang ditempati sekarangpun hasil gotong royong warga sekitar yang bersimpati atas keadaan mereka berdua. Bersyukur untuk biaya pengobatan sudah dijamin oleh BPJS PBI Kelas III. Apalagi setelah Ibu Arsini menderita sakit kanker tulang hidung, maka konsentrasi keduanya hanya fokus pada penyembuhan penyakit tersebut. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke Ibu Arsini, tersirat harapan untuk berobat secara sungguh-sungguh demi kesembuhan sakitnya tersebut. Kendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-haripun diceritakan Ibu Arsini kepada kurir Sedekah Rombongan. Maka, dengan niat membantu yang tulus serta menyampaikan amanat dari para sedekaholics, bantuanpun diberikan kepada Ibu Arsini untuk memenuhi rencana pengobatannya di Bandung. Sejak 1 Juni 2016, Ibu Arsini tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung, dan hasil biopsi menyarankan untuk terapi sinar sebanyak 40 kali. Setelah Idul Fitri 2016 lalu, Ibu Arsini menetap di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung hingga terapinya selesai. Saat ini, Ibu Arsini telah kembali ke kediamannya di Cirebon dan menjalani pemeriksaaan rutin setelah terapi di Bandung hingga beberapa waktu ke depan. Bantuan biaya transportasi diberikan kembali untuk melengkapi proses pengobatan hingga tuntas. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 946. Kini Ibu Arsini sudah terlihat lebih sehat karena semangatnya menjalani proses pengobatan serta berkat do’a dan bantuan dari sedekaholics sekalian.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suniah @asiihlestari

Bu Arsini menderita kanker tulang hidung


RAHMANSYAH BIN MARTONO (7, TB. Tulang). Alamat : Blok Nyongat, RT 8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sampai usianya yang kini sudah menginjak 7 tahun, Rahmansyah tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena sakit berat yang ia derita. Saat usia satu tahun ia mengalami hydrocephalus. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, ia dinyatakan sembuh setelah satu tahun diterapi. Menginjak usia dua tahun ia mengalami TB Tulang kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini, sudah empat tahun orang tua Rahmansyah berikhtiar di Rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk kesembuhan anak keduanya ini. Satu minggu sekali dia kontrol dan dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat ini. Sampai saat ini perkembangan Rahmansyah sangat menggembirakan. Pascaoperasi ia sudah bisa berjalan, setelah dilakukan pemasangan sepatu untuk memudahkan ia berjalan serta bermain seperti anak-anak seusianya. Dengan dukungan sedekaholics, ia rajin menjalani fisioterapi tiga kali dalam seminggu di RSHS Bandung. Rahmansyah juga semakin rajin bersekolah di SD bersama teman-teman seusianya. Ia bersemangat saat belajar membaca, menulis dan berhitung di sekolah yang tidak jauh dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Putra  bungsu dari keluarga dhuafa ini masih membutuhkan dukungan para dermawan. Ayah Rahmansyah, yaitu Martono (55), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibundanya, Aisyah (37) hanyalah ibu rumah tangga biasa. Selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung, Rahmansyah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas. Untuk kelanjutan terapi Rahmansyah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada anak periang ini. Bantuan yang diterima ibunya di RSSR Bandung ini digunakan sebagai biaya transportasi ke Jakarta untuk kontrol pasca pembuatan sepatu kaki kanan Rahmansyah yang terkena TB dan pembelian vitamin tulang. Semoga Rahmansyah segera dapat pulih dari penyakitnya. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat pada Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela  @ahmaedshaleh @avinptr @asiihlestari

Rahmansyah menderita TB. tulang


HASAN SUHERLAN (42, Ca Nasofaring). Alamat : Kampung Cipagedongan RT 1/1 Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sejak akhir tahun 2016 Kang Hasan –panggilan sehari-harinya—menderita sakit sangat serius: benjolan di leher. Awalnya, ia mengira hanya benjolan biasa. Karena dari waktu ke waktu benjolannya semakin membesar, Kang Hasan mulai khawatir. Berbagai ikhtiar penyembuhannya kemudia dia lakukan, baik melalui medis maupun nonmedis. Berbekal JKSN-BPJS /KIS Kelas 3, dia berkali-kali dibawa periksa ke Puskesmas Pacet dan RSUD Cianjur. Berdasarkan hasil pemeriksaan, para medis di RSUD Cianjur menyimpulkan bahwa Pak Hasan Suherlan diduga kuat terserang Kanker Getah Bening (Ca Nasofaring). Akhirnya penanganan medisnya dirujuk ke RSHS Bandung.  Buruh serabutan itu semakin bingung. Di tengah kemiskinannya dia harus berjuang mengobati penyakitnya di kota Bandung. Padahal, untuk biaya hidup sehari-hari pun dia harus banting tulang, walaupun dia hidup sendiri setelah berpisah dengan isterinya. Beruntung dia bertemu dengan kurir Cipanas, Pak Agung, yang membuka harapannya untuk terus mengupayakan kesembuhannya. Pada akhir April 2017 Kang Hasan kemudian diantar kurir Cipanas ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung untuk mengawali pemeriksaannya di RSHS Bandung. Saat itu kondisinya tidak bisa berdiri lama karena sering pusing. Kang Hasan amat layak mendapatkan bantuan para dermawan. Selain penyakitnya memerlukan penanganan yang lama, ia juga termasuk dhuafa yang tetap semangat untuk berobat. Alhamdulillah, harapannya terkabulkan. Dengan empati sedekaholik, Pak Hasan juga mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan. Bantuan awal yang disampaikan di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat dan biaya sehari-hari. “Terima kasih Sedekah Rombongan telah membantu kami. Jazaakumullah !” doa Pak Hasan dan saudaranya yang ikut mendampinginya.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @agung

Pak Hasan menderita ca nasofaring


ALIYAH JANNAH (32, Typus + Mag Kronik). Alamat: Kampung Cihareuday RT 1/16, Desa Margamulya, Kecamata Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Selama dua bulan lebih Ibu Aliyah kerap mengalami demam, pusing dan sakit di kepala, juga lesu. Seiring perjalanan waktu, nafsu makannnya menurun sehingga ia semakin terpuruk dan hanya bisa berbaring. Upaya penyembuhan yang telah dilakukan hanya pengobatan tradisional dan alternatif. Ia belum pernah diperiksakan ke dokter, Puskesmas apalagi rumah sakit, karena ketiadaan biaya dan tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Suaminya, Bapak Ayi Jana (37), hanyalah buruh harian yang bekerja di penggilingan padi yang berada di luar desanya. Dengan penghasilan yang tak seberapa, berat bagi keluarga dhuafa ini untuk mengobati anggota keluarganya ke rumah sakit sampai tuntas. “Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun, mereka kesulitan,” kata Pak Ajang, pengurus lingkungan yang menemani kurir #SR saat mengunjungi Ibu Aliyah yang terbaring di rumah bilik sederhana milik orangtuanya. Berdasarkan penuturan ibunya, sejak November 2016 Ibu Aliyah sakit. Karena kondisinya sangat mengkhawatirkan, siang itu juga Ibu Aliyah dibawa periksa ke IGD RSUD Soreang dan didaftarkan sebagai pasien Jamkesda Kab. Bandung yang persyaratannya disusulkan. Didampingi keluarga dan kurir Kab. Bandung, Ibu Juju dan Pak Asep Cunarya, alhamdulillah, ibu Aliyah mendapatkan pelayanan medis di IGD RSUD Soreang dan esok harinya dia langsung dirawat inap di sana. Setelah dirawat 12 hari di RSUD Soreang, ia kemudian dijemput MTSR Bandung. Kondisinya mulai pulih, tetapi dia masih harus kontrol. Memahami betapa beratnya cobaan hidup yang dialami keluarga dhuafa ini, pada Januari 2017 Sedekah Rombongan memberi mereka santunan dari sedekaholics #SR yang digunakn untuk biaya pembuatan kartu SKTM/Jamkesda Kab. Bandung, biaya sehari-hari selama dirawat di rumah sakit, dan biaya membeli obat. Pada minggu pertama Mei 2017, Ketua RW di kampung Ibu Aliyah menghubungi kurir #SR, meminta bantuan untuk membawa periksa Ibu Aliyah ke IGD RSUD Soreang. “Kondisinya menurun drastis Pak, padahal ia sudah mulai bisa beraktivitas. Dalam beberapa hari ini ia kerap tak sadarkan diri dan kini jadi  lumpuh,” papar Pak RW Lili. Didampingi ibunya, MTSR Bandung kemudian membawa Ibu Aliyah diperiksakan ke IGD RSUD Soreang. Ikhtiar kesembuhannya masih perlu waktu lama, dan dia masih membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk Ibu Aliyah Jannah. Bantuan Ke-2 ini digunakn untuk biaya akomodasi selama berobat, membeli pampers dan vitamin, serta biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @teguh

Bu Aliyah menderita typus + mag Kronik


MUHAMMAD YUSUF (53, Gangguan Syaraf + Vertigo). Alamat : Tempat Pembuangan Sampah, Jl. Manunggal, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Usuf akrab ia disapa merupakan seorang pemulung yang tinggal di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada di daerah Bogor Tengah. Ia membangun gubuk kecil yang sangat sederhana untuk di tempati bersama anaknya. Tiap harinya Pak Usuf berkeliling Bogor Tengah untuk mencari barang bekas yang bisa dijual kembali oleh Pak Usuf. Setahun belakangan ini kondisi tubuh Pak Usuf mulai menurun, ketika bangun tidur sekujur tubuhnya sakit yang luar biasa terutamanya di bagian Kaki dan Kepala. Karena tidak memiliki biaya untuk berobat akhirnya Pak Usuf hanya mengkonsumsi Obat – Obatan warung saja. Pernah sekali ia memeriksakan kondisinya ke Dokter prakter dan dokter menyebut ada gangguan syaraf dan harus melanjutkan pemeriksaan ke RSUD agar dapat hasil yang lebih jelas.  Ketika di kunjungi Oleh Kurir Sedekah Rombongan di daerah dekat TPS, Terlihat Pak Usuf sedang merintih kesakitan di bagian Kakinya. Saat di tanya apakah memiliki jaminan kesehatan ia menyebut tidak memiliki jaminan kesehatan apapun karena tidak memiliki kartu identitas apapun. Untuk sementara kurir Sedekah ROmbongan akan berkordinasi dengan dinas terkait untuk membantu Pak Usuf membuat jaminan kesehatan agar dapat berobat. Bantuan Awalpun diberikan untuk Pak Usuf yang digunakan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit. Semoga Pak Usuf segera lekas pulih agar dapat kembali mencari nafkah seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Pak yusuf menderita gangguan syaraf + vertigo


ANANDA KEISYA SYAPUTRI (1, Atresia Ani). Alamat : Kampung Anyar, RT 4/6, Kelurahan Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bayi cantik ini biasa dipanggil Keisya, bayi yang baru berusia 5 bulan ini sejak lahir diberikan keistimewaan oleh sang pencipta, sejak lahir Keisya tidak memiliki Anus yang dalam bahasa medis disebut Atresia Ani. Keisya sudah melakukan berbagai pengobatan mulai dari RSUD. Kabupaten Bogor hingga sekarang dirujuk di RS. Fatmawati. Pihak RS. Fatmawati telah melakukan operasi pertama untuk membuat saluran baru untukKeisya, namun itu hanya operasi awal yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit, dokter yang menangani Keisya menyebut bahwa akan ada tahapan operasi selanjutnya untuk Keisya. Mendengar kabar seperti itu dari Dokter, orang tua Keisya mulai kebingungan untuk memenuhi biaya yang diperlukan Keisya dalam menjalani tahapan demi tahapan pengobatan di RS. Fatmawati. Oni (19) ayah keisya tidak memiliki pekerjaan yang tetap yang membuat tidak bisa berbuat banyak untuk pengobatan anaknya. Walaupun Keisya mempunyai BPJS PBI untuk biaya pengobatannya tapi Oni dan Nova tidak memiliki biaya untuk akomodasi control Keisya ke RS. Fatmawati. Beberapa kali control ke RS. Fatmawati sering dibantu oleh kakek dan neneknya, namun mereka merasa sudah terlalu banyak membebani orang tua mereka. Mendengar cerita dari Oni dan Nova, kurir #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka untuk mengobati anak mereka. Keisya telah menjalani Operasi kedua pada bulan Desember lalu dan sekarang harus kembali melakukan kontrol rutin untuk melihat perkembangan Keisya selanjutnya agar dapat menentukan pengobatan lanjutan yang akan di jalani Keisya Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk Keisya yang akan digunakan sebagai biaya akomodasi Keisya control ke RS. Fatmawati pasca Operasi. Semoga Keisya cepat sembuh dan dapat tumbuh seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 919

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Keisya menderita atresia ani


SITI RUKOYAH (48, Ca Mammae). Alamat : Kedung Halang Talang No. 5 Rt. 04/11, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Berawal pada bulan Februari Bu Siti merasakan sakit di bagian punggung da nada sedikit benjolan di daerah payudaranya, namun karena dikira tidak berbahaya akhirnya dibiarkan begitu saja oleh Bu Siti dan terkadang hanya berobat tradisional dengan diurut jika sakit tersebut muncul kembali. Puncaknya pada bulan Agustus 2016 Bu Siti tidak bisa bangun dari tempat tidurnya karena lemas disertai pusing di kepala. Karena khawatir akan kondisi kesehatan istrinya, Bu Siti dibawa oleh Suaminya ke RS. FMC Cibinong, lalu kembali di rujuk ke RSUD Kota Bogor dengan alasan bahwa di RS tersebut tidak ada kamar. Saat di RSUD Kota Bogor dan di periksa oleh tim medis di RS tersebut akhirnya ketahuan bahwa sakit yang selama ini di rasakan Bu Siti adalah Kanker Payudara (Ca Mamae). Bu Siti menggunakan BPJS Mandiri kelas 3 untuk membiayai pengobatan nya selama di RSUD untuk kemoterapi,namun yang menjadi kendala adalah tidak adanya biaya untuk akomodasi dan untuk menebus obat yang tidak di cover oleh BPJS tersebut. Karena masih panjangnya proses pengobatan Bu Siti akhirnya dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan, Ia bercerita penghasilan suaminya sebagai kuli bangunan hanya cukup untuk makan dan untuk biaya sekolah ke 3 anaknya sehingga tidak ada untuk Bu Siti memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit. Kini Bu Siti masih rutin memeriksakan kondisi kesehatannya ke RS. Dharmais untuk penjadwalan operasi. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk Bu Siti yang akan digunakan untuk membantu biaya akomodasi serta untuk menebus obat yang tidak di cover oleh BPJS. Selang beberapa hari setelah diberikan bantuan lanjutan ke Bu Rukoyah ternyata Allah Subhanahu wataa’la lebih sayang kepada Bu Rukoyah, Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit pada tanggal 20 Maret 2017. Semoga Allah menempatkan Bu Rukoyah di tempat terbaiknya serta Allah senantiasa melipatgandakan kebaikan – kebaikan dari para donatur SR. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Bu siti menderita ca mammae


RAFI ARYA SATYA (3, Hydrocephalus). Alamat : Jl. Kasuari 03, RT 7/3, Desa Tegalreja, Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Anak pasangan Mia Rusmiati 28 tahun, dan Muhamad Armanto 29 tahun, ini lahir dari keluarga yang ayahnya bekerja sebagai seorang sopir antar jemput anak sekolah.  Di bulan November 2012 pada usia Rafi yang baru berusia 40 hari, Rafi menderita sakit panas dan setelah panasnya turun,Rafi mengalami kejang-kejang. Oleh orangtuanya, Rafi dibawa ke RS. Hermina Bogor dan karena memerlukan pemeriksaan lebih detail, maka Rafi dirujuk untuk dibawa ke RS lain yang lebih lengkap alatnya, untuk dilakukan CT Scan. Setelah dilakukan proses CT Scan di RS. Azra, Rafi di diagnosa menderita hydrocefalus dan dirujuk ke RS. PMI Bogor dan kemudian setelah dirawat di RS. PMI Bogor, Rafi dirujuk kembali ke RSCM Jakarta. Setelah dilakukan perawatan di RSCM, Rafi dirujuk kembali ke RS. Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan operasi pemasangan selang di kepalanya. Karena keadaan ekonomi semakin sulit dan untuk pengobatan Rafi membutuhkan biaya dan waktu yang panjang, maka ayah Rafi memutuskan untuk kembali ke Bogor agar dapat bekerja menjemput nafkah. Sehingga Rafi dan orang tuanya kembali ke Bogor dan tinggal di rumah kontrakan di daerah Bantar Jati Atas, RT 03/13, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Setelah di bulan Nopember 2016 pada rombongan 917 diberikan bantuan akomodasi kontrol ke RS Sardjito Yogyakara, Kali ini bantuan lanjutan diberikan untuk Kembali kontrol ke RS Sardjito Yogyakarta untuk Rafi. Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi Rafi. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Rafi menderita hydrocephalus


CICI CAHYANI (10, Ginjal Bocor). Alamat : Kampung Cikaret, RT 5/3, Kelurahan Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Cici biasa kami menyapa gadis kecil ini, sudah sejak 2 tahun yang lalu Cici di diagnosa Ginjal Bocor oleh dokter di RSUD. Kota Bogor yang menyebabkan semua badan Cici menjadi bengkak serta membuat Cici tidak bisa banyak melakukan kegiatan karena akan membuat ia akan merasa kesakitan hingga pingsan. 2 tahun yang lalu Cici pernah melakukan serangkaian pengobatan di RSUD. Kota Bogor dengan menggunakan JKN – BPJS mandiri kelas 2 yang dibuatkan oleh salah seorang kader desa, namun karena kedua orang tua Cici tidak sanggup untuk membayar iuran setiap bulannya akhirnya pengobatan Cici sempat terhenti pada awal tahun 2016 dan Cici hanya melakukan pengobatan tradisional saja di dekat rumahnya. Makin lama kondisi Cici makin menurun hingga membuat ia sulit untuk berjalan dan harus dibantu oleh kedua orang tuanya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk melihat kondisi Cici di rumah sederhananya. Saat itu sekujur badan Cici membengkak yang membuat ia terus – terusan menangis karena menahan sakit. Orang tua Cici kebingungan karena tidak memiliki biaya akomodasi untuk membawa Cici berobat ke RSUD. Kota Bogor yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya serta tunggakan BPJS yang belum di lunasi hingga kini. Pak Endang hanya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari sedangkan Bu Yanih hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa hingga tidak bisa melakukan banyak hal untuk pengobatan anaknya. Kini Cici dirujuk kembali ke RSUD Fatmawati supaya mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap disana. Kini kondisi Cici semakin menunjukan kemajuan yang baik, Badannya sudah tidak membengkak serta sudah dapat mengkonsumsi makanan pokok setiap harinya.Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk Cici yang digunakan untuk bekal dan akomodasi sehari – hari di RSUD Fatmawati. Semoga Cici lekas segera sembuh dan dapat bermain dengan anak – anak Seusianya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 958

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @abah_accit @rexy_eas

Cici menderita ginjal bocor


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Balik Nama + Perpanjang STNK). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk Biaya Balik Nama MTSR Bogor Serta untuk membayar Pajak Tahunan MTSR Bogor. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan 984

Jumlah Bantuan : Rp. 5.500.000,
Tanggal :  6 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya balik nama + perpanjang STNK


NURUL FADHILA (20, Susp. TB Paru + Infeksi Lambung). Alamat : Gang Masjid, RT 2/6, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Nurul biasa kami memanggil awalnya hanya merasakan sakit di bagian perutnya sekitar 4 bulan yang lalu, karena mengira hanya sakit maag biasa Nurul hanya meminum obat maag yang dibelinya diwarung. Namun sakit tersebut bukannya hilang malah semakin menjadi yang membuat Nurul tidak bisa melakukan pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga. Karena merasakan khawatir dengan kondisinya, Nurul memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas dan lagi lagi hanya diberikan obat maag oleh pihak Puskesmas. Sebulan terakhir Nurul merasakan kalau berat badannya berangsur turun dengan drastic yang membuat ia makin khawatir dengan kondisi kesehatannya, kembali ia memeriksakan kondisinya ke Puskesmas dan oleh pihak Puskesmas memberikan diagnosa awal kalau Nurul mengidap Susp. TB Paru dan infeksi lambung dan harus dirujuk ke RSUD. Kota Bogor untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Walaupun untuk biaya pengobatan memiliki JKN-BPJS Mandiri Kelas 3, Nurul tidak pernah memeriksakan kondisi kesehatannya karena tidak memiliki biaya untuk akomodasi. Nurul merupakan seorang Yatim piatu yang sejak beberapa tahun lalu ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya yang membuat ia harus mencari nafkah sendiri untuk menghidupi dia dan adik – adiknya. Kini kondisi Nurul makin menurun karena kurang nya asupan makanan yang bergizi yang ia konsumsi karena tidak adanya biaya untuk membeli makanan yang bergizi. Alhamdulillah bantuan lanjutan dari  para sedekaholics untuk Nurul yang akan digunakan untuk biaya akomodasi lanjutan Nurul berobat ke RSUD serta untuk membeli makanan bergizi untuk membantu pemulihan Nurul. Semoga Nurul lekas kembali pulih agar dapat kembali mencari beraktifitas seperti biasanya. Aamiin. Banuan Sebelumnya masuk di Rombongan 945

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Nurul menderita susp. TB paru + infeksi lambung


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional April 2017). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk Operasional MTSR untuk membeli Bbm serta tol dalam rangka mengantar jemput pasien ke Rumah Sakit selama bulan April 2017. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan 984

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,
Tanggal :  10 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya balik nama + perpanjang STNK


IKHLAS BIN SANJE (52, Tumor Ganas). Alamat : Dusun 04, Blok Wage, RT 6/7, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Ikhlas biasa ia dipanggil, satu bulan yang lalu sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Cirebon. Gejala penyakitnya berawal pada tahun 2015, ia menemukan benjolan kecil pada bagian dada. Ia menduga bahwa itu hanya benjolan biasa yang akan mengecil dan normal kembali dengan sendirinya tanpa harus diobati. Namun tanpa disadari benjolan pada dadanya tersebut semakin hari semakin membesar. Bersama istrinya, ia menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon dan dilakukan tindakan operasi pertama untuk menghilangkan benjolan tersebut. Selang beberapa bulan pada tahun 2016 benjolan pada dadanya tersebut kembali muncul dan membesar sehingga dilakukan operasi keduanya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah operasi kedua, benjolan tersebut ternyata kembali tumbuh bahkan kini semakin hari ukurannya semakin membesar. Diketahui benjolan pada dadanya tersebut merupakan tumor ganas. Pak Ikhlas kembali menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Permata Cirebon dan kembali dirujuk ke RSHS Bandung untuk operasi pengangkatan tumor yang kembali tumbuh di bagian dadanya itu. Pak Ikhlas adalah kepala keluarga yang memiliki sepuluh anak, berprofesi sebagai imam masjid dan istrinya, Aryanti (47) hanya mengurus rumah tangga. Hingga saat ini, biaya pengobatan menggunakan Jamkesmas yang dijamin oleh pemerintah. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya yang tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan pemberian dari anak yang telah bekerja namun hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan keprihatinan dan kesulitan yang mereka alami, bantuanpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi selama melakukan perawatan di rumah sakit. Semoga Pak Ikhlas segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja seperti biasa untuk menafkahi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @suniah @aulia

Pak Ikhlas menderita tumor ganas


RAPISA BIN MASTUBE (50, Stroke). Alamat : Gang Kisangu, RT 4/1, Desa Jadimulya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Rapisa -begitulah sapaan akrabnya-, selama satu bulan ia hanya mampu berdiri dan berjalan dengan tertatih. Gejala penyakitnya berawal pada Idul Adha tahun lalu tepatnya September 2016, ia merasakan sebagian organ tubuhnya tidak berfungsi dengan baik, sehingga ia melakukan pengobatan di Puskesmas sekitar tempat tinggalnya. Selang beberapa hari kemudian, ia mengalami perdarahan saat buang air besar yang kemudian menurut dokter Puskesmas harus segera diobati. Kondisi keuangan Pak Rapisa tidak mencukupi, karenanya Pak Rapisa hanya menjalani pengobatan pijat refleksi agar sebagian organ tubuhnya dapat berfungsi dengan baik seperti sedia kala. Selanjutnya, keadaan ekonomi yang kian terpuruk setelah Pak Rapisa tidak lagi bekerja, membuat ia tidak lagi menjalani pengobatan apapun. Pak Rapisa merupakan kepala keluarga yang memiliki enam orang anak, berprofesi sebagai buruh serabutan membuatnya hanya mampu mencukupi kebutuhan makan sehari-hari dan istrinya Sri Hartati (46) hanya mengurus rumah tangga dan tidak bekerja. Bersyukur biaya pengobatan Pak Ikhlas menggunakan KIS yang dijamin oleh pemerintah. Kurir Sedekah Rombongan mencoba memahami keadaan dan ungkapan kesedihannya yang tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan pemberian untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk membantu biaya sehari-hari dan biaya pengobatan. Semoga Pak Rapisa segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh  @aulia

Pak Rapisa menderita Stroke


SITI KOMSYAH (16, Katarak). Alamat : Blok Kebagusan, RT 2/10, Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Kokom –demikian kami akrab menyapanya- sudah memiliki kelainan pada mata kirinya. Dan ketika Kokom duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas enam, mata kanannya juga mengalami gangguan penglihatan, berawal dari minus sampai merambat ke silindris dan akhirnya dokter mendiagnosa Kokom terkena katarak. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi, namun karena keterbatasan biaya, sakit pada mata Kokom hanya diberi obat tetes mata dan dibantu dengan mengenakan kacamata. Hal ini menyebabkan Kokom seringkali kesulitan mengikuti pelajaran karena susah membaca dan matanya terasa perih untuk melihat terlalu lama apalagi jika disertai terpapar sinar matahari langsung. Setelah berdiskusi dan Kokom menyatakan kesediaanya untuk menjalani pengobatan lanjutan, kurir Sedekah Rombongan membantu proses pembuatan surat rujukan dari Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon untuk dibawa ke Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo Bandung. Saat ini Kokom telah selesai menjalani pemeriksaan di RSM Cicendo Bandung dan dokter memberikan kacamata baru untuk membantu penglihatannya. Selama beberapa bulan ke depan Kokom masih akan menjalani pemeriksaan rutin di RSM Cicendo Bandung. Kokom adalah seorang yatim piatu, putri almarhum Bapak Sarja dan almarhumah Ibu Karwina. Saat ini dia tinggal bersama budenya. Keadaan dia yang sederhana namun memiliki semangat untuk belajar dan aktif di organisasi terlihat jelas ketika kurir Sedekah Rombongan menemuinya di SMA Negeri 1 Jamblang, tempat dia bersekolah. Selama ini, biaya pengobatan Kokom menggunakan fasilitas BPJS PBI Kelas III. Bantuan transportasi, biaya hidup dan pendampingan selama pengobatan di Bandung diberikan Sedekah Rombongan untuk Kokom. Bantuan sedekaholics telah meringankan beban seorang yatim piatu yang saat ini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Cirebon dan bantuan sebelumnya termasuk dalam rombongan 995.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh aulia

Siti menderita katarak


NENI SURYANI (35, Retak Tulang Pinggang + Urat Terjepit). Alamat: Kampung Padarame RT 1/5, Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Penderitaan Ibu Neni dialaminya sejak bulan November 2016. Sejak melahirkan anak yang ke-6, ia merasakan pingganggnya sakit dan ia tidak bisa bangun dari tidurnya. Sejak itu ia bisa terbaring di kamarnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Rancamaya, ia dinyatakan mengalami retak tulang pinggang da nada uratnya yang terjepit. Dokter rumah sakit pun memberikan surat rujukan agar ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Akan tetapi, karena factor ekonomi, suami dan keluarganya yang miskin tidak bisa membawanya berobat. Suami Ibu Neni, Bpk. Enjang, tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia bekerja serabutan dan sesekali bekerja sebagai kuli bangunan kalau ada yang mengajaknya bekerja ke kota. Ibu Neni dan Bpk. Enjang memiliki enam orang anak yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana, yang banguannya belum selesai. Setelah selama empat bulan terbaring dalam kepasrahan, kabar tentang penderitaannya sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan di Bandung melalui saudaranya yang tinggal di Bandung. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Ibu Neni untuk melihat keadaannya. Dari hasil kunjungan Kurir #SR itu diketahui bahwa Ibu Neni dan keluarganya adalah keluarga dhuafa yang benar-benar memerlukan uluran tangan demi membantu pengobatan Ibu Neni dan meringankan beban hidup keluarganya. Pada kesempatan itu pula, alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan segera memberikan bantuan uang, titipan dari para Sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaannya. Bantuan uang tersebut digunakan untuk biaya pemeriksaan, rontgent, dan biaya transportasi membuat surat rujukan dari Rumah sakit dan BPJS di daerah setempat. Pada Mei 2017 Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan uang untuk transportasi dan bekal berobat ke RSHS Bandung. Selain itu, Kurir #SR memberi pendampingan selama pemeriksaan dan pengobatan di RSHS Bandung dan selama pengobatan Ibu Neni menginap di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima  @lisdamojang  @cincin

Bu Neni menderita retak tulang pinggang + urat terjepit


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (8, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (6, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); LISHA ZAHRA PERMATASARI  (5, ADHD Kombinasi). Alamat : Jln. Lembang Baru IV No 12 B, RT 2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Kondisi Rifki   kembali cenderung lebih agresif sehingga obat penenangnya ditingkatkan dosisnya namun ia sudah tidak tempramental. Zaskia mengalami peningkatan, ia sudah bisa mulai mengeja dan membaca 1 kosakata dan sudah bisa menulis tanpa kaku jarinya. Ia pun sudah bisa duduk tenang ketika diminta. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya juga diduga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anak – anaknua sedangkan mereka masih harus terus menjalani pengobatan. Ketiga anak Bu Ade masih menjalani terapi di RSCM Jakarta. Bu Ade sempat mengalami pendarahan dan tubuhnya terus melemah karena darah yang terus keluar. Ia hanya dapat mengistirahatkan dirinya di rumah karena harus terus mendampingi anaknya berobat ke rumah sakit. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan biaya terapi ADHD kombinasi dan gejala autisme ringan


KURNIANDI METIARIDHO (11, CTEV). Alamat: Lawatan RT. 1/1, Dukuh Turi, Tegal, Jawa Tengah. Dik Ridho merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Solo sejak tahun 2015 lalu. Sejak lahir Dik Ridho sudah mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya. Meski begitu, Dik Ridho termasuk sosok yang rajin dan pantang menyerah. Bahkan ia pernah bekerja di tempat pengrajin bulu angsa. Ayahnya, Kuwatman (40) bekerja sebagai penjual mie ayam yang berpenghasilan tidak menentu. sementara Ibunya Kurninda (35) tidak bekerja. Dik Ridho pernah mendapat bantuan pengobatan dari luar. Namun tidak sampai selesai sudah terhenti. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Ridho dan keluarga. Sehingga pengobatan bisa dilanjutkan kembali. Sejauh ini, Dik Ridho telah menjalani dua kali operasi. Kondisi terkini, kakinya sudah bisa untuk berpijak dan akan melaksanakan kontrol kembali bulan Juni mendatang. Santunan ke-12 kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan Solo untuk biaya akomodasi dan transportasi dari Tegal ke Solo (PP) . Santunan sebelumnya telah masuk dalam rombongan 961. Dik Ridho dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada #SedekahHolic. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang jauh lebih baik lagi. Aamiin

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir:@Mawan @Anissetya60 @Ayak

Ridho menderita CTEV


ISTINA BINTI SUTARJI, (40, Ca Cervix). Beralamat : Dukuh Gedungbendo Rt 2/10  Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Ibu Istina mengalami tumor kandungan, berawal pada Mei 2016 beliau merasakan kembung, lalu diperiksakan ke puskesmas, namun setelah beberapa hari tidak kunjungan membaik. Kemudian dibawa ke klinik, oleh dokter dilakukan USG dan terdapat benjolan. Menurut diagnosa dokter, benjolan tersebut adalah kista. Oleh dokter diberi rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sragen. Ibu Istina menjalani biopsi, lalu didiagnosa tumor ganas dikandungan dan dirujuk ke Rumah Sakit Dr Moewardi (RSDM) Solo. Selama ini, Ibu Istina harus menjalani kontrol rutin setiap bulannya dan harus bolak-balik dari Ngawi ke Solo dan sebaliknya menggunakan alat transportasi umum. Terakhir kontrol pada bulan November dan akan dijadwalkan operasi pada tanggal 23 Desember ini, namun selama di rumah, perut Ibu Istina semakin membesar. Bahkan berat badan beliau sudah naik 6 kg. Dengan membesarnya perut beliau, membuat nafas menjadi sesak. Menurut dokter, cairan diperut tersebut sudah masuk ke paru-paru dan ginjal. Saat ini Ibu Istina menjalani rawat inap di RSDM untuk menunggu jadwal operasi. Namun setelah hampir 50 hari di RSDM, Bu Istina belum mendapat tindakan operasi karena cairan yang berada di paru-paru masih banyak dan kadar gula pada darah cukup tinggi sehingga apabila ingin dilakukan tindakan operasi akan sangat berbahaya. Suami Ibu Istina, Bapak Sri Handoyo (48) hanya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang tidak menentu. Sekali kerja hanya mendapat penghasilan Rp 30.000,00. Namun, karena harus menemani istrinya berobat, sehingga Bapak Handoyo tidak bisa bekerja. Padahal beliau masih mempunyai 3 tanggungan anak, Istiantoro (23),  Handini (14) dan Hasim (7). Keluarga beliau tergolong keluarga yang tidak mampu, sehingga mendapatkan Kartu Indonesia Sehat untuk berobat. Meskipun demikian, beliau mengalami kesulitan untuk biaya selama menjalani pengobatan dan untuk biaya sekolah anak. Oleh karena itu, kurir SR menyampaikan santunan ke-3 untuk membantu biaya berobat Ibu Istina, yang sebelumnya masuk pada rombongan 952. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

‌Jumlah bantuan : Rp 500.000
‌tanggal : 20 April 2017
‌kurir : @mawan @anissetya60 @shofawa

Bu Istina menderita ca cervix


MARYATI BINTI KASNURI (32, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Jln. Kakaktua RT 4/3 No.10, Gang 1 Randu Gunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2013 lalu, Bu Maryati memiliki benjolan di bagian payudaranya. Kemudian Bu Maryati memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Bu Maryati menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis, dokter merujuk Bu Maryati berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengobatan pertama dilakukan setelah Bu Maryati melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan kanker Bu Maryati dioperasi, karena saat itu beliau masih menyusui. Setelahanaknya sudah besar, dokter menyarankan agar Bu Maryati segera dioperasi, akan tetapi Bu Maryati tidak berani melakukan operasi. Selain itu, karena keterbatasan biaya, kanker Bu Maryati dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Bu Maryati sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau
mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suami Bu Maryati, Bapak Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Bu Maryati, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Bu Maryati terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Bu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kankernya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di liver,
dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan Bu Maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol pada tanggal 3 Juni 3016, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah menjalani operasi pengangkatan rahim. Operasi berjalan dengan lancar, namun Bu Maryati masih harus menjalani kemoterapi pasca operasi. Bu Maryati sudah menyelesaikan program kemoterapi ke-8.  Alhamdulillah, Bu Maryati sudah mendapat panggilan rawat inap dari RSUP Dr. Kariadi. Saat ini, Bu Maryati sedang menjalani program perbaikan kondisi tubuh untuk persiapan operasi pengangkatan kanker. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Maryati bisa lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @Indrades @Ida @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu Maryati menderita kanker payudara kanan


UTOY NURJAMAN, (41, Stroke) Alamat Jl. Manggar Lingk. Puring RT/RW 003/001, Desa Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Utoy Nurjaman mengalami sakit kelumpuhan sejak empat tahun yang lalu. Dan sempat di bawa ke RSUD Dr. Soebandi Jember oleh keluarganya dan keterbatasan perekonomian akhirnya Bapak Utoy di pulangkan dan dirawat di rumahnya. Setelah menginjak tiga tahun 7 bulan Bapak Utoy mengalami kejang – kejang keluarga pun kebingungan karena keterbatasan perekonomian. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Bapak Utoy memerlukan bantuan dalam pengobatan selama dirumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal Bapak Utoy dan langsung mengevakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus Jaminan Kesehatan untuk Bapak Utoy berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya selama Bapak Utoy menjalankan masa pengobatannya. Bapak Utoy saat ini tinggal bersama Anak dan Istrinya yang bernama Nur Halimah (42) yang bekerja sebagai pembantu Rumah Tangga yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Utoy. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember dan Pembayaran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Utoy  dan dapat sehat kembali seperti beliau masih sehat Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 676.000,-
Tanggal : 29 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Utoy menderita stroke


SITI NURAINI INAYAH, (17, Celebral Palsy) Alamat Dusun Krasak RT/RW 006/003, Desa Pacakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Siti Nuraini Inayah, kesehariannya sering di panggil Iin. Adik Iin mengalami sakit Celebral Palsy sejak berumur tiga tahun. Sebelum mengalami sakit Adik Iin sejak berumur tiga tahun mengalami panas tinggi selama empat hari,setelah itu oleh pihak keluarga adik Iin dibawa ke Dukun Bayi untuk di pijat setelah usai dipijat dan selang satu minggu adik Iin mengalami kelumpuhan di bagian tangan sebelah kanan dan kedua kaki yang mengakibatkan tidak bisa berjalan sampai saat ini. Adik Iin anak dari Pasangan Ibu Sumiyati (56) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga dan Bapak Umar (60) yang bekerja sebagai buruh tani, yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Warga sekitar menginformasikan bahwa adik Iin memerlukan bantuan alat bantu berupa sepeda untuk aktivtas kesehariannya adik Iin karena tidak bisa berjalan. selang satu haru Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal adik Iin dan bersilahturahmi, bahwa adik Iin benar benar dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedaholics untuk pembuatan Alat bantu beraktivitas berupa speda untuk adik Iin. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Iin dan Semoga santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah santunan : Rp. 5.200.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017 dan 9 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Siti menderita celebral palsy


ASMONOWATI (52, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir  Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk  Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 990

Jumlah santunan: Rp.500.000,-
Tanggal: 3 Mei 2017
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Asmonowati menderita keloid akut


ABDUL ROZAK, (6, Ginjal Bocor) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/004, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Abdul Rozak, biasa dipanggil Rozak. Adik Rozak mengalami sakit sejak umur 2 tahun yang di deritanya tidak mengalami kesakitan karena umur adik Rozak masih kecil. Dan setelah umur 4 tahun adik Rozak mengalami sesak nafas, Air Urin bebusa, dan tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas. Karena adik Abdul Rozak memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI, Abdul Rozak langsung dibawa ke Puskesmas terdekat oleh keluarganya untuk mengetahui sakit yang dideritanya, dan Dokter Puskesmas menyatakan bahwa Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor dan Dokter Puskesmas menyarankan Adik Rozak dirujuk ke Poli Bedah RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut. Setelah itu sesampai di RSUD Dr.Soebandi Jember Adik Rozak menjalanin cek Lab dan Dokter menyatakan Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor. Adik Rozak sudah bolak balik Opname atau Rawat inap di RSUD Dr. Soebandi Jember karena kondisinya sering ngedrop. Adik Rozak adalah anak dari pasang Bapak Achmad Ariyadi (41) dan Ibu Siti Muslika (38), Bapak Achmad Ariyadi ini bekerja sebagai penarik tukang becak di Desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya. Keluarga Adik Abdul Rozak membutuhkan bantuan dan dampingan selama adik Rozak berobat karena keluarga dari kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan infomasi dari salah satu tetangga bahwa adik Rozak memerlukan bantuan karena selama penebusan Obat di Luar BPJS tidak mampu untuk membelinya dan Transport bolak balik ke RSUD Dr. Soebandi Jember ke rumahnya. Selang 7 bulan Adik Rozak dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya karena kondisi yang dialaminya cukup serius. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rozak. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi pembelian obat diluar BPJS dan Transport. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Rozak dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin.. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 990

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rozak menderita ginjal bocor


FARIDATUL ASFIAH, (20, Tumor Ovarium) Alamat Dusun Rambutan RT/RW 001/004, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Faridatul Asfiah, merasakan sakit pada bagian perut pada awal Oktober 2016. Karena sakitnya berlanjut, maka dia berobat ke puskesmas. Dan diagnosa awal Dokter puskesmas menyatakan bahwa Farida mengalami Asites sehingga menyebabkan perutnya terasa kembung dan terasa sakit. Setelah beberapa hari pengobatan dan tidak ada perubahan yang signifikan, Farida akhirnya memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Balung Jember. Setelah beberapa kali berobat jalan, dokter mendiagnosa kedua kalinya bahwa Farida terkena Tumor Ovarium. Karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, pengobatanpun berhenti, sampai akhirnya Farida hanya di beri jamu tradisi daerah dan obat-obatan. Warga sekitar menginformasikan bahwa Farida memerlukan bantuan untuk mendampingi selama berobat. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Farida bahwa beliau benar benar dari keluarga tidak mampu. Selang satu hari setelah rujukan dan persyaratan selesai Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi ke Rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan lanjutan karena sakit yang dialami Farida cukup serius atau berbahaya bagi dirinya. Setelah pemeriksaan kedua kalinya di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, Farida langsung dijadwalkan oleh Dokter untuk di Operasi. Setelah itu Farida hanya menjalani Kontrol rutin. Farida memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarga selama Farida berobat. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Farida, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi dan pembayaran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Farida dan semoga penyakit yang dialaminya dapat pulih kembali seperti beliau masih sehat. Aminn

Jumlah Santunan : Rp. 535.000,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Farida menderita tumor ovarium


LUSIANI BINTI SIKAN, (49, Kanker Serviks) Alamat Jl. Darmawangsa Dusun Gudangrejo RT/RW 003/025, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Lusiani ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Lusiani. Setelah Ibu Lusiani diperiksa diagnosa mengalami Kanker Serviks dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Lusiani di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar untuk perawatan lebih lanjut dan Ibu Lusiani memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Lusiani ini seorang janda yang tinggal di Polsek Rambipuji Rumah bekas tahanan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Rambipuji bahwa Ibu Lusiani memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Lusiani untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Lusiani. Santunan yang diberikan untuk Akomadasi, Uang Transport dan pembelian obat-obatan diluar BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Lusiani dan Semoga santunan yang diberikan para Sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 990

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Lusiani menderita kanker serviks

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 NENG RAHMAWATI 750,000
2 SINTA BINTI MAHMUDIN 1,000,000
3 SOPA NUR PAOJA 750,000
4 MUHAMMAD AZKA 750,000
5 ANDIKA SURYA 750,000
6 MAESAROH BINTI AJID 800,000
7 NINING SITI NURJANAH 500,000
8 HANI NURHAWATI 500,000
9 YULNIDA BINTI JALIAS 700,000
10 MUHAMMAD SHIDDIQ MY 750,000
11 NOVIA NUR WULANSARI 750,000
12 RINRIN MUSTHOFA 1,000,000
13 UYUM BINTI ARJU 750,000
14 ADI CARDIA 750,000
15 IYUK RUKMANA 750,000
16 JAKA ROMA 500,000
17 CECEP RIZAL 1,000,000
18 RAISA SALSABILA NURANTI 500,000
19 TUPARSIH BINTI DIDIN 500,000
20 MARTINI BINTI ADANG 800,000
21 ADNAN PRAMANA 500,000
22 SARKIM BIN ASMUI 500,000
23 MADRASAH DARUL MAARIF 1,500,000
24 IAN SOPYAN SAURI 1,000,000
25 KURNIAWATI BINTI SUGIANTO 500,000
26 IQBAL GHIFARI 500,000
27 LINDA WAHYUDIN 750,000
28 NIZAM MAULANA 750,000
29 ACU HARDIANSYAH 1,000,000
30 MTSR BEKASI 4,362,000
31 MUHAMAD RIDWAN 500,000
32 NIA DEWIANTI 500,000
33 TETI DARMIANTI 500,000
34 AZMI HAIL MAHLAL 1,000,000
35 MIDAH BINTI SANASI 500,000
36 RUHAJI BIN RAMITA 500,000
37 ARSINI BINTI WADI 500,000
38 RAHMANSYAH BIN MARTONO 750,000
39 HASAN SUHERLAN 750,000
40 ALIYAH JANNAH 750,000
41 MUHAMMAD YUSUF 500,000
42 ANANDA KEISYA SYAPUTRI 1,000,000
43 SITI RUKOYAH 1,000,000
44 RAFI ARYA SATYA 1,000,000
45 CICI CAHYANI 500,000
46 MTSR BOGOR 5,500,000
47 NURUL FADHILA 500,000
48 MTSR BOGOR 2,000,000
49 IKHLAS BIN SANJE 500,000
50 RAPISA BIN MASTUBE 500,000
51 SITI KOMSYAH 700,000
52 NENI SURYANI 500,000
53 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
54 KURNIANDI METIARIDHO 500,000
55 ISTINA BINTI SUTARJI 500,000
56 MARYATI BINTI KASNURI 1,500,000
57 UTOY NURJAMAN 676,000
58 SITI NURAINI INAYAH 5,200,000
59 ASMONOWATI 500,000
60 ABDUL ROZAK 500,000
61 FARIDATUL ASFIAH 535,000
62 LUSIANI BINTI SIKAN 500,000
Total 57,773,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 57,773,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 997 ROMBONGAN

Rp. 50,488,682,959,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.