Rombongan 996

Tidaklah seorang yang bersedekah dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya.
Posted by on May 18, 2017

KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN (Bantuan Operasional Kegiatan). Alamat : Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kurir Sedekah Rombongan di Pulau derawan bersinergi dengan kawan – kawan dari Nusantara Sehat mengadakan kegiatan Lansia Sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kebahagiaan dan mewujudkan lansia sehat di usia senjanya. Pada Rabu, 26 April 2017, kegiatan Lansia Sehat kembali dilaksanakan di GOR RT 4 Pulau Derawan. Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WITA ini diikuti oleh 45 orang peserta. Kegiatan yang dilaksanakan kali ini adalah pemeriksaan kesehatan dasar berkala yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat tinggi badan, dan lingkat perut. Para lansia lalu menjalani pemeriksaan kolesterol secara menyeluruh,  setelah itu mereka diarahkan untuk pemeriksaan dan pengobatan gratis oleh dokter. Lansia yang sakit diresepkan obat yang dapat diambil di Puskesmas. Para lansia juga dapat berkonsultasi mengenai gizi seimbang dan pola makan yang sehat serta dimati pola prilaku masing – masing lansia. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah yang bertemakan “Sehat Jasmani dan Rohani” yang berisi tentang pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan batin. Lansia kemudian bersama – sama melakukan senam lansia : senam jari, senam konsentrasi, dan senam penguat sendi. Acara pun semakin meriah dengan adanya permainan sambung kata. Alhamdulillah kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar berkat kerjasama antara Tim Nusantara Sehat Pulau Derawan, Petugas Gizi Puskesmas, Kader PKK, dan Kader Kesehatan setempat. Sedekah Rombongan kembali mendukung kegiatan rutin bulanan ini dengan menyampaikan bantuan untuk operasional kegiatan. Bantuan untuk kegiatan Lansia Sehat bulan lalu masuk dalam Rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @nurmanmlna @rianananudz @nahrulhasan @ririn_restu

Bantuan operasional kegiatan


IMAN PABUARAN (47, Tunanetra). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 1/2, Kel. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pak Iman cukup terkenal di kampungnya, meski tunanetra ia adalah seorang muazin di masjid sekitar rumahnya. Suaranya yang merdu saat mengumandangkan adzan di masjid, memanggil jamaah untuk segera menjalankan kewajiban umat islam solat lima waktu. Pak Iman mengalami kebutaan sejak ia berumur tiga tahun karena demam tinggi yang terlambat ditangani. Alhamdulillah Pak Iman dan istrinya dikaruniai dua orang  dan mereka kini tinggal di gubuk kecil miliknya. Untuk biaya hidup sehari-hari, keluarga hanya mengandalkan pendapatan Pak Iman sebagai tukang pijit panggilan. Panggilan untuk memijit tidak setiap hari selalu ada, bahkan bisa dihitung dalam waktu sebulan. Untuk menambah pendapatan keluarga istri Pak Iman terkadang menjadi buruh cuci di tetangga yang memerlukanya. Kehidupan sehari – hari keluarga Pak Iman sering mengalami kekurangan. Alhamdulilah untuk keperluan dapur apabila keluarga Pak Iman tidak ada uang, ada tetangganya yang berbaik hati memberikan pinjaman yang dapat dibayarkannya ketika ada uang. Setelah mendengar beban hidup Pak Iman, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Ketika kami datang menyampaikan bantuan lanjutan kepada pak Imam, ia menyampaikan keinginannya mempunyai usaha kecil – kecilan. Ia tak mau terus mengandalkan bantuan dari orang. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari – hari, sebelumnya Pak Iman telah dibantu di rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 April  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistamista9 @ririn_restu

Pak Iman seorang tunanetra


SITI BINTI KAPI (73, Tumor Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Nambo 10/3, Ds. Pasir Sedang, Kec. Picung, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Ibu Siti menderita tumor kelenjar getah bening yang memenuhi sebagian wajah kanannya. Ibu Siti kini tinggal di rumah anaknya karena suaminya, Durahman, telah lama meninggal dunia. Ketika Kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Ibu Siti pada 8 Mei 2017, terlihat tumornya sedang diolesi salep dari apotek. Menurut menantu Ibu Siti, Uus (27), tumor itu sudah 5 tahun diderita Ibu Siti namun keluarga hanya membawanya ke RSUD terdekat. Dokter RSUD sudah merujuk Ibu Siti ke RSCM Jakarta, namun keluarga tidak mampu sehingga ia dibawa pulang ke rumah. Keluarga sebenarnya sangat ingin membawa Ibu Siti ke RSCM, meski ia telah memiliki KIS namun keluarga tak memiliki uang untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berobat. Penghasilan anak – anak Ibu Siti hanya cukup untuk makan keluarga sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kendala yang dihadapi keluarga Ibu Siti, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke rumah sakit. Keluarga Ibu Siti mengucapkan terimakasih kepada sedekahholic atas bantuan yang disampaikan. Semoga Ibu Siti segera disembuhkan dari penyakit yang dideritanya agar dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @oji_fahrur @ririn_restu

Bu siti menderita tumor kelenjar getah bening


MUHAMMAD FAJAR BIN HASANUDDIN (24, Penyempitan Jantung). Alamat : Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda, Desa Kp. Blang, Kec. Blang Bintang, Kab. Aceh Besar, Prov. Aceh. Ia biasa dipanggil Fajar, seorang laki-laki yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Pada tahun 2010 Fajar mengeluh sakit dada dan merasa sangat lelah saat berolahraga di sekolahnya. Tepat seminggu setelah itu Fajar memutuskan ke dokter untuk berobat, dari hasil laboratorium Fajar didiagnosis menderita jantung bocor, pembekuan darah di jantung dan penyempitan jantung. Keadaannya sempat membaik dan Fajar kembali melakukan kegiatan seperti biasanya, namun pada Januari 2017 lalu Fajar mengalami sesak napas. Fajar langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Zainal Abidin Banda Aceh namun setelah menjalani perawatan tidak ada perubahan sehingga dokter merujuknya ke Penang. Pada 18 Januari 2017, Fajar berangkat ke Penang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan ia hanya didiagnosis mengalami penyempitan jantung. Dokter di Penang menganjurkan operasi di Jakarta. Berbekal JKN – KIS yang dimiliki, pada 2 April 2017 Fajar ke Jakarta untuk menjalani pengobatan. Sampai saat ini Fajar masih menjalani pengobatan rutin di RS Harapan Kita Jakarta sebelum menjalani operasi. Kondisi Fajar belum banyak mengalami peningkatan, ia masih sering mudah lelah, nafsu makan berkurang dan berat badannya semakin menurun. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk membeli obat dan akomodasi selama di Jakarta. Sebelumnya Fajar telah dibantu dalam rombongan 981. Semoga kesehatan Fajar terus membaik, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @pratiwi5566 @ririn_restu

Fajar menderita penyempitan jantung


SAIDUL MUSTAFA (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Ruli Kampung Harapan, RT 1/3, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Remaja yang biasa dipanggil Ujang ini adalah siswa kelas 8 di SMPN 47 Kota Batam. Ia adalah Putra kedua dari Ibu Salamah binti Uban (42) dan (Alm) Ahmad Mustafa. Kamis malam tanggal 13 Januari 2017, Ujang bersama 2 orang temannya pergi membeli perlengkapan untuk tugas sekolah, namun di tengah perjalanan ia ditimpa musibah kecelakaan ditabrak mobil yang sedang melaju kencang. Ujang sempat dilarikan ke rumah sakit dan mendapat pertolongan pertama, karena cederanya yang parah harus diambil tindakan operasi untuk penyambungan tulang dan pemasangan gips. Pihak keluarga tidak menyetujui operasi tersebut karena khawatir akan kesehatan Ujang dan memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif. Keluarga tidak mampu memenuhi biaya pengobatan alternatif yang dijalani, selama ini sebagian besar biaya diperoleh dari sumbangan warga. Sejak kepergian sang suami, Pak Ahmad Mustafa, 3 tahun silam, Ibu Salamah sehari – hari bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di tempat mantan kepala sekolah SD Ujang dengan penghasilan sebesar Rp800.000 /bulan. Kini Ibu Salamah sudah berhenti bekerja agar bisa fokus menjaga dan merawat Ujang di rumah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari berasal dari sumbangan warga. Meskipun hidup sangat sederhana, besar harapan Ibu Salamah agar Ujang kembali berobat dan segera sembuh dari sakitnya sehingga dapat kembali beraktivitas dan bersekolah. Jika Ujang sembuh, Ibu Salamah dapat berkerja lagi demi memenuhi kebutuhan keluarga. Bersyukur Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ujang dan Ibu Salamah dan dapat menyampaikan bantuan awal untuk biaya pengobatan Ujang.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman Zahra @ririn_restu

Pak saidul menderita patah tulang kaki


MEGA AULIA (3, Hydrocephalus, Cerebral Palsy, Epilepsi) Alamat: Wirengan, RT 1/4, Baluwarti, Pasar Kliwon, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Dik Mega, putri ke-4 pasangan Bapak Agus S. (44) dan Ibu Murtini (32) ini sejak lahir tidak bisa merespon seperti bayi normal lain, hingga berusia 4 bulan, ia masih tidak bisa tengkurap dan hanya berbaring. Ibunya kemudian membawanya berobat ke RS Kustati disana diketahui bila ia menderita hydrocephalus dan harus segera dilakukan operasi pasang selang untuk mengurangi cairan. Namun, karena saat itu Dik Mega belum memiliki bpjs dan biaya operasi sangat mahal, keluarga pun menunda operasi dan mengupayakan agar ia memperoleh bpjs. Setelah menabung, bpjs mandiri pun diperoleh oleh keluarga Dik Mega. Selanjutnya pada usia 7 bulan ia menjalani operasi. Pengobatan belum selesai karena ternyata Dik Mega sering mengalami kejang. Observasi lanjutan pun dilakukan dan diketahui bila Dik Mega juga menderita cerebral palsy dan epilepsi. Setiap 2 minggu sekali ia rutin menjalani terapi. Namun karena bpjs yang dimiliki Dik Mega adalah bpjs mandiri, semakin hari sang ibu dan ayah semakin kesulitan untuk membayar angsuran perbulan, karena penghasilam ayah sebagai buruh di bengkel sebesar Rp. 50.000,-/minggu. Alhamdulillah ada pihak yang membantu dengan mengupayakan bpjs dari pemerintah untuk Dik Mega. Dik Mega kemudian melanjutkan pengobatan di RS. PKU Muhammadiyah karena harus menjalani terapi, kontrol syaraf dan kontrol rutin perkembangan gizi. Setahun lalu, Dik Mega pernah dibantu oleh lembaga sosial di Solo untuk akomodasi berobat dan membeli susu serta popok, namun bantuan berhenti karena sudah 6 bulan berjalan. Kini Dik Mega masih harus menjalani terapi rutin di RS. PKU. Setiap kontrol sang ibu harus berjalan kaki dari rumah karena tidak ada kendaraan. Kondisi Dik Mega yang membutuhkan banyak keperluan membuat keuangan keluarga menipis. Terlebih, keluarga Dik Mega masih harus membayar kontrakan Rp. 1.500.000,-/tahun dan listrik Rp. 50.000,/bulan. Belum lagi biaya ketiga kakak Dik Mega, Ocha meriantani (13), Lovina Kiara P. (8), Arsya Adi Candra (5) untuk sekolah. Pihak keluarga berharap bisa memperoleh bantuan untuk membeli susu, popok, tissu, serta obat yang tidak tercover bpjs untuk Dik
Mega. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mega. Santunan awal diberikan untuk biaya terapi ke YPAC yang sempat terhenti. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga amal kebaikan Sedekaholic diterima oleh Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @mawan @anissetya60 @Welly

Mega menderita hydrocephalus, cerebral palsy, epilepsi


ZENA NUR ZULAIKA (5, Infeksi Paru+ Jantung Bocor+ Megacolon + Cerebral Palsy+Bibir Sumbing) Alamat: Dusun Wonorejo RT 2/2, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah. Zena begitu panggilan gadis kecil ini. Lahir dengan caesar, keadaan Zena kala itu normal seperti bayi sehat lainnya. Namun, masuk usia 5 bulan, ASI yang ia minum selalu keluar dari hidung, berat badannya pun tidak normal sampai saat ini memasuki usia 5tahun, ia hanya memiliki berat 8kg. Menurut dokter hal tersebut dikarenakan adanya kelainan pada megacolon yang menyebabkan nutrisi tidak dapat terserap dengan baik serta sulitnya BAB. Sehingga selang NGT selalu terpasang di hidung hingga lambung untuk memberikan asupan nutrisi. Perkembangannya pun melambat karena ia juga mengalami Cerebral Palsy. Putri pasangan Bapak Supriyanto (39) yang bekerja sebagai cleaning service dengan penghasilan Rp. 1.700.000/bulan dan  Ibu Rulin Aristiana (28) sebagai ibu rumah tangga ini rencananya oleh tim dokter akan dilakukan operasi megacolon terlebih dahulu agar nutrisi dapat tercerna dan BAB kembali lancar menggunakan jamkes KIS dari pemerintah. Namun, pengobatan yang panjang disertai tanggungan orang tua yang banyak menyebabkan ia sempat terkendala untuk berobat. Ia tinggal dengan kakek, nenek dan 1 keluarga lain dalam 1 rumah. Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Zena kemudian menyampaikan santunan awal untuk pendampingan pengobatannya. Saat ini Zena rutin menjalani terapi di RS Kasih Ibu Surakarta. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diterima, santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 928, semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @ayak

Zena menderita Infeksi paru+ jantung bocor+ megacolon + cerebral palsy+bibir sumbing


RUSDIANA NARDI (33, Kanker Payudara). Alamat: JL Bungur RT 1/1, Pasir Putih ,Sawangan, Depok, Jawa Barat. Rusdiana begitulah ibu dari dua orang anak ini disapa. Awal sakitnya diperkirakan sudah sejak kelahiran putra pertamanya (8 tahun yang lalu), muncul benjolan kecil dipayudara dan diobati secara alternatif. Benjolan itu pun hilang namun timbul lagi saat kelahiran putra kedua beliau, dari waktu ke waktu semakin besar dan setelah diperiksa ke rumah sakit, dokter mengatakan jika ibu Rusdiana telah menderitta kanker payudara stadium 4. Alhamdulillah suami sangat mendukung setiap upaya untuk kesembuhan sang istri. Kini ibu Rusdiana hanya bisa terbaring di tempat tidur, sehingga memaksanya untuk kembali tinggal bersama dengan orang tuanya supaya ada yang merawatnya. Suaminya Pak Nardii (35) sehari-hari bekerja sebagai satpam di kompleks dengan penghasilan yang pass-pasan. Cukup untu hidup sehari-hari saja Alhamdulillah, sementara ibu Rusdiana harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Tak jarang Pak Nardi harus meminjam uang ke saudaranya jika jadwal kontrol ibu Rusdiana sudah tiba. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya membeli obat setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 983. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 1 Mei 2017
Kurir: @wirawiry Puput @endangnumik

Bu Rusdiana menderita kanker payudara


RSSR JAKARTA (Operasional) Alamat: Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo  Jakarta. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Ternate, Flores, Aceh dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM #SedekahRombongan mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat ini ada total 20 pasien dampingan yang tinggal di RSSR. Tidak hanya sekedar diberikan bantuan rutin setiap bulannya, di RSSR juga disediakan sembako, peralatan mandi, susu, pampers dan kebutuhan pasien yang lainnya. Kembali bantuan disampaikan untuk biaya operasional setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 985.

Jumlah Bantuan: Rp. 15.500.000,-
Tanggal: 3 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Biaya operasional


WAHIDIN MUHAMMAD (65, Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Lamporan RT 8/8 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Tahun 2003, mungkin menjadi tahun yang susah untuk dilupakan oleh seorang Wahidin Muhammad. Di tahun itu, bapak Wahidin dinyatakan menderita Diabetes Meltus oleh dokter di RSUD Cengkareng. Selama itu pula bapak Wahidin harus menjalani kontrol rutin. Tapi pada November 2016, terpaksa bapak Wahidin harus menghentikan pengobatanya, karena kontrak kerjanya habis sehingga tidak ada biaya untuk ke rumah sakit. Kondisi ini ternyata memperburuk kesehatan bapak Wahidin, dijempol kaki  mulai timbul luka yang telah membusuk sehingga harus dilakukan amputasi. Pasca menjalani operasi kondisi pak Wahidin tak kunjung membaik, lukanya semakin bertambah dan dokter menyarankan jika Pak Wahidin harus dilakukan tindakan amputasi lagi hingga mata kaki. Namun, Pak Wahidin dan keluarganya belum siap. Sehingga Pak Wahidin memutuskan untuk melanjutkan pengobatannya ke sebuah klinik dengan biaya Rp. 500.000,- sekali datang dan dokter klinik tersebut menyarankan supaya Pak Wahidin menjalani pengobatan rutin selama 3 bulan dengan kontrol 2 hari sekali. Tentu kondisi ini sangat memberatkan Pak Wahidin yang notabene sedang tidak mempunyai pekerjaan. Sementara sang istri, ibu Saamah (61) adalah seorang ibu rumah tangga. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya membeli obat dan akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 985. Kondisi bapak Wahidin berangsur – angsur membaik, luka pada kaki sudah mulai mongering dan control rutin sudah bisa dilakukan 1 bulan sekali ke RSUD Cengkareng. Semoga bapak Wahidin bisa segera sembuh. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @endangnumik

Pak Wahidin menderita diabetes melitus


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat :  Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat di rumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September  2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan didiagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 985. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu hanum menderita diabetes + TB Paru


SHINTA AMALIA (2, Hydrocepalus) Alamat: Jalan Pahlawan Komarudin, RT 4/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Shinta, biasa orang tua dan lingkungan sekitar memanggilnya. Balita pejuang Hydrocepalus ini tinggal disebuah rumah kontrakan bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya. Shinta, saat berusia 7 bulan didalam kandungan oleh dokter telah dinyatakan menderita Hydrocepalus melalui hasil USG. Shinta dilahirkan di RS Resti Mulya Penggilingan pada Juni 2015. Setelah 10 hari dari hari kelahirannya, orang tua Shinta mendapat rujukan ke RS Persahabatan Rawamangun untuk melakukan pemeriksaan atas kondisinya. Setelah 8 hari rawat inap di RS Persahabatan, Shinta menjalani operasi pertamanya untuk pemasangan alat di kepalanya. Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, Shinta hanya memakan nasi yang diberi kecap manis dan meminum susu yang dibeli Ibunya diwarung karena tidak memiliki biaya untuk membeli susu khusus. Ayah Shinta, Amirudin (41) hanya penjual kue cubit keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, Enok Suhartini (39) seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Setiap hari Shinta diajak Ibunya bekerja yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari kontrakannya. Bermodalkan jaminan kesehatan BPJS yang didapat dari pemerintah, Shinta berjuang mencari kesembuhan. Namun kendala yang dihadapi sekarang tidak adanya biaya transportasi ke rumah sakit, mengingat penghasilan kedua orang tuanya yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan yang lainnya, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 985. Terima kasih dan doa dihaturkan dari kedua orang tua Shinta kepada para #Sedekaholics. Semoga doa dan usaha Shinta untuk mencari kesembuhan diijabah oleh Allah SWT. Amin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 Mei  2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Shinta menderita hydrocepalus


SUMARSIH KUSNADI, (67, Diabetes + Pengapuran Tulang Pinggul). Alamat:  Jalan H. Hasan RT 13/8, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur. Ibu Sumarsih seorang ibu rumah tangga yang sejak tahun 2011 tidak bisa beraktifitas seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), ia memeriksa penyakitnya ke RS Persahabatan.  Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Ibu Sumarsih didiagnosa menderita penyakit Diabetes. Ibu Sumarsih mulai rutin berobat ke rumah sakit hanya dengan mengandalkan SKTM. Sang suami, bapak Bambang Kusnadi (74) sudah tidak bekerja karena usianya yang sudah renta. Ibu Sumarsih memiliki seorang anak yang tiap harinya membantu biaya kedua orang tuanya dengan berjualan nasi uduk dan kue di rumahnya. Pada pertengahan tahun 2015, Ibu Sumarsih terjatuh dari tempat tidurnya dan mengalami patah tulang. Dokter menjelaskan bahwa adanya pengapuran pada tulang pinggul dan mengakibatkan Ibu Sumarsih tidak bisa berjalan tanpa dibantu orang lain. Ibu Sumarsih dirujuk untuk melanjutkan pengobatan rutin rawat jalan di RSUD Budhi Asih. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun beliau kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan kembali pada keluarga Ibu Sumarsih yang langsung menyampaikan bantuan lanjutan titipan dari Sedekaholics untuk meringankan biaya transportasi dan bekal berobat. Sebelumnya Ibu Sumarsih masuk di rombongan 985. Semoga semangat Ibu Sumarsih berikhtiar membuahkan kesembuhan, dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu sumarsih menderita diabetes + pengapuran tulang pinggul


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat. tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk membayar BPJS dan biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 985. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu Sunarmi menderita stroma nodosa


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 985. Kini berat badan Alzena terus naik dan masih rutin menjalani kontrol ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Alzena menderita gizi buruk


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 985. Alhamdulillah, bulan Januari kemarin Dalem baru saja menjalani operasi dan semuanya berjalan lancar. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Dalem menderita down syndrome dan jantung bocor


ERAH BINTI SAIKAM (50, Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Cilandak Curug, RT 4/2, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Gejala penyakitnya yang dialami ibu Erah berawal pada akhir tahun 2011, saat itu muncul benjolan di bagian dada yang menyebabkan pegal dan nyeri. Lama – kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa sakit. Ibu Erah melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat di daerah Rangkas Bitung. Setelah diperiksa, dokter menyatakan ibu Erah menderita infeksi ginjal. Selama 3 tahun ibu Erah mengonsumsi obat dari klinik tempat ia berobat tapi belum ada hasil. Kemudian ibu Erah dirujuk ke RSUD setempat untuk berobat. Letak rumah yang jauh dari perkotaan dan akses jalan yang sulit dilewati dengan kendaraan membuat keluarga kesulitan membawa ibu Erah ke rumah sakit. Ibu Erah bekerja sebagai buruh tani dan suaminya Bapak Suardi (52) seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Ibu Erah biasa ia dipanggil. Beliau tinggal bersama 2 orang anaknya. Anaknya bekerja di Jakarta sebagai buruh konveksi. Ibu Erah dan suaminya mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir #Sedekah Rombongan karena ia sendiri tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional rawat jalan. Sebelumnya ibu Erah telah dibantu pada rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Bu Erah menderita Iinfeksi ginjal


SUHA SARI (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/3, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Nek Suha panggilannya, ia sudah menjanda selama 5 tahun, tinggal berdua saja dengan anak laki-lakinya, MASNI (31). Sang anak sehari-harinya bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Keluarga ini termasuk dalam golongan yang tidak mampu, setiap bulan mereka mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah.  Tanpa pernah mengeluh dengan kehidupan yang dialami Nek Suha selalu bersyukur dengan kehidupnya saat ini.  Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali mengunjungi tempat tinggal Nek Suha dan memberikan bantuan lanjutan  yang sebelumnya masuk di rombongan 985. Terimakasih diucapkan untuk #Sedekaholics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @endangnumik

Bantuan biaya hidup


TRI BUDIANTORO (40, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi  Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Persahabatan, bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 985. Sampai saat ini bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Pak tri menderita TBC MDR


EKO SETIAWAN (21, Kanker Kulit). Alamat: Jl. Manunggal 3 RT 11/6 No. 12 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Eko Setiawan, sejak berusia 1,5 tahun tidak bisa terkena sinar matahari, karena kulitnya langsung mengalami iritasi dan muncul bintik-bintik serta flek hitam. Awalnya sang ibu hanya membawa Eko ke klinik terdekat dan hanya diberi obat salf untuk iritasinya. Tahun 20112, saat Eko sudah masuk sekolah menengah atas tiba-tiba terdapat luka dihidung sebelah kiri. Ini yang mengakibatkan kulit dan daging dihidungnya mengelupas. Karena semmakin hari uka itu tak kunjung sembuh, akhirnya Eko dan sang ibu ke rumah sakit dan dokter mengatakan jika Eko menderta kanker kulit. Tahun 2016, Eko menjalani operasi pertamanya di RS Dharmais untuk pengangkatan sel kanker dan hidungnya. Selang beberapa bulan Eko menjalani operasi yang kedua untuk pencangkokan daging dipipi sebelah kiri. Rencananya 2 bulan ke depan akan dilakukan operasi yang ketiga untuk pemasangan hidung. Saat ini Eko masih menjalani kontrol rutin di RS Dharmais, Alhamdulillah segala pengobatan telah ditanggung jaminan kesehatan BPJS tapi untuk akomodasi tak jarang orang tua Eko harus mencari pinjaman dulu ke tetangga. Orang tua Eko, bapak Setiawan (49) sehari-harri bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara ibu Nurhayati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan biaya membeli obat yang tidak terjamin oleh BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 959.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 12 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @Riniastuti @endangnumik.

Eko menderita kanker kulit


SLAMET RIADI (52, Asma). Alamat: Jl. Tanah Tinggi 3 RT 1/1 Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Slamet Riadi, atau lebih sering dipanggil dengan nama Pak Slamet, sejak awal bulan lalu dinyatakan sakit Asma oleh tim dokter RSCM. Sebenaranya keluhan yang dialami oleh Pak Slamet sudah sangat lama seperti sesak napas dan mual, namun oleh Pak Slamet tidak begitu dirasakan. Faktor ekonomi yang memaksa Pak Slamet untuk terus mencoba kuat ditengah kondisinya, hingga tanggal 5 Februari kemarin saat Pak Slamet sudah tidak bisa lagi menahan sesak napas yang ia rasakan. Oleh warga sekitar Pak Slamet dibawa ke RS Ridwan Kenari, tapi pihak dokter langsung merujuk Pak Slamet ke RSCM. Pak Slamet diharuskan menjalani rawat inap oleh dokter karena kondisinya yang sesak napas, sakit kepala hebat dan mual yang disertai dengan muntah, sehingga Pak Slamet harus mendapat perawatan medis. Alhamdulillah selama dirawat kondisinya terus membaik. Tapi disisi lain sang istri, ibu Ratimah (50) yang hanya seorang ibu rumah tangga sedikit kebingungan dengan kondisi yang beliau hadapi. Ibu Ratimah tidak memiliki bekal untuk sekedar bertahan di rumah sakit, bahkan untuk makan saja kadang beliau hanya sekali sehari. Bantuan lanjutan untuk biaya harian dan akomodasi ke rumah sakit kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 969. Semoga bapak Slamet Riyadi diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @Riniastuty @endangnumik

Pak slamet menderita asma


ARDINI PUTRI (23, Meningitis TB). Alamat: Kp. Bahari RT 3/3 Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Priok, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Ardini Putri atau lebih akrab disapa dengan nama Ardini, bulan November 2016 lalu mengalami pembengkakan diperutnya. Ardini mengira jika dirinya hamil, hingga dilakukan pemeriksaan test pack dan USG tapi hasilnya negative, tidak ada janin diperut Ardini. Kemudian Ardini disarankan oleh dokter untuk ke RS Suroso Sunter, tanggal 23 Januari 2017 Ardini memeriksakan dirinya dan dokter mengatakan jika Ardin menderita kista. Lalu oleh pihak rumah sakit Ardini disarankan untuk dirujuk ke RS Gatot Subroto, tapi lagi-lagi diagnose yang sebelumnya juga tidak dibenarkan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, diketahui jika Ardini menderita Meningitis Tb dan saat itu Ardini langsung dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan cairan diperutnya. Pasca menjalani operasi Ardini masih terus menjalani kontrol rutin di RS Gatot Subroto, meski begitu keluhan-keluhan masih sering dirasakan oleh Ardini seperti sering pusing, kakinya mengecil hingga susah bicara jika kondisinya sedang menurun. Ardini menjalani kontrol rutin setiap seminggu sekali dan sesekali ada obat yang harus dibeli karena tidak dimasuk dalam jaminan kesehatan yang dipakainya. Saang suami, Slamet Riyadi (23) sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Tak jarang dengan sangat terpaksa Slamet tidak bisa membelikan obat untuk sang istri, padahal disisi lain Salamet sangat mengharapkan sang istri bisa sembuh dari sakit yang sekarang dideritanya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli obat yang tidak tercover oleh jaminan kesehatan BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 966. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 12 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @Rinastuty @endangnumik

Ardini menderita meningitis TB


ADAM GUSTIKA (7, TB Paru). Alamat: Jl. Tanah Tinggi RT 12/6 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Adam Gustika atau lebih akrab disapa dengan Adam, saat usianya menginjak 2 tahun sering mengalami sesak napas, batuk yang berkepanjangan dan tidak bisa mengeluarkan dahaknya. Saat itu orang tua Adam hanya membawa Adam ke klinik terdekat, tapi klinik dianjurkan supaya Adam dibawa ke rumah sakit. Darisitu, diketahui jika Adam menderita TB Paru dan harus menjalani kontrol rutin serta mendapatkan obat yang tidak boleh putus selama 9 bulan. Alhamdulillah kondisi Adam berangsur membaik, tapi sampai saat ini Adam masih harus menjalani kontrol rutin dan harus mendapatkan asupan gizi yang memadai. Sementara orang tua Adam bapak Rustam (30) sehari-harinya hanya mencari barang-barang bekas untuk dijual dan ibu Ika (27) hanya seorang ibu rumah tangga. Tentu ini menjadi beban tersendiri buat Pak Rustam, bisa makan sehari-hari dengan cukup saja sudah Alhamdulillah. Bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya akomodasi ke rumah sakit kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 941.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @Riniastuty @endangnumik

Adam menderita TB Paru


SANTI RISTIANDARI (30, Osteosarkoma). Alamat: Jl. Pinang 2 RT 4/2 No. 49 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Berawal Agustus 2013, ibu Santi mengalami kecelakaan motor dan jatuh dalam posisi duduk, sehingga terjadi patah tulang. Waktu itu ibu Santi langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapat penanganan medis yaitu pemasangan 13 pen pada tulang belakang. Saat itu ibu Santi cukup lama menjalani perawatan, yakni sekitar 3 bulan. Pasca menjalani perawatan panjang, ibu Santi seharusnya masih harus rutin kontrol ke RS Fatmawati Jakarta. Tapi karena ketiadaan biaya, akhirnya ibu Santi memutuskan untuk tidak kontrol dan hanya membeli obat anti nyeri saja yang disarankan oleh dokter, obat tersebut tidak bisa dicover oleh BPJS. Hampir 3 tahun ibu Santi hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur, dengan kondisi kaki, tangan dan kepala membengkak. Bahkan tak jarang saat sakitnya kambuh beliau susah bicara. Tidak hanya di kaki, nyeri yang dirasakan ibu Santi  hampir ke seluruh tubuh. Ibu Santi memiliki seorang suami, bapak Asim Abdullah (33) yang bekerja sebagai karyawan sebuah restoran. Tetapi gaji yang diterima suaminyapun hanya pas-pasan untuk biaya kontrakan, kebutuhan sekolah 2 orang anaknya dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat yang tidak tercover BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 985. Kondisi ibu Santi masih lemah dan masih merasakan kesakitan pada bagian kaki yang telah diamputasi, semoga kondisi ibu Santi segera dapat pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 12 Mei 2017
Kurir: @wirawiry,@Riniastuti @endangnumik

Bu santi menderita oteosarkoma


RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan April 2017 Tahap Ke – 2). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti beras, lauk pauk, sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, gula, kopi, susu peptamen dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 983. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.171.200,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda Sitin @m_rofii11

Biaya operasional bulan April 2017 Tahap Ke – 2


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO (Operasional Bulan April 2017) Alamat: Jl. Manggis II No. 5 RT 2/5, Kecamatan Jajar, Kelurahan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-3 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti konsumsi, obat-obatan, listrik. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 982 Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 3.334.000
Tanggal: 15 Mei 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya Operasional Bulan April 2017


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) SOLO (AD 1998 SR, Biaya Operasional  April 2017) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance Sedekah Rombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik ini pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Solo Raya, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan Maret ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin, perawatan, servis MTSR. Setelah branding ulang, bebo yang sebelumnya tampil dengan corak batik merah kini sudah berganti dengan corak batik biru. Laporan sebelumnya masuk rombongan 982. Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.530.000
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @Mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya Operasional Bulan April 2017


SUCI RAMADANI (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58, RT 8/4, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRsurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 978. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 553.500,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @MukhMukhlisin

Suci menderita kelumpuhan saraf otak


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit  PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 991. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.600.000,-
Tanggal : 19 Juli 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD Warda @EArynta

Bedjo menderita kelainan jantung


FATAN NUR HUSNA  (1, Komplikasi). Alamat : Dusun Gadingsari, RT 9/5, Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Provinsi. Jawa Timur. Fatan lahir pada bulan Juli 2016. Ketika mengandung Fatan, ibunya menderita hipertensi dalam kehamilan. Akibat kejadian  tersebut, ibu Fatan sempat tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Bondowoso. Saat lahir, berat badan Fatan 1,9 kg. Fatan sering mengalami muntah dan ketika diperiksa, diketahui terdapat cairan hijau yang menutupi ususnya. Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, diketahui terjadi penyempitan pada usus. Dokter menyarankan Fatan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk penanganan lebuh lanjut. Dikarenakan keterbatasan biaya terutama untuk transportasi serta tidak ada yang mendampingi untuk pengurusan administrasi, akhirnya keluarga sempat menunda keberangkatan Fatan. Akhir agustus 2016 kondisi Fatan memburuk dan mengalami dehidrasi berat. Ia kemudian dibawa ke RSUD Dr. Soetomo menggunakan ambulance RSUD Bondowoso. Ayah Fatan, Hamdan (35) sehari-hari bekerja serabutan. Sedangkan Ibunya, Eni (31) adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Fatan. Sedekah rombongan membantu biaya tranportasi, administrasi dan biaya akomodasi selama Fatan melakukan pengobatan di Surabaya. September 2016 kondisi Alawi semakin memburuk, dan akhirnya Fatan menghembuskan nafas terakhirnya pada pertengahan September 2016. Kami merasa kehilangan dan turut berbela sungkawa atas kepergian Fatan. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kematian untuk Almarhum Fatan kepada keluarga. Semoga Fatan diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Bantuan sudah diberikan dan digunakan untuk biaya administrasi kematian dan biaya pemakaman. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.600.000,-
Tanggal: 10 September 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD  @Martinomongi GitaTamara @EArynta

Fatan menderita komplikasi


BAKTI SOSIAL (Berbagi Nasi Bungkus). Alamat : Jl. Basuki Rachmad, Kebonsari, Kecamatan. Tuban, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada November 2016 lalu, seorang sedekaholic menyampaikan permintaannya kepada kurir Sedekah Rombongan Tulabo (Tuban, Lamongan, Bojonegoro) untuk menyalurkan sedekahnya dalam bentuk makanan kepada kaum dhuafa. Kurir  Sedekah Rombongan Tulabo meresponnya dengan mengadakan kegiatan berbagi nasi bungkus. Beberapa kurir terjun langsung membagikan puluhan paket makanan untuk wilayah Tuban dan Bojonegoro, yang di bagi menjadi 2 tempat yaitu masjid agung setelah sholat jumat, sedangkan malam harinya dengan menyisir jalanan dengan target pemulung, tukang becak, pedagang asongan, satpam dan juru parkir. Kurir Sedekah Rombongan Tuban dan Bojonegoro terlihat kompak dalam membagikan nasi bungkus tersebut. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk lebih mengenalkan Sedekah Rombongan kepada masyarakat sekitar. Kegiatan pembagian nasi bungkus berlangsung setiap jumat selama bulan November 2016. Alhamdulillah kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan lancar sesuai harapan. Kegiatan tersebut mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. Semoga kegiatan ini bisa rutin untuk dilakukan sehingga Sedekah Rombogan semakin dikenal dan bermanfaat untuk masyarakat.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.800.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD  @MiftakhulAbuSasi Dwi @MukhMukhlisin

Berbagi nasi bungkus


HARTATIK ROFI’I (41, Tumor Otak). Alamat: Dusun Sidodadi, RT 1/1, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. 3 tahun yg lalu bu Hartatik pernah mengalami jatuh di pabrik tempat beliau bekerja. Setelah jatuh, beliau merasa ada benjolan di kepala dan sering merasa pusing. Kemudian bu Hartatik memeriksakan diri ke rumah sakit setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Hartatik didiagnosa menderita tumor otak. Bu Hartatik sempat dirawat di Rumah Sakit Mojosari selama 6 hari. Karena keterbatasan peralatan, bu Hartatik di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Hartatik sudah mulai kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Saat ini bu Hartatik sudah tidak mampu berkerja lagi karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Bu Hartatik sering mengalami kejang, kaki & tangan susah untuk digerakkan dan sering keluar busa serta darah dari mulutnya di setiap malam. Suami bu Hartatik, bapak Rofi’i (46) juga sudah tidak bekerja karena merawat bu Hartatik. Meskipun pembayaran pengobatan di rumah sakit sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan KIS, namun untuk biaya transportasi ke Surabaya bu Suhartatik dan keluarga mengalami kesulitan. Untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk jaminan KIS, Bu Hartatik meminjam uang dari kas desa dan koperasi desa sebesar Rp. 6.000.000,-. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Hartatik. Mulai september 2016 bu Hartatik menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada januari 2017 Bu hartatik melakukan operasi dan kondisi saat ini kondisinya sudah membaik. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung KIS. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 967. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Hartatik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 734.500,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir  :  @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Bu hartatik menderita tumor otak


SUKARTINI BINTI SULOYO (46, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Banjarpoh, RT 10/5, Kelurahan Banjarbendo,  Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tahun 2012, Bu Sukartini mulai merasakan muncul benjolan kecil di ketiak. Benjolan tersebut lama- kelamaan membesar dan Bu Sukartini mulai merasakan nyeri pada payudaranya. Bu Sukartini kemudian memeriksakan diri ke RS Siti Hajar Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Sukartini didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Pada tahun 2012 dilakukan operasi pertama dan tahun 2013 dilakukan operasi kedua. Setelah operasi seharusnya Bu Sukartini tetap kontrol, namun karena keterbatasan biaya, Bu Sukartini menghentikan pengobatan medis dan beralih ke pengobatan alternatif. Beberapa bulan kemudian, benjolan kembali muncul dengan diameter yang lebih besar. Bu Sukartini mencoba pengobatan alternatif lain di klinik pengobatan alternatif daerah Kediri. Kondisi Bu Sukartini sempat membaik, namun karena sudah tidak ada biaya lagi, Bu Sukartini juga menghentikan pengobatan alternatifnya. Bu Sukartini memiliki pinjaman yang digunakan untuk operasi dan biaya pengobatan. Saat ini kondisi Bu Sukartini semakin memburuk karena sudah tidak melakukan pengobatan lagi. Dulu Bu Sukartini bekerja sebagai penjahit dan karyawan di pabrik. Namun karena kondisi kesehatannya, saat ini Bu Sukartini sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan suaminya, Kariyanto (50) bekerja sebagai karyawan swasta. Sedekah Rombongan mendapat kesempatan untuk membantu meringankan sedikit beban Bu Sukartini. Pada bulan februari 2017, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Sukartini yang digunakan untuk biaya pengobatan Bu Sukartini dan biaya kebutuhan nutrisi beliau. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 981. Keluarga Bu Sukartini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.240.375,-
Tanggal: 24 April 2017
Kurir: @Wahyu_CSD  @MasKhus1027 Lilik

Bu sukartini menderita kanker payudara


NASIH BINTI NASUM (19, Polio). Alamat: Kp. Kedung Kole RT 5/2, Desa Karang Mekar, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Nasih sapaan akrab kami, ia adalah anak pertma bapak Nasum (55) yang terlahir dalam keadaan cacat, ibunya sudah meninggal semenjak ia masih remaja. Berawal saat balita tubuhnya lemas dan tidak bisa bergerak seperti halnya balita lain, karena keterbatasan biaya Nasih hanya bisa diurut oleh tukang urut dekat rumahnya, namun tidak ada perkembangan sama sekali sehingga ia hanya bisa berjalan dengan merangkak. Semenjak ayahnya menikah lagi Nasih tinggal sedirian digubuknya yang sudah tidak layak huni. Terkadang adiknya yang masih berusia sepuluh tahun menemani Nasih dan mengurus kebutuhannya. Keseharian Nasih hanya terbaring tidur dikasurnya sambil belajar menulis dan mengaji, banyak tetangga yang iba dan datang memberi Nasih makan, namun itu masih belum cukup untuk kebutuhan sehari-hari Nasih. Bersyukkur info tersebut sampai kepada kami kurir #SedekahRombongan sehingga kami bisa berkunjung menemui Nasih yang masih terbaring dan senang dengan kedatangan kami. Kamipun mengerti kesulitan Nasih yang bagitu sabar dan tegar menghadapi hidupnya dan memberi bantuan dari sedekaholics untuk kebutuhan sehari-harinya. Semoga Allah selalu melindungi Nasih dan membukakan pintu rizki untuk Nasih. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana @ukhti_fuzi

Nasih menderita polio


QUEEN MALIKA AZZAHRA (9, Lumpuh). Alamat : Kp. Elo RT 3/3, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal tahun 2016, Malika pernah terjatuh dari kursi dan pada saat itu pengobatan yang dilakukan hanya urut tradisional. Namun hingga saat ini belum ada perubahan apa-apa. Ketika Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka, Pak Usin (42) sangat berharap agar Malika dapat diobati di rumah sakit. Akhirnya sebelum melakukan pengobatan, Kurir Sedekah Rombongan mengupayakan jaminan kesehatan terlebih dahulu. Malika terlahir dari keluarga tidak mampu, ayahnya hanya seorang kuli bangunan. Sedangkan ibunya, Bu Iyah Syafariah (38) hanya seorang ibu rumah tangga. Setelah proses jaminan selaseai, Malika langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli obat di apotik luar rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 991.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @abu_meisyal

Malika menderita lumpuh


ALPIANA DAMAYANTI (10, Pengeroposan Tulang). Alamat : Kp. Gaga RT 1/2, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sejak lahir Alpiana sudah terlihat ada kelainan pada pertumbuhannya. Pada usia 3 tahun, orang tua Alpiana pernah membawanya untuk menjalani pengobatan hingga ke RSCM Jakarta. Namun karena tahapan yang harus dilalui begitu lama, kedua orang tua Alpiana merasa putus asa sehingga pengobatannya tidak dilanjutkan. Hingga saat ini keseharian Alpiana sangat memperihatinkan, setiap berangkat ke sekolah ia selalu digendong ibunya. Bukan hanya itu, ia pun harus duduk di atas meja dalam mengikuti mata pelajaran di sekolah. Keadaan ekonomi keluarga sudah tidak seperti dulu lagi, ayah Alpiana sudah tidak bisa bekerja sebagai pedagang sayuran lagi semenjak 3 tahun lalu karena kecelakaan yang menimpa Pak Sinam (67). Ayah Alpiana, Pak Sinam saat ini hanya menjadi seorang guru ngaji sebagai pengisi waktu luangnya. Sedangkan ibunya, Bu Eti (57) hanya ibu rumah tangga. Sebetulnya sudah lama keinginan Alpiana untuk memiliki sebuah Kursi Roda, namun belum terlaksana. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang berupa membelikan sebuah kursi roda. Kebahagiaan pun tak dapat dibendung manakala Kurir Sedekah Rombongan membawakan sebuah kursi roda. Ucapan terimakasih pun terlontar untuk Sedekah Rombongan yang sudah mau membantu memberikan kursi roda untuk Alpiana.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @Alle_recycle

Alpiana menderita pengeroposan tulang


WULAN JAMILAH (14, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pete Cina RT 1/2, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Wulan, adalah nama panggilannya. Sudah sejak 2 tahun yang lalu terlihat ada gejala Kanker Tulang, terlihat dari struktur tulang tangan dan kakinya yang tidak wajar seperti patah-patah. Namun sekitar awal tahun 2015, orang tuanya berupaya membawanya berobat ke RSUD Kota Bekasi. Upaya pemeriksaan yang cukup panjang, membuat mereka mengalami kesulitan biaya untuk transport ke rumah sakit. Sehingga sempat terhenti proses pemeriksaannya. Untuk biaya pemeriksaan, Wulan memiliki kartu Jamkesda. Namun sayangnya ketika Wulan harus dirujuk ke RSCM Jakarta, Kartu Jamkesda tidak berlaku untuk keluar daerah. Ayah Wulan, Pak Nyanin Rusmawan (40) adalah seorang buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Yuyun (36) ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk membiayai akomodasi pengobatan Wulan ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan membantu proses pembuatan Kartu BPJS supaya Wulan bisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai dengan jaminan Kartu BPJS. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk akomodasi pemeriksaan ke RS Fatmawati Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Wulan menderita kanker tulang


HANG HANG PURBOYO (41, Tumor pada Ginjal). Alamat : Perum Mega Regency C/17, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal bulan Agustus 2016, Pak Purboyo merasakan tubuhnya lemah, batuk dan sesak nafas. Kemudian ia dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi dan segera dilakukan pemeriksaan. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan terdapat tumor pada ginjalnya yang harus segera diangkat. Dengan jaminan kartu BPJS Keehatan kelas 3, pada November 2016, Pak Purboyo menjalani operasi di RS Persahabatan Jakarta. Hingga saat ini ia masih harus menjalani kontrol rutin setiap 2 minggu sekali. Mereka merasa kesulitan biaya akomodasi ke rumah sakit, karena Pak Purboyo sudah tidak bekerja semenjak sakit. Sedangkan istrinya, Bu Istiqomah (42) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke RS Persahabatan Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 968. Semoga Allah member kemudahan untuk Pak Purboyo. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @rettarizqi

Pak purboyo menderita tumor pada ginjal


DESAK MADE ALIT PARTIWI (50, Kanker Rahim dan Usus Lengket). Alamat : Jalan Kemakmuran RT 1/5, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bu Desak, begitu wanita ini akrab disapa. Pada tahun 2016 lalu, Bu Desak menderita sakit kanker rahim dan sudah dilakukan operasi pengangkatan kanker pada rahimnya. Namun, tidak semua rahim diangkat, sehingga mengakibatkan sakitnya menjalar ke bagian usus. Akibat penyakitnya tersebut, wanita kelahiran 28 Maret 1967 ini harus menjalani rawat inap di RS Hermina Kota Bekasi sejak bulan November 2016. Tim medis menyatakan kalau Bu Desak harus menjalani operasi dibagian ususnya, dan operasi ini bisa dilakukan di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Operasi belum dapat dilakukan karena Bu Desak mengalami kesulitan biaya akomodasi untuk dirujuk dari rumah sakit di Kota Bekasi ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Proses evakuasi harus menggunakan ambulan khusus lengkap dengan perawat yang membutuhkan biaya sekitar 2,5 juta rupiah. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Bu Desak. Karena Bu Desak sudah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Kesehatan, maka kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk biaya sewa ambulan khusus ke RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Lia Amalia

Bu desak menderita kanker rahim dan usus lengket


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Akhirnya saat ini mereka dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan yang inshaa Allah akan membantu proses pengobatan sampai sembuh. Bantuan awal disampaikan untuk membayar tunggakan BPJS Kesehatan dan biaya akomodasi menjalani pemeriksaan di Puskesmas dan RSUD Kabupaten Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Wilda menderita katarak


NYAI NEMI (58, Anemia + Asam Lambung). Alamat : Kp. Pulo Tanjung RT 1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bu Nyai sejak pertengahan 2016 lalu sering merasakan kambuh penyakitnya, ia sudah berkali-kali menjalani perawatan di rumah sakit. Awal bulan Mei 2017, ia kembali menjalani perawatan di RS Cikarang Medika akibat asam lambung meningkat. Keseharian Bu Nyai hanya seorang ibu rumah tangga, untuk menopang kebutuhan sehari-hari ia dapat dari suaminya, Pak Juroh (63) yang berprofesi sebagai pedagang kecil. Namun semenjak Pak Juroh menemani istrinya yang sakit ia sudah jarang berjualan sehingga mereka kesulitan biaya bekal selama menjalani perawatan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Nyai menderita anemia + asam lambung


NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA (13, Kanker Ginjal). Alamat : Kampung Adiarsa Pusaka RT 4/7, Desa Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Awalnya Nurhalimah merasakan sakit dibagian perut, tepatnya bulan Januari 2017. Beberapa hari Nurhalimah merasakan perutnya keras dan terlihat semakin membesar. Disadari berat badan nya pun semakin menurun dan wajahnya terlihat pucat, bahkan Nurhalimah sering kali merasakan sesak nafas. Nurhalimah sempat melakukan pemeriksaan di  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan di diagnosa Suspect Tumor Ginjal, kemudian dokter merujuk Nurhalimah ke Poliklinik Bedah Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dokter rumah sakit melakukan tindakan Biopsi dan hasilnya Nurhalimah mengidap Kanker Ginjal. Ayah Nurhalimah, Nana Sujana (49) bekerja sebagai petugas keamanan, sedangkan Ibunya Ika Atikah (46) seorang ibu rumah tangga menuturkan selama sakit, Nurhalimah menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI.  Sempat mengalami penurunan kesadaran, saat ini kondisi Nurhalimah mulai membaik dan Nurhalimah sudah melaksanakan kemoterapi pertamanya. Untuk mengganti asupan makanannya, Nurhalimah masih harus mengkonsumsi susu formula setiap hari.  Nurhalimah  membutuhkan biaya untuk membeli susu formula dan biaya sehari –hari sambil menunggu jadwal kemoterapi selanjutnya  di RSHS Bandung. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan santunan lanjutan kepada Nurhalimah dan Keluarga. Sebelumnya  Nurhalimah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan dan tercatat di Rombongan 981.  Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan untuk dapat melawan penyakit yang dideritanya dan Nurhalimah dapat kembali sehat, ceria seperti sebelumnya. Aamiin Ya Rabbalalamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret  2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu  @Retno_indrayati @tamitree

Nurhalimah menderita kanker ginjal


BUDIMAN BIN IYAT (15, Bantuan Biaya Hidup). Alamat :  Babakan Isam, RT 1/1, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Budi biasa dia dipanggil adalah siswa kelas  8 SMP 2 Teluk Jambe Kabupaten Karawang. Kesehariannnya Budi dikenal sebagai anak yang aktif dalam belajar, mudah bergaul dan tidak mudah minder meskipun Budi seorang anak yatim piatu. Budi sebelumnya tinggal dalam rumah yang seadanya, namun atas kebaikan seorang donatur, kini bisa kembali ditempati dengan layak bersama kakaknya, Ratnasari (20) yang saat ini sedang sakit dan dalam taraf pengobatan sakit paru-paru. Tidak seperti anak-anak remaja seusianya yang bebas  bermain tanpa memikirkan tentang biaya hidup dan keperluan makan sehari-hari, terkadang selepas pulang sekolah Budi harus bekerja sebagai tukang parkir di perempatan jalan untuk memenuhi kebutuhan makannya. Sesekali juga mendapat bantuan dari tetangga sekitar. Hal ini ia lakukan tidaklah lain untuk meringankan beban hidupnya. Budi sebelumnya tinggal dalam rumah yang seadanya, namun atas kebaikan seorang donatur, kini bisa kembali ditempati dengan layak bersama kakaknya Ratnasari (20) yang saat ini sedang sakit dan dalam taraf pengobatan sakit paru-paru. Melihat hal ini Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan awal titipan dari Sedekaholics untuk meringankan kebutuhan hidup Budi sehari-hari. Semoga Budi terus semangat belajar dan menuntut ilmu untuk menjadi generasi penerus bangsa.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kusrini @etydewi2

Bantuan biaya hidup


KIKI RUKIAH (38, Makrosomia + Gawat Janin + Secio Cito ) Alamat : Dusun Warudoyong selatan, RT 42/9,Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Kiki Rukiah adalah seorang ibu rumah tangga yang belum lama ini kehilangan putra semata wayangnya bernama Moch Nabil Satria yang dulunya merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Karawang. Tidak lama setelah putranya wafat, Ibu kiki kembali mengandung. Selama proses kehamilan, Ibu kiki tidak pernah memeriksakan kandungannya ke Dokter atau puskesmas. Beliau hanya memeriksakan diri di bidan setempat, kebetulan beliau tidak merasakan keluhan apapun selama menjalani proses kehamilannya. Hingga usia kehamilan mecapai 9bulan, Ibu kiki mulai merasakan tanda-tanda akan melahirkan, segera suaminya Asep Sendu (40) membawa Ibu kiki ke bidan terdekat untuk mendapatkan bantuan proses melahirkan. Namun setelah merasakan kontraksi hebat namun bayi Ibu Kiki belum juga lahir. Bidan setempat menyarankan Ibu kiki untuk melahirkan di Rumah Sakit Umum karawang (RSUD) karena Bidan mengkhawatirkan adanya indikasi berat bayi berlebih (makrosomia) dengan usia Ibu kiki yang sudah mencapai 38tahun sehingga mengakibatkan proses kelahiran ini menjadi beresiko tinggi. Dengan menggunakan mobil desa, Ibu kiki dibawa ke Ruang Bersalin RSUD karawang, setelah diperiksa oleh Dokter Kandungan di RSUD Karawang, Dokter menyarankan tindakan berupa operasi Caesar karena kondisi janin di dalam kandungan sudah pada tahap gawat janin. Alhamdulillah, operasi Caesar yang dilakukan berhasil dan bayi Ibu kiki lahir dalam keadaan sehat. Biaya Operasi Caesar ditanggung oleh pemerintah karena Ibu kiki menggunakan jaminan kesehatan kartu Karawang Sehat. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya hidup selama Ibu kiki dan bayinya dalam masa perawatan di RSUD Karawang. Semoga Ibu kiki dan bayinya  selalu dalam keadaan sehat walafiat aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih

Kiki menderita makrosomia + gawat janin + secio cito


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Renal Disease + Batu Empedu). Alamat : Dusun Kecemek, RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang semangatnya tinggi menjalani ikhtiarnya. Ia merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Berawal dari mual terus-menerus disertai bengkak di sekujur tubuh. Keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang, dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun  keluarga menolak dengan alasan biaya. Setahun kemudian Handi dirawat selama seminggu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Selang beberapa hari pulang, ia merasakan lehernya tercekik disertai panas tinggi. Pada saat itu Handi hanya berobat secara herbal, namun keadannya semakin parah. Juni 2016 Handi melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang, ia terdiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Handi yang pernah menjalani proses operasi pengangkatan batu empedunya tahun lalu, selalu rutin menjalani cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan sebanyak dua kali dalam seminggu yaitu di hari Rabu dan Sabtu di RSUD Kabupaten Karawang. Berbeda saat menjumpai Handi terakhir, kini ia terlihat lebih ceria. Ibu Handi Nurjanah Binti Chalim (34) yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, keadaan suaminya Bapak Engkus Kusnawan (35) yang seorang buruh dengan penghasilan yang tidak menentu, menjadi kendala memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama sakitnya Handi terbantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI,  namun mereka kesulitan dalam mencari kebutuhan biaya transportasi Handi berobat yang harus bolak balik selama 8 kali dalam 1 bulan. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk meringankan memenuhi kebutuhan sehari-hari juga transportasi selama ia berobat. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan 977. Semoga titipan dari sedekaholics menambah semangat hidup untuk Handi, menjalani hari-harinya selama pengobatan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin@giantosu

Handi menderita end stage renal disease + batu empedu


DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT (3, Penurunan Daya Imun Tubuh + Gizi Buruk + Bronchopneumonia ). Alamat : Desa Linggarsari, RT 4/2, Kelurahan Linggarsari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Saat menginjak usia 1.5 tahun, kesehatan Dimas semakin lama dirasa semakin menurun. Seringkali ia mengalami batuk dahak berkepanjangan serta mengalami demam yang disertai menggigil. Dimas juga sering kali mengalami buang air besar terus menerus setiap kali tubuhnya menerima asupan makanan. Berat badannya pun susah bertambah bahkan cenderung semakin menurun saja. Melihat hal ini ibundanya pun membawa Dimas ke Puskesmas, Dokter mendiagnosa ia menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya, atau yang biasa dikenal dengan Bronchopneumonia dikarenakan penurunan daya imun tubuhnya. Dimas sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang selama 3 minggu, setelah itu Dimas diizinkan pulang untuk selanjutnya mendapatkan rawat jalan. Kemudian pada pertengahan bulan Maret 2017 kondisi Dimas menurun karena diare sehingga perlu dirawat di RSUD Kabupaten Karawang selama seminggu, selanjutnya mendapatkan rawat jalan. Dimas yang hidup hanya bersama ibunya Imas Pratiwi (20), merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Oktober tahun 2016. Walaupun menggunakan fasilitas kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III namun Ibu Imas mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dan biaya akomodasi untuk mengantar Dimas berobat ke Rumah Sakit. Alhamdulillah keadaan Dimas semakin membaik, santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu Dimas melunasi denda tunggakan BPJS, membeli pampers dan biaya makan sehari-hari di rumah sakit. Ibunda Dimas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan. Harapan kami semoga kondisi Dimas semakin terus membaik. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan tercatat dalam Rombongan 986

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @muhammadrifai

Dimas menderita penurunan daya imun tubuh + gizi buruk + bronchopneumonia


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Pembiaayaan Operasionaal MTSR). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi gaji sopir, servis rutin untuk MTSR Bekasi dan biaya operasional mengantarkan beberapa pasien ke RS Cicendo Bandung, RS Persahabatan Jakarta, RS Fatmawati Jakarta, RSCM Jakarta dan beberapa rumah sakit yang lainnya. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Pembiaayaan Operasionaal MTSR


NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA (13, Kanker Ginjal). Alamat : Kampung Adiarsa Pusaka RT 4/7, Desa Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Awalnya Nurhalimah merasakan sakit dibagian perut, tepatnya bulan Januari 2017. Beberapa hari Nurhalimah merasakan perutnya keras dan terlihat semakin membesar. Disadari berat badan nya semakin menurun, wajahnya terlihat pucat, dan sering kali sesak nafas. Menjalani pemeriksaan di  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, di diagnosa Suspect Tumor Ginjal, kemudian dokter merujuk Nurhalimah ke Poliklinik Bedah Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dokter rumah sakit melakukan tindakan Biopsi dan hasilnya Nurhalimah mengidap Kanker Ginjal. Ayah Nurhalimah, Nana Sujana (49) bekerja sebagai petugas keamanan, sedangkan Ibunya Ika Atikah (46) seorang ibu rumah tangga menuturkan selama sakit, Nurhalimah menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI.  Halimah yang sudah menjalani kemoterapi siklus pertama, kondisinya sempat menurun karena sariawan dan Nurhalimah hanya bisa minum susu dari selang yang dipasang dari hidung sampai lambung selama dua minggu. Perutnya membesar dna kehilangan nafsu makan. Alhamdulillah Nurhalimah kini membaik, perutnya pun mengecil, selera makannya pun kembali banyak. Nurhalimah saat ini menunggu jadwal untuk kemoterapi siklus kedua dari enam siklus yang di rencanakan di RSHS Bandung. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan santunan lanjutan kepada Nurhalimah guna membantu biaya sehari hari selama di Bandung dan pembelian susu. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 981.  Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan untuk dapat melawan penyakit yang dideritanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu  @Retno_indrayati

Nurhalimah menderita kanker ginjal


SUTIM BIN SALA (62, Abses + Diabetes). Alamat : Dusun Krajan 2, RT 12/1 Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pak Sutim sudah hampir dua bulan ini kegiatan sehari-harinya terganggu karena adanya benjolan bernanah di punggungnya. Benjolan yang saat ini semakin membesar, kadang sering disertai timbul rasa nyeri dan demam. Karena keterbatasan biaya dan pengetahuan, beliau tidak berani berobat karena khawatir akan biaya dan hanya membeli obat warung saja. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Sutim dan didorong untuk berobat ke Puskesmas Klari Kabupaten Karawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dan berdasarkan pemeriksaan, Pak Sutim dinyatakan menderita Abses atau bisul dan juga Diabetes atau kencing manis. Selama sakit Pak Sutim tidak lagi bekerja sebagai pemulung, istrinya Ibu Acem (53) menggantikannya mencari nafkah sebagai buruh cuci. Walau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk berobat namun Pak Sutim kesulitan untuk memenuhi biaya untuk transportasi dan biaya hidupnya sehari-hari. Bantuan dari para Sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban Pak Sutim. Semoga Pak Sutim segera dipulihkan kesehatannya dan dapat beraktifitas kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin@zerinabanu@giantosu

Pak sutim menderita abses + diabetes


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bu Juriah yang seorang ibu rumah tangga, sejak 2 tahun yang lalu merasakan ada benjolan di payudaranya sebelah kanan, namun beliau hiraukan. Delapan bulan yang lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang sebelum akhirnya ia dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bu Juriah yang kemarin keadaannya sempat menurun, Alhamdulillah kini kembali stabil dan melanjutkan kemoterapinya yang ke 7. Untuk memudahkannya kontrol, beliau masih tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) adalah seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dengan jumlah tanggungan 3 orang. Selama sakitnya Bu Juriah terbantu dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kesulitan untuk memenuhi biaya hidupnya dan juga biaya obat yang harus beliau konsumsi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya selama beliau menjalani ikhtiarnya di RSHS Bandung juga untuk pembelian obat yang tidak dicover. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 973. Semoga Bu Juriah diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan dan kembali sehat bisa berkumpul dengan keluarga tercinta. Aamiin .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

Bu juriah menderita ca mammae

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN 2,000,000
2 IMAN PABUARAN 500,000
3 SITI BINTI KAPI 500,000
4 MUHAMMAD FAJAR BIN HASANUDDIN 1,800,000
5 SAIDUL MUSTAFA 1,000,000
6 MEGA AULIA 500,000
7 ZENA NUR ZULAIKA 500,000
8 RUSDIANA NARDI 750,000
9 RSSR JAKARTA 15,500,000
10 WAHIDIN MUHAMMAD 500,000
11 HANUM YUNARNI 750,000
12 SHINTA AMALIA 750,000
13 SUMARSIH KUSNADI 750,000
14 SUNARMI SUTRISNO 1,000,000
15 ALZENA SAFA 1,000,000
16 DALEM PANGESTU 500,000
17 ERAH BINTI SAIKAM 1,000,000
18 SUHA SARI 1,000,000
19 TRI BUDIANTORO 500,000
20 EKO SETIAWAN 1,000,000
21 SLAMET RIADI 500,000
22 ARDINI PUTRI 1,000,000
23 ADAM GUSTIKA 500,000
24 SANTI RISTIANDARI 1,000,000
25 RSSR MALANG 4,171,200
26 RSSR SOLO 3,334,000
27 MTSR SOLO 2,530,000
28 SUCI RAMADANI​ 553,500
29 BEDJOE ARYO SAPUTRO 1,600,000
30 FATAN NUR HUSNA 3,600,000
31 BAKTI SOSIAL 2,800,000
32 HARTATIK ROFI’I 734,500
33 SUKARTINI BINTI SULOYO 2,240,375
34 NASIH BINTI NASUM 500,000
35 QUEEN MALIKA AZZAHRA 500,000
36 ALPIANA DAMAYANTI 1,000,000
37 WULAN JAMILAH 1,000,000
38 HANG HANG PURBOYO 500,000
39 DESAK MADE ALIT PARTIWI 1,500,000
40 WILDA SARI 1,000,000
41 NYAI NEMI 500,000
42 NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA 500,000
43 BUDIMAN BIN IYAT 500,000
44 KIKI RUKIAH 500,000
45 HANDI KUSNAWAN 500,000
46 DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT 500,000
47 MTSR BEKASI 6,500,000
48 NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA 500,000
49 SUTIM BIN SALA 500,000
50 JURIAH BINTI IDUN 500,000
Total 73,363,575

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 73,363,575,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 996 ROMBONGAN

Rp. 50,430,409,959,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.