Rombongan 995

Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah.
Posted by on May 11, 2017

YOYOH KHODIJAH (66, Tumor Usus). Alamat : Gg. Sekolah, RT 8/3, Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Yoyoh merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, Februari lalu ia sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bayu Asih dengan keluhan penyakit typus. Bulan Desember ini kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Bu Yoyoh dengan penyakit tumor usus yang dideritanya. Belum lama ini ia sering merasakan sakit pada bagian perutnya, rasa sakit tersebut tak jarang membuat Bu Yoyoh kesulitan untuk berjalan. Ia pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih untuk dilakukan pemeriksaan, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa terdapat benjolan-benjolan pada usus Bu Yoyoh. Dua benjolan besar telah dilakukan melalui proses operasi di RS tersebut, masih tersisa benjolan-benjolan kecil pada ususnya, pihak RSBA menyarankan untuk dilakukan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun karena kendala biaya ia pun hanya bisa dirawat di rumah oleh anaknya yang janda dan juga tak memiliki pekerjaan, suaminya telah lama meninggal dunia. Untuk membeli kantong feses pun ia harus menunggu uluran bantuan dari orang lain. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan bantuan dari para sedekahloics untuk biaya akomodasi proses operasi Bu Yoyoh di RSHS Bandung, bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis

Bu Yoyoh menderita tumor usus


REZKY DWI ARYA PUTRA (2, Colestasis Jaundice + Infeksi CMV + Gangguan Fungsi Hati). Alamat : Buana Indah, Blok A6, RT 16/6, Desa Mulya Mekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir tepatnya pada tanggal 7 Mei 2015, Dek Rezky harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Asri Purwakarta, hal tersebut dikarenakan karena tubuhnya menguning. Setelah pemeriksaan laboratorium di RS yang sama, Dek Rezky mendapat rujukan pemeriksaan lanjutan ke RSHS Bandung. Hasil pemeriksaan di RSHS Bandung menunjukkan bahwa Dek Rezky mengidap penyakit Gastripologi, ia pun menjalani rawat inap selama 42 hari di RS tersebut. Saat ini Dek Rezky harus menjalani rawat jalan setiap satu bulan satu kali. Dilihat dari penyakit yang dideritanya, Dek Rezky masih akan menempuh perjalanan panjang untuk ikhtiar pengobatannya dan akan sangat membutuhkan biaya pengobatan yang besar senilai ratusan juta. Uang tersebut bagi kedua orangtuanya yang bekerja sebagai karyawan pabrik di Purwakarta, merupakan nominal yang sangat besar. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Rezky dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan dan pembelian susu khusus. Mari doakan bersama agar Dek Rezky segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 982.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Rezky menderita colestasis jaundice + infeksi CMV + gangguan fungsi hati


SARJI BIN UNIM (51, Tumor di Paha). Alamat : Kp. Krajan, No. 54, RT 7/3, Desa Babakan Cikao, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Awalnya hanya bisul di paha atas disertai panas dingin. Setelah diperiksa ke puskesmas pak Sarji diberi pengantar untuk berobat ke RSBA. Selama 2 bulan berobat jalan di RSBA tidak ada tanda-tanda kesembuhan. Baru 1 bulan kemarin diberi rujukan ke RSHS Bandung, 2 kali berobat jalan ke RSHS menjadikan pak Sarji merasa putus asa karena selain terkendala jarak dan waktu pulang balik berkali-kali tanpa hasil, dan biaya untuk transportasi pun tidak punya sehingga ikhtiarnya untuk sembuh  tertunda. Dirinya kini sudah tidak mampu lagi bekerja, karena tumor di pahanya semakin membesar disertai nanah dan bau yang tak sedap. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Sarji, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Pak Sarji menuju RSHS Bandung. Ia pun kini kembali bersemangat untuk menjalani pengobatan, pagi tadi tepatnya pada tanggal 25 April 2017 Pak Sarji dijemput oleh MTSR Bandung untuk melakukan kontrol ke bagian poli hari ini. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 846.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @hastapradja

Pak Sarji menderita tumor di paha


TITI SARYANI (50, TB Paru). Alamat: Kp. Sukamaju RT 14/4, Desa Darangdan, Kec. Darangdan, Kab. Purwakarta, Jawa Barat. Bi Titi akrab kami memanggil istri dari Bapak Sa’i (52) ini. Bi Titi telah bertahun-tahun mengidap penyakit TB Paru, semakin lama badannya semakin kurus. Ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan dan pengobatan setiap bulan, namun selama beberapa bulan ini harus terhenti karena kendala biaya. Ia pun hanya bisa mengonsumsi obat warung seadanya. Maklum saja, suaminya adalah buruh serabutan, kadang ia mendapat penghasilan kadang tidak sama sekali. Salah satu anaknya yang sudah besar tak juga bisa membantu perekonomian keluarga, karena anaknya pun mengidap penyakit yang sama dengan Bi Titi. Alhamdulillah, kami dipertemukan dengan keluarga Bi Titi. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics SR untuk biaya transportasi dan akomodasi Bi Titi selama menjalani pengobatan ke Rumah Sakit. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 833.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Bu Titi menderita TB paru


PATONAH BINTI OJONG (57, Ca Mammae). Alamat : Kp. Cinusa, RT 4/2, Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Patonah, akrab kami memanggil janda sebatangkara ini. Dua tahun lalu ia merasakan adanya benjolan di bagian payudaranya, benjolan tersebut awalnya hanya sebesar biji kacang hijau namun terasa nyeri dan panas. Ia tidak menyadari bahwa benjolan tersebut merupakan tanda awal kanker, saat itu tiap sakit dirasa ia hanya mengoleskan balsam pada payudaranya tersebut. Dalam kurun waktu 2 tahun ini benjolannya semakin membesar disertai nyeri dan panas, hasil pemeriksaan pun menunjukkan bahwa Bu Patonah mengalami kanker payudara stadium 2. Kini kondisi kesehatan Bu Patonah semakin menurun dan harus segera mendapat penanganan medis. Janda yang ditinggal suaminya meninggal dunia ini kini hidup sebatangkara, untuk makan dan biaya sehari-hari ia mengandalkan pemberian kerabat dan tetangganya. Kadang untuk pergi ke Rumah Sakit pun harus mengandalkan iuran warga dan aparat desa setempat. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Patonah, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi menuju Rumah Sakit dan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Bu Patonah menderita ca mammae


FAHRUL HAMZAH HIDAYAT (11, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Citalang, RT 24/2, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Fahrul, akrab kami memanggil siswa yang duduk di kelas V Sekolah Dasar ini. Beberapa bulan ini ia sering mengalami demam disertai dengan mimisan, awalnya hanya diobati menggunakan obat warung saja. Namun ternyata beberapa minggu ini timbul juga benjolan-benjolan di sekitar lehernya, Dek Fahrul pun kemudian diajak orangtuanya ke klinik untuk menjalani pemeriksaan. Setelah menjalani pemeriksaan di dua klinik, Dek Fahrul diharuskan untuk melakukan operasi, karena benjolannya semakin hari semakin banyak, terhitung hingga saat ini terdapat delapan titik benjolan di lehernya. Karena kendala biaya, maka hingga kini orangtuanya belum bisa membawa Dek Fahrul ke Rumah Sakit untuk melakukan operasi. Ayahnya yakni Opik Hidayat (38) merupakan seorang buruh serabutan dan ibunya yakni Fitri Fervian (31) adalah seorang ibu rumah tangga yang tak memiliki penghasilan. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Fahrul dan orangtuanya, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Dek Fahrul menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula Lilis Ligar

Fahrul menderita gangguan kelenjar getah bening


CARLI BIN FULAN (51, Cacat Fisik + Biaya Hidup Sehari-hari). Alamat : Jl. Purwamekar, RT 10/4, Desa Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Carli, akrab kami memanggilnya. Ia lahir sejak awal dalam keadaan cacat fisik, kedua tangannya semakin melengkung, kakinya pun tak bisa digerakkan. Ia sering mencoba untuk berdiri, namun gagal dan jatuh terus menerus. Dulu ketika kedua orangtuanya masih hidup, Pak Carli sering dibawa untuk menjalani ikhtiar pengobatan di beberapa tempat tradisional. Namun kini kedua orangtuanya telah meninggal dunia, tanggungan perawatan Pak Carli pun berpindah kepada kakaknya yang dengan sabar mengurus Pak Carli setiap harinya. Kakaknya tersebut merupakan buruh serabutan yang memiliki penghasilan terbatas, ia amat sangat membutuhkan uluran bantuan untuk hidup adiknya tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Carli dan kakak, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya sehari-hari keduanya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

bantuan biaya hidup sehari-hari


NURUL MAULIDIYATI (8, Kelainan pada Tulang Kaki+Radang Paru+Gizi Buruk). Alamat : Kp. Basuki Rahmat, RT 14/7, Desa Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Nurul, bocah cilik yang lahir pada 25 Maret 2009 ini, mengalami kelainan pada tulang kaki saat usianya menginjak 5 tahun. Ketika ia mencoba berdiri, ia tidak bisa tegap dan terus terjatuh, pada usia tersebut juga Neng Nurul didiagnosa mengidap penyakit radang paru dan gizi buruk. Hingga kini saat usianya menginjak 8 tahun, Nurul pun harus berhenti bersekolah karena kendala yang ada di kakinya. Ia merasa malu jika harus datang ke sekolah dengan keadaan kakinya yang tidak bisa berdiri tegap. Neng Nurul yang kini tinggal di kontrakan bersama kedua orangtuanya, pernah melakukan pengobatan di RSBA dan RSHS Bandung. Namun ikhtiar tersebut harus terhenti karena kendala biaya, maklum saja penghasilan ayahnya sebagai buruh serabutan dan ibunya sebagai pembantu rumah tangga tak cukup untuk menutupi biaya akomodasi pengobatan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Nurul dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Nurul menderita kelainan pada tulang kaki+radang paru+gizi buruk


SUKESIH BINTI TAMAN (21, Ca Cervix). Alamat : Dusun III, RT 1/7, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari rasa sakit pada bagian bawah perut dan datang bulan yang tidak teratur, Kesih memeriksakan diri ke dokter. Tidak disangka, dokter menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit. Sakit yang dirasakan sejak bulan Mei 2016 tersebut, semakin menjadi dan akhirnya Kesih dinyatakan menderita ca cervix. Pemeriksaan yang dilakukan di Jakarta tersebut terhenti karena Kesih tidak lagi bekerja dan kembali ke kampung halamannya di Cirebon. Setelah beberapa waktu di Cirebon, Kesih tidak melanjutkan pengobatan karena faktor ekonomi. Kesih adalah seorang pembantu rumah tangga yang bekerja di Jakarta, namun karena sakit yang dideritanya, pekerjaan tersebut tidak lagi dilanjutkan. Bersama orang tuanya, Bapak Taman (57) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Suena (55) dia tinggal di sebuah rumah sederhana. Bersyukur Kesih memiliki fasilitas kesehatan BPJS PBI yang bisa digunakan untuk pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan turut prihatin atas keadaan yang dialami Kesih, dan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi berobat di Cirebon. Kesih menjalani beberapa kali pemeriksaan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon hingga saat ini. Semoga sakit yang dideritanya segera sembuh kembali dan Kesih bisa menjalani hari-hari dengan normal seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Kesih menderita ca cervix


AYU RAHAYU (53, Ca Mammae Sinistra). Alamat : Jalan Pekalangan, Gang Kyai Madrais, RT 2/6, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari benjolan kecil di dada sebelah kiri, Ibu Ayu memeriksakan diri di puskesmas tempat dia tinggal. Hal tersebut terjadi dua tahun lalu, dan oleh puskesmas disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke poliklinik rumah sakit. Karena keterbatasan biaya, akhirnya Ibu Ayu hanya bisa berobat ke dokter. Setelah melakukan cek laboratorium, dokter mendiagnosa kanker payudara telah mencapai stadium empat bersarang di tubuh Ibu Ayu. Rujukan untuk berobat lebih lanjut ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung diberikan oleh dokter, namun karena kendala biaya transportasi, Ibu Ayu tidak bisa berangkat ke Bandung. Usahanya untuk kembali sehat tidak berhenti, Ibu Ayu mengobati sakitnya dengan meminum air rebusan daun sirsak setiap hari hingga akhirnya mendapat informasi untuk berobat di Rumah Sakit Permata Kabupaten Cirebon. Pemeriksaan keadaan sakitnya dilanjutkan di rumah sakit ini dan saat ini Ibu Ayu sudah menjalani lima kali kemoterapi dari enam kali yang direncanakan. Setelah proses kemoterapi selesai Ibu Ayu akan menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung sebelum operasi pengangkatan dilaksakan. Ibu Ayu adalah orang tua tunggal dari Uci (19) dan seorang kakaknya yang sudah menikah. Uci yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa atas beasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Cirebon, tinggal bersama Ibu Ayu di rumah kontrakan hanya satu kamar dan satu kamar kecil. Sebelum sakit, Ibu Ayu bekerja membantu tetangga berjualan nasi kuning di dekat rumah kontrakannya. Namun karena sakitnya tersebut, saat ini dia tidak lagi bekerja. Biaya hidup sehari-hari hanya mengandalkan bantuan para tetangga dan dermawan yang sesekali berkunjung ke kediamannya. Bersyukur biaya pengobatan Ibu Ayu terbantu oleh BPJS Mandiri Kelas III. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung dan bertemu dengan Ibu Ayu, dia menyampaikan keinginannya untuk sembuh dan berobat sampai tuntas. Pengobatan yang panjang, tentu juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk meringankan beban hidup dan kelancaran proses pengobatan yang sedang dijalani saat ini dan sebelum ini bantuan yang sudah diberikan termasuk dalam Rombongan 943. Semoga sakit yang diderita Ibu Ayu segera mencapai kesembuhan dan bisa menjalani hidup dengan lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Bu Ayu menderita ca mammae sinistra


KARNI BINTI SUKARI (57, Ca. Ovarium). Alamat : Gang Ki Delima, RT 2/5, Desa Pasindangan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Karni mengalami perdarahan hebat dan mengeluarkan gumpalan dari vagina pada bulan Juni 2016 lalu. Kejadian tersebut memaksanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapat perawatan. Saat dirawat, kadar hemoglobin Ibu Karni sempat sangat rendah hingga akhirnya dilakukan transfusi sebanyak tiga labu. Kondisinya terus menurun selama beberapa hari, namun akhirnya mulai membaik pada hari ketiga perawatan. Selama lima hari di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter mengobservasi dan menyatakan bahwa Ibu Karni terkena kanker pada rahim atau biasa disebut Ca Ovarium. Selanjutnya Ibu Karni dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan lebih intensif. Saat ini Ibu Karni sudah beberapa kali dan masih menjalani pemeriksaaan rutin ke RSHS Bandung. Ibu Karni adalah istri dari Bapak Karna (64) yang hidup sangat sederhana. Sebelum sakit, dia berjualan es kelapa bersama suaminya. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Saat ini, ketika Ibu Karni sakit maka Bapak Karna pun tidak berjualan karena harus mendampingi istrinya di rumah sakit dan mereka tidak lagi memiliki penghasilan. Ibu Karni menggunakan fasilitas BPJS KIS Kelas III untuk biaya pengobatan, sedangkan untuk transportasi dan biaya hidup hanya mengandalkan dari bantuan para tetangga. Sedekah Rombongan menaruh simpati mendalam atas keadaan mereka. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya transportasi selama berobat ke RSHS Bandung juga untuk membeli obat diluar BPJS. Bantuan sebelumnya telah disampaikan kepada Ibu Karni dan tercatat pada Rombongan 946. Semoga pengobatan yang lebih maksimal dan bantuan dari sedekaholics bisa membuat Ibu Karni segera kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @aulia

Bu Karni menderita ca. ovarium


RANI ANGGRAENI (14, Paru-paru Basah). Alamat : Blok Kesambi, Nomor 62, RT 9/3 , Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sejak tiga tahun lalu, Rani sudah menderita sakit yang ditandai dengan gejala sesak nafas, batuk dan badan terasa lemas. Puncaknya pada bulan Nopember 2016 lalu, usai mengikuti studi wisata bersama rombongan sekolahnya, Rani mengalami sakit yang luar biasa dan harus dilarikan ke puskesmas setempat. Petugas puskesmas merujuk Rani untuk berobat lebih intensif dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Paru-paru Sidawangi Kabupaten Cirebon. Selama sembilan hari dirawat, dokter mendiagnosa Rani terkena gangguan paru-paru basah. Tindakan menyedot cairan yang merendam paru-paru Rani tidak dapat dilakukan dengan pertimbangan kondisi fisik serta usianya yang belum memenuhi syarat. Rani dibawa pulang kembali ke rumahnya dan hanya mendapatkan perawatan seadaanya serta meminum obat yang diberikan oleh pihak puskesmas setempat. Kurir Sedekah Rombongan yang berkunjung ke kediamannya waktu itu, melihat kondisi Rani sangat mengkhawatirkan. Bagian tubuh sebelah kanannya tidak bisa lagi digerakkan, Rani hanya bisa tidur terlentang, tidak dapat bergerak dan tidak dapat berbicara. Setelah melalui diskusi dengan keluarganya dan menyampaikan kesiapan Sedekah Rombongan untuk mendampingi pengobatan, Rani dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon. Diawali dengan pemeriksaan di IGD, Rani dirawat selama delapan hari dan alhamdulillah kondisinya membaik. Saat ini Rani sudah bisa duduk, meski masih terus menjalani terapi bicara dan fisioterapi untuk memulihkan kesehatannya. Rani adalah putri dari Bapak Denan yang sudah ditinggal wafat ibunya sejak berusia dua tahun. Saat ini Rani tercatat sebagai siswa di SMP Negeri 2 Depok Kabupaten Cirebon namun sudah tidak masuk sekolah hampir selama lima bulan. Bapak Denan yang tidak lagi berpenghasilan dikarenakan harus menunggu dan menjaga Rani selama sakit membuat keadaan ekonomi keluarga ini sangat butuh dibantu. Selama pengobatan berjalan, Rani menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan kembali membantu biaya transportasi dan memberikan pendampingan sepenuhnya selama masa pengobatan Rani berjalan hingga beberapa waktu ke depan. Bantuan sebelum ini sudah diberikan dan termasuk dalam Rombongan 977. Semoga ikhtiar bersama dan bantuan dari sedekaholics ini menjadi jembatan kesembuhan bagi Rani.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Rani menderita paru-paru basah


NARTONO BIN KANILA (49, Liver). Alamat : Blok Ahad, RT 4/1, Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Gejala penyakit Pak Tono, – demikian dia akrab disapa- berawal pada bulan Agustus 2016, dia merasakan sakit pada bagian perut. Dia menduga hanya sakit perut seperti biasanya sehingga hanya diobati dengan obat yang dijual bebas di warung-warung. Selang beberapa lama ia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perut dan terasa begitu panas di bagian perutnya tersebut. Bersama istrinya dia melakukan pemeriksaan kesehatannya di puskesmas setempat selama beberapa kali karena beranggapan sakit yang diderita pak Tono hanya gejala maag. Sakit yang diderita Pak Tono tidak kunjung membaik hingga kondisinya mulai mengkhawatirkan dan Pak Tono mulai berobat ke rumah sakit. Dokter menyarankan Pak Tono menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon. Selama tujuh hari dirawat, dokter mendiagnosa Pak Tono terkena liver dan harus menjalani CT-scan abdomen. Karena sesuatu hal dan pertimbangan jarak tempuh, dia memilih untuk melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon. Namun dokter di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon merujuk Pak Tono untuk berobat lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sedekah Rombongan memfasilitasi pengobatannya selama di Bandung dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Setelah menjalani pemeriksaan di Bandung, dokter merujuk balik untuk berobat di Rumah Sakit Sumber Waras Ciwaringin, Kabupaten Cirebon dan Pak Tono masih menjalani pengobatan rutin hingga saat ini. Pak Tono dan keluarganya hidup sangat sederhana. Sebagai kepala keluarga, dia bekerja sebagai buruh dan istrinya, Rukyati hanya mengurus rumah tangga. Saat ini pengobatan pak Tono menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang mereka alami, kemudian menyampaikan kembali bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi dan biaya hidup selama melakukan pengobatan di rumah sakit. Iringan do’a disampaikan semoga Pak Tono segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja seperti biasa. Bantuan sebelumnya diberikan kepada Pak Tono tercatat pada Rombongan 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Pak Nartono menderita liver


ROHEMI BINTI DARIP (46, Tumor Otak). Alamat : Dusun/Kampung 1, RT 20/6, Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Emi –demikian kami akrab menyapanya-  merasakan sakit di bagian kepala sejak sepuluh tahun yang lalu, tepatnya pada  2007. Namun semakin lama sakit tersebut kian parah dan mengganggu kegiatan sehari-hari, akhirnya Ibu Emi  mencoba memeriksakan ke balai pengobatan setempat. Demi mendapatkan pengobatan yang lebih baik, pihak balai pengobatan merujuk Ibu Emi ke Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon. Ibu Emi didiagnosa mengidap penyakit Tumor Otak, yaitu tumor yang berasal dari otak atau tumor ini biasa disebut dengan tumor otak primer, akan tetapi hal tersebut juga dapat disebabkan oleh adanya kanker yang sudah menyebar dari bagian tubuh lainnya. Ibu Emi sempat menjalani pengobatan rutin pada tahun 2008, namun terhenti karena kendala biaya. Kini Ibu Emi terbaring tidak bisa beraktifitas seperti biasa lagi karena kondisi tubuhnya sudah lumpuh sebagian dan sudah tidak bisa duduk lama sehingga hampir setiap hari menghabiskan waktunya hanya dengan berbaring saja di tempat tidur bahkan sekarang mata Ibu Emi juga sudah tidak bisa melihat lagi. Saat ini Ibu Emi tengah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon dan pada tanggal 13 Februari 2017 baru selesai operasi untuk mengangkat cairan yang ada di otaknya. Rencana operasi lanjutan batal dilaksanakan karena dokter memperkirakan tidak akan ada perubahan mendasar dari sakit yang di derita Ibu Emi saat ini dan hal tersebut sudah menjadi keputusan keluarga yaitu Ibu Emi akan dirawat di rumah dengan beberapa terapi tradisional serta herbal untuk mempertahankan kondisinya. Ibu Emi adalah istri dari Bapak Warju (50) yang bekerja sebagai pedagang makanan keliling. Penghasilannya yang tidak tetap membuat Ibu Emi terkendala untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Bersyukur untuk menunjang biaya pengobatan Ibu Emi memakai fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan merasa prihatin dan menaruh simpati atas keadaan Ibu Emi. Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuanpun kembali disampaikan untuk membantu meringankan biaya hidup sehari-hari. Selain itu, Sedekah Rombongan juga telah memberikan bantuan renovasi kamar Ibu Emi untuk menunjang proses penyembuhannya. Bantuan kepada Ibu Emi sebelumnya tercatat pada Rombongan 967. Semoga Ibu Emi segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih hingga bisa kembali beraktifitas.

Jumlah Bantuan :  Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir :  @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @ocheppriyatno @asiihlestarie

Ibu Emi menderita tumor otak


ROINI BINTI NADI (41, Congestive Heart Failure + Atrial Fibrillation). Alamat : Dusun IV, Blok Wage, RT 4/7, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Roini sudah menderita sakit sejak sepuluh tahun lalu, namun mulai terasa berat sejak lima tahun terakhir. Gejalanya, sering merasa sesak nafas secara mendadak dan degup jantung terasa cepat. Awalnya sakit ini tidak begitu dirasakan, karena dianggap sebagai sakit ringan yang akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun, akhirnya Ibu Roini merasa sakitnya kian bertambah hingga akhirnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter menyatakan Ibu Roini terdiagnosa Congestive Heart Failure atau gagal jantung kongestif dan Atrial Fibrillation yang ditandai dengan irama jantung yang tidak stabil dan cenderung cepat. Setelah menjalani perawatan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter memberikan rujukan untuk pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Awalnya, karena kendala biaya, rujukan untuk berobat ke Bandung belum juga terlaksana namun Sedekah Rombongan berkenan memberikan sedikit bantuan untuk pengobatan Ibu Roini dan akhirnya bisa menjalani pengobatan di Bandung. Saat ini Ibu Roini masih menjalani pengobatan rutin di RSHS hingga beberapa waktu mendatang. Ibu Roini adalah seorang janda dari almarhum Bapak Wadi yang wafat beberapa tahun lalu. Saat ini dia hidup bersama lima orang anaknya. Ibu Roini tidak bekerja, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dia hanya menerima pesanan pembuatan ketupat, itupun tidak setiap hari ada yang memesan, hanya pada waktu tertentu saja. Hal ini jelas membuat dia tidak sanggup untuk berobat ke Bandung walaupun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS PBI Kelas III. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan simpati dan empati mendalam atas keadaannya. Bantuan dari sedekaholics kembali diberikan kepada Ibu Roini untuk biaya transportasi selama pengobatan di Bandung. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 954. Seraya memberikan pendampingan, do’apun teriring agar Ibu Roini segera diberikan kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suniah aulia

Bu Roini menderita congestive heart failure + atrial fibrillation


SALI BIN MISDA (32, Kanker Usus). Alamat : Blok Pengkolan Pejagalan, RT 2/3, Desa Klangenan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Setahun lalu, Bapak Sali menderita sakit pada bagian perut dan didiagnosa dokter menderita tumor pada usus. Karena sakitnya tersebut, Bapak Sali dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon selama beberapa hari. Kian hari, sakitnya tidak berkurang, justru malah bertambah dan akhirnya dokter menyatakan bahwa tumor usus yang dialami Bapak Sali sudah mencapai stadium empat. Rujukanpun diberikan untuk tindakan operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah menjalani proses pemeriksaaan intensif, operasipun dilakukan dan kesehatan Bapak Sali mulai membaik. Pada Januari 2017, kondisi kesehatan Pak Sali kembali menurun. Dokter di RSHS Bandung menemukan adanya kelainan pada ginjal dan melalui pertimbangan medis, operasi kembali dilakukan untuk memasang selang sebagai alat bantu saluran pengeluaran yang sudah tidak lagi berfungsi. Setelah beberapa hari dirawat, Pak Sali dirujuk balik untuk dapat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Sumber Waras, Kabupaten Cirebon. Namun karena alasan jarak dari rumah tinggal yang lebih dekat, Pak Sali memilih untuk menjalani rawat inap di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon ketika kondisinya menurun setelah kembali dari Bandung. Selanjutnya proses pengobatan dilanjutkan di Cirebon yaitu di Rumah Sakit Mitra dan Rumah Sakit Sumber Waras Ciwaringin. Pada pertengahan Maret lalu, kondisi Pak Sali sangat kritis, dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon untuk mendapat perawatan beberapa hari, hingga akhirnya dokter menyarankan untuk kembali dirujuk ke RSHS Bandung. Ketika keberangkatan ke Bandung sedang dipersiapkan, Allah menentukan jalan hidup lain untuk Pak Sali dan memanggil untuk beristirahat di sisi-Nya. Pak Sali berpulang pada tanggal 21 Maret 2017 di kediaman orang tuanya. Bapak Sali adalah seorang buruh rotan, suami dari Ibu Sinta (29) yang berjualan gorengan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Sejak sakit, Bapak Sali tidak lagi bekerja, dengan demikian kondisi ekonomipun menurun drastis karena biaya operasional pengobatan yang cukup besar untuk pulang pergi ke Bandung. Jaminan kesehatan BPJS Mandiri digunakan Bapak Sali selama menjalani proses pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Pak Sali. Ucapan terima kasih disampaikan pihak keluarga atas segala bantuan yang diberikan selama sakit hingga wafatnya Pak Sali. Santunan duka diberikan untuk meringankan biaya pemakaman Pak Sali sekaligus sebagai penghormatan terakhir kepadanya yang telah menjalin silaturahmi dengan baik. Bnatuan sebelumnya telah tercantum pada Rombongan 975. Semoga Pak Sali tenang disisi-Nya dan diampuni segala dosa serta diberikan kelapangan di alam kuburnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh aulia

Pak Sali menderita kanker usus


SITI KOMSYAH (16, Katarak). Alamat : Blok Kebagusan, RT 2/10, Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Kokom –demikian kami akrab menyapanya- sudah memiliki kelainan pada mata kirinya. Dan ketika Kokom duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas enam, mata kanannya juga mengalami gangguan penglihatan, berawal dari minus sampai merambat ke silindris dan akhirnya dokter mendiagnosa Kokom terkena katarak. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi, namun karena keterbatasan biaya, sakit pada mata Kokom hanya diberi obat tetes mata dan dibantu dengan mengenakan kacamata. Hal ini menyebabkan Kokom seringkali kesulitan mengikuti pelajaran karena susah membaca dan matanya terasa perih untuk melihat terlalu lama apalagi jika disertai terpapar sinar matahari langsung. Setelah berdiskusi dan Kokom menyatakan kesediaanya untuk menjalani pengobatan lanjutan, kurir Sedekah Rombongan membantu proses pembuatan surat rujukan dari Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon untuk dibawa ke Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo Bandung. Saat ini Kokom telah selesai menjalani pemeriksaan di RSM Cicendo Bandung dan dokter memberikan kacamata baru untuk membantu penglihatannya. Selama beberapa bulan ke depan Kokom masih akan menjalani pemeriksaan rutin di RSM Cicendo Bandung. Kokom adalah seorang yatim piatu, putri almarhum Bapak Sarja dan almarhumah Ibu Karwina. Saat ini dia tinggal bersama budenya. Keadaan dia yang sederhana namun memiliki semangat untuk belajar dan aktif di organisasi terlihat jelas ketika kurir Sedekah Rombongan menemuinya di SMA Negeri 1 Jamblang, tempat dia bersekolah. Selama ini, biaya pengobatan Kokom menggunakan fasilitas BPJS PBI Kelas III. Bantuan transportasi, biaya hidup dan pendampingan selama pengobatan di Bandung diberikan Sedekah Rombongan untuk Kokom. Bantuan sedekaholics telah meringankan beban seorang yatim piatu yang saat ini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Cirebon dan bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 922.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh aulia

Siti menderita katarak


ATHIFAH RAFANDA SALSABILA (1, Cerebral Palsy) Alamat : Cempaka Arum, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Athifah -demikian kami menyapanya- lahir di rumah sakit seperti layaknya bayi normal. Beberapa saat setelah persalinan Athifah mengalami kejang dan tubuhnya membiru. Pertolongan medispun dilakukan, dan alhamdulillah Athifah terselamatkan. Namun seiring pertumbuhannya, Athifah memiliki kelainan, lehernya seperti lemas dan harus disangga agar kepalanya bisa tegak. Melihat hal tersebut, orang tuanya memeriksakan Athifah ke dokter spesialis syaraf di beberapa rumah sakit dengan maksud agar mendapatkan diagnosa lengkap dari beberapa dokter. Athifah dinyatakan terkena cerebral palsy yaitu sekelompok gangguan yang mempengaruhi gerak, keseimbangan dan postur tubuh disebabkan oleh cedera otak atau kurangnya asupan oksigen ke otak saat proses kelahiran, sehingga mengakibatkan perkembangan abnormal pada kendali otot dan gerakan. Hal lainnya adalah, Athifah tertinggal dalam perkembangan berbicara, dan sering terkejut serta kejang-kejang. Orang tuanya sangat mengkhawatirkan kondisi Athifah dan bermaksud memeriksakan putrinya ke dokter spesialis tumbuh kembang di Bandung. Athifah adalah putri pertama dan satu-satunya dari Mochamad Fatoni (28) dan Dewi Rismayanti (28). Toni, ayahnya, bekerja di salah satu perusahaan swasta dengan gaji yang hanya cukup untuk sehari-hari dan pengobatan Athifah di Cirebon saja, itupun dengan memanfaatkan fasilitas kartu BPJS yang dimiliki. Keinginan untuk memeriksakan Athifah ke dokter spesialis tumbuh kembang di Bandung, terkendala biaya dan masalah transportasi. Kurir Sedekah Rombongan yang dipertemukan dengan Athifah, sangat merasakan kesedihan dan kesulitan yang dialami keluarga kecil ini. Bantuan dari sedekaholicspun disampaikan untuk biaya berobat serta transportasi selama Athifah berobat baik di Cirebon maupun di bandung. Harapan kesembuhan tidak pernah sirna dari wajah ibunda Athifah, dan semakin bersemangat ketika Sedekah Rombongan memotivasi untuk tidak berputus asa dan terus menjalani ikhtiar kesembuhan Athifah. Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada Athifah dan bisa hidup dengan lebih baik di usianya yang kian bertambah.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Athifah menderita cerebral palsy


KASNO BIN WANDA (43, Gastrointestinal Stromal Tumor). Alamat : Desa Karang Kendal, RT 1/5, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.  Gejala sakit Pak Kasno berawal pada tahun 2008. Dia mengalami terkilir pada bagian tubuhnya. Dia dan istrinya menduga bahwa itu sesuatu yang wajar dan dianggap tidak berbahaya. Namun selang beberapa lama ia merasakan sakit pada bagian perut serta pinggangnya terasa panas. Bersama istrinya, dia beberapa kali melakukan pemeriksaan di klinik setempat karena mereka beranggapan sakit yang diderita Pak Kasno hanya gejala penyakit yang tidak mengkhawatirkan. Sakit yang diderita Pak Kasno tidak kunjung membaik sehingga istrinya mulai mengkhawatirkan kondisi sang suami dan membawanya ke rumah sakit. Kemudian Pak Kasno menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon. Setelah melalui pemeriksaan dokter, Pak Kasno didiagnosia terkena Gastrointestinal Stromal Tumor yaitu terdapat tumor pada sistem pencernaan di bagian usus atau pipa makanan. Karena kondisinya yang memerlukan penanganan khusus, dokter merujuk Pak Kasno untuk menjalani pengobatan lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat ini Pak Kasno sedang menjalani pengobatan di bandung dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung untuk beberapa waktu. Pak Kasno merupakan kepala keluarga yang berprofesi sebagai penarik becak dan istrinya, Runiah (38) adalah seorang petani. Setelah sakit, Pak Kasno tidak lagi bekerja dan ekonomi keluarga inipun kian menurun hingga semakin memprihatinkan. Biaya pengobatan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dijamin oleh pemerintah. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya karena hanya mengandalkan penghasilan istrinya sebagai petani untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan dari sedekaholics disampaikan kembali untuk membantu biaya transportasi selama Pak Kasno melakukan pengobatan di Bandung. Semoga Pak Kasno segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja seperti biasa untuk menafkahi keluarganya. Bantuan sebelumnya sudah disampaikan kepada Pak Kasno dan termasuk dalam Rombongan 951.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi aulia

Pak Kasno menderita gastrointestinal stromal tumor


ABDUL JALIL (55, Tumor Anus + Batu Ginjal). Alamat : Dusun I, RT 1/2, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pada awalnya, Pak Jalil –demikian dia biasa disapa- merasakan sakit ketika duduk terlalu lama dan buang air kecil. Gejala tersebut bertambah menjadi tidak lancarnya buang air besar dan kecil. Hal ini berlangsung selama hampir dua tahun sampai akhirnya Pak Jalil mengalami buang air besar yang disertai darah. Karena dirasa mengkhawatirkan, Pak Jalil didampingi istri memeriksakan keadaan sakitnya ke Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Tidak diduga, ternyata dokter mendiagnosa Pak Jalil terkena tumor anus dan harus segera menjalani operasi, karena tidak berfungsinya saluran anus. Operasi dilaksanakan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon pada tanggal 4 Desember 2016, dan sejak saat itu Pak Jalil menggunakan selang dan kantung sebagai alat pengganti anus yang tidak lagi berfungsi. Setelah operasi dilaksanakan, dokter merujuk Pak Jalil untuk berobat lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah melalui pemeriksaan di RSHS, dokter menyatakan bahwa Pak Jalil juga mengalami gangguan pada ginjal dengan ditemukannya batu dalam bagian tubuh tersebut. Pak Jalil adalah seorang buruh tani. Bersama istrinya Ibu Kemis (50), dia menjalani kehidupan sangat sederhana di rumah kecilnya. Penghasilan yang biasanya didapat dari kerja Pak Jalil, kini tak lagi ada karena sakit yang diderita. Bersyukur selama masa pengobatan, Pak Jalil menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics kepada Pak Jalil untuk terus melanjutkan proses pengobatan ke Bandung berupa bantuan transportasi dan biaya hidup selama di Bandung. Pak Jalil tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung selama menjalani proses pengobatan selanjutnya di RSHS. Bantuan sebelumnya telah diberikan dan tercantum dalam Rombongan 952. Semoga kesembuhan segera Allah berikan kepada Pak Jalil dan bisa sehat kembali seperti sedia kala

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Pak Abdul menderita tumor anus + batu ginjal


YOGA BIN SAHLI (17, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Yoga, siswa bertubuh tambun ini sedang mengejar cita-cita dengan mengenyam pendidikan di bangku SMK Jurusan Otomotif. Ia duduk di kelas XI dan juga belajar ilmu agama karena sekolahnya berbasis terpadu dan berada dalam satu yayasan pesantren. Yoga termasuk siswa yang rajin, namun ia mempunyai kendala finansial karena untuk bersekolah ia harus membayar bulanan sebesar 400 ribu per bulan, dan sudah termasuk makan, belum ditambah biaya ongkos untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang jaraknya lumayan jauh dan harus menggunakan transportasi seperti angkot atau bus. Yoga juga punya kelainan dengan matanya yang membuat penglihatannya tidak normal seperti siswa lainnya. Ayahnya, Sahli (48) bekerja sebagai kondektur bus dengan penghasilan sekitar lima puluh ribu perhari, dan harus dipakai untuk membiayai 3 orang anaknya yang semuanya bersekolah. Ibunya, Iis (45) tidak bekerja dan ia adalah seorang IRT. Tapi Allah adalah Sang Pembuat Skenario terbaik dan menakdirkan Sedekah Rombongan bertemu dengan Yoga untuk menyampaikan santunan dari para Sedekaholics demi kelangsungan pendidikannya. Terimakasih kepada semuanya yang telah menyisihkan sebagian materi untuk membantu sesama.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan biaya sekolah


KOMAR BIN ATIBI (80, Thypus). Alamat: Kp. Rancabelah, RT 3/4, Kelurahan Sukalaksana,  Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Penyakit yang diderita Pak Komar berawal dari enam bulan lalu. Badannya panas hebat dan sempat muntah-muntah. Lalu ia memeriksakan diri ke puskesmas terdekat dan ternyata ia terserang penyakit thypus. Sempat berobat dua kali seminggu namun tidak sda perubahan, akhirnya ia harus dirawat selama tiga hari di puskesmas dan kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya. Hingga hari ini, ia sudah dirawat inap selama 15 hari dengan jaminan KIS. Pak Komar dulunya bekerja sebagai buruh tani dan sayangnya sekarang ia sudah berhenti menjadi petani karena faktor usia dan istrinya, Rohmah (71) sering sakit-sakitan. Mereka berdua mengandalkan belas kasihan tetangga dan anak-anaknya yang juga bekerja di sawah. Sebetulnya, Pak Komar masih harus berobat jalan namun ia ingin memilih berhenti saja karena masalah biaya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Pak Komar di rumah peraknya seusai ia pulang dari RS dan menyampaikan bantuan untuk biaya obat dan akomodasi selama di RS. Semoga Allah segera memberi kesembuhan pada Pak Komar. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Komar menderita thypus


TOHA BIN NUKDI (70, Patah Tulang Paha). Alamat : Kp. Nangoh RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak tiga minggu yang lalu, Pak Toha mengalami patah tulang paha bagian kanan. Awal kejadiannya ketika ia sedang duduk dan bermaksud untuk berdiri, tapi ketika ia sudah berdiri mengalami pusing kepala yang mendadak dan akhirnya ia terjatuh sehingga kakinya kanannya terbentur ke tembok lantai dan patah. Ia pun sempat tak sadarkan diri beberapa menit akibat benturan tersebut. Kondisi terkini Pak Toha hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ia tidak berdaya sehingga buang air kecil, buang air besar dan yang lainnya ia lakukan di tempat tidurnya. Pak Toha sehari-hari berprofesi sebagai buruh dagang keliling sayuran milik orang lain. Ia punya tanggungan seorang istri bernama Ibu Ijoh (67) yang mengidap penyakit paru-paru dan harus berobat jalan tiap sebulan sekali, ditambah juga Pak Toha harus membiayai cucunya, Sidik (19) yang sudah tidak punya ayah karena meninggal beberapa tahun silam. Tanggal 19 September, Pak Toha menjalani kontrol ke RSUD dr. Soekardjo dengan jaminan KIS. Sekarang, kondisinya semakin memperihatinkan dan hanya bisa berbaring di atas kasur. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya pengobatan di luar jaminan kesehatan serta membantu meringankan beban untuk akomodasi bagi keluarga yang mengalami cobaan dari Allah ini. Semoga Allah memberikan kesembuhan bagi Pak Toha. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Pak Toha menderita patah tulang paha


IMAS BINTI MUAD (42, Pembengkakan Kelenjar Tiroid). Alamat: Kp. Cimuncang, RT 4/4, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah lima tahun ini Bu Imas mengalami penyakit pembengkakan kelenjar tiroid. Selama sakit, ia hanya berobat ke puskesmas padahal ia dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk pengobatan lanjut namun ia tidak mampu karena keterbatasan biaya dan tidak mempunyai jaminan kesehatan. Semakin hari penyakitnya semakin memprihatinkan, lehernya sering sakit dan sudah tidak bisa berbicara dan sekarang ia sedang dirawat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Bu Imas tinggal bersama suaminya, Hilaludin (45) yang bekerja sebagai buruh tani dan kuli panggul di pasar dengan penghasilan yang hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka punya 3 anak yang masih duduk di bangku SMA dan SD yang masih membutuhkan biaya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk mengunjungi Bu Imas di rumah sakit dan menyampaikan santunan lanjutan dari Sedekaholics untuk biaya membeli obat dan akomodasi selama proses pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 953. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan untuk Bu Imas agar ia bisa sembuh dan kembali sehat karena anak-anaknya masih membutuhkan kasih sayang orangtua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Imas menderita pembengkakan kelenjar tiroid


HANA NUR HALIMAH (7, TOF). Alamat : Kp. Nyempet, RT 4/ 2, Desa Padakembang, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Hana harus berobat ke Pukesmas 2 minggu sekali karena ia didiagnosa gagal jantung. Sayangnya, belum ada perubahan yang berarti, kemudian Hana mencoba pengobatan alternatif 1 bulan sekali selama 6 bulan. Pernah beberapa kali ia dirawat di RS SMC Singaparna karena jika sedang kambuh, Hana merasakan sesak nafas dan badan serta tangannya membiru. Sebenarnya Hana sudah mendapatkan rujukan ke RSHS dan harus menjalani pemeriksaan ECHO karena di RS SMC Singaparna belum ada fasilitas tersebut, namun karena tidak ada biaya, akhirnya Hana hanya dibiarkan berobat seadanya di rumah, maklumlah Pak Mulyana (50), ayah Hana hanya seorang buruh bangunan dengan tanggungan 6 orang, yang lebih sering menganggur karena sepinya pekerjaan. Ketika bertemu dengan #SedekahRombongan, Hana belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan sehingga Kurir SR segera mengajukan pembuatan Jamkesda untuk membantu meringankan biaya pengobatannya. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi sehari-hari selama Hana menjalani pengobatan di RSUD SMC. Sebelumnya Hana masuk di Rombongan 882. Semoga Hana kondisinya membaik dan dapat bersekolah seperti teman-temannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 3 Mei 2017
Kurir:@ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Hana menderita gagal jantung


UNDANG CEP NUHLAS (60, Tuna Netra). Alamat: Jl. Bebedahan, RT 5/6, Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak empat tahun lalu, kedua mata Pak Undang sudah tidak bisa melihat. Awalnya, penglihatan Pak Undang normal namun lama-kelamaan matanya menjadi rabun dan kemudian malah tidak bisa melihat sama sekali. Ia rutin berobat ke klinik atau puskesmas terdekat tapi sayangnya kini harus berhenti karena kendala biaya. Terkadang untuk sekali berobat, Pak Undang menghabiskan biaya ratusa ribu rupiah tapi tak ada kemajuan sama sekali. Insya Allah, operasi sudah dijadwalkan menggunakan BPJS kesehatan dari pemerintah. Pak Undang tidak bekerja mengingat kondisi matanya yang sudah memprihatinkan, dulu ia sering pergi ke sawah untuk bertani. Sekarang, yang menjadi tulang punggung keluarga adalah istrinya, Entik (55). Ia berjualan gorengan keliling dengan penghasilan 20-30 ribu per hari dan habis untuk keperluan obat dan makan sehari-hari. Sebenarnya, mereka ingin mempunyai pekerjaan yang lebih layak tapi pendidkan hanya sampai sekolah dasar. Untuk bekal sehari-hari, anak mereka terkadang membantu. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk bertemu dengan Pak Undang dan menyampaikan bantuan dari Sedekaholics untuk pengobatan dan akomodasi. Semoga jadwal operasi Pak Undang tepat waktu dan berjalan lancar. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ari

Pak Undang menderita tuna netra


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya servis rem dan operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke Bandung, RSUD dr. Soekardjo dan daerah sekitarnya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 981.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


SILVIA NOER (41, Anemia + Herpes). Alamat: Kp. Cisalak,  RT 4/13, Kelurahan Sukamanah,  Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah tujuh hari, Bu Silvia dirawat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Bu Silvia dinyatakan mengidap penyakit anemia yang sudah parah dan membutuhkan transfusi darah. Sebenarnya, penyakit anemianya tersebut dirasakan cukup lama namun ia memilih tak berobat karena alasan keterbatasan ekonomi sehingga ia ambruk dan dilarikan ke rumah sakit menggunakan jaminan KIS. Sayangnya, Allah berkehendak lain dan lebih menyayangi Bu Silvia sehingga ia harus menghembuskan nafas terakhirnya kemarin lusa. Suaminya, Anan (45) yang bekerja sebagai buruh bangunan merasa terpukul dan merasa bersalah karena tidak segera membawa istrinya berobat, namun takdir tak bisa dilawan, ia harus tegar. Kurir Sedekah Rombongan pun melayad almarhumah Bu Silvia dan menyampaikan uang duka untuk membantu meringankan biaya pengobatan yang belum terbayarkan. Semoga Allah memberi tempat terbaik bagi Bu Silvia. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ari

Bu Silvia menderita anemia + herpes


DEWI DIPRIYANI (19, Radang Daging di Paha Kiri). Alamat: kp. Rancabungur, RT 2/1, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari rasa sakit di paha kiri dan akhirnya Dewi tidak bisa berjalan selama berhari-hari. karena panik, akhirnya keluarga Dewi membawanya ke RSUD dr. Soekardjo untuk diobati, ternyata Dewi harus dirujuk ke RSHS Bandung setelah dinyatakan radang daging di paha kirinya. di RSHS ternyata Dewi harus dioperasi. Dewi dan keluarga sempat berpikir dan kebingungan darimana biaya berobat dan akomodasi ke Bandung. Ketika di rumah sakit, kurir bertemu dengan ayah Dewi, Sutrisno (50) yang bekerja sebagai  buruh tani dan ia pun mengungkapkan kesulitannya. Akhirnya #SedekahRombongan pun membawa Dewi ke RSHS Bandung dengan MTSR agar Dewi bisa diobati. Setelah operasi, keadaan Dewi lumayan membaik tapi masih harus rutin kontrol ke Bandung untuk melihat perkembangan penyakitnya. Bantuan pun disampaikan untuk biaya akomodasi dan obat karena meskipun Dewi sudah mengalami kemajuan, ia masih harus berobat jalan supaya penyakitnya tidak semakin parah. Semoga penyakit Dewi segera diangkat oleh Allah SWT dan kembali beraktivitas seperti biasanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @MiftahudinSR @adiabdillah

Dewi menderita radang daging di paha kiri


SIFA APRIANI (3, Muntaber). Alamat: Kp. Rancapaku, RT 3/4, Kelurahan Padakembang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua minggu ini, Sifa terserang panas dan buang air besar. Ibunya sempat mengira anaknya hanya demam biasa dan memberinya obat warung, namun keesokan harinya, keadaan Sifa semakin parah dan tak mau makan. Setelah diperiksa di puskesmas, Sifa ternyata diserang penyakit muntaber dan harus segera dibawa ke RSUD dr. Soekardjo dan sudah dirawat selama beberapa hari tanpa jaminan kesehatan karena kendala administrasi. Ibunya Sifa, Lisnawati (30) bekerja sebagai buruh harian seperti mencuci dengan penghasilan 10-20 ribu per hari karena mereka sudah lama tidak menerima nafkah dari Ayahnya yang sudah berbulan-bulan tidak pulang. Ibunya mengetahui Sedekah Rombongan dan menghubungi kurir untuk minta bantuan, kurir pun mengantarkan Sifa ke RS dan menyampaikan bantuan dana yang berasal dari para Sedekaholics untuk biaya pengobatan. Semoga Sifa segera sembuh dan kembali sehat karena kondisi terkini, ia hanya bisa makan sereal instan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Sifa menderita muntaber


IYA YAHYA (74, Radang Usus Buntu). Alamat: Jl. Benda, RT 1/4, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah satu bulan, Pak Yahya menderita penyakit radang usus buntu yang awalnya hanya buang air besar berkali-kali dan diobati dengan obat warung. Namun semakin hari, frekuensi BAB Pak Yahya semakin sering dan ia pun berobat ke klinik. Bukannya sembuh, perutnya malah membuncit dan ternyata ada penyumbatan di saluran pembuangan sehingga ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dengan jaminan KIS. Hingga hari ini ia sudah dirawat selama kurang lebih 6 hari dan memerlukan transfusi darah. Ke depannya, akan dilakukan pemeriksaan lanjut, apakah Pak Yahya memerlukan tindakan operasi atau tidak. Istrinya, Ook (70) hanya lah seorang IRT dan untuk makan mereka mengandalkan anak-anak yang sudah bekerja. Sudah lama Pak Yahya tidak bekerja karena faktor usia. Mereka tinggal di rumah yang kurang layak dan sempit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan akhirnya bisa bertemu dengan Pak Yahya ketika ia sedang dirawat di rumah sakit dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan akomodasi. Semoga Pak Yahya segera pulih dan pulang ke rumah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR Ade

Pak Yahya menderita radang usus buntu


EMAY BIN DANU (61, Ca Nasofaring). Alamat: Kp. Cialia RT 1/3, Desa Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini, Pak Emay mempunyai benjolan di lehernya. Awalnya hanya benjolan kecil dan tidak terasa sakit, ternyata beberapa minggu kemudian benjolannya membesar dan mulai terasa mengganggu. Ia pun mencoba mengobatinya dengan pengobatan alternatif namun tak ada perubahan sama sekali. Akhirnya, ia mencoba berobat ke RS SMC Rancamaya Kabupaten Tasikmalaya dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan didiagnosa kanker nasofaring. Ia pun harus dirawat selama dua minggu dan melakukan kemoterapi. Setelah kemoterapi selesai, penyakitnya malah tidak kunjung sembuh dan benjolannya malah semakin membesar dan harus berobat lanjut ke RSHS Bandung. Sayangnya, ia tak melanjutkan pengobatannya karena terhalang masalah biaya akomodasi, meskipun ia mempunyai KIS. Pak Emay bekerja sebagai petani dan sudah beberapa bulan ini ia harus berdiam diri di rumah karena penyakitnya. Istrinya, Omah (57) yang kini harus menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga ditambah mengurus ketiga cucunya yang masih bersekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk mengunjungi rumah kontrakan Pak Emay dan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Pak Emay selama di Bandung dan MTSR juga mendampingi Pak Emay sampai ke RS Hasan Sadikin Bandung. Keadaannya sekarang sudah membaik namun harus masih berobat secara rutin. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesembuhan untuknya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombogan 934.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @adiabdillah @miftahudinSR

Pak Emay menderita ca nasofaring


ABDUL MANAF (80, Jompo + Tuna Rungu). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 2/1, Kel. Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah bertahun-tahun, Pak Abdul berobat di rumahnya karena faktor usia dan pendengarannya yang sudah tidak normal. Sempat tidak bisa berjalan karena penyakit reumatik. Pak Abdul hanya bisa memeriksakan diri ke puskesmas atau meminum obat warung. Ia tak pernah memeriksakan diri ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan lemahnya fisik. Untuk transportasi pun ia kesulitan karena tidak mempunyai kendaraan ditambah ia tak mempunyai jaminan kesehatan. Pak Abdul terkadang muntah-muntah dan entah apa penyebabnya. Pak Abdul tinggal sebatang kara karena istrinya sudah meninggal dan tak punya anak di rumah yang hampir rubuh dimakan usia. Bila malam tiba, rumahnya terlihat remang karena pencahayaan yang kurang. Ia tak bekerja dan hanya mengandalkan belas kasihan tetangga terdekat. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan berkesempatan menjenguk Pak Nana dan melihat langsung keadaannya yang sudah renta dan badannya semakin kurus, ketika diajak bicara pun terkadang tidak nyambung karena masalah pendengarannya. Santunan dari Sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya hidup dan obat untuk memulihkan penyakit Pak Nana. Semoga Allah memberi kesehatan pada Pak Nana meskpun ia sudah berada di usia senja. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak abdul seorang dhuafa dan tuna rungu


NANA SUTISNA (67, TB Paru). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kel. Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak dua tahun ini, Pak Nana menderita sakit TB Paru, gejala awal yang dialami yaitu, ia sering mengeluhkan demam dan kondisi berat badan turun drastis, pengobatan pertama dilakukannya ke Puskesmas terdekat,  dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, Pak Nana positif menderita TB Paru dan diharuskan berobat rutin selama enam bulan, namun kondisi Pak Nana terus menurun namun ia hanya memilih dirawat di rumah saja karena takut dengan biaya yang mesti dikeluarkan. Pasca perawatan pengobatan selama enam Bulan keadaannya tidak membaik sama sekali dan mengulangi proses pengobatan, Pak Nana diharuskan oleh dokter  melakukan suntik setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Pak Nana sama sekali tak mempunyai jaminan kesehatan dan biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini Pak Nana berhenti bekerja sebagai petani. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Nana, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan obat disampaikan. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Nana menderita TB paru


MAHPUDIN BIN MADKARSI (75, Stroke). Alamat: Kp. Mekarsari, RT 4/5, Desa Karanganyar, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah tiga tahun, Pak Pudin hanya terbaring di rumah karena sudah tidak melakukan aktivitas apapun sejak ia terserang penyakit stroke. Awalnya, Pak Pudin hidup normal dan bisa berjalan namun tiba-tiba tubuh bagian kanan tidak bisa digerakkan, keluarganya panik dan membawanya ke puskesmas dan ternyata ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya namun keluarganya memilih merawatnya di rumah karena kendala biaya dan tak punya jaminan kesehatan. Selama pengobatan, Pak Pudin menghabiskan biaya hingga ratusan ribu rupiah dan hanya istrinya, Badriah (72) yang merawatnya. Terkadang ia dibantu anak tertuanya dalam hal sandang karena Pak Pudin sudah tidak bekerjadan renta, untuk itu keluarganya meminjam uang kepada tetangga demi bisa membeli obat. Mereka tinggal di daerah yang jauh dari jangkauan medis dan minim transportasi umum sehingga hal tersebut menjadi kendala untuk melakukan pengobatan rutin. Kini, Pak Pudin pun tak bisa berbicara banyak dan tak bisa berjalan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk menjenguk Pak Pudin dan menyampaikan santunan untuk meringankan pengobatannya dan akomodasi. Mudah-mudahan Allah memberikan kesembuhan pada Pak Pudin. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Mahpudin menderita stroke


OOS BIN IHAK (47, Korban Tabrak Lari). Alamat: Kp. Cikurubuk, RT 34/8, Kelurahan Pasirbatang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Tiga tahun yang lalu, Pak Oos menjadi korban tabrak lari di Yogyakarta saat ia mencari pekerjaan. Penabraknya sama sekali tak bertanggung jawab, dan Pak Oos dibawa ke rumah sakit oleh warga setempat. Karena tidak ada keluarga dan tak punya biaya, akhirnya ia memilih pulang ke Tasikmalaya padahal tulang paha kirinya patah dan sampai sekarang tidak pernah berobat lagi ke rumah sakit. Pak Oos hanya melakukan pengobatan tradisional dan pijat. Kini, kakinya yang patah hanya diikat dengan tali seadanya supaya ia bisa berjalan padahal seharusnya kakinya tersebut dipasang pen. Pak Oos memilih berobat seadanya karena keterbatasan biaya apalagi sudah lama ia tak berpenghasilan. Pak Oos tidak pernah menikah dan tak punya anak sehingga yang merawatnya hanya adiknya yang sudah menikah. Ia tinggal di rumah ibu angkatnya bersama ibu kandungnya yang sudah renta dan pikun. Saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan, ia sempat mengeluh dan berharap umurnya tak panjang karena tak kuat menahan sakit namun Allah tak akan memberi cobaan di luar batas kekuatan hamba-Nya. Alhamdulillah bantuan bisa disampaikan untuk biaya pengobatan selanjutnya dan ke depan, Pak Oos akan menjadi pasien dampingan supaya ada tindakan operasi agar ia bisa berjalan tanpa bantuan kruk. Semoga Allah memberi kemudahan untuk kesembuhan Pak Oos. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Oos korban tabrak lari


KOYAH BINTI DIDING (56, Asam Urat). Alamat: Kp. Cikadu, RT 7/2, Desa Cilangkap, Kec. Manonjaya,  Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Dua Bulan yang lalu, Bu Koyah mengalami gejala nyeri pinggang disertai pembengkakan pada kedua kaki sehingga tidak bisa berjalan. Bu Koyah kemudian memeriksakan diri ke puskesmas disarankan oleh dokter  untuk berobat jalan. Selama dalam masa pengobatan, dokter menyatakan Bu Koyah menderita asam urat dan harus berobat rutin ke klinik di dekat rumahnya dengan KIS. Bu Koyah sudah hampir 5 tahun hidup menjanda setelah ditinggal suaminya sehingga pendapatannya hanya didapat dari pekerjaan buruh cuci baju tetangganya. Terkadang ia sama sekali tak bekerja. Ia hidup di rumah berdinding bambu yang hampir runtuh bersama tiga cucu karena anak-anaknya harus bekerja. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Koyah dan menyampaikan bantuan biaya akomodasi dan obat. Semoga Bu Koyah selalu diberi kesehatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Koyah menderita asam uUrat


UNDANG SARIPUDIN (64, Katarak). Alamat: Kp. Pasirpanjanv, RT 2/8, Kelurahan Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jaws Barat. Sudah dua tahun, Pak Undang menderita penyakit katarak. Penyakit tersebut muncul karena Pak Undang yang sering menggergaji kayu dan matanya sering terkena potongan kecil dari kayu tersebut dan lama-kelamaan membuat matanya rabun. Pak Undang kemudian pergi berobat ke puskesmas di daerahnya dan ia diberi obat tetes mata. Bukannya membaik, penglihatan Pak Undang malah semakin buram dan mulai ada bercak-bercak putih di bola matanya, awalnya hanya satu mata yang terkena katarak dan sekarang dua mata Pak Yadi sudah tidak bisa melihat. Kini Pak Yadi sudah menganggur dan tak bisa bekerja lagi sebagai tukang bangunan karena beberapa jarinya sudah kaku dan sulit digerakkan akibat syaraf yang putus. Istrinya sudah meninggal dunia sekitar satu tahun lalu dan ia tinggal sendiri karena anak-anaknya sudah menikah. Terkadang mereka menjenguk ayahnya dan memberi makanan atau mengantar ayahnya berobat. Insya Allah, Pak Undang akan melakukan operasi katarak massal di bulan Ramadhan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa mengunjungi Pak Undang untuk menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk biaya berobat sebelum tindakan operasi dilakukan supaya penyakitnya membaik. Semoga Allah memberikan kesembuhan padanya dan penglihatannya segera pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Undang menderita katarak


RSSR BANDUNG RAYA (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSRBandung merupakan Rumah Singgah yang dikelola oleh Sedekeh Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu pula RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang harus melakukan pengobatan di RSHS Bandung. Di bulan April 2017 RSSR  menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 21 pasien beserta pendampingnya. Selain itu pasien juga difasilitasi dengan kasur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, mushalla dan satu motor matic untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, rumah singgah juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi para sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan para sedekahollics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang RSSR dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari para pasien dan pendamping pasien. Selanjutnya berkat sedekahollics pula kebutuhan operasional RSSR seperti utility, retribusi kebersihan dan biaya operasional lainnya bisa terpenuhi. Semoga semua bantuan dari para sedekahollics yang dipergunakan untuk operasional RSSR Bandung raya ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan RSSR Bandung sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.432.744 ,-
Tanggal : 7 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan Maret 2017). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR Bandung Raya 1 harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya 1 sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya 1 semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung Raya 1 menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan masyarakat. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya 1 dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung Raya  1 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan #SedekahRombongan telah memberi bantuan untuk operasional bulan Januari 2017 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) honor supir; (3) biaya tol dan parkir; (4) dan pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 1 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholic #SR dibalas Allah SWT dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.540.200,-
Tanggal: 8 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @lisdamojang @cucucuanda

Biaya operasional bulan Maret 2017


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional Maret 2017). Sejak bulan Mei 2014, #SedekahRombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), kendaraan multiguna yang dapat difungsikan sebagai ambulance dan mobil jenazah. Menghadapi medan beberapa kabupaten di wilayah Bandung Raya yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, karena tuntutan warga akan keberadaan angkutan untuk pasien semakin besar, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang  membutuhkan ambulance, alhamdulillah, pada awal Mei 2016 sedekaholics #SR mempercayakan lagi satu unit mobil ambulance (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola #SR Bandung Raya. Ambulance yang kerap dipanggil Mr. Black ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah sedekaholics #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar selama bulan Januari 2017, pembelian pelumas, honor supir, dan perpanjang STNK. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 2 ini akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp.4.329.000,-
Tangggal : 08 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang @cucucuanda

Biaya operasional bulan Maret 2017


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Saat ini Bu Koyah rutin menjalani pemeriksaan seminggu dua kali ke RS Persahabatan Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama Bu Koyah menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara


IIS JUJU ZULAIKAH (22, Infeksi Kaki Sebelah Kanan). Alamat: Desa Candi RT. 01/06, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Iis merupakan pasien dampingan SedekahRombongan Semarang yang saat ini menjadi dampingan SedekahRombongan Solo. Mei 2015 silam sepulang dari bekerja di Kalimantan, Mbak Iis mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki kanannya retak. Oleh warga sekitar dilarikan ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Tiga hari kemudian setelah kondisi Mbak Iis agak membaik dokter melakukan operasi pemasangan pen di kaki kanan. Beberapa bulan setelah operasi pemasangan pen, kaki bekas pen mengalami bengkak namun karena jarak ke Rumah Sakit jauh dan kondisi keuangan keluarga yang tidak mampu maka tidak dibawa ke rumah sakit sehingga pada akhirnya kaki yang bengkak tadi membusuk, jahitan membuka, pen lepas dan sekarang terlihat tulang kaki karena daging juga mengelupas. Apabila berjalan, keluar tetesan darah dari luka tersebut. Namun karena keterbatasan biaya, pengobatan dilakukan seadanya. Sejak sakit, Mbak Iis tidak bekerja, kemudian Mbak Iis dan Ibunya, Ida Zubaidah (42) memutuskan untuk kembali ke Jawa tinggal menumpang di rumah kerabat di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan harapan akan mendapatkan pengobatan yang lebih layak. Sementara sang ayah dan adik tetap berada di Kalimantan. Kurir SedekahRombongan Semarang dipertemukan dengan Mbak Iis dan keluarga kemudian mendampingi pengobatan Mbak Iis hingga mengantar berobat ke Solo. Setelah beberapa bulan menjalani pengobatan dan operasi di RS Dr Soeharso Solo. Mbak Iis baru saja menjalani operasi yang ketiga. Santunan ke-5 untuk pembelian obat dan akomodasi selama menjalani rawat inap disampaikan kepada Mbak Iis, dimana santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 933. Semoga mampu mengurangi beban dan Mbak Iis berangsur sembuh. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @mawanhananto @Anissetya60 @shofawa

Bu Iis menderita infeksi kaki sebelah kanan


YAYASAN GALUH (Bantuan Sembako). Alamat : Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT 3/2, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Yayasan Galuh diketuai oleh Bpk. Suhanda Gendu (59) anak dari Gendu Mulatip yang merupakan pendiri dari Yayasan Galuh. Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan. Sejak tahun 1980, Yayasan Galuh sudah berdiri diatas tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini sudah menampung sekitar 370an pasien dari Bekasi dan kota lainnya, dalam sebulan kebutuhan beras untuk Yayasan bisa mencapai 6 ton ditambah lauk pauk yang harus mereka siapkan dengan dibantu oleh relawan sebanyak 45 orang. Mereka adalah orang-orang yang pilihan Tuhan, dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang skizofrenia, cacat mentalnya dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 Sedekah Rombongan telah rutin menyampaikan bantuan untuk keperluan operasional dan pada bulan Mei 2017 kembali Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk keperluan operasional yayasan ini setelah santunan sebelumnya masuk pada Rombongan 984. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Bapak Suhanda dan tentunya untuk pasien-pasien yang sekarang berikhtiar di Yayasan Galuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 5 Mei  2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Bantuan sembako


PRINCESS WIDA RASYID (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Srengseng RT 4/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Princess memang sudah ada kelainan, terkadang sekujur tubuh berwarna biru, nafas terlihat sesak. Pada tanggal 20 Maret 2017, Princess dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya mengkhawatirkan. Princess memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3, namun masih atas nama bayi dan harus dirubah ke nama saat ini. Kartu BPJS Princess beserta orang tua dan kakaknya ternyata memiliki tunggakan yang harus dibayar. Ayahnya, Pak Suherman (41) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Halimah (40) ibu rumah tangga. Saat ini Princess menjalani pemeriksaan rutin ke RS Harapan Kita Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Harapaan Kita Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Princess menderita jantung bocor


ELSYA EMILIA CINDY (16, Patah Tulang Kaki Kanan). Alamat : Jalan Garuda No. 110, RT 15/4, Desa Karang Pandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada hari Kamis tanggal 4 Bulan Mei kemarin, Elsya yang pulang dari sekolahnya dengan mengendarai sepeda mengalami musibah saat perjalanan. Elsya diserempet oleh bis dan Elsya pun langsung hilang kendali dan terjatuh. Para warga yang mengetahui kejadian tersebut dengan sigap menolong Elsya dan membawanya ke RS Wava Husada Kepanjen. Elsya yang merasa kesakitan pada kaki kanannya, oleh pihak rumah sakit dilakukan foto rongten. Dari hasil foto rongten diketahui bahwa tulang kaki kanan Elsya patah dan dokter menyarankan untuk dilakukan operasi pemasangan pen. Dokter pun akhirnya melakukan operasi pemasangan pen dengan sepertujuan dari pihk keluarga. Operasi yang dilakukan berjalan sangat lancar dan untuk saat ini Elsya menjalani rawat inap di RS Wava Husada Kepanjen. Elsya merupakan putri pertama dari Bapak Supriyanto (38) dan Ibu Ernawati (36), Elsya juga mempunyai adik yang juga masih bersekolah. Bapak Supriyanto bekerja sebagai pedagang buah dan Ibu Ernawati hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Pendapatan yang di dapat dari berjualan buah sangat tidak menentu dan terkadang hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Keluarga merasa terbebani akan biaya pengobatan yang djalani dan Elsya pun juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk berobat. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Elsya dan bantuan untuk Elsya pun diberikan untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit. Semoga Elsya lekas sembuh dan dapat melanjutkan pendidikannya kembali. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

Bu Elsya menderita patah tulang kaki kanan


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Untuk Pembelian Light Bar + Dragbar). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Untuk melengkapi MTSR pengadaan Light Bar dan Dragbar pun diperlukan, dikarenakan barang yang sudah ada telah rusak dan tidak dapat dipergunakan lagi. Pada bulan ini, bantuan yang diberikan oleh Sedekacholics dipergunakan untuk pembelian Light Bar dan Dragbar baru. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 983. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 13.250.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Fafan Agus @m_rofii11

Biaya pembelian light bar + dragbar


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan April 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move keluar kota dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 983. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 2.011.300,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Fafan Agus @m_rofii11

Biaya operasional bulan April 2017


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan April 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat  Malang membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota dan service rutin setiap bulan. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 983. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.778.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Fafan Agus @m_rofii11

Biaya operasional bulan April 2017


PROS EKAWATI (35, Kanker Mata). Alamat : Jl. Kalibener, Gang 2, RT 4/2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit Ibu Pros berawal pada tahun 2012. Awalnya, tumbuh benjolan di mata kirinya. Benjolan tersebut kian membesar dan mengganggu penglihatan Ibu Pros. Setelah memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Banyumas, dokter mendiagnosis Ibu Pros mengidap kanker mata stadium 4 sehingga beliau harus melanjutkan dan menjalani serangkaian pengobatan di RS Sarjito dan RS Margono serta scan mata di Panti Rapih. Pengobatan Ibu Pros akhirnya dirujuk ke RS Dharmais Jakarta dan dilakukan tindakan operasi pada 29 Maret 2017. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan Ibu Pros dinyatakan boleh pulang pada Senin, 17 April 2017. Namun Allah berkehendak lain. Pada Sabtu, 15 April 2017 Ibu Pros mengalami pendarahan di otak dan hidungnya. Kini dokter tidak dapat membantunya, sehingga perjuangannya melawan penyakit harus terhenti hari itu juga. Ibu Pros meninggal dunia. Ibunya  mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Penghasilan keluarga Ibu Pros hanya mengandalkan suaminya, Selfanes (40) yang bekerja sebagai karyawan di suatu toko. Penghasilannya yang kecil hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anaknya. Biaya pengobatan Ibu Pros dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga Ibu Pros, santunan kembali disampaikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhumah. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 991. Semoga perjuangan dan kesabaran Ibu Pros selama ini dalam menghadapi sakit yang dideritanya dapat menjadi penggugur dosa-dosanya, sehingga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @sirheywarex @paulsyifa

Bu Pros menderita kanker mata


UJANG MUNANJAR (16, Cidera Otak). Alamat : RT 1/9, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Suatu sore di tanggal 21 Maret 2017 Ujang mengalami sebuah kecelakaan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 4 sore disebabkan karena Ujang berusaha menghindari pengendara kendaraan bermotor lain yang salah menyalakan lampu sen. Ujang yang saat itu melaju dengan kecepatan tinggi seketika membanting stir kemudian ia jatuh dengan kepala membentur aspal dengan cukup keras, hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. Ia lalu dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo. Setelah dilakukan pemeriksaan terdapat gumpalan darah di dalam kepalanya yang mengharuskan untuk segera dilakukan tindakan operasi. Setelah menjalani operasi tersebut Ujang mulai sadar namun keadaannya masih lemah. Operasi tersebut menelan biaya yang cukup besar. Ayahnya, Sirun (53) bekerja sebagai tukang kayu dan sang ibu, Tasriyah (49) yang memperoleh penghasilan dari berjualan nasi bungkus tidak memiliki biaya yang cukup untuk membayar biaya operasi Ujang. Selain itu biaya operasi dan pengobatan Ujang juga tidak dibantu oleh jaminan kesehatan manapun karena ia sama sekali tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Saat ini keluarga sedang mengupayakan untuk mengurus Jasa Raharja. Namun plafon maksimal yang dimiliki Jasa Raharja masih belum menutupi keseluruhan biaya operasi Ujang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ujang dan keluarga. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu kekurangan biaya operasi Ujang. Semoga setelah menjalani operasi Ujang bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @firdhanelis

Ujang menderita cidera otak


WIJAYANTI SUDIYONO (44, Patah Tulang Tangan Kiri). Alamat : RT 6/4, Dusun Karangkabur, Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Wijayanti terjatuh di tempat untuk mencuci piring pada tanggal 3 Februari 2017. Beliau sempat dipijat dua kali sebelum diperiksa ke Laporatorium Utama. Pada tanggal 13 Maret 2017 beliau memeriksakan diri di Laboratorium Utama dan didiagnosis mengalami patah tulang pada tangan kirinya. Beliau kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga dan dianjurkan untuk menjalani operasi. Namun operasi belum dapat dilakukan karena terkendala biaya. Kini tangan kiri Ibu Wijayanti masih sakit bila digerakkan, tidak dapat menekuk dan bengkak. Suaminya, Sudiyono (44) bekerja dengan berdagang kelontong secara berkeliling. Bapak Sudiyono juga sering sakit. Ibu Wijayanti sendiri adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan yang kecil sulit memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Mereka juga terancam tidak memiliki tempat tinggal karena rumah yang sekarang ditempati menjadi jaminan hutang saudaranya yang sudah meninggal. Beliau juga tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan manapun. Dalam keterbatasan ekonominya tersebut, tidak ada uang simpanan untuk biaya operasi dan akomodasi selama pengobatan Ibu Wijayanti. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Wijayanti sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan Ibu Wijayanti. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @arfanesia @rianayananta @paulsyifa

Bu Wijayanti menderita patah tulang tangan kiri


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional RSSR Bulan April Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4,  Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Tegal dan Ciamis yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 980. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.733.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Bantuan operasional RSSR bulan April 2017


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional April 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin, pembelian gas oksigen, dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 980 .

Jumlah Bantuan : Rp. 5.850.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @sirheywarex Arif @ddeean

Bantuan operasional MTSR bulan April 2017


SUHARDI BIN SUDIATI (49, Syaraf Terjepit). Alamat : RT 3/3, Dusun Mergayasa, Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2014, Bapak Suhardi jatuh dari ketinggian 4 meter saat bekerja. Beliau sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Emanuel Klampok. Setelah sembuh, beliau dapat bekerja lagi. Pada pertengahan tahun 2015, muncul gejala kesulitan untuk berjalan dan bicara. Bapak Suhardi pun memeriksakan diri ke RS Islam Banjarnegara. Beliau didiagnosis menderita saraf terejepit. Bapak Suhardi dan istrinya, Sumarni (42) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami. Sebelum sakit, Bapak Suhardi bekerja sebagai buruh bangunan yang berpenghasilan kecil, sedangkan Ibu Sumarni membuka usaha warung kecil-kecilan. Pendapatan keluarga yang kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka bersama kedua orang anaknya yang masih sekolah. Putra pertama mereka yang bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta, sesekali membantu kesulitan kedua orang tuanya. Alhamdulillah biaya pengobatan Bapak Suhardi dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pengobatannya masih terkendala biaya transportasi dan pembelian korset untuk menopang punggung Bapak Suhardi yang sering terasa sakit. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami Bapak Suhardi. Santunan kembali diberikan untuk membantu biaya pembelian korset untuk menopang punggung dan transportasi selama proses pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya ada dalam rombongan 935. Kini kondisi Bapak Suhardi sudah membaik. Beliau sudah jarang pusing, meskipun punggungnya masih sakit sehingga dokter menyarankan untuk memakai korset. Semoga Bapak Suhardi segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Pak Suhardi menderita syaraf terjepit

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 YOYOH KHODIJAH 1,000,000
2 REZKY DWI ARYA PUTRA 500,000
3 SARJI BIN UNIM 1,000,000
4 TITI SARYANI 500,000
5 PATONAH BINTI OJONG 750,000
6 FAHRUL HAMZAH HIDAYAT 500,000
7 CARLI BIN FULAN 500,000
8 NURUL MAULIDIYATI 500,000
9 SUKESIH BINTI TAMAN 500,000
10 AYU RAHAYU 1,000,000
11 KARNI BINTI SUKARI 500,000
12 RANI ANGGRAENI 500,000
13 NARTONO BIN KANILA 500,000
14 ROHEMI BINTI DARIP 1,000,000
15 ROINI BINTI NADI 500,000
16 SALI BIN MISDA 500,000
17 SITI KOMSYAH 700,000
18 ATHIFAH RAFANDA SALSABILA 750,000
19 KASNO BIN WANDA 750,000
20 ABDUL JALIL 750,000
21 YOGA BIN SAHLI 1,000,000
22 KOMAR BIN ATIBI 500,000
23 TOHA BIN NUKDI 500,000
24 IMAS BINTI MUAD 500,000
25 HANA NUR HALIMAH 500,000
26 UNDANG CEP NUHLAS 500,000
27 MTSR TASIKMALAYA 500,000
28 SILVIA NOER 500,000
29 DEWI DIPRIYANI 500,000
30 SIFA APRIANI 500,000
31 IYA YAHYA 500,000
32 EMAY BIN DANU 500,000
33 ABDUL MANAF 750,000
34 NANA SUTISNA 750,000
35 MAHPUDIN BIN MADKARSI 500,000
36 OOS BIN IHAK 500,000
37 KOYAH BINTI DIDING 500,000
38 UNDANG SARIPUDIN 500,000
39 RSSR BANDUNG RAYA 6,432,744
40 MTSR BANDUNG RAYA 1 2,540,200
41 MTSR BANDUNG RAYA 2 4,329,000
42 KOYAH BINTI ODIH 1,000,000
43 IIS JUJU ZULAIKAH 500,000
44 YAYASAN GALUH 2,500,000
45 PRINCESS WIDA RASYID 1,000,000
46 ELSYA EMILIA CINDY 500,000
47 MTSR MALANG 13,250,000
48 MTSR MALANG 2,011,300
49 MTSR MALANG 2,778,000
50 PROS EKAWATI 2,000,000
51 UJANG MUNANJAR 2,000,000
52 WIJAYANTI SUDIYONO 1,500,000
53 RSSR PURWOKERTO 1,733,000
54 MTSR PURWOKERTO 5,850,000
55 SUHARDI BIN SUDIATI 1,000,000
Total 74,124,244

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 74,124,244,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 995 ROMBONGAN

Rp. 50,357,546,384,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 995

  1. 33Jimmie

    I must say it was hard to find your site in google.
    You write great content but you should rank your website higher in search engines.

    If you don’t know 2017 seo techniues search on youtube: how to rank a website Marcel’s way