Rombongan 994

Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.
Posted by on May 10, 2017

SUPARTINAH BINTI PROJO SUDARSONO (52th,Komplikasi) Pedukuhan Sanggrahan RT 02 RW 15, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Sejak Sebelas tahun yang lalu ibu Supartinah menderita sakit diabetes dan jantung. Beliau seorang janda yang hidup dengan seorang anaknya yang kedua, setelah anak pertamanya menikah dan ikut suaminya. Sedangkan anak keduanya bekerja serabutan dan kadang menjadi sopir panggilan. Semangat untuk sembuhnya begitu kuat,sehingga selama sebelas tahun berusaha mencari kesembuhan berobat dibeberapa rumah sakit. Dalam satu tahun terakhir beban biaya perawatannya sedikit terbantu setelah ada tetangganya yang berusaha mencarikan jaminan kesehatan Jamkesda. Namun ada beberapa obat atau sarana kesehatan yang tidak tercover Jamkesda
Sekian lama keluar masuk rumah sakit, akhirnya Tuhan berkehandak lain. Pada tanggal 29 maret 2017, ibu Supartinah meninggal dunia di RS Condong Catur Yogyakarta. Sedekah holics melalui #Sedekah rombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan beban pemakanan dan bantuan ambulan kepada almarhum ibu Supartinah. Semoga almarhum khusnul khotimah. Segenap keluarga almarhum ibu Supartinah mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi #Sedekah holics dan #Sedekah rombongan
Laporan bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 921

Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian: 29 maret 2017
Kurir: @Saptuari Sugiharto @faisal_gudeg @Jemi.Gigi

Bu Supartinah menderita komplikasi


RIYANTI BINTI SAPTO PRAYITNO (52th) Korban kebakaran. ibu satu anak ini bertempat tinggal di dusun Pancoh Wetan, RT 03/12, Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Suaminya Supriyanto (58th) mengalami kelumpuhan karena kecelakaan dan tidak bisa bekerja seperti yang lainnya. Untuk memenuhi kebutuhannya, ibu Riyanti memiliki toko kelontong untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya. Nasib naas menimpa keluarga Ibu Riyanti, tepatnya pada hari Kamis malam tanggal 2 Maret 2017 pukul 19.00 WIB, saat keadaan di desa Pancoh Wetan sedang mengalami pemadaman listrik. Pada saat bersamaan, dengan penerangan lilin, anak ibu Riyanti yang bernama Rofi Dwi Eryanti sedang menakar BBM yang dijual eceran. Tidak terduga api yang bersumber dari lilin disebelahnya langsung menyambar BBM tersebut dan api langsung membesar dan langsung menyebar membakar rumah. Alhamdulillahnya api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB. Namun dari kejadian tersebut hampir seluruh rumah Ibu Riyanti hangus terbakar. Tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan. Seluruh dagangan warung kelontong miliknya ludes terbakar api. Rumah tersebut dihuni oleh 3 orang, suami dari Ibu Riyanti, Rofi dan Ibunya Riyanti. Kerugian dari kebakaran tersebut kurang lebih 100 juta. Sekarang keluarga ibu Riyanti tinggal menumpang  tetangganya. Alhamdulillah #kurirSR dipertemukan dengan beliau dan menyampaikan bantuan dari para #sedekahholic guna meringankan keperluan hariannya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Maret 2017
Kurir : @SaptuariSugiharto @faisal_gudeg @jemirikab @galihpamungkas7 @dwiahel

Bantuan tunai


FATNURIMAN FATHONI (41th, Pembuluh Darah Pecah, Hipertensi), Alamat Jalan Perkutut No 4 Kampung Demangan Baru, Desa Catur Tunggal Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Pada tanggal 25 Februari 2017 yang lalu pak Fatnuriman Fathoni mengalami sakit kepala. Semula hanya dikira sakit biasa, namun ternyata sakitnya makin parah dan tidak segera sembuh. Hari itu juga diperiksakan ke dokter dan langsung dirujuk ke RS hidayatullah Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan dan observasi, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi kepala dan dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta untuk segera dilakukan operasi. Di RS Bethesda bapak Fatnuriman Fathoni menjalani operasi, namun pasca operasi masih harus menjalani prapatan yang cukup lama, sampai hampir satu minggu dirawat di RS Bethesda kesadaran beliau belum pulih kembali, bahkan masih sering ngigau berbicara sendiri
Sebelum sakit bapak Fatnuriman Fathoni berprofesi sebagai tenaga serabutan, apapun pekerjaan yang diberikannya beliau jalani, sedangkan istri beliau, yaitu ibu Yuli Astuti (40th) bekerja sebagai karyawan toko acecoris hand phone. Dengan pendapatan yang tidak begitu banyak dan tanggungan 2 orang anak yang masih kecil-kecil, keluarga ini belum mampu membuat jaminan kesehatan mandiri. Sampai tanggal 10 Maret 2017,kondisi pak Fatnuriman Fathoni belum pulih kesadarannya, sedangkan biaya rumah sakit terus membengkak hingga Rp 31.000.000,-, angka yang terlalu besar untuk keluarga bapak Fatnuriman Fathoni. Untuk meringankan biaya rumah sakit, pihak rumah sakit menyarankan untuk dibawa pulang dan menjalani rawat jalan
Alhamdulilah #Sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Fatnuriman Fathoni, untuk menyampaikan bantuan titipan dari #Sedekah hollics, untuk ikut membantu meringankan biaya rumah sakit selama bapak Fatnuriman Fathoni menjalani perawatan di rumah sakit. Keluarga bapak Fatnuriman Fathoni mengucapkan banyak terima kasih dan mendoakan semoga segenap #Sedekah hollics dan #Sedekah rombongan dilancarkan segala usahanya, dicatat sebagai amal kebaikan, dan mohon doanya semoga bapak Fatnuriman Fathoni segera diberi kesembuhan

Bantuan     : Rp 10.000.000,-
Penyampaian: Tanggal 10 Maret 2017
Via Kurir        : @Saptuari Sugiharto @faisal_gudeg@JemiGigi

Pak Fatnuriman menderita pembuluh darah pecah, hipertensi


SADIKIN BIN PONCO DINOMO (67th,Penyempitan saluran kencing) Bertempat tinggal di Pedukuhan Betakan RT 006 RW 028, Desa Sumberrahayu Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semenjak masih muda sebenarnya Pak Sadikin sudah sering sakit, dan keluar masuk rumah sakit. Hingga pada awal bulan Februari 2017, masuk rumah sakit dan opname selama 16 hari hingga akhirnya boleh pulang. Namun pada pertengahan bulan Februari dibawa kerumah sakit karena kesehatannya menurun. Hingga pada tanggal 21 Februari 2017, bapak Sadikin meninggal dunia. Selama ini almarhum bapak Sadikin tidak punya jaminan kesehatan sehingga harus membayar banyak. Baru tahun ini diuruskan untuk mendapatkan jaminan kesehatan tetapi lebih dulu meninggal dunia
Alhamdulilah #Sedekah rombongan dipeetemukan dengan keluarga almarhum bapak Sadikin, untuk menyampaikan bantuan titipan dari #Sedekah hollics, untuk meringankan beban keluarga setelah sekian tahun keluar masuk rumah sakit

Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal penyampaian: 22 Februari 2017
Via kurir:@Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg @JemiRikab@Sigit

Pak Sadikin menderita penyempitan saluran kencing


ABDUL RANI (64, Cellulitis). Alamat : Jln. Raya Tua Tunu, RT 1, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Saat pulang bekerja Pak Abdul Rani merasakan gejala demam, ia tiba – tiba menggigil dan panas tinggi. Beberapa ari kemudian, muncul bintik-bintik merah disertai bengkak di sekitar kakinya. Kondisi tersebut semakin parah saat Pak Abdul Rani tidak memeriksakan kondisinya ke dokter tetapi hanya mengandalkan obat tradisional. Akibatnya kaki Pak Abdul Rani melepuh dan muncul koreng yang menimbulkan aroma tidak sedap. Selama 2 bulan Pak Abdul Rani belum memeriksakan kondisi kakinya dikarenakan kekhawatiran terkait masalah biaya meskipun ia telah memiliki KIS. Berat badan Pak Abdul Rani menurun drastis dan ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Pak Abdul Rani adalah seorang buruh harian tidak menentu sedangkan istrinya hanya ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian mereka yang terbatas membuat keluarga tidak berani membawanya ke dokter untuk diperiksa lebih intensif. Bekerjasama dengan pihak Puskesmas setempat, akhirnya Pak Abdul Rani bisa dievakuasi ke RS Bhakti Wara (RSBW) untuk dirujuk dan ditangani secara intensif. Pak Abdul Rani didiagnosis dokter menderita cellulitis, yakni peradangan pada kulit akbat bakteri yang dapat menyebabkan luka serius. Pada September 2016, Pak Abdul Rani pernah dirawat di RSBW namun setelah itu ia tidak lagi berobat selama 2 bulan dan kondisinya kembali menurun. Akhirnya Pak Abdul Rani kembali menjalani pengobatan dan kondisinya sempat membaik, namun ia kembali dirawat di RSBW dan keluarga tidak mampu membiayai biaya pengobatan sehingga menyisakan tanggungan di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk melunasi biaya rumah sakit. membayar Pak Abdul Rani didiagnosis dokter menderita penyakit cellulitis. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk biaya berobat. Sebelumnya Pak Abdul Rani telah dibantu dalam rombongan 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.630.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Herda @ririn_restu

Pak Abdul menderita cellulitis


SUPRIYONO GERUNGGANG (47, Dhuafa). Alamat : Gang Rukun, RT 7, Kel. Air Kepala Tujuh, Kec. Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Prov. Bangka Belitung. Pak Supriyono dan keluarganya adalah perantau dari Pulau Jawa. Sebelumnya mereka tinggal dan bekerja sebagai buruh tani di kebun milik orang lain di Desa Kretak, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Kondisi pertanian yang tidak menghasilkan lagi, membuat Bapak Supriyono beserta keluarga pindah dari kebun tersebut. Pak Supriyono dan keluarga pindah dan mengontrak rumah baru. Penghasilan Pak Supriyono tidak menentu sehingga ia dan keluarga hanya bisa bertahan selama 2 bulan di rumah tersebut. Saat ini pekerjaan sehari-hari Pak Supriyono hanya mencari barang rongsokan. Demi mendapatkan tempat berlidung, akhirnya mereka memutuskan untuk pindah dari kontrakan dan menumpang di tanah kosong milik warga. Pak Supriyono memanfaatkan tanah tersebut untuk membuat pondok yang jauh dari layak. Rumah yang hanya berukuran 3 x 4 m itu dihuni oleh 4 orang, lantai dan dindingnya hanya dari spanduk bekas. Warga sekitar bersimpati atas kondisi yang dialami Pak Supriyono. Secara gotong – royong warga mengumpulkan sumbangan untuk membantu membuatkan tempat tinggal sementara yang lebih layak. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat turut membantu menyampaikan santunan. Santunan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga Pak Supriyono yang selama ini sedang kesusahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Bantuan tunai


DIKI WAHYUDI (6, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jln. Tengku Mahmud, Simpang Jengkol dekat TPU, Kel. Palas, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut, namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun hingga kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Akhirnya mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo dengan 1 kali siklus kemo ia membutuhkan 2 botol obat Dactinomycin. Ayahnya, Budianto, bekerja sebagai pedagang serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap setiap bulannya, sedangkan ibunya, Ningsih, adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian keluarga yang masih terbatas membuat Diki terkendala biaya untuk menjalani pengobatannya hingga akhirnya Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. Sedekah Rombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik dan dokter memutuskan kemo dilanjutkan kembali agar tumor semakin mengecil, namun sayangnya setelah beberapa kali menjalani siklus kemo kondisi tumor Diki kembali membesar. Akhirnya dokter menyarankan Diki untuk melanjutkan pengobatannya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berbekal surat rujukan ke RSCM, Diki dan keluarganya memutuskan untuk berobat ke Jakarta namun terkendala biaya transportasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan biaya transportasi untuk Diki dan keluarganya sehingga mereka bisa berangkat ke Jakarta. Hingga kini Diki telah tinggal di RSSR Jakarta dan melanjutkan pengobatannya di RSCM dan RSK Dharmais. Semoga Diki segera diberikan kesembuhan total dari penyakitnya, aamiin. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari Diki selama ia berobat di Jakarta serta pembelian albumin saat kondisi kesehatan Diki menurun. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 979.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.950.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Diki menderita tumor di dada kiri


RISKI BIN AMRIL (15, Kanker Tulang). Alamat : Gang Horas, RT 3/6, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Saat masih kecil, Riski pernah terjatuh keras dalam posisi terduduk namun orang tuanya tidak pernah memeriksakan kondisi tulangnya setelah kejadian tersebut. Lima bulan terakhir kondisi tulang pangkal paha Riski semakin parah hingga ia mengalami kesulitan berjalan. Kakinya semakin mengecil, badannya semakin kurus hingga seperti tulang yang berbalut kulit, pangkal paha kirinya pun membengkak sebesar bola. Orang tuanya lalu membawa Riski berobat ke RS Efarina di Pangkalan Kerinci. Dokter di RS Efarina kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan pemeriksaan lebih intensif. Dokter di RSUD Arifin Achmad mendiagnosis Riski menderita Osteosarkoma atau kanker tulang pada tulang pangkal paha kirinya dan merujuknya ke RSCM Jakarta. Riski tinggal dengan ayahnya, Amril, yang bekerja sebagai pedagang kain keliling dengan penghasilan tidak tetap, dan ibunya, Rosita, yang seorang ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah kontrakan berukuran 4×10 dengan 1 kamar yang menampung 6 orang anggota keluarga. Selama pengobatan Riski menggunakan BPJS kelas 3, namun keluarga tetap mengalami kendala biaya transportasi berobat ke RSCM Jakarta karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun mereka masih mengalami keterbatasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Riski dan menyampaikan santunan untuk membantu keluarga dalam biaya akomodasi dan pembelian tiket agar Riski dapat berobat ke Jakarta. Saat ini Riski telah tinggal di RSSR Jakarta dan masih berobat secara rutin di RSCM Jakarta. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Riski dan keluarga selama ia menjalani pengobatan di Jakarta. Semoga kondisi Riski dapat membaik dan ia segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan Riski sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 979.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @nhpita Habibie @harji_anies

Riski menderita kanker tulang


HIDAYAT BIN ASEP DARMAWAN (21, Infeksi Paru-Paru). Alamat Jl. Rambutan, RT 2/1, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada tanggal 9 Januari 2017, Hidayat (Dayat) merasakan sakit di dadanya lalu keluarga membawanya berobat ke klinik Dokter Deni. Dari hasil pemeriksaan dokter menyarankan Dayat untuk melakukan rontgen di RS Thurshina Duri. Dari hasil rontgen diketahui ada cairan yang mengendap di paru-paru Dayat. Dokter Deni kemudian merujuk Dayat ke RSUD Duri. Berdasarkan hasil rontgen tersebut, tim dokter RSUD Duri memutuskan untuk melakukan tindakan operasi pengeluaran cairan paru-paru Dayat. Alhamdulillah pada tanggal 10 Januari 2017 Dayat menjalani operasi penyedotan cairan paru-paru. Namun setelah beberapa hari, Dayat mengeluh merasakan kesakitan dan sesak nafas. Dokter pun melakukan penarikan selang yang ternyata terlalu panjang masuk ke dalam dada. Pada tanggal 30 Januari 2017 akhirnya dilakukan operasi ulang karena telah terjadi infeksi di paru-paru Dayat. Sebelum sakit, Dayat bekerja sebagai buruh pembuat lemari kaca dan diupah berdasarkan banyaknya lemari yang terjual. Orang tua Dayat, Yuniar (51), adalah orang tua tunggal yang bekerja sebagai buruh harian setrika yang upahnya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Selama menjalani pengobatan di rumah sakit, Dayat tercatat sebagai pasien umum dikarenakan JKN-KIS PBI Dayat belum aktif dan kondisi ini sangat membebani Ibu Yuniar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dayat dan turut merasakan kesulitan yang mereka hadapi. Dayat insyaa Allah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan selama masa pengobatannya. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Dayat selama ia dirawat inap dengan status pasien umum di RSUD Duri. Hingga saat ini, Dayat masih menjalani rawat inap karena fungsi paru-parunya belum dapat bekerja dengan baik. Semoga Dayat segera diberikan kesembuhan dan bisa beraktifitas seperti sediakala. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Dewi

Hidayat menderita infeksi paru-paru


M. VICKY AL GHAZALI (2, Suspek Hidrosepalus). Alamat : Jl. Gaya Baru Gg. Setia, Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada tanggal 4 Februari 2017, Al mengalami demam tinggi dan muntah-muntah dan kakek Al membawanya ke tukang urut. Namun setelah diurut, kondisi Al makin lemas bahkan sering kejang ringan. Karena kondisinya makin lemah dan hilang kesadaran, pada tanggal 8 Februari Al dibawa ke IGD RSUD Duri. Dokter pun bergerak cepat dan mengambill tindakan dengan melakukan cek darah serta CT Scan. Hasil CT Scan menunjukkan adanya cairan di kepala dengan volume yang cukup banyak dan Al didiagnosa menderita suspek hidrosepalus. Berdasarkan diagnosa tersebut, dokter mengambil tindakan tindakan penyedotan untuk mengeluarkan cairan di rongga dada dan memberikan bantuan oksigen. Selama dirawat di RSUD Duri, Al berstatus pasien umum karena pengurusan JKN-KIS PBI keluarga Al masih terhambat di perubahan Kartu Keluarga. Sejak orang tua Al berpisah saat usianya masih 5 bulan, Al dan kakaknya hidup bersama ayahnya. Perekonomian keluarga semakin sulit saat ayah Al terkena dampak pengurangan karyawan di toko tempat kerjanya, sehingga saat ini mereka tinggal di rumah kontrakan kakek Al yang bekerja sebagai tukang parkir dengan penghasilan yang tidak tetap. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Al dan keluarganya dan ikut merasakan kesulitan yang dialami oleh mereka. Insyaa Allah Al menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang akan terus dibantu pengobatannya. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembayaran biaya RS hingga lunas nantinya, agar Al dapat terus berobat sampai ia sembuh. Namun sayangnya takdir berkata lain, pada tanggal 16 Februari 2017 Al kembali ke pangkuan Allah. Sedekah Rombongan tetap membantu pembayaran biaya RS Vicky di RSUD Duri hingga lunas nanti. Alhamdulillah bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Dewi

Al menderita suspek hidrosepalus


MAHYUNIS BIN BOYOK (65, Jantung + Darah Tinggi + Katarak). Alamat : Jl. Jenderal Sudirman, Gg. Jambu no. 32, RT 16, Bintan Dumai, Kota Dumai, Provinsi Riau. Pak Mahyunis mengidap penyakit jantung sudah sejak 2 bulan terakhir, sedangkan darah tinggi yang diderita sudah sejak 15 tahun dan gangguan katarak pada matanya sudah dialami sejak 2 tahun yang lalu. Karena berbagai komplikasi penyakit yang dideritanya, Pak Mahyunis sudah tidak dapat melakukan pekerjaan yang berat. Namun Pak Mahyunis tidak pernah dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan, padahal Pak Mahyunis sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS Non PBI kelas 3 karena terkendala biaya transportasi. Istri Pak Mahyunis, Endri Fazni (62), adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengurus Pak Mahyunis yang sering sakit-sakitan dan tidak bisa bekerja lagi karena kondisinya yang sudah lemah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Mahyunis dan bantuan disampaikan untuk membantu biaya transportasi agar ia dapat kembali berobat. Semoga kondisi kesehatan Pak Mahyunis semakin membaik dan ia sehat kembali seperti sediakala. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @nhpita @jangajid

Pak Mahyunis menderita jantung + darah tinggi + katarak


BAIHAKI BIN YAYAN SOPIAN SYAIR (7, Radang Otak + Radang Paru-Paru). Alamat : Jalan Siak, RT 2, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Saat anak-anak lain sudah berlari-lari kecil dengan riang di usia 2 tahun, hal itu tidak dialami oleh Baihaki karena di usia tersebut ia bahkan belum dapat berjalan. Bahkan di usia 3 tahun, Baihaki sering mengalami kejang-kejang yang berdampak tulang rusuknya terlihat menonjol. Hasil pemeriksaan dokter di RSUD Dumai menyatakan bahwa ia didiagnosa terkena radang otak. Semenjak diagnosa tersebut hingga kini, Baihaki menjalani rawat jalan dan terkadang ia harus menjalani rawat inap saat kondisi kesehatannya menurun. Empat tahun yang lalu keluarga Baihaki memutuskan untuk pindah ke rumah kontrakan yang lebih layak karena rumah kontrakan sebelumnya dirasa tidak cukup layak dengan kondisi kesehatan Baihaki. Dengan kondisi rumah yang lebih layak ini, ayah Baihaki harus mengeluarkan biaya sewa lebih besar yaitu Rp. 600.000,- per bulan, padahal penghasilan Ayah Baihaki yang bekerja sebagai buruh lepas tidak tetap setiap bulannya. Sungguh istimewa ujian yang Allah subhanahu wa ta’ala beri pada Baihaki dan keluarga. Ujian pun kembali dihadapi keluarga ketika bulan Februari 2017 lalu hasil pemeriksaan dokter dan laboratorium Baihaki menunjukkan bahwa ia terkena radang paru-paru dan radang tenggorokan. Sejak itu Baihaki semakin sering bolak-balik masuk rawat inap di RSUD Dumai dengan kondisinya yang hanya bisa berbaring dan mengonsumsi bubur dan susu. Alhamdulillah biaya perawatan Baihaki di rumah sakit sudah ditanggung JKN-KIS Non PBI kelas 3 sehingga dapat meringankan beban keluarga. Sedekah Rombongan merasakan bagaimana perjuangan Baihaki serta keluarga untuk menjemput kesembuhan. Titipan langit dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama Baihaki dirawat di rumah sakit. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesembuhan untuk Baihaki. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 979.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @nhpita @jangajid

Baihaki menderita radang otak + radang paru-paru


AHMAD WAHYU (1, Gizi Buruk). Alamat :  Jl. Aman, Gg. Aster 1, RT 2/7, Kelurahan Pematang Pudu Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak bayi Ahmad berumur lebih dari sepuluh hari ia tidak mau menyusu ibunya, setiap diberi minum ASI bayi Ahmad memuntahkannya kembali. BAB bayi Ahmad juga tidak lancar dan berwarna hitam. Berat awal bayi Ahmad pada saat lahir yaitu 2,3 kg, namun sekarang beratnya turun menjadi 1,8 kg. Kondisi bayi Ahmad saat ini masih belum stabil, ia mengalami hipotermia. Untuk pengobatan bayi Ahmad, keluarga sedang dalam pengurusan JKN-KIS PBI tetapi masih terkendala karena KTP dan KK orang tua dari Siantar. Bayi Ahmad adalah anak dari pasangan Bapak Heriyanto (39) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Suwirawati (33) yang sehari-harinya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang tidak begitu besar yang didapatkan oleh ayah bayi Ahmad, keluarga tidak mampu membayar biaya RS selama bayi Ahmad dirawat dengan status pasien umum kelas 3. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bayi Ahmad dan bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan di RSUD Duri serta pembelian susu. Semoga kondisi kesehatan bayi Ahmad semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Dewi

Ahmad menderita gizi buruk


AWALUDIN NASUTION (41, Kecelakaan Kerja). Alamat : Perumahan Primkopad, Blok F 12, RT 3/13, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada 29 September 2016, Pak Awaludin jatuh dari ketinggian di tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisinya saat itu tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa oleh mandornya ke Eka Hospital Pekanbaru, yang merupakan rumah sakit terdekat pada saat itu. Kondisi Pak Awaludin yang parah membuat dokter langsung mengambil tindakan operasi kepalanya yang mengalami keretakan, natinya akan dilanjutkan dengan operasi batang hidungnya yang retak serta operasi pada kakinya yang patah. Setelah operasi dilakukan, baru diketahui bahwa Pak Awaludin memiliki jaminan KIS PBI namun sayangnya mandor mendaftarkannya sebagai pasien umum kelas 3. Awalnya mandor tersebut yang menjadi penjamin dan memberikan deposit untuk operasi kepala Pak Awaludin, namun ketika biaya rumah sakit mencapai 37 juta rupiah dan Pak Awaludin masih harus menjalani perawatan, akhirnya mandor tersebut tidak lagi membantu pembayaran biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit selanjutnya dibebankan kepada Pak Awaludin dan keluarga, sehingga mereka harus membayar sendiri kekurangan biayanya. Pada 7 Oktober 2016, Pak Awaludin sudah bisa pulang karena kondisinya membaik meski batang hidung dan kakinya masih belum dioperasi. Keluarga tidak mampu melunasi sisa tagihan sebesar 50 juta rupiah sehingga ia belum diperbolehkan pulang. Pak Awaludin bekerja sebagai tukang bangunan harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan istrinya, Ranita (30), adalah ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih kecil. Sebagai tukang bangunan harian, penghasilan Pak Awaludin sangat terbatas dan tidak tetap. Apalagi tahun ini ia jarang mendapat panggilan pekerjaan, sehingga keluarga ini hidup dengan penuh keterbatasan. Keluarga sudah berusaha mengalihkan Pak Awaludin dari pasien status umum agar bisa menggunakan KIS PBI selain berusaha mencari pinjaman untuk dapat melunasi pembayaran rumah sakit. Alhamdulillah kurir  Sedekah Rombongan mendapatkan info tentang kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Awaludin dan langsung bergerak menjenguknya ke Eka Hospital.  Selang beberapa hari kemudian, kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa BPJS bersedia membantu Pak Awaludin sebesar 16 juta rupiah, hingga tersisa biaya rumah sakit sebesar 34 juta rupiah lagi yang harus dibayarkan. Setelah Sedekah Rombongan melakukan proses negosiasi dengan rumah sakit, alhamdulillah mendapatkan keringanan sehingga tagihan menjadi menjadi Rp. 24.018.000,-, pembayaran juga dapat dibayarkan secara berangsur selama 10 bulan hingga lunas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan membayarkan jaminan pembayaran biaya RS Pak Awaludin di Eka Hospital hingga lunas nanti secara mengangsur sehingga ia bisa pulang ke rumahnya. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santuan untuk cicilan pembayaran RS Pak Awaludin bulan April 2017. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 966.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.401.800,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermanwaesyah

Pak Awal mengalami kecelakaan kerja


RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN (1, Kembar Kelahiran Prematur). Alamat : Jln. Suka Karya, Gg. Iman, RT 1/2, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi kembar dari pasangan Noviarman (26) dan Fitriandayani (23) ini lahir pada 12 Oktober 2016 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi prematur. Syukurlah kondisi keduanya sehat, hanya berat badannya saja yang masih kurang proporsional sehingga masih harus dirawat dalam inkubator di ruangan PICU. Untuk kebutuhan ASI si kembar, setiap harinya Ibu Fitri harus bolak-balik dari rumah ke RSUD karena ia belum sanggup menunggui bayinya di RSUD dengan kondisi yang masih belum pulih pasca operasi caesar. Selain itu, keluarga ini tidak memiliki biaya bila sehari-hari harus tinggal di RSUD. Kondisi perekonomian keluarga ini sangat sulit dengan pekerjaan Pak Noviarman sebagai buruh angkut gudang yang berpenghasilan terbatas, serta Ibu Fitri yang kadang membantu dengan mengajar di TK di dekat rumahnya. Keduanya tinggal di rumah kontrakan bersama dengan ibu, adik, dan kakak Ibu Fitri yang seorang janda dengan 4 orang anak. Pasangan ini merupakan tulang punggung keluarga besar mereka. Bapak Noviarman sendiri sudah diberikan SP 1 dari tempatnya bekerja karena sudah melebihi batas ijin yang diberikan perusahan untuk mengurus bayi kembarnya. Sejak 14 Oktober 2016 yang lalu, keluarga sudah meminta pihak RSUD agar kedua bayinya bisa dibawa pulang karena sudah kehabisan biaya. Mereka bahkan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa mereka yang bertanggung jawab penuh atas kepulangan kedua bayinya yang berdasarkan permintaan keluarga dan bukan atas rekomendasi dokter. Pihak RSUD masih belum dapat melepas keduanya karena berat badan si kembar belum mencapai 2 kg, bahkan keduanya belum bisa minum ASI sendiri dan masih melalui selang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Noviarman dan menjadikan si kembar sebagai pasien dampingan #SR Riau. Alhamdulillah si kembar telah diperbolehkan pulang dengan kondisi sehat, namun keluarga terkendala tagihan rumah sakit yang harus dibayar sebanyak 23 juta rupiah. Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan mereka dan memberikan bantuan lanjutan untuk membayar tagihan dengan cara mencicil di RSUD. Bantuan pembayaran RS dibayarkan Sedekah Rombongan untuk membantu keluarga si kembar pada RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Santunan pembayaran sebelumnya masuk dalam Rombongan 966.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @nhpita Tika @sulistyaone

Cicilan biaya perawatan bayi prematur


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imam langsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 966.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik @karin_lathief

Imam menderita patah tangan kiri


BAYI NY. LAILA NIKA (1, Gangguan Pertumbuhan Janin). Alamat  : Jl. Merpati Indah Perum Merpati Indah, Blok L No. 9, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Tanggal 26 Desember 2016, Ibu Laila merasakan tanda-tanda akan melahirkan sehingga keluarga membawanya RS Tabrani di Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Ibu Laila sudah mengalami pembukaan 2. Oleh pihak RS Tabrani, keluarga disarankan membawa Ibu Laila ke RSUD Arifin Achmad dan melakukan persalinan di sana untuk meminimalisir biaya. Ibu Laila Nika belum memililki jaminan kesehatan apapun sehingga keluarga harus membayar biaya persalinan, apalagi persalinan tersebut akan dilakukan secara caesar mengingat bayi yang dikandung Ibu Laila adalah bayi kembar. Alhamdulillah, Ibu Laila melahirkan bayi kembar di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan berat badan masing-masing 1.7 kg dan dirawat di ruang NICU, bayi kembarnya lahir dengan berat normal 2.2 kg. Orang tua si kembar yaitu Hendri Subandri (35) bekerja sebagai butuh bangunan dan Laila Nika (33) adalah ibu rumah tangga. Pak Hendri dan Ibu Laila menempati rumah kontrakan mereka yang sederhana di daerah Pekanbaru. Penghasilan yang diperolehnya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Total biaya yang harus dibayarkan keluarga Ibu Laila untuk perawatan si kembar selama dirawat di RS yaitu sebesar Rp. 6.429.244 dan tentunya hal ini sungguh memberatkan keluarga karena mereka tidak memiliki uang untuk melunasi biaya tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Laila Nika dan dapat membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad secara mengangsur. Santunan awal pun disampaikan untuk membayar cicilan biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi kesehatan bayi kembar semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 966.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Rina

Bayi ny laila mengalami gangguan pertumbuhan janin


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifin yang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 979.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @nhpita Otri @asynulzumarti @hermanwaesyah

Arifin menderita usus di luar perut


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 979.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang @hermanwaesyah

Alifa mengalami kelahiran prematur spontan


WIWIT MARIANTI (16, Dhuafa). Alamat : Desa Marga Mulya, RT 1/1, Dusun Bukit Rindang, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Sudah sejak lama orang tua Wiwit berpisah dan sejak itu lah ia dan adiknya ikut bersama sang ibu. Ayah Wiwit tidak pernah menafkahi kebutuhan keluarga dan juga tidak diketahui keberadaannya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya serta ibu dan adiknya, sepulang dari sekolah Wiwit bekerja sebagai buruh setrika baju dari rumah ke rumah tetangganya dengan upah Rp. 100.000,- hingga Rp. 150.000,- per bulan. Wiwit yang saat ini duduk di kelas 3 SMP memerlukan biaya lebih untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya yang banyak, belum lagi kebutuhan sekolah adiknya yang masih duduk di kelas 5 SD. Upahnya menyetrika belum mampu mencukupi biaya hidup sehari-hari keluarga dan biaya sekolah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Wiwit dan bantuan dari sedekaholics digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesabaran dan kemudahan untuk kehidupan Wiwit sekeluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 979.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangal : 15 April 2017
Kurir : @nhpita Lendriani

Wiwit seorang dhuafa


DIKI WAHYUDI (6, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jln. Tengku Mahmud, Simpang Jengkol dekat TPU, Kel. Palas, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut, namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun hingga kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Akhirnya mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo dengan 1 kali siklus kemo ia membutuhkan 2 botol obat Dactinomycin. Ayahnya, Budianto, bekerja sebagai pedagang serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap setiap bulannya, sedangkan ibunya, Ningsih, adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian keluarga yang masih terbatas membuat Diki terkendala biaya untuk menjalani pengobatannya hingga akhirnya Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. Sedekah Rombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik dan dokter memutuskan kemo dilanjutkan kembali agar tumor semakin mengecil, namun sayangnya setelah beberapa kali menjalani siklus kemo kondisi tumor Diki kembali membesar. Akhirnya dokter menyarankan Diki untuk melanjutkan pengobatannya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berbekal surat rujukan ke RSCM, Diki dan keluarganya memutuskan untuk berobat ke Jakarta namun terkendala biaya transportasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan biaya transportasi untuk Diki dan keluarganya sehingga mereka bisa berangkat ke Jakarta. Sejak bulan Oktober 2016, Diki telah tinggal di RSSR Jakarta dan melanjutkan pengobatannya di RSCM serta RSK Dharmais. Namun pada akhir Maret 2017, kondisi kesehatan Diki terus menurun dan selama itu ia terus dirawat inap di RSK Dharmais Jakarta. Hingga akhirnya pada tanggal 15 April 2017, Diki mengalami sesak nafas dan hilang kesadaran. Innalillahi wa innailayhi roji’uun, sekitar pukul 4 dini hari tanggal 16 April 2017 Diki menghembuskan nafas terakhirnya berpulang ke Rahmatullah. Jenazah Diki dibawa pulang ke Pekanbaru dan dimakamkan pada malam hari itu juga.  Sedekah Rombongan memberikan bantuan biaya administrasi kepulangan jenazah dari Jakarta ke Pekanbaru serta santunan duka kepada keluarga Diki. Semoga kelak Diki menjadi syafaat bagi orang tuanya di yaumil akhir nanti. Aamiin. Santunan sebelumnya disampaikan pada tanggal 1 April 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.000.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Diki menderita tumor di dada kiri


KOMARUDIN BIN JAMULIA (57, Peradangan di Lutut). Alamat : Kubu Baru, RT 2/6, Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Pak Komarudin sering merasakan nyeri pada lututnya sejak terjatuh di kebun tempat beliau bekerja 3 minggu yang lalu. Kemudian Pak Komarudin pergi ke tukang urut untuk mengobati lututnya yang sakit tersebut, namun setelah diurut tetap saja lututnya masih nyeri bila digerakkan. Hingga kini, beliau merasakan sakit pada lututnya jika berjalan dan lututnya pun mengeluarkan bunyi gemeretak yang menimbulkan nyeri, sehingga untuk berjalan Pak Komarudin harus menggunakan tongkat. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja lagi karena kondisi kesehatan yang belum juga membaik. Terlebih jarak pondok tempat tinggal dan kebun tempat beliau bekerja cukup jauh. Pak Komarudin bekerja sebagai buruh di kebun karet yang penghasilannya masih belum mencukupi biaya hidup dan berobat beliau. Kini beliau tinggal seorang diri menyewa pondok dengan biaya sewa Rp. 150.000,- per bulan. Alhamdulillah beliau memiliki Jamkesmas sehingga seluruh biaya pengobatan ditanggung. Namun tetap saja masih ada kendala untuk berobat karena beliau tidak memiliki dana untuk biaya transportasi ke RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Komarudin dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya pergi berobat ke RS. Insyaa Allah, beliau akan didampingi hingga pengobatan untuk 2 bulan ke depan. Semoga Pak Komarudin segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @nhpita Lendriani Mustakwa

Pak Komarudin menderita peradangan di lutut


ARA ZAQULL (12, Tumor Esofagus Gastro Duodenum). Alamat : Simpang Badak, RT 1/1, Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Pada tahun 2013 yang lalu, terjadi peristiwa penganiayaan pada keluarga Pak Rajiman dan juga pada Ara karena persoalan sengketa lahan. Akibat dari penganiayaan tersebut, Ara menderita penggumpalan darah hingga menyebabkan terjadinya tumor di dalam perut Ara. Ara sempat melakukan pemeriksaan atas penyakitnya tersebut di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Saat dirujuk pertama kali di RSCM, dokter menyimpulkan penyakit yang dialami Ara adalah tumor duodenitis kronik dan dokter menyarankan Ara untuk minum susu 2000ml/hari atau setara dengan 30 kaleng @400gram untuk satu bulan. Kondisi Ara saat ini hanya mampu mendapatkan asupan makan yang masuk melalui alat bantu berupa lubang buatan di perut saja, sehingga zat gizi yang masuk ke dalam tubuh Ara menjadi kurang. Ara adalah anak dari pasangan Bapak Rajiman (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Mariyatun (47) seorang ibu rumah tangga. Ara memiliki Jamkesda untuk membantu menjalani pengobatannya selama ini, namun ia tetap mengalami kendala untuk pembelian susu yang ia sangat butuhkan untuk asupan makanannya sehari-hari. Selain itu keluarga sering terkendala oleh biaya transportasi berobat dari rumah ke kota, karena jaraknya yang cukup jauh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ara dan bantuan disampaikan untuk biaya pembelian susu dan biaya transportasi selama ia menjalani pengobatan. Semoga kondisi kesehatan Ara semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 979.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 29 April 2017
Kurir : @nhpita Lendriani Tri Yono

Ara menderita tumor esofagus gastro duodenum


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hingga kini Guna menjadi pasien dampingan SR Riau hingga ia benar-benar pulih dari operasinya. Selama menjalani kontrol rawat jalan dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Guna dan ibunya tinggal di RSSR Riau. Namun setelah menjalani beberapa kali operasi kondisi tulang Guna belum juga pulih seutuhnya, sehingga dokter RSUD Pekanbaru merujuknya ke RS Prof Suharso di Solo untuk melanjutkan proses pengobatan tulangnya tersebut. Alhamdulillah saat ini Guna sudah berada di RSSR Solo dan santunan diberikan untuk membantu biaya akomodasi Guna dan ibunya selama berada di Solo. Semoga kondisi Guna segera pulih dan ia segera bisa beraktivitas kembali seperti biasa, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 966.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @nhpita Ragiel @hermanwaesyah

Guna menderita patah tulang kaki


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini Daffa tak hanya jalani chek up rutin ke poli kulit kelamin. Serangkaian test dilakukan oleh Daffa, mulai dari mata, telinga, syaraf. Bahkan karena dikhawatirkan mengalami pelemahan syaraf, Daffa menjalani test EMG ( ELEKTROMIOGRAFI). Dari semua rangkaian test yang sudah dilakukan ternyata tak ditemukan kelainan, artinyaaa semua normal. Test selanjudnya direncanakan test IQ.  Untuk perawatan kulitnya, tetap disananakan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja.Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Untuk terus memantau perkembangannya, Daffa diharuskan chek up rutin paling sedikit sebulan sekali. Tapi untuk bulan ini mengingat rangkain beberapa test Daffa harus bolak- balik ke RS .Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI,  akan tetapi sebagian besar  obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit.  Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Sampai saat ini  kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Januar menderita ichtyosis lamelar


KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), Alamat : Dsn Blimbing 02/07 , Ds.Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Hampir dua tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak 3 kali lipat dari payudara sebelah kiri, karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Seteah menjalani 3 kali kemoterapi dan luka mongering, akhirnya tindakan operasi pengangkatan payudara berani dilakukan. Pasca operasi pengangkatan payudara, dilanjudkan 6 kali kemoterapi. Setelah menjalani 9 kali kemoterapi dan dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang lebih baik, dokter memutuskan untuk mengganti kemoterapi infuse menjadi kemoterapi obat.Saat ini Bu Kartini masih rutin jalani kemoterapi obat. Dan dari hasil lab yang dilakukan bulan ini normal tak ditemukan masalah sehingga Bu Kartini dapat melanjudkan minum obat kemoterapi. Bulan ini selain chek up rutin mengambil obat Bu Kartini juga menjalani USG. Bu Kartini adalah seorang janda yang saat ini untuk menopang hidupnya tinggal di rumah anaknya. Kebetulan kehidupan anaknya pun tak jauh beda dengan keadaan Bu Kartini, artinya juga dari keluarga tak mampu. Saat ini Bu Kartini peserta BPJS Mandiri. #Sedekah Rombongan yang sudah hampir 2 tahun ini mendampingi, sangat membantu meringankan beban Bu Kartini. Mengantar jemput ke RS dalam bulan ini 2 sampai 3 kali. Melihat semangat beliau yang sangat besar semoga saja kondisi Bu Kartini lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Bu Kartini menderita ca mammae


FARID ABDULLAH( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat :   Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah.  Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini  Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Saat ini Farid masih rutin jalani Businasi seminggu sekali di poli bedah anak RSD.Moewardi Surakarta, dan chek up sekaligus pengambilan obat jantung sebulan sekali. Bulan ini tak berbeda dengan bulan lalu, kesehatan Farid mengalami penurunan bahkan terpaksa menjalani rawat inap di RS.Amal Sehat Slogohimo, salah satu RS swasta terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat. Dua hari setelah pulang rawat inap selama seminggu, Farid kembali menjalani penobatan ke RSD. Moewardi karena bagaimanapun pengobatan yang utama di RS ini untuk menangani masalah jamtung dan atresia ani.  Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :26 April 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Seleasi menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca Operasi Dalimin sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6, dilanjudkan kemoterapi obat serta radioterapi. Bulan ini Pak Dalimin dinyatakan selesai jalani radioterapi, selanjudnya melakukan chek up pasca radioterapi untuk mengetahui progress radioterapinya. Tim Dokter menjadwalkan jalani CT Scan awal bulan depan. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Apalagi dalam sebulan mereka tak cukup hanya sekali ke RS. Bantuan dari  #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin.. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 April  2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Dalimin menderita tumor pipi


RIAN JUNIOR ( 8, Atresia Ani ). Alamat : Dsn. Pasekan RT 01/02, Ds. Pasekan, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa. Rian begitu anak ini biasa di panggil, sejak lahir menderita kelainan. Terlahir tanpa memiliki anus atau Atresia Ani, selain itu juga menderita Down Syndrom. Rian lahir secara normal dibantu oleh bidan di Jakarta karena waktu itu ibunya memang sedang merantau di Jakarta. Ketidaknormalan Rian baru diitemukan saat  tahu bahwa Rian tak memiliki anus. Rian segera dirujuk ke RSCM untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Waktu itu untuk membiayai operasi Rian, ibunya rela menjual sebidang tanah, satu-satunya harta yang dimiliki ibunya Rian. Merasa semakin kesulitan ekonomi, dan tak mampu membiayai hidup di Jakarta, akhirnya Rian dibawa pulang kampung oleh ibunya dan memutuskan menetap di desa saja. Harusnya bayi atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 4-6 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 tahun lebih Rian bisa menjalani operasi pembuatan anus. Bulan ini setelah 4 bulan lebih jalani businasi akhirnya ukuran anus sudah sesuai target dan akan dikonsulkan untuk jalani penyambungan usus sekaligus penutupan stoma. Rencanannya akhir bulan ini akan dilakukan serangkaian test penunjang operasi. Untuk tindakan businasi membutuhkan perlengkapan serta obatnya berupa gel pelumas. Sayangnya resep yang di berikan RS tak mencukupi kebutuhan businasi Rian, dan mau tak mau harus membeli lagi di apotik luar dengan biaya sendiri. Resep yang diberikan dokter hanya cukup untuk dua sampai tiga hari saja, sementara jadwal businasi Rian satu minggu sekali. Tapi untuk bulan ini Rian jadi lebih sering ke RS untuk jalani beberapa test seperti test lab, rongent, dan colon in loop.  Keluarga Rian memang memiliki KIS, tapi kondisi ekonomi yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Rian hanya bisa pasrah. Ibunya Rian, Ibu Yatiem hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatan hanya 100 sampai 200 ribu per bulan, sehari-hari lebih sering makan tiwul karena jarang mampu membeli beras. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjudkan pengobatan. Atas dampingan #Sedekah Rombongan Rian dapat melanjudkan pengobatannya.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Rian menderita atresia ani


WINANTI BINTI TAYAT, (20, Megacolon). Alamat : Dsn Pagersengon   RT 02/ 07, Ds. Selopuro, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Winanti  sudah  3 tahun berjuang untuk sembuh dari sakit Megacolon yang dideritanya di RS Dr.Moewardi Surakarta. Gadis kelahiran tanggal 10 Juni 1996 ini sebenarnya sudah menderita kelainan usus dari lahir,hanya saja baru terdeteksi di usia 17 tahun. Dari bayi Winanti selalu bermasalah dalam buang air besar. Kadang seminggu sekali,dua minggu bahkan sebulan sekali baru bisa buang air besar. Tiga tahun pula Winanti jadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan. Empat kali operasi sudah di jalani tapi belum juga menunjukkan kemajuan. Beberapa tindakan pemeriksaan sudah dilakukan tapi tak membuahkan hasil juga. Sementar a hasil Endoskopi beberapa bulan laluterbaca bahwa saluran usus dan anus masih sangat sempit. Sangat beresiko jika dilakukan operasi penyambungan usus karena ukurannya belum normal. Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan businasi setiap hari ke RS. Artinya Winanti tiap hari harus bolak-balik ke RS hanya untuk tindakan businasi, sampai ukuran anus normal sesuai usianya. Perjuangan yang tak kenal lelah untuk mendapatkan kesembuhan. Awal bulan ini Winanti jalani colonoscopy. Hasilnya tak seperti yang diharapkan karena meskipun sudah dilakukan tindakan businasi setiap hari, ukuran sambungan usus ke anus tak mengalami banyak perubahan. Akhirnya tim dokter mengambil tindakan operasi  pelebaran usus dengan memasang klem. Selama satu minggu lebih jalani ranap untuk tindakan operasi, akhirnya diperbolehkan pulang, dan chek up lagi awal bulan depan. Karena tempat tinggal Winanti cukup jauh di pelosok desa dengan kondisi alam pegunungan, sekitar 76 km menuju RS.Dr Moewardi Winanti tinggal di RSSR Wonogiri. Sudah hampir 9 bulan ini Winanti tinggal di RSSR Wonogiri agar jarak tempuh lebih dekat. Apalagi kondisi ekonomi keluarganya juga dari keluarga tak mampu. Pak Tayat yang sudah berusia 70 an tahun masih harus bekerja sebagai buruh tani. Sementara Ibu Sutiyem, ibunyaWinanti hanya ibu rumah tangga biasa merawat Winanti dirumah. Meskipun keluarga Winanti memiliki Jamkesmas, tetap saja mereka masih tak mampu membiayai perlengkapan medis untuk medikasi sekaligus transportasi. Kehadiran #Sedekah Rombongan sangatlah membantu meringankan  beban mereka.

Bantuan  : Rp.2.877.000,-
Tanggal   : 28 April 2017
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Winanti menderita megacolon


KATNI JARTO (43, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri.Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan.Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca  operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS.  Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 3 April 2017
Kurir       :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu Katni menderita rhabdomyosarcoma


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi setiap seminggu sekali  mulai menjalani pengobatan di RSO. Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian Stest mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan di paru-parunya. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru, sementara untuk operasi tulang akan dilakukan bulan Juli tahun ini ( Juli 2017).  Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya.  Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan  : Rp.  1.158.000,-
Tanggal   : 22 April 2017
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TB tulang


ABBASHY HAFIS NAKULA (3, Hernia). Alamat : Dsn. Wonokarto RT 005/001, Kel. Wonokarto, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Nakula , begitu balita ini biasa dipanggil selama beberapa bulan sering mengeluh sakit dibagian alat kelaminnya. Awalnya dibiarkan saja dan berharap seiring berjalannya waktu sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Ternyata dugaan keluarga Nakula salah. Semakin lama bukannya semakin membaik Dewa semakin sering mengeluh sakit, apalagi saat tersentuh. Bahkan ukuran alat kelamin semakin membesar. Jika kelelahan bukan hanya merasakan sakit tapi juga mengalami demam, kondisi seperti ini sering terjadi mengingat Nakula anak yang aktif. Nakula yang juga punya saudara kembar bernama Sadewa ini akhirnya atas desakan para tetangga diperiksakan ke Puskesmas terdekat. Diagnosa sementara Nakula menderita sakit Hernia. Pihak Puskesmas menyarankan untuk rujuk ke RSUD Wonogiri karena kemungkinan besar pengobatan dilakukan lewat proses operasi. Nakula  adalah salah satu putra kembar dari seorang ibu muda bernama Rita Nur Cahyani. Ayah Nakula sudah meninggalkan Nakula, saudara kembar serta ibu mereka bahkan sejak masih dalam kandungan. Untuk membesarkan Nakula dan saudara kembarnya, sang Ibu bekerja sebagai buruh pabrik. Sementara pengasuhan di bantu oleh kakek neneknya, Bapak Tukino dan Ibu Giyem. Bapak Tukino kesehariannya hanyalah seorang pedagang kerupuk keliling. Dengan pendapatan minim ditambah masih harus membiayai dua anak lain yang masih sekolah, membuat keluarga ini benar-benar kesulitan ekonomi. Ibu Giyem memutuskan dirumah saja mengurus anak dan cucunya. Tinggal disebuah rumah mungil berdinding kayu di tepi rel kereta api, dihuni 7 anggota keluarga, penghasilan yang minim memang membuat keluarga ini hidup dalam kekurangan. Keluarga Nakula ternyata juga belum memiliki fasilitas  jaminan kesehatan apapun. Saat dokter menyatakan sakit Nakula dan harus menjalani operasi, yang ada di benak mereka tentulah soal biaya. Lagi-lagi karena faktor ketiadaan biaya pengobatan Nakula jadi tertunda, artinya Nakula harus menahan sakitnya lebih lama lagi. Lewat salah satu staff dari sebuah SKPD, akhirnya informasi tentang Nakula sampai ke tim #SRWonogiri. Segera setelah dilakukan survey, tim segera memutuskan menghandle Nakula, mengurus pembuatan BPJS, lalu merujuk ke RSUD Wonogiri. Dua hari kemudian segera dilakukan tindakan operasi. Tak lebih dari satu minggu Nakula diperbolehkan pulang, dan setelah dilakukan chek up pasca operasi kondisi bagus. Berkat uluran tangan sedekaholic, Nakula bisa menjalani operasi. Kini Nakula bisa sehat kembali, tak tak kesakitan lagi dan kembali ceria bermain dengan saudara kembar dan juga teman sebayanya. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- diberikan untuk biaya akomodasi dan pembuatan BPJS benar-benar sangat membantu kesembuhan Nakula.

Bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 24 April 2017
Kurir       : @Mawan,@Nonis

Nakula menderita hernia


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia 18 bulan Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Artinya dalam sebulan Ibrahim harus rutin ke RS delapan kali. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. Untuk mengetahui lebih lanjut masalah tumbuh kembangnya, rencananya Ibrahim akan dikonsulkan ke poli syaraf. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Sudah sebulan ini Ibrahim jadi pasien dampingan #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya.

Bantuan   : Rp. 1.000.000,-
Tanggal   :  25 April 2017
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim menderita paru-paru + gangguan tumbuh kembang


KALIYEM BIN JOKROMO (63, Jantung). Alamat: Dsn. Kadipaten RT 003/002, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Kaliyem adalah seorang dhuafa yang sering sakit-sakitan. Tinggal disebuah rumah mungil sederhana bersama suaminya Bapak Arjo Wiyono Mingun. Berdua mereka menjalani masa tua, karena kedua anaknya yang kebetulan hanya tamat SD memutuskan merantau untuk membantu kehidupan orang tuanya. Meskipun begitu baik Ibu Kaliyem maupun suaminya tak hanya menggantungkan hidupnya kepada kedua anaknya karena menyadari penghasilan anak-anaknya yang memang hanya pas-pasan saja. Diusia senjanya Ibu Kaliyem dan suaminya tetap bekerja sebagai buruh tani dan serabutan. Sayangnya beberapa bulan ini Ibu Kaliyem sering sakit-sakitan. Sering mengeluh sesak, badan lemas bahkan sering keluar masuk RS. Terakhir kali sampai menjalani rawat inap di RSUD Wonogiri. Tapi karena keterbatasan biaya terpaksa pulang lebih awal walaupun sebenarnya belum pulih. Keluarga Bu Kaliyem memang tak memiliki jaminan kesehatan apapun, artinya selama ini setiap berobat menggunakan biaya umum. Melihat kondisi Ibu Kaliyem yang serba dalam keterbatasan ini, akhirnya beberapa perangkat desa meminta bantuan pada tim #SRWonogiri. Setelah dilakukan survey dan memang layak dibantu, Tim #SR memutuskan memberikan bantuan pada Ibu Kaliyem. Dibantu para perangkat desa dan setelah berkoordinasi dengan pihak Dinsos, akhirnya Ibu Kaliyem sekeluarga dibuatkan BPJS sekaligus direkomendasikan untuk menjadi peserta KIS. Kini berkat bantuan Sedekah Rombongan lewat kemurahan hati para sedekaholic Ibu Kaliyem sudah memiliki BPJS Kelas 3 dan bisa melanjutkan pengobatan untuk sakit jantung yang dideritanya. Bantuan lepas diberikan semoga Ibu Kaliyem dapat kesembuhan, dapat menghabiskan masa tua dalam keadaan sehat tanpa rasa sakit lagi.

Bantuan   : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 April 2017
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Maria

Bu Kaliyem menderita jantung


TINI BIN NGATMAN ( 57, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Bulu, RT 003/006, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Tini yang saat ini tinggal berdua saja dengan suaminya Pak Sugiyanto beberapa bulan terakhir ini mengeluh sakit di mata sebelah kanan atas. Awalnya hanya merasakan gatal dan perih seperti terkena iritasi saja. Dan sempat dihiraukan saja karena terkadang sakit itu hilang dengan sendirinya. Akan tetapi lama- kelamaan sakit itu sering kambuh dan baru sembuh dalam waktu yang lebih lama. Hingga akhirnya mata semakin perih dan tak kunjung sembuh. Atas saran beberapa tetangganya, Ibu Tini diminta memeriksakan matanya ke Dokter specialis mata. Oleh dokter specialis mata Ibu Tini disarankan untuk melanjudkan pemeriksaan ke RSUD Wonogiri. Ternyata diketahui ada benjolan semacam tumor kecil didalam mata sebelah kanan atas. Karena sering di ucek akhirnya terjadi luka yang mengakibatkan infeksi. Berhubung tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, terpaksa semua biaya dicover secara umum. Kondisi keterbatasan ekonomi membuat Ibu Tini tak bisa melanjutkan pengobatan yang berakibat semakin parah infeksi yang dideritanya. Ibu Tini dan suaminya ini memang tergolong keluarga yang tak mampu. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka bekerja serabutan sebagai buruh tani. Akibat sakit yang diderita ini juga membuat Ibu Tini tak lagi bekerja. Akhirnya beberapa tetangganya menghubungi salah seorang kurir #SRWonogiri untuk meminta bantuan. Tim segera bergerak melakukan survey dan memutuskan membantu Ibu Tini. Langkah pertama segera dibuatkan BPJS kelas 3. Setelah BPJS bisa digunakan Ibu Tini segera dibawa ke RSUD untuk melanjudkan pengobatan yang sempat tertunda. Oleh Dokter specialis mata Ibu Tini disarankan untuk pengobatan infeksinya dulu. Jika infeksi sudah dinyatakan sembuh baru akan dilanjudkan tindakan operasi. Kini Ibu Tini jadi pasien dampingan #SRWonogiri. Berkat bantuan para sedekaholic Ibu Tini dapat melanjutkan pengobatan dan semoga saja bisa menjemput kesembuhan.

Bantuan   : Rp. 1.000.000,-
Tanggal   : 23 April 2017
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Maria

Bu Tini menderita tumor mata


RASYA SAHIRA ( 11, Leukimia). Alamat : Jl. Kebon Jeruk VIII NO 41. RT. 11/4 Kelurahan Maphar, Kecamatan Taman SarI, Jakarta barat. Rasya puteri ke 3 dari bapak Muhammad Holid (44) dan ibu Pugianingsih (40) awalnya adalah gadis kecil lincah, periang dan mandiri. Sampai pada hari dimana hari yang tak akan terlupakan oleh Rasya ketika ia sedang menjalani piket sekolah dengan membersihkan ruangan kelas  tepatnya pada tahun 2009 bulan September ia jatuh tertimpa kursi di ruang kelas dan selepas itu  dia merasakan sakit pada tulang-tulang kakinya dan tidak bisa tidur selama tiga hari. Kedua orang tuanya membawa Rasya berobat alternatif dengan diurut namun keadaan Rasya tidak kunjung membaik bahkan semakin mengkhawatirkan, Rasya mengalami demam tinggi, mukanya pucat dan mengalami kelumpuhan lalu orangtua segera membawa sang anak ke rumah sakit Tarakan Jakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan, leukisit nya tinggi dan harus dirawat selama 1 bulan dan diambil darah untuk dilakukan pengecekan laboratorium hasil pemeriksaan pun menyatakan bahwa Rasya mengidap Leukimia namun tidak diketahui tipe dari leukimianya sehingga team dokter yang menanganinya meminta Rasya melakukan pengobatan lanjutannya ke rumah RSUD Darmais Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter RSUD Darmais, Rasya terdiagnosa Leukimia AML  dan urat saraf kejepit. Saat ini kondisi Rasya lumpuh dan tidak dapat bersekolah seperti dahulu, ayah Rasya bapak Muhammad holid seorang tukang ojek pangkalan dengan penghasilan yang tidak menentu, penghasilan yang minim hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari belum lagi ditambah dengan biaya anak sekolah, ibu Rasya , Pugianingsih seorang ibu rumahtangga yang tidak ada penghasilan dikarenakan tidak bekerja karena fokus merawat Rasya yang sedang sakit. Dengan adanya BPJS  sangat membantu sekali untuk pengobatan Rasya namun untuk  biaya transportasi kontrol ke rumah sakit dan biaya makan selama dirumah sakit orang tua pun sering mengalami kesulitan keuangan. Alhamdulillah #SedelahRombongan ikut membantu meringankan beban keluarga ini dengan menyalurkan bantuan awal untuk biaya harian dan biaya akomodasi selama berobat. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Rasya.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @wirawiry @riniastuti @endangnumik

Rasya menderita leukimia


WAHYUNI BINTI SIRAD (27, Supsect Luka Ginjal). Alamat : Dusun 2, RT 9/2, Desa Sindangsinor, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Wahyuni adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki seorang anak balita. Kurang lebih satu bulan lalu, beliau mengalami kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan tunggal yang menimpa Ibu Wahyuni dan putra semata wayangnya berawal dari upaya Ibu Wahyuni menghindari jalan berlubang saat mengendarai motor. Akan tetapi, upaya beliau gagal sehingga beliau terjatuh dan mengalami luka lecet sekaligus luka dalam. Setelah kejadian tersebut, beliau segera dibawa ke rumah sakit Kuningan Medical Centre (KMC) untuk mendapat perawatan. Kemudian beliau dirawat di KMC selama satu minggu. Ketika menjalani perawatan, beliau ditransfusi darah sebanyak 4 labu. Hingga saat ini, beliau sudah pulang ke rumah dan telah melakukan kontrol sebanyak 2 kali dengan mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Namun, beliau masih sering merasakan sakit disekitar pinggang kiri, perut terasa mual serta sering pingsan. Beliau harus istirahat total sekitar 6 bulan untuk proses penyembuhan. Selama menjalani pengobatan, sayangnya beliau tidak memiliki jaminan kesehatan. Suami Ibu Wahyuni, Bapak Atang (32) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan seadanya yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Wahyuni sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya administrasi ke rumah sakit dan membeli obat ketika kontrol nanti. Semoga beliau lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Winda Risa

Bu Wahyuni menderita supsect luka ginjal


AMAD BIN SUTARDI (20, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir  Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir Sedekah Rombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karena dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Kemudian Amad dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad telah menjalani beberapa pemeriksaan oleh dokter ahli spesialis tulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad juga telah menjalani beberapa kali biopsi di RSHS, hasil PA biopsi amad menunjukkan bahwa pembuluh darah di kaki Amad harus dipasangkan pen. Pada tanggal 31 Maret 2017, Amad kembali melakukan kontrol ke RSHS dan sudah mempersiapkan diri jika keputusan amputasi harus dilakukan. Akan tetapi Tim Medis rumah sakit mengatakan bahwa Amad tidak perlu melakukan amputasi karna ada alat yang bisa menambal pembuluh darah Amad yang pecah.  Hanya saja alat tersebut belum ada di rumah sakit, dan Amad harus bersabar menunggu alat tersebut.  Saat ini kondisi Amad semakin hari semakin kesakitan karna tumornya semakin membesar. Amad memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (42) dan Ibu Castinah (38) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya Transportasi dan biaya pembelian obat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keduabelas kepada Amad untuk biaya transportasi ke bandung. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji winda

Amad menderita kanker tulang


RUKINI BINTI TARSONO (46, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun II Cibodas, RT 1/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Beliau mengidap penyakit Ca Mamae atau bahasa umumnya biasa disebut dengan kanker payudara semenjak 2 tahun yang lalu. Sel kanker tersebut menyerang payudara sebelah kiri beliau. Setelah positif terkena kanker payudara, beliau sudah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selanjutnya, pada bulan April 2016 lalu beliau telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yang ke 2 beliau harus melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi. Untuk pengobatan selanjutnya Ibu Rukini menjalani kemoterapi dengan menggunakan obat saja, dan diperbolehkan kontrol 1 bulan sekali. Pada tanggal 3 April 2017, Ibu Rukini berangkat ke bandung untuk menjalani kemoterapi kedua. Dan saat ini rutin meminum obat kemo. Kondisi Ibu Rukini saat ini Alhamdulillah semakin membaik dan bisa beraktivitas seperti biasa. Ibu Rukini memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Hanya saja beliau memerlukan biaya lain seperti transportasi dan akomodasi. Suami Ibu Rukini bernama Bapak Suhana (62), beliau bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Keduanya kesulitan mendapat biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesepuluh kepada Ibu Rukini untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga beliau lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rukini merupakan pasien Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji winda

Bu Rukini menderita ca mamae sinistra


ICOH BINTI MISJA (48, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.  Pada tanggal 17 April 2017 Ibu Icoh sudah dijadwalkan masuk ruangan dan akan mulai menjalani kemoterapi yang pertama. Akan tetapi jadwal kemoterapi diundur menjadi tanggal 24 April 2017, karna ruangan penuh. Ibu Icoh menjalani perawatan di RSHS selama 5 hari.  Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan kelima dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi dan akomodasi di Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icoh masuk kedalam Rombongan 987.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniasih

Bu Icoh menderita kelenjar getah bening


SUNARSIH BINTI SOMADI (52, Tumor Paru – Paru). Alamat : Dusun 1 Cipondok, RT 6/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Sunarsih ini menderita penyakit paru-paru basah dan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Penyakit tersebut beliau derita sejak beberapa bulan terakhir. Beliau sering mengeluhkan sakit pada bagian dadanya yang disertai dengan batuk-batuk bahkan sesak nafas. Selama ini beliau berobat jalan ke dokter umum yang ada di daerah tempat tinggalnya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, kurir Sedekah Rombongan Kuningan bisa membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, beliau harus melakukan operasi pemasangan selang dari paru – parunya untuk menyedot cairan, karena kondisi paru-parunya sudah penuh dengan air bahkan jantungnya sudah bengkak. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu beliau telah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Pasca menjalani rawat inap, tim medis menyarankan beliau agar segera menjalani pemeriksan ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta untuk pengobatan lanjutan. Pada tanggal 6 Desember 2016 Kemarin, Ibu Sunarsih didampingi kurir Sedekah Rombongan Kuningan melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan tim medis rumah sakit, bahwa ada tumor di paru – paru Ibu Sunarsih. Ibu Sunarsih telah melakukan beberapa serangkaian pemeriksaan lagi sebelum dilakukan tindakan operasi. Dan pada tanggal 14 April 2017, Ibu Sunarsih telah menjalani endoskopi. Alhamdulillah pada tanggal 26 April 2017 Ibu Sunarsih sudah masuk ruang di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Saat ini Ibu sunarsih sedang menjalani rawat inap untuk persiapan operasi. Ibu Sunarsih terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3. Biarpun demikian, beliau membutuhkan biaya akomodasi selama di jakarta. Maklum saja, suami beliau Bapak Sutar (60) hanya bekerja sebagai seorang petani yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan saat ini tengah menemani istrinya berobat. Alhamdulillah atas ijin Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedelapan kepada Ibu Sunarsih untuk biaya akomodasi selama di Jakarta. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin. Sebelumnya Ibu Sunarsih masuk ke dalam Rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Sunarsih menderita tumor paru – paru


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JAKARTA 3, Sejak bulan Juni 2013 #SedekahRombongan telah menyewa 2 Rumah Singgah di sekitar RSCM yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat transit bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Namun para pasien rawat jalan dari Kabupaten-kabupaten yang berasal dari luar Jakarta seperti Lampung, Banten, Bogor, Bandung, Cirebon, Jambi, Riau, Bintan, dan pulau-pulau serta propinsi lainnya semakin banyak dan 2 unit RSSR yang ada sebelumnya sangat tidak mencukupi kapasitas tampungnya yang akhirnya selama ini kita menyewa beberapa unit kos-kosan untuk dhuafa dampingan yang sedang ihtiar berobat. Alhamdulillah, semakin banyak para donator menyisihkan rezekinya hingga kita putuskan untuk menyewa RSSR yang ke-3 pada awal bulan Mei ini sampai setahun ke depan, sebuah rumah sederhana berlantai 2 yang mampu menampung sekitar 8 pasien berserta para pendampingnya. Semoga para dhuafa makin nyaman istirahat dan makin semangat dalam perjuangan usaha berobat mereka, serta para donator yang telah menyisihkan rezeki akan digantikan Allah Swt. dengan kesehatan dan kesejahteraan. Aamiin.
Alamat RSSR Jakarta 3, di Jl.Inspeksi Kali Ciliwung, Jakarta Pusat.

Biaya Sewa Rumah : Rp. 45.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis

Biaya sewa RSSR Jakarta


LUSI BINTI MANSUR (14, Lupus). Alamat : Kp. Cidahu, RT 16/5, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Usi –akrab kami memanggil gadis remaja ini–, ia merupakan putri bungsu dari pasangan Bapak Mansur (Alm) dan Ibu Nirat (45). Ya, pada tanggal 14 Januari 2014 lalu, ayah Lusi meninggal dunia. Ayahnya meninggalkan empat orang anak dan satu istri. Maka, semenjak itu ibunyalah yang membiayai Usi dan ketiga saudaranya. Adapun riwayat penyakit Usi, diawali dengan seringnya mengalami muntah dan pusing. Ibunya pun membawanya berobat ke Puskesmas terdekat, ia pun hanya didiagnosa mengalami penyakit maag. Satu minggu berlalu, kondisi kesehatan Usi tak juga membaik, ia justru semakin sering mengalami muntah, pusing lalu seluruh kulitnya memerah. Ibunya pun mulai khawatir, ingin hati segera memeriksakan Lusi ke RSUD Purwakarta, namun apa daya hasil berjualan di warungnya tak cukup untuk membiayai pengobatan Lusi, karena ia harus membayar hutang bekas modal warungnya dahulu. Ia pun kemudian meminta bantuan Pak RT setempat, biaya pengobatan Usi dibantu dari hasil perelek (patungan) warga setempat. Usi pun bisa berobat di RSUD Bayu Asih, tak dinyana ternyata hasil pemeriksaan menunjukan bahwa Usi menderita penyakit lupus. Ia pun kemudian mendapat rujukan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung, keberangkatannya menuju RSHS sempat tertunda karena kendala biaya juga ibunya tak bisa meninggalkan warungnya dalam waktu lama, jika warung ditinggal dan ditutup, maka keluarga Usi tidak memiliki penghasilan. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Usi, saat itu tampak gurat kesedihan di wajah ibunya, kami dengan membuka telinga mendengar segala keluh kesahnya. Saat itu kami membawa titipan bantuan dari para sedekaholics #SR, bantuan tersebut akan digunakan Usi dan keluarganya untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung, karena Ibunya menuturkan jika uang sudah terkumpul, maka ikhtiar pengobatan anaknya akan dilanjutkan. Selain itu, bantuan tersebut juga digunakan untuk biaya sehari-hari keluarga Lusi juga biaya untuk melunasi hutang yang dulu digunakan untuk biaya pengobatan Lusi. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 958. Semoga Allah memudahkan segala urusan keluarga Usi, juga Allah angkat penyakit Usi dan kembali disehatkan sebagaimana biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Lusi menderita lupus


SITI SIFA (1, Keracunan Ketuban). Alamat : Kp. Cikadu, RT 12/5, Desa Citamiang, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Sifa merupakan anak pertama dari pasangan Aminah dan Aep, sejak dua hari setelah lahir ke dunia Dek Sifa harus dibawa ke Puskesmas terdekat karena terlihat ada yang mengganjal dan tidak normal pada tubuhnya. Setelah menjalani perawatan di Puskesmas, ternyata Dek Sifa diharuskan menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD Bayu Asih. Ia pun dibawa ke RS tersebut menggunakan fasilitas Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS). Ia didiagnosa mengalami keracunan pada empedunya, dan RS tersebut tidak sanggup untuk menanganinya. Dek Sifa pun kemudian dibawa ke RS Siloam dengan berbekal fasilitas kesehatan yang sama, ia sempat menjalani rawat inap selama beberapa hari disana. Karena belum ada tanda-tanda kesembuhan, keluarga pun akhirnya nekat membawa Dek Sifa ke RS Cianjur dengan biaya umum, karena belum memiliki BPJS. Sedangkan fasilitas JAMPIS hanya bisa digunakan di RS daerah Purwakarta yang bekerjasama dengan pemerintah. Beberapa hari menjalani rawat inap disana, ayahnya yakni Aep harus menghabiskan modalnya berjualan baso. Saat itu karena sudah kehabisan uang, akhirnya Dek Sifa dibawa pulang kembali ke rumah, hingga saat ini Dek Sifa belum menjalani pengobatan karena terbentur biaya. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Sifa dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pembuatan BPJS juga biaya akomodasi menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Siti menderita keracunan ketuban


NONENG YATI (52, TB Paru). Alamat : Kp. Ciwareng, RT 4/3, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Noneng, –ibu dari dua anak yang sejak lama suaminya telah meninggal dunia ini– tiga minggu lalu ia merasakan sesak nafas, tidak nafsu makan dan sulit tidur. Pernah ia memeriksakan diri ke puskesmas, namun belum juga terlihat hasilnya. Kemudian ia kembali menjalani pemeriksaan di puskesmas tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa Bi Noneng diharuskan menjalani pengobatan ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih). Namun, karena kendala biaya maka hingga kini Bi Oneng belum bisa memeriksakan diri ke RS tersebut, maklum saja penghasilannya sebagai buruh kebun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan ia dan dua anaknya sehari-hari. Ditambah kedua anaknya tersebut masih duduk di bangku sekolah, maka setiap hari Bi Noneng perlu membekalinya uang. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bi Noneng, kami menyampaikan bantuan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Bi Noneng menuju RSBA. Doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit yang ada pada tubuh Bi Noneng.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bu Noneng menderita TB paru


MUHAMMAD JAFAR RAMADAN (1, Hydrocefalus). Alamat : Kaum Kaler, RT 3/1, Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak enam bulan lalu, kepala Dek Jafar membesar disertai dengan penurunan berat badan. Dalam kurun waktu enam bulan ini, ia sudah menjalani dua kali proses operasi. Saat ini pun Dek Jafar masih menjalani rawat inap di RSUD Bayu Asih menggunakan fasilitas Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS). Namun ibu Dek Jafar yakni Nur Ningsih (34) memiliki keterbatasan biaya untuk akomodasi selama di RS tersebut, ia seorang janda yang tak memiliki penghasilan karena sejak lama tak bekerja merawat anak semata wayangnya. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Jafar dan ibunya di RSUD Bayu Asih. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dek Jafar.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Jamaluddin

Jafar menderita hydrocefalus


KASMIDI BIN ASMARI (60, Diabetes). Alamat : Kp. Cikandang, RT 11/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Selama tahun 2016, Pak Kasmidi sering sekali buang air kecil diluar kebiasannya, juga disertai dengan kondisi tubuh yang mudah lelah dan lunglai. Ia pun memeriksakan diri ke klinik setempat dan menjalani pengobatan selama beberapa kali, hasilnya pun baik. Namun karena merasa hasilnya sudah baik, ia pun tidak melanjutkan pengobatannya tersebut. Pada awal Januari, penyakitnya tersebut kembali kambuh dan kali ini mendapat rujukan ke RSUD Bayu Asih, namun karena kondisi perekonomiannya saat ini sudah tidak seperti dulu, ia pun terbentur biaya akomodasi untuk menjalani ke pengobatan. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Kasmidi, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera mengangkat penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Ahsan

Pak Kasmidi menderita diabetes


HERAWATI BINTI TATANG (27, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Cikandang, RT 2/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2016 lalu Teh Herawati pernah menjalani satu kali operasi di RS Ramahadi karena adanya benjolan kelenjar getah bening di lehernya, kini memasuki tahun 2017 bekas operasiannya tersebut kembali menimbulkan benjolan yang semakin hari semakin membesar. Ia pun kembali memeriksakan diri ke RS tersebut dengan bekal fasilitas kesehatan berupa BPJS. Dokter menyatakan bahwa ia harus kembali menjalani operasi keduanya. Suaminya yakni Syarif merupakan seorang buruh bangunan yang memiliki penghasilan tak menentu, itu pun kadang ada kadang sama sekali tak ada. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Herawati dan suami, kami meyampaikan titipan bantuan dari sedekaholics untuk biaya akomodasi menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  5 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Ahsan

Herawati menderita gangguan kelenjar getah bening


ALIFA BINTI SANDI (1, Meningitis+Hydrocefalus Obstruktif). Alamat : Kp. Sukamaju, RT 1/1, Desa Bojong Barat, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak usianya menginjak delapan bulan, Alifa sering mengalami demam tinggi disertai kejang-kejang. Kemudian orangtuanya membawa ia ke Puskesmas terdekat dan kemudian mendapat rujukan ke RSUD Bayu Asih. Alifa pun dibawa kedua orangtuanya ke RS tersebut berbekal fasilitas kesehatan berupa Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS). Ia menjalani rawat inap selama beberapa hari di RS tersebut, ada kekhawatiran yang bertambah saat itu karena kepala Alifa membesar namun berat badannya semakin hari semakin turun. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata terdapat cairan pada kepalanya tersebut dan harus segera dioperasi, tak lama ia pun menjalani operasi pertama. Kini Alifa sudah diperbolehkan pulang ke rumah namun harus menjalani kontrol setiap dua minggu satu kali dengan dua dokter poli yang berbeda. Ayahnya yakni Sandi Efendi merupakan seorang buruh cetak batako di desanya, penghasilannya tak banyak, ditambah akhir-akhir ini ia lebih sering menghabiskan waktunya di Rumah Sakit menemani anaknya berobat. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Alifa dan kedua orangtuanya, kami meyampaikan titipan bantuan dari sedekaholics untuk biaya akomodasi menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Alifa menderita meningitis+hydrocefalus obstruktif


DANANG ZAYA (9, Celebral Palsy). Alamat : Kp. Nanggeleng, RT ¼, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak usianya menginjak 4 bulan, Danang sering mengalami demam tinggi dan kejang-kejang. Sejak usia tersebut pula tubuhnya terlihat tidak normal dan tidak terlihat adanya gerakan motorik. Ia pernah menjalani pengobatan di RSHS Bandung, dan sempat beberapa kali pulang pergi ke RS tersebut. Namun ikhtiar tersebut belum juga menunjukkan adanya kesembuhan pada Danang, orangtuanya pun kemudian menghentikan ikhtiarnya tersebut karena kendala biaya juga mulai putus asa. Kini selama beberapa tahun Danang hanya bisa terbaring lemah di kasur rumahnya. Ayahnya yang merupakan seorang buruh tani tak memiliki penghasilan banyak untuk membeli pampers dan susu bagi anaknya tersebut. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Danang dan kedua orangtuanya, kami meyampaikan titipan bantuan dari sedekaholics untuk biaya pembelian pampers dan susu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Danang menderita celebral palsy

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUPARTINAH BINTI PROJO SUDARSONO 1,000,000
2 RIYANTI BINTI SAPTO PRAYITNO 1,500,000
3 FATNURIMAN FATHONI 10,000,000
4 SADIKIN BIN PONCO DINOMO 1,500,000
5 ABDUL RANI 1,630,000
6 SUPRIYONO GERUNGGANG 1,000,000
7 DIKI WAHYUDI 2,950,000
8 RISKI BIN AMRIL 1,250,000
9 HIDAYAT BIN ASEP DARMAWAN 1,000,000
10 M. VICKY AL GHAZALI 1,000,000
11 MAHYUNIS BIN BOYOK 500,000
12 BAIHAKI BIN YAYAN SOPIAN SYAIR 500,000
13 AHMAD WAHYU 500,000
14 AWALUDIN NASUTION 2,401,800
15 RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN 1,000,000
16 IMAM KAYADI 1,000,000
17 BAYI NY. LAILA NIKA 1,000,000
18 ARIFIN AHMAD 1,000,000
19 ALIFA NASIHA 2,000,000
20 WIWIT MARIANTI 500,000
21 DIKI WAHYUDI 13,000,000
22 KOMARUDIN BIN JAMULIA 600,000
23 ARA ZAQULL 600,000
24 GUNA IBMAWAN 500,000
25 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
26 KARTINI BINTI SAMIYO 1,000,000
27 FARID ABDULLAH 1,000,000
28 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,000,000
29 RIAN JUNIOR 1,500,000
30 WINANTI BINTI TAYAT 2,877,000
31 KATNI JARTO 500,000
32 SURADI BIN SONO KARTO 1,158,000
33 ABBASHY HAFIS NAKULA 1,000,000
34 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 1,000,000
35 KALIYEM BIN JOKROMO 1,000,000
36 TINI BIN NGATMAN 1,000,000
37 RASYA SAHIRA 750,000
38 WAHYUNI BINTI SIRAD 500,000
39 AMAD BIN SUTARDI 500,000
40 RUKINI BINTI TARSONO 500,000
41 ICOH BINTI MISJA 500,000
42 SUNARSIH BINTI SOMADI 750,000
43 RSSR JAKARTA 45,000,000
44 LUSI BINTI MANSUR 500,000
45 SITI SIFA 750,000
46 NONENG YATI 750,000
47 MUHAMMAD JAFAR RAMADAN 750,000
48 KASMIDI BIN ASMARI 500,000
49 HERAWATI BINTI TATANG 500,000
50 ALIFA BINTI SANDI 750,000
51 DANANG ZAYA 500,000
Total 115,466,800

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 115,466,800,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 994 ROMBONGAN

Rp. 50,282,922,140,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.